Refine Search

New Search

Results in Journal Journal of Public Health Research and Community Health Development: 62

(searched for: journal_id:(4252369))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
S.Km. Rezania Asyfiradayati
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 99-106; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.18568

Abstract:
Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Secara global sekitar 10,0 juta orang terkena penyakit TB pada tahun 2017 sebesar 5,8 juta orang dewasa, 3,2 juta perempuan dan 1,0 juta anak. Pada tahun 2018 diketahui bahwa berdasarkan survei prevalensi TB Paru Anak di Wilayah DKK Surakarta terjadi peningkatan. Penelitian ini dilakukan pada seluruh penderita TB paru anak yang datanya terekap di Dinas Kesehatan Surakarta pada triwulan tiga dan masih mengalami pengobatan dengan jumlah 46 kasus dan dilakukan dengan metode case control dengan perbandingan 1:1 sehingga melibatkan 92 sampel. Beberapa faktor yang perlu diteliti adalah riwayat kontak serumah, paparan asap rokok anggota serumah dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara faktor riwayat kontak serumah, faktor paparan asap rokok dan ASI eksklusif dengan masing-masing p value (0,00), (0,09) dan (0,03) dengan kejadian TB paru anak di wilayah kerja DKK Surakarta.Kata Kunci: Anak, faktor risiko, tuberkulosis.
Hannisa Yanuar Utama
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 107-121; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.21559

Abstract:
Background: Hazard reporting card is a tool used to identify hazards and risks in the workplace. Based on data obtained by researcher, the filling of hazard reporting cards at oil and gas company X, there are only about 30% - 75%, the reason is because employees often forget to fill in, while all employees are required to fill cards every month. Purpose: The purpose of this study is to analyze the possibility of whether the electronic reminder method can be used to increase the number of employee participation in filling out hazard reporting cards. Methods: This study uses a literature review study. Results: The results of the study in 21 journals showed that there were 15 journals successfully applying the reminder method and there were 6 journals stating there were positive responses from respondents towards the application of the electronic reminder method. Conclusion: The conclusion of this research is that this method can be recommended to be applied in the HSE field of the office in the oil and gas company X.
Ayu Sekar Pawening, Dani Nasirul Haqi
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 137-143; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.22862

Abstract:
Background: Hypertension or also known as high blood pressure is one of the major health problems in society especially in developing countries like Indonesia. As happened in Tlatah Village, Purwosari, Bojonegoro, hypertension case reached 3rd highest cases that reported in reports of village health service visits in 2019 with so many factors cause hypertension where these factors are divided into modified factor and cannot be changed factor. Purpose: This aimed of this study was to determine the risk factors that associated with the incidence of hypertension in Tlatah Village, Purwosari District, Bojonegoro Regency. Methode: This type of research was a descriptive analytic analysis with a cross-sectional study design. The population in this study was the entire population of 557 people and the sample was taken using simple random sampling technique of 83 people. Result: The results of the analysis showed that the variable which was statistically significant and had a significant relationship was the variable of exercise habits with p-value
Anisa Nur Kholipah, Inge Dhamanti
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 144-156; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.23230

Abstract:
Latar belakang: Penyediaan pelayanan kesehatan mental sangat diperlukan mengingat pentingnya peran tenaga kesehatan dalam menangani Covid-19 serta tingginya beban psikologis tenaga kesehatan selama melayani pasien. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekomendasi pelayanan kesehatan mental bagi tenaga kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review. Artikel didapatkan melalui database Google Scholar, Science Direct dan Pubmed yang dipublikasikan pada tahun 2020. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil analisis artikel, terdapat berbagai masalah kesehatan mental dan rekomendasi guna menangani masalah tersebut pada tenaga kesehatan. Rekomendasi tersebut dikelompokkan menjadi tujuh upaya kesehatan mental yang terbagi dalam tahap response, recovery, dan mitigation pada disaster risk management. Kesimpulan: Berdasarkan tahap disaster risk management, tahap response membutuhkan upaya identifikasi risiko masalah kesehatan mental, pengaturan shift kerja dan pemberian dukungan tangible untuk mencegah dampak buruk pandemi bagi tenaga kesehatan. Upaya recovery dapat dilakukan dengan memberikan dukungan psikologis, dan reward. Upaya mitigation untuk mengurangi risiko masalah kesehatan mental dapat dilakukan dengan menyusun healthcare system preparedness dan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan.Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan Mental, Tenaga Kesehatan, Covid-19
Weni Tri Purnani
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 130-136; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.15418

Abstract:
Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan tubuh untuk membuat hormon yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan. Garam beryodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) mengandung sebanyak 30-80 ppm. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Antara Penggunaan Garam Beryodium Dengan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Balita.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu balita yang ada di Puskesmas Campurejo berjumlah 93, dengan teknik simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 40 responden. Instrument yang digunakan yaitu alat ukur iodium tes, alat ukur (timbangan, pengukur tinggi badan), tabel Z dan KPSP. Hasil penelitian kemudian dianalisa menggunakan Uji Spearman Rho. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa P value adalah 0,000 < α (0,05) Ho ditolak yaitu ada hubungan antara penggunaan garam beryodium dengan pertumbuhan dan berdasarkan uji statistic spearmen’rho nilai P value < α (0,05) didapatkan P value adalah 0,002 maka Ho ditolak artinya ada hubungan antara garam beryodium dengan perkembangan balita. Disarankan agar orang tua mampu memberikan nutrisi khususnya pemberian garam beryodium yang sesuai pada balita agar dapat mencegah terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan
Rahmah Amalina
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 122-129; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.21545

Abstract:
Construction is one of the highest industries in contributing to work accident rates. Unsafe act is the cause of 73% of work accidents. One way to prevent unsafe act is through safe behavior implemented by management and workers themselves. This study aims to determine the correlation between the safety climate with unsafe act. This research uses quantitative analytic methods with cross sectional design study. Data was analyzed using chi-square with a sample of 88 people selected by purposive sampling method. The results showed that the proportion of respondents who frequently perform unsafe acts was 33%. In bivariate analysis showed there were a relevant relationship between the dimensions of management safety empowerment (OR 2.455; 95% CI 1.06-5.87), worker’s safety priority and risk non-acceptance (OR 2.679; 95% CI 1.05- 6,83) and the dimensions of safety communication, learning and trust in co-worker’s safety competence (OR 2,500; 95% CI 1.05-5.91) with unsafe act. Workers who have a good perception of a safety climate rarely take unsafe actions.
Pinesa Rachma Andani
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 88-98; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.14460

Abstract:
Saat ini telah terjadi pergeseran usia seorang remaja putri mengalami mentruasi untuk pertaman kali atau menarche dini. Semakin muda usia menarche sebaiknya diimbangi dengan kesiapan remaja baik secara psikologis maupun pengetahuan tentang menstruasi dan personal hygiene menstruasi yang memadai. Saat menstruasi organ seksual menjadi lebih sensitif sehingga rentan terkena infeksi. Sehingga sangat penting melakukan tindakan personal hygiene menstruasi dengan baik dan benar. Tingkat pengetahuan dan sikap cenderung mempengaruhi tindakan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tindakan personal hygiene menstruasi pada siswi SDN Kertajaya Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini diambil dengan metode total sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 78 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Diperoleh hasil 66,7% responden memiliki pengetahuan yang baik, 60,3% persen responden memiliki sikap baik dan 79,5% responden memiliki tindakan baik. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tindakan personal hygiene menstruasi pada siswi SDN Kertajaya Kota Surabaya.
Eti Vera Asmaningrum, Dani Nasirul Haqi
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 157-165; doi:10.20473/jphrecode.v4i2.23394

Abstract:
Latar Belakang: ISPA masih menjadi masalah utama penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA diantaranya: asap rokok, umur anak, berat badan lahir, status gizi kurang, tidak memberikan ASI, riwayat imunisasi yang tidak lengkap, dan pemberian vitamin A. ISPA masih menjadi masalah utama kunjungan balita pelayanan kesehatan di Desa Tlatah, Purwosari, Bojonegoro. Purpose: Menentukan Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Bayi Usia 0-2 Tahun Di Desa Tlatah, Purwosari, Bojonegoro. Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 responden dari 42 responden yang mempunyai bayi usia 0-2 tahun. Hasil: Hasil penelitian ini dengan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara paparan asap rokok anggota keluarga dan status gizi anak dengan kejadian ISPA pada bayi usia 0-2 Tahun Di Desa Tlatah, Purwosari, Bojonegoro dengan nilai (p=0,001; RR=6.353; 95%CI=1.008-40.056) dan (p=0,000; RR=0.391; 95%CI=0.235-0.651). Kesimpulan: Oleh karena itu, diharapkan anggota keluarga memperhatikan kondisi anak dengan tidak melakukan perilaku yang tidak sehat sehingga keluarga dapat meningkatkan derajat kesehatan anak dan anggota keluarga lainnya.
, Nuryanti Irawati, Neti Sitorus
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 52-60; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.15637

Abstract:
Latar Belakang: Gangguan muskuloskeletal banyak dikeluhkan oleh penjahit yang bekerja di perusahaan dengan lama bekerja yang berkisar antara 6-8 jam per hari dan posisi statis. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan status gizi, masa kerja, dan sikap kerja dengan gangguan muskuloskeletal pada penjahit yang bekerja di suatu perusahaan di Kota Bandung. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, melibatkan 30 orang penjahit sebagai responden yang diambil secara total sampling. Pengukuran status gizi dengan bantuan timbangan berat badan dan microtoise, untuk sikap kerja diukur menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan gangguan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengeluhkan gangguan muskuloskeletal, sikap kerja yang berisiko dan status gizi dalam kategori gemuk. Responden yang mengalami keluhan muskuloskeletal dengan masa kerja kurang dari 5 tahun. Dapat disimpulkan bahwa keluhan muskuloskeletal berhubungan dengan status gizi (p=0,001), masa kerja (p=0,000), dan sikap kerja (p=0,000). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar penjahit mengalami gangguan muskuloskeletal dan sikap kerja yang berisiko, oleh karena itu perlu dilakukan peregangan setiap 4 jam sekali pada saat bekerja dan perlu melakukan senam punggung setiap hari sebelum tidur.
Moh Alimansur, Elfi Quyumi
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 81-87; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.21792

Abstract:
Latar Belakang: Penyakit Covid-19 merupakan penyakit yang mudah menular, sehingga dengan cepat bisa menjangkiti banyak orang. Memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19) adalah jalan keluar mengakhiri pandemi. Masyarakat dan pihak non-pemerintah dapat berpartisipasi dalam berbagai bentuk kerelawanan dalam penanggulangan bencana dan pengurangan risiko. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang upaya pencegahan penularan COVID-19 terhadap kepatuhan relawan covid dalam upaya pencegahan penularan COVID19. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, besar sampel 105 orang relawan covid di Kota Kediri, dengan metode simple random sampling dengan analisa data menggunakan analisis Chi Square test menggunakan software SPSS 19. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar relawan covid memiliki pengetahuan yang cukup tentang upaya pencegahan penularan COVID-19. Hampir seluruhnya dari relawan covid tidak patuh dalam menjalankan upaya pencegahan penularan COVID-19. Hasil uji Chi-square test menunjukkan adanya hubungan pengetahuan upaya pencegahan dengan kepatuhan dalam pencegahan COVID-19 pada relawan covid yang ditunjukkan dengan nilai p-value = 0,00 < α = 0,05. Kesimpulan: Pengetahuan yang kurang tentang upaya pencegahan penularan COVID-19 akan berdampak pula pada penurunan kepatuhan relawan covid dalam mencegah penularan COVID-19. Perlu adanya edukasi, aturan dan penyediaan alat pelindung diri bagi relawan covid dalam pencegahan penularan COVID-19.
Salshabiyla Naura Almamira Cukarso, Chahya Kharin Herbawani
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 71-80; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.20810

Abstract:
Background: The Javanese community is one of the largest ethnic groups in Indonesia. This culture influences people's behaviour in daily life, including maternal care. Some people still believe in traditional myths and practices related to pregnancy. Even it can threaten the pregnancy. Purpose: This systematic review aims to describe the behaviour of people related to practices and beliefs in Javanese culture. Method: This review used a systematic review method. A systematic and relevant search for scientific articles through Google Scholar with a publication period between 2010-2020. Result: There are still many people who obey the traditional beliefss that has no scientific basis. They hope by believing this can make the pregnancy run smoothly and avoid unwanted events. Conclusion: Traditional beliefs and practices have positive and negative impacts on pregnant women. Health workers must provide evidence-based interventions or health education about pregnancy to the community to prevent behaviour that is contrary to health values and can be harmful to the mother and fetus. Information about pregnancy care is not only conveyed to pregnant women but can also be shared with her husband or parents.
Jihan Adella Iyik Be
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 1-13; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.14397

Abstract:
Latar Belakang: Tim Lintas Fungsi merupakan metode yang efektif dalam organisasi. Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya menerapkan tim lintas fungsi dalam manajemen rumah sakitnya. Dengan menggunakan metode tim lintas fungsi organisasi berusaha untuk meningkatkan koordinasi dan rentang integrasi, meningkatkan waktu pengembangan teknologi dan mengurangi tingkat ketidakpastian. Permasalahan yang diangkat yaitu belum optimalnya kinerja Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya dengan rata-rata BOR masih dibawah 60%, kunjungan rawat jalan masih belum mencapai target (10%-20%), serta penurunan pemanfaatan penunjang medik sebesar 12,4% pada tahun 2011. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dimensi Seleksi Tim Lintas Fungsi terhadap Relational Coordination di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya tahun 2012. Metode: Penelitian dilakukan di RS Muhammadiyah Surabaya dengan desain penelitian observasional deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Responden adalah anggota dari 12 Tim Lintas Fungsi di RS Muhammadiyah Surabaya sebanyak 29 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu pemilihan staf dari masing-masing unit kerja untuk menjadi anggota Tim Lintas Fungsi di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya secara keseluruhan dipilih oleh manajemen. Sebesar 58,33% pelaksanaan seleksi tim lintas fungsi mengindikasikan relational coordination yang kuat. Kesimpulan: Disimpulkan seleksi tim lintas fungsi yang baik dapat mempengaruhi terjalinnya Relational Coordination yang kuat.
Ayu Fitri Lestari
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 14-27; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.14971

Abstract:
Latar Belakang: Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik (usia sekolah). Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Tim Pembina UKS Pusat ternyata masih cukup banyak sekolah yang belum melaksanakan UKS secara baik dan benar. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan menganalisis pelaksanaan program UKS di sekolah. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan program UKS di MA Al-Qodiri VIII Kelir, Metode: Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi berdasarkan pendekatan sistem. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan kepada empat informan, yaitu Guru Pembina UKS, dua orang Kader Kesehatan Remaja, dan pemegang Program UKS di Puskesmas setempat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program UKS di MA-Al-Qodiri menurut komponen pendekatan sistem berupa input, proses dan outputnya masih dalam kategori cukup. Lebih dari 50% indikator keberhasilan dalam Program UKS di MA Al-Qodiri sudah terlaksana atau terpenuhi. Diantaranya indicator sumber daya manusia, sarana, kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Masih terdapat banyak beberapa kekurangan dalam pelaksanaan program UKS di masing-masing komponen menurut pendekatan sistem, begitu pula pada sub komponennya. Kesimpulan: Oleh karena itu, perlu ada beberapa perbaikan dalam pelaksanaan Program UKS yang diusulkan dan dilaksanakan sesuai dengan analisis permasalahan yang dilakukan.
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 61-70; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.15954

Abstract:
Latar Belakang: Bahan berbahaya masih sering ditemui pada berbagai macam makanan jajanan yang beredar di masyarakat. Usus ayam dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan dan jajanan, seperti sate usus dan keripik usus. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan higine sanitasi proses produksi usus ayam dan identifikasi kandungan formalin. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Wawancara dan observasi dilakukan pada responden untuk memperoleh data. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 pemasok besar (X dan Y) yang memasok usus ayam ke seluruh pasar di kabupaten Jember. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik pemasok usus untuk menggali pengetahuan terhadap penggunaan bahan berbahaya pada makanan, serta para pekerja diproses produksi untuk melihat penerapan prinsip hygiene sanitasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Proportional random. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan 2 pemasok terhadap bahan tambahan pangan berbahaya adalah cukup, hygiene sanitasi pada saat proses produksi meliputi aspek pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian adalah cukup. Pengetahuan personal hygiene pekerja adalah cukup sedangkan perilaku implementasi Higiene sanitasi termasuk kategori kurang. Fasilitas sanitasi rumah produksi pada ke 2 pemasok usus ayam masih termasuk kategori kurang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 23 sampel usus ayam yang dijual di pasar trsdisional, terdapat satu sampel (4,35%) positif mengandung formalin (kode sampel PT), yang dipasok oleh pemasok X. Formalin kemungkinan ditambahkan oleh oleh pedagang.
Titin Noerhalimah
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 28-42; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.15005

Abstract:
Latar Belakang: Pada negara berkembang secara umum ada berbagai macam penyakit menular, salah satunya adalah tuberkulosis (TB). Kasus tuberkulosis seringkali terjadi di kawasan negara berkembang, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pada tahun 2017 kasus tuberkulosis mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yakni dari 57.247 kasus menjadi 59.833 kasus. Padahal pada tahun 2016, kasus tuberkulosis telah menurun dratis bila dibandingkan dengan tahun 2015 yakni 59.446 kasus. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penyakit tuberkulosis adalah kondisi lingkungan fisik tempat tinggal dan perilaku hidup seseorang (PHBS). Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis hubungan PHBS di rumah tangga dan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015-2017. Metode: Pada penelitian ini digunakan metode penelitian observasional dengan desain studi korelasi. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling pada data sekunder yang terdapat di Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2017. Penelitian ini menggunakan teknik analisis yaitu uji normalitas dengan uji kolmogorov smirnov dan uji korelasi pearson. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terdapat korelasi positif yang cukup kuat antara rumah tangga ber-PHBS dengan penemuan kasus tuberkulosis (p = 0,01
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 4, pp 43-51; doi:10.20473/jphrecode.v4i1.15096

Abstract:
Latar Belakang: Loket pendaftaran merupakan pelayanan pertama yang diberikan, yang dapat menentukan kepuasan pasien dan keinginan pasien untuk melanjutkan pelayanan selanjutnya. Puskesmas Pare merupakan puskesmas yang akan mengikuti serangkaian kegiatan akreditasi. Dalam serangkaian kegiatan akreditasi, dibutuhkan survei kepuasan pasien salah satu kepuasan pasien terhadap pelayanan di loket puskesmas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan loket pendaftaran di Puskesmas Pare Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini merupakan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain peneilitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah semua yang berobat dan telah mendapatkan pelayanan di loket pada waktu penelitian berlangsung, yaitu sejumlah 100 pasien. Sampel yang digunakan adalah 80 pasien yang dipilih secara random. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berasal langsung dari pihak Puskesmas Pare. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan loket di Puskesmas Pare. Namun, masih ada unsur yang harus dilakukan suatu upaya peningkatan dan/atau perbaikan pada unsur tersebut, yaitu unsur kenyamanan ruang tunggu. Kesimpulan: Kesimpulannya, gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan loket pendaftaran di Puskesmas Pare secara normatif sudah mencapai tingkat kepuasan ‘sangat puas’.
Ronggo Yudo Wicaksono
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 1, pp 39-47; doi:10.20473/jphrecode.v1i1.20455

Abstract:
Risk Management K3 merupakan suatu upaya untuk mengelola risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk mencegah terjadinya kecelakaan secara sistematis dan terstruktur dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan kegiatan risk management pada engine room Kapal Feri Selat Madura II Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan merupakan penelitian cross sectional berdasarkan waktu penelitiannya. Objek penelitian ini berfokus pada engine room, dengan populasi seluruh pekerja engine room yang berjumlah 6 orang. Data primer didapatkan melalui hasil observasi dan wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada engine room terdapat 25 jenis bahaya dengan 5 bahaya termasuk dalam kategori risiko tingkat tinggi atau risiko yang tidak dapat diterima, 20 bahaya merupakan risiko tingkat sedang atau risiko dapat ditolerir, dan 5 bahaya merupakan risiko tingkat rendah atau risiko yang dapat diterima. Upaya pengendalian yang diterapkan adalah pengendalian secara teknik engineering, administratif dan penyediaan Alat Pelingdung Diri (APD). Pengendalian yang paling efektif adalah pengendalian dalam bentuk pemasangan safety device pada mesin, dengan nilai sebesar 90%. Berdasarkan penilaian risiko sisa, masih terdapat 6 bahaya dengan tingkat risiko sedang.Kesimpulan penelitian ini adalah, dari total 25 macam bahaya pada engine room Kapal Feri Selat Madura II Surabaya , 20% diantaranya termasuk kedalam bahaya dengan tingkat risiko tinggi atau tidak dapat diterima, namun pengendalian yang diterapkan rata-rata memiliki nilai 90%, maka dari itu 76% bahaya dengan kategori risiko tinggi atau tidak dapat diterima dapat diturunkan menjadi kategori dapat diterima.
Rr. Vigna Maya Kosha, Indriati Paskarini
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 1, pp 30-38; doi:10.20473/jphrecode.v1i1.20454

Abstract:
PT. Charoen Pokphand Indonesia, Krian yaitu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pakan ternak yang memiliki tingkat risiko kebakaran yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari pelaksanaan sistem pencegahan kebakaran di PT. Charoen Pokphand Indonesia, Krian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Informan dari penelitian ini yaitu antara lain terdiri dari dua puluh lima orang informan yang terdiri dari lima manager, lima supervisior, lima Safety, Health and Environment (SHE) dan sepuluh tim tanggap darurat. Variabel dalam penelitian ini atara lain adalah kebijakan manajemen, organisasi dan prosedur, identifikasi bahaya kebakaran, pembinaan dan pelatihan, sarana proteksi kebakaran aktif dan pasif, inspeksi kebakaran, pengendalian bahaya/ pencegahan, Terdapat Kebijakan manajemen dan sudah disosialisasikan kepada seluruh karyawan. Organisasi dan prosedur sudah terlaksana sesuai dengan tugas masing-masing. Identifikasi bahaya kebakaran menggunakan matriks risiko yang menunjukkan termasuk risiko kebakaran tinggi. Pembinaan dan pelatihan sudah diberikan kepada karyawan secara rutin. Sarana proteksi kebakaran aktif dan pasif sudah ada dan dalam keadaan dapat dipakai. Proses inspeksi kebakaran sudah dilakukan secara rutin. Upaya pengendalian/ pencegahan sudah terbentuk dan sudah dilakukan secara rutin. Penerapan sistem pencegahan kebakaran atau pra kebakaran bernilai sangat baik karena telah memuat semua elemen yang harus dijalankan dalam mengelola bahaya kebakaran.
Aprillinardi Mahdi Putra Prasetya
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 1, pp 48-60; doi:10.20473/jphrecode.v1i1.20456

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan SMK3 PT. Indopherin Jaya telah sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif . Subjek pada penelitian ini adalah pihak yang berwenang dalam penerapan SMK3 yakni anggota departemen P2K3L perusahaan sebanyak 8 orang. Data diperoleh dengan cara wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Indopherin Jaya telah memiliki kebijakan dan komitmen K3. Perumusan perencanaan berdasarkan identifikasi potensi bahaya. Pemantauan dan evaluasi telah dilakukan menurut ketentuan perundangan. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 juga sudah dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. . PT. Indopherin Jaya sudah menerapkan 95% dari semua kriteria pada penilaian penerapan SMK3 menurut PP No. 50 Tahun 2012.
Ayik Mirayanti Mandagi
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 1, pp 1-12; doi:10.20473/jphrecode.v1i1.20451

Abstract:
Karies pada anak prasekolah masih menjadi masalah kesehatan gigi masyarakat dengan prevalensi mencapai 90% dan keparahan cukup tinggi di berbagai daerah. Penelitian bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan keparahan karies pada anak prasekolah. Penelitian ditujukan untuk pengembangan program kesehatan gigi mulut di puskesmas di Surabaya. Penelitian berjenis analitik dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dengan pemeriksaan karies gigi dan kebersihan mulut, dan wawancara menggunakan kuesioner. Pemilihan populasi melalui skrining siswa PAUD dan TK kelas A diperiksa ada tidaknya karies sebanyak 509 anak, diperoleh populasi yaitu 460 anak. Melalui penyamplingan diperoleh sampel 104 anak. Variabel terikat yaitu keparahan karies. Variabel bebas yaitu tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan pengasuh, frekuensi konsumsi kariogenik, menyikat gigi, kebersihan mulut, kebiasaan minum susu botol, dan kontrol ke dokter gigi. Hasil menunjukkan faktor yang berhubungan dengan keparahan karies yaitu tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan pengasuh, frekuensi konsumsi kariogenik, menyikat gigi, kebersihan mulut, kebiasaan minum susu botol, dan kontrol ke dokter gigi. Kesimpulan yaitu faktor determinan yang berhubungan dengan keparahan karies meliputi tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan pengasuh, frekuensi konsumsi kariogenik. Faktor dominan yaitu frekuensi konsumsi kariogenik.
Yazid Albustomi, Denny Ardyanto W.
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 1, pp 22-29; doi:10.20473/jphrecode.v1i1.20457

Abstract:
Tingginya intensitas kebisingan yang terjadi pada area kerja akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti perubahan tekanan darah dan ganguan pendengaran. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian kohort. Populasi penelitian ini diambil sesuai dengan syarat inklusi yang telah ditentukan, sehingga diperoleh populasinya 36 orang (20 orang pada area >85dBA dan 16 orang di area ≤85dBA). Sampel diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling, sehingga sampel di peroleh sebesar 25 orang.Hasil penelitian terlihat bahwa intensitas kebisingan di area STMC sebesar 90,17 dBA (area selatan) dan 89,67 dBA (area utara). Intensitas pada area SHE sebesar 62,57 dBA serta pada area main office sebesar 60,97 dBA. Hasil analisis perubahan tekanan darah sistole sebelum dan setelah bekerja di area STMC menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 < 0,05 serta pada area SHE dan main office menunjukkan bahwa nilai p = 1,000 > 0,05. Hasil analisis perubahan tekanan darah diastole sebelum dan setelah bekerja menunjukkan bahwa nilai p = 0,014 < 0,05 serta pada area SHE dan main office menunjukkan bahwa nilai p = 1,000 > 0,05. Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan tekanan darah sistole dan diastole sebelum dan setelah bekerja pada pekerja yang terpapar bising di area STMC serta tidak ada perbedaan tekanan darah sistole dan diastole sebelum dan setelah bekerja pada pekerja yang terpapar bising di area SHE dan main office.
Anda Desi Puspita, Noeroel Widajati
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 1, pp 13-21; doi:10.20473/jphrecode.v1i1.20452

Abstract:
Lingkungan kerja di bagian Injection Moulding 1 PT.X Sidoarjo memiliki iklim kerja yang panas. Iklim kerja yang panas tersebut berasal dari panas yang dihasilkan oleh mesin produksi yang jumlahnya banyak. Iklim kerja yang panas menyebabkan pekerja terasa panas, banyak mengeluarkan keringat dan dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari iklim kerja dan tingkat dehidrasi pada pekerja shift pagi bagian Injection Moulding 1 PT.X Sidoarjo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat yang digunakan untuk mengukur iklim kerja yaitu heatstress monitor Questemp 36 dan tingkat dehidrasi menggunakan pemeriksaan berat jenis urin. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu total populasi sebanyak 31 pekerja yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu dalam kondisi sehat, tidak mempunyai penyakit ginjal dan diabetes mellitus, dan tidak sedang haid atau diare. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan iklim kerja bagian Injection Moulding 1 tertingggi sebesar 29.50C (melebihi NAB) dan 24 pekerja mengalami pre dehidrasi. Terdapat hubungan yang lemah antara iklim kerja dengan tingkat dehidrasi (koefisien 0,204). Saran kepada perusahaan untuk menambahkan garam elektrolit pada air minum pekerja dan meningkatkan fasilitas untuk mengakses air minum serta menganjurkan pekerja mengkonsumsi air minum secara teratur dan memberikan edukasi kepada pekerja tentang kebutuhan cairan tubuh untuk lingkungan kerja panas.
Dwi Indica Danida
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 79-87; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.15177

Abstract:
Room attendant and public area attendant’s job involved in repetitive activities and awkward posture that can cause uncomfortable ergonomic situation and can lead to musculoskeletal disorder. The aim of this research is to see the relation of work posture with musculoskeletal complaints on room attendant and public area attendant workers in Hotel Kartika Chandra especially on janitorial worker that cleans glasses, toilets and carpets. This research is using cross-sectional design approach which have been done in February until June 2019. Total sampling is used to determine the samples of all the population of room attendant and public area attendant workers in Hotel Kartika Chandra with 42 respondents as the samples. And the result shows that the majority of respondents having musculoskeletal issuereach 57,1%. Bivarat analysis shows that there is a correlation between work posture on musculoskeletal complaints. Therefore, it is necessary to adjust work tools that are in accordance with worker anthropometry and work stations and education about good and correct work ergonomics. Keywords: Ergonomic, musculoskeletal complaints, public area attendant, room attendant, work posture
Made Nita Sintari
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 108-119; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.13419

Abstract:
Background: Malcolm Baldrige method has been widely used to assess institutional performance. However, data obtained from the assessment are still visualized in the form of tables. This kind of visualization for rendering data is less interesting and makes readers difficult to interpret the data. Aims: This study presented some recommendations for data visualization in various forms, such as charts and diagrams to facilitate data interpretation. Methods: This study utilized Microsoft Excel 2007 software to create charts. The data used as an example for analysis was the performance assessment using Malcolm Baldrige method at Muhammadiyah Gresik Hospital in June 2012. Results: The results of this study reported that by using Malcolm Baldrige method, the data could be visualized in forms of bar charts, radar charts, and pie charts. Conclusion: To conclude, performance assessment can be visualized not only in tables but also charts and diagram that have a more visual presentation.Keywords: Charts, performance, Malcolm Baldrige, visualization
Roselya Mutiara Pratiwi, Ni Luh Putu Arum Puspitaning Ati
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 138-146; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.13178

Abstract:
Backgound: Measurement of body fat percentage as estimates of obesity, which can be done with the method of measuring the bioelectrical impedance analysis (BIA) and the meter inches inelastic. Both of these methods can be used as a simple, safe and non-nvasive. Objective: To analyze the comparative measurement of obesity with the BIA and the meter inches inelastic. Method: The study was observational analytic with cross sectional design. Sample were taken and selected through simple ramdomize sampling method. Data obtained directly by measuring samples that met the inclusion criteria. Obesity screening data obtained by measuring the percentage of body fat using BIA method and meter inches inelastic. Results: Based on the calculationn, as many as 65 samples taken by proportional random sampling in each specialization the student of the Faculty of Public Health 2014 Airlangga University. The percentage of female students with obesity using the BIA was 29,2% and inelastic inch meter is 21,5%. The statistical test showed t test was 0,897 ( sig>0,05). Conclusion: There are differences in the measurement result mean obesity BIA metered inches inelastic screening tools and have a good validity in measuring obesity. Suggestion : For further research it is recommended to be more accurate in measuring using an inelastic inch meter, while when using BIA it should use altimeter measurement because it is needed for data input.
Husna Husna
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 88-94; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.14969

Abstract:
Sie balu merupakan salah satu produk tradisional Aceh yang diolah dari bahan pangan asal hewan yaitu daging. Sie balu diproses dengan penambahan bumbu dan dikeringkan. Proses pengolahan yang lama dan pengeringan di bawah sinar matahari langsung dapat menyebabkan produk daging terkontaminasi mikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan Salmonella, Shigella dan E. coli pada sie balu. Sie balu dibuat dari 5 kg daging sapi segar, dijemur hingga kering. Salmonella, Shigella dan E. coli diidentifikasi menggunakan uji bakteriologis dan biokimia. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sie balu terkontaminasi oleh Salmonella, Shigella dan E. coli. Disarankan pengolahan sie balu sebaiknya memperhatikan proses higiene dan sanitasi dalam setiap tahapan pengolahan dan metode pengeringan sie balu menggunakan peralatan yang tertutup.
Peni Kistijani Samsuria, Indranila Kustarini Samsuria
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 120-127; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.15010

Abstract:
Pendahuluan: Latar belakang: RNA untai ganda (dsRNA), siRNA, miRNA, RNAi, menginduksi metilasi DNA pada tumbuhan dan dalam sel mamalia, termasuk manusia. Kini RNAi menjadi prinsip dalam pengobatan kanker sekarang dan di masa depan. Masalah: Metilasi pulau CpG dan pengulangan DNA CGG merupakan kasus prevalensi tinggi di hutan hujan tropis, tetapi sampai sekarang terabaikan. Prinsip kehati-hatian dalam efek lingkungan harus diambil oleh para pembuat keputusan dan pemegang kebijakan. Tujuan: Mengetahui efek pembungkaman gen terhadap lingkungan. Hipotesis: RNAi menyebabkan hipermetilasi. Metode: Quasi ‘Systematic Review’ dengan Analisis Bayesian. Hasil: Menggunakan mesin pencari Science Direct, 935 referensi tertangkap ditambah 11 referensi yang sudah direkam dalam pustaka Mendeley, dan setelah menyaring abstrak atau judul, 920 dikeluarkan dengan duplikasi yang tidak relevan baik dianalisis dengan jaringan Bayesian terbaru untuk menjawab hipotesis. Menyaring teks lengkap dari 18, kemudian 16 teks lengkap dipilih. 28 teks lengkap diperiksa dan periksa kembali dengan meta-analisis RNA-metilasi menggunakan Science Direct (12 referensi). Diskusi: Sebuah teknik CpG-siRNA telah mempertahankan hipermetilasi pulau CpG, digunakan secara luas dalam terapi tanaman dan kanker untuk menstabilkan gen yang terbungkam.Kesimpulan: Pengaruh teknik pembungkaman gen terhadap lingkungan harus diketahui secara luas oleh pemegang kebijakan dan pengambil keputusan. Keywords: Hipermetilasi, Pulau CpG, RNAi, Pembungkaman gen, Budidaya ikan
Asrining Pangastuti
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 70-78; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.12827

Abstract:
Latar Belakang: Menurut WHO anemia pada ibu hamil adalah bila kadar hemoglobin 0,05) dan cakupan pemberian tablet Fe (p-value > 0,05) dengan prevalensi anemia ibu hamil. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara cakupan ANC dan cakupan pemberian tablet Fe dengan prevalensi anemia ibu hamil. Kejadian anemia pada ibu hamil dipengaruhi banyak faktor lain seperti status gizi dan kepatuhan ibu dalam konsumsi tablet Fe.
Ika Santi Widyasari, Tito Yustiawan
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 95-107; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.13425

Abstract:
Klinik Medical Center ITS adalah salah satu klinik pratama di Surabaya. Klinik pratama merupakan klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik umum maupun khusus. KlinikMedical Center ITSmerupakan pusat pelayanan kesehatan yang disediakan untuk civitas akademika ITS beserta keluarga, masyarakat umum, dan peserta BPJS di wilayah Surabaya Timur. Sebagai pusat pelayanan kesehatan, klinik perlu mengelola penyelenggaraan fasilitas termasuk peralatan kesehatan sebaik mungkin untuk meningkatkan mutu pelayananan. Manajemen peralatan kesehatan merupakan siklus yang dimulai dari perencanaan pembelian, instalasi, pengoperasian, penonaktifan alat hingga penghapusan alat kesehatan (THET, 2015).Tujuan penelitian adalah mempelajari manajemen peralatan kesehatan di Klinik Medical Center ITS. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan kajian literatur. Kajian literatur yang digunakan berupa panduan dari Managing The Lifecycle of Medical Equipment THET Partnerships for Global Health (2015), jurnal internasional, dan Peraturan Nasional. Hasil penelitian manajemen peralatan kesehatan di Klinik Medical Center ITS sebagaian besar telah sesuai dengan tahapan Managing The Lifecycle of Medical Equipment. Tahapan yang perlu disesuaikan adalah tahap budgeting and financing yang belum mempertimbangkan biaya kepemilikan alat. Tahap maintenance and repair belum terdapat SPO pemisahan alat bersih, alat kotor, alat yang perlu sterilisasi, alat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, alat yang membutuhkan persyaratan khusus untuk peletakannya; sterilisas; kalibrasi; dan penggantian atau perbaikan alat rusak. Kesimpulan dari penelitian adalah pelaksanaan manajemen peralatan kesehatan di Klinik Medical Center ITS sebagian besar telah sesuai dengan hasil kajian namun perlu peningkatan pada beberapa tahap, mengadakan pemeliharaan alat yang bersifat preventif, menjadwal pelaksanaan dan monitoring pemeliharaan alat, pemeriksaan fungsi peralatan beserta tindak lanjut dari monitoring alat kesehatan.
Priscelia Ika Wardhani
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 128-137; doi:10.20473/jphrecode.v3i2.14527

Abstract:
Salah satu masalah gizi yang terjadi pada remaja adalah kekurangan energi kronis (KEK). Riskesdas (2018) menunjukkan prevalensi risiko kurang energi kronis (KEK) pada wanita usia subur tertinggi dialami oleh remaja usia 15 – 19 tahun yang mencapai 36,3%. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya KEK pada remaja putri yaitu perhatian terhadap penampilan fisik (body image) dan pola makan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara body image dan pola makan dengan kekurangan energi kronis (KEK) pada remaja putri di SMAN 6 Bogor tahun 2019. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel berjumlah 189 siswi. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pengukuran lingkar lengan atas. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: menunjukkan terdapat hubungan antara body image (appereance evaluation p = 0,000, appereance orientation p = 0,006, body area satisfaction p = 0,015, overweigt preoccupation p = 0,003, self-classified weight p = 0,000) dan pola makan (frekuensi makan p = 0,000 dan jenis ragam makan p = 0,000) dengan kekurangan energi kronis (KEK). Kesimpulan: ada hubungan antara body image dan pola makan dengan kekurangan energi kronis (KEK). Saran: bagi remaja dianjurkan untuk mengatur pola makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan membangun body image yang positif sehingga mencegah terjadi KEK.
Sitti Rochmayati
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 08-18; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.12444

Abstract:
Sebesar 70% penyakit infeksius di dunia merupakan penyakit zoonosis. Penyakit infeksi emerging memerlukan kebijakan yang menyeluruh dan penilaian risiko yang melibatkan semua sektor, khususnya sektor kesehatan hewan dan kesehatan manusia, agar risiko terjadi penularan pada manusia dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pelaksanaan program Joint Risk Assessment (JRA) pada kasus flu burung di Kota Bali.Desain penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada analisis maka dapat disimpulkan bahwa operasional JRA menyediakan prinsip-prinsip penilaian risiko bersama untuk menilai satu peristiwa kesehatan dan perannya dalam pembuatan kebijakan dan memberikan panduan proses penilaian risiko kualitatif.
Siti Aminah, Wahyu Purwaningsih
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 37-43; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.12188

Abstract:
Breastfeeding babies in Indonesia has become a culture, but the practice of breastfeeding is still far from the expected. Sukorame Puskesmas working area of Kediri in February 2017 of 55 amounted to 32 people (17.6%) non-current breast milk so it is still a high incidence of lack of launch ation. The purpose of this study is to distinguish the effectiveness of the palm fruit with leaves on the smooth katuk of breast milk in nursing mothers 0-40 days in the village posyandu corner of the working area of Puskesmas Sukorame 2017. This research uses experimental Pre. With the method of One Group Pre Test Post Test Design. The sample in this study were 32 people taken by using purposive sampling technique. Data obtained by using primary data. Analysis of data using Wilcoxon test and Man Whitney test. The results of the study before the given date and leaves katuk alike are in the category of non-current that is as much (100%) ie 16 people. After taking Dates half (50%) experienced ASI smoothly or as much as 8 respondents. While that consume leaves katuk (93.8) experienced ASI smoothly or as many as 15 respondents. This indicates a significant effect before and after administration of dates on milk production shows the results of p-value of 0.007 or p <α (0.05) before and after consuming while katuk leaves showed the p-value of 0.000 against the smooth ASI in nursing mothers 0-40 days in the village posyandu corner of the working area of puskesmas Sukorame 2017. Based on the research results, it is expected to consume leaves katuk apart easily in the can and contains a lot of benefits and can help expedite spending on ibupost partum breastfeeding.Keywords: palm fruit, leaves and smoothness ASI katuk
Annisa Nanda Asri, Rafiah Maharani Pulungan, Azizah Musliha Fitri
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 44-55; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.14628

Abstract:
Sick building syndrome (SBS) merupakan kumpulan keluhan yang dirasakan oleh pegawai yang bekerja di dalam ruangan dengan kualitas udara yang kurang baik. Pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok bekerja dalam ruangan yang tertutup dengan pencahayaan dan iklim kerja yang kurang baik sehingga berpotensi mengalami gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan nyeri punggung. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan gejala Sick Building Syndrome pada pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok tahun 2019. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok. Variabel lingkungan fisik diperoleh berdasarkan hasil pengukuran lingkungan, sedangkan variabel lingkungan non fisik dan karakteristik individu menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pencahayaan (p=0,001), umur (p=0,006), kondisi psikososial (0,025), kebiasaan merokok (p=0,025), dan riwayat penyakit (p=0,038) dengan gejala SBS. Variabel yang tidak berhubungan dengan gejala SBS adalah iklim kerja (p=0,191), hubungan kerja pegawai dan atasan (p=0,447), hubungan kerja antar pegawai (p=1,000), jenis kelamin (p=0,506), dan masa kerja (p=1,000). Gejala SBS yang paling banyak adalah kantuk. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan BPJS Kesehatan Kota Depok memperbaiki pencahayaan, melakukan peregangan di sela jam kerja, dan melakukan medical check up untuk meningkatkan kenyamanan pegawai dalam bekerja.
Fajar Khaula Rizkya Akbar
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 01-07; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.13067

Abstract:
Banyaknya peluang yang ada di sektor pertanian tentu saja akan ada banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, semakin banyak pekerja dan semakin kompleks metode atau teknologi yang digunakan akan meningkatkan resik terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja yang disebabkan pengetahuan yang kurang tentang penggunaan alat, unsafe action dan unsafe condition. Tujuan dari penelitian ini adalah menganilisis risiko K3 di petani jeruk desa Sidorejo kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 untuk analisis risiko pada pekerjaan petani jeruk di desa Sidorejo kabupaten Banyuwangi. Instrumen penelitian untuk menilai jenis risiko pekerjaannya menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, kemudian untuk mengidentifikasi bahaya pada setiap tahapan pekerjaan menggunakan metode JSA dan guna mengumpulkan informasi dari pekerja menggunakan metode in-depth interview.Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko K3 yang terdapat pada pekerjaan petani jeruk khususnya pada tahap pemberantasan hama adalah risiko menghirup kabut pestisida (risk rating 6), mata terpapar kabut pestisida (risk rating 6), kulit terpapar kabut pestisida (risk rating 6), terpeleset (risk rating 1) dan terlalu lama membawa beban tangki di pundak (risk rating 5). Kesimpulan dari penelitian ini adalah risiko K3 paling tinggi yang dialami oleh petani terdapat pada proses pemberantasan hama, khususnya pada saat menyemprotkan pestisida. Paparan pestisida dapat melalui mata, pernafasan, dan kulit.
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 19-27; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.12151

Abstract:
ASI is an ideal source of nutrients with a balanced composition and in accordance with the growth needs of infants. The exclusive breastfeeding in Indonesia has exceeded the target. However, there are still problems such as habits and beliefs in giving exclusive breastfeeding. This study aimed to describe the perceptions of the community towards exclusive breastfeeding in Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency. The study was conducted on July 2 to August 9, 2018. This study was a descriptive research using cross-sectional design. The sample selected by accidental sampling technique. The sample of this study is 80. This study reported that 88.3% respondents were female ages > 20 years old (98.8%) and ≤ 20 years old (1.3%). The majority of respondents were low educated (76.4%). The results of this study showed that 71.25% of respondents had sufficient perceptions of exclusive breastfeeding. The Study showed 58.8% of respondents agree that honey is useful for breastfeeding initiation, 37.5% of respondents agree that giving colostrum is not good for babies, 43.8% of respondents agree that formula milk can replace breast milk, and 52.5% respondents agree that breastfeeding can make a baby fat. Therefore, Puskesmas as a health care facility should improve efforts to provide information about exclusive breastfeeding through the government program PIS-PK (Indonesian Health Program With Family Approaches). Key words: Exclusive breastfeeding, nutrients, perception
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 28-36; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.12771

Abstract:
The importance of a health service in calculating the maximum supply is to ensure efficiency and effectiveness. To achieve efficiency and effectiveness it is important to pay attention to the combination of Human Resources and other resources (Technology / Machinery). This study aims to determine the maximum capacity of services that can be provided in Medical Rehabilitation Poly, General Surgical Poly and Children Poly at Jemursari Islamic Hospital Surabaya. This research is a type of descriptive observational research. The subjects in this study were Medical Rehabilitation Poly, General Surgery Poly and Children’s Poly at Jemursari Surabaya Hospital and the object in this study was the maximum supply in providing services in each poly. There are two data used, primary data and secondary data. Secondary data obtained from secondary data of each poly in RSI Jemursari Surabaya and primary data obtained from interviews through indepth interviews to nurses in Medical Rehabilitation Poly, General Surgery Poly and Children’s Poly. The maximum supply calculation results in Medical Rehabilitation Poly amounted to 185 patients each day, when compared with the history of poly visit rates of 81%. The results of the maximum supply calculation in General Surgical Poliywere 40 patients each day, when compared with the history of poly visit rates of 112%. The results of the maximum supply calculation in the Children’s Poly were 40 (Room A) dan 80 (Room B) patients each day, when compared to the history of poly visit rates of 125% (Room A) and 62,5% (Room B).Keywords : Hospital, Maximum Supply, Health Service
, Yasir Yasir, Masyudi Masyudi
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 63-70; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.14861

Abstract:
Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Aceh Besar Angka kematian ibu tahun 2014 sebanyak 29 orang dengan kasus preeklampsia sebanyak (20,8%), perdarahan sebanyak (20,8%), infeksi/sepsis sebanyak (34,5%), dan penyebab lain sebanyak (24,1%). Dan Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, diketahui bahwa pada bulan Januari sampai Mei 2017 didapatkan data jumlah kunjungan ibu hamil sebanyak 367 ibu dan diantaranya memiliki tekanan darah tinggi sebanyak 122 ibu hamil. Hal ini penyebab langsung kematian ibu pada saat persalinan. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional, Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden, dengan analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value 0,004 < 0,05) dengan OR 3.722, ada hubungan pengetahuan dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value 0,002 < 0,05) dengan OR 4.142 dan terdapat hubungan antara pola makan dengan hipertensi pada wanita hamil (P-value 0,007 < 0,05) dengan OR 3.429 di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017. Diharapkan kepada Puskesmas dan petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan dan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan tekanan dalam masa kehamilan.
Globila Nurika,
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 3, pp 56-62; doi:10.20473/jphrecode.v3i1.14281

Abstract:
Dermatitis Kontak Iritan (DKI) adalah peradangan pada kulit atau respons non-spesifik kulit terhadap berbagai kerusakan kimia dengan melepaskan mediator inflamasi terutama dari sel-sel epidermis. Zat iritan seperti deterjen, berbagai pelarut, asam, basa, cairan bercampur logam, kosmetik, minyak oles bahkan substansi topikal dapat bekerja bersama untuk merusak kulit dengan cara memindahkan minyak, pelembab dari lapisan terluar, membiarkan iritan masuk lebih dalam dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut dengan cara memicu proses inflamasi.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor internal terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani garam Desa Karanganyar Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan prosedur pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner serta lembar observasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa data regresi berganda secara univariat dan bivariat (uji simultan F dan parsial T) dengan tingkat kepercayaan atau nilai 95% atau (0,05). Berdasarkan hasil analisa uji statistik, didapatkan bahwa ada pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu, nilai F=58,939 dengan tingkat signifikan uji tabel F SPSS <(ɑ=2,37). Nilai parsial T faktor usia (20,145), personal hygiene (13,381), alat pelindung diri (10,448), durasi kerja (8,784) dan masa kerja (2,576) dengan taraf signifikan uji tabel T SPSS<(ɑ=1,999). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor internal serempak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani garam Desa Karanganyar Kabupaten Sumenep.Kata kunci: Dermatitis, iritan, NaCl
Yulia Indah Wulandari
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 116-125; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12520

Abstract:
Shift work, besides has several advantages also has a negative effects. The negatives effects are including physiological, social and performance effects. The physiological effects that arise among them such as blood glucose metabolism disorders which these risk may also occur to the shift workers. This study was conducted in PT. X at september 2015 aims to determine the pattern of PT. X shift working systems and also knows the difference between random blood glucose on morning shift and night shift workers at PT .X. This was a descriptive crossectional research. Sample in this study were using the total population of shift workers in Rolling Mill production unit who measured their random blood glucose levels while working on morning shift and the night shift and was not suffering from diabetes mellitus with total 26 respondents. The result showed that PT. X is applied weekly slow rotation and backward rotation pattern (night – day – morning) of shift working system.The difference between random blood glucose and blood pressure levels of the most respondents showed a higher levels while working on the night shift than morning shift. Based on the research, PT. X should apply a quick rotation and forward rotation pattern (morning – day – night) of shift working system and giving a 24 hours time rest at the end of night shift schedule. And they should held the routine exercise activity once a week at the plant and giving the explanation about the negative effects of the shift work to the related workers.
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 105-115; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12515

Abstract:
The workers at the processing and steaming crackers have a risk of heat exposure, it can lead complaints when it is not balanced with adequate drinking water. The objective of the study were to analyze the correlation between water consumption with subjective complaints due to heat exposure among workers at the processing and steaming crackers of UD.Sumber Barokah Sidoarjo.This was an observational study with cross sectional approach. The population of this study by number of 27 workers at the processing and steaming crackers. Variables examined are respondent characteristics, work climate, water consumption, activity / physical and subjective complaint of respondents. Data were analyzed descriptively and presented in the form of cross tabulation.The results showed that 44.44% of respondents from 21-34 years old and all respondents are male. Highest educational level was high school. All respondents has work experience between 1-4 years. WBGT value in processing and steaming section is 31,40 C. Most respondents drink more than 8 times with water consumption between 3.2 to 4.8 liters. Fatigue is the most frequent type of complaint and 33.3% of respondents experienced a severe complaint rate.Based on the result of the study above, respondents who consumed water less than 3.2 liters have the possibility to experienced heavier fatigue compared to respondents who consumed water 3.2 liters to 4.8 liters per day. The workers are advised to consume drinking water of 1 cup (200-300 cc) every 30 minutes.
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 141-145; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12231

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker serviks metode IVA di Puskesmas Kota Kediri. Penelitian ini dilakukan pada Wanita yang sudah menikah dan tidak sedang hamil di Kota Kediri tahun 2016 yang memenuhi kriteria: 1) kelompok case yaitu sebagian wanita yang telah menikah, tidak sedang hamil dan telah melaksanakan deteksi dini kanker serviks metode IVA; 2) Kelompok kontrol yaitu sebagian wanita yang telah menikah, tidak sedang hamil tetapi belum melaksanakan deteksi dini kanker serviks metode IVA. Jumlah subyek penelitian sebanyak 400 responden yang terbagi menjadi kelompok case 200 responden dan kelompok kontrol 200 responden. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dengan menggunakan uji statistik regresi logistik diperoleh nilai OR: 3,3 (95% CI 2,1 – 5,2) dengan taraf signifikansi 0,001. Maka dapat disimpulkan bahwa wanita yang mempunyai perceived self efficacy sangat mampu mempunyai peluang 3,3 kali lebih besar untuk melakukan pemeriksaan IVA dibandingkan dengan wanita yang perceived self efficacy kurang mampu. Kata Kunci : Self efficacy, Deteksi dini kanker serviks, Pemeriksaan IVA
Frinsus Feriga Diosma, Abdul Rohim Tualeka
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 83-92; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12516

Abstract:
Labor is the most dominant factor in production activities. In order to increase productivity, health factor becomes very important. In an effort to create optimal occupational health for labor various efforts have applied by many parties, one of them is work fatigue prevention. In order to the most effective and efficient effort, so factors that causes work fatigue must be identified. The purpose of this study is to find relations between ages, sex, married status, tenure and motivation level with subjective work complaints in labor at UD Sumber Barokah Sidorjo. The type of this research was an observational study with cross sectional design. The population of this study was 100 workers and 80 respondents taken as sample. The sample was taken by simple random sampling technique. The data was collected by questionnaire and analyzed by Fisher’s Exact test. The result showed 62,5% respondents has ≥ 30 years old, 70% sex women , 85% respondents have been married, 57,5% respondents has tenure
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 126-134; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12190

Abstract:
Luka perineum adalah luka pada perineum karena adanya robekan jalan lahir maupun karena episiotomi pada waktu melahirkan janin. Penyembuhan luka perineum yang lambat dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi, sehingga diperlukan asupan nutrisi khususnya protein yang mendukung pertumbuhan sel baru pada luka perineum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kecepatan penyembuhan luka perineum dengan pemberian putih telur dan ikan gabus pada ibu nifas.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimen dengan one-shot case study. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang mengalami ruptur perineum. Sampel diambil dengan teknik random simple sampling, dengan responden berjumlah 32. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar pengumpulan data dan lembar observasi. Variabel bebas dalam peneletian ini adalah pemberian putih telur dan pemberian ikan gabus, variabel terikat dalam penelitian ini adalah penyembuhan luka perineum. Analisis data dengan Uji Mann Whitney Hasil uji Mann Whitney diperoleh Z = -2,626; ρ=0,009 berarti terdapat perbedaan efektivitas pemberian putih telur dan ikan gabus terhadap penyembuhan luka perineum. Putih telur lebih cepat jika dikonsumsi untuk penyembuhan luka perineum. Dengan demikian diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan konseling tentang manfaat putih telur dan ikan gabus secara maksimal sehingga status kesehatan ibu nifas semakin baik
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 93-104; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12519

Abstract:
One of the prevention of workplace accidents is to use a personal protective equipment (PPE), but there are still many workers who do not want to use it for various reasons. OHS communication media is one way to improved knowledge and attitudes of workers used PPE. The purpose of this study was to know the relationship between the number of OHS communication media that respondents received with the knowledge and attitude of the PPE. The study design was cross-sectional. Determination of the number of respondents used total sampling methods and get 48 respondents. Data collected by interview used a questionnaire and observation with the checklist that refers to the Workplace Safety and Health for Industrial Marine. The result of knowledge level about PPE of 88% of respondents has been good and 65% of respondents had a positive attitude to the use of PPE. OHS media communication that given by company include in enough category (73%) and the result of analysis OHS communication media with knowledge about PPE used contingency coefficient has a value of 0.412, while analysis OHS communication media with the attitude factor has a value 0,204. In conclusion, the number of OHS communications media received by employees with the level of knowledge have a moderate relationship and the number of OHS communication media received by employees with the attitude of the PPE have a weak relationship.
, Sho'Im Hidayat
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 73-82; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12517

Abstract:
Indonesia’s work accident rate is one of the highest in Southeast Asia, particularly in the construction sector. Work at height is one of the job that causes the most accidents in construction work. One of the work performed at height is a roof work. The purpose of this study was to conduct a risk assessment of roof work of building The Samator Surabaya by PT. PP. This research was conducted with observational approach. The object of this study is the roof work. Population and samples were taken from labor of roof work and SHE officer. The variable in this study is risk assessment and risk control. Data collected by observation and interviews with labor of roof work and SHE Officer. The results showed that there are 35 causes of hazard on the roof work, with 17 hazard classified as medium risk and 18 hazard classified as high risk. Most potential hazard is fall from height and fall of material. Assessment of risk control are in the range of 50% -90%. Residual risk assessment of hazard shows that there are 21 hazard classified as low risk and 14 hazard classified as medium risk. It is recommended that the company need to think about the compliance mechnanism of using PPE on workers that aligned with company policy and using reward and punishment system.
Hilda Meriyandah Agil, Rina Veronica,
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 135-140; doi:10.20473/jphrecode.v2i2.12041

Abstract:
Background: Health laboratory services are an integral part of health services to the community and expected to provide accurate information in each stage: pre-analytic, analytic and post-analytic.Aims: This study aimed to determine the relationship between laboratory experts’ performances in Puskesmas against community perceptions conducted in 24 Puskesmas in Surabaya with a sample of 30 laboratory experts and 30 communities.Methods: This is a multivariate analysis research and data was obtained from the questionnaires given to the respondents and then performed data analysis using Pearson correlation.Results: The results indicated there was a significant relationship between the performance of laboratory experts with the perception of the community (ρ = 0.001). There is a relationship between the pre-analytic stage performance (ρ = 0.002), the analytic stage (ρ = 0.004) and post-analytic (ρ = 0.007).Conclusion: Based on the performance appraisal of laboratory personnel in the Puskesmas including significant pre-analytic, analytic and post-analytic activities on public perceptions there was a significant relationship, and the most significant relationship was found at the pre-analytic stage.
Desak Made Sintha Kurnia Dewi, Luh Putu Lila Wulandari, D.N. Wirawan
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 22-35; doi:10.20473/jphrecode.v2i1.16250

Abstract:
Kasus HIV - AIDS meningkat pada perempuan dan menjadikannya salah satu kelompok rentan. Perempuan memiliki kemungkinan tertular IMS - HIV dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki dan berdampak pada meningkatnya jumlah infeksi pada anak. Tujuan penelitian ini untuk menggali determinan sosial yang mempengaruhi kerentanan perempuan tertular IMS - HIV. Penelitian ini menggunakan design studi kualitatif pada 21 informan yang dipilih secara purposive yaitu terdiri dari klien, provider, konselor. Informan yang terpilih adalah pernah atau saat ini mengalami IMS atau HIV (klien), memiliki pengalaman menangani klien IMS atau HIV (provider/konselor). Proses rekrutmen dilakukan dengan melibatkan petugas layanan. Penelitian dilaksanakan pada April – Juni 2012 di tiga tempat layanan di Denpasar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur, kemudian direkam dan ditranskrip. Analisis dilakukan secara tematik dan triangulasi melalui member checking dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan sosial yang mempengaruhi kerentanan perempuan terhadap penularan IMS -HIV antara lain kurangnya pengetahuan, perilaku seksual berisiko perempuan dan pasangan, tekanan ekonomi mendorong perempuan terlibat dalam pelacuran, ketergantungan ekonomi membatasi akses ke layanan, stigma terhadap kondom dan HIV, pengaruh ketimpangan gender, nilai perempuan di masyarakat menempatkan perempuan sebagai pihak yang dipersalahkan, posisi tawar rendah dalam menegosiasikan hubungan seksual, motivasi, dan perilaku petugas yang kurang mempengaruhi kualitas layanan dan menimbulkan ketidakpercayaan klien. Determinan sosial tersebut mempengaruhi kerentanan perempuan terhadap penularan IMS - HIV secara holistik, dapat dilihat dari faktor individu perempuan dan di luar individu seperti lingkungan keluarga, masyarakat dan budaya. Diperlukan upaya komprehensif berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan, pemberdayaan perempuan, pelatihan komunikasi dan konseling pasangan bagi petugas kesehatan.
Rahma Kusuma Dewi, Weni Tri Purnani
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 79-82; doi:10.20473/jphrecode.v2i1.16255

Abstract:
Kecemasan pada ibu hamil akan memberi dampak terhadap kondisi fisik dan psikis ibu dan janin. Kecemasan pada kehamilan bisa muncul karena masa penantian yang panjang dalam menunggu proses persalinan terutama pada ibu hamil primigravidarum. Tujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III. Metode penelitian ini merupakan pre- experiment dengan pre-post test control group . Besar sampel dalam penelitian adalah 32 responden yang terdiri dari 16 kelompok perlakuan dan 16 kelompok kontrol. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasilnya terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsongan pada kelompok perlakuan (p0.05) pada kelompok kontrol, dan terdapat perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III sebelum dan sesudah prenatal yoga di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsongan(p=0,000) .Kesimpulan Prenatal Yoga berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III.
Weni Tri Purnani, Binti Qoni'Ah
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 69-75; doi:10.20473/jphrecode.v2i1.16254

Abstract:
Kanker payudara menurut WHO menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim. SADARI merupakan langkah awal yang penting untuk mengetahui secara dini adanya tumor atau benjolan pada payudara. Menganalisis perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan metode peer group education dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMAN 1 Kota Kediri merupakan tujuan dari penelitian ini. Desain Penelitian ini yaitu kuasi eksperimental dengan menggunakan rancangan posttest only control design. Seluruh remaja putri di SMAN 1 Kota Kediri yang menjadi populasi dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah sebagian remaja putri di SMAN 1 Kota Kediri sebesar 16 responden untuk kelompok kontrol dan 16 responden kelompok perlakuan. Teknik simple random sampling adalah teknik pengambilan sample yang digunakan. Lembar observasi digunakan untuk proses pengumpulan data. Menggunakan Uji Mann whitney untuk menganalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 orang remaja putri di SMAN 1 Kota Kediri pada kelompok metode peer group education hampir seluruhnya yaitu 13 responden (81.3%) terampil melakukan pemeriksaan payudara sendiri sedangkan kelompok pada kelompok metode demonstrasi, hampir setengah dari responden yaitu 7 responden (43.8%) kurang terampil dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiriBerdasarkan hasil uji statistik Mann whitney diperoleh nilai p Value = 0,000 yang lebih kecil dari taraf nyata (α=0,05) sehingga dapat dikatakan p < α maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan metode Peer Group Education dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMAN 1 Kota Kediri. Disarankan untuk mengaplikasikan metode peer group education sebagai salah satu metode pembelajaran khususnya untuk pembelajaran psikomotor.
Nur Risca Azizah, Septa Indra Puspikawati, Merrisa Ayu Oktanova
Journal of Public Health Research and Community Health Development, Volume 2, pp 11-21; doi:10.20473/jphrecode.v2i1.16249

Abstract:
Kondisi lingkungan sekolah yang buruk berisiko menimbulkan penyakit, untuk itu inspeksi kesehatan lingkungan sekolah diperlukan guna menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat serta terwujud perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran sanitasi sekolah dasar yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mojopanggung Banyuwangi. Metode penelitian ini adalah desktiptif observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling yaitu 22 sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2018. Variabel penelitian terdiri dari variabel lingkungan, fasilitas sanitasi, bangunan atau gedung, kebersihan perorangan dan lain-lain. Variabel tersebut diukur dengan instrumen inspeksi kesehatan lingkungan sekolah yang dibuat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Data dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sekolah (100%) telah memenuhi variabel lingkungan dengan baik, sebanyak 2 sekolah (9,1%) memiliki fasilitas sekolah kurang baik karena pengaruh letak geografis wilayahnya yang lebih tinggi dari area sekolah lain. Terdapat 1 sekolah (4,6%) yang memiliki bangunan kurang baik karena ruangan kelas tidak rapi dan kotor. Masih ada murid di 3 sekolah (13,6%) yang kebersihan perorangannya kurang baik, masih banyak siswa yang memiliki kuku yang panjang dan kotor.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top