Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]: 165

(searched for: journal_id:(2428451))
Page of 17
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Reisha Widia Anggiany, Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 73-86; doi:10.29244/jskpm.4.1.73-86

Abstract:
This research is motivated by the importance of the role of community radio which is considered quite strategic, inexpensive and simple in providing agricultural information to residents, especially in rural areas. The purpose of this study was to analyze the characteristics of listeners and their relationship with the level of the listenership of the Community Radio Youth, to analyze the relationship between the broadcasts of community radio broadcasts and the level of satisfaction of the Youth Community Radio listeners. The study used a survey research method of 50 listeners to the FM Youth community radio using accidental sampling techniques, using the Chi-Square statistical test and Spearman Rank. The results of the study showed that the characteristics of respondents who had a negative and significant relationship were age with disability level, namely the frequency of listening, while the frequency and duration of listening to the level of listener satisfaction had a relationship but were not too significant.Keywords: community radio, level of involvement, level of satisfactionABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi pentingnya peranan radio komunitas yang dinilai cukup strategis, murah dan sederhana dalam memberikan informasi pertanian untuk penduduk khususnya di pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik pendengar dan hubungannya dengan tingkat keterdedahan pendengar Radio Komunitas Remaja FM, menganalisis hubungan keterdedahan siaran radio komunitas dengan tingkat kepuasan pendengar Radio Komunitas Remaja FM. Penelitian menggunakan metode penelitian survei kepada 50 orang pendengar radio komunitas Remaja FM dengan menggunakan teknik accidental sampling, menggunakan uji statistik Chi Square dan Rank Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang memiliki hubungan yang negatif dan signifikan adalah umur dengan tingkat keterdedahan yaitu frekuensi mendengarkan, sedangkan frekuensi dan durasi mendengarkan dengan tingkat kepuasan pendengar memiliki hubungan tetapi tidak signifikan.Kata kunci: radio komunitas, tingkat keterdedahan, tingkat kepuasan.
Muhammad Fathan Raditasani, Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4; doi:10.29244/jskpm.4.1.25-36

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sastia Ardianingtyas, Dina Nurdinawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 813-826; doi:10.29244/jskpm.2.6.813-826

Abstract:
Economic demands increase and low level of education makes woman involved making a living for survive. An example is become industrial labor. In reality, their household conditions are affected by the multiple workloads. Women’s involvement in the industrial sector is increase, both industrial labors with putting out system or not. The research aims to analyze the level of equality gender on female bag convection industrial labor household. This research uses quantitative research method supported by qualitative data. Respondents in this research are female bag convection industrial labor household in Loram Kulon village, Jati sub-district, Kudus district. The result shows there are relation between husband’s education level and number of family dependents industrial labor nonPOS with access equality’s level. The level of access, control, and gender equality of industrial labor nonPOS has significant relation with welfare level. The level of gender equality of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS. The level of welfare of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS.Keywords: gender analysis, bag convection labor, householdsABSTRAKTuntutan ekonomi yang semakin meningkat dan tingkat pendidikan yang rendah membuat perempuan terlibat dalam mencari nafkah untuk bertahan hidup. Salah satu contohnya sebagai buruh industri. Pada pelaksanaannya, kondisi rumah tangga perempuan yang ikut mencari nafkah mengalami pengaruh akibat beban kerja ganda yang diberikan. Keterlibatan perempuan di sektor industri semakin meningkat, baik buruh industri yang pekerjaannya dibawa pulang maupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesetaraan gender pada rumah tangga perempuan buruh konveksi tas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah rumah tangga buruh industri konveksi tas di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan suami dan jumlah tanggungan buruh konveksi tas nonPOS dengan tingkat kesetaraan akses. Tingkat kesetaraan akses, kontrol, dan gender buruh nonPOS memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesejahteraan. Tingkat kesetaraan gender buruh nonPOS lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS. Tingkat kesejahteraan buruh nonPOS cenderung lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS.Kata kunci: analisis gender, buruh konveksi tas, rumah tangga
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 731-744; doi:10.29244/jskpm.2.6.731-744

Abstract:
Improving the welfare of rural communities is not only done by the government, but can be done by an agricultural innovator. One of the steps to improve the welfare of rural communities by agricultural innovator is through community organizing. The process involves the community since identifying and determining the priorities of a need. The purpose of this research is to identify organizing and analyze the relationship with community welfare. The research used quantitative support by qualitative data anlysis. The result of the research that the organizing of agricultural innovator is at the level of development of local communities with the level of community welfare classified as moderate. So these finding concluded that the level of organizing an agricultural innovator is related to the level of community welfare. The sustainability of organizing an agricultural innovator is recommended for empowerment activities in the form of social planning and social action.Keyword: organizing , community welfare, empowerment ABSTRAKMeningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan bukan hanya dilakukan pemerintah, melainkan dapat dilakukan oleh seorang inovator pertanian. Salah satu langkah seorang inovator pertanian meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan melalui pengorganisasian masyarakat. Proses melibatkan masyarakat sejak mengidentifikasi dan menentukan prioritas dari sebuah kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengorganisasian dan menganalisis hubungan pengorganisasian seorang inovator pertanian dengan kesejahteraan masyarakat. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pengorganisasian seorang inovator pertanian menunjukkan level pengembangan komunitas lokal dengan tingkat kesejahteraan masyarakat tergolong sedang. Jadi temuan ini disimpulkan level pengorganisasian seorang inovator pertanian berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan dari pengorganisasian seorang inovator pertanian disarankan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan dalam bentuk perencanaan sosial dan aksi sosial.Kata Kunci: pengorganisasian, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan
Muhammad Romadhon, Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 603-616; doi:10.29244/jskpm.2.5.603-616

Abstract:
A group approach having an excess because its scope broader, and in accordance with communal culture of the people. Group dynamics and independency farmers become a yardstick to judge whether the programs the government (the course of development) involving group cattle farmers cut is sustainable or not, so that it can be evaluated for sustainability the next. The purpose of research are (1) analyze group dynamics formed in the group spr mega jaya, (2) analyzed levels of independency of farmers in the farmers spr mega jaya, (3) analyze relations group dynamics and independency of farmers with the success kejar farmers spr mega jaya. Data analysis of analysis descriptive statistics (a frequency, the percentage, on the average), and statistic analysis inferential by test a correlation coefficient rank the spearman. The research results show that group dynamics spr mega jaya tends in category high, and independency of farmers spr mega jaya tends in category enough, while test relations shows that there is a positive connection welfare between group dynamics the cattle farmer and independency of farmers with the success kejar cattle farmers cut. This means that the more dynamic group spr mega jaya and independency of felt farmers high, so the success of the program group farmers who reached the higher.Keywords: group dynamics, independency of groups, sekolah peternakan rakyatABSTRAKPendekatan kelompok memiliki kelebihan karena cakupannya yang lebih luas, dan sesuai dengan budaya masyarakat komunal. Dinamika kelompok dan keberdayaan peternak menjadi tolok ukur untuk menilai apakah program pemerintah (program pembangunan) yang melibatkan kelompok peternak sapi potong bersifat sustainable atau tidak, sehingga dapat dievaluasi untuk keberlanjutan program selanjutnya. Tujuan dari penelitian adalah (1) menganalisis dinamika kelompok yang terbentuk dalam kelompok SPR Mega Jaya, (2) menganalisis tingkat keberdayaan peternak pada kelompok peternak SPR Mega Jaya, (3) menganalisis hubungan dinamika kelompok dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak SPR Mega Jaya. Analisis data berupa analisis statistik deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata), dan analisis statistik inferensial dengan uji koefisien korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok SPR Mega Jaya cenderung pada kategori tinggi, dan keberdayaan peternak SPR Mega Jaya cenderung pada kategori cukup, sedangkan uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara dinamika kelompok peternak dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak sapi potong. Hal ini berarti bahwa semakin dinamis kelompok SPR Mega Jaya dan keberdayaan yang dirasakan peternak tinggi, maka keberhasilan program kelompok peternak yang tercapai semakin tinggi.Kata kunci: dinamika kelompok, keberdayaan kelompok, sekolah peternakan rakyat
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 539-550; doi:10.29244/jskpm.2.4.539-550

Abstract:
World Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia’s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women’s economic empowerment becomes important in order to strengthen women’s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women’s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men’s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men’s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men’s participation with the level of men’s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men’s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have a business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men’s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men’s participation at medium level (tokenism), (3) there isn’t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men’s participation, (4) the level of women’s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men’s participation with the level of women’s economic empowerment.Keywords: Gender, participation, women’s empowerment ABSTRAK Survei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari...
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 525-538; doi:10.29244/jskpm.2.4.525-538

Abstract:
One of the main problems of development that experienced by Indonesia at this time is the high number of poor people. In order to accelerate poverty reduction and the development of policy in the field of social protection for families very poor households, the government issued a policy that is Family Hope Program. Family Hope Program is a social assistance that realized by cash, education and health are addressed to very poor households particularly who has a 0-15 years old and pregnant mother/ postpartum. The purpose of this research is to identify the achievement of the Family Hope Program in Tedunan, Kedung district, Jepara regency. This research was conducted with a quantitative approach that is supported by qualitative data. The method used in this research is survey method with 40 respondent.Key words: family hope program , policy, povertyABSTRAKSalah satu masalah utama pembangunan yang dialami oleh Indonesia saat ini adalah tingginya jumlah penduduk miskin. Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan adalah bantuan sosial yang diwujudkan dengan bantuan tunai, pendidikan dan kesehatan yang ditujukan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) khususnya yang memiliki anak usia 0-15 tahun dan ibu hamil/nifas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pencapaian Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan responden sebanyak 40 orang.Kata kunci: kebijakan, kemiskinan, PKH
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 441-454; doi:10.29244/jskpm.2.4.441-454

Abstract:
Leadership in a group can be seen through its effectiveness in group productivity, and goal attainment rate. Leadership style is a factor that influencing group effectivity. there are four leadership style: directive, supportive, participative, and achievement-oriented. Group effectivity is parted into productivity rate and goal attainment rate. The research objective was to analyze the correlation between leadership style and group effectivity. A census was conducted at Benteng Village involving two KWTs, namely KWT Benteng Sejahtera (14 members) and KWT Puring (17 members). Data were collected through questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using Rank Spearman correlation. Research’s results showed that the leadership style of KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera are not dominated by just one style, the KWT leaders are showing the effectiveness in a situational condition. KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera’s Participative leadership style are correlated with productivity rate, while KWT Benteng Sejahtera’s achievement-oriented leadership style is correlated with goal attainment rate.Keywords: goal attainment rate, leadership style, productivity rate, women farmer groups ABSTRAK Kepemimpinan dalam kelompok berpengaruh terhadap perkembangan anggota dan pencapaian tujuan kelompok. Gaya kepemimpinan ketua merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok, termasuk kelompok wanita tani (KWT). Terdapat empat gaya kepemimpinan: direktif, suportif, partisipatif, dan achievement-oriented. Efektivitas kelompok dapat dilihat dari tingkat partisipasi anggota dan tingkat pencapaian tujuan kelompok. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan kasus KWT Benteng Sejahtera (14 anggota) dan KWT Puring (17 anggota). Data diperoleh secara sensus, didukung wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan. Data diolah menggunakan Rank Spearman untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan, dukungan eksternal, kedinamisan kelompok dan efektivitas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang dominan dilakukan oleh ketua KWT Puring maupun KWT Benteng Sejahtera karena ketua lebih mengutamakan situasi yang akan dihadapi. Gaya kepemimpinan partisipatif ketua KWT Puring dan KWT Benteng Sejahtera menunjukkan hubungan positif dengan tingkat partisipasi, sedangkan gaya kepemimpinan achievement-oriented ketua KWT Benteng Sejahtera berhubungan positif dengan tingkat pencapaian tujuan kelompok.Kata kunci : gaya kepemimpinan, kelompok wanita tani, tingkat pencapaian tujuan, tingkat partisipasi.
Putik Bunga Derana, Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 803-812; doi:10.29244/jskpm.2.6.803-812

Abstract:
Agricultural extension is identical with the use of communication media either in searching for information or for delivering extension material. The objective of this research is to analyze the preferences of agricultural extension workers in using communication media, and how the relation of demographic and psychographic characteristics with the use of communication media. This research used a survey method to all agricultural extension workers of PNS and THL (42 respondents) residing in Balai Penyuluhan Pertanian I, VII, and X Kabupaten Bogor whose research location was chosen purposely. The result of this research shown that most agricultural extension workers have a preference for internet, books, leaflets, tabloids, magazines, and brochures as information media, and flipchart, photos and videos, slides, and leaflets as extension media. Then the demographic and psychographic characteristics tend not to have a correlation to the preferences of agricultural extension workers in using information and extension media.Keywords: agricultural extension workers, communication media, preferenceABSTRAK Penyuluhan pertanian identik dengan penggunaan media komunikasi baik dalam mencari informasi maupun untuk menyampaikan materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi penyuluh pertanian dalam menggunakan media komunikasi, bagaimana hubungan karakteristik demografis dan psikografis dengan penggunaan media komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada seluruh penyuluh pertanian PNS dan THL (42 responden) yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian I, VII, dan X Kabupaten Bogor yang lokasi penelitiannyanya dipilih secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyuluh pertanian memiliki preferensi terhadap media internet, buku, leaflet, tabloid, majalah, dan brosur sebagai media informasi, sedangkan media flipchart, foto dan video, slide, dan leaflet sebagai media penyuluhan. Kemudian karakteristik demografis maupun psikografis cenderung tidak memiliki hubungan terhadap preferensi penyuluh pertanian dalam menggunakan media informasi dan penyuluhan. Kata Kunci: media komunikasi, penyuluh pertanian, preferensi.
Fathimah Zahra Karballa, Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 2, pp 773-782; doi:10.29244/jskpm.2.6.773-782

Abstract:
Corporate image is an important thing for a company that always needs to be built and maintained in the community. One of the important things in the effort of forming corporate image is the communication of company activity especially CSR activity. CSR activities are important because in this case, companies can engage directly with the community around the factory. Communicating the company's CSR activities by applying the chosen communication strategy by the company that adapts to the condition of the community The purpose of this research is to identify the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. The subject of this research is the community around PTPN VIII in Patengan Village, Rancabali Sub District, Bandung District. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The technique analysis using correlation test. The result shows a relation between the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. Keywords : Communication Strategy, Corporate Image, Corporate Social Responsibility. ABSTRAK Citra perusahaan merupakan suatu hal penting bagi perusahaan yang senantiasa perlu dibangun dan dipertahankan di masyarakat. Salah satu hal yang penting dalam upaya pembentukan citra perusahaan ialah pelaporan aktifitas perusahaan terutama aktifitas CSR. Aktifitas CSR menjadi penting karena dalam hal inilah perusahaan dapat terlibat secara langsung dengan masyarakat sekitar. Pelaporan aktifitas CSR perusahaan dilakukan dengan menerapkan strategi komunikasi yang dipilih oleh perusahaan yang menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan strategi komunikasi CSR dan karakteristik perusahaan sebagai pengirim pesan dengan citra perusahaan. Subjek penelitian ini merupakan masyarakat sekitar Pabrik PTPN VIII di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi komunikasi CSR dan karakteristik pengirim pesan dengan citra perusahaan. Kata Kunci : Citra Perusahaan, Corporate Social Responsibility, Strategi Komunikasi.
Page of 17
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top