Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Rekayasa Mesin: 63

(searched for: journal_id:(4328075))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Yosef Teddy Budianto, Arka Dwinanda Soewono, Marten Darmawan
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 183-190; doi:10.32497/jrm.v15i3.1994

Abstract:
Dalam industri manufaktur modern, 3D Printer dan Laser Engraver merupakan dua fungsi dasar yang dapat mewujudkan objek rancangan 3D sesuai dengan fungsi yang diinginkan secara cepat dan ekonomis. Meskipun demikian, secara umum dalam prakteknya seringkali kedua fungsi tersebut hanya dapat dipenuhi oleh dua jenis alat berbeda. Tentu saja hal ini akan berdampak pada tingginya biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pelaku-pelaku industri manufaktur, baik dari segi biaya operasional, biaya pengadaan, waktu produksi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan perancangan alat berbiaya rendah yang dapat mengintegrasikan dua fungsi yaitu 3D Printer dan Laser Engraving. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem alat yang dapat mengintegrasikan fungsi 3D printer dan Laser Engraver dengan hanya memvariasikan head sehingga dalam penggunaanya, head dapat diganti dari 3D Printer ke Laser Engraver dan juga sebaliknya. Pengujian fungsi 3D printer dilakukan berdasarkan fenomena bridging, overhang, dan oozebane melalui variasi parameter sehingga dihasilkan pengaturan optimal pada suhu hotend 185 °C, suhu heated bed 50 °C dan feedrate cetak 25 mm/min sehingga didapat akurasi dan kepresisian pada proses 3D Printer dengan material PLA sebesar 0,1 mm. Sedangkan pada pengujian fungsi Laser Engraver didapat penandaan (marking) yang optimal pada jarak head laser 75 mm, sedangkan kecepatan gerak optimum pada material kardus sebesar 400 mm/min, dan material triplek pada 300 mm/min.
Gilang Aji Prayoga, Iman Saefuloh, Agus Pramono
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 191-198; doi:10.32497/jrm.v15i3.1988

Abstract:
Al 6061 memiliki sifat mekanik yang unggul antara lain bobot ringan, mampu las baik, ketahanan korosi baik serta harga yang murah, tetapi memiliki kelemahan dalam hal kekuatannya. Salah satu metode efektif untuk meningkatkan kekuatan adalah menambahkan beberapa material seperti SiC, hal ini dikenal sebagai Aluminium Matrix Composites. AMC (Aluminium Matrix Composites) adalah jenis material komposit logam dengan aluminium sebagai matriks dan serbuk SiC sebagai penguat. Proses pembuatan AMC tidak mudah karena matrik dapat membentuk gumpalan. Maka dari itu metode stir casting sangat efektif karena dapat menghasilkan AMC yang merata dan memecah gumpalan tersebut. Untuk menambah ketangguhan material pada penelitian ini diberi penguat kawat baja SS201 dan plat SS316 yang kemudian penggabungannya menggunakan metode cor. Pola susunan plat baja SS316 dan kawat baja SS201 pada AMC berpengaruh terhadap ketangguhan dan ketahanan balistik. Penambahan kawat dan plat baja dengan pola susunan yang membentuk piramida sesuai dengan kekuatan materialnya pada AMC terbukti menghasilkan tahan balistik yang baik dengan bobot yang ringan.
Suyadi Suyadi, Ariawan Wahyu Pratomo, Paryono Paryono, Poedji Haryanto, Mochamad Denny Surindra
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 220-228; doi:10.32497/jrm.v15i3.1946

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah menaikkan nilai tambah sampah plastik menjadi produk klem pemegang pipa paralon dengan proses compression molding di bengkel teknik mesin Polteknik negeri Semarang. Sampah plastik yang sering kita jumpai disekitar kita adalah jenis Polyethylene Terephthalate (PET) dari bekas kemasan air mineral dan Polypropylene (PP) dari bekas alat rumah tangga seperti ember, kursi dan lain-lainya, agar mengurangi beban lingkungan maka perlu di daur ulang menjadi produk klem pemegang pipa paralon dengan proses compression molding, dari hasil penelitian diperoleh kekuatan tegangan bengkok produk klem plastik penjepit paralon yaitu bahan plastik daur ulang PP menghasilkan kekuatan/tegangan bengkok sebesar σb=4,67 N/mm2, dan bahan plastik daur ulang PET menghasilkan kekuatan/tegangan bengkok sebesar σb=4,325 N/mm2.
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 212-219; doi:10.32497/jrm.v15i3.2014

Abstract:
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang morfologi dan distribusi dari partikel penguat pada MMC sangat diminati karena terjadi suatu perdebatan dimana komposit dengan distribusi partikel jaringan memiliki kekuatan yang lebih baik dari distribusi merata. Perlakuan panas memiliki peran penting terhadap morfologi dan mendistibusikan ulang penguat partikel dipermukaan matriks yang bertujuan memperbaiki kekuatan mekanik dari komposit. Perlakuan panas pada komposit dapat menyebabkan penguat partikel tumbuh menjadi lebih besar dengan bentuk yang berbeda dan merubah distribusi partikel pada permukaan matriks yang berakibat menurunnya kekuatan mekanik. Oleh karena itu deformasi panas digunakan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan partikel. deformasi panas juga memiliki peran untuk merubah struktur jaringan dari pola distribusi penguat partikel.
Mardiyono Mardiyono, Hilman Fadillah
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 171-175; doi:10.32497/jrm.v15i3.1779

Abstract:
Beban refrigerasi pada ruang pembekuan dan ruang palkah di KM. Harapan Sri Jaya terdiri dari beban produk dan beban non produk. Pada ruang pembekuan, beban kalor yang harus ditanggung berasal dari beban produk, beban infiltrasi dan beban transmisi. Pada ruang palkah beban kalor yang harus ditanggung berasal dari beban infiltrasi, beban transmisi dan beban internal. Beban keseluruhan yang harus ditanggung oleh ruang pembekuan dan ruang palkah adalah penjumlahan dari beban di ruang pembekuan dan ruang palkah. Besarnya beban tersebut adalah 56 kW. Faktor keamanan dalam perhitungan beban kalor adalah sebesar 15% sehingga besarnya beban kalor yang ada di ruang pembekuan dan ruang palkah adalah sebesar 56 kW + ( 15 % x 8,92 kW ) = 56 kW + 8,92 kW = 68.4 kW. Diketahui total beban kalor refrigerasi adalah sebesar 68,4 kW dan daya kompresor yang penulis ketahui pada spesifikasi yaitu 29,84 kW jika 3 kompresor dinyalakan secara bersamaan maka akan menghasilkan daya (29,84 kW x 3 = 89,52 kW). Dengan demikian dapat diketahui masing – masing kompresor menerima beban kalor sebesar 22,84 kW dimana (68,4 kW : 3 kompresor = 22,84 kW). Maka persentase dari perbandingan beban kalor refrigerasi terhadap daya motor penggerak kompresor adalah 76 %.
Muhammad Khafidh, Abdullah Firdaus, Ilham Akbar Velayati
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 176-182; doi:10.32497/jrm.v15i3.1977

Abstract:
Khitan atau sunat (sirkumsisi) merupakan proses tindakan medis berupa pembuangan sebagian dari kulit luar penis (prepusium) yang membungkus kepala penis (glans). Di Indonesia, khitan banyak dilakukan pada anak laki-laki ketika mencapai masa usia 7 sampai 12 tahun. Tindakan khitan dapat dilakukan oleh berbagai profesi tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, dan mantri sunat. Untuk melatih keterampilan tindakan khitan, salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan alat peraga khitan sebagai sarana latihan memotong dan menjahit kulit penis. Tetapi, alat peraga khitan masih minim ditemukan di Indonesia. Salah satu poin penting dari alat peraga khitan adalah adanya kulit sintetis yang sifat mekaniknya mirip kulit asli agar ketika latihan memotong dan menjahit mempunyai feeling yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menganalisis sifat mekanik karet jenis silikon sebagai material pengganti prepusium pada alat peraga khitan. Pengujian sifat mekanik dari prepusium dan karet silikon menggunakan Dynamic Mechanical Analyzer (DMA). Hasil penelitian menunjukkan modulus elastisitas prepusium dan silikon mempunyai tren yang sama, tetapi mempunyai nilai eksak yang berbeda. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap beberapa praktisi khitan di Yogyakarta, kulit sintetis mudah dipotong dan dijahit serta mempunyai feeling yang mendekati sebenarnya.
Riza Muharni
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 207-211; doi:10.32497/jrm.v15i3.1996

Abstract:
Ti6Al4V ELI merupakan paduan Titanium yang dipakai untuk implan karena memiliki kekuatan mekanis yang baik dan biokompatibilitas terhadap tubuh tetapi material ini kurang bioaktif sehingga perlu dilapisi hidroksiapatit (HA). Tujuan penelitian ini untuk melihat pelapisan hidroksiapatit pada permukaaan material. Penelitian ini tentang pelapisan hidroksiapatit nano dengan metoda elektro phoretik deposition (EPD) pada Ti6Al4V ELI dengan tegangan 5 V dan waktu 5 menit setelah itu di sintering suhu 800ºC. Hasilnya lapisan permukaan material merata, padat, homogen dan tidak ada tracking yang diamati dengan scanning elektron microscopi (SEM).
Muhammad Imam Ammarullah, Amir Putra Md Saad, Ardiyansyah Syahrom, Hasan Basri, Jamari Jamari
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 237-243; doi:10.32497/jrm.v15i3.1993

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk menganalisa tekanan kontak pada permukaan acetabular cup dengan dan tanpa paplikasi permukaan bertekstur. Kontribusi utama dari studi ini adalah mempelajari efek penambahan dimple terhadap tekanan kontak yang berkorelasi terhadap keausan yang terjadi. Pendekatan dengan menggunakan perangkat lunak dilakukan dengan melakukan pemuatan fisiologis sambungan tulang pinggul secara 3D dalam kondisi berjalan normal. Analisa tekanan kontak dilakukan secara kontak langsung dan deskritasi elemen hingga dengan metode dua kutub dilakukan untuk memberikan hasil tekanan kontak yang akurat. Hasil menunjukkan bahwa model total hip arthroplasty dengan penambahan dimple dapat mengurangi tekanan kontak untuk seluruh fase dalam satu siklus penuh yang menjelaskan bahwa penambahan dimple pada permukaan acetabular cup di total hip artroplasti dapat mengurangi tekanan kontak dan mengurangi keausan.
Aldi Wahyu Permana, Ratna Dewi Anjani, Iwan Nugraha Gusniar
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 199-206; doi:10.32497/jrm.v15i3.1989

Abstract:
In Our life, we always life with any tools and technology for improve our life. We can find many tools and other technolgy are made from metal. Of course, we need metals which have a characteristic for improve that inquiry, for example in terms of hardness in metal. Metal hardness can be increased in several ways. One of them is the hardening process. This process is a process of heat treatment of metal by heating and then cooling it to a certain temperature. In the traditional market, a lot of shredded coconut water is not used and can be used as a cooling medium in the hardening process. Therefore, the author will use the results of this wate shredded coconut water as a cooling medium for the hardening process. Researchers examined the effect of variations in heat treatment process cooling media on mechanical properties and microstructure with three variations of coolant. temperature 865 ⁰C for hardening process and 465 C for tempering process. research activities include hardness and micro structure testing. The results showed that the hardening process salt water cooling medium had the highest hardness value of 275.6Hv while the lowest hardness was obtained in the coconut water cooling medium which had carried out the tempering process with a hardness of 219.3Hv. This is influenced by SOQ (Severity Of Quenching) or what is called the ability of the cooling media, for salt water the value is 5.0 for SOQ and for coconut water below 2.055. Meanwhile, for the microstructure, it can be seen that the hardening process brine cooling medium has a finer structure than the other cooling specimens. Meanwhile, in the tempering process, martensite turned into finer ferrite cementite with a hardness of 269.3Hv
Sulaiman Sulaiman, Suharto Suharto
Published: 28 December 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 229-236; doi:10.32497/jrm.v15i3.1947

Abstract:
Pada konvensi MARPOL 73/78 Annex 1 untuk kapal tanker berukuran >150 GRT (selain dari kapal tanker berukuran > 400 GRT) dan Marpol Consolidate 2006 Annex 1 Regulation 32 “Oil/Water interface Detector” dan Regulation 34 “Control Of Dischare Of Oil” kamar mesin harus dilengkapi dengan sarana Oily water separator sebagai media pemisah antara air dan minyak. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui permasalahan sehubungan dengan kendala pengoperasian Oily Water Separator. Metode pengumpulan data pada penulisan artikel ini studi literatur, wawancara, observasi, studipustaka. Hasil dari pemecahan permasalahan perawatan secara rutin perlu dilakukan untuk menjaga kuliatas dari performa mesin Oily Water Separator. Pengoperasian oleh operator kapal harus sesuai dengan standar operating procedure dengan baik dan benar . Selain itu pengecekan fungsi oil discharge monitoring pada sensor oil content meter perludilakukan agar pengaturan oil content meter yang sesuai dengan peraturan dari MARPOL Annex 1 yaitu sebesar15 ppm.
Naufal Yudha Triadi, Budhi Martana, Sigit Pradana
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 144-153; doi:10.32497/jrm.v15i2.1892

Abstract:
Plastic is an object that can support human daily activities due to its character that is practical and resistant. However, wasted plastic can pollute the environment since it is difficult to be decomposed. The purpose of this study was to produce plastic chopper machine that is capable of chopping plastic waste with shredder type and reel type cutting tools. The design process is chosen based on a predetermined assessment. The kinds of plastic that are chopped will be PET (polyethylene terephthalate) and HDPE (high density polyethylene) plastic. AISI 304 material knife was chosen to chop up plastic waste. According to the results of design and calculation, the engine size has dimensions of 1105.6x1355.7x600, 3 HP motor drive power, and has a rotation of 1450 rpm which is assisted by pulley transmission elements and v-belt type A. The chopper components used consist of 14 pieces of shredder blade and 9 blade reel cutters with 2 pieces of bedknife. The components of shredder knives, reel knives, and frames are analyzed using Finite Element Analysis to determine the safety of the planned design.
Kristinah Haryani
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 126-136; doi:10.32497/jrm.v15i2.1956

Abstract:
Distilasi merupakan salah satu proses terpenting dalam pengolahan minyak bumi. Propylene Recovery Unit (PRU) merupakan unit yang berfungsi untuk memisahkan dan mengolah LPG campuran (Propylene, Propane, Ethylene, Ethane, n-butane, methane, iso butane) dari Unit LPG Merox. Produk utama yang dihasilkan dari unit Propylene Recovery Unit ini adalah produk Propylene dan LPG. Feed pada unit PRU berupa produk LPG campuran yang selanjutnya akan mengalami proses pemisahan pada kolom pemisahan Propane Propylene. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan simulasi dan analisa data diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah teoritical tray berdasarkan umpan pada verifikasi data desain sudah sesuai dengan jumlah teoritical tray sebenarnya. Jumlah teoritical tray berdasarkan umpan pada bulan Mei dan Juni sudah sesuai dengan jumlah teoritical sebenarnya. Namun dengan nilai Refuks Ratio Minimum diatas batas maksimalnya. Pada optimasi Refluk Rate pada bulan Mei didapatkan hasil semakin tinggi nilai Refluks Rate maka jumlah yield Propylene nya akan naik sedangkan kemurnian nya akan menurun. Dan untuk optimasi Tekanan Kondenser didapatkan hasil bahwa semakin tinggi tekanan kondenser nya maka hasil yield Propylene juga akan semakin naik. Namun untuk kemurniannya, kenaikan tekanan kondenser tidak berpengaruh. Pada optimasi Refluk Rate pada bulan Juni didapatkan hasil semakin tinggi nilai Refluks Rate maka jumlah yield Propylene nya akan naik sedangkan untuk kemurnian nya akan menurun. Dan untuk optimasi Tekanan Kondenser didapatkan hasil bahwa semakin tinggi tekanan kondenser nya maka hasil yield Propylene dan purity Propane juga akan semakin naik.
, Wikan Budi Utami, Fikri Aulia
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 137-143; doi:10.32497/jrm.v15i2.1842

Abstract:
Diketahu secara luas bahwa performa special dari komposit dengan penguat skala nano ditentukan oleh morfologi dan distribusi dari partikel penguat. Titanium karbida (TiC) memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, dan telah menarik perhatian dari banyak peneliti untuk dikembangkan. Morfologi partikel TiC dibagi menjadi tiga morfologi: one-dimensional nanostructure, two-dimensional nanosheets, dan three-dimensional nanopartikel. Selain morfologi, model distribusi dari TiC partikel patut dipertimbangkan sebagai sarana meningkatkan performa dari komposit. Model distribusi dari partikel TiC sebagai berikut: Isolated, laminated, network dengan partikel terisolasi, network dengan interconnected particles, nacre-like structure, dan distribusi seragam
Adhan Efendi
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 107-117; doi:10.32497/jrm.v15i2.1843

Abstract:
Mobil listrik merupakan salah satu teknologi terbaru dalam dunia otomotif yang digerakan dengan energi yang bersumber dari baterai atau tempat penyimpanan energi lainnya. Pembuatan mobil listrik ini adalah salah satu langkah yang diambil untuk membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang menyebabkan terjadinya globalisasi, sehingga akan menghemat energi. Pembuatan mobil listrik sendiri harus memiliki efesiensi tinggi sehingga dapat menghemat penggunaan baterai. Salah satunya adalah dengan cara membuat desain rangka yang kuat dan ringan yang nantinya akan mengurangi beban dan hambatan udara pada saat dijalankan. Hasil penelitian menunjukan proses pembuatan desain rangka mobil listrik ini dimulai dari melakukan studi literatur dan pengumpulan data, dilanjutkan melakukan observasi lapangan, setelah itu membuat desain rangka mobil menggunakan perangkat lunak komputer berupa CAD (Computer Aided Design).
Samuel Febriary Khristyson, Sulaiman Sulaiman, Riend Prahasti
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 154-162; doi:10.32497/jrm.v15i2.1764

Abstract:
Negara kepulauan dapat memanfaatkan laut sebagai media transportasi dan termasuk dalam sarana transportasi dengan kriteria ekonomis dan terjangkau. Sehingga armada pelabuhan di kota-kota pesisir sangat membantu dalam proses loading dan shifting kapal-kapal dengan ukuran besar untuk berlabuh ke sebuah dermaga. Bagian dari kapal tunda yang memiliki peran untuk mengatur dan menarik tali tambang adalah bagian konstruksi towing beam .Konstruksi ini berbahan plat dapat mengalami deformasi akibat beban statis ketika menerima tegangan dari tali tambat yang di hubungkan kepada kapal tongkang. Salah satu upaya untuk memberikan pembaharuan adalah dengan bahan cor, dengan modern investment casting. Sebelum dilakukan pembuatan model castingnya maka perlu dilakukan analisa pada bagian towing beam yang menjadi bagian kekuatan agar menciptakan desain yang optimal dengan metode elemen hingga. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan penerapan investment casting pada reparasi towing beam kapal tunda dapat menjadi peluang usaha baru bagi industri manufaktur serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada saat proses investment casting. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam produksi dengan sistem Investment Casting :konsep desain dari model lilin, penggunaan material, akurasi dimensi, jenis densitas materialnya, lapisan ketebalan dari cetakan, serta model support untuk menahan selama proses pengecoran. Dari hasil analisa tegangan maksimum untuk membuat desain yang optimal dari casting pada daerah pengamatan luar adalah 180.12 N/mm2 dan pada daerah pengamatan dalam adalah 143.34 N/mm2 .Sedangkan untuk penerapan investment casting pada produksi towing beam kapal tunda dapat menjadi peluang usaha baru bagi industri manufaktur karena dapat mempersingkat waktu dengan man power yang sama sebesar 52% atau selisih estimasi waktu 15 jam setara dengan 2,5 hari kerja. dan memperingan biaya fabrikasi bagi industri galangan kapal sehingga mereduksi biaya reparasi 41 % yaitu mengurangi biaya fabrikasi dan quality repair cost
Budi Utomo
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 163-170; doi:10.32497/jrm.v15i2.1957

Abstract:
Pemakaian motor Diesel sebagai mesin penggerak kapal pada saat ini semakin meluas, karena konsumsi bahan bakar lebih efisien apabila dibandingkan dengan motor bensin. Terdapat korelasi antara konsumsi bahan bakar, kecepatan dan putaran mesin selalu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Dengan meningkatnya putaran mesin akan berpengaruh pada peningkatan daya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui daya, kebutuhan bahan bakar mesin diesel pada berbagai variasi putaran mesin diesel pada kapal berbobot mati 120 DWT. Pada pengujian performasi mesin Diesel pada kapal 120 DWT ini didapatkan hasil setiap kenaikan daya 10% mengalami peningkatan putaran rpm rata-rata sebesar 9,86%, peningkatan kebutuhan bahan bakar rata-rata sebesar 27,3%, peningkatan temperatur air pendingin mesin rata-rata sebesar 12,20% dengan total kebutuhan bahan bakar sebanyak 629,5 Liter.
Susanto Johanes, Soeadgihardo Siswantoro,
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 89-98; doi:10.32497/jrm.v15i2.1861

Abstract:
Indonesia adalah salah satu negara tropis sehingga banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, termasuk sebagai sumber energi alat pengering hasil panen. Dengan demikian, di berbagai negara tropis, banyak dijumpai alat-alat pengering produk pertanian dengan memanfaatkan berbagai sumber energi, salah satunya adalah pengering dengan energi surya sebagai sumber panas. Namun, alat-alat seperti ini sulit untuk digunakan oleh para petani yang berdomisili di beberapa tipe lokasi, seperti lereng pegunungan yang cukup terjal. Sinar matahari yang optimal sulit diperoleh karena tertutup oleh pepohonan dan tebing. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk menyampaikan hasil rancangan alat pengering berbahan bakar kayu bakar dengan desain yang efektif dan efisien. Alat pengering ini adalah jenis tak kontak langsung, tipe tray bertingkat yang berputar serta mempunyai kelebihan dari sisi kepraktisan dan meminimalkan energi panas yang terbuang. Produk pertanian yang dikeringkan ditaruh secara merata di atas tray-tray lima tingkat, selanjutnya udara panas mengalir dari bawah memanasi produk pertanian mulai dari tingkat satu sampai dengan tingkat lima. Produk pertanian tersebut dapat direlokasi dengan cara memutar tuas masing-masing tray secara berurutan, sehingga produk pertanian jatuh dengan sendirinya ke tingkat tray dibawahnya. Dengan cara demikian, harapannya produk pertanian memperoleh kalor pengeringan yang sama atau hampir sama dan merata. Alat pengering telah diujicoba untuk mengeringkan biji kakao yang difermentasi dan hasil pengeringannya baik dengan pengurangan kadar air sampai hampir 50%.
Eko Saputra, Iwan Budiwan Anwar, J Jamari
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 99-106; doi:10.32497/jrm.v15i2.1937

Abstract:
Keausan pada tulang panggul buatan atau hip prosthesis merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari. Informasi keausan pada hip prosthesis perlu diketahui dalam mempertimbangkan perancangan hip prosthesis. Pada tahun 2019, penulis telah mengusulkan persamaan untuk menghitung keausan pada hip prosthesis. Hasil perhitungan persamaan keausan tersebut telah divalidasi dengan model keausan dimana hasilnya sangat sesuai. Akan tetapi, persamaan keausan tersebut belum melibatkan faktor koefisien gesek, karena diasumsikan bekerja pada daerah fully lubrication. Faktanya, interaksi kontak pada hip prosthesis dapat bekerja di daerah boundary lubrication dan mixed lubrication, sehingga penelitian ini sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi persamaan keausan yang telah diajukan dengan mempertimbangkan koefisien gesek. Hasil yang diperoleh adalah prediksi keausan hip prosthesis pada daerah boundary lubrication, mixed lubrication dan fully lubrication.
Yoga Arob Wicaksono
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 82-88; doi:10.32497/jrm.v15i2.1922

Abstract:
Penelitian ini menyajikan analisa numerik pengaruh Omni-Direction Guide Vane (ODGV) terhadap efisiensi turbin angin Savonius konvensional. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain ODGV yang dapat meningkatkan efisiensi turbin angin Savonius skala kecil. Tiga desain ODGV dengan sudut kemiringan 50o, 60o, dan 70o dianalisa menggunakan software ANSYS-Fluent R15. Simulasi dilakukan pada model 2D dengan model turbulen k-ε standar dan kecepatan angin konstan 6 m/s. Parameter efisiensi yang dihitung pada simulasi ini antara lain: torque coefficient (Ct), power coefficient (Cp), dan tip speed ratio (TSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa OGDV mampu meningkatkan efisiensi turbin angin Savonius sebesar 82%. Peningkatan tertinggi dicapai dengan menggunakan variasi ODGV dengan sudut kemiringan 50o.
Ali Alhamidi
Published: 1 September 2020
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 118-125; doi:10.32497/jrm.v15i2.1869

Abstract:
Baja WRM 1045 adalah baja karbon sedang yang menawarkan sifat mekanik yang baik dan diterapkan untuk industri otomotif seperti poros engkol. Menurut JIS G4051 bahwa sifat mekanik untuk poros engkol diharapkan memiliki kekuatan luluh ~ 490 MPa, kekuatan tarik minimum, dan perpanjangan 686 MPa dan 17%. Dalam penelitian ini, baja WRM 1045 diproses melalui proses Quenching and Partitioning (Q&P). Itu dilakukan dengan variasi waktu penahanan 30 dan 60 menit selama austenitisasi dan suhu partisi 225, 250, 275, dan 300 ℃. Pengujian tarik, uji kekerasan dan metalografi dilakukan untuk menentukan sifat mekanik dan struktur mikro baja WRM KS1045. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanik menurun dengan meningkatnya suhu partisi dan waktu penahanan austenit. Semakin tinggi sifat mekanik dicapai setelah waktu tahan austenit 60 menit dan suhu partisi 275 ℃ dengan kekuatan luluh 520,70 MPa, kekuatan tarik 784,63 MPa, perpanjangan 15%, dan kekerasan 93,33 HRB. Analisis struktur mikro optik terdiri dari martensit dan retensi austenit setelah proses Q&P.
, Rina Lusiani, Erni Listijorini, Aswata Aswata, Yogi Hermawan
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 33-41; doi:10.32497/jrm.v15i1.1839

Abstract:
Energi fosil yang terbatas menuntut untuk mengembangkan teknologi yang menggunakan energi alternatif, salahsatu teknologi yang sesuai adalah mesin stirling karena merupakan teknologi pembakaran luar yang dapat memanfaatkan sumber kalor yang tersedia, termasuk di dalamnya adalah biomassa yang merupakan sumber energi yang melimpah dan mudah didapatkan. Penelitian ini merupakan inovasi desain dari penelitian terkait mesin stirling sebelumnya, yaitu dengan membuat sudut fasa menjadi 180o, dengan tujuan untuk mengurangi pengaruh gravitasi pada saat silinder dingin terkompresi, karena sudut fasa yang sekarang digunakan (90o) memiliki kekurangan yaitu silinder dinginnya yang tegak lurus ke atas, sehingga proses kompresinya melawan gravitasi.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui performa dari mesin stirling tipe alpa inovasi desain berbasis biomassa ini. Sedangkan metode yang digunakan menggunakan metode Schmidt yaitu salah satu metode perhitungan isothermal untuk mesin stirling. yang berdasarkan pada ekspansi isothermal dan kompresi dari gas ideal. Hasil penelitian menghasilkan efisiensi thermal dari mesin stirling adalah 51%. Kemudian pengaruh perbedaan temperatur panas dengan tempertur dingin yang menunjukkan bahwa semakin besar delta temperatur semakin besar pula kerja outputnya, dan pengaruh rasio volume yang menunjukkan semakin besar rasio volume semakin besar pula kerja outputnya.
, Heri Suripto
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 42-50; doi:10.32497/jrm.v15i1.1742

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis performa dan analisis ekonomi suatu sistem solar cell untuk mengoperasikan pompa air dengan metode eksperimental, desain kemiringan solar cell sangat mempengaruhi terhadap penyerapan energi panas dari matahari. Desain yang tepat dapat menaikan efisiensi energi matahari. Analisis ini meliputi perhitungan numerik dengan memvariasikan sudut kemiringan yang minimal sampai optimal yang akan digunakan. Daya energi yang dihasilkanan dalam Satuan watt peak energi matahari dikonversi dalam watt, proses terjadinya energi matahari ketika panas dalam peak diserap solar cell perhari. Energi listrik dari matahari yang di analisis ini untuk menghidupkan pompa air yang difungsikan untuk memindahkan fluida dari sungai ke persawahan. Dengan suplai energi listrik dari energi matahari sehingga pompa dapat beroperasi. Hasil eksperimen menunjukan bahwa daya modul surya mampu menghasilkan daya sebesar 2011,2626 watt. Dan perhitungan investasi energi matahari dengan umur modul solar cell selama 20 tahun menunjukan bahwa dari kedua sistem perancangan solar cell bisa di laksanakan karena IRR > 13% yaitu; IRR sistem indirect 129,89% dan IRR sistem direct 199,76%.
, Muhammad Azizul Majid
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 59-65; doi:10.32497/jrm.v15i1.1832

Abstract:
Bahan bakar fosil merupakan bahan bakar alam yang tidak dapat diperbaruhi dan persediaannya akan segera habis jika digunakan secara terus menerus dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan energi. Sehingga pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai sumber energi baru mutlak diperlukan, terlebih bahan bakar tersebut persediaanya melimpah dan dapat diperbarui, seperti biomassa limbah industri atau limbah pertanian. Bahan bakar biomassa adalah salah satu sumber energi yang telah banyak dikembangkan dan diteliti sebagai bahan bakar pengganti batubara dengan berbagai perlakuan dan proses yaitu untuk mendapatkan jenis bahan bakar biomassa yang menyamai kualitas batubara. Penelitian ini menyuguhkan penelitian biomassa dari limbah daun tebu dengan metode densifikasi dengan penambahan perekat minyak kayu kapas. Metode densifikasi pada penelitian ini diikuti dengan metode eksperimental dengan memvariasikan ukuran serbuk daun tebu (DT) dan campuran serbuk daun dengan perekat (DTP). Variasi DT adalah 1 mm, 1.5 mm, dan 2 mm dengan DTP 200 gram : 1 gram, 200 gram : 2 gram, dan 200 gram : 3 gram. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kalor, kadar abu, dan kadar air dengan dampak penelitian yang hendak dicapai adalah limbah daun tebu bisa dijadikan sebagai bahan bakar baru terbarukan dan bisa mengurangi masalah bagi petani. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kalor tertinggi pada DT 2 mm, yaitu 3975,01 cal/gr pada DTP 1 dan terendah pada DT 1.5 mm yaitu 2441,67 cal/gr pada DTP 2; kadar abu tertinggi pada DT 1 mm, 13,66% pada DTP 1 dan terendah pada DT 2 mm, yaitu 6,6% pada DTP 3 dan kadar air tertinggi pada DT 1 mm, yaitu 9,8% pada DTP 2 dan terendah pada DT 2 mm, yaitu 7,6% pada DTP 3. Kesimpulan penelitian ini adalah ukuran serbuk dau tebu dan variasi campuran serbuk daun tebu dengan perekat minyak biji kapas mempengaruhi karakteristik limbah daun tebu sebagai sumber energi baru terbarukan.
, Purwantono Purwantono, Mulianti Mulianti, Bulkia Rahim
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 20-25; doi:10.32497/jrm.v15i1.1823

Abstract:
Pengelasan merupakan proses penyambungan logam dengan menggunakan bahan tambah berupa elektroda. Sebelum melakukan pengelasan salah satu faktor penting yaitu perlakuan elektroda. Hal tersebut penting dilakukan terutama pada perlakuan penyimpanan elektroda tipe basic low hydrogen (E7016). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemanasan elektroda dapat menghindari retak sambungan las pada uji face bend. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan pengaruh perlakuan suhu penyimpanan elektroda terhadap uji tekuk sambungan las. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, dimana penelitian dilakukan dengan memberi perlakuan pada suhu penyimpanan elektroda. Elektroda diberi perlakuan suhu penyimpanan dengan variasi 40° C, 80° C, dan 120° C selama 30 menit. Elektroda yang digunakan yaitu jenis low hydrogen (E7016) dan material sampel menggunakan pelat SS400. Sambungan las menggunakan kampuh V tunggal dan pengelasan sampel menggunakan proses shield metal arc welding. Pengujian tekuk spesimen dilakukan sesuai standar American Welding Society D1.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu penyimpanan akan menghasilkan daya tahan retak yang baik pada uji face bend dibandingkan dengan hasil pengujian root bend.
, Mochamad Muzaki
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 10-19; doi:10.32497/jrm.v15i1.1804

Abstract:
Las gesek merupakan salah satu teknologi pengelasan yang digunakan untuk menyambung dua material tanpa menggunakan bahan pengisi. Penyambungan benda kerja dilakukan dengan memanfaatkan gesekan dan tekanan. Pengaturan parameter proses dalam las gesek ini seperti kecepatan putar, gaya gesek, waktu gesek, gaya tempa dan waktu tempa sangat menentukan keberhasilan proses pengelasan. Penelitian dilakukan untuk mengamati pengaruh parameter proses, diantaranya kecepatan putar, gaya gesek, dan waktu gesek terhadap struktur mikro dan laju korosi pada material yang dilas dengan menggunakan las gesek. Material yang digunakan merupakan material yang mempunyai komposisi kimia yang berbeda, yaitu baja SUH 3 dan SUH 35. Pengelasan dilakukan dengan mesin las gesek tipe FW10NC. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dan SEM (Scanning Electron Microscope)-EDX. Pengujian laju korosi dilakukan dengan alat uji laju korosi sel tiga elektroda dengan bantuan software NOVA 1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengelasan baja SUH 3 dan SUH 35 terjadi perubahan struktur mikro dan perubahan komposisi kimia pada daerah sambungan. Persentase Cr pada kecepatan putar 2500 rpm sebesar 14.99% sedangkan pada kecepatan putar 4500 menjadi sebesar 15.82%. Perubahan parameter proses dapat mengubah laju korosi pada sambungan.
, Helmy Rahadian, Pramudi Arsiwi
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 51-58; doi:10.32497/jrm.v15i1.1723

Abstract:
Paper ini ingin mengetahui pengaruh titik didih solvent dari komponen material cat terhadap nilai transfer efficiency (TE) proses pengecatan menggunakan spray atomisasi pada pengecatan produk berbahan plastik. Pemilihan jenis solvent saat ini masih berorientasi pada harga dan kemampuan melarutkan solvent terhadap material cat. Dalam aplikasi proses pengecatan selain membutuhkan daya larut, material cat harus dapat menghasilkan kualitas spray atau atomisasi yang baik saat proses pengecatan. Atomisasi pengecatan yang baik dapat dilihat dari jumlah overspray yang terjadi saat proses pengecatan. Overspray yang terjadi pada proses pengecatan akan mempengaruhi kualitas hasil dari proses pengecatan. Salah satu cara untuk menghitung overspray proses pengecatan dapat dilakukan dengan cara mengukur nilai transfer efisiensi dari proses pengecatan. Nilai TE merupakan cara untuk menghitung jumlah material cat yang melapisi permukaan produk dibandingkan dengan jumlah total material cat yang dibutuhkan untuk proses pengecatan sehingga jumlah overspray dapat diketahui dari hasil pengukuran nilai TE. Salah satu parameter dari solvent yang sangat erat hubungan nya dengan overspray adalah titik didih solvent. Dari hasil pengujian awal diperoleh bahwa solvent butyl acetate dan butyl cellocove mempunyai daya larut (solubility) baik terhadap jenis cat Nitrocellulose (NC). Hasil pengujian destilasi dua jenis solvent menunjukan bahwa butyl acetate mempunyai nilai titik didih rendah dan butyl cellosove mempunyai titik didih medium. Selanjutnya hasil perhitungan nilai TE kedua jenis solvent ini diperoleh hasil bahwa solvent butyl cellosove mempunyai nilai TE lebih baik (20,2%) dibandingkan nilai TE solvent butyl acetate (16,0%). Hal ini menunjukan bahwa solvent dengan titik didih medium mempunyai nilai TE yang lebih baik dari solvent dengan titik didih rendah.
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 1-9; doi:10.32497/jrm.v15i1.1782

Abstract:
Motor roket adalah bagian penting dari roket. Motor roket bekerja menggunakan prinsip bejana tekan karena bekerja di lingkungan dengan tekanan dan suhu tinggi. Makalah ini menyelidiki tegangan von Mises yang terjadi dalam silinder berdinding tipis untuk tabung motor roket dan faktor keamanan karena pengaruh radius fillet dan ketebalan cap. Dimensi panjang silinder adalah 400 mm, diameter luar 122 mm, dan ketebalan dinding 5 mm. Radius fillet divariasikan 2, 4, 6, dan 8 mm, sedangkan ketebalan cap divariasikan 5 dan 10 mm. Silinder berdinding tipis dikenai tekanan internal konstan yaitu 6 MPa. Analisis tegangan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Ansys Workbench 2019 R3. Perbandingan nilai tegangan hoop dan longitudinal antara perhitungan analitik dan simulasi digunakan untuk proses verifikasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketika radius fillet dan ketebalan cap meningkat, tegangan Von Mises menurun. Material memiliki faktor keamanan lebih tinggi dari 1,25 ketika ketebalan cap 10 mm dengan radius fillet 4, 6, dan 8 mm.
Agus Slamet, Wahyu Djalmono, Yogi Prakasa, Farika Putri
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 66-74; doi:10.32497/jrm.v15i1.1834

Abstract:
PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkit (UJP) Jawa Tengah 2 Adipala merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkitan energi listrik dengan daya uap. Untuk memenuhi kebutuhan produksi sebesar 1 x 660 MW, unit-unit pada PLTU ini bekerja secara kontinyu dan saling terhubung salah satunya yaitu Condensate Extraction Pump(CEP). Permasalahan yang ada yaitu bila terjadi kavitasi pada CEP ini sering terlambat untuk diketahui. Hal ini disebabkan karena tidak adanya sistem peringatan atau deteksi terjadinya kavitasi pada CEP. Mengingat dampak kavitasi yang sangat merugikan, mulai dari berkurangnya performa pompa hingga rusaknya komponen pompa, maka terjadinya kavitasi pada pompa ini harus dicegah. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah system alarm untuk mencegah kavitasi. Perancangan suatu program alarm saat muncul potensi kavitasi pada pompa dengan konsep dasar menggunakan Net Positive Suction Head required (NPSHr) sebagai ambang batas diharapkan dapat mencegah terjadinya kerusakan pompa akibat kavitasi. Memanfaatkan nilai NPSHr untuk mencegah kavitasi merupakan metode yang berbeda bila dibandingkan dengan penelitian lain yang menggunakan sinyal getaran. Metode penelitian meliputi, identifikasi masalah, studi pustaka, analisis perancangan, pembuatan program dan pengujian. Program dibuat menggunakan aplikasi Visual Basic. Untuk memvalidasi program bekerja sesuai perencanaan dilakukan pengujian dengan memasukkan variasi parameter berupa temperatur air dan ketinggian air sesuai data aktual dengan range masing – masing yaitu 25oC hingga 60oC dan 300 mm-1300 mm. Tekanan dalam kondensor nilainya tetap -80 kPa atau 21.325 kPa dalam tekanan absolut. Head loss dalam instalasi perpipaan dihitung nilainya didapatkan 0.7196 m. Hasil pengujian program alarm mampu mengolah nilai NPSHa dan menampilkannya dalam bentuk grafik yang fluktuatif sesuai dengan tingkat keadaannya serta alarm berbunyi saat nilai Net Positive Suction Head available(NPSHa) dibawah nilai NPSHr atau pompa beroperasi dalam kondisi kavitasi.
, Rina Mahmudati
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 26-32; doi:10.32497/jrm.v15i1.1828

Abstract:
Upaya menyediakan air bersih layak pakai dan konsumsi untuk pondok pesantren tradisional semakin gencar untuk dilakukan seiring dengan meningkatnya animo masyarakat memilih pondok pesantren sebagai institusi pendidikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih layak pakai dan konsumsi yaitu dengan membuat alat backwash water atau dikenal dengan pencucian air baku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performansi alat backwash water terhadap kadar kualitas air di pondok pesantren tradisional Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen. Objek penelitian adalah air yang disirkulasikan pada alat backwash water yang berasal dari campuran air sumur dan air sungai. Pengukuran kualitas air yang dihasilkan dari alat backwash water dilakukan dengan uji laboratorium di Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi alat backwash water memiliki dampak positif yaitu terlihat dari peningkatan visibilitas air yang dihasilkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya tingkat kejernihan air serta hasil laboratorium menunjukkan bahwa air hasil backwash water berada pada batas yang diperbolehkan baik untuk parameter fisika, kimia maupun parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan yaitu kandungan mikrobiologi (E-Coli). Parameter fisika mendeteksi beberapa parameter antara lain : Bau, Total padatan terlarut (TDS), Kekeruhan, Rasa dan Warna. Sedangkan parameter kimia antara lain kandungan pH, kesadahan, alumunium, besi, nitrat, nitrit, klorine dan sulfat. Sedangkan untuk kandungan bakteri E-Coli terlihat turun sebanyak 7.94 mg/l dari sebelumnya 8.52 mg/l menjadi 0.58 mg/l. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air yang dihasilkan semakin baik.
Ikbal Ikbal, Djoko Subali
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 15, pp 75-81; doi:10.32497/jrm.v15i1.1721

Abstract:
Prinsip fluida air yang dapat berpindah dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah dapat digunakan sebagai pembuatan model pompa tanpa bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model pompa yang dapat memindahkan air berdasarkan prinsip tekanan yang menggunakan tekanan vakum seperti ketika air minum yang masuk ke mulut melalui pipa minuman, sehingga diharapkan dapat meminimalisir penggunaan bahan bakar maupun listrik. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan tanki dengan kapasitas 200 liter yang dikondisikan dalam keadaan vakum. Variabel yang digunakan adalah ketinggian inlet, sudut, debit air dan tekanan vakum. Dari hasil penelitian, media vakum mampu menyedot air pada ketinggian 1 meter, 2 meter dan 3 meter dan membentuk garis linier dengan sudut inlet 450 dan 300, dengan debit air yang juga membentuk garis linier terhadap ketinggian pada sudut 450 dan 300
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 87-96; doi:10.32497/jrm.v14i3.1637

Abstract:
Tren yang berkembang saat ini adalah asi ekslusif yang diberikan kepada bayi sampai dengan bayi tersebut mempunyai usia yang cukup. Hal ini tentunya tidak terlalu bermasalah pada ibu rumah tangga yang sebagian besar waktunya berada di rumah, sehingga dapat menyusi bayi tersebut tanpa gangguan. Tetapi hal ini berbeda dengan wanita karir yang memiliki bayi dan ingin memberikan asi eksklusif, jarak yang jauh antara rumah dan tempat kerja serta keterbatasan waktu menjadi faktor penghalang yang membuat asi eksklusif menjadi sangat sulit diberikan oleh wanita karir kepada anaknya. Cooler box dapat menjaga agar suhu asi tetap dalam kondisi dingin mencegah kerusakan kandungan asi. Didalam cooler box dimasukkan ice gel yang membuat suhu tetap dingin. Ice gel tersebut dapat menjaga suhu tetap dingin selama 3-4 jam. Permasalahan lain adalah kehigienisan dari cooler box serta wadah penyimpan dari asi. Tidak jarang cooler box menjadi sumber bakteri yang dapat menyebar ke asi yang terdapat pada cooler box, hal ini bisa diakibatkan kelembapan ataupun dari tangan yang tidak steril. Hal ini dikarenakan dalam proses pumping serta pemindahan ke dalam cooler box masih menggunakan cara manual dengan tangan. Peneliti akan merancang bangun cooler box dengan menggunakan termoelektrik sebagai pendingin dari cooler box serta memiliki air sterilizer, yang berguna menurunkan jumlah bakteri dengan menggunakan uv light. Kadar bakteri yang rendah akan membuat cooler box menjadi lebih higienis sebagai tempat penyimpanan asi ketika akan dikirimkan.
Wahyu Djalmono
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 146-156; doi:10.32497/jrm.v14i3.1655

Abstract:
PT. Chemco Harapan Nusantara plan 1 Cikarang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur automotive brake system dan aluminium casting parts. Pada proses pembuatan casting part diperlukan sistem pendinginan, salah satunya pada lemari box panel kontrol mesin die casting 650T yang berisi komponen elektrik. Latar belakang permasalahan yang ditemukan terjadi pada sistem pendingin AC Konvensional yang digunakan. Kondisi temperatur ruang panel kontrol mesin yang tinggi. Penyebab permasalahan yakni kompresor yang mengalami overheat karena temperatur lingkungan factory II (casting) yang tinggi. Dampaknya mengakibatkan berkurangnya lifetime hingga berujung rusaknya komponen elektrik tersebut. Solusinya adalah dengan pemanfaatan sistem pendingin thermalelectric yang digerakkan oleh arus DC yang masuk ke modul. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan alternatif sistem pendinginan dan menguji performa sistem pendingin Thermalelectric. Komponen utama pendingin ini meliputi kerangka pendingin, Adaptor, Modul Thermalelectric, thermostat, heatsink dan fan. Metode ini meliputi identifikasi masalah, studi pustaka, menguji performa pada satu buah modul thermalelectric, pengumpulan data pengujian, dan pengolahan data. Parameter pengujian yaitu waktu pada saat pengoperasian dengan mengamati beda temperature yang dihasilkan oleh satu buah modul thermalelectric pada kedua sisi modul guna menggetahui berapa arus yang masuk, panas yang diserap maupun panas yang dipindahkan pada saat pengoperasian pendingin thermalelectric. Hasil dari pengaplikasian pendingin panel dengan data pengujian yang telah diolah pada perhitungan performa untuk satu buah modul thermalelectric dalam penyerap panas yang telah dirata-rata adalah sebesar 44.89 Watt dengan beban pendinginan yang telah dikaji sebesar 1061.06 Watt. Serta arus dan tegangan pada saat pengoperasian sebesar 4.48 A dan 9.29 V.
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 97-103; doi:10.32497/jrm.v14i3.1638

Abstract:
Aluminium A356 sebagai bahan pengecoran propeler masih mempunyai kekuatan yang rendah dan bersifat getas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh natural aging pada temperatur ruang terhadap kekerasan dan kekuatan aluminium paduan A356. Waktu aging pada temperatur ruang divariasikan mulai 1 hingga 20 hari. Pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi, uji tarik, dan uji kekerasan. Nilai kekuatan tarik optimum dicapai setelah natural aging 10 hari, dengan nilai 183,6 MP. Nilai keuletan material turun seiring dengan bertambahnya waktu natural aging. Nilai kekerasan meningkat seiring dengan bertambahnya waktu aging, dan mencapai kekerasan optimum setelah aging 6 hari dengan nilai kekerasan 94 BHN.
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 79-86; doi:10.32497/jrm.v14i3.1591

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuat rencana pemeliharaan mesin mobil listrik sula dengan metode inspeksi, small repair, medium repair, overhaul (ISMO). Waktu pemeliharaan dengan jenis perawatan mesin secara bulanan. Metode pelaksaan pemeliharaan mesin mobil sula meliputi studi literatus, pembuatan jadwal, dan validasi ahli. Komponen yang dilakukan pemeliharaan pada sistem mekanik yang meliputi casis, sistem pengereman dan sistem kelistrikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeliharaan mesin mobil sula dimaksudkan untuk menjaga kondisi mesin mobil tetap pada performa terbaik.
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 113-120; doi:10.32497/jrm.v14i3.1640

Abstract:
Penelitian ini dianalisis untuk mengetahui setiap gaya pemotongan pada mesin permesinan konvensional mesin bubut GEDEE WEILER LZ 330 G dimana tiap kondisi putaran, kedalaman potong yang bervariasi untuk setiap gerak pemakan yang selalu konstan. Setiap pengujian terjadi perubahan tiap variasi putaran menunjukkan apabila semakin besar putaran, maka gaya pemotongan yang terjadi akan mengalami penurunan. Sedangkan apabila kedalaman potong relatif kecil maka akan berpengaruh terhadap putaran gaya potong. Hasil pengujian putaran gaya pemotongan untuk rata – rata putaran gaya pemotongan putaran (rpm) 450 = 928,43 N Untuk putaran gaya pemotongan untuk putaran (rpm) 900 = 1846,83 N dan putaran (rpm) untuk gaya pemotongan 1800 = 3621,83 N. Rata – rata kedalaman pemotongan 0,25 = 1881 mm. Untuk kedalaman pemotongan untuk kedalaman potong 0,50 = 1832 mm, dan untuk kedalaman pemotongan 1,00 = 1856 mm.
Syarifudin Syarifudin
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 142-145; doi:10.32497/jrm.v14i3.1503

Abstract:
Peningkatan jumlah kendaraan bermotor membuat kebutuhan bahan bakar fosil dan emisi gas buang meningkat. Jatropa banyak diteliti untuk mengganti bahan bakar karena memiliki karakteritik yang mendekati solar. Selain jatropa, kandungan oksigen yang tinggi dan viskositas yang rendah dalam energi terbarukan butanol dianggap mampu menurunkan permasalahan mesin diesel. Penelitian ini mengobservasi penggunaan bahan bakar campuran solar-jatropa-butanol terhadap daya dan smoke opacity mesin diesel 4JB1. Pengujian dilakukan pada putaran konstant 2500 rpm. Persentase campuran bahan bakar sebesar 85/10/5, 80/10/10, 75/10/15, 75/20/5, 70/20/10, 65/20/15, 65/30/5, 60/30/10, 55/30/15 berbasis volume. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran solar-jatropa-butanol menghasilkan daya dan smoke opacity yang lebih rendah dibandingkan solar.
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 121-127; doi:10.32497/jrm.v14i3.1641

Abstract:
AbstrakRoda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar dan berguna untuk mentransmisikan daya. Pembuatan roda gigi pada umumnya dibuat dengan proses pemesinan. Tujuan penelitian ini membuat roda gigi dengan proses metalurgi serbuk. Metalurgi serbuk adalah proses penekanan terhadap serbuk agar serbuk dapat menempel satu dengan lainnya sebelum ditingkatkan ikatannya dengan proses sintering. Proses ini dilakukan dengan menggunakan bahan baku dari serbuk tembaga dan aluminium sebagai bahan bakunya. Proses kompaksi menggunakan mesin cetak hidrolik yang berkemampuan tekan 6 ton, hasil cetak roda gigi yang dilakukan dari bahan serbuk tembaga, selanjutnya dilakukan proses sintering dengan temperatur 8680C dan waktu penahanan 1 jam sebelum dilakukan uji kekerasan. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Brinell dengan beban 6,25 (kg) dan diameter indentor sebesar 2,5 (mm) dengan menggunakan mesin uji kekerasan GNEHM HORGEN beserta perlengkapannya. Hasil pembuatan roda gigi terbaik menggunakan komposisi bahan tembaga 100%, sedangkan produk paduan terbaik dengan komposisi bahan tembaga 75% dan 25% aluminium. Kata kunci : Roda Gigi, Metalurgi Serbuk, Sintering, Mesin Cetak Hidrolik
Dwi Basuki Wibowo
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 104-112; doi:10.32497/jrm.v14i3.1639

Abstract:
Di banyak rumah sakit di dunia dalam mengidentifikasi telapak kaki rata (flat foot) masih menggunakan wet foot test. Metode ini tidak akurat karena disamping sulitnya mengetahui penderita benar-benar berdiri tegak saat mencetak telapak kakinya di kertas grafik serta kemungkinan tidak tercetaknya beberapa bagian telapak kaki karena pengecatan awal yang tidak merata. Hasil yang diharapkan diperoleh dari penelitian ini adalah rancang bangun alat pemindai telapak kaki (foot scanner) berbiaya murah menggunakan pemindai dokumen (document scanner) dan perangkat lunak untuk mendefinisikan dan mengkategorikan kaki rata (flat foot) menggunakan metode Cavanagh’s arch index (AI). Jejak telapak kaki (footprint) yang dihasilkan alat ini, yang berformat digital, memudahkan dalam mengolah gambar dan menghitung nilai AI-nya dengan perangkat lunak MATLAB.
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 135-141; doi:10.32497/jrm.v14i3.1646

Abstract:
Energi panas yang terbuang dari industri dan sumber energi terbarukan di seluruh dunia dapat digunakan untuk menghasilkan tenaga sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Salah satu teknologinya adalah Organic Rankine Cycle (ORC) dengan fluida kerja R245fa. Refrigerant R245fa dengan laju aliran massa 0,2 kg/s menghasilkan perpindahan energy panas di kondensor 43,35 kJ/s sedangkan di evaporator sebesar 50,094 kJ/s. Daya poros pompa maksimum sebesar 0,204 kJ/s dan lebih kecil jika dibandingkan dengan daya output sroll expander yang mencapai 5,022 kJ/s. Sehingga daya yang dihasilkan lebih besar daripada daya yang dibutuhkan dan effisiensi thermal ORC system yang tertinggi terjadi pada saat laju aliran massa 0,2 kg/s sebesar 12,3%.
Published: 31 December 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 128-134; doi:10.32497/jrm.v14i3.1642

Abstract:
Blower ring adalah mesin yang berfungsi untuk penyedia udara yang digunakan di berbagai industri. Mesin ini merupakan mesin pembantu utama produksi, sehingga apabila terjadi gangguan akan mengakibatkan berhentinya produksi dan dapat menimbulkan kerugian besar. Agar mesin tersebut tidak terjadi gangguan secara tiba tiba diperlukan pemeliharaan prediktif. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan kondisi mesin agar tidak terjadi gangguan tiba tiba adalah inspeksi noise. Noise pada mesin yang tidak biasanya menunjukkan adanya gangguan pada mesin tersebut. Inspeksi noise untuk maksud keselamatan kerja sudah lama diaplikasikan, sedangkan informasi mengenai inspeksi noise untuk menentukan kondisi mesin masih minim, sehingga diperlukan kajian yang lebih jauh. Obyek penelitian adalah blower ring. Pengukuran dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan mikropon yang dilengkapi dengan sistem data akuisisi. Analisa amplitude, time domain, frequency domain dengan menggunakan MathlabTM digunakan untuk mengetahui karakteristik noise pada blower ring karena perubahan beban. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi impuls pada blower ring. Terdapat korelasi positif antara perubahan beban dan amplitudo noise RMS dan Peak. Pada spektrum menunjukkan terjadinya noise random. Amplitudo yang konsisten meningkat karena perubahan beban terjadi pada frekuensi 102 Hz (3ff) dan 315 Hz (10 ff)
Achmad S., Moch. Aziz, Prabowo Wahyu Wahyu W., Tri Waris S., Haryanto Haryanto, Agus Slamet
Published: 11 September 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 59-62; doi:10.32497/rm.v14i2.1514

Abstract:
Jagung merupakan hasil pertanian yang menjadi pilihan mayoritas petani. Pada umumnya para petani jagung mengolah serta memipil jagung secara manual (tenaga manusia) tanpa menggunakan alat bantu mesin, sehingga memerlukan waktu yang lama. Mesin ini dirancang untuk mendesain ulang mesin pemipil jagung yang ada di Politeknik Negeri Semarang yang memiliki kapasitas produksi rendah. Tujuan penelitian ini adalah memenuhi proses pengolahan panen jagung dimana dapat menambah produktifitas, kualitas hasil pipilan jagung. Metodologi yang digunakan adalah dari data yang diperoleh dari studi literatur, pembuatan alat, perakitan dan uji kemampuan. Proses pemipilan jagung adalah dengan cara memasukan 4 buah jagung sekaligus ke dalam dua poros pemipil dengan diameter 50 mm. Hasil yang dicapai dari pembuatan mesin ini yang dioperasikan selama 6 jam/hari adalah mampu memipil biji jagung dengan kapasitas produksi 600 kg/jam.
Meda Deni Kristanto, Suyadi Suyadi, Bambang Tjahjono
Published: 11 September 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14; doi:10.32497/rm.v14i2.1511

Abstract:
Permasalahan di departemen Gravity Die Casting pada line potong gate Master Cylinder masih dengan proses pemotongan yang manual yaitu metode potong yang masih di pegang tangan dan setelah memotong 40 pcs atau 1 box mesin di matikan untuk menata part di rak treatment sehingga terdapat lost time yang berlebih di proses tersebut . Tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan optimasi waktu pemotongan gate master cylinder front KVYG dengan membuat simulasi Desain Fixture menggunakan Solidworks Motion Analysis dengan mekanisme otomasi pneumatik, untuk mereduksi terjadinya lost time yang dapat meningkatkan produktifiktas dan mempercepat cycle time proses pemotongan gate master cylinder front KVYG. Metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan Archer yang terdiri dari Programing, Data collection, Analysis, Synthesis, Development dan Communication. Pengujian dilakukan dengan membuat beberapa alternatif desain dan parameter-parameter yang berbeda yang selanjutnya dapat di analisis efisiensi desain dan menjadi validasi pengujian yang dilakukan. Hasil yang di peroleh yaitu cycle time pemotongan dapat dipersingkat dari 15 detik/pcs menjadi 10,5 detik/pcs. Gaya untuk memotong part MC type KVYG front sebesar 92,3 x 103[N] dan terdapat 2 pneumatik yaitu pneumatik cutting yang berdiameter 13,6 [mm] serta pneumatik tuas pengungkit (take out) berdiameter 10,3 [mm].Kata Kunci : “Optimasi”, “Desain fixture”, “Solidworks motion analysis”
Sunarso Sugeng, Sulaiman Sulaiman
Published: 11 September 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 63-70; doi:10.32497/rm.v14i2.1515

Abstract:
Pengelasan saat ini diperlukan terutama di era kemajuan teknologi modern yang berkembang pesat, sehingga dapat diterapkan poda dunia indrustri produksi kapal. Dalam pembuatan kapal patroli polisi harus memiliki kecepatan yang baik tanpa mengesampingkan kekuatan dari kapal tersebut. Maka dari itu dikembangkan teknologi pembuatan kapal material aluminium dan baja .Pada Kapal Patroli Polisi - Kelas A1 63 meter digunakan antara baja dan aluminium menggunakan proses pengelasan GTAW pada pengelasan aluminium dengan bimetal dan FCAW, SMAW pada pengelasan baja dengan bimetal karena setiap bahan memiliki komponen yang berbeda sehingga pengelasan yang berbeda digunakan. Bimetal merupakan alat yang terdiri dari dua logam yang berbeda nilai koefisien muai panjang atau yang berbeda kecepatan pemuaiannya, direkatkan menjadi satu. Kebutuhan bimetal untuk proses penyambungan Kapal Patroli Polisi - Kelas A1 63 meter adalah 55 batang.
Budi Utomo
Published: 11 September 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 51-58; doi:10.32497/rm.v14i2.1513

Abstract:
Poros baling-baling berputar didalam tabung sehingga perlu dilengkapi dengan sistim pelumasan. Ada dua macam sistim pelumasan poros baling-baling yaitu sistim pelumasan dengan air laut dan sistim pelumasan dengan minyak. Didalam tabung poros dibagian ujung depan dan ujung belakang dipasang bantalan poros, seal dan paking, hal ini bertujuan agar bekerjanya sistim pelumasan dan kekedapan poros baling-baling dapat bekerja dengan baik. Karena tabung poros digunakan sebagai media pelumasan dengan bahan pelumas yang berbeda, maka bahan bantalan, paking dan seal terbuat dari bahan yang berbeda sehinggamampu mendukung kinerja sistim pelumasan dan kekedapannya.Masing-masing komponen tersebut tidak dapat saling dipisahkan karena selalu erat berhubungan satu sama lain.
Sulaiman Sulaiman, Sunarso Sugeng
Published: 11 September 2019
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 45-50; doi:10.32497/rm.v14i2.1512

Abstract:
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat di dunia pelayaran, ia telah menciptakan banyak metode terbaru yang ditemukan. Baik dalam sistem pengembangan, dan sebagainya. Metode pengembangan yang digunakan dalam proses pembuatan kapal sangat berpengaruh dalam memperkirakan penyelesaian pekerjaan, biaya yang dikeluarkan, dan hasil kualitas yang baik. Dalam metode pengembangan ini ada beberapa proses yang harus dilewati dalam proses salah satunya adalah proses Penggabungan Blok (Joint Erection) yang dilakukan untuk mengkoneksi dengan blok balok lain menjadi satu bagian kapal yang utuh. Dalam proses Joint Erection proses Fit Up yang dilakukan sangat penting untuk mendapatkan koneksi antar blok yang baik dan benar. Fit Up adalah proses koneksi dua blok menjadi satu salam suatu parameter. Dalam proses pembangunan Kapal Patroli Kelas-A2-55 meter menggunakan metode sistem blok sehingga proses Fit Up diperlukan dalam pengembangan ini untuk memenuhi standar dan kualitas yang diinginkan. Dengan metode pengembangan yang lebih cepat dan mudah itu akan berdampak pada kepuasan setiap pelanggan terutama di dunia pelayaran.
Kristinah Haryani
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 71-78; doi:10.32497/rm.v14i2.1564

Abstract:
Natural gas is a gaseous fossil fuel that contain primarily of main components, namely methane (CH4). Natural gas contains some impurities such as hydrogen sulfide (H2S), carbon dioxide (CO2), water vapor (H2O), and heavier hydrocarbons such as mercaptans or condensate (C5+).Acid gases need to be removed due to several factors, such as a healthy hazard, at the concentrations of 0.13 ppm H2S that can be perceived by smell, and to prevent corrosion problemsAcid gas removal unit (AGRU) is the process of removal acid gas (CO2 and H2S) to fulfill the specifications of the desired product gas sales. In Senoro CPP, the process used is amine treating by aMDEA absorbent material (activated Methyl Amine Diethanol).In order to simulate the process as accurate as possible, model phase selection DBR amine package was selected. Trial simulation is used to obtain the flow rate and purity of the product is optimal sweet gas. Variable experiments are feed gas temperatur inlet contactor (1), feed gas flowrate inlet contactor (2), temperature amine inlet contactor (3) and amine strength (4). According to the results of simulation, can be concluded as follows. There is no big different between design and simulation except CO2 in sweet gas. It is because of using MDEA while operating simulation and some parameters will be influence some result.
Danu Sato Ario Putra, Eko Armanto, , Suyadi Suyadi
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 15-22; doi:10.32497/rm.v14i1.1449

Abstract:
Industri otomotif umumnya memproduksi perangkat penerangan pada sepeda motor dan mobil. Lamp Assembly/Lamp Assy Department merupakan salah satu departemen di perusahaan ini. Masalah yang timbul dalam studi kasus pada departemen yang dimiliki PT Idonesia Stanlay Electric adalah lini perakitan head lamp 2SJ tidak mampu mencapai target produksi sebanyak 570 pcs/hari. Produk yang dihasilkan lini ini rata-rata 520 pcs/hari. Perlunya perancangan ulang tata letak lini perakitan head lamp 2SJ adalah untuk memberikan alternatif tata letak baru yang mampu mencapai target produksi dan melakukan pengujian menggunakan simulasi Process Simulator 2016. Metode perancangannya yaitu dengan menyetimbangkan lini perakitan head lamp 2SJ dan membagi ulang beban kerja ke setiap stasiun sehingga kapasitas dapat meningkat. Membagi ulang beban kerja mengakibatkan laju aliran bahan berubah dan tata letaknya ikut berubah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua buah alternatif yang didapat dan memiliki kapasitas produksi lebih tinggi dari kondisi awal lini perakitan head lamp 2SJ. Simulasi yang dilakukan membuktikan analisis penelitian ini yaitu kapasitas dapat meningkat setelah menyetimbangkan lini perakitan kondisi awal. Kapasitas meningkat sebanyak 43 pcs hingga 76 pcs/hari.
Budiawan I, , Prasetyo Prasetyo
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 7-14; doi:10.32497/rm.v14i1.1448

Abstract:
Turbin uap di industri memiliki tingkat kritis tinggi sehingga diperlukan penerapan teknik predictive maintenance. Teknik yang handal untuk turbin uap adalah inspeksi getaran mesin. Dengan teknik inspeksi getaran mesin, gejala kerusakan dapat dideteksi secara dini dan kerusakan lebih lanjut dapat dicegah. Obyek inspeksi yaitu turbin uap yang digunakan turbin menggerakkan pompa melalui transmisi kotak roda gigi. Parameter yang diukur dan dianalisa meliputi overall amplitude, sinyal dan spektrum getaran. Analisanya menggunakan comparative, trending dan descriptive analysis. Berdasarkan overall amplitude menunjukkan bahwa turbin dalam keadan baik dan cenderung memuaskan. Pada turbin terdapat sinyal yang fluktuatif. Pada spektrum nampak frekuensi fundamental turbin dan pompa berikut frekuensi harmoniknya. Amplitudo tertinggi kemungkinan disebabkan karena gearmeshing problem. Amplitudo pada frekuensi 366.2 Hz belum diketahui dari mana berasal. Oleh karena itu diperlukan kajian lebih lanjut terutama pada kotak roda gigi.
, Budhi Santoso
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 23-26; doi:10.32497/rm.v14i1.1450

Abstract:
Variabel utama dalam menentukan daya mesin utama kapal adalah tahanan kapal yang dihasilkan oleh bentuk lambung kapal. perhitungan tahanan kapal dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan matematis. Penelitian ini bertujuan menentukan tahanan total kapal dan memperkiraan kebutuhan daya mesin kapal ikan 5 GT. Kapal 5 GT di redesain untuk mendapatkan sebuah model dengan menggunakan software naval Architecture. Model yang didapatkan berikutnya dilakukan perhitungan tahanan kapal dan kebutuhan daya kapal dilakukan. Metode perhitungan tahanan kapal menggunakan metode holtrop. Hasil analisa tahanan kapal dilihat dari beberapa variasi kecepatan untuk melihat bentuk aliran yang dihasilkan. Pada kecepatan dinas maksimal 15 knots menunjukan tahanan total kapal adalah 2.8 kN dan kebutuhan dayanya adalah 35,7 Hp.
Kristinah Haryani, Galuh Salindri, Jansonchia Jansonchia, Suryanto Suryanto
Jurnal Rekayasa Mesin, Volume 14, pp 27-34; doi:10.32497/rm.v14i1.1451

Abstract:
Sorgum dapat menjadi salah satu alternatif sumber pangan, salah satunya dengan mengolah sorgum menjadi bihun. Bihun sorgum dibuat dari tepung sorgum yang telah difermentasi oleh bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus bulgaricus, juga dengan penambahan tepung maizena pada pembuatan bihun sorgum-maizena diharapkan dapat meningkatkan tekstur dari bihun tersebut. Penelitian ini terdiri fermentasi tepung sorgum dan pembuatan bihun. Dari hasil fermentasi tepung sorgum, terdapat peningkatan kadar protein dan penurunan kadar karbohidrat, lemak, dan abu. Hasil analisa bihun sorgum menunjukkan tiap varian komposisinya mengalami peningkatan nilai daya serap air; penurunan nilai cooking loss; dan penurunan waktu rehidrasi. Dari hasil tersebut ditentukanlah formulasi terpilih bihun sorgum yakni pada komposisi 100% tepung sorgum tergelatinisasi.Selanjutnya dibuatlah bihun sorgum-maizena, dimana tiap varian komposisinya mengalami peningkatan nilai daya serap air; penurunan nilai cooking loss; penurunan waktu rehidrasi; dan penurunan nilai hardness.Saran pada penelitian ini hendaknya terdapat pengontrolan suhu yang lebih akurat agar produk yang dihasilkan lebih baik.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top