Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal MensSana: 105

(searched for: journal_id:(4274809))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Nasri Nasri, Ari Sapti Mei Leni
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 1-11; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.13

Abstract:
Pertolongan pertama merupakan langkah awal sebelum penanganan yang lebih kompleks oleh tim medis. Pertolongan pertama cedera olahraga dapat dilakukan oleh tim medis, pelatih, atau atlet sendiri. Tujuan pertolongan pertama cedera olahraga yaitu mencegah cedera lebih berat, mencegah infeksi, mengurangi rasa sakit bahkan dapat mencegah kematian. Penting bagi atlet untuk memahami pertolongan pertama cedera olahraga sebagai langkah awal dalam mencegah cedera lebih berat. Penelitian ini dilakukan di SMA, SMK, dan MA Negeri dan Swasta Kota Surakarta dengan syarat setiap sekolah mempunyai minimal 3 kegiatan ekstrakurikuler bidang olahraga. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 499 siswa dari 35 sekolah menengah atas. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner berupa pilihan ganda yang sudah dilakukan uji validitas dan reabilitias. Kuesioner yang dibuat dalam bentuk google form yang diberikan kepada sampel. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari (1) pengetahuan mengenai pencegahan cedera olahraga, (2) pengetahuan mengenai penanganan cedera olahraga, dan (3) pengetahuan mengenai pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa mengenai pencegahan cedera menunjukkan kategori sedang (68,1%), pengetahuan siswa mengenai perawatan cedera menunjukkan kategori sedang (65,7%), dan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama cedera olahraga menunjukkan kategori sedang (64,7%).
Reno Siska Sari, Shinta Masitho W, Dinna Eka Graha Lestari
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 31-37; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.15

Abstract:
Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) adalah ketidak nyaman atau nyeri pada otot yang terjadi setelah latihan dan pada umumnya disebabkan oleh latihan yang didominasi oleh kontraksi eksentrik. DOMS biasanya disertai dengan gejala-gejala seperti kekakuan, penurunan pada kekuatan otot serta nyeri yang dirasa 12-24 jam setelah latihan dan mencapai puncaknya pada 24-48 jam setelah latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempercepat pemulihan DOMS dengan mengetahui pengaruh pemberian kurkumin dalam meringankan gejala DOMS setelah latihan eksentrik. Gejala DOMS yang diukur pada penelitian ini adalah nyeri otot. Desain penelitian ini adalah randomized group pretest and posttest design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PJKR IKIP Budi Utomo yang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok, 18 orang coba kelompok kontrol (K1) dan 18 orang coba kelompok perlakuan (K2). Kurkumin diberikan secara oral dalam bentuk kapsul setelah aktivitas eksentrik dengan dosis 150 mg. Pemberian kurkumin dilakukan 1 jam dan 24 jam setelah aktivitas eksentrik. Nyeri otot diukur dengan Visual Analogue Scale. Pengukuran dilakukan 1, 24 dan 48 jam (selama 3 hari) setelah aktivitas eksentrik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberian kurkumin pada kelompok perlakuan dapat menurunkan nyeri otot pada 48 jam setelah aktivitas eksentrik (5,08,3±0,79) jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p=0,00 (p<0,05).
Wahyu Irfan Rojali, Ngadiman Ngadiman, Didik Rilastiyo Budi, Panuwun Joko Nurcahyo, Ayu Rizky Febriani
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 92-99; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.24

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran dari mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMA di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Brebes. Data dari penelitian ini adalah data pokok yang diperoleh dari hasil kuisioner oleh guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dan 32 SMA di kabupaten Brebes. Penelitian ini memiliki 2 kriteria tujuan yaitu secara umum dan khusus, yang mana untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pembelajaran daring mata pelajaran PJOK di tinjau dari beberapa aspek, yaitu kontek, input, proses, dan produk. Penelitian ini menggunakan teori yang dicetuskan oleh Sugiyono (2012). Metode penelitian dari penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi rekapitulasi dari 4 aspek dari guru yaitu 78.99% (baik) dan siswa 68% (cukup). Serta hasil evaluasi dari keseluruhan yaitu 73.5% (baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran PJOK secara daring ternyata dapat dikategorikan dengan kesimpulan baik dengan prosentase 73.5%, namun aspek produk menjadi terendah. Sehingga aspek produk membutuhkan perbaikan dan pengingkatan serius dalam program pembelajaran PJOK secara daring.
John Arwandi, M Ridwan, Roma Irawan, Vega Soniawan
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 182-190; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.11

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah kekuatan shooting atlet masih jauh dari yang diharapkan, karena terbukti dari banyaknya shooting yang dilakukan oleh atlet baik dalam pertandingan maupun latihan sangat sedikit yang bisa menghasilkan gol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk latihan squat jump terhadap kemampuan shooting di dalam permainan sepakbola atlet Pro:Direct Academy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pengambilan data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Pro:Direct Academy sebanyak 85 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling, dengan kriteria atlet yang sudah berlatih selama setahun. Maka sampel dalam penelitian ini adalah atlet U17-U18 sebanyak 20 or. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat tes kecepetan dan kekuatan shooting yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan bentuk latihan squat jump kepada atlet. Analisa data menggunakan uji-t. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa t-hitung untuk hasil tes kekuatan sebesar 3,548, di mana nilai tersebut lebih besar dari nilai tabel dengan derajat bebas 19 dan taraf signifikansi sebesar 1% yaitu 2,539. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan berupa latihan squat jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan shooting di dalam permainan sepakbola.
Panuwun Joko Nurcahyo, Rifqi Festiawan, Didik Rilastiyo Budi, Arfin Deri Listiandi, Ngadiman Ngadiman, Kusnandar Kusnandar, Muhamad Syafei
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 130-138; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.05

Abstract:
This study aims to determine the application of the rules (rules) and routines (routines) in the learning process of Physical Education in SMP Negeri throughout the Banyumas Regency. This research is quantitative descriptive research. The research method used was a survey method. The subjects in this study were physical education teachers in Banyumas Regency, totaling 36 schools. The sampling technique uses a total sampling technique. The research instrument used in the form of a questionnaire application of rules (rules) with a validity coefficient of 0.925 and a reliability coefficient of 0.991, as well as a routine questionnaire (routines) with a validity coefficient of 0.925 and a reliability coefficient of 0.987. Data analysis techniques using quantitative descriptive analysis presented in the form of a percentage. The results showed that: (1) The application of the rules in Physical Education learning in state junior high schools in Banyumas Regency was in the category of "very less" by 0% (0 teachers), "less" by 0% (0 teachers), "Enough" at 30.56% (11 teachers), "good" at 69.44% (25 teachers), and "very good" at 0.00% (0 teachers). (2) Implementation of routines in Physical Education learning in state junior high schools in Banyumas Regency is in the category of "very less" by 0% (0 teachers), "less" by 0% (0 teachers), "enough" by 69, 44% (25 teachers), "good" by 27.78% (10 teachers), and "very good" by 2.78% (1 teacher). With these results, it can be concluded that the application of rules and routines in SMPs throughout the Banyumas Regency is in the sufficient category.
Nur Fitranto, Tirto Apriyanto, Mohamad Rizal Octyawan
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 139-145; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.06

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Velocity Critical Run Tim futsal putra Sekolah menengah atas Plus PGRI Cibinong, menganalisis seberapa jauh jarak para pemain melakukan aktifitas fisik dengan bejalan ,berlari dan sprint serta menganalisis seberapa lama durasi yang ditempuh para pemain dengan berjalan berlari, dan sprint pada Kejuaraan Allievo Futsal Championship. Penelitian ini dilaksanakan di Gor Laga tangkas Kab. Bogor tanggal 21 – 26 februari 2020 dan metode yang dipergunakan dalam penilitian ini adalah metode analisis deskriptif. Teknik pengambilan samplenya yaitu total Sampling atau teknik pengambilan sampel total dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Keseluruhan pemain futsal putra Sekolah menengah atas Plus PGRI Cibinong yang bertanding di Allievo Futsal Championship sebanyak 12. Hasil pertama pada penelitian adalah Jarak Velocity Critical Run Tim Futsal Putra Sekolah menengah atas Plus PGRI Cibinong pada Kejuaraan Allievo Futsal Championship terjadi sebanyak 32006 meter. Dari hasil tersebut rata-rata pemain dalam melakukan aktifitas fisik adalah hanya 1,9 m/s maka dapat disimpulkan pada pertandingan tersebut para pemain Futsal Putra SMA Plus PGRI Cibinong dalam tiga pertandingan melakukan aktfitias dengan intesitas rendah. Dengan demikian Vcr para pemain futsal Tim Futsal SMA Plus PGRI Cibinong harus ditingkatkan 2.2 m/s -2.4 m/s dari indikator 70-75% dari VO2max. Kata kunci — Analisis, Vo2Max, Velocity Critical Run (VCR), Futsal
I Putu Agus Dharma Hita, Elsa Ariestika, Betrix Teofa Perkasa Wibafiet Billy Yacs, Doni Pranata
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 146-156; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.07

Abstract:
Abstrak Seluruh aspek kehidupan mengalami penyesuaian sejak pandemi covid-19. Hal ini menjadi sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan aktivitas fisik melalui olahraga, agar imunitas tubuh terjaga serta terhindar dari virus dan penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap tingkat aktivitas fisik Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama masa karantina covid-19 di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali yang dilakukan selama 14 hari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan yaitu lembar recall physical activity 24 jam selama 14 hari untuk mengumpukan data status gizi dan tingkat aktivitas fisik. Setelah data terkumpul akan dilakukan uji normalitas menggunakan teknik kolmogorov smirnov dan uji homogenitas menggunakan teknik levene statistic dengan taraf signifikan 5% (p > 0.05). Selanjutnya, uji hipotesis menggunakan teknik korelasi dengan taraf signifikan 5% (p < 0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai sig 0.167 (status gizi) dan sig 0.073 (tingkat aktivitas fisik) p > 0.05 dan data bersifat homogen dengan nilai sig 0.133 (p > 0.05). Hasil uji hipotesis dengan teknik korelasi mendapatkan hasil nilai sig sebesar 0.005 (p < 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan status gizi terhadap tingkat aktivitas fisik PMI selama masa karantina covid-19 di Kabupaten Jembrana. Kata Kunci: status gizi, tingkat aktivitas fisik, covid-19
Wildan Alfia Nugroho, Fadilah Umar, Dody Tri Iwandana
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 56-65; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.20

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kecepatan renang atlet melalui latihan interval. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 9 atlet diperoleh menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes kecepatan 100m gaya bebas. Semua data dianilis menggunakan software Minitab versi 17 dengan taraf signifikansi 0,05. Uji statistik data menggunakan Paired t test. Hasil penelitian diperoleh nilai P = 0,000 < 0,05 terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok pret-test dengan kelompok post-test. Studi ini menyimpulkan bahwa pemberian latihan interval dapat meningkatkan kecepatan renang pada atlet para-renang.
Rika Sepriani, Ambiyar Ambiyar, Ishak Aziz
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 38-49; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.12

Abstract:
The problem in this study is that there has not been an evaluation of online learning through e learning during the Covid-19 pandemic in the Sports Physiology course. For this reason, this study aims to determine the achievement of online learning that has been carried out until mid-semester as a form of learning evaluation. In this study, the sample was obtained from students who took the Sports Physiology lecture who met the inclusion criteria as many as 58 people. This type of research is a quantitative descriptive study using two methods, survey methods namely in the form of a questionnaire to determine the ability of students to access e learning and an essay test to determine student learning outcomes until mid-semester, especially in the cognitive aspects. The results showed that students had been able to access e learning well and had a good average value of learning outcomes.
Leni Apriani, Merlina Sari, Joni Alpen
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 50-55; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.19

Abstract:
The purpose of this study was to determine and test the increase in physical fitness through bentengan and obstacle course games. In this study the authors used an experimental method. From the results of paired samples test, it can be seen that the significance value is 0.038, which is smaller than α = 0.05. These results prove that using the game hadang has a significant effect on increasing the level of physical fitness of UIR Petanque UKM athletes. A different thing happened to the fortress game that it was not significantly proven to the level of physical fitness of the Petanque UIR UKM athletes with a value of 0.603. If seen in table 1 the mean value of the game hadang was 1.12, while the game of bentengan was -62, this could mean that the game hadang better than the clash of arms.
Ruslan Rusmana, Budiman Budiman, Ricky Ferari
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 173-181; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.10

Abstract:
Penelitian ini berawal dari hasil observasi yang peneliti temui dan rasakan dilapangan, di duga latihan mental progressive muscle relaxation dan autogenic training berpengaruh terhadap hasil shooting penalty sepak bola di PSKC Kota Cimahi. Jenis penelitian adalah eksperimen desain yang digunakan yaitu randomize pretest postest, populasi adalah pemain PSKC yang bermain di liga dua dan elite pro yang berjumlah 33 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling . teknik pengambilan data adalah dengan test hasil shooting penalty dengan kesempatan satu kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji normalitas pretest PMR 0,066, pretest AT 0,324 dan postest PMR 0,055 postest AT 0,333 kemudian di uji homogenitas bahwa kedua data diketahui dengan hasil data homogen dan hasil uji paired PMR dan AT memberikan pengaruh yang signifikan dangan angka PMR 0,521 dan AT 4,392. Dengan hasil tidak terdapat perbedaan pengaruh antara PMR dan AT terhadap hasil shooting penalty sepak bola.
Mohammad Zamzami
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 191-201; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.12

Abstract:
The aim of this study is to investigate the effectiveness of using Virtual Reality (VR) technology in learning the skill of jump-shot in basketball. Participants were 45 new volunteer students from the Department of Physical Education at Umm Al-Quran University. They had no experience in basketball and jump-shot in particular. They were divided into three groups, control group, real training group, and VR training group. Pre and post-tests were applied on the three groups to have a comparison between them. In the VR training group, we used the Virtual Reality headset device (HTC Vivek) to teach them the jump-shot in basketball. The scores were analyzed by using the One-Way ANOVA to measure their performance. Results showed a significant improvement in the level of performance for the jump-shot skill in the real training group and the VR group. While no significant improvement was noticed in the control group. Also, there was no significant differences between the real training and VR training group in post-test at the level of p=0.05 in jump-shot for the basketball skill. The results motivated faculty members in colleges of physical education in Saudi universities to take advantage of modern technological means. Making it as one of the new methods in teaching practical courses and conducting more research to identify the impact of using modern technology in learning.
Irfan Arifianto, Septian Raibowo, Rices Jatra
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 12-22; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.18

Abstract:
Tennis is one of the most popular sport branches which very attractive to people nowadays. However, the varied fundamental techniques have been burden for this sport as it is hard to learn in short period of time. Groundstroke forehand and groundstroke backhand are the two among basic techniques in order to prepare and create the accomplished athlete. In training program, variety innovations are needed, hence the exercise situation become more interesting and also avoid such boredom. The convenient training model for children development is based on play and stay concept. The research method used is development. The final product of this research is the variety of training which emphasizes on groundstroke forehand & backhand exercise in the form of video by using games concept for junior tennis athlete. In tennis, presenting the training portion through playing concept to junior athlete (6-12 years old) is the exact option, because in that age, giving the proficiency and understanding of movement is easier to build. Delivering the training program within the support of technology will make it more focused and on target.
Ahmad Atiq, Choirul Umam, Hendri Maksum
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 23-30; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.17

Abstract:
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keaktifan indera, keaktifan akal, keaktifan ingatan, dan keaktifan emosi atlet dalam mengikuti latihan sepak bola di masa new normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survei. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Penelitian ini menggunakan skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepak bola di Pontianak berjumlah 97 orang. Sampel yang digunakan total sampling yang berjumlah 97 orang. Langkah analisis dan mengolah data yaitu Editing, Klasifikasi, Tabulasi, Skala, Mempersentasekan data, Menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keaktifan atlet dalam mengikuti latihan sepak bola di masa new normal tergolong pada tiga klasifikasi yaitu sangat baik sebesar 44,3%, baik sebesar 52,6% dan cukup sebesar 3,1%. Sedangkan jumlah pengelompokan skor keseluruhan dari semua atlet termasuk dalam klasifikasi baik yaitu sebesar 52,6%.
Indra Jati Kusuma, Kusnandar Kusnandar, Panuwun Joko Nurcahyo, Rifqi Festiawan
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 100-108; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.25

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui potensi Germanggis untuk dijadikan prasarana aktivitas jasmani, 2) Mengetahui faktor penghambat dalam pengembangan Germanggis sebagai prasarana aktivitas jasmani, 3) Mengetahui faktor pendukung Germanggis, untuk dijadikan prasarana aktivitas jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, focus group discusion, wawancara dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling untuk pengelola dan snowball sampling untuk guru dan siswa. Digunakan trianggulasi data untuk keabsahannya, dan analisa interaktif model Miles dan Huberman untuk menganalisa datanya. Hasilnya: 1) Potensi dari Germanggis yaitu memiliki sumber mata air yang cukup, berdiri diatas lahan seluas 1,5 hektar, dan masih ada 3,5 Hektar lagi untuk dikembangkan, udaranya masih sejuk, pandangan saat sunrise dan sunset bagus, 2) Faktor Penghambatnya; jalannya menanjak, belum dilalui jalur bus, 3) Faktor Pendukungnya: harga tiket masuk terjangkau, tersedianya fasilitas ibadah dan warung makan, banyak terdapat spot foto menarik, terdapat area camping, dan area outbond masih dalam penataan. Kesimpulan: Objek Wisata Germanggis sudah mulai digunakan oleh Guru Penjasorkes untuk pembelajaran aktivitas jasmani berbasis outdoor activity karena terdapat fasilitas yang mendukung yaitu camping ground, outbound, fasilitas ibadah dan warung makan, spot foto. Germanggis dapat digunakan sebagai prasarana pembelajaran aktivitas jasmani berbasis outdoor activity karena respon guru dan siswa sangat baik setelah melakukan pembelajaran aktivitas jasmani berbasis outdoor activity.
Aref Vai, Slamet Slamet, Agus Prima Aspa, Muhammad Imam Rahmatullah, Fitri Agung Nanda
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 165-172; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.09

Abstract:
The times that show the existence of learning innovations using online devices require learning innovations. The purpose of this research is to develop learning media for human body anatomy based on Lectora Inspire. The method used in research which is research and development (Research & Development). Lectora Inspire is an application that is used to develop instructional media products. In this study, the researchers analyzed that learning human body anatomy based on lectora inspire was still not widely used. Therefore, research on this learning media is quite urgent to do. Researchers provide a different point of view regarding lectora inspire-based learning media. In doing the validation, the researchers tested the material, media and learning validation by experts in their fields. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques that were expressed in the distribution of scores and a predetermined category rating scale. The sample used involved students who took part in the learning. Based on the results of the evaluation in the field of material received an average score of 4.19 and categorized as good. Evaluation in the media sector has an average score of 4.31 and is categorized as good, and students' responses in the small group average score of 4.26 are categorized as good. From the results of this study it can be concluded that the Lectora Inspire application is very effective in using learning media, especially human anatomy because it is supported by features that can facilitate the learning process
Puput Sekar Sari, Dede Dwiansyah Putra, Bayu Iswana, Ardo Okilanda
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 75-83; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.22

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan Incline Push Up Depth Jump terhadap hasil tolak peluru gaya ortodox pada siswa SMP Negeri 29 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode eksperimen. Populasi berjumlah 318 siswa dengan sampel berjumlah 20 siswa putra. Sampel yang diperoleh selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 orang sebagai kelompok Eksperimen yang diberi perlakuan latihan Incline Push Up Depth Jump dan 10 orang sebagai kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes. Analisis regresi linear sederhana diperoleh Y = 3,91 + 0,79X hasil nilai positif ini menunjukkan bahwa diprediksikan terdapat pengaruh latihan Incline Push Up Depth Jump terhadap hasil tolak peluru gaya ortodox siswa. Analisis selanjutnya menggunakan korelasi product moment diperoleh rxy = 0,90 dengan kategori tingkat hubungan kuat, selanjutnya hasil nilai r dikuadratkan dan presentase sehingga diketahui kontribusi variabel X terhadap variabel Y sebesar 81%. Dan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh thitung > ttabel (8,86 > 1,734), dengan demikian terdapat pengaruh latihan Incline Push Up Depth Jump terhadap hasil tolak peluru gaya ortodox pada siswa SMP Negeri 29 Palembang. Memperjelas bahwa Ha diterima dan Ho ditolak secara signifikan.
Muhamad Syamsul Taufik, Ravizah Eka Putri, Ervan Kastrena, Adi Rahadian
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 115-122; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.03

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan aktivitas fisik pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya minat Komunitas Lari OerangTjianzoeRun dalam melakukan aktivitas fisik di rumah pada pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survei. Subjek dalam penelitian anggota komunitas lari OerangTjianzoeRun yang berjumlah 100 orang. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik angket tertutup. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan minat Komunitas lari OerangTjianzoeRun dalam melakukan aktivitas fisik di rumah masuk ke dalam kategori tinggi dilihat dari data rerata sebesar 59.47%. Tidak dipungkiri meski dengan keadaan ruang gerak yang terbatas, rata-rata anggota komunitas lari OerangTjianzoeRun masih melakukan aktivitas fisik walaupun hanya dengan dirumah saja. Pandemi COVID-19 tidak menjadi penghalang untuk tidak beraktivitas fisik. Selama mematuhi aturan protokol kesehatan yang berlaku aktivitas fisik dapat dilakukan di rumah dengan melakukan berbagai macam aktivitas fisik seperti: Work out, skipping, yoga, senam aerobik, dan lain-lain. Dengan melakukan aktivitas fisik di rumah kita sudah mengikuti protokol kesehatan salah satunya physical distancing dan social distancing serta membantu pemerintah dengan memutus rantai penyebaran COVID-19. .
Rafdlal Saeful Bakhri, Didih Nurjaman, Arfin Deri Listiandi, Rifqi Festiawan, Dimas Awal Ginanjar
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 96-105; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.01

Abstract:
Service merupakan teknik dasar yang sangat penting, karena merupakan teknik dasar yang memulai suatu permainan. Kurangnya keterampilan service atas pada siswa peserta ekstrakurikuler tentunya perlu segera ditangani melalui latihan yang tepat dan juga sesuai dengan karakteristik siswa yang merupakan remaja. Kecenderungan remaja yang sangat erat dengan smartphone merupakan suatu aspek yang perlu dipertimbangkan dan dimanfaatkan untuk menunjang latihan. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan aplikasi smartphone “Home Workout no Equipment” dalam melatih kekuatan otot lengan guna meningkatkan keterampilan service atas bola voli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kuasi eksperimen, desain penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Sampel penelitian sejumlah 20 orang siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes service atas. Penelitian dilakukan sebanyak 16 kali pertemuan, yang terdiri dari 3 kali dalam 1 minggu. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah paired sample t test. Hasil analisis data menunjukan nilai signifikansi < 0,05 menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan kekuatan otot dengan memanfaatkan aplikasi smarphone terhadap peningkatan keterampilan service atas bola voli pada siswa peserta ekstrakurikuler SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi.
Ari Subarkah, Ika Novitaria Marani
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 106-114; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.02

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, dan 2. Teknik dasar pukulan yang dominan digunakan dalam permainan bulutangkis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Populasi penelitian adalah semua pemain yang mengikuti pertandingan bulutangkis HSBC World Tour Final Tahun 2019. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah pasangan ganda putra Indonesia yang mengikuti pertandingan tersebut. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan video yang ada di Youtube pada pertandingan bulutangkis HSBC World Tour Final Tahun 2019 dan kemudian memasukkannya ke dalam tabel yang disesuaikan dengan teknik dasar bermain bulutangkis yang dilakukan selama pertandingan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistic deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1. Teknik dasar pukulan overhead sebanyak 26%, pukulan netting sebanyak 19%, pukulan drive sebanyak 37% dan pukulan service sebanyak 18%. 2. Teknik dasar pukulan yang dominan digunakan dalam permainan bulutangkis pada pertandingan bulutangkis HSBC World Tour Final Tahun 2019 adalah pukulan drive forehand. Sehingga disarankan kepada para pelatih untuk selalu melakukan latihan untuk melatih semua teknik dasar pukulan terutama teknik dasar pukulan yang dianggap bisa mematikan lawan sehingga bisa memenangkan pertandingan bulutangkis.
Yousef AlThobaiti
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 84-91; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.23

Abstract:
The study aims to identify economic effects of Corona pandemic on Saudi football represented in SPL sector, and precautionary measures to reduce these effects on Saudi football. the researcher used the descriptive approach (survey studies), and the study sample was (75) academics specialists in sports administration and experts in the field of sports economics, and officials in the different sectors of SPL. There are negative effects of the Corona pandemic on the Saudi football sector, but also it has a positive impact that is to try to activate online management and virtual training, while the negative economic effects on players, administrators, clubs and the professional league’s revenues increase as the time of the pandemic continues. The Saudi footballer should have a plan to work online in case of natural disasters, and put a term in the contracts in the sports field In case of natural disasters that lead to the cancellation of a sporting event before its establishment, its postponement or non-completion, the method of termination of the contract shall be determined according to each case, with the activation of the role of online training in the association and sports clubs, and the activation of the role of electronic services.
Muhammad Harliawan, Maria Herlinda Dos Santos, Ardo Okilanda
Jurnal MensSana, Volume 6, pp 66-74; https://doi.org/10.24036/menssana.06012021.21

Abstract:
The purpose of this study is to determine the effect of the methods section training and methods overall training motivation achievement shoot lay-up skills in the game of basketball The research is conducted at extracurricular student SMP 4 Watampone ,This study is using treatment by level 2 x 2. The samples are consisted of 40 student. The technique of data analysis is two ways analysis of variance (ANAVA) and followed by Tuckey's test for significance level of α = 0, 05. The results of this study show that (1) score for method training section (A1) is higher than the method of overall training (A2) at extracurricular student SMPN 1 Watampone ; (2) there is an interaction between practice methods (A) and training motivation (B) shoot lay-up skills in the game of basketball; (3) score of high method section training (A1B1) is higher than score of high method overall training (A2B1); 4) score of low method section training (A1B2) is lower than score of low method overall training (A2B1)
Rifqi Festiawan
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 157-164; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.08

Abstract:
This study aims to determine the effect of implementing traditional game learning models on improving basic motor skills in children. The research method used is the experimental method. The designs used are the Pre-test and Post-test Group Design. The study population consisted of two classes with a total of 60 students and the sampling technique used simple random sampling with a sample size of 30 students. The test instruments used in this study included: 1) 4 x 10-meter shuttle run test, 2) throw-and-catch test at a distance of 1 meter from the wall, 3) Stork stand test positional balance, 4.) Test 30 sprint meter. The data analysis technique used is the prerequisite test which includes data normality test and data homogeneity test, as well as hypothesis testing using paired t-test. The results showed that there was an effect of traditional game-based learning models on the improvement of children's Fundamental Motor Skills as evidenced by p-value = 0.001. In addition, from the control group data, it is known that there is no significant effect of conventional learning on improving children's Fundamental Motor Skills as evidenced by p-value = 0.072, with these results it can be concluded that traditional game-based learning models are proven to improve children's fundamental motor skills, and can be used as an alternative to the learning process that is more effective than conventional learning.
Arisman Arisman, Ella Anugrarista
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 123-129; https://doi.org/10.24036/menssana.050220.04

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, pengaruh penerapan model pembelajaran langsung dengan bantuan media audio-visual pada hasil belajar materi lompat jauh dengan gaya menggantung. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas XI MAN Ngabang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok diantaranya kelompok eksperimen pada kelas XI IPS2 serta kelompok kontrol pada kelas XI IPS1 yang mana masing-masing kelas berjumlah 31 siswa. Jenis penelitian berupa penelitian eksperimen dengan variabel bebas berupa model .pembelajaran langsung melalui media audio visual dan variabel terikat berupa hasil belajar pada materi lompat jauh dengan gaya menggantung. Penelitian ini menggunakan uji statistik parametrik berupa uji t melalui perhitungan komputerisasi. Hasil analisis memperlihatkan untuk tingkat normalitas kelas eksperimen memperlihatkan nilai Sig= 0.057 > α =0.05 dengan distribusi normal dan kelas kontrol diperoleh nilai .Sig=0.128 > α =0.05 yang juga berarti sampel berdistribusi, normal. Untuk homogenitas kedua kelas memperlihatkan bahwa Sig=0.946 > α=0.05 sehingga dua kelas bersifat homogen. Setelah uji prasyarat, kemudian peneliti melakukan Uji t dan diperoleh nilai Sig. (2-tailed)=0.11 ≤ ½ α=0.025, disimpulkan H0 ditolak, sehingga penggunaan model pembelajaran berbantu media audio.-.visual memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil dari belajar materi long jump pada siswa kelas XI MAN Ngabang.
Syahrastani Syahrastani, Fajri Kamal
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 40-45; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.130

Abstract:
Multimedia is a more complex learning media, and a means of delivering messages in two or more forms. This study aims to determine the effect of 50 M freestyle swimming course using multimedia on the learning outcomes of student majoring in sports education at FIK UNP. The method used is quasi experiment. The sampling technique is done by using a random sample quota technique. The sample size for each treatment group is 10 people, so the number of samples is 20 people or 50% of the total population. The results of the data normality test calculation used the Kolmogorov Smirnov test at a significance level of 0.05, showing a significance value> 0.05, so that all sample groups in this study came from normally distributed populations. From the hypothesis test using the t test, tcount> ttable or significance ≤ α value (0.05) was produced. The conclusion of the study was the 50 M freestyle swimming course using multimedia significantly affected the learning outcomes of FIK UNP's Sport Education students.
Sameer Mohammed Sayyd
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 26-32; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.133

Abstract:
Objectives: The aim of this study to evaluate the sports activities in Saudi universities from the students perspective also, to investigate the obstacles influencing sports activities in Saudi universities. Methods: This study is used the descriptive approach to study 114 respondents were randomly selected from in some Saudi university. The questionnaire was used study comprises five questions. An online questionnaire was designed by Google forms and was distributed by email and WhatsApp. Results: The study revealed some obstacles that hinder the success of sports activities in Saudi Arabia universities for males are: Sports injuries, Lack of facilities, Lack of tools, Non updated programs, admission conditions are not clear, Lack of student interest to do sport, Lack of time in university time table to do sport, There is no scheduled for the sport activities in Saudi universities, lack of fund and lack of human recourse. Conclusion: Can see the importance to investigate the most important factors to enhance sports activities. As well most of the university's students agree with the important need to enhance the sports activities. In addition, all of the obstacles consider by the student are easy to solve if universities implement important the factors.
Syahrial Bakhtiar, Zainul Johor, Akli Anwari Pulungan, Oktarifaldi Oktarifaldi, Risky Syahputra, Lucy Pratama Putri
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 9-14; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.119

Abstract:
Berdasarkan studi awal, masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan objek kontrol siswa PAUD di Kota Pariaman yang masih rendah. Hal ini diduga disebabkan oleh banyak factor, penulis menduga beberapa factor yang berpengaruh adalah koordinasi mata-tangan, body mass index dan jenis kelamin siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh koordinasi mata tangan, body mass index dan jenis kelamin terhadap kemampuan objek kontrol anak. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa PAUD di Kota Pariaman. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang berjumlah 95 anak. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data mengenai koordinasi mata tangan siswa adalah dengan tes M-ABC, body mas index dengan antropometri, jenis kelamin dan kemampuan objek kontrol dengan instrument Test of Gross Motor Skill Second Edition (TGMD-2). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat pengaruh koordinasi mata tangan, body mass index dan gender terhadap kemampuan objek kontrol siswa dengan nilai signifikan (Sig) sebesar 0,006 lebih kecil dari probabilitas 0,05 dan nilai regresi Y= 18.11+0.280X1+0.093X2+0.265X3. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa siswa PAUD di Kota Pariaman dipengaruhi oleh koordinasi mata tangan, body mass index dan gender yang mereka miliki. Semakin baik kriteria koordinasi mata-tangan, body mass index yang dimiliki serta gender akan semakin baik pula kemampuan objek kontrol siswa tersebut.
Junaidy Mohamad Hashim, Mohad Anizu Mohd Noor
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 53-62; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.135

Abstract:
The purpose of this study is to examine the level of knowledge and skills to apply the Psychological Skills Training (PST) among the Co-Curriculum Coaches of Malaysian Teachers' Teachers Institute which are randomly selected. A total of 77coches participated in this study consisting of 63 male coaches and 14 female coaches. The instrument for this study is a set of The Sports Psychology Revised Coach-2 (SPARC) questionnaire modified by the researchers based on the suitability. The questionnaire consists of 2 parts namely coaches demography and knowledge level Psychological Skills Training (PST) consisting of 10 items of questions and skilled to apply psychological Skills Training (PST) exercise sports psychology skills (10 items) based on Likert scale five values. An analysis is carried out descriptively involving frequency and percentage. The results based on application training showed that the method of self-talk training was very frequent and always applied, by 10 samples or 12.9%, followed by stress management training method by 6 samples or 7.8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level. 8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level. 8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level.
Shaghahur Rahman Hanel, Muhamad Sazeli Rifki
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 87-95; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.143

Abstract:
Masalah penelitian adalah kurangnya kemampuan motorik kasar tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas permainan modifikasi bola basket terhadap kemampuan motorik kasar Tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah penyandang tunagrahita ringan di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang. yang berjumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik total sampling, maka sampel penelitian ini berjumlah 10 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan motorik (Scott Motor Ability Test) untuk mengukur kemampuan motorik anak tunagrahita. Analisa data dan pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis komparasi dengan menggunakan rumus uji beda mean (uji t) dengan taraf signifikan α = 0,05. Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil : Terdapat efektifitas permainan modifikasi bola basket terhadap kemampuan motorik kasar Tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang, dengan perolehan koefisien uji “t” yaitu thitung = 7,87 > ttabel = 1,833.
Arfin Deri Listiandi, Didik Rilastiyo Budi, Rifqi Festiawan, Reshandi Nugraha, Faiz Faozi, Rafdlal Saeful Bakhri
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 78-86; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.144

Abstract:
Penelitian ini memiliki latar belakang untuk mengetahui sejauh mana cardiorespiratory fitness mahasiswa karena sebagai mahasiswa olahraga tentunya memerlukan aspek kebugaran dalam menjalani setiap perkuliahan khususnya perkuliahan praktik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan utuk melihat hubungan body fat dan physique rating dengan cardiorespiratory fitness mahasiswa. Metode penlitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, subjek penelitian adalah 46 mahasiswa program studi pendidikan jasmani STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Pengukuran menggunakan Bioimpedance Analisys untuk mengukur body fat dan physique rating sedangkan cardiorespiratory fitness menggunakan multistage fitness test. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara body fat dan physique rating dengan cardiorespiratory fitness.
Indra Jati Kusuma, Panuwun Joko Nurcahyo, Bayu Suko Wahono, Rifqi Festiawan
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 46-52; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.126

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengembangan wisata olahraga rumpit bike and adventure di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, focus group discusion, wawancara dan dokumentasi. Penentuan sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling. Uji validitas menggunakan trianggulasi data dan teknik analisa data menggunakan analisa interaktif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Upaya pengembangan wisata yang dilakukan adalah: a) Pembentukan kelompok kerja, b) Penataan bukit rumpit, c) Menggandeng tokoh pemuda, d) Meluaskan jaringan dengan komunitas, e) Pemanfaatan sosial media, e) Pembuatan spot foto, f) Memberlakukan harga tiket masuk, 2) Faktor pendukung dan penghambatnya adalah: Pendukung: a) Ada tempat spot foto yang terkini b) peminjaman sepeda gratis, c) Ada tempat dengan pemandangan alam yang menarik, d) Potensial untuk pengembangan sepeda “down hill”. Penghambatnya: a) Sumber dana, b) Lokasinya jauh dari sumber air, c) Akses jalan menuju lokasi belum memadai, d) Beberapa area sudah mulai rusak, 3) Potens: Wisata olahraga ini dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran pendidikan jasmani karena: a) Pelajar menggunakan sebagai tempat berkemah, b) Digunakan sebagai tempat outbond, c) Mendorong kemandirian pelajar melalui alam, d) menumbuhkan budaya kerjasama. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola pengembangan wisata olahraga rumpit bike and adventure terlaksana melalui tiga aspek yaitu upaya pengembangan, faktor penghambat dan pendukung serta potensi pengembangan.
Arisman Arisman, Ardo Okilanda
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 69-77; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.138

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pengembangan diri olahraga Panahan. Hal ini muncul karena siswa cenderung termotivasi terhadap permainan panahan yang diajarkan oleh Guru Penjaskes yang ada disekolah tersebut, sehingga siswa begitu antusias dalam melakukan aktifitas tersebut. Jumlah sampel dalam penelitian ini meliputi 15 Orang guru kelas di SD Islam Al-Azhar Cairo Palembang. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah menggunakan angket/kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data yang digunakan adalah rumus distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Hasil penelitian yang diperoleh, dari variabel kemampuan guru dalam mengajar pengembangan diri dari 10 item yang diajukan, tingkat capaian responden mencapai 86,00%. Kemudian variabel model modifikasi dalam mengajar pengembangan diri dari 10 item yang diajukan, tingkat capaian responden mencapai 89,33%. Dari temuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasanya tingkat capaian pelaksanaan pengembangan diri Kemampuan Guru dan modifikasi olahraga Panahan yang ada disekolah tersebut diklasifikasikan pada kategori Baik.
Rices Jatra, Nova Risma, YanDi Saputra
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 63-68; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.129

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan groundstroke Mahasiswa UKM Tenis Lapangan Penjaskesrek FKIP UIR. Tenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan Tenis Universitas Islam Riau pada Bulan Oktober 2019.S Instrumen tes dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan groundstroke tenis lapangan. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Unit kegiatan Tenis lapangan pada prosi penjaskesrek FKIP UIR sebanyak 23 orang. Hasil penelitian sebagai berikut: 8,70% memiliki hasil groundstroke dengan Kategori Baik Sekali, 13,04% memiliki hasil groundstroke Kategori Baik, 56,52% memiliki hasil groundstroke dengan Kategori Cukup, 17,39% memiliki hasil groundstroke dengan Kategori Kurang, 14,35% memiliki hasil groundstroke Kategori Kurang Sekali. Secara rata rata didapatkan hasil 1. Hasil kemampuan groundstroke forehand didapat skor rata-rata (mean) 28,17, berada pada Kategori Baik. 2. Hasil kemampuan groundstroke Backhand didapat skor rata-rata (mean) 23,09 berada pada Kategori Cukup atau Sedang. 3. Hasil kemampuan groundstroke didapat skor rata-rata (mean) 51,26, berada pada Kategori Cukup.
Adiska Rani Ditya Candra, Kumbul Slamet Budiyanto, Sobihin Sobihin
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 15-25; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.128

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik psikologi Atlet pada cabang olahraga Atletik serta membandingkan perbedaan antar nomor event yang terdiri dari nomor Lari, Lempar dan lompat. Penelitian dilakukan pada Atlet UKM Atletik Universitas Negeri Semarang dengan jumlah 27 Atlet Mahasiswa (11 Atlet Sprint, 6 Atlet Lari Jarak Panjang, 6 Atlet Lompat dan 6 Atlet Lempar). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen Psychological Skill Inventory For Sport (PSIS-IR-5) Oleh Mahoney (1987) dan diadopsi dan dikembangkan pada Negara Deutch yaitu menjadi (PSIS-Youth-Cro) (Sindik et al., 2013). Hasil penelitian menyimpulkan analisis karakteristik Psikologi Atlet UKM Atletik adalah sebagai berikut Faktor yang paling dominan dari 6 faktor yang diteliti Motivasi dan Percaya diri. Motivasi paling baik ditunjukkan oleh atlet lempar dan setelah diikuti oleh atlet lompat sprit dan atlet lari jarak jauh, Sedangkan faktor percaya diri paling baik dimiliki oleh atlet lari jarak menengah diikuti alet lempar, sprint dan lompat. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari masing-masing nomor event, pada faktor Kecemasan, Persiapan Mental, Motivasi, Perhatian Tim, Konsentrasi dan Percaya Diri. Ini dapat disimpulkan bahwa, Karakteristik Psikologi Atlet Atlet dari keempat nomor event tersebut tidak memiliki peredaaan berarti.
Rohman Hidayat, Didik Rilastiyo Budi, Ajeng Dian Purnamasari, Ayu Rizky Febriani, Arfin Deri Listiandi
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 33-39; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.127

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor fisik dominan yang dapat mendukung keterampilan bermain sepak takraw yang terdiriri dari servis, mengumpan dan smash. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan sampel atlet sepak takraw yang sudah mewakili kabupaten BARLINGMASCAKEB sebanyak 52 orang atlet. Instrumen penelitian menggunakan tes fisik dan keterampilan bermain sepak takraw. Hasil penelitian ini adalah faktor dominan yang memberikan pengaruh terhadap keterampilan servis adalah koordinasi dengan nilai korelasi sebesar 0.937, pada keterampilan mengumpan faktor dominan yang mempengaruhi adalah koordinasi dengan nilai korelasi sebesar 0.933, serta faktor dominan yang mempengaruhi keterampilan smash adalah kekuatan dengan nilai korelasi sebesar 0.603.
Ujang Rohman, Ramadhani Hananto Puriana
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 1-8; https://doi.org/10.24036/jm.v5i1.118

Abstract:
Penelitian ini bertujuan merumuskan penerapan metode pembelajaran lempar tangkap bola statis dan dinamis dalam meningkatkan gerak dasar passing permainan bola tangan. Objek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Angkatan 2017 yang memprogram Mata Kuliah T/P Bola Tangan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan one group preetest-posttest design. Hasil analisis pada taraf signifikasi (Sig.0.05) menunjukkan t-test metode lempar tangkap bola statis p > Sig.0.05 (2.506 >1.732) dan metode lempar tangkap bola dinamis p > Sig.0.05 (2.614 > 1.732) berarti implikasi kedua metode lempat tangkap bola dapat meningkatkan gerak dasar passing permainan bola tangan. Hasil analisis perbedaan peningkatan antara kedua metode diperoleh p > 0.05 (7.140 >2.201) berarti implikasi metode lempar tangkap bola dinamis lebih baik peningkatannya dibandingkan metode lempar tangkap bola statis dalam pembelajarn gerak dasar passing permainan bola tangan.
Asep Sujana Wahyuri
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 14-18; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.19

Abstract:
Para ahli dan pakar telah mengemukan berbagai pendapat mengenai hakekat bermain antara lain: “Bermain adalah sesuatu yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh baik fisik, intelektual, sosial, moral, emosional.Bermain adalah prasyarat untuk keterampilan masa yang akan datang. Bermain juga merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan tanpa mempertimbangkan hasil.Di samping itu bermain adalah kegiatan yang tidak mempunyai peraturan yang dibakukan melainkan ditetapkkan oleh para pemain sendiri” (Elizabeth B. Hurlock. 1993:320). Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa bermain adalah suatu kegiatan yang melibatkan atau mental seseorang anak (siswa) sehingga, dapat mempengaruhi dalam bidang kehidupan. Terlihat dari kegiatan bermain dapat menyenangkan, menggembirakan, spontan, sukarela, cukup aktif dan mempunyai tujuan-tujuan tertentu
Ade Zalindro
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 1-13; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.18

Abstract:
Tujuan daripenelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh gaya mengajar yaitu gaya inklusi dan latihan terhadap keterampilan dasar bermain Bulutangkis. Penelitian ini dilakukanpada siswa SMPN 32 Padang, penelitian ini menggunakan treatment by level 2 x 2. Sampel terdiri dari 48 siswa dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari 12 siswa. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANOVA) dan selanjutnya dilanjutkan dengan uji Tukey pada tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gaya Latihan memberikan pengaruh yang lebih besardaripada gaya Inklusi dalampeningkatkan keterampilan dasar bermain bulutangkis. (2) Terdapat interaksi antara gaya mengajar dengan koordinasi mata-tangan terhadap peningkatkan keterampilan dasar bermain bulutangkis. (3) Pada koordinasi mata-tangan tinggi, gaya latihan memberikan pengaruh yang lebih besar daripada gaya inklusi untuk meningkatkan keterampilan dasar bermain bulutangkis. (4) Pada koordinasi mata-tangan rendah, tidak terjadi perbedaan pengaruh yang berarti antara gaya latihan dengan gaya inklusi terhadap peningkatkan keterampilan dasar bermain bulutangkis.
Syamsuar Abbas
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 80-88; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.26

Abstract:
Pengabdian yang berorientasikan percepatan realisasi masyarakat hidup sehat melalui program komunitas olah raga dan sadar gizi di Kabupaten Padang Pariaman. Percepatan ini dilakukan dengan membangun komunitas olah raga dan sadar gizi di setiaap kecamatan di Kabupten Padang Pariaman untuk melaksanakan kegiatan olah raga pagi bersama dan penyuluhan gizi masyarakat bekerja sama dengan Posyandu kecamatan. Program ini dipelopori oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang untuk memberikan pendampingan pembangunan komunitas olah raga di tiga desa Nagari Pauh Kamba kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Tujuan pengabdian ini adalah 1) membangun komunitas olah raga dan mengaktifkan kegiatan sadar gizi di Nagari Pauh Kamba dengan melatih kader-kader komunitas untuk terjun sebagai pendampingan memberikan penyuluhan olah raga dan gizi bagi kesehatan 2) Mensinergikan peranan komunitas olah raga dan posyandu melalui sadar gizi untuk merealisasikan percepatan masyarakat hidup di Kabupaten Padang Pariaman. 3) membangun sistem penguatan komunitas olah raga dan sadar gizi melalui kebijakan lintas komunitas di Sumatera Barat. Metode pengabdian ini adalah Community Based Research yang pilot projeknya dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Projek dilaksanakan selama 3 bulan membangun komunitas olah raga dan sadar gizi di tiga Desa Rimbo Dulang-Dulang, Desa Bayur dan Desa Pinang Nagari Pauh Kamba kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Hasil pengambdian kepada masyarakat didapatkan bahwa program penyuluhan dan pendampingan olah raga dan sasdar gizi di tiga desa yaitu Desa Rimbo Dulang-Dulang, Desa Bayur dan Desa Pinang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berolah raga terutama aktivitas senam sehat. Ini terbukti dari kegiatan yang dilaksanakan di tiga desa tersebut, antusias warga sangat tinggi sehingga jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 85 orang. Pilot projek tahun pertama ini telah mampu meningkatkan kesadaran berolah raga dan sadar gizi bagi masyarakat di Nagari Pauh Kamba Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari perbandingan tingkat kesadaran berolah raga dan gizi keluarga seimbang rata-rata sebelum mengikuti kegiatan (7.5%) meningkat menjadi (90%) setelah mengikuti kegiatan. Terjadi kenaikan signifikan tingkat kesadaran berolah raga dan pengetahuan gizi seimbang masyarakat Pauh Kamba dengan nilai a=0.000 < 0.05.
Jonas Solissa
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 57-68; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.24

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Taekwondo. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Penjaskesrek FKIP Universitas PattImura Ambon. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data fasilitas dan motivasi belajar mahasiswa menggunakan koesioner (angket). Untuk prestasi belajar diambil dari nilai tes semester genap. Pengambilan sampel dibatasi pada mahasiswa yang diseleksi melalu penerimaan mahasiswa jalur khusus (PMJK) tahun ajaran 2016/2017, yang berjumlah 50 orang. Hasil analisis data menunjukkan, bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif antara fasilitas terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Taekwondo dengan koefisien korelasi rx1y sebesar 0,52 dan koefisien determinasi sebesar 0,27 yang berarti bahwa jumlah kontribusi sebesar 28%. 2) terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Taekwondo dengan koefisien korelasi rx2y sebesar 0,53 dan koefisien determinasi sebesar 0,28 yang berarti bahwa jumlah kontribusi sebesar 29%. 3) terdapat hubungan yang positif antara fasilitas dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Taekwondo dengan koefisien korelasi Ry12 sebesar 0,45 dan koefisien determinasi sebesar 0,2115 atau 21,15%. Artinya fasilitas dan motivasi belajar memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Taekwondo 21,15%.
Madri M
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 69-79; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.25

Abstract:
Secara mekanisme kontraksi otot adalah terjadinya sliding filamen, sedangkan rangkaian proses kontraksi secara sederhana merupakan (1) adanya rangsangan dari otak melalui akson neuron motorik keserabut otot, (2) asetilkolin yang berada disynaptic gutter akan berikatan dengan reseptornyapada sarkolema, sehingga terjadi depolarisasi membran dan menimbulkan potensial aksi sel otot rangkaserta menyebabkan ion natrium dan kalium keluar, dan (3) potensial aksi yang disebarkan dari membran sel akan diteruskan melalui tubulus T, selanjutnya merangsang terminal sisterna sarkoplasmik retikulumuntuk melepaskan ion kalsium. Ion kalsium akan berikatan dengan troponin Cpada filamen aktin dan mendorong filamen tropomiosin menutup celah-celah aktivesite filamen aktin, sehingga aktivesite terbuka. Otot merupakan jaringan peka yang dapat dirangsang untuk menimbulkan suatu potensial aksi. Otot rangka melekat pada tulang dan berperan sebagai sistem perototan yang menggerakan tubuh. Aktivitas otot diatur oleh susunan saraf melalui persarafan motorik. Otot rangka tersusun dari serat-serat yang merupakan balok penyusun (building bloks) sistem otot. 40% dari berat badan manusia terdiri dari otot rangka dan 10% terdiri dari otot polos dan jantung. Mekanisme kontraktil ototrangka tergantung dari protein miosin, aktin, troponin dan tropomiosin. Ciri filamen miosin tebal, sedangkan filamen aktin tipis. Sebagian saling bertautan sehingga menyebabkan myofibril secara bergantian menunjukan pita terang dan gelap. Pita ini saling tumpang tindih dan terjadi penonjolan dari sisi filamen miosin. Penonjolan ini dinamakan jembatanpenyeberangan (cross bridge).
Frizki Amra
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 36-48; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.22

Abstract:
Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan chest pass atlet SMA Pembangunan Laboratorium Padang. Diprediksi disebabkan oleh rendahnya kondisi fisik koordinasi mata tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi koordinasi mata tangan terhadap kemampuanchest pass atlet bolabasket SMA Pembangunan Laboratorium Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi adalah seluruh atlet putra SMA Pembangunan Laboratorium Padang yang berjumlah 20 orang, penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui Test koordinasi mata tangan menggunakan ball werfen und-fangen serta test kemampuan chest pass menggunakan chest passtest. Teknik analisis data denganFmetode statistik regeresi sederhana dan ganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) koordinasi mata tangan berkontribusi terhadap kemampuanchest pass sebesar 45,43%
Emil Mon
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 27-36; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.21

Abstract:
Based on obsevation at the Student of sport in SMP N 1 Bukittinggi City showed the learning outcomes is still low. This is estimated influence by pphysical fitness and learning motivatio. This study aims to know the contribution of physical fitness and learning motivation to learning outcames of student’s Sport in SMP N 1 Bukittinggi City. This reasearch medthod is correlation, to know how big the contribution one variable each other. The population are student of Sport in SMP N 1 BukittinggiCity in the academic year 2014/ 205 with amount 30 student. The sampling technique is total sampling, so the samples are 30 student. Data was collected by physical fitness test instrument Indonesia aged 13 to 15 year and completed questionnaires to measure physical fitnessand learning motivation, and learning outcomes used 2nd data of student’s report in 2015/2016 acamic year. The results showed that: (1) physical fitness had a significant contribution with tcount (3,71) >ttable(1,70) and give contribution for 32,95% to learning outcomes. (2) Learning motivation had a significant contribution with tcount (5,60) > ttable(1,70) and give contribution for 52,85% to the learning outcomes. (3) physical fitness and leaning motivation have significant contribution with F count (42,948) > Ftable (3,35) And countributed together by 76.04% to learning outcomes.
Berto Apriyano
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 19-26; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.20

Abstract:
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada pelajar SMP Pertiwi Siteba Padang menunjukkan bahwa hasil belajar yang dimiliki pelajar masih rendah khususnya mata pelajaran Penjasorkes. Hasil belajar Penjasorkes pada pelajar dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya diduga dipengaruhi oleh kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan dan kontribusi kebugaran jasmani terhadap hasil belajar Penjasorkes. Populasi penelitian ini adalah pelajar SMP Pertiwi Siteba Padang pada tahun ajaran 2014/2015 yang digunakan berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportionate stratified random sampling, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 58 orang dengan kesalahan 5%. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes kebugaran jasmani Indonesia (TKJI) untuk mengukur kebugaran jasmani dan untuk mengukur hasil belajar Penjasorkes menggunakan data sekunder nilai rapor semester 2 tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran Penjasorkes. Hasil penelitian adalah: (1) kebugaran jasmani memiliki hubungan signifikan dengan thitung(2,167) > ttabel(2,011) dan memberikan kontribusi sebesar 5,18% terhadap hasil belajar Penjasorkes.
Yulifri Yulifri, Nurini Nurini, Arie Asnaldi, Ali Umar
Jurnal MensSana, Volume 4, pp 148-155; https://doi.org/10.24036/jm.v4i2.98

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik siswa Sekolah Kelas V Dasar Negeri 03 Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri 03 Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah,yangberjumlah 150 orang, terdiri dari siswa putra 80 orang dan putri 70 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 03 Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah dengan jumlah 35 siswa. Instrumen penelitian ini yang meliputi: standing board jump, softball throw, wall pass, lari zig-zag, dan lari jarak pendek 40 yard.Teknik analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan presentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan motorik siswa Sekolah Dasar Negeri 03 Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah berkategori baik sekali sebesar 8.57% (3 siswa), berkategori baik sebesar 22.86% (8 siswa), berkategori sedang sebesar 40% (14 siswa), berkategori kurang sebesar 20% (7 siswa), dan berkategori kurang sekali sebesar 8.57% (3 siswa).
Atradinal Atradinal, Rika Sepriani
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 99-105; https://doi.org/10.24036/jm.v2i2.86

Abstract:
Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia. Pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing tim beranggotakan 11 orang. Seorang pemain diperbolehkan bergerak kemanapun juga di dalam lapangan, sehingga seorang pemain membutuhkan kondisi fisik yang prima. Kekuatan atau strenght adalah komponen kondisi fisik, yang menyangkut masalah kemampuan seseorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya menerima beban dalam waktu kerja tertentu. Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat penting dalam sepakbola karena dapat membantu meningkatkan komponen-komponennya seperti kecepatan, kelincahan dan ketepatan. Selain kondisi fisik yang prima, hal yang sangat penting diperhatihan adalah recovery atau pemulihan. Proses pemulihan yang tepat akan dapat mengembalikan kekuatan otot atlet dalam suatu pertandingan.
Asep Sujana Wahyuri
Jurnal MensSana, Volume 3, pp 102-106; https://doi.org/10.24036/jm.v3i2.83

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh senam aerobikmix impact terhadap penurunan kadar lemak tubuh pada sanggar senam Rai Kota Sawahlunto. Populasi dalam penelitian ini adalah member wanita yang aktifdalamkelassenamaerobik di SanggarSenamRaiKotaSawahluntosebanyak 57 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 14 orang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pengaruh signifikan senam aerobikmix impact terhadap penurunan kadar lemak tubuh pada sanggar senam Rai Kota Sawahlunto. Berdasarkan tabel diatas didapatkan nilai thitung =38.00sedangkan ttabel sebesar 1.771 dengan taraf signifikan α = 0.05 dan dk = 14 Berdasarkan pengambilan keputusan diatas maka thitung > ttabel (38>1.771).Dapat disimpulkan bahwa adanya efek dari latihan senam aerobikmix impact terhadap penurunan kadar lemak tubuh anggota sanggar senam Rai Sawahlunto.
Nurul Ikhsan
Jurnal MensSana, Volume 2, pp 55-64; https://doi.org/10.24036/jm.v2i1.16

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan motivasi kerja dan kinerja guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dalam mengelola pembelajaran.penelitian dilakukan pada jam sekolah setelah pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Padang Kota Padang Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan kepala sekolah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobality sampling dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) Motivasi guru memiliki hubungan positif dengan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran penjasorkes di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Padang Kota Padang Utara, 2) semakin besar guru motovasi (X) dengan kinerja guru (Y) sebesar 62,40%, hal ini berarti bahwa 62,40% variabel motivasi kerja guru (X) memberikan hubungan dengan kinerja guru (Y) sebesar sisanya sebesar 37,60% dipengaruhi oleh variabel dan indikator lainnya.
Hasri Wandi Nur, Mandri M, Zalfendi Fik-Unp
Jurnal MensSana, Volume 3, pp 67-76; https://doi.org/10.24036/jm.v3i1.67

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini berawal dari rendahnya tingkat kesegaran jasmani siswa, karena kurangnya minat siswa mengikuti ekstrakurikuler gulat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa Putera yang mengikuti ekstrakurikuler gulat di SMP Negeri 30 Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat yang memuat argumen – argumen variabel yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler gulat di SMP Negari 30 Padang yang berjumlah 40 orang. Dalam penelitian ini sampel diambil secara total sampling yaitu seluruh siswa putra yang mengambil ekstrakurikuler gulat berjumlah 40 orang. Tes yang digunakan untuk kesegaran jasmani adalah tes kesegaran jasmani adalah tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) putra usia 13-16 tahun.
Muhammad Arnando, Kamal Firdaus, Kibadra Fik-Unp
Jurnal MensSana, Volume 3, pp 1-6; https://doi.org/10.24036/jm.v3i2.73

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahui gizi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler (olahraga) SMP N 4 Padang. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dan data langsung diambil melalui angket penelitian. Populasi adalah siswa SMP N 4 Padang yang mengikuti kegiatan ekstrakuriuler (Olahraga). Penarikan sampel penelitian menggunakan teknik purposive samples. Jumlah sampel 63 orang. Data yang dikumpulkan melalui angket dianalisis dengan statistik deskriptif formula persentase secara manual. Sehingga di dapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan baik (26,9%), pengetahuan sedang (55,6%) dan yang memiliki pengetahuan kurang (17,5%). Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa, gambaran pengetahuan gizi siswa yang mengikuti eksetrakurikuler (olahraga) di SMP N 4 Padang termasuk dalam klasifikasi sedang.
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top