Refine Search

New Search

Results in Journal Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa: 35

(searched for: journal_id:(4342567))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Sabarmalumma Berutu
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 258-271; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.59

Abstract:
Etnis Batak merupakan penduduk asli Provinsi Sumatra Utara, yang masih memegang teguh tradisi dan adat istiadatnya, seperti, upacara perkawinan, upacara kematian, tarian, lagu daerah, logat, bahasa daerah, makanan khas dan berbagai macam tradisi lainya. Etnis Batak adalah salah satu etnis di Indonesia yang bersifat geneologis-patrilinear menarik garis keturunan dari pihak laki-laki atau pihak ayah ditandai dengan pemberian marga. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan preferensi politik etnis Batak di Gereja HKBP Kota Pangkalpinang pada pemilihan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 dan menggambarkan bentuk polarisasi dukungan jemaat gereja. Penelitian ini menggunakan teori Ferdinand Tonnies tentang paguyuban (Gemeinschaft) dan patembayan (Gesellschaft). Teori ini menjelaskan pada dasarnya kelompok masyarakat terdiri dari Paguyuban dan Patembayan. Patembayan mempunyai ciri-ciri Intimate, Private dan Exclusive yang mempengaruhi preferensi politik dan membentuk polarisasi dukungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun data primernya diproleh dari hasil wawancara dengan informan yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari Jemaat Gereja HKBP Kota Pangkalpinang di antaranya, perwakilan dari Ibu, Batak, pemuda, dan pemudi dan calon DPRD keturunan Batak memeluk agama Kristen. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang preferensi politik Etnis Batak pada pemilihan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 studi pada Jemaat Gereja HKBP Kota Pangkalpinang dipengaruhi beberapa hal, yaitu: etnis, marga, agama, asal daerah dan sumber daya manusia. Dalam perspektif Paguyuban (Gemeinshaft) dan Patembayan (Gesellschaft), polarisasi dukungan etnis Batak (jemaat gereja) terbagi menjadi tiga bentuk. Ketiga bentuk tersebut yaitu, memilih calon etnis Batak yang menganut agama Kristen, memilih calon non-Batak menganut agama Kristen dan memilih calon non-Batak dan non-Kristen.
Novela Sumalia
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 219-232; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.48

Abstract:
Hutan merupakan paru-paru dunia dengan berbagai macam potensi sumber daya alam yang ada didalamnya. Tidak hanya dari segi ekonomi, hutan juga berperan dalam menopang kehidupan masyarakat dari segi sosial dan ekologi. Salah satu masyarakat di Bangka Belitung yang sangat bergantung pada sumber daya hutan yaitu masyarakat Desa Pangkal Niur, Kabupaten Bangka. Dimana masyarakat Desa Pangkal Niur memiliki hutan adat Tukak yang dijaga dan dilestarikan keberadaanya agar potensi sumber daya yang ada didalamnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor pendorong pelestarian dan pemanfaatan hutan adat Tukak dan menganalisis upaya pelestarian dan pemanfaatan hutan adat Tukak oleh masyarakat Desa Pangkal Niur, Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan teori The Land Etic atau Etika Bumi dari Aldo Leopold. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ditemukan faktor yang mendorong masyarakat dalam melestarikan dan memanfaatkan hutan adat Tukak berupa sumber daya alam, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, kepercayaan masyarakat terhadap warisan leluhur, pengetahuan masyarakat tentang hutan adat, dan orientasi ekonomi. Selain itu juga ditemukan upaya pelestarian hutan adat Tukak yaitu melalui penetapan dan pemetaan kawasan hutan, reboisasi dan sistem tebang pilih, mematuhi Peraturan Desa, serta kepatuhan masyarakat terhadap Ketua Adat. Sedangkan pemanfaatan hutan adat Tukak dapat bermanfaat secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah adanya etika atau nilai moral yang dimiliki oleh masyarakat Desa Pangkal Niur dalam mempertahankan hutan adat Tukak dalam segi pelestarian maupun pemanfaatan hutan oleh masyarakat. Kata Kunci: Pelestarian, Pemanfaatan, Hutan Adat
Raden Ayu Indah Tamara
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 129-143; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.78

Abstract:
Difabel merupakan seseorang yang memiliki kekurangan yang menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna, akibatnya difabel memiliki keterbatasan dalam memperoleh pendidikan di sekolah umum bersama anak-anak normal lainnya. Pemerintah telah berupaya untuk menghilangkan diskriminasi di dunia pendidikan bagi difabel dengan menyelenggarakan Pendidikan Inklusif. Di Kota Pangkalpinang, terdapat Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang No. 15 Tahun 2015 mengenai pendidikan inklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi kebijakan pendidikan ramah difabel pada Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 15 Tahun 2015, mengidentifikasi variabel berpengaruh terhadap dan mengidentifikasi tantangan dari implementasi dari peraturan tersebut terhadap sekolah-sekolah di Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang No. 15 Tahun 2015 belum terimplementasi secara maksimal di sekolah yang ada di Kota Pangkalpinang karena masih terdapat tantangan dari implementasi tersebut. Variabel yang berpengaruh terhadap implementasi peraturan tersebut adalah variabel lingkungan.
Abdul Rohman
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 284-298; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.83

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat sejarah konsep politik Melayu berdasarkan hukum adat masyarakat etnis Melayu yang ada di Pulau Bangka. Dilihat dari berlakunya hukum adat di Pulau Bangka dipersatukan oleh kesatuan wilayah masyarakat hukum adat terestrial, yaitu hukum adat berdasarkan pertalian tempat tinggal yang kental sekali dengan etnis Melayu dalam kehidupan masyarakatnya. Konsep Politik etnis Melayu dalam bahasan ini akan lebih ditonjolkan mengenai kekuatan reputasi politik dalam mengatur wilayah Bangka serta menjaga kestabilan sosial, ekonomi dan politik pada masa itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dokumentasi historis. Hasil penelitian ini akan dibahas mulai dari masa Kesultanan Palembang sebagai periode lahirnya struktur kekuasaan yang membentuk Undang Undang Sindang Mardika sehingga muncul kebijakan ekonomi politik, ekologi politik, sosial budaya dan politik Islam dalam eksistensinya. Di dalam konsep politik Melayu ini akan melihat perkembangan dari awal abad ke-18, sehingga dapat dibedakan perubahan yang terjadi dari masa pra kolonial hingga masa kini (kemerdekaan). Penelitian ini menggunakan teori rekonstruksi hukum menurut Lawrence M. Friedman berdasarkan pembangunan masyarakat Melayu menuju kedaulatan kearifan lokal, yaitu: substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum. Hal tersebut penting untuk meninjau kembali sebagai literasi dan direalisasikan.Kata kunci: Konsep, Politik Melayu, Rekonstruksi Politik hukum
Putri Aisyah, Bustami Rahman, Ibrahim Ibrahim
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 144-158; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.88

Abstract:
The Partnership and Community Development Program (PKBL) is one of the implications ofpublic policy which aims to realize the three main pillars of development that have been announcedby the government and constitute a political promise to the community to reduce the number ofunemployed (pro-jobs), reduce the number of poor people (pro-poor), and increase economicgrowth (pro-growth) around the area of mining operations. The purpose of this research is todescribe the implementation and identify the results of the evaluation of the implementation of thePartnership and Community Development Program (PKBL) of PT Timah Tbk in Bangka Regencyin 2019. The Theory used in this field is Merilee S. Grindle's Public Policy Implementation Theory,which initiates the implementation of public policies that can be measured from the process ofachieving outcomes, namely whether or not the policy objectives to be achieved. Beside usingGrindle's Theory of Public Policy Implementation, this study also uses William Dunn's Theory ofPublic Policy Evaluation. Dunn illustrates that evaluation is concerned with the production ofinformation about the benefits of the results of wisdom. This research uses a descriptivequalitative approach, whose primary data sources are from unstructured interviews withinformants. The number of informants in this study was 18 people consisting of 10 people asrecipients of partnership program assistance or fostered partners and 6 recipients of communitydevelopment program assistance and 2 members of the unit CSR of the PKBL in PT Timah Tbk.The main findings that of the research are unequal distribution of guidance to fostered partners,the weakness of the monitoring mechanisms and dysfunction of laws and regulation.
Riza Fazriani
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 200-206; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.69

Abstract:
This research is about code mixing used by Indonesian Influencers on Instagram. This researchaims to find out the types of code mixing used by Indonesian Influencers on Instagram. Thisresearch focuses on types of code mixing used by Indonesian Influncers by Musyken (2000) theory.The data then were analyzed using qualitative method. The research used observation anddocumentation to find out the data. The finding showed that there were 25 data of code mixingfrom 5 Indonesian Influencers and the research used 5 data to analyzed. The research concludedthat there are three types of code mixing used by Indonesian Influencers. They are insertion,alternation, and congruent lexicalization.
Yulan Merdialika Tri Saputri, Herland Franley Manalu, Diana Anggraeni
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 233-244; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.82

Abstract:
This study focuses on deixis in pragmatics. This study aims to determine the types of deixis in theAvengers: End Game film and to explain the function of each type of deixis based on the deixistheory of Levinson (1983). The object of this research is utterances containing deixis in the movieAvengers: End Game. In this research, the method used in analyzing the data is a qualitativedescriptive method, so that the results of this study are described descriptively and in detail, not inthe form of numbers. This study resulted in findings in the form of five types of deixis in Avengers:End Game based on Levinson's (1983) theory, namely person deixis, time deixis, place deixis,discourse deixis, and social deixis, besides this research shows the function of each deixis, namelydesignates an object.
Desty Anggraini
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 104-114; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.39

Abstract:
Karakter merupakan salah satu elemen penting dalam cerita dan pada setiap karakter memiliki psikologis yang berbeda. Penelitian ini tertarik untuk mengemukakan teori dari Abraham Maslow kepada karakter Will dengan teori psikologi yang dinamakan hierarki kebutuhan manusia dari Abraham Maslow. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hierarki kebutuhan dan karakter manusia yang terdapat pada tokoh utama bernama Will Traynor dalam film Me Before You yang disutradarai oleh Thea Sharrock. Mengenai metodologi, penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk memberikan penjelasan tentang analisis yang dijumpai dalam satu karakter. Penelitian ini menemukan karakter kesebelas, yaitu: berhati dingin, temperamental, sensitif, individual, berpikiran terbuka,sabar, ramah, baik hati, percaya diri, rendah hati, dan keras kepala. Penelitian ini menemukan hierarki yang terdapat pada karakteristik Will hanya memiliki tiga hierarki. Pertama adalah kebutuhan rasa aman, kebutuhan ini muncul karena kondisi keinginan yang cacat, yang membuatnya sangat tidak nyaman dan takut akan gangguan yang akan dihadapinya jika tidak melindungi dirinya dengan baik dan benar. Kebutuhan kedua adalah kebutuhan cinta dan kepemilikan , kebutuhan ini banyak terjadi karena sudah paling dekat dengan Louisa dan juga karena genre yang romantis, oleh karena itu kebutuhan ini muncul sangat banyak. Kebutuhan dominan terakhir adalah harga diri, kebutuhan ini muncul karena kasta atau status yang sangat terlihat dalam film ini dan juga karena peran utamanya.karakter Will sebagai tuan dan Louisa yang hanya seorang pelayan dan tidak memiliki hak atau keunggulan dalam hidupnya untuk Will. Kata Kunci: Will Traynor, Karakter, Hierarki Kebutuhan Manusia, Film
Dita Nur Umami, Asrul Munazar, Dini Wulansari
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 173-187; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.80

Abstract:
This research aims to identify the ways of conveying the types of preference performed by the characters in Calibre movie. This research used a descriptive qualitative method. 70 utterances transcribed and then identified as many as 31 data. The utterances from the characters in Calibre movie were specified as data. They were taken from the transcript of the movie and used as an interpretation of the context. The main instrument was the researcher assisted with the movie and its transcript. In analyzing the data, the theory of Yule’s conversation analysis was used. This theory clarified the forms of the preferred and dispreferred acts including the types and ways of performing. The results showed that there are nine ways to convince the types of preference: (1) delaying/hesitating, (2) prefacing, (3) expressing doubt, (4) using token yes, (5) mentioning obligation, (6) making a non-personal reason, (7) giving an account, (8) direct agreement and direct declination, and (9) arguing.
Asri Syawalia, Dini Wulansari, Asrul Munazar
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 272-283; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.60

Abstract:
A cooperative and polite language is required to achieve the goal of conversation, either to deliver an idea or express feelings. In spite of that, the rule of cooperative principle proposed by Paul Grice is different from the rule of politeness principle proposed by Geoffrey Leech. Therefore, this study aims to find out the application of both principles and the relation between the two of them in utterances. To conduct this study, an American movie titled Isn't It Romantic was chosen as the subject. The method used in this research was descriptive qualitative. The findings show that there are 53 data of the application of cooperative and politeness principles. Therefore, there is a correlation between the cooperative and politeness principles in the conversations of this movie. The result of this study is expected to be a guideline to create an ideal conversation in society.
Fajrina Aprillia
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 245-257; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.87

Abstract:
Nasionalisme Indonesia dikontruksi berdasarkan konsep kepribumian, etnis Tionghoa dianggap bukan bagian dari Indonesia selama tidak mengasimilasikan diri secara total. Perubahan kebijakan dan kepemimpinan turut merubah posisi identitas etnis Tionghoa di Indonesia. Bangka Belitung salah satu wilayah dengan sebaran penduduk etnis Tionghoa yang cukup banyak. Desa Lumut dan Kelurahan Kuto Panji adalah wilayah dengan banyaknya penduduk Tionghoa di Bangka. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan nasionalisme dan bentuk nasionalisme peranakan Tionghoa terkini. Penelitian ini menggunakan konsep nasionalisme dari Anthony D Smith yang menjelaskan bahwa nasionalisme berdasarkan 2 aspek yaitu berdasarkan wilayah teritorial (sosiologis) dan berdasarkan etnis (psikologis), yang kemudian menurut Smith nasionalisme menekankan penjelasan historis dan sosiologis namun karena pemahaman tentang penjelasan hal tersebut telah abstrak sehingga mencakup unsur emosi, simbol, kenangan, kehendak, sosial dan sosial psikologis. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method). Sumber data primernya dari observasi, wawancara dan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang terbagi menjadi 20 responden di Desa Lumut dan 20 responden di Kelurahan Kuto Panji. Temuan utama pada penelitian ini adalah perubahan nasionalisme peranakan Tionghoa mengalami beberapa fase yaitu mengakui bukan asli darah Indonesia, penerimaan diri, dan mengakui sebagai orang Indonesia dengan bentuk nasionalisme kenegaraan. Selain itu juga ditemukan bahwa usia dan pendidikan berpengaruh pada nasionalisme peranakan Tionghoa.
Nur Zaini
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 207-218; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.79

Abstract:
Political identity refers to a group or individual whose existence is seen through the symbols that indicate the existence of a particular group or individual. These symbols are in the forms of ethnic group, ethnicity, religion, language, culture, custom, habit, and party color. Political identity is a construction that determines the position of the subject's interest within the ties of the political community. This study aims to describe the characteristics and to find out the attempts conducted by Jerieng Malay ethnic group in order to strengthen their existence as a political identity unit. This study applied the theory of political identity proposed by T. K. Oommen who uses the term ethnification in the study of ethnic group and its dynamics. According to him, ethnification is a process that attempts to connect territory and culture. The method used in this study wasdescriptive qualitative. Further, the result of this study shows that in the process of characteristic development and the strengthening attempt conducted by Jerieng Malay ethnic group, there has been a re-ethnification in which the ethnification is not fully developed. Ethnification within the Jerieng Malay ethnic group is still fragmented in which a particular group has attempted to re-ethnize the local identity. However, this generates a fragmentation in society as the consequence of the deprivation of the historical division of local identity.
Dini Aulia
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 115-128; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.86

Abstract:
Pulau Bangka dan Pulau Belitung merupakan penyumbang hasil pertambangan timah terbesar bagi Indonesia. Dalam aktivitas penambangan timah yang dilakukan di Kepulauan Bangka Belitung ternyata timah menghasilkan mineral ikutan atau disebut sebagai produk sampingan timah berupa kandungan mineral seperti zircon, monasit, dan xenotim, yang dinamakan sebagai logam tanah jarang (LTJ). Hasil mineral ikutan tersebut ternyata mempunyai ragam polemik dalam tahap perencanaan serta pengelolaannya yang disebut sebagai “konflik mineral LTJ”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perencanaan pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) dan mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) di Provinsi Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan teori James E. Anderson tentang proses kebijakan publik. Teori ini menjelaskan ada tiga tahapan dalam perumusan kebijakan yaitu formulasi masalah, formulasi kebijakan, dan penentuan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun data primernya diperoleh dari hasil wawancara dengan informan yang berjumlah 8 orang yang berasal dari Distamben, BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup, Wakil Gubernur, WALHI, Dosen, serta pengusaha tambang. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perencanaan kebijakan terkait pengelolaan LTJ sudah mulai dilakukan, namun akan memerlukan beberapa tahapan lainnya serta kerja sama dari stakeholder yang berkaitan dengan pertambangan. Tantangan dalam pengelolaan LTJ juga menjadi hal yang harus dihadapi seperti dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari zat radioaktif yang terkandung dalam mineral LTJ, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan proses pemisahan mineral LTJ, serta keterbatasan teknologi juga menjadi tantangan dalam pengelolaan LTJ di Provinsi Bangka Belitung.
Erna Wati Dewi
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 188-199; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.75

Abstract:
Masyarakat merupakan elemen yang akan menerima dampak dari perubahan yang akan terjadi di lingkungannya. Akseptabilitas merupakan penerimaan diri masyarakat terhadap suatu perubahan yang akan terjadi. Kepulauan Bangka Belitung pada beberapa tahun terakhir menjadi wilayah yang dipilih sebagai calon tapak pembangunan PLTN khususnya di Pulau Bangka yaitu Desa Sebagin, Bangka Selatan dan Desa Air Putih, Bangka Barat. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui akseptabilitas masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN di Desa Sebagin, Bangka Barat dan Desa Air Putih, Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan teori yaitu Teori Ko-Orientasi milik McLeod dan Chaffee yang menjelaskan bahwa ada hubungan yang dinamis dan saling mempengaruhi antara kekuatan politik, publik, dan media massa dalam menanggapi suatu peristiwa tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sumber data primer dari kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 79 orang yang terbagi menjadi 40 orang di Desa Sebagin dan 39 orang di Desa Air Putih. Temuan utama pada penelitian ini yaitu menjelaskan mengenai akseptabilitas masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN. Selain itu juga ditemukan peran elit dan media massa dalam akseptabilitas masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN di Desa Sebagin, Bangka Selatan dan Desa Air Putih, Bangka Barat. Kata Kunci: Masyarakat, Akseptabilitas, Rencana Pembangunan PLTN
Anisa Royani
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 159-172; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.66

Abstract:
The type of work of a modern society that is oriented towards the service sector affects the agreement of religious experts regarding the provisions of a religious rule, namely zakat which is known as professional zakat. Literacy in professional zakat prioritizes aspects of knowledge and understanding of muzakki related to its influence on a new prevailing social practice, namely professional zakat using the study of religious sociology in Emile Durkheim's perspective. The purpose of this study was to determine the most dominant variable in influencing the implementation of professional zakat on members of the DPRD Province of Bangka Belitung Islands. The method used in this research is a combination method. The results of this study indicate that the two variables significantly influence the implementation of zakat on profession, but the variable understanding of zakat on profession is more dominant in influencing the level of zakat implementation in profession than the variable for understanding professional zakat. The results of the coefficient of determination analysis showed that the R square value was 0.236. This means that the two variables affect the implementation of professional zakat by 23.6%. Keywords: Literacy, Professional Zakat, Social Practice
Rani Dian Sari, Bustami Rahman, Luna Febriani
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 91-103; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.24

Abstract:
Zakat merupakan sebuah ibadah maliah ijtima’iyah yang mempunyai tujuan kesejahteraan dunia dan akhirat. Islam telah menetapkan zakat sebagai kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun yang memposisikannya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Hal ini berimplikasi pada spiritual individu baik muzaki maupun mustahik. Spiritual merupakan pemahaman keagamaan yang dogmatis bahwa segala perintah agama adalah perintah yang harus dilaksanakan sebagai bentuk kesadaran tauhid. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna spiritual zakat bagi muzaki dan mustahik di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan Teori Protestan Ethic dari Max Weber. Teori ini menjelaskan hubungan antara agama degan aktifitas ekonomi yang ada didalam masyarakat. Terdapat konsep utama dalam teori ini yaitu The Calling, dimana The Calling atau panggilan suci ini menimbulkan sebuah dampak kerja yang sungguh-sungguh tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga terdapat misi suci agar dirinya menjadi pilihan Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 18 orang yang terdiri dari muzaki dan mustahik di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinang. Hasil penelitian ini yaitu menjelaskan tentang aktifitas zakat di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinanag. Selain itu juga ditemukan makna spiritual zakat bagi muzaki diantaranya: zakat dimaknai dapat membersihkan dan menyuburkan harta, tabungan amal untuk akhirat. Kemudian ditemukan makna spiritual zakat bagi mustahik yaitu: zakat dimaknai sebagai rasa syukur kepada Allah, dan pertolongan Allah. Makna spiritual zakat bagi muzaki dan mustahik tersebut dalam perspektif protestant ethic didasari oleh the calling/panggilan suci untuk berubadah.
, Niken Harwanti Bakri, Sonia Devi Lawolo, Rahmayanti Rahmayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 58-77; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.22

Abstract:
Korupsi terjadi secara sistematis dan meluas, tidak hanya merugikan keuangan dan perekonomian negara, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, sehingga digolongkan sebagai extraordinary crime sehingga pemberantasannya harus dilakukan dengan cara yang luar biasa. Penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang merugikan keuangan negara merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi. Salah satu kasus korupsi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kasus korupsi pengadaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Samosir dengan Terdakwa dr. Haposan Siahaan, M.Kes. (Putusan PN Medan No. 64/ Pid.Sus.K/ 2013/ PN.Mdn). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian yuridis normatif , Sifat penelitian ini termasuk penelitian yang bersifat deskriptif. Tiada hukuman tanpa kesalahan, strategi yang tepat untuk mencegah atau meminimalisir potensi korupsi sehingga dapat dideteksi sejak awal, upaya pencegahan dan pengawasan untuk menanggulangi munculnya “tanda-tanda bahaya” yang diperkirakan akan berpotensi korupsi. Pengguna dan penyedia haruslah selalu berpatokan kepada filosofi pengadaan barang/jasa, tunduk kepada etika dan norma pengadaan barang/jasa yang berlaku. Terdakwa dipandang mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya, oleh karenanya Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana yang jenis serta lamanya pidana penjara, besarnya denda dan besarnya uang pengganti. Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 222 ayat (1) KUHAP.
, Abdul Rahmad Zalukhu, Markus Gaurifa, Rahmayanti Rahmayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 14-28; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.18

Abstract:
Tindakan korupsi yang merugikan keuangan Negara merupakan salah satu bagian dari tindak pidana yang memiliki hukuman yang paling berat di antara jenis tindakan korupsi yang lain. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penyebab timbulnya Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan negara serta penerapan hukum terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan putusan pengadilan Nomor: 17/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Mdn. Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, untuk mengetahui penerapan asas-asas yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tindak Pidana Korupsi terkait dengan kerugian keuangan negara atas nama terpidana Parno yang pada tingkat Pengadilan Negeri Medan menghukum dengan pidana penjara, denda dan uang pengganti dan dinyatakan secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.
, Sujadmi Sujadmi, Putra Pratama Saputra
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 29-43; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.19

Abstract:
Kearifan lokal terdiri dari berbagai macam tradisi dan budaya yang ada didalamnya. Lahirnya sebuah tradisi menjadi salah satu ciri khas yang di bentuk oleh masyarakat dalam suatu daerah. Tradisi juga dilahirkan sebagai wujud nilai lokal yang akan di turunkan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi eksistensi tradisi berladang yang berbasis kearifan lokal, terutama pada tradisi pisau kuai dan ngirec padei di Desa Mancung, Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan Teori Small is Beautiful milik E.F. Schumacher yang menggagas bahwa masyarakat lokal bisa maju dengan memanfaatkan hal kecil salah satunya nilai lokal yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Ada satu konsep besar dalam teori ini yaitu Ekosialisme, dimana dalam ekososialisme terdapat enam komponen diantaranya: ekololasisme/kelestarian, kesederhanaan, keuntungan, kerukunan, kebebasan, dan pertanggungjawaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang sumber data primernya dari wawancara tidak terstruktur dengan informan. Jumlah infoman dalam penelitian ini adalah 18 orang terdiri dari masyarakat yang masih melaksanakan tradisi pisau kuai dan ngirec padei, tokoh adat, kepala desa, tokoh agama, dan PPL di Kecamatan. Temuan utama penelitian ini yaitu menjelaskan mengenai sejarah munculnya tradisi pisau kuai dan ngirec padei, penggunaan tradisi pisau kuai dan ngirec padei. Selain itu juga ditemukan faktor yang mendorong masih bertahannya tradisi pisau kuai dan ngirec padei yaitu: sebagai motivasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, masih tingginya kepercayaan masyarakat, pengetahuan masyarakat tentang tradisi, dan sebagai orientasi meningkatnya ekonomi masyarakat.
, Sujadmi Sujadmi, Putra Pratama Saputra
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 44-57; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.20

Abstract:
Local wisdom consists of various traditions and cultures in it. The birth of a tradition is one of the characteristics formed by people in an area. Tradition is also born as a form of local value which will be passed down for generations to the next generation. The purpose of this study is to identify the existence of a tradition of farming based on local wisdom, especially in the tradition of the kuai knife and ngirec padei in Mancung Village, West Bangka. This research uses E.F.'s ‘Small is Beautiful’ Theory. Schumacher who initiated that local people can advance by utilizing small things, one of which is the local value held by a community. There is one big concept in this theory, namely Ecocialism, where in eco-socialism there are six components including: ecololasism / sustainability, simplicity, profit, harmony, freedom, and accountability. This study uses a descriptive qualitative approach whose primary data sources are from unstructured interviews with informants. The number of information in this study is 18 people consisting of people who still carry out the tradition of the kuai knife and ngirec padei, traditional leaders, village heads, religious leaders, and PPL in the District. The main findings of this study are explaining the history of the emergence of the tradition of the kuai knife and ngirec padei, the use of the tradition of the kuai knife and ngirec padei. It also found factors that encourage the survival of the tradition of the kuai knife and ngirec padei, namely: as a motivation of the community in preserving the environment, high public trust, community knowledge about tradition, and as an orientation to the increasing economic community.
, Joken Kevi Rivanto Sagala, Ronald Carolin Waruwu, Rahmayanti Rahmayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 78-90; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.23

Abstract:
Kejahatan pencabulan terhadap anak merupakan bagian dari kejahatan terhadap kesusilaan bagi seorang anak. Dimana perbuatan cabul tersebut tidak saja terjadi pada orang dewasa tetapi juga terjadi pada anak dibawah umur. Baik secara langsung maupun tidak langsung anak-anak yang menjadi korban kejahatan pencabulan mengalami berbagai gangguan terhadap dirinya baik itu fisik maupun non-fisik yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Dalam penulisan skripsi ini (penulis membahas permasalahan tentang perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencabulan yang dilakukan ayah tiri kepada anak tiri. Pelaku kejahatan pencabulan terhadap anak dibawah umur dalam melakukan suatu kejahatannya dilakukan dengan berbagai macam cara untuk pemenuhan atau pencapaian hasrat seksualnya, tidak hanya anak-anak yang menjadi korban akan tetapi anak terkadang dapat menjadi seorang pelaku pencabulan.
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 2, pp 1-13; https://doi.org/10.33019/scripta.v2i1.15

Abstract:
Kelompok difabel merupakan akses penting dalam pelayanan publik karna masuk ke dalam sektor peningkatan kesejahteraan sosial untuk menghindari pungli terhadap difabel yang kemudian lahirnya birokrat pelayanan publik menjadi khawatiran tumbuhnya sektor pungli: maladministrasi dalam melayani masyaarkat dan terkhusus difabel. Tujuan penelitian ini unuk menggetahui peran ombudsman dalam meningkatkan pelayanan difabel di rumah sakit bakti wara. Pelayanan merupakan bentuk perhatian untuk mendapatkan hak-hak sebagai masyarakat dan publik sebagai pelangan, maka setiap warga Negara dalam suatu komunitas yang ikut berpatisipasi di dalam pemerintahan disebut sebagai penyelenggaraan pelayanan publik. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui peran ombudsman dalam meningkatkan pelayanan difabel di rumah sakit bakti wara. Adapun hasil penelitian dalam jurnal ini Berdasarkan data ombudsman RI pada tahun 2017-2018 menerima laporan/pengaduan masyarakat serta kelompok difabel atas dugaan maladministrasi rumah sakit dalam pelayanan publik sebanyak 2.130-9.446 laporan.
Aziz Darmanto, Fentya Dyah Rahmawati
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 116-129; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.11

Abstract:
Indonesia is a nation with a variety of characters in each region. Each region has wisdom values ​​that emerge as norms and guidelines for behavior. These values ​​as local wisdom. That is a picture of an area that is characterized by national identity. Denial of these values ​​will cause deviation. This deviation can be in the form of unpleasant acts, violence, and other crimes. One seed of crime that appears can have a very wide impact. The climax is causing a stigma from outside society. Talking about the stigma itself, it is interesting to study the phenomenon of study in Jabung District, East Lampung Regency. This area is stigmatized as a begal village because in the past there were a handful of unscrupulous people who carried out this kind of action in this area, so that all of them concerning Jabung District seemed identical to the begal. The impacts that the authors found from this stigma include: discrimination, investment difficulties, and seeds of easy-to-develop crime. When examined, begal itself is not a teaching of Lampung's local wisdom known as Piil Pesenggiri and of course gives stigma easily rather than being a national character. From this, it can be seen how the stigma begal arises because the erosion of the value of existing local wisdom. Therefore, strengthening and internalizing the values ​​of Piil Pesenggiri's local wisdom to the next generation of the nation becomes important to fight the existing stigma. One way is by instilling four pillars of Pesenggiri Piil for elementary students through practice-based education and cultural, social, and compassionate understanding of the motherland.
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 106-115; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.10

Abstract:
Indonesia is in an emergency of deceptive news, a hoax according to KBBI is untrue hoax news that is usually spread from social media. Deception can cause divisions in society. This research uses qualitative and studies literature. With the existence of our idea entitled Language Based Media People in Ogan Ilir Regency in the Supervision of State Institutions to Eradicate Hoax in Indonesia. To realize good governance, transparency and good friendliness. The people's media application itself contains information related to government policies in the fields of education, health, economy, social and culture. This application also serves to minimize the existence of deceptive news that can cause disintegration of the nation, by filtering data with scientific methods so that the information disseminated is in accordance with facts.
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 169-177; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.9

Abstract:
In Bangka Belitung, Malay ethnic and Chinese ethnic have been assimilated for a long time. According to Koentjaningrat (2009: 209), assimilation is a social process that arises when there are: (a) groups of people with different cultural backgrounds, (b) interacting directly with each other intensively for long periods of time so that, (c ) the cultures of the groups each changed to adapt to mixed cultures, the purpose of this study was to find out the factors that were considered by the Chinese in choosing legislative members. The method used in this study is a mix method, which is a quantitative research method used to facilitate qualitative research. The results of this study are that there are several factors that become ethnic Chinese considerations in selecting legislative members, namely considering the area in the selection of legislative members, choosing candidates for legislative members based on attention to the people, honest people and representing the religion and ethnicity of the community.
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 140-155; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.13

Abstract:
Children with Special Needs (ABK) consisted by various categories and has different needs. The presence of social institutions is the answer for the problem of ABK, which requires special handling according to the needs of the children. The purpose of this study is to identify the function and describe the relations of social institutions in handling ABK, especially autism.This research use Actor Network Theory (ANT) by Michel Callon, which suggests that networks and actors are an unity in carrying out functions and relations. There are 4 concepts in this theory: network, actors, intermediaries, and translational. There are 4 stages of the translation which leads to the process and the establishment of relations: problematization, interessement, enrollment and mobilization. This research use a qualitative approach, with a centralized interview whose primary data source comes from unstructured interviews with informants. The number of informants in this research were 23 people consisting of parents, employers of Pusat Layanan Autis (PLA) Babel and Lembaga Psikologi Terapan (LPT) Persona who were actors from social institutions in this research. The main findings of this research are, there are three main social institutions who plays a role in handling the ABK: family, PLA Babel, and LPT Persona. These three social institutions has their own functions in handling ABK. The function of the family is to give socialization or education, taking care, and affection. PLA Babel’s function is to give assessment services, therapy according to the needs of children and building networks in various lines. LPT Persona’s function is to provide psychosocial care and rehabilitation, application of parenting scheme, and application of the handling for work procedures. After running their respective functions, these three social institutions build a relation so that ABK gets more optimal handling. Relation are carried out in the form of cooperation towards the implementation of the programs that were provided as well as the re-application of the results of evaluation the children, also established the relations in 2 directions through coordination with each other.
Anis Safitri, Anisa Fitri, Bayu Septian
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 130-139; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.12

Abstract:
Currently, Hoax in Indonesia is very urgent. According to the data from Kemenkominfo 2017, in total 800.000 sites in Indonesia was indicated as a hoax information disseminator. Nowadays, it is difficult to differentiate hoax and fact in the Internet. One of the cause is most of smartphone users shared the information without recheck them. Finally, it caused the great excitement. Information literacy is very important to face the scattered hoax. American Library Association defines that information literacy is a set of abilities requiring individuals to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effectively the needed information. Based on the problem, “Game EdukasiLiterasiInformasi (GERASI)” can be the appropriate solution. The concept of GERASi are: (1) the knowledge presentation in each level is about the ethic in sharing information and tips in identifying the hoax, (2) the training for being the smartphone users who use the ethic before sharing the information, (3) the learning about the important of critical thinking in understanding hoax pictures and news in the Internet. The educative game also provides the tutorial to use “Turn Back Hoax Website” made by Anti Hoax Community as the place for reporting the hoax. We hope that GERASI and Turn Back Hoax can be the facilitator in building the characters of smartphone users who are smart and iteration.
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 156-168; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.14

Abstract:
This study exposes about society changes when the formation and development of Trans Village program from isolation to acculturation. Its purpose is to identify how the community change from isolated to acculturated and changes then forms a social identity in Trans Village. The Theory used in this field is Henri Taifel’s social identity theory that stated the individual concept forms by their experience in the group by acknowledging and applied the social values, participate, and develops their sense of care and pride of their group. This research uses descriptive qualitative research. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. This study also uses data analysis techniques by reducing data, displaying data and drawing conclusions. The number of informants used is 9 people filtered through purposive sampling. The results of this study indicate that the process from isolation to community acculturation occurred at the time of the formation and development of the Trans Village in Kurau Village. At first, the transmigrant communities are isolated from the local community so there are no interactions. Then by the time being, Trans Village leads to the transformation of social identity. Social identity is formed starting from the awareness, relationships, collaboration and harmonization among the people. People who were initially isolated have now become acculturated in Kampung Trans. This condition can be seen from the merging of the community, namely the local community and transmigrants in Trans Village which caused mixing between cultures so that new cultures are formed while still preserving old cultures. People live mingled by promoting the values ​​and rules that exist in Kampung Trans.
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 96-105; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i2.8

Abstract:
This study about the form of political participation of the Chinese ethnic community in Province of Bangka Belitung. This is based on the majority of the Chinese ethnic community who are in Bangka Belitung, so we will see how their political is especially ahead of this 2019 election. The election is a manifestation of democracy that reflects community participation in reviving a democratic system. Political participation greatly influences the political system of a democratic country, because a democratic political system will haven’t meaning without political participation. Various forms of political participation of the ethnic Chinese community starting from using voting rights, join party organization and campaign to run as one of the candidates.
Erry Fahrozy, Sakinah Amalia Khumairah
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 56-67; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i1.4

Abstract:
Sebagai makhuk sosial, manusia tentu membutuhkan bantuan manusia yang lainnya agar mempermudah jalannya hidup mereka. Manusia dalam kehidupan bermasyarakat dituntut untuk taat pada norma yang berlaku di masyarakat. Seseorang yang telah melakukan tindak kriminal yang tidak bisa dimaafkan masyarakat seperti pelanggaran hukum yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa, misalnya narkoba. Narkoba memberi pengaruh buruk baik untuk orang itu sendiri maupun orang lain, sebab seseorang yang d ibawah pengaruh narkoba perpotensi melakukan tindakan yang membahayakan bagi masyarakat. Para pelanggar narkoba yang di bina di satu tempat yang dikenal dengan lembaga pemasyarakatan atau lapas khusus narkoba. Seorang narapidana dibawa kemudian di bina guna memperbaiki ketergantungan dan tidak mengulang kembali kesalahannya. Sepanjang masa hukuman, seorang narapidana tidak diizinkan sesukanya keluar masuk sel. Dalam sel yang sempit mereka harus menahan segala sesuatu yang baru mereka rasakan di sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola adaptasi seorang narapidana mulai dari cara mereka berbaur dengan narapidana lain, bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka selama masa hukuman dengan semua keterbatasan yang harus mereka jalani. Bertemu dengan orang-orang yang baru mereka kenal. Hidup bermasyarakat dengan suasana berbeda dengan hidup di masyarakat sebelumnya. Ruang lingkup yang lebih kecil, kembali beradaptasi dengan lingkungan dan beragam sifat dan perilaku manusia. Harus mentaati peraturan baru yang lebih ketat dengan pengawasan yang tiada henti sampai selesai masa hukuma mereka. narapidana, adaptasi
, , Sakdon Sakdon, Tri Kurniawan
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 83-95; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i1.6

Abstract:
Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan wakil Presiden, dan untuk memilih anggota DPD, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Partisipasi masyarakat menjadi sangat penting dalam menyukseskan pemilu di Indonesia. Adapun dalam tulisan ini akan membahas dan menjelaskan bagaimana partisipasi politik dikalangan lansia (lanjut usia) yang berada diwilayah Kota Pangkalpinang. Panti Bhakti Siti Anna menjadi pilihan dalam fokus kajian tulisan ini. Data di peroleh dari hasil observasi dan wawancara lansung ke pihak Bawaslu Kota Pangkalpinang. Hasil dari tulisan ini menjelaskan bahwa partisipasi lansia di Panti Bhakti Siti Anna masih cukup tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana keinginan mereka untuk terlibat di pemilu 2019 nanti. Adapun upaya yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan partsipasi lansia, yakni dengan cara sosialisasi politik dan pendekatan lansung ke lansia. Dari dua upaya tersebut, lansia sangat menunjukan sisi semangat yang tinggi untuk memberikan suaranya dalam pemilu 2019.
Riski Damayanti
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 68-82; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i1.5

Abstract:
Penyalahgunaan narkotika merupakan penggunaan narkotika yang bukan digunakan untuk tujuan bermanfaat tetapi digunakan secara berlebihan untuk merasakan efeknya. Narkotika dapat menjerat siapa saja, tak terkecuali kaum perempuan pun ikut menyalahgunakan narkotika. Hal ini merupakan sebuah permasalahan serius, karena dapat merusak masa depan perempuan itu sendiri dan juga akan berpengaruh ke masa depan anak-anak mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang melatarbelakangi penyalahgunaan narkotika di kalangan para perempuan. Teori yang digunakan adalah teori asosiasi differensial, teori anomie dan teori labeling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan dengan cara deksriptif kualitatif dan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kota Pangkalpinang. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi penyalahgunaan narkotika oleh perempuan yaitu : faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari, faktor penasaran, faktor pengetahuan dan faktor gaya hidup. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari, faktor ekonomi, faktor keluarga dan faktor lingkungan.
Nihlatul Solehah, Cindy Aprianjani
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 20-39; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i1.3

Abstract:
Komisi informasi publik adalah salah satu lembaga mendiri yang berfungsi menjalankan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya, untuk menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi atau ajudikasi non litigasi. Adapun jenis penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Untuk menganalisis peran Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong tercapainya keterbukaan informasi publik di Bangka Belitung, maka peneliti menggunakan teori pers bebas atau teori pers libertarian yang dicetuskan oleh tokoh paham liberal yang terkenal yaitu Niccolo Machiavelli. Dalam teori pers bebas atau teori pers libertarian ini mengungkapkan bahwa pers merupakan sarana untuk penyaluran hati rakyat dalam memberikan pengawasan dan penentuan sikapnya pada setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dari Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong tercapainya suatu keterbukaan informasi publik kepada masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagaimana yang telah tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi Publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Komisi publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai tugas dan fungsinya dibidang edukasi, sosialisasi, dan advokasi untuk mendorong keterbukaan informasi publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan adanya peran komisi informasi di Kepulauan Bangka Belitung dapat mewujudkan pemerintahan yang mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik serta tata kelola pemerintahan yang demokratis.
Nur Atika, Ratna Ratna, Zahrotul Huda
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 40-55; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i1.2

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bangka Belitung dalam usaha peningkatan pelayanan Publik. Karena ombudsman merupakan salah satu lembaga negara yang bertugas mengawasi kinerja pelayanan publik , mengingat masih banyak sekali terjadi maladministrasi pada instansi pelayanan publik di Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan observasi secara langsung serta melakukan wawancara terhadap insan ombudsman perwakilan Bangka Belitung untuk mengetahui strategi Ombudsman Republik Indonesia dalam melakukan peningkatan Pelayan publik di Kota Pangkal Pinang. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat beberapa komponen yang berperan dalam peningkatan pelayanan publik. Dua diantaranya merupakan startegi dari pusat yang juga diterapkan di tingkat daerah yaitu, (1) Penilaian Kepatuhan Standar Penyelenggaraan Layanan UU No 25 Tahun 2009; (2) Partisipasi Masyarakat. Selain itu terdapat pula strategi yang berasal dari Ombudsman Ri Perwakilan Bangka Belitung sendiri yaitu, (1) Membentuk Jejaring Ombudsman Bangka Beltung; (2) Sosialisasi Ke sekolah-sekolah; (3) Dialog Interaktif antar instansi dan antar masyarakat di Bangka Belitung.
, Aristian Jordi, Megawati Megawati, Julkifli Berutu
Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1, pp 1-19; https://doi.org/10.33019/scripta.v1i1.1

Abstract:
Penelitian ini berjudul Rehabilitasi Sebagai Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya pemahaman mengenai Rehabilitasi. Rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba merupakan suatu proses penanggulangan atas gangguan ketergantungan penyalahgunaan narkoba baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang yang bertujuan mengubah perilaku dan mengembalikan fungsi individu di masyarakat. Rehabilitas berkesinambungan bagi korban penyalahguna dan atau pecandu narkoba diawali oleh tahapan rehabilitasi medis yang bertujuan untuk memulihkan kesehatan fisik dan psikis atau mental melalui layanan kesehatan dan terapi medis atau psikiatris, dilanjutkan dengan rehabilitasi sosial dan diakhiri dengan program pascarehabilitasi.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top