Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Rekayasa Mesin: 141

(searched for: journal_id:(4328075))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Rahmawaty Rahmawaty, Suherman Suherman, Surya Dharma, Ali Sai'In
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 95-102; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3065

Abstract:
The number of rivers and canals in most parts of Indonesia is large enough to be developed into a micro-hydro power plant. The Archimedes srcew turbine (Archimedes scew turbine AST) has been implemented to convert hydroelectric energy since the 1990s. Many variables affect the performance of Archimedes screw turbines such as pitch ratio, immersion rate, water flow and turbine shaft angle. The purpose of this study was to determine the effect of the turbine shaft inclination angle (25-35o) on the rotation, current and voltage produced by the screw turbine. The screw turbine has a diameter of 260 mm with a shaft length of 1200 mm and a pitch distance of 200 mm. The flow rate of water is used at 0,0065 m3/s to rotate a low speed generator. The results showed that the higher the turbine shaft angle resulted in an increase in rotation, voltage and current produced. The optimum angle is obtained at a turbine angle of 35o which produces 2,058 Watts at 243 rpm.
Carli Carli, Hartono Hartono, Daryadi Daryadi, Sunarto Sunarto, Ali Sai'In
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 133-138; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3484

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dalam pembuatan alat bantu untuk memotong strip plat yang menggunakan mesin tekuk hidrolik, dimana pemotongan pelat yang tebal biasanya menggunakan mesin potong hidrolik “Promecam” atau dengan cara dipotong manual dengan gergaji, tentunya hal itu tidak efisien karena memerlukan waktu yang lebih lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan solusi berupa alat bantu untuk proses pemotongan dengan memanfaatkan sarana mesin tekuk hidrolik yang ada di laboratorium pemesinan. Mesin tekuk hidrolik memberi banyak kemungkinan untuk membuat pekerjaan inovasi yang sangat sederhana. Metode penelitian eksperimental yang dilakukan yaitu, melakukan perhitungan awal sesuai dengan data yang ada pada mesin tekuk hidrolik maupun mesin potong hidrolik, lalu menyiapkan peralatan yang digunakan untuk membuat alat bantu pemotong strip plat. Hasil penelitian eksperimental ini adalah asesoris mesin tekuk hidrolik berupa alat potong strip plat untuk mendukung mempersiapkan benda kerja pengelasan bagi mahasiswa jurusan teknik mesin Polines,
Moh. Fani Alyasa, Sahid Sahid, Mulyono Mulyono, Totok Prasetyo, Dwiana Hendrawati, Yanuar Mahfud Safarudin
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 169-178; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3086

Abstract:
Penelitian ini bertujuan melakukan kajian terhadap kinerja turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak, dimana sudu yang digunakan merupakan penggabungan model tapper 4;5 yang dikembangkan Herlambang (2019) dan model sudu dengan sudut keluaran 25° yang dikembangkan Sahid (2020). Penelitian diawali dengan membuat 3 model sudu kemudian dipasang pada sistem uji kinerja pembangkit, langkah selanjutnya adalah melakukan uji karakteristik efisiensi terhadap putaran. Hasil uji ketiga model dikaji dengan membandingkan efisiensi masing-masing model. Hasil menunjukkan bahwa Turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak taper 4:5 dan sudut keluaran 25° menghasilkan Efisiensi pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s, yaitu sebesar 4,253 % dan 1,947 %. Terjadi peningkatan dari model sudu taper 4:5 pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s yaitu masing-masing sebesar 75,38 % dan 91,13 %. Peningkatan efisiensi dari model sudu sudut keluaran 25° pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s sebesar 151,63 % dan 68,26 %. Pada kecepatan 9 m/s model sudu sudut keluaran 25° memiliki efisensi tertinggi, yaitu sebesar 1,087 % sehingga model sudu taper 4:5 mengalami penurunan efisiensi sebesar 7,37 %. Oleh karena itu turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak taper 4:5 dan sudut keluaran 25° adalah model sudu yang paling cocok digunakan pada kecepatan angin ≤ 7 m/s. Model model sudu sudut keluaran 25° cocok digunakan pada kecepatan 9 m/s.
Eri Widianto, Rizal Hanifi, Kardiman Kardiman, Vita Efelina
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 161-168; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3205

Abstract:
Material perovskite menarik perhatian peneliti dibidang fotovoltaik karena fabrikasi mudah, sifat optoelektronik yang baik, mobilitas elektron tinggi, dan peningkatan efisiensi yang sangat signifikan dari 3.8 % pada tahun 2009 menjadi 25.5% pada tahun 2021. Namun, penggunaan logam Pb yang bersifat racun serta penggunaan material pengangkut hole (hole transport materials, HTM) yang mahal menjadi tantangan dalam pengembangan sel surya perovskite dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan sifat-sifat fundamental pada sel surya perovskite tanpa Pb (lead-free) dengan CH3NH3SnI3 sebagai lapisan aktif dan graphene oxide (GO) sebagai HTM menggunakan Solar Cell Capacitance Simulator (SCAPS). Pada simulasi ini, analisis tentang pengaruh ketebalan perovskite dan interface defect perovskite/HTM terhadap karakteristik sel surya perovskite telah dilakukan. Hasil penelitian sel surya perovskite dengan konfigurasi FTO/TiO2/CH3NH3SnI3/GO/Au menunjukkan kinerja optimal dengan JSC = 31.64 mA/cm2, VOC = 0.813 V, FF = 74.76 % dan PCE = 19.25 %. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperkirakan parameter penting dalam optimasi sel surya perovskite tanpa Pb menggunakan GO sebagai HTM. Selanjutnya, studi pemodelan ini memberikan informasi penting dalam memilih parameter material untuk pengembangan sel surya perovskite yang efisien dan dengan biaya rendah.
Bolo Dwiartomo, Yoseph Andriyanto, Wahyudi Purnomo, Ayi Ruswandi
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 1-14; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.2798

Abstract:
Kopi Arabika yang tumbuh di dataran tinggi beriklim tropis memiliki nilai ekonomi tinggi bila diproses dengan standart kualitas baik. Salah satu pengolahan paska panen yang sangat menentukan terhadap aroma, cita rasa dan homogenitas warna adalah proses roasting. Salah satu bagian terpenting pada mesin roasting adalah drum. Terdapat dua jenis, rotary drum dan tangensial drum. Pengembangan dilakukan pada tangensial drum di mana dinding drum diam sebagai stator dan blade berputar sebagai rotor. Proses perpindahan panas terjadi secara konveksi, sehingga dihasilkan proses peroastingan yang homogen dan merata secara konsisten dibandingkan tipe rotary drum berkonstruksi sederhana. Blade melekat pada dinding drum dan berputar bersama. Perpindahan panas terjadi secara konduksi, labil terhadap hasil akhir sehingga membutuhkan seorang profesional roastery untuk mengoperasikan. Tangensial drum membutuhkan akurasi dinamik tinggi pada gap antara dinding dengan blade, idealnya 1±0.5 mm di seluruh permukaan. Industri dalam negeri belum mampu menghasilkan drum tipe tangensial secara komersial. Pabrikan terkemuka duniapun hanya menghasilkan mesin roasting tipe tangensial drum berkapasitas besar 10 kg atau lebih dengan peruntukan industri besar berharga jual sangat tinggi. Kebutuhan mesin roasting tangensial berkapasitas relatif kecil yang mudah dioperasikan tanpa membutuhkan seorang roastery profesional sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sentra-sentra perkebunan kopi. Proses perancangan dilakukan secara reverse engineering. Detail drawing menggunakan perangkat lunak CAD membantu proses konversi bentang blade dari 3D menjadi penampang potong 2D berbahan plat stainlessteel 304. Pengembangan ini menghasilkan prototipe blade tangensial dengan diameter drum 300 mm dalam dan panjang efektif 350 mm untuk kapasitas 2,5 kg greenbean. Pengujian dilakukan terhadap pengukuran gap dengan 75% sebaran hasil berada dalam rentang yang ditentukan dan performa blade melakukan agitasi biji kopi. Hasil pengujian laju pengeluaran kopi, aroma dan cita rasa yang berimbang serta homogenitas warna menunjukkan hasil baik.
Eka Irianto Bhiftime, , Arief Nur Pratomo
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 189-194; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.2892

Abstract:
This paper investigates a tensile strength and microstructure characterization of Gnetum gnemon as a newly proposed eco-friendly natural fiber for composites reinforcement. Natural fibers have recently become attractive to researchers, engineers and scientists as an alternative reinforcement for composites. It has relatively low cost, renewable (easily available), and biodegradable. The production system requires simple and energy-efficient equipment and can be exploited as a replacement for the conventional fiber, such as Kevlar for personnel protection. The strength of Gnetum gnemon was found to be comparable with existing new composites. The form of fiber was found to be depended on the lignin, hemicellulose, benzene, and other impurities, thus made it larger and not uniform. These results show great potential as a competitor to the predecessor natural fibers used in composite materials of armor materials, if given special chemical treatment to increase their initial mechanical properties.
Deddy Chrismianto, Aldy Sabat Tindaon, Eko Sasmito Hadi
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 67-74; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3023

Abstract:
Kapal pengawas perikanan memiliki jumlah armada yang kurang dalam melakukan tugasnya untuk keberlangsungan kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang aman dari para pelaku Illegal fishing. Penggunaan tipe lambung Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) dipilih karena tipe kapal ini memiliki luasan bidang garis air yang minimum sehingga memiliki tahanan kapal yang rendah dan memaksimalkan stabilitas kapal dengan kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal pengawas perikanan dengan tipe lambung SWATH. Metode perancangan yang digunakan adalah menggunakan kapal pembanding dan melakukan analisa performa kapal dari segi hambatan kapal, serta analisis pengaruh variasi komponen lambung SWATH terhadap nilai hambatan. Hasil desain kapal pengawas perikanan didapatkan ukuran utama kapal dan dimensi lambung SWATH yaitu LOA 33,6 m, LPP 26 m, lebar 7,4 m, sarat 2 m, tinggi 7 m, panjang gondola 29,7 m, jarak antar gondola 5,4 m, panjang nose 3 m, tinggi nose 1,1 m dan kecepatan 24 knot. Penerapan lambung SWATH dapat mengurangi nilai hambatan kapal sebesar 17,34%. Untuk analisa olahgerak kapal dan stabilitas kapal didapatkan bahwa kapal SWATH memiliki hasil yang baik dan memenuhi kriteria yang di persyaratkan.
Zaenal Abidin, Taufiq Nugroho, Ragil Tri Indrawati, Eni Safriana, Farika Tono Putri, Supandi Supandi
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 151-160; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3538

Abstract:
Penyemprotan udara bertekanan merupakan cara yang efisien untuk menghilangkan kotoran dan kontaminan lain pada produk setelah proses pemesinan. Penelitian ini membahas sebuah kasus pada industri manufaktur komponen elektrik kendaraan bermotor. Industri tersebut memproduksi pompa bahan bakar dan salah satu komponen pompa tersebut adalah cover outlet. Proses akhir cover outlet tersebut adalah penyemprotan udara bertekanan melalui air blow machine dimana produk meluncur di atas rail. Proses penyemprotan udara bertekanan menjadi terhambat ketika produk cover outlet mengalami kemacetan ketika meluncur di atas rail. Macetnya produk cover outlet tersebut disebabkan karena kontak dry sliding antara rail dengan produk cover outlet. Kontak dry sliding menyebabkan keausan pada rail sehingga berpengaruh pada operasional mesin dan berkurangnya umur pakai rail. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi keusan dan meningkatkan umur pakai rail. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pegujian mengggunakan alat uji pin on disk. Spesimen pin terbuat dari material cover outlet, PPS Ryton R-7-120-BL. Spesimen rail menggunakan material rail aktual, SUS 304 dan material alternatif SUS 410. Parameter pengujian menggunakan pembebanan 8 gr, kecepatan 151 rpm selama 3 menit untuk satu spesimen pin. Hasil penelitian menunjukkan nilai laju keausan dan laju keausan spesifik menggunakan material alternatif mengalami penurunan 87,7% dari material rail aktual. Nilai laju keausan material rail SUS 304 sebesar 0,00486 mm3/menit dengan laju keausan spesifik 0,0037 mm3/Nm. Laju keausan material SUS 410 sebesar 0,000593 mm3/menit dengan laju keausan spesifik 0,000455 mm3/Nm. Hasil analisis umur pakai pada volume keausan yang diijinkan 498,2 mm3 menunjukkan peningkatan dengan menggunaan material alternatif. Material aktual SUS 304 bertahan 1.708 jam sedangkan SUS 410 bertahan 14.002 jam.
Daryadi Daryadi, Hartono Hartono, Carli Carli, Sunarto Sunarto, Eko Saputra, Eko Armanto
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 195-202; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3487

Abstract:
Pemilihan presstool untuk produksi massal khususnya produk alat bantu merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan produksi. Alat bantu yang dikaji dalam penelitian ini pembuka tutup botol jenis crown. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun presstool dengan sistem compound untuk pembuatan gantungan kunci pembuka tutup botol jenis crown dengan kapasitas 262 unit/jam dengan bahan plat SPCC dengan tebal 1 mm. Pembuka tutup botol yang dirancang pada penelitian ini memiliki kelebihan menggunakan plat Stell Plate Cold Coiled (SPCC). Berdasarkan penelusuran literatur, belum ada penelitian yang fokus pada pembuatan presstool untuk pembuka tutup botol jenis crown. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting untuk dilakukan. Presstool keychain design corkscrew type crown dengan bahan plat SPCC tebal 1 mm dibuat dengan tiga proses yaitu embossing, piercing dan blanking. Penelitian ini menghasilkan alat presstool corkscrew type crown dengan waktu produksi 262 unit/jam.
Reynaldi Saputra, Kardiman Kardiman, Deri Teguh Santoso, Al Ichlas Imran
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 37-48; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3014

Abstract:
Material komposit merupakan material yang tersusun dari dua gabungan atau lebih material, yang mana menghasilkan suatu material baru dengan sifat-sifat material yang lebih baik dari material dasar sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis dan sifat fisis serat sabut kelapa serat bambu matriks epoxy sebagai material bumper mobil.Komposit dibuat menggunakan lima variasi fraksi volume yaitu 5% serat sabut kelapa: 15% serat bambu: 80% matriks, 10% serat sabut kelapa: 10% serat bambu: 80% matriks, 15% serat sabut kelapa: 5% serat bambu: 80% matriks, 0% serat sabut kelapa : 20% serat bambu : 80% matriks dan 20% serat Sabut kelapa: 0% serat bambu: 80% matriks dan karakteristik sifat fisis meliputi data densitas, swelling, dan serapan air. Hasil pengujian sifat fisis komposit pada swelling, dan serapan air menunjukkan bahwa komposit yang dibuat telah memenuhi klasifikasi JIS A5908, sedangkan densitas komposit masih belum memenuhi klasifikasi JIS A5908. Hasil pengujian tarik pada komposit menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik maksimal yang paling besar diperoleh pada fraksi 20% serat bambu : 0% serat Sabut kelapa : 80% matriks dengan nilai 95,578 MPa, yang mana diikuti penurunan kekuatan tarik pada fraksi volume 5% serat sabut kelapa: 15% serat bambu: 80% matriks, 10% serat sabut kelapa: 10% serat bambu: 80% matriks, 15% serat sabut kelapa: 5% serat bambu: 80% matriks, dan 20% serat sabut kelapa: 0% serat bambu: 80% matriks Komposit yang dianalisis masih layak digunakan sebagai material pembuat bumber mobil karena kekuatan tariknya tidak kurang dari standar bumper mobil yaitu 8,09 MPa.
Imron Rosyadi, Haryadi Haryadi, Hadi Wahyudi, Novreza Pratama, M Haykal Fasya
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 85-94; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3062

Abstract:
Imunisasi diberikan untuk memberikan kekebalan pada tubuh dengan cara mengadakan pencegahan suatu penyakit atau meminimalkan efek yang diakibatkan oleh suatu penyakit terhadap suatu penyakit dengan cara memberikan vaksin kepada tubuh. Vaksin berpotensi mengalami kerusakan apabila terpapar dengan suhu panas dan suhu beku, Vaksin harus disimpan pada suhu antara 2oC - 8oC untuk menjaga kualitasnya. Penggunaan media penyimpan kalor pada ice pack yang berisi air atau material berubah fasa / Phase Change Material (PCM) telah dilakukan pengujian. Namun masih belum ditemukan oleh peneliti terkait karakteristik sebagai media penyimpan kalor. Pada penelitian ini diuji karakteristik beberapa thermoelectric atau dikenal dikenal denga peltier, diuji juga beberapa media penyimpan kalor dengan menggunakan media air, PCM dan penggunaan material Ice pack dari plastik dibandingkan dengan bahan lumunium. Penggunaan PCM pada 6 pack PCM (1800 ml) waktu yang dibutuhkan dari suhu beku sampai ke temperature 8oC adalah 13,89 jam memiliki kemampuan terbaik dalam menyimpan kalor, akan tetapi, suhu bekunya yang berada jauh dibawah suhu beku air yaitu di -12oC dapat menyebabkan kerusakan pada vaksin karena terpapar temperatur beku dibawah 2oC. Penggunaan PCM lebih disarankan untuk media penyimpan kalor pada makanan dan minuman. Pada aplikasi penggunaan vaksin, lebih disarankan menggunakan 6 pack air dengan material aluminium dengan waktu terbaik 10,21 jam dimana suhu minimal rata rata nya adalah 5,7oC.
Muhamad Fadhlan Suhelmi, Ratna Dewi Anjani, Najmudin Fauji
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 15-20; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.2848

Abstract:
Semakin meningkat populasi di Indonesia, maka akan semakin meningkat juga kebutuhan pangan, salah satunya yaitu beras. Untuk dapat membuat padi menjadi beras diperlukan proses yang panjang, salah satunya adalah proses pengeringan gabah. Di Indonesia, pengeringan gabah masih mengandalkan panas dari matahari, sehingga jika terjadi hujan, gabah tidak akan kering dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung energi panas dan juga efisiensi pengeringan pada mesin pengering gabah tipe flat bed dryer dengan blower axial fan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang dilakukan di CV. XYZ. Hasil analisis menunjukkan bahwa mengeringkan gabah seberat 20 ton dalam 20 jam membutuhkan energi sebesar 8,4 x 106 kJ untuk mengeringkan gabah dengan kadar air awal 28 % menjadi 14 %. Laju perpindahan panas dari blower ke gabah sebesar 9.806,91 W. Sedangkan energi yang disalurkan dari pemanas ke blower sebesar 3,8 x 107 kJ, sehingga efisiensi pengeringan gabah sebesar 22,03 %.
Suherman Suherman, Ilmi Abdullah, Muhammad Sabri, Arridina Susan Silitonga, Bekti Suroso
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 113-120; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3148

Abstract:
Biodiesel is biodegradable and non-toxic and has a low carbon content, high lubricity, and Biodiesel is biodegradable and non-toxic and has a low carbon content, high lubricity, and higher ash point than diesel. The purpose of this study was to obtain data on the physicochemical properties of biodiesel from waste cooking oil (WCO) produced with different amounts of catalyst in the transesterification process. Methods This research carried out a two-step process: (1) esterification with an acid catalyst (H2SO4) and (2) transesterification with an alkali catalyst (KOH). The remaining frying oil is degummed by adding 2% H3PO4. Furthermore, the esterification process was carried out by adding 2% (v/v) H2SO4 at 800 rpm for 90 minutes. The transesterification process using an alkaline catalyst (KOH) was varied from 0.7-1.5% at a temperature of 60 oC with a rotation of 800 rpm and a time of 90 minutes. In the ester/transesterification process, the ratio of methanol: oil is 1:2 (v/v). The biofuels are then tested for cetane number, flash point, density, viscosity, calorific value, and others. The results showed that the amount of wet catalyst (KOH) in the transesterification process gave a difference in the yield of WCO oil. The optimum value was obtained at the amount of 1% KOH catalyst, which was 85%.
Agus Slamet, Febrianto Suryo Saputro, Wahyu Isti Nugroho, Zaenal Abidin
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 179-188; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3461

Abstract:
Proses pengujian kebocoran komponen gate valve di workshop PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menggunakan hydrotest. Pengujian hydrotest dilakukan secara konvensional memerlukan waktu rata-rata selama 22,15 menit. Salah satu penyebabnya adalah proses hydrotest pada gate valve adanya pemasagan blind flange yang harus diikat dengan mur dan baut berjumlah 16 pasang. Tujuan penelitian ini membuat rancang bangun mesin uji katup horizontal guna menurunkan waktu proses hydrotest pada gate valve ukuran 3-8” kelas 150 minimal 25% dari metode konvesional. Menguji unjuk kerja rancang bangun alat uji katup horizontal untuk mengetahui perbedaan waktu proses proses hydrotest untuk gate valve kelas 150 ukuran”3-8”. Metode penelitian ini melalui perancangan dan pembuatan mesin melalui berdasarkan tinjaun pustaka, pengujian unjuk kerja mesin dengan membandingkan metode konvenesional. Rekayasa Mesin Uji Katup Horisontal Guna Mengurangi Waktu Proses Hydrotest Pada Gate Valve Ukuran 3” – 8” Kelas 150 berfungsi mampu mengurangi waktu proses hydrotest dengan dimensi 800 mm x 750 mm x 1015 mm dengan tekanan maksimal 30 bar. Terjadi penurunan waktu proses hydrotest antara metode konvensional dan menggunakan alat uji katub horizontal pada pengujian gate valve ukuran 5”-8” dengan penurunan waktu 25,4 sampai 39,3 %. Mempercepat waktu pengujian rata-rata yang dibutuhkan proses hydrotest dengan menggunakan mesin uji katup horizontal dibandingkan dengan metode konvensional 27,41%
Surya Dharma, Suherman Suherman, Sarjianto Sarjianto, Rihat Sebayang, Henry Budi Kurniyanto
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 103-112; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3068

Abstract:
Aluminium paduan tempa memiliki berbagai macam aplikasi dalam bidang industry pertahanan dan dirgantara, termasuk untuk pembuatan tangki bahan bakar. Masalah utama dalam pengelasan fusi Alumium paduan adalah pembentukan porositas dalam logam las (Welding Metals), karena kelarutan hidrogen yang tinggi pada suhu tinggi dalam kondisi cair. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kuat arusterhadap sifat mekanis (kekuatan tarik dan kekuatan lengkung) paduan Al-Si-Fe dengan menggunakan filler metal Er 4043 dan menggunakan metode pengelasan GTAW. Penelitian mengunakan jenis mesin las GTAW untuk mengelas aluminium paduan dengan variasi kuat arus (140, 160 dan 180 A). Test coupon plat aluminium berukuran 15x 15 mm dengan ketebalan 5 mm dibuat kampuh V. Pada penelitian ini digunakan logam pengisi ER4043 berdiameter 3.2 mm dengan polaritas DCEN. Hasil penelitian menunjukkan distribusi nilai kekerasan vickers pada daerah las lebih tinggi dibanding daerah logam dasar dan daerah terpengaruh panas (Haz). Mikrostruktur daerah las mengalami peningkatan ukuran denrite sedangkan mikrostruktur pada daerah Haz membentuk butiran kolumnar. Nilai kekuatan tarik tarik optimum diperoleh pada kuat arus 140 A. Pengamatan fraktografi menggunakan SEM pada permukaan patah uji tarik menunjukkan patah ulet.
Sunarto Sunarto, Hartono Hartono, Carli Carli, Daryadi Daryadi, Bambang Tjahjono, Trio Setiyawan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 139-150; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3496

Abstract:
The furniture industry is an industry that processes raw materials or semi-finished materials from wood, rattan and other natural raw materials into finished products that are ready for use and have higher added value. There are many furniture industries spread across Indonesia, with quite large centers located in Jepara, Sukoharjo, Surakarta, Klaten, and others. Along with the development of industrial technology, making work becomes more efficient and easier. Therefore, it is necessary to apply technology in the industrial world in Indonesia, especially in the furniture industry. The current technology commonly applied to the furniture industry is the CNC milling machine. The use of this CNC machine aims to solve problems in the production of wood carving crafts or furniture, such as mass products that cannot be the same and product processing time that cannot be ascertained. Besides, the use of this CNC machine can reduce cycle times and increase the work efficiency of the furniture industry. Based on this information, we had the idea to make this CNC milling machine to support the progress of the Indonesian furniture industry. During the manufacturing of this CNC machine, we carried out theoretical research and field surveys. The research stages we carried out were identification of needs, problem formulation, synthesis, analysis, evaluation and presentation. Based on these results, it was found that the workable raw material had a maximum dimension of 40 × 40 [cm], a maximum feed rate of 192 [mm/min], a maximum spindle rotating speed of 12,000 [rpm] and a cutting velocity of 75.4 [m/min].
Irwin Bizzy, Darmawi Darmawi, Aneka Firdaus, Dian Apriyan, Fadhil Fuad Rachman
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 31-36; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.2942

Abstract:
Penerapan modul TEC terus dikembangkan karena modul ini memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan modul TEC ini antara lain hemat energi dan ramah lingkungan. Keunggulan lain dari modul TEC adalah tahan lama, kompak, ringan, dan mudah pengoperasiannya. Penelitian ini memanfaatkan modul TEC untuk mendinginkan sebuah kotak pendingin. Ukuran kotak pendingin yang digunakan adalah 38 cm x 52 cm x 35 cm. Fluida pendingin yang digunakan adalah udara dan air. Pengambilan data pengujian dilakukan dengan memakai sebuah mikrokontroler Arduino Mega 2560. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata kotak pendingin dengan media pendingin udara, air, dan udara-air adalah 23,36 , 24,50 , dan 22,76 .
Arka Dwinanda Soewono, Widharto Widharto, Marten Darmawan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 75-84; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3041

Abstract:
Konsumsi energi listrik di dalam gedung perkantoran dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasional dapat berjalan dengan normal. Kebutuhan energi listrik untuk bangunan harus dioptimalkan berdasarkan parameter Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Kebutuhan energi listrik paling besar pada gedung perkantoran pada umumnya dipakai oleh sistem tata udara sehingga diperlukan perhatian khusus dalam hal optimalisasi pemakaian energi listrik pada komponen sistem pendingin. Mempertimbangkan bahwa hasil perhitungan IKE gedung Wisma Slipi termasuk dalam kategori boros, penelitian in bertujuan untuk melakukan audit energi sistem pendingin udara sentral pada gedung tersebut. Hasil perhitungan Intensitas Konsumsi Energi bangunan adalah 19,11, yang dapat dikategorikan sebagai boros. Hasil audit sistem tata udara menemukan bahwa chiller tidak lagi beroperasi dalam kondisi optimal dengan COP berkisar antara 2,5 dan 3,0 dikarenakan umur peralatan yang sudah 28 tahun. Demikian pula Air Handling Unit and Chilled Water Pump juga menunjukkan tanda-tanda penurunan kinerja karena keausan. Oleh karena itu, audit energi merekomendasikan chiller untuk diganti dengan model yang lebih baru karena menggunakan persentase energi tertinggi. Berdasarkan hasil analisis, peluang penghematan energi dari penggantian unit chiller adalah sebesar 30,6% dengan Break Even Point (BEP) sekitar 4,8 tahun.
Boni Sena, Bobie Suhendra, Fauzun Fauzun
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 121-132; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3201

Abstract:
Distribusi transfer kalor yang seragam pada bagian moulding dari mesin rubber press sangat penting untuk menghasilkan hasil moulded produk yang berkualitas terbaik. Pada kenyataannya, transfer kalor pada moulding dari mesin rubber press tidak terdistribusi secara seragam. Oleh karena itu, transfer kalor pada moulding dari mesin perlu dievaluasi. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya mempertimbangkan transfer kalor secara konduksi pada moulding sementara itu tidak ada studi yang menginvestigasi transfer kalor secara konvensi dan radiasi yang hampir terjadi pada seluruh tipe mesin rubber press dengan tipe moulding yang terbuka. Metode elemen hingga digunakan untuk menganalisis distribusi temperatur berdasarkan transfer kalor secara konduksi dan metode analitik dipakai untuk menghitung transfer kalor secara radiasi dan konveksi pada moulding dari mesin rubber press. Hasil dari metode elemen hingga menunjukkan bahwa temperatur tinggi hanya terjadi pada bagian boundary sementara bagian pusat dari moulding menunjukkan temperatur yang lebih rendah. Temperatur pada bagian boundary bervariasi sebesar 124.3 oC, 124.4 oC, 124.5 oC, 124.8, 125.3 oC, 126.5 oC, 129.2 oC, dan 134.8 oC. Transfer kalor secara konveksi dan radiasi pada moulding sebesar 13.3 kW dan 68.23 kW. Perbedaan antara pengukuran langsung dan simulasi menggunakan metode elemen hingga diakibatkan adanya asumsi steady state pada model simulasi. Penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan kondisi transient pada transfer kalor secara konduksi dan view factor yang lebih bervariasi pada transfer kalor secara konveksi dan radiasi.
Rafael Prakosa N, Paulus Wisnu Anggoro, Antonius Tony Yuniarto
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 21-30; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.2897

Abstract:
Industri kreatif adalah industri yang menggunakan kreativitas, keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan daya kreatif dan daya cipta individu. Perkembangan industri kreatif di Indonesia cukup pesat dan kini banyak bermunculan industri kreatif baru. UMKM Putri 21 merupakan salah satu contoh industri kreatif yang membuat produk makanan berupa mie instan dari tepung Mocaf (Modified Cassava). Beberapa permasalahan efisiensi produksi masih terjadi pada UMKM Putri 21, salah satu contohnya adalah melonggarnya Foundational Bolt pada mesin Spinner akibat getaran yang ditimbulkan oleh motor listrik. Penelitian ini membahas penggunaan Finite Element Analysis (FEA) khususnya simulasi Natural Frequency dan Harmonic Response sebagai alat bantu untuk mendesain ulang mesin Spinner sehingga dapat mengurangi resiko Melonggarnya Foundational Bolt mesin Spinner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain mesin yang paling optimal bagi UMKM dengan menggunakan metode FEA. Desain awal mesin UMKM Spinner akan dianalisa terlebih dahulu dengan simulasi Natural Frequency dan Harmonic Response menggunakan Software SOLIDWORK 2018, kemudian hasil simulasi tersebut akan dijadikan dasar untuk Redesign sehingga didapatkan beberapa alternatif. Beberapa penelitian sebelumnya telah melakukan finite element analysis pada mesin spinner akan tetapi simulasi yang dilakukan adalah simulasi statis, peneliti belum menemukan simulasi dinamis khususnya getaran pada mesin spinner. Metode simulasi dinamis peneliti tambahkan dengan mengambil referensi dari mesin lain yang memiliki permasalahan getaran lain. Hasil redesain mesin akan disimulasikan kembali untuk memastikan alternatif tersebut memiliki performa yang lebih baik dari desain awal dan menemukan alternatif desain yang paling optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif desain mesin Spinner dengan rangka bawah Hollow Profile Steel merupakan alternatif desain yang paling optimal dengan nilai Natural Frequency 167 Hz dan Displacement terbesar sebesar 0,0025 mm. Desain dikatakan paling optimal karena berhasil mengubah nilai Displacement menjadi 20 kali lebih kecil dari desain awal dan menggeser nilai Natural Frequency menjauhi nilai Working Frequency yaitu 0-120 Hz.
Muh Irfan Alfatah, Ratna Dewi Anjani, Kardiman Kardiman
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 49-58; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3018

Abstract:
Energi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hampir semua aktivitas manusia membutuhkan energi. Pengembangan dan implementasi energi terbarukan non Fosil harus ditingkatkan khususnya energi surya. Pembuatan mesin penggiling turubuk dirancang menggunakan penggerak motor dc 60 watt, dengan proses transmisi dan proses kerja yang cukup sederhana. Dimana pada penelitian mesin penggiling lainnya masih menggunakan mesin bensin untuk sumber tenaga nya, pada mesin penggiling yang dibuat kali ini menggunakan baterai yang disuplai dari solar cell. Proses manufaktur yang dilakukan cukup sederhana dimana proses nya adalah pengukuran, pemotongan, pengelasan, pembubutan, pengeboran dan penyelesaian berupa pelapisan. Proses pengujian dilakukan untuk mengetahui dan menghasilkan tepung yang halus dan baik dengan variasi mesh yang berbeda. Tujuan akhir dari pembuatan mesin adalah produksi turubuk menjadi tepung.. Dengan penggiling turubuk ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil gilingan, serta dapat diterima dan difungsikan untuk mempermudah proses produksi pada industri rumahan. Hasil dari penelitian menunjukan total waktu yang dibutuhkan untuk membuat komponen mesin penggiling yaitu selama 84,1 menit, total biaya pembuatan sebesar Rp. 503.183, dan hasil tepung yang halus dan baik yaitu menggunakan mesh ukuran 0.5 mm dengan waktu 62 detik dan menghasilkan berat sebesar 12 gram.
Mochamad Muzaki, Imam Mashudi, Muhammad Fakhruddin, Abdul Muid Anwar, Rake Aji Nugraha Paranata, Gading Wiganata
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 17, pp 59-66; https://doi.org/10.32497/jrm.v17i1.3020

Abstract:
Permasalahan mendasar dari proses anodizing aluminium adalah hilangnya sifat konduktivitas listrik dari aluminium. Artinya aluminium akan bersifat isolatif, hal ini akan mengakibatkan terjadinya listrik statis dari aluminium untuk penggunaan aplikasi tertentu seperti pesawat terbang, komponen otomotif, ataupun komponen elektronik. Dalam penelitian ini diharapkan mendapatkan lapisan oksida dengan nilai isolator yang rendah. Dalam penelitian ini dilakukan investigasi parameter proses anodizing, dalam hal ini waktu proses dan beda potensial, untuk mendapat ketebalan lapisan oksida yang stabil, namun sifat isolatifnya rendah. Waktu proses yang dipilih adalah 25, 30, 35, 40, dan 45 menit. Sedangkan beda potensial yang dipilih adalah 7, 8, 9, 10, dan 11 Volt. Aluminium 6061 hasil anodizing dengan parameter proses tersebut selanjutnya diuji sifat isolatornya, ketebalan lapisan, dan morfologi lapisan yang terbentuk dengan menggunakan mikroskop SEM. Hasil analisis menggunakan anova dua arah menunjukkan beda potensial dan waktu proses memiliki pengaruh signifikan terhadap ketebalan lapisan film alumina yang terbentuk. Sementara itu lapisan film alumina bersifat isolatif ketika menerima tegangan sebesar 250 Volt dan bersifat konduktif ketika menerima tegangan di atas 500 Volt. Pengamatan morfologi permukaan lapisan menggunakan SEM menunjukkan lapisan pori yang terbentuk belum merata.
Baktiyar Mei Hermawan, Gatot Suwoto, Yusuf Dewantoro Herlambang, Mulyono Mulyono, Azka Fikral Adiba, Jimmy Hartanto, Rivan Ma’Rivan Elhas, Rizky Amelia R
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 475-485; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3088

Abstract:
Masalah yang sering dijumpai di masyarakat dalam pemanfaatan sumber energi air pada saluran miring adalah masih sedikitnya jumlah ketersediaan kincir air yang bersekala mikro, karena untuk mendesain dan membuat kincir air ini perlu suatu kemampuan dan keahlian khusus. Pemanfaatan dan pengunaan kincir air pada saluran miring masih belum begitu optimal penggunaan dan pemakaiannya di Indonesia, hal tersebut dikarenakan masih minimnya informasi tentang pemanfaatan dan pengaplikasian kincir air pada saluran miring dalam pemanfaatannya di lapangan. Penelitian ini memiliki suatu tujuan untuk mengetahui putaran kincir, daya listrik dan efisiensi sistem pada pembangkit listrik mikrohidro. Untuk mengetahui karakteristik kincir air pada saluran miring sebagai pembangkit listrik skala mikrohidro. Metode penelitian diawali dengan perancangan/ desain kincir air, kemudian dilanjutkan tahap pembuatan, tahap assembling dan installing, pengujian alat dan analisis, pengujian yang dilakukan meliputi uji karakteristik kincir air. Parameter penelitian yang diukur meliputi putaran generator, arus yang mengalir pada rangkaian, tegangan yang mengalir pada rangkaian, beban lampu yang diberikan, debit air yang mengenai sudu. Hasil Penelitian kincir air putaran kincir tertinggi pada ketinggian poros kincir 21 cm diatas bibir saluran adalah 40,3 rpm dengan beban lampu 20 Watt, sedangkan putaran kincir terendah pada ketinggian poros 29 cm diatas bibir saluran adalah 35,9 rpm dengan beban lampu 40 Watt. Daya listrik tertinggi pada ketinggian poros kincir 21 cm diatas bibir saluran adalah 4,68 Watt dengan beban lampu 20 Watt. Efisiensi sistem tertinggi pada ketinggian poros kincir 21 cm diatas bibir saluran adalah 0,284% dengan beban lampu 20 Watt.
Abduh Bayu Adriathma, Ojo Kurdi, Djoeli Satrijo, Agus Suprihanto
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 353-358; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2854

Abstract:
Lokomotif merupakan bagian dari kereta api dimana terdapat mesin untuk menggerakkan kereta api. Salah satu jenis dari kereta api di Indonesia yaitu menggunakan mesin diesel. Pada mesin diesel terdapat exhaust yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas emisi. Perawatan lokomotif memungkinkan terjadinya patah pada baut exhaust. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan dari baut yang dipakai pada exhaust lokomotif diesel dengan meninjau perubahan struktur mikroskopik yang terjadi pada baut dengan kondisi temperature tinggi dan mengetahui distribusi tegangan yang terjadi pada baut pada saat pelepasan. Kondisi pada daerah exhaust lokomotif kereta api dapat mencapai diatas 750°C menyebabkan perubahan struktur kristal dari material pada baut. Modulus kegagalan punter lebih rawan terjadi pada material ulet. Material baut SAE grade 5 ukuran 1 inch memiliki nilai torsi maksimum material 885,8 N.m dengan nilai standardnya yaitu 664 N.m. Dengan demikian menunjukkan bahwa pada saat temperature ruang torsi yang diberikan pada saat pelepasan baut memiliki nilai yang aman, namun dengan meningkatnya temperature menurunkan nilai tegangan maksimum material baut untuk terdeformasi puntir.
Kartika Sari, Sunardi Sunardi, Maghfirotul Umana, Maretah Nawang Nonima, Parmin Lumban Toruan
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 401-408; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3055

Abstract:
Aspal merupakan salah satu material memiliki sifat termoplastis yaitu mudah mencair jika dipanaskan sampai suhu tertentu dan membeku jika temperatur turun. Untuk meningkatkan sifat termoplastis aspal maka ditambahkanlah bahan lain seperti silika sebagai filler. Sintesis paduan silika abu sekam padi sebagai filler aspal pen60/70 dengan variasi waktu tanpa milling (S0) dan dengan milling sebesar 15 jam (S15) dilakukan dengan tujuan untuk menentukan porositas, daya serap air, kapasitas panas dan kalor jenis. Silika padi disintesis dengan metode sol gel. Serbuk silika abu sekam padi kemudian dimilling selama 15 jam. Komposisi paduan aspal pen60/70 dengan filler S0 dan S15 dibuat dengan perbandingan sebesar 1:2. Sampel dibuat dalam bentuk pellet. Kemudian, sampel dilakukan pengujian kapasitas panas dan kalor jenis dan daya serap air menggunakan alat uji Differential Scanning Calorimetry (DSC). Sedangkan, pengujian porositas menggunakan metode Archimides. Hasil uji porositas untuk sampel S0 dan S15 sebesar 6,0% dan 10,7%. Hasil pengujian daya serap air untuk S0 dan S15 sebesar 5,3% dan 10,2%. Sedangkan, hasil uji termal meliputi kalor jenis dan kapasitas panas menunjukkan nilai kalor jenis S0 dan S15 sebesar 7 J/kgK dan 1 J/kgK dan kapasitas panas S0 dan S15 sebesar 151,2 × 10-5 J/K dan 23,4 × 10-5 J/K. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa silika abu sekam padi hasil milling atau dengan variasi waktu milling dapat diaplikasikan sebagai filler aspal penetrasi 60/70 untuk meningkatkan sifat fisik dan sifat termal.
Anwar Sukito Ardjo, Timotius Anggit Kristiawan, Wahyu Isti Nugroho, Padang Yanuar
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 467-474; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3081

Abstract:
Aktivitas praktik kerja plat pada program studi teknik mesin penggunaan lembaran baja masih belum efisien. Sisa pemotongan yang berukuran besar masih cukup banyak dan lembar kerja belum memberi kompetensi tata potong. Hal ini menimbulkan kerugian bila terjadi pada produksi masal. Tujuan penelitian ini adalah adalah melakukan analisis efisiensi tata potong plat baja pada praktik kerja plat mahasiswa jurusan teknik mesin. Obyek penelitian dilakukan untuk empat macam produk, yaitu : coolant box, keys box, paper trays, dan tools box. Metode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari prosedur-prosedur : analisis, desain, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian berupa algoritma tata potong yang dimmplementasikan dapat menghasilkan efisiensi untuk tiap lembar plat baja : 24 set untuk produk coolant box, 12 set untuk produk keys box, 6 set untuk paper trays, dan 6 set untuk tools box. Disarankan agar pembelajaran praktik kerja plat dapat menerapkan algoritma tata potong untuk sebuah lembaran plaat baja utuh berukuran 2.400 mm x 1.200 mm.
Ali Sai'In, Eko Saputra, Wahyu Isti Nugroho, Rudino Tuqo Hardian
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 391-400; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3027

Abstract:
Seeing the situation of animal feed needs which tend to increase every year, it must be accompanied by the procurement of production machines to reduce the productivity of corn. Corn sheller machine is a tool that serves to release corn kernels from the cob. Along with technological developments that continue to progress, many production machines have sprung up such as corn shellers ranging from those that are operated manually to automatic. Each machine has different advantages and disadvantages. In the design of this corn sheller machine the main driver uses an electric motor. The design of this corn sheller machine aims to help ease the burden on corn farmers in particular. At first the corn shelling was done manually, then it developed using a large selep machine but the costs incurred were relatively expensive. The design of a two-cylinder corn sheller machine uses an electric motor to determine the appropriate design and construction of the corn sheller machine. In this machine there is no corn diameter limit for the shelling process in other words this machine is designed for all sizes of corn. In this design using several stages, namely first planning the design of the engine frame, electric motor, pulley and v-belt ratio and the calculation of the shaft. The result of the design is a machine design that is 1200 mm long, 1200 mm wide and 800 mm high. The sheller machine is driven using an electric motor of 500 watts, Rpm 1400 with a transmission system using a pulley and a v-belt ratio of 1: 1. There is no limit to the diameter of corn kernels in the shelling process using this machine. So it can be concluded that this machine has an effective design and sufficient shelling results, able to reduce post-harvest costs for corn farmers.
Febri Budi Darsono, Akhmad Nurdin, Rahmat Doni Widodo, Rusiyanto Rusiyanto
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 311-318; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2498

Abstract:
Desain kekuatan turbin air propeller berdasarkan ketahanan terhadap pembebanan gaya aksial dari air. Pembebanan gaya aksial pada turbin air propeller menyebabkan tegangan bending pada sudu dan berpotensi terjadi kegagalan sudu pada struktur turbin. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kekuatan modifikasi desain geometri turbin air propeller, yaitu penambahan fillet pada sisi hub sudu dan penambahan ketebalan sudu. Pengambilan data penelitian ini dengan Metode Elemen Hingga menggunakan Solid Works Simulation 2016 dan pembebanan pada sudu dengan tekanan statik. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi desain geometris dengan penambahan ketebalan sudu lebih meningkatkan faktor keamanan dibandingkan penambahan fillet pada sisi hub sudu.
Hasdiansah Hasdiansah, Sugiyarto Sugiyarto
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 319-328; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2519

Abstract:
Teknologi FDM (Fused Deposition Modelling) merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk membuat objek 3D. FDM sering disebut sebagai teknologi yang sudah mampu mengubah dunia manufaktur dewasa ini. Namun teknologi FDM memiliki kelemahan karena teknologi ini menggunakan proses building per layer membuat permukaan yang dihasilkan terlihat memiliki garis yang menunjukan batas antar layer sehingga mempengaruhi kekasaran pada permukaan produk cetak. Penelitian ini menggunakan filamen Super Tough PLA (ST.PLA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter proses terhadap kekasaran permukaan objek cetak dan untuk mengetahui seting parameter proses yang menghasilkan kekasaran permukaan terbaik dari parameter proses yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi dengan matriks ortogonal L25(56). Parameter proses yang akan dipilih dan dianalisis dalam penelitian ini adalah layer thickness, printing speed, nozzle temperature, orientation, flowrate, cooling speed dan respon yang diamati adalah kekasaran permukaan objek cetak. Untuk mengatasi permasalahan noise (gangguan) maka dicetak masing-masing tiga kali replikasi Selanjutnya parameter proses tersebut akan dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA). Berdasarkan data hasil pengukuran kekasaran permukaaan objek cetak, maka diperoleh parameter proses yang memberikan pengaruh paling besar terhadap kekasaran permukaan objek cetak dengan menggunakan filamen ST-PLA adalah layer thickness dengan nilai F hitung sebesar 129,96, flowrate dengan nilai F hitung sebesar 6 dan orientation dengan nilai F hitung sebesar 3,03. Seting parameter proses yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan terbaik objek cetak adalah 0,10 mm yaitu pada eksperimen nomor lima (Exp. No. 5) dengan rata-rata 12,61 µm, dengan pengaturan layer thickness, 45 mm/s pada pengaturan printing speed, 210˚C pada nozzle temperature, 0˚ pada orientation, 110% pada pengaturan flowrate dan 40% pada pengaturan cooling speed. Seluruh parameter proses tersebut disetting pada slicing software ideamaker 3.6.1. dalam menghasilkan G-Code objek cetak.
, Farika Tono Putri, Rizkha Ajeng Rochmatika, Hartanto Prawibowo
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 437-446; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3072

Abstract:
Kerupuk merupakan makanan ringan yang banyak digemari oleh masyarakat. Pengolahan kerupuk yang dilakukan oleh UKM di Indonesia masih dilakukan secara konvensional, mulai dari pembuatan adonan hingga pemotongan adonan. Hal ini tentunya mengakibatkan produktivitas dan kapasitas produksi rendah. Untuk meningkatkan produktivitas perlu adanya penerapan teknologi tepat guna yang dapat digunakan dalam proses produksi. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan mesin pemotong kerupuk semi otomatis guna meningkatkan produktivitas dan kapasitas produksi melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode penelitian yang digunakan ialah riset development yang terdiri dari: (1) Identifikasi kebutuhan terkait spesifikasi mesin yang akan dibuat, (2) Pembuatan alternatif desain dengan menggunakan bantuan software Computer Aided Design (CAD), (3) Pemilihan desain mesin yang akan dibuat, (4) Proses pembuatan mesin, dan (5) Pengujian mesin. Mesin pemotong kerupuk ini dirancang semi otomatis yang memiliki kapasitas output 60 kg/jam yang dapat memotong adonan kerupuk dengan dimensi panjang dan ketebalan sebesar 120 mm x 4 mm. Berdasarkan hasil pengujian, mesin tersebut dapat memotong kerupuk dengan baik dan sesuai dengan dimensi yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar 200%.
Bambang Sudjasta, Purwojoko Suranto, Donny Montreano, Reda Rizal
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 329-344; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2600

Abstract:
The purpose of this study was to design a 3 Gross Tonnage (GT) fishing boat with a speed of 6 knots to obtain the shape and size of the vessel that is suitable for the water area that using the solar panel energy system. The ship was planned to travel about a maximum of 18 Km from the departure point. The steps of the research method for the design of fishing vessels include determining the principal size of the ship, making line drawings, drafting a general plan, construction design, ship tonnage capacity, electricity requirements, and then designing solar panel energy systems. This research resulted in a ship design with a length of 8 meters, 1.75 meters wide, and 1.3 meters high. Those specifications are used as constraints to determine the number of solar panels and batteries. To satisfy all of the goals, the 3 GT boat has limited 0.9KWh solar panels to travel for 9.7 NM (18 KM) at a speed of 6 knots, forcing daytime and night fishing fishermen to idle for 1 day. The difference is in the number of night fishing batteries that are 49% more than the daytime fishing which using 25 pcs 3.2V 100Ah. With the use of 51 pcs of battery, night fishing can move into daytime fishing so that it can fish more frequently than night fishing mode only
Ampala Khoryanton, Adhy Purnomo, Farika Tono Putri, Miftah Nashrullah
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 417-424; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3059

Abstract:
PT Todda Perkasa Semarang merupakan ukm yang berkecimpung dalam industri produksi peralatan dapur, alat pengolah makanan dan rumah potong ayam. Material yang digunakan adalah stainless steel untuk membuat produk-produknya. Saat ini produk hanger/gantungan ayam merupakan produk unggulan di perusahaan ini karena order dari customer (rumah potong ayam) sangat besar mencapai 300 unit per minggu, namun tidak semua order bisa di tangani dengan baik. Perusahaan masih mengalami hambatan dibidang teknologi dan manajemen produksinya. Hanger/gantungan ayam tersebut diproduksi dengan gerinda tangan untuk memotong raw material kemudian dilakukan penekukan dengan mesin bending manual, akibat mesin bending yang masih manual dan mengandalkan tenaga operator sehingga produktivitas produksi hanger/gantungan ayam rendah sehingga perusahaan membatasi penerimaan pesanan produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan redesain mesin bending model rotary dengan penggerak motor listrik, dan melakukan pendampingan teknologi pengoperasaian pada karyawan PT. Todda Perkasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan redesain pada mesin tekuk proses pembuatan dan pengujian alat. Hasil penelitian ini menujukkan hasil redesain sudah sesuai kualitas yang diharapkan serta waktu proses bending dapat dipercepat 656,7 detik
Sulaiman Sulaiman, Sunarso Sugeng, Mohammad Ridwan
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 369-378; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2871

Abstract:
Dalam proses perencanaan kapal, pada tahap pemasangan poros propulsi di kapal, tentu saja diperlukan penyelarasan yang benar. Kesalahan dapat menyebabkan distribusi beban yang tidak merata pada bantalan, akibatnya menyebabkan abrasi yang tidak normal, kondisi kelebihan beban, kelebihan beban dan kerusakan pada bagian bantalan tertentu, hal tersebut berlaku juga kepada struktur yang mendapat beban statis sebagai tumpuannya. perlunya uji numerik untuk proses analisa terjadinya beban berlebih dalam persiapan reparasi bantalan poros propeller sehingga menunjukan karakter hidrodinamik dan beban yang terjadi ketika bantalan dan poros propeller mulai kontak. Tujuan penelitian ini,menganalisis desain bantalan poros propeller untuk direparasi dan untuk mendapatkan performa terbaik dari sistem kontak antara bantalan dengan poros propeller sehingga merepresentasikan perbandingan kinerja dari propeller sebelum dan sesudah perbaikan. Metode perhitungan dengan metode finite elemen berbasis persamaan matematik merepresentasikan tegangan yang terjadi sesuai karakter material bronze ( AlBr dan CuSn) yang diaplikasikan pada performa bantalan proros propeller kapal tipe general cargo seberat 4192 GT. Hasil analisa menunjukan saat putaran propeller pada rpm mesin yang optimum, tegangan maksimum juga terjadi sesuai dengan hasil percobaan temperatur yang terjadi juga semakin tinggi. Pada beban rpm 525 maka shear stress untuk stern tube material AlBr bernilai 978 Mpa dan pada material SnCu bernilai 948 Mpa. Nilai deflect atau cleareance pada setiap posisi setelah dilakukan perbaikan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,4 % dari pengukuran awal sebelum dilakukan reparasi. Proses reparasi menunjukan performa yang cukup baik, rata-rata temperatur kerja yang dihasilkan ketika dilakukan pengujian sea trial menurun dari sebelumnya sebesar 7,5%.
Muchammad Iqbal Riza Firmansyah, Marno Marno, Jojo Sumarjo
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 345-352; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2818

Abstract:
Sampah merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang menjadi masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Dan hampir disemua kota di Indonesia mengalami kendala dalam mengelola sampah. Sama halnya seperti yang terjadi di wilayah Karawang, Jawa barat. Untuk itu pada penelitian ini akan dilakukan perancangan PLTSa sebagai solusi pemanfaatan sampah. Salah satu bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) adalah cerobong. Yang menjadi permasalahan dari pembakaran sampah adalah asap, bau, dan panas yang dihasilkan. Pada penelitian ini penulis membuat mesin cerobong incinerator PLTSa dengan sistem air pollution control untuk mengurangi emisi gas buang hasil pembakaran sampah di incinerator. Dari hasil pengujian cerobong incinerator PLTSa dengan sistem air pollution control suhu output terbesar 35,6℃, untuk uji emisi gas buang kandungan CO pada cerobong sebelum di filter 0,64% dan kadar HC 82 ppm dan setelah menggunakan filter menjadi 0,46% dan kadar HC sebesar 68 ppm. Selanjutnya terjadi juga perubahan pada kandungan CO2, tidak menggunakan filter sebesar 9,7% dan kadar O2 sebesar 10,97%. Ketika menggunakan filter, kandungan CO2 menurun menjadi 6,3% dan kandungan O2 meningkat menjadi 14,11%.
Kartika - Sari, Yazid Zainur Isnen, Nur - Khusaenah, Arifin Nur Muhammad Haryadi, Kamila Fatma Adira
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 409-416; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3057

Abstract:
Material berbahan dasar alam (biomaterial) menjadi alternatif pengganti serat sintetis yang sedang dikembangkan saat ini. Penggunaan serat biomaterial karena memiliki keunggulan yaitu kekuatan dan ketangguhan tinggi, relatif murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biomaterial sebagai peredam bunyi. Bahan dasar alam yang digunakan dalam penelitian adalah serat daun lidah mertua dengan serbuk gergaji. Adapun perbandingan konsentrasi fraksi volume dari serat daun lidah mertua, serbuk gergaji, dan epoksi resin sebesar 20%:30%:50%, 25%:25%:50%, dan 30%:20%:50%. Variasi ketebalan yang digunakan sebesar 2 cm untuk koefisien serap bunyi dan 0,5 cm untuk uji pecah. Pengujian yang dilakukan untuk menentukan nilai koefisien serap bunyi menggunakan metode tabung impedansi pada frekuensi 250-3000 Hz dan pengujian pecah dilakukan dengan metode Charpy. Hasil pengujian koefisien serap bunyi yang optimum dengan konsentrasi 30%:20%:50% sebesar 0,877. Sedangkan, hasil pengujian impak yang optimum dengan konsentrasi 20%:30%:50% sebesar 3,262 J/mm2. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara koefisien serap bunyi dengan uji impak adalah semakin banyak konsentrasi serat daun lidah mertua yang digunakan maka nilai koefisien serap bunyi semakin tinggi karena pori-pori terbentuk semakin banyak di komposit, namun nilai uji impaknya akan menurun. Kesimpulannya bahwa serat daun lidah mertua dan serbuk gergaji dapat digunakan sebagai biomaterial penyerap bunyi.
Hendrix Noviyanto Firmansyah, Ayub Budhi Anggoro, Eni Safriana
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 379-390; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2955

Abstract:
Toe cap merupakan bagian utama dari safety shoes sebagai pelindung diri dari tertimpa benda saat bekerja. Beragam jenis material dapat digunakan dalam pembuatan toe cap asal memenuhi persyaratan salah satunya adalah mampu menahan beban tekan sebesar 15.000 N. Persyaratan yang lainnya adalah dapat menahan beban impak sebesar 200J. Pada penelitian ini dilakukan kajian mengenai jenis material apa saja yang cocok untuk dijadikan bahan pembuat toe cap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membuat model sederhana dalam perangkat lunak MSC Patran/nastran dan memasukkan material yang selanjutnya dilakukan analisa untuk mendapatkan parameter tegangan, masa dan defleksi toe cap. Material yang digunakan adalah steel, aluminum, carbon/epoxy, eglass epoxy, dan kevlar/epoxy. Analisa menunjukkan bahwa material steel memiliki kemampuan paling baik, namun memiliki berat yang paling besar juga. Selain steel kandidat yang aman lainnya adalah aluminum dan carbon/epoxy. Sedangkan material eglass/epoxy dan kevlar/epoxy menurut kriteria Tsai Wu terjadi kegagalan pada layer 5 &1. Berdasarkan pada nilai keamaan, masa dan defleksi, maka carbon/epoxy adalah pilihan yang terbaik.
Ika Yuliyani, Indriyani Sumitra, Muna Indrayana
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 299-310; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2393

Abstract:
Batubara saat ini merupakan salah satu jenis bahan bakar yang banyak digunakan padaPLTU. Pada proses pembakaran batubara selain menghasilkan panas juga menghasilkan partikulat abu yang terbawa bersama gas panas. Partikulat abu batubara memiliki kemampuan untuk menempel pada dinding boiler dan kemampuan menempelnya abu ini terutama dipengaruhi oleh suhu melebur abu (ash fusion temperature, AFT) dan unsur – unsur dalam abu.Ada 2 jenis fenomena menepelnya abu batubara pada dinding boiler, yaitu slagging dan fouling. Hal ini akan berdampak pada penggunaan batubara menjadi lebih banyak dan meningkatkan pekerjaan pemeliharaan boiler. Metode evaluasi indeks slagging dan fouling mengunakan analisa karakteristik batubara melalui perhitungan indeks slagging dan fouling. Analisa karakteristik batubara dengan menggunakan analisis komposisi abu (SiO2, Al2O3, Fe2O­3, CaO, MgO, K2O, Na2O, TiO2, MnO2), ash fusion temperature, analisis proksimat (Kadar air, abu, zar terbang, dan karbon padat), analisis ultimat(C, H, S, N), dan penentuan nilai kalor batubara. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan dengan menggunakan data analisa dari batubara,yaitu analisa proksimate, ultimate dan ash fusion temperature. Berdasarkan evaluasi dan analisa yang diperoleh bahwa abu jenis bituminous dengan kandungan unsur Fe2O3 memiliki pengaruh pada indeks pembentukan slagging dengan hasil indeks slagging lebih rendah, dan abu jenis lignit dengan unsure kandungan CaO dan MgO sangat mempengaruhi besar nilai indeks pembentukan slagging dengan hasil indeks slagging lebih tinggi jika dibandingkan dengan batubara jenis bituminus. Begitujuga halnya dengan kandungan Na2O pada abu bituminous dan lignit menjadi unsur yang berpengaruh ini selain indeks pembentukan fouling.
Harlian Kadir, Riswanda Riswanda, Abdul Syukur Alfauzi, Bambang Sumiyarso
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 457-466; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3080

Abstract:
Makalah ini difokuskan pada pengaruh kondisi parameter pengelasan MAG (Metal Active Gas) terhadap sifat kekerasan daerah HAZ, dan struktur mikro sambungan las baja tidak sejenis. Dalam industri Fabrikasi dan disain difokuskan pada kebutuhan untuk menggabungkan logam yang tidak sejenis, karena kebutuhan atau prasyarat Teknik baru disain yang kreatif dan sifat rancangan khusus. Baja karbon rendah Hypoeutektoid (AISI 1015) dan baja tahan karat austentik (304L SS) dipilih dalam penelitian ini. Arus las digunakan dengan tiga variasi yang berbeda pada 120A, 130A dan 140A. Pengelasan MAG menggunakan kawat elektroda padat ER70S6, dengan diameter 1,2 mm. Identifikasi struktur makro di daerah terpengaruh panas (HAZ) dan kekerasan mikro vickers dan pengujian tarik dilakukan untuk setiap spesimen hasil las. Struktur makro sambungan las yang berbeda menunjukkan hasil pada variasi arus las 120A, kualitas sambungan las dan penetrasi lebih baik, jika dibandingkan dengan yang menggunakan arus las 130A dan 140A yang memiliki penetrasi berlebihan. Hasil kekerasan mikro vickers pada logam las lebih tinggi jika dibandingkan dengan logam induk dan baja hypoeutektoid (AISI 1015) dan baja tahan karat austenitik AISI 304L, dan kekerasan vickers pada logam las juga lebih tinggi karena pengaruh elektroda kawat padat ER70S6 yang digunakan. Haisl pengujian kekuatan tarik dan kekuatan luluh sambungan las MAG meningkat pada 120A dan 140A, dan patahan terjadi ada pada baja hipo euctektoid (AISI 1015) dibatas antara daerah yang terpengaruh panas dan logam induk. Dari penelitian ini didapatkan bahwa sambungan las MAG dengan arus las 120A lebih baik digunakan untuk penyambungan logam tidak sejenis antara baja karbon rendah (AISI 1015) dan baja tahan karat austenitik (AISI 304L).
Yusuf Dewantoro Herlambang, Kurnianingsih Kurnianingsih, Anis Roihatin, Fatahul Arifin
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 447-456; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3077

Abstract:
Seiring peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia serta menipisnya jumlah energi fosil dilakukan pengembangan energi baru terbarukan yang bebas polusi salah satunya yakni pemanfaatan energi hidrogen. Mesin fuel cell merupakan aplikasi pengembangan energi hidrogen yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Proton Exchange Membrane (PEM) fuel cell merupakan salah satu jenis fuel cell yang mampu beroperasi pada temperatur rendah dan menghasilkan efisiensi sekitar 40-60%. Pada penelitian sebelumnya kinerja dari mesin PEM fuel cell kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan modifikasi pada bagian komponen HHO generator yakni dengan mengubah dari tipe wet cell menjadi dry cell. Pengubahan ini didasari kelemahan tipe wet cell dimana hasil debit gas hidrogen rentan tercampur dengan uap air akibat kenaikan temperatur pada larutan elektrolit sehingga menyebabkan terjadinya penguapan. Hasil dari modifikasi ini yakni debit gas hidrogen yang mana setelah dilakukan modifikasi pada arus masukan 20 A dan konsentrasi KOH 0,5 M terjadi peningkatan debit sebesar 0,306 mL/s, kemudian pada 1 M terjadi peningkatan debit sebesar 1,434 mL/s, serta pada 1,5 M meningkat sebesar 5,439 mL/s. Namun demikian meski debit HHO generator, yang mana daya masukan fuel cell, meningkat efisiensi dari fuel cell justru menurun karena maksimum tegangan keluaran fuel cell sesuai spesifikasi hanya mencapai 2,3 V - 3 V, sehingga daya input masukan fuel cell tinggi namun daya keluaran fuel cell tetap sesuai dengan spesifikasi yang tentunya mengakibatkan nilai efisiensi fuel cell menurun. Secara keseluruhan hasil tertinggi efisiensi dari HHO generator mencapai 85,86% sedangkan efisiensi fuel cell mencapai 4,6%.
Suharto Suharto, Sarana Sarana, Ahmad Khilmi Hidayat, Febrya Yoga Pratama, Mahdelia Fa’Iq Alamsyah, Yanuar Ilham Ramadhan, Eko Saputra
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 425-436; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.3069

Abstract:
Proses pengeringan gitar pada produksi gitar di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih menggunakan cara manual seperti mengeringkan di luar ruangan, hal ini tentu akan memperlambat proses produksi karena masih mengandallkan bantuan sinar matahari dan udara. Proses pengeringan gitar yang baik memiliki peran penting khususnya dari segi estetika dalam pembuatan gitar. Kualitas permukaan gitar diharapkan memiliki tingkat kehalusan yang baik dan tanpa debu. Oleh karena itu, metode pengeringan gitar yang baik sangat diperlukan oleh UMKM. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menganalisa sistem overhead chain conveyor untuk pengeringan gitar dengan penggerak motor listrik 1 HP. Penelitian ini dilakukan untuk menangani permasalahan pengeringan gitar agar efektif dan meminimalisir adanya debu pada permukaan gitar. Alat bantu pengeringan gitar ini menggunakan kendali forward reverse untuk sistem kendalinya dengan penggerak motor induksi. Pada hasil, analisa dan evaluasi dilakukan dengan pengujian terhadap efisien waktu proses pengeringan gitar. Pada penelitian ini, diperoleh waktu pengeringan tercepat pada 40 menit. Hal ini mampu memangkas waktu 15 menit dari metode pengeringan yang ada sebelumnya. Cepatnya waktu pengeringan ini tentu akan mendorong produktivitas pada UMKM.
Mochammad Karim Al Amin, Suthoni Yoga Firiambodo, Endang Pudji Purwanti, Eriek Wahyu Restu Widodo, Dika Anggara
Published: 30 December 2021
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 359-368; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i3.2855

Abstract:
Salah satu jenis proses pengelasan yang banyak digunakan di dunia industri Kereta Api adalah proses resistance spot welding. Proses pengelasan ini mempunyai banyak keunggulan pada pengelasan pelat tipis dengan menggunakan sambungan tumpang yang diaplikasikan pada side wall kereta api. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi parameter pengelasan yang meliputi current, weld time, dan pulsation terhadap shear strength, struktur mikro dan diameter nugget. Material yang digunakan adalah material SA-240 tipe 304 dan SA-240 tipe 201 dengan ketebalan 2 mm untuk material SA-240 tipe 304 dan tebal 3 mm untuk material SA-240 tipe 201. Pengujian shear strength diperoleh parameter resistance spot welding semakin tinggi, maka nilai shear strength juga semakin tinggi. Strukturmakro didapatkan semakin tinggi current, weld time, dan pulsation, maka nugget semakin lebar. Sedangkan pada hasil uji mikro pada daerah base metal struktur yang tebentuk adalah austenite, sedangkan pada daerah HAZ dan weld metal adalah struktur ferrit dan austenite. Ukuran butir pada daerah HAZ yang semakin mendekat ke daerah weld metal ukuran butirnya menjadi semakin besar. Struktur mikro yang terbentuk pada weld metal bentuknya memanjang (columnar grains) ke daerah yang mengalami pembekuan paling akhir.
Suherman Suherman, Sarjianto Sarjianto, Nisfan Bahri, Ali Sai'In
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 249-254; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2615

Abstract:
Pemilihan proses pengecoran dan laju pendinginan sangat menentukan morfologi partikel autektik silicon yang dihasilkan pada aluminium paduan. Proses pendinginan aluminium paduan dengan metode pengecoran metode Lost Foam Casting (LFC) berjalan sedikit lambat sehingga menghasilkan sifat mekanis yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan modifier Sr pada aluminium A356 pada struktur mikro dan sifat mekanis dengan metode LFC. Aluminium A356 ditambahkan kedalam logam cair sesaat sebelum dituangkan kepermukaan pola polystyrene yang telah dilapisi bahan refaktori. Penambahan modifier Sr dipelajari pengaruhnya terhadap perubahan struktru mikro dan sifat mekanis (kekerasan, kekuatan impak dan kekuatan tarik). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya perubahan partikel autektik silicon dari bentuk acicular ke bentuk berserabut. Nilai kekerasan, kekuatan tarik maksimum dan kekuatan impak meningkat masing-masing sebesar 27%, 26% dan 22% setelah penambahan.
Dhimas Satria, Haryadi Haryadi, Rina Lusiani, Erni Listijorini, Nidya Jullanar Salman, Andi Abdillah
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 189-199; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2507

Abstract:
Ikan bandeng adalah salah satu produk hasil perikanan yang menjadi produk unggulan di Provinsi Banten. Kualitas kesegaran ikan bandeng menjadi sesuatu yang harus dipenuhi oleh produsen ikan bandeng. Permasalahan terkait kesegaran ikan bandeng ini yang sering terjadi mengingat penjualan yang tidak selalu habis, sementara ikan bandeng dapat bertahan hanya dalam 24 jam tanpa ada proses pengawetan sebelumnya. Disamping itu, pada ikan bandeng memiliki susunan jaringan yang longgar, kandungan nutrisi dan juga kandungan air yang cukup tinggi sehingga menjadi media pertumbuhan mikroba yang dapat menyebabkan ikan bandeng menjadi lebih mudah mengalami penurunan kualitas atau pembusukan (perishable food). Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan analisa pemilihan konsep desain alat pirolisis yang berfungsi untuk memproduksi asap cair melalui proses pembakaran suhu tinggi dengan sedikit O₂, dengan konstruksi yang sederhana sehingga tidak membutuhkan keahlian khusus bagi pengguna pemula. Metodologi yang dipergunakan dalam menganalisa pemilihan konsep desain alat pirolisis asap cair untuk pengawetan ikan bandeng adalah menggunakan metode Pahl and Beitz dan juga metode Quality Function Deployment. Hasil penelitian adalah mendapatkan varian terbaik yaitu Varian 4 yaitu gas LPG – udara – terbuka – counter flow. Adapun keseluruhan pemilihan konsep desain alat pirolisis asap cair untuk pengawetan ikan bandeng yaitu: proses pembakaran mengunakan gas LPG, proses pendinginan menggunakan air, mekanisme pembakaran adalah tertutup (menggunakan drum), arah aliran kondensor adalah counter flow (berlawanan arah), dan konsep bentuk alat adalah silinder.
Padang Yanuar, Ampala Khoryanton, Gio Oktariza
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 279-285; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2864

Abstract:
Injektor merupakan salah satu komponen di mesin diesel yang berfungsi sebagai aktuator ujung sistem bahan bakar diesel dengan fungsi untuk mengabutkan solar bertekanan kedalam ruang bakar. Pengetesan injektor merupakan salah satu metode perawatan yang digunakan untuk mengetahui kondisi injektor, pengetesan injektor secara manual membutuhkan waktu yang tergolong lama dan tidak ramah lingkungan. Cara kerja Injektor tester manual yaitu dengan cara memompakan tuas yang terhubung dengan pressure gauge yang menyebabkan bahan bakar mengalir ke injektor, jika tekanan sudah tercapai maka bahan bakar akan keluar dari injektor. Tujuan dari makalah ini adalah menyampaikan hasil rancang bangun alat uji injektor dengan desain yang efektif dan efisien. Metode penelitian ini meliputi identifikasi masalah, studi pustaka, serta rancang bangun alat. Hasil yang diperoleh adalah alat uji injektor mampu digunakan untuk menguji 4 injektor secara bersamaan dengan dilengkapi motor sebagai penggerak serta dilengkapi penampungan bahan bakar hasil pengujian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rancang bangun alat uji injektor dengan motor penggerak dapat mempersingkat waktu pengujian dan dapat melindungi lingkungan dari cemaran bahan bakar yang keluar dari alat uji.
Iman Saefuloh, Zakaria Zakaria, Agus Rohmat, Rina Lusiani, Miftahul Jannah, Sunardi Sunardi, Ipick Setiawan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 241-248; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2582

Abstract:
Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh kecepatan putar pengadukan dan treatment temperatur proses electroless pada baja karbon rendah ASTM A36 terhadap kualitas lapisan permukaan berdasarkan nilai ketahanan terhadap korosi dan nilai kekerasan serta morfologi permukaan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan. kecepatan pengadukan yang digunakan antara lain 250,300, dan 350 rpm, dan proses treatment temperatur 500 sengan waktu 120 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kenaikan kecepatan pengadukan menghasilkan ketahanan korosi yang kurang baik dimana laju korosi tertinggi mencapai nilai 7.123 mm/year. namun nilai ketahanan terhadap korosi semakin membaik ketika diberi perlakuan panas. Nilai laju korosi terendah terdapat pada kecepatan 250 rpm yaitu 1.212 mil/year. Untuk nilai kekerasan dihasilkan hubungan semakin besar kecepatan putaran pengadukan semakin meningkat nilai kekerasannya. Namun bila dibandingkan nilai kekerasan hasil proses perlakuan temperatur dan non perlakuan maka nilai kekerasan terbaik dimiliki oleh proses perlakuan temperatur
Yusuf Dewantoro Herlambang, Supriyo Supriyo, Budhi Prasetiyo, Teguh Harijono Mulud
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 272-278; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2860

Abstract:
Energi angin merupakan sumber energi terbarukan yang sangat melimpah di Indonesia, karena merupakan negara tropis yang memiliki potensi angin yang cukup besar. Penelitian ini difokuskan pada turbin angin Savonius poros vertikal karena mampu menerima aliran angin dari segala arah. Tujuan penelitian ini adalah membuat turbin Savonius putaran rendah menggunakan generator sinkron permanen magnet untuk meningkatkan kinerja pada kondisi kecepatan angin yang berbeda. Metode penelitian ini adalah merancang, membuat, menguji alat, dan menganalisis kinerja turbin Savonius pada kecepatan angin 5 m/s, 7 m/s, 9 m/s, dan 11 m/s. Turbin Savonius ini memiliki dimensi rangka sudu tinggi 700 mm dan dimensi sudu turbin tinggi 800 mm, lebar diameter sudu 680 mm. Mekanisme transmisi menggunakan v-belt dan pulley berdiameter 60 mm dan 120 mm yang dihubungkan dengan generator sinkron magnet permanen, Sedangkan tinggi rangka penyangga 750 mm dilengkapi denga roda jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pembebanan 5 W menghasilka putaran generator rata-rata 520 rpm dan daya generator sebesar 5,29 W.
Kristinah Haryani, Hargono Hargono, Noer Abyor Handayani, Hendra Harles, Sheila Amanda Putri
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 132-139; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2186

Abstract:
Bioetanol merupakan anhydrous alkohol yang dapat diproduksi dengan cara fermentasi pati. Sorgum mengandung pati yang cukup tinggi sebesar 74,63g / 100g bahan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Pembuatan etanol berbahan baku pati sorgum ada dua metode yaitu Separated Hydrolysis Fermentation (SHF) dan Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan proses yang tepat untuk memproduksi etanol dari pati sorgum dengan membandingkan metode fermentasi SSF dan SHF. Untuk masing masing proses digunakan variabel konsentrasi pati sebesar 10%, 20% (berat/volume) dan Saccharomyces Cereviciae sebagai yeast saat proses fermentasi sebesar 5%, 7%, 9% dari berat pati. Enzim StargenTM sebesar 1ml/100gram pati sorgum digunakan untuk membantu proses hidrolisis. Dari hasil fermentasi selama 72 jam menunjukkan bahwa sorgum yang difermentasi dengan metode SSF menghasilkan lebih banyak etanol sebesar 111,944 gram/liter dibandingkan metode SHF sebesar 108,645 gram/liter dengan konsentrasi pati sebesar 20% (berat/volume) dan yeast 9% w pati.
Dwi Basuki Wibowo, Gunawan Dwi Haryadi, Eko Saputra
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 165-171; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2435

Abstract:
Pemindaian 3D telah banyak diterapkan di berbagai bidang kedokteran, forensic, anthropology, anthropometry, topography, hingga reverse engineering. Penelitian ini mengkaji pemindaian 3D telapak kaki dan cara menghasilkan koordinat kontur xyz–nya. Alat pemindai yang digunakan adalah 3D scanner for foot orthotic buatan Vismach Technology China yang dilengkapi software untuk menghasilkan luaran berekstensi standard dxf/stl/wrl/obj/ply/asc. Koordinat kontur xyz diperoleh dari software AutoCAD dan MS Excel yang sudah terdapat coding khusus untuk membaca koordinat dari file AutoCAD. Struktur data koordinat xyz di MS Excel berbentuk baris pertama menyatakan ujung jari jempol dan baris terakhir menyatakan ujung tumit. Dari hasil koordinat ini evaluasi panjang dan lebar telapak kaki, menentukan ukuran sepatu, mendesain sepatu orthotic bagi penderita flat foot dan calcanea spur, dan pembagian area telapak kaki untuk pengukuran beban menjadi mudah dilakukan. Disamping itu luaran scanner berbentuk 3D mesh dan citra berekstensi stl bermanfaat dalam memodelkan kontak telapak kaki menggunakan MEH serta merancangbangun prototype sol sepatu dengan bantuan software SOLIDWORKS dan Rhinoceros.
Farika Tono Putri, Galih Luthfiansyah, Ragil Tri Indrawati, Budhi Prasetyo, Slamet Priyoatmojo
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 286-297; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2865

Abstract:
Industri kosmetik adalah industry yang bertumbuh dengan sangat pesat. Tumbuhnya industry kosmetik tersebut menjadikan industry lain yang berhubungan dengan kosmetik turut berkembang. Slah satunya yaitu industry pengemsan. Proses penempelan selotip pada layer karton yang masih manual dikerjakan oleh operator dengan alat potong berupa cutter mengakibatkan seuah industry tidak mampu memenuhi demand konsumen. Pada penelitian ini diekmbangkan sebuah mesin selotip semi otomatis dengan harga yang murah dna mudah dioperasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kapasistas produksi melalui penggantian metode produksi dari konvensional ke semi otomatis. Hasil penelitian menunjukkan efektifitas cycle time sebesar 72% dengan mesin selotip semi otomatis. Kapasitas produksi pun naik 118%.
Fakhrul Widyantama, Doddy Suanggana, Gad Gunawan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 16, pp 234-240; https://doi.org/10.32497/jrm.v16i2.2577

Abstract:
Energi air adalah salah satu energi alternatif dengan potensi yang sangat besar di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang memanfaatkan turbin air. Turbin yang dapat digunakan adalah turbin air jenis savonius dengan dua sudu. Dalam penelitian ini dibahas pengaruh pelat lengkung terhadap performa yang dihasilkan turbin air dengan menggunakan metode simulasi CFD. Dengan tiga variasi berupa pelat lengkung ukuran ½ sisi turbin dan ¼ sisi turbin serta tanpa pelat lengkung. Hasil akhir berupa hasil performa turbin air tanpa pelat dan performa turbin air dengan dua variasi Pelat lengkung.. Data yang didapatkan pada hasil simulasi adalah data torsi aktual turbin. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu performa yang dihasilkan turbin Savonius dengan pelat lengkung lebih baik dari performa yang dihasilkan tanpa penggunaan pelat lengkung. Pengujian dengan penggunaan Pelat lengkung ukuran ½ sisi, pelat lengkung ukuran ¼ sisi, dan tanpa pelat lengkung didapatkan bahwa dengan penggunaan pelat lengkung ukuran ¼ sisi menghasilkan menghasilkan koefisien daya yang tertinggi yaitu 0,049 dan daya turbin sebesar 1,56 Watt pada TSR 0,3.
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top