Refine Search

New Search

Results in Journal JIPSINDO: 78

(searched for: journal_id:(4148138))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Norazlan Hadi Yaacob, Faezah Kassim
Published: 25 March 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 1-21; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i1.30844

Abstract:
Penumpuan berlebihan kepada akademik dan suasana pembelajaran yang cenderung mengukur kecemerlangan berdasarkan prestasi dalam peperiksaan didapati tidak memberi kelebihan kepada mahasiswa dalam memperolehi kemahiran insaniah melalui proses pengajaran dan pembelajaran (P&P) sesuatu mata kuliah. Kajian ini merupakan satu kajian awal dan sebagai permulaan memfokuskan kepada salah satu MPU iaitu TITAS. Ia bertujuan untuk menjelaskan inovasi yang dilaksanakan terhadap kursus TITAS khususnya berkaitan strategi pembelajaran di Universiti Malaya dan melihat persepsi pelajar terhadap inovasi strategi pembelajaran yang menerapkan elemen Kemahiran Insaniah (KI) serta pencapaian mereka di dalam memperolehi KI tersebut. Sebagai satu kajian awal hanya dua elemen KI sahaja yang menjadi fokus iaitu kemahiran kerja berpasukan dan kemahiran berkomunikasi. Metode kajian yang digunakan adalah kajian perpustakaan bagi menjelaskan tentang pelaksanaan kursus TITAS dan menganalisis pencapaian pelajar dalam KI kursus ini. Soal selidik juga diedarkan kepada 120 mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah TITAS dan dapatan kajian adalah secara deskriptif iaitu dalam bentuk peratusan dan kekerapan atau frekuensi untuk menganalisis data. Hasil kajian ini mendapati bahawa persepsi mahasiswa terhadap inovasi strategi pembelajaran dan metode penilaian yang dilaksanakan adalah baik. Ini telah memberi kesan yang baik juga kepada pencapaian yang diperoleh dalam penilaian kerja kursus dan pencapaian KI mereka. Mahasiswa tidak menghadapi masalah dalam melaksanakan tugasan secara berkumpulan yang terdiri daripada pelbagai etnik dan latar belakang.INNOVATION ON TEACHING AND LEARNING FOR THE APPLICATION OF HUMAN SKILLS IN THE COURSE OF ISLAMIC CIVILIZATION AND ASIA (TITAS) AT THE UNIVERSITY OF MALAYA KUALA LUMPUR MALAYSIAExcessive focus on academics and learning environment that tends to measure excellence based on performance in examinations was found not to give an advantage to students in acquiring soft skills through the teaching and learning process (T&L) of a subject. This study is a preliminary study and as a start focuses on one of the MPU which is TITAS. It aims to explain the innovations implemented on TITAS courses, especially related to learning strategies at the University of Malaya, and look at students' perceptions of learning strategy innovations that apply the elements of Soft Skills (KI) and their achievements in obtaining the KI. As a preliminary study, only two elements of KI were the focus, namely teamwork skills and communication skills. The research method used is a library study to explain the implementation of the TITAS course and analyze student achievement in the KI of this course. Questionnaires were also distributed to 120 students who have taken TITAS courses and the findings of the study are descriptive in the form of percentage and frequency or frequency to analyze the data. The results of this study found that students' perceptions of the innovation of learning strategies and assessment methods implemented are good. This has also had a positive impact on the achievements obtained in the evaluation of coursework and their KI achievement. Students do not face problems in performing tasks in groups consisting of various ethnicities and backgrounds.
Silvi Nur Afifah, Lailatul Rofiah
Published: 1 September 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 136-161; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i2.34938

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sumber dan media pembelajaran IPS dengan menghasilkan sebuah modul dan implementasi proses pembelajaran yang menjadi salah satu penggerak dalam meningkatkan ekoliterasi peserta didik dengan cara mendaur ulang kemasan produk konsumsi terutama dari kemasan botol plastik. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan (Research and Development) Borg dan Gall dengan subjek penelitian Mts Al-Hidayah Wajak, yang menghasilkan sebuah produk kreasi daur ulang dari sampah botol plastik yang mengadopsi dari materi Kewirausahaan. Modul didesain agar peserta didik bisa mempraktekkan daur ulang sampah yang kreatif dan inovatif , dampak sampah plastik yang tidak didaur ulang bagi masyarakat dan solusi untuk mengatasinya, yang kedua adalah macam-macam kreasi dan inovasi daur ulang sampah plastik yang terdiri dari dua puluh satu kreasi sampah botol plastik dan langkah-langkah dalam membuatnya, dan yang terahir adalah kisah-kisah inspiratif yang berasal dari pengusaha sampah plastik. Sumber dan media pembelajaran IPS yang berupa modul yang telah dikembangangkan telah di implementasikan dalam proses pembelajaran, proses pembelajaran berjalan sangat menyenangkan hal tersebut terlihat dari antusias peserta dalam mengikuti pembelajaran karena peserta terlibat langsung dalam proses pemanfaatan/mendaur ulang sampah botol plastik.DEVELOPING OF SOCIAL STUDIES LEARNING SOURCES AND MEDIA TO IMPROVE ECOLITERACY OF PUPILS The research aims to develop social studies learning resources and media by producing a module and implementing a learning process that becomes one of the driving forces in increasing the eco-literation of students by recycling consumer product packaging, especially from plastic bottle packaging. This research method uses the development model (Research and Development) of Borg and Gall with the research subject of Mts Al-Hidayah Wajak, which produces a recycled creative product from plastic bottle waste that adopts entrepreneurship materials. The module is designed so that students can practice creative and innovative waste recycling, the impact of plastic waste that is not recycled for society, and solutions to overcome it, the second is various kinds of plastic waste recycling creations and innovations consisting of twenty-one waste creations plastic bottles and the steps in making them, and finally, inspiring stories from plastic waste entrepreneurs. Social studies learning resources and media in the form of modules that have been developed have been implemented in the learning process, the learning process is very pleasant, this can be seen from the enthusiasm of the participants in participating in the lesson because participants are directly involved in the process of utilizing and recycling plastic bottle waste.
Muhammad Khairul Basyar
Published: 1 September 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 177-202; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i2.34940

Abstract:
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana strategi Musyrif dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kemandirian siswa Boarding School. Penelitian ini mengambil studi kasus di SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS), Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan in-depth interview dengan key informant: Supervisor Asrama SMA ICMBS, Musyrif, siswa, dan Alumni. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikonklusikan: (1) Strategi Musyrif dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kemandirian terbagi dua yaitu internal dan eksternal. (2) Strategi internal meliputi enam tahapan yaitu: perencanaan, pengenalan, pelaksanaan, pengawasan, reward and punishment, dan evaluasi. Perencanaan diintegrasikan melalui organizing divisi kepengurusan asrama. Pengenalan diintegrasikan melalui pembelajaran diniyah, Taujihat Wal Irsyadat, pendidikan keorganisasian, dan keteladanan. Pelaksanaan di integrasikan melalui kegiatan Organisasi Asrama Santri, multi activities, dan kedisiplinan. Pengawasan diimplementasikan oleh seluruh komponen lembaga pedidikan. Reward and punishment diintegrasikan sesuai prinsip dan ketetapan yang berlaku. Evaluasi diintegrasikan melalui rapat Musyrif, Musyrif dengan siswa, dan ujian diniyah. (3) Strategi eksternal meliputi pengenalan, pengawasan, dan evaluasi yang diintegrasikan melalui komunikasi aktif dengan orang tua wali baik dalam bentuk formal maupun nonformalMUSYRIF STRATEGY IN SHAPING CHARACTERS OF LEADERSHIP AND INDEPENDENCE OF BOARDING SCHOOL STUDENTSThe purpose of the research is to describe how Musyrif's strategy in shaping the character of leadership and independent student at high school ICMBS Sidoarjo. This research takes a case study in high school Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS), Sidoarjo. The method which used in this research is qualitative. The Data obtained through observation, documentation and in-depth interviews with key informants are Boarding Supervisor, Musyrif, student, and Alumni. The technique of data analysis used is by descriptive analysis technique. Based on the results of the study it can be concluded: (1) The Musyrif's strategy in shaping the character of leadership and independence is divided into two, internal and external. (2) The internal strategy includes six steps, they are: planning, knowing, actuating, controlling, reward & punishment, and evaluating. The planning strategy is integrated through organizing the division of management. The knowing strategy is integrated through the learning of diniyah, taujihat wal irsyadat, leadership education, and model. The actuating strategy is integrated through the organization of Boarding School, multi activities, and discipline. The controlling strategy is carried out by all components of high school ICMBS Sidoarjo. The Reward and punishment strategy is carried out by principles and provisions. The evaluation strategy is integrated through the evaluation between Musyrif, Musyrif, and students, and the examination of diniyah. (3) The external strategy includes three steps they are: knowing, controlling, and evaluation which is integrated through effective communication with the guardian's parents by formal or informal.
Yuhanida Milhani
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 90-102; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.39185

Abstract:
Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana pembentukan karakter melalui outdoor learning dalam pembelajaran IPS SMP. Metode yang dingunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Tumbuh Yogyakarta. Data diperoleh dari hasil indept interview dengan key informan: kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, wali kelas, guru, dan siswa. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: data reduction, data display, dan conclusion/verification). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Pembentukan karakter dapat dibagi menjadi dua strategi , yaitu internal dan eksternal sekolah; 2) strategi internal sekolah dapat ditempuh melalui empat pilar, yakni kegiatan belajar mengajar di kelas dengan metode pembelajaran yang telah disiapkan, kegiatan keseharian dalam bentuk school culture, kegiatan habituation, kegiatan kokurikuler, dan ekstra kurikuler; dan 3) strategi eksternal dapat ditempuh melalui kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.Character building through outdoor learning in social studies learningThe purpose of this study was to determine how character formation through outdoor learning in junior high school social studies learning. The method used is qualitative research. The research was conducted at SMP Tumbuh Yogyakarta. Data obtained from the results of indept interviews with key informants: school principals, vice principals, homeroom teachers, teachers, and students. Data were analyzed using the following steps: data reduction, display data, and conclusion/verification). Based on the research results, it can be concluded that: (1) Character building can be divided into two strategies, namely internal and external schools; (2) the school's internal strategy can be pursued through four pillars, namely teaching and learning activities in class with prepared learning methods, daily activities in the form of school culture, habituation activities, co-curricular activities, and extra-curricular activities; and (3) external strategies can be pursued in collaboration with parents and the community.
Ina Arifa, Sudrajat Sudrajat
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 1-14; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.39124

Abstract:
Tingkat pendidikan orang tua yang baik mampu membimbing dan mengarahkan puteranya dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) hubungan tingkat pendidikan ibu dengan prestasi belajar IPS peserta didik SMP di Kota Mungkid, Magelang; (2) hubungan antara kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar IPS; (3) hubungan tingkat pendidikan ibu dan kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis korelasional. Sampel penelitian siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Kota Mungkid sebanyak 182 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan prestasi belajar IPS (rhitung: 0,458 > rtabel: 0,148); (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar IPS (rhitung: 0,383 > rtabel: 0,148); (3) terdapat hubungan positif dan signifikan secara bersama-sama tingakat pendidikan ibu dan disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS (Fhitung: 24,796 > Ftabel: 3,05).The relationship between the level of maternal education and learning discipline on the social studies learning achievement of junior high school students in Mungkid City, Magelang RegencyA good level of parental education proficient able to guide and control their sons in participating in learning activities at school. This research aims to determine (1) the relationship between the level of maternal education and the social studies learning achievement of junior high school students in Mungkid City, Magelang; (2) the relationship between learning discipline and social studies learning achievement; (3) the relationship between mother's education level and learning discipline on social studies learning achievement. This research uses correlational quantitative research methods. The sample of the research was 182 grade students of SMP Negeri 1 Mungkid City. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The results of this study indicate that: (1) there is a positive and significant relationship between maternal education level and social studies learning achievement (rcount: 0.458> rtable: 0.148); (2) there is a positive and significant relationship between student learning discipline and social studies learning achievement (rcount: 0.383> rtable: 0.148); (3) there is a positive and significant relationship together with the level of maternal education and student learning discipline on social studies learning achievement (Fcount: 24.796> Ftable: 3.05).
Bernard Dechy, Mwisha Chinyhabuuma
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 76-89; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.39474

Abstract:
Research aims to understand the rule of education in Goma Junior High School, to understand the level of environmental management, and relationship between education and environmental management. This research employed a mixed method which is quantitate and qualitative. Technique to gather non-numerical data, the researcher utilized a qualitative data collection approach. The results show that environmental education helps students improve their living, study through tree planting, waste management, good environmental management in the school farm and increase number of environmental management ambassadors in the community. The students have a moderate level of understanding on environmental issues and concerns while the rest of the students either have very good or good in understanding environmental management issues. Moreover, students are at the knowledge and understanding A to A continuum level while the list is in the problem-solving skills level of the A to A continuum phase. Students become more responsible in matters dealing with environmental management such as planting tree, keeping their living environment clean and attractive, and managing waste well. Peranan pendidikan terhadap menejemen lingkungan: Studi kasus Goma Junior High School DR Congo Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah aturan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Goma, untuk memahami sistem pengelolaan lingkungan, dan memahami hubungan antara pendidikan dan pengelolaan lingkungan di Sekolah Menengah Pertama Goma, DR Congo. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data nonnumerik menggunakan pendekatan pengumpulan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan membantu siswa meningkatkan taraf hidup, belajar melalui penanaman pohon, pengelolaan sampah, pengelolaan lingkungan yang baik di sekolah pertanian dan meningkatkan jumlah duta pengelolaan lingkungan di masyarakat. Sebagian besar siswa memiliki tingkat pemahaman yang moderat tentang masalah dan masalah lingkungan, sedangkan siswa lainnya memiliki pemahaman yang sangat baik atau baik dalam masalah pengelolaan lingkungan. Siswa berada pada pengetahuan dan pemahaman tingkat kontinum A ke A sedangkan daftar berada pada tingkat keterampilan pemecahan masalah dari tahap kontinum A ke A. Mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab dalam hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan seperti penanaman pohon, menjaga lingkungan hidup tetap bersih dan menarik, serta mengelola sampah dengan baik.
Yuliyanto Yuliyanto
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 59-75; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.37448

Abstract:
Tuna satak bathi sanak merupakan kearifan lokal masyarakat Jawa yang mencerminkan nilai-nilai luhur kerja sama dan gotong royong pada masyarakat Jawa. Konsep tersebut dipakai oleh para pedagang untuk menarik para pembeli, rugi sedikit tidak mengapa asalkan bertambah saudara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka pada dokumen-dokumen tertulis berupa buku, artikel, hasil penelitian, jurnal dan artikel media yang terkait dengan konsep tuna sathak bathi sanak serta relevansinya dengan pembelajaran ilmu sosial di sekolah. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa integrasi nilai kearifan lokal tuna satak bathi sanak dapat dilakukan dengan strategi mengajak siswa mengobservasi penerapan nilai tersebut di tengah masyarakat, kemudian siswa mendiskusikan di kelas, dan menggali potensi-potensi kearifan lokal lain yang bisa dikembangkan.Tuna satak bathi sanak: integration of local wisdom of Javanese culture in social science learningTuna satak bathi sanak is a Javanese local wisdom reflects the noble values of cooperation and mutual cooperation in Javanese society, especially used by traders to attract buyers, a little loss is tolerable as long as you get more relatives. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection was carried out by using the literature study method on written documents in the form of books, articles, research results, journals and media articles related to mental disabilities and their relationship with social studies learning. The explanation of the results of the study was carried out descriptively. Data were analyzed using descriptive methods with a theoretical approach and concepts in accordance with social studies learning. The results obtained are if the integration of local wisdom values of tuna satak bathi sanak can be done with a strategy of inviting students to observe the application of these values in the community, then students discuss in class, and explore other potential local wisdom that can be developed.
Hany Nurpratiwi
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 29-43; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.38954

Abstract:
Karakter dan moral mahasiswa perlu ditumbuhkan dengan maksimal, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul dibidang akademik, tapi juga unggul dibidang non akademik untuk menunjang identitas diri ditengah globalisasi. Oleh karenanya bagaimana menumbuhkan karakter yang mulia bagi mahasiswa Indonesia merupakan hal terpenting yang harus segera dilakukan. Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh gagasan atau strategi menumbuhkan karakter mulia di kalangan mahasiswa Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kajian pustaka yaitu mengumpulkan dan menganalisis sumber dan fakta dari literature seperti buku, jurnal, makalah dan tesis. Pengumpulan data dilaksanakan dengan Teknik membaca baik membaca semantic maupun simbolik. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan karakter di lingkungan pendidikan tinggi tetap harus dilaksanakan untuk memperkuat dan menyemaikan karakter mulia di kalangan mahasiswa. Dosen memiliki peran dalam pengembangan karakter dan moral mahasiswa. Melalui keteladanan yang diajarkan dosen di lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan proses imitasi dan cenderung menjadikan dosen sebagai role model dalam bertindak.Building the character of Indonesian students through moral educationThe character and morals of students need to be developed to the maximum so that students are not only superior in academics, but also in non-academic fields to support their identity in the midst of globalization. Therefore, how to cultivate noble character for Indonesian students is the most important thing that must be done immediately. Through this research, it is hoped that ideas or strategies will be obtained to foster noble character among Indonesian students. The research was conducted using a literature review, namely collecting and analyzing sources and facts from literature such as books, journals, papers, and theses. Data collection was carried out with reading techniques both semantic and symbolic reading. The results of the study found that character education in the higher education environment must still be carried out to strengthen and nurture noble character among students. Lecturers have a role in developing student character and morale. Through exemplary teachings by lecturers in an academic environment, students will carry out an imitation process and tend to make lecturers role models in acting.
Effendy Irawan, Nurhadi Nurhadi, Yuhastina Yuhastina
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 15-28; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.38533

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan peran komite sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa disfungsi tugas komite sekolah sebagai penindaklanjut aspirasi masyarakat tidak mempengaruhi turunnya mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Hal ini karena perangkat pendidikan SMP Negeri 1 Surakarta sebagai sebuah sistem sosial bersifat otopoietik yang dapat memperbaharui ketidakberfungsian pada salah satu atau beberapa subsistem pendidikan. Partisipasi diperluas dalam berbagai aspek baik sarana, prasarana, maupun kerajasama dengan stake holderThe role of school committees in improving the quality of education: Studies at SMP Negeri 1 SurakartaThis study aims to reveal the role of the school committee in efforts to improve the quality of education in SMP Negeri 1 Surakarta. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques by interview. Data analysis was performed using the Milles & Huberman analysis technique model. The conclusion of this study is the dysfunction in the school committee's duties as a follow-up role for community aspirations does not affect the decline in the quality of education at Surakarta 1 Public Junior High School. This is because the educational apparatus of Surakarta 1 Public Junior High School as a social system is autopoietic which can renew the malfunctioning in one or several of its subsystems. Participation is expanded in various aspects, including facilities, infrastructure, and cooperation with stakeholders
Enung Hasanah
Published: 26 November 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 131-145; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28400

Abstract:
Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum.
Tutik Ambarwati
Published: 30 March 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 87-111; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i1.24334

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi, kedisiplinan, dan prestasi belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri 2 Kalasan Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui Metode Group Investigasi (GI). Metode penelitian GI yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dikelas VIIE SMP Negeri 2 Kalasan dengan jumlah subjek 32 Siswa, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan, dengan penelitian dua siklus. Siklus 1 terdiri dari 2 pertemuan, demikian juga siklus 2 terdiri dari 2 pertemuan. Hasil dari penelitian motivasi belajar mengalami peningkatan dari pra siklus 21,00%, siklus 1 66,78%, siklus 2 76,25%, Kedisiplinan belajar Pra Siklus 37,00 Siklus 1 70,17% Siklus 2 76,37% , Sedang untuk Prestasi Belajar Pra Siklus 21,88% Siklus 1 77,19% Siklus 2 81,25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, kedisiplinan, dan prestasi belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri 2 Kalasan tahun 2015/2016 dapat ditingkatkan melalui pembelajaran group investigasi. Dengan pembelajaran tipe grup investigasi menjadikan bersaingnya tiap kelompok yang akan berdampak pada peningkatan prestasi kelompok maupun individu.
Ardilla Elfira Safitri, Victor Novianto
Published: 30 March 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 1-24; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i1.24328

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter, hasil implementasi pendidikan karakter, dan faktor pendorong dan penghambat implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran IPS adalah siswa membantu teman, guru memberikan tugas, siswa membaca asmaul khusna, siswa hadir ke kelas tepat waktu, guru dan siswa melakukan tanya jawab. Hasil implementasi pendidikan karakter adalah siswa senang membantu teman, siswa dapat mengerjakan tugas mandiri, siswa rajin beribadah, siswa tidak terlambat datang ke kelas, dan siswa dapat menjawab pertanyaan. Faktor pendorong implementasi pendidikan karakter adalah siswa merupakan seorang santri dan faktor penghambatnya adalah guru belum memahami tentang pendidikan karakter
Saliman Saliman, Satriyo Wibowo, Anik Widiastuti, Raras Gistha Rosardi
Published: 26 November 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 186-205; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28403

Abstract:
Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang sukses dalam pengembangan konsep desa wisata. Salah satunya kabupaten yang cukup berhasil dalam pengembangan desa wisata adalah Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan pemerintah desa Brajan dalam mengembangkan desa wisata.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian utama dalam penelitian ini adalah kepala pemerintahan (dukuh), ketua pengelola desa wisata Brajan, pengrajin bambu, ketua RT, ketua RW dan ketua pemuda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan adalah analisis data interaktif model Miles & Huberman.Hasil penelitian menemukan bahwa: Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah desa berupa pembuatan kerajinan bambu. Masyarakat melihat potensi kerajinan bambu dusun Brajan memiliki keunikan, yang dapat dimanfaatkan untuk membangun desa. Potensi lain adalah kekayaan budaya yaitu kesenian kuntulan dan campursari. Masyarakat memasukan potensi tersebut kedalam paket wisata dengan harapan nantinya wisatawan dapat menikmati dan mempelajari kesenian kuntulan dan campursari. Wisatawan yang datang ke desa wisata Brajan belum melihat adanya potensi kesenian tersebut, kebanyakan dari mereka hanya mencari kerajinan bambu. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya promosi kepada wisatawan yang akan datang, selanjutnya juga dikarenakan desa wisata Brajan masih dalam kategori berkembang.
Heronimus Delu Pingge, Rahel Maga Haingu
Published: 25 March 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 22-43; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i1.30845

Abstract:
Kain tenun ikat merupakan warisan budaya, Sumba yang memiliki motif beragam serta memiliki nilai-nilai budaya sehingga urgen untuk dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan, 1) Mengidentifikasi fauna dan flora pada motif kain tenun Sumba Timur sebagai media belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 1) Bahwa pada motif kain ikat Sumba Timur terdapat motif fauna dan flora yang ada disekitar masyarakat. 2) Motif kain ikat Sumba Timur mengambarkan hasil pemikiran, pengalaman, pandangan hidup, ataupun benda-benda yang ada di sekitar para penenun. Dengan motif yang bercorak fauna dan flora dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang kontektual dalam mengajarkan materi fauna dan flora pada matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah.WOVEN CLOTH AS A SOCIAL STUDIES LEARNING MEDIA IN PRIMARY SCHOOLS IN SUMBAThe woven cloth is a cultural heritage, Sumba which has various motifs and has cultural values so it is urgent to do research. This study aims, 1) To identify the fauna and flora on the woven fabric motifs of East Sumba as a medium for learning Social Sciences (IPS) in Elementary Schools (SD). This research is descriptive qualitative research. The results of the study were found 1) That the motifs of the cloth of East Sumba were found in the motifs of fauna and flora around the community. 2) The motif of the Ikat cloth in East Sumba depicts the results of thoughts, experiences, views of life, or objects around the weavers. With motifs that are fauna and flora patterns, it can be used as a contextual learning medium in teaching material on fauna and flora in Social Sciences subjects in schools.
Habibudin Habibudin
Published: 25 March 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 44-65; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i1.30846

Abstract:
Nilai-nilai kearifan lokal Sasak dapat berperan untuk membangun perdamaian di tengah kehidupan masyarakat. Namun sayangnya nilai-nilai tersebut hanya hidup dalam alam pikiran, belum berperan dalam membentuk sikap dan perilaku damai. Penelitian ini bertujuan meng-analisis nilai-nilai perdamaian dalam nilai-nilai kearifan lokal etnis Sasak pada kehidupan di sekolah. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan jenis grounded theory. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengambilan simpulan. Temuan penelitian menunjukkan nilai-nilai perdamaian yang terkandung dalam nilai-nilai kearifan lokal etnis Sasak terdiri atas 10 (sepuluh) nilai, yakni saling ajinang (saling meng-hormati, menghargai), tertip-terpi (tertib-teratur), teguq (tanggung jawab), solah perateq, (baik hati), soloh (toleransi, cinta damai), tetes (partisipatif), saling saduq (saling percaya), besemeton (persaudaraan), ra’i (empati), dan bedadayan (kerja sama).THE VALUES OF SASAK LOCAL WISDOM IN SCHOOLING IN EAST LOMBOKThe values of Sasak local wisdom play a role in building peace in people's lives. But unfortunately, these values only live in the realm of the mind, have not played a role in shaping peaceful attitudes and behaviors. This study aims to analyze the values of peace in the local wisdom values of the Sasak ethnic group in school life. This study uses a qualitative paradigm with a type of grounded theory. Collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used an interactive model, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that the peace values contained in the local wisdom values of the Sasak ethnic group consist of 10 (ten) values, namely ajinang (mutual respect, respect), tertip-terti (orderly), teguq (responsibility ), solah perateq, (kindness), soloh (tolerance, love of peace), drops (participative), mutual trust (mutual trust), besemeton (brotherhood), ra'i (empathy), and bedadayan (cooperation).
Marwah Rusydiana
Published: 30 March 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 46-69; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i1.24331

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pembentukan karakter peserta didik yang akan menjadi calon pengurus OSB masa bhakti 2018-2019 serta karakter yang harus ada pada diri pengurus OSB itu sendiri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pembimbing OSB, wali kelas, dan lima peserta didik kelas 11. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Karakter yang dibentuk dalam menyiapkan calon Pengurus OSB yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, cinta tanah air, bersahabat, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Metode yang digunakan dalam membentuk karakter calaon pengurus OSB yaitu: (1) Metode ceramah, Metode ini dilakukan dalam setiap kegitatan yang dilakukan oleh pembimbing ataupun wali kelas; (2) Metode Diskusi, metode ini dilakukan ketika sedang ada kumpul dengan pengurus OSB ataupun ketika mendampingi rapat pengurus OSB; (3) metode Pemberian tugas (resitasi), Pengurus OSB diberikan tugas sesuai dengan bagiannya; dan (4) Metode Pembiasaan, Pengurus OSB dilatih untuk disiplin, memutuskan untuk mengadakan kegiatan dalam rapat atau dengan musyawarah mufakat. Kata
Agustina Tri Wijayanti
Published: 30 March 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 70-86; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i1.24333

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai local wisdom (kearifan lokal) melalui penerapan Petruk di Sekolah berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi dan melakukan wawancara kepada siswa, guru dan kepala sekolah, sedangkan analisis data menggunakan model Miles & Hubermen analisis data terdiri dari 1) pengumpulan data dengan diskripsi perilaku ekologis/observasi, catatan lapangan dan analisis dokumen; 2) reduksi data yang berarti proses pemilihan, menajamkan, menggabungkan, dan mengorganisasikan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan; 3) penyajian data yaitu tahapan memaknai apa yang terjadi; 4) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah didapatkan 9 nilai kearifan lokal yaitu kejujuran, kesusilaan, kesabaran, kerendahan hati, tanggung jawab, pengendalian diri, kepemimpinan, ketelitian, kerjasama. Penanaman nilai kearifan lokal yang diterapkan oleh Sekolah Berbasis Budaya melalui strategi penamaan. Strategi dalam penanaman nilai kearifan local di Sekolah Berbasis Budaya menggunakan strategi PETRUK. P sebagai pemodelan, E sebagai empowering atau pemberdayaan, T sebagai teaching atau pembelajaran, R sebagai Reinforching atau penguatan lingkungan. U sebagai Unik, dan K sebagai komprehensif atau menyeluruh, yaitu bekerja sama dengan masyarakat dan juga lembaga lain, melakukan kemitraan. Metode penanaman nilai kearifan lokal di SMPN 3 Banguntapan, yaitu melalui: kegiatan rutin, keteladanan, dan pengkondisian lingkungan.
Langgeng Raharjo
Published: 26 November 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 163-186; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28402

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implement-tasi pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan pemahaman dan meningkatkan keatifan siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Temon. Dengan menggunakan metode cooperative script diharapkan mengefektifkan pembelajaran khususnya pembelajar-an IPS. Subyek penelitian ditujukan pada seluruh siswa kelas VIII C SMP N 2 Temon Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan analisis secara diskripsi kualitatif dengan analisisnya menggunakan teknik analisis kritis model siklus melalui langkah: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi pengamatan dan dokumen pre test dan post test tiap siklus. Pada kondisi siklus I hasil belajar siswa rendah, siswa yang mendapat nilai < 76 sebanyak 30 (93.75%) siswa; nilai 76 -100 sebanyak 2 (6.25%) siswa. Hasil post testnya siswa yang mendapat nilai < 76 sebanyak 19 (59.37%); nilai 76 -100 sebanyak 13 (40.63%) siswa. Ketuntasan hasil belajar pada siklus ini 13 (63.75%) siswa dengan kondisi awalnya hanya 2 (43.13%) siswa. Pada pre tes siklus II, siswa yang mendapat nilai < 76 sebanyak 28 (87.50%) siswa; nilai 76-100 sebanyak 4 (12.50%) siswa. Pada post testnya siswa yang mendapat nilai < 76 sebanyak 15 (46.88%); nilai 76 -100 sebanyak 17 (53.12%) siswa. Ketuntasan hasil belajar pada siklus ini 17 (71.88%) siswa dengan kondisi awalnya hanya 4 (43.75%) siswa. Skor keaktifan pra siklus secara keseluruhan adalah 49,61 % dan ini masuk dalam kategori kurang aktif. Skor keaktifan siklus 1 secara keseluruhan adalah 57,52 %. Keaktifan siklus 2 secara keseluruhan adalah 85,55 % dan ini masuk dalam kategori sangat aktif. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan penggunaan model cooperative script dapat manjadikan siswa lebih aktif dari pembelajaran sebelumnya, yakni pada siklus 2 menunjukan pada posisi sangat aktif.
Sudrajat Sudrajat, Hamka Mujahid Ma'Ruf, Ajat Sudrajat, Septi Nur Damayanti
Published: 30 March 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 25-45; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i1.24329

Abstract:
Pada fase normal science, paradigma yang mapan sudah tidak dilihat secara kritis. Paradigma tersebut sudah dianggap benar begitu saja, taken for granted. Sampai akhirnya, paradigma yang mapan ini digugat karena ada anomali dimana muncul masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang tidak sanggup lagi dijawab oleh paradigma lama. Kemudian masuklah pada fase krisis. Pada fase krisis, paradigma lama bertarung dengan paradigma baru. Jika paradigma baru menang dan masyarakat ilmiah menyepakati kebenaran paradigma baru tersebut maka lahirlah apa yang disebut sebagai revolusi saintifik dimana paradigma lama tergeser oleh paradigma baru. Thomas Kuhn tidak melihat klaim objektivitas pengetahuan dari sisi perkembangan pengetahuan itu sendiri. Kuhn melihat objektivitas pengetahuan dan keilmuan itu sendiri di dalam perkembangan pengetahuan di dalam pertemuan antarmanusia di dalam masyarakat. Sumber pertumbuhan dan pemekaran bukan saja dari masalah-masalah internal pengetahuan, tetapi dari faktor-faktor sosial yang majemuk dan dinamis. Akibatnya, tidak ada klaim objektivitas yang bersifat tunggal (kumulatif) di dalam pengetahuan atau keilmuan. Oleh karena itu, semestinya tidak ada ilmu normal yang bertahan terus apalagi menjadi abadi karena pengetahuan atau ilmu selalu berada pada tuntutan dinamika sosial kemanusiaan yang dinamis dan majemuk. Fase normal science cepat atau lambat, akan mengalami anomali, krisis, dan akhirnya terjadilah revolusi dimana paradigma lama digantikan oleh paradigma baru.
Nur Aisyah, Sudrajat Sudrajat
Published: 26 November 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 146-163; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28401

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui upaya pemanfaatan media pembelajaran oleh guru IPS SMP di Kota Yogyakarta. Pemanfaatan media pembelajaran IPS dalam penelitian ini meliputi upaya pemanfaatan dengan membeli media pembelajaran IPS, dengan membuat atau merancang sendiri media pembelajaran IPS, dengan memodifikasi media pembelajaran IPS, dengan mengadaptasi media pembelajaran IPS dan dengan memberi penugasan siswa membuat media pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang dilakukan secara cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru IPS SMP di Kota Yogyakarta sejumlah 147 guru IPS SMP dengan sampel sebanyak 60 guru IPS SMP yang ditetapkan dengan teknik cluster sampling dari sekolah berstatus negeri maupun swasta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumenasi. Uji validitas instrumen menggunakan analisis skala oleh Louis Guttman dengan menghitung koefisiensi reprodusibilitas (Kr) dan koefisiensi skalabilitas (Ks) serta uji reliabilitas menggunakan rumus KR 20. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,10% (50 guru) atau sebagian besar guru IPS SMP di Kota Yogyakarta melakukan pemanfaatan media pembelajaran IPS. Pemanfaatan media pembelajaran dengan membeli sebesar 18% (11 guru), dengan membuat atau merancang sendiri sebesar 26% (16 guru), dengan memodifikasi sebesar 15% (9 guru), dengan mengadaptasi sebesar 27% (16 guru), dengan memberi penugasan siswa sebesar 14% (8 guru)
Sudrajat Sudrajat, Nugraheni Catur Puntaswari, Yunike Sulistyosari, Dwi Sri Astuti
Published: 25 March 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 66-85; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i1.30848

Abstract:
Ilmu sosial di negara berkembang (salah satunya Indonesia) masih mengguna-kan paradigma ilmu sosial di Barat (Eropa) sehingga dalam beberapa kasus menjadi tidak relevan ketika digunakan untuk memecahkan masalah sosial. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka yaitu sebuah pencarian kebenaran secara otoritatif melalui pendapat dan kajian ahli yang dituliskan dalam buku dan referensi. Hasil kajian menemukan bahwa perkembangan ilmu sosial di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari dunia Barat. Pribumisasi merupakan wacana untuk menumbuhkan pemikiran baru dalam ilmu-ilmu sosial di Indonesia agar lebih kontekstual. Beberapa tokoh menawarkan teori sosial alternatif yang mengkedepankan pribumisasi ilmu sosial yaitu: Kuntowoyo, Sartono Kartodirjo, Mubyarto, Purwa Santoso, dan Zamroni. Upaya pribumisasi harus ditindaklanjuti dengan mengajarkan ilmu sosial alternatif dalam berbagai jenjang pendidikan. Pembaruan IPS Terpadu dengan pembelajaran alternatif menjadi upaya yang efektif untuk membumikan ilmu sosial yang khas Indonesia.INDIGENIZATION OF SOCIAL SCIENCES AND RENEWING OF INTEGRATED SOCIAL SCIENCES LEARNING Social science in developing countries (one of which is Indonesia) still uses the social science paradigm in the West (Europe) so that in some cases it becomes irrelevant when it is used to solve social problems. The research used the literature review method, which is an authoritative search for truth through expert opinions and studies written in books and references. The results of the study found that the development of social science in Indonesia cannot be separated from the Western world. Privatization is a discourse to foster new thinking in the social sciences in Indonesia to make it more contextual. Several figures offered alternative social theories that prioritized the indigenization of social science, namely: Kuntowoyo, Sartono Kartodirjo, Mubyarto, Purwa Santoso, and Zamroni. Indigenousization efforts must be followed up by teaching alternative social sciences at various levels of education. Integrated IPS reform with alternative learning is an effective effort to ground social science that is unique to Indonesia.
Anita Lisdiana
Published: 26 November 2019
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 6, pp 112-130; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28398

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil keterampilan sosial siswa MTs Al-Hikmah Bandar Lampung pada mata pelajaran IPS Terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian adalah siswa MTs Al-Hikmah Bandar Lampung dan Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Hikmah Bandar Lampung. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial siswa MTs Al-Hikmah Bandar Lampung tergolong kurang baik yaitu terlihat bahwa indikator-indikator dalam keterampilan sosial yaitu 0% - 40% yang menunjukkan kriteria kurang baik. Terbatasnya model yang digunakan di dalam kelas diduga merupakan salah satu penyebab rendahnya keterampilan sosial siswa karena pembelajaran bersifat monoton, siswa hanya mendengarakan dan mencatat apa yang dijelaskan oleh guru, dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi dan mengembangkan pengetahuannya sendiri. Upaya untuk meningkatkan keterampilan sosial dalam proses pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran. Keterampilan sosial dapat dicapai melalui proses pembelajaran. Dari hasil observasi di peroleh masukan perlunya sebuah model pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan serta dapat melatih siswa untuk berketerampilan.
Berni Katudju, Maryam Lamarisi, Rasyid Umaternate, Ferdinand Kerebungu
Published: 25 March 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 86-101; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i1.30849

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab pengungsi Mamuya lebih memilih tetap tinggal di Desa Wari dibandingkan dengan kembali ke desa asalnya di Mamuya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data interaktif model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rata-rata pengungsi Mamuya yang mengungsi di Desa Wari, sebagian besar beragama Kristen, ada juga sekitar 5 keluarga Protestan dengan jumlah keseluruhan tiga ratus penduduk. Persamaan agama dengan penduduk desa Wari menjadi salah satu pertimbangan khusus bagi para pengungsi untuk tetap tinggal; 2) pengungsi Mamuya merasa senang, dan menikmati hidup di Desa Wari, karena kedua desa masih memiliki ikatan keluarga.ADAPTATION AND TOLERANCE OF MAMUYA REFUGEES IN TOBELO NORTH HALMAHERA This study aims to determine the factors that cause Mamuya refugees to prefer to stay in Wari Village compared to returning to their home village in Mamuya. The research method used is a qualitative method, with data collection techniques carried out by observation and interviews. The data analysis technique was performed using the interactive data analysis technique of the Miles & Huberman model. The results showed that: 1) on average, Mamuya refugees who took refuge in Wari Village, most of them are Christians, there are also about 5 Protestant families with a total of three hundred inhabitants. The similarity of religion with the villagers of Wari is one of the special considerations for the refugees to stay; 2) Mamuya refugees feel happy and enjoy life in Wari Village because the two villages still have family ties.
Nugraha Permana Putra
Published: 1 September 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 162-176; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i2.34939

Abstract:
Dunia sedang dihadapkan permasalahan rumit dan berkepanjangan mengenai pandemi Coronavirus Disease (covid-19). Di Indonesia, salah satu upaya pencegahan penyebaran virus tersebut adalah dengan membuat kebijakan pembelajaran jarak jauh pada sektor pendidikan. Kebijakan pembelajaran jarak jauh secara tidak langsung telah mengubah paradigma sistem pembelajaran konvensional yang semula tatap muka di kelas kemudian berubah menjadi secara virtual dan tidak bertemu langsung di kelas. Untuk menggali dan mengeksplore data pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk mendapatkan simpulan yang baik. Artikel ini membahas mengenai penggunaan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group sebagai media pembelajaran jarak jauh di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bina Insani serta faktor penghambat dalam penggunaannya. Dalam implementasinya, aplikasi Zoom dan Whatsapp Group menawarkan beberapa setting pembelajaran diantaranya asinkron mandiri, asinkron kolaboratif, dan sinkron maya. Beberapa fitur yang ditawarkan aplikasi Whastapp Group untuk menunjang aktifitas pembelajaran adalah download, upload, assignment. Sedangkan untuk aplikasi Zoom menawarkan fitur forum diskusi. Hambatan yang dialami Tutor dan Warga Belajar umumnya adalah kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai manajemen perkuliahan menggunakan aplikasi Zoom, Whatsapp Group dan kurang stabilnya koneksi jaringan internetDISTANCE LEARNING SOLUTIONS USING THE ZOOM AND WHATSAPP GROUP APPLICATIONS IN THE NEW NORMAL ERA OF CITIZENS LEARNING PACKAGE C AT THE COMMUNITY LEARNING ACTIVITY CENTER (PKBM) BINA INSANIThe world is faced with complicated and prolonged problems regarding the Coronavirus Disease (covid-19) pandemic. In Indonesia, one of the efforts to prevent the spread of the virus is by making a distance learning policy in the education sector. The distance learning policy has indirectly changed the paradigm of the conventional learning system, which was originally face-to-face in class and then turned virtual and did not meet in person in the class. To find and explore data in this study used descriptive qualitative research with observation data techniques, interviews, and documentation studies to get good conclusions. The article discusses the use of the Zoom and Whatsapp Group applications as distance learning media at the Bina Insani Teaching and Learning Center (PKBM) and the inhibiting factors in their use. In its implementation, the Zoom and Whatsapp Group applications offer several learning settings such as self-synchronization, synchronization, and virtual synchronization. Some of the features offered by the Whastapp Group application to support learning activities are downloading, uploading, carrying out tasks. Meanwhile, the Zoom application offers a discussion forum feature. The obstacles that help Tutors and Learning Citizens are based on knowledge and information about course management using the Zoom application, Whatsapp Group, and the unstable internet network connection
Rizkia Mutiara Ramadhani, Fitri Andrianti Indah Gustaman, Muhammad Sarip Kodar, Idk Kerta Widanaha
Published: 1 September 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 102-118; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i2.34936

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Sekolah Aman Bencana terhadap sekolah yang terletak di Kalimantan Timur. Sekolah merupakan area publik yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat terutama anak-anak. Sekolah Aman Bencana merupakan salah satu cara untuk melindungi anak-anak dan generasi muda dalam menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif serta aman dari ancaman bahaya yang tidak dapat terhindarkan. Pengajaran terkait pengetahuan terhadap bencana dan simulasi evakuasi merupakan hal yang penting sebagai modal kesiapsiagaan yang harus dimiliki seluruh warga sekolah. Sarana dan prasarana yang memadai juga tidak kalah penting sebagai penunjang kesiapsiagaan sekolah. Kesiapsiagaan sekolah menjadi suatu keharusan mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki ancaman bahaya yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyajian analisis secara deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dari komponen sekolah seperti wakil kepala sekolah, guru praktik, serta staff untuk meninjau kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi ancaman bahaya di daerah setempat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Sekolah Aman Bencana di SMKN 4 Balikpapan sudah cukup baik karena didukung oleh tingkat kesiapsiagaan yang baik dari warga sekolahIMPLEMENTATION OF DISASTER SAFE SCHOOLS PROGRAMS IN VOCATIONAL SCHOOLS 4 BALIKPAPAN, EAST KALIMANTAN BALIKPAPAN, EAST KALIMANTANThis study aims to determine the implementation of the school of Disaster Safe School in East Borneo. School is a public area where people gather, especially children. Safe Disaster Schools are one way to protect children and young people in creating conducive teaching and learning activities and safe from the inevitable threat of danger. Teaching related to knowledge about disasters and evacuation simulations is important as preparedness for all school members. Adequate facilities and infrastructure are no less important to support school preparedness. School preparedness is a must given that Indonesia is a country that has a high threat of danger. This study uses a qualitative method with the presentation of a descriptive analysis. Research data were collected from school components such as vice principals, practical teachers, and staff to review the preparedness of school residents in facing hazard threats in the local area. The results of this study indicate that the implementation of Disaster Safe Schools at SMKN 4 Balikpapan is good enough because it is supported by a good level of preparedness from the school community.
Devia Luthfi Oktaviani, Sumardi Sumardi, Akmad Nugraha
Published: 1 September 2020
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 7, pp 119-135; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i2.34937

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menghasilkan media Papan Putar Nusantara pada pembelajaran IPS kelas IV SD Negeri Cijoho dan SDN 2 Kiarajangkung Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Media Papan Putar Nusantara ini dibutuhkan untuk mengakomodir kebutuhan pembelajaran IPS akan media belajar. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode penelitian Design Based Research. Langkah-langkah dalam penelitian ini menggunakan model Reeves dalam Pool & Laubscher, meliputi (1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktis secara kolaboratif, (2) mengembangkan solusi yang didasakan patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi, (3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktisi dan (4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktis. Pengembangan produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah purposive sampling. Produk media berupa papan putar nusantara adalah papan lingkar yang berputar didalamnya terdapat angka sebagai titik tumpu untuk menentukan hasil dari keterangan pada suatu daerah untuk mengetahui tujuan pembelajaran dengan permainan. Media pembelajaran menjadi faktor untuk meningkatkan pemahaman peserta didik sebagai proses belajar mengajar akan elbih efektif dan menyenangkan sehingga guru membantu mencari pesan dari bahan pembelajaran kepada peserta didik.THE DEVELOPMENT OF ARCHIPELAGO MEDIA ON DIVERSITY OF TRADITIONAL CLOTHES IN INDONESIA FOR CLASS IV IN ELEMENTARY SCHOOLThis research aims to produce Nusantara Playboard media in social studies class IV SD Negeri Cijoho and SDN 2 Kiarajangkung, Sukahening District, Tasikmalaya Regency. This Nusantara Playboard media is needed to accommodate the social studies learning needs of learning media. This research uses the Design-Based Research research method. The steps in this study use the Reeves model in Pool & Laubscher, including (1) identifying and analyzing problems by researchers and collaboratively practicing, (2) developing solutions based on theoretical standards, existing design principles, and technological innovation, (3) carry out an iterative process to test and improve solutions practically and (4) reflection to produce a design principle and improve the practical implementation of the solution. Product development is validated by material experts and media experts. The data collection technique in this study was purposive sampling. The media product in the form of an archipelago rotary board is a circular board that rotates in which there are numbers as a fulcrum for determining the results of information in an area to determine the objectives of learning with games. Learning media is a factor in increasing students' understanding as the teaching and learning process will be more effective and fun so that teachers help find messages from learning materials to students.
Sumiyati Sumiyati
Published: 25 March 2021
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 8, pp 44-58; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v8i1.38962

Abstract:
Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) upaya meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar peserta didik SMP dengan model pembelajaran kooperatif students team achievement division, (2) peningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar peserta didik SMP dengan model pembelajaran tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII D SMP Negeri 14 Surakarta berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis data kualitatif model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran students teams achievement division dilakukan dengan langkah-langkah: pembagian kelompok, menentukan skor awal, pemaparan materi, mengerjakan kuis, menghitung skor individu dan kelompok, merekognisi prestasi kelompok; (2) model pembelajaran students teams achievement division mampu meningkatkan keaktifan belajar sebesar 15% dan hasil belajar IPS sebesar 8,0. Learning model of students team achievement division to improve the activeness and learning outcomes of IPS in students in junior high school The research objective was to find out (1) improvement learning activeness and outcomes of junior high school students with student team achievement division model, and (2) increasing learning activeness and outcomes of junior high school students by the model. The research conducted using classroom action research, with subject of students of class VII D SMP Negeri 14 Surakarta, totaling 32 people. Data collection techniques using observation, tests, and documentation. The technique of data analysis used qualitative data analysis technique of Miles & Huberman model. The results showed that: (1) the students teams achievement division learning model was carried out with the following steps: group division, determining initial scores, building groups, material exposure, group study, taking quizzes, calculating individual and group scores, recognizing group achievement, and returns quiz results with an emphasis on group discussion, and individual skills; (2) the student team achievement division learning model was able to increase learning activeness 15% and social studies learning outcomes 8.0.
Published: 30 September 2018
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 5, pp 156-174; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v5i2.22109

Abstract:
PENERAPAN ALAT PEMBELAJARAN “DEMONSTRATION OFEARTHQUAKE” UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MITIGASIMATERI LETAK GEOLOGIS INDONESIA DI SMP Asri Ratna Sari SMP Negeri 2 BanjarnegaraEmail: [email protected], Hp: 082226833849Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menerapakan alat peragapembelajaran “demonstration of earthquake” yang dapatmeningkatkan literasi mitigasi melalui media sosial menggunakansoftware menemu baling, materi letak geologis Indonesia padapembelajaran IPS SMP N 2 Banjarnegara. Metode penelitian inimenggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datadengan observasi, catatan harian dan dokumentasi. Hasil yangdicapai pada pembelajaran menggunakan alat pembelajaranperaga “demonstration of Earthquake” di kelas VII E semester 1SMP N 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagaiberikut, berdasarkan catatan harian peserta didik, dapatdipahami bahwa pada pembelajaran yang telah lalu, untuk materiletak geologis Indonesia dimana belum menggunanakan alatperaga “demonstration of earthquake”, secara umum peserta didikmenyatakan pemahaman tentang materi letak geologis yangkurang tuntas. Peserta didik secara umum juga memandang alatperaga “demonstration of earthquake” dapat memperjelaspemahaman tentang materi letak geologis Indonesia. Lebih lanjutpeserta didik secara umum menilai pembelajaran menyenangkan,karena dapat memanfaatkan gawai meraka untuk pembelajaran.Untuk data nilai postes, menjunjukkan hasil yang cukupmemuaskan. Hal ini tampak pada rerata mencapai 74,69. Reratayang cukup baik karena sudah di atas KKM. Nilai tertinggimencapai 86, walaupun masih ada yang mendapatkan 56 danmerupakan nilai terendah. Sementara jumlah peserta didik tuntas82,67 %, sudah cukup baik karena mencapai lebih dari separuhjumlah peserta didik. Adapun yang belum tuntas masih 17,24%. Kata Kunci: peraga “demonstration of earthquake”, literasi, mitigasi
Tista Veris Ayudiana, Anik Widiastuti
Published: 23 November 2018
Journal: JIPSINDO
Abstract:
STUDI EKSPLORASI PROGRAM MARKET DAY DI SD MUHAMMADIYAH SERUT, PALBAPANG, BANTUL Tista Veris AyudianaAnik WidiastutiJurusan Pendidikan IPS FIS [email protected], [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perencanaan program market day yang ada di SD Muhammadiyah Serut, Palbapang, Bantul, (2) pelaksanaan program market day yang ada di SD Muhammadiyah Serut, Palbapang, Bantul, (3) evaluasi program market day yang ada di SD Muhammadiyah Serut, Palbapang, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif Milles dan Huberman. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Perencanaan program market day yang ada di SD Muhammadiyah Serut, Palbapang, Bantul yaitu pembentukan struktur organisasi penanggung jawab kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan penanggung jawab di kelas adalah wali kelas. (2) Pelaksanaan program market day yaitu sebagian besar sesuai dengan perencanaan yang dilakukan. Beberapa perubahan yaitu pada internalisasi yang hanya dilakukan pada mata pelajaran Tematik dan Matematika. Aturan dalam market day bertambah yaitu wali kelas harus menunggu saat berlangsung market day. Penilaian dilakukan pada saat market day yaitu penilaian sikap peserta didik. (3) evaluasi pendidikan kewirausahaan yaitu indikator keberhasilan yang digunakan sekolah ini adalah sebagian pelaksanaan market day berjalan sesuai dengan perencanaan.Kata kunci: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, market day
Nur Endah Januarti
Published: 15 November 2016
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian bertujuan mengetahui partisipasi pemilih pemula dan orientasi pemilih memilih sosok calon anggota legislatif setelah diselenggarakannya Pemilu Legislatif 2014. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dengan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan adalah pemilih pemula. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemilih pemula dipengaruhi oleh sosialisasi berdasarkan kebiasaan, aktivitas sosial, lingkungan sosial, relasi sosial dan media sosial. Metode sosialisasi yang digunakan melalui kampanye langsung dan media sosial. Dasar pertimbangan pemilih pemula dalam menentukan pilihan berdasarkan sosok caleg disebabkan oleh ideologi, prestasi, track record atau latar belakang caleg, metode sosialisasi. Alasan pemilih lebih memilih sosok calon anggota legislatif daripada partai politik menempatkan rasionalitas pemilih pemula yang lebih melihat pada track record calon pemimpin dan melemahnya kepercayaan terhadap partai politik, dan tidak disepakatinya sistem money politic.Kata kunci : pemilu legislatif, pemilih pemula, calon anggota legislatif AbstractThe study aims to determine the participation of voters and orientations of voters chose the figure of legislative candidates after the holding of legislative elections in 2014. The study was conducted in Yogyakarta with qualitative methods through observation, interviews and documentation. Informants are voters. Data were analyzed using data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that the participation of voters are influenced by socialization based on customs, social activities, social environment, social relations and social media. Socialization methods used by the direct campaign and social media. The basic consideration for voters in determining the choice of candidates is based on the figure due to ideology, achievements, track record or background of the candidates, the method of socialization. The reason voters preferring figure legislative candidates rather than political parties put the rationality of voters who rather look at the track record of aspiring leaders and weakening confidence in the political parties, and no agreement on the system of money politics.Keywords: participation, voters, legislative candidates
Published: 3 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas Pembelajaran IPS di SD melalui Pendidikan Multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), model Kemmis & Taggart yang terdiri dari: planning (perencanaan), acting & observing (pelaksanaan dan pengamatan), serta reflecting (refleksi). Tindakan penelitian dilakukan dengan tiga siklus dimana pada siklus pertama tindakan yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw, pada siklus kedua dengan model team games tournament, sedangkan pada siklus ketiga dengan model team investigation report. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion atau kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; 1) siklus pertama pola perancangan upaya peningkatan meningkatkan kerjasama seluruh siswa, 2) siklus kedua pada pola penanaman sikap kerjasama dan kompetisi, 3) siklus ketiga pada cara siswa melakukan investigasi, merumuskan hipotesis, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul.
Published: 14 June 2016
Journal: JIPSINDO
Abstract:
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepdi pesertadidik tentang implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPS di SMP se-kecamatan Kretek, Bantul. Populasi dan sampel penelitian SMP di kecamatan Kretek, Bantul. Metode penelitian menggunakan survey dengan pendekatan deskritif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok, dan teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peserta didik di SMP Se-kecamatan Kretek memiliki persepsi yang cukup tentang pelaksanaan pendekatan saintifik pada pembelajaran IPS. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai kategori sangat baik sebesar 7,51%, baik sebesar 30,52%, cukup sebesar 44,13%, kurang baik sebesar 15,96%, dan sangat kurang baik sebesar 1,88%.Persepsi cukup tersebut menunjukan bahwa peserta didik cukupmampu melaksanakan bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya,mengumpulkan data, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan.Kata kunci: Persepsi, pendekatan saintifik, pembelajaran IPS
Published: 27 December 2017
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 4, pp 166-183; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v4i2.17575

Abstract:
AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS menggunakan metode Scramble pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1Poncowarno, Kebumen; dan (2) peningkatan motivasi dan hasil belajar IPS menggunakan metode Scramble di kelas VII B SMP Negeri 1 Poncowarno, Kebumen. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) model Kemmis& Taggart yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Poncowarno, Kebumen yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif model Miles & Huberman untuk menganalisis data kulitatif dari observasi sedangkan data kuantitatif dari angket dan tes dianalisis dengan statistik diskriptif khususnya tendensi sentral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS dengan metode sramble dilakukan dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut: (a) menjelaskan tujuan dan materi pembelajaran, (b) membagikan lembar kerja yang di dalamnya sudah berisi scramble, (c) menampilkan slide yang berisi pertanyaan, (d) siswa menjawab pertanyaan, (e) mengoreksi jawaban antar teman sebangku, dan (f) memberikan penilaian dan memberikan reward kepada siswa yang memperoleh skor paling tinggi. Kedua: penggunaan metode Scramble dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Peningkatan motivasi dari pra siklus sebesar 76,49% meningkat pada siklus I sebesar 83,04% dan menjadi 91,16% pada siklus II. Hasil belajar juga mengalami peningkatan dari pra Siklus rata-rata68,90 dengan ketuntasan sebesar 35%, meningkat menjadi 86,90dengan ketuntasan mencapai 89,29% pada siklus I dan 83,60 dengan ketuntasan 85,71% .Kata kunci: metode scramble, motivasi dan hasil belajar IPS
Supardi Saliman Satriyo Wibowo
Published: 17 June 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan profil lulusanJurusan Pendidikan IPS tahun 2008-2010 dan Relevansi kurikulum diJurusan Pendidikan IPS UNY dengan kebutuhan pasar kerja. Profillulusan meliputi masa tunggu lulusan, persen lulusan yang sudahbekerja, dan penghasilan pertama yang diperoleh. Metode penelitianTracer Study ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan survei.Subjek penelitian adalah lulusan Jurusan Pendidikan IPS FIS UNYtahun 2008-2010 sebanyak 51 orang. Hasil pengumpulan data denganteknik angket dan dokumentasi diperoleh balikan sejumlah 47 orang.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif denganpersentase kemudian dideskripsikan sebagai gambaran profil darilulusan. Hasil penelitian diperoleh 1. Profil lulusan Jurusan PendidikanIPS tahun 2008-2009 sebagai berikut: a. sebanyak 63,8 persen lulusansudah memperoleh pekerjaan kurang dari enam bulan, 36,2 persenlulusan memperoleh pekerjaan pertama lebih dari 6 bulan, b.Persentase lulusan yang sudah bekerja sebagai Guru yaitu 60 persendan non Guru 28,4 persen, serta hanya 11, persen belum bekerja. c.Penghasilan pertama yang diperoleh sebanyak 52 persen kurang dari Rp700.00,-, dan 47 persen lulusan antara Rp 751.000,00 – Rp1000.000,00. 2. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerjadiperoleh hasil sebanyak 78,95 persen lulusan merasa memiliki life skilluntuk jenis pekerjaan yang sesuai latar pendidikan dan 78,79 persenlulusan menyatakan materi kuliah yang diberikan di JurusanPendidikan IPS sudah sesuai kebutuhan pekerjaan yang sesuai latarbelakang pendidikan.Kata kunci: tracer study, relevansi, lulusan, IPS
Published: 4 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru sekolah dasar terhadap pendidikan karakter di Wilayah III, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Subjek penelitian ini adalah guru sekolah dasar Wilayah III, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Objek penelitiannya adalah persepsi guru terhadap pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi guru Sekolah Dasar di di Wilayah III, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terhadap pendidikan karakter hipotesis (H1) diterima artinya ada perbedaan persepsi antara guru yang berpengalaman dan yang belum berpengalaman dalam implementasi pendidikan karakter. Karena angka yang diperoleh dalam penelitian lebih besar dari > ). Hasil perhitungan yang lebih besar dari pada juga dapat dilihat dari hasil rata-rata skor angket guru yang berpengalaman lebih besar yakni sedangkan hasil rata-rata skor angket guru yang tidak berpengalaman adalah sebesar 126.5.Kata kunci: persepsi guru terhadap pendidikan karakter.
Published: 17 June 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi Vulkanisme melalui media maket bubur kertas siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Ngemplak Semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini berlangsung 3 siklus. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri Ngemplak yang berjumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, evaluasi/tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan hasil belajar. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Media maket bubur kertas dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi Vulkanisme siswa kelas VII A SMPN 2 Ngemplak Semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dapat dibuktikan dari analisis hasil belajar siswa yang dilaksanakan menunjukkan adanya peningkatan, pada prasiklus hasil rata-rata persentase kentuntasan belajar sebesar 25.8%, siklus I persentase ketuntasan belajar dari 6,5% pada pre-tes menjadi 19,4% pada postes dengan kategori kurang , jadi mengalami peningkatan 12,9%. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar dari 45% dengan kategori kurang menjadi 71% dengan kategori baik jadi meningkat 26% sedangkan siklus III dari 80,6% pada pretes dengan kategori baik menjadi 90% dengan kategori baik sekali jadi mengalami peningkatan sebesar 9,4% . Hasil tersebut sudah sesuai dengan kriteria ketuntasan yang diharapkan bahkan melebihi target sebesar 85%. Hal ini menunjukkan pembelajaran IPS pada materi Vulkanisme melalui media maket bubur kertas dapat meningkatkan hasil belajar. Kata Kunci: hasil belajar IPS, materi vulkanisme, media maket bubur kertas
Published: 7 January 2016
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran IPS antara kelas yang diterapkan dengan menggunkan model Project Based Learning dan kelas yang diterapkan menggunakan model Learning Cycle 5E. Populasi penelitian di SMP N 2 Wates, pengambilan sampel diperoleh secara random dengan teknik sample random sampling untuk menentukan kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 dan didapatkan kelas eksperimen 1 yaitu kelas VIII C dan kelas eksperimen 2 yaitu kelas VIII B. teknik pengumuplan data menggunakan observasi dan tes. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk Pretest-Posttest Non-Equivalen Multiple Group Design. Teknik analisis data digunakan independent sample t-test, pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis independent simple t-test sebagai alat dalam pengujian hipotesis diperoleh t hitung sebesar 1.856, kemudian dilihat dari t tabel untuk df = 65 adalah 1.997, dari analisis tersebut diperoleh bahwa t hitung < t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model Project Based Learning lebih tinggi 3.55 dibanding menggunakan model Learning Cycle 5 E.Kata kunci : project based learning, learning cycle 5 M, pembelajaran IPS
, Sudrajat Sudrajat
Published: 16 March 2018
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 5, pp 21-43; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v5i1.20181

Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai kearifan lokal untuk penanaman kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 3 Banguntapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi dan melak\ukan wawancara kepada siswa kelas VIII, guru dan kepala sekolah, sedangkan analisis data menggunakan model Miles & Hubermen analisis data terdiri dari 1) pengumpulan data dengan diskripsi perilaku ekologis/observasi, catatan lapangan dan analisis dokumen; 2) reduksi data yang berarti proses pemilihan, menajamkan, menggabungkan, dan mengorganisasikan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan; 3) penyajian data yaitu tahapan memaknai apa yang terjadi; 4) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah didapatkan 9 nilai kearifan lokal dalam pembentukan kecerdasan emosional siswa yaitu kejujuran, kesusilaan, kesabaran, kerendahan hati, tanggung jawab, pengendalian diri, kepemimpinan, ketelitian, kerjasama. Nilai tersebut dimasukkan dalam 5 wilayah utama dalam kecerdasan emosional menurut Goleman seperti kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan ketrampilan sosial. Penanaman nilai kearifan lokal yang dilakukan oleh SMPN 3Banguntapan meliputi, strategi yang dilakukan dan metode penamaan. Strategi dalam penanaman nilai kearifan lokal, SMPN 3Banguntapan menggunakan strategi PETRUK. P sebagaipemodelan, E sebagai empowering atau pemberdayaan, T sebagai teaching atau pembelajaran, R sebagai Reinforching atau penguatan lingkungan. U Unik, dan K komprehensif atau menyeluruh, yaitu bekerja sama dengan masyarakat dan juga lembaga lain, melakukan kemitraan. Metode penanaman nilai kearifan lokal di SMPN 3 Banguntapan, yaitu melalui: kegiatan rutin, keteladanan, dan pengkondisian lingkungan.Kata kunci : nilai kearifan lokal, kecerdasan emosional
Sumiyati Sumiyati
Published: 13 July 2017
Journal: JIPSINDO
Abstract:
AbstrakStigma negatif siswa yang menganggap IPS sebagai pembelajaran yang membosankan, antusiasme siswa, dan rendahnya minat untuk belajar merupakan persoalan klasik yang tidak pernah selesai. Strategi pembelajaran yang monoton juga menambah permasalahan menjadi semakin rumit. Penggunaan strategi pembelajaran kontektual (CTL) merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa SMP. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 14 Surakarta yang terletak di Jalan WZ Yohannes, Jebres, Kota Surakarta. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII E tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 32 orang. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu: wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah: teknik analisis data kualitatif model Miles & Huberman yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu: data reduction, data display, dan conclussion untuk data kualitatif, sedangkan analisis data kuantitatif menggunakan statistik diskriptif yaitu analisis tendensi sentral. Penerapan model pembelajaran Contetual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 31,25%. Setelah dilaksanakan tindakan siklus I skor motivasi tinggi meningkat, namun masih belum mencapai target penelitian yakni sebesar 59,38%. Pada tindakan siklus II skor motivasi tinggi meningkat menjadi sebesar 81,25%. Penerapan model pembelajaran Contetual Teaching and Learning (CTL) juga dapat meningktakan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Surakarta pada tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dapat diketahui dari perolehan nilai hasil belajar dari pra tindakan, yakni siswa yang tuntas belajar atau mencapai batas KKM (>75) sebesar 21,87%. Setelah dilakukan tindakan siklus I ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 56,25%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 78,12%.Kata Kunci: motivasi belajar, contextual teaching and learning
Published: 14 June 2016
Journal: JIPSINDO
Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatanmotivasi belajar IPS dengan menerapkan model pembelajaranNumbered Heads Together di SMP Muhammadiyah 1 Kalasan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas(PTK) dengan teknik pengumpulan data observasi dan angket.Analisis data menggunakan analisis diskripsi. Hasil penelitiansebagai berikut bahwa 1) model pembelajaran numbered headstogether menggunakan LKS siswa termotivasi dan aktif dalammengikuti belajar mengajar, serta pembelajaran menyenangkandan bermakna. 2) model pembelajaran numbered heads togetherdapat menumbuhkan motivasi yang tinggi yang berdampakmeningkatkan hasil prestasi di atas KKM dengan rata-rata 80.Kata kunci: motivasi belajar, numbered heads togetherAbstractThis study aims to determine the increase motivation to learn IPS byapplying the learning model Numbered Heads Together in SMPMuhammadiyah 1 Kalasan. This study uses action research (PTK)with data collection techniques of observation and questionnaires.Analyzed using description. The following results that 1) the learningmodel Numbered Heads Together using student worksheetsmotivated and active in participating and learning, and the learningfun and meaningful. 2) learning model Numbered Heads Together tofoster motivation high impact on improving achievement results inKKM with an average of 80.Keywords: motivation to learn, numbered heads together
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOKO BERGAMISTIK PADA SISWA KELAS VIII.I SMP NEGERI 1 LANGSA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Ratna Juwita SMP Negeri 1 Langsa Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa melalui model pembelajaran Koko Bergamistik pada materi Negara-Negara ASEAN di kelas VIII.I SMP Negeri 1 Langsa tahun pelajaran 2017/208. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, keempat tahapan disebut siklus. Penelitian ni terdiri dari tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.I dengan jumlah 31 siswi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik tes, observasi, dokumentasi,wawancara serta diskusi. Indicator kinerja pnelitian adalah hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 85% tuntas KKM 72 dan aktivitas siswa mencapai keaktifan 85%. berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai hasil belajar kognitif pada sisklus I diperoleh niali rata-rata 71,29, pada siklus II diperoleh nilai rata- rata 81,64, dan pada siklus III diperoleh nilai rata-rata 82,29. Ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ketuntassan belajar sebesar 51,61%, pada siklus II ketuntasan belajar sebesar 80,64% dan pada siklus III ketuntasan belajar 87,10%. Simpulan pada penelitian ini adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif kolaboratif berbantuan game IPS berbasis TIk (Koko Bergamistik) dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi Negara-negara ASEAN di kelas VIII.I SMP Negeri 1 Langsa tahun pelajaran 2017/2018. Kata Kunci : hasil belajar, aktivitas siswa, model pembelajaran Koko Bergamistik
Asri Ratna Sari
Published: 23 November 2018
Journal: JIPSINDO
Abstract:
PENERAPAN ALAT PEMBELAJARAN “DEMONSTRATION OF EARTHQUAKE” UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MITIGASI MATERI LETAK GEOLOGIS INDONESIA DI SMP Asri Ratna SariSMP Negeri 2 BanjarnegaraEmail: [email protected], Hp: 082226833849AbstrakTujuan penelitian ini untuk menerapakan alat peraga pembelajaran “demonstration of earthquake” yang dapat meningkatkan literasi mitigasi melalui media sosial menggunakan software menemu baling, materi letak geologis Indonesia pada pembelajaran IPS SMP N 2 Banjarnegara. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, catatan harian dan dokumentasi. Hasil yang dicapai pada pembelajaran menggunakan alat pembelajaran peraga “demonstration of Earthquake” di kelas VII E semester 1SMP N 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagaiberikut, berdasarkan catatan harian peserta didik, dapat dipahami bahwa pada pembelajaran yang telah lalu, untuk materi letak geologis Indonesia dimana belum menggunanakan alat peraga “demonstration of earthquake”, secara umum peserta didik menyatakan pemahaman tentang materi letak geologis yang kurang tuntas. Peserta didik secara umum juga memandang alat peraga “demonstration of earthquake” dapat memperjelas pemahaman tentang materi letak geologis Indonesia. Lebih lanjut peserta didik secara umum menilai pembelajaran menyenangkan, karena dapat memanfaatkan gawai meraka untuk pembelajaran. Untuk data nilai postes, menjunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini tampak pada rerata mencapai 74,69. Rerata yang cukup baik karena sudah di atas KKM. Nilai tertinggi mencapai 86, walaupun masih ada yang mendapatkan 56 dan merupakan nilai terendah. Sementara jumlah peserta didik tuntas82,67 %, sudah cukup baik karena mencapai lebih dari separuh jumlah peserta didik. Adapun yang belum tuntas masih 17,24%.Kata Kunci: peraga “demonstration of earthquake”, literasi mitigasi
Published: 23 November 2018
Journal: JIPSINDO
Abstract:
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL TASC (THINKING ACTIVELY IN A SOCIAL CONTEXT) PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASARRoso SugiyantoAsih UtamiPGSD, FKIP, Universitas Palangka Rayae-mail: [email protected] [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa dengan menggunakan model TASC (Thinking Actively in a Social Context) melalui pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan menggunakan Classroom Action Research (CAR) di Kelas IV A Sekolah Dasar Negeri I Menteng Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran TASC mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus pertama kemampuan berpikir kritis siswa (0%) yang mencapai kategori sangat kritis. Siswa yang mendapat kategori cukup kritis 12 siswa (42,86%). Siswa yang mencapai kategori kurang kritis sebanyak 16 siswa (57,14%) dan untuk kategori tidak kritis 0%. Dengan skor total aktivitas berpikir kritis siswa pada siklus I adalah (491). Skor ini berada di antara skor kuartil I (378) dan Skor Median (504). Artinya secara bersama-sama kemampuan berpikir kritis siswa kategori kurang kritis. Setelah dilakukan perbaikan, pada siklus kedua kemampuan berpikir kritis siswa menjadi 4 orang siswa (14,29%) mencapai kategori sangat kritis. Siswa yang mendapat kategori cukup kritis 24 siswa (85,71%). Siswa yang mencapai kategori kurang kritis sebanyak 0 siswa (0%) dan untuk kategori tidak kritis juga 0% dengan skor total aktivitas berpikir kritis siswa (659). Skor ini berada diantara skor median (504) dan skor kuarti III (630). Artinya kemampuan berpikir kritis siswa sudah mencapai kategori cukup kritis.Kata kunci: Berpikir Kritis, Model TASC, dan IPS
Published: 23 November 2018
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 5, pp 175-195; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v5i2.22087

Abstract:
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF AKSI BELA NKRI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SIKAP SOSIAL DI KELAS VIII H SMP NEGERI 1 BANJARNEGARADoko HarwantoSMP Negeri 1 Banjarnegara, Jawa TengahEmail : [email protected],AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah- langkah model pembelajaran kooperatif AKSI BELA NKRI untuk meningkatkan kompetensi sikap sosial di kelas VIIIH SMP Negeri 1Banjarnegara Tahun Pelajaran 2017/2018. Fokus pengamatankompetensi sikap sosial meliputi sikap disiplin, tanggungjawab, gotong royong dan percaya diri. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus secara berurutan dan setiap siklus melalui perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra siklus untuk aspek disiplin yang berkategori sangat baik sebesar 56% mengalami kenaikan pada siklus I sebesar 76,66% dan pada siklus II sebesar 93,33%, untuk aspek tanggungjawab pada pra siklus sebesar 73,33% mengalami kenaikan pada siklus I sebesar 100% dan siklus II sebesar 100%, untuk aspek gotong royong pada pra siklus sebesar 33,33% mengalami kenaikan pada siklus I sebesar 56,67% dan siklus II sebesar 86,67% dan untuk aspek percaya diri pada pra siklus sebesar 10% mengalami kenaikan pada siklus I sebesar 20% dan sikus II sebesar 86,67%. Berdasarkan data pada akhir siklus II, semua aspek pengamatan kompetensi sikap sosial menunjukkan hasil di atas 86% yang berkategori sangat baik. Simpulannya adalah model pembelajaran AKSI BELA NKRI dapat meningkatkan kompetensi sikap sosial peserta didik.Kata Kunci : model aksi bela NKRI, kompetensi sikap sosial
Ratna Juwita
Published: 23 November 2018
Journal: JIPSINDO
JIPSINDO, Volume 5, pp 134-155; https://doi.org/10.21831/jipsindo.v5i2.22085

Abstract:
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOKO BERGAMISTIK PADA SISWA KELAS VIII.I SMP NEGERI 1 LANGSATAHUN PELAJARAN 2017/2018Ratna JuwitaSMP Negeri 1 Langsa AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa melalui model pembelajaran Koko Bergamistik pada materi Negara-Negara ASEAN di kelas VIII.I SMP Negeri 1 Langsa tahun pelajaran 2017/208. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, keempat tahapan disebut siklus. Penelitian ni terdiri dari tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.I dengan jumlah 31 siswi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik tes, observasi, dokumentasi,wawancara serta diskusi. Indicator kinerja pnelitian adalah hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 85% tuntas KKM 72 dan aktivitas siswa mencapai keaktifan 85%. berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai hasil belajar kognitif pada sisklus I diperoleh niali rata-rata 71,29, pada siklus II diperoleh nilai rata- rata 81,64, dan pada siklus III diperoleh nilai rata-rata 82,29. Ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ketuntassan belajar sebesar 51,61%, pada siklus II ketuntasan belajar sebesar 80,64% dan pada siklus III ketuntasan belajar 87,10%. Simpulan pada penelitian ini adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif kolaboratif berbantuan game IPS berbasis TIk (Koko Bergamistik) dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi Negara-negara ASEAN di kelas VIII.I SMP Negeri 1 Langsa tahun pelajaran2017/2018.Kata Kunci : hasil belajar, aktivitas siswa, model pembelajaranKoko Bergamistik
Agustina Tri Wijayanti Sudrajat Taat Wulandari
Published: 17 June 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui muatan nilai-nilaikarakter melalui permainan tradisional di PAUD Among Siwi,Panggungharjo, Sewon, Bantul. Subjek penelitian ini adalah seluruhsiswa PAUD Among Siwi dan pendidik. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi dan wawancara. Desain penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. Teknik analisisdata digunakan analisis model interaktif. Hasil penelitianmenyimpulkan bahwa proses pembelajaran di Among Siwiditekankan pada pengembangan karakter dan budaya. Penanamankarakter melalui permainan tradisional dapat dilihat melaluipermainan seperti sluku-sluku bathok, ancak-ancak alis, dempo ewaewo, baris rampak, dsb. Dalam permainan, tarian dan nyanyianaspek yang terkandung seperti Wiroso (perasaan), Wiromo (irama),Wirogo (psikomotorik/ketrampilan), sehingga nilai-nilai karakter yangtertanam dalam diri anak seperti kerjasama, kebersamaan,kreatifitas, tanggung jawab, demokrasi, percaya diri, komitmen,dapat berkembang dengan baik sejak usia dini.Kata kunci : nilai-nilai karakter, permainan tradisional
Siti Nurjanah Siti Nurjanah
Published: 4 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) keefektifan metode PBL dibandingkan dengan metode ceramah dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar IPS, 2) perbedaan hasil belajar IPS peserta didik pada kelompok motivasi tinggi dan rendah baik yang belajar dengan metode PBL dan yang belajar dengan metode ceramah dan, 3) interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi terhadap hasil belajar IPS peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan merupakan pretest and postest group design dengan analisis faktorial 2x2. Sampel penelitian dua kelas yang ditentukan dengan teknik purposive random sampling dengan jumlah 60 peserta didik. Data diperoleh dengan: (1) tes, untuk mengukur hasil belajar IPS, dan (2) angket dengan skala Likert untuk menggolongkan motivasi tinggi dan motivasi rendah. Berdasarkan hasil analisis data dengan α=0,05 kesimpulannya adalah sebagai berikut: (1) hasil belajar IPS peserta didik dengan metode PBL lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar IPS peserta didik yang belajar dengan metode ceramah; (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS peserta didik pada kelompok motivasi tinggi dan kelompok motivasi rendah yang belajar dengan metode PBL dan yang belajar dengan metode ceramah; (3) terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi dalam mempengaruhi hasil belajar IPS peserta didik.Kata Kunci: problem-based learning, motivasi dan hasil belajar
Anik Widiastuti Supardi
Published: 4 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan laboratorium IPS di SMP. Pemanfaatan laboratorium dalam penelitian ini ditinjau dari; 1) kondisi laboratorium IPS di SMP, 2) manajemen laboratorium IPS di SMP, 3) peran kepala sekolah dalam pemanfaatan laboratorium IPS, 4) strategi guru dalam pemanfaatan laboratorium IPS, 5) pemanfaatan laboratorium IPS bagi para siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP 1 Bantul, SMP 19 Purworejo dan SMP IT Darul Hikmah Pakem pada bulan Oktober sampai dengan November 2012. Data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kondisi laboratorium IPS di tiga sekolah yang diteliti pada dasarnya telah memenuhi syarat minimal laboratorium, hanya saja ketersediaan perangkat lain masih kurang lengkap, 2) manajemen laboratorium IPS didasarkan pada pengelompokkan subjek atau konsep ilmu-ilmu sosial serta penggunaannya telah diatur sehingga memungkinkan pemanfaatan laboratorium secara teratur dan tidak terjadi benturan jadwal antar guru, 3) kepala sekolah mulai menyadari pentingnya laboratorium IPS dalam mendukung kualitas pembelajaran di SMP, sehingga mereka mulai memperhatikan keberadaan laboratorium IPS dengan dukungan kebijakan pengembangan laboratorium IPS, 4) Para guru merasakan pentingnya keberadaan laboratorium IPS, dan mereka telah berupaya melakukan pemanfaatan laboratorium IPS dalam mendukung pembelajaran IPS namun belum optimal disebabkan oleh terbatasnya sumber daya yang menangani, belum optimalnya dukungan finansial untuk mengembangkan laboratorium IPS, dan pada kenyataannya bahwa keberadaan laboratorium IPS di SMP masih merupakan hal baru dalam praksis pendidikan IPS di sekolah, 5) Para siswa merasa sangat terbantu dengan adanya laboratorium IPS di sekolah, karena pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Taat Wulandari Satriyo Wibowo
Published: 4 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta terhadap mitigasi bencana gempa bumi. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan populasi mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS UNY yang berjumlah 264 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional stratified random sampling sedangkan perhitungan pengambilan sampel berdasarkan monogram Harry King. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus alpha cronbach. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Pendidikan IPS UNY terhadap mitigasi bencana gempa bumi berada pada kategori sangat baik sebesar 59,9%, kategori baik sebesar 43,4%, kategori cukup sebesar 0,7%, dan kategori kurang sebesar 0%. Kesimpulan untuk masing-masing indikator dapat dirinci sebagai berikut: (1) Persepsi mahasiswa Pendidikan IPS terhadap mitigasi struktural bencana gempa bumi sebesar 56,6% berkategori sangat baik, 41,5% berkategori baik, dan 5,9% berkategori cukup; (2) Persepsi mahasiswa Pendidikan IPS terhadap mitigasi nonstruktural bencana gempa bumi sebesar 50,6% berkategori sangat baik, 48,7% berkategori baik, dan 0,7% berkategori cukup. Persepsi mahasiswa Pendidikan IPS terhadap mitigasi bencana gempa bumi berdasarkan angkatan atau tingkatan sebagai berikut: (a) Mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2012, sebesar 48,1% berkategori sangat baik, 50% berkategori baik, dan 1,9% berkategori cukup; (b) Mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2011, sebesar 52% berkategori sangat baik dan 48% berkategori baik; serta (c) Mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2010, sebesar 64% berkategori sangat baik dan 36% berkategori baik.Kata Kunci: Persepsi, Mitigasi Bencana, Gempa Bumi
Kristi Wardani
Published: 4 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) model pengiriman dalam culvivation nilai karakter di kelas rendah di sekolah dasar Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa, (2) metode pengiriman dalam budidaya nilai karakter di kelas rendah di sekolah dasar Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa, (3) nilai-nilai yang dikembangkan dalam perilaku tanam pada pengajaran kelas rendah valuesdeveloped dalam perilaku tanam pada pengajaran kelas rendah di sekolah dasar penelitian Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa.This adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua guru yang mengajar saya kelas, dan II, serta sebagai salah satu guru yang adminster muatan lokal di sekolah dasar Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Penentuan subjek penelitian lokal dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partiscipant, wawancara mendalam, teknik documentation.The analisis data melalui reduksi data, display data dan verifikasi. Pengujian keabsahan atau kredibilitas dilakukan triangulasi serta diskusi dengan hasil colleagues.The menemukan bahwa model penyampaian nilai karakter di kelas rendah di sekolah dasar Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa terintegrasi mata pelajaran. Metode penyampaian dalam budidaya nilai moral dalam pembiasaan, demokratis. Nilai-nilai moral dapat dikembangkan melalui pembelajaran ilmu-ilmu sosial, kewarganegaraan, matematika, Mulok (art / dolanan Anak lagu, dan belajar bahasa Jawa).
Heri Maria Zulfiati
Published: 3 February 2015
Journal: JIPSINDO
Abstract:
Pertumbuhan yang cepat dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan memungkinkan siswa untuk mengakses bahan belajar yang lengkap dari berbagai sumber. Para siswa didorong untuk belajar mandiri dan mereka menjadi subyek belajar (student centered) dan guru dituntut inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran IPS berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire dalam meningkatkan hasil belajar dari pada buku-buku teks. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dilakukan di SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Desain penelitian yang digunakan adalah Kelompok Kontrol acak desain pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta. Sampel diambil dengan menggunakan teknik ketersediaan sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan kuesioner. Perbedaan hasil belajar IPS serta minat siswa belajar IPS antara kelas eksperimen dan kontrol dianalisis dengan menggunakan t-test independen untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPS berbasis ICT dengan aplikasi Lectora Inspire. Hasil penelitian ini adalah (1) hasil belajar siswa dengan menggunakan ICT aplikasi Lectora Inspire lebih tinggi daripada menggunakan buku teks (t = 9,226 dan p= 0,004< α= 0,05, (2) minat belajar siswa menggunakan ICT dengan aplikasi Lectora Inspire lebih tinggi daripada menggunakan buku teks (t= 7,098 dan p= 0,001 < α= 0,05 ).Kata kunci : ICT , Hasil Belajar
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top