Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal JURNAL TAHURI: 15

(searched for: journal_id:(4345842))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
JURNAL TAHURI, Volume 16, pp 22-34; doi:10.30598/tahurivol16issue2page22-34

Abstract:
Pembelajaran Bahasa Inggris disekolah perlu menggunakan cara-cara kreatif dan aktif untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi baik yang diisyarakan dalam kurikulum maupun kompetensi actual yang akan diukur berdasarkan kemampuan peserta didik/lulusan di dunia nyata. Untuk memastikan bahwa kompetensi, baik kompetensi pengetahuan dan kompetensi ketrampilan telah dicapai, Kurikulum 2013 menekankan penilaian ketrampilan yang holistic dan individual. Guru diharapkan mampu untuk menyediakan penilaian menyeluruh untuk setiap peserta didik di kelasnya. Demikian juga, guru diharapkan mampu memfasilitasi proses pembelajaran yang memastikan peserta didik dapat mengembangkan kompetensi ketrampilannya, dalam hal ini kompetensi berbicara. Disisi lain, proses pembelajaran dikelas terbentur dengan singkatnya durasi tata muka. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mencoba menggunakan Instagram sebagai alat penilaian ketrampilan berbicara dan sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang kelas VII. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Instagram sebagai Alat Penilai Ketrampilan Berbicara sangat efektif untuk guru sedangkan bagi siswa hasil menunjukan bahwa mereka mnyukai penggunaan strategi ini karena menyenangkan dan mempu membangun rasa percaya diri dan ketrampilan berbicara. Tentu saja, masih banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi dan masukan dari PTK ini akan sangat berguna untuk penyempurnaan penggunaan dimasa yang akan datang.
Juliaans E.R.Marantika & Samuel J. Litualy Piet Soumokil
JURNAL TAHURI, Volume 16, pp 10-21; doi:10.30598/tahurivol16issue2page10-21

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi; 2) untuk mengetahui pengaruh kecerdasan spasial terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi; 3) untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara kecerdasan spasial tinggi yang diajarkan dengan metode gambar berseri maupun konvnsional dan kecerdasan spasial rendah yang diajarkan dengan metode gambar berseri maupun konvensional terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi. Penelitian ini dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon, tahun akademik 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Sampel penelitian berjumlah 18 mahasiswa yang dipilih secara acak pada setiap kelompok. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni (1) tes menulis karangan deskripsi dan (2) tes DAT atau space relation untuk mengukur kecerdasan spasial. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis pertama dan kedua adalah uji Mann Whitney. Sedangkan hipotesis ketiga dibuktikan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran gambar berseri lebih baik daripada metode pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Selain itu, hasil keterampilan menulis karangan deskripsi pada kelompok mahasiswa yang memiliki kecerdasan tinggi tidak lebih baik daripada kelompok mahasiswa yang memiliki kecerdasan spasial rendah. Serta terdapat perbedaan pengaruh antara kecerdasan spasial tinggi yang diajarkan dengan metode gambar berseri maupun konvensional dan kecerdasan spasial rendah yang diajarkan dengan metode gambar berseri maupun konvensional terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi.
JURNAL TAHURI, Volume 16, pp 1-9; doi:10.30598/tahurivol16issue2page1-9

Abstract:
In general, to achieve goals in teaching and learning the teachers can prepare appropriate strategy. This paper discusses a teaching and learning medium of speaking through story completion technique. By using this technique, it can be one of the exciting activities for motivating students in learning English confidently, especially speaking. The technique has activities which enable students to convey their ideas and all students obtain the same opportunities to speak at every meeting. The activities are oral activities that make student relax, happy and fun. The technique equips the students who have good English grammar and have sufficient vocabulary to explore their ideas in speaking. It does not mean that Story Completion technique cannot be used for students who have low English competence. The English teachers could manipulate the class by providing students with vocabularies of certain topic and tenses they will use in their speaking before running the meeting with this technique
JURNAL TAHURI, Volume 16, pp 47-53; doi:10.30598/tahurivol16issue2page47-53

Abstract:
The purpose of this research is to develop Mollucan content material for students at Grade XI SMA Advent in Ambon through Research and development design. In collecting the data, the researchers used theoretical try-out, main field try-out and operational field tryout. The results of research showed that the materials were effective for teaching listening to improve students’ ability through introducing Mollucan wisdom for students. The results of theoretical try-out is a score 78% which can be categorized as good. The result of main field try-out showed that the students felt confidence in working on exercise and enjoy them. The result of operational field try-out (testing) showed that from 20 students the average score is 87, which can be categorized as excellent
Novita Tabelessy
JURNAL TAHURI, Volume 16, pp 35-46; doi:10.30598/tahurivol16issue2page35-46

Abstract:
Menulis merupakan serangkaian aktivitas menuangkan ide dan gagasan yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Menulis tidak bisa dipaksakan kepada seseorang (siswa), karena hasilnya tidak akan memuaskan. Biarlah proses menulis mengalir sendiri dari kemauan siswa, tugas guru untuk membantu, mengarahkan dan memotivasikan siswa. Bila siswa sudah mulai mencintai kegiatan menulis, pasti ada kreativitas yang muncul secara alami dari diri siswa tersebut. Kreativitas yang dimiliki siswa akan berdampak positif bagi siswa itu sendiri, karena siswa tersebut sudah bisa membuka wawasan dan alam pemikiran lebih luas lagi, karena dengan kreativitas yang dimiliki siswa tersebut, mereka dapat menulis apa saja. Dengan ketrampilan menulis yang dimiliki, siswa dapat mengembangkan kreativitas dan dapat mempergunakan bahasa sebagai sarana menyalurkan kreativitasnya dalam kehidupan sesehari dalam bentuk tulisan. Sebaliknya, kurangnya kreativitas dari siswa akan berdampak buruk bagi pengembangan diri siswa itu sendiri. Karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta, suatu pendirian umu, suatu pendapat/gagasan ataupun perasaan seseorang
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top