Refine Search

New Search

Results in Journal Molucca Medica: 105

(searched for: journal_id:(4192885))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Muhammad N Ichsan, Indrawanti Kusadhiani, Vina Z. Latuconsina
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 29-40; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.29

Abstract:
Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 pada akhir tahun 2019 mulai menjadi sorotan masalah kesehatan dunia. Penularan virus ini terjadi dengan sangat cepat melalui droplet dan kontak erat antar manusia hingga menyebabkan tingginya kasus COVID-19 secara global. Kelompok orang yang memiliki komorbid (DM tipe 2, hipertensi, hiperurisemia, penyakit kardiovaskular, asma, PPOK, TB, Hepatitis, dan gagal ginjal kronik) diketahui rentan terinfeksi COVID-19 dan dapat memperberat derajat keparahan penyakit serta memperpanjang durasi perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Manfaat penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada tenaga kesehatan mengenai hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 109 sampel, sebanyak 61 orang (56%) memiliki komorbid dan sebanyak 82 orang (75,2%) memiliki durasi perawatan lebih dari 14 hari. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Kata kunci : COVID-19, Komorbid, Durasi Perawatan
Theosobia Grace Orno
Published: 15 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 1-8; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.1

Abstract:
Metabolic syndrome is a metabolic disorder that complexly includes carbohydrate, lipid and protein metabolism disorders which are known to be the main cause of diabetes mellitus, hypertension and coronary heart disease. Waai Village, Central Maluku Regency is one of the villages affected by the earthquake for a long time so that social assistance in the form of fast food is consumed in the long term which is thought to be one of the causes of metabolic syndrome. The purpose of this research is to detect the presence of metabolic syndrome with the NCEP ATP-III criteria consists of measuring blood pressure, fasting blood glucose levels and serum triglyceride levels using the photometric method. This type of research is descriptive research with a cross sectional approach. The sampling technique used is purposive sampling, in accordance with the predetermined sample criteria. The results showed that 29 of 50 subjects (58%) had metabolic syndrome with an average blood pressure of 148/94 mmHg, an average fasting blood glucose level of 158 mg/dL, and an average triglyceride level of 198 mg/dL.
Andi Selvi Yusnitasari, Viky Indra Mahendra B, Ana Sofiah Fitrianih, Nurwahidah Nurdin, Vitra Amanda, Suci Rahmadani
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 60-68; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.60

Abstract:
Perilaku berisiko pada remaja dapat terjadi karena remaja mengadopsi perilaku tersebut melalui pergaulan yang tidak sehat dan informasi yang tidak terarah. Dengan adanya modernisasi teknologi yang memiliki dampak positif maupun negatif sehingga diperlukan media edukasi yang efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam perilaku berisiko kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi online (e-book) dan konvensional terhadap perubahan perilaku berisiko pada remaja. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan model pretest posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 2 Dua Boccoe dan SMP Swasta Tanra Tellue, Kabupaten Bone. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel minimal 30 orang untuk setiap kelompok. Penentuan kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen A (edukasi dengan media e-book) dan kelompok kontrol (metode konvensional dengan ceramah menggunakan powerpoint presentation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi dengan media e-book terdapat perbedaan sikap terhadap merokok pada remaja dan pada kelompok kontrol dengan media penyuluhan konvensional terdapat perbedaan sikap remaja terhadap rokok dan NAPZA. Ada perbedaan pada beberapa variabel antara kelompok intervensi dengan kontrol, yaitu pengetahuan tentang rokok, alkohol, dan NAPZA serta sikap terhadap NAPZA. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu media edukasi konvensional masih lebih efektif dibandingkan mediaonline (e-book) terhadap pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku berisiko kesehatan. Disarankan agar tenaga kesehatan perlu mengembangkan media edukasi yang inovatif dan kreatif dalam melakukan edukasi kesehatan kepada remaja. Kata Kunci: Edukasi kesehatan, perilaku berisiko, remaja
Fifian Lie, Johan Bruif Bension, Merlin M. Maelissa
Published: 15 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 9-16; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.9

Abstract:
Pembimbing akademik merupakan semua dosen yang disamping menjalankan peran utamanya sebagai dosen pada mata kuliah tertentu, juga diberi tugas untuk membimbing dan menasehati mahasiswa bimbingannya dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Proses bimbingan akademik mendukung mahasiswa dalam proses belajarnya sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepuasan mahasiswa tentang peran dosen PA dengan IPK di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian observsional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2021. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon Angkatan 2017, 2018, dan 2019. Sampel yang terkumpul berjumlah 313 orang dengan menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan data akademik. Variabel yang diteliti adalah tingkat kepuasan mahasiswa tentang dosen pembimbing akademik dan indeks prestasi kumulatif dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan mahasiswa tentang peran dosen pembimbing akademik dengan indeks prestasi kumulatif, dengan nilai p = 0,833 pada signifikansi 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan mahasiswa tentang peran dosen pembimbing akademik dengan indeks prestasi kumulatif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Kata Kunci: Tingkat Kepuasan, Pembimbing Akademik, Indeks Prestasi Kumulatif.
Ebram Nainggolan, Jacky Tuamelly
Published: 15 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 17-20; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.17

Abstract:
Introduction. BPH, Urolithiasis and UTI are often urology cases found in Indonesia. There is no epidemiological data about Urology Patients in Maluku Province. Some patients in the province were handled either through referral to other cities or rely on charity program (SSVA) because there was no Urologist available yet in the province. Aim. To understand the characteristics of urology patients treated by SSVA in Maluku Province, including age, gender, and diagnosis. Method. This descriptive study used retrospective data from the medical records of patients treated by the SVVA in Haulussy Hospital from 2017–2018. Results. From a total of 281 (100%) urology patients, there were 173 (61.65%) benign prostatic hyperplasia (BPH) cases, 52 (18.50%) nephrolithiasis cases, 20 (7.11%) urinary tract infection cases, 13 (4.62%) hydrocele cases, 9 (3.2%) vesicolithiasis cases, and 5 (1.77%) varicocele cases. The largest number of BPH patients was from 60-69 years old age group with a total of 71 (41.04%) patients, followed by 70-79 years old age group with a total of 45 (26.01%) patients. From a total of 52 nephrolithiasis patients, there were 28 (53.48%) male patients and 24 (46.15%) female patients, and according to patient age, the largest number was from the 40-59 years old age group with a total of 31 (59.62%) patients, followed by the 60-79 years old age group with a total of 11 (21.16%) patients. Conclusion. The largest number of urology patients treated by the SVVA were BPH patients, followed by nephrolithiasis and urinary tract infection patients. The age group that suffered the most from BPH are those aged 60-69 years. In nephrolithiasis patients, it was found that male patients were slightly more prevalent than female. The age group that suffered the most from nephrolithiasis are those aged 40-59 years. Keywords: Characteristics; Urology
Sry Mulya Nur Fatimah
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 69-73; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.69

Abstract:
Pendahuluan. Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan. Penyebab KPD sebenarnya masih belum jelas akan tetapi ada beberapa faktor yang berhubungan salah satunya adalah infeksi. Infeksi merupakan proses masuknya mikroorganisme yang dapat menyebabkan peradangan akibat dari mikroorganisme yang memperbanyak diri di dalam tubuh. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan salah satu parameter pemeriksaan darah yang mudah dilakukan, dan dapat digunakan untuk mendeteksi terjadinya inflamasi, sehingga NLR dapat menjadi parameter terjadinya infeksi. Sebesar 8% dari seluruh kehamilan merupakan KPD dan faktor utama yang menyebabkan mortilitas dan morbiditas perinatal sehingga perlu intervensi lebih lanjut mengenai solusi untuk mengendalikan mortalitas dan morbiditas agar bisa mencapai target atau penurunan yang signifikan salah satunya dengan mengenali faktor risiko KPD. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) terhadap kejadian KPD pada ibu hamil dengan anemia. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu inpartu yang terdiagnosis KPD sebagai kasus dan yang tidak terdiagnosis KPD sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder dari rekam medis RSUD Batara Siang. Analisis data dilakukan dengan teknik univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan bermakna NLR (p=0,549) dengan kejadian KPD. Kesimpulan. Dari hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara limfosit, neutrofil, dan NLR dengan kejadian KPD. Kata Kunci: Limfosit, Neutrofil, Neutrophyl Lymphocyte Ratio, Ketuban Pecah Dini.
Philemon Putranov Pattynama, Laura B. S. Huwae, Nathalie E. Kailola
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 53-59; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.53

Abstract:
Nyeri kepala merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat. Nyeri kepala disebabkan oleh banyak faktor salah satunya paparan radiasi elektromagnetik dari media elektronik. Berbagai hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan penggunaan media elektronik yang memengaruhi nyeri kepala. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini memaksa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan semua aktivitas belajar mengajar dilaksanakan melalui daring. Mahasiswa terpaksa belajar dengan menggunakan media elektronik sebagai perantara. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa menerima paparan elektromagetik berlebihan yang berujung nyeri kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi belajar daring selama pandemi COVID-19 dengan jenis nyeri kepala primer pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang terkumpul berjumlah 137 mahasiswa dengan menggunakan total sampling dan didapati durasi belajar daring lebih dari 6 jam per hari sering mengalami nyeri kepala jenis migraine. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara durasi belajar daring selama pandemi COVID-19 dengan jenis nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dengan nilai p = 0,545. Kata kunci : Nyeri Kepala, Belajar Daring, Pandemi COVID-19
Christian Martin Tjiu Ritonga
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 41-52; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.41

Abstract:
Latar belakang: Benign prostatic hyperplasia atau pembesaran prostat jinak merupakan penyakit yang biasa terjadi pada pria usia tua, ditandai dengan kelainan histologis yang khas disyarati dengan proliferasi sel-sel prostat. Gejala saluran kemih bagian bawah atau lower urinary tract symptoms merupakan kombinasi gejala yang sangat umum didapatkan pada pasien dengan pembesaran prostat jinak. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian benign prostatic hyperplasia, salah satunya adalah diabetes mellitus. Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh terjadinya gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin ataupun mekanisme keduanya. International Diabetes Federation memperkirakan bahwa insidensi kejadian diabetes mellitus akan terus semakin tinggi hingga 700 juta orang di tahun 2045.Metode: Studi/kajian literatur dengan pendekatan systematic review, Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari SpringerLink, ScienceDirect, ResearchGate, ProQuest, PERPUSNAS, Neliti, Microsoft Academic, GARUDA, Ebscohost, DOAJ, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah hubungan, diabetes mellitus, dan pembesaran prostat jinak. Didapatkan 41 literatur yang memenuhi kriteria. Sintesis data menggunakan metode SPIDER.Hasil: 41 jurnal internasional dan nasional yang di review terdapat 30 (73,17%) jurnal yang hasilnya menyatakan bahwa diabetes mellitus berhubungan dengan kejadian benign prostatic hyperplasia, hal ini didasari oleh mekanisme aktivitas saraf simpatis yang berlebihan, aterosklerosis, aktivitas IGF, perubahan metabolisme hormon seks, dan inflamasi.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara diabetes mellitus dengan kejadian benign prostatic hyperplasia.Kata Kunci: Pembesaran prostat jinak, Diabetes mellitus, Hubungan
Amanda Gracia Manuputty, Vebiyanti Tentua
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 21-28; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.21

Abstract:
Pendahuluan: Trikomoniasis merupakan vaginitis yang disebabkan oleh protozoa dan dapat ditransmisikan secara seksual dan non-seksual serta sering muncul astimptomatik. Metode: Dilaporkan satu kasus trikomoniasis asimptomatik pada seorang remaja putri Kasus: Seorang remaja putri berusia 15 tahun diperiksa untuk mencari fokal infeksi pencetus psoriasis vulgaris. Ditemukan keputihan putih hijau, berbau, namun tidak gatal, tanpa rasa nyeri saat berkemih. Pasien belum pernah berhubungan seksual, namun sering bertukar handuk dengan anggota keluarga lain. Pemeriksaan fisik tampak dinding vulvovaginal eritem tanpa udem, duh tubuh berwarna kuning kehijauan. Pemeriksaan sedian basah ditemukan protozoa Trichomonas vaginalis berflagel sedangkan pemeriksan Gram tidak ditemukan leukosit 10-20/LPB, epitel 5-10/ LPB. Tidak ditemukan blastospora, hifa, diplokokus Gram negatif intraseluler dan ektraseluler juga bakteri Gram positif. Diagnosis Trikomoniasis ditegakan dari manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang Hasil: Pada pasien diberikan terapi metronidazole 2 gram dosis tunggal serta edukasi untuk menjaga higenitas personal. Evaluasi manifestasi klinis setelah terapi menunjukan hasil kesembuhan pasien. Kesimpulan: Penegakan diagnosa cepat dan tepat serta pemberian obat sesuai rekomendasi akan memberikan perbaikan klinis dan menghindarkan pasien pada morbiditas komplikasi yang berat. Kata kunci: Trikomoniasis, remaja, asimptomatik
Trivira Dekotyanti
Published: 23 May 2022
Journal: Molucca Medica
Molucca Medica, Volume 15, pp 74-83; https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.74

Abstract:
Acne vulgaris (AV) adalah gangguan pada pilosebaceous unit yang terlihat terutama pada remaja. Sebagian besar kasus acne hadir dengan susunan pleomorfik lesi yang terdiri dari komedo, papula, pustula, dan nodul dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan bertujuan mengetahui keefektifitasan antibiotik Eritromisin terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan metode difusi secara in vitro. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Ekseprimental laboratorik dengan metode difusi secara in vitro, yang dilaksanakan di Laboratorium kesehatan daerah Provinsi Lampung pada bulan Januari 2022. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa Antibiotik eritromicin memiliki rata-rata diameter zona hambat 10,74 mm dan Vaselin album 0 mm. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa antibiotik Eritromisin memiliki keefektifitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan efektif terhadap pengobatan Acne vulgaris.
Ian Risaldy Tofure, Laura B S Huwae, Eka Astuty
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Penderita Diabetes Mellitus dalam jangka waktu yang lama bisa mengalami neuropati perifer diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien penderita neuropati perifer diabetik di Poliklinik saraf RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2016-2019. Penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional 28 orang (sampel) yang didapat dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita penderita neuropati perifer diabetik di Poliklinik Saraf RSUD Dr. M. Haulussy Ambon tahun 2016-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasien neuropati perifer diabetik yang banyak adalah >55 tahun sebanyak 20 pasien (71,43%), jenis kelamin perempuan sebanyak 17 pasien (60,71%), lama menderita DM adalah >5 tahun sebanyak 21 pasien (75%), hasil pengecekan gula darah sewaktu pasien yang paling banyak adalah kadar gula darah 90-199 mg/dL sebanyak 25 pasien (89,29%), semua pasien memiliki riwayat penyakit penyerta dan terapi farmakologi yang banyak diterima oleh pasien adalah Obat Hipoglikemik Oral (OHO) sebanyak 25 pasien (89,29%). Semakin bertambahnya usia maka resiko terjadinya komplikasi neuropati semakin meningkat. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan kejadian neuropati perifer dapat dirasakan penderita diabetes yang masih muda. Kata Kunci: Neuropati Perifer diabetik, gula darah, Diabetes Melitus
Zulfikar Lating, Rislan Soumena
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Stres kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja termasuk perawat. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di RSUD Namrole terhadap 5 orang dari ruang yang berbeda di Unit Ruang Rawat Inap, didapat oleh peneliti bahwa perawat di ruang rawat inap mempunyai cenderung stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, pendidikan terakhir dan masa kerja terhadap stres kerja pada perawat diruang rawat inap RSUD Namrole tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Namrole. Teknik pengambilan sampel yakni purposive sampling jumlah sampel sebanyak 60 responden di pilih sesuai kriteria. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dan uji kolerasi Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Dari hasil penelitian di peroleh bahwa ada hubungan beban kerja dengan stres kerja p = 0,000 (p<α = 0,05). Ada hubungan Pendidikan dengan stres kerja p = 0,000 (p<α = 0,05). Tidak ada hubungan pendidikan terakhir dengan stres kerja p = 0,459 (p>α = 0,05).
Siti Nurbina, Syatirah Jalaluddin, Azizah Nurdin
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Perawatan bayi di ruang rawat memicu pemisahan paksa antara ibu dan bayi yang menyebabkan terganggunya perawatan bayi oleh ibunya serta interaksi ibu dan bayi yang tidak optimal. Kurangnya intensitas pertemuan ibu dengan bayi sangat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif dari bayi tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan maternal functioning pada ibu dengan bayi yang membutuhkan perawatan intensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Januari 2020 di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Kota Makassar Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang bayinya dirawat di high care unit RSIA Ananda Kota Makassar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian mendapatkan lama pendidikan formal, tipe persalinan, paritas ibu serta diagnosis yang menyebabkan bayi yang dirawat di high care unit tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan maternal functioning. Kata Kunci: maternal functioning, high care unit, Barkin index of maternal functioning
Presli Glovrig Siahaya, Jarir At Thobari, Indwiani Astuti, Hari Agus Sanjoto
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
HIV merupakan permasalah global dengan angka kematian yang tinggi. Pengobatan paling efektif pada ODHIV hanyalah dengan terapi ARV. Tujuan utama dari terapi arv adalah untuk meningkatan kelangsungan hidup bebas penyakit dengan menekan replikasi HIV dan meningkatkan fungsi kekebalan. Ketidakpatuhan terhadap terapi ARV akan membeir dampak pada kegaggalan pengobatan. Kegagalan pengobatan pada ODHIV, menyebabkan penurunan CD4 dan infeksi opurtunitik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiman factor sosikultural dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV pada ODHIV di Maluku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 informan, dengan menggunakan in-depth interview untuk memperoleh data. Analisis transkrip wawancara melalui koding, menentukan kategori, sub-tema dan tema. Hasil penelitian yang didapatkan stigma, diskriminasi dan tertutup dengan status HIV merupakan faktorsosial yang mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV. Faktor prespsi ODHIV, bila HIV merupakan santet, sehingga ODHIV menggunakan cara lain untuk pengobatan. Faktor religious dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV. Faktor culture dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi RV. Faktor pengobatan alternative dapat mempengaruhi ketidakpatuhan terapi ARV pada ODHIV. Kesimpulan dari penelitian ini factor sosiokultural yang mempengaruhi ketidakpatuhan teapi ARV yaitu factor social, factor presepsi, factor religious, factor culture dan faktor pengobtan alternative.
Johan Bension Hutagalung, Alessandra Flowrence Saija, Stazia Noija
Published: 7 January 2022
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan.Academic buoyancy merupakan kemampuan seseorang untuk dapat berhasil menghadapi permasalahan akademis dan tantangan sehari-hari, seperti nilai yang buruk, mengejar deadline, tekanan ketika menghadapi ujian dan tugas-tugas yang sulit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai academic buoyancy pada mahasiswa serta perbedaan tingkat Academic Buoyancy pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain penelitian cross sectional, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner dan sampel penelitian sebanyak 394 mahasiwa tahun ajaran 2019/2020. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan tingkat Academic Bouyancy pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura cukup baik dengan persentase sebanyak 61% dari total sampel, dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara tingkat Academic Bouyancy berdasarkan jalur masuk (p>0.05). Dengan demikian, hasil penelitian ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menghadapi hambatan-hambatan akademis yang dialami dalam proses pendidikan kedokteran. Kata Kunci : Academic buoyancy, perguruan tinggi, gambaran
Fadilah Amalia Rahman, Vina Z Latuconsina, Indrawanti Kusadhiani, Ingrid Hutagalung, Deny Jolanda, Ony Wibriono Angkejaya
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh seseorang, kemudian menimbulkan manifestasi klinis yang beragam sehingga menjadi parameter severitas pasien. Infeksi SARS-CoV-2 menyebabkan terjadinya badai sitokin sehingga mempengaruhi jumlah leukosit sebagai sel imunitas. Jumlah leukosit merupakan salah satu komponen pemeriksaan darah yang menjadi pemeriksaan wajib serta sangat penting untuk dilakukan ketika pasien pertama kali terkonfirmasi, yang berperan penting dalam manajemen pasien hingga penapisan. Penelitian ini membahas mengenai hubungan jumlah leukosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain potong lintang serta menggunakan total sampling yang berjumlah 110 sampel dengan berbagai severitas klinis (63 ringan, 33 sedang, 14 berat/kritis). Uji chisquare yang digunakan untuk menganalisis data menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 di dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020 (p = 0,029). Kata Kunci: COVID-19, Leukosit, SARS-CoV-2, Severitas.
Ashari Bahar, Muhammad Akbar, Muhammad Iqbal Basri, Andi Israyanti Mawardi
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan. Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Komplikasi neurologis, khususnya stroke iskemik terkait dengan COVID-19, semakin banyak dilaporkan. Patofisiolognya masih belum jelas, tetapi penyakit COVID-19 yang berat dapat meningkatkan risiko Large vessel stroke, sehingga penting untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan tersebut. Metode. Menggunakan dua alat pencarian yaitu Pubmed dan Google Scholar. Penelitian-penelitian yang dikumpulkan adalah yang diterbitkan pada periode Januari - Agustus 2020. Kata kunci yang digunakan adalah COVID-19 atau Coronavirus atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 dan ischemik stroke atau cerebral ischemia atau cerebral infarction atau ischaemic stroke dan vessel occlusion yang melaporkan kejadian large vessel stroke iskemik yang ditinjau secara sistematis menggunakan PRISMA. Hasil. Tinjauan sistematis kami mencakup data 16 artikel:, delapan laporan kasus, lima seri kasus dan tiga studi retrospektif. Umumnya pasien stroke iskemik dengan COVID-19 menunjukkan gambaran neuroimaging suatu large vessel occlusion pada pembuluh darah arteri serebri media dan arteri karotis interna, selain itu juga pada arteri serebri anterior, arteri serebri posterior, arteri serebelaris posterior inferior dan arteri basilaris. Umumnya juga terjadi pada usia dibawah 50 tahun. Faktor komorbid dilaporkan berupa hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, atrial fibrilasi, infark miokard, derajat severitas COVID-19 sedang-berat, faktor koagulasi (D-dimer) dan C-Reaktive protein (CRP) meningkat dan mempengaruhi outcome. Kesimpulan. Pengamatan kami menunjukkan bahwa large vesselocclusion dengan infeksi Covid-19 memiliki karakteristik yang berbeda sehingga berimplikasi terhadap diagnosis dan terapi. Kata kunci : Covid-19, Large vessel occlusion, SARS-Co-2, Severity COVID-19, stroke iskemik.
Rachmat Faisal Syamsu, Mona Nulanda, Hermiaty Hermiaty Nasruddin, Zulfitriani Murfat, Sulfiani Sulfiani
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menyebabkan Pandemic Global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat serius. Saat virus ini berhasil masuk kedalam tubuh bisa mengakibatkan gangguan sistem imun dan inflamasi sehingga memerlukan tatalaksana yang komprehensif termasuk terapi gizi. Proses infeksi virus dan inflamasi dapat meningkat risiko terjadinya malnutrisi. Untuk mencegahnya diperlukan perhitungan kebutuhan energi yang sesuai. Pada pasien COVID-19 terjadi ketidakseimbangan kebutuhan energi. Pada kondisi ini terjadi peningkatan konsumsi energi. Pemenuhan kebutuhan energi, makronutrien(karbohidrat, protein, lemak), mikronutrie (mineral dan vitamin), cairan, dan zat-zat gizi yang mampu meningkatkan sistem immunomodulator, anti inflamasi, anti oksidan dan probioti . Orang yang perlu melakukan isolasi mandiri adalah siapapun yang memiliki gejala sakit seperti demam, batuk, atau pilek, nyeri tenggorokan, atau gejala penyakit pernafasan lainnya.
Christiana Rialine Titaley, Yuniasih Taihuttu, Johan Bension, Ressita Fannia Iwan, Inayah Dwi Ruray
Published: 30 October 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Latar belakang: Gaya belajar merupakan cara yang lebih disukai seseorang dalam berpikir, memproses dan memahami suatu informasi. Analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan mahasiswa tentang gaya belajarnya dengan prestasi akademik mahasiswa semester pertama Tahun Akademik 2020/2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK UNPATTI). Metode: Analisis ini menggunakan informasi yang berasal dari 169 mahasiswa tahun pertama yang berpartisipasi dalam Survei Gaya Belajar di FK UNPATTI Desember 2020. Variabel terikat adalah prestasi akademik baik yang digambarkan oleh Indeks Prestasi (IP)>3. Variabel bebas adalah pengetahuan mahasiswa tentang gaya belajarnya. Variabel perancu yang disertakan adalah jenis kelamin; lokasi asal Sekolah Menengah Atas (SMA); jalur seleksi masuk, dan tempat tinggal responden. Analisis regresi logisitik digunakan untuk mengetahui hubungan variabel bebas dan terikat dengan mempertimbangkan variabel perancu lainnya. Hasil: Sebanyak 57% mahasiswa tingkat pertama tidak mengetahui jenis gaya belajanya. Odds mendapatkan IP>3 lebih tinggi secara signifikan pada mahasiswa yang mengetahui gaya belajarnya dibandingkan yang tidak (aOR= 2,49; 95%CI: 1,16-5.38) setelah dikontrol dengan faktor perancu. Selain itu, dalam pencapaian IP³3 mahasiswa lulusan SMA di wilayah Sulawesi/Kalimantan/Papua memiliki odds yang lebih tinggi (aOR= 4.04; 95%:1,16-14.06), sedangkan mahasiswa dari kabupaten lain di wilayah Maluku di luar Kota Ambon memiliki odds yang lebih rendah (aOR= 0.36; 95%:0,15-0,85) dibandingkan mahasiswa lulusan SMA Kota Ambon. Odds mendapatkan IP>3 lebih tinggi secara signifikan pada mahasiswa yang berasal dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (aOR= 2,56; 95%:1,12-5,87) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (aOR= 6,37; 95%:2,06-19,63) dibandingkan jalur Seleksi Mandiri.Kesimpulan: Upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang gaya belajar yang dimilikinya penting untuk dilakukan demi meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Penguatan proses seleksi masuk, pendampingan mahasiswa dari jalur Seleksi Mandiri, dan upaya meningkatkan prestasi akademik mahasiswa dari kabupaten lain di Provinsi Maluku perlu mendapatkan perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Mohammad Zulkarnain, Amardeep Kaur Kaur Singh, M Fakhri Kurniawan
Published: 7 January 2022
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Kecepatan transmisi Covid-19 dan tingginya angka kematian akibat Covid-19 menyebabkan dibutuhkannya upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk menemukan permasalahan yang menyebabkan cepatnya penularan atau transmisi Covid-19 adalah strategi problem tree analysis. Tujuan kajian pustaka ini adalah untuk menjelaskan strategi problem tree analysis dalam upaya menurunkan angka penyebaran dari Covid-19. Problem Tree Analysis merupakan sebuah metode perencanaan berdasarkan kebutuhan. Tiga tahapan dalam proses Problem Tree Analysis ini adalah analisis masalah terkait dengan subjek, analisis tujuan, dan analisis strategi. Hasil utama dari strategi ini berupa diagram berbentuk batang pohon yang mewakili fokus masalah, akar mewakili penyebab masalah dan cabangnya berupa dampak dari masalah tersebut. Menurut Problem Tree Analysis yang telah dirancang dalam penelitian ini, penyebab dari cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia adalah tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, penerapan handhygine yang kurang baik, sanksi bagi pelanggar kebijakan yang belum optimal dan masih banyak aktivitas di luar rumah seperti pasar atau pusat perdagangan. Kesulitan dalam menerapkan PSBB, rendahnya pengetahuan masyarakat akan bahaya Covid-19, pelanggaran pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah, sebagian besar masyarakat memiliki ekonomi menengah atau menengah ke bawah diduga merupakan akar dari penyebab masalah cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Diharapkan dengan mengetahui sebab akibat dari cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia ini dapat membantu untuk menurunkan angka penyebaran dari Covid-19 di Indonesia.
Firda Ayuningsi Umamit, Nadyah Haruna, Darmawansyih Darmawansyih
Published: 15 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Senyawa antioksidan pada madu dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan menghambat ACAT2, mengaktifasi reseptor LDL, dan CYP7A1. Madu dapat mengontrol kadar glukosa darah melalui komponen melittin dan fosfolipasi A2, polipeptida dan enzim yang dapat meningkatkan sekresi insulin. Selain itu, madu juga dapat bertindak sebagai inihibitor enzim xantin oksidase sehingga menghambat aktivitas xantin oksidase pada produksi asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian madu pada kadar kolesterol, glukosa darah, dan asam urat mencit (Mus musculus) yang terinfeksi Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian pre test and post test control group. Hasil penelitian ini ditemukan nilai P < 0,05 (p= 0,000) yang menunjukkan terdapat penurunan rerata kadar kolesterol, glukosa darah, dan asam urat pada mencit yang telah terinfeksi Salmonella typhi. Melalui penelitian ini dapat diketahui pengaruh pemberian madu terhadap kadar kolesterol, glukosa darah, dan asam urat pada mencit yang terinfeksi Salmonella typhi.
Thesia Eflien Pelupessy, Indrawanti Kusadhiani, Vina Latuconsina
Published: 14 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi beragam selama lebih dari 3 bulan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Pada pasien PGK ekskresi asam urat menurun seiring dengan memburuk fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG) dengan kadar asam urat serum pada pasien PGK non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Terdapat 64 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil dari data rekam medis pasien PGK non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dari Januari 2019 sampai Mei 2020. Data di analisis dengan menggunakan uji Spearmen. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin penderita PGK non dialisis yang paling banyak adalah laki-laki (60,9%). Kelompok usia mayoritas adalah 56-65 tahun yaitu sebanyak 27 orang (42,2%). Pada penelitian ini di dapatkan distribusi kadar asam urat serum berdasarkan eLFGCKD-EPI yang paling banyak mengalami hiperurisemia berada pada derajat V (<15 ml/min/1,73m2) dengan total 44 sampel (68,8%) dan nilai median kadar asam urat yaitu 5,8 mg/dl. Hasil analisis menunjukan adanya yang bermakna antara nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan asam urat pada pasien PGK non dialisis (p=<0,001) dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi kuat (r=-0,750). Jadi, dapat disimpulkan adanya hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal kronik non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dari Januari 2019 sampai mei 2020.
Saribah Latupono, Saleh Tualeka, Yuniasih Taihuttu
Published: 14 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Media elektronik seperti tablet/gawai, laptop (komputer), telepon pintar sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia di zaman modern ini. Perkembangan teknologi memungkinkan manusia untuk lebih sering menggunakan teknologi dalam kehidupannya. Namun tanpa disadari, dampak negatif yang dapat ditimbulkan jika penggunaannya melebihi intensitas normal yakni dapat menimbulkan gangguan penglihatan salah satunya adalah mata kering. Mata kering merupakan salah satu penyebab morbiditas okuler yang paling sering ditemukan sehingga menyebabkan pasien datang mencari pengobatan pada ahli mata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan penggunaan media elektronik visual dengan kejadian sindroma mata kering. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa preklinik angkatan 2013-2016 yang masih aktif mengikuti perkuliahan dengan jumlah 256 orang yang diambil berdasarkan total sampling. Namun, yang menjadi sampel penelitian berjumlah 240 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner OSDI dan kuesioner lama penggunaan media elektronik visual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara angkatan mahasiswa dengan sindroma mata kering (p=0,532), lama penggunaan smartphone dengan sindroma mata kering (p=0,337), lama penggunaan laptop dengan sindroma mata kering (p=0,068) dan lama penggunaan tablet dengan sindroma mata kering (p=0,245) dan jarak penggunaan laptop dengan sindroma mata kering (p=0,504). Namun, jenis kelamin berhubungan signifikan dengan sindroma mata kering (p =0,031). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan secara statistik antara jenis kelamin dengan sindroma mata kering.
Erlin Kiriwenno, Andris Noya, Elpira Asmin, Yanti Pesurnay
Published: 14 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Kesehatan merupakan hal prinsip dalam kehidupan individu. Salah satu gangguan kesehatan yang mendapat perhatian dunia yakni HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna hidup pada penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maluku Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan responden sebanyak tiga orang. Responden yang dipilih adalah ibu rumah tangga dengan status penderita HIV (positif). Pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek belum memiliki konsep yang positif tentang makna hidup. Makna hidup yang rendah ini terlihat dari kemampuan penderita melakukan evaluasi terhadap domain kognitif yang secara langsung berpengaruh terhadap perilaku.
Ashari Bahar
Published: 15 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan paling umum yang ditemui di bidang kedokteran dan neurologi. Kunci manajemen yang efektif dari sindrom ini adalah diagnosis melalui riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan studi diagnostik bila diperlukan. Penting untuk menentukan apakah nyeri kepala adalah gejala sekunder dari proses penyakit lain atau kondisi primer. Review ini membahas diagnosis dan klasifikasi gangguan nyeri kepala dan prinsip-prinsip manajemen yang terkini. Tujuan dari manajemen nyeri kepala adalah agar pasien dan profesional perawatan kesehatan bekerja sama untuk meminimalkan rasa nyeri dan meningkatkan kualitas hidup.
Rachmat Faisal Syamsu, Siska Nuryanti, Muh. Farid Jamal
Published: 15 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
SARS CoV-2 merupakan virus Korona penyebab sindrom pernapasan akut berat yang dikenal sebagai Coronavirus Disease 2019. SARS CoV-2 merupakan virus dari keluarga Coronaviridae yang memiliki selubung (envelope). Pandemi virus corona COVID-19 (SARS CoV-2) saat ini telah menghadirkan salah satu kriris kesehatan masyarakat global. Sejak kemunculannya pada Desember 2019 di kota Wuhan, China, virus telah menyebar ke setiap benua. Penelitian ini menggunakan metode review article. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal Internasional. Hingga saat ini belum ada obat yang pasti disetujui untuk mengobati dan menyembuhkan COVID-19. Karena adanya urgensi situasi, maka dilakukan eksplorasi berbagai alternatif pada obat tradisional untuk mencegah dan mengobati COVID-19. Khasiat dan efektivitas obat herbal telah dikonfirmasi lebih lanjut secara ilmiah melalui beberapa penelitian dari berbagai negara, misalnya, ekstrak air dandelion, ekstrak rumput laut, Ayurveda, Sambiloto, Jeruk, Seledri, tanaman kopiah cina, tanaman artemisin, ginseng india, Aloe vera, kayu manis, Echinacea, Aster tataricus, Rimpang,pakis, bunga telang, jambu biji, kunyit, cengkeh, dan jambu biji untuk mengobati infeksi COVID-19.
Andi Ihtirami, Andi Sitti Rahma, Andi Tihardimanto
Published: 14 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan : Kurang energi kronik (KEK) merupakan keadaan saat ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu yang ditandai dengan badan lemah, wajah menjadi pucat, dan lingkar lengan atas (LILA) ≤ 23 cm. Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel secara total sampling dengan 24 responden, kemudian mengisi lembar kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan responden (jumlah, jenis, frekuensi makan). Hasil : Berdasarkan hasil uji chi square pada jumlah makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, kemudian pada jenis makan diperoleh nilai p value = 0,155 > nilai α = 0,05 dan frekuensi makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan : Dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara jumlah makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I, kemudian tidak terdapat hubungan antara jenis makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kata Kunci: Pola Makan, KEK, Ibu Hamil Trimester I, Food Frequency Questionnaire
Fitri Nengsi Astuti, Andi Faradilah, Purnamaniswati Yunus
Published: 14 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
ASI merupakan makanan ideal untuk bayi dengan berbagai faktor protektif dan nutrisi yang penting. Pemberian ASI merupakan salah satu upaya kesehatan primer yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi khususnya pada anak. Lama pemberian ASI yang sesuai dengan anjuran WHO yaitu selama 2 tahun penuh, termasuk 6 bulan pemberian secara eksklusif akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Namun, cakupan pemberian ASI tahun 2015 hanya 37,3%, yang masih jauh dari target pemerintah tahun 2018 sebesar 75%. Beberapa faktor yang behubungan dengan lama menyusui yaitu usia, pekerjaan, pengetahuan ASI, pengetahuan agama, kesehatan ibu, produksi ASI, paritas, berat lahir anak, kesehatan anak, jenis persalinan, promosi susu formula, teknik menyusui, dukungan keluarga, anggota keluarga merokok, dan riwayat antenatal care. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan lama menyusui anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini ditemukan, gambaran frekuensi tertinggi untuk predisposing factor yaitu pengetahuan ASI yang baik 125 (94,7%), produksi ASI lancar 123(93,2%), dan tidak bekerja sebanyak 111 (84,1%). Gambaran frekuensi tertinggi untuk enabling factor yaitu berat lahir anak normal 125 (94,7%), persalinan normal 117(88,6%), dan tidak mendapat promosi susu formula sebanyak 100(75,8%%). Gambaran frekuensi tertinggi untuk reinforcing factor yaitu dukungan keluarga sebanyak 131(99,2%). Melalui penelitian ini dapat diketahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan lama menyusui.
Ricky Nelson Daniel Cosme Ratu, Arkipus Pamuttu, Johan B Bension
Published: 15 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Kecelakaan lalu lintas merupakan kejadian di jalan raya yang terjadi tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi serta tercatat sebagai satu penyebab utama kematian terbesar di dunia. Penelitian karakteristik dan pola luka pada korban kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa visum et repertum dengan jenis penelitian yakni deskriptif retrospektif. Didapatkan sampel penelitian sebanyak 45 sampel dalam periode tahun 2014-2017. Usia terbanyak korban kecelakaan lalu lintas yaitu pada kelompok umur 25-44 tahun (42%), jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki (80%), pola luka terbanyak ada luka lecet (50%) dan lokasi luka terbanyak adalah pada daerah kepala dan anggota gerak bawah (31%).
Vlenzy Rieuwpassa, Sutarto Wijono, A Ign Kristijanto
Published: 14 May 2021
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menentukan hubungan Leader Member Exchange (LMX) dan Motivasi Kerja (MK) merupakan prediktor secara silmutan atau parsial terhadap Stres Kerja (SK) pegawai Dinas Kehutanan Provinsi Maluku di kota Ambon. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan 110 responden yang terdiri dari 47 pegawai perempuan dan 63 pegawai laki-laki menggunakan contoh/cuplikan jenuh. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tiga skala yaitu LMX, MK, dan SK dengan menggunakan skala Likert (5 alternatif jawaban). Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya MK yang berpengaruh terhadap SK pegawai perempuan hasil (r= 0,25α) nilai F= 5,472 dengan nilai signifikansi= 0,026 (p>0,05) dan R2 = 0,065 (6,5 %). Sebaliknya pada pegawai laki-laki (r= 0,57α) nilai F= 2,03 dengan signifikansi 0,027 (p<0,05) dan R2= 0,325 (32,5%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa MK pegawai perempuan berpengaruh secara parsial terhadap SK, sedangkan LMX dan MK berpengaruh terhadap SK.
Sinthia Rosanti Maelissa, Olav Fendri Lesilolo, Lucas Petrus Molle
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Patah Tulang (Fraktur) membuat masyarakat diperhadapkan dengan kondisi yang tidak memuaskan, sehingga mencari berbagai pengobatan agar kembali normal. Timbul beragam komplikasi bahkan hingga kanker akibat dari patah tulang yang jika tidak diobati akan menyebabkan rasa sakit yang begitu luar biasa sehingga membuat orang akan mencari pengobatan baik secara medis maupun pengobatan alternatif lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi deskriptif yaitu suatu pendekatan dalam mempelajari secara mendalam bagaimana persepsi pasien fraktur sehingga lebih memilih terapi non farmakologi topu bara di Negeri Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 6 orang sampai mencapai saturasi data. Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu: 1) Perubahan yang dirasakan sebelum pengobatan, 2) Keyakinan terhadap pengobatan, 3) Proses menjalani pengobatan, 4) Hasil dari proses pengobatan yang dijalani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengobatan topu bara merupakan salah satu pengobatan alternatif yang dipilih masyarakat karena dipercaya lebih efektif dalam menyembukan fraktur dibandingkan pengobatan secara medis.
Armanto Makmun, Fadhillah Islamyah P. Rusli
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Dalam 3 hari, pasien dengan kasus tersebut berjumlah 44 pasien dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah ribuan kasus. Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan 66% pasien berkaitan atau terpajan dengan satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok. Sampel isolat dari pasien diteliti dengan hasil menunjukkan adanya infeksi coronavirus, jenis betacoronavirus tipe baru, diberi nama 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV).Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia/ Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC). Penelitian ini menggunakan metode critical review. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur Internasional dan literatur Indonesia yang berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal. Dari hasil kajian analisis sistematis dari jurnal internasional yang sudah didapatkan, maka penggunaan Vitamin C sebagai penatalaksanaan dalam COVID-19 sangat penting, dimana pemberian vitamin C dapat mempercepat perbaikan pada kasus COVID-19 yang kerjanya pada plasma dan netrofil, selain itu Vitamin C juga dapat menangkal radikal bebas dan mencegah stress oksidatif oleh coronavirus yang berikatan di heme.
Andris Noya, Erlin Kiriwenno, Elpira Asmin
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
HIV/AIDS merupakan salah satu fenomena global dewasa ini. Berbagai cara dilakukan oleh ODHA untuk meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan regulasi emosi pada perempuan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maluku Tenggara. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah responden sebanyak lima orang. Pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Karakteristik responden adalah perempuan dewasa yang berstatus ibu rumah tangga, penderita HIV aktif, berusia kurang lebih dua puluh lima tahun sampai empat puluh lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maluku Tenggara belum maksimal dalam meregulasi emosi. Emosi yang paling banyak muncul adalah emosi negative. Kemampuan regulasi emosi yang rendah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan fisik dan metal penderita.
Noviyanter Siahaya, Laura B. S. Huwae, Ony W. Angkejaya, Johan B. Bension, Jacky Tuamelly
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Cedera kepala merupakan kasus trauma yang paling sering terjadi setiap harinya. Insidensinya sebesar 75-200 kasus/ 100.000 populasi. Berdasarkan derajat keparahannya, cedera kepala dapat diklasifikasikan menjdi cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CKS), dan cedera kepala berat (CKB). Klasifikasi ini berdasarkan penilaian Glassgow Coma Scale (GCS) dengan melihat indikator respon mata, verbal, serta respon motorik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kasus cedera kepala berdasarkan klasifikasi derajat keparahannya pada pasien rawat inap di RSUD dr. M. Haulussy Ambon pada tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2019 - Januari 2020 di instalasi rekam medik dengan teknik total sampling. Hasil penelitian, yaitu jumlah sampel yang didapat adalah 111 pasien, kasus terbanyak adalah CKS (46,84%), paling banyak pada kelompok usia 15-24 tahun (33,33%), jenis kelamin laki-laki lebih banyak mengalami cedera kepala (75,68%), etiologi yang paling sering adalah kecelakaan lalu lintas (72,97%), komorbid yang paling banyak adalah pada pasien tanpa komorbid sebanyak 59 pasien (53.15%), Mortality rate sebesar 10,81%.
Vina Latuconsina, Filda De Lima
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan. Air minum merupakan salah satu kebutuhan yang terus meningkat seiring dengan perkembangan pertumbuhan penduduk. Salah satu cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan penggunaan air minum isi ulang. Air minum isi ulang yang dapat dikonsumsi wajib memenuhi standar persyaratan air minum sehat yang telah ditentukan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas air minum isi ulang yang ada di Kota Ambon. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2018 dengan mengambil sampel dari 4 kecamatan di kota Ambon. Hasil.Total sampel yang diambil dan diperiksakan pada penelitian ini sebanyak 30 sampel yang berasal dari depot air minum isi ulang di empat kecamatan di Kota Ambon baik pada daerah pesisir maupun pegunungan. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukan bahwa seluruh sampel yang disudah memenuhi standar baik dari parameter fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Namun demikian di temukan bahwa tingkat kesadahan air pada daerah pegunungan lebih tinggi dibandingkan daerah pesisir.
Amanda Gracia Manuputty, Linda Astari
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan: Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan suatu infeksi pada area vagina dan vulva yang disebabkan oleh jamur Candida baik spesies Candida albicans maupun Candida non-albicans. Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor predisposisi KVV yang dapat memicu dan memperburuk KVV. Metode: Dilaporkan satu kasus KVV pada anak dengan DM tipe 1 dengan kadar gula darah tidak terkendali Kasus: Seorang anak perempuan berusia 11 tahun, berat badan 20 kg dengan keluhan utama keputihan berwarna putih susu dari kemaluan sejak 2 hari, tidak berbau, gatal, tanpa rasa terbakar, disuria minimal dan edema pada kemaluan. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan oleh pasien. Riwayat DM sejak 3 tahun lalu. Pemeriksaan fisik terdapat makula eritematus, berbatas tidak jelas, duh tubuh dan edema pada regio vulva, sedangkan regio vagina ditemukan duh tubuh berwarna putih seperti susu pecah, tanpa edema, erosi dan fisura. Hasil laboratorium gula darah acak (GDA) 396 mg/dL, HbA1C 9,1%. Pemeriksaan Gram dan sediaan basah ditemukan blastospora dan pseudohifa. Kultur dari media CHROMagar Candida menunjukan species C. albicans. Diagnosis KVV ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksan fisik dan penunjang. Hasil: Pada pasien diberikan terapi ketokonazol 2 x 100 mg per hari, nistatin 100.000 IU salep dua kali sehari, insulin prandial maupun basal, serta edukasi untuk menjaga higenitas personal. Pemberin terapi selama 2 minggy memberikan kesembuhan pada pasien. Kesimpulan: Pemberian obat anti jamur dengan dosis dan durasi yang tepat disertai GDA
Armanto Makmun, Siti Fadhilah Hazhiyah
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pada tanggal 31 Desember 2019, dilaporkan terdapat 27 kasus pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui di Kota Wuhan, provinsi Hubei di Cina (Sun et al., 2020). Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19). Pada 30 Januari 2020, WHO mendeklarasikan wabah COVID-19 di Cina sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern, PHEIC) ini meandakan COVID-19 sebagai ancaman global dunia. Penelitian ini menggunakan metode review article. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal Internasional. Vaksin adalah cara yang paling efektif dan ekonomis untuk mencegah penyakit menular. Pengembangan afektif terhadap infeksi SARS-CoV-2 sangat diperlukan. sejauh ini lebih dari 40 perusahaan farmasi dan lembaga akademis di seluruh dunia telah meluncurkan program pengembangan vaksin mereka melawan SARS-CoV-2. Vaksin mRNA memiliki keunggulan dibandingkan vaksin konvensional lainnya, dengan tidak adanya integrasi genom, respon imun yang berkembang, perkembangan yang cepat dibandingkan jenis vaksin lainnya, dan kemampuan memproduksi antigen multimeric. Namun sejauh ini belum ada vaksin mRNA yang masuk ke pasaran, sehingga mungkin diperlukan lebih banyak waktu dalam penetapan standar kualitas dan evaluasi keamanan vaksin.
Armanto Makmun, Nur Siamu Ramadhani
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Dalam 3 hari, pasien dengan kasus tersebut berjumlah 44 pasien dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah ribuan kasus. Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan 66% pasien berkaitan atau terpajan dengan satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok. Sampel isolat dari pasien diteliti dengan hasil menunjukkan adanya infeksi coronavirus, jenis betacoronavirus tipe baru, diberi nama 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV). Pada tanggal 11 Februari 2020, World Health Organization memberi nama virus baru tersebut Severa acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Penelitian ini menggunakan metode review article. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal Internasional. Namun, belum ada obat terapeutik khusus untuk penyakit menular ini. Sejauh ini terapi yang cukup efektif sebagai terapi penanganan covid 19 adalah terapi menggunakan Favipiravir. Faviparavir merupakan obat baru golongan inhibitor RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) yang dapat menghambat aktivitas polimerasi RNA. Meskipun demikian COVID-19 adalah penyakit baru yang telah menjadi pandemi. Penyakit ini harus diwaspadai karena penularan yang relatif cepat, memiliki tingkat mortalitas yang tidak dapat diabaikan, dan belum adanya terapi definitif. Masih banyak knowledge gap dalam bidang ini sehingga diperlukan studi-studi lebih lanjut.
Alessandra Saija, Parningotan Y. Silalahi, Johan B. Bension, Sulfiana Sulfiana
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan dilakukan secara berulang-berulang dalam menyelesaikan tugas akademik. Rendahnya self control akan mengakibatkan meningkatkannya prokratsinasi akademik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self control terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Pattimura Ambon. Metode. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Accidental sampling, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 800 mahasiswa. Hasil. Dari penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang significant antara self control terhadap prokrastinasi akademik baik pada mahasiwa laki-laki maupun perempuan dengan nilai sig 0,000 (p < 0,05).
Merlin Margareth Maelissa, Alessandra Flowrence Saija, Lidya Bethsi Evangeline Saptenno
Published: 31 October 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan: Perilaku seksual remaja merupakan tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual, baik pada lawan jenis maupun sesama jenis. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja pada mahasiswa angkatan 2018 Fakultas kedokteran Universitas Pattimura. Hal ini dilakukan karena masih tingginya perilaku seksual yang terjadi pada masa remaja. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif secara cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 157 mahasiswa. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Hasil. Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi adalah sebesar (34%), sedangkan perilaku seksual remaja adalah sebesar (77,5%). Kesimpulan. Hasil penelitian menggunakan uji Uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa yang tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. (p=0.091). Hal ini berarti tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, tidak menjamin perilaku seksual dari remaja juga akan baik.
, Josepina Mainase
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan. Perilaku seksual pada remaja yang melewati batas kewajaran yang dilakukan remaja mempunyai dampak besar bagi remaja dan pasangannya. Perilaku seksual yang dilakukan remaja dengan pasangannya mulai dari ciuman bibir sampai berhubungan seksual merupakan perilaku seksual berisiko, yang mempunyai dampak pada peningkatan masalah-masalah seksual seperti kehamilan tidak diinginkan, married by accident, aborsi, penyakit kelamin infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media massa dan sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku seksual remaja. Metode. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pasapua Ambon diambil dengan teknik stratified random sampling. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media massa di kalangan remaja yang berperilaku seksual berisiko adalah sebesar 84 %. Sedangkan remaja yang memiliki sosial ekonomi orang tua yang rendah yang berperilaku seksual berisiko sebesar 74,3 %. Kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media massa terhadap perilaku seksual remaja (p =0,0001) dan tidak ada pengaruh sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku seksual remaja (p =0,835).
, Trika Irianta, Hasnawaty Hasnawaty
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Latar Belakang: Ahli Obstetri dan Ginekologi dahulu tidak melakukan miomektomi saat seksio sesarea karena kuatir akan terjadi perdarahan hebat akibat peningkatan vaskularisasi pada uterus yang hamil. Sedangkan beberapa penelitian baru yang dipublikasikan dalam beberapa literatur mendukung konsep bahwa seksio sesarea yang dikombinasikan dengan miomektomi dapat dipertimbangkan sebagai suatu prosedur operasi yang aman. Tujuan: Melaporkan satu kasus miomektomi saat seksio sesarea Metode: Laporan kasus Hasil: Dilaporkan satu kasus, G1P0A0 gravid 38 minggu belum inpartu, usia 27 tahun, masuk ke RS Islam Faisal dengan keluhan hamil disertai benjolan di perut. Palpasi abdomen teraba massa padat, mobile, bertepi rata pada abdomen bagian kanan atas, ukuran 15 cm x 10 cm, tinggi fundus uteri 35 cm dan DJJ 140 x/mnt. Pada pemeriksaan USG didapatkan Gravid 38 minggu 4 hari dan Mioma Uteri. Pada hari kedua perawatan, setelah dilengkapi pemeriksaan dilakukan tindakan seksio sesarea dan miomektomi. Lahir bayi perempuan, berat badan 3320 gram, panjang badan, 48 cm, nilai Skor Apgar, 8/10. Didapatkan mioma uteri multipel dengan ukuran 23 cm x 18 cm dan berat 2500 gram. Jumlah perdarahan 250 ml. Diagnosis post operatif adalah G1P0A0 gravid 38 minggu belum inpartu + mioma uteri multipel. Hasil pemeriksaan patologi anatomi adalah Leiomioma uteri. Pada intraoperasi s.d. 24 jam post operasi, pasien diberikan drips oksitosin 20 IU dalam 500 ml RL, 28 tetes per menit. Pada pemantauan 2 jam post operasi, kontraksi baik, perdarahan 50 ml/2 jam. Setelah dirawat sampai hari kelima setelah operasi, keadaan pasien baik, pasien diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Miomektomi yang dilakukan pada saat seksio sesarea telah dibuktikan pada kasus ini, aman. Jumlah perdarahan tidak banyak dan kontraksi uterus baik.
Dene Fries Sumah, Therese Fiandri Huwae
Published: 16 November 2019
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan. Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Aktivitas fisik dan kualitas tidur berperan sebagai pengendali kadar gula darah dan menurunkan resistensi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 32 pasien diabetes melitus tipe 2 yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengukuran aktivits fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Pengukuran kualitas tidur menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kadar gula darah diukur menggunakan Nesco Multicheck. Uji statistik yang digunakan adalah Kolmogorov-Smirnov dan Chi Square dengan nilai p
, Farah Christiana Noya, Rif'Ah Zafarani Soumena
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Efforts to guarantee the quality of medical doctor graduates are major concern in the implementation of problem-based learning in medical education today. Therefore, continuous evaluation in the medical education system is necessary. However, to obtain constructive evaluation results, the instrument that is used must be valid and reliable. This study aimed to validate the learning evaluation questionnaire used at the Faculty of Medicine Pattimura University, so the valid and reliable instrument can be produced for further evaluation. This study used correlative analytic method; with study subject are 102 students that were selected randomly through stratified random sampling technique and had been adjusted to restriction criteria. Pearson bivariate correlation test was performed to obtain the validity coefficient and the reliability coefficient by Alpha method. The results of the initial analysis and the second analysis after modification show that some items have low validity (0.311 and 0.256) and even invalid (- 0.03; < r table 0.1946). However, after item reconstruction, the average validity coefficient raise to >0.5 (moderate category) and >0.9 (very high category) with the overall questionnaire reliability coefficient is >0.9 in two tests (test-retest). Thus, it can be concluded that the learning evaluation questionnaire used at the Faculty of Medicine Pattimura University is valid and reliable.
Published: 29 May 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Latar belakang. Tujuan dari pendidikan kesehatan reproduksi remaja tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja, namun lebih lagi agar siswa dapat memiliki perilaku seksual yang bertanggungjawab. Dengan demikian, pemilihan metode pendidikan selain harus mempertimbangkan keterbatasan waktu, biaya, tenaga, sarana serta kondisi peserta pendidikan, harus dilakukan dengan cara yang efektif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian edukasi seksual dan kesehatan reproduksi dengan aktivitas kelas menggunakan role play, permainan dan simulasi. Metode. Quasy experiment dengan intervensi dilakukan terhadap 755 siswa dari 2 SMP Negeri di Kota Ambon melalui pemberian edukasi dini mengenai seksualitas pranikah dan kesehatan reproduksi kepada siswa SMP dalam bentuk permainan, role play dan simulasi. Sebelum dan sesudah pemberian edukasi, siswa SMP dinilai pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual, juga sikap mereka terhadap seksualitas. Efektifitas pemberian intervensi dinilai dengan perbedaan pre-post test dengan uji McNemar. Hasil: Uji McNemar menunjukan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas (p = 0,000), juga peningkatan signifikan sikap positif responden (p = 0,000). Kesimpulan. Pemberian edukasi dengan metode permainan, role play dan simulasi untuk pendidikan seks bagi siswa SMPN 4 dan SMPN 10 Ambon efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif siswa.
Published: 29 May 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Skizofrenia residual merupakan keadaan kronis dari skizofrenia dengan riwayat sedikitnya satu episode psikotik yang jelas dan gejala-gejala berkembang kearah gejala negative yang lebih menonjol. Seorang perempuan bernama M, berusia 26 tahun, dan menikah. M sering mendapatkan kekerasan dari ayahnya sejak kecil sampai menikah. Kemunduran fungsi psikologis kemudian terjadi. Gejala yang ditunjukkan oleh M yaitu keluyuran ke tetangga dan tidak mau pulang, mencuri barang-barang tetangga, memaki tetangga, berbicara dan tertawa sendiri, telanjang di dalam rumah, dan tidak mandi beberapa hari. Adanya halusinasi visual dan halusinasi auditori yang dialami M. Hasil integrasi tes psikologi menunjukkan tanda-tanda patologis, yaitu perasaan cemas, tidak percaya diri, perasaan tidak mampu, perasaan tertekan, inadekuat ego control. Dinamika psikologi M menujukkan adanya pengalaman traumatic akan kekerasan yang direpres. Konflik yang berkembang dengan ayah sehingga menghasilkan kompleks antara ego alien dan ego ideal. Kata Kunci : skizofrenia residual, diagnosis, ego
, Farah Cristina Noya, Stazia Noija, Filda Vionita Irene De Lima, Elpira Asmin
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan.Community-based medical education (CBME) atau pembelajaran kedokteran berbasis komunitas merupakan implementasi pendidikan kedokteran yang secara spesifik terkait konteks sosial atau komunitas, dimana mahasiswa kedokteran menjadi bagian dari komunitas sosial dan medis yang saling berperan aktif. Penelitian tentang penerapan CBME telah dikembangkan secara luas, namun belum pernah dilakukan di Maluku. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capain kompetensi pembelajaran berbasis komunitas pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Metode. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, teknik total sampling, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner terhadap 9 orang mahasiswa co-ass bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Hasil. Dari penelitian ini menunjukkan capaian kompetensi pembelajaran berbasis komunitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura cenderung didominasi pada level kompetensi ‘know’ dan ‘know how’. Kesimpulan. Implementasi dan evaluasi CBME perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk peningkatan kompetensi mahasiswa.
, Sutarto Wijono, Arianti Ina R. Hunga
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Kekerasan dalam ranah personal merupakan salah satu bentuk kekerasan dengan jumlah kedua terbesar di Indonesia. Dari begitu banyak jenis kekerasan yang terjadi dalam ranah personal, KDP merupakan salah satu bentuk kekerasan yang perlu diperhatikan. KDP dianggap penting dikarenakan adanya indikasi kontinuitas perilaku dan tindak kekerasan dari mulai tahap pacarana sampai kepada ranah domestik atau rumah tangga. KDP memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental fisik dan perilaku korban, beberapa dampak tersebut adalah depresi, kecemasan, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), kelainan pola makan dan putus sekolah. Korban KDP cenderung tertutup dan tidak mampu mengungkapkan perasaan mereka dikarenakan adanya rasa malu. Untuk mengatasi trauma yang dialami oleh korban maka diperlukan penanganan yang cermat, salah satunya yaitu dengan melakukan Expressive Writing Theraphy (Terapi Menulis Ekspresif). Terapi menulis ekspresif merupakan satu metode yang digunakan untuk mengurangi trauma dengan cara mengekspresikan perasaan atau harapannya dengan cara menulis ulang peristiwa traumatis dan emosional yang telah dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan terapi menulis ekspresif terhadap korban kekerasan masa pacaran yang dilihat dari penurunan tingkat PTSD. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang merupakan penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh partisipan dalam ilmu sosial dan pendidikan untuk memperbaiki pemahaman dan pelaksanaan pekerjaannya sendiri, dan juga membawa dampak pada lingkungan di sekitarnya. Sebagai kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh menulis ekspresif terhadap peningkatan mood. Terbukti bahwa terapi menulis pengalaman emosional dapat memberi efek positif dalam fungsi sosial, psikologis, tingkah laku, dan fungsi biologis seseorang.
Bertha Jean Que, Christiana Rialine Titaley, Felmi Violita Ingrad De Lima
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Pendahuluan Peningkatan penyakit tidak menular (PTM) belakangan ini cukup tinggi. Isu vitamin D kembali muncul sebagai salah satu penyebab utama permasalahan kesehatan masyarakat di dunia. Bukti terakhir menunjukkan bahwa selain menimbulkan gangguan pada tulang, defisiensi vitamin D juga bertanggung jawab atas meningkatnya berbagai penyakit tidak menular. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar Vitamin D dan kadar kalsium serta hubungan keduanya dengan angka kejadian PTM. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan metode total sampling yang dilaksanakan pada januari 2019 di Puskesmas Kairatu Barat, Kecamatan Seram Bagian Barat. Hasil: Responden perempuan 74%, usia terbanyak 41-50 tahun. Laki-laki 26%, usia terbanyak 51-60 tahun. Kalsium normal ditemukan pada semua sampel (8,3-10,6 mg/dL). Hasil pengukuran kadar 25(OH)D serum, sebagian besar berada di level insufisiensi 69%, diikuti sufisiensi 28%, defisiensi 2% dan toxisitas 1%. Hubungan kadar 25(OH)D dan Tekanan Darah (p = 0,130); 25(OH)D dan Gula Darah Sewaktu (p = 0,367); 25(OH)D dan asam urat (p = 0,598); 25(OH)D dan kadar kolesterol (p = 0,011). Tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular sebesar 71%. Kesimpulan: Jika merujuk pada status Vitamin D pada umumnya maka pada uji statistik terdapat hubungan tidak bermakna baik antara Vitamin D dengan Kadar Kalsium dan Vitamin D dengan faktor risiko PTM. Tetapi jika merujuk pada konsensus terbaru dimana level kecukupan/sufisiensi di atas 20 ng/ml maka 97% 25(OH)D berada pada status sufisiensi.
, Christiana Rialine Titaley, Ritha Tahitu
Published: 1 April 2020
Journal: Molucca Medica
Abstract:
Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan suatu proses pemberian ASI segera setelah bayi dilahirkan (biasanya dalam waktu 30 menit sampai dengan satu jam setelah bayi dilahirkan). Dalam pelaksanaan IMD, diperlukan fasilitas pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang mendukung agar program IMD dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tempat dan penolong persalinan dengan IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 99 ibu yang memiliki anak usia kurang dari enam bulan yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Negeri Lima yang berada di Pulau Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bayi yang mendapatkan IMD satu jam pertama adalah 43.4%, persalinan yang dilakukan di non-fasilitas kesehatan (86.9%), dan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (54.5%). Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tempat persalinan dengan IMD (p = 0.323). Hasil yang sama juga didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara penolong persalinan dengan IMD (p = 0.824). Hal ini menunjukkan bahwa perlunya upaya untuk meningkatkan pelaksanaan IMD dan persepsi tentang pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan.
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top