Refine Search

New Search

Results in Journal Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram: 77

(searched for: journal_id:(370601))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4, pp 22-25; doi:10.31764/mj.v4i1.551

Abstract:
Lactation amenorrhea method (LAM) is an alternative that can be used by women who experienced the unmet need for family planning to breastfeed cause delays recovery of fertility after childbirth and can be used as a natural contraceptive methods. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the socialization of LAM by a breastfeeding counselor to efforts to reduce unmeet need in Yogyakarta. This quasi study uses the design of Non-Equivalent Control Group, which compares the return of menstruation to postpartum mothers with exclusive breastfeeding given LAM socialization by ASI counselors with postpartum mothers who were not given LAM socialization by ASI counselors. Women who are exclusively breastfeeding will in principle get longer menstrual initiation than those who do not exclusively breastfeed their babies. The sample in this study were mothers who had just given birth at the Community Health Center hospitalized in Yogyakarta. Bivariate analysis using the whtney man test. The results showed that there were differences in the return of menstruation in postpartum mothers who were given LAM socialization by ASI counselors with postpartum mothers who were not given LAM socialization.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4, pp 4-10; doi:10.31764/mj.v4i1.567

Abstract:
Injury is still one of the problems that need special attention because high mortality rate caused by injuries is still quite high. According to report of World Health Organization (WHO), from 5.8 million deaths worldwide, more than 3 million deaths among them occurred in developing countries due to the incidence of injuries. By analyzing the characteristics of the development, toddlers are more at risk of injury than adults. Injury results in 42% of deaths in children aged 1-4 years in the United States. Knowledge about the risk of injury and the practice of its prevention as well as handling is needed to parents who have under-fives children, so they can provide appropriate action. The purpose of this study was to determine the correlation between the level of knowledge and the practice of injury prevention in under-five children in Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. This study used a descriptive observational method with a cross sectional approach with a quantitative approach. The sampling technique applied the cluster random sampling method obtained by Anggrek Bulan Maternal Care at Kalangan Village. The numbers of samples were 90 under-five children. Bivariate statistical analysis employed Chi Square test. The results of the statistical test showed that there was a correlation between the level of knowledge and the practice of injury prevention in under-five children in Bangunjiwo Kasihan Bantul, Yogyakarta (p-value = 0.016). Thus, midwives need to improve health counseling for parents who have under-five children about the risk of injury to children, so parents have good knowledge regarding children's health, especially regarding the risk of injuries that can occur to children.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4, pp 17-21; doi:10.31764/mj.v4i1.568

Abstract:
Research Background: During their first pregnancy, most women find it difficult to manage their both physical and emotional disorders. Research objective: This research aims to investigate the counseling relationship between husband supports and coping on primigravida pregnant women during delivering their babies. Research methods: This research is an observation research applying the cross sectional design. The independent variable is husband supports; while the dependent variable is the coping on pimigravida pregnant women. Moreover, the population of this research involved all primigravida pregnant women in Puskesmas Pleret Bantul. The research sample consisted of ninety respondents. The data were collected by using questionnaires. The bivariate analysis was done by employing chi-square. Research findings: Primigravida women with adaptive coping come with the percentage of 45.5%. Primigravida women with their husband supports come with the percentage of 60%. There is a significant relationship (p
Ani Kristianingsih, Yona Desni Sagita, Imas Suryaningsih
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4, pp 26-31; doi:10.31764/mj.v4i1.510

Abstract:
Tidak ditangani maka dapat mengakibatkan kerusakan rangkaian khususnya sistem saraf pusat dan otot, sehingga mengakibatkan kematian. Penanganan pertama demam dapat berupa terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang demam dengan penanganan demam pada bayi 0-12 bulan di Datarajan Wilayah Kerja Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus tahun 2018.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Waktu pelaksanaannya pada tanggal 11 – 13 Februari 2018 tempatnya di DesaDatarajan Wilayah Kerja Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus. Populasi yaitu ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan total population dengan jumlah 60 ibu.Hasil analisis menunjukan ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang demam dengan penanganan demam dengan P-value 0,000 (
, Aulia Amini, Nurul Qamariah Rista Andaruni, Nita Helena Putri
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4, pp 11-16; doi:10.31764/mj.v4i1.543

Abstract:
Target cakupan ASI eksklusif oleh Depkes RI sebesar 80%, sedangkan tahun 2013 cakupan ASI Eksklusif di Indonesia hanya 54,3%, Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2015 mencapai cakupan ASI Eksklusif74,7%, dan Puskesmas Pejeruk adalah puskesmas dengan angka cakupan ASI Eksklusif terendah yaitu 66,22%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktoryang menyebabkankegagalanibudalam memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 Bulan. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskripti dengan Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: 1) Berdasarkan faktor umur yaitu 35th 9 orang (26,73%); 2) Berdasarkan faktor paritas yaitu primipara 16 orang (47,06%), multipara 17 orang (50%), grandemultipara 1 orang (2,94%); 3) Berdasarkan faktor pendidikan yaitu pendidikan dasar 17 orang (50%), pendidikan menengah 11 orang (32,35%), pendidikan tinggi 6 orang (17,65%); 4) Berdasarkan faktor pengetahuan yaitu baik 16 orang (47,06%), cukup 15 orang (44,12%), kurang 3 orang (8,82%); 5) Berdasarkan faktor dukungan yaitu baik 7 orang (20,59%), cukup 25 orang (73,53%), kurang 2 orang (5,88%). Simpulan dan saran : Penyebab kegagalan ASI Eksklusif yang paling dominan adalah karena faktor pendidikan dimana terdapat 17 responden dengan pendidikan dasar yang tidak memberikan ASI Eksklusif.Diharapkan instansi kesehatan khususnya Puskesmas Pejeruk dapat selalu memberikan penyuluhan mengenai ASI Eksklusif dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awan agar dapat menekan angka kegagalan ASI Eksklusif dan dapat memenuhi angka yang ditargetkan oleh Depkes RI.
, Yunia Ulandri
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 90-94; doi:10.31764/mj.v3i2.502

Abstract:
Berdasarkan sekian banyak alat kontrasepsi yang beredar di masyarakat alat kontrasespsi yang paling populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang berupa cairan yang berisikan hormon progesterone atau hormon estrogen yang di suntikkan ke bokong atau otot panggul secara IM (Intra Muscular) setiap 3 bulan atau 1 bulan sekali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendidikan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi KB suntik di Puskesmas Gunung Samarinda Balikpapan tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel 92 responden yang menggunkan alat kontrasepsi KB. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistic Chi Square (c2) pada taraf signifikan a 0,05. Hasil penelitian ini sebanyak 46 orang (50%) tingkat pendidikan rendah, sebanyak 75 orang (81,5%) memilih akseptor KB suntik, dan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi KB suntik Pvalue = 0,001 c2tabel (13,291 > 5,991). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Suntik di Puskesmas Gunung Samarinda Balikpapan Tahun 2017. Saran bagi Puskesmas Gunung Samarinda diharapkan dapat membuat program bimbingan, dan konseling dimana PUS diberikan penyuluhan terlebih dahulu dalam menetapkan pilihan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan keadaan dirinya. Dan bagi responden agar mampu meningkatkan informasi dan wawasan tentang alat kontrasepsi dengan cara bertanya pada tenaga kesehatan, membaca buku dan sebagainya sehingga ibu mengetahui apa saja alat kontrasepsi.
Nurul Qamariah Rista Andaruni, Baiq Nurbaety
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 104-107; doi:10.31764/mj.v3i2.509

Abstract:
Remaja putri memiliki risiko tinggi mengalami anemia, karena setiap bulan pada remaja putri mengalami haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tablet besi (Fe), vitamin C dan jus jambu biji terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri. Jenis penelitian desain eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel dalam penelitian ini mahasiswi dengan kadar Hemoglobin
, Catur Esty Pamungkas, Ana Pujianti Harahap Pujianti Harahap
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 108-113; doi:10.31764/mj.v3i2.506

Abstract:
Abstrak: Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) atau jumlah eritrosit lebih rendah dari kadar normal. Pada wanita hamil dikatakan mengalami anemia jika kadar Hb 0,05). Disimpulkan usia ibu yang berisiko (< 20 tahun dan > 35 tahun) dapat menyebabkan anemia dalam kehamilan.
Friska Megawati Sitorus, Julia Mahdalena Siahaan
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 114-119; doi:10.31764/mj.v3i2.505

Abstract:
Masih rendahnya angka CPR ini berkaitan dengan masih tingginya unmet need. Tingginya unmet need pelayanan KB yakni 8,5% dari jumlah pasangan usai subur (PUS), baik untuk membatasi kelahiran (4,6%) mampu menjarangkan kelahiran (3,9%) berpotensi besar untuk terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), oleh sebab itu dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu, sasaran utama program KB adalah kelompok unmet need dan ibu pasca persalinan merupakan sasaran yang paling penting. KTD pada ibu pasca bersalin akan dihadapkan pada dua hal yang sama-sama beresiko. Keadaan ini akan menjadi kehamilan yang beresiko terhadap terjadinya komplikasi dalam kehamilan, persalinan dan nifas berikutnya dapat berkontribusi terhadap kematian ibu dan kematian bayi. Kedua, jika kehamilan diakhiri (aborsi, terutama jika dilakukan dengan tidak aman) maka berpeluang untuk terjadinya komplikasi aborsi yang juga dapat berkontribusi terhadap kematian ibu, oleh sebab itu KB pasca bersalin merupakan suatu upaya strategis dalam penurunan AKI dan juga AKB dan sekaligus penurunan TFR. Jenis penelitian yang adalah quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan rancangan penelitian one grup pre test post ter. Rancangan ini bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen pada saat pre test dan post test. Jumlah sampel yang digunakan 80 orang dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hail penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh dilakukannya koseling tentang KB pada ibu hamil terhadap pengetahuan dan minat ibu dalam mengunakan kontrasepsi setelah persalinan untuk menjarangkan kehamilan.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 95-98; doi:10.31764/mj.v3i2.478

Abstract:
Nutrition status is a health condition of a person's body or a group of people caused by consumption, absorption and the use of nutrients. Factors leading to undernourishment in under-five children: Overcrowded birth, socioeconomic, ignorance of food and health relationships, prejudice against certain food items, overabundance of certain types of food, infectious diseases. The purpose of this study to determine the factors that cause underweight nutritional status in infants in the working area of sail health center in 2016. Quantitative research type and descriptive research design. The location of the research was conducted in the working area of Sail Health Centre and the time of the research on February 15-20, 2016. The population of mothers who had under-five children with less nutritional status in Sail Health Centre were 20 cases and all were used as research samples. The research instrument uses check list and data collection techniques using primary data. The result showed that from 20 respondents, the majority of knowledge factors of mothers who have under five children with low nutritional status are low knowledge as many as 11 people (55%), and the majority of factors of economic level of parents are low as many as 12 people (60%) and majority of birth distance factor which is too tight as many as 12 people (60%). From the results of this study, the researcher hopes to become input material of health institution by improving mother's knowledge about nutrient status less on toddler through counseling from health officer and providing supplementary food for the toddler
Masriati Panjaitan, Idaria Sidabukke,
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 99-103; doi:10.31764/mj.v3i2.503

Abstract:
Prevalensi kanker payudara tertinggi di Indonesia terdapat di DI.Yogyakarta yaitu sebesar 2,4% disusul oleh Propinsi Kalimantan Timur sebesar 1,0% dan Sumatera Barat sebesar 0,9%. Sedangkan di propinsi Sumatera Utara sebesar 0,4%.SADARI merupakan salah cara deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker payudara akan lebih efektif jika dilakukan sedini mungkin ketika wanita mencapai usia reproduksi.Hasi penelitian Berdasarkan hasil uji T tes diperoleh nilai p value 0,020 yang artinya ada hubungan antara penggunaan metode simulasi dengan peningkatan keterampilan wanita PUS dalam hal deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI
Siti Maesaroh, Inta Patica Iwana
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 21-25; doi:10.31764/mj.v3i1.120

Abstract:
Abstrak: Perdarahan postpartum adalah perdarahan lebih dari 500 cc yang terjad isetelah bayi lahir pervaginam atau lebih dari 1000 ml setelah persalinan abdominal. Data AKI pada tahun 2013 menurut SDKI (Survei Demografi dan Kependudukan Indonesia) sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kasus kematian ibu di Provinsi lampung tahun 2014 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 47 kasus, eklamsi sebanyak 46 kasus, infeksi sebanyak 9 kasus, partus lama sebanyak 1 kasus, aborsi sebanyak 1 kasus dan lain-lain sebanyak 54 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahui hubungan Riwayat anemia dan jarak kelahiran dengan kejadian perdarahan postpartum pada ibu bersalin di RSUD.Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin berjumlah 997 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan systematik random sampling berjumlah 285 responden. Pengumpulan data menggunakan checklist. Lokasi penelitian yaitu di RSUD.Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung dan penelitian dilakukan selama satu bulan. Hasil penelitian dari 285 responden, ada 164 (57,6 %) yang mengalami perdarahan postpartum dan 121 (42,4%) tidak mengalami perdarahan postpartum dengan 194 (68,1 %) mengalami anemia dan 183 (64,2%) jarak kelahiran beresiko. Setelah dilakukan analisis bivariate ditemukan hubungan riwayat anemia dengan kejadian perdarahan postpartum (p =0,0011< 0,05) dan hubungan jarak kelahiran dengan perdarahan postpartum (p =0,005 < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara riwayat anemia dan jarak kelahiran dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD.Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016, sehingga disarankan agar dapat melakukan deteksi dini terhadap anemia dan jarak kelahiran ibu sehingga dapat menurunkan angka kejadian perdarahan postpartum dan penanganan yang cepat pada perdarahan postpartum sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Postpartum haemorrhage is bleeding more than 500 cc that occurs after the baby is pervaginam labor or more than 1000 ml after abdominal labor. AKI in 2013 according to IDHS (Demographic and Population Survey of Indonesia) of 228 per 100,000 live births. The cause of maternal mortality cases in Lampung province 2014 is caused by 47 cases of bleeding, 46 cases of epidemic, 9 infections, 1 year old case, 1 case abortion and 54 cases. The purpose of this study is to know the relationship History of anemia and birth distance with the incidence of postpartum hemorrhage in maternal mothers in hospitals. Dr.H.AbdulMoeloek Bandar Lampung Year 2016. The type of research used is quantitative research. The research design used was analytic with cross sectional approach using secondary data. The population in this study were all maternal mother amounted to 997 with sampling technique using systematic random...
Wike Sri Yohanna
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 30-33; doi:10.31764/mj.v3i1.122

Abstract:
Abstrak: Persalinan merupakan proses pergerakan keluarnya janin, plasenta, dan membrane dari dalam rahim melalui jalan lahir, proses persalinan di pengaruhi oleh 5 faktor yaitu power, passage, passenger, psikis dan penolong. Hasil prasurvey didapatkan pada bulan Januari – Desember tahun 2016 terdapat 15 ibu bersalin dimana yang mengalami persalinan lama terdapat 10 orang, yang mengalami persalinan cepat terdapat 5 Orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan senam yoga prenatal dengan proses persalinan. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu bersalin yang mengikuti yoga pranatal di BPS Nengah Sriniati sebanyak 71 orang dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi terdapat 21 (70,4%) ibu hamil yang mengalami persalinan lama dan 57 (80,3%) ibu yang rutin mengikuti senam yoga prenatal. Ada hubungan senam yoga prenatal terhadap proses persalinan pada ibu bersalin di BPS Nengah Sriniati Amd.Keb Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji dengan p-valu=0,003 sehingga p-<α=00,5. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan penyuluhan kepada kelas ibu hamil khususnya tentang pentingnya senam yoga serta manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu hamil yaitu, dapat mengurangi rasa takut ibu yang akan menghadapi persalinan, mengencangkan tubuh, mengendorkan otot - otot yang kaku serta memperlancar proses persalinan. Childbirth is the process of the movement of the discharge of the fetus and membrane from the embryo by the brith canac. The process of childbirth is influenced by 5 factors. That is passage, passanger, psikis and menolong. The result of prasurvey alotained in januari unril desember in the year 2016 there are matherhoad maternity which have longs labor experieves. Obtained 10 people which have kast labor experierves.Is 5 people. The goal of this research is to knows the correlations of gymnastics yoga and the process of labor.The metnode of this research is all the mothershood which have followed yoga prenatal in bps nengah sriniati as many 71 people with the technigue total sampling, data analye is used chi-sguare. The resuct of this research obtained 21 mather pregnant which have long labor experience and 57 the mother Which always kollowed gymnastics yoga prenatal, have a correlations bymnastics yoga prenatal toward the process of labor on the maternal in bps nengah sriniati kecamatan way serdang kabupaten Mesuji with =p-value= 0,003 thcn p-a =00,5. Expected the worker of healthy can increase the illumination to the class mother pregnant especially the importance gymnastics yoga prenatal also the benefit of wich have felt by the mother pregnant can reduce the fear will face the labor, tighten the body, relaxes the muscles also speed up the prosess or labor Yoga prenatal,process of labor
Nurul Qamariah Rista Andaruni
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 54-58; doi:10.31764/mj.v3i1.127

Abstract:
Abstrak: Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat masih dipegang peranannya oleh dukun bayi. Selama ini, pemijatan tidak hanya dilakukan bila bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. Desain penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen (Quasi eksperimen). Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 responden dengan subyek penelitian ibu yang mempunyai bayi sehat usia 0-12 bulan. Ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan sesudah penyuluhan. Sebelum penyuluhan persentase pengetahuan dan keterampilan dalam kategori kurang yaitu 60% dan tidak memiliki keterampilan 80%, sedangkan setelah penyuluhan persentase pengetahuan dan keterampilan meningkat menjadi pengetahuan baik 100% dan memiliki keterampilan cukup 80%. In Indonesia, the implementation of infant massage in the community is still held by the midwife role. During this time, the massage is not only done when the baby is healthy, but also on the sick or fussy babies and infants has become routine care after birth. The study design using the design of experiments (quasi experimen). Respondents in this study were 30 respondents to the research subjects healthy mothers with infants aged 0-12 months. There was an increase in knowledge and skills of the mother before and after counseling. Before the extension percentage of knowledge and skills in the category of less that 60% and 80% do not have the skills, whereas after the extension of knowledge and skills percentage increased to either 100% knowledge and 80% have enough skill.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 38-47; doi:10.31764/mj.v3i1.125

Abstract:
Abstrak: Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan sebesar 55,7% telah mencapai target. Dari 33 provinsi yang melapor, sebanyak 29 provinsi di antaranya (88%) berhasil mencapai target renstra 2015, sedangkan Provinsi Lampung sebesar 54,9% tidak mencapai target Nasional yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada tenaga kesehatan yang memiliki bayi 7-24 bulan di wilayah Kabupaten Pringsewu tahun 2017. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit wilayah kabupaten pringsewu. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yang memiliki bayi usia 7-24 bulan sebanyak 83 ibu, dan sampelnya berjumlah 66 ibu. Metode pengumpilan data dengan lembar kuisioner. Analisa data yang digunakan univariat, bivariat, multivariate.Hasil Penelitian Sebagian responden tidak memberikan ASI esklusif, yaitu sebanyak 62,1%,Ada hubungan antara dukungan tempat bekerja dengan pemberian ASI eksklusif dengan p-value = 0,011 dan OR 4,525, hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan p-value = 0.000 dan OR 8,615, Ada hubungan antara faktor psikis dengan p-value = 0,009 dan OR 5,513, Ada hubungan antara sosial budaya dengan p-value = 0,021 dan OR 7,583, dan Tidak ada hubungan antara pengetahuan, usia, status ekonomi tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah Dukungan suami dengan nilai OR paling besar yaitu 7,291. The coverage of exclusive breastfeeding in infants aged less than six months by 55.7% has reached the target. Of the 33 provinces reporting, 29 of them (88%) succeeded in reaching the 2015 strategic plan, while Lampung province of 54.9% did not achieve the existing National targets. The purpose of this research is to know the factors related to exclusive breastfeeding on health workers who have babies 7-24 months in Pringsewu District in 2017. Quantitative research with Cross Sectional approach. This research was conducted in pringeu county hospital. The population of this study is all health workers who have babies 7-24 months of age as many as 83 mothers, and the sample amounted to 66 mothers. Data latching method with questionnaire. Data analysis used univariate, bivariate, multivariate. Research Results Some respondents did not give exclusive breastfeeding as much as 62.1%. There was a relationship between workplace support and exclusive breastfeeding with p-value = 0.011 and OR 4.525, the relationship between husband support and exclusive breastfeeding with p-value = 0.000 And OR 8,615. There is correlation between psychological factor with p-value = 0,009 and OR 5,513. There is correlation between social culture with p-value = 0,021 and OR 7,583, and there is no correlation between knowledge, age, economic status about exclusive breastfeeding Exclusive breastfeeding. The most dominant factor is the support of husbands with the...
, Ika Fitria Ayuningtyas
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 81-85; doi:10.31764/mj.v3i1.155

Abstract:
Abstrak: Anak toddler adalah anak usia 1–3 tahun, pada periode ini merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya. Anak usia toddler memiliki karakteristik tersendiri dalam berbagai ranah pertumbuhan dan perkembangannya. Kesulitan makan dan berlangsung lama sering dianggap biasa, sehingga akhirnya timbul komplikasi dan gangguan tumbuh kembang lainnya pada anak. Picky eating adalah salah satu masalah kesulitan makan yang umum dialami oleh 8% sampai 50 % anak- anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran perilaku picky eater pada anak toddler dan status gizi anak toddler di Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan diskriptif dengan metode cross sectional. Sampel penelitian ini adalah anak usia toddler yang mengikuti posyandu saat dilakukan penelitian yang diantarkan oleh orangtua. Data primer diambil dengan mengukur antropometri anak (berat badan/umur, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas) dan pegisian kuesioner oleh orang tua tentang perilaku makan orang tua dan anaknya. Hasil penelitian status gizi pada anak toddler di Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta indeks massa tubuh BB/U katagori gizi baik 87,10%, tinggi badan normal 83,87%, lingkar kepala normal 90,32% dan Lila normal 61,29%. Perilaku picky eater pada anak toddler 74,19% tidak mengalami picky eater. Children toddler is a child aged 1-3 years, in this period is a passive consumer, meaning children receive food from what provided by his mother. Toddler-age children have their own characteristics in various spheres of growth and development. Difficulty eating and lasting is often considered normal, so that eventually arise complications and other growth disorders in children. Picky eating is one of the common eating difficulties experienced by 8% to 50% of children. The purpose of this research is to know the description of picky eater behavior in toddler children and nutritional status of toddler children in Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta. The type of this research is descriptive quantitative with cross sectional method. The sample of this research is toddler age children who follow posyandu when conducted research delivered by parents. Primary data was taken by measuring the anthropometry of the child (weight / age, height, head circumference, upper arm circumference) and pegikuian questionnaire by parents about the eating behavior of parents and children. Result of research of nutritional status at toddler children in Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta body mass index BB / U good nutrition category 87,10%, normal height 83,87%, normal head circumference 90,32% and normal Lila 61,29% . Behavior picky eater on children toddler 74.19% did not experience picky eater.
Elvika Fit Ari Shanti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 76-80; doi:10.31764/mj.v3i1.152

Abstract:
Abstrak: Produksi ASI yang kurang dan lambat keluar dapat menyebabkan ibu tidak memberikan ASI pada bayinya dengan cukup. Selain hormon prolaktin, proses laktasi juga bergantung pada hormon oksitosin, yang dilepas dari hipofise posterior sebagai reaksi terhadap penghisapan putting. Rolling massage salah satu terapi relaksasi yang bertujuan menstimulasi saraf pusat pada hipofisis posterior dan anterior sehingga dapat meningkatkan produksi ASI khususnya pada ibu post partum dan memberikan kenyamanan dan rileksasi setelah persalinan. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui efektifitas produksi ASI pada ibu post partum dengan massage rolling (punggung) di BPM Sri Sukeni Sleman. Metode penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian two group post test design. Kelompok kontrol adalah ibu postpartum tanpa dipijat Massage roliing dan kelompok perlakuan adalah kelompok ibu postpartum yang dipijat masssage Roliing. Analisis data menggunakan uji independent t test dan paired sample t test. Hasil penelitian uji t sampel menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna (p=0.023<) produksi ASI (berat badan bayi) antara kelompok kontrol ( 2687,07 ± 160,155) dengan kelompok perlakuan (2846,13± 198,968). Perbedaan ini terlihat pada rerata berat badan bayi pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan dengan kelompok. Massage rolling memengaruhi produksi ASI di BPM Sri Sukeni Sleman Tahun 2017. The inadequate, slow production of breast milk makes mothers unable to provide enough breast milk to their babies. Besides the prolactin hormone, the lactation process also depends on oxytocin hormone which is secreted from the posterior hypophysis as a reaction on nipple suckling. Rolling massage is one of the relaxation therapy which aims to stimulate the central nerve on posterior and anterior hypophysis, so the breast milk production can be increased, particularly in the postpartum mothers, and comfort and relaxation after childbirth can be provided. This research aims to investigate the effectiveness of breast milk production in the postpartum mothers with massage rolling (back) in Sri Sukeni Community Empowerment Agency, Sleman. The methodology in this research is Quasi-Experimental Design with two-group posttest design. The control group is postpartum mothers without massage rolling and the treatment group is postpartum mother treated with the massage rolling. Data analysis used the independent t-test and the paired sample t-test. The research shows the result that in samples of t-test, there is a meaningful difference (p = 0.023<) in breast milk production (weight of baby) between control group (2,687.07 ± 160.155) and treatment group (2,846.13 ± 198.968). This difference is shown in the average weight of baby in treatment group which is higher compared with the control group. Massage rolling affects breast milk production in Sri Sukeni Community Empowerment Agency, Sleman in 2017.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 48-53; doi:10.31764/mj.v3i1.126

Abstract:
Abstrak: Masa remaja merupakan tahapan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Pada remaja putri khususnya ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Salah satu gangguan menstruasi adalah dismenore. Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia cukup besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami nyeri menstruasi. Kriteria umur remaja berkisar antara 10-19 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan tentang menstruasi dengan upaya penanganan dismenorea di MTs Alhidayah Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini merupakan penlitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Waktu pelaksanaannya pada bulan juni 2017 di MTs Alhidayah Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Populasi pada penelitian ini adalah siswi kelas 1 dan 2 sejumlah 67 siswi.. Pengambilan sampel dengan menggunakan total populasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan upaya penanganan dismenorea didapatkan pvalue 0,001 (
Ani Kristianingsih,
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 1-6; doi:10.31764/mj.v3i1.117

Abstract:
Abstrak: Di Indonesia Begitu banyak manfaat pijat bayi yang disebutkan di atas perlu diketahui dan dilaksanakan oleh orang tua yang memiliki bayi, karena orang tua kemungkinan memiliki masalah dalam membesarkan anak-anak seperti tidak dapat tidur nyenyak dan kesulitan makan, sehingga rentan terhadap penyakit. Orang tua yang melakukan pemijatan sendiri terhadap bayinya akan belajar memperhatikan bagaimana reaksi bayi pada saat disentuh, mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai bayi, sehingga membuat para orang tua lebih mudah mengerti dan menjadi sabar dalam menghadapi masalah yang timbul pada bayinya. Saat orang tua memperhatikan dan mengenali reaksi anak-anaknya dan memberikan responya, bayi memberikan reaksi kembali dan terbangunlah sebuah hubungan yang positif diantara orang tua dan bayi (Health dan Brainbridge, 2007). Tujuan penelitian ini Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pelaksanaan Pijat Bayi Di Poskesdes Sri Menanti Kabupaten Lampung Barat Tahun 2017. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 84 orang. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi pengetahuan baik 48 (57,1%) orang. Distribusi frekuensi sikap negatif 46 (54,8%) orang. Distribusi frekuensi ibu yang melakukan pijat bayi 43 (51,2%) orang. Ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan pijat bayi dengan nilai p 0,000.Ada hubungan sikap dengan pelaksanaan pijat bayi dengan nilai p 0,000. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada ibu untuk melakukan pijat bayi, karena pijat bayi memiliki manfaat baik bagi kesehatan dan tubuh bayi. In indonesian so many benefits of baby massage mentioned above need to be knows and implemented by parents who have babies, because parents may have problems in raising children such as unable to sleep soundly and difficulty eating, so susceptible to disease. Parents who do their own massage to their babies will learn to pay attention to how the baby reacts at the touch, knowing what the baby likes and dislikes, making it easier for parents to understand and be patient with the problems that arise with their babies (Health and Brainbridge, 2007). The purpose of this study Relationship Knowladge and Mother’s Attitude With Implementation Massage Baby At Poskesdes Sri Menanti West Lampung Year 2017. Type this research is quantitative with the design of this study using cross sectional. The sample in this research is 84 people. The result of the research shown that the frequency distribution of knowledge is 48 (57,1%) people. Distribution frequency negative attitude 46 (54,8%) people. The frequency distribution of mothers who performed infant massage 43 (51,2%) people. There is a relationship of knowledge with the implementation of baby massage with a value of p 0,000. There is a relationship attitude with the implementation of baby massage with a value of p 0,027. Based on the results of research suggested to the mother to do baby massage,...
Ruri Yuni Astari, Debby Sandela, Gita Elvira
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 69-75; doi:10.31764/mj.v3i1.149

Abstract:
Abstrak: Kematian ibu di Kabupaten Majalengka termasuk dalam peringkat 16 (atau peringkat 10 terbawah) dari 27 kabupaten/ kota yang ada di Propinsi Jawa Barat tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kematian ibu di Kabupaten Majalengka Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi naratif. Populasi penelitian ibu yang meninggal dunia saat hamil, bersalin, dan nifas di Wilayah Puskesmas Kabupaten Majalengka Tahun 2015 sebanyak 20 orang, dan yang dijadikan partisipan berjumlah 13 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang di adopsi dari hasil penelitian Febriana Prodi Magister Epidemiologi Program Pasca Sarjana Undip Tahun 2007 serta dokumen autopsi verbal kematian maternal dan perinatal. Pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian lebih dari setengahnya ibu meninggal pada periode nifas penyebab tertinggi kematian ibu karena Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK). Faktor determinan jauh : lebih dari setengahnya pendidikan ibu SMP, sebagian besar tidak bekerja dan rata-rata pendapatan keluarga sesuai dengan UMR Kabupaten Majalengka. Faktor determinan antara : sebagian besar ibu tidak mengalami KEK dan anemia, usia ibu meninggal pada usia 20-35 tahun, lebih dari setengahnya terjadi pada primipara, jangkauan pelayanan kesehatan dari lama rujukan sampai tiba di pelayanan kesehatan ditempuh sekitar 1-2 jam dan hampir seluruh ibu melakukan pemeriksaan kehamilan sampai persalinan dengan tenaga kesehatan. Faktor determinan dekat yang berpengaruh terhadap kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas. Hambatan dan masalah rujukan pada ibu yang meninggal dikarenakan keluarga terlambat merujuk ibu ke fasilitas kesehatan, jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan, akses BPJS serta masalah transportasi yang lama menunggu. Akses pelayanan kesehatan jarak tempuh paling jauh +15 Km dan paling dekat +1 Km. Kecepatan dan ketepatan tenaga kesehatan (baik bidan maupun dokter) dalam mengambil keputusan, merujuk, melakukan penanganan tindakan kegawatdaruratan serta stabilisasi kondisi pasien merupakan faktor penting dalam menyelamatkan nyawa ibu, karena kematian ibu sering terjadi karena keterlambatan dalam penentuan diagnosa komplikasi, terlambat mengambil keputusan, terlambat merujuk dan terlambat ditangani. Maternal mortality in Majalengka District was in the 16th ranking (or the 10th lowest) of 27 districts/cities in West Java Province by 2015. This study aims to determine the description of maternal mortality in Majalengka District in 2015. The study method used was qualitative method through narrative study approach. The populations of the study were mothers who died during pregnancy, childbirth, and postpartum in the work area of Public Health Centers in District Majalengka in 2015 as many as 20 people, and the participants were 13 people....
Emi Yulita
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 59-62; doi:10.31764/mj.v3i1.147

Abstract:
Abstrak: Partisipasi pria menjadi penting dalam Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi karena pria adalah partner dalam kesehatan reproduksi dan seksual. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif, lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Populasi dalam penelitian ini adalah Pria usia subur sebanyak 63 responden, pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling dan dianalisis data mengunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian diperoleh nilai X2hitung > X2tabel (23,532>5,991) artinya ho ditolak adanya hubungan antara keduanya. Disarankan kepada Pria Usia Subur, tidak mempercayai adanya rumor tentang Vasektomi, pembinaan pasca pelayanan, di bentuk paguyuban "Prio Utomo". Male participation is important in Family Planning and Reproductive Health because men are partners in reproductive and sexual health. This research uses quantitative research type, research location in work area of Rejosari Public Health Center. The population in this study were fertile aged men as much as 63 respondents, sampling using random sampling technique and analyzed data using Chi-square statistical test. The result of research is X2count> X2tabel (23,532> 5,991) meaning ho rejected the relationship between the two. Suggested to Man Age Fertile, do not believe the existence of rumors about Vasectomy, coaching post service, in form paguyuban "Prio Utomo".
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 26-29; doi:10.31764/mj.v3i1.121

Abstract:
Abstrak: Jumlah pengidap kanker serviks seluruh dunia mencapai 2,2 juta jiwa per tahun. Yayasan kanker Indonesia (2007) menyebutkan angka 2 yang lebih hebat, 500.000 perempuan indonesia terdeteksi telah mengidap kanker serviks setiap tahun dan separuhnya meninggal akibat kanker serviks tersebut dan 70 % pasien kanker serviks di Rumah sakit datang sudah dalam stadium lanjut. Kanker leher rahim pada umumnya dapat dicegah secara primer yaitu dengan vaksinasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Vaksin HPV Sebagai Pencegahan Kanker Leher Rahim di dusun I Desa Mangga Kabupaten Langkat Tahun 2016. Jenis Penelitian ini adalah bersifat deskriptif, dengan populasi adalah ibu Pasangan Usia Subur di Dusun I Desa mangga sebanyak 30 orang dan pengumpulan data secara primer dengan membagikan kuesioner. Dari hasil Penelitian diperoleh mayoritas responden berpengetahuan kurang sebanyak 24 orang (66,6%), mayoritas berpendidikan dasar sebanyak 21 responden (58,3%) dan mayoritas tidak pernah memperoleh informasi sebanyak 17 responden (47,2%). Disimpulkan bahwa pengetahuan responden dipengaruhi oleh pendidikan dan sumber informasi oleh karena itu disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih banyak memberikan informasi. The number of people with cervical cancer all over the world reached 2.2 million people per year. Cancer Foundation, Indonesia (2007) mentions a great number 2, 500,000 Indonesian women have contracted cervical cancer detected each year and half die of cervical cancer, and 70% of cervical cancer patients at the hospital are coming already in the advanced stage. Cervical cancer in General can be prevented with vaccination in primary. The purpose of this research is to know the description of the mother's Knowledge about HPV vaccine as a prevention of cervical cancer in the hamlet of Langkat Regency Mango village Year 2016. Type of this research is descriptive, with a population of Fertile Age Couples was the mother in hamlet village mango as many as 30 people and the collection of primary data by distributing questionnaires. Of research results obtained a majority of respondents knowledgeable less as much as 24 people (66.6%), the majority of educated basis as much as 21 respondents (58.3%) and the majority never gain as much information as the 17 respondents (47.2%). It was concluded that the respondent's knowledge is influenced by education and information resources are therefore recommended to health workers to give more information
Ririn Febriana Anggraeni, Pandu Riono, M. Noor Farid
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 7-15; doi:10.31764/mj.v3i1.118

Abstract:
Abstrak: Hubungan seks yang berisiko menularkan HIV adalah hubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti pasangan yang sebagian besar didominasi dengan hubungan seks komersial, baik pada kelompok heteroseksual maupun pada kelompok homoseksual atau sejenis. Kelompok yang paling berisiko tertular HIV adalah kelompok homoseksual dan biseksual yang biasa dikategorikan sebagai lelaki seks lelaki atau disebut LSL. Di banyak bagian wilayah, HIV di kalangan LSL muncul dengan penularan HIV yang sangat cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tahu status HIV terhadap penggunaan kondom konsisten pada LSL di Yogyakarta dan Makassar dan melihat adakah perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan non RDS terhadap indikator program. Penelitian ini menggunakan data STBP 2013. Dari hasil analisis diperoleh bahwa di Yogyakarta ada pengaruh tahu status HIV terhadap penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 6,6 dan 95% CI 2,1-20,9, sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIV dengan penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 1,6 dan 95% CI 0,6 - 4,4. Ada perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan non RDS terhadap indikator program. Terdapat pengaruh tahu status HIV dengan penggunaan kondom konsisten pada lelaki yang seks dengan lelaki di Yogyakarta sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIV dengan penggunaan kondom konsisten. Terdapat perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan non RDS terhadap indikator program. Sex which higher risk of spreading HIV is sex with multiple partners and change partners that is largely dominated by commercial sex, either on the heterosexual and homosexual group, or similar sexual behaviour. Groups most at risk of contracting HIV is a group of homosexual and bisexual men are commonly categorized as men sex with men, or so-called MSM. In many parts of the region, HIV among MSM appears with HIV infection very quickly. This study aimed to determine the effect knowing their HIV status toward consistency condom use in MSM in Yogyakarta and Makassar and to see the differences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program. This study uses data IBBS 2013. From the results of the analysis showed that in Yogyakarta there was an effect Yogyakarta of knowing HIV status toward consistency condom use with an OR of 6,6 and 95%CI 2,1-20,9, while in Makassar is unclear knowing HIV status toward consistent condom use with an OR of 1.6 and 95% CI 0,6 - 4,1. There is differences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program. There is Influence of knowing HIV Status to consistent Condom use in Yogyakarta while in Makassar unclear knowing HIV status toward consistent condom use. There is differences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.
Sumi Anggraeni
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 86-89; doi:10.31764/mj.v3i1.156

Abstract:
Abstrak: Hasil kajian beberapa penelitian, perdarahan pada ibu hamil dan persalinan merupakan komplikasi dari anemia selama kehamilan. Penyebab anemia menurut WHO tahun 2012 adalah defisiensi besi, kurangnya asam folat, defisiensi vitamin B12, infeksi dan penyakit keturunan. Anemia karena defisiensi besi merupakan penyebab utama dari anemia. anemia defisiensi besi dapat dilihat dari kadar hemoglobin dan kadar feritin yang rendah. Rendahnya hemoglobin disebabkan oleh pola konsumsi dan kepatuhan minum zat besi, terutama di negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di BPS Pringsewu Lampung tahun 2015. Desain penelitian menggunakan analitik observational dengan pendekatan crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia 32 minggu yang berjumlah 108 orang, dan alat ukur menggunakan kuesioner wawancara dan hemoglobin rapid test. Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan pola konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil (p=0,323). A review of several studies, bleeding during pregnancy and childbirth is a complication of the anemia during pregnancy. The cause of anemia according to the WHO in 2012 is iron deficiency, lack of folic acid, vitamin B12 deficiency, infectious and hereditary diseases. Iron deficiency anemia is a major cause of anemia. Iron deficiency anemia can be seen in the levels of hemoglobin and ferritin levels are low. Low hemoglobin caused by consumption patterns and adherence to iron, especially in developing countries. The purpose of this study was to determined the relationship of consumtion patterns of iron with hemoglobin levels in pregnant women in BPS Pringsewu Lampung 2015. This research design using analytical observational with cross-sectional approach. The sample in this study were pregnant women aged 32 weeks, amounting to 108 people, and measuring devices used questionnaires and interviews hemoglobin rapid test. The results obtained no relationship consumtion patterns of iron with hemoglobin levels in pregnant women (p = 0.323)
, , Tutik Srihandayani
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 34-37; doi:10.31764/mj.v3i1.124

Abstract:
Abstrak: Hiperemesis gravidarum di definisikan sebagai mual muntah yang berlebihan atau tidak terkendali selama masa hamil, yang menyebabkan dehidrasi, ketidak seimbangan elektrolit, atau defisiensi nutrisi, dan kehilangan berat badan. Berdasarkan catatan Register di RSUP NTB Tahun 2012-2013, pada tahun 2012 angka kejadian Hiperemesis Gravidarum sebanyak 25 kasus, tahun 2013 meningkat menjadi 26 kasus, baik yang disertai dengan berbagai penyakit dan tanpa penyakit. Metode penelitian ini bersifat Survey analitik dengan desain cross secsional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang tercatat di Register Ruang poli hamil sejumlah 120 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sejumlah 120 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Non Probability sampling dengan total sampel jenuh yaitu pengambilan sampel dari keseluruhan populasi. Hasil penelitian : Karakteristik: sebagian besar sampel berada pada kelompok umur 20-35 tahun sebanyak 69 ibu (57,5%), paritas sebagian besar pada paritas primipara sebesar 56 ibu (46,7%). Angka kejadian Hiperemesis Gravidarum di RSUP NTB Tahun 2012-2013 sebanyak 51 ibu (42,5%). kejadian hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,003 artinya Ada hubungan paritas ibu hamil trimester I dengan kejadian hiperemesis gravidarum.Adapun saran yang dapat saya sampaikan di sini yaitu hasil penelitian ini dapat di jadikan bahan penyuluhan, meningkatkan pengetahuan masyrakat tentang hiperemesis gravidarum Hyperemesis gravidarum is defined as excessive or uncontrolled nausea during pregnancy, leading to dehydration, electrolyte imbalances, or nutritional deficiencies, and weight loss. Based on the Register records at the 2012-2013 NTB General Hospital, in 2012 the incidence of Hyperemesis Gravidarum in 25 cases, in 2013 increased to 26 cases, both accompanied by various diseases and without disease. This research method is analytic survey with cross-secsional design. The population in this study were all pregnant women of the 1st trimester recorded in the Register of Polybasics room of 120 people. The sample size in this study is 120 people. The sample used in this study using Non Probability sampling with total sample saturation that is sampling from entire population. Results: Characteristics: most of the samples were in the age group of 20-35 years as many as 69 mothers (57.5%), parity mostly in primiparity parity of 56 mothers (46.7%). The incidence of Hyperemesis Gravidarum at NTB Hospital Year 2012-2013 is 51 mothers (42,5%). the incidence of hyperemesis gravidarum with p value = 0.003 means There is a parity relationship of trimester pregnant women with the incidence of hyperemesis gravidarum.Adapun suggestions that I can convey here that the results of this study can be made extension materials, increase public knowledge about hyperemesis gravidarum
Yona Desni Sagita
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 16-20; doi:10.31764/mj.v3i1.119

Abstract:
Abstrak: Berdasarkan data WHO tahun 2015 Rasio kematian ibu (MMR) selama kehamilan dan melahirkan berkisar antara 102/100.000 Kelahiran Hidup. Berdasarkan SDKI Tahun 2013 bahwa Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Provinsi Lampung memiliki 130 kasus kematian ibu pada saat hamil, melahirkan dan nifas. Studi pendahuluan di Ruang Bersalin RSIA Anugerah Medical Center Kota Metro tahun 2016 bulan November sebanyak 22 ibu dengan perpanjangan kala II. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap lama persalinan kala II pada ibu bersalin di RSIA Anugerah Medical Center Kota Metro Tahun 2017.Jenis penelitian kualitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua seluruh ibu bersalin di RSIA Anugerah Medical Center Kota Metro sebanyak 50 ibu, sedangkan sampel diambil dengan tehnik total sampling sebanyak 50 ibu. Analisis yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kecemasan ibu bersalin sebagian besar dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 17 ibu (34%). lama persalinan kala II yang tidak normal sebanyak 22 ibu (44%). Ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala II pada ibu bersalin dengan nilai p value: 0,009. Kesimpulan penelitian ada hubungan tingkat kecemasan terhadap lama persalinan kala II pada ibu bersalin di RSIA Anugerah Medical Center Kota Metro Tahun 2017, sehingga disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan berperan aktif dalam mengurangi tingkat kecemasan ibu selama proses persalinan karena berkaitan dengan gangguan pada proses persalinan. The maternal mortality ratio (MMR) during pregnancy and childbirth ranges based on WHO data 2015 estimated from 102 / 100,000 live births. IDHS in 2013 estimated that the Maternal Mortality Rate in Indonesia amounted to 359 per 100,000 live births. Lampung province has 130 cases of maternal mortality during pregnancy, childbirth and childbirth. Preliminary study at the Maternity Room of RSIA Anugerah Medical Center Metro City in 2016 November as many as 22 mothers with second stage extension. The purpose of this study to determine the relationship of anxiety level to the second stage of labor delivery to the maternal mother at RSIA Anugerah Medical Center Metro City Year 2017.This was a quantitative research, analytic survey design with cross sectional approach. The population was whole mother of maternity in RSIA Anugerah Medical Center Metro City that consisted of 50 mother, while sample taken with total sampling technique that consisted of 50 mother. The analysis used univariate with frequency distribution and bivariate using chi square test.The result showed frequency distribution of maternal anxiety level was mostly with moderate anxiety level of 17 mothers (34%). An abnormal second stage of labor during childbirth was 22 mothers (44%). There is no...
Heni Anggraini, Dewi Riansari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 3, pp 63-68; doi:10.31764/mj.v3i1.148

Abstract:
Abstrak: Perdarahan post partum adalahperdarahanlebihdari 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir termasuk perdarahan karena retensio plasenta. Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir (Mochtar, 2008).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu ifaktor-faktor yang berhubungan dengan perdarahan post partum pada ibu bersalin di RSUD Pringsewu Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, Rancangan penelitian menggunakan Crosssectional. Dalam rancangan penelitian ini mempunyai 560 populasi ibu bersalin yang melakukan persalinan di RSUD PringsewuTahun 2016. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 222 responden. Cara ukur dalam penelitian ini menggunakan rekam medik. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dalam bentuk table distribusi frekuensi. Hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa pada atonia uteri P-Value = 0,009 (0,009 < 0,05). OR = 7,296, pada retensio plasenta P-Value = 0,000 (0,000 < 0,05). OR = 13,788, dan pada laserasi jalan lahir P-Value = 0,000 (0,000 < 0,05). OR = 9,118. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Disarankan bagi seluruh tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan pemberian pelayanan khususnya pada ibu bersalin agar dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKB) akibat perdarahan khususnya di Provinsi Lampung Post partum bleeding is bleeding more than 500-600 ml for 24 hours after child have born, including bleeding because retensio placenta. Post partum pleading is bleeding in more than 500-600 cc in 24 hours after child and placenta was born (Mochtar, 2008). The aim of the research is to know the factors related to post partum bleeding mother maternity at RSUD Pringsewu in 2016. This research type is quantitative research, research design used crossectional. In this research design have 498 population of maternity that do deliveries at RSUD Pringsewu in 2016. Sampling technique counted 222 respondents. Measure method in this research used medical record. The data analysis that used is univariate analysis and bivariate analysis in the form of frequency distribution table. The result of chi-square test showed that in uterine atonia P-Value = 0,009 (0,009 < 0,05). OR = 7,296, padaretensioplasenta P-Value = 0,000 (0,000 < 0,05). OR = 13,788, danpadalaserasijalanlahir P-Value = 0,000 (0,000 < 0,05). OR = 9,118. So, it can be concluded that ha is accepted and the relationship between the independent variabel and the dependent variable. Recommended for all the health workers to can increase the provision of service, especially to mother maternity in order to can reduce the rate mortality to mother, especially in Provinsi Lampung.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top