Refine Search

New Search

Results in Journal SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan: 189

(searched for: journal_id:(4219049))
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Haerul Anwar, Septiani Septiani, Nurhayati Nurhayati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 315-320; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4377

Abstract:
ABSTRAKPisang Kepok (Musa paradisiaca L.) merupakan komoditas holtikultultura yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai produksi yang tinggi di Indonesia. Laju pertumbuhan produksi pisang di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak tahun 1998-2015 yaitu sebesar 0,33% per tahun, sedangkan kosumsi pisang selama tahun 2002-2015 menunjukkan perkembangan yang berfluktuatif namun cenderung menurun dengan rata-rata sebesar 0,53% per tahun. Telah dilakukan kegiatan pembuatan biskuit dengan mensubsitusikan tepung kulit pisang kepok dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat Komplek POLRI Jatirangga, Bekasi dalam memanfaatkan limbah kulit pisang kepok menjadi olahan biskuit yang mengandung komposisi gizi yang cukup tinggi dan benilai ekonomis. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan yang melibatkan 15 orang peserta. Hasil uji tingkat kesukaan terhadap biskuit menyatakan bahwa daya terima responden secara keseluruluhan adalah memnyukainya, sedangkan hasil uji proksimatnya didaptkan kandungan karbohidrat sebanyak 62,91%, lemak sebanyak 12,23%, protein sebanyak 7,26%, serat pangan sebanyak 51,21%, kalium sebanyak 3272,69 mg/100 g, energi sebanyak 390,75 kkal/100 g, kadar air sebanyak 8,82 % dan kadar abu sebanyak 8,78 %. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat untuk dilakukan karena masyarakat belum pernah mengolah kulit pisang kepok menjadi tepung yang bisa dimanfatkan menjadi berbagai macam olahan makanan selingan berkhasiat tinggi dan berpotensi dalam mencegah penyakit konstipasi dan hipertensi. Kata kunci: Musa paradisiaca L.; kulit pisang kepok; biskuit. ABSTRACTKepok Banana (Musa paradisiaca L.) is a horticultural commodity that is easily cultivated and has a high production value in Indonesia. The rate of growth in banana production in Indonesia continues to increase from 1998-2015, which is equal to 0.33% per year, while banana consumption during 2002-2015 shows a fluctuating development but tends to decrease by an average of 0.53% per year. The activity of making biscuits has been carried out by substituting kepok banana peel flour with the aim of empowering the people of the Jatirangga Police Complex, Bekasi in utilizing the waste of Kepok banana peels into processed biscuits that contain high nutritional composition and economically validity. The implementation of this activity was carried out using the extension method which involved 15 participants. The results of the test level to the biscuit stated that the respondent's overall acceptance was to like it, while the proximate test results were conducted by carbohydrate content of 62.91%, fat as much as 12.23%, protein as much as 7.26%, food fiber as much as 51.21%, potassium as many as 3272.69 mg / 100 g, energy as many as 390.75 Kcal / 100 g, water content of 8.82% and ash content was 8.78%. This community service activities are very useful to do because the community has never processed Kepok banana peel into flour that can be widely used into various kinds of high-purpose foods with high efficacy and potentially in preventing constipation and hypertension. Keywords: Musa paradisiaca L.; kepok banana leather; biscuit.
Andini Octaviana Putri, Tyas Ningrum Rahmadayanti, Aulia Rizka Chairunnisa, Noor Khairina, Santi Santi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 451-458; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4469

Abstract:
ABSTRAKHipertensi atau yang lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah tekanan darah sistol yang melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastol melebihi 90 mmHg. Kematian dini di dunia semakin lama semakin meningkat hal ini disebakan oleh penyakit hipertensi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi kejadian hipertensi sebesar 34,1%. Angka ini meningkat cukup tinggi dibandingkan hasil riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 25,8%. Prevalensi hipertensi tertinggi terdapat di Kalimantan Selatan (44,1%). Tujuan penyuluhan mengenai hipertensi dapat membuat pengetahuan dan sikap warga tentang hipertensi akan semakin meningkat kemudian mendorong seseorang untuk berperilaku yang lebih baik dalam mencegah dan mengontrol hipertensi sehingga tekanan darahnya tetap terkendali, pengetahuan warga mengenai hipertensi juga berpengaruh pada kepatuhan warga yang terkena hipertensi dalam melakukan pengobatan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara daring dikarenakan adanya pandemi covid-19, menggunakan media booklet dan video berdurasi satu menit. Media booklet dan video dipilih karena praktis dan efektif. Sebanyak 15 orang mengikuti kegiatan penyuluhan daring ini dan dimasukkan di whatsapp group yang sudah dibuat agar mudah untuk melakukan koordinasi. Hasil penyuluhan ini meningkatkan pengetahuan warga dengan kategori baik sebanyak 100% (15 orang) dan sikap dengan kategori positif sebanyak 66,7% (10 orang) tentang pengendalian hipertensi. Kata kunci: pengendalian hipertensi; penyuluhan online; booklet; video. ABSTRACTHypertension or better known as high blood pressure is systolic blood pressure that exceeds 140 mmHg and diastolic blood pressure that exceeds 90 mmHg. Increasingly, premature death in the world is caused by hypertension. Based on data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, the prevalence of hypertension was 34,1%. This figure increased quite significantly compared to the 2013 riskesdas, which was 25,8%. The highest hypertension prevalence was in South Kalimantan (44,1%). The aim of counseling on hypertension can make citizens 'knowledge and attitudes about hypertension increase and then encourage someone to behave better in preventing and controlling hypertension so that their blood pressure remains under control, residents' knowledge about hypertension also affects the compliance of residents with hypertension in taking medication. This outreach activity was carried out online due to the Covid-19 pandemic, using booklets and one-minute videos. Booklet and video media were chosen because they are practical and effective. A total of 15 people participated in this online counseling activity and were included in the WhatsApp group that had been created so that it was easy to coordinate. The results of this counseling increased the knowledge of villagers with good categories by 100% (15 people) and attitudes with positive categories by 66,7% (10 people) about controlling hypertension. Keywords: hypertension control; online counseling; booklet; video.
Fera Lestari, Try Susanto, Kastamto Kastamto
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 427-434; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4447

Abstract:
ABSTRAKSusunan Baru merupakan kelurahan yang berada di kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung. Kelurahan Susunan Baru tidak jarang mendapatkan bantuan air bersih berupa penyaluran air bersih. Hal ini dilakukan dalam rangka merespon sulitnya akses air bersih diwilayah tersebut dikarenakan kondisi tanah berbatu dan berada didataran tinggi. Sudah sejak Kelurahan Susunan Baru kesulitan dalam mendapatkan air bersih apabila musim kering tiba. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai cara mendapatkan alternatif sumber air bersih dari air hujan dan meningkatkan pemahaman pentingnya memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci serta diharapkan dapat memberikan keterampilan baru bagi masyarakat dalam membuat teknologi pemanenan air hujan yang dapat menjadi sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di tingkat rumah tangga. Alat panen hujan yang telah dibuat berfungsi dengan baik karena pada saat hujan turun air hujan masuk kedalam alat panen hujan dan ditampung. Dengan perhitungan volume air hujan dengan berbagai asumsi didapatkan air yang dapat ditampung selama seminggu adalah sebanyak 1350 liter. Jika dalam satu hari air yang digunakan untuk mencuci tangan mencapai 60 Liter. Maka air yang tertampung mampu memenuhi kebutuhan mencuci tangan selama 22 hari. Dari hasil Pengabdian yang dilakukan diketahui bahwa Kelurahan dapat menghemat penggunaan air untuk cuci tangan selama 22 hari dengan terisinya alat panen hujan, terlebih lagi jika hujan yang terjadi lebih dari 3 kali seminggu. Adanya tampungan dari air hujan menambah sumber air baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari dan menjadi suatu alternatif dalam penyediaan air bersih Kata kunci: air hujan; pemanenan air hujan; sumber air bersih. ABSTRACTSusunan Baru is a village located in Tanjung Karang Barat sub-district, Bandar Lampung City, Lampung. Kelurahan Susunan Baru often receives clean water assistance in the form of clean water distribution. This is done in response to the difficulty of access to clean water in the area due to the rocky soil conditions and highlands. Already, Susunan Baru Village has had difficulty getting clean water when the dry season arrives. Community Service Activities are expected to provide knowledge about how to obtain alternative sources of clean water from rainwater and increase understanding of the importance of utilizing rain water as a source of clean water for bathing and washing needs and are expected to provide new skills for the community in making rainwater harvesting technology that can become a source of clean water to meet the needs of clean water at the household level. The rain harvesting tool that has been made functions well because when it rains, the rainwater enters the rain harvesting tool and is collected. By calculating the volume of rainwater with various assumptions, it is found that the water that can be stored for a week is as much as 1350 liters. If in one day the water used to wash hands reaches 60 liters. Then the collected water is able to meet the needs of washing hands for 22 days. From the results of the Community Service, it is known that the Kelurahan can save water use for washing hands for 22 days by filling up rain harvesting tools, especially if it rains more than 3 times a week. The existence of storage from rainwater adds new water sources that can be used for daily activities and becomes an alternative in the provision of clean water Keywords: rain water; rain water harvesting;source of clean water.
M. Iqbal Liayong Pratama, Ronal Hutagalung, Muhammad Kasim, Noviar Akase
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 286-290; doi:10.31764/jpmb.v4i2.3324

Abstract:
ABSTRAKWilayah Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Gorontalo yang terletak dikawasan Teluk Tomini dan juga sebagai satu kesatuan wilayah penangkapan ikan (fishing ground) bagi nelayan. Sebagai daerah fishing ground tentunya wilayah ini tentunya memiliki potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar dan strategis, terutama dalam pengembangan usaha perikanan tangkap, usaha budidaya laut, serta potensi wisata bahari. Dalam Peningkatkan efisiensi dan efektivitas nelayan dapat menggunakan aplikasi keberadaan ikan. Aplikasi ini menyediakan beberapa fitur seperti lokasi keberadaan ikan, perhitungan BBM dan harga ikan. Sehingga dengan penggunaan aplikasi ini masyarakat nelayan mampu mengoptimalisasi hasil tangkapan ikan, pengurangan waktu pelayaran (lama trip), dan pengurangan biaya trip. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada hari minggu, 16 Agustus 2020 Pukul 08.00 - selesai di Desa Molotabu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini dihadari oleh 27 peserta yang terdiri dari Kepala Desa Molotabu dan Kelompok masyarakat nelayan. Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan aplikasi tangkapan ikan melalui pengamatan dan wawancara. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini sebagai langkah awal bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dalam mengoptimalisasi penangkapan ikan dan mengupayakan peningkatan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi program unggulan bagi pemerintah untuk dipertimbangkan, disosialisasikan, diberi bantuan pada masyarakat untuk peningkatan hasil dan tingkat kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Kata kunci: wilayah tangkapan ikan; aplikasi tangkapan ikan. ABSTRACTBone Bolango Regency is one of the regencies in Gorontalo Province, which is located in the Tomini Bay area and is also a fishing ground for fisherman. As a fishing ground area, of course, this area has considerable and strategic marine and fisheries potential, especially in the development of capture fisheries, marine cultivation businesses, and marine tourism potential. In increasing the efficiency and effectiveness of fisherman, they can use the fish presence application. This application provides several features such as the location of where the fish are, the calculation of fuel and fish prices. So that with the use of this application the fishing community can optimize fish catches, reduce shipping time (length of trip), and reduce trip costs. Community service activities are carried out on Sunday, August 16, 2020 at 08.00 - finished in Molotabu Village, Kabila Bone District, Bone Bolango Regency. This activity was attended by 27 participants consisting of the Village Head of Molotabu and the fishing community group. The evaluation was carried out to see the level of community knowledge by observation and interview. The implementation of this community service is the first step for the community to increase understanding of optimizing fishing and striving to improve the community's economy.This program is expected to be a superior program for the government to be consider, socialized, and given assistance to the community to increase the yield and level of welfare for fishing communities. Keywords: fishing ground; fishing ground aplication.
Sulistyo Sidik Purnomo, Jojo Sumarjo, Iwan Nugraha Gusniar
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 400-405; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4392

Abstract:
ABSTRAKIndonesia memiliki potensi produksi akuakultur yang besar. Pada sektor perikanan, budidaya ikan diupayakan untuk memanfaatkan sumber daya air terbatas. Faktor yang memengaruhi kualitas dan pertumbuhan ikan adalah oksigen terlarut (dissolved oxygen). Microbubble generator (MBG) menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah oksigen terlarut (DO) dalam air. Pengabdian ini akan melakukan modifikasi MBG tipe orifice dengan pipa porous dan pipa distributor. Selanjutnya mengkaji tentang pengaruh pipa distributor dengan variasi parameter pengujian terhadap stabilitas harga DO yang seragam pada air di kolam ikan. Pelaksanaannya akan melibatkan proses perancangan alat yang menghasilkan drawing design. Maka akan diteruskan ke proses pembuatan alat, setelah itu diuji fungsinya. Tahap akhir proses pengujian dalam air di kolam tanpa ikan untuk memperoleh harga DO yang stabil dan seragam. Dengan tujuan masyarakat dapat mengetahui, mengoperasikan, merawat, membuat alat secara swadaya (mandiri). Estimasi masyarakat mengetahui dari hasil kegiatan ini berkisar 84%. Hal ini ditinjau dari saat di lapangan dan taha evaluasi/monitoring telah dilakukan. Selain itu masyarakat mendapatkan dampak perekonomian yang positif, khususnya untuk komunitas peternak ikan skala kecil dan menengah yang tidak memiliki fasilitas seadanya. Kata kunci: dissolved oxygen; microbubble generator; orifice type; drawing design. ABSTRACTIndonesia has a large potential aquaculture production. In the fisheries sector, fish farming is sought to utilize limited water resources. Factors that affect the quality and growth of fish are dissolved oxygen (dissolved oxygen). Microbubble Generator (MBG) is the solution to resolve dissolved oxygen problems (DO) in water. This service will modify the ORIFICE type MBG with Porous pipes and distributor pipes. Furthermore, examine the influence of distributor pipes with variations in testing parameters on the stability of the price of DO uniformly on water in the fish pond. The implementation will involve the design process that produces drawing design. Then it will be forwarded to the tool making process, after which it is tested. The final stage of the testing process in water in a pond without fish to get a stable and uniform do price. With the aim of the community can know, operate, care for, make tools in self-help. Community estimates knowing from the results of this activity ranging from 84%. It is reviewed from the moment in the field and the evaluation/monitoring has been done. In addition, the community gets a positive economic impact, especially for small and medium-sized fish farmers who do not have makeshift facilities. Keywords: dissolved oxygen; microbubble generator; orifice type; drawing design.
Siska Devella, Yohannes Yohannes, Nur Rachmat
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 406-411; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4488

Abstract:
ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan website sekolah dengan menggunakan WordPress bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman serta mengasah keterampilan Guru TIK di SMA Negeri 17 Palembang dalam membuat dan mengelola website. Terdapat tiga tahapan utama yang dilakukan dalam pengabdian ini antara lain tahap perencanaan yang dibagi menjadi studi lapangan, analisis kebutuhan serta perizinan, tahap kedua yaitu pelaksanaan kemudian dilanjutkan dengan tahap evaluasi. Hasil evalusi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan adalah pelatihan pembuatan website sekolah tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru TIK di SMA Negeri 17 Palembang dalam menghasilkan tampilan website sekolah yang lebih menarik dan interaktif. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; guru TIK; website; wordpress ABSTRACTCommunity service activities in the form of training on creating school websites using WordPress aim to improve competence and understanding as well as hone the skills of ICT Teachers at SMA Negeri 17 Palembang in creating and managing websites. There are three main stages carried out in this service, including the planning stage which is divided into field studies, needs analysis, and licensing, the second stage is implementation then followed by the evaluation stage. The result of the evaluation of the community service activities that have been carried out is that the school website creation training can increase the knowledge and skills of ICT teachers at SMA Negeri 17 Palembang and can produce a more attractive and interactive appearance of the school website. Keywords: community service activities; ict teachers; website; wordpress
Darmiany Darmiany, Iva Nurmawanti, Setiani Novitasari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 321-328; doi:10.31764/jpmb.v4i2.3431

Abstract:
ABSTRAKKecemasan bersekolah merupakan masalah yang masih dialami oleh siswa di Sekolah Dasar. Masalah ini harus dicegah karena jika dialami oleh siswa dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa di sekolah. Proses pembelajaran yang kurang tepat dilakukan oleh guru dapat mempengaruhi munculnya masalah kecemasan bersekolah siswa. Oleh sebab itu diperlukan keterampilan sosial yang baik dari guru dalam melakukan proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari pengabdian ini untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya keterampilan sosial guru dalam melakukan proses pembelajaran sesuai dengan masalah yang terjadi yaitu dapat mengurangi kecemasan bersekolah siswa. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil dari kegiatan ini peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan berdasarkan angket terbuka sebagai bahan evaluasi yang diberikan diperoleh hasil bahwa semua memahami materi dan dapat merefleksikan terkait pentingnya keterampilan mereka dengan pengalaman yang telah mereka lakukan.. Kata kunci: sosialisasi; keterampilan sosial; kecemasan bersekolah. ABSTRACTSchool anxiety is a problem that is still experienced by students in elementary schools. This problem must be prevented because if it is experienced by students it can affect students' academic achievement in school. The learning process that is not properly carried out by the teacher can affect the emergence of students' school anxiety problems. Therefore, good sosial skills are needed from the teacher in carrying out the learning process. Based on this, the purpose of this service is to provide an understanding of the importance of teachers' social skills in carrying out the learning process in accordance with the problems that occur, namely to reduce the school anxiety. The method in this service are preparation, implementation, and evaluation are the methods in this service. Based on the results of this activity the participants were very enthusiastic in participating in the activity and based on an open questionnaire as an evaluation material provided, it was found that all understood the material and could reflect on the importance of their skills with the experiences they had done. Keywords: sosialization; teacher sosial skills; school anxiety.
Masyhud Masyhud
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 483-491; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4042

Abstract:
ABSTRAKSekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah digalakkan oleh pemerintah beberapa tahun ini karena SMK diharapkan menjadi salah satu solusi bagi permasalahan pengangguran di Indonesia. SMK mampu menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia industri. Oleh sebab itu, program pengabdian ini ditujukan untuk memberikan pelatihan dan paraktek langsung bagi guru SMK dalam mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris. Pengabdian ini berkerjasama dengan SMK Muhammdiyah 1 Kota Batu karena sekolah tersebut mempunyai beberapa permasalahan. Peramasalahan pertama adalah terkait dengan fasilitas yang terbatas. Kedua, jumlah guru Bahasa Inggris yang terbatas, hanya ada dua guru Bahasa Inggris. Ketiga, motivasi siswa yang rendah di dalam belajar Bahasa Inggris. Terakhir adalah materi Bahasa Inggris yang masih General English (Bahasa Inggris Umum). Padahal, Siswa SMK seharusnya mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris berbasis ESP. Selanjutnya, pengabdian ini dilaksanakan dengan dua tahap. Tahapan pertama adalah perencanaan, sedangkan tahapan yang kedua adalah pelaksanaan. Fokus kedua tahapan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan materi Bahasa Inggris. Pelatihannya dilaksanakan selama satu hari, sedangkan pendampingannya dilaksanakan selama 3 bulan. Hasil dari program menunjukkan bahwa guru mempunyai pemahaman dan kemampuan dalam pembuatan materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan Vokasi dalam bentuk sebuah modul Bahasa Inggris, serta antusiasme para guru did dalam mengikuti sangat bagus bisa dilihat dari partisipasi mereka di dalam program ini. Hasil dari pengabdian ini diharapkan bisa memberikan contoh nyata bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris bagi siswa SMK.. Kata kunci: pengembangan guru; pengembangan bahan ajar; sekolah menengah kejuruan. ABSTRACTVocational school has been promoted massively by government. Vocational school has been expected to be one of the solutions for the job problem in Indonesia. It provides human resources for the industries which is required vocational school to facilitate the students ready to work in certain industries. Therefore, The aim of this community service is to provide the teacher’s development in constructing material for vocational school in term of workshop and best practices because there is very limited support for the teacher to develop their own material which are suitable with the student’s need. Moreover, this community selected SMK Muhammadiyah I Batu as the partner due to four issues. The first issue is related to teaching facilities. They are lack of facilities. The second issue is limited English teacher. They just have two English teachers. The third challenge is student’s low motivation. Most of the students are reluctant to join with English class. The last is regarding to the teaching material. The English teachers use general English which is supposed to equip stuendts with English for Specific Purposes (ESP). Moreover, this community service was implemented in two phases, planning and implementation. These stages focused on administering teachers with workshop which was implemented in a day and supervision to create appropriate English materials for three months. The results of this program shows that teachers have knowledge and skills to conduct good and appropriate materials for vocational school. The results are expected to provide best practice in conducting material development for vocational schools. Keywords: teacher’s development; material development; vocational school.
Novena Yety Lindawati, Lusia Murtisiwi, Tesia Aisyah Rahmania, Prashinta Nita Damayanti, Feransiska Marentina Widyasari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 473-476; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4305

Abstract:
ABSTRAKPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk genus Aedes. Penyakit DBD ditandai dengan demam tinggi secara terus menerus selama 2 hingga 7 hari dan disertai pendarahan serta shock yang jika tidak segera mendapat penanganan dapat menyebabkan kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DBD dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Penyuluhan dilakukan melalui penyampaian materi terkaitpenjelasan mengenai tanda dan gejala DBD, solusi pencegahan DBD secara alami dengan memanfaatkan bahan alam yang berada disekitar lingkungan, serta pemberantasan jentik-jentik nyamuk menggunakan ABATE.Evaluasi keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Selain itu juga dilakukan survey kepuasan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengisian kuesioner oleh peserta.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengetahuan dan pencegahan terhadap penyakit DBD. Data hasil pretest menunjukkan yang semula memiliki nilai rata- rata sebesar 75 naik pada hasil nilai postest dengan rata-rata nilai 100. Hasil evaluasi terhadap tingkat kepuasan peserta kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menunjukkan 69,2% peserta menyampaikan tema yang diambil baik sekali, 26,67% menyatakan baik dan 2,92% menyatakan cukup. Kata kunci: penyuluhan; DBD; Boyolali. ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus. Dengue virus enters the body through the bite of the Aedes mosquito. This community service programs aims to increase knowledge about DHF in the context of preventing dengue disease. The methods used are counseling and discussions. Counseling is carried out through the explanation about signs and symptoms of dengue fever, natural DHF prevention solutions by natural plants, and eradicating mosquito larvae using ABATE. Evaluation of community service activities is carried out using the pretest and posttest methods. In addition, survey of the satisfaction of this program was also conducted through filling out questionnaires by participants. The results of community service showed an increase in participants knowledge of sign, syomptoms and prevention of dengue disease, as indicated by an increase in post test value from 75 to 100.The results of the evaluation of the satisfaction levels of the participants in the program showed 69.2% of participants said it was very good, 26,67% said it was good, and 2,92% said it was good enough. Keywords: counseling; DHF; Boyolali.
Nurhayati Nurhayati, Syirril Ihromi, Asmawati Asmawati, MarianaH Marianah, Adi Saputrayadi, Muhammad Jahidin
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 477-482; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4659

Abstract:
ABSTRAKKegiatan pengabdan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah daun kelor menjadi teh. Metode kegiatan ini dilakukan dengan metode PRA yakni melibatkan masyarakat dalam proses kegiatan. Kegiatan ini telah dilakukan menjadi beberapa tahapan diantaranya : (1) Sosialisasi persiapan kegiatan, (2) Pre test, (3) Penyampaian materi cara pengolahan teh (4) Pelatihan dan demonstrasi pembuatan teh kelor (5) Uji sensoris teh kelor (6) Evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan peserta tentang teh dan bahan baku pembuatan teh meningkat berturut-turut sebesar 73% dan 82%, (2) keterampilan peserta tentang cara membuat teh kelor meningkat sebesar 95%. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, sehingga dapat menjaga imunitas tubuh dalam mencegah penyakit covid 19. Kata kunci: teh kelor; imunitas; covid-19; pelatihan ABSTRACTThis service activity aims to increase the knowledge and skills of participants in processing Moringa leaves into tea. The method of this activity is carried out by the PRA method, which involves the community in the activation process. This activity has been carried out into several stages, including (1) Socialization of preparation for activities, (2) Pre test, (3) Delivery of tea processing methods (4) Training and demonstration of Moringa tea making (5) Moringa tea sensory test (6) Evaluation of the success of activities. The results of the community service activities showed that (1) the participants' knowledge of tea and the raw materials for making tea increased by 73% and 82%, respectively, (2) the skills of the participants on how to make Moringa tea increased by 95%. This activity is expected to be used as a provider of knowledge in meetings of the family's nutritional needs so that it can maintain the body's immunity in preventing Covid 19. Keywords: moringa tea; body immunity; covid-19; training
Adib Norma Respati, Abdul Hakim, Putri Awaliya Dughita, Andri Haryono Awalokta Kusuma, Srie Juli Rachmawatie, Suwardi Suwardi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 500-503; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4578

Abstract:
ABSTRAKTujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi produk peternakan sebagai upaya peningkatan gizi dan daya tahan tubuh di kala pandemi Covid-19. Pengabdian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah dua kelompok belajar. Kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan, mengingat adanya pandemi Covid-19. Pemaparan materi yang dilakukan adalah mengenai mengenai protokol kesehatan untuk mencegah virus corona dan materi mengenai pentingnya mengkonsumsi produk peternakan. Praktek langsung mengenai protokol kesehatan dilaksanakan dan juga pemberian produk peternakan kepada peserta. Peserta kegiatan menjadi sadar pentingnya penerapan protokol kesehatan dan pentingnya mengkonsumsi produk peternakan. Produk peternakan dapat meningkatkan daya imun tubuh di kala pandemi Covid-19. Kata kunci: produk peternakan; daging; susu; telur. ABSTRACTThis service aims to provide education so that it can increase public awareness in consuming livestock products as an effort to increase nutrition and endurance during the Covid-19 pandemic. The service was carried out in December 2020 in Punung District, Pacitan Regency, East Java. Participants who took part in this activity were two study groups. This activity was carried out by implementing health protocols, given the Covid-19 pandemic. The presentation of the material carried out was regarding health protocols to prevent the corona virus and material on the importance of consuming livestock products. Practice about health protocols was carried out and given a livestock products to participants. The participants became aware of the importance of implementing health protocols and the importance of consuming livestock products. Livestock products can increase the body's immune system during the Covid-19 pandemic. Keywords: livestock product; meat; milk; egg.
Islahudin Islahudin, M. Isnaini, Zulkarnain Zulkarnain, Johri Sabaryati, Linda Sekar Utami
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4630

Abstract:
PENDAMPINGAN PRAKTIKUM LABORATORIUM VIRTUAL BERBASIS SOFTWARE LIVEWIRE BAGI GURU IPA DI MASA PANDEMI COVID-19
Susilawati Susilawati, Budi Arif Dermawan, Haerudin Haerudin
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 496-499; doi:10.31764/jpmb.v4i2.3951

Abstract:
ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengaplikasikan inovasi teknologi dalam bidang pertanian, yaitu alat deteksi kesuburan tanah. Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu perwakilan aparat desa, petani dan para pemuda Karang Taruna. Rangkaian kegiatan ini meliputi 3 tahapan yaitu: Tahap persiapan, tahap pelaksanaaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi perizinan dan persiapan peserta serta persiapan pemateri. Tahap pelaksanaan meliputi pembukaan, pemaparan mengenai alat deteksi kesuburan tanah dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab peserta yang hadir, kemudian mempraktekan cara menggunakan alat deteksi tersebut, serah terima benih beserta tanaman dan alat deteksi untuk dimanfaatkan dan diaplikasikan dimasyarakat. Pada tahap evaluasi, peserta mengisi kuesioner yang telah disediakan, hasil kuesioner yaitu meliputi: aspek presentasi yang disampaikan pemateri memiliki nilai 73%, aspek atensi yang disampaikan oleh pemateri bernilai 76%, aspek komprehensif bernilai 86%, dan aspek hasil dengan nilai 84%. Serta aspek kognitif bernilai 80%, aspek afektif 87% dan aspek konatif 84%. Maka rata-rata semua aspek yaitu bernilai 82%. Kata kunci: pertanian; kesuburan tanah. ABSTRACTCommunity service aims to socialize and apply technological innovations in agriculture, that is a soil fertility detection tool. Participants involved in this service activity were representatives of village officials, farmers and youth from the Youth Organization. This series of activities includes 3 stages, namely: the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. The preparation stage includes licensing and preparation of participants as well as the preparation of the presenters. The implementation stage includes opening, explaining about soil fertility detection tools, followed by discussion and questions and answers from the participants who attended. Then practice how to use the detection tool, hand over the seeds and plants and the detection tool to be used and applied in the community. For activity evaluation materials, the results obtained from the questionnaires that have been filled in by the activity participants are: the presentation aspect explained by the speaker has a value of 73%. the attention aspect is delivered by the speaker was 76%. comprehensive aspect has a value 86%, and the results aspect with a value of 84%. And the cognitive aspect has a value of 80%. 87% affective aspects and 84% conative aspects. Then the average of all aspects is worth 82%. Keywords: agriculture; soil fertility.
Lukluk Ul Muyassaroh, Aiga Ventivani, Octi Rejeki Mardasari, Karina Fefi Laksana Sakti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 302-306; doi:10.31764/jpmb.v4i2.3314

Abstract:
ABSTRAKPenggunaan media dalam pengajaran bahasa Mandarin oleh guru-guru SMA di kota Malang sangat terbatas, terlebih lagi pada pembahasan materi yang sulit seperti pelafalan, intonasi dan ejaan; tata bahasa dan aksara Mandarin (hanzi). Dari hasil observasi ditemukan bahwa penerapan media pembelajaran dalam pengajaran bahasa mandarin dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Oleh karena itu, diperlukannya pemahaman guru dalam menerapkan media pembelajaran bahasa Mandarin di kelas. Kegiatan pelatihan ini bersama dengan mitra MGMP Bahasa Mandarin Se- Malang Raya dengan tujuan untuk membantu guru dalam mengajarkan bahasa Mandarin kepada siswa melalui 汉语媒体 (Hanyu Meiti). 汉语媒体 (Hanyu Meiti) adalah media pembelajaran yang memaparkan materi bahasa Mandarin dengan jelas dan lengkap, serta juga sebagai alat bantu guru bahasa Mandarin dalam proses belajar mengajar. Metode pelaksanaan terdiri dari pengarahan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan. Adapun rincian kegiatan berupa (1) Memperkenalkan fungsi dan manfaat 汉语媒体(Hanyu Meiti) dalam pengajaran bahasa Mandarin; (2) Memperkenalkan langkah penggunaan汉语媒体(Hanyu Meiti); (3) Mendemonstrasikan penggunaan汉语媒体(Hanyu Meiti) (4) Guru mempratekkan secara langsung. Hasil dari kegiatan didapatkan bahwa terlihat sekali antusias para guru dalam mengikuti pelatihan yang dilaksanakan, terbukti dari para guru mengajukan beberapa pertanyaan serta merespon pemateri selama kegiatan pelatihan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan bahasa Mandarin penting dilakukan untuk mengatasi kendala keterbatasan media pembelajaran bahasa Mandarin dan juga dapat menambah referensi media pembelajaran bahasa Mandarin bagi guru. Kata kunci: bahasa mandarin; media pembelajaran; guru SMA; pelatihan. ABSTRACTThe use of media in teaching Chinese by high school teachers in Malang is very limited, especially in discussing difficult materials such as pronunciation, intonation and spelling; grammar and Chinese characters (hanzi). From the observations it was found that the application of instructional media in teaching Chinese can increase student interest in learning so that it affects the level of student understanding of the material being taught. Therefore, it is necessary to have an understanding of teachers in implementing Chinese learning media in the classroom. This training activity together with Chinese MGMP partners throughout Malang Raya with the aim of assisting teachers in teaching Chinese to students through 汉语媒体 (Hanyu Meiti).汉语媒体 (Hanyu Meiti) is a learning media that describes Chinese material clearly and completely, as well as a tool for Chinese teachers in the teaching and learning process. The implementation method consists of directing and implementing training activities. The details of the activities are (1) Introducing the functions and benefits of 汉语媒体 (Hanyu Meiti)in teaching Chinese; (2) Introducing the usage steps of 汉语媒体 (Hanyu Meiti); (3) Demonstrating the use of 汉语媒体 (Hanyu Meiti) (4) Teacher practicing directly. The results of the activity showed that the teachers were very enthusiastic in participating in the training carried out, as evidenced by the teachers asking several questions and responding to the speakers during the training activities. So it can be concluded that Mandarin language training is important to do to overcome the constraints of the limitations of Mandarin learning media and can also add references to Mandarin learning media for teachers. Keywords: chinese language; learning media; senior high school teacher; training.
Fakhriyah Fakhriyah, Noor Athiyya, Jubaidah Jubaidah, Lisa Fitriani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 435-442; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4479

Abstract:
ABSTRAKArtikel ini merupakan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat di Desa Aluh-Aluh Besar Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dalam mencegah penyakit hipertensi. Berdasarkan hasil diagnosa komunitas, masih banyak didapatkan masyarakat yang terkena hipertensi. Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh menunjukan masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah 1) perencanaan dan persiapan berupa perizinan, membuat whatsapp grup serta mengundang masyarakat sasaran. Selanjutnya tim menyusun kuesioner pre-post test, membuat materi dan media penyuluhan, 2) pelaksanaan dan proses berupa penyajian materi dan penutupan, 3) monitoring dan evaluasi, monitoring dari program ini adalah dengan selalu mem-booster pengetahuan dan sikap masyarakat, evaluasi dari program ini dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan dan sikap masyrakat. Hasil penyuluhan menunjukan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dari sebelum 76,9% dan setelah mendapatkan materi menjadi 100% dan terjadi peningkatan sikap dari sebelum 92,3% dan setelah mendapatkan materi menjadi 100%. Kata kunci: penyuluhan; hipertensi; whatsapp grup. ABSTRACTThis article is a community service that aims to improve the knowledge and attitudes of the community in Aluh-Aluh Besar Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency in preventing hypertension. Based on the results of community diagnosis, there are still many people affected by hypertension. It was, based on the information obtained, public knowledge about hypertension was still low. The methods used in this outreach are 1) planning and preparation in the form of licensing, creating whatsapp groups and inviting target communities. Furthermore, the team compiled a pre-post test questionnaire, made counseling materials and media, 2) implementation and process in the form of material presentation and closure, 3) monitoring and evaluation, monitoring of this program is to always increase community knowledge and attitudes, evaluation of this program can seen from the increase in knowledge and attitudes of the community. The results of counseling increased knowledge about hypertension before 76.9% and after the material became 100% and the attitude increased from before 92.3% and after getting the material to 100%. Keywords: counseling; hypertension; whatsapp group.
Waris Wibowo, Wegig Pratama, Ningrum Astriawati, Prasetya Sigit Santosa, Sahudiyono Sahudiyono
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 357-361; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4483

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanggulangan risiko kebakaran di daerah pemukiman padat penduduk melalui pelatihan penggunaan alat pemadam api portable. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Nogotirto, Gamping, Sleman. Peserta Pelatihan ini berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui 5 tahap, yaitu (1) Pelaksanaan pretest; (2) Pemberian materi melalui metode ceramah dan tanya jawab; (3) Demonstrasi penggunaan alat pemadam api portable; (4) Praktik individu menggunakan alat pemadam api portable; (5) Pelaksanaan Posttest. Capaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest, data diolah dan diuji dengan uji paired T-test. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanggulangan risiko kebakaran, disamping itu adanya perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan dan keterampilan penanggulangan kebakaran sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan. Kata kunci: kebakaran; pelatihan; pemadam api; portable ABSTRACTThis service aims to increase the knowledge and skills of the community in managing fire risks in densely populated residential areas through training in the use of portable fire extinguishers. This service was carried out in Nogotirto Village, Gamping, Sleman. The number of participants in this training is 20 people. Community service activities are carried out in 5 stages, namely (1) Pretest implementation; (2) Providing material using the method of lecture and question and answer; (3) Demonstration of the use of portable fire extinguishers; (4) Individual practice using portable fire extinguishers; (5) Implementation of Posttest. The achievement of increasing the knowledge and skills of the community was measured using a pretest and posttest questionnaire, the data was processed and tested using the paired T-test. The result of this service is an increase in the knowledge and skills of the community in managing fire risk in densely populated residential areas, in addition to that, there is a difference in the average level of knowledge and skills in fire management before and after the implementation of training activities. Keywords: fire; training; fire extinguisher; portable
I Made Ardika Yasa, Ni Komang Wiasti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 291-301; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4442

Abstract:
ABSTRAKAgama Hindu memiliki aneka budaya yang patut dilestarikan, dan dikembangkan keberadaannnya demi ajeg dan kuatnya budaya tersebut seperti misalnya dalam pembuatan sarana upacara upakara yang tujuannya sebagai sarana persembahan yang tulus ikhlas kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai bentuk sradha bhakti memantapkan diri. Dalam sloka Bhagawadgita IX.26 menyatakan bahwa ‘’ Patrram Puspham Phalam Toyam, Yo Baktya Prayacchati, Tad Aham Bhakya Upahrtam, Asname prayatat manah’’ artinya Siapapun yang dengan kesujudan mempersembahkan padaku, sehelai daun sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, seteguk air aku terima sebagai persembahan bagi orang yang berhati suci. Memaknai arti dari sloka tersebut diperlukan suatu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Hindu agar memiliki pemahaman konsep sehingga tidak terjadi salah tafsir dalam mengaplikasikan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut yang berperan penting dalam memberikan informasi terkait sarana upakara yakni para rohaniwan yang telah di Dwijati dan Ekajati, Sulinggih dan Pinandita. Pinandita Sanggraha Nusantara Koordinator Wilayah Nusa Tenggara Barat sebagai organisasi kerohaniwan memiliki pogram kerja yang mengarah pada peningkatan sumber daya spiritual umat Hindu. Tujuan dilaksanakannya kegiatan “Pelatihan Pembuatan Upakara Pabersihan” ini ialah untuk mengoptimalkan peran dan tugas secara sosial, agar kreativitas seni metetuasan dapat dibangkitkan dan dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur yang sangat mulia. Kata kunci: pelatihan; sarana upakara; pabersihan. ABSTRACTHinduism has a variety of cultures that should be preserved and developed its existence for the sake of ajeg and the strength of the culture, such as in the making of upakara ceremony facilities whose purpose as a means of offering sincerely before Ida Sanghyang Widhi Wasa as a form of sraddha bhakti established itself. In the sloka Bhagawadgita IX.26 states that '' Patrram Puspham Phalam Toyam, Yo Baktya Prayacchati, Tad Aham Bhakya Upahrtam, Asname prayatat manah'' means Anyone who intended to present to me, a leaf of a flower, a piece of fruit, a sip of water I received as an offering to a saintly person. Interpreting the meaning of the sloka is necessary to understand the Hindu community understand the concept so that there is no misinterpretation in applying it in public life. It plays an important role in providing information related to upakara facilities, namely the clergy who have been in Dwijati and Ekajati, Sulinggih and Pinandita. Pinandita Sanggraha Nusantara, Coordinator of West Nusa Tenggara Region as a spiritual organization, has a working program that leads to the increase of spiritual resources of Hindus. The purpose of the activity "Training on Making Upakara Pabersihan" is to optimize the role and tasks socially so that the creativity of the art of metetuasan can be raised and preserved as a very noble ancestral cultural heritage. . Keywords: training; upakara facilities; cleaning.
Catur Esty Pamungkas, Siti Mardiyah Wd, Aulia Amini, Desi Rofita, Baiq Masdariah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 459-463; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4473

Abstract:
ABSTRAKTeknologi berperan penting bagi kehidupan manusia. Kemudahan dalam mengoperasikan gadget, baik itu smartphone, tablet, maupun laptop membuat gadget sangat familiar bagi masyarakat, tanpa terkecuali anak-anak. Fitur yang ada didalamnya membuat tertarik anak- anak yang mengakses gadget (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Terpapar gadget di usia dini, dapat menyebabkan ketergantungan Screen Dependency Disorder (SDD). Hal ini terjadi karena otak anak belum berkembang secara sempurna, anak-anak belum dapat membedakan mana hal yang benar dan salah, serta hal yang boleh untuk dilakukan dan yang tidak. Sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk membatasi penggunaan gadget (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu edukasi dampak dan pencegahan screen dependency disorder (sdd) selama masa pandemi pada ibu balita di desa telagawaru lombok barat. Setelah diberikan edukasi tentang dampak dan pencegahan kecanduan gadget, ibu balita dibekali modul yang dapat dipelajari di rumah dapat mempraktikan kebiasaan untuk tidak memfasilitasi anak bermain gadget. Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 10 balita. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan ibu balita tentang penggunaan gadget 40% memiliki pengetahuan kurang, setelah dilakukan post test pengetahuan ibu balita meningkat, didapatkan 80% ibu meningkat yaitu Baik. Kata kunci: screen dependency disorder; balita; pandemi covid19 ABSTRACTTechnology plays an essential role in human life. The ease of operating gadgets, be it smartphones, tablets, or laptops, makes devices very familiar to the public, including children. The features in it attract children who access gadgets (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Exposure to gadgets at an early age can lead to dependence on Screen Dependency Disorder. This is happening because the child's brain is not yet fully developed; the children are unable to distinguish between right and wrong things, as well as what to do and what not. So they cannot limit the use of gadgets (Kementerian Kesehatan RI, 2018). The solution to the problem offered is impact education and prevention of screen dependency disorder during the pandemic period for mothers of children under five in Telagawaru village, West Lombok. After being given education about the effects and prevention of gadget addiction, mothers provided modules that they can learn from at home to practice the habit of not facilitating children to play with gadgets. The number of respondents who participated in this activity was ten toddlers. The results of the dedication, it’s found that the mother's knowledge about the use of gadgets was 40% less knowledgeable, after the post-test the mother's knowledge increased, it’s found that 80% of the mothers had increased, namely Good Keywords: screen dependency disorder; toddlers; the covid pandemic 19
Idah Kusuma Dewi, Suwarti Suwarti, Sri Yuwanti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 307-314; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4138

Abstract:
ABSTRAKPermasalahan pada masyarakat Kelurahan Patemon adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kepariwisataan khususnya pengetahuan ekowisata. Oleh sebab itu pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan membantu pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dan ikut berkontribusi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakatnya dengan kemajuan ilmu pengetahuan pada bidang kepariwisataan, memperkenalkan pengetahuan pariwisata berbasis eko wisata yang belum pernah diperoleh masyarakat Kelurahan Patemon dan membantu identifikasi potensi wisata alam yang masih tersembunyi dan bisa dipublikasikan agar bermanfaat untuk menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Patemon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian berupa sosialisasi tentang konsep ekowisata dan praktek identifikasi potensi daya tarik wisata yang ada di Kelurahan Patemon. Masyarakat yang mengikuti sosialisasi diwakili oleh kelompok Karang Taruna dan Kelompok PKK. Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan mahasiswa KKN dari Uness sejumlah 3 orang. Dari evaluasi oleh mahasiswa KKN Uness diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat kelurahan Patemon membutuhkan pengetahuan tentang kepariwisataan khususnya ekowisata dan cara identifikasi potensi wisata. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini yaitu: (1) Bertambahnya pengetahuan peserta sosialisasi mengenai ekowisata. (2). Peserta sosialisasi dapat menentukan potensi daya tarik wisata di Kelurahan Patemon berbasis eko wisata. (3) Kelurahan Patemon memiliki daya tarik ekowisata. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; ekowisata; potensi wisata ABSTRACTThis community service aims to help empower the community in Patemon Village, Gunungpati District, Semarang City and contribute to developing the welfare of its people by advancing science in the field of management and tourism. The second objective is to introduce tourism-based eco-tourism knowledge that has never been obtained by the people of Patemon Village and the third objective is to help identify the potential for natural tourism that is still hidden and can be published so that it is useful to increase income and improve the economy of the Patemon community. This community service activity is a request from the Patemon Village community to get education about tourism and explore tourist attractions and their development. Implementation of community service activities through socialization methods on the concept of eco-tourism and identification of potential tourist attractions in Patemon Village. The results of community service activities in the Patemon Village are (1) Increased knowledge of the community about tourism. (2). Recognizing the potential tourist attraction in the Patemon Village based on eco-tourism. (3) Kelurahan Patemon has a tourist attraction. Keywords: community empowerment; ecotourism; tourism potential
Husni Mubarat, Heri Iswandi, Muhsin Ilhaq
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 329-333; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4325

Abstract:
ABSTRAKPatera Eco Print sebagai mitra sasaran dalam implementasi program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bergerak di bidang ekonomi produktif memiliki beberapa permasalahan, yaitu belum adanya inovasi produk dan pengembangan desain baik dari segi eksplorasi bentuk, pengembangan jenis produk, maupun eksplorasi pola-pola motif daun yang ditata pada media kain tersebut. Adapun solusi yang ditawarkan sebagai pemecahan permasalahan tersebut, diantaranya adalah inovasi produk Patera Eco Print, pengembangan desain dan jenis-jenis produk. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan ilmu pengetahuan keterampilan tentang cara pengembangan desain produk ecoprint, seperti totebag dan tas laptop. Metode yang digunakan pada Pengabdian ini diantaranya adalah metode survei, dokumentasi, wawancara, pelatihan, sosialisasi dan evaluasi. Adapun capaian dari kegiatan ini yakni diharapkan mitra pelatihan ini dapat mengembangkan desain produk usaha Eco Print, seperti pengembangan desain totebag, tas laptop dan baju dengan demikian capaian ini dapat memperluas jangkauan pasar produk Patera Eco Print. Kata kunci: patera eco print; desain produk; inovasi. ABSTRACTPatera Eco Print as a target partner in the implementation of the Community Service program (PKM) which is engaged in the productive economy has several problems, namely the absence of product innovation and design development both in terms of exploration of forms, development of product types, and exploration of leaf motif patterns. which is arranged on the cloth media. The solutions offered to solve these problems include product innovation Patera Eco Print, design development and product types. The main purpose of this activity is to provide knowledge of skills on how to develop ecoprint product designs, such as tote bags and laptop bags. The methods used in this Community Service include survey methods, documentation, interviews, training, socialization and evaluation. The product output that will be achieved is to create innovative products, such as the development of designs for clothes, jackets and invitation bags, especially in the composition of the motives. The achievement of this activity is that it is hoped that this training partner can develop the design of Eco Print business products. In addition, the product output that will be achieved is the development of product types, such as laptop bags, tote bags, and shirts, such as the development of tote bag designs, laptop bags and clothes, thus this achievement can expand the market reach of Patera Eco Print products..Keywords: patera eco print; product design; innovation.
Jojo Sumarjo, Sulistyo Sidik Purnomo, Insani Abdi Bangsa, Dian Budhi Santoso
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 393-399; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4459

Abstract:
ABSTRAKTerbatasnya akses dan kebutuhan masyarakat dari penggunaan energi listrik sebagai penerangan jalan pada Desa Tirtasari, Karawang. Maka dirasa perlu ikut berkontribusi dalam pengabdian bidang ilmu dan teknologi. Hal ini untuk memanfaatkan energi baru terbarukan yang ekonomis dengan potensi energi alam sekitar. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini merancang alat teknologi berbasis energi turbin kinetik dan energi surya untuk menyelesaikan program ini. Pemanfaatan potensi energi yang dihasilkan dari aliran sungai dapat menghasilkan energi kinetik dari putaran turbin kinetik. Putaran yang dihasilkan dari turbin kinetik menghasilkan energi mekanik ke generator. Sehingga mampu membangkitkan energi listrik, sedangkan arus yang dihasilkan dari solar panel sebagai penggantinya. Maka metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan turbin. Hasil akhir dari kegiatan ini masyarakat dapat mengimplementasikannya secara langsung. Jika sewaktu-waktu aliran sungai mengecil, sehingga tidak mampu memutar turbin kinetik dan generator. Energi yang dihasilkan dari keduanya akan disimpan pada accu. Arus DC (direct current) yang disimpan pada accu akan di konverter menjadi arus AC (alternating current). Maka untuk mendapatkan listrik dengan kapasitas daya maksimum 150 Watt 220V. Adapun luaran dari pengabdian ini adalah terciptanya kemandirian energi dan pengabdian kepada masyarakat. Kata kunci: energi listrik; turbin kinetik; direct current; alternating current. ABSTRACTThe limited access and needs of the community from the use of electrical energy as a road lighting in Tirtasari Village, Karawang. So it is considered to have contributed to the dedication of science and technology. This is to utilize the renewable new energy that is economical with the potential of natural energy around. Therefore, the purpose of this activity designed energy-based technology tools kinetic turbine and solar energy to complete this program. The use of energy potential generated from the river flow can produce kinetic energy from the round of kinetic turbines. Rounds produced from kinetic turbines produce mechanical energy to generators. So that it can generate electrical energy, while the current generated from solar panel as a replacement. Then the method of implementation used in this activity is in the form of training and assistance for making turbines. The final result of this activity community can implement it directly. If at any time the river flow is reduced, so it is unable to play kinetic turbines and generators. The energy produced from both will be stored in Accu. The DC (Direct Current) stored on the batteries will be converter into AC (Alternating Current). So to get electricity with a maximum power capacity of 150 watts 220V. The output of this service is the creation of energy independence and community service. Keywords: electrical energy; kinetic turbine; direct current; alternating current.
Lelisari Lelisari, Imawanto Imawanto, Hamdi Hamdi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 334-339; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4446

Abstract:
ABSTRAKUndang-Undang No 18 tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sangat penting dalam melindungi para PMI yang akan bekerja di Luar negeri. Dimana kita ketahui bahwa mayoritas pekerja migran berasal dari desa, namun selama ini desa nyaris tidak dilibatkan dalam pelindungan calon dan mantan pekerja migran. Padahal untuk memutuskan menjadi pekerja migran dibutuhkan kecukupan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Sejak adanya UU No 18 Tahun 2017, desa berperan dalam melindungi PMI dan keluarganya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan terhadap masyarakat desa Bonjeruk dan aparat desa tentang pentingnya perlindungan terhadap PMI. Metode yang digunakan adalah sosialisasi Undang-Undang No 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Adapun perwakilan yang hadir dalam kegiatan ini adalah aparat desa, Kepala Dusun, calon PMI, mantan PMI, Tokoh Pemuda. Hasil dari kegiatan ini adalah aparat desa dan masyarakat mengetahui dan mendapatkan informasi yang jelas tentang aturan yang baru mengenai perlindungan pekerja migran Indonesia. Kata kunci: sosialisasi; PMI; perlindungan. ABSTRACTLaw No. 18 of 2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers (PMI) is very important in protecting PMIs who will work abroad. Where we know that the majority of migrant workers come from villages, but so far the village has barely been involved in protecting prospective and former migrant workers. In fact, to decide to become a migrant worker requires sufficient information from an accountable source. Since the existence of Law No. 18 of 2017, villages have played a role in protecting PMI and their families. This service activity aims to provide understanding and knowledge to the Bonjeruk village community and village officials about the importance of protecting PMI. The method used is the socialization of Law No. 18 of 2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers. The representatives who attended this activity were village officials, hamlet heads, PMI candidates, former PMIs, youth leaders. The result of this activity is that village officials and the community know and get clear information about the new regulations regarding the protection of Indonesian migrant workers. Keywords: socialization; PMI; protection.
Zulfanita Zulfanita, Roisu E.M, Rinawidiastuti Rinawidiastuti, Faruq Iskandar, Budi Setiawan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 340-346; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4356

Abstract:
ABSTRAKPertumbuhan penduduk yang diikuti dengan meningkatnya kegiatan industri, pertanian, dan pemukiman telah menggusur lahan budidaya sehingga dari tahun ketahun luasnya semakin berkurang. Disamping itu aktifitas penduduk akan mengakibatkan pencemaran berupa limbah organik maupun anorganik Inovasi teknologi diperlukan untuk mengantisipasi penurunan produksi tanaman dan ikan akibat penyusutan lahan budidaya dan penurunan kualitas perairan. Inovasi teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah dan meningkatkan produktifitas persatuan luas lahan budidaya. Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan yaitu budidaya tanaman sayuran dan ikan yang terintegrasi melalui sistem akuaponik. Program Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di desa Butuh, kecamatan Butuh, kabupaten Purworejo bertujuan untuk Mengenalkan, mempraktikkan dan memotivasi masyarakat untuk dapat melakukan teknologi akuaponik sayuran dan budidaya lele dalam ember , mengisi waktu luang serta mengembangkan kemampuan budidaya sayuran dan budidaya ikan lele selain itu juga sebagai bentuk pemanfaatan pekarangan rumah atau lahan sempit menjadi efisien dan menguntungkan serta potensi meningkatnya gizi keluarga. Mitra dalam pelaksanan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok Wanita Tani Mandiri dengan anggota 16 orang. Metode yang digunakan adalah Education for Sustainable Development (EfSD) merupakan salah satu metode pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian masalah pada lingkungan masyarakat. Metode EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan dan sosial. Program kegiatan yang dilaksanakan secara garis besar meliputi, 1) pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, 2) Penumbuhan dan pengembangan budidaya sayuran, dan perikanan berbasis akuaponik. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa penguatan kelembagaan pada Kelompok Wanita Tani Mandiri mampu melaksanakan kegiatan program kegiatan dan sosialisasi dengan aktif. Dengan adanya pelatihan serta motivasi mampu menambah pengalaman dan wawasan anggota Kelompok Wanita Tani Mandiri dalam pengembangan budidaya sayuran dan ikan dalam ember. Kata kunci : teknologi akuaponik; sayuran ; ikan; ember. ABSTRACTPopulation growth followed by an increase in industrial, agricultural and residential activities has displaced the cultivated land so that from year to year the area has decreased. Besides that, the activities of the population will result in pollution in the form of organic and inorganic waste. Technological innovation is needed to anticipate a decrease in plant and fish production due to shrinkage of cultivated land and a decrease in water quality. This technological innovation is expected to be able to reduce waste and increase the productivity of the cultivated land area. One of the technological innovations that can be applied is the integrated cultivation of vegetables and fish through an aquaponics system. The Community Service Program implemented in the village of Butuh, sub-district of Butuh , Purworejo district with aims to introduce, practice and motivate the community to be able to do vegetable aquaponics technology and cultivate catfish in buckets, fill their spare time and develop the ability to cultivate vegetables and catfish cultivation as well as a form of utilization of house yards or narrow land becomes efficient and profitable as well as the potential for increasing family nutrition. Partners in implementing this community service are the Independen Farmer Women’s group with 16 members. The method used is Education for Sustainable Development (EfSD), which is a community service method that is oriented towards solving problems in the community environment. The EfSD method emphasizes 3 pillars, namely economic, ecological or environmental and social. The program of activities carried out in general includes, 1) community empowerment through institutional strengthening and improvement of the quality of human resources, 2) cultivation and development of vegetables and aquaponics-based fisheries. The result of this community service is in the form of institutional strengthening in the Independent Women Farmers Group being able to carry out program activities and socialization activities actively. With the training and motivation to be able to add to the experience and insight of the members of the Independent Women Farmers Group in developing vegetable and fish cultivation in buckets. Keywords :. aquaponics technology; vegetables; fish; bucket
Suryadi Nasution, Raja Ritonga, Muhammad Ikbal, Parulian Siregar, Akhyar Akhyar
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 362-367; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4477

Abstract:
ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan metode sajarah al-mirast kepada para guru Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan Padang Lawas Utara untuk memudahkan dalam memahami hukum waris. Metode yang digunakan dalam pelatihan ialah participat opproach dimana semua guru terlibat aktif dalam kegiatan pelatihan selama dua hari. Dari pelatihan yang dilakukan, semua guru pesantren, baik yang berlatar belakang Pendidikan agama maupun umum, mengerti dan mampu menerapkan hukum waris secara baik. Pelatihan ini juga mendapatkan respon yang cukup antusias karena disambut dengan sebuah rekomendasi untuk melanjutkan program pada pesantren atau Lembaga Pendidikan Islam lainnya. Kata kunci: sajarah al-mirast; mawaris; guru pesantren ABSTRACTThis service aims to provide training in the sajarah al-mirast method to teachers of the Darussalam Parmeraan Islamic Boarding School in Padang Lawas Utara to make it easier to understand the law of warist. The method used in the training is participatory opproach where all the teachers are actively involved in training activities for two days. From the training that was carried out, all of the teachers of the rapid trends, both those with religious and general education backgrounds, understood and were able to properly apply the law of inheritance. This training also received an enthusiastic response because it was greeted with a recommendation to continue the program at pesantren or other Islamic education institutions. Keywords: sajarah al-mirast; mawaris; pesantren teachers
Vita Efelina, Sarah Dampang, Iqbal Maulana, Riza Ibnu Adam, Endah Purwanti, Reni Rahmadewi,
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 368-373; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4330

Abstract:
ABSTRAKSekarang ini, diramaikan dengan isu Corona Virus Disease-2019 atau yang biasa disingkat dengan Covid-19. Kasus asal coronavirus pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China. Termasuk salah satunya di Indonesia awal kasus kesehatan ini ditemukan di Depok, Jakarta pada 02 Maret 2020. Begitu juga Kabupaten Karawang yang saat ini merupakan zona hitam (kasus Covid-19 kian menambah setiap harinya). Tujuan dalam penilitian ini yaitu pembuatan drone untuk penyemprotan disinfektan. Di karenakan disinfektan sendiri merupakan bahan senyawa aktif yang dapat meminimalisir terpaparnya Covid-19. Metode pengabdian yang dilakukan dengan cara pendekatan kualitatif. Hal ini dilakukan untuk kajian literatur yang menjadi parameter dalam penggunaan drone. Hasil yang ditawarkan dalam pengabdian ini guna mencegah bertambahnya kasus positif Covid-19, khususnya di Kabupaten Karawang. Di harapkan penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir dengan cara penyemprotan disinfektan melalui drone. Selain itu drone yang digunakan dapat terintegrasi oleh sistem internet of things (IoT). Dengan tujuan agar dalam penggunaannya dapat dengan mudah diarahkan sesuai kebutuhan. Kata kunci:covid-19; drone; disinfektan; internet of things. ABSTRACTCurrently, it is enlivened by the issue of Corona Virus Disease-2019 or commonly abbreviated as Covid-19. The case of the origin of the coronavirus was first found in Wuhan City, China. Including one of them in Indonesia, the initial health case was found in Depok, Jakarta on March 02, 2020. Likewise, Karawang Regency is currently a black zone (Covid-19 cases are increasing every day). The purpose of this research is to make drones for spraying disinfectants. This is because disinfectants are active compounds that can minimize exposure to Covid-19. The research method used is a qualitative approach. This is done for a literature review which is a parameter in using drones. The results offered in this study are to prevent an increase in positive cases of Covid-19, especially in Karawang Regency. It is hoped that the spread of Covid-19 can be minimized by spraying disinfectants through drones. In addition, the drones used can be integrated by the internet of things (IoT) system. With the aim that in use it can be easily directed as needed. Keywords: covid-19; drone; disinfectans; internet of things.
Endah Purwanti, Danny Ramdani, Reni Rahmadewi, , Vita Efelina, Sarah Dampang
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 381-386; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4389

Abstract:
ABSTRAKKetersediaan air bersih menjadi sangat penting terutama di masa pandemi seperti saat ini. Indikator air bersih tidak hanya dilihat dari warna, tetapi juga dari aroma dan rasa. Untuk memperoleh air bersih salah satunya dapat menggunakan alat filtrasi air dengan karbon aktif sebagai salah satu media filtrasinya. Karbon aktif dapat menyerap zat-zat atau mineral yang mencemari air. Adapun manfaat karbon aktif dalam proses filtrasi air sebagai penyerap bau, warna, klorin atau mineral lain dan membuat rasa segar pada air. Selain menggunakan karbon aktif sebagai media filtrasinya, pada alat filtrasi air juga menggunakan media yang lain untuk membantu menghilangkan kontaminan pada air yang tercemar seperti menggunakan kerikil, ijuk dan pasir. Selain itu juga alat filtrasi dapat didesain dengan sangat baik sehingga aliran air tetap mengalir dengan cepat serta dilengkapi dengan adanya sinar UV untuk membunuh kuman atau bakteri pada air sehingga menjadi lebih steril. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi terhadap siswa/i SMK PGRI Cikampek dalam memanfaatkan karbon aktif sebagai salah satu media filtrasi air dalam multi-media water filter. Selain memberikan pelatihan pembuatan dan penggunaan alat filtrasi air, juga disampaikan cara pembersihan dan perawatan alat tersebut serta mengedukasi pentingnya air bersih dalam kehidupan terutama di masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Kata kunci: covid-19; karbon aktif; multi-media water filter. ABSTRACTThe availability of clean water is very important, especially during a pandemic like today. The indicator of clean water is not only seen from color, but also by smell and taste. To obtain clean water, one of them can use a water filtration device with activated carbon as one of the filtration media. Activated carbon can absorb substances or minerals that pollute water. As for the benefits of activated carbon in the water filtration process as an absorber of odors, color, chlorine or other minerals and makes the water taste fresh. Apart from using activated carbon as the filtration media, the water filtration device also uses other media to help remove contaminants in polluted water such as using gravel, palm fiber and sand. In addition, the filtration device can be designed very well so that the water flow continues to flow quickly and is equipped with UV rays to kill germs or bacteria in the water so that it becomes more sterile. The purpose of this programme is to provide education to students of SMK PGRI Cikampek in utilizing activated carbon as one of the water filtration media in a multi-media water filter. In addition to providing training on the manufacture and use of water filtration devices, it was also conveyed how to clean and maintain these devices and educate the importance of clean water in life, especially during the Covid-19 pandemic like today. Keywords: covid-19; activated carbon; multi-media water filters.
Busyairi Ahmad, Hamjah Bonso, Samsiah Samsiah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 374-380; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4448

Abstract:
ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meberikan pembinaan terhadap wali murid SD YAPIS 2 Biak dalam membimbing anak-anaknya untuk belajar di rumah agar pembelajaran di rumah epektif sesuai harapan bersama. Metode pelaksanaan menggunakan survei dan bimbingan metode belajar bagi wali/orangtua murid secara offline namun mengikuti protokol Kesehatan yang telah diatur pemerintah. Peserta pembinaan terdiri dari enam kelompok yaitu kelompok wali murid kelas I sampai dengan kelas VI, masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Hasil pengabdian kepada masyarakat diperoleh sebagai yaitu wali murid; a) memahami cara membimbing anak berdasarkan tugas yang diberikan oleh guru, b) mengetahui cara memahami materi dan cara menjawab soal dari buku yang telah diberikan dari sekolah untuk membimbing anaknya, c) mengetahui cara mengatur waktu untuk membimbing anak dalam mengerjakan tugas dan belajar membaca, menulis bagi siswa kelas I. Kata kunci: pembinaan; metode belajar dari rumah; wali murid; masa pandemi covid-19. ABSTRACTThis community service aims to provide guidance to the guardians of SD YAPIS 2 Biak students in guiding their children to study at home so that learning at home is effective according to common expectations. The implementation method uses surveys and learning method guidance for parents/ guardians of students offline but follows the Health protocol that has been regulated by the government. The coaching participants consist of six groups, namely the guardian group of grade I to class VI students, each group consisting of 10 participants. The results of community service are obtained as guardians of students; a) understand how to guide children based on assignments given by the teacher, b) know how to understand the material and how to answer questions from books that have been given from school to guide their children, c) know how to manage time to guide children in doing assignments and learning to read, writing for grade I students. Keywords: coaching; home learning method; student guardian; the covid-19 pandemic period.
Marno Marno, Yuliarman Saragih, Gun Gun Gumilar
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 387-392; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4393

Abstract:
ABSTRAKSektor pertanian di sektor garam saat ini memerlukan perhatian kusus. Para petambak garam membutuhkan mesin yang kuat dan tahan korosi dengan berbahan dasar stainless steel kode SUS 316L. Saat ini, bahan stainless steel SUS 316L banyak digunakan dalam pengolahan makanan, minuman dan jenis bahan kimia lainnya yang membutuhkan sifat higienis. Maka tujuan dari kegiatan ini membuat mesin penghalus dan pengaduk garam dengan bahan stainless steel SUS 316L. Dari hasil data yang diperoleh dari pengujian mesin, dapat disimpulkan bahwa mesin penghalus dan pengaduk garam memiliki kecepatan maksimum 3800 rpm dapat menghaluskan garam dengan tingkat yang sangat halus dari 50 sampai 100% tergantung pada nilai kerapatan. Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah pelatihan dengan tahap akhir merealisasikan alat yang dibuat. Hasil yang dicapai pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan mesin penghalus dan pengaduk garam berbahan stainless steel SUS 316L. Sehingga sangat berguna bagi para petambak garam di Desa Muarabaru Kecamatan Cilamaya Wetan karena dapat meningkatkan nilai jual garam para petambak. Kata kunci: mesin penghalus dan pengaduk garam; stainless steel SUS 316L; petambak garam ABSTRACTThe agricultural sector in the salt sector currently requires special attention. At present, SUS 316L stainless steel material is widely used in processing food, beverages and other types of chemicals that require hygienic properties. Then the purpose of this activity makes the resilient machine and stirring salt with SUS 316L stainless steel. From the results of the data obtained from testing machines, it can be concluded that the resilient machine and salt stirrer have a maximum speed of 3800 rpm can smooth the salt with a very subtle level of 50 to 100% depending on the value of density. The method of implementation of this activity is training with the final stage of realizing the tools made. The results achieved by the community to the community were carried out by providing resilient machines and stainless steel stainless steel sus 316L. So it is very useful for salt farmers in the village of Muarabaru District Cilamaya Wetan because it can increase the value of salt salt farmers. Keywords: salt refining and stirring machine; stainless steel SUS 316L; salt farmers
Rahadi Wirawan, Nurul Qomariyah, Suhayat Minardi, Syamsuddin Syamsuddin, Hiden Hiden, Wayan Sudiarta, Marzuki Marzuki
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 353-356; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4493

Abstract:
ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan set eksperimen Komponen Instrumen Terpadu (KIT) IPA untuk penggalian konsep-konsep dasar Fisika siswa melalui pembelajaran berbasis eksperimen. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMPN 2 Sekotong Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta guru-guru Fisika dan siswa-siswa kelas 8. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah direct instruction, cooperative learning dan diskusi. Adapun set eksperimen yang digunakan adalah KIT IPA untuk materi Mekanika, Panas dan Hidrostatistika, Optik, dan Listrik Magnet. Pada kegiatan ini peserta memperoleh pengetahuan tentang metode pembelajaran berbasis eksperimen dan keterampilan merakit serta memodifikasi KIT IPA yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran Sains. Dengan demikian, pembelajaran Sains akan menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan diharapkan meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Kata kunci: KIT; konsep fisika; eksperimen; ketrampilan; minat belajar. ABSTRACTThis community service activity is carried out to improve the ability to use the IPA Integrated Instrument Components (IIC) experimental set to explore the student basic concepts of physics through experiment-based learning. This activity was carried out at SMPN 2 Sekotong West Lombok Regency with participants from physics teachers and 8th-grade students. The method that used is direct instruction, cooperative learning and discussion. The experimental set used is the IPA IIC for the materials of Mechanics, Heat and Hydrostatic, Optics, and Magnetic Electricity. In this activity, participants gain knowledge about experimental based learning methods and skills of assembling and modifying science KITs that can be used to support science learning. Thus, science learning will be fun learning and it is expected to increase student interest and learning achievement. Keywords: IIC; physics concept; experiment; skills; learning interest.
Mega Elvianasti, Liszulfah Roza, Maesaroh Maesaroh, Husnin Nahry Yarza
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 417-420; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4379

Abstract:
ABSTRAKVirus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah jenis virus yang menyerang sistem pernapasan dan kekebalan tubuh manusia. Di Indonesia sendiri jumlah orang yang terinfeksi terus meningkat karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki gejala yang berbeda satu sama lain. Ada yang menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus Corona ini adalah jenis baru dari Coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil dan ibu menyusui serta lansia. Bahkan lansia menjadi kelompok orang yang paling beresiko tertular. Berdasarkan wawancara dengan beberapa lansia, mereka mereka belum memiliki pemahaman dan pengetahuan yang benar mengenai Covid-19, selain itu dalam penyampaian informasi kepada lansia tidak memungkinkan untuk dilakukan secara online. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang COVID-19 kepada masyarakat khususnya kepada lansia yang berada di RW 05 Kelurahan Jaticempaka Pondokgede Bekasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu 1) Sosialisasi kepada mitra 2) mendata jumlah lansia yang ada di Kelurahan Jaticempaka RW 05, 3) Menyiapkan media edukasi dengan menggunakan x banner, 4) Memberikan edukasi covid-19 dengan cara door to door untuk menghindari kerumunan , 5) Memberikan bantuan pangan kepada warga lansia dan warga yang terdampak covid-19. Hasil dari kegiatan para lansia dapat memahami apa itu virus Covid-19, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana menerapkan protokol kesehatan sehingga terhindar dari infeksi virus Covid-19. Kata Kunci: edukasi; lansia; covid-19. ABSTRACTCoronavirus or Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a type of virus that attacks the human respiratory and immune systems. In Indonesia, the number of infected people continues to increase due to the lack of public awareness to apply health protocols. People infected with Covid-19 have different symptoms from one another. Some cause minor problems in the respiratory system, severe lung infections, and death. This Corona virus is a new type of Coronavirus that is transmitted to humans. This virus can attack anyone, from infants, children, adults, pregnant and nursing mothers and the elderly. Even the elderly are the group of people most at risk of contracting it. Based on interviews with several elderly people, they do not have the correct understanding and knowledge about Covid-19, besides that it is not possible to convey information to the elderly people online. The purpose of this activity is to provide education about COVID-19 to the community, especially to the elderly who are in RW 05 Jaticempaka Pondokgede Bekasi Village. The steps taken in this service activity are 1) Outreach to partners 2) recording the number of elderly people in Jaticempaka Village RW 05, 3) Preparing educational media using x banners, 4) Providing covid-19 education by means of door to door to avoid crowds, 5) Providing food assistance to elderly residents and residents affected by Covid-19. The results of the activities of the elderly can understand what the Covid-19 virus is, how it spreads, and how to implement health protocols to avoid Covid-19 virus infection. Keywords: education; elderly people; covid-19
Wayan Resmini, Abdul Sakban, Ni Putu Ade Resmayani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 421-426; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4357

Abstract:
ABSTRAKPajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber pendapatan negara. Sedangkan pajak daerah adalah pajak negara yang diserahkan kepada daerah untuk dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan yang dipergunakan untuk pembiayaan daerah sebagai badan hukum public. Tindak lanjutnya, ditetapkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Peraturan Daerah ini diharapkan menjadi landasan hukum dalam pengenaan Pajak daerah.. Untuk itu perlu adanya sosialisasi tentang betapa pentingnya masyarakat memiliki kesadaran dalam melakukan kewajiban untuk membayar pajak bumi dan bangunan. Karena dalam kenyataannya masyarakat masih banyak yang belum menyadari hal tersebut. Sosialisasi ini mengambil lokasi di Kecamatan Mataram Timur, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini berada di dalam kota Mataram. Adapun tujuan pengabdian pada masyarakat ini, adalah sebagai berikut: Untuk memberikan pemahaman dan pendidikan tentang : tata cara pembayaran pajak bumi dan bangunan , cara mengajukan keberatan penetapan pajak bumi dan bangunan, cara pengembalian kelebihan pembayaran pajak bumi dan bangunan oleh wajib pajak. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah , diskusi dan Tanya jawab. Tata cara Pembayaran dan Penagihan Pajak adalah sebagai berikut: Pajak yang terhutang berdasarkan SPPT harus dilunasi selambat-lambatnya 5 (lima) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT oleh wajib pajak, Pada saat jatuh tempo pembayarannya tidak dibayar atau kurang dibayar, dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% setiap untuk jangka waktu paling lama 15 bulan sejak saat terhutangnya pajak. Tata cara mengajukan keberatan pajak yang ditentukan oleh walikota. Wajib pajak dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas sesuatu tentang: SPPT; SKPD;SKPDLB); dan SKPDN. Keberatan harus dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal surat. Cara pengembalian Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Atas kelebihan pembayaran pajak, Wajib pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. Kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak perlu ditingkatkan, hal ini harus diperhatikan dan dimaksimalkan oleh pemerintah daerah Kota Mataram dan instansi terkait, karena masih banyak masyarakat belum menyadari alangkah pentingnya peran dan fungsi pajak badi pembangunan daerah.Hasil pengamatan dan Tanya jawab pada saat pelaksanaan Pengabdian masyarakat Faktor kesadaran masyarakat yang masih rendah, informasi tentang batas akhir pembayaran pajak kurang jelas dari instansi yang terkait. Kesulitan lainnya adalah tempat pembayaran pajak juga menjadi kendala Karen jarak tempuh kurang lebih 3-4 km dari tempat tinggal. Biasanya masyarakat baru membayar pajak saat terjadinya jual beli terhadap obyek pajak. Kata Kunci: pajak; bumi, bangunan; perkotaan; pedesaan. ABSTRACTTaxes are the transfer of wealth from the people to the state treasury to finance routine expenses, and the surplus is used for public saving, which is a source of state income. Meanwhile, regional taxes are state taxes submitted to the regions to be collected based on statutory regulations used for regional financing as public legal entities. As a follow-up, the Mataram City Regional Regulation Number 15 of 2018 concerning Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) has been stipulated. This Regional Regulation is expected to become a legal basis in the imposition of regional taxes. For this reason, there is a need for socialization about how important it is for people to have awareness in carrying out their obligations to pay land and building taxes. Because in reality, there are still many people who are not aware of this. This socialization took place in the East Mataram District, Mataram City, West Nusa Tenggara. This location is in the city of Mataram. This community service's objectives are as follows: To provide understanding and education regarding procedures for paying land and building taxes, how to file objections to the determination of land and building tax, how to return overpayments of land, and to build tax by taxpayers. This activity's method is carried out using lecturing, discussion, and question and answer sessions. Procedures for Payment and Collection of Taxes are as follows: Tax payable based on the SPPT must be paid not later than 5 (five) months from the date of receipt of the SPPT by the taxpayer. At the due date, the payment is not paid or underpaid, shall be subject to administrative sanctions in the form of interest in the amount of 2% for a period of no later than 15 months from the time the tax became due. The Mayor determines the procedure for filing a tax objection. The taxpayer can file an objection to the Mayor or the appointed official regarding SPPT, SKPD, SKPDLB), and SKPDN. Objections must be made within a maximum period of 3 (three) months from the letter's date. To return the overpayment of Land and Building Tax Excess Payment upon tax overpayment, taxpayers can apply for a refund to the Mayor. Public awareness in paying taxes needs to be improved. This must be considered and maximized by the regional government of Mataram City and related agencies, because there are still many people who do not realize the importance of the role and function of taxes for regional development. The results of observations and discussions during the implementation of community service, this problem is caused by public awareness factors that are still low and lack of information about the deadline for tax payments from the relevant agencies. Another difficulty is where to pay taxes which is a constraint because the distance is approximately 3-4 km from the place of residence. Usually, people only pay taxes when the tax object is bought and sold. Keywords: tax; land; building;...
Alin Liana, Sulfaidah Sulfaidah, Maisya Zahra Al Banna
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 443-450; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4408

Abstract:
ABSTRAKPemasaran digital merupakan strategi promosi produk barang dan jasa dengan memanfaatkan media digital yang terintegrasi pada perangkat elektronik dan menggunakan koneksi jaringan internet. Terdapat 6% dosen STKIP Pembangunan Indonesia mengelola usaha mikro secara mandiri, yang bergerak dalam bidang kuliner, kosmetik, pakaian, pemanfaatan sagu, budidaya tanaman dan usaha pengolahan limbah plastik. Usaha mikro yang digeluti oleh dosen masih cenderung konvensional, dan belum memanfaatkan peluang digitalisasi dalam pemasaran produknya, sehingga perlu dilakukan pelatihan pemasaran digital untuk mengimbangi besarnya tantangan persaingan usaha saat ini. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama merupakan pemberian materi marketing digital yang terdiri atas (i) pemanfaatan website dan media sosial sebagai media promosi produk, (ii) penguasaan teknik dasar iklan, dan (iii) pemanfaatan video untuk iklan. Sedangkan tahap kedua merupakan praktek pemanfaatan web atau media sosial oleh peserta untuk mempromosikan produk yang dijual. Dari hasil pelatihan ini seluruh peserta dapat menerapkan pemasaran digital dalam mempromosikan produk yang dijual, dan terdapat satu orang peserta yang telah berhasil memanfaatkan video promosi untuk meningkatkan jumlah produk yang terjual. Kepuasan peserta terhadap pelatihan diukur menggunakan kuesioner, yang menunjukkan bahwa 88% peserta menyatakan puas terhadap pelatihan ini. Kata kunci: pemasaran digital; dosen; STKIP Pembangunan Indonesia. ABSTRACTDigital marketing is a strategy to promoting goods and services products by utilizing digital media integrated in electronic devices and using internet network connections. There are 6% lecturers of STKIP Pembangunan Indonesia managing micro businesses independently, engaged in culinary, cosmetics, clothing, sago, decorative plants and plastic waste treatment business. Micro businesses pursued by lecturers still tend to be conventional, and have not taken advantage of digitalization opportunities in the marketing of their products, so it is necessary to conduct digital marketing training to offset the magnitude of the challenges of business competition today. This activity is divided into two stages, the first stage is the provision of digital marketing materials consisting of (i) the utilization of websites and social media as a product promotional media, (ii) mastery of basic advertising techniques, and (iii) the utilization of video for advertising. While the second stage is the practice of using the web or social media by participants to promote the products sold. From the results of this training all participants can apply digital marketing in promoting their products, and there is one participant who has successfully utilized the promotional video to increase the number of products sold. Participants' satisfaction with the training was measured using a questionnaire, which showed that 88% of participants expressed satisfaction with the training. Keywords: digital marketing; lecturer; STKIP Pembangunan Indonesia.
Baiq Nurbaety, Cyntiya Rahmawati, Baiq Leny Nopitasari, Nurul Qiyaam, Alvi Kusuma Wardani, Anna Pradiningsih, Abdul Rahman Wahid
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 469-472; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4482

Abstract:
ABSTRAKNovel coronavirus (COVID-19) saat ini telah menjadi pandemi dan masalah kesehatan dunia sehingga diperlukan upaya pengendalian dan pencegahan COVID-19. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan masyarakat, melalui kesehatan tubuh perorangan. Informasi mengenai suplemen kesehatan sangat diperlukan agar masyarakat dapat memilih dan menggunakan suplemen secara bijak untuk menghadapi COVID-19. Edukasi terkait penggunanaan suplemen kesehatan bertujuan untuk memberikan informasi yang benar, objektif dan tidak menyesatkan untuk menghadapi COVID-19 sehingga masyarakat dapat lebih memahaminya. Metode yang dilakukakan dengan memberikan sebanyak 30 booklet dan suplemen kesehatan kepada warga masyarakat Singasari, Puyung, Lombok Tengah. Wawasan masyarakat tentang penggunaan suplemen kesehatan meningkat setelah pemberian edukasi yang ditandai dengan masyarakat mampu mengulang kembali informasi yang sudah diberikan. Masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara penggunaan suplemen yang tepat sehingga tidak salah dalam mengkonsumsi produk suplemen yang beredar dipasaran. Kata kunci: covid-19; booklet; suplemen ABSTRACTThe novel coronavirus (COVID-19) has now become a pandemic and a world health problem, so efforts to control and prevent COVID-19 are needed. One of the preventive efforts that can be done is to increase community resilience through the health of the individual body. Information about health supplements is needed so that people can choose and use supplements wisely to deal with COVID-19.Education related to the use of health supplements aims to provide correct, objective and not misleading information to deal with COVID-19 so that the public can better understand it. The method is carried out by providing as many as 30 booklets and health supplements to residents of the Singasari community, Puyung, Central Lombok. Public awareness about the use of health supplements increased after the provision of education, which was marked by the community being able to repeat the information that had been given. The public can find out how to use the right supplement so that there is no mistake in consuming supplement products on the market. Keywords: covid-19; booklet; supplement
Riana Riana, Malik Ibrahim
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 347-352; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4475

Abstract:
ABSTRAKKeadaan latar belakang ekonomi para wali santri rata-rata menengah kebawah sehingga tidak semua santri mampu membayar iuran bulanan yang dibebankan oleh pengurus yayasan. Apalagi pada saat pandemi seperti sekarang, banyak wali santri yang tidak ada pekerjaan sama sekali. Sehingga, pengurus Yayasan Daarul Hufadz Al-Amiin tidak bisa lagi memberikan tunjangan kepada para guru. Berdasarkan kondisi tersebut, kami ingin memberikan pelatihan budidaya cacing tanah kepada pengurus Yayasan Daarul Hufadz Al-Amiin, agar lembaga tahfizdul qur’an ini menjadi lembaga yang mandiri dari segi ekonomi. Di sisi lain, lokasi Yayasan Daarul Hufadz Al-Amiin ini berada tidak jauh dari pasar tradisional kecamatan pringgarata, sehingga banyak limbah sayuran yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk budidaya cacing tanah. Selain itu, kotoran ayam petelur dari pengusaha ayam petelur di sekitar Yayasan Daarul Hufadz Al-Amiin bisa digunakan sebagai bahan pakan cacing tanah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan mulai dari kegiatan pelatihan yang diisi dengan pemberian materi dan praktek, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Adapun peserta pelatihan yaitu semua pengurus Yayasan Daarul Hufadz Al-Amin dan para guru, para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan karena bagi mereka pelatihan budidaya cacing tanah ini adalah hal yang baru. Adapun beberapa materi pelatihan yaitu mulai dari pembuatan media, pemberian pakan, perawatan, hingga tehnik memanen. Pelatihan ini diakhiri dengan kegiatan pemberian bibit cacing tanah lumbrecus rubelus dari pihak pelaksana PKM kepada pengurus yayasan Daarul Hufadz Al-Amin sebagai modal awal untuk memulai usaha budidaya cacing tanah. Berdasarkan data hasil kegiatan PKM yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbudidaya cacing tanah sudah dilakukan dan pihak mitra mampu melaksanakan kegiatan tersebut meliputi persiapan media, pembuatan pakan, perawatan. Selain itu, hampir semua pengurus dari pihak mitra menyatakan bahwa pelatihan budidaya cacing tanah ini bermanfaat. Kata kunci: budidaya; cacing tanah; pandemic covid-19; usaha alternatif. ABSTRACTThe state of the economic background of the guardians of the students is on average lower middle so that not all students can afford to pay monthly dues charged by the board of the foundation. No longer at a pandemic time like now, many parents have no job at all. Thus, the board of Daarul Hufadz Al-Amiin Foundation can no longer provide benefits to teachers. therefore, we want to provide training on the cultivation of earthworms to the board of Daarul Hufadz Al-Amiin Foundation, so that this qur'an tahfizdul institution becomes an independent institution in terms of economy. On the other hand, the location of Daarul Hufadz Al-Amiin Foundation is located not far from the traditional market of pringgarata subdistrict, so that a lot of vegetable waste can be used as an ingredient for the cultivation of earthworms. In addition, laying chicken manure from laying hen entrepreneurs around the Daarul Hufadz Al-Amiin Foundation can be used as feed material for earthworms. This devotional activity is carried out starting from training activities filled with materials and practices, mentoring, monitoring and evaluation. The participants of the training are all administrators of Daarul Hufadz Al-Amin Foundation and teachers, the participants are very enthusiastic in participating in the training because for them this earthworm cultivation training is a new thing. The training materials are ranging from media making, feeding, care, to harvesting techniques. This training ended with the activity of giving earthworm seeds lumbrecus rubelus from the implementing party of PKM to the board of the foundation Daarul Hufadz Al-Amin as the initial capital to start a business of earthworm cultivation. Based on the data of pkm activities that have been done can be concluded that the skills of earthworm cultivation has been done and the partners are able to carry out such activities including media preparation, feed making, maintenance. In addition, almost all administrators from the partner side stated that this earthworm cultivation training is useful. Keywords: cultivation; earthworms; pandemic covid-19; alternative business.
Riza Ibnu Adam, Apriade Voutama, Cindi Ramayanti,
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 412-416; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4429

Abstract:
ABSTRAKHaibageur.com merupakan sebuah aplikasi digital yang bergerak dibidang sosial. Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui toko klontong di sekitarnya. Akan tetapi banyak toko klontong yang memanipulasi beras bantuan yang ditetapkan, sehingga kualitas beras bantuan menjadi menurun. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meminimalisir manipulasi beras tersebut. Maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya yang memiliki usaha. Teknologi pengolahan citra adalah salah satu upayanya. Adapun tahapan dalam menerapkan teknologi tersebut adalah sosialisasi, pendampingan dan diskusi. Maka metode pelaksanaan yang sesuai dengan cara pelatihan dan pendampingan secara berkala. Seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan secara daring. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa alat identifikasi jenis beras yang dapat diterapkan di Haibageur.com sebagai mitra utama. Kata kunci: identifikasi beras; pengolahan citra; pengabdian daring; manipulasi bantuan sosial. ABSTRACTHaibageur.com is a digital application engaged in the social field. This application aims to provide assistance to the people affected by Covid-19 through the surrounding groups. However, many clontong shops manipulate the rice assistance set, so the quality of rice help has decreased. Therefore, there needs to be an effort to minimize the manipulation of rice. Then the purpose of this service activity is to provide education to the community, especially those who have a business. Citra processing technology is one of its efforts. The stages in implementing these technologies are socialization, assistance and discussion. Then the method of implementation is in accordance with the way of training and mentoring regularly. All the stages of implementing this service activity carried out online. The final result of this activity is a type of rice identification tool that can be applied in Haibageur.com as the main partner. Keywords: rice identification; image processing; devotion online; manipulation of social assistance.
Siti Mardiyah Wd, Catur Esty Pamungkas, Cahaya Indah Lestari, Indriyani Makmun, Desi Rofita, Baiq Masdariah, Evi Diliana, Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 464-468; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4427

Abstract:
ABSTRAKPandemi Covid-19 membuat masyarakat lebih banyak mengakses informasi melalui media gadget dari pada ke pelayanan kesehatan, karena selain ketakutan akan terpaparnya covid-19 juga masyarakat dihimbau untuk membatasi mobilisasi termasuk ke layanan kesehatan. Informasi yang salah mengenai bagaimana menjaga kesehatan reproduksi sangat membahayakan masyarakat. Termasuk diataranya adalah mitor-mitos yang berkembangan mengenai kesehatan reproduksi. Tujuan utama memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada perempuan termasuk kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi perempuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya yang pada akhirnya dapat membawa pada peningkatan kualitas kehidupannya. Pendidikan kesehatan yang diberikan pada 10 orangtua di desa Telagawaru menunjukkan hasil yang signifikan yakni 90% Ibu sudah mengetahui bagaimana pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan cara merawat yang benar. Kata kunci: kesehatan reproduksi; pandemi; covid-19 ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has made people more access to information through gadget media rather than health services, because in addition to the fear of exposure to Covid-19, people are also urged to limit mobilization including to health services. Misinformation about how to maintain reproductive health is very dangerous for society. Included among them are myths about reproductive health. Main Objectives To provide comprehensive reproductive health services to women, including sexual life and women's reproductive rights, so as to increase women's independence in managing their reproductive functions and processes, which in turn can lead to an increase in the quality of their lives. The health education provided to 10 parents in Telagawaru village showed significant results, namely 90% of mothers already knew how important it was to maintain reproductive health and how to properly care for it. Keywords: reproductive health; pandemi; covid-19
Lalu Hendra Maniza, Sudarta Sudarta, Nur' Aini
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 492-495; doi:10.31764/jpmb.v4i2.4231

Abstract:
ABSTRAK Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu anggota UKM yang ada di desa jatisela kecamatan gunungsari dalam memasarkan produk nya secara online dan offline, memiliki kemampuan berinovasi dengan bahan baku yang ada di lingkungan sendiri, Bisa menjadi sumber mata pencaharian sehingga dapat membantu kebutuhan rumah tangga di masa sulit saat ini seperti pandemi.pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan,pelatihan dan evaluasi hasil yang telah dicapai,dimana mitra yang kami undang adalah yang ingin menambah pengahasilan dan yg memiliki usaha namun tak berkembang, edukasi yang diberikan dengan sosialisasi peragaan pembuatan langsung dengan 13 orang mitra dengan di ketuai oleh salah seorang anggota UKM.tiga metode yang telah tim pengabdian lakukan diantaranya mengevaluasi hasil dari mitra sejauh mana perkembangan usaha pelatihan yang diberikan pihak pengabdian dalam memasarkan usaha abon dan kemampuan dalam pembuatan abon dengan protocol kesehatan di masa covid seperti sekarang ini. Kata kunci: pembuatan abon; membantu ekonomi keluarga; dimasa pandemi ABSTRACTThe purpose of this community service is to help UKM members in the village of Jatisela, Gunungsari sub-district in marketing their products online and offline, have the ability to innovate with raw materials in their own environment, can be a source of livelihood so they can help household needs in Today's difficult times are like a pandemic. This service is carried out by means of counseling, training and evaluation of the results that have been achieved, where the partners we invite are those who want to increase their income and who have businesses but are not developing, education is provided with the socialization of direct manufacturing demonstrations with 13 a partner chaired by a member of the UKM. The three methods that the service team have done include evaluating the results of partners, the extent to which the development of the training efforts provided by the service party in marketing shredded businesses and the ability to make shredded shredded with health protocols during the Covid period such as rti now. Keywords: shredded making; help the family economy; during the pandemic
Iqbal Erdiansyah, Eliyatiningsih Eliyatiningsih, Dwi Nurahmanto, Vega Kartika Sari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 264-267; doi:10.31764/jpmb.v4i1.2869

Abstract:
ABSTRAKKecamatan Silo merupakan penghasil jahe terbesar di Kabupaten Jember pada Tahun 2017. Anggota Gapoktan di Desa Pace pernah sukses memproduksi kunyit hingga 10 ton. Cabe jawa telah dibudidayakan seluas 10 ha. Temulawak dan kencur juga dibudidayakan pada luasan yang lebih rendah. Hal tersebut menunjukkan Desa Pace berpotensi untuk dikembangkan sebagai sentra herbal di Kabupaten Jember. Di Desa Pace terdapat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Maju yang beranggotan 9 kelompok tani dan satu kelompok wanita tani yang hingga kini aktif mendukung berkembangnya pertanian setempat melalui budidaya kopi dan berbagai komoditi herbal. Permasalahan dalam pengembangan dan produksi herbal di Desa Pace antara lain masih terbatasnya petani yang membudidayakan herbal sesuai GAP, sehingga tanaman herbal masih sebagai komoditi sampingan. Kegiatan diawali dari survei lahan dan pembangunan Rumah Pembibitan, dilanjutkan sosialisasi dan pendampingan budidaya aneka herbal sesuai GAP, yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi agar produk yang dihasilkan terstandar. Peserta berjumlah 25 orang perwakilan dari tiap kelompok tani dan mendapatkan buku saku berisi SOP budidaya herbal, 2 paket polibag, dan bibit aneka tanaman herbal. Hasil kegiatan ini ialah anggota gapoktan memahami cara membudidayakan aneka tanaman herbal sesuai GAP dan dari hasil evaluasi 80% anggota gapoktan telah mempraktekkan di pekarangan rumah masing-masing. Kata kunci: pembibitan; tanaman herbal; desa pace; sentra herbal. ABSTRACTSilo District is the largest ginger producer in Jember Regency on 2017. The Gapoktan members in Pace had successfully produced up to 10 tons of turmeric. Chilies have been cultivated at 10 hectare. Temulawak and kencur are also cultivated at a lower area. This shows that Pace Village has the potential to be developed as an herbal center in Jember Regency. In Pace Village, there is the Association of Farmer Groups (Gapoktan) Suka Maju that has been actively supporting the development of local agriculture through the cultivation of coffee and various herbal commodities. Problems in the development and production of herbs in Pace Village include the limited number of farmers who cultivate herbs and comply with GAP, so that herbal plants are still a side commodity. The activity begins with a land survey and the construction of a nursery, continued with socialization and assistance for herbal cultivation according to GAP, which aims to increase the quantity and quality of production so that the products produced are standardized. Participants from each farmer group received a pocket book containing SOP for herbal cultivation, 2 polybag packages, and seeds of various herbal plants. The results of this activity is that Gapoktan members understand how to cultivate various herbal plants according to GAP and from the evaluation results of 80% Gapoktan members have practiced them in their respective yards. Keywords: nurseries; herbal plants; pace village; herbal center.
, Mochammad Edoward Ramadhan, Sujito Sujito
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 542-545; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3330

Abstract:
ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra pengabdian yaitu kelompok usaha kecil rumahan “Poklahsar Mandiri” yang bergerak di bidang produksi kerupuk cumi. Kelompok usaha ini terletak di Desa Karangsari, Sempu, Banyuwangi. Metode pelaksaan pengabdian ini berupa studi wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan berupa diskusi kecil tentang permasalahan kelompok mitra. Permasalahan utama yang dialami oleh mitra ini adalah kemasan plastik yang belum ada labelnya (polos). Kelompok usaha ini menginginkan adanya transfer teknologi yang berupa pembuatan alat sablon kemasan plastik untuk krupuk cumi. Selanjutnya, tim pengabdian melakukan observasi lapang untuk melihat kondisi nyata kelompok usaha ini. Alat sablon kemasan plastik berlabel diharapkan dapat menghasilkan kemasan plastik yang mempunyai daya tarik pembeli. Selain itu, sebagai akibat penjualan meningkat, kesejahteraan kelompok usaha kecil ini dapat terwujud. Sebagai informasi bahwa jumlah produksi kerupuk cumi dari kelompok usaha ini rata-rata per tahunnya 850 kg per tahunnya (harga per kg 40.000). Dengan adanya alat sablon diharapkan ongkos produksi dapat diminimalkan serta penjualan kerupuk cumi meningkat dikarenakan kemasan yang menarik. Hal tersebut diindikasikan peningkatan penjualan kerupuk cumi yang semula 850 kg menjadi 1000 kg per tahunnya. Kata kunci: alat sablon; kemasan plastik; kerupuk cumi; poklahsar mandiri. ABSTRACTThe community service program aims to solve the problems faced by community service partners, namely the small home business group "Poklahsar Mandiri" which is engaged in the production of squid crackers. This business group was located in Karangsari Village, Sempu, Banyuwangi. The method of implementing this service is in the form of interview and observation studies. Interviews were conducted in the form of small discussions about the problems of the partner group. The main problem experienced by these partners is plastic packaging that has no label (plain). This business group wants a technology transfer in the form of making screen printing plastic packaging tools for squid crackers. Furthermore, the community service team conducted field observations to see the real condition of this business group. This labeled plastic packaging screen printing tool is expected to produce plastic packaging that has a buyer appeal. In addition, as a result of increased sales, the welfare of this small business group can be realized. For information, the amount of squid cracker production from this business group averages 850 kg per year (price per kg 40,000). With the screen printing equipment, it is hoped that production costs can be minimized and sales of squid crackers will increase due to the attractive packaging. This is indicated by an increase in sales of squid crackers from 850 kg to 1000 kg per year. Keywords: screen printing equipment; plastic packaging; squid crackers; poklahsar mandiri.
Cahaya Indah Lestari, Catur Esty Pamungkas, Siti Mardiyah Wd, Baiq Masdariah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 370-373; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3221

Abstract:
ABSTRAKSecara global dilaporkan 51.857 kasus konfimasi di 25 negara dengan 1.669 kematian (CFR 3,2%). Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai tanggal (30/6/2020) sebanyak 1.245 orang, dengan perincian 825 orang sudah sembuh, 65 meninggal dunia, serta 355 orang masih positif dan dalam keadaan baik. Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Mataram sebanyak 531 orang, dengan perincian 189 sedang dirawat, 310 orang sudah sembuh, 32 meninggal dunia. Tujuan pengabdian ini untuk mencegah penyebaran coronavirus (COV) di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule Kegiatan penyuluhan ini menggunakan video cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Kemenkes dimana peserta pengabdian yang hadir berjumlah 20 orang. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama yakni pembagian kuesioner dan pemaparan, tahap kedua yakni Praktek Cuci Tagan Pakai Sabun dan tahap ketiga yakni tanya jawab serta pembagian kuesioner post test. Kegiatan pengabdian ini disambut sangat antusias, ibu melontarkan beberapa pertanyaan terkait Cuci Tangai Pakai Sabun dan pembuatan cairan disinfektan Sebagian besar ibu paham dengan penyuluhan yang diberikan. Penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan kategori pengetahuan baik sebesar 90 % (18 0rang) tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk pencegahan coronavirus .Kata kunci: Penyuluhan; Cuci Tangan Pakai Sabun; Pencegahan Coronavirus. ABSTRACTGlobally, 51,857 confirmed cases were reported in 25 countries with 1,669 deaths (CFR 3.2%). The number of Covid-19 positive patients in NTB Province as of (6/30/2020) was 1,245 people, with details of 825 people recovered, 65 dead, and 355 people still positive and in good condition. While the number of positive patients Covid-19 in the city of Mataram was 531 people, with the details of 189 being treated, 310 people were cured, 32 died. The purpose of this service is to prevent the spread of coronavirus (COV) in the working area of Karang Pule Health Center. This counseling activity uses a video on how to wash hands with soap (CPTS) from the Ministry of Health where there are 20 community service attendees. This activity is carried out in three stages. The first stage is the distribution of questionnaires and exposure, the second stage is the Practice of Washing with Soap and the third stage is the question and answer session and the distribution of post test questionnaires. This service was welcomed with great enthusiasm, the mother asked a number of questions related to washing Tangai with soap Most of the mothers understood the counseling given. This counseling can increase the knowledge of mothers with good knowledge categories by 90% (18 people) about Handwashing with Soap (CTPS) for the prevention of coronavirus. Keywords: Counseling; hand washing behavior with soap; Coronavirus Prevention.
Baiq Rani Dewi Wulandani, Wiwin Anggraini
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 386-390; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3062

Abstract:
ABSTRAKDampak dari pandemi covid-19 telah mengganggu berbagai aspek kehidupan mulai kesehatan,sosial,ekonomi dan beragam lain sebaginya, di sebagian besar belahan dunia khususnya di Indonesi. Salah satu persoalan utamanya adalah berkenaan ketahanan pangan yang saat ini menjadi sangat ramai dalam perbincangan public sebagai konsekuensi dari pandemic covid-19 yang semakin meluas khususnya di Negara Indonesia. Pangan adalah suatu tonggak utama bagi kebutuhan masyarakat Indonesia, maka dari itu pentingnya perhatian khusus dari banyak pihak dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan tentang bagaimana untuk mengantisipasi ketahanan pangan di masa pandemic covid-19. food estate merupakan salah satu strategi yang kompatibel untuk diaplikasikan dalam situasi pandemi, di mana wabah penyakit merupakan bentuk ancaman non konvensional bagi ketahanan nasional. Ketahanan pangan Indonesia menjadi salah satu isu geopolitik domestik yang mengemuka, di mana pengelolaannya masih jauh dari kata memuaskan. Kata kunci: ketahanan pangan, food estate ABSTRACTThe impact of the Covid-19 pandemic has disrupted various aspects of life from health, social, economy, and various others, in most parts of the world, especially in Indonesia. One of the main problems is with regard to food security which is currently very busy in public discussion as a consequence of the COVID-19 pandemic which is increasingly widespread, especially in Indonesia. Food is a pillar primary for the needs of the Indonesian people, therefore the importance of special attention from many parties in an effort to meet the needs of the community and on how to anticipate food security during the Covid-19 pandemic. Food estate is a strategy that is compatible to be applied in a pandemic situation, where disease outbreaks are a form of non-conventional threat to national security. Indonesian food security is one of the emerging domestic geopolitical issues, where its management is still far from satisfactory. Keywords: food security, food estate
Ririn Febriyanti, Oemi Noer Qomariyah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 451-454; doi:10.31764/jpmb.v4i1.2858

Abstract:
ABSTRAKBisnis makanan terutama aneka bumbu dapur sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu banyak dari masyarakat baik di pedesaan atau di perkotaan yang bekerja sampai malam sehingga tidak sempat untuk memasak di rumah. Selain faktor tersebut, bumbu dapur juga memiliki banyak peminat dari segala macam usia dan berbagai macam kalangan. Dari faktor- faktor tersebut, harus ada inovasi yang diberikan agar ulahan aneka bumbu dapur dapat bersaing selain mempunyai rasa yang lebih enak, “Labelling” yang menarik, harga yang ekonomis, dan terdapat berbagai level tingkat pedasnya, serta aneka produk olahan yang sangat “yummy” .Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk membantu mengembangkan pemasaran baik dari segi manajemen dan sarana,prasarana mitra usaha “Arthur”. Adapun permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian masyarakat ini diantaranya adalah (1) belum diberikan kemasan yang baik pada produk kue basah yang dipasarkan dan (2) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya dan yang (3) belum maksimalnya produksi yang dihasilkan. Metode pelaksanaan pengabdian yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah pada tahapan: membantu dengan memberikan bantuan berupa alat untuk untuk meningkatkan hasil produksi aneka bumbu dapur; mengganti kemasan dengan yang lebih bagus, serta membantu membuatkan label yang menarik pada kemasan dengan mengganti label yang lama. Hasil pada tahap ini adalah semakin bertambahnya jumlah pembeli / customer dari mitra kami yakni Home Industri produk sambal Di Desa KedungRawan Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo dikarenakan labelling dan kemasan yang lebih bagus. Kata kunci: diversifikasi; produk olahan berbahan sambal. ABSTRACTThe food business, especially various ingredients, is very promising. This is due to several factors, including many of the community, both in rural and urban areas, who work late at night so they don't have time to cook at home. Apart from these factors, spices also have many enthusiasts of all ages and various groups. From these factors, there must be an innovation given so that various cooking ingredients can compete in addition to having a better taste, attractive labeling, economical prices, and various levels of spiciness, as well as various processed products that are very “yummy ". The problems faced by this community service partner include (1) not yet given proper packaging for the wet cake products being marketed and (2) not yet given labeling to introduce the product and (3) the resulting production has not been maximized. The stages of the implementation of the service that have been carried out to date are at the following stages: assisting by providing assistance in the form of tools to increase the production of various cooking spices; replace the packaging with a better one, and help make an attractive label on the package by replacing the old label. The expected results at this stage are the increasing number of buyers / customers from our partners, namely the Home Industry of chili products in KedungRawan Village, Krembung District, Sidoarjo Regency. Key words: diversification; sambal processed products.
Nina Setiyawati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 696-699; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3376

Abstract:
ABSTRAKIndustri Kecil Menengah atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Salatiga sebanyak 1.969 unit usaha dan menyerap 14.647 orang tenaga kerja. Akan tetapi terdapat beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan pada UMKM di Kota Salatiga adalah metode promosi, efisiensi serta efektifitas proses bisnis penjualan serta distribusi. Oleh karena itu pada kegiatan Pengabdian Kepada Mayarakat (PKM) dilakukan pembangunan marketplace dengan mitra Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DinkopUKM) Kota Salatiga untuk memberdayakan para pelaku UMKM di Kota Salatiga. Selain itu pada PKM ini juga dilakukan pelatihan kepada para pelaku UMKM se-kota Salatiga terkait penggunaan marketplace yang dibangun. Dari evaluasi kegiatan yang dilakukan dengan metode observasi didapatkan bahwa kemauan para peserta untuk mempelajari dan beradaptasi menggunakan marketplace cukup besar meskipun kebanyakan dari para pelaku UMKM tersebut kurang dalam penguasaan teknologi informasi. Kata kunci: marketplace; UMKM; promosi. ABSTRACTSmall and Medium Industries or Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga City totaling 1,969 business units and absorbing 14,647 workers. However, there are several things that still need to be improved at MSMEs in Salatiga, namely promotion methods, efficiency and effectiveness of the sales and distribution business processes. Therefore, in the Community Service activity, a marketplace was built with partners from Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Salatiga (DinkopUKM) to empower MSME subjects in the City of Salatiga. Besides that, this community service also conducted training for MSME subjects throughout the city of Salatiga regarding the use of the marketplace that was built. From the evaluation of activities carried out by the observational method, it was found that the participants' willingness to learn and adapt to using the marketplace was quite large, even though most of the MSME actors were less mastery of information technology. Keywords: marketplace; MSMEs; promotion.
Anna Pradiningsih, Baiq Leny Nopitasari, Alvi Kusuma Wardani, Baiq Nurbaety, Abdul Rahman Wahid
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 533-536; doi:10.31764/jpmb.v4i1.2946

Abstract:
ABSTRAKKeterbatasan APD (Alat Pelindung Diri) semakin memprihatinkan, sehingga perlunya pemasokan APD pada fasilitas kesehatan guna untuk mencegah pemaparan peyebaran covid-19 pada tenaga kesehatan. Dengan adanya kelangkaan alat pelindung diri, alternatif lain dalam perlindungan diri minimal untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini adalah dengan menggunakan Face shield. Tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang secara langsung memberikan pelayanan masyarakat memiliki resiko tinggi terkena penyebaran covid-19. Oleh karena itu, perlunya melakukan kegiatan dalam membantu penyediaan APD di fasilitas kesahatan salah satu nya adalah Face shield. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk membantu tenaga kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19. Pada pengabdian masyarakat ini pembagian face shield dilakukan pada sejumlah puskesmas dan klinik antara lain Puskesmas Labuapi, Puskesmas Banyumulek, Puskesmas Perampuan dan Klinik An Nur. Metode pelaksanaan dilakukan secara langsung dengan jumlah total 50 buah face shield. Kata kunci: face shield; pencegahan covid-19; Universitas Muhammadiyah Mataram ABSTRACTThe limitation of PPE (Personal Protective Equipment) is increasingly alarming, so the need for PPE supply in health facilities in order to prevent exposure to covid-19 distribution to health workers. Due to the scarcity of personal protective equipment, another alternative to minimal self-protection to prevent the spread of Covid-19 is to use a Face Shield. Health workers in health facilities that directly provide community services have a high risk of contracting co-19. Therefore, the need to carry out activities to help provide PPE in health facilities, one of which is Face Shield. The purpose of this community service is to help health workers in preventing the spread of covid-19. In this community service, the division of face shields was carried out in a number of puskesmas and clinics including Labuapi Puskesmas, Banyumulek Puskesmas, Perampu Puskesmas and An Nur Clinic. The method of implementation is carried out directly with a total of 50 face shields. Keywords: face shield; Covid-19 prevention; University of Muhammadiyah Mataram
Hadi Pajarianto, Imran Ukkas, Imam Pribadi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 442-450; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3230

Abstract:
ABSTRAKPandemi Covid-19 tidak hanya berdampak kepada sektor ekonomi, tetapi juga berimplikasi pada pola pembatasan sosial yang menghambat Pengembangan Kewirausahaan di kampus. PPK adalah program pengembangan kewirausahaan yang telah berjalan sejak tahun 2019 dan berlanjut tahun 2020. Metode pelaksanaan PPK menggunakan pendekatan SLA (The Sustainable Livelihood Approach), yang diperkuat dengan metode PALS (Parcipatory Action Learning) yang menitikberatkan pada transformasi kegiatan untuk penguatan jiwa enterpreneurship mahasiswa. Siklus kegiatannya ada tiga; pertama, Socio-Technopreneurship Awaraeness Campaign agar Socio-Technopreneur menjadi gerakan bersama di lingkungan perguruan tinggi. Kedua, Capasity Building agar tenant, memiliki pemahaman dan skill dalam berwirausaha; dan ketiga, Institutionalization sebagai upaya pelembagaan kegiatan kewirausahaan di kampus sebagai upaya menciptakan jaringan dengan memanfaatkan keunggulan lembaga mitra. Kegiatan pembinaan dilakukan secara terintegrasi yang meliputi pelatihan kewirausahaan, pendampingnan penyusunan business plan, pembuatan brand produk, manajemen pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, magang, dan konsultasi bisnis. Program kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Palopo telah menghasilkan 12 wirausahawan mandiri yang berbasis teknologi, yakni: Bua hydrofarm, sarang palacci, edureptil, kribou, edubookstore, boklet muslimah, rumah kue Palopo, Mbafood, Sambal Sabu, aplikasi gandeng, artMu, dan Madu Trigona Bua. Kata kunci: pengembangan; kewirausahaan; mahasiswa; alumni ABSTRACTThe Covid-19 pandemic not only affected the economic sector, but also had implications for the pattern of social restrictions which limited entrepreneurship development on campus. PPK is an entrepreneurial development program that has been running since 2019 and continues in 2020. The PpK implementation method uses SLA (The Sustainable Livelihood Approach), which is reinforced by PALS (Parcipatory Action Learning) method which focuses on transforming activities to strengthen the Entrepreneurship in student’s mind. There are three cycles of activity; first, the Socio-Technopreneurship Awaraeness Campaign in order for Socio-Technopreneur to become a joint movement in the college environment. Second, Capacity Building, Thus the tenants, have understanding and skill in entrepreneurship; and third, Institutionalization as an effort to institutionalize entrepreneurial activities on campus in order to create a network by utilizing the excellence of partner institutions. Training activities are carried out in an integrated way which includes entrepreneurial training, business plan preparation assistance, product branding, marketing management, technology-based financial management, internships, and business consulting. Entrepreneurial program of Universitas Muhammadiyah Palopo has produced 12 self-employed of entrepreneurs based on technology, which are named: Bua hydrofarm, sarang palacci, edureptil, kribou, edubookstore, boklet muslimah, rumah kue Palopo, Mbafood, Sambal Sabu, gandeng application, artMu, and Madu Trigona Bua. Keywords: development; entrepreneurship; college students; alumny
Riana Rachmawati Dewi, Siti Wulandari, Arief Abdul Azis
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 479-485; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3261

Abstract:
ABSTRAKDesa wisata merupakan kelompok masyarakat yang mampu berinteraktsi dan bekerjasama dalam pemberdayaan potensi yang ada. Penggunaaan dan pemanfaatan lahan sebagai lokasi desa wisata di wilayah Kec. Baki, Kab. Sukoharjo selalu dikembangkan. Tujuan dalam kegatan ini adalah membantu mengembangkan potensi wisata yang ada. Mitra adalah kelompok masyarakat Masdulkabi dan karang taruna di Desa Menuran Kecamatan Baki sebanyak 40 orang. Tim Himpunan Mahasiswa UNIBA Surakarta melakukan riset dan melihat adanya potensi wisata di sebuah Desa Menuran dengan Sungai sebagai kunci utama. Masalah yang dihadapi masih kurangnya pelatihan pemanfaatan teknologi, perbaikan sarana dan prasarana di sekitar lokasi. Metode yang dilakukan adalah pendekatan dan pengarahan kepada kelompok masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam bentuk sarana sanitasi kesehatan dan pengadaan perahu wisata. Hasil dari program ini adalah Desa wisata sungai di Menuran yang masyarakatnya semakin kreatif dan pengelolaan potensi sungai tersebut sebagai wisata edukasi kepada masyarakat untuk memelihara dan menjaga sungai. Kata kunci : potensi; lokal; sungai. ABSTRACTA tourist village is a community group capable of interacting and collaborating in empowering existing potentials. Used of land as a tourist village location in the district. Baki, Kab. Sukoharjo is always being developed. The purpose of this activity is to help develop the existing tourism potential. Partners are the Masdulkabi community group and youth organizations in Menuran Village, Baki District, totaling 40 people. The UNIBA Surakarta Student Association team conducted research and saw the potential for tourism in a Menuran Village with rivers as the main key. The problem faced is still a lack of training in the use of technology, repair of facilities and infrastructure around the location. The method used is an approach and direction to community groups through socialization and training as well as repair of facilities and infrastructure in the form of health sanitation facilities and procurement of tourist boats. The result of this program is a river tourism village in Menuran whose people are getting more creative and managing the river's potential as an educational tour for the community to maintain and protect the river. Keywords : potential; local; river
Nurul Qomariyah, Rahadi Wirawan, Suhayat Minardi, Siti Alaa', I Gusti Ngurah Yudi Handayana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 486-490; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3225

Abstract:
ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendalaman konsep dasar fisika melalui metode praktikum atau eksperimen menggunakan alat peraga serta pengenalan mikrokontroler untuk pembuatan alat peraga sederhana. Tempat pelaksanaan pengabdian di Ponpes Darul Aminin NW Aikmual Lombok Tengah. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan yang pertama pemberian materi mengenai pendalaman konsep-konsep dasar fisika dan materi pengenalan mikrokonroler sebagai komponen alat peraga, tahapan kedua Tim PKM mendemonstrasikan penggunaan alat peraga pada materi gerak Jatuh (GJB), bandul matematis, kinematika, dan konsep konversi energi, tahapan terakhir yaitu tim PKM memberikan kesempatan peserta untuk mencoba langsung menggunakan alat peraga yang disediakan. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika pada siswa melalui metode eksperimen. Dengan metode ini siswa juga lebih aktif dan dapat melihat langsung fenomena fisika yang terjadi melalui pengamatan. Keterbatasan alat peraga di sekolah dapat disiasati dengan pembuatan set eksperimen berbasis mikrokontroler yang penggunaanya sangat mudah dan luas. Pembelajaran menggunakan metode eksperimen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kata kunci: alat peraga; metode eksperimen; mikrokontroler. ABSTRACTThis service activity aims to understand the basic concepts of physics through practicum or experimental methods using props and microcontroller introduction training for making simple props. Implementation of community service at Darul Aminin Islamic Boarding School, NW Aikmual, Central Lombok. This activity is divided into several stages. The first is providing material regarding the deepening of physics concepts and material for the introduction of microcontrollers as props components, the second stage of the PKM Team which uses props on Fall motion material (GJB), mathematical pendulum, kinematics, and concepts conversion of energy inthe last stage, the PKM team, allowed participants to try directly using the tools provided. This activity provides benefits in improving students' understanding of physics concepts through the experimental method. With this method, students are also more active and can see first hand the physical phenomena that occur through observation. The limitations of teaching aids in schools can be overcome by making microcontroller-based experimental sets that are very easy and widely used. Learning using the experimental method is expected to improve the quality of learning in schools. Keywords: props; experimental method; mikrokontroler.
Juhari Juhari, Rossi Maunofa Widayat, Mujiyana Mujiyana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 491-495; doi:10.31764/jpmb.v4i1.2808

Abstract:
ABSTRAKPermasalahan dari mitra pengabdi kami adalah usaha mengembangkan skala ekonomi dengan industri kerajinan anyaman palitan di Dusun Nglengkong, Desa Giripurwo, Kabupaten Kulonprogo, yang masih mengalami berbagai kendala. Diantaranya, banyak penduduk Dusun Nglengkong yang bekerja di Industri kerajianan namun belum memiliki organisasi (lembaga) bagi buruh kerajinan. Kemudian alat dan cara pembuatannya masih kerajinan manual dan tradisional. Pemasaran masih melalui pengumpul/koordinator, sehingga daya tawar rendah. Dari permasalahan mitra tersebut UMY melalui program pengabdian kepada masyarakat, disinergikan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat pengrajin serta meningkatkan kualitas dan standar produk dengan menambah jenis produk kerajiannnya. Metode yang dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan sepuluh orang mahasiswa KKN dan tiga orang tim pengabdi. Hasil kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan yang diikuti sekitar 22 pengarajian anyaman mulai terinisiasi untuk membentuk wadah organisasi yang struktur organisasinya merupakan bagian para pengrajin yang ada di Dusun Ngelengkong, menambah wawasan para pengrajin anyaman Dusun Nglengkong yang awalnya tidak semuanya mengetahui cara pembuatan anyaman palitan begitu pula dengan anyaman yang menggunakan senar, serta kegiatan ini membantu produsen memasarkan produk mereka melalui sosial media yang dapat diakses secara online. Kata Kunci : industri kerajinan; penguatan; sosialisasi; pemasaran; produk unggulan desa ABSTRACTThe issue for our service partners is the effort to build economies of scale in Nglengkong Hamlet, Giripurwo Village, Kulonprogo Regency with the Palitan woven handicraft industry, which is still experiencing various obstacles. Among them, many Nglengkong Hamlet residents work in the handicraft industry but do not yet have a handicraft workers’ association (institution). The methods and production processes are still manual and traditional crafts. Marketing is still through collectors / coordinators, so there is little bargaining power. UMY, through community service programs, is synergized from the partner issues through the Community Service Program, which seeks to inspire the community of craftsmen and increase the quality and standard of products by increasing the types of craft products. The strategy used consists of socialization and instruction involving ten students from the Community Service Program and three service teams. The results of the activity included socialization and training which was attended by around 22 weaving craftsmen who began to be initiated to form an organizational forum whose organizational structure is part of the craftsmen in Ngelengkong Hamlet, adding to the insight of the Nglengkong Hamlet weaving craftsmen who initially did not all know how to make palitan weaving as well as woven using strings, as well as this activity to help producers market their products through social media that can be accessed online. Keywords : craft industry; strengthening; socialization; marketing; superior product of the village
Emdat Suprayitno, Naily Huzaimah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 518-521; doi:10.31764/jpmb.v4i1.3001

Abstract:
ABSTRAKHipertensi adalah penyakit kronis yang umum di seluruh dunia dan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penyebab utama penyakit ini yaitu faktor genetika, perilaku dan gaya hidup. Kesadaran yang rendah pada penanganan hipertensi menjadi penyebab utama dalam terjadinya komplikasi stroke. Desa Karanganyar Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Merupakan salah satu desa yang terletak di daerah pesisir dan juga banyak terdapat tambak garam. Data posyandu lansia Desa Karanganyar Barat menyebutkan bahwa angka kejadian hipertensi pada lansia sangat tinggi bahkan kunjungan posyandu terbanyak adalah penderita hipertensi mencapai 70%. Para lansia ini juga kurang memahami dampak jangka Panjang hipertensi seperti stroke. Tujuan dalam pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam mencegah komplikasi hipertensi. Mitra dalam pengabdian ini adalah kader posyandu lansia di Desa Karanganyar Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, Peserta dalam kegiatan ini adalah lansia penderita hipertensi sebanyak 15 orang. Metode dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan, ceramah dan diskusi. Keberhasilan acara ini tampak dari semangat dan antusiasnya lansia. Lansia juga berperan sangat aktif dalam menjawab evaluasi tentang materi yang telah disampaikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana dengan lancar, Sebagian besar 93% (14 lansia) meningkat pengetahuannya dengan kategori pengetahuan baik sedangkan 6,7% (1 orang) dengan kategori pengetahuan cukup dalam mencegah komplikasi hipertensi serta berkomitmen dalam melaksanakan semua anjuran dari tim pengabdian untuk mencegah komplikasi stroke. Kata kunci: lansia; hipertensi; komplikasi hipertensi. ABSTRACTHypertension is a common chronic disease worldwide and a major risk factor for cardiovascular disease. The main causes of this disease are genetics, behavior, and lifestyle. Low awareness of hypertension management is the main cause of stroke complications. Karanganyar Barat Village, Kalianget District, Sumenep Regency is one of the villages located in a coastal area and there are also many salt ponds. Data from the Posyandu for elderly in Karanganyar Barat Village states that the incidence of hypertension in the elderly is very high, even if the most posyandu visits are hypertension sufferers reaching 70%. The elderly also do not understand the long-term impact of hypertension such as stroke. This research aims to increase the knowledge of the elderly in preventing complications of hypertension. Partners in this service are elderly posyandu cadres in Karanganyar Barat Village, Kalianget District, Sumenep Regency. Participants in this activity were 15 elderly people with hypertension. The methods in this activity are counseling, lectures, and discussions. The success of this event was evident from the enthusiasm and enthusiasm of the elderly. The elderly also play a very active role in answering evaluations of the material that has been delivered. The implementation of service activities was carried out smoothly, most of the 93% (14 elderly) increased their knowledge with the good knowledge category, while 6.7% (1 person) with the category of knowledge was sufficient in preventing complications of hypertension and committed to carrying out all recommendations from the service team to prevent complications stroke. Keywords: elderly; hypertension; complications of hypertension.
Muhammad Zulfadhilah, Nur Hidayah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 345-348; doi:10.31764/jpmb.v4i1.2656

Abstract:
ABSTRAKPengabdian masyarakat yang dilakukan pada beberapa sekolah menengah atas di daerah Banjarmasin ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran.Pengabdian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi berbasis perangkat lunak Android pada ponsel siswa sekolah menengah atas di daerah Banjarmasin untuk digunakan sebagai media belajar. Sehingga pelajar tidak merasa jenuh saat melakukan aktivitas pembelajaran. Berdasarkan observasi dan pembagian angket pada 34 siswa di 5 sekolah menengah atas daerah Banjarmasin didapatkan bahwa lebih dari 80% siswa-siswa di sekolah menengah atas masih menggunakan media konvensional dalam memahami sebuah materi pelajaran. Selain itu penggunaan teknologi dalam memahami materi pembelajaran didapatkan siswa dari internet dan hanya sedikit yang mengetahui bahwa sudah ada aplikasi-aplikasi berbasis android yang bisa digunakan sebagai salah satu media pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong rendahnya minat anak untuk belajar sehingga ada anggapan jika mata pelajaran tertentu sangat sulit dipahami, terutama mata pelajaran berbasis sains. Salah satu solusi yang coba ditawarkan adalah penggunaan aplikasi berbasis android sebagai media pembelajar. Hal ini ditunjang dengan gaya keseharian pelajar zaman sekarang yang tidak terlepas dari penggunaan gawai. Sosialisasi penggunaan aplikasi kepada siswa sekolah menengah atas menunjukkan hasil yang positif, dimana siswa merasa terbantu untuk memahami materi pembalajaran. Hal ini dapat dilihat dari respon pengisisan kuosiener setelah pengenalan aplikasi, dimana lebih dari 95% responden merasa lebih mudah memahami materi dengan adanya aplikasi android. Kata kunci:pendidikan; perangkat lunak; teknologi. ABSTRACTThis community service which was carried out at several senior high schools in the Banjarmasin area aims to introduce the use of technology as a learning medium. This service focuses on the use of Android software-based technology on the mobile phones of high school students in the Banjarmasin area to be used as learning media. So that students do not feel bored when doing learning activities. Based on observations and questionnaires distribution to 34 students in 5 high schools in the Banjarmasin area, it was found that more than 80% of students in high schools still used conventional media in understanding a subject matter. In addition, the use of technology in understanding learning material is obtained by students from the internet and only a few know that there are Android-based applications that can be used as a learning medium. This is one of the factors driving children's low interest in learning so that there is an assumption that certain subjects are very difficult to understand, especially science-based subjects. One solution that is being offered is the use of Android-based applications as a learning medium. This is supported by the daily style of students today which cannot be separated from the use of gadgets. The socialization of the use of the application to high school students shows positive results, where students find it helpful to understand the learning material. This can be seen from the response to filling in the questionnaire after the introduction of the application, where more than 95% of respondents find it easier to understand the material with the android application. Keywords: education; software; technology.
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top