Refine Search

New Search

Results in Journal Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal: 231

(searched for: journal_id:(4387327))
Page of 5
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Ika Widiastuti, Himawan Himawan
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 999-1008; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.999-1008.2021

Abstract:
The food crisis is a threat to all countries. Thinking must be changed from foodsecurity to food self-sufficiency. The policy in overcoming the food crisis is bydiversifying food. Food diversification is food diversification with balanced nutrition.Barriers to the development of local food are undeveloped products and people's thinking that rice is a staple food. The development of local food products is the provision of income for the food industry.
Kuswarini Sulandjari, Abubakar Abubakar, Dessy Agustina Sari
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1087-1096; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1087-1096.2021

Abstract:
Buah mangrove dapat dijadikan olahan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Potensi tersebut belum dimanfaatkan karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini : Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan tindakan dalam mengolah buah mangrove sebagai sumber pendapatan alternatif. Menggunakan pendekatan partisipatif, penyuluhan secara perorangan dan kelompok, dengan metode : anjangsoso, ceramah ; (FGD), demosntrasi cara dan demonstrasi hasil. Hasil : penyuluhan jelas, mudah diterima dan sangat berguna; Hasil olahan : sirup, selai, permen, dodol dan sabun buah mangrove; Terdapat peningkatan jumlah sasaran yang mengetahui, manfaat mangrove untuk lingkungan (20%) dan ekonomi (70%) olahan dan cara mengolah buah mangrove menjadi sirup (15%), selai (100%), permen (95%), dodol (25%) dan sabun (100%), yang mau/ingin mengolah dari 60% menjadi 100%, dan bisa mengolah (50%). Sasaran yang belum mencoba mengolah (15%), belum ada yang mencoba mengolah menjadi selai, permen dan sabun, karena kurangnya : pemahaman, kemampuan, kepercayaan diri, modal dan fasilitas.
Nazaruddin Ali Basyah, Irham Fahmi, Zakaria A. Jalil
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1245-1250; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1245-1250.2021

Abstract:
Kajian ini membahas hambatan pencapaian guru dalam jabatan terhadap integrasi teknologi, dengan menggunakan prinsip-prinsip Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) sebagai kerangka evaluatif. Analisis data berdasarkan interaksi antar komponen inti TPACK mengungkapkan bahwa peserta kesulitan mengembangkan pengetahuan baru. Kurangnya pengalaman pedagogis membatasi pengembangan pendekatan integrasi teknologi yang tepat. Membuat basis pengetahuan baru berdasarkan komponen pengajaran yang berbeda bisa jadi sulit bagi guru dalam jabatan karena membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang pengetahuan inti dan interpretasi konteks pengajaran dan dinamikanya. Mengembangkan Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan faktor sangat penting dalam integrasi teknologi secara keseluruhan; para guru harus memprioritaskan untuk memperoleh PCK sebelum mengintegrasikan teknologi. Dalam pendidikan calon guru profesi, pengembangan PCK harus didukung dengan pengalaman mengajar yang sebenarnya. Hasil kajian dapat memberikan wawasan yang berharga sehubungan dengan fokus yang tepat pada integrasi teknologi dan mengenali batasan dan tantangan dalam prinsip TPACK untuk mereka yang mengintegrasikan teknologi dalam mengajar dan mereka yang merancang aktivitas berbasis TPACK.
Zakiah Abdul Rahman Arapa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1155-1164; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1155-1164.2021

Abstract:
Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa dalampembelajaran Qur’an Hadist melalui metode pembelajaran kooperatif tipe STAD(Student teams–achiement divisions). Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sujek penelitian siswa kelas X SMA Negeri 1 Paguyaman Pantai. Hasil dari penelitian ini kinerja guru pada siklus I sebesar 61,67%, pada siklus II sebesar 83,33% dan pada siklus III sebesar 95%. Dari data tersebut menunjukkan adanya kenaikan kinerja guru secara dinamis dari siklus I, siklus II dan siklus III. Guru berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangannya dalam proses pembelajaran, dari cara memberi motivasi, penyampaian materi, pengaplikasian materi, pemberian tugas danmembimbing siswa dalam menarik kesimpulan. Hasil observasi terhadap kinerja guru dalam menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dari satu siklus ke siklussiklus berikutnya, menunjukkan bahwa kinerja guru sudah baik. Pada siklus I, guru sudah melaksanakan seluruh langkah–langkah pembelajaran yang telah di susun, namun belum secara optimal karena masih ada beberapa langkah yang belum dilakukan secara baik. Pada siklus II, kinerja guru semakin baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan sudah dilakukanya langkah–langkah pembelajaran secara optimal. Pada siklus III juga sudah dilakukan dengan baik, yang ditunjukan dengan banyaknya langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STADdapat mengoptimalkan proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa secara kognitif dan keaktifan belajar siswa.
Robetmi Jumpakita Pinem
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 851-854; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.851-854.2021

Abstract:
The continuing social media and trends provide entrepreneurs, including students who want to start their business. A large number of users and ease of access to social media and incentives are a great opportunity for entrepreneurs to do their product marketing online. One of the major issues that are important to note in online marketing is the feasibility of a product photo because a photo of the product is one of the factors that influence consumer purchase decisions. In order to increase their understanding of the product photo in performing online marketing, the Department of Business Administration will be performing training activities to Improving Understanding of the Product Photo for the Product Marketing Performance at the Faculty of Social and Political Science Diponegoro University. Students of Faculty of Social and Political Science Diponegoro University need digital coaching to improve marketing performance.
Devi Merina Tuz Sa’Diyah, Ahmad Ahmad, Nilna Sa’Adayah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 987-998; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.987-998.2021

Abstract:
The focus of this research is to describe the strategy of adversity quotient for the management of the Community Learning Activity Center (PKBM) to develop innovations in turning barriers into opportunities for non-formal education programs. Qualitative research with this type of case study was carried out at PKBM Mentari, using structured interviews as the primary data collection method, in order to obtain primary data and document matrix methods to obtain secondary data. the data were analyzed using interactive techniques belonging to Miles and Huberman with the stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study are the adversity quotient strategy that generally implemented by PKBM is very good, this can be seen from the indicators including: 1) Organizing learning activities flexibly in terms of time, so that it does not interfere with the daily activities of the community; 2) Provide learning at affordable costs so as not to burden the community in participating in learning; 3) Making the community the main partner in the continuation of teaching and learning activities at PKBM and 4) Building synergies with local village officials. The relatively short research time is the main limitation in compiling this study, so that it only maximizes the statements of the main informants.
Fatmah Akase
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1223-1230; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1223-1230.2021

Abstract:
Hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2019/2020 masih rendah. Hal ini terjadi karena penyampaian materi pelajaran oleh guru didominasi dengan penggunaan metode ceramah dan kurang mengaitkan materi pelajaran dengan dunia nyata, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Untuk mencapai hasil yang optimal, guru perlu menggunakan pendekatan pembelajaran yang dapat membantu siswamengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Pendekatan tersebut yaitu Pembelajaran Matematika Realistik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V serta performansi guru melalui Pembelajaran Matematika Realistik di SDN 8 Suwawa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi,dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 8 Suwawa tahun pelajaran 2020/2021 sejumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (tes formatif) dan non tes (observasi dan dokumentasi). Indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu nilai rata-rata kelas ≥ 65 dan persentase tuntas belajar klasikal 75%, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran ≥ 75%, serta nilai performansi guru ≥ 75. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa, dan performansi guru dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,44 dan persentase tuntas belajar klasikal 69,44%, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar menjadi 80,82 dan persentase tuntas belajar klasikalmenjadi 86,11%. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran siklus I 71,76% dan siklus II menjadi 78,40%. Nilai performansi guru pada siklus I 83,01 dan meningkat pada siklus II menjadi 87,52. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Matematika Realistik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, dan performansi guru dalam pembelajaran matematika materi sifat-sifat bangun datar di kelas V SDN 8Suwawa. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan Pembelajaran Matematika Realistik sebagai alternatif pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
Ida Ida, Ariesa Pandanwangi, Rosida Tiurma Manurung, Nabilla Ayuningtyas
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 833-842; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.833-842.2021

Abstract:
Education of waste management is needed because there are people do not understand how to manage waste. This problem was raised by the government of Bandung in Kang Pisman program (Reduce Separate Benefit). Ikatan kekeluargaan Perempuan Maranatha (IKPM) and Bank Sampah Bersinar support the program by educating the public in improving the use of waste. The target community is the Sukajadi Community. The number of the participants was 45 people. Participants filled out a questionnaire before and after education, 38 participants completed the questionnaire and 7 participants did not complete the questionnaire. Education consists waste sorting, waste management ad types of waste. This service method uses the Participatory Action Research (PAR) method. Wilcoxon Signed Rank Test shows an increase in knowledge about waste sorting, waste management and types of waste. It is hoped that the community from Sukajadi can manage their waste properly and Kang Pisman program can be successful.Edukasi manfaat pengelolaan sampah dibutuhkan oleh masyarakat karena terdapat masyarakat yang belum memahami cara pengelolaan sampah. Permasalahan ini diangkat oleh Pemerintah Kota Bandung dalam program Kang Pisman (Kurangi Pisahkan Manfaatkan). Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha (IKPM) dan Bank Sampah Bersinar mendukung program tersebut dengan mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan guna sampah sehingga menjadi berkah. Masyarakat yang disasar adalah Komunitas Kecamatan Sukajadi. Jumlah peserta sebanyak 45 orang. Peserta diminta mengisi kuesioner sebelum dan setelah kegiatan. Dari 45 peserta, terdapat 37 peserta yang mengisi lengkap kuesioner dan 8 peserta tidak mengisi lengkap kuesioner. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan pemilahan sampah, pengelolaan sampah dan jenis sampah yang memberikan nilai guna. Metoda pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah, pengelolaan sampah dan jenis sampah. Diharapkan komunitas dari Kecamatan Sukajadi dapat mengelola sampahnya dengan baik dan benar sehingga program Kang Pisman dapat berhasil.
Zulkarnaini Zulkarnaini, Rhini Fatmasari
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1285-1294; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1285-1294.2021

Abstract:
Loyalitas mahasiswa merupakan perilaku komitmen positif mahasiswa kepada perguruan tinggi yang ditunjukkan dengan kesetiaan dan keikutsertaan dalam proses pendidikan. Loyalitas merupakan upaya membangun suatu citra sejati, yang bukan sekedar nama, pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap loyalitas. Kualitas pelayanan menentukan eksistensi dan kekuatan sebuah citra dan brand. Pelanggan yang puas karena menerima pelayanan yang baik akan merasa senang. Oleh karena itu, setiap saat mereka akan kembali dan menjadi pelanggan loyal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan akademik dan citra institusi terhadap loyalitas mahasiswa UT. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh langsung layanan akademik terhadap loyalitas mahasiswa dengan koefisien path sebesar 0.392. Citra institusi juga berpengaruh secara l;angsung terhadap loyalitas mahasiswa dengan koefisien path sebesar 0.450, sementara citra institusi juga berpengaruh terhadap loyalitas mahasiswa dengan koefisien path sebesar 0.450. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa layanan akademik dan citra institusi secara bersana-sama berpengaruh terhadap loyalitas mahasiswa.
Anis Domili
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1143-1148; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1143-1148.2021

Abstract:
Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di MTS Al-Huda Kota Gorontalo.Jenis tindakan dalam penelitian ini adalah berupa tindakan nyata yaitu membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui supervisi Akademik. Penelitian dilakukan pada semester I, tepatnya pada bulan Juli – Nopember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru meningkat setelah dilakukan tindakan yang berupa supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa Berdasarkan hasil supervisi edukatif siklus I dan siklus II kinerja guru meningkat, yakni siklus I Kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 71,98 % sedangkan siklus II 92,44 %. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I mencapai 75,49 % sedangkan siklus II mencapai 93,81 %. Kinerja guru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 81,3 % sedangkan siklus II 90,56 %. Kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 54 % sedangkan siklus II 59,76 %. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudah di atas 83 %. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja guru meningkat dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa. Untuk itu, peneliti menyarankan agar supervisi edukatif di sekolah-sekolah melaksanakan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik.
Supoyo Supoyo
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1193-1200; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1193-1200.2021

Abstract:
Kemampuan guru dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangatmenghawatirkan karena dari sampel guru yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70% yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan hanya 30% yang menguasai bahan pelajaran. Kondisi seperti itu diperparah dengan kurang optimalnya fungsi kepengawasan Kepala Sekolah. Bila selama ini banyak pendapat menyatakan profesionalisme guru di Indonesia relatif rendah atau kurang memadai, hal itu merupakan akibat dari kurangnya kepengawasan kepala sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar. Dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Dari 41,18 % pada siklus I, dapat meningkat menjadi 70,59 % pada siklus II, dan siklus ke III 76,47 %. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui supervisi akademis kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar dengan ketuntasan mencapai 100 %.
Selvi Pakaya
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 865-876; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.865-876.2021

Abstract:
Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya terdiri dari 4tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SD Negeri 03 Popayato Barat yang terdiri dari enam orang guru ASN dan 1 orang guru non ASN. Secara rinci perolehan nilai rata-rata peningkatan kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yaitu nilai rata-rata observasi hasil kegiatan diskusi 79,43 di siklus I menjadi 85,14 di siklus II ada peningkatan 5,71. Kegiatan penyusunan skenario pembelajaran nilai rata-rata 74,29 di siklus I menjadi 85,71 di siklus II ada peningkatan 11,42. Dan kegiatan pembelajaran atau dalam proses belajar mengajar nilai rata-rata 75,24 di sklus I menjadi 85,71 di siklus II, ada peningkatan 10,47 dalam berdiskusi pada siklus II.. Sehingga dapat disimpulkan bahwa supervisi (pembinaan) melalui teknik diskusi kelompok kerja guru (KKG) dapat meningkatkan kreativitas guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar bagi guru-guru di SD Negeri 03 Popayato Barat sangat efektif dilakukan.
Andiyan Andiyan, Siti Maryam Fauziah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 843-850; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.843-850.2021

Abstract:
Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan sistem asrama. Tujuan Penelitain memperhatikan Lingkungan dan sosial pesantren harus menjadi tempat yang nyaman untuk para santri untuk belajar karena semua kegiatan di lakukan di dalam pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai objek yang diteliti.Hasil penelitian ini dimana Penerapan konsep Arsitektur Ekologi pada Lingkungan dan social Pesantren Tahfidz Preneur Kampoeng Qur’an Cendekia dapat di lihat dari pengunaan bahan pada bangunan asrama para santri yang menggunakan kayu dan bamboo sebagai bahan utama, tatanan bangunan dengan memaksimalkan penggunaan kontur, dan juga orientasi bangunan.Kesimpulan Pesantren Tahfidz Preneur Kampoeng Qur’an Cendekia merupakan salah satu pesantren di daerah Parompong Bandung Barat dengan penerapan konsep Arsitektur Ekologi.
Nurul Khoiriyah Hulawa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1231-1236; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1231-1236.2021

Abstract:
Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar Al- Quran Hadits melalui metode diskusi pada siswa kelas XI di MAN 1 Kota Gorontalo. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1) Apakah penerapan metode diskusi dapat meningkatkan keaktifan belajar Al-Al-Quran Hadits siswa Kelas XI Di MAN 1 Kota Gorontalo Tahun 2021?, dan (2) Apakah penerapan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar Al-Quran Hadits siswa Kelas XI Di MAN 1 Kota Gorontalo Tahun 2021? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi amar ma’ruf nahi mungkar yang pembelajarannya diterapkan metode pembelajaran diskusi adalah sedang dengan perincian dari 24 orang siswaterdapat 6 orang siswa atau 25% memeperoleh nilai kategori tinggi, 17 orang atau 70,83% memperoleh nilai sedang, dan 1 orang siswa atau 4,16% memperoleh nilai kategori rendah dengan nilai rata-rata tes hasil belajar sebesar 78,33. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi amar ma’ruf nahi mungkar yang pembelajarannya diterapkan metode ceramah adalah sedamg dengan perincian dari 22 orang siswa terdapat 2 orang siswa atau 9,09% yang mendapat kategori nilai tinggi, 14 orang siswa atau 63,63% memperoleh nilai kategori sedang dan 6 orang siswa atau 27,27% memperolehnilai kategori rendah dengan nilai rata-rata 68,68.3. Terdapat pengaruh yang signifikan metode pembelajaran diskusi terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa pada materi pembelajaran amar ma’ruf nahi mungkar di kelas XI MAN 1 Kota Gorontalo
Ismiati Ahmad
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1123-1134; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1123-1134.2021

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan Supervisi di MA Al-Mubarak Marisa Kabupaten Pohuwato. Hal ini dapat dibuktikan dengan melalui hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mencapai nilai rata-rata 71,35 termasuk dalam kategori baik, kemudian pada siklus II mencapai nilai rata-rata 83,70 termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian terjadi peningkatan pelaksanaan pembelajaran sebesar 12,35 %. Guru MA Al-Mubarak Marisa Kabupaten Pohuwato setelah disupervisi melalui kunjungan kelas pra pembelajran yaitu kemampuan menyusun perencanaan pembelajaran yang sekaligus dapat mengalami peningkatan kemampuan melaksanakan pembelajaran. Peningkatan kemampuan guru tersebut dapat dibuktikan dari hasil penilaian pra pembelajaran pra siklus menunjukkanrata-rata 68,82 dan pada siklus I meningkat sebesar 11,96 % dengan nilai rata-rata 80,78, kemudian pada siklus II meningkat lagi sebesar 10,38 % menjadi 91,17 dengan kategori sangat baik. Peningkatan kemampuan guru dalam pra pembelajaran/perencanaan pembelajaran tersebut sekaligus diikuti dengan peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus I mencapai nilai sebesar 71,35 dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata sebesar 83,70, maka terjadi peningkatan sebesar 12,35 %. Dengan demikain dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan Supervisi dengan kunjungan kelas dan meningkatakan profesionalisme guru dalam melaksanakan prapembelajaran/perencanaan pembelajaran dan dapat mengingkatkan kemampuanmelaksanakan pembelajaran di MA Al-Mubarak Marisa Kabupaten Pohuwato.
Widyatmike Gede Mulawarman, Nina Queena Putri, Endang Dwi Sulityowati, Alfian Rokhmansyah, Herdita Noor Wanda
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1273-1284; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1273-1284.2021

Abstract:
Robert Stanton's structuralism is a study that focuses on the means of storytelling by looking at gender perspective as a problem in the novel that will be discussed in this study. This study aims to (1) describe Robert Stanton's Structuralism in the form of a literary means of building the novel Every Night is Sepi by Alfiansyah; (2) describing the gender perspective in the novel Every Night is Sepi by Alfiansyah. This study uses a qualitative approach with the analysis of the content of Robert Stanton's model. The results showed structural elements focusing on the means of the story and gender perspective as follows: Literary means are things that are utilized by the author in choosing and arranging the details of the story. The novel Every Malam is Sepi is built by excellent literary means because it meets all elements, namely: title, point of view, style and tone, symbolism, and irony. The gender perspective in the novel Every Night is Sepi is gender equality and gender injustice. The novel's gender injustices are marginalization, subordination, stereotypes, violence against women, and the double burden
Bayu Adi Laksono
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 855-864; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.855-864.2021

Abstract:
The purpose of this research is to find out how to manage education and trainingstrategies that not only maintain the existence of the institution but also provide benefits for the perpetrators even though it is carried out during the pandemic. This research was conducted in 6 courses and training institutions in East Java and West Java, from March to April 2021. Using a qualitative approach, starting with the distribution of a preliminary questionnaire, then elaborated by in-depth interviews. The results of the study show that the pandemic provides fundamental changes to the governance or management of educational and training institutions starting from planning, implementation and evaluation. At the planning stage, the course and training institutions change the time, goals, and costs to adapt to pandemic conditions, then create digital marketing strategies, and initial assessments for material efficiency. At the implementation stage, the institution applies virtual learning, as well as face-to-face meeting if it is really necessary to do so. At the evaluation stage, the institution uses a contextual evaluation adapted to the pandemic situation but with the appropriate conditions.
Mawar Ratih Kusumawardani, Brahma Wahyu, Bambang Suwarsono
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1263-1272; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1263-1272.2021

Abstract:
Performance is the one thing to measure succesul of an organization. Effort to Improve the performance its very important to achieved organization goal. Efforts to improve performance are not easy to achieve because it is influenced by many factors including factors that come from the employees itsself likes intellectual quotients, emotional quotients, spiritual quotients and organizational citizenship behavior. These factors are very important to noticed, they are expected to make more contribute to improving performance. This research was conducted all 71employees of the General Section of the Regional Secretariat of the City of Kediri. Data was obtained through observation, interviews and questionnaires. This study uses multiple linear regression analysis, with the results obtained: intellectual quotients (IQ) does not partially affect employee performance, emotional quotients (EQ) partially affects employee performance, spiritual quotients (SQ) does not affect partially partially on employee performance, organizational citizenship behavior (OCB) has a partial influence on employee performance, and simultaneously intellectual quotients (IQ), emotional quotients (EQ), spiritual quotients (SQ) and organizational citizenship behavior (OCB) affect employee performance.
Muchlis Harun
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1237-1244; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1237-1244.2021

Abstract:
Latar belakang dilakukannya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini yaitu rendahnya kompetensi pedagogik Guru Mata Pelajaran dalam proses pembelajaran di kelas. Solusinya yaitu dengan mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik. Permasalahannya apakah pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran di kelas semester satu tahun 2020/2021 di SMK Negeri 2 Paguyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan supervisi akademik dalam upaya meningkatkan kompetensi pedagogik Guru Mata Pelajaran dalam pembelajaran di kelas, yang manfaatnya bagi kepala sekolah adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam prosespembelajaran.Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya ada empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil akhir > 85% dari jumlah peserta pendampingan memperoleh nilai rata-rata > 70,00 (kategori baik). Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata(3,40), observasi guru rata-rata (3,17) dan hasil supervisi akademik Guru Mata Pelajaran rata-rata nilai (68,56). Pada siklus II observasi kepala Sekolah rata-rata (4,60) dengan persentase ketercapaian (100%), observasi guru rata-rata (4,50) dengan prosentase ketercapaian (100%) dan hasil supervisi akademik rata-rata nilai (83,67) dengan persentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II.Kesimpulan; Hasil penelitian pada siklus ke 2 menunjukkan peningkatan kompetensi Guru dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada Guru Mata Pelajaran sejenis agarmelakukan proses pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah direncanakan dengan baik, tanggung jawab, bersunggung-sungguh demi peningkatan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan bidang studi/mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
Rini Astuti, Lina Saptaria
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1067-1076; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1067-1076.2021

Abstract:
Kebun bibit kediri is one of the tourism destinations that offers a variety of attractive tourist objects for visitors from various regions. This study aims to identify the factors that affect the satisfaction of visitors to kebun bibit kediri. This type of research is descriptive quantitative. The population of this research activity was all visitors to kebun bibit kediri tour during the Covid 19 pandemic. The sampling technique was purposive sampling, namely selecting respondents based on certain criteria. The number of research samples were 80 respondents. Methods of data collection using literature study, interviews, documentation, and questionnaires. The research instrument was measured using a Likert scale. Data analysis techniques using factor analysis. . The results showed that based on the factor analysis that had been carried out, it could be grouped. five factors of concern to the manager, namely 1). service quality factor, 2). Emotional factor, 3). Product quality factors, .4). public facilities factor, 5) price factor. but the dominant factor is the service quality factor. By looking at the existing conditions during the covid 19 conditions, it is hoped that the management will increase the factors that can increase the income of kebun bibit kediri.
Seri Wati Ginting, Miki Tjandra, Hendra Setiawan
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 927-936; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.927-936.2021

Abstract:
Civic Education teaches the values of life that are manifested in daily behavior, such as accepting the diversity of the Indonesian nation. The existence of hate speech and blaming each other is a reflection of the failure of the nation. This research aims to develop Civic Education courses so that they can raise students' awareness to become good and educated citizens. Qualitative descriptive method examines and analyzes students' understanding of the relevance of Civic Education with national resources embodied in state resilience. The findings from this study show that some students are aware of the relationship between civic education and human resources but the role models of educators, education staffs, religious leaders, political leaders, and community leaders are still lacking.Pendidikan Kewarganegaraan mengajarkan nilai-nilai hidup yang terwujud dalamperilaku sehari-hari, seperti menerima keberagaman bangsa Indonesia. Masih adanyaujaran kebencian dan sikap saling menyalahkan menjadi cerminan kegagalan berbangsa.Penelitian bertujuan mengembangkan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaran agarmampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik danterdidik. Metode deskriptif kualitatif mengkaji dan menganalisis pemahaman mahasiswatentang relevansi Pendidikan Kewarganegaraan dengan sumber daya nasional yangterwujud dalam ketahanan negara. Temuan dari penelitian memperlihatkan sebagianmahasiswa menyadari adanya keterkaitan antara pendidikan kewarganegaraan dengansumber daya manusia namun keteladanan dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan,pemuka agama, tokoh politik, dan tokoh masyarakat masih kurang.
Saidah Halid
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1107-1116; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1107-1116.2021

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II dengantarget nilai rata-rata atau ketuntasan minimal yaitu 70. Subjek penelitian ini adalah kemampuan menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari melalui metode jigsaw pada siswa kelas XII SMAN 1 Lemito. Pengumpulan data siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa kemampuan menganalisis keterkaitan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan seharihari melalui metode jigsaw. Teknik nontes berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, pedoman jurnal, dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan nilai rata- rata kelas. Hasil tes siklus I menunjukkan rata-rata sebesar 68,9 dan hasil tes siklus II menunjukkan nilai sebesar 80,3. Perubahan perilaku siswa kelas XII SMAN 1 Lemito mengalami peningkatan ke arah yang positif. Pada siklus I siswa cenderung pasif, kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang serius dalam berlatih, dan kurang percaya diri. Pada siklus II, perilaku siswa berubah menjadi aktif, memperhatikan penjelasan guru, serius dalam berlatih, dan menjadi percaya diri.
Idris Djafar
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1215-1222; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1215-1222.2021

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran geografi dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Buntulia. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama membahas tentang materi Fenomena Biosfer dan siklus kedua tentang materi Fenomena Antroposfer. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Buntulia Tahun Pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 34 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan caraobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar afektif siswa pada siklus I sebesar 62,28% dan untuk siklus II sebesar 80,58%. Peningkatan hasil belajar afektif yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 18,30%. Selain itu, hasil belajar psikomotor siswa pada siklus I sebesar 60,57% dan untuk siklus II sebesar 80,29%. Peningkatan hasil belajar psikomotor yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 19,72%. Sedangkan, ketuntasan hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 64,71% dan untuk siklus II sebesar 76,47%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar kognitif yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 11,76%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran geografi kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Buntulia Tahun Pelajaran 2019/2020.
Karsum Sam Mantu
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 877-884; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.877-884.2021

Abstract:
Penelitian ini membahas tentang upaya guru dalam pengelolaan sudut baca untuk menumbuhkan minat baca peserta didikkelas IIISD Negeri 04 Popayato Barat.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif yaitu dimana peneliti berperan secara langsung sebagai perencana, pelaksanaan, pengumpulan data, menganalisis data dan sekaligus pelapor data. Pengumpulan data di lakukan dengan observasi, teknik wawancara langsung dan dokumentasi. Peneliti menemukan bahwasanya upaya guru dalam pemanfaatan sudut baca untuk menumbuhkan minat baca peserta didik yaitu, (1). Mendorong anak bercerita tentang apa yang telah dibacanya, (2). Tukar buku dengan teman, (3). Menyediakan buku yang menarik minat baca peserta didik, (4). Menyediakan waktu membaca, dan (5). Memberikan hadiah. Kendala dalam menumbuhkan minat baca peserta didik tersebut ialah, minimnya ruangan kelas, kurangnya variasi buku atau keterbatasan buku dan terdapat peserta didik yang tidak suka membaca. Adapun untuk mengatasi kendala tersebut yaitu membuat dekorasi pojok baca yang rapi dan indah, mengusulkan pihak sekolah menaikan anggaran perpustakaan, dan memberikan motivasi serta dukungan. Hasil dari penelitian ini bahwasannya Adanya sudut baca membuat peserta didik merasa senang dan lebih giat dalam membaca.
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 815-820; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.815-820.2021

Abstract:
The Pandemic brought huge problems in the global community not only in the economic sector but also it has a psychological impact to idle individuals who lost their jobs. Amidst the Pandemic Situations there are also helpful groups who are willing to devote and spent their time in conducting Free International Webinars. IDYM Foundation Philippines and in collaboration with the International Human Rights Movement Philippines (IHRM-Phils, Inc) will be conducting series of International Webinars which will tackle about Human Rights, Educational Technology related issues, and Research Related topics that can help our shape up our individuals and make them more productive and think of other ways to survive from the pandemic we are facing right now. The purpose of this study is to strengthen the collaboration between other NGOs or Civil Society Organization in this time of pandemic that we can work together to support our community in other ways such as by giving free webinars that will help shape their futures
Akmal Akmal, Jamaluddin Nasution
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1077-1086; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1077-1086.2021

Abstract:
Phrase structure rules express the basic structural facts of the language in the form of “phrase markers”. This study discussed about the noun phrase in Minangkabau Language. The aim of this study is to find out the noun phrases of Minangkabau Language and how the noun phrases are used in the language. The used method is qualitative research design by interviewing the native speakers of Minangkabau by using the depth interview. the participants are the people who lived in Sukaramai Districts. They were born in Pariaman Districts and they are educated people who understand about the phrase structure.The researcher described the finding data more details. In this study, there are six noun phrase forms in Minangkabau Language and there is one unique form. The noun phrases are implicated in the daily activity of society. In fact, there was a unique noun phrase in Minang Language namely: Noun Phrase (NP) is N1 + sa + N2.
Titin Sumarni Berahim
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1207-1214; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1207-1214.2021

Abstract:
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMK Negeri 5 Gorontalo ternyata hasil belajar kimia siswa kelas X TEI SMK Negeri 5 Gorontalo masih rendah yaitu nilai rata-rata untuk materi larutan asam dan basa adalah 56,74 dengan ketuntasan klasikal 37,21% dan rata-rata nilai untuk materi Stoikiometri adalah 61,16 dengan ketuntasan klasikal 25,58%. Hal ini disebabkan karena pembelajaran didominasi dengan metode ceramah yang berpusat pada guru. Dengan menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan IBL siswa diberi tugas untuk membuat pertanyaan yangdisertai dengan jawaban, melakukan penyelidikan dan akhirnya menemukan sendiri konsep-konsep materi yang dibahas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar kimia siswa kelas X TEI SMK Negeri 5 Gorontalo tahun pelajaran 2019/2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan IBL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TEI SMK Negeri 5 Gorontalo. Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari nilai tes di akhir siklus, data hasil belajar afektif diperoleh dari hasil angket siswa, sedangkan data hasilbelajar psikomotorik diperoleh dari hasil observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Indikator keberhasilan penelitian ini dilihat hasil belajar siswa yaitu secara klasikal, 85% siswa mencapai ketuntasan belajar minimal 65%. Dari hasil penelitian, ratarata hasil belajar kognitif pada siklus I meningkat dari 47.61 dengan ketuntasan klasikal 27.91% menjadi 77.42 dengan ketuntasan klasikal 83.72%. Pada siklus II mencapai 86.89 dengan ketuntasan klasikal 100%. Pada siklus III mencapai 89.77 dengan ketuntasan klasikal 100%. Rata-rata hasil belajar afektif siklus I, II, dan III berturut-turut adalah72.31; 77; dan 80.39. Sedangkan rata-rata hasil belajar psikomotorik pada siklus I, II, dan III berturut-turut adalah 72.09; 76.31; dan 78.78. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran dengan pendekatan IBL.
Nurliyan Hulawa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1117-1122; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1117-1122.2021

Abstract:
Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didikkelas IX MTS Al-Huda Kota Gorontalo pada mata pelajaran Qur’an Hadist. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sujek penelitian siswa kelas IX MTS Al-Huda Kota Gorontalo. Hasil dari penelitian ini penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, serta berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IX MTS Al-Huda Kota Gorontalo. Hal ini dapat dilihat pada hasil yang dicapai berikut ini : a) Aktivitas guru mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 76.92% yang terlaksana meningkat pada siklus II sebesar 100% yang terlaksana. b) Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 54,54% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas. c) Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 71,75% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas
Junus Madjid
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 885-894; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.885-894.2021

Abstract:
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervise akademis dapat meningkatkankompetensi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, menyususn adminstrasi penilaian pembelajaran dan proses pembelajaran. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian perencanaan pembelajaran dari 12 aspek yang dinilai rata-rata hasil penilaian perencanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 82% atau sudah termasuk kategori baik meningkat pada siklus II menjadi 93% kategori sangat baik. Supervisi administrasi penilaian pembelajaran dari 10 aspek pada siklus I yang dinilai rata-rata hasil penilaian administrasi pembelajaran sebesar 84 % atau sudah termasuk kategori baik. Meningkat pada siklus II menjadi 93% kategori sangat baik. Supervisi proses pembelajaran atau penilaian kunjungan kelas dari 3 aspek yang dinilai aspek pendahuluan, aspek kegiatan inti dan aspek penutup, pada siklus I rata-rata hasil penilaian kunjungan kelas sebesar 85 % atau sudah termasuk kategori baik meningkat pada siklus II menjadi 94% kategori sangat baik.
Erlina Novianti, Silviana Amanda Aurelia Tahalea, Malcheni Malcheni
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 967-976; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.967-976.2021

Abstract:
Komite Sekolah TK Tunas Muda I IKKT merupakan Komite Sekolah yang aktifmenyelenggarakan dan mengikuti kegiatan yang positif. Berdasarkan survei yang dilakukan, sebagian besar anggota Komite Sekolah mempunyai usaha kuliner yang memutuhkan media foto sebagai promosi. Oleh karena itu tim Pengabdian kepada Masyarakat FSRD Universitas Trisakti ikut berperan serta dengan memberikan pelatihan membuat foto makananan dengan menggunakan kamera handphone. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi oleh instruktur. Setelah peserta PkM mendapatkan materi pelatihan, peserta PkM akan mempraktikkan secara langsung yang didampingi oleh tim PkM. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara online, dikarenakan kondisi Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19. Hasil dari pelatihan ini yaitu berupa foto makanan yang menarik, yang dapat digunakan sebagai media promosi usaha kuliner yang dimiliki oleh peserta PkM. Selain itu pelatihan ini dapat menambah pengetahuan mengenai fotografi, menambah kreativitas dalam memilih properti yang digunakan dalam pemotretan serta dapat menata makanan sehingga tampilan foto terlihat sangat menarik.
Musrin Abdullah Ibrahim
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1165-1170; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1165-1170.2021

Abstract:
Tujuan dari pelaksanaan PTK yaitu untuk mengatasi berbagai persoalan nyataguna memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran guru melaluipenerapan pendekatan, model, maupun metode baru, adalah Meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Gorontalo dalam Pembelajaran Matematika Realistik pada materi sifat-sifat bangun datar. Dalam pelaksanaan PTK minimal terdiri dari 2 siklus dimana pada masing-masing siklus terdapat 4 tahap/langkah penting, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pembelajaran dengan menggunakan media pendekatan Kontekstual pada mata pelajaran matematika kelas XI SMA Negeri 2 Gorontalo tahun pelajaran 2019/2020 dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika. Keaktifan peserta didik sebelum PTK sebesar 32,73%, kemudian keaktifan peserta didik pada siklus I meningkat sebesar 53,64%, dilanjutkan siklus II sebesar 96,36%. Peningkatan keaktifan peserta didik dapat meningkatkan pula hasil belajar matematika peserta didik, nilai hasil belajar matematika peserta didik sebelum PTK mencapai ketuntasan sebesar 31,81%, nilai hasil belajar matematika peserta didik setelah siklus 1 mencapai ketuntasan sebesar 77,27%, nilai hasil belajar matematika peserta didik setelah siklus II sebesar 95,45%, berarti sudah lebih dari 95% peserta didik yang memperoleh nilai diatas KKM (75) sehingga sudah memenuhi indikator pencapaian. Adapeningkatan keaktifan dan hasil belajar tersebut setelah pengunaan media pendekatan Kontekstual
Agus Ramdan Rukmana, Andita Rahmawati, Jamas Sari Murni, Via Halidah Adzani
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 959-966; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.959-966.2021

Abstract:
Teaching Factory merupakan suatu pendekatan pengetahuan dalam dunia pendidikan vokasi dimana dirancang proses pembelajaran seperti dunia kerja bertujuan memodernisasi proses pengajaran praktik industri secara dekat, memiliki di bidang industri dengan model CIPP (context, input, process, output) . Langkah-langkah penelitian yang dicapai adalah melakukan studi pendahuluan, pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Evaluasi proses penggunaan dana bantuan Teaching Factory di SMK 1 telah berjalan sesuai dengan Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor: 09-PS-2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Teaching Factorytahun 2017. Adapun dana bantuan Teaching Factory digunakan untuk beberapa hal, seperti; pengembangan Non-Fisik (penyusunan perangkat-perangkat Tefa), pengembangan SDM, koordinasi dengan instansi/industri terkait, analisa dan penetapan kebutuhan bahan sarpras dan pengembangan fisik (pengadaan bahan praktek, pengadaan dan perbaikan peralatan, rehabilitasi bengkel/lab atau ruang penunjang praktek dan kegiatan fisik terkait lainnya).
Asma Asma
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1135-1142; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1135-1142.2021

Abstract:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Paguyaman tahunpelajaran 2018/2019. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasipenelitian wawancara. Dari penelitian ini ditemukan bahwa implementasi pembelajaran wudhu di SMK Negeri 2 Paguyaman termasuk dalam kategori baik. Hal ini ditunjukan oleh kemampuan guru dalam menjalankan peran dan fugsinya untuk mengelola pembelajaran. Khususnya implementasi pembelajaran wudhu.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan upaya meningkatkanhasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran demonstrsi pada implementasi pembelajaran wudhu, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukannya pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran demonstrasi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil yang diperoleh berdasarkan tindakan yang telah diberikan kepada siswa Kelas X SMK Negeri 2 Paguyaman. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata nilai pre test siswa 67,8 meningkat menjadi 69,95 pada nilai post test tetapibelum 100% siswa mencapai nilai KKM. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II lebih baik dari siklus I yaitu nilai rata-rata pre test siswa 76,55 menjadi 83,52pada nilai post test. Dan jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sudah 100%.
Amna Dunda
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1179-1184; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1179-1184.2021

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca lancar melalui media gambar. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas I SDN 5 Bulango Selatan yang berjumlah 22 siswa. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, dokumentasi dan unjuk kerja. Teknik uji validitas data menggunakan bentuk trianggulasi sumber dan trianggulasi data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari 3 komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Prosedur penilaian meliputi tahap identifikasi masalah, persiapan, tindakan, pengamatan dan penyusunan rencana. Proses penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanyapeningkatan kemampuan membaca lancar belajar siswa. Adapun peningkatan hasil pembelajaran dapat dilihat dari perolehan nilai siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang meningkat dari siklus I dan siklus II. Pada siklus I nilai rata-rata kelas hasil belajar siswa sebesar 68,18% dan pada siklus II sebesar 86,36%. Hasil pengolahan data kemampuan membaca lancar pada siklus I dari 22 siswa hanya 3 siswa atau 13,6% yang mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan yaitu ada 15 siswa atau 68,18% yang mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II mencapai ketuntasan 86,36% yaitu siswa yang tuntas ada 19 dan yang belum tuntas hanya 3 anak. Peningkatan kemampuan membaca lancar Media gambar pada pembelajaranBahasa Indonesia kelas I dapat meningkatkan kemampuan membaca lancar siswa. Semoga media ini bisa menjadi salah satu alternatif media pembelajaran bagi rekan-rekan guru.
Rita Kadir
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1185-1192; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1185-1192.2021

Abstract:
Tujuan Penelitian ini adalah untk mengetahui peningkatan perbendaharaan katapada mata pelajaran Bahasa Indonesia anak tunarungu pada siswa kelas IV SLB Negeri Kota Gorontalo semester II Tahun Pelajaran 2019/2020, yang diperoleh melalui penggunaan media variasi gambar. Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah 1. Anak Tunarungu SLB Negeri Kota Gorontalo mengalami kesulitan pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam hal memahami kata, 2.anak Tunarungu kelas IV SLB Negeri Kota Gorontalo mengalami kesulitan menyusun kalimat dikarenakan miskinnya bahasa, 3. Anak Tunarungu kelas IV SLB Negeri Kota Gorontalo mengalami kesulitan pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam hal bicara karena kurangnya Kosa kata yang dikuasainya, 4. Kurangnya media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk memperbanyak kosa kata, 5. Belum digunakan media “variasi gambar”dalam upaya meningkatkan perbendaharaan kata.ebut diatas, metode penelitian yang digunakan dalam rangka pengumpulan data menggunakan cara observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Tehnik analisis data secara diskriptif yaitu dengan membandingkan nilai antarsiklus yang dianalisis adalah tes siswa sebelum menggunakan media variasi gambar dan nilai tes siswa setelah menggunakan media variasi gambar.Hasil penelitian menunjukan: 1. Melihat hasil kata dari studi awal angkaketuntasan hanya 16,67% setelah diadakan perbaikan sampai nilai siklus I dan IImenunjukan adanya peningkatan yang signifikan dari angka ketuntasan siswa hingga mencapai 100%, 2. Terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang dapat dibaca pada lembar observasi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi: “Penerapan Media Variasi Gambar dapat meningkatkan kosa kata pada siswa kelas IV SLB Negeri Kota Gorontalo Tahun Pelajaran 2019/2020” Terbukti kebenaranya. Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui media variasi gambar diharapkan lebih efektif untuk meningkatkan kosa kata dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SLB Negeri Kota Gorontalo.
Mejlitha Kumendong
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 895-906; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.895-906.2021

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar matematikapada peserta didik kelas IV SD Negeri 04 Wanggarasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah desain Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 04 wanggarasi yang berjumlah 16 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui penerapan metode discovery pada peserta didik kelas IV SD Negeri 04 Wanggarasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan tesPenelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dikatakan berhasil apabila siswa kelas IV SD Negeri 04 Wanggarasi yang mencapai KKM minimal 75%. Pembelajaran menerapkan metode discovery dengan guru menempelkan gambar di papan tulis dalam menjelaskan materi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 04 Wanggarasi pada mata pelajaran matematika. Pada pra tindakan persentase KKM peserta didik secara klasikal yaitu 25%. Pada siklus I persentase KKM peserta didik secara klasikal sebanyak 50% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 25% dari pra tindakan. Sedangkan pada siklus II persentase KKM peserta didik secara klasikal yaitu 87,50% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 37,50% dari siklus I dimana persentase tersebut telah mencapai target yang diinginkan yaitu minimal KKM peserta didik kelas IV SD Negeri 04 Wanggarasi secara klasikal adalah 75% .
Khairuddin Khairuddin
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1313-1322; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1313-1322.2021

Abstract:
The people of Gunung Meriah still find many addictions to drinks that can be intoxicating, such as drinking tuak. Therefore, this study aims to find out how the supervision of the government and the community in minimizing wine drinkers and sellers in Gunung Meriah District and Islamic views on the law of drinking tuak, as well as how to sanction those who drink it. To complete this research, the writer uses qualitative research. The techniques used in data collection are observation and in-depth interviews with informants. The result of the research shows that some of the people of Gunung Meriah like to drink tuak, both from officials and ordinary people. 25% of Mount Meriah people are addicted to this tuak drink, it is drunk on certain occasions such as parties or other days. The government does not pay much attention to the problem of tuak drinks, which can be seen from the lack of cases of drinkers and sellers of wine being appointed and given appropriate punishments, only a few people have reached the stage of punishment. Likewise, the community does not interfere too much in dealing with the problem of tuak drinkers and sellers, even though this problem is very serious. Drinking tuak, in the perspective of Islamic law, is a drink that is prohibited because it is intoxicating.
Sukmawati Sukmawati
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 937-946; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.937-946.2021

Abstract:
Kelas ibu hamil merupakan salah satu kegiatan penting dalam penerapan buku KIA,berfungsi untuk mempersiapkan ibu hamil menghadapi persalinan yang aman dannyaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi kelas ibu hamildi wilayah kerja Puskesmas Madapangga. Desain penelitian deskriptif korelasi danditinjau dari segi waktu bersifat cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamilyang mengikuti kelas ibu bulan Agustus-November 2019 di wilayah kerja PuskesmasMadapangga berjumlah 60 orang. Cara pengambilan sampel secara total sampel.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji chisquare test. Penelitian disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan persiapan pelaksanaan kelas ibu hamil P-Value α= 0.003 < 0.05, tidak ada hubungan sikap ibuterhadap pelaksanaan Kelas ibu hamil P-Value α= 0.008 > 0.05 dan tidak adahubungan antara sarana dan prasarana dengan persiapan pelaksanaan kelasibu hamil P-Value α= 0.016 > 0.05
Muhamad Danial Suma, Intan Noviantari Manyoe, Rohmat Setiawan Duwingik, Fikri Boften, Waode Emiria Srikandi, Fandji Marfian
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1329-1338; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1329-1338.2021

Abstract:
Desa Botubarani memiliki keanekaragaman geologi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Melalui survei yang dilakukan tim PHP2D, Desa Botubarani memiliki potensi wisata geologi yaitu situs Batu Berani. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dilakukan sebagai upaya perencanaan dan pengembangan wisata yang akan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan untuk masyrakat di Desa Botubarani. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Desa Botubarani memiliki potensi geologi situs Batu Berani yang dapat dikembangkan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Program yang diterapkan oleh tim PHP2D membawa perubahan kondisi situs yang ada di Desa Botubarani baik dari segi infrastruktur berupa QR Qodes, papan informasi situs batuberani dan hiu paus serta peningkatan kreatifitas masyarakat dengan adanya sosialisasi pembuatan kerajinan tangan dari bahan-bahan di alam.
Widyamike Gede Mulawarman, Azainil Azainil
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1045-1062; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1045-1062.2021

Abstract:
This study aims to determine the effect of the leadership style of female principals and organizational culture on the work ethic of junior high school teachers in Samarinda. This research is a quantitative study using a correlational method. The total population was 126 teachers and the research sample was 96 teachers consisting of three different schools, namely SMPN 5, 10 and 38 Samarinda. The data collection technique uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The data analysis technique used descriptive and inferential statistics, with simple linear regression, multiple regression, and correlation analysis. The results showed that the leadership style of femaleschool principals (X1) had a significant effect on 79.4%. This shows that the better the leadership style of the female school principal, the better the work ethic of the teacher will be. It is also known that organizational learning (X2) has a significant effect of 39.4%. This shows that the better the school organizational culture, the better the work ethic of the teacher will be. Simultaneously the competence of school principals (X1) and organizational culture (X2) has a significant effect on teacher work ethics (Y) by 81.8%. This indicates that the better the leadership style of female principals and organizational learning, the more teachers work ethic will be good.
Maryam Rahim, Wenny Hulukati, Tuti Wantu
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1295-1302; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1295-1302.2021

Abstract:
Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan studi. Rendahnya motivasi berprestasi seringkali menyebabkan banyak mahasiswa yang gagal dalam studi. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana motivasi berprestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan di masa pandemic covid-19?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang motivasi berprestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo di masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang mengkaji variabel motivasi berprestasi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Anggota populasi adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo tahun akademik 2020/2021 yang berjumlah 2111 orang, dengan anggota sampel sebesar 10% dari anggota populasi. Data dikumpulkan melalui angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (a) motivasi berprestasi mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling memperoleh skor rata-rata 183 (3,66) dengan kategori tinggi (b) motivasi berprestasi mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan memperoleh skor rata-rata 180 (3,60) dengan kategori tinggi, (c) motivasi berprestasi mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah memperoleh skor rata-rata 180 (3,60) dengan kategori tinggi, (d) motivasi berprestasi mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar memperoleh skor rata-rata 172 (3,45) dengan kategori tinggi, dan (e) motivasi berprestasi mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini memperoleh skor rata-rata 172 (3,45) dengan kategori tinggi. Secara keseluruhan skor rata-rata motivasi berprestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo di masa pandemi covid-19 adalah 178 (3,58) dengan kategori tinggi.
Kerine Claudya Wijaya, Ariesa Pandanwangi, Belinda Sukapura Dewi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1009-1016; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1009-1016.2021

Abstract:
Every artist has the goal of creating works of art that cannot be separated from the spiritual feelings experienced daily. The creative process of creating this work of art is initiated from the mirror which will be explored in the work of art. The method used is descriptive qualitative study and experimental method. The problem in this creation process is how the phenomenon that occurs when humans feel unhappy in their inner life so that they feel depressed, even judged between individuals, both physically and non-physically. The result of this creation process is a puzzle arrangement which is a metaphor for the results of reflection as well as the spiritual relationship of the soul with the body that has been experienced in living and contemplating life. The message conveyed through this work is that humans must understand each other.Setiap seniman memiliki tujuan menciptakan karya seni yang tidak lepas dari perasaan spiritual yang dialami sehari-hari. Proses kreatif penciptaan karya seni ini digagas dari cermin yang akan dieksplorasikan pada karya seni. Metode yang dipergunakan adalah studi metode deskriptif kualitatif dan metode eksperimental. Permasalahan dalam proses penciptaan ini bagaimana fenomena yang terjadi ketika manusia merasakan perasaan tidak bahagia dalam kehidupan batinnya sehingga merasa tertekan, bahkan dinilai antar individu, baik secara fisik maupun non fisik. Hasil dari proses penciptaan ini adalah susunan puzzle yang merupakan metafora dari dari hasil refleksi sebagaimana hubungan spiritual jiwa dengan tubuh yang telah berpengalaman dalam penjalanan hidup dan perenungan hidup. Pesan yang disampaikan melalui karya ini adalah manusia harus saling memahami antara satu dengan lainnya
Regaria Tindarika, Iwan Ramadhan
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 907-926; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.907-926.2021

Abstract:
Kesenian Hadrah telah menjadi kesenian yang di bawakan dalam beberapa acara yang ruang lingkupnya kecil yang dilakukan oleh kepala keluarga hingga besar seperti perlombaan tingkat provinsi. Oleh karena itu peneliti tertarik mengetahui lebih lanjut keberadaan seni hadrah sebagai warisan budaya di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif serta penelitian ini dilakukan dibantu dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada narasumber, pengamatan secara langsung dan studi dokumentasi. Dalam mengalisis hasil data, menggunakan suatu pendekatan historis dan antropologis. Setelah dilakukan penganaisisan, didapatkan data bahwa Seni Hadrah mengalami beberapa kali kemunduran dari awal kedatangannya di Kota Pontianak hingga sekarang. Walaupun sempat mengalami kemunduran pada masa penjajahan Jepang, akan tetapi masih terus dipertahankan dan ditampilkan di Kota Pontianak hingga sekarang. Hal ini dibuktikan dengan masih bertahannya grup kesenian Hadrah di Pontianak yang biasanya tampil pada saat peringatan Maulid Nabi, khitanan, pesta nikah dan aqiqah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan kepedulian kepada generasi muda, sehingga dapat melestarikan serta menjaga potensi budaya yang dimiliki melalui nilai-nilai khususnya nilai-nilai agama Islam yangterkandung dalam seni Hadrah.
Jelly Nasseri
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1017-1028; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1017-1028.2021

Abstract:
Secara umum, di dunia terdapat dua sistem pengurusan perusahaan yang menonjol, yaitu sistem satu tingkat dan sistem dua tingkat, namun dalam kaitannya dengan hubungan sistem manajemen satu tingkat (one-tier) dan dua tingkat (two-tier), penerapan kedua sistem ini di semua negara hampir sama, yaitu adanya dua dewan – dewan komisaris dan dewan direksi pada sistem two-tier dan hanya satu dewan – dewan direksi pada sistem – one-tier. Dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari para pemegang saham perusahaan cenderung menjaga kepentingannya dalam hubungan antar pemegang saham. Meskipun hubungan antara pemegang saham telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, dan juga diatur dalam anggaran dasar perusahaan, namun masih ada hal-hal penting yang perlu diatur secaratersendiri, diluar peraturan dan pasal-pasal akta pendirian dan anggaran dasar perusahaan, antara lain klausul right of first refusal yang memaksa pemegang saham yang ingin menjual sahamnya untuk terlebih dahulu menawarkan sahamnya kepada pemegang saham lain; pengalihan terbatas saham yang melarang pemegang saham untuk menjual sahamnya tanpa persetujuan semua pemegang saham; opsi untuk memanggil atau menempatkan sahamnya kepada mitranya; penyediaan kendali yang membutuhkan persetujuan dengan suara bulat untuk keputusan besar; dan klasulnon-persaingan yang melarang pemegang saham untuk bersaing dengan perusahaan. Para pemegang saham biasanya mengatur hubungan khusus mereka secara terpisah dalam perjanjian pemegang saham. Makalah ini membahas beberapa hal pentingyang harus diperhatikan dalam penyusunan perjanjian pemegang saham dan dampaknya bagi pemangku kepentingan (stakeholder) lain di perusahaan. Penulis menemukan bahwa diperlukan adanya keterbukaan dalam penyusunan perjanjian pemegang saham agar tidak merugikan kepentingan pihak-pihak lain terutama stakeholder perusahaan lainnya.
Amir Hamzah, Tito Prayitno
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1029-1044; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1029-1044.2021

Abstract:
The requirements in entering the world of work today demand professional skills and abilities according to the needs of the organization. Therefore, effective marketing strategies become important for vocational colleges to get prospective students. There are several studies that examine the factors that influence students' decisions in choosing a college, but research focusing on vocational college research is still very limited. This study aims to analyze the determinants that influence students' decisions in choosing a course of study at a Vocational College. This study was conducted by an online survey of 158 respondents who were studying at three Vocational Universities in Banten Province, namely ASM Lepisi, Politeknik LP3I Jakarta Tangerang Campus, and Politeknik PGRI Banten. Analyze the data using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Finally, the author expects the empirical results of this study to be useful as a reference for marketing practitioners of Vocational Universities in West Java and Banten, in particular and Indonesia in general.
Lestari Mustapa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1149-1154; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1149-1154.2021

Abstract:
Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didikkelas XI SMA Negeri 1 Wonosari pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sujekpenelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Wonosari. Hasil dari penelitian ini penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, serta berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Wonosari. Hal ini dapat dilihat pada hasil yang dicapai berikut ini : a) Aktivitas guru mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 76.92% yang terlaksana meningkat pada siklus II sebesar 100% yang terlaksana. b) Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 54,54% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas. c) Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 71,75% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas.
Fida Mohammad Mohammadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1323-1328; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1323-1328.2021

Abstract:
In this experiment, glassy carbon electrode with multi walled carbon nanotubesnanocomposites have been prepared in different concentration in order to see ifmethotrexate is anticancer drug. For the purpose of characterizing the structures,nanocomposites were analyzed by scanning electron microscope. Optical measurements of different concentrations were conducted by z-scan method and the results show that by rising the concentration, nonlinear refractive index and linear absorption coefficient increases. The values of nonlinear refractive index are in orders of 𝟏𝟎−𝟖 𝒄𝒎𝟐 𝒘.
, Abdul Rahmat
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 795-814; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.795-814.2021

Abstract:
The students learn through critical thinking and commenting on the design works of other students. This paper aims to demonstrate the students' learning process in a peer-jury activity through both mind engagement and practical activities in the architecture design studio. The methodology of the research was based on qualitative methods with the application of semi-structured observation, photography, sketching, and graphical analysis techniques. The findings of the analysis reveal that the students participated in the peer-jury activity with five attitudes including passive, reactive, active, interactive, and engaged. The peer-jury groups’ applied four approaches to comment on the peer presenters' design outputs, including the design process, task response, idea of the design, and design outputs. In conclusion, the students learn through peers effectively to enhance their skills and abilities in a structured communication. The students improve critical thinking skills through practice, personalization, and communication.
Ghazi Mohammad Takal, Mujtaba Jamal, Abdul Rahmat
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 771-780; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.771-780.2021

Abstract:
Discourse analysis has always been a great tool for analyzing both spoken andwritten discourses in various discourse communities. Specifically, it has largelybeen used for written discourse analysis. For instance, it has been used in analysisof memos. Memos have been a valuable part of written discourse in differentsettings. Thus, this paper is the analysis of a memo written by a school headmaster.The author used Genre Analysis as a discourse analysis for analyzing the memo textin this paper. Although there are several models for genre analysis, Genre Analysisof Vijay. K Bhatia Model has been used in this study. The findings revealed thatthe memo was related to a professional genre of school while meeting not the entirecharacteristics of professional genre. The research suggested that future studies beconducted concerning memo analysis.
Yolan K. Hamzah
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, Volume 7, pp 1171-1178; https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1171-1178.2021

Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga siklus. Untuk melihat motivasi belajarmatematika siswa kelas X pada SMA Negeri 2 Gorontalo maka dilakukan observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sendiri dan guru lain yang setiap hari menjadi team teaching di kelas tersebut. Dari hasil uji coba diperoleh Motivasi belajar matematika siswa secara umum mengalami kenaikan rata-rata motivasi minimal cukup baik yang awalnya sebesar 75 % siswa menjadi sebesar 90 % siswa di kelas X. Hal ini menurut analisis peneliti dikarenakan sebagai berikut: (1) Siswa senang dengan variasi model pembelajaran yang menurut mereka baru dan belum pernah mereka dapat sebelumnya (2) Materi pembelajaran yang dibahas relatif dapat dipahami oleh siswa karena di jenjang sekolah sebelumnya pernah diajarkan. Hasil tes yang dilaksanakan pada setiap siklus mengalami kenaikan, kecuali pada siklus III. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 65,40, pada siklus II nilai rata-rata sebesar 69,00 dan pada siklus III nilai rata-rata sebesar 68,00. Hal ini menurut pengamatan dan pengalaman peneliti dikarenakan bagi siswa materi pada siklus III mengenai jajargenjang relatif lebih sulit dari materi pada siklus I dan II.
Page of 5
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top