Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering: 28

(searched for: journal_id:(4142309))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Novi Purwono
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 3, pp 1-14; doi:10.32662/gojise.v3i1.862

Abstract:
Tanjung Laut is water located in the administrative area of Bontang Regency, East Kalimantan. These waters are widely used for ship traffic to and from the Port. To find out the hydrodynamic conditions, especially waves that occur in the sea and propagate into these waters, it is necessary to analyze wave transformations to describe the conditions and impacts that occur due to wave propagation from the high seas that enter the port waters. The purpose of this study is to look at the shipping security channel. The method used in analyzing wind data from BMKG into wave data and modeling with cgwave mathematical models. Wave analysis is carried out with a cgwave model mathematical to determine the hydrodynamic conditions of the waves and to determine the shipping obstacles and to describe the plan waves that occur as one of the bases in determining the elevation of the pier and port breakwater structures. The results showed the conversion of wind speed and direction to be high, the period and direction of waves in the waters of Tanjung Laut in 2006-2016. The maximum significant wave height in the waters of Tanjung Laut occurred in 2007 was 3.91 meters with a period of 7.89 seconds. The results of statistical analysis using the wave recurrence method show that the wave height can occur or exceed for a 50 year return period is 4.80 meters to 5.54 meters, while the 10 year return period is 3.70 meters to 4.17 meters. The results of the waveform simulation with the cgwave are the wave height in the harbor pool ranging from 0.03 meters to 0.06 meters in the direction of waves from the Northeast, 0.03 meters to 0.07 meters in the direction of waves from the East, and 0.05 meters up to 0.09 meters in the direction of waves from the Southeast. Simulation results show that the conditions in the port pond are quite safe and calm against wave attacksTanjung laut merupakan pelabuhan perairan yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Bontang Kalimantan Timur, dimana banyak digunakan untuk lalu lintas kapal yang menuju dan keluar dari Pelabuhan. Untuk mengetahui kondisi hidrodinamika khususnya gelombang yang terjadi di laut dan merambat ke perairan tersebut, perlu adanya analisa transformasi gelombang untuk menggambarkan kondisi dan dampak yang terjadi akibat perambatan gelombang dari laut lepas yang masuk ke kawasan perairan pelabuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keamanan alur pelayaran. Metode yang digunakan yaitu menganalisa data angin dari BMKG menjadi data gelombang dan pemodelan dengan model matematik cgwave. Analisa gelombang dilakukan dengan model matematik model cgwave untuk mengetahui kondisi hidrodinamika gelombang dan untuk mengetahui hambatan pelayaran serta untuk menggambarkan gelombang rencana yang terjadi sebagai salah satu dasar dalam penentuan elevasi dermaga dan bangunan pemecah gelombang pelabuhan. Hasil penelitian menunjukan konversi kecepatan dan arah angin menjadi tinggi, periode dan arah gelombang di perairan Tanjung laut Tahun 2006-2016. Tinggi gelombang signifikan maksimum di perairan Tanjung Laut terjadi pada tahun 2007 adalah 3,91 meter dengan periode 7,89 detik. Hasil analisa statistik menggunakan metode kala ulang kejadian gelombang, menunjukkan tinggi gelombang dapat terjadi atau terlampaui untuk kala ulang 50 tahun adalah 4,80 meter sampai dengan 5,54 meter, sedangkan kala ulang 10 tahun adalah 3,70 meter sampai dengan 4,17 meter. Hasil simulasi trasformasi dgelombang dengan model cgwave adalah tinggi gelombang di kolam pelabuhan berkisar antara 0,03 meter sampai dengan 0,06 meter dengan arah datang gelombang dari Timur Laut, 0,03 meter sampai dengan 0,07 meter dengan arah datang gelombang dari Timur, dan 0,05 meter sampai dengan 0,09 meter dengan arah datang gelombang dari Tenggara. Hasil simulasi menunjukkan kondisi di kolam pelabuhan cukup aman dan tenang terhadap serangan gelombang.
Rudi Arsyad
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 3, pp 15-27; doi:10.32662/gojise.v3i1.833

Abstract:
This research tries to use an RCC (Residium Catalytic Cracking) Pertamina waste filler from the oil process in Balikpapan which is expected to increase the resistance of asphalt concrete pavements to damage caused by weather and traffic. The purpose of this study was to analyze the effect of the duration of immersion on the characteristics of hot asphalt mixtures (AC-WC) using Spent Catalyst RCC (Pertamina waste) as a filler. The method used is the Marshall characteristic test with a variation of immersion 2 days, 4 days, 7 days, and 11 days. The results showed that the use of an RCC (Residium Catalytic Cracking) Pertamina waste would affect the asphalt concrete mixture. Asphalt concrete mixture has decreased strength along with the duration of immersion. Longer immersion causes the value of stability to decrease. Soaking stability values within 30 minutes obtained 1,684.27 kg. The immersion stability value within 2 days was reduced to 1,420.09 kgPenelitian ini mencoba menggunakan sebuah filler limbah pertamina RCC (Residium Catalytic Cracking) dari proses minyak di Balikpapan yang diharapkan meningkatkan ketahanan trotoar beton aspal terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca dan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh durasi perendaman terhadap karakteristik campuran aspal panas (AC-WC) yang menggunakan Spent Catalyst RCC (limbah pertamina) sebagai filler. Metode yang digunakan yaitu uji karakteristik Marshall dengan variasi perendaman 2 hari, 4 hari, 7 hari, dan 11 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sebuah limbah pertamina RCC (Residium Catalytic Cracking) akan mempengaruhi campuran beton aspal. Campuran beton aspal mengalami penurunan kekuatan seiring dengan lamanya durasi perendaman. Perendaman yang lebih lama menyebabkan nilai stabilitas berkurang. Nilai stabilitas perendaman dalam waktu 30 menit diperoleh 1.684,27 kg. Nilai stabilitas perendaman dalam waktu 2 hari berkurang ke 1.420,09 kg
Urfan Maronci
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 3, pp 44-50; doi:10.32662/gojise.v3i1.863

Abstract:
The purpose of the research is to analyze the impact of static load on the composite concrete and void-asphalt pavement by reviewing the deflection, stress, and strain. The static loading method was used as a testing method for this research, which was conducted by suppressing composite pavement with a static load to collapse. Three variants of test specimens; variant I was a layer of soil without the concrete and void asphalt with a size of 100 cm x 100 cm x 40 cm; variant II was layers of soil and concrete without void asphalt with a size of 100 cm x 100 cm x 55 cm (40 cm of soil and 15 cm of concrete); variant III was layers of soil, concrete and void asphalt with a size of 100 cm x 100 cm x 60 cm (40 cm of soil, 15 cm of concrete and 5 cm of void asphalt). The results indicated that stress occurs on the soil layer invariant I was 0,359 MPa vertically and 0.0037 horizontally with the surface tension of 2.90 MPa; variant II was 0,191 MPa vertically, and 0,00277 MPa horizontally and surface tension result was 2,90 MPa; variant III was 0,187 MPa vertically and 0,0148 horizontally. This demonstrated that the addition of concrete and void-asphalt layers can reduce vertical tension in the soil, however, horizontal tension impact was unknown as a result of very low voltage. Maximum strain occurred in the concrete of variant II of -0.000107 for the press and 0.000152 for drag area due to the surface tension of 2.90 MPa, while concrete of variant III shows the lesser strain of -0,000144 for the press and 0.000170 for drag area due to surface tension of 4.13 MPa. The result demonstrated that adding void-asphalt on the concrete will contribute to the increase of deflection and the surface tension can be increased up to the decayed limit without significantly adding a strain valuePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban statik pada perkerasan komposit beton dan aspal berongga dengan meninjau lendutan, tegangan dan regangan. Metode pengujian yang digunakan yaitu, metode pembebanan statik. Melalui metode ini perkerasan komposit ditekan dengan menggunakan beban statik hingga runtuh. Benda uji terdiri atas tiga variasi, variasi I berupa lapisan tanah tanpa diberikan lapisan aspal berongga dan beton dengan ukuran benda uji 100 cm x 100 cm x 40 cm, variasi II berupa lapisan tanah dan beton tanpa lapisan aspal berongga, dengan ukuran tanah 100 cm x 100 cm x 55 cm (40 cm untuk tanah dan 15 cm untuk beton), variasi III berupa lapisan tanah, beton, dan aspal berongga, dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 60 cm (40 cm untuk tanah,15 cm untuk beton dan 5 cm untuk aspal berongga). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi pada tanah dasar pada benda uji I adalah sebesar 0.359 MPa arah vertikal dan 0.0037 MPa arah horizontal dengan tegangan permukaan 0.926 MPa, benda uji II 0.191 MPa arah vertikal dan 0.00277 MPa arah horizontal dengan tegangan permukaan 2.90 MPa, benda uji III 0.187 MPa arah vertikal dan 0.0148 arah horizontal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan lapisan beton dan aspal berongga dapat mengurangi tegangan arah vertikal yang terjadi di dalam tanah namun tegangan arah horizontal tidak dapat diketahui pengaruhnya akibat tegangan yang terlalu kecil. Regangan maksimum yang terjadi pada beton pada benda uji II adalah sebesar -0.000107 untuk daerah tekan dan 0.000152 untuk daerah tarik akibat tegangan permukaan sebesar 2.90 MPa sedangkan pada benda uji III sebesar -0.000144 untuk daerah tekan dan 0.000170 untuk daerah tarik akibat tegangan permukaan sebesar 4.13 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penambahan aspal berongga di atas beton dapat memberikan peningkatan kontribusi lendutan, dan pada saat tegangan permukaan bertambah sampai batas hancur maka nilai regangan tidak ditambahkan secara signifikan.
Viktor Naubnome
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 3, pp 28-36; doi:10.32662/gojise.v3i1.840

Abstract:
This study aims to analyze the tensile strength of steel SS400 with carbon fiber layer thickness variation to the application framework of electric cars, as well as proving the existence of an increase in the strength of the material. The method used to collect data in this study is the experimental method. This study uses tensile testing. a test to refine to be paid out starting on 12 specimens with some variation the thickness of the carbon fibers layer. A gluing naturally occurring carbon fiber use resin. The test results show that the yield strength value of steel SS400 with a 1 mm layer of carbon fiber has a strength of 427,435 N/mm2, the specimen with a layer of 3 mm carbon fiber has a yield strength value of 606,956 N/mm2, and specimens with carbon fiber layer have a thickness of 7 mm yield strength value of 823,230 N/mm2, while on the specimen without using carbon fiber layer showed yield strength smallest value is 345,509 N/mm2. Carbon fiber layer thickness affects the yield strength value specimens SS400. The thicker the layer is given, the higher the yield strength values obtained. Simulation results of failure based on a static test with multiple speed variations, von misses stress value does not exceed the maximum yield strength of the material that is owned by the materials in steel material SS400 with this carbon fiber coating well tested for further testing of the resulting minimum safety factor has a good value or more than one value which means that the construction is declared safe or can be further tested.Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan tarik baja SS400 dengan variasi ketebalan lapisan karbon fiber untuk aplikasi kerangka mobil listrik, serta membuktikan adanya peningkatan kekuatan pada material. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan pengujian tarik. Pengujian dilakukan pada 12 spesimen dengan beberapa variasi ketebalan lapisan karbon fiber. Perekatan serat karbon menggunakan resin. Hasil pengujian tarik memperlihatkan bahwa nilai yield strength baja SS400 dengan lapisan serat karbon 1 mm memiliki kekuatan 427,435 N/mm2, spesimen dengan lapisan karbon fiber 3 mm memiliki nilai yield strength 606,956 N/mm2, dan spesimen dengan lapisan karbon fiber ketebalan 5 mm memiliki nilai yield strength 823,230 N/mm2, sedangkan pada spesimen tanpa menggunakan lapisan serat karbon menunjukkan nilai yield strength yang paling kecil yaitu 345,509 N/mm2. Ketebalan lapisan karbon fiber berpengaruh terhadap nilai yield strength spesimen baja SS400. Semakin tebal lapisan yang diberikan, maka semakin tinggi pula nilai yield strength yang didapat. Hasil Simulasi kegagalan berdasarkan static test dengan beberapa variasi kecepatan, nilai von misses stress tidak melebihi batas maksimal kekuatan luluh (yield strength) yang dimiliki material dalam artian material baja SS400 dengan pelapisan karbon fiber ini layak diuji lebih lanjut begitu pun untuk hasil safety factor minimum yang dihasilkan memiliki nilai baik atau nilainya lebih dari satu yang artinya kontruksi dinyatakan aman atau dapat diuji lebih lanjut.
Rahmayanti Rahmayanti
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 3, pp 37-43; doi:10.32662/gojise.v3i1.905

Abstract:
The use of air conditioning energy (AC) as an effort to remove heat in buildings reaches 30% of the total energy needed in the building. To reduce the use of energy in buildings by using natural ventilation because the system does not use mechanics. Field research has been carried out with the result that the openings at Balai Padang are unable to make occupants' comfort. Therefore, the existing openings will be given treatment by wider the existing openings which are 20%, 30%, and 40%. This study purpose to investigate the effect of WWR on histologic comfort. The numerical methodology is based on the solution of the Navier-Stokes equations, using K-epsilon RNG. Numerical results are validated with available field measurement data. The results obtained that by increasing the percentage of openings, the wind speed is also highPenggunaan energi air conditioning (AC) sebagai upaya penghapus panas di dalam bangunan mencapai 30% dari total energi yang dibutuhkan di dalam bangunan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan energi di dalam bangunan yakni dengan menggunakan penghawaan alami sebagai penghapus panas karena sistemnya yang tidak menggunakan mekanis. Penelitian lapangan telah dilakukan dengan hasil bahwa bukaan yang ada di Balai Padang tidak mampu mencukupi kebutuhan kecepatan angin yang diperlukan untuk mendinginkan fisiologis penghuni. Oleh karena itu, bukaan yang ada akan diberikan perlakuan dengan memperbesar bukaan yang ada yakni 20%, 30% dan 40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari WWR terhadap kenyamanan fisiologis penghuni. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan bantuan software CFD (computational Fluid Dimension) berdasarkan persamaan Navier-Stoke, menggunakan K-Epsilon RNG. Eksperimen dilakukan dengan validasi hasil pengukuran lapangan. Hasil yang didapatkan bahwa dengan menambah prosentase bukaan, kecepatan angin juga semakin besar.
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 2, pp 8-14; doi:10.32662/gojise.v2i2.730

Abstract:
Tourism Pohon Cinta beach tourism area is located in the village of eastren Pohuwato Marisa District Pohuwato Regency. The Pohon Cinta Beach area has become a landmark for Pohuwato district. This has made the motivation of the district goverment to revatilize this beach tourism area. After the revitalization , there have been some visual changes from this area and there have been some additional spot area such as changes in position and facade of building in the food court. Addition to the bridge area, bicycle and jogging track , park and land mark maleo egg area wich is the Pohuwato indentity. The logical consequence of a revitalization is the visual change of this matter will directly affect the change in ones perception , this perception to know wether changes in this form will change ini some regional function s or functional changes in this change Ari this study found that some people’s perception s prefer to the structure of the building mass around the coastline of the responden 50% respond to this, in space and in the function of activities and in the function of activities there is a dense activity at some point because there are visual characteristics of building the describe the character of the area more than 79% of respondent respond. The Renewal of this research is how to see the effect of revitalization of a beach Pohon cinta tourism area , there are 2 spots in very crowded visitors so researchersare interested to see this change in term of the mass circulation of the street forniture , vegetation, that affect the function of the activity, the purpose of this research is to indentify the visually functional visitor’s post perception in the revitalization of the Pohon Cinta beach area so that it becomes a direction for the functional area a the Beach pohon cinta. The metode used in this research is the metode used in this research is the method used in this research is a quantitative method with a rationalist approach , by interview, observation, and the result survey of this research will be published in the national scientific journal with ISSNKawasan wisata pantai pohon cinta terletak di desa Pohuwato timur Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato.. Kawasan wisata pantai pohon cinta sudah menjadi landmark bagi kabupaten Puhowato. Hal ini yang menjadikan motivasi dari pemerintah kabupaten untuk merevitalisasi kawasan wisata pantai pohon cinta ini. Pasca dari revitalisasi ini ada beberapa perubahan visual dari kawasan ini dan ada beberapa penambahan beberapa spot area seperti perubahan posisi dan facade bangunan pada food court . Penambahan pada area anjungan, bicycle and jogging track, taman dan land mark kawasan telur burung maleo yang menjadi indentitas Pohuwato. konsekwensi logis dari sebuah revitalisasi adalah keterubahan visual hal ini akan secara lansung berdampak pada perubahan persepsi seseorang, persepsi ini untuk mengetahui apakah perubahan pada bentuk ini akan merubah pada beberapa fungsi kawasan atau terjadi fungsional pada perubahan ini. Ari penelitian ini didapatkan beberapa persepsi masyarakat lebih menyukai pada tatanan massa bangunan di sekitar garis sempadan pantai dari responden 50% merespon hal ini, pada ruang dan pada fungsi aktifitas dan pada fungsi aktifitas terjadi aktifitas yang padat pada beberapa titik karana adanya karakter visual bangunan yang mengambarkan karakter kawasan tersebut lebih dari 79% responden merespon hal ini. Keterbaruan dari penelitian ini adalah bagaimana melihat akibat revitalisasi dari suatu kawasan wisata pantai pohon cinta ada 2 spot di sangat ramai pengunjung sehingga peniliti tertarik untuk melihat perubahan ini dari segi tata massa sirkulasi vegetasi steet fourniture yang menpenagaruhi fungsi aktifitas tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung secara visual fungsional pasca di revitalisasi kawasan pantai pohon cinta sehingga menjadi arahan desain bagi kawasan pantai pohon cinta yang fungsional. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode yang dipakai penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan cara wawancara, observasi, dan suvey. Hasil dari penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional yang ber ISSN.
Sena Mahendra, Fahmy Fatra, Akhmad Riszal Riszal, Didik Rohmantoro
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 2, pp 1-7; doi:10.32662/gojise.v2i2.692

Abstract:
Motorized vehicles with economical fuel, agile, fast, and practical are some of the main factors consumers determine the choice of buying a motorcycle. People who own motorcycles under 2000 have not been equipped with fuel-saving devices, so they are wasteful of fuel and must be smart to save fuel. Many motorcycle manufacturers release the newest fuel-efficient products, but they affect the engine's performance. The price of premium fuel types is Rp. 6,500.00 per liter, petalite Rp. 7,600.00 per liter, firstly Rp. 8,900.00 per liter, and Pertamax turbo Rp. 10,100.00 per liter. High fuel prices encourage researchers to make various fuel-saving innovations. The purpose of this study is to develop an HCS catalyst pipe design double spiral model arranged in series to save fuel above 67% on a 4 stroke motorcycle without affecting the engine performance. The research method uses independent variables with engine speed, pipe length, pipe diameter, and Pertamax volume. Dependent variable by testing engine torque and power, fuel consumption time, temperature, and noise of the 156.7cc Mega Pro motorcycle. The addition of dual HCS catalyst spiral pipes and Pertamax volumes adds to engine performance time. At a length of 500 mm and 2000 ml, the Pertamax volume for the engine speed of 3500 rpm is only able to save fuel by 52.52%. The most optimal HCS double catalyst spiral pipe design is a 500 cm long pipe with a volume of Pertamax 2000 ml. In addition to engine performance time on the catalyst spiral pipe design can increase engine torque and power by 92.3% at 3500 rpm and reduce the temperature by 12.34% at 6000 rpm, and 1.93% noise at 4000 rpm. Increasing the double HSC catalyst spiral pipe and Pertamax volume can increase the hydrocarbon content of fuel entering the combustion chamber supplied from Pertamax vapor. Premium fuel (C8H18) plus Pertamax vapors. This makes the fuel content has a high octane value, greater engine power, and low fuel consumption. A high octane value affects perfect engine combustion, reduced knocking, low engine temperature, and decreased noise.Kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang irit, lincah, cepat, dan praktis merupakan salah satu faktor utama konsumen menentukan pilihan membeli sepeda motor. Masyarakat yang memiliki sepeda motor di bawah tahun 2000 belum dilengkapi dengan alat penghemat bahan bakar, sehingga boros bahan bakar dan harus pintar menghemat bahan bakar. Banyak produsen sepeda motor yang mengeluarkan produk terbarunya paling irit bahan bakar, tetapi mempengaruhi performa mesinnya. Harga bahan bakar jenis premium Rp. 6.500,00 per liter, pertalite Rp. 7.600,00 per liter, pertamax Rp. 8.900,00 per liter, dan pertamax turbo Rp. 10.100,00 per liter. Harga bahan bakar yang tinggi mendorong peneliti melakukan berbagai inovasi penghemat bahan bakar.Tujuan penelitian ini mengembangkan desain pipa katalis HCS model spiral ganda yang disusun seri sehingga mampu menghemat bahan bakar diatas 67% pada sepeda motor 4 tak tanpa mempengaruhi performa mesin. Metode penelitian menggunakan variabel bebas dengan putaran mesin, panjang pipa, diameter pipa, dan volume pertamax. Variabel terikat dengan menguji torsi dan daya mesin, waktu konsumsi bahan bakar, temperatur, dan kebisingan sepeda motor Mega Pro 156,7cc. Penambahan pipa spiral katalis HCS ganda dan volume pertamax menambah waktu performa mesin. Pada panjang 500 mm dan 2000 ml volume pertamax untuk kecepatan putaran mesin 3500 rpm hanya mampu menghemat bahan bakar sebesar 52,52%. Desain pipa spiral katalis HCS ganda yang paling optimal dari yaitu pipa dengan panjang 500 cm dan volume pertamax 2000 ml. Selain waktu performa mesin pada desain pipa spiral katalis ini dapat meningkatkan torsi dan daya mesin sebesar 92,3% pada putaran 3500 rpm serta mengurangi temperatur 12,34% pada putaran 6000 rpm, dan kebisingan 1,93% pada putaran 4000 rpm. Bertambahnya pipa spiral katalis HSC ganda dan volume pertamax dapat meningkatnya kandungan hidrokarbon bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran disuplay dari uap pertamax. Bahan bakar premium (C8H18) di tambah uap pertamax.menjadikan kandungan bahan bakar memiliki nilai oktan tinggi, daya mesin yang lebih besar dan komsumsi bahan bakar rendah. Nilai oktan tinggi mempengaruhi pembakaran mesin sempurna, knocking berkurang, temperatur mesin rendah, dan kebisingan menurun
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 2, pp 31-45; doi:10.32662/gojise.v2i2.711

Abstract:
Kecamatan Lemito merupakan bagian dari wilayah calon Kabupaten Gorontalo Barat, yang berpotensi menjadi sentral pembangunan di wilayah perbatasan Provinsi Gorontalo. Pada dasarnya kecamatan Lemito dengan Ibukotanya adalah desa Lemito harus siap oleh program pembangunan kota dan kawasan. Melihat kondisi saat ini, desa Lemito memiliki penampilan fisik yang dipandang sebagai kawasan permukiman yang tidak layak huni. Permukiman di desa Lemito termasuk dalam kategori permukiman kumuh, karena tidak teratur tata letak bangunan, tingkat kepadatan tinggi, minimnya pasokan air bersih, tidak adanya sistem drainase, rumah tinggal yang tidak memiliki jamban, tidak tersedianya ruang terbuka publik dan tidak terangkutnya sampah yang berpotensi menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep penataan kawasan permukiman kumuh yang rencananya terarah, terpadu dan berkelanjutan. Metodel penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi dan realitas sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian, serta menjadikan hal tersebut sebagai gambaran tentang penyelesaian permasalahan yang ada di kawasan penelitian. Konsep penataan kawasan permukiman desa Lemito ini dilakukan melalui 6 (enam) rencana perancangan antara lain : (1) rencana struktur peruntukan lahan, (2) rencana intensitas pemanfaatan lahan, (3) rencana tata bangunan, (4) rencana sistem sirkulasi dan jalur penghubung, (5) rencana tata kualitas lingkungan, (6) rencana prasarana dan utilitas lingkungan. Master plan kawasan dibuat berdasarkan dari konsep dan rencana perancangan. Untuk mendukung penataan kawasan peneltian ini maka disusun beberapa tahapan indikasi program. Indikasi program yang akan dijabarkan telah dibagi dalam tiap item pekerjaan. Dalam inidikasi program ini juga telah terdapat perkiraan besaran nilai kegiatan per program utama, pentahapan waktu tahun pelaksanaan, alternatif sumber dana dan pelaksana kegiatan.
Rizal Hanifi, Gebyar Dewangga, Kardiman Kardiman, Eri Widianto
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 2, pp 15-23; doi:10.32662/gojise.v2i2.712

Abstract:
Research has been carried out on the analysis of mechanical properties and simulation of composite failure of oil palm midrib fiber polypropylene matrix as car bumpers. This research is expected to provide information on the results of testing the mechanical properties and physical properties and to find out the results of failure simulation in stress analysis based on static test using Inventor Professional 2015 software. Composite boards are made using the hot press method with three variations volume fraction is 20% fiber: 80% matrix, 30% fiber: 70% matrix and 40% fiber: 60% matrix. Characterization of composite physical properties in the form of density, swelling, and water uptake while mechanical properties in the form of tensile testing. Composite physical test results showed that composites made according to JIS A5908 (2003) composite tensile test results showed that the maximum tensile strength obtained at the volume fraction of 40% fiber: 60% matrix with a value of 21.106 MPa, followed by a decrease in tensile strength in volume fraction 30% fiber: 70% matrix and 20% fiber: 80% matrix. Increased tensile strength due to direct orientation of fibers and the addition of fiber composition. Composites are still worth making bumper because the value of tensile strength is no less than the standard bumper which is 8,09 MPa. Next, failure simulation results based on a static test uses three variations of speed, namely 60 km/hr, 80 km/hr and 100 km/hr. The failure simulation results based on the static test of the three speed variations show the value of the von misses stress below the yield strength of the material, then the displacement value that occurs is small and the value of the safety factor produced is above one. From the results of the analysis of composite testing, it shows that the composite has the potential to be a car bumper material.Telah dilakukan penelitian tentang analisis sifat mekanik dan simulasi kegagalan komposit serat pelepah kelapa sawit matriks polypropylene sebagai bumper mobil. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi hasil pengujian sifat mekanik dan sifat fisis serta mengetahui hasil simulasi kegagalan dalam stress analysis berdasarkan static test menggunakan software Inventor Professional 2015. Papan komposit dibuat menggunakan metode hot press dengan tiga variasi fraksi volume yaitu 20% serat: 80% matriks, 30% serat: 70% matriks dan 40% serat: 60% matriks. Karakterisasi sifat fisis komposit berupa densitas, swelling, dan serapan air sedangkan sifat mekanik berupa pengujian tarik. Hasil pengujian fisis komposit menunjukkan bahwa komposit yang dibuat sesuai dengan klasifikasi JIS A5908. Hasil pengujian tarik komposit menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik maksimal yang paling besar diperoleh pada fraksi volume 40% serat: 60% matriks dengan nilai 21,106 MPa, diikuti penurunan kekuatan tarik pada fraksi volume 30% serat: 70% matriks dan 20% serat: 80% matriks. Meningkatnya kekuatan tarik dikarenakan orientasi serat searah dan penambahan komposisi serat. Komposit masih layak dibuat bumper karena nilai kekuatan tariknya tidak kurang dari standar bumper yaitu 8,09 MPa. Selanjunya, hasil simulasi kegagalan berdasarkan static test menggunakan tiga variasi kecepatan yaitu 60 km/jam, 80 km/jam dan 100 km/jam. Hasil simulasi kegagalan berdasarkan static test dari ketiga variasi kecepatan tersebut menunjukkan nilai von misses stress dibawah nilai yield strength yang dimiliki material, kemudian nilai displacement yang terjadi kecil serta nilai safety factor yang dihasilkan yaitu di atas satu. Dari hasil analisis pengujian komposit tersebut menunjukkan bahwa komposit berpotensi sebagai material bumper mobil
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, Volume 2, pp 24-30; doi:10.32662/gojise.v2i2.683

Abstract:
Penelitian ini membahas bagaimana pengaruh kenaikan temperatur panel surya terhadap daya output dengan perbandingan solar cell berpendingin air dan tanpa pendingin, pendinginan pada solar cell dengan mengalirkan air pada bagian bawah panel. Besar daya yang diperoleh solar cell tersebut dapat diketahui dengan mengukur arus dan tegangan dengan multimeter. Seksi uji adalah dua buah sel surya dengan kapasitas 50 WP merk monocrystaline yang telah dirancang khusus. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin besar kenaikan temperatur 50,92 °C, maka daya output menurun untuk solar cell tanpa pendingin air 42,51 watt, sedangkan untuk solar cell dengan aliran air daya yang dibangkitkan sebesar 45,36 watt pada temperatur permukaan 34,36 °C, diperoleh pada intensitas matahari yang samaThis study discusses how the effect of rising solar panel temperatures on output power by comparison of water-cooled and non-refrigerated solar cells, cooling the solar cell by flowing water at the bottom of the panel. The power obtained by the solar cell can be determined by measuring the current and voltage with a multimeter. The test section is two specially designed solar cells with a capacity of 50 WP monocrystalline. The results obtained that the greater the increase in temperature of 50.92 ° C, the output power decreases for solar cells without water cooling 42.51 watts, while for solar cells with a flow of water power generated by 45.36 watts at surface temperature 34.36 ° C, obtained at the same sun intensity.
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top