Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG: 55

(searched for: journal_id:(4239407))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Herawati Khotmi Khotmi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 32-43; doi:10.34128/mediteg.v5i1.63

Abstract:
ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Bengkel, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Program ini diberikan selama satu bulan. Program yang diberikan adalah tentang Manajemen Bisnis kepada Cangkrung Jaya Group. Manajemen Bisnis menjadi isu utama Grup Cangkrung Jaya. Karena itu dilakukan secara individu bukan dalam kelompok. Masalah lain adalah biaya pakan yang mahal, administrasi keuangan yang tidak teratur, kurangnya keterampilan dan pemahaman manajemen, dan teknik pemasaran yang tidak efektif untuk mencapai pasar yang lebih luas. Metode yang dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan administrasi keuangan dan pendampingan untuk menyusun laporan keuangan. Selain itu, sosialisasi tentang penguatan kelompok. Tujuan dari pengabdian ini adalah menciptakan pola pikir antar kelompok, memiliki laporan keuangan sederhana dan memiliki keterampilan dalam manajemen bisnis. Hasil yang dicapai oleh manajemen kelompok Cangkrung Jaya mampu mencatat administrasi umum, perencanaan anggaran, membuat arus kas masuk dan keluar, dan membuat laporan keuangan sederhana. Kata Kunci : Administrasi Keuangan, Penguatan Kelompok Abstract This community service was conducted in Bengkel Village, West Lombok, West Nusa Tenggara. The program was given for one month. The given program was about Business Management to Cangkrung Jaya Group. Business Management becomes a main issue of Cangkrung Jaya Group. Because it is conducted individually not in a group. Another problems are expensive feed costs, disorganized financial administration, lack of skill and understanding of management, and ineffective marketing techniques to reach wider market. The methods undertaken by providing management training and financial administration and mentoring to compile financial statements. In addition, socialization about strengthening the group. The purpose of this devotion is the creation of a mindset between groups, having a simple financial statement and having skills in business management. The results achieved by the management of the Cangkrung Jaya group is able to take notes on general administration, budget planning, making cash inflows and outflows and making simple financial statements. Keywords: financial administration, Group Strengthening
Onery Andy Saputra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 44-49; doi:10.34128/mediteg.v5i1.65

Abstract:
Jumlah pasien wabah Covid 19 setiap hari semakin meningkat. Diperlukan langkah antisipatif dan preventif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Budaya mencuci tangan merupakan langkah terbaik dalam kondisi wabah ini. Namun, tidak semua tempat memiliki tempat cuci tangan yang tepat, khususnya tempat tertentu yang membutuhkan tempat cuci tangan yang fleksibel dan mudah dipindahkan. Solusi yang diberikan yaitu membuat alat cuci tangan/ wastafel portabel untuk ditempatkan di tempat yang strategis dan mampu dipindahkan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari pengabdian ini menyediakan wastafel portabel di Kantor Kelurahan Gedongan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Metode yang digunakan yaitu survai mitra, desain alat, konsultasi desaian, pembuatan alat, penyerahan alat, pelatihan penggunaan dan pelatihan perawatan alat. Hasil yang diperoleh adalah alat dapat dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan Kantor Kelurahan Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.
Herfia Rhomadhona, Winda Aprianti, Wiwik Kusrini, Hendrik Setyo Utomo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 27-31; doi:10.34128/mediteg.v5i1.61

Abstract:
Keberadaan Undang-undang hak cipta masih belum menyadarkan masyarakat untuk menggunakan software secara legal. Hal ini terlihat masih tingginya pengguna software illegal di Indonesia, terutama perusahaan. Sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan software legal juga kurang efektif dikarenakan kewajiban membayar yang dirasa memberatkan bagi masyarakat. Solusi lain yang ditawarkan adalah pengenalan software sejenis yang tidak berbayar. Untuk software pengolah kata, pengolah data, dan presentasi yang digunakan oleh perkantoran, dapat digantikan oleh WPS Office. WPS Office merupakan software tidak berbayar yang paling kompatibel eksistensi filenya dengan Microsoft Office, sehingga cocok untuk dijadikan materi pelatihan bagi perwakilan perkantoran Kabupaten Tanah Laut. Pelatihan ini telah dilaksanakan dan menunjukkan bahwa peserta antusias menerapkan WPS Office sebagai alternatif administrasi perkantoran.
Ririn Amelia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 50-59; doi:10.34128/mediteg.v5i1.66

Abstract:
Desa Penagan memiliki potensi lokal yang belum dikelola secara maksimal oleh masyarakat. Tentunya pemanfaatan potensi lokal harus didukung dengan sumber daya manusia yang memadai pula. Dalam hal ini, peningkatan sumber daya manusia tersebut dilakukan melalui program KKN-PPM di Desa Penagan. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Penagan, penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah pelaksanaan program KKN-PPM, dan melakukan evaluasi kegiatan. Program KKN-PPM mendapat respon positifdan dukungan tidak hanya dari Pemerintah Desa Penagan saja, organisasi pemuda seperti: Karang Taruna, Ikatan Remaja Masjid (IRMas), ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), siswa-siswi sekolah dasar hingga menengah atas pun ikut berpartisipasi. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh 99,33% masyarakat setuju bahwa pemberdayaan masyarakat diperlukan dalam menyukseskan kegiatan KKN-PPM Desa Penagan. Keaktifan, sikap, pengetahuan dan keterampilan masyarakat masing-masing mengalami kenaikan sebesar 13,93%, 0,59%, 6% dan 17,48% setelah program KKN-PPM terselesaikan. Artinya, pelaksanaan program KKN-PPM berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia di Desa Penagan. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat, pengetahuan mengenai potensi lokal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Penagan secara maksimal. Kata Kunci: Desa Penagan; KKN-PPM; sumber daya manusia; potensi lokal;
Asriani Hasan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 1-11; doi:10.34128/mediteg.v5i1.55

Abstract:
Tonrorita merupakan salah satu desa di Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa. Secara geografis, Tonrorita merupakan daerah lereng pegunungan dengan sebagian besar masyarakatnya bekerja disektor pertanian dan perdagangan besar dan eceran. Karena letak geografisnya, masyarakat Tonrorita masih sulit mengakses internet dan kalaupun bisa, pengetahuan mereka terkait teknologi digital masih minim. Kondisi demikian menjadi ironi ditengah kemajuan teknologi digital saat ini. Munculnya bisnis digital seperti Gojek dan Grab serta aplikasi keuangan berbasis android sebenarnya bisa dimanfaatkan masyarakat Tonrorita dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan masyarakat dalam memahami dan menggunakan teknologi digital untuk peningkatan kesejahteraan. Kegiatan ini berisi materi dan praktik terkait pemanfaatan aplikasi bisnis digital dan keuangan berbasis android. Output dari kegiatan ini adalah peserta memahami dan bisa menggunakan aplikasi bisnis digital dan keuangan. Kata Kunci: Bisnis, Digital, Keuangan
Novia Ariani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 22-26; doi:10.34128/mediteg.v5i1.60

Abstract:
Pengabdian masayarakat merupakan tri dharma perguruan tinggi yang harus rutin dilakukan. Salah satu implementasinya adalah melakukan pengabdian di bidang kesehatan melalui cek kesehatan dan konsultasi obat langsung terhadap masyarakat. Pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol dipilih karena merupakan penyakit degeneratif yang banyak diderita. Pada penelitian merupakan penelitian non eksperimental deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan profil tekanan darah dan kadar kolesterol. Metode yang digunakan adalah pengukuran langsung kepada target penelitian. Penelitian dilakukan di Siring Sungai Martapura. Sebanyak 30 orang diambil datanya dan hasil pengukuran disampaikan dalam bentuk tabel dan narasi. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kolesterol, Pengabdian Masyarakat, Siring Sungai Martapura
Rahkmadhan Niah, Dwi Febrianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 12-16; doi:10.34128/mediteg.v5i1.58

Abstract:
Menara Pandang merupakan salah satu pusat olahraga dan wisata di kota Banjarmasin. masalah kesehatan banyak dihadapi salah satunya adalah Hipertensi dan Asam Urat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan gratis untuk mengontrol kesehatan masyarakat yang bekerjasama dengan IRADIO 90,1 FM Banjarmasin. Target dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah masyarakat Wilayah Siring, Menara Pandang, Banjarmasin. Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatannya. Pada hasil Tekanan darah normal (78,79%), Hipertensi I (18,18%) dan Hipertensi II (3,03%). Begitu juga dengan hasil pemeriksaan kadar asam urat dengan hasil berturut-turut Tidak terdeteksi (3,03%), Normal (78,79%) dan Tinggi (18,18%). Beberapa hasil terdapat masyarakat yang Hipertensi dan Asam Urat. Namun kebanyakan dari hasil diskusi dikarenakan pola hidup dan riwayat penyakit, sehingga mereka datang ke Siring, Menara pandang untuk memperbaiki pola hidup. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat tentang kesehatan dapat meningkat dan terkontrol
Suyitno Suyitno
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 5, pp 17-21; doi:10.34128/mediteg.v5i1.59

Abstract:
Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) Peserta mampu menggunakan sepeda motor sesuai dengan tata tertib yang ada, 2) Peserta dapat memahami aturan berkendara untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Sasaran Pengabdian Diklat ini adalah Remaja panti asuhan. Dalam pelatihan safety riding yang diberikan menggunakan halaman depan panti asuhan. Materi pelatihan berupa pengenalan rambu lalu lintas, tata tertib dalam berkendara dengan baik serta praktek langsung dengan menggunakan sepeda motor yang sudah disediakan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini peserta dapat mengaplikasikan cara berkendara yang baik untuk keamanan dan kenyamanan saat melakukan perjalanan dan untuk meminimalisir tingkat kecelakaan di kabupaten purworejo.Selain itu peserta mampu memahami aturan berkendara untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Kata kunci: safety riding, peserta, panti asuhan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 7-11; doi:10.34128/mediteg.v4i2.48

Abstract:
Kegiatan pengabdian dan kemitraan dengan masyarakat (PKM) ini memiliki tujuan memberikan motivasi, meningkatkan wawasan, ketrampilan penggunaan teknologi komputer dan informasi bagi perangkat desa Sungai Tabuk dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek langsung. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan dan ketrampilan menggunakan komputer sebesar 75% dan terdapat beberapa kegiatan desa yang menggunakan aplikasi komputer. Kendala yang muncul adalah terbatasnya sarana dan prasarana desa sehingga kegiatan belum berjalan maksimal.
, Hidayaturrahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 1-6; doi:10.34128/mediteg.v4i2.49

Abstract:
“Pupur dingin” atau bedak dingin merupakan kosmetika tradisional yang berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan yang telah digunakan oleh wanita Kalimantan sejak ratusan tahun silam. Selain digunakan sebagai perawatan kulit (skin care) dari sengatan matahari juga banyak diminati sebagai oleh-oleh khas Banjar Kalimantan Selatan. Pengrajin bedak dingin di kelurahan Pasayangan Kabupaten Banjar, masih bertahan untuk dapat memproduksi juga disebabkan karena ingin mempertahankan tradisi warisan dari orang terdahulu. Melihat potensi dari bedak dingin yang tidak hanya diminati masyarakat lokal tetapi juga diminati oleh masyarakat dari luar daerah berpotensi untuk dapat dikembangkan. Namun produksi bedak dingin apabila musim hujan tidak bisa dilakukan karena proses pengering sangat tergantung dengan sinar matahari. Oleh karena itu penerapan teknologi tepat guna (TTG) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah produksi dari bedak dingin. Tujuan dari kegiatan penerapan TTG ini adalah untuk meningkatkan produktifitas mitra pengrajin bedak dingin di Desa Pasayangan, Kec. Martapura, Kab.Banjar melalui penerapan TTG berupa mesin pengering. Metode pelaksanaan program dimulai dari survey ke lokasi, sosialisasi program, dan pelatihan cara penggunaan mesin. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat adalah mitra mampu menggunakan mesin pengering. Dengan penerapan teknologi tepat guna untuk pengrajin bedak dingin mampu meningkatkan produksi bedak dingin dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan. Kata Kunci: Kosmetik Tradisional, Pengrajin, TTG
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 12-16; doi:10.34128/mediteg.v4i2.53

Abstract:
Masyarakat Kalimantan Selatan menggunakan air sungai Martapura dan air sumur untuk memenuhi kebutuhan airnya, salah satunya pada sektor peternakan ayam petelur. Namun, air yang dipakai masyarakat tersebut, airnya keruh dan berbau sehingga berbahaya bagi kesehatan ternak bila dikonsumsi terus. Selain itu, kualitas air bersih sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan ayam petelur, serta hasil kualitas dan kuantitas produksi ayam petelur. Penggunaan air sungai Martapura dan sumur oleh para peternak ayam petelur di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura telah berlangsung selama lama perlu solusi alternatif lain untuk mendapatkan air bersih. Maka, Portable Smart Water Treatment menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Alat ini dibuat berdasarkan kebutuhan akan alat yang portabel, praktis, dan ekonomis, namun memiliki debit 1 – 5 liter/menit. Alat ini dilengkapi dengan panel surya dan sistem kontrol otomatis. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi peternak ayam petelur dengan teknologi filtrasi, serta meningkatkan produksi sebesar 5%.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 32-41; doi:10.34128/mediteg.v4i2.52

Abstract:
Kain Sasirangan adalah Kain Khas Kalimantan Selatan. Tingginya minat penggunaan Kain Sasirangan oleh masyarakat Kalimantan Selatan mendorong menjamurnya rumah industri dan jahit kain sasirangan. Permasalahan muncul ketika banyak limbah kain perca kain sasirangan yang dihasilkan. Kain perca sasirangan banyak terbuang tanpa dimanfaatkan kembali. Padahal jika dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk-produk yang bernilai seni dan jual yang tinggi. Di sisi lain, sekelompok Ibu-Ibu yang memiliki banyak waktu luang dan memiliki hasrat untuk meningkatkan pendapatan keluarga, seperti Ibu-ibu kelompok Yasinan Mushala Nurul Iman di Perumahan Seribu, Martapura, dapat diberdayakan. Pemberdayaan Ibu-Ibu kelompok Yasinan dilakukan melalui Kegiatan pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah kain perca sasirangan menjadi produk-produk seperti tas, kantong HP, aksesoris, bros, peci, toples cantik dan lain-lain. Hal ini dilakukan guna memberi bekal wawasan kepada Ibu-Ibu dalam berwirausaha guna membuka lapangan kerja baru dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 7 (tujuh) kali pertemuan dimana pada setiap pertemuan Ibu-Ibu peserta kegiatan pelatihan dibimbing dan diarahkan langsung oleh instruktur untuk mulai dari cara mengolah kain perca sasirangan menjadi berbagai produk yang menarik, hingga kegiatan pengemasan, pemberian merk Shasira Craft dan pemasaran.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 22-25; doi:10.34128/mediteg.v4i2.50

Abstract:
Kerajinan anyaman purun mempunyai nilai ekonomi yang besar. Salah satu kendala dalam pengembangan kerajinan anyaman purun adalah proses produksi yang masih tradisional sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar dan kualitas produknya yang masih rendah. Melalui kegiatan KKN-PPM mahasiswa FMIPA ULM membuat alat pewarna purun semi otomatis untuk meningkatkan efisiensi proses pewarnaan. Hasil kegiatan menunjukkan alat pewarna tersebut dapat mempercepat proses pewarnaan hingga 4 kali dibandingkan proses pewarnaan tradisional. Penyempurnaan alat tersebut masih diperlukan untuk menghilangkan komponen biaya produksi yang lain.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 26-31; doi:10.34128/mediteg.v4i2.51

Abstract:
Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu upaya untuk mnghadapi revolusi industri 4.0. Istri-istri pembudidaya ikan patin merupakan kelompok warga yang nonproduktif. Dengan adanya pemanfaatn teknologi dalam upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kreativitas istri-istri pembudidaya diharapkan dapat memacu semangat istri-istri pembudidaya patin untuk dapat meningkatkan kreativitas sehingga diharapkan menjadi warga yang produktif. Cindai Alus merupakan daerah penghasil ikan patin terbesar di Kalimantan. Metode yang digunakan adalah survey ke lokasi, sosialisasi program dan pelatihan penggunaan alat-alat.teknologi tepat guna seperti oven untuk pembuatan biskuit skala industry dan mesin pembuat es krim. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim pengabdian, istri-istri pembudidaya ikan patin di Cindai Alus sudah sering mendapatkan pelatihan pembuatan berbagai macam olahan patin namun belum ada produk yang menarik dan berpotensi dikembangkan bagi warga Cindai Alus dan tidak ada pendampingan setelah dilakukan pelatihan, sehingga warga tidak tertarik untuk menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan. Kreativitas yang diberikan berupa pelatihan cara pembuatan biscuit dan es krim serta penggunaan oven untuk skala industry dan mesin pembuat es krim dari ikan patin. Hasil dari pemanfaatan teknologi ini adalah menambah motivasi dan semanagat untuk dapat meningkatakan kreativitas yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
Muhammad Saukani, Jainal Arifin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 27-31; doi:10.34128/mediteg.v4i1.39

Abstract:
Pelatihan dan simulasi buang sampah terpilah telah dilakukan pada santri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan II Bentok. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam program ini adalah menciptakan budaya buang sampah terpilah, sehingga realisasi pemanfaatan sampah berdasarkan klasternya semakin mudah dilaksanakan. Langkah yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan program ini adalah dengan memberikan pengetahuan klasterisasi sampah, dan pemanfaatan sampah menjadi produk yang bermanfaat melalui metode ceramah dan diskusi. Selanjutnya dilaksanakan simulasi buang sampah terpilah oleh peserta program pada tempeh sampah yang telah dihibahkan oleh tim pengusul. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta program terutama dalam hal pengelolaan sampah anorganik, dan hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh peserta telah mampu mengklasterisasi sampah berdasarkan tempat sampah yang telah disediakan. Hasil evaluasi yang dilakukan dengan memonitoring tempat sampah terpilah menunjukkan bahwa budaya buang sampah terpilah masih belum berhasil.
Nurul Mukminah, Irna Dwi Destiana, Wiwik Endah Rahayu, Enceng Sobari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 9-17; doi:10.34128/mediteg.v4i1.45

Abstract:
Rendahnya produktivitas sapi di KTT Budi Asih disebabkan mahalnya harga konsentrat dan minimnya nutrisi pakan yang diberikan. Salah satu satu alternatif bahan pakan yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu penggunaan limbah agroindustri yang melimpah dan belum termnafaat di Kabupaten Subang. Oleh sebab itu perlu upaya untuk pembuatan pakan berbasis limbah agroindustri yang murah, bernutrisi, dan kontinyu. Tujuan dari pengabdian ini adalah memanfaatkan limbah agroindustri berupa ampas kecap sebagai bahan penyusun complete feed solusi pakan mahal dan memberikan penyuluhan serta pelatihan pembuatan complete feed kepada masyarakat. Luaran yang hendak dicapai adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak untuk pengembangan dan pembuatan complete feed dari limbah agroindustri. Metode dalam pengabdian ini adalah FGD dengan peternak, penyuluhan pelatihan pembuatan pakan, penyerahan pakan komplit, monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan complete feed dengan menggunakan limbah agroindustri dapat menekan biaya produksi serta meningkatkan produktivitas ternak berupa peningkatan PBBH. Kata Kunci : KTT Budi Asih, Limbah agroindustri, Pakan komplit, sapi potong
Jainal Arifin Muhammad Saukani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 18-21; doi:10.34128/mediteg.v4i1.43

Abstract:
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa SMKN 2 Kapuas tentang konversi energi yang bersumber dari sampah plastik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama satu hari terdiri dari sosialisasi tentang pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif menjadi bahan bakar cair, bagaimana merancang perangkat pirolisa untuk merubah sampah plastic menjadi bahan bakar cair, serta menayangkan video proses pirolisis dan kondensasi sampah hingga mencadi bahan bakar cair. Tujuan pengabdian ini adalah agar siswa memberikan transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada siswa, sehingga cara pengurangan volume sampah plastic dengan cara membakar dapat direduksi. Sambutan positif yang diberikan oleh siswa dan guru begitu antusias terutama saat simulasi dan produk bahan bakar cair diberikan kepada peserta kegiatan. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh peserta program pengabdian ini.
Zaini Zaini, Hanif Hanif, Indra Mawardi, Safaruddin Safaruddin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 1-8; doi:10.34128/mediteg.v4i1.47

Abstract:
Tujuan dari kegiatan PKM adalah untuk meningkatkan produksi baik secara kuantitas maupun kualitas usaha keripik di Kecamatan Muara Dua Pemkot Lhokseumawe. Mitra kegiatan PKM usaha keripik ubi ibu Ridna Dewi yang berlokasi di Desa Paloh Batee Kecamatan Muara Dua Pemkot Lhokseumawe. Mitra mempunyai beberapa permasalahan dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan utama mitra adalah mitra melakukan proses produksi secara konvensional. Hal ini menyebabkan kapasitas produksi keripik masih rendah dan kualitas keripik masih berminyak sehingga keripik masih kurang renyah dan cepat lembek. Keripik ubi dijual secara curah dengan menggunakan kemasan dari kantong plastik biasa sebagai wadah sehingga produk terlihat masih kurang menarik. Hal ini berpengaruh terhadap daya beli. Didasari permasalahan mitra, maka tim pengabdian menawarkan penyelesaian permasalahan tersebut dengan mekanisasi peraltan kerja dan pelatihan/ pendampingan. Metode penyelesaian permasalahan mitra adalah dengan penerapan teknologi tepat guna. Dimulai dari pembuatan dan implementasi mesin-mesin teknologi tepat guna perajang ubi, mesin peniris minyak, penyediaan kemasan dan peralatan kemasan produk sampai pendampingan. Dari hasil penrapan teknologi tepat guna, usaha keripik ubi ibu Ridna Dewi telah memiliki mesin perajang ubi dan mesin peniris minyak keripik. Mesin yang diberikan telah mampu meningkatkan produksinya mencapai 200%. Mitra telah memiliki peralatan kemasan produk dan plastik keripik untuk meningkatkan pemasaran produk.
Alfath, Tri Wahyu Qur’Ana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 4, pp 22-26; doi:10.34128/mediteg.v4i1.41

Abstract:
Jaringan komputer adalah sistem yang terdiri dari komputer-komputer serta piranti-piranti yang saling terhubung sebagai satu kesatuan. Jaringan komputer berguna untuk berbagi perangkat keras dan perangkat lunak serta koneksi Internet. Penggunaan jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah etika, sosial, politik dan ekonomi yang tak terelakkan. Pemanfaatan desain dan manajemen jaringan komputer/internet mampu menjadikan ladang usaha ekonomi kreatif berbasis teknologi informasi. Keahlian tentang jaringan komputer dapat diimplimentasikan diberbagai bidang misalkan pembangunan jaringan internet, perbaikan jaringan, keamanan jaringan, control server dan sebagainya. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah bagaimana menyelesainkan masalah dalam dunia jaringan komputer yang semakin kompleks. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang disingkat dengan PMII adalah sebuah organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa sebagai pemuda generasi penerus bangsa, perlu memahami dan memiliki kemampuan dalam hal tersebut, bukan hanya sebagai pengguna pasif saja tetapi juga harus aktif, Sisi lain juga mampu dijadikan sebagai bagian dari penggerak ekonomi kreatif dan memiliki kemammpuan bagaimana cara yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan permasalahan jaringan komputer di kantor atau sekretariat. Kata Kunci: Internet, Jaringan, Komputer
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.30

Abstract:
Fenomena globalisasi memberikan dampak yang sangat besar bagi penyebaran informasi. Dewasa ini, masyarakat sangat mudah mengakses atau mencari informasi melalui search engine. Search engine sendiri adalah sebuah mesin atau software yang digunakan untuk mencari data atau file yang ada di internet. Meskipun search engine sudah umum digunakan hanya saja terkadang masih banyak orang yang tidak memanfaatkannya secara optimal, selain itu jenis search engine juga ada bermacam-macam. Pada pengabdian masyarakat kali ini, penulis memilih untuk memberikan pelatihan optimaliasasi penggunaan search engine dengan menggunakan browser google chrome. Peserta pengabdian kepada masyarakat ada 50 orang, yang terdiri dari 40 orang guru dan 10 orang staf tata usaha. Peserta merupakan guru dan staf dari Kecamatan Batu Ampar, kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Batu Ampar. Panitia yang menghadiri kegiatan pengabdian ada 10 orang, terdiri dari 3 orang dosen, 2 orang laboran, dan 5 orang dosen. Pelatihan terlaksana dengan baik dan harapan peserta adalah kegiatan dapat berlangsung secara kontinyu sehingga dapat mencapai hasil maksimal. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Aplikasi, Microsoft Power Point
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.26

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembangan yang wajib dilakukan oleh civitas akademik suatu perguruan tinggi. Melalui pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Akuntansi Politeknik Negeri Tanah Laut hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Hal tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hasil pembelajaran dan penelitian di perkuliahan dan memberikan informasi kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penerapan ilmu akuntansi yang kerap diterapkan dalam kasus ini mengenai pelatihan penyusunan anggaran untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Kegiatan Pelatihan Penyusunan Anggaran untuk UMKM dihadiri oleh peserta yang berjumlah 15 orang yang berasal dari pelaku UMKM. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap yakni penjelasan tentang penyusunan anggaran untuk UMKM secara umum dan tanya jawab peserta. Dengan adanya ilmu mengenai hal ini, masyarakat desa khususnya pelaku UMKM dalam melakukan penyusunan anggaran untuk UMKM diharapkan dapat menyusun anggaran secara tepat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat desa khususnya pelaku UMKM memperoleh informasi tambahan mengenai menyusun anggaran untuk UMKM. Selain itu, pemateri maupun peserta saling berbagi pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam penyusunan anggaran untuk UMKM.Kata Kunci: Pelatihan, Peyusunan, Anggaran, UMKM
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.31

Abstract:
Abstrak: Di dalam era kemajuan teknologi, penggunaan komputer dapat di terapkan di diberbagai bidang khususnyadi bidang pendidikan. Pengaplikasian komputer tersebut pada pembelajaran dan juga ujian. Penerapan ujian nasionalsekolah menengah mulai diterapkan penggunaan komputer. Pelaksanaan ujian menggunakan komputer dimana siswamenjawab soal – soal ujian menggunakan computer. Dalam hal ini SMP terbuka Al Qalam adalah sekolah yang siswanyaberasal dari kalangan menengah kebawah, yang sangat minim akan pengetahuan komputer. Untuk itu pengabdian kaliini memfocuskan kepada siswa/I Al Qalam untuk mengenalkan dan mengoprasikan komputer serta aplikasi komputer.Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kepercayaan diri dan pengalaman serta wawasan bagi siswa/I SMP terbukaAl Qalam.Kata Kunci: Ujian Nasional Berbasis Komputer, UNBK, Persiapan, Ujian Online, Aplikasi Komputer
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.36

Abstract:
Pertumbuhan teknologi dan ekonomi saat ini semakin pesat dan maju, dalam perkembangan tersebut diikuti juga dengan dampak negatif limbah mesin otomotif yang semakin pesat pertumbuhan industrinya. Dampak negatif tersebut sangat mempengaruhi lingkungan. Limbah mesin khususnya otomotif akan memperburuk kondisi lingkungan dan mempengaruhi kesehatan hidup manusia. Melalui sosialisasi dan pelatihan yang seksama, kesadaran warga terhadap pengelolaan limbah menjadi maju dengan bisa membuat kerajinan yang bernilai ekonomi dari bahan limbah. Sosialisasi dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengintegrasikan limbah mesin yang meningkat di lingkungan, adapun peserta kegiatan tersebut yakni masyarakat Desa Pemuda yang terdiri dari bapak, ibu dan para remaja sekitar 25 orang. Selain itu juga menggambarkan pengetahuan, keterampilan dan motivasi warga Desa Pemuda Kecamatan Pelaihari dalam pengelolaan limbah. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah bertambahnya wawasan masyarakat dalam pengelolaan limbah dan membantu peserta mengolah limbah mesin, terutama shock motor bekas menjadi karya yang dapat dimanfaatkan di lingkungan masyarakat. Selain itu juga kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dengan keaktifan masyarakat mengikuti pendampingan dari awal hingga akhir kegiatan pengabdian. Kata Kunci: limbah mesin, penanggulannya
, Priyo Priyo, , Agus Setiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.27

Abstract:
Tujuan kegiatan workshop adalah untuk : 1) meningkatkan pengetahuan masyarakat Deyangan tentang SID dalam mitigasi bencana sebagai Desa Penyangga; 2) rencana tindak lanjut menyusun struktur kelembagaan desa yang memiliki peran khusus dalam mitigasi bencana desa. Adapun mitra yang menjadi target kegiatan adalah Badan Perwakilan Desa (BPD) , Lembaga Pemberdayaan Pemuda (LPP) Desa Deyangan, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Deyangan. Mitra-mitra di atas merupakan organisasi sosial non struktural yang ada di desa, namun organisasi tersebut diharapkan mampu untuk menjadi agent of change bagi masyarakat Desa Deyangan secara umum. Metode kegiatan yang diselenggarakan meliputi : tahap persiapan, tahap pelaksanaan , tahap evaluasi dan rencana tindak lanjut. Hasil yang dicapai adalah : 1) Masyarakat memiliki peningkatan pengetahuan tentang sistem informasi desa baik yang terkait dengan dinamika informasi peringatan dini erupsi Gunung Merapi itu sendiri maupun arti pembaharuan informasi data-data kependudukan, pelayanan publik dan asset desa yang dilakukan secara berkala. Pengetahuan ini penting guna melaksanakan peran sebagai Desa Penyangga dari Desa Krinjing (KRB III) ; 2) Desa Deyangan telah memiliki lembaga khusus yang menangani mitigasi bencana yang bernama Lembaga Penanggulangan Bencana Desa Deyangan atau disingkat LPBDes. Struktur yang disepakati sudah terbentuk, untuk personil yang akan didudukkan dalam lembaga tersebut masih menunggu usulan dari dusun dan organisasi sosial yang ada di Desa Deyangan.Kata kunci: Sistem Informasi Desa, Mitigasi Bencana, Sister Village
Yuli Fitriyani, Radna Nurmalina, Rina Pebriana, Eny Suasri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.35

Abstract:
BUMDes lahir sebagai suatu pendekatan baru dalam usaha peningkatan ekonomi desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Pengelolaan BUMDes sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat desa, yaitu dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Desa Benua Tengah Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, sampai saat ini belum mempunyai BUMDes sebagai lembaga perekonomian masyarakat. Namun, jika dilihat dari potensinya, desa tersebut memiliki potensi besar untuk berdirinya BUMDes sebagai penampung kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat dan lembaga pelayanan publik masyarakat. Oleh karena itu, melalui program Pengabdian Masyarakat (PkM) yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi mengenai menggerakkan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Kata Kunci : Menggerakkan Ekonomi Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Saman Abdurrahman,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.32

Abstract:
Kerajinan anyaman purun mempunyai nilai ekonomi yang besar. Salah satu kendala dalam pengembangan kerajinan anyaman purun adalah terbatasnya promosi dan pemasaran. Melalui kegiatan KKN-PPM mahasiswa FMIPA ULM membuat aplikasi android untuk membenatu memecahkan masalah tersebut. Aplikasi android tersebut berisi profil aplikasi, galeri, petunjuk dan peta lokasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan transaksi sebesar 70% dalam waktu 3 minggu setelah penggunaan aplikasi dan peningkatan pendapatan sebesar 65%.Kata Kunci: Anyaman purun, android, Kelurahan Palam
, Revy Safitri, Fajar Indah Puspita Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.37

Abstract:
Berdasarkan hasil identifikasi wilayah rawan kecelakaan di Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Bangka menduduki peringkat pertama sebagai wilayah rawan kecelakaan dengan rata – rata 67 kejadian per tahun. Sehingga perlu dilakukan penanganan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di provinsi Bangka Belitung, terutama wilayah Kabupaten Bangka. Jika dilihat dari statistik angka kecelakaan per kecamatan, terdapat tiga kecamatan yang memiliki jumlah korban kecelakaan tertinggi berdasarkan korban meninggal dunia yaitu Kecamatan Puding Besar, Mendo Barat dan Riau Silip. Salah satu program yang dapat dilakukan untuk mengurangi statistik angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bangka yaitu dengan memberikan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas bagi masyarakat. Disisi lain, sesuai dengan data jumlah korban kecelakaan berdasarkan usia di Kabupaten Bangka pada tahun 2016 diketahui bahwa sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia 16 – 30 tahun dengan persentase 47%. Pada rentang usia tersebut termasuk kategori usia produktif yang sebagian masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Sehingga, sasaran dari program sosialisasi ini dimulai dan difokuskan untuk kalangan pelajar di Kabupaten Bangka. Metode pelaksanaan dalam kegiatan sosialisasi ini terbagi menjadi tiga tahap, pertama adalah tahap persiapan, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan yang terdiri dari persiapan materi, pre test, pemaparan materi dan post test, kemudian tahap akhir adalah evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan sosialisasi diperoleh bahwa rata-rata pemahaman peserta sebelum mendapatkan pemaparan materi hanya 86,67%. Namun setelah mendapatkan pemaparan materi dari masing-masing narasumber, pemahaman peserta mengalami kenaikan 6,25% sehingga tingkat pemahaman peserta menjadi 92,92%. Selain itu, rata-rata tingkat kepuasan dari peserta sosialisasi sebesar 97%, berdasarkanhasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik sesuai rencana. Harapannya dengan bertambahnya tingkat pemahaman pelajar dalam sosialisasi ini dapat mengurangi statistik angka kecelakaandikalangan pelajar Kabupaten Bangka.Kata kunci: Sosialisasi, Pelajar, Tertib lalu lintas, Bangka
Ika Oksi Susilawati, Witiyasti Imaningsih, Arfan Eko F
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.25

Abstract:
Air bersih merupakan kebutuhan primer manusia. Desa Sungai Kitano merupakan salah satu desa di Kecamatan Martapura Barat yang masih menggunakan air sungai sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk mendapatkan air bersih masyarakat melakukan dengan cara konvensional yaitu dengan cara koagulasi dan sedimentasi. Melalui kegiatan PKM dilakukan pengenalan alat penyaring air dengan bahan utama karbon aktif sebagai komponen utama filtrasi. Berdasarkan uji lab yang dilakukan, kualitas air yang telah di saring dengan teknologi membran ultrafiltrasi berdasarkan Kepmenkes No. 907/MENKES/SK/VII/2002 menunjukkan kualitas yang memenuhi kualitas standar air bersih. Satu unit alat penyaring air dengan bahan utama karbon aktif dapat digunakan masyarakat dengan waktu penggantian karbon aktif dan bahan penyaring lainnya sampai 3 tahun, dengan pembersihan 3-4 bulan sekali.Kata Kunci: Sungai Kitano, air bersih, karbon aktif
, Depy Oktapian Akbar, Lisa Andina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.33

Abstract:
Minat masyarakat terhadap produk kecantikan semakin meningkat baik di kalangan remaja maupun dewasa. Oleh karena itu ketertarikan masyarakat akan lulur rempah tradisional Banjar sebagai salah satu produk kecantikan khas Banjar juga harus ditingkatkan. Produk lulur rempah tradisional Banjar merupakan salah satu produk budaya yang dapat mejadi unggulan dari Kalimantan Selatan, namun pemasarannya masih terbatas karena kurangnya media promosi dan kemasan yang digunakan sangat sederhana (kurang menarik). Produsen lulur rumahan di Martapura merupakan penjual lulur rumahan yang menjadi sasaran kegiatan PKM dari tim pengabdi kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terbagi dalam beberapa tahapan yaitu, Sosialisasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) pada Pengusaha Industri Lulur Tradisional (Lulur Sari Pengantin), Pelatihan Pembuatan Pedoman Operasional Baku (POB) CPKB pada Industri Lulur Sari Pengantin yang disertai dengan serah terima Mesin Pengemas beserta Kemasan dan Stiker Label Lulur Sari Pengantin. Kegiatan pertama dilaksanakan pada hari selasa 8 mei 2018, Narasumber yang mengisi materi pada acara ini adalah ibu Yuyun Purwaningsih, S.Farm., Apt, yang memberikan materi CPKB terkait higiene, sanitasi, dan dokumentasi. Kegiatan selanjutnya dilaksanakan pada hari senin 30 juli 2018, dengan tema “pelatihan pembuatan pedoman operasional baku (POB) CPKB pada industri lulur sari pengantin” oleh ibu Leny Sanjaya, S.Farm., Apt, dan disertai dengan serah terima mesin pengemas beserta kemasan dan stiker label lulur sari pengantin. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh karyawan beserta pemilik industri lulur sari pengantin, dosen dan mahasiswa stikes borneo lestari. Semua kegiatan ini dilaksanakan di pabrik lulur sari pengantin Jl. Hasyim Muchtar RT.14 Kel. Tanjung rema darat Kec. Martapura. Kata Kunci: Lulur rempah, Lulur sari pengantin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.23

Abstract:
Augmented reality (AR) menggabungkan benda nyata dan virtual yang menghasilkan objek 3D yangditampilkan pada layar. Penggunaan teknologi Augmented reality (AR) pada smartphone masih tergolong minim.Sebenarnya teknologi ini memiliki potensi yang besar untuk memperkaya telekomunikasi untuk menjadi lebih efektif.Selain itu, penggunaan android yang dimiliki pelajar masih belum digunakan secara maksimal, kebanyakan hanya untukkomunikasi, media sosial dan bermain game. Seharusnya dengan smartphone tersebut bisa digunakan sebagai mediabelajar. Tujuan dari aplikasi Augmented reality (AR) sebagai media pembelajaran tentang siklus embrio manusia berbasisAndroid untuk menciptakan suatu lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif. Aplikasi mampu menampilkan objekdan video secara virtual 3D dalam sebuah penanda (marker) sebagai alat peraga gambar yang terdapat pada buku ajarsiswa. Marker yang dideteksi oleh kamera dapat menampilkan model 3D di layar perangkat android secara real time danmengeluarkan suara. Peserta merupakan guru-guru Sekolah Tingkat Lanjut Pertama (SLTP) se-Kecamatan BatuAmpar. Hasil kegiatan penyuluhan yaitu peserta tertarik dan melakukan install aplikasi smartphone android masing-masingpeserta.Kata kunci: Augmented Reality, Objek, Media pembelajaran, Siklus Embrio
, Karolina Karolina, Ines Saraswati Machfiroh, Tekad Budiantoro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.29

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembangan yang wajib dilakukan oleh civitas akademik suatu perguruan tinggi. Melalui pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Akuntansi Politeknik Negeri Tanah Laut hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini berusaha untuk mengungkapkan literasi digital berbasis kearifan lokal berkaitan pencegahan dampak negatif terpaan media massa hingga sampai pada tahap produksi pesan media. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Evaluasi Literasi Digital Berbasis Komunitas Lokal dilaksanakan di Desa Benua Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2018 bertempat di Balai Desa Benua Tengah. Kegiatan Evaluasi Literasi Digital Berbasis Komunitas Lokal dihadiri oleh peserta yang berjumlah 25 orang yang berasal dari masyarakat desa. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap yakni penjelasan tentang Evaluasi Literasi Digital Berbasis Komunitas Lokal secara umum dan tanya jawab peserta. Namun pada akhir kegiatannya berfokus kepada penggunaan TCASH untuk masyarakat agar dapat mempermudah interaksi dalam pengelolaan uang atapun pembayaran. Hal tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hasil pembelajaran dan penelitian di perkuliahan dan ikut serta memberikan informasi kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Indonesia melihat adanya potensi ekonomi Indonesia yang bertumpu pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM menjadi penyelamat Indonesia dari inflasi dan krisis global. Selain itu, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (2017) dengan kontribusi besar yang diberikan UMKM kepada negara, pemerintah pun mendorong UMKM menuju digital (go digital) guna semakin memperluas jangkauan pasar pelaku bisnis UMKM. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI secara khusus menargetkan visi ekonomi Indonesia 2020 yaitu “The Digital Energy of Asia” dengan target pertumbuhan transaksi e-Commerce sebesar USD 130 miliar. Kata Kunci: Digital, Evaluasi, Literasi, Tcash, UMKM
Sri Cahyo Wahyono, Simon Sadok Siregar, Totok Wianto, Ori Minarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.34

Abstract:
Abstrak: Kebakaran lahan dan hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang paling besar dan bersifat sangat merugikan, selain dampak asap yang ditimbulkannya yang dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar baik dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial, selain bias menyebabkan penyebaran asap lintas negara (transboundary haze). Pencegahan kebakaran lahan dan hutan merupakan semua usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan – kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan diperlukan fire manager dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka solusi yang disepakati dengan mitra dalam hal ini adalah Pembuatan sumur bor dan serta pelatihan Penggunaan dan perawatannya. Tahapan pelaksanaan kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat meliputi: penyuluhan tentang kesehatan khususnya asap kebakaran dan Resiko kebakaran lahan, praktek pengeboran dan penggunaanya serta perawatan, Serta Pemberdayaan Masyarakat Peduli api (MPA) dan Masyarakat Peduli Gambut (MPG) Melalui 2 Mitra Yaitu BPK Landu dan Kelurahan Landasan Ulin Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah diskusi, praktek dan pendampingan. Selain itu, dukungan fasilitas dari fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat berupa Laboratorium dan bengkel kerja akan mendukung pelaksanaan dan keberhasilan program Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat. Target dan Luaran yang dihasilkan dari program Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat ini khususnya untuk pihak mitra adalah: terdapat 20 titik bor yang siap digunakan beserta peralatan perlengkapnannya, terdapat peralatan mesin yang digunakan sebagai penunjang, Meningkatkan tingkat kesehatan warga desa Landasan ulin Barat dan banjarbaru hingga 50% dari sebelum adanya kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat, serta publikasi pada media massa. Pada kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat ini, mitra berperan aktif dalam praktek, penyediaan tempat. Bagi tim pengabdi sendiri kegiatan ini merupakan wujud peningkatan atensi akademisi terhadap masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, membuka peluang dan kesempatan bagi para pengabdi untuk dapat mengamalkan ilmu bagi kepentingan masyarakat sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Pada Masyarakat.Kata kunci : Sumur Bor, kesehatan, Lahan Gambut
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.24

Abstract:
Kelurahan Loktabat Selatan merupakan daerah yang terkenal dengan penjual jamu gendong. Persentase pertumbuhan jamu dari tahun ke tahun meningkat dan berada di atas rata-rata pertumbuhan obat modern. Beberapa alasan yang mendasari pemilihan jamu sebagai alternatif pengobatan diantaranya adalah diyakini lebih aman dan minim efek samping. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pendapatan pengrajin jamu di kelurahan Loktabat Selatan. Pentingnya pengabdian masyarakat ini karena pada awalnya pengrajin jamu hanya menjual jamu segar (jamu gendong) yang nilai jual relatif rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan pembuatan jamu instan sebagai diversifikasi produk pengrajin jamu, Pelaksanaan pengabdian diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang jamu instan, kemudian dilakukan praktek pembuatan jamu instan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat adalah pengrajin jamu mampu memproduksi jamu instan secara mandiri sebagai diversifikasi produk dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan. Kata kunci: Pelatihan, Jamu Instan, Diversifikasi Produk, Kampung Pejabat
Dahlena Ariyani, Dwi Rasy Mujiyanti, Maria Dewi Astuti, Rodiansono Rodiansono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.22

Abstract:
Program IbM ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pembuat batu bata di Kelurahan Guntung Manggis.Proses pembuatan batu bata yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dengan komposisi pemanfaatan silika, salahsatunya dari abu sekam padi. Batu bata tanpa proses pembakaran yang memiliki kualitas tinggi tidak kalah di pasarandengan batu bata konvesional sehingga akan menghasilkan keuntungan yang lebih baik. Kegiatan IbM yang dilaksanakanmelibatkan kelompok pembuat batu bata di Kelurahan Guntung Manggis terhadap dua mitra Kelompok pembuat batubata Kuranji dan Kelompok pembuat batu bata Sei Salak. Kegiatan yang dilaksanakan terhadap Mitra I dan Mitra II berupapelatihan pembuatan batu bata tanpa pembakaran yaitu dengan penambahan silika dalam proses produksi batu bata. Prosespembuatan dengan metode tersebut akan menjadikan suatu pengetahuan yang baru dan dapat memanfaatkan sertamengurangi limbah sekam padi yang ada. Luaran kegiatan ini berupa teknologi Green Construction dimana batu bata silikadibuat dari tanah liat dan limbah sekam padi tanpa pembakaran dan pemahaman manajemen usaha sehingga pendapatanyang diperoleh meningkat. Berdasarkan analisis ekonomi bata konvensional dan bata tanpa pembakaran dengan skalaproduksi 100 buah bata, dapat dikalkulasikan terjadinya pengurangan biaya produksi sehingga menjadikan penguranganharga jual bata dibandingkan dengan bata konvensional dengan nilai pengurangan berkisar Rp. 63,5 per bata.
, , Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 3; doi:10.34128/mediteg.v3i1.38

Abstract:
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dapat memberikan nilai tambah bagi usaha kecil karena umumnya dapat meningkatkan pengetahuan dalam berwirausaha. Dalam hal kemitraan, keinginan yang kuat untuk meningkatkan usaha secara bersama-sama merupakan keharusan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh serta mensinergikan program yang direncanakan dengan program mitra. Tujuan pengabdian adalah peningkatan kualitas dan kuantitas layanan (produk), peningkatan nilai tambah bagi pelaku kemitraan maupun masyarakat, menguatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga, meningkatkan media sosialisasi, promosi dan publikasi, serta meningkatkan akses pemasaran. Hasil kegiatan PKM yaitu dapat memberikan informasi kepada mitra (pengusaha obat tradisional) dengan pemahaman tentang pembuatan produk berdasarkan pedoman cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Kegiatan yang telah dilakukan yaitu melakukan tranfer pengetahuan secara periodik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil obat tradisonal dimaksud. Selain itu juga telah diberikan pemahaman mengenai lay out denah bangunan yang akan digunakan untuk produksi mitra. Dalam pengolahan bahan baku pengabdi telah melakukan bimbingan teknis terkait pengolahan sampel mulai dari teknik pengambilan hingga pengolahannya. Khususnya dalam teknik penyulingan minyak serai, pengabdi juga melakukan bimbingan yang benar terkait dengan metodenya. Saat ini mitra sudah memahami dasar-dasar penyulingan minyak serai dan masih terus titingkatkan agar ke depan dapat lebih mandiri. Apabila mitra melakukan pengadaan bahan baku sendiri, maka akan diberikan pengenalan bagaimana cara memilih bahan baku yang baik, pengolahan menjadi produk sederhana yang bermanfaat. Pengembangan produk unggulan (sabun kesehatan serai wangi) telah meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas produk yang baik akan memberikan kepercayaan kepada konsumen sehingga diharapkan akan meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan bagi masyarakat. Kata Kunci : Obat tradisional, CPOTB, produk, usaha kecil, sabun serai
Fatimah Fatimah, Dwi Sandri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.16

Abstract:
Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di Kabupaten Tanah Laut. Pada pengambilan hasil madu, sarangnya tidak dimanfaatkan lebih lanjut oleh para peternak lebah. Lilin yang berasal dari sarang lebah hanya dimanfaatkan untuk pembuatan pondasi rumah untuk sarang lebah. Dengan kata lain, lilin lebah yang dihasilkan belum menghasilkan nilai ekonomi yang lebih. Lilin lebah dapat lebih bernilai ekonomis dengan membuat produk yang bernilai jual tinggi, salah satunya adalah dengan membuat produk lilin aromaterapi. Masyarakat sasaran pada kegiatan ini adalah Petani lebah madu Kelompok Tani Harapan Makmur dan Kelompok Wanita Tani Mekar Sari. Lingkup kegiatan meliputi pengambilan lilin lebah dari sarang lebah kemudian membuat lilin aromaterapi dari lilin lebah yang dihasilkan dengan menambahkan aroma minyak atsiri, sehingga dihasilkan lilin aromaterapi dari lilin lebah. Lilin aromaterapi yang terbuat dari lilin lebah menghasilkan aroma sesuai dengan minyak atsiri yang digunakan ketika dinyalakan. Kata Kunci: Sarang lebah, Lebah madu, Lilin aroma terapi.
Sri Indriati Hasanah, Hasan Basri, Darus Salam
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.18

Abstract:
Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap guru-guru yang ada di daerah Pademawu, masih banyak guru-guru yang kurang mampu dalam mengerjakan soal-soal pemecahan masalah atau Problem Solving. Hal ini didasarkan pada hasil observasi yang dilakukan oleh penulis terhadap dokumen soal ujian harian yang digunakan oleh beberapa guru Smp/Mts di Pademawu, berdasarkan wawancara singkat diperoleh informasi bahwa salah satu alasan guru menggunakan soal-soal rutin adalah kurangnya pengetahuan guru terhadap strategi atau cara penyelesaiannya. Oleh sebab itu diperlukan pelatihan yang dilaksanakan oleh pihak lain (Perguruan Tinggi ) bagi guru mata pelajaran matematika SMP/Mts dalam memahami dan menerapkan strategi-strategi dalam memecahkan masalah matematika. Dengan bantuan dana hibah pengabdian dari LP3M Universitas Madura (UNIRA), maka pada tanggal 22-23 Februari 2016 diadakan “Pelatihan Strategi-Strategi Dalam Memecahkan Masalah Matematika Untuk Guru Smp/Mts di Pademawu”.Adapun strategi-strategi pemecahan masalah yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah strategi menemukan pola, strategi semua kemungkinan secara sistematik, strategi tebak dan periksa, di hari pertama pada tanggal 22 Februari 2016. Staregi menyelesaikan masalah yang mirip atau masalah yang lebih mudah, strategi penalaran, strategi menyederhanakan permasalahan di hari kedua pada tanggal 23 Februari 2016. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari tiga tahap yaitu : tahap pertama pemberian pre test, tahap kedua pemaparan strategi-strategi dalam pemecahan masalah dan tahap yang terakhir adalah pemberian post test. Berdasarkan hasil pre test dan post test dari peserta pelatihan dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan peserta pelatihan dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Dengan demikian pemberian pelatihan strategi-strategi pemecahan masalah dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pemecahan masalah. Kata Kunci : Strategi-strategi, pemecahan masalah.
Nurul Mardiati, Lisa Andina, Helmina Wati, Yaumi Musfirah, Depy Oktapian Akbar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.13

Abstract:
Dewasa ini, pembinaan program pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan di usia sekolah terutama di tingkat sekolah dasar sudah mulai berkembang. Untuk menyempurnakan pembinaan pendidikan kesehatan dan pelayanan tersebut perlu juga adanya apoteker cilik yang nantinya bisa saling berdampingan. “Aku Apoteker Cilik” merupakan suatu kegiatan pengenalan profesi kefarmasian kepada anak-anak usia dini sehingga dapat mengenal dan menumbuhkan minat kepada profesi kefarmasian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 4 Sungai Besar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan pengisian materi seputar pengenalan sosok profesi Apoteker serta tugasnya. Media yang digunakan adalah LCD, banner, alat peraga apoteker, dan perangkat aplikasi kefarmasian. Setelah pengisian materi, dilakukan juga games dan kegiatan aplikasi kefarmasian untuk mengetahui pemahaman peserta didik. Peserta didik paling aktif dijadikan sebagai maskot apoteker cilik. Kegiatan telah dilaksanakan pada hari Jumat/02 September 2016 pada pukul 08.00 WITA. Rundown kegiatan diawali dialog pengantar dengan menggunakan alat peraga profesi kesehatan dokter dan apoteker. Selanjutnya dilakukan penyajian video “Tahu Nggak Sih?” seputar sosok dan tugas apoteker. Disesi berikutnya dilakukan penyampaian materi terkait dunia kefarmasian dan sosok & tugas apoteker serta games. Dilanjutkan penyajian video “Peracikan Obat” dan kegiatan aplikasi kefarmasian. Disesi akhir dilakukan pemilihan peserta didik paling aktif sebagai maskot apoteker cilik. Kata Kunci: Apoteker, Apoteker cilik, Banjarbaru
Herfia Rhomadona, , Muhammad Noor
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.11

Abstract:
Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembangan yang wajib dilakukan oleh civitas akademik suatu perguruan tinggi. Melalui pengabdian masyarakat, jurusan teknik informatika politeknik negeri tanah laut hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya di kabupaten tanah laut. Dengan tujuan untuk mengaplikasikan hasil pembelajaran dan penelitian di perkuliahan dan memberikan informasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Teknologi tepat guna yang sangat berpotensi diterapkan dalam kasus ini adalah Pelatihan membangun hotspot mandiri. Dengan adanya hotspot pada setiap usaha atau bisnis seperti rumah kos, cafe mauapun tempat nogkrong membuat masyarakat betah ditempat tersebut sembari diskusi, bertukar informasi dan mengemukakan pendapat ataupaun bersosial media. Konsumen yang sebagian besar mahasiswa lebih memilih hostpot dibandingkan membeli paket data. Selain harga lebih mudah, kekuatan signal jaringan hotspot lebih kuat dibandingkan paket data, karena tidak semua jenis paket data memiliki jangkauan luas hingga pedesaan kecuali telkomsel dengan harga yang masih terbilang mahal. Hasil dari kegiatan ini dihadiri oleh pemilik warung makan, cafe, dan warnet. Peserta antusias dalam mengikuti pelatihan hotspot, karena dapat meningkatkan keuntungan dari usaha mereka miliki.
Liling Triyasmono, Totok Wianto, Sri Cahyo Wahyono, Ori Minarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.21

Abstract:
Kalimantan Selatan khususnya Martapura merupakan daerah pengrajin Batu Mulia dengan berbagai spesifikasi seperti Intan sampai dengan Batu Hiasan seperti Batu Aji (Serpentin) dan Ametisth, jumlah pengrajin yang ada di Martapura saat ini lebih dari 600 UKM, secara keseluruhan industri tersebut bersifat Rumahan sehingga mereka bekerja jika ada Order, sedangkan yang menggunakan mesin besar hanya sebagian kecil dari UKM tersebut. Pasar yang tersedia saat ini adalah Pasar Intan Martapura terdiri dari lebih 100 kios, selain kios yang berada di luar area tersebut. IPTEKS di perlukan bagi pengembangan dan produksi batu mulia di martapura, dengan UKM Sejahtera Bersama, maka Diseminasi Produk Teknologi Ke Masyarakat akan mulai meningkatkan produksi melalui Mekanisasi peralatan yaitu Mesin facetting dengan tenaga solar sell bagi UKM yang ada di Daerah martapura sehingga akan semakin meningkatkan Produktivitas dan ekonomi masyarakat pengrajin, hal utama yang terjadi pada pengrajin biasanya adalah kekurangan modal untuk pembelian peralatan dengan kegiatan ini diharapkan kita akan memberikan tambahan peralatan. Peralatan facetting portabel dengan energi terbarukan di perlukan untuk mengatasi masalah produksi dan listrik dan mengurangi biaya produksi sehingga produk yang dihasilkan terjangkau. Solar sell digunakan sebagai sumber energi penggerak mesin produksi. Produk juga mengalami jumlah peningkatan sehinga akan meningkatan eknomi masyaraat sekitar UKM. Peningatan aset UKM sampai dengan 60% sedangkan omset UKM akan naik sampai dengan 50%. softskill pengarjin juga ditingkatkan dengan pelatihan. Kata Kunci: Batu Mulia, Faceting, Peningkatan ekonomi, Martapura
Gunawan Gunawan, Muhammad Mahfuzh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.17

Abstract:
Tepung sagu memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi produk makanan. Demikian juga dengan ampas sagu dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Namun potensi yang besar belum sepenuhnya dikembangkan. Melalui kegiatan KKN-PPM para ibu-ibu rumah tangga di desa Pemakuan, kecamatan Sungai Tabuk telah dilatih untuk membuat kompos dari ampas sagu dan aneka kue kering dari tepung sagu. Hasil kegiatan menunjukkan pemakaian pupuk kompos untuk pertanian telah menurunkan biaya pemupukan sebesar 30%. Selain itu terdapat peningkatan pendapatan sebesar Rp. 800.000 pada keluarga yang membuat aneka kue kering dari tepung sagu.Kata Kunci: Tepung sagu, ampas sagu, kue kering, kompos
Anggun Angkasa Bp, Ika Kusuma Nugraheni, Nina Hairiyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.12

Abstract:
Jamur Tiram merupakan makanan yang bergizi tinggi dimana kaya vitamin dan serat, serta kandungan mineral seperti kalium, kalsium, natrium, fosfor, besi dan magnesium. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, (3,5-5,9% wb atau 10,5-30,4% db) protein dan 9 macam asam amino essensial (W. Aoi, 2006), banyak mengandung vitamin dan mineral, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kandungan serat jamur mencapai 7,4- 24,6 persen. Kandungan lemak pada jamur rendah sehingga menyebabkan jamur tiram layak untuk dikonsumsi, selain itu tekstur jamur tiram mirip dengan daging ayam sehingga menjadikannya makanan favorit bagi masyarakat.Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut terdapat banyak petani jamur tiram. Selama ini jamur tiram diolah menjadi beberapa produk antara lain crispi jamur tiram, namun produk tersebut tidak dapat bertahan lama dikarenakan rusak/tengik hal ini karena masih tingginya kandungan minyak didalamnya . Oleh karena itu diperlukan langkah untuk meningkatkan kualitas crispi jamur dengan cara menggunakan mesin spinner. Dengan menggunakan mesin spinner maka crispi jamur tiram yang dihasilkan dapat bertahan selama 3 minggu, dan rasanya lebih renyah.Kata Kunci: Mesin spinner, crispi jamur tiram, renyah
Khairul Anwar Hafizd, Rabini Sayyidati, Herpendi Herpendi, Muhammad Redhy Rizani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.15

Abstract:
Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi dewasa ini dapat membantu guru dan peserta didik menyajikan materi presentasi dengan mudah dan menarik. Hal ini bertujuan agar audience dapat fokus mendengarkan dan tidak bosan. Salah satu media presentasi yang paling umum digunakan adalah aplikasi Microsoft Power Point. Meskipun aplikasi ini mudah didapatkan, tetapi masih ada beberapa guru maupun peserta didik yang belum familiar dengan Ms. Power Point. Sasaran dari pelatihan ini adalah guru dan peserta didik Sekolah Menengah Umum (SMU) di sekitar lingkungan Politeknik Negeri Tanah Laut. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah optimalisasi penggunaan Ms. Power Point untuk presentasi. Setelah mengikuti pelatihan, peserta yang belum pernah menggunakan microsoft power point merasa sangat terbantu dan tertarik untuk terus menggunakannya, sedangkan bagi peserta yang sudah pernah menggunakan aplikasi ini menjadi lebih tau akan kegunaan fitur-fitur lainnya. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Aplikasi, Microsoft Power Point
Marlia Adriana, Yuliana Ningsih, Rusuminto S
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.19

Abstract:
Tahun 2016 ada sekitar 65 juta ton sampah per harinya yang diproduksi masyarakat Indonesia. Jumlah ini naik satu ton dibandingkan produksi 2015 sekitar 64 juta ton sampah perhari. Jenis sampah yang dihasilkan sangat beragam dan kebanyakan sampah yang ada merupakan sampah anorganik yang sangat sulit terurai. Akibatnya dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan, sosial budaya masyarakat. Sesuai dengan program pemerintah untuk melakukan 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle yaitu mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya upaya pemanfaatan sampah atau bahan –bahan yang sudah tidak terpakai lagi seperti kerdus, botol bekas air mineral yang cukup banyak didapatkan di rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Sambangan Kabupaten Tanah Laut yang dihadiri oleh kelompok Ibu-Ibu PKK dan Pemuda pemudi Karang Taruna. Kegiatannya yaitu memberikan pelatihan membuat barang-barang kreatif berupa pigura dari kerdus, tempat lilin , tempat pensil dan gantungan koran dari botol air mineral dengan variasi beraneka ragam bentuk. Proses pembuatan cukup mudah sehingga dapat di lakukan oleh semua peserta dan hasil akhirnya menjadi cukup menarik baik sebagai pajangan atau untuk dijual kembali sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga khususnya Desa Sambangan. Kata Kunci : Barang bekas, pigura, tempat lilin, tempat pensil, desa sambangan.
Yuli Fitriyani, Radna Nurmalina, Rina Pebriana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.20

Abstract:
Desa Sambangan Kecamatan Bati-Bati merupakan salah satu tempat kegiatan Desa Binaan Politeknik Negeri Tanah Laut. Pengembangan desa binaan ini merupakan program yang berorientasi kepada penyelesaian masalah di lingkungan masyarakat. Program ini dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, mengurangi beban kehidupan masyarakat, menuntut masyarakat kearah kehidupan yang lebih sejahtera, mewujudkan masyarakat yang dinamis, membantu dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga dan mempermudah akses warga terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Pengelolaan keuangan Desa tidak hanya menyangkut perlunya peraturan pendukungnya dan sarana-prasarana, namun yang paling penting adalah dimilikinya SDM yang memiliki kompetensi dan komitmen yang dapat diandalkan. Kita sadari bahwa aparat Desa yang ada saat ini sebagian besar memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah. Untuk itu maka pengelolaan Keuangan Desa ini perlu dibuat agar dapat digunakan sebagai langkah untuk mempermudah pengelolaan akuntansi dari keuangan Desa sehingga nantinya dapat dipertanggungjawabkan secara benar. Pelatihan ini berusaha untuk memberikan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan Desa dengan cara yang mudah sehingga tidak akan membuat ketakutan bagi siapapun untuk dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan Desa dengan baik. Pendekatan dari pelatihan pencatatan ini adalah memberikan pemahaman terhadap alur pikir bagaimana pemerintah desa dapat menyusun laporan keuangannya. Dalam pelaksanaannya pengelolaan keuangan desa ini dapat dikembangkan dalam bentuk suatu aplikasi, namun di sisi lain mengingat keterbatasan dari pemerintah desa yang bersangkutan maka pengelolaannya dapat dilakukan dengan cara manual seperti yang dicontohkan dengan menggunakan berbagai formulir pada pelatihan pencatatan laporan keuangan desa ini.Kata Kunci: Pencatatan, Pengelolaan Keuangan Desa, Desa Sambangan Bati-Bati.
Noor Amelia, Ines Saraswati Machfiroh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 2; doi:10.34128/mediteg.v2i1.14

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembangan yang wajib dilakukan oleh civitas akademik suatu perguruan tinggi. Melalui pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Akuntansi Politeknik Negeri Tanah Laut hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Hal tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hasil pembelajaran dan penelitian di perkuliahan dan memberikan informasi kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penerapan ilmu akuntansi yang kerap diterapkan dalam kasus ini mengenai pelaporan perpajakan oleh aparatur desa. Dengan adanya ilmu mengenai tupoksi, aparatur desa dalam melakukan pelaporan pajak untuk setiap kegiatan yang dilaksakan oleh pihak desa setempat baik berupa belanja pegawai, belanja barang dan jasa maupun belanja modal dari APBD untuk Desa, diharapkan aparatur desa dapat melakukan perhitungan dan pelaporan pajak secara tepat. Hasil dari kegiatan ini adalah pihak aparatur desa memperoleh informasi tambahan mengenai pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Selain itu, pemateri maupun peserta saling berbagi pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pelaporan perpajakan.Kata Kunci: Pelaporan, Perpajakan
Tetti Novalina Manik, Nurlina Nurlina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 1; doi:10.34128/mediteg.v1i1.6

Abstract:
Banjarbaru, khususnya daerah kelurahan Cempaka merupakan salah satu daerah penghasil karet di Kalimantan Selatan. Kebanyakan pertanian karet di daerah tersebut merupakan milik perorangan. Berdasarkan data Statistik Perkebunan Indonesia tahun 2013 jumlah petani karet di daerah Banjarbaru sekitar 672 orang dengan luas tanah 648 Ha. Selama ini hanya getah dari tanaman karet yang dimanfaatkan dan biji karet yang melimpah dari pohon karet hanya sebagian kecil dimanfaatkan sebagai bibit dan sisanya di buang begitu saja. Biji karet mentah mengandung racun Sianida dengan kadar >50 ppm. Namun dengan melakukan teknik yang benar, racun sianida dalam biji karet dapat direduksi hingga batas aman. Pada kegiatan Iptek bagi Masyarakat, biji karet yang telah direduksi kandungan racun sianidanya kemudian diolah dalam berbagai olahan, yaitu opak/kerupuk dengan berbagai rasa. Hasil uji laboratorium, dalam 10 gr kerupuk biji karet, kandungan sianida dapat diminimalis hingga 0,27 ppm dengan kandungan gizi Kabohidrat 35,48% dan protein 3,06 %. Kata Kunci: biji karet, racun sianida, kabohidrat, protein
Nina Hairiyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 1; doi:10.34128/mediteg.v1i1.4

Abstract:
Pengabdian masyarakat adalah salah satu tri dharma Perguruan Tinggi yang wajib untuk dilaksanakan untuk mengaplikasikan hasil-hasil penelitian langsung ke masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian mayarakat yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan karamel kulit singkong sampai dengan analisis ekonomi. Karmel kulit singkong merupakan salah satu bentuk penganekaragaman makanan yang terbuat dari kulit singkong yang bernilai gizi cukup bagus sehingga dapat dijadikan sebagai cemilan sehat keluarg. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar dengan materi pembuatan kulit singkong menjadi karamel sebagai cemilan sehat keluarga ini karena sesuai dengan potensi daerah yang menghasilkan singkong dan sudah ada beberapa usaha rumah tangga pembuatak keripik singkong, sehingga limbah kulit singkong yang dihasilkan apabila diolah akan lebih bernilai ekonomis. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, produk karamel kulit singkong ini cukup diterima oleh masyarakat yang dilihat dari hasil uji hedonik dan layak untuk dijadikan usaha berdasarkan hasil analisis perhitungan ekonomis.Kata Kunci: Karamel, Kulit singkong, Uji Hedonik, Analisis Eknomi
Kurnia Dwi Artika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 1; doi:10.34128/mediteg.v1i1.7

Abstract:
Pentingnya kegiatan sosialisasi tentang konversi energi, dimana penggunaan bahan bakar minyak tanah (mitan) digantikan dengan bahan bakar gas (Liquified Petroleum Gas) atau disebut LPG yang lebih ramah lingkungan, melimpah sumberdayanya dan lebih hemat dalam penggunaannya. Pada kegiatan ini, dosen, staf dan mahasiswa bukan hanya sekedar memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun mencoba untuk menganalisa dan memahami masalah atau kendala yang berkaitan dengan penggunaan kompor gas dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian memberikan gagasan untuk pemecahan masalah seperti melakukan pemilihan sesuai SNI, perawatan dan perbaikan kompor gas sebagai wujud tridharma perguruan tinggi di desa Handil Babirik, yang bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga langsung terjun ke lapangan untuk mengaplikasikannya.Kata Kunci: Kompor gas, selang, regulator, konversi energi, SNI dan LPG.
Veri Julianto, Khairul Anwar Hafizd
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, Volume 1; doi:10.34128/mediteg.v1i1.9

Abstract:
Pengenalan Internet dan Pengenalan Komputer dalam mata kuliah Konsep Teknologi Informasi menjadi acuan pada kegiaran Pengabidian kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah pembelajaran kepada masyarakat dengan range umur 16 sampai dengan 22 tahun mengenai penggunaan internet dan perakitan komputer. Dalam kegiatan ini, Dosen, Mahasiswa dan Laboran bukan hanya sekedar memberikan penyuluhan penggunaan internet kepada masyarakat, namun juga mencoba untuk memberikan pelatihan merakit komputer, pengenalan perangkat komputer dan penginstalan OS (Operating System). Dalam penyuluhan penggunaan internet secara positif dapat di analisa masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat dalam penggunaan internet yang kemudian diberikan gagasan untuk pemecahan masalah sebagai wujud kemitraan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut.Kata Kunci: Pengenalan Internet, Pengenalan Komputer, Operating System
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top