Refine Search

New Search

Results in Journal Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram: 77

(searched for: journal_id:(370601))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Yati Isnaini Safitri, Nur Masruroh
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 17-20; doi:10.31764/mj.v6i1.1531

Abstract:
Kecukupan gizi ibu hamil ditentukan oleh kenaikan berat badan ibu yang juga akan mendukung kenaikan berat badan janin serta kecepatan janin mensintesis jaringan. Pencatatan hasil berat badan pada setiap kunjungan ibu hamil bermanfaat untuk mengetahui kesejahteraan janin yang ada di dalam kandungan ibu. Pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) menjadi titik awal evaluasi pertumbuhan janin. Taksiran berat janin berguna untuk memantau pertumbuhan janin dalam rahim, sehingga diharapkan dapat mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pertumbuhan janin yang abnormal. Tujuan penelitian Menganalisis hubungan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan taksiran berat janin di RBG Zakat Surabaya. Sampel berjumlah 25 ibu adalah ibu hamil trimester 3 yang datang berkunjung ke klinik RBG Zakat Surabaya selama bulan Mei-Agustus 2019. Tehnik pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian Berdasarkan hasil uji statistic dengan chi-square di dapatkan hasil perhitungan menunjukkan signifikansi (α) = 0,396. Dengan asumsi jika ρ <0,05 Ho Ditolak maka ada hubungan antara kenaikan berat badan ibu dengan taksiran berat badan janin.The nutritional adequacy of pregnant women is determined by the increase in maternal weight, which will also support the increase in fetal weight, and the rate at which the fetus synthesizes tissue. Recording weight results at every visit of pregnant women is useful to know the welfare of the fetus in the mother's womb. Uterine Fundus Height Measurement (TFU) is the starting point for evaluating fetal growth. Estimated fetal weight is useful for monitoring fetal growth in the uterus, so it is expected to detect early the possibility of abnormal fetal growth. Research Objectives To analyze the relationship between weight gain of pregnant women and fetal weight estimates in RBG Zakat Surabaya. The sample of 25 mothers was 3rd trimester pregnant women who came to visit the Zakat Surabaya RBG clinic during May-August 2019. The sampling technique used purposive sampling technique. Data analysis using chi-square. Results of the study Based on the results of the statistical test with chi-square obtained the calculation results showed significance (α) = 0.396. Assuming if ρ <0.05 Ho is rejected then there is a relationship between maternal weight gain and estimated fetal weight.
Uke Maharani Dewi, Hinda Novianti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 39-42; doi:10.31764/mj.v6i1.1324

Abstract:
Pada bulan Maret 2018 didapatkan masih banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dengan alasan volume ASI yang dihasilkan oleh ibu sedikit bahkan tidak bisa keluar, ibu bekerja, tidak ada dukungan dari suami dan keluarga. Upaya yang telah diberikan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif di kelurahan Wonokromo adalah dengan memberikan penyuluhan kepada kader ASI dan ibu hamil tentang manfaat ASI eksklusif, cara menyusui dan memerah ASI, cara penyimpanan ASI. Namun, belum dilakukan pelayanan berupa pemantauan dan pendampingan dalam praktik pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada kader ASI kelurahan Wonokromo tentang tentang pemberian pelayanan dalam praktik pemberian ASI sehingga masyarakat dapat mengidentifikasi masalah dalam praktik pemberian ASI serta dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dikerjakan dengan desain kuasi eksperimen dengan pre posttest group design. Besar sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu 40 kader ASI kelurahan Wonokromo. Instrumen yang digunakan adalah lembar obervasi. Hasil yang diperoleh adalah terdapat peningkatan pelayanan dalam pemberian ASI oleh kader ASI.In March 2018, in Wonoromo Urban Village, 85 babies out of a total of 267 babies aged 0 - 6 months did not receive exclusive breastfeeding because the volume of milk produced by the mother was small and could not even come out, the mother worked, there was no support from her husband and family. Efforts that have been made to increase exclusive breastfeeding in the Wonokromo district are to provide counseling to breastfeeding cadres and pregnant women about the benefits of exclusive breastfeeding, how to breastfeed and express breastmilk, how to store breast milk. However, services in the form of monitoring and assistance have not been provided in the practice of breastfeeding. This study aims to provide knowledge and skills to the cadres of ASI in the Wonokromo district of providing services in breastfeeding practices so that the community can identify problems in breastfeeding practices and provide solutions to overcome these problems. This research was conducted with a quasi-experimental design with a pre posttest group design. The sample size used was total sampling, namely 40 ASI cadres in Wonokromo district. The instrument used was an observation sheet. The results obtained are that after being given training, the number of ASI cadres who can provide good service is 50%. The conclusion in this study is that training for breastfeeding cadres can improve services for breastfeeding mothers in breastfeeding. Continuous assistance and guidance is needed for breastfeeding cadres so they can provide quality services as an effort to increase the coverage of exclusive breastfeeding.
Nurmiaty Nurmiaty, Wahida Wahida, Elyasari Elyasari, Andi Malahayati
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 10-16; doi:10.31764/mj.v6i1.1643

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap dan keputusan ibu melakukan IVA. Desain penelitian adalah Quasi Experimental. Analisis data dengan uji Wilcoxon dan chi square. Hasil penelitian skor pengetahuan sebelum di beri penyuluhan (T0) sebesar (65,66±12,55) dan setelah diberikan intervensi (T1) berupa penyuluhan, skor pengetahuan meningkat menjadi (81,13±5,62). Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan signifikan terhadap pengetahuan, dimana (p<0,05). Skor sikap sebelum di beri penyuluhan sebesar (58,75±16,60) dan setelah diberi penyuluhan (77,75±10,70) hasil ini menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan signifikan terhadap sikap ibu di mana (p<0,05). Skor keputusan ibu sebelum penyuluhan adalah (61,52±11,87) dan setelah penyuluhan (78,58±10,05). Hasil uji statistik menunjukkan skor perilaku signifikan pada post test di mana (p<0,05), hasil ini menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan dapat mempengaruhi tindakan ibu untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dengan IVA Test. Pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan, serta mempengaruhi sikap dan tindakan ibu untuk melakukan deteksi dini kanker serviks menggunakan IVA Test.The purpose of the study was to determine the effectiveness of counselling on the knowledge, attitudes and decisions of mothers conducting an early detection of cervical cancer. The research design was quasi-experimental. Statistical analysis using the Wilcoxon and chi-square test. Based on the results of data analysis with Wilcoxon test obtained knowledge scores before counselling (T0) of (65.66 ± 12.55) and after counselling (T1) knowledge scores increased to (81.13 ± 5.62) p-values <0,05. The attitude score before counselling was (58.75 ± 16.60) and after counselling (77.75 ± 10.70) with a p-value <0.05. The results of the static analysis showed that the provision of counseling significantly increased the knowledge score, attitude score and the mother's decision to make early detection of cervical cancer with an IVA Test.
Nur Rosianti, Sunarsih Sunarsih, La Banudi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 57-60; doi:10.31764/mj.v6i1.1194

Abstract:
Status gizi merupakan indikator kesehatan yang penting bagi balita karena anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi yang dampak fisiknya diukur secara antropometri dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHO dengan indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) , TB/U (Tinggi Badan menurut Umur) dan BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan). Salah satu indikator status gizi adalah balita dengan keadaan TB/U atau PB/U (Panjang Badan menurut Umur) sangat pendek atau pendek hingga melampaui defisit dua Standar Deviasi (SD) berdasarkan pengukuran antropometri (Khoeroh and Indriyanti, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengeluaran Pangan, Sumber Air Minum dan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Stunting Pada Balita Usia 6-59 bulan di Kabupaten Buton. Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Populasi adalah Balita Stunting di Desa Manuru Kabupaten Buton yang merupakan salah satu Desa Lokus Stunting yaitu sebanyak 89 Balita dan sampel sebanyak 73 Balita yang diperoleh secara Simple Random Sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Fisher Exact, didapatkan untuk variabel Pengeluaran Pangan bahwa nilai P=0,089>α= 1,000, Sumber Air Minum berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Fisher Exact didapatkan bahwa nilai p sebesar 0.000 lebih kecil dari alpha (pα= 1,000. Kesimpulan hasil penelitian ini ada hubungan sumber air minum dengan status Stunting pada Balita. Sedangkan Pengeluaran Pangan dan Tingkat Pendidikan Ibu tidak berhubungan secara signifikan dengan Status Stunting pada Balita. Nutritional status is an important health indicator for toddlers because children under five years are a group that is vulnerable to health and nutrition whose physical impact is measured anthropometrically and is categorized based on WHO standard with BB / U index (Weight by Age), TB / U (Height by Age) and BB / TB (Weight by Height). One indicator of nutritional status is a toddler whose TB / U or PB / U (Body Length by Age) is very short or short to exceed the deficit of two Standard Deviations (SD) based on anthropometric measurements (Khoeroh and Indriyanti, 2017). This study aims to determine the relationship of Food Expenditure, Source of Drinking Water and Mother's Education Level with Stunting Status in Toddlers Age 6-59 months in Buton Regency. This research is a cross sectional study. The population is Stunting Toddler in Manuru Village, Buton Regency, which is one of the Locus Stunting Villages, which is 89 Toddlers and as many as 73 Toddlers obtained by Simple Random Sampling. Statistical test results using the Fisher Exact test, obtained for the variable Food Expenditure that the value of P = 0.089> α = 1,000, Source of Drinking Water based on the results of statistical tests using the Fisher Exact test found that the p value of 0,000 is smaller than alpha (p α = 1,000. The conclusion of this research is that there is a relationship between drinking water sources and Stunting status in under-fives. Whereas Food Expenditures and Education Level of Mothers did not significantly correlate with Stunting Status in Toddlers.
Cahaya Indah Lestari, Siti Mardiyah Wd, Catur Esty Pamungkas, Baiq Masdariah
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 1-5; doi:10.31764/mj.v6i1.3181

Abstract:
Masalah gizi di Indonesia saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Wanita umumnya mudah menderita masalah gizi terutama selama kehamilan dan laktasi karena selama periode waktu tersebut kebutuhan gizi meningkat (Rao, et al. 2010). Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan kekurangan asupan energi dan protein pada Wanita Usia Subur (WUS) yang berlangsung secara terus menerus dan mengakibatkan gangguan kesehatan (Depkes, 2002). Data Pemantauan Status Gizi (2017) mencatat ibu hamil resiko mengalami KEK di Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah 17.40%. Capaian tersebut tidak sesuai dengan target yang diharapkan yaitu tidak lebih dari 15,5%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mataram (2016), rata-rata prevalensi ibu hamil KEK di Kota Mataram yaitu 6.09% mengalami peningkatan menjadi 13.3% pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makanan dan karakteristik ibu hamil dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional dengan rancangan pengumpulan data menggunakan crossectional. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei dan menggunakan kuesioner. Hasil uji statistik multivariat didapatkan variabel yang paling dominan berpengaruh tentang KEK adalah asupan makanan (OR 3.76). Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan yang bermakna antara asupan makanan dan pendapatan dengan KEK pada ibu hamil di Kota Mataram Tahun 2020 (p <0.05).Nutrition problem is one of the health problems that need attention in Indonesia. Women are generally prone to suffer from nutritional problems especially during pregnancy and lactation because nutritional needs increase during this period (Rao, et al. 2010). Chronic Energy Deficiency is a state of lack of energy and protein intake in Fertile Women which continues and causes health problems (Depkes, 2002). Nutrition Status Monitoring Data (2017) noted Chronic Energy Deficiency in pregnant women in West Nusa Tenggara (NTB) approximately 17.40%. This achievement did not reach the expected target that is not more than 15.5%. Based on the data from the Health Office of Mataram City (2016), the average prevalence of Chronic Energy Deficiency in pregnant women in Mataram City is about 6.09%. The cases increased into 13.3% in 2017. The aim of this study is to analyze the relationship of food intake and characteristics of pregnant women with incidence of Chronic Energy Deficiency in pregnant women in Mataram city 2020. The design of this study was observational with a cross-sectional design. A survey wethode collected the data using questionnaires. Results of statistical analysis found food intake as the most variable influencing Chronic Energy Deficiency (OR 3.76). There was a significant relationship between food intake and income with KEK in pregnant women in Mataram City in 2020 (p <0.05).
Riona Sanjaya, Jusuf Sulaeman Effendi, Adhi Pribadi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 28-33; doi:10.31764/mj.v6i1.1450

Abstract:
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi yang sangat penting dan paling ideal bagi bayi dalam mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Dalam proses laktasi, terutama pada wanita yang baru pertama kali menjadi ibu umumnya mengalami kecemasan dan membutuhkan dukungan dari orang terdekat yaitu suami. Dukungan suami akan memengaruhi keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya. Selain itu, dibutuhkan efikasi diri ibu untuk menyusui bayinya. Ibu dengan efikasi diri yang tinggi akan memiliki kepercayaan diri dan usaha untuk menyusui serta penanganan terhadap tantangan yang dihadapi selama proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecemasan ibu dan dukungan suami dengan efikasi diri menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Sampel 62 orang ibu nifas dalam tiga bulan pertama postpartum di wilayak kerja Puskesmas Bandung. Tehnik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian didapatkan, dukungan suami berhubungan dengan efikasi diri ibu menyusui, sedangkan kecemasan ibu tidak berhubungan dengan efikasi diri ibu menyusui. Usia ibu merupakan faktor perancu. Breast milk is essential and the most ideal nutrient for support optimal baby’s growth. In lactation’s process, especially for first-time mothers, generally experiencing anxiety and need support from husband as the closest person. The husband's support will affect the success of a mother to breastfeed her baby. Furthermore, self-efficacy of mother's breastfeeding is needed to breastfeed her baby. Mothers with high self-efficacy will have the confidence and effort to breastfeed and deal with the challenges faced during the breastfeeding process. This research aimed to analyse the relationship between maternal anxiety and husband's support with breastfeeding self-efficacy. This study was a cross-sectional study. The sample size was 62 postpartum mothers in the first three months postpartum in the working area Bandung Public Health Service. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. Data were obtained using a questionnaire. Data analysis used Fisher's exact test. Husband support was related to maternal breastfeeding self-efficacy. The result showed that husband’s support was related to maternal breastfeeding self-efficacy, while maternal anxiety was not related to it. Mother's age was the confounding factor.
Supiani - Supiani, Djauhar Ismail, Mufdlilah Mufdlilah
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 49-56; doi:10.31764/mj.v6i1.1808

Abstract:
Salah satu masalah kesehatan dan merupakan penyebab kesakitan dan kematian tertinggi pada balita di dunia adalah pneumonia. Pada tahun 2015, pneumonia menyumbang hampir seperempat (5,9 juta) kematian anak di seluruh dunia. Tingginya angka kejadian pneumonia pada balita tidak terlepas dari berbagai faktor risiko pneumonia, salah satunya adalah faktor perilaku orang tua dalam upaya pencarian pengobatan. Tujuan umum dari penyusunan review ini adalah untuk mencari dan mengetahui evidence based terkait perilaku orang tua dalam upaya pencarian pengobatan pada balita pneumonia di negara berkembang. Metode penelitian adalah scoping review menggunakan mesin pencarian pada database PubMed dan Science Direct pada 10 tahun terakhir. Hasil dari review ini memunculkan 2 tema yaitu, gambaran dan faktor yang mempengaruhi perilaku orang tua dalam upaya pencarian pengobatan pada balita dengan pneumonia. Kurangnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh orang tua dalam pengobatan menjadi faktor penyebab terjadinya pneumonia berulang serta semakin parahnya pneumonia yang diderita oleh balita.One of the health problems and the highest cause of morbidity and death in toddlers in the world is pneumonia. In 2015, pneumonia accounted for nearly a quarter (5.9 million) of worldwide child deaths. The high incidence of pneumonia in toddlers is inseparable from a variety of pneumonia risk factors, one of the risk factors is the behaviour factor of parents in seeking treatment. The aim of this review is to mapping evidence based on the behaviour of parents to search for the treatment of toddler pneumonia in developing countries. The research method used search engines in the PubMed and Science Direct databases 10 years ago. The results of this review raise two themes i.e. an overview and factors that influence the behaviour of parents in seeking treatment in toddlers with pneumonia. Lack of health care facilities by parents in treatment is a factor causing recurrent pneumonia and the severity of pneumonia suffered by toddlers.
Evi Wahyuntari, Pratika Wahyuhidaya
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 6-9; doi:10.31764/mj.v6i1.1694

Abstract:
Kelainan tekanan darah selama kehamilan seperti preeklampsia, hipertensi gestasional, dan chronic hipertensi terjadi pada 10% wanita hamil. Kelainan tekanan darah ini akan berefek pada morbiditas, ketidakmampuan ibu dan penyebab kamatian tertinggi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pre eklamsia pada kehamilan Penelitian deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil baik yang mengalami Preeklampsia maupun yang tidak mengalami Preeklampsia dan melakukan pemerikasaan di RSKIA Sadewa diambil dari data rekam medik pada bulan Januari sampai bulan Nopember 2018 dengan jumlah 2862 ibu hamil. Kriteria Inklusi semua ibu hamil normal yang tidak mengalami Preeklampsia dan data yang ada di dalam rekam medis pasien yang terisi lengkap. Kriteri eksklusi data rekam medis yang tidak terisi lengkap atau tidak adanya data salah satu dari kriteria insklusi Hasil: gambaran faktor risiko preeklampsia di RSKIA Sadewa 31 (31%) responden rentang usia berisiko, 95 (95%) dengan pendidikan tinggi, 53 (53%) responden dengan paritas multigravida, 83 (93%) riwayat kesehatan tidak berisiko. Kesimpulan gambaran preeklampsia di RSKIA Sadewa sebagian besar responden yang mengalami preeklamsia tidak memiliki riwayat kesehatan yang berisiko. Saran dengan mengetahui karakteristik responden, maka kejadian preeklampsia dapat di minimalisir.Blood pressure abnormalities during pregnancy such as pre-eclampsia, gestational hypertension, and chronic hypertension occur in 10% of pregnant women. This blood pressure disorder will influence morbidity, maternal disability and the highest cause of death in pregnant women. This study aims to determine factors associated with pre-eclampsia in pregnancy. Descriptive research the population in this study were all pregnant women both experiencing pre-eclampsia and those not experiencing pre-eclampsia and conducting examinations in RSKIA Sadewa taken from medical record data from January to November 2018 with a total of 2862 pregnant women. Criteria for inclusion of all normal pregnant women without preeclampsia and the data contained in the complete medical records of patients. Criteria for exclusion of incomplete medical record data or absence of data from one of the inclusion criteria Results: description of pre-eclampsia risk factors in RSKIA Sadewa 31 (31%) respondents at-risk age range, 95 (95%) with tertiary education, 53 (53 %) respondents with multigravida parity, 83 (93%) medical history was not at risk. Conclusion Anaemia's description in the work area of Kalasan Public Health Center most of the respondents did not experience anaemia before. Suggestions by knowing the characteristics of respondents, then events can be minimized by doing early detection of risk factors
Yasi Anggasari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 34-38; doi:10.31764/mj.v6i1.1408

Abstract:
Salah satu ketidaknyamanan yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil adalah nyeri pinggang. Biasanya gejala sakit pinggang ini semakin terasa saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Ibu akan mengalami kesulitan berjalan, mengenakan pakaian, mengangkat barang bahkan ketika duduk pun pinggang masih nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh keteraturan prenatal gentle yoga terhadap penurunan tingkat nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III di Rumah Bersalin Surabaya. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan tehnik Simple random sampling. Variabel independen adalah Keteraturan prenatal Gentle yoga dan variabel dependen adalah nyeri pinggang ,metode pengumpulan data menggunakan data primer. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square.Hasil penelitiaan menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (70%) setelah dilakukan prenatal yoga .Hasil uji statistik chi square 0,01 < α = 0,05. menunjukkan terdapat Ada pengaruh antara keteraturan prenatal gentle yoga terhadap nyeri pinggang pada ibu hamil di Rumah Bersalin Anugrah Surabaya. Ada pengaruh keteraturan Prenatal Gentle Yoga Terhadap penurunan nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil di Rumah Bersalin Anugrah. Ibu hamil diharapkan mengikuti prenatal yoga rutin sehingga dapat mengatasi terjadinya nyeri pinggang.One discomfort that is often complained of by pregnant women is low back pain. Usually, the symptoms of back pain are increasingly felt when gestational age enters the second trimester. Mother will have difficulty walking, wearing clothes, lifting things even when sitting down, the waist still aches. This study aims to determine the effect of prenatal gentle yoga regularity on reducing the level of low back pain in third trimester pregnant women at the Maternity Hospital in Surabaya.This research uses quantitative design with cross sectional research design. The sample in this study was taken by simple random sampling technique. The independent variable is the Prenatal Regularity of Gentle yoga and the dependent variable is low back pain, the data collection method uses primary data. Data analysis using Chi Square statistical test. The results of the study showed that most respondents experienced moderate pain (70%) after prenatal yoga. The results of the chi square statistical test were 0.01 <α = 0.05. shows there is an influence between the regularity of prenatal gentle yoga on low back pain in pregnant women at the Anugrah Maternity Hospital in Surabaya.There is an effect of the regularity of Prenatal Gentle Yoga on the reduction of low back pain in pregnant women at the maternity hospital. Pregnant women are expected to take part in routine prenatal yoga so that they can cope with low back pain.
Mardiyah Ibrahim, Tasnim Tasnim, Nurmiaty Nurmiaty
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 43-48; doi:10.31764/mj.v6i1.1193

Abstract:
Saat ini motivasi dan kinerja bidan masih dianggap kurang, disamping itu terjadi masa tunggu kerja yang lebih lama dari para lulusan Diploma III Kebidanan dikarenakan jumlah lulusan banyak yang belum lulus ujian kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kelulusan ujian kompetensi dan motivasi terhadap kinerja bidan lulusan Akademi Kebidanan Konawe. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 115 orang. Besar sampel sebanyak 89 responden yang diambil dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuisioner, kemudian di analisis menggunakan uji chi square dan koefisien phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang lemah antara tingkat kelulusan uji kompetensi bidan dengan motivasi dimana diperoleh X2 hitung > X2 tabel (5,994 > 3,841), dan (Φ) sebesar 0,289. Ada hubungan yang lemah antara tingkat kelulusan uji kompetensi bidan dengan kinerja bidan dimana diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (6,303 > 3,841), dan (Φ) sebesar 0,283, sedangkan hubungan antara motivasi dengan kinerja bidan memiliki hubungan yang sangat kuat. diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (55,101 > 3,841), dan (Φ) sebesar 0,881. Oleh karena itu, perlu terus di upayakan peningkatan motivasi bidan dalam bekerja yang salah satu caranya adalah dengan pemberian penghargaan bagi bidan prestasi.Currently, the motivation and performance of midwives are still considered lacking. There is a longer employment waiting period than the Diploma III obstetrics graduates because the number of graduates has not passed the competency exam. This research aims to analyse the relationship of competency exam graduation rate and motivation to the performance of The Graduate midwife of the Konawe Academy. The population in this study was 115 people. A large sample of 89 respondents was taken using simple random sampling. Data is collected with a questionnaire, then in analysis using Chi-square test and phi coefficient. The results showed that there was a weak relationship between the graduation rate of the competency test midwife with the motivation where the X2 calculated > X2 table (5.994 > 3.841), and (Φ) amounted to 0.289. There is a weak relationship between the graduation rate of the midwife competence test with the performance of midwives where the value of X2 count > X2 table (6.303 > 3.841), and (Φ) amounting to 0.283. In contrast, the relationship between the motivation with the performance of midwives has very Strong. The retrieved X2 count value of > X2 table (55.101 > 3.841), and (Φ) amounting to 0.881. Therefore, it is necessary to continue to increase the motivation of midwives in working that one way is to give appreciation to midwives’ achievement.
Ana Pujianti Harahap, Aulia Amini, Nurul Qamariah Rista Andaruni, Rizkia Amilia
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 6, pp 21-27; doi:10.31764/mj.v6i1.1521

Abstract:
IMD termasuk dalam salah satu 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) atau ten step to successful breastfeeding. IMD dapat dilaksanakan pada persalinan secara normal atau dengan Sectio Caesarea. Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD Prov NTB), sebagai rumah sakit pusat rujukan terbesar di NTB data jumlah pasien yang melahirkan dengan SC pada tahun 2017 sebanyak 288 (88%), dari total persalinan 327. Dari jumlah pasien yang melahirkan dengan SC sebagian besar tidak pernah dilakukan IMD. Pasien yang melahirkan spontan sebanyak 39 orang (22%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan IMD pasien post SC. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Informen dalam penelitian ini terdiri dari tenaga kesehatan yaitu dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, pihak manajemen,bidan dan pasien. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan Analisis data dilakukan menggunakan versi Miles dan Huberman, dalam Sugiyono (2013). Aktivitas meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data ( data display) dan penarikan kesimpulan (verification). Hasil penelitian yang sudah terindentifikasi mengenai hambatan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada pasien post SC yaitu : 1) Kendala kurangnya informasi pasien tentang IMD, 2) tidak ada tenaga kesehatan khusus yang melaksanakan IMD, 3) kurangnya pelatihan tentang pelaksanaan IMD post SC, 4) Ketidaknyamanan posisi pasien saat SC, 5) Kekhawatiran ibu terhadap kondisi bayi saat dilakukan imd, dan 6) kurangnya kerjasama tim tenaga kesehatan. Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dan instansi kesehatan bisa bersama-sama untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada pasien post Sectio Caesrea.Early initiation of breastfeeding is included in one of the 10 Steps to Successful Breastfeeding (LMKM) or ten-step to successful breastfeeding. IMD can be carried out in labor normally or with Caesarean Sectio. Based on data obtained from the General Hospital of West Nusa Tenggara Province, as the largest referral center hospital in West Nusa Tenggara, the number of patients giving birth to SC in 2017 was 288 (88%), out of total delivery of 327. Of the total, most patients who have had an SC have never had an early initiation of breastfeeding. Patients who gave birth spontaneously were 39 people (22%). This study aims to determine the early initiation of breastfeeding barriers for post-SC patients. The research method used is descriptive qualitative. Informants in this study consisted of health workers namely obstetricians, pediatricians, management, midwives and patients. In this study, researchers will use data analysis performed using the version of Miles and Huberman, in Sugiyono (2013). Activities include data reduction, data display, and verification. The results of studies that have been identified regarding the obstacles to implementing early initiation of breastfeeding in post SC patients are: 1) Obstacles to lack of patient information about early initiation of breastfeeding, 2) there are no special health workers who carry out early initiation of breastfeeding, 3) lack of training on implementing post-SC early initiation of breastfeeding, 4) Discomfort of the patient's position during SC, 5) Mother's concern for the condition of the baby during early initiation of breastfeeding, and 6) Lack of teamwork of health workers. With the results of this study, it is expected that health workers and health agencies can work together to further optimize the implementation of early initiation of breastfeeding in post-SC patients.
Herlin Fitriana Kurniawati, Andari Wuri Astuti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 110-117; doi:10.31764/mj.v5i2.1167

Abstract:
Pemerintah Indonesia telah berupaya mengatasi masalah Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) salah satunya dengan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), namun data nasional menunjukkan remaja masih mempunyai tingkat kesadaran yang rendah terkait dengan pentingnya KRR. Gunungkidul, merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai angka kehamilan remaja tinggi,tahun 2016 terjadi 310 kehamilan remaja dengan 220 diantaranya merupakan kehamilan sebelum menikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pelayanan kesehatan reproduksi remaja di PKPR dari perspektif remaja, ibu muda dan pemberi pelayanan kesehatan.Penelitian ini adalah generic qualitative research dengan desain in-depth-study. Partisipan dalam penelitian ini adalah 10 remaja, 10 ibu muda dan 10 petugas pelayanan kesehatan. Pengambilan data dilakukan dengan one-to-one in depth interview, dengan waktu paling lama adalah 60 menit. Analisis data menggunakan thematik analisis dengan mengadopsi strategi Collaizi.PKPR telah menyediakan pelayanan KRR, namun pelayanan ini belum banyak diakses oleh remaja dikarenakan tekanan social yang membatasi akses pelayanan tersebut misalnya rasa enggan dan malu. Sumber yang sering diakses oleh remaja untuk mencari informasi terkait dengan KRR adalah internet dan teman sebayanya. Kehamilan remaja adalah akibat remaja melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan sebelumnya mereka telah mempraktekkan tindakan mencegah kehamilan menggunakan metode kontrasepsi tradisional. Semua ibu muda juga menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya mengakhiri kehamilan dengan beberapa cara tradisional dan ilegal. Pelayanan KRR perlu didesain dengan prinsip youth friendly dan cultural sensitive sesuai konteks di Indonesia.Upaya meningkatkan KRR perlu melibatkan orang tua sehingga peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja bisa meningkat dimulai dari orang terdekat yaitu keluarga, yang selanjutnya secara potensial bisa menurukan angka kehamilan remaja.Adolescents Sexual and Reproductive Health (ASRH) is a global health concern. In order to address ASRH issues, Indonesian government initiated ASRH services, however, national data show that there is still low level of awareness related to ASRH and high number of adolescent pregnancy i.e. 48 per 1,000. Gunungkidul is one of municipality that has high number of adolescent pregnancy i.e. 303 adolescent pregnancy occurred in 2016 and 202 of them due to premarital sexual relationship. This study aimed to investigate ASRH service from the perspective of adolescents, young mother and health care providers. This study used generic qualitative research by using in-depth study. There were 10 adolescents, 10 young mothers and 10 healthcare providers participated within this study. Data were gathered by using one to one in depth interview, and the length of interview was length about 60 minutes. Data were analysed by using thematic analysis and Collaizi framework as a framework. Findings shows that although ASRH services have been provided within health facilities, there is low access of the services due to social constraint such as shame and reluctant. Adolescents preference of obtaining information related sexual and reproductive were internet and peers. Adolescent pregnancy was a consequence of premarital sexual relationship and adolescents were practicing traditional contraception methods to prevent pregnancy, as well as tried to terminating their pregnancy. There is a need of tailoring ASRH services which considered youth friendly and cultural sensitive within Indonesian context. Involving parents in the programme of campaigning and promoting SRH may be benefit to increase awareness of ASRH, and subsequently reduce adolescent pregnancy.
Domas Nurchandra Pramudianti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 92-96; doi:10.31764/mj.v5i2.2295

Abstract:
Pengetahuan remaja mengenai masalah kesehatan reproduksi memang masih minim, banyak remaja yang tidak mengetahui dampak dari keputihan. Pentingnya remaja mengetahui tentang keputihan agar wanita khususnya remaja mengetahui tentang keputihan, tanda gejala, penyebab, dan pencegahan keputihan upaya yang dilakukan yaitu dengan pendidikan kesehatan menggunakan metode peer group. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunaan Metode Peer Group Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan (Fluor Albus) di SMP 1 Muhammadiyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test without control dan menggunakan uji statistik paired t-test dengan teknik pengambilan sampel purposive Sampling. Jumlah sampel 30 responden. Hasil nilai pre-test dan pos-test pada kelompok intervensi 0,001, hasil pre-test dan post-test pada kelompok kontrol 0,251. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode peer group terhadap pengetahuan remaja putri tentang keputihan (fluor albus).Adolescent knowledge about reproductive health issues is still minimal, many teenagers who do not know the impact of vaginal discharge. The importance of adolescents to know about vaginal discharge so that women especially teenagers know about vaginal discharge, signs, symptoms, causes, and prevention of vaginal discharge efforts undertaken namely by health education using peer group methods. This study aims to determine the effect of health education using the Peer Group Method on adolescent girls' knowledge about vaginal discharge (Fluor Albus) in SMP 1 Muhammadiyah Banjarmasin. This study used a quasy experimental design with a pre-test and post-test design without control and used a paired t-test statistical test with a purposive sampling technique. The sample size was 30 respondents. The results of the pre-test and post-test scores in the intervention group 0,001, the pre-test and post-test results in the control group 0.215. The results of the study have the effect of health education using peer group methods on the knowledge of young women about vaginal discharge (fluor albus)
Annisa Khoiriah
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 118-122; doi:10.31764/mj.v5i2.1127

Abstract:
Anemia adalah suatu penyakit dimana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Anemia berbeda dengan tekanan darah rendah. Menurut hasil analisis Survey Demografi Indinesia (SDKI) 2012, penyebab utama kematian ibu secara langsung adalah perdarahan 28%, eklampsia 24%, dan infeksi 11%. Penyebab tidak langsung adalah anemia 51% (SDKI, 2012).Faktor yang dapat menimbulkan anemia, antara lain kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorpsi di usus, perdarahan akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil, masa pertumbuhan dan masa penyembuhan dari penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makrayu Palembang tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 256 orang ibu hamil dengan jumlah sampel 38 orang ibu hamil yang dilakukan pada tahun 2019. Sampel yang di ambil menggunakan tehnik accidental sampling. Pengolahan data menggunakan data primer dengan distribusi frekuensi pada analisis univariat, dan uji chi-square pada analisis bivariat. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang bermakna antara umur (p value = 0,023), paritas (p value= 0,005), dan pengetahuan (p value=0,011) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makrayu Palembang tahun 2019. Disarankan pada institusi kesehatan agar meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan khususnya untuk anemia pada kehamilan.Pregnancy is fertilization or the combination of spermatozoa and ovum that continued by implantation from fertilization to delivery period. The normal pregnancy period is 40 weeks or 10 months or 9 months based on international calendar. There were some factors could cause anemia such as the lack of ferrum and protein from the foods, intestine absorption problem, acute or chronicle bleeding, need of ferrum for expectant mothers, and recovery period. The purpose of this study was to identify the factors correlate with anemia to expectant mother at Makrayu public health center Palembang in 2014. The analytical survey through cross sectional method was used in this study. The population of the study was 256 expectant mothers and the total number of the sample was 38 expectant mothers on 2019. The accidental sampling method was used to select the sample. The primer data was used at univariate analysis and chi-square was used at bivariate analysis. The result of the study showed that there was a significant correlation between age (p-value 0.023), parity (p-value 0.005, knowledge (p-value 0.011) and anemia to expectant mothers at Makrayu public health center Palembang in 2019. Finally, it is hoped that Health institution could improve service quality especially for anemia to expectant mother. It is hoped that next study could improve and ad some variables to get more information.
Nur Fitri Ayu Pertiwi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 83-91; doi:10.31764/mj.v5i2.1855

Abstract:
Kehamilan tidak diinginkan pada remaja merupakan permasalahan global yang perlu diperhatikan. Peran orang tua, teman, dan masyarakat merupakan hal penting dalam upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran orang tua, teman, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Metode penelitian adalah scoping review menggunakan mesin pencarian pada database PubMed dan Science Direct pada Januari 2009 sampai Desember 2019. Berdasarkan hasil scoping review ditemukan tema : “peran komunitas dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada remaja”.Unwanted pregnancy in adolescents is a global problem that needs attention. The role of parents, friends, and society is important in efforts to prevent unwanted pregnancy in adolescents. The purpose of this study was to determine the role of parents, friends and the community in efforts to prevent unwanted pregnancy in adolescents. The research method is a scoping review using a search engine in the PubMed and Science Direct database from January 2009 to December 2019. Based on the results of the scoping review, the theme is found: "the role of the community in preventing unwanted pregnancy in adolescents".
Eva Nurhayati, Andari Wuri Astuti, Enny Fitriahadi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 97-106; doi:10.31764/mj.v5i2.1534

Abstract:
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2017 sebanyak 305/100.00 KH. Penyebab tertinggi AKI di negara berkembang: perdarahan, infeksi, komplikasi persalinan, aborsi, pre-eklamsi dan eklamsi. Selain itu AKI juga berhubungan dengan adanya pengaruh sosial budaya, contohnya masyarakat beranggapan bahwa hamil, bersalin, nifas dan merawat anak adalah urusan perempuan yang menyebabkan rendahnya partisipasi suami sebesar 45%. Perempuan juga tidak berwenang mengembali keputusan meskipun dalam kodisi gawatdarurat. Hal ini menyebabkan terlambtanya penanganan kesehatan pada ibu yang dapat berakibat pada mneingkatnya angka kesakitan dan kematian pada ibu. Tujuan dari scoping review ini adalah untuk memetakan evidence yang sudah tersedia terkait dengan partisipasi suami pada masa hamil, bersalin dan pasca salin di negara berkembang. Scoping review ini mengikuti framework dari Arksey and O’Malley, yang terdiri dari mendidentikasi pertanyaan review; mencari evidence yang relevan; menyeleksi studi yang relevan; memetakan data; dan mediskusikan, menyimpulkan dan melaporkan hasil. PRISMA flowchart digunakan untuk menampilkan alur pencarian evidence. Hasil dari review menunjukkan bahwa terdapat 12 artikel yang didapatkan dari proses pencarian. Review ini memunculkan 5 tema yaitu keterlibatan suami pada masa perinatal; faktor yang mempengaruhi keterlibatan suami pada masa perinatal; penyebab kurangnya partisipasi suami; sistem kesehatan; dan strategi yang dapat meningkatkan keterlibatan suami pada masa perinatal. Partisipasi suami pada masa perinatal masih tidak dilakukan secara optimal pada negara berkembang, sebagai akibat dari pembagian peran suami dan istri akibat bias gender, untuk itu diperlukan upaya inovatif untuk mengikutsertakan suami pada masa perinatal.Indonesian Demographic Healts Survey in 2017 reported that there was 305/ 1,000 maternal mortality in Indonesia. Post partum haemorarghea, infection, maternal complications, abortion, preeclampsia and eclampsia cause maternal mortality. Additionally, maternal morality is also associated with local social culture, for instance society views that pregnancy, childbirth and after childbirth are women’s matters, which subsequently causes lack of partner’ s involvement in that periods. Women are alo placed with have no autonomy to decide even in regards to their health and life or even in their emergencey condition. This situation led to delayed intervention and care, and it also possibly increase risk of maternal mortality and morbidity. This scoping review aimed to mapping evidences about partner involvement within perinatal period in developing countries. Arksey and O’Malley framework was applied involving identify review question; identify relevant evidences; study selection; charting data; and collating, summarizing and reporting the data. PRISMA flowcahart was used to show the process of searching evidence. Result of the review showed that there were 12 evidences included and processed within review. There five themes emerged i.e. partner’s involvement within perinatal period; factors associated with partner’s involvement within perinatal period; factors lead to lack of partner involvement within perinatal period; health system; strategies to increase partner involvement. Partner involvement is still low within developing countries as a result of role differences amongst men and women, this occurs due to gender bias, therefore tehre is a need to develop innovative strategy to involve partner within perinatal period.
Inge Anggi Anggarini
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 65-70; doi:10.31764/mj.v5i2.1277

Abstract:
Salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan suatu bangsa ditandai dengan tinggi rendahnya angka kematian ibu. Hal ini merupakan suatu fenomena yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan. Masa Nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu. Setelah persalinan tubuh seorang ibu memasuki masa pemulihan, salah satunya adalah involusi uteri yang dimulai segera setelah persalinan dan proses ini harus tuntas setelah 6 minggu.. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses involus uteri antara lain senam nifas dan pijat oksitosin. Tujuan Penelitian: menganalisis pengaruh kombinasi dari senam nifas dan pijat oksitosin terhadap involusi uteri pada ibu postpartum. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan post test-only control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada penurunan tinggi fundus uteri antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p
Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 130-133; doi:10.31764/mj.v5i2.2107

Abstract:
Dismenore merupakan masalah ginekologis yang paling umum dialami wanita, khususnya remaja. Prevalensi dismenore primer di Indonesia cukup tinggi yaitu 60-70% dan 15% diantaranya mengalami nyeri hebat yang umumnya terjadi pada usia remaja. Solusi non farmakologis dipandang lebih aman, salah satunya adalah peregangan yang bertujuan untuk membuat otot dan persendian menjadi fleksibel dan elastis. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar endorphin, epinephrine, dopamine dan serotonin yang dihasilkan oleh otak akibat olahraga. Tujuan Penelitian: Menganalisis pengaruh peregangan terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada santri putri di Pondok Pesantren As Salafiyyah Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis quasi experiment dengan design Two Group Pre-test and Post-test. Sampel penelitian adalah santri putri berjumlah 30 responden pada kelompok kontrol dan 30 responden pada kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, teknik analisis univariat menggunakan uji statistik distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji statistik Mann Whitney dan multivariat menggunakan uji statistik regresi linier dengan menggunakan software SPSS. Hasil : Ada pengaruh peregangan terhadap penurunan nyeri dismenore dengan nilai p value = 0,00 < ɑ (0,05) dan dimana nilai rata-rata sebelum diberikan peregangan rata-ratanya 5,13±3,99 dan setelah diberikan peregangan rata rata nyerinya turun menjadi 0,13 ± 1,60, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan peregangan. Kesimpulan: Peregangan terbukti dapat menurunkan nyeri dismenore hingga 4,597 kali.Dysmenorrhea is the most common gynecological problems that women especially adolescent. The prevalence of primary dysmenorrhea in Indonesia is quite high, 60-70% and 15% of them experienced severe pain that usually occurs in adolescence. Non-pharmacological solutions is considered more secure, one of them is stretching, so that in any exercise aimed at making the muscles and joints become flexible and elastic. This is due to increased levels of endorphins, epinephrine, dopamine dan serotonin produced by exercise induced brain. Objective: To analyze influence of stretching on decrease pain on dysmenorrhea in women students in Pondok Pesantren As Salafiyyah Yogyakarta. Methods: This study used a quasi-experiment with design types two group pre-test and post-test. Samples were female students were 30 respondents in the control group and 30 respondents in the intervention group. The sampling technique is purposive sampling, analytical techniques univariate statistical test frequency distribution, bivariate analysis using statistical test Mann Whitney and multivariate linear regression using statistical tests using SPSS software. Results: There influence of stretching on decrease pain on dysmenorrhea with p value = 0.00 <ɑ (0.05) and the average value before being given stretch averaged 5.13 ± 3.99 and after given stretch of average pain decreased to 0.13 ± 1.60, it indicates that there are differences in the level of pain of dysmenorrhea before and after a given stretch. Conclusion: Stretching is proven to decrease the pain of dysmenorrhea up to 4,597 times.
Yolanda Montessori
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 71-82; doi:10.31764/mj.v5i2.1810

Abstract:
Rupture perineum berdampak pada bio/fisik, psikologis, seksual dan sosial serta kualitas hidup pada ibu postpartum. Tujuan penelitian untuk mengetahui biopsikoseksual dan sosial ibu postpartum dengan riwayat rupture perineum. Metode penelitian adalah scoping review menggunakan mesin pencarian pada database PubMed, Proquest, Wiley Online Library dan Science Direct pada Januari 2008 sampai Desember 2018. Berdasarkan hasil scoping review ditemukan tema : “dampak rupture perineum pada ibu postpartum”, “upaya pencegahan rupture perineum” dan “pelayanan masa nifas”. Review jurnal yang ditemukan seluruhnya berasal dari Negara Maju.Perineal laceration has an impact on bio / physical, psychological, sexual and social as well as quality of life in postpartum mothers. The aim of the study was to determine the biopsychosexual and social aspects of postpartum mothers with a history of perineal laceration. The research method used search engines in the PubMed, Proquest, Wiley Online Library and Science Direct databases from January 2008 to December 2018. Based on the review results of the article found themes: "impact of perineal laceration on postpartum mothers", "efforts to prevent perineal laceration" and "postpartum childbirth service". The review articles found were entirely from Developed Countries.
Ni Putu Sumartini
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 123-129; doi:10.31764/mj.v5i2.1183

Abstract:
Anak dengan keterbelakangan mental memiliki fungsi intelektual umum yang secara signifikan berada di bawah rata-rata dan kondisi tersebut memiliki pengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Salah satu terapi yang digunakan untuk meningkatkan kognitif anak terbelakang mental adalah dengan terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak retardasi mental. Penelitian ini dilaksanakan di SLB Negeri Pembina Mataram. Menggunakan preexperimental one group pretest and posttest design dengan jumlah sampel 36 orang dengan teknik purposive sampling. Terapi musik klasik diberikan dua kali selama 30 menit. Pengumpulan data perkembangan kognitif dengan kuesioner pengukuran perkembangan kognitif sederhana, dianalisis menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak sebelum intervensi yaitu kategori kurang 61,11%, kategori cukup 25,00%, dan kategori baik 13,89%. Kemudian setelah intervensi menjadi kategori baik 52,78%, kategori cukup 30,55%, dan kategori kurang 16,67%. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p=0,000. Maka, ada pengaruh terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak retardasi mental di SLB Negeri Pembina Mataram. Saran agar terapi musik klasik ini dapat diterapkan sebagai bagian dari terapi pada anak dengan retardasi mental.Child with mental retardation has general intellectual function that is below average significantly and that condition has an effects on the child's cognitive development. One of the therapy used to raises cognitive development of children with mental retardation is music therapy. This research aims to know the effect of classical music therapy on the cognitive development of children with mental retardation. This research has been held in SLB Negeri Pembina Mataram. The design used was quasy experiment with preexperimental one group pre test and post test design. The sample size were 36 samples who selected by purposive sampling technique. Classical music therapy was given twice with the duration of 30 minutes for each session. Data about cognitive development was collected by simple cognitive questionnaire and analyzed with Wilcoxon Match Pairs Test. The average of cognitive development before intervention was 61,11% in the less category, 25,00% in enough category and 13,89% in good category. And then after intervention in good category is 52,78%, enough category is 30,55% and less category is 16,67%. Statistical test results obtained p value 0,000. Thus, there was an effect of classical music therapy on cognitive development of children with mental retardation. Suggestions that this classical music therapy can applied as part of therapy in children with mental retardation.
Yunik Windarti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 134-137; doi:10.31764/mj.v5i2.1190

Abstract:
Peningkatan kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah melalui berbagai macam program kesehatan. Salah satunya program KB, namun masih banyak pasangan usia subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, di Jawa Timur 17,18% PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi. Salah satu faktor penyebabnya adalah persepsi yang salah tentang KB sehingga mempengaruhi minat ibu yang mengakibatkan keputusan pemilihan alat kontrasepsi yang tidak tepat. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh persepsi dan minat ibu terhadap pemilihan jenis alat kontrasepsi. Desain penelitian analitik dengan tehnik non probability sampling dengan insidental sampling. Populasi akseptor di PMB Vivi Surabaya jumlah 60 orang. Variabel independen persepsi dan minat, variabel dependen jenis pemilihan alat kontrasepsi. Instrumen quesioner, dianalisis uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan dari 29 responden yang mempunyai persepsi kurang baik, hampir seluruhnya (86,2%) memilih alat kontrasepsi jangka pendek. Dari 24 responden yang mempunyai minat rendah hampir seluruhnya (95,8%) memilih alat kontrasepsi jangka pendek. Terdapat pengaruh yang signifikan variabel persepsi (p=0,028) terhadap pemilihan jenis alat kontrasepsi dengan nilai OR 4,887 (95%CI : 1,190 – 20,075). Terdapat pengaruh yang signifikan variabel minat (p=0,006) terhadap pemilihan jenis alat kontrasepsi dengan nilai OR 20,849 (95%CI : 2,431 – 178, 833). Semakin seseorang mempunyai persepsi yang kurang dan minat yang rendah terhadap alat kontrasepsi, maka mereka cenderung memilih alat kontrasepsi jangka pendek.Increasing community welfare by the government through various health programs. One of them is a family planning program, but there are still many couples of childbearing age who do not use contraception, in East Java 17.18% of EFAs do not use contraception. One contributing factor is the wrong perception of family planning that affects the interests of mothers resulting in inappropriate decisions about the choice of contraception. The purpose of the study is to analyze the influence of mothers' perceptions and interests on the choice of contraception. Analytical research design with non probability sampling technique with incidental sampling. The population of acceptors at PMB Vivi Surabaya is 60 people. The independent variable is perception and interest, the dependent variable is the type of contraception selection. Questionnaire instruments, analyzed by Logistic Regression test. The results showed that of 29 respondents who had poor perceptions, almost all (86.2%) chose short-term contraception. Of the 24 respondents who had low interest, almost all (95.8%) chose short-term contraception. There is a significant influence of perception variable (p = 0.028) on the choice of contraception with an OR value of 4.887 (95% CI: 1.190 - 20.075). There was a significant influence of the variable of interest (p = 0.006) on the choice of contraception with an OR value of 20,849 (95% CI: 2,431 - 178, 833). The more a person has less perception and low interest in contraception, then they tend to choose short-term contraception.
Fitria Siswi Utami, Intan Mutiara Putri
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 107-109; doi:10.31764/mj.v5i2.1262

Abstract:
Nyeri selama fase persalinan dapat mempengaruhi frekuensi jantung, napas, bahkan tekanan darah dan stress sehingga menganggu hormon okstitosin yang bekerja untuk persalinan. Literature review dilakukan pada studi penatalaksanaan nyeri persalinan. 3 database dan 2 sumber grey literature diditelaah untuk memperoleh informasi terkait penatalaksanaan nyeri persalinan. 32 literatur diperoleh dari hasil penyaringan data dengan menggunakan framework PEOS. Beberapa faktor nyeri, dampak, penatalaksanaan, respon dan dukungan yang dibutuhkan selama menghadapi nyeri persalinan diperoleh dari proses ekstraksi data. Pemahaman tentang hal berkaitan nyeri, pengembangan terapi, dan dukungan adekuat sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kebidanan khususnya persalinan.Labor pain affects to heart beat frequency, breath rate, blood pressure, and stress. As a result, oxytocin may does not work properly during labor process. A literature review study was conducted to provide information related to labor pain management. 3 databases and 2 grey literatures analyzed and 32 literatures extracted by PEOS framework. Some factors related to labor pain, impacts, managements, responses, and supports needed during labor gained from data extraction. A clearly understanding related labor pain, developing therapy technique, and adequate support are needed in order to improve the quality of midwifery care on labor.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 13-18; doi:10.31764/mj.v5i1.1109

Abstract:
Anemia merupakan masalah kesehatan global yang umum terjadi dan tersebar luas. Sekitar 56 juta wanita di seluruh dunia mengalami anemia, dua pertiga di antaranya berada di Asia. Menurut WHO kejadian anemia pada wanita secara keseluruhan adalah 35%, sedangkan anemia pada ibu hamil secara global adalah 51%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil DI Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Populasi adalah ibu hamil di Puskesmas Dana dan Puskesmas Pasir Putih Kabupaten Muna sebanyak 205 orang dan sampel sebanyak 186 orang yang diperoleh secara Simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi-square untuk hubungan tingkat kepatuhan konsumsi Fe dengan kejadian anemia ibu hamil diperoleh nilai p value (0,004) dan OR=3,702, pola makan diperoleh nilai p value (0,015) dan OR=2,917, pendidikan ibu diperoleh nilai p value (0,145 dan OR=1,758, kunjungan ANC diperoleh nilai p value (0,000) dan OR=5,236, umur ibu diperoleh nilai p value (0,487) dan OR=1,143, Jarak Kehamilan diperoleh nilai p value (0,003) dan OR=3,833, Status Gizi diperoleh nilai p value (0,005) dan OR=3,514. Kesimpulan hasilmpenelitian ini ada hubungan tingkat kepatuhan konsumsi Fe, pola makan, kunjungan ANC, Jarak Kehamilan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Sedangkan umur ibu dan pendidikan ibu tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 60-64; doi:10.31764/mj.v5i1.1067

Abstract:
Campak merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan dan banyak terjadi pada bayi dan anak. Terjadi KLB campak di Kabupaten Muna di beberapa wilayah Puskesmas pada tahun 2017 dan banyak menyerang anak-anak. Tujuan: Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dan peran petugas imunisasi dengan kejadian campak di Kabupaten Muna. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain case control. Populasi adalah semua penderita campak tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah 95 kasus dan 95 kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, wawancara dan dianalisis secara deskriptif, inferensial dan epidemiologi. Hasil : Hasil penelitian diperoleh bahwa status imunisasi berhubungan dengan kejadian campak di Kabupaten Muna dimana X2 hitung > X2 tabel (62,043 > 3,841), dengan OR: 29,963 ; CI95%; 10,171- 88,274, dan peran petugas imunisasi tidak berhubungan dengan kejadian campak di Kabupaten Muna dimana diperoleh nilai X2 hitung < X2 tabel (1,604< 3,841) dengan OR: 0,635; CI95%: 0,339-1,188. Kesimpulan: Untuk mendapatkan kekebalan dari penyakit campak anak harus mendapatkan imunisasi campak pada usia 9 bulan, 24 bulan dan pada saat kelas 1 SD, peran petugas juga sangat diperlukan terutama pada manajemen rantai vaksin dan pelaksanaan posyandu.
, Fritria Dwi Anggraini
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 9-12; doi:10.31764/mj.v5i1.1083

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama kala II dan kejadian robekan perineum pada ibu bersalin yang melakukan pelvic rocking exercise dan tidak. Jenis penelitian yg digunakan adalah analitik observasional, dengan rancangan Quasi Experiment jenis nonequivalent control group design. Hasil analisis uji Mann Whitney didapatkan ρ value 0,009 (ρ
Siti Mardiah Wd, Catur Esty Pamungkas, Cahaya Indah Lestari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 24-28; doi:10.31764/mj.v5i1.1071

Abstract:
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu destinasi wisata yang banyak diminati oleh turis domestik maupun mancanegara. Pantai Senggigi adalah salahsatunya. Sebagai daerah tujuan wisata, bukan hanya efek positif yang akan timbul, tetapi juga dampak negatifnya. Salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi adalah penyebaran penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan penelitian adalah mengetahui secara mendalam Gambaran Perilaku Pencegahan IMS di Tempat Hiburan Kawasan Wisata Senggigi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subyek penelitian adalah pemilik Cafe, Club dan Spa. Triangulasi penelitian adalah KPA. Subyek penelitian diambil secara purposive. Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan Pemilik Tempat Hiburan melakukan pencehan IMS melalui keikutsertaan pada program KPA dan karena adangan dukungan Pemda dalam program penanggulangan HIV/AIDS melalui diterbitkannya Perda tentang pelaksanaan pemberian kartu kunjungan kesehatan. KPA sebagai pemegang kendali dalam pelaksanaan program dengan bekerjasama lintas sektor. Disarankan perlu partisipasi aktif dari stakeholders dalam kebijakan untuk meningkatkan perhatian terhadap pekerja di tempat hiburan yang terinfeksi IMS dan menjadikan isu HIV/AIDS sebagai kasus yang harus segera ditangani dan menjadi salah satu target pembangunan daerah sesuai dengan target SDG’s.
Evi Wahyuntari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5; doi:10.31764/mj.v5i1.1122

Abstract:
Prevalensi anemia di Negara berkembang 37,1%-75%. Anemia merupakan faktor penting dalam kehamilan karena berhubungan dengan kejadian morbiditas ataupun mortalitas pada ibu dan janin. Tujuan penelitian h mengetahui karakteristik ibu hamil dengan anemia. Penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Kalasan. Sampel 58 ibu hamil dengan kriteria inklusi inklusi ibu hamil anemia, tidak ada penyakit penyerta. Kriteria eksklusi: tidak mau menjadi responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data sosio demografi (umur, pendidikan, pekerjaan, data obstetrik (paritas, riwayat anemia). Hasil : gambaran ibu hamil dengan anemia 49 (84,5%) responden rentang usia tidak berisiko, 51 (88%) dengan pendidikan tinggi, 35 (60%) responden dengan paritas multigravida, 54 (93%) tidak memiliki riwayat anemia sebelumnya. Kesimpulan Gambaran anamia di wilayah Kerja Puskesmas Kalasan sebagian besar responden tidak mengalami anemia seblumnya.Saran denganmengetahui karakteristik responden, maka kejadian dapat di inimalisir dengan malakukan deteksi dini terhadap factor risiko.
Apri Yanti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 5-8; doi:10.31764/mj.v5i1.1093

Abstract:
Abstrak Obesitas merupakan salah satu permasalahan gizi yang banyak dijumpai pada golongan masyarakat dengan sosial ekonomi menengah keatas. Makhluk hidup akan mencapai keseimbangan jika energi yang masuk sama dengan energi yang dikeluarkan .Menurut WHO (2000), seseorang dikatakan obesitas jika nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) diatas 30,0 kg/m2.Sedangkan IMT antara 25 – 29,9 kg/m2 disebut pre obesitas.Untuk orang Asia, IMT diatas 25 kg/m2 termasuk obesitas. Fenomena ini juga terjadi di Kota Kendari tercatat, pada tahun 2015 jumlah penderita obesitas yang ditemukan sebesar 698 orang dengan penderita terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Lepo – Lepo. Tahun 2016 jumlah penderita yang ditemukan meningkat menjadi 1344 orang dengan penderita terbanyak yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Mandonga dan Lepo- Lepo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada wanita usia subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Lepo Lepo Kota Kendari. Jenis Penelitian Yang di gunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah wanita usia subur (WUS) yang menggunakan alat kontrasepsi berjumlah 2591 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 69 responden Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejaidian obesitas dengan koefien Phi 0,477 (kategori sefang). Terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi dengan kejadian obesitas dengan nilai koefisien phi 0,42 (sedang), terdapat hubungan antara pola makan dengan obesitas koefisien phi 0,62 (kuat).
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 29-38; doi:10.31764/mj.v5i1.1034

Abstract:
Di Indonesia, kanker serviks merupakan kasus terbanyak dan hampir 70% ditemukan dalam kondisi stadium lanjut . Saat ini Indonesia menjadi negara dengan insiden kanker serviks tertinggi di Asia. Lebih dari 50 persennya meninggal dunia. Hal ini karena masih rendahnya pelaksanaan skrining, yaitu 1925.943 atau 5,1%. Padahal, pelaksanaan skrining yang ideal adalah 80% .Sebenarnya kanker serviks stadium awal bisa didiagnosa dengan melakukan pemeriksaan citologi melalui Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) . Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) Positif 105.418 dan di curigai kanker leher rahim 3.601.Hampir 50% penderita kanker serviks ternyata tidak melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat (Kementerian Kesehatan, 2017). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita pasangan usia Subur, di Puskesmas Pasarwajo yaitu kelurahan pasarwajo dan Kambumbulana. Jumlah wanita pasangan Usia subur tersebut secara berturut turut adalah 161 orang dan 90 orang. Besar sampel sebanyak 54 responden, Tehnik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan rumus Wilcoxon rank test dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluhan film, leaflet, berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan keikutsertaan pemeriksaan tentang pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) di Puskesmas Pasarwajo serta penyuluhan film lebih efektif di banding leafleat dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan keikutsertaan pemeriksaan dalam pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) di Puskesmas Pasarwajo. Perlu diadakannya penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks dengan memanfaatkan penyuluhan film dengan kepada masyarakat terutama remaja perempuan agar dapat melakukan sedini mungkin secara rutin dan teratur setiap jadwal yang ditentukan, sehingga diharapkan mampu mendeteksi dini kanker serviks
Tri Sunarsih
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 39-44; doi:10.31764/mj.v5i1.952

Abstract:
Kelahiran dan kehamilan merupakan suatu hal yang fisioogis, namun jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi patologis (Miratu, dkk, 2015). Continuity of care dalam kebidanan merupakan serangkaian kegiatan pelayanan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keuarga berencana (Homer et all, 2014 dalam Ningsih, 2017). Tujuan memberikan asuhan berkesinambungan pada Ny. A umur 25 tahun primipara di PMB Sukani Edi. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukan asuhan yang diberikan pada Ny. A mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam keadaan normal
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 52-59; doi:10.31764/mj.v5i1.1082

Abstract:
Mahasiswa sebagai bagian dari sekelompok individu yang merupakan bagian dari sasaran integrasi akademik, menjadi kelompok yang rentan untuk mengalami ketidakseimbangan homeostatis akibat stres yang berasal dari kehidupan akademik. Peningkatan kejadian stress akademik akan meningkatkan kemampuan akademik yang mempengaruhi index perestasi dan beratnya stress dapat menyebabkan seseorang berperilaku negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stress akademik terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi Prodi D3 Farmasi tingkat 1 (satu) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan adalah metode penelitian korelatif dengan uji chi - square. Digunakan teknik purposive sampling hingga diperoleh sampel sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian merupakan kuesioner yang didasarkan atas variabel penelitian, yakni tingkat stress dan siklus menstruasi. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa 10 orang (28,4%) memiliki tingkat stres normal, 15 orang (42,4%) memiliki stress tingkat ringan, 8 orang (22,8%) memiliki stress tingkat sedang, dan 2 orang (5,7%) memiliki stress tingkat berat; 5 orang (14,2%) mengalami polimenorea, 24 orang (68,5%) memiliki siklus menstruasi normal, 6 orang (17,1%) mengalami oligomenrea. Hasil analisa bivariat pada SPSS dengan menggunakan ujichi – square menunjukkan nilai korelasi korelatif (r) sebesar 0,760 dan nilai p sebesar 0,000(p < 0,05) yang berarti ada hubungan signifikan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi mahasiswi D3 Farmasi Tingkat 1 (satu) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram. Kesimpulan berdsarkan hasilpenelitian pada mahasiswi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi mahasiswi D3 Farmasi Tingkat 1 (satu) Universitas Muhammadiyah Mataram (p=0,000; p=
Adenia Dwi Ristanti,
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 19-23; doi:10.31764/mj.v5i1.1081

Abstract:
Nyeri persalinan memiliki derajat paling tinggi, bersifat burning and somatic sharp. Tujuan penelitian menganalisis efekstifitas penerapan kombinasi efflurage massage dan relaksasi pernafasan sebagai upaya penurunan nyeri inpartu kala I fase aktif. Desain yang digunakan quasy experient, pre and post control group desaign. Sampel berjumlah 40 ibu inpartu kala I fase aktif dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon dan uji man whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok control terdapat 15% nyeri sedang, 80% nyeri berat, dan 5% mengalami nyeri sangat berat. Pada kelompok intervensi terdapat jumlah yang sama pada skala nyeri ringan dan nyeri sedang yaitu 50%. Terdapat perbedaan perubahan tingkat nyeri persalinan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kelompok intervensi mengalami tingkat nyeri yang jauh lebih rendah daripada kelompok kontrol.
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 5, pp 45-51; doi:10.31764/mj.v5i1.1075

Abstract:
Kondisi pemisahan otot rectus abdominis dapat terjadi pada 30% hingga 70% wanita hamil dan kemungkinan kondisi diastasis recti abdominal (DRA) menetap setelah masa kehamilan pada 35% hingga 60% wanita (Mota et al, 2014). Keadaan DRA dapat menjadi masalah pada otot perut setelah melahirkan yaitu berupa masalah psikologis, gangguan kosmetik dan masalah fisik seperti nyeri punggung, penonjolan pada dinding perut, kelemahan pada dinding perut serta penurunan kekuatan otot perut. Berdasarkan penelitian Boissonnault & Blaschak (1988) menemukan bahwa 27% wanita memiliki diastasis recti abdominis pada trimester kedua dan 66% pada trimester ketiga kehamilan. 53% dari wanita ini terus memiliki DRA segera setelah melahirkan dan 36% tetap tidak normal lebar pada 5-7 minggu pascapartum. Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh dance pregnancy terhadap diastasis recti pada ibu hamil. Tahapan dan metode penelitian ini menggunakan quasy experimental design dengan desain non-randomized pretest-posttes group. Uji beda hasil pre test dan post test pada kelompok eksperimen ataunon eksperimen menggunkan T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pre test dan post test pada pada kelompok intervensi. Hasil penelitian didapatkan hasil p-value 0,033. Simpulan pada penelitian ini Ho di tolak dan ha di terima artinya terdapat pengaruh dance pregnancy terhadap diastasis recti. Ucapan terima kasih untuk kemenristekditi yang sudah mendanai penelitian tahun 2019.
Shufia Aulia Citra, Ismarwati Ismarwati
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.682

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku WUS dalam pemeriksaan IVA. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pengambilan data cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling dan didapatkan 61 responden. Dukungan petugas kesehatan dalam pemeriksaan IVA, 55,7% mendapat dukungan yang tinggi. Perilaku WUS dalam pemeriksaan IVA, 59% melakukan pemeriksaan. Hasil analisa data diperoleh nilai p-value 0,021. Berdasarkan analisa kuisioner dukungan petugas kesehatan, mayoritas responden (62%) yang menyatakan mendapatkan dukungan selanjutnya menunjukkan perilaku melakukan pemeriksaan IVA.
Wilda Rezki Pratiwi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.918

Abstract:
Abstrak: Postpartum depression (PPD) atau depresi pascamelahirkan merupakan masalah kesehatan dalam masyarakat modern. Kehamilan dan melahirkan merupakan periode kehidupan yang cenderung mengalami stres. Pada periode tersebut dapat menyebabkan suatu perubahan besar melibatkan peningkatan gejolak fisik dan emosional.Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kecenderungan depresi postpartum dari jenis persalinan dab mendapatkan hasil yang dapat mempengarungi kecenderungan mengalami depresi postpartum.Desain penelitian yang digunakan adalah desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional study yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecenderungan depresi postpartum pada persalinan seksio sesaria dan persalinan spontan. Populasi 87 orang .Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 ibu post partum. 20 orang melahirkan dengan Normal dan 20 orang yang melahirkan secara Sectio Secaria di RSUD Nene Mallomo Kabupaten SidrapPartisipan direkrut menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian menunjukan hasil analisis Mann Whitney U test menunjukan jenis persalinan p value 0,212 (p > 0,05) tidak ada perbedaan jenis persalinan terhadap kecendrungan depresi post partum, dukungan suami menunjukan p value 0,000 (p< 0,05) artinya ada perbedaan dukungan suami terhadap kecendrungan depresi post partum. Dukungan keluarga menunjukan p value 0,152 (p> 0,05) artinya tidak ada perbedaan dukungan keluarga terhadap kecendrungan depresi post partum.Diharapkan dukungan suami dimulai dari kehamilan, persalinan dan nifas sehingga memberikan kemampuan yang lebih kepada wanita dalam menghadapi stres yang muncul dan wanita tersebut dapat terhindar dari depresi pasca postpartum Postpartum depression (PDD) is a health problem in modern society. Pregnancy and childbirth are periods of life when women tend to experience overwhelming stress. This period alsomaylead to a major change involving an increased physical and emotional distress. The study aimed to analyze the tendency of postpartum depression from the labor type and discover the results that can affect the tendency to experience postpartum depression.The research design used an analytical survey design with a cross-sectional analytic approach which aims to determine the differences in postpartum depression tendencies in cesarean delivery (c-section) and spontaneous labor. 87 people participated in this study. The sample are 40 postpartum mothers,20 people who gave birth by normal delivery, and 20 people who gave birth through Sectio Secaria in Nene Mallomo District Hospital, Sidrap. participants were recruited by using a purposive sampling technique.The results indicated that Mann Whitney U test analysis is the labour type of pvalue 0.212 (p> 0.05) was no differences in the labor type towards postpartum depression tendencies, husband’s support showspvalue 0.000 (p 0.05) means that there is no differences in family’s support toward postpartum depression tendencies.Husband’s support expected to begin...
Rika Sri Wahyuni
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.836

Abstract:
Abstrak: Remaja memiliki rasa yang penuh dengan kegoncangan, mencari jati diri dan remaja ialah periode yang paling berat sehingga menimbulkan kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan pendataan dari aplikasi Sistem Informasi Narkoba (SIN) jumlah kasus narkotika yang berhasil diungkap selama 5 tahun terakhir dari tahun 2012-2016 per tahun sebesar 76,53%. Tahun 2016 jumlah kasus narkotika yang berhasil diungkap adalah 868 kasus, jumlah ini meningkat 36,05% dari tahun 2015. Salah satu penyalahgunaan narkoba adalah suasana lingkungan tidak sehat/ rawan terhadap narkoba yang merupakan tempat berinteraksinya seseorang baik itu lingkungan keluarga, masyarakat, teman sekolah/ sebaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan lingkungan terhadap penyalahgunaan narkoba pada remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Pekanbaru Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 56 remaja dan sampel yang diambil sebanyak 49 remaja dari data primer (kuesioner). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Dari analisis univariat dari 49 remaja yang menggunakan narkoba sebanyak 44,9% yang berpengaruh dengan lingkungan keluarga 47,2%, lingkungan masyarakat 51,7%, lingkungan teman sekolah/ sebaya 54,1%. Dari uji chi square didapat tidak ada hubungan lingkungan keluarga, masyarakat, teman sekolah/ sebaya terhadap penyalahgunaan narkoba Abstrack : Teenagers have a sense of jolting, self-seeking and teenagers are the toughest periods that lead to juvenile delinquency such as drug abuse. Based on data collection from Drug Information System (SIN) application, the number of narcotics cases successfully revealed during the last 5 years from 2012-2016 per year is 76,53%. By 2016 the number of successful narcotics cases has been revealed is 868 cases, this number increased 36.05% from 2015. The purpose of this study is to know whether there is an environmental relationship to drug abuse in adolescents at Special Education Institution of Children Class II Pekanbaru Year 2018. This research method using the type of quantitative research with analytical design with cross sectional approach and conducted in February-March 2018 at the Institute of Special Development Children Class II Pekanbaru. The population in this study were as many as 56 teenagers and samples taken as many as 49 teenagers from the primary data (questionnaire). Data analysis used was univariate and bivariate analysis with chi-square test. From univariate analysis from 49 adolescents who use drugs as much as 44,9% which influenced with family environment 47,2%, society environment 51,7%, school friend / peer environment 54,1%. From chi square test, there is no relation between family environment, society, school friend / peer to drug abuse. For that researchers expect that this research can be used as material comparison and reference to be added and equipped in the future
Fitri Handayani, Herlin Fitriani, Cahaya Indah Lestari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.808

Abstract:
Di dunia BBLR menempati penyebab kematian bayi pertama di dunia dalam periode awal kehidupan. BBLR menyumbang 60% sampai 80% dari semua kematian neonatal. Prevalensi global BBLR adalah 20 juta pertahun atau 15,5% dari seluruh bayi lahir di dunia (WHO, 2015). Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia menurut hasil survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2015 sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup (Kemenkes, RI, 2016). Umur dan paritas merupakan kontributor dalam kejadian BBLR. Jisuk Bae, et.al.,., (2011). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian BBLR di Puskesmas Wates Kabupaten Kulon Progo. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan case control dan menggunakan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang sudah melahirkan bayi selama dua tahun terakhir (2016-2017). Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus control dengan menggunakan perbandingan 1:1 untuk kelompok kasus yaitu 40 : 40 sampel. Hasil : penelitian membuktikan bahwa dengan hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian BBLR dengan p-value 0,310 (OR=0,519, CI=187-1.438) da nada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR dengan p-value 0,037 (OR=0,214, CI=055-838). Simpulan dan saran : tidak terdapat hubungan antara umur dan kejadian BBLR dan terdapat hubungan antara paritas dan kejadian BBLR. Diharapkan Perlunya peningkatan pemantauan dan konseling kepada ibu dengan faktor resiko, sehingga dapat mengatasi BBLR maupun komplikasi kehamilan dan persalinan.
Asrul Asrul, Faradita Wahyuni, Muhammad Ancha Sitorus
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.899

Abstract:
Seribu hari pertama kelahiran setiap anak merupakan masa perkembangan kecerdasan yang sangat pesat pada setiap individu sehingga masa ini disebut golden age (masa emas). Anak-anak yang lahir dengan jarak kelahiran 3 sampai 5 tahun dengan kelahiran sebelumnya memiliki tingkat kelangsungan hidup 2,5 kali lebih tinggi dari pada mereka yang lahir dengan jarak kelahiran < 2 tahun. Anak-anak yang lahir dengan jarak kelahiran 3 tahun dengan kelahiran sebelumnya lebih sehat saat mereka dilahirkan dan memiliki kemungkinan hidup lebih baik pada setiap pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk melihat hubungan jarak kelahiran dengan pengasuhan tumbuh kembang anak di sumatera utara. Analisis ini menggunakan data sekunder, yaitu data dari “Survei Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2017”. Survei dilaksanakan di semua kabupaten (34 kabupaten) disumatera utara.Responden adalah WUS yang memiliki anak balita dengan usia 0-4 tahun dengan jarak kelahiran anak terakhir dengan anak sebelumnya adalah 339. Hasil uji chi square diperoleh nilai sig 0.201 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan jarak kelahiran dengan pengasuhan tumbuh kembang anak di sumatera utara. Hal ini membuktikan bahwasanya tidak ada perbedaan pengasuhan orang tua baik pada jarak kelahiran pendek maupun jarak kelahiran yang panjang. Menurut asumsi peneliti, hal ini terjadi dikarenakan orangtua tidak terlalu mementingkan pengasuhan tumbuh kembang anak yang meliputi aspek pertumbuhan fisik, aspek jiwa/metal/spiritual dan aspek sosial. Namun orangtua lebih mementingkan aspek finansial atau keuangan untuk bertahan hidup mereka. Sehingga pola asuh menjadi terabaikan.
Irma Maya Puspita
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.946

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara indeks massa tubuh ibu prahamil dan kenaikan berat badan selama kehamilan dengan berat badan lahir bayi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum di ruang nifas RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Besar sampel sebanyak 79 ibu postpartum. Analisa data yang digunakan adalah koefisian korelasi Spearman (rs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua variabel bebas yaitu indeks massa tubuh (IMT) ibu prahamil dan kenaikan berat badan selama kehamilan mempunyai hubungan yang bermakna terhadap berat badan lahir bayi. Signifikasi IMT (p = 0,040 < 0,05). Signifikasi kenaikan berat badan selama kehamilan (p = 0,000 < 0,05). Simpulan penelitian didapatkan bahwa indeks massa tubuh ibu prahamil dan kenaikan berat badan selama kehamilan mempengaruhi berat badan lahir bayi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya.
Cahaya Indah Lestari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.694

Abstract:
Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan masalah gizi yang terjadi pada Ibu hamil. Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan. Kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil berdampak terhadap ibu, janin yang dikandung dan bayi yang akan dilahirkan. KEK mempengaruhi pertumbuhan janin, risiko kematian neonatal, risiko terjadinya stunting dan Berat badan lahir rendah (BBLR). Untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintahmeluncurkan program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ke seluruh Puskesmas. Selain Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), salah satu program pemerintah adalah pelayanan atau AnteNatal Care (ANC) dengan standar minimal 10 T. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet fe (zat besi) dan asupan makanan dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di Kota Mataram Tahun 2018. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan waktu cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan kehamilan normal yang ada di Puskesmas Wilayah Kota Mataram pada bulan Agustus 2018 sebanyak 1466 orang. Pengambilan tempat dan sampel dalam penelitian dengan teknik probability sampling. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi squre menunjukkan bahwa nilai sig = 0.000 (
Ani Media Harumi
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.957

Abstract:
Preeklampsia merupakan masalah kesehatan yang merupakan salah satu kontributor utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Sampai saat ini preeklampsia belum diketahui dengan jelas penyebabnya, namun salah satu faktor risiko preeklampsia adalah primigravida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan primigravida dengan kejadian preeklampsia di Puskesmas Jagir Surabaya. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 20 minggu pada periode bulan Januari-Desember 2017 di Puskesmas Jagir Surabaya yaitu sebanyak 278 ibu hamil, dengan sampel penelitian sebanyak 164 ibu hamil dengan teknik non probability tipe purposive sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah rekam medik. Variabel dependen adalah preeklampsia dan varibel independen adalah primigravida. Analisis dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami preeklampsia lebih banyak terjadi pada ibu hamil primigravida yaitu 22 (26,2%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik chi square didapatkan ρ-value = 0,027 (ρ-value < 0,05) yang artinya H1 diterima.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara primigravida dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Saran untuk tenaga kesehatan kususnya bidan, melakukan penyuluhan tentang preeklampsia pada ibu hamil dan pemeriksaan ANC secara rutin sangat diperlukan untuk mendeteksi dini adanya preeklampsia.
Suci Nanda Resti, Ernawati Barus, Surya Anita
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.902

Abstract:
Unmet need adalah Pasangan Usia Subur yang tidak menginginkan anak tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Kelompok unmet need merupakan sasaran yang perlu menjadi perhatian dalam pelayanan program KB (Sariestya,2014). Angka unmet need di provinsi Sumatera Utara Sebesar 15,11%, di kabupaten Deli Serdang 12,3% di Kecamatan Percut Sei Tuan 11,4% dan Desa Bagan 9,3% termasuk salah satu desa yang tinggi unmet need dibandingkan desa-desa lain di kecamatan Percut Sei Tuan (Profil Sumatera Utara, 2014). Faktor penyebab terjadinya unmet need pada wanita pasangan usia subur di wilayah pesisir pantai desa Percut Sei Tuan kabupaten Deli Serdang adalah budaya setempat/kebiasaan secara turun temurun.
Baiq Fitria Rahmiati
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.695

Abstract:
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi karena rendahnya kepatuhan suplementasi zat besi pada ibu hamil. Hal ini menyebabkan peningkatkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Tingginya prevalensi anemia dapat dipengaruhi oleh implementasi program suplementasi zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal, untuk menemukan strategi alternatif dan strategi prioritas untuk mengoptimalkan program suplementasi besi di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional, dengan metode wawancara mendalam kepada para pemangku kepentingan IFA di Kabupaten Tasikmalaya. Data primer dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dengan para ahli. Data sekunder dikumpulkan melalui laporan publikasi dari institusi terkait. Analisis deskriptif pada data primer dan sekunder digunakan untuk menentukan kondisi dan program aplikasi. Analisis Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) digunakan untuk merumuskan strategi. Pemilihan stretagi alternatif menggunakan metode SWOT, sedangkan prioritas strategis menggunakan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total bobot IFE (2.13) dan EFE (2.12). Analisis SWOT menunjukkan bahwa pemerintah Tasikmalaya perlu meningkatkan komitmen di antara para pemangku kepentingan karena komunikasi yang kurang efektif di antara para pemangku kepentingan. Prioritas strategi adalah peningkatan komitmen, peran dan kemitraan antara para pemangku kepentingan dengan skor total 0483.
Mayang Wulan
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4; doi:10.31764/mj.v4i2.898

Abstract:
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan kanker dengan pravalensi penderita tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 yaitu 0,8% atau diperkirakan sebanyak 98.692 penderita. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu metode kuantitatif dan kualitatif dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik individu (pengetahuan) dengan kualitas hidup penderita kanker serviks. Hasil studi kualitatif dan kuantitatif saling menguatkan dan pada hasil kualitatif mengenai faktor yang berhubungan kualitas hidup didapatkan faktor baru yaitu religiusitas. Kepada petugas kesehatan yang bertugas di RSUD. Dr. Pirngadi Kota Medan agar berupaya meningkatkan pengetahuan menambah pemahaman tentang kanker serviks sehingga kualitas hidup penderita mengarah ke arah yang lebih baik.
, Catur Esty Pamungkas, Cahaya Indah Lestari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 2, pp 30-33; doi:10.31764/mj.v2i2.805

Abstract:
Semakin tinggi pengetahuan ibu tentang tanda bahaya dalam kehamilan, maka semakin rendahnya kejadian bahaya pada ibu hamil. Tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan trimester I di Puskesmas Karang Pule. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang datang berkunjung ke Puskesmas Karang Pule tahun 2016. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability dengan metode accidental sampling sehingga sampel yang diambil sebesar 30 orang dengan pertimbangan batas minimal sampel yang ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mengunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden besar responden berusia 20-35 tahun sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan dasar sebanyak 19 orang (63,3%), tidak bekerja sebanyak 20 orang (66,7%), sedangkan dari segi tingkat pengetahuan responden diketahui sebagaian besar berpengetahuan cukup dan berumur 20-35 tahun, berpendidikan dasar dan tidak bekerja. Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan trimester I di Puskesmas Karang Pule tahun menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan cukup dan berumur 20-35 tahun, berpendidikan dasar dan tidak bekerja.
Siti Mardiyah Wd, Catur Esty Pamungkas, Rizkia Amilia
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 2, pp 24-26; doi:10.31764/mj.v2i2.803

Abstract:
HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang mengakibatkan kematian. Pergaulan bebas remaja merupakan salah satu indikator yang dapat menularkan penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasipenelitian ini adalah siswa-siswi kelas 2 SMKN 3 Mataram yang berjumlah 583 dengan jumlah sampel 85 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan di SMKN 3 Mataram. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa lebih banyak siswa 78 responden (91,76%) berjenis kelamin Laki-laki dan 7 responden (8,24%) berjenis kelamin perempuan, 34 responden (40%) pendidikan orang tua adalah perguruan tinggi, 41 responden (48,24%) sumber informasi adalah televisi, pengetahuan siswa SMA tentang HIV/AIDS sebanyak5 responden (5,88%) dengan criteria baik, 36 responden (42,35%) cukup dan 44 responden (51,76%) kurang. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMKN 3 Mataram tersebut adalah kurang.
, Indriyani Makmun, Cahaya Indah Lestari
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 2, pp 34-37; doi:10.31764/mj.v2i2.806

Abstract:
Sebagian besar kematian ibu dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam menolong persalinan, seperti penggunaan partograf. Tujuan penelitian adalah Menganalisa hubungan antara pengetahuan dengan aplikasi pengisian partograf oleh mahasiswi tingkat II program studi DIII kebidanan di Universitas Muhammadiyah Mataram. Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Pada penelitian ini menggunakan data primer yang berupa pengetahuan mahasiswa tentang partograf dengan aplikasi pengisian partograf dengan teknik observasi dengan alat bantu kuisioner, sedangkan data sekunder berupa data umum tentang tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat pengetahuan responden adalah kurang (5,4%) dan cukup (27,0%) dan berada pada kategori tidak bisa (40,5%) namun dari 37 responden (67,7%) dengan pengetahuan baik memiliki kategori tidak bisa 5 orang. Uji korelasi chi square menyatakan nilai significancy-nya p = 0,001 (p
, Nurul Qamariah Rista Andaruni
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 2, pp 27-29; doi:10.31764/mj.v2i2.804

Abstract:
Pengetahuan tentang makanan bergizi sangat penting bagi ibu karena akan meningkatkan status gizi bayi. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang makanan bergizi dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi umur 6-12 bulan di Puskesmas Karang Pule tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-¬12 bulan yang memberikan makanan pendamping ASI. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan menengah sebanyak 15 orang (50,0%), bekerja sebanyak 20 orang (70,0%), berpengetahuan baik sebanyak 22 orang (73,3%) dan pemberian MP-ASI sebanyak 25 orang (83,3%). Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai probabilitas (signifikansi) sebesar (0,000) <(0,05). Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang makanan bergizi dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi umur 6-12 bulan.
, Ana Pujianti Harahap
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 2, pp 21-23; doi:10.31764/mj.v2i2.802

Abstract:
ANC dapat mendeteksi adanya tanda-tanda bahaya selama kehamilan untuk mengurangi faktor risiko yang terjadi. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Populasinya adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang berdomisili diwilayah kerja Puskesmas Karang Pule sebanyak 50 orang. Teknik sampling dengan total Sampling, Analisis dengan uji chi square. Hasil penelitan dari 50 responden diketahui sebagian besar memiliki Tingkat pengetahuan baik dan cukup sebanyak 43 orang (86%) dan yang paling sedikit berada pada tingkat pengetahuan kurang sebanyak 7 orang (14%) tingkat kepatuhan responden yang berkategori tidak patuh sebanyak 28 orang (56%) dan yang patuh yaitu sebanyak 16 orang (32%) dengan tingkat pengetahuan cukup dan sebagian kecil responden yang berkategori tidak patuh sebanyak 3 orang (6%) dengan tingkat pengetahuan baik serta hasil dari analisis menggunakan uji Chi Square pada tingkat kepatuhan 0,05, diperoleh hasil 0,970 atau probabilitas diatas 0,05 (0,970>0,05), maka Ho diterima atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang tanda- tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule.
Siti Mardiyah Wd, Catur Esty Pamungkas
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, Volume 4, pp 1-3; doi:10.31764/mj.v4i1.690

Abstract:
Kehamilan tidak diinginkan (KTD) berhubungan dengan meningkatnya resiko morbiditas dan mortalitas wanita, serta prilaku kesehatan selama kehamilan yang berhubungan dengan efek yang buruk. Tujuan penelitian melihat gambaran Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) Pada Remaja Putri (Sudah Menikah) Yang Aktif Seksual Di Desa Kerembong.Desain penelitian yang bersifat deskriptif cross sectional yaitu suatu penelitian dimana variabel – variabel yang termasuk faktor resiko dan variabel yang termasuk efek diobservasi sekaligus pada waktu yang sama.Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri (sudah menikah) tentang kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) yang tertinngi dengan katagori cukup sebanyak 28 oranag (53,85%).Saran dalam penelitian adalah meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan reproduksi remaja sehingga responden dapat mencegah terjadinya kehamilan tidak diinginkan.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top