Refine Search

New Search

Results in Journal Journal of Empowerment: 48

(searched for: journal_id:(4239733))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Firdaus Hendry Prabowo Yudho, Mela Aryani
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 115-123; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2394

Abstract:
ABSTRAK Kegiatan senam bersama yang menjadi aktivitas pada giat pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan yang dianggap ampuh untuk mengaktifkan aktivitas gerak warga masyarakat, yang mana menjadi salah satu tujuan dari kegiatan ini. Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kebugaran fisik dan imunitas, dan psikologis warga masyarakat Desa Sirnagalih pada masa transisi covid 19 dengan metode kegiatan senam bersama secara tatap muka yang dilaksanakan selama 12 pertemuan. Hasil yang dirasakan selama proses kegiatan ini berlangsung, senam aerobik di luar ruangan dengan dilakukan secara bersama-sama terbukti dapat meningkatkan kondisi kebugaran dan psikologi warga masyarakat, serta juga memiliki efek lain yang juga bermanfaat dalam aspek sosial dan ekonomi warga sekitar Desa Sirnagalih. ABSTRACT The mass exercise activity which is an activity held in this community service is one exercise that is considered effective for activating community movement activities, which is one of the goals of this activity. This exercise focuses on improving the physical fitness, immunity, and psychology of the residents of Sirnagalih Village during the COVID-19 transition period using joint exercise activities carried out for 12 offline meetings. The results felt during the process of this activity, an outdoor aerobic exercise carried out together has been proven to improve the fitness and psychological conditions of the community members and has other beneficial effects on the social and economic aspects of residents around Sirnagalih Village.
Elis Homsini Maolida, Vina Aini Salsabila, Terry Aprillia
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 124-132; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2411

Abstract:
ABSTRAK Kewirausahaan menjadi salah satu cara untuk memajukan perekonomian masyarakat. Agar berkembang dengan baik, kewirausahaan perlu dikenalkan sejak dini agar terbentuk jiwa yang siap berkarya, percaya diri, mau terus mencoba dan kreatif. Alasan itulah yang mendorong pengabdian pada masyarakat berupa pengenalan kewirausahaan sejak dini. Dalam pengenalan kewirausahaan tersebut, 55 siswa kelas 6 dari satu sekolah dasar di Cianjur menjadi peserta. Kegiatan ini menerapkan Teknik ceramah/presentasi, kolaborasi melalui kerja kelompok, simulasi dengan bermain peran dan unjuk kebolehan. Kegiatan pengenalan kewirausahaan sejak dini terbagi dalam 6 sesi yaitu sesi pertama mengenalkan pengertian wirausaha dan kewirausahaan, sesi kedua berisi motivasi dengan mengenalkan pengusaha pengusaha cilik yang sukses di usia sangat muda, sesi tiga sharing wirausaha dari salah satu mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sukses berwirausaha, sesi empat berisi tentang penggalian kreativitas anak, sesi lima belajar menjadi percaya diri untuk memasarkan produk, sesi enam diisi dengan unjuk kebolehan anak anak dalam kelompok untuk menggali ide kreatif dalam mengembangkan produk dan memasarkan produk. Hasil unjuk kebolehan memperlihatkan bahwa pengenalan kewirausahaan membantu anak anak untuk mengasah kreativitas dan mendorong rasa percaya diri. Selain itu, observasi dan wawancara juga memperlihatkan bahwa anak-anak memberi respon yang positif terhadap kegiatan pengenalan kewirausahaan dan sebagian besar menyampaikan ketertarikan dan keinginan untuk berwirausaha. ABSTRACTEntrepreneurship is one of strategies to improve our economy. In supporting this, entrepreneurship should be introduced earlier to create characters of entrepreneur, confidence, persistence and creative.  This leads us to community service by introducing entrepreneurship to young learners. In this activity, 55 students of 6th graders from an elementary school in Cianjur were involved. This community service implemented lecturing/presentation technique, collaboration through group work, simulation through roleplaying and participants’ performance. Six sessions were conducted including introducing young learners to the terms ‘entrepreneur’ and ‘entrepreneurship’, motivating young learners by introducing several successful young entrepreneurs, sharing from two Kuliah Kerja Nyata (KKN) participants with successful entrepreneur experience, developing young learners’ creativity, developing confidence in marketing products, and group work of performing young learners’ ability in developing and marketing product. The result shows that introducing entrepreneurship facilitates young learners in developing creativity and confidence. In addition, observation and interview also reveal that young learners gave positive responses toward this activity and most of them expressed their interest and willingness to be entrepreneurs. 
Eka Aji Pramita, Finarti Finarti, Anita Treisya Aristawati, Hanifah Hanifah, Renol Renol, Mohammad Akbar, Deddy Wahyudi, Didit Kustantio Dewanto, Roni Hermawan, Muliadin Muliadin, et al.
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 73-81; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2042

Abstract:
ABSTRAK Potensi perikanan Teluk Tomini sangat besar, ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang sangat berlimpah di PPI Paranggi. Ketersediaan ikan Cakalang yang cukup banyak diperlukan suatu diversifikasi olahan hasil perikanan yang berbahan baku ikan Cakalang. Beberapa olahan hasil perikanan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat adalah Dimsum dan sate lilit. Metode pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan pada metode persuasif-edukatif-komunikatif-partisipatif. Metode pengabdian ini dengan prinsip andragogy (pendidikan orang dewasa) dijadikan sebagai pedoman. Berdasarkan pengabdian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa peserta kegiatan yang berasal dari wanita nelayan desa Paranggi yang berjumlah 10 orang memberikan respon positif, hal ini terlihat dari peserta telah mampu mempraktikan pembuatan olahan Dimsum dan Sate lilit serta peserta menunjukkan minat untuk membuat olahan tersebut di rumah. ABSTRACTTomini Bay has very large fishery potential, skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is very abundant in PPI Paranggi. Availability of skipjack tuna which irequires a diversification of processed fishery products made from skipjack tuna. Some processed fishery products that are quite well known among the public are dim sum and satay (sate lilit). The method of implementing this activity is based on the persuasive-educative-communicative-participatory method. This research method with the principle of andragogy (education for adult) used as a guide. Based on the public service that has been carried out, it shown that the activity participants who came from women fishermen from Paranggi village, totaling 10 people, gave a positive response, this can be seen from the participants have been able to practice to make a processed dim sum and satay (sate lilit), while participants also showed an interest in making these preparations at home.
Reza Anggriyashati Adara, Rido Budiman, Tin Hartini
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 65-72; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2036

Abstract:
Kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris sangat dibutuhkan karena akan membantu masyarakat untuk bertahan di era globalisasi. Itulah sebabnya pelatihan berbicara di depan umum dan TOEFL ITP dapat membantu orang-orang dengan memberikan mereka pengetahuan dan praktik yang dibutuhkan dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dari FKSB (Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa) Universitas Islam 45 Bekasi. Selain memaparkan program, penelitian kali ini menampilkan hasil program yang dilakukan di salah satu lembaga pendidikan di Bekasi, Pesantren Motivasi Indonesia. Acara terdiri dari pengenalan dan teknik public speaking dan TOEFL ITP. Selain itu, ada sesi latihan bagi para peserta. Program ini diharapkan menjadi tonggak untuk program serupa yang akan membantu peningkatan keterampilan berbicara di depan umum dan bahasa Inggris.
Dani Hari Tunggal Prasetiyo, Tri Prihatiningsih, Mas Ahmad Baihaqi, Mustakim Mustakim
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 16-30; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2195

Abstract:
Indonesia memiliki sumber daya flora yang melimpah. Salah satu sumber daya flora tersebut adalah tanaman sengon. Tanaman sengon memiliki potensi tumbuh dan berkembang di Indonesia, hal ini dikarenakan kontur tanah yang subur di setiap wilayah Indonesia. Karena memiliki banyak manfaat, sengon banyak dibudidayakan di Indonesia. Saat ini sengon dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman industri maupun hutan rakyat di Indonesia. Namun, untuk menghasilkan tanaman yang memiliki kualitas yang baik maka diperlukan pola perawatan yang berkualitas. Salah satu pola perawatan yang berkualitas adalah pemberian pupuk dengan takaran yang sesuai dan dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukan proses tersebut maka diperlukan alat bantu. Saat ini, proses pemberian pupuk dilakuakn secara tradisional dengan cara menaburkan pupuk pada tanaman sehingga menyebabkan peningkatan biaya dan kurang efisien terhadap waktu. Berdasarkan permasalahan ini, maka diperlukan pelatihan pembuatan alat efficient fertilizer pump sebagai alat bantu pemupukan. Pelatihan diikuti oleh dua puluh peserta, sehingga mereka dapat menyebarkan ilmu yang telah diperoleh saat pelatihan ditempat tinggal masing-masing kepada petani sengon. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani sengon. Berdasarkan hasil pelatihan, peserta mampu membuat dan mengimplementasikan efficient fertilizer pump dengan baik dan benar untuk diaplikasikan pada tanaman sengon. Selain itu, peserta antusias saat mengikuti acara dan ingin terus berinovasi dengan mengimplementasikan teknologi tepat guna.
Asep Saepuloh, Vina Aini Salsabila
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 93-102; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2387

Abstract:
ABSTRAK Periode terbaik dalam mengajarkan bahasa asing adalah pada masa anak-anak karena periode tersebut merupakan periode emas dalam pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Oleh karenan itu, bahasa Inggris sangat penting peranannya baik dalam ruang lingkup personal, nasional maupun global. Hal ini menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa yang wajib dipelajari oleh berbagai kalangan dan tingkatan usia tak terkecuali anak-anak. Dalam memperlajari 4 keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, terdapat salah satu elemen yang sangat vital peranannya yaitu penguasaan kosakata. Semakin banyak kosakata yang siswa miliki, maka semakin baik pula keterampilan berbahasa mereka. Oleh karena itu, urgensi pembelajaran bahasa Inggris pada usia dini adalah sesuatu yang tidak terelakan. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam bidang pengajaran melalui pelatihan dan praktek mengajar menggunakan virtual reality (VR) dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris, yang bertempat di SD Negeri Cipanas 2. Setelah selesai rangkaian pengajaran, dapat disimpulkan bahwa penggunaan VR dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris di SD Negerti Cipanas 2 membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan menyenangkan. Hal tersebut terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif siswa ketika mengikuti pembelajaran. ABSTRACTThe best period for teaching foreign languages is during childhood because that period is a golden period in learning foreign languages, especially English as an international language. Therefore, English plays a very important role both in the personal, national, and global scope. This makes English a language that must be learned by various groups and age levels, including children. In learning the four language skills, namely listening, reading, writing, and speaking, there is one element that has a very vital role, namely vocabulary mastery. The more vocabulary students have, the better their language skills will be. Therefore, the urgency of learning English at an early age is something that is inevitable. This Community Service (PKM) aims to improve teacher competence in the field of teaching through training and teaching practice using Virtual Reality (VR) in teaching English vocabulary, which takes place at SD Negeri Cipanas 2. After completing the teaching series, it can be concluded that the use of VR in learning English vocabulary at SD Negeri Cipanas 2 makes learning more interesting, effective, and fun. This can be seen from the enthusiasm and active participation of students when participating in learning.
Aldi Wijaya Kusuma, Hana Setyaningsih, Regi Refian Garis, Mega Rena Sari, Mira Meriyani, Nungki Sururi Puji Astuti, Maman Suryaman
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 1-15; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2266

Abstract:
ABSTRAK Di era modern dengan banyaknya pengguna internet merupakan suatu peluang tersendiri bagi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan yang efektif dan efisien. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan, didapatkan permasalahan yaitu belum adanya operator khusus sehingga informasi yang ditampilkan di website kurang update selain itu masyarakat juga belum banyak yang mengetahui aplikasi Sistem Informasi Desa Melek IT (SIDEMIT). Metode yang digunakan meliputi survey atau observasi, Focus Group Discussion (FGD), ceramah dan pendampingan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu desa dalam pendigitalisasian pelayanan publik . Hasil dari kegiatan ini yaitu terbentuknya operator untuk website desa yang berasal dari karang taruna yang sebelumnya telah mendapat pelatihan, sehingga dari hal tersebut informasi yang ditampilkan di website desa dapat terupdate, selain itu adanya video tutorial pelayanan pada aplikasi SIDEMIT, dan sosialisasi juga dilakukan kepada kepada masyarakat Desa Mangkubumi sehingga perwakilan dari beberapa elemen masyarakat yang hadir dapat mengetahui dan menyebarluaskan informasi terkait dengan website dan aplikasi SIDEMIT. ABSTRACTIn the modern era with the large number of internet users, it is an opportunity for the government to improve services that are effective and efficient. Based on the results of initial observations made, it was found that the problem was that there was no special operator so that the information displayed on the website was not updated. In addition, not many people knew about the IT Literacy Village Information System (SIDEMIT) application. The methods used include surveys or observations, Focus Group Discussions (FGD), lectures and mentoring. This activity aims to assist villages in digitizing public services. The result of this activity is the formation of operators for village websites who come from youth organizations who have previously received training, so that from this the information displayed on the village website can be updated, besides that there are video tutorials on services on the SIDEMIT application, and socialization is also carried out to Mangkubumi Village community so that representatives from several elements of the community present can find out and disseminate information related to the SIDEMIT website and application.
Selvi Riwayati, Teri Lestari, Nyayu Masyita Ariani, Masri Masri, Kashardi Kashardi, Winda Ramadianti, Mardiah Syofiana
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 46-55; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2095

Abstract:
ABSTRAK Stunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masa depan bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tingat prevalensi stunting tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) stunting. Angka ini masih jauh dari angka target yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seharusnya angka stunting tidak lebih dari 20%. Kendala pelaksanaan pencapaian target penurunan stunting antara lain belum tersedianya strategi komprehensif untuk dijabarkan dalam pelaksanaan program intervensi mendukung pencegahan stunting, mulai perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak balita pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Metoda ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik Ceramah Penyuluhan, Analytical Hierarchy Process (AHP) dan SWOT penentuan alternatif program intervensi dan strategi yang efektif untuk percepatan penurunan stunting. Hasil menunjukkan program intervensi sasaran utama peningkatan pola asuh anak balita/bawah dua tahun (baduta) melalui program intervensi peningkatan status gizi. ABSTRACTStunting is a global problem because of its implications for determining the nation's future. Indonesia as a developing country has a high prevalence of stunting. According to Basic Health Research (Riskesdas) data in 2018, the prevalence of stunting was recorded at 8.7 million (30.7%) infants under five years of age (toddlers) experiencing stunting. This figure is still far from the target figure set by the WHO, the stunting rate should not be more than 20%. Obstacles in achieving the stunting reduction target include the unavailability of a comprehensive strategy to be described in the implementation of intervention programs to support stunting prevention, starting with improving nutrition and health of mothers and children under five in the first 1,000 days of life (1,000 HPK). This method uses a descriptive qualitative approach with the technique of Counseling Lectures, Analytical Hierarchy Process (AHP) and SWOT to determine alternative intervention programs and effective strategies to accelerate stunting reduction. The results show that the main target of the intervention program is to improve the parenting pattern of children under two years old (baduta) through an intervention program to improve nutritional status.
Henny Sri Mulyani, Ika Merdekawati Kusmayadi, Achmad Abdul Basith
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 103-114; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2389

Abstract:
ABSTRAK Volume sampah masker pakai di masa pandemi meningkat signifikan, maka perlu adanya literasi untuk mengelola sampah masker dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengajak masyarakat terutama generasi z untuk melakukan upaya penanggulangan sampah masker sekali pakai. Kegiatan kampanye ini merupakan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Integratif yang dilaksanakan secara virtual. Sosialisasi melalui media TikTok dilaksanakan mulai bulan Juli 2021 selama satu bulan untuk memberikan edukasi dampak dari sampah masker terhadap kesehatan dan lingkungan serta memberikan informasi cara membuang sampai sekali pakai dengan benar, sehingga sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bentuk lain yang tidak mencemari lingkungan. Tiktok banyak digunakan generasi Z dalam pencarian informasi. Kampanye ini menghasilkan 4 produk video berisi pesan lingkungan, kesehatan dan inovasi diunggah pada beberapa akun TikTok pribadi, akun beritaradio.com milik PR FM dan anshoe.who. Nilai yang ada dalam kampanye ini diantaranya tutorial edukasi pengelolaan sampah masker sekali pakai dengan benar, inovasi sampah masker didaur ulang menjadi beberapa jenis benda yang bermanfaat oleh LIPI, dijadikan ecobrick dan dijadikan airfreshner. Nilai pesan kampanye ini mengajak generasi Z untuk lebih peduli lingkungan dan kesehatan. ABSTRACT The volume of disposable mask waste during the pandemic has increased significantly, so literacy is needed to manage mask waste properly. This community service aims to invite the community, especially Generation Z, to make efforts to overcome the waste of disposable masks. This campaign is a virtual community service for lecturers and students participating in the Integrative Community Service. Socialization through the TikTok media was carried out starting in July 2021 for one month to provide education on the impact of mask waste on health and the environment, as well as providing information on how to properly dispose of once-use so that the waste can be used into other forms that do not pollute the environment. Generation Z widely uses Tiktok in searching for information. This campaign resulted in 4 video products containing environmental, health, and innovation messages uploaded on several personal TikTok accounts, @beritaradio.com and @anshoe.who. The values in this campaign include educational tutorials on managing single-use mask waste properly, innovation of mask waste being recycled into several types of valuable objects by LIPI, used as eco-bricks, and used as air fresheners. The value of this campaign message invites Generation Z to be more concerned about the environment and health.
Sastya Hendri Wibowo, Rozali Toyib, Yulia Darnita, Muntahanah Muntahanah, Harry Witriyono, M. Imanullah M. Imanullah, Yulia Darmi
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 31-45; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2035

Abstract:
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Riset Terapan merupan salah satu agenda yang terdapat pada pendampingan SMK Pusat Keunggulan. Kegiatan berfokus pada peningkatan keterampilan sumber daya manusia terutama guru yang mengajar di SMK Pusat Keunggulan. Tujuan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) adalah memberikan pelatihan bagai para guru dengan materi tentang hasil riset para instruktur yang juga dosen di Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang dapat kolaborasikan di SMK Pusat Keunggulan, seperti animasi dengan open source, dan natural language processing. Pelatihan ini berlangsung selama 5 hari dengan metode sinkron dan asinkron. Asinkron adalah penyampaian materi secara langsung antara instruktur kepada peserta (luring), sedangkan asinkron adalah penyampaian materi secara tidak langsung atau dalam bentuk tugas mandiri yang telah diberikan oleh instruktur sebelumnya.
Siti Maryam, D. Nurfajrin Ningsih, Deni Sanusi, Dendy Cahya Wibawa, Husni Farid Fauzi, M. Nuari Ramdan
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 82-92; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2322

Abstract:
ABSTRAK    Istilah Modul Ajar yang digulirkan Sekolah Penggerak memunculkan permasalahan di sekolah. Perbedaan pengertian dan acuan Modul Ajar Baru (MAB) versi Sekolah Penggerak dengan makna Modul Ajar Lama (MAL) pada kurikulum sebelumnya, perlu diatasi. Tulisan ini bertujuan menyamakan persepsi melalui pelatihan di SMP dan SMK Al-Medina Cianjur. Kesamaan persepsi dianggap penting sebagai landasan bagi kegiatan berikutnya. Dengan metode kolaborasi antara dosen dengan mahasiswa serta guru, pelatihan dilakukan luring dan daring. Pemberian materi dan diskusi dilakukan secara tatap muka sedangkan kegiatan pembimbingan serta evaluasi kegiatan dilakukan secara daring. Hasil kegiatan ini berupa dua versi Modul Ajar, yakni (1) modul ajar transformasi (karya inovatif) yang mengacu Kurikulum 2013, dan (2) Modul Ajar yang adaptif mengacu Kurikulum Sekolah Penggerak. Selain itu, diperoleh tingkat keberterimaan kegiatan pelatihan yang dominan berada pada kategori “Baik” dan “Sangat Baik”. Para guru dan mahasiswa merasakan peningkatan soft skill-nya setelah mengikuti pelatihan. ABSTRACTThe term Teaching Module introduced by Sekolah Penggerak raises problems in schools. Differences in the meaning and reference of the Teaching Module version in the Sekolah Penggerak, which are different from the meaning in the previous curriculum, need to be addressed. This paper aims to equalize perceptions through training in SMP and SMK Al-Medina Cianjur. In the Collaborative method between lectures, students, and teachers, the training is carried out offline and online. The provision of material and discussion is carried out face-to-face, while the mentoring and evaluation activities are carried out online. The results of this activity are in the form of two versions of the Teaching Module, namely (1) the transformation teaching module (innovative work) which refers to the 2013 Curriculum, and (2) the adaptive Teaching Module refers to the Driving School Curriculum. In addition, the level of acceptance of training activities was obtained. More than half of the participants received Good and Very Good. Teachers and students improve their soft skills, they can arrange and differentiate the Teaching Module according to curriculum references.
Achmad Rajes, Agung Kharisma Hidayah, Ari Yosa, Eni Sulastri, Niken Oktavia
Journal of Empowerment, Volume 3, pp 56-64; https://doi.org/10.35194/je.v3i1.2077

Abstract:
ABSTRAK Keurangnya pengetahuan, skill, dan pelatihan merupakan salah satu faktor kurangnya efesiensi kerja pada pegawai. Tujuan pelatihan ini yaitu agar para karyawan dapat meningkatkan efesiensi kinerja. Metode kegiatan ini berupa workshop penggunaan web persuratan guna meningkatkan efesiensi kerja. Kegiatan ini di laksanakan di Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang karyawan yang ada di Perumda tersebut. Evaluasi dilakukan melalui Aplikasi Zoom yang melibatkan seluruh peserta karyawan dari Perumda. Pelatihan dan pendampingan penggunaan Web persuratan tidak hanya dilakukan melalui tatap muka, tim pengabdian juga menjelaskan kepada mitra untuk dapat berkonsultasi dengan menggunakan telpon dan aplikasi Whatsapp. Hasil dari kegiatan pengabdian agar karyawan dapat meningkatkan efesiensi kerja dengan menggunakan Web persuratan. ABSTRACTLack of knowledge, skills, and training is one factor in the lack of work efficiency for employees. The purpose of this training is so that employees can improve performance efficiency. The method of this activity is in the form of a workshop on the use of web correspondence to improve work efficiency. This activity was carried out at Perumda Tirta Hidayah, Bengkulu City. This activity was attended by 10 employees in the Perumda. The evaluation is carried out through the Zoom application which involves all employee participants from Perumda. Training and assistance on the use of Web correspondence is not only done face-to-face, the service team also explains to partners to be able to consult using the telephone and the Whatsapp application. The results of service activities are so that employees can improve work efficiency by using the web correspondence.
Sri Anugrah Natalia, M. Anif Sholikhuddin, Imadudin Muhammadi
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 223-229; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1698

Abstract:
ABSTRAK Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebut. Dalam hal ini kotoran kambing dan sampah daun kering sebagai bahan dasar pupuk organik yang dipergunakan dalam pertaniannya sendiri maupun diperjualbelikan. Sehingga laporan pengabdian ini bertujuan agar masyarakat Desa Banjarsari dapat membuat kompos berbahan kotoran kambing dan sampah daun kering guna meningkatkan kuantitas hasil panen maupun pengusir hama tikus. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan tiga tahapan: tahap persiapan, tahap sosialisasi dan aplikasi, serta tahap akhir. Tahap persiapan dilakukan dengan pengumpulan sampah daun kering. Tahap sosialisasi dilakukan dalam rapat warga, serta pelatihan pembuatan kompos dari fermentasi menggunakan EM4 pada Kotoran Kambing dan sampah daun kering. Tahap akhir terdiri dari pembuatan laporan akhir. Hasil yang diharapkan adalah masyarakat Desa Banjarsari mampu membuat pupuk kompos padat berbahasan dasar kotoran kambing dan sampah daun kering yang dapat digunakan dalam pertanian, maupun dikomersilkan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. penggunaan aplikasi berdasarkan dokumentasi aplikasi hingga simbolis serah terima aplikasi. ABSTRACTCompost is organic material that has undergone a weathering process due to interactions between microorganisms or spoilage bacteria that work in the organic material. In this case, goat dung and dry leaf waste are used as basic ingredients for organic fertilizers that are used in their own agriculture or traded. So that this service report aims to make the people of Banjarsari Village able to make compost made from goat manure and dry leaf waste in order to increase the quantity of crop yields and rat repellent. The community service method is carried out in three stages: the preparation stage, the socialization and application stage, and the final stage. The preparation stage is carried out by collecting dry leaf waste. The socialization stage was carried out in community meetings, as well as training in making compost from fermentation using EM4 on Goat Manure and dry leaf waste. The final stage consists of making a final report. The expected result is that the people of Banjarsari Village are able to make solid compost based on goat manure and dry leaf waste that can be used in agriculture, as well as commercialized so that it can improve the community's economy.
Ahmad Hunaeni Zulkarnaen
Published: 31 December 2021
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 276-285; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1709

Abstract:
ABSTRAK Lembaga Kerja Sama Bipartit merupakan forum komunikasi dan konsultasi antara pengusaha dengan wakil serikat pekerja/serikat buruh dan/atau wakil pekerja/buruh untuk menciptakan hubungan industrial yang berkeadilan menjaga kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan perusahaan, termasuk kesejahteraan pekerja/buruh. sehingga dapat mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial, walaupun terjadi perselisihan hubungan industrial dapat selesaikan secara musyawarah (bipartit) tanpa harus melibatkan pihak ketiga, sehingga mogok dan penutupan perusahaan (lockout) tidak perlu digunakan untuk memaksakan kehendak. fungsi hukum LKS Bipartit, adalah: sebagai standard of conduct, sebagai as a tool of social of engeneering, sebagai as a tool of social of control dan sebagai  as a facility on human interaction untuk mewujudkan hubungan industrial harmonis (Industrial Peace) yaitu hak dan kewajiban pengusaha serta pekerja/buruh terjamin dan dapat dilaksanakan, mencegah potensi terjadinya perselisihan hubungan industrial dan kalaupun terjadi perselisihan hubungan industrial tidak perlu melibatkan pihak ketiga karena dapat diselesaikan secara musyawarah (Bipartit) secara internal sehingga mogok dan penutupan perusahaan (lock out) tidak perlu digunakan untuk memaksakan kehendak. ABSTRACTThe Bipartite Cooperation Institution is a forum for communication and consultation between employers and representatives of trade unions/labor unions and/or representatives of workers/laborers to create fair industrial relations to maintain the survival, growth, and development of the company, including the welfare of workers/labourers. so that it can prevent industrial relations disputes, even though industrial relations disputes can be resolved by deliberation (bipartite) without having to involve third parties, so strikes and company closures (lockout) do not need to be used to impose their will. The legal functions of the Bipartite LKS are: as a standard of conduct, as a tool of social engineering, as a tool of social control and as a facility on human interaction to realize harmonious industrial relations (Industrial Peace), namely rights and obligations. employers and workers/labourers are guaranteed and enforceable, preventing potential industrial relations disputes and even if industrial relations disputes occur, there is no need to involve third parties because they can be resolved internally by deliberation (Bipartite) so strikes and company closures (lockout) do not need to be used to obtrude.
Sulistyowati Sulistyowati, Fariha Amalia Zulfa
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 232-242; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1750

Abstract:
ABSTRAK Pengabdian masyarakat yang dilakukan KKN DR IAIN Kediri 2021 yaitu berupa pendampingan belajar siswa di Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan antusias siswa untuk belajar khususnya pada mata pelajaran matematika di masa pandemic covid 19. Kegiatan pemdampingan belajar ini langsung dipraktekkan dengan mengajar di kelas lalu menggunakan metode yang sudah disiapkan dan dirancang yaitu metode pembelajaran matematika realistik. Hasil dari kegiatan ini memiliki respon dari peserta didik sangat baik dan antusias untuk mengikuti bimbingan belajar dari awal hingga akhir pelaksanaan pendampingan belajar, sehingga dapat meningkatkan semangat dan antusias siswa.ABSTRACTCommunity service carried out by KKN DR IAIN Kediri 2021 is in the form of student learning assistance in the Kaliombo Village, City District, Kediri City. This community service aims to increase the enthusiasm and enthusiasm of students to learn, especially in mathematics subjects during the covid 19 pandemic. This learning mentoring activity is directly practiced by teaching in class and then using methods that have been prepared and designed, namely realistic mathematics learning methods. The results of this activity have responses from students who are very good and enthusiastic to participate in tutoring from the beginning to the end of the implementation of learning assistance, so as to increase the enthusiasm and enthusiasm of students.
Reza Anggriyashati Adara, Tin Hartini
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 199-209; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1832

Abstract:
Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu hal penting yang sebaiknya dikuasai oleh mereka yang ingin berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang linguistik yang berbeda. Namun, penguasaan bahasa Inggris bisa terkendala oleh rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris melalui kegiatan storytelling. Kegiatan ini dilakukan di salah satu lembaga pendidikan di Bekasi yang bernama Pesantren Motivasi Indonesia. Kegiatan ini terdiri dari pengenalan storytelling, teknik-teknik storytelling dan contoh-contoh cerita populer yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris. Di akhir sesi, para peserta diajak menunjukkan kemampuan mereka untuk bercerita. Setelah kegiatan, para peserta menunjukkan motivasi yang lebih besar untuk berbicara dalam Inggris. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan-kegiatan serupa yang berguna terhadap peningkatan kemampuan dań motivasi bahasa Inggris.
Puji Muniarty, Wulandari Wulandari, Aliah Pratiwi, M Rimawan
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 172-182; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1586

Abstract:
ABSTRAK Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah bentuk intrakurikuler yang merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi memberikan pengalaman bekerja dan belajar mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Kegiatan kuliah kerja nyata menjadi peluang emas bagi mahasiswa yang cerdas, kritis, inovatif dan kreatif dalam mencarikan solusi, formulas dan strategi yang tepat untuk berbagai permasalahan unit-unit usaha/UMKM yang tidak produktif dan pengembangan yang ada didesa. Penempatan lokasi mahasiswa KKN banyak diarahkan pada desa yang memiliki potensi yang unggul namun masih minim skill masyarakat dalam pengelolaan hasil alamnya. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk kelompok peserta kuliah nyata untuk mengubah potensi unggul desa yang ada bernilai ekonomis melalui program kerja pemberdayaan masyarakat yang akan didampingi langsung oleh praktisi dan civitas akademika. Metode pengabdian masyarakat yand dilakuakan oleh mahasiswa KKN yaitu melalui pembekalan KKN, penyuluhan dan pendampingan kewirausahaan, seminar edukasi dan sosialisasi Covid-19 dan evaluasi kegiatan KKN. Adapun sasarna dalam kegiatan ini yaitu masyarakat sekitar lokasi KKN yang terdiri atas ibu-ibu rumah tangga, personal pemilik usaha mikro dan anak-anak. ABSTRACTReal Work Lecture (KKN) is an intra-curricular form which is an implementation of the Tridharma of Higher Education to provide students with work and learning experiences in community empowerment. Real work lecture activities are a golden opportunity for smart, critical, innovative and creative students in finding the right solutions, formulas and strategies for various problems of unproductive business units/UMKM and development in the village. The placement of KKN student locations is mostly directed at villages that have superior potential but still lack community skills in managing their natural products. This is a challenge for the group of real lecture participants to change the existing superior potential of the village with economic value through community empowerment work programs that will be directly assisted by practitioners and the academic community. The community service method carried out by KKN students is through KKN debriefing, entrepreneurship counseling and mentoring, educational seminars and socialization of Covid-19 and evaluation of KKN activities. The target in this activity is the community around the KKN location consisting of housewives, personal micro business owners and children.
Muhamad Syarif, Latifah Latifah, Ardiyansyah Ardiyansyah, Wahyu Nugraha
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 210-222; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1848

Abstract:
ABSTRAK Penerapan sistem informasi berbasis komputer yang belum sepenuhnya optimal diterapkan pada PT. Jiwa Properti Indah seperti pencatatan administrasi, pembuatan laporan pemesanan rumah, pencatatan data konsumen dan pembuatan laporan penjualan. Minimnya pengetahuan mengenai pemanfaatan sistem informasi pada PT Jiwa Properti Indah yang menjadi mitra pengabdian kepada masyarakat menjadi sebab kami sebagai pihak akademisi untuk terus terlibat dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi. Mitra pengabdian menunjukkan antusias dan respon yang baik terhadap kegiatan untuk peningkatan pengetahuan dalam pemanfaatan dan penerapan sistem informasi di perusahaannya. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan mulai dari sosialisasi mengenai cara penggunaan aplikasi berdasarkan dokumentasi aplikasi hingga simbolis serah terima aplikasi. ABSTRACTThe application of a computer-based information system that is not yet fully optimal is applied to PT. Jiwa Properti Indah such as administrative records, making home order reports, recording consumer data and making sales reports. The lack of knowledge about the use of information systems at PT Jiwa Properti Indah which is a community service partner is the reason for us as academics to continue to be involved and encourage the use of information technology. Service partners show enthusiasm and good response to activities to increase knowledge in the use and application of information systems in their companies. Community service activities have been carried out starting from socializing on how to use applications based on application documentation to symbolic handing over of applications.
Widya Sari
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 193-198; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1652

Abstract:
ABSTRAKKegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan di Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur,berlangsung selama satu bulan memfokuskan pada pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Ultra Mikro (Umi). Permasalahan yang ditemui di kelurahan Solokpandan adalah kurangnya kesadaran para pelaku UMKM UMi tentang kegunaan digital marketing, mereka beranggapan bahwa digital marketing hanya merupakan tempat untuk terjadinya transaksi. Tujuan KKN Kewirausahaan ini adalah untuk : memberikan pemahaman, bimbingan, dan pelatihan digital marketing. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan penggunaan digital marketing Hasil dari rangkain kegiatan pengabdian ini adalah pengembangan salah satu produk UMKM UMi Keripik Singkong. Pelaku UMKM UMi didampingi telah mempunyai akun digital marketing dengan desain kemasan dan foto-foto produk yang menarik. Pendampingan yang dilakukan telah mampu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi sehingga akan meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk bersaing di pasar digital. The Entrepreneurship Thematic Community Service Program (CSP) in Solokpandan Village, Cianjur District, Cianjur Regency, was held for 1 month, focuses on developing Ultra Micro Small and Medium Enterprises (UMi-MSME) The problem encountered in Solokpandan sub-district was the lack of awareness of UMi-MSME about using of digital marketing, they thought that digital marketing is only a place for transactions. The objectives of this Entrepreneurship Community Service Program were to: provide understanding, guidance and training on digital marketing. This activity was carried out by training and mentoring methods in the use of digital marketing. The result of this series of service activities was the development of one of the UMKM UMi cassava chips products. The UMi-MSME was accompanied by having a digital marketing account with attractive packaging designs and product photos. The assistance provided has been able to increase awareness of the importance of science and the use of technology so that it will increase the confidence of business actors to compete in the digital market.
Adnan Adnan, Zulkarnen Mora, Syardiansah Syardiansah
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 183-192; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1641

Abstract:
Pupuk merupakan salah satu yang sangat dibutuhkan tanaman, oleh karena itu ketersediaan nya didalam masyarakat khususnya dipedesaan sangat diharapkan. Harga pupuk buatan (pabrikan) yang terlalu tinggi saat ini sangat sulit untuk mendapatkan sehingga untuk keperluan budidaya tanaman baik padi, palawija dan sayur-sayuran sangat terbatas. Terkait dengan kondisi tersebut maka masalah kekurangan pupuk dan hara tanaman menarik untuk ditelaah dan dikaji, guna dapat dicari solusi nya. Salah satu alternative untuk mengatasi kekurangan pupuk dan ketersediaan hara bagi kebutuhan dalam budidaya pertanian maka dapat diatasi dengan pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di desa yaitu dengan membuat pupuk Organik Cair Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR) yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan mempercepat proses dekomposisi, pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat mendorong pertumbuhan populasi dari bakteri yang menguntungkan.
Naurotul' Abiidah, Sri Anugrah Natalina
Published: 31 December 2021
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 270-275; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1701

Abstract:
ABSTRAK Pemeritah mewajibkan mematuhi protokol kesehatan setiap melakukan aktivitas di luar rumah. Meningkatnya angka positif COVID-19 berdampak pada pembatasan kegiatan yang dilakukan di luar rumah seperti bekerja dan sekolah. COVID-19 merupakan penyakit dengan proses penularan yang cepat dengan masa inkubasi maksimal 14 hari. Tindakan preventif perlu dilakukan untuk menjaga diri tetap sehat dan tidak terinfeksi virus tersebut. Minimnya sosialiasi dalam masyarakat menjadikan faktor utama bertambahnya kasus positif COVID-19 di Indonesia. Ketidakpatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan merupakan hambatan bagi Indonesia untuk mengurangi kasus positif COVID-19. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan selaras untuk mewujudkan tujuan tersebut. Salah satunya kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN Kediri yang memberikan edukasi oatu kesehatan kepada anak-anak di Desa Bulu Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. ABSTRACTThe government requires to comply with health protocols everytime doing activities outside the home. The increasing positive number of COVID-19 has an impact on limiting activities carried out outside the home such as work and school. COVID-19 is a disease with a rapid transmission process with a maximum incubation period of 14 days. Preventive measures need to be taken to keep yourself healthy and not infected with the virus. The lack of socialization in the community is the main factor for the increase in positive cases of COVID-19 in Indonesia. Public non-compliance in implementing health protocols is an obstacle for Indonesia to reduce positive cases of COVID-19. The government and society must work in harmony to achieve this goal. One of them is an empowerment activity carried out by KKN IAIN Kediri students who provide health or education to children in Bulu Village, Semen District, Kediri Regency.  
Angga Eko Prasetyo
Published: 31 December 2021
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 261-269; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1757

Abstract:
ABSTRAK Masa pandemi ini segala sesuatu kegiatan menjadi terhambat seperti bekerja, bersekolah, berlibur dan lainnya yang tentunya akan berdampak terhadap kesehatan mental setiap individu, terutama kepada kesehatan mental remaja jika hal ini tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk. Sementara itu masih minim sekali edukasi mengenai mental health awareness terhadap remaja yang telah terdampak pandemi ini serta kurangnya perhatian mengenai pentingnya kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, Penulis melakukan studi pengabdian tentang edukasi mental health awareness sebagai upaya untuk merawat kesehatan mental remaja dimasa pandemi. Dalam karya tulis ilmiah ini metode yang digunakan penulis adalah studi literatur atau kajian pustaka. Beradasarkan yang dihasilkan dari literatur bahwa edukasi mengenai mental health awareness terhadap mampu menjaga serta merawat kesehatan mental dimasa pandemi seperti ini. Dengan cara seperti melakukan penyuluhan-penyuluhan secara langsung ataupun secara online dengan begitu remaja akan lebih mampu memahami mengenai bagaimana cara merawat kesehatan mental. ABSTRACTDuring this pandemic, all activities are hampered, such as work, school, vacation and others, which of course will have an impact on the mental health of each individual, especially the mental health of teenagers. Meanwhile, there is still very little education regarding mental health awareness for adolescents who have been affected by this pandemic and the lack of attention to the importance of adolescent mental health. Therefore, the author conducted a research study on mental health awareness education as an effort to treat adolescent mental health during the pandemic. In this scientific paper, the method used by the author is a literature study or literature review. Based on the results from the literature that education about mental health awareness is about being able to maintain and care for mental health during a pandemic like this. In ways such as conducting counselling directly or online, teenagers will be better able to understand how to take care of mental health.
Soni Maulana Ahmad, Sulistyowati Sulistyowati
Published: 31 December 2021
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 243-260; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1763

Abstract:
ABSTRAK Pandemi menghantam bidang ekonomi menjadikan semua harga komoditi naik. Kenaikan harga juga terjadi pada pakan ternak yang menjadikan produksi ayam dan ikan di Desa Pesing menurun. Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri melaksanakan model Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri. Untuk mengatasi kenaikan harga pakan ternak, penulis memberikan solusi dengan penyuluhan mengenai pembudidayaan larva/ maggot lalat black soldier fly (BSF) sebagai alternatif pengganti pakan ternak yang lebih ekonomis. Pendekatan dalam pengabdian masyarakat ini termasuk pendekatan Participatory Action Research karena dilaksanakan partisipatif di antara masyarakat warga untuk mendorong terjadinya aksi transformatif. Hasil pengabdian berupa penyuluhan selama dua hari dengan hari pertama penyuluhan materi membuat media budidaya maggot dan hari kedua pemberian produk maggot jadi kepada peternak. Dengan alternatif pakan ternak berupa maggot BSF ini diharapkan produksi dapat meningkat. Di samping itu, diidentfikasi bahwa maggot BSF merupakan solusi penanganan sampah organik rumah tangga dan peluang bisnis. ABSTRACT The pandemic hit the economy, causing all commodity prices to rise. The Tarbiyah Faculty of IAIN Kediri implements the Community Service model, namely the Real Work Lecture (KKN) in Pesing Village, Purwoasri District, Kediri. To overcome the increase in animal feed prices, the author provides a solution by providing counseling about the cultivation of black soldier fly (BSF) larvae/maggots as an alternative to animal feed that is more economical. This approach in community service includes the Participatory Action Research approach. The results of the service were in the form of counseling for two days with the first day of material counseling making maggot cultivation media and the second day giving finished maggot products to farmers. With alternative animal feed, it is expected that production can increase. In addition, it was identified that the BSF maggot is a solution for handling household organic waste and a business opportunity.
Selvi Riwayati, Ristontowi Ristontowi, Yuriska Destania, Nyayu Masyita, Risnanosanti Risnanosanti, Masri Masri, Mardiah Syofiana
Published: 4 January 2022
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 162-171; https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1470

Abstract:
ABSTRAK Keterbatasan pengetahuan, skill, dan pelatihan merupakan salah satu faktor kurangnya minat tenaga pengajar yaitu guru dalam memanfaatkan alat peraga berbasis TIK pada proses pembelajaran di kelas. Tujuan pelatihan ini yaitu agar guru termotivasi untuk memperbaiki kinerja, cara pembelajaran atau menambah wawasan keilmuan seorang guru. Metode kegiatan ini berupa sosialisasi dan workshop pembuatan bahan ajar berbasis TIK dengan menggunakan Aplikasi KineMaster. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru dari berbagai mata pelajaran seperti Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan guru BK. Evaluasi dilakukan melalui Aplikasi Zoom yang melibatkan seluruh peserta guru SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar berbasis TIK tidak hanya dilakukan melalui tatap muka, tim pengabdian juga menjelaskan kepada mitra untuk dapat berkonsultasi dengan menggunakan telpon dan aplikasi Whatsapp. Hasil dari kegiatan pengabdian agar guru dapat membuat video pembelajaran beranimasi dengan menggunakan Aplikasi KineMaster. ABSTRACT Limited knowledge, skills, and training are one of the factors for the lack of interest in teaching staff, namely teachers in using IT-based teaching aids in the learning process in the classroom. The purpose of this training is to motivate teachers to improve performance, learning methods or add scientific insight to a teacher. The method of this activity is in the form of socialization and workshops on making ICT-based teaching materials using the KineMaster Apk. This activity was carried out at SMP Negeri 18 Bengkulu City. This activity was attended by 15 teachers. The evaluation was carried out through the Zoom application which involved all teacher participants of SMP Negeri 18 Bengkulu City. The result of this service activity is that teachers can create animated learning videos using the KineMaster Apk.
Onki Alexander, Eva Nur Isnaini
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 46-61; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1273

Abstract:
ABSTRAK Dalam era globalisasi saat ini, dunia informasi berkembang begitu pesat karena didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Microsoft Office merupakan software application yang sering digunakan membantu kegiatan belajar mengajar. Pada saat ini siswa-siswi SMK Karya Guna Bhakti1 sudah memiliki sarana dan prasarana penunjang kegitan belajar mengajar, namun siswa-siswi kurang bisa memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi Microsoft Office. Pelatihan dan sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa-siswi dalam memanfaatkan software Microsoft Office (Microsoft word, Microsoft excel dan Microsoft power point) untuk menunjang kegiatan belajar mengajar tersebut. Dalam pelatihan dan sertifikasi ini menggunakan metode pelaksanaan yang terdiri dari koordinasi pihak internal dan ekternal, pelaksanaan kegiatan pelatihan dan tes (sertifikasi), evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi microsoft office ini, keterampilan siswa-siswi SMK Karya Guna Bhakti1 semakin meningkat dengan hasil grade yang diperoleh “B’ (Baik). ABSTRACT In the current era of globalization, the world of information is developing so rapidly because it is supported by increasingly sophisticated technological developments. Microsoft Office is a software application that is often used to assist teaching and learning activities. At this time, SMK Karya Guna Bhakti1 students already have facilities and infrastructure to support teaching and learning activities, but students are not able to take advantage of the features available in the Microsoft Office application. This training and certification aim to improve students' skills in utilizing Microsoft Office software (Microsoft word, Microsoft excel, and Microsoft PowerPoint) to support these teaching and learning activities. In this training and certification, the implementation method consists of the coordination of internal and external parties, implementation of training and testing activities (certification), evaluation, and preparation of activity reports. With the training and certification of Microsoft Office, the skills of SMK Karya Guna Bhakti1 students have increased with the grade results obtained by "B" (Good).
Dewi Anjani, Desi Novianti, Ali Sadikin Wear
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 101-110; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1263

Abstract:
ABSTRAK Pelaksanaan pembelajaran di kelas memerlukan persiapan yang matang, seperti merancang kegiatan yang akan dilakukan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bertujuan memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran.Sedangkan penyusunan dokumen RPP harus berkolaborasi antara 2-3 orang guru. Dalam kondisi pandemi ini pembuatan RPP sangat sulit karena media yang digunakan membuat RPP adalah media online. Seorang guru mengirimkan pekerjaannya ke guru atau karyawan lain untuk ditambahkan atau diedit. Guru lainnya kemudian akan melakukan hal yang sama; proses ini menyebabkan satu dokumen memiliki banyak nama file dan konten yang berbeda.Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah malaksankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengenalkan dan memberikan Pelatihan Aplikasi Kolaborasi Kerja Dalam Rangka Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembelajaran di SD 20 Pal Merah Jakarta Barat.Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah pembelajaran dokumen dapat terlaksana tepat waktu dan memudahkan guru dan karyawan dalam membuat RPP dalam mengerjakan dokumen. ABSTRACTLesson Plan aims to make it easier to achieve learning objectives. Meanwhile, the preparation of RPP documents must collaborate between 2-3 teachers or employees. In this pandemic condition, makingLesson Plan is very difficult because the media used to make Lesson Plan is online media. A teacher will send his work to other teachers or employees to add or edit. The other teachers will then do the same; this process causes one document to have many different file names and contents. One solution to this problem is to hold community service activities that introduce and provide Work Collaboration Application Training in the Context of Preparing Learning Planning Documents at SD 20 Pal Merah. The hope of implementing this activity is that document learning can be carried out on time and make it easier for teachers and employees to create lesson plans in working on document.
Firdaus Hendry Prabowo Yudho
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 150-161; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1231

Abstract:
ABSTRAKDalam menjawab keinginan pasar terhadap produk gula aren sebagai komoditas konsumsi dan bahan baku usaha, produsen harus senantiasa melakukan berbagai upaya peningkatan mutu produk serta pengemasan yang lebih menarik dan segar untuk kemudian dilanjutkan dengan pemasaran yang cerdas dan tepat sasaran serta dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Hal ini menjadi fokus para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) universitas Suryakancana 2019 dalam misinya mengembangkan atmosfer kewirausahaan di desa Cidadap tempat mereka di tempatkan. Hasil daripada kegiatan di masyarakat tersebut adalah inovasi produk, varian pengemasan yang lebih baik dan lebih dapat menjawab kebutuhan konsumen secara lebih detail serta metode pemasaran yang lebih efisien dan efektif dengan penggunaan fasilitas dunia maya secara lebih masif yang bertujuan menjangkau masyarakat yang lebih luas.ABSTRACTIn responding to the market's desire for palm sugar products as consumption commodities and business raw materials, producers must always make various efforts to improve product quality and packaging that are more attractive and fresher which are then followed by smart and targeted marketing and can reach more consumers. This became the focus of the 2019 Suryakancana University Real Work Lecture (KKN) in its mission of developing an entrepreneurial atmosphere in the village of Cidadap where they were placed. The results of the activities in the community are product innovation, better packaging variants and better answer to the needs of consumers in more detail and more efficient and effective marketing methods with more massive use of cyberspace facilities aimed at reaching the wider community.
Dwi Yulistyanti, Naely Farkhatin, Dewi Mustari
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 89-100; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1265

Abstract:
ABSTRAK Saat pademi in,i pembelajaran harus tetap dilakukan walaupun tidak di langsungkan di kelas, tetapi dengan pembelajaran yang bersifat online. Pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para Remaja mengenai Aplikasi media E-Learning yang sering digunakan di sekolah dan bisa memilih Aplikasi media pembelajaan yang efektif digunakan dalam E-Learning. Penggunaan Aplikasi (whastapp, zoom, google meet) sebagai media E-Learning ini sudah tidak asing lagi dikalangan remaja di dalam proses belajar mengajar. Tim pelaksana yang berperan sebagai tutor memberikan pengetahuan dan sekaligus melakukan pendampingan pada peserta pelatihan untuk menguasai materi pelatihan. Hal ini memungkinkan para remaja untuk menguasai materi dengan sekaligus melakukan praktik dengan pendampingan instruktur. 8 dari 10 remaja yang mengikuti pelatihan memilih menggunakan whatsapp dengan mempertimbangkan masalah kuota yang dimiliki sehingga pembelajaran bisa tetap berjalan dengan segala keterbatasan terutama masalah biaya pembelian kuota. ABSTRACTDuring this period, learning must still be carried out even though it is not carried out directly in class, but through online learning. This time, community service aims to provide knowledge to teenagers about E-Learning media applications that are often used in schools and can choose learning media applications that are effectively used in E-Learning. The use of applications (whastapp, zoom, google meet) as an E-Learning medium is no stranger to teenagers in the teaching and learning process. The implementation team, which acts as a tutor, provides knowledge and at the same time provides assistance to training participants to master the training material. This allows the youth to master the material while practicing with the instructor's assistance. 8 out of 10 teenagers who participated in the training chose to use WhatsApp by considering the quota problem they had so that learning could continue with all limitations, especially the problem of purchasing a quota.
Lusiana Rahmatiani
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 16-32; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1264

Abstract:
ABSTRAK Permasalahan sosial muncul akibat adanya ketimpangan dalam faktor kehidupan sosial yang menyebabkan tindak kejahatan, sehingga menyebabkan adanya hukuman bagi seseorang yang telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan dirinya di hukum di lembaga pemasyarakatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini, untuk memberikan sosialisasi akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman nilai-nilai Pancasila serta nilai karakter dalam membentuk karakter warga binaan yang sedang menjalankan masa hukuman serta implementasi tridhrama perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian menggunakan metode ceramah. Hasil pengabdian masyarakat berupa adanya upaya untuk menghidupkan kembali, membangkitkan kembali dan mengingatkan kembali nilai-nilai pancasila sebagai guiding principle dalam kehidupan serta pembentukan karakter para warga binaan agar menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik dimasa depan setelah lepas dari masa tahanan. ABSTRACTSocial problems arise due to the imbalance in social life factors that lead to crime, thus leading to penalties for someone who has committed an illegal act which causes him to be punished in a correctional institution. The purpose of this community service is to provide socialization of the importance of knowledge and understanding of the values of Pancasila and character values in shaping the character of the inmates who are serving a sentence and the implementation of the tri dharma of higher education. The method used in the implementation of the service uses the lecture method. The results of community service are in the form of efforts to revive, revive and remind the values of Pancasila as the guiding principle in life and the formation of the character of the inmates so that they become provisions for a better life in the future after being released from detention.
Henny Sri Mulyani, Ika Merdekawati Kusmayadi, Achmad Abdul Basith
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 62-75; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1259

Abstract:
ABSTRAK Pandemi COVID-19 membuat perubahan dalam kehidupan manusia. Pembatasan kegiatan bertatap muka, menjalankan aktivitas dari rumah, dan melaksanakan pola hidup sehat, sebagai upaya penanggulangan penyebaran. Upaya ini melahirkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKNM) Integratif dilaksanakan secara daring selama satu bulan. Pengabdian Pada Masyarakat ini menggunakan metode kampanye penggunaan botol air minum sebagai penunjang protokol kesehatan dan pengurangan sampah plastik pada masa AKB melalui Facebook. Pesan kampanye bertema kesehatan dan pelestarian lingkungan dirancang dalam bentuk infografis agar komunikatif dan mudah dipahami. Dalam pelaksanaannya beberapa mahasiswa memanfaatkan akun Facebook pribadi serta bekerjasama dengan berbagai komunitas, seperti komunitas Greenpeace Indonesia, Himpunan Matematika Unpad, Membersihkan Indonesia Community, komunitas bersepeda, BEM Unpad, dan Unpad Hejo. Melalui kampanye ini literasi informasi dan kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya membawa botol air minum di masa AKB guna menunjang kesehatan dan lingkungan, sesuai dengan yang diharapkan. ABSTRACTThe COVID-19 pandemic is making changes in human life. Social distancing, working from home, healthy lifestyle, are an act to prevent virus spread; it creates New Habit Adaptation (AKB) policy. An Integrative Community Service (KKNM) lecturer-students have been carried out online. This KKNM applied a campaign method to use water bottles to support health protocols, and reduce plastic waste during the AKB period through Facebook. The messages on health and environmental preservation are designed in infographics, so it can be easily understood. In its implementation, several students use personal Facebook accounts and collaborate with various communities, such as the Greenpeace Indonesia community, the Unpad Mathematical Association, Membersihkan Indonesia Community, the cycling community, BEM Unpad, and Unpad Hejo. This campaign is expected to act as information literacy and increase public awareness of the importance of carrying bottles of drinking water during the AKB period to support health and the environment.
Sya'Baningrum Prihhartini, Reza Anggriyashati Adara, Siti Khadijah
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 76-88; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1253

Abstract:
ABSTRAK Bencana banjir dan longsor secara beruntun menimpa Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 1 Januari 2020. Ribuan orang harus dievakuasi karena rumah-rumah mereka disapu banjir dari Sungai Cidurian. Walaupun terjadi setahun yang lalu, para penyintas masih terpaksa tinggal di tempat pengungsian yang dibangun oleh tentara. Selain bencana tersebut, bencana lain terjadi di Kabupaten Bekasi pada tanggal 7 Februari 2021 dan menghancurkan banvak rumah. Bencana ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang telah berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Demi meringankan beban para korban, FKSB Universitas Islam 45 Bekasi berinisiasi membuat sebuah program pengabdian masyarakat yang terdiri dari kampanye penggalangan dana, menggalang dana dari masyarakat dan kerjasama dengan Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bekasi. Program ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penyediaan bantuan terhadap korban-korban bencana. Data dari hasil survei kepada para penerima bantuan menunjukkan bahwa masyarakat penerima bantuan merasa puas dengan bantuan yang diberikan. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa menjadi titik tolak bagi dari program-program pengabdian masyarakat selanjutnya yang akan ditekankan kepada pemberdayaan masyarakat di daerah bencana. ABSTRACTOn January 1st, 2020, a flood which was succeeded with landslides struck Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Thousands of people were evacuated because their homes were swept by floods from Sungai Cidurian. Although the disaster happened a year ago, the survivors still suffer from the aftermath as they still have to live in shelters built by army. Besides that, another flood disaster took place in Kabupaten Bekasi on February 7th, 2021 in Kabupaten Bekasi and destroyed many houses. These disasters took places amid Covid-19 pandemic which has negatively affected people’s economic and health conditions. In order to provide reliefs to survivors, FKSB Universitas Islam 45 Bekasi initiated a social service program. The program consists of creating a campaign for charity program, raising donations from public, and working together with Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bekasi. The program aims to raise awareness for provision of reliefs toward disasters’ survivors. The survey results show that most recipients are satisfied with the relief’s provision. The present program is expected to be a milestone for further programs which aim to the empowerment of disasters’ survivors.
Ade Onny Siagian
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 33-45; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1242

Abstract:
ABSTRAKPengabdian bertajuk Penerapan Ilmu Manajemen dalam Mewujudkan Pembangunan Masjid Pesantren Nahwa Nur, Kec. Bojong Gede, Bogor. Tujuan dari aktifitas pengabdian kepada warga ini membagikan pelatihan serta pengetahuan secara instan ilmu manajemen dalam pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pembangunan proyek masjid Pesantren. Metode yang digunakan metode survey dan penyampaian modul secara langsung dan simulasi serta dialog mengenai manajemen, Berartinya K3 dalam pembangunan. Kesimpulan merupakan proyek sudah mempraktikkan kebijakan K3 yang disebut Komitmen QPASS di proyek tetapi Implementasi belum dicoba secara maksimal, secara struktural sudah menerapkan organisasi. Pelaksanaan Ilmu Manajemen belum berjalan secara maksimal dalam mengamalkan komunikasi dan data informasi. proyek sudah melakukan pelatihan tetapi belum cocok dengan upaya pencegahan musibah kerja, belum optimalnya implementasi pengawasan K3.ABSTRACTThe service entitled Application of Management Science in Realizing the Construction of the Nahwa Nur Islamic Boarding School Mosque, Kec. Bojong Gede, Bogor. The purpose of this community service activity was to provide training and practical knowledge of management science in K3 management in the construction of the Pesantren mosque project. The method used the survey method and the delivery of material directly as well as simulations and discussions about management, the importance of K3 in development. The conclusion is the project has implemented a K3 policy called QPASS Commitment in the project but the implementation has not been carried out optimally, structurally it has implemented the organization. The application of Management Science has not run optimally in practising communication and information. the project has carried out training but it is not in accordance with work accident prevention efforts, the implementation of K3 supervision has not been optimal.
Nia Kurniawati, Aprilla Adawiyah, Mia Fatimatul Munsi
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 125-138; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1229

Abstract:
ABSTRAK Literasi dini dipandang sebagai fondasi yang sangat penting dalam perkembangan kognitif manusia, dalam pengajaran literasi Pada Anak Usia Dini (PAUD), perlu diperhatikan bahan, media, dan cara penyampaian agar anak usia dini mudah untuk memahami dan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam pembelajaran, yang dituntut untuk dapat berinovasi dan kreatif dalam menyampaikan bahan pembelajaran literasi, dalam tumbuh kembang dan karakter anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pada guru-guru PAUD di desa Sukawangi, Warungkondang. Adapun metode kegiatan ini dilaksanakan pelatihan tentang teknik pengajaran literasi dini untuk anak-anak PAUD. Teknik yang digunakan pada para guru adalah mendongeng dengan menggunakan media boneka jari dan buku besar. Pengabdian ini bertujuan membuat guru menjadi kreatif dan anak usia dini lebih aktif terlibat pembelajaran serta mengenal kearifan lokal Cianjur. ABSTRACTEarly literacy is seen as a very important foundation in human cognitive development, in teaching literacy in PAUD, it is necessary to pay attention to materials, media, and delivery methods so that early childhood is easy to understand and instill the values of life contained in learning, which is required to be able to innovate and be creative in delivering literacy learning materials, in the development and character of early childhood. This activity aims to provide assistance to PAUD teachers in Sukawangi village, Warungkondang. The method of this activity is training on early literacy teaching techniques for PAUD children. The technique used by the teachers is storytelling using finger puppets and large books. This service aims to make teachers creative and early childhood more actively involved in learning and get to know Cianjur local wisdom.
Erwin Yulianto, Awan Setiawan
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 1-15; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1256

Abstract:
ABSTRAK Tingkat pengetahuan Literasi Keuangan pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Bandung pada umumnya dan Persatuan Pedagang Buku, Jasa Pengetikan dan Grafir Indonesia (Pepebutindo) yang menjadi mitra pengabdian kepada masyarakat masih tergolong rendah. Pihak akademisi terus mengedukasi para pelaku usaha yang bergerak di sektor UMKM. Respon positif dari pengurus dan anggota Pepebutindo pada wawancara mengenai Literasi Keuangan menunjukkan bahwa mereka siap bekerjasama dalam upaya penerapan digital mindset dan pengetahuan Literasi Keuangan. Kegiatan pengabdian menyelenggarakan tiga jenis kegiatan, yaitu penyusunan Petunjuk Teknis Digitalisasi Literasi Keuangan dan Workshop Digitalisasi Literasi Keuangan mengunakan aplikasi SI APIK. Dengan terlaksananya acara tersebut dan serah terima sebanyak lima puluh juknis SI APIK, berdampak terhadap peningkatan pengetahuan dari para pedagang yang berada di bawah naungan Pepebutindo terkait Literasi Keuangan dan Digital Mindset. ABSTRACTThe level of knowledge of Financial Literacy in Micro, Small and Medium Enterprises of Bandung in general and the Association of Book Traders, Typing and Engraving Services of Indonesia (Pepebutindo) which are partners in community service are still low. Academics continue to educate business actors engaged in the UMKM sector. The positive response from the management and Pepebutindo members in interviews about Financial Literacy shows that they are ready to work together in efforts to implement a digital mindset and knowledge of Financial Literacy. The community service activity held three types of activities, namely the preparation of Technical Guidelines for the Digitalization of Financial Literacy and a Workshop on Digitalization of Financial Literacy using the SI APIK application. With the implementation of the event and the handover of fifty SI APIK technical guidelines, it had an impact on increasing knowledge of traders under Pepebutindo regarding Financial Literacy and Digital Mindset.
Reksa Jayengsari
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 111-124; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1232

Abstract:
ABSTRAKKegiatan ini merupakan pelaksanaan dari tridarma Perguruan Tinggi dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Bentuk pengabdian pada masyarakat ini mengambil tema kewirausahaan yang masuk kedalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Leuwikoja Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Program kewirausahaan yang dilaksanakan diantaranya adalah Branding dan Marketing dari produk yang menjadi salah satu potensi desa yang bisa dikembangkan yaitu Keripik Pisang (Lantak). Kegiatan tersebut disertai dengan sosialisasi strategi pemasaran yang diberikan kepada pelaku usaha rumahan dimaksudkan untuk mengangkat potensi wirausaha masyarakat Desa Leuwikoja yang sudah ada. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari kegiatan sosialisasi pada aspek pengetahuan masyarakat terkait masalah produksi, pengemasan dan pemasaran. Pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara digunakan dalam menyusun hasil pengabdian ini. Setelah kegiatan analisis dengan metode penelitian yang digunakan didapat beberapa permasalahan dalam pengembangan produk diantaranya pelaku usaha rumahan masih menggunakan metode konvensional dan kurang inovasi baik dalam masalah produksi, kemasan, dan pemasaran. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengemasan dan pemasaran produk serta memberikan hasil peningkatan nilai ekonomi sebesar 30% pada produk keripik pisang yang diproduksi oleh masyarakat.ABSTRACTThis activity is an implementation of the Tri Darma Perguruan Tinggi in carrying out community service activity. This form takes the theme of entrepreneurship which is included in the Kuliah Kerja Nyata (KKN) activity in Leuwikoja Village, Mande District, Cianjur Regency. Entrepreneurship programs implemented include Branding and Marketing of products that are one of the village potentials that can be developed by means of Banana Chips (Lantak). The activity included marketing strategies is given to related home business actors to raise the entrepreneurial potential of the existing Leuwikoja Village community. The implementation of this activity aims to see the effectiveness of socialization activities on public knowledge related to production, packaging and marketing issues. A qualitative approach with interview techniques is used in compiling the results of this activity. After analyzing the activities with the research method used, several problems were found in product development, including home bussiness actors still using conventional methods and lack of innovation both in problems, packaging and marketing. The results of this activity indicate an increase in public knowledge about product packaging and marketing and in an increase in the economic value is 30% of banana chip products produced by the community.
Ahmad Hunaeni Zulkarnaen
Journal of Empowerment, Volume 2, pp 139-149; https://doi.org/10.35194/je.v2i1.799

Abstract:
ABSTRAK Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0) berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia, namun RI 4.0 telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mesin-mesin suatu hari akan mengambil alih pekerjaan manusia, antara lain kemajuan kecerdasan buatan dan otomatisasi dapat menggantikan tenaga kerja manusia secara keseluruhan yang digantikan oleh teknologi robotik, digital dan otomatisasi (RI 4.0), hal ini berarti akan terjadi gelombang pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Untuk menekan seminimal mungkin potensi negatif tersebut, perusahaan harus cepat tanggap dalam mengambil sikap demi menjaga kestabilan perusahaan salah satunya PT Fasic Indonesia harus meingkatkan kualitas keterampilan pekerja dalam menghadapi RI 4.0. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut perusahaan harus merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil dari capaian yang ditargetkan. Tujuan dari pelaksanaan pelatihan diharapkan ketrampilan, keahlian, potensi kerja, produktivitas, disiplin, dan etos kerja) Supervisi di PT Fasic Indonesia dapat meningkat dan mengembang sesuai standar ilmu pengetahuan dan teknologi RI 4.0.ABSTRACTThe Industrial Revolution 4.0 (RI 4.0) has the potential to improve the quality of life of people around the world, but RI 4.0 has raised concerns that machines will one day take over human jobs, including advances in artificial intelligence and automation that can replace the human workforce as a whole being replaced. By robotic, digital and automation technology (RI 4.0), there will be a wave of mass unemployment and layoffs (layoffs). To minimize this negative potential, companies must be responsive in taking a stance to maintain company stability, one of which is PT Fasic Indonesia, which must improve the quality of workers' skills in facing RI 4.0. As for the method used in these activities, the company must plan, implement, and evaluate the targeted achievements' results. The aim of the training is that skills, expertise, work potential, productivity, discipline, and work ethic are expected) Supervision at PT Fasic Indonesia can increase and develop according to the standard of science and technology RI 4.0.
Amsori Amsori
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 47-58; https://doi.org/10.35194/je.v1i1.20

Abstract:
The purpose of this article is to explain the extension activities of political education for voters in order to improve public understanding of voters, in this case represented by the Students of Senior High School in the district of Tanjung Priok. The method used is a qualitative approach. Data analysis techniques in this study using a descriptive model. The conclusion of this article is all parties must be able to support the efforts of the election organizers in terms of improving the quality of electoral processes; Increase voter participation; Improving public confidence in the democratic process; Generating volunteerism and civil society in the elections and democratization agenda.
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 23-36; https://doi.org/10.35194/je.v1i1.18

Abstract:
Trafficking is a violation of human dignity that is contrary to human rights and legislation. One of the victims of the crime of trafficking in the district of Cianjur is an underage child. An Integrated Service Center for Women and Children Protection (P2TP2A) of Cianjur district in collaboration with the Faculty of Law of Suryakancana University conducting an even in preventing the human trafficking crime. One of the efforts to overcome the trafficking is by socializing the law No. 21 of 2007 on the Eradication of Trafficking for the counseling teacher and student in order to get a better understanding of the meaning, way, form, effects, prevention and sanction the crime of trafficking.
Published: 16 December 2017
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 71-86; https://doi.org/10.35194/je.v1i2.197

Abstract:
ABSTRAKPembangunan pariwisata merupakan bagian integral dari pembangunan daerah yang berkontribusi bagi peningkatan keuangan daerah maupun kesejahteraan masyarakat setempat. Namun perkembangannya tidak mampu diikuti ketersediaan infrastruktur yang memadai karena keterbatasan dana daerah dalam APBD, sehingga mendorong pemerintah untuk mengandeng investor berperan serta dalam pembangunan infrastruktur pariwisata. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini, untuk memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur daerah yang memiliki manfaat baik kepada pemda, investor, termasuk masyarakat dalam menikmati destinasi wisata. Metode pendekatan yang dipergunakan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analisis, dan analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian, (1) Kabupaten Cianjur memiliki letak geografis yang strategis, serta dukungan potensi wisata alam, wisata seni dan budaya, serta wisata lainnya yang pernah menempatkan Cianjur sebagai salah satu destinasi wisata dari 10 kabupaten/kota terfavorit se-Indonesia; dan (2) Investasi pembangunan pariwisata Kabupaten Cianjur melalui model Build Operate And Transfer/BOT, bermanfaat bagi Pemda dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur pariwisata ditengah keterbatasan APBD. ABSTRACTthe development of tourism is an integral part of regional development that contribute to an increase in the financial area as well as the welfare of the local community. But the development was not able to follow the availability of adequate infrastructure because of lack of funds in the area of BUDGETS, thereby encouraging the Government to mengandeng investors participate in the development of tourism infrastructure. The purpose of this community, to provide solutions to local governments in developing the infrastructure of the areas that have good benefits to local government, investors, including community in enjoying the tourist destinations. Methods of juridical normative approach used, specification descriptive analysis, research and analysis of qualitative data. The results of the research, (1) Cianjur has a strategic geographical location, as well as support the potential of nature tourism, art and cultural tours, as well as other tourist who ever put the Cianjur as one of the tourist destinations in 10 kabupaten/kota favorite se-Indonesia; and (2) development of tourism Investment Cianjur through model Build Operate And Transfer/bots, useful for local government in realizing tourism infrastructure development amid the limitations of BUDGETS.
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 37-46; https://doi.org/10.35194/je.v1i1.19

Abstract:
Employers who hire at least 10 (ten) employees shall make a company regulation. A company regulation is a written rule made by the employer which contains the terms of employment and the rules of the company. In the rule-making companies need continually to do under the technical guidance in order to gain the company rules that provide a protection for workers. Rule-making company is the employers’ responsibility, which is in the drafting process should heed the advice and judgment of representatives of workers or from labor unions.
Mia Amalia
Published: 16 December 2017
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 103-120; https://doi.org/10.35194/je.v1i2.207

Abstract:
ABSTRAK Fenomena pelacuran merupakan salah satu bentuk kriminalitas yang sangat sulit untuk ditangani dari jenis kriminalitas. Salah bentuk prostitusi di Kabupaten Cianjur dilakukan oleh para pelajar, pelaksanaan praktek prostitusi pelajar dilaksanakan secara terorganisir serta tertutup. Faktor-faktor yang melatarbelakangi seseorang memasuki dunia pelacuran yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Upaya yang dilakukan mengsosialisasikan ke sekolah-sekolah agar siswi-siswi menjaga kehormatan dirinya lebih penting dan mulia. Upaya lainnya yang dilakukan dengan menyentuh dari sisi hukum melalui perubahan peraturan baru dengan sanksi yang tegas dan berat, juga menyentuh dari sisi agama, serta adanya upaya pemerintah dalam mengatasi prostitusi dengan adanya anggaran khusus mengatasi praktek prostitusi, juga kerjasama dalam penyuluhan hukum dengan para tokoh masyarakat, para ulama, pihak sekolah, serta orang tua, dinas sosial dan Satpol PP. Metode penulisan yang digunakan pendekatan yurdis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriftif analisis. Dalam efektifitas hukum positif pidana KUHP dan Perda No 21 Tahun 2000 tentang Larangan Pelacuran permasalahan prostitusi tidak ditujukan kepada pelacur atau pelaku akan tetapi ditujukan kepada germo dan calo, sedangkan pelaku tidak diambil tindakan, padahal secara nyata telah melanggar hukum pidana, merendahkan moralitas. ABSTRACTThe phenomenon of prostitution is one form of criminality that is very difficult to handle from the type of criminality. One of the forms of prostitution in Cianjur Regency is done by the students, the practice of student prostitution is organized and closed. Factors behind a person entering the world of prostitution are internal factors and external factors. Efforts are made to socialize to schools so that the students keep their honor more important and noble. Other efforts made by touching from the side of the law through the change of new regulations with strict and severe sanctions, also touch on the religious side, as well as the government's efforts in overcoming prostitution with a special budget to overcome the practice of prostitution, as well as cooperation in legal counseling with community leaders , scholars, the school, and parents, social services and Satpol PP. Writing method used normative jurisdiction approach with descriptive research specification analysis. In the effectiveness of the criminal law of the Penal Code and Regulation No. 21 of 2000 on Prohibition Prostitution is not aimed at prostitutes or perpetrators but is directed to pimps and brokers, whereas perpetrators are not taken, whereas in fact violating criminal law, degrading morality.
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 59-70; https://doi.org/10.35194/je.v1i1.21

Abstract:
Starter is a game made by boys, especially in children at the elementary level. This game often effects on victim. The victims and perpetrators are not aware of the occurrences impact of this game, that are, the infection of the testicles, testicular organ damage, and even infertility. Game starter can be categorized as a form of sexual violence, because it is directly related to the primary reproductive organs. One of the preventive efforts undertaken is to teach personal safety skills to children. This method is popularized by Bagley and King in 2004. Personal Safety Skills is a skill that must be understood by children, so that they can avoid violent offenders sexual and situations that allow sexual violence.
, Agung Ginanjar Anjaniputra
Published: 16 December 2017
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 153-166; https://doi.org/10.35194/je.v1i2.237

Abstract:
ABSTRAK Pengajaran bahasa Inggris pada anak-anak tidak bisa disamakan dengan ketika mengajar peserta didik dewasa. Dalam merealisasikannya, prinsip-prinsip dan teknik-teknik mengajar bahasa Inggris pada anak-anak perlu dikuasai oleh guru. Sayangnya, keterbatasan tenaga pengajar dengan kualifikasi dan latar belakang pendidikan bahasa Inggris di Sekolah Dasar menjadi salah satu kendala yang nyata. Didorong hal tersebut, dosen-dosen di jurusan bahasa Inggris FKIP Universitas Suryakancana melakukan pengabdian pada masyarakat melalui pengadaan workshop mengenai prinsip dan teknik mengajar bahasa Inggris pada anak bagi para guru bahasa Inggris di Kecamatan Cugenang. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan kuesioner terhadap 30 guru peserta workshop, tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama workshop yang digelar terutama untuk memperkenalkan prinsip dan teknik mengajar bahasa Inggris pada anak-anak, dan untuk mengetahui respon guru terhadap pelaksanaan kegitan workshop dan pelatihan tersebut. Hasilnya, teknik mengajar bahasa Inggris dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pemanfaatan kartu bergambar, permainan, lagu dan cerita. Selain itu, guru-guru merespon sangat baik terhadap acara tersebut yang dapat dilihat dari partisipasi guru di setiap aktivitas dan keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa secara berkelanjutan. ABSTRACTTeaching English to Young Learners (TEYL) is different from teaching adults. In realizing it, principles and techniques of TEYL are necessary to be mastered by teachers. Unfortunately, inadequacy of elementary school teachers having a teaching qualification and a background of english education in the schools has been a real impediment. Accordingly, the lecturers in English department FKIP Suryakancana University conducted a community service through a workshop on Principles and Techniques of Teaching English to Young Learners for English teachers who teach at elementary schools in Kecamatan Cugenang.  Employing a qualitative descriptive approach through observations and questionnaire for 30 teachers involved in the workshop, this paper aims to portray activities carried out during a workshop held specifically for introducing the principles and techniques of TEYL and to investigate the teachers’ responses to the implementation of the workshop. The result showed that techniques of teaching English in the event were carried out by making use of flashcards, games, songs, and stories. Besides, the teachers responded positively, which could be seen from their participation in each activity and their willingness to continually get involved in the similar event.  
Published: 16 December 2017
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 139-152; https://doi.org/10.35194/je.v1i2.199

Abstract:
ABSTAKKetentuan harta dan peralihan harta dari pemilik harta (pewaris) kepada para ahli waris berlaku secara otomatis pasca kematian seseorang. Berlaku secara otomatis memberi arti bahwa pihak Pewaris tidak berhak mengatur harta pasca kematiannya demikian pula ahli waris tidak dapat menolak peralihan harta tersebut. Tujuan ditetapkannya ketentuan hukum waris dalam ajaran Islam tidak terlepas dari 5 tujuan hukum (maqodis syariah) yakni dalam rangka memelihara agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal, selain itu terdapat keutamaan ketentuan hukum waris telah digariskan dalam ajaran Islam dengan lengkap dan sempurna, karena hakikat harta dalam Islam mutlak menjadi milik sang Tuhan semesta alam, sehingga sangat wajar Tuhanpun mempunyai aturan mengenai apa saja ruang lingkup harta waris, kepada siapa harta itu diberikan, berapa harta yang harus diberikan kepada masing-masing ahli waris, kapasitas manusia hanya menerima amanah atas harta yang dititipkan kepada manusia.Terdapat ketentuan asas waris Islam yakni asas ijbari, bilateral, individual, keadilan berimbang,dan semata akibat kematian. ABSTRACTThe provisions of the transition property and property of the owner of the treasure (heir) to the heirs apply automatically post the death of someone. Applies automatically give the sense that the Successor is not entitled to set the property of post death similarly heirs can't resist the transition the treasure. The purpose of the establishment of the provisions of the law of inheritance in Islam is inseparable from the 5 goals of the law (Sharia maqodis) i.e. in order to nourish the soul, religion, property, offspring, and reason, besides there is the virtue of the provisions of the law of inheritance was outlined in the Islamic teachings with the complete and perfect, because of the nature of property in Islam absolutely belongs to the Lord of hosts, so that very reasonable Tuhanpun have rules on what the scope of the estate, to whom property is given, how many treasures that should be given to each of the heirs of human capacity, only accepting the mandate over the treasure that is deposited to the mankind. There are basic provisions of Islamic inheritance IE ijbari, bilateral basis, individual, fairness, balanced, and is solely a result of the death.
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 1-11; https://doi.org/10.35194/je.v1i1.16

Abstract:
The purposes of this study are to describe the economic potential of the village to an independent village, and to determine the factors that support and inhibit encountered in developing of the economic potential ofSukamanah Village. The qualitative method was used in this study an interactive model was used as data analysis techniques. The results show that there are six sectors of the economic potential of rural village in Sukamanah; agriculture, fishery, trading, farming and forestry, animal husbandry and creative economy. Meanwhile, the main supporting factors are the infrastructure condition and the establishment of farmer groups (gapoktan). The inhibiting factors are: the vast majority of farmers in the village of Sukamanah who are not as the land owner, but as a laborer; there is almost no regeneration of farmers; the number of farm workers decreased each year; the distribution of crops farmers cannot be directly sold into the market but it must pass through a broker; and the reduction of productive land in the village of Sukamanah.
Published: 16 December 2017
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 87-102; https://doi.org/10.35194/je.v1i2.200

Abstract:
ABSTRAKEra perdagangan global, sejalan dengan konvensi internasional yang telah diratifikasi Indonesia, peranan Merek dan Indikasi Geografis menjadi sangat penting terutama dalam menjaga persaingan usaha yang sehat, berkeadilan, pelindungan konsumen, serta pelindungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan industri dalam negeri. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek masih terdapat kekurangan dan belum dapat menampung perkembangan kebutuhan masyarakat di bidang Merek dan Indikasi Geografis serta belum cukup menjamin pelindungan potensi ekonomi lokal dan nasional sehingga perlu diganti. Maka hadir Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang lebih konfrehensif pengaturannya. Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur melalui Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C) Di tahun 2015 Beras Pandanwangi Cianjur telah terdaftar Indikasi Geografis (IG) tanggal 16 Oktober 2015 dengan nomor permohonan: IG. 00.2014.000011 dan nomor pendaftaran ID G 000000034. Dengan demikian, dianggap perlu untuk melakukan focus group discution ke (MP3C) sebagai pemegang hak Indikasi Geografis Terdaftar. ABSTRACTThe era of global trade, in line with the international conventions that have been ratified by Indonesia, the role of the brand and the geographical indication becomes very important especially in maintaining a healthy business competition, fairness, shield cover consumers, as well as shield cover micro, small, and medium enterprises and industries in the country. Act No. 15 of 2001 Year Brand still contained flaws and yet accommodates the development needs of the community in the field of Geographical Indications as well as brand and not enough guarantee shield cover local and national economic potential so as to need to be replaced. Then the present Act No. 20 Year 2016 about brands and Geographic Indications konfrehensif setting. The efforts of local governments through communities Cianjur Of Cianjur Pandanwangi Rice (MP3C) in year 2015 Pandanwangi Rice Cianjur registered geographical indications (IG) October 16, 2015 with a plea: IG. 00.2014.000011 and registration number ID G 000000034. Thus, it was considered necessary to conduct a focus group to discution (MP3C) as the holder of the rights of a registered geographical indication.
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 12-22; https://doi.org/10.35194/je.v1i1.17

Abstract:
The increasing of women capacity to survive is something that must always be fought. Lengansari village of Sukaraja District of Sukabumi is the representative of the struggling people who are always be the farm laborers on their own dwelling place. This phenomenon triggered the idea of the community service activities which is be an annual program of STKIP PGRI Sukabumi. Group III that is located in Lengansari village initiated to establish a cooperative as a form of education to increase the public standard of living of rural communities. In order to gain the villagers’ expectation, the training was done conductively and systematically by a team under the lecturer guidance. This project was successfully gained because of the hard work of the students of group III totaling 25 students who were directed by the lecturer and in collaboration both with the related apparatus in the region and the department of cooperatives.
, Andri Sahata Sitanggang
Published: 16 December 2017
Journal of Empowerment, Volume 1, pp 121-138; https://doi.org/10.35194/je.v1i2.3

Abstract:
Menciptakan inovasi pada panganan Hortikultura pertaniaan adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan nilai penjualan dan memasarkannya secara global adalah salah satu keunggulan yang dapat diperoleh dalam meningkatkan kesehjahteraan para petani hortikultura, dengan adanya pelatihan dan penggunaan sistem informasi pemasaran dapat membantu juga para petani dalam membuat alternatif dalam mata pencaharian saat ini sedang dijalankan. Kegiatan inovasi pelatihan pangan hortikuluta di Desa Nagrok adalah wujud dari penerapan teknologi yang ada pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, sehingga masyarakat desa Nagrok dapat meningkatkan kesejahteraan hidup, inovasi yang dilakukan meliputi pelatihan pasta dan dodol kacang merah. Selain Pelatihan yang diadakan yang dibutuhkan oleh Desa Nagrok adalah satu media yang membantu dalam memasarkan prodok inovasi melalui sistem informasi pemasaran dan media sosial seperti Web Penjualan, Facebook, Path, Instagram Dan Twitter. Kedua pendekatan ini akan dilakukan dengan cara pendekatan kepada petani, berdialog secara langsung kepada petani mengenai permasalahan apa saja yang terjadi, dan menerapkan solusi yang terbaik dengan menerapkan pelatihan dan sistem pemasaran apa yang diperlukan.The process of scheduling a lecture is a process to determine the time or schedule of classes available, rooms available, the courses will be scheduled, and the lecturers will be teaching schedule. Education also would require an easy to be able to access the schedule from a school or University. Long distances sometimes create student constrained with time to find a sudden change of schedule of lectures, with the development and advancement of communication technologies such as the internet or mobile phone-based technology, it shouldn't be a problem to access the schedule from a great distance though.In this final project researcher trying to make scheduling application courses in International Programs at the University of Indonesia (UNIKOM) Computer-based android with the concept of client-server as a client using the mobile phone and the server using a PHP web server. Benefits are to facilitate to give and get information schedule college course for college students in the class International Program (UNIKOM). Methods used writer in doing system development penjadwalan is use the model prototype.And in making application penjadwalan this requires a software for can support in making application is to android use eclipse and the server uses PHP with database use myself, and hopefully for users using mobile device basing android operating system can be helped to know information schedule college course presented by the application.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top