Refine Search

New Search

Results in Journal AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika: 137

(searched for: journal_id:(2291544))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Madensi Selan, Farida Daniel, Urni Babys
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 335-344; doi:10.26877/aks.v11i2.6256

Abstract:
Literasi matematis merupakan kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis, menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat bantu matematika untuk mendeskripsikan suatu fenomena atau kejadian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan kajian tentang kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship. Penelitian dilakukan di SMA Efata Soe dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X Mia 1 sebanyak 30 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil siswa yang mampu mencapai semua indikator literasi matematis yaitu mengidentifikasi aspek-aspek matematika, mengubah ke dalam model matematika, merancang model untuk menemukan solusi dan menafsirkan hasil matematika ke dalam konteks dunia nyata. Sebagian besar siswa hanya mampu menyelesaikan soal sampai pada tahap membuat model, menerapkan rancangan model dan masih kesulitan dalam menemukan solusi yang tepat dan menafsirkan ke dalam konteks dunia nyata. Penyebab kesulitan tersebut karena dalam pembelajaran siswa kurang dibiasakan mengerjakan soal-soal latihan maupun tugas berkarakteristik PISA yang membutuhkan kemampuan literasi matematis dalam penyelesaiannya.
Nihara Aulyana Utami, Yanuar Hery Murtianto, Nizaruddin Nizaruddin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 274-285; doi:10.26877/aks.v11i2.6501

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek tiga siswa kelas VIII yaitu siswa yang memiliki kecerdasan emosional sangat baik dan tidak kritis, siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dan sangat kritis, dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional cukup baik dan kritis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah siswa yang memiliki kecerdasan emosional sangat baik dan tidak kritis kurang memiliki kemampuan representasi matematis, karena semua indikator kemampuan representasi matematis yaitu representasi gambar, representasi simbol, maupun representasi verbal kurang terpenuhi. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dan sangat kritis memiliki kemampuan representasi matematis karena semua indikator kemampuan representasi matematis terpenuhi dan menonjol pada representasi simbol. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional cukup baik dan kritis memiliki kemampuan representasi matematis karena semua indikator kemampuan representasi matematis terpenuhi, dan menonjol pada representasi verbal. Uniknya, subjek yang diambil dalam penelitian ini memiliki kecerdasan emosional yang tidak signifikan dengan kemampuan berpikir kritisnya. Namun, ada pengaruh positif yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan representasi matematisnya. Kata kunci: Berpikir Kritis; Kecerdasan Emosional; Representasi Matematis
Yanuar Hery Murtianto, Muhammad Saifuddin Zuhri
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 296-305; doi:10.26877/aks.v11i2.6731

Abstract:
Kemampuan multipel representasi adalah sebuah keniscayaan bagi mahasiswa. Kemampuan adaptasi pemecahan masalah yang diintegrasikan dengan teknologi menggunakan berbagai kecerdasan ganda juga merupakan bagian penting yang harus dikuasai mahasiswa terutama mahasiswa calon guru. Penelitian ini mencoba mengkaji kemampuan representasi matematis mahasiswa calon guru matematika dalam memahami konsep integral ditinjau dari kecerdasan verbal linguistik. Subyek dalam penelitian ini adalah satu mahasiswa dengan kecerdasan verbal linguistik. Mahasiswa calon guru matematika dengan kecerdasan verbal linguistik diberi tes dengan konsep integral yang tertera didalamnya kemudian diwawancarai. Proses triangulai metode digunakan untuk mengetahui validitas data. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru matematika dengan kecerdasan verbal linguistik memiliki ragam representasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam tes. Representasi yang muncul meliputi representasi visual, gambar dan ekspresi matematis. Secara mendalam mahasiswa dengan kecerdasan verbal linguistik mampu memahami, merencanakan dan melksanakan penyelesaian dengan memunculkan berbagai representasi dalam satu waktu. Representasi gambar digunakan untuk menguatkan representasi visual yang ada begitu juga dengan representasi ekspresi matematis yang digunakan untuk menguatkan representasi gambar. Kompleksitas manipulasi aljabar dalam ekspresi matematis yang digunakan untuk menguatkan representasi visual dan gambar juga selalu muncul dalam setiap tahapan penyelesaian masalah. Dengan kata lain mahasiswa calon guru matematika yang memiliki kecerdasan verbal linguistik memiliki ragam multi representasi yang bisa digunakan untuk membantu dalam menyelesaikan permalasahan khususnya dalam pemahaman konsep integral.
Gita Aulia Erfani, Mohammad Shaefur Rokhman, Rizqi Amaliyakh Sholikhakh
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 306-314; doi:10.26877/aks.v11i2.6850

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi aritmetika sosial menurut Polya, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi aritmetika sosial menurut Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 11 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2019/2020. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa, antara lain: (a) pada langkah memahami masalah siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, (b) Kesalahan menyusun rencana, pada langkah menyusun rencana siswa kurang tepat dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian, (c) Kesalahan melaksanakan rencana, pada langkah melaksanakan rencana siswa tidak menuliskan rumus, lupa atau salah menuliskan operasi dalam perhitungan, salah dalam menghitung, dan tidak menuliskan kesimpulan, (d) Kesalahan memeriksa kembali, pada langkah ini siswa tidak memeriksa kembali solusi yang diperoleh, dan kurang tepat memperoleh jawaban akhir. (2) Faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa, yaitu: (a) Siswa tidak memahami maksud dari soal, (b) Siswa tidak mampu mengaitkan kalimat matematika yang ada pada soal, dan tidak mengetahui langkah mana yang dipilih dalam menyusun rencana, (c) Siswa tidak hafal rumus, tidak teliti dalam proses perhitungan, tidak menuliskan kesimpulan dan konsep dasar perkalian kurang, (d) Siswa tidak memeriksa kembali langkah dalam melaksanakan rencana, (e) Rendahnya motivasi belajar siswa, (f) Terpengaruh dengan teman.
Doni Susanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 365-375; doi:10.26877/aks.v11i2.6874

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3 yang bertujuan untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang paling baik antara siswa yang diajar dengan menggunakan TTW-TS atau DL-TS ditinjau dari kemandirian belajar siswa . Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA Negeri kelas XI di Kabupaten Ngawi pada tahun pelajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket kemandirian belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama.berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan TTW-TS lebih baik dari DL-TS (2) prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah adalah sama (3) pada masing-masing model pembelajaran, Prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah adalah sama (4) pada masing-masing kategori kemandirian belajar, prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan TTW-TS lebih baik dari DL-TSKata kunci: Think Talk Write, Pembelajaran langsung, Talking Stick, Kemandirian Belajar
Asri Fauzi, Aisa Nikmah Rahmatih, Dyah Indraswati , Husniati Husniati
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 323-334; doi:10.26877/aks.v11i2.6944

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris penalaran analogi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan gaya berpikir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 32 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket gaya berpikir, soal tes penalaran analogi matematika dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan penalaran analogi mahasiswa yang berada pada kategori rendah sebesar 28%, kategori sedang sebesar 56%, dan pada kategori tinggi sebesar 16%. Mahasiswa yang memiliki kemampuan penalaran analogi tinggi sudah mampu menyelesaikan keempat tahapan penalaran analogi hingga Applying (Apl), mahasiswa yang memiliki kemampuan sedang hanya mampu sampai ke tahap ketiga yaitu Mapping (Map), sedangkan mahasiswa dengan kemampuan rendah hanya mampu sampai ke tahap Inferring (Inf); 2) Dilihat dari pola gaya berpikir mahasiswa didapatkan hasil pola gaya berpikir Sekuensial Konkret (SK) sebesar 34%, pola gaya berpikir Sekuensial Abstrak (SA) sebesar 28%, Acak Konkret (AA) sebesar 34%, dan Acak Konkret (AK) sebesar 3%. Kemampuan tinggi rendahnya penalaran analogi tidak dipengaruhi oleh pola gaya berpikir tertentu, sehingga tidak ada kecenderungan suatu gaya berpikir yang lebih tinggi dalam hasil penalaran analoginya.
Yus Mochamad Cholily, Sitti Karimah Sulfiah, Putri Ayu Kusgiarohmah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 63-69; doi:10.26877/aks.v11i1.5207

Abstract:
Mahasiswa sebagai calon guru harus memiliki kemampuan dalam melakukan pembuktian matematis. Kemampuan tersebut berfungsi untuk meyakinkan seseorang akan suatu rumus ataupun teorema. Semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian akan berdampak pada peningkatan keterampilan pembuktian matematika siswa. Secara umum metode pembuktian yang dikenal oleh siswa adalah pembuktian secara langsung dan tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian ditinjau dari proses sistematisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian matematis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dijelaskan secara deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pembuktian mahasiswa ditinjau dari proses sistematisasi masih lemah, mahasiswa belum memahami perbedaan antara rumus, definisi, teorema ataupun sifat. Selain itu, mahasiswa juga belum mengaitkan definisi, sifat, ataupun teorema yang relevan dengan pembuktian yang dilakukan. Akibatnya mahasiswa menyelesaikan soal dengan cara coba-coba. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu kurangnya latihan dalam mengerjakan soal yang berbasis pembuktian matematika.
Nopi Yanti, Ety Septiati, Nyiayu Fahriza Fuadiah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 53-62; doi:10.26877/aks.v11i1.4953

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fokus guru menyampaikan materi mengacu pada dokumen bahan ajar berupa buku paket atau buku-buku referensi saja. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hambatan belajar yang terkait dengan materi belah ketupat SMP dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis LO dilakukan dengan Analisis Kurikulum, Analisis RPP, Analisis Bahan Ajar, Wawancara terhadap guru mata pelajaran dan memberikan tes berupa tes diagnostik pada kelas VIII SMP Negeri 31 Palembang. Dari hasil analisis, hambatan yang ditemukan menunjukkan adanya ontogenical obstacles, didactical obstacles, dan epistemological obstacles pada pembelajaran belah ketupat. Berdasarkan Hasil Penelitian LO yang muncul adalah LO pada konsep garis yang tegak lurus, LO konsep satuan luas, dan LO Konsep luas belah ketupat.
Nurul Ula, Sri Hartatik, Nafiah Nafiah, Akhwani Akhwani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 82-92; doi:10.26877/aks.v11i1.6223

Abstract:
Siswa yang memiliki minat belajar tinggi merupakan impian setiap pendidik, tetapi dalam proses belajar mengajar pendidik juga harus mampu memberikan pengajaran dengan baik dan menyenangkan, sehingga siswa tidak mengalami kebosanan. Para pendidik harus mempersiapkan dorongan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, seperti penggunaan media visual. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui meta-analisis pengaruh media visual terhadap minat belajar siswa SD pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian meta-analisis, kemudian pada teknik pengumpulan data menggunakan dokumen tertulis dan populasi yang berasal dari buku, jurnal dan artikel. Kemudian sampel yang digunakan adalah purposive sampling ditentukan sesuai pembahasan artikel ini, sebanyak 20 artikel. Selanjutnya data dianalisis menggunakan prosentase diagram, tabel dan dianalisis secara kualitatif. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa 1. Media proyeksi diam banyak digunakan dan berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada pembelajar matematika, dengan prosentase sebesar 60%. 2. Subjek siswa SD banyak dijadikan penelitian, dengan 16 subjek siswa SD dalam 20 artikel. 3. Metode yang banyak digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah 8 data kuantitatif. 4. Dan analisis data yang banyak digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan prosentase 40,0. 5. Hasil rata-rata sebelum diberikan media visual 59,34 dan meningkat 15,4 kemudian hasil akhir menjadi 74,7.
Maria Ulpah, Zaenurrohman Zaenurrohman
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 1-8; doi:10.26877/aks.v11i1.3749

Abstract:
Pemahaman konsep matematika di SMP Negeri 2 Patikraja masih sangat rendah, terutama dalam pemahaman konsep bangun ruang. Berkaitan dengan hal ini, perlu adanya inovasi dalam penyampaian materi pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas yaitu reciprocal teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas penggunaan model reciprocal teaching dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa SMP. Penelitian ini berjenis quasi experimen dengan menggunakan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Adapun instrument yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep adalah tes yang terdiri dari soal-soal uraian. Tes diberikan sebelum dan setelah pembelajaran, lalu dianalisis dengan menggunakan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran reciprocal teaching efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hal ini terlihat dari n-gain kelompok eksperimen yang berada pada kategori sedang yaitu 0.463, sedangkan rata-rata n-gain kelompok kontrol adalah 0.259 yang termasuk pada kategori rendah.Kata kunci: pemahaman konsep, reciprocal teaching, matematika.
Arifah Indah Setyorini, Abdul Aziz Saefudin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 131-140; doi:10.26877/aks.v11i1.5609

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RnD) yang bertujuan untuk menghasilkan LKS (Lembar Kerja Siswa) dengan Pendekatan Scientific yang berkualitas untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah prosedur pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dihasilkan LKS (Lembar Kerja Siswa) dengan Pendekatan Scientific yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. LKS (Lembar Kerja Siswa) dengan Pendekatan Scientific bertujuan untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kualitas LKS yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata skor 3,08 dari skor maksimal ideal 4. (2) Berdasarkan data yang diperoleh LKS dengan pendekatan scientific dinyatakan praktis, dengan rata-rata skor respon guru terhadap LKS dengan pendekatan scientific sebesar 3,19 dari skor maksimal ideal 4, respon siswa terhadap LKS dengan pendekatan scientific memperoleh rata-rata skor 3,18 dari skor maksimal ideal 4, analisis respon positif siswa memperoleh persentase sebesar 80,81%, dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rata-rata persentase keterlaksanaan sebesar 92,5%. (3) Berdasarkan hasil posttest, LKS dinyatakan efektif dan dikatakan telah berhasil memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Pola Bilangan dengan persentase siswa yang memperoleh nilai posttest lebih dari atau sama dengan KKM mencapai 71,88%.
Zulaiha Rahasia, Resmawan Resmawan, Dewi Rahmawaty Isa
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 9-16; doi:10.26877/aks.v11i1.4903

Abstract:
Spline is one of the nonparametric approach, to adjust data so the final model has good flexibility. The purpose of this research is to model the time series data in the form of currency exchange rates by using the nonparametric B-spline approach. In B-spline modelling, determination of the order for the model, and the number and the placement of the knot are the criteria that must be considered. The best B-spline model obtained based on the selection of the optimal knot points with minimum Generalized Cross Validation (GCV) criteria. The modelling in this research use data on the exchange rate of the rupiah toward the US dollar in the period January 2014 - December 2018. The best B-spline model obtained by the 2 point knot approach, at points 11935.10 and 12438.29, with GCV valueequals to 55683.09.Keywords: Nonparametric Regression; B-Spline; Generalized Cross Validation
Anik Nur Laily, Ari Indriani, Novi Mayasari
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 27-36; doi:10.26877/aks.v11i1.4078

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagian besar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo mempunyai kemampuan komunikasi matematis yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe script terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada pokok bahasan segiempat kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 288 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas VII-A dengan jumlah 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-B dengan jumlah 32 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah teknik Cluster Random Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, metode dokumentasi, dan metode tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes kemampuan komunikasi matematis siswa. Teknik analisis data atau pengujian hipotesis menggunakan teknik statistik dengan uji t dan dilakukan analisis uji prasyarat dengan uji Lilliefors untuk uji normalitas, uji Bartlett untuk uji homogenitas serta uji t untuk uji keseimbangan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan kemampuan komunikasi matematis siswa selama diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe script didapat thitung = 3,275 > ttabel = 2,297 sehingga thitung DK maka H0 ditolak, artinya ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe script terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada pokok bahasan segiempat kelas VII SMP Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019.Kata kunci: Script, Kemampuan Komunikasi Matematis
Junaidah Wildani, Illah Winiati Triyana, Wilda Mahmudah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 141-150; doi:10.26877/aks.v11i1.3779

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi matematis siswa di Indonesia berdasarkan hasil PISA. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis literasi matematis pada materi statistika yang valid dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Gresik pada bulan Mei 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Plomp. Tahapan penelitian meliputi tahap penelitian awal dan tahap pengembangan. Pada tahap penelitian awal, dilakukan analisis konteks dan kebutuhan yang menghasilkan kesimpulan bahwa perlu dikembangkannya LKS berbasis literasi untuk membiasakan siswa dengan masalah-masalah literasi. Perancangan dan pengembangan LKS dilakukan pada tahap pengembangan. Begitu juga dengan evaluasi validitas dan kepraktisan LKS. Validitas LKS dievaluasi secara formatif oleh dua orang ahli dengan bantuan lembar validasi. Sedangkan kepraktisan LKS dievaluasi melalui kegiatan forum group discussion (FGD) bersama enam orang siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Setelah melalui revisi, LKS dinyatakan valid oleh kedua ahli. Pada kegiatan FGD, siswa dan peneliti mendiskusikan apa yang tidak mereka pahami pada LKS. Setelah LKS direvisi berdasarkan hasil diskusi pada FGD, siswa menyatakan LKS dapat digunakan sehingga LKS dinyatakan telah memenuhi syarat kepraktisan. Kata kunci: literasi matematis; penelitian pengembangan; LKS
Siska Candra Ningsih, Tunjung Dyah Ovi Pramaeda
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 116-130; doi:10.26877/aks.v11i1.5576

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-learning ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri I Wangon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-Learning dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran seperti yang biasa dilakukan yaitu dengan pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-learning lebih efektif digunakan dibanding dengan pembelajaran langsung dalam pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wangon. Kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas dengan pembelajaran langsung. Keefektifan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan e-learning disebabkan oleh sintak model pembelajaran Discovery Learning berbantuan e-learning yaitu sebelum proses pembelajaran dimulai siswa mengunduh terlebih dahulu materi dan LKS yang diupload di web, sehingga pada saat pembelajaran di kelas siswa sudah siap dengan materi pembelajaran. Pembelajaran dengan bantuan e-learning ini siswa bisa memanfaatkan waktu kosong mereka untuk berkunjung ke laman web dan belajar di dalam e-learning dengan mudah. Serta dalam pengumpulan tugas siswa juga dipermudah dengan cara langsung mengupload tugas tersebut di web. Guru juga bisa langsung mengecek dan menilai tugas yang telah dikirim oleh siswa.
Al Jupri , Siti Fatimah, Dian Usdiyana
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 93-104; doi:10.26877/aks.v11i1.6011

Abstract:
Geometry is one of branches of mathematics that can develop deductive thinking ability for anyone, including students of prospective mathematics teachers, who learning it. This deductive thinking ability is needed by prospective mathematics teachers for their future careers as mathematics educators. This research therefore aims to investigate the influence of the learning process of a geometry course toward deductive reasoning ability of students of prospective mathematics teachers. To do so, this qualitative research was carried out through an observation of the learning process and assessment of the geometry course, involving 56 students of prospective mathematics teachers, in one of mathematics education program, in one of state universities in Bandung. A geometry topic observed in the learning process was the Ceva’s theorem, and the assessment was in the form of an individual written test on the application of the Ceva’s theorem in a proving process. The results showed that the learning process emphasizes on proving of theorems and mathematical statements. In addition, the test revealed that ten students are able to use the Ceva’s theorem in a proving process and different strategies of proving are found, including the use of properties of similarity between triangles and of the concept of trigonometry. This indicates a creativity of student deductive thinking in proving process. In conclusion, the geometry course that emphasizes on proving of theorems and mathematical statements has influenced on filexibility of student deductive thinking in proving processes.
Eva Susanti, Haris Kurniawan
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 37-52; doi:10.26877/aks.v11i1.5292

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar siswa pada materi pelajaran matematika pola bilangan berdasarkan pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan STEM (science, Technology, Engineering, mathematics). Penelitian ini merupakan penelitian design research yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu : preliminary design, design experiment, retrospective analysis. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 27 Palembang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, wawancara, rekaman video, foto, dan lembar aktivitas siswa. Semua data dikumpulkan dan dianalisis secara retrospective yang beracuan pada HLT (Hypothetical Learning Trajectory). Hasil analisis data menyimpulkan bahwa peneltian ini telah menghasilkan lintasan belajar materi pola bilangan kelas VIII yang valid dan reliable. Validitas tergambar dari HLT dan trackability. Dan reabilitas dilihat dari triangulasi data yang dilihat dari catatan lapangan, lembar observasi, dan rekaman video. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa lintasan belajar materi pola bilangan model pembelajaran PjBL pendekatan STEM membuat aktivitas pembelajaran siswa lebih aktif dan antusias, mengajak siswa untuk kreatif dalam berkreasi, aktif dalam berdiskusi, dan siswa memiliki kemampuan komunikasi presentasi atas hasil kerja kelompoknya menyelesaikan tugas proyek.
Dewi Krisyanti, Fika Widya Pratama
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 105-115; doi:10.26877/aks.v11i1.6091

Abstract:
Penelitian ini akan membandingkan model pembelajaran Make a Match (MaM) dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini: 1) untuk mengetahui diantara model pembelajaran Make a Match dan TGT yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 2) untuk mengetahui diantara tingkat kecemasan tinggi, sedang, dan rendah yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 3) untuk mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, dengan tingkat kecemasan mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 4) untuk mengetahui pada masing-masing tingkat kecemasaan, dengan model pembelajaran mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Penelitian dilakukan di SMP N 7 Salatiga kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen, tes dan angket. Penelitian ini menggunakan program SPSS 17.0 sebagai alat bantu pengolahan data. Uji yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogen, uji keseimbangan rerata dan uji anava dua jalur. Hasil dari penelitian ini: (1) model pembelajaran TGT menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran Make a Match, (2) siswa dengan tingkat kecemasan rendah menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat kecemasan sedang atau tinggi, (3) dengan model pembelajaran TGT maupun model pembelajaran Make a Match dengan tingkat kecemasan yang sama menghasilkan hasil belajar yang sama, (4) siswa dengan tingkat kecemasan dikenai dengan model pembelajaran TGT ataupun Make a Match menghasilkan hasil belajar yang sama.
Mohammad Rio, Heni Pujiastuti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 70-81; doi:10.26877/aks.v11i1.6105

Abstract:
Tujuan penelitian Penelitian deskriptif kualitatif ini dirancang untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 1 SMP 1 Kadu Hejo yang memenangkan 7 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes, sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan persentase. Hasil persentase penelitina menunjukkan soal per nomor dengan indikator soal menunjukkan persentase 74%, untuk soal per nomor dengan indikator menunjukkan strategi persentase 75%, sedangkan soal per nomor untuk indikator menyelesaikan masalah menunjukkan persentase 74%, dan untuk indikator lihat kembali setap soal per angka menunjukkan persentase 63%.
Anis Umi Khoirotunnisa
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 151-162; doi:10.26877/aks.v11i1.4917

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling.Dari 8 kelas terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa dari 30 siswa kelas VII-E sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas VII-F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 soal tes kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian yang sudah di uji validitas, dengan reliabilitas 0,81 merupakan reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan uji prasarat diperoleh data yang normal untuk kelas kontrol dan eksperimen, dari uji homogenitas dan dengan taraf signifikansi 5% (tobs< ttabel ). Jadi diperoleh data yang homogen. Pada uji keseimbangan tobs = 0,002 sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobs ttabel ). Maka dari hasil perhitungan statistik tersebut H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019
Lely Suryani, Agnes Pendi, Stefania B. Seto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 17-26; doi:10.26877/aks.v11i1.6010

Abstract:
Kesuksesan mahasiswa belajar diperguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh semangat hidup yang tinggi, dan rasa optimis yang besar terhadap kesuksesan. Kesuksesan akan diraih oleh mahasiswa jika mahasiswa tersebut mampu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi pada saat perkuliahan. Salah satu kesulitan yang juga berperan penting bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan adalah efikasi diri dan kemandirian belajar. Setiap mahasiswa mempunyai kesulitan yang berbeda-beda, baik dalam hal mata kuliah maupun dalam hal penerimaan metode pembelajaran yang diberikan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Pengaruh efikasi diri dan kemandirian belajar siswa terhadap hasil belajar mata kuliah geometri dasar program studi pendidikan matematika universitas Flores. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory yang menjelaskan hubungan kausal antara variable-variabel yang mempengaruhi hipotesis atau teori yang menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Fenomena dalam penelitian ini adalah efikasi diri dan kemandirian belajar mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan Efikasi Diri (X1) dan Kemandirian Belajar (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap Hasil Belajar (Y) diketahui dari hasil analisis korelasi diperoleh dari nilai R hitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0.607 dan X2 terhadap Y nilai R hitung diperoleh sebesar 0.583 dan nilai signifikansi antara X1 dan X2 terhadap Y diperoleh dua tanda bintang (**) sehingga ada pengaruh positif dengan taraf signifikansi 1 %.. Dengan kata lain semakin meningkatnya atau semakin baiknya Efikasi Diri dan Kemandirian Belajar maka akan meningkat pula hasil belajar dari mahasiswa itu sendiri. Kata kunci : Efikasi Diri; Hasil Belajar; Geometri Dasar
Leila Aseana
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 163-173; doi:10.26877/aks.v11i1.5450

Abstract:
This study aims to describe the process of detection of emotional regulation ofstudents in achieving the ability to understand concepts in PKBM studentsPackage C. Data collection was done by questionnaire and Mathematics ConceptUnderstanding tests. This research is an analytical survey with Crossectionalapproach, the sample is taken by purposive sampling technique that is as manyas 3 respondents. The instruments used in this study were questionnaire and testresult sheet. This study is recommended to find out the regulation of emotions inachieving the ability of students to understand concepts in PKBM Package CKeywords: Emotion regulation, concept understanding
Jumadi Jumadi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 11, pp 174-185; doi:10.26877/aks.v11i1.5380

Abstract:
This study aims to analyze the relationship between IQ test results and studentintelligence in learning mathematics through the Multiple Intelligence Theory.This research is a qualitative study which uses primary references forintelligence in mathematics learning and correlates with IQ tests based onmultiple intelligence theory.The results of research that discusses the theory of Multiple Intentions that areable to change the view of intelligence as seen from the results of IQ tests are nolonger relevant because IQ tests only discuss intelligence intelligence,mathematics and language. IQ tests only support math-intelligence andlanguage, while learning mathematics involves not only intelligence andlanguage. If the school wants to implement Multiple Intelligences in itseducation system, then it needs help from each teacher to ask to start and ask toput all his skills and creativity into teaching.Keywords: Multiple intelligence, multiple intelligence, IQ, mathematicalintelligence
Aulia Setyawati, Rahaju Rahaju, Sri Hariyani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 162-171; doi:10.26877/aks.v10i2.4597

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran make a match dan permainan kartu domino pintar yang dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan serta mendeskripsikan besarnya peningkatan prestasi belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, dan dokumentasi. Pembelajaran make a match diawali dengan mengelompokkan siswa secara heterogen. Masing-masing kelompok mendapatkan 4 kartu soal yang harus dipasangkan dengan kartu jawaban yang dipasang pada banner. Selanjutnya, permainan kartu domino pintar diawali dengan membagikan 12 keping kartu domino pintar. Setiap kelompok memasangkan antara soal dan jawaban yang terdapat pada setiap sisi kartu domino pintar. Persentase ketuntasan belajar pada pratindakan sebesar 17, 65%, pada siklus 1 sebesar 71,43%, dan pada siklus 2 sebesar 89,29%.Kata kunci: make a match, kartu domino pintar, prestasi belajar.
Ratni Yanti, Laswadi Laswadi, Febria Ningsih, Aan Putra , Nelpita Ulandari
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 180-194; doi:10.26877/aks.v10i2.4399

Abstract:
Pemahaman konsep matematis merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa, namun kenyataan yang terjadi di lapangan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah. Secara teori, pendekatan saintifik berbantuan Geogebra dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan perbedaan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan pendekatam saintifik berbantuan Geogebra dan yang menggunakan pembelajaran biasa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen pada populasi siswa kelas XI MIA MA Negeri 1 Kerinci. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk mengukur pemahaman konsep matematis siswa. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa digunakan rumus N-gain, sedangkan untuk mengetahui perbedaaan pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen dan kontrol dilakukan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan pendekatan saintifik berbantuan Geogebra dan yang menggunakan pembelajaran biasa.The mathematical concepts understanding was a basic ability that must mastered by students. In the fact, the students’ mathematical concepts understanding was still low. By the thoery, the scientific approach assisted Geogebra can improve students' mathematical concept understanding. This research aims to determine the improvement and differences in mathematical concepts understanding of students who used scientific approaches assisted Geogebra and the students’ who used ordinary learning. This research was a quantitative research with experimental methods and eleventh-grade of science students (MIA) in MA Negeri 1 Kerinci as population. The sample of this study was XI MIA 1 students as an experimental group and XI MIA 2 students as a control group that selected through random sampling technique. The instrument used was test to mesaure the students’ mathematical concepts understanding. To determine the increasing of students’ mathematical concepts, N-gain formula was used. While t-test was used to determine the differences in mathematical concepts understanding of students in experimen and control group. The result of data analysis shown that there is the significant difference in students’ mathematical concepts understanding who used scientific approaches assisted Geogebra and the students’ who used ordinary learning.
Annisa Sulistyaningsih, Suparman Suparman, Ellya Rakhmawati, Surasmanto Surasmanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 143-154; doi:10.26877/aks.v10i2.4252

Abstract:
The 21st century learning process requires effective and innovative teaching materials. One teaching material that can help smooth the teaching and learning process in schools is a module. This study has two objectives. The first objective is to analyze the needs of mathematics textbooks that can improve students' problem solving abilities in accordance with the Problem Based Learning (PBL) model. The second objective is to identify learning problems faced by students and analyze the suitability of textbooks with SILABUS. This study uses descriptive qualitative. The research subjects were mathematics lesson teachers and seventh-grade students of SMP Negeri 09 Yogyakarta. Data on learning resources are collected by interviewing mathematics teachers. Data on students' problem solving abilities were collected by observation on class VII students. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusion. This study has two results. The first result is the textbook used is not in accordance with core competencies, not in accordance with basic competencies, not in accordance with indicators of achievement of competence, and the existing questions are considered difficult by students. The second result is the absence of learning models applied in textbooks. So that a textbook is needed in the form of modules that can improve problem solving skills in students with PBL models; Teachers and students state that needing textbooks in the form of mathematical modules that can be understood, motivated in learning, there are many models of questions that are real so students agree and support the creation and development of mathematical modules to improve problem solving skills.Keywords: needs analysis; mathematics module; problem solving ability; problem based learning.
Aryo Andri Nugroho, Ida Dwijayanti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 277-284; doi:10.26877/aks.v10i2.4720

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara kualitatif kemampuan pemecahan masalah calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah program linier. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester IV Universitas PGRI Semarang tahun 2017/2018. Penggalian data dilakukan secara mendalam dengan bersumber dari soal pemecahan masalah kemudian wawancara semi struktur. Analisis data dilakukan terlebih dahulu mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data serta akhirnya menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini, subjek dapat memahami permasalahan dengan cara mengidentifikasi informasi - informasi yang muncul pada permasalahan dan menentukan menggunakan metode simplek sebagai cara penyelesaiannya dengan mengubah soal cerita menjadi model matematikanya terlebih dahulu. Setelah itu, menyelesaikan dengan metode simplek sampai memperoleh penyelesaian yang optimum serta mengecek kembali hasil jawaban yang sudah dikerjakan.
Mohammad Archi Maulyda , Ratna Yulis Tyaningsih, Baidowi Baidowi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 195-208; doi:10.26877/aks.v10i2.4325

Abstract:
The representation ability possessed by students is one of the key factors in learning mathematics in schools. Because it needs a study to understand how the ability of representation of students when given a problem. The purpose of this study is to describe the mathematical representation ability of students in class XI IPA MAN II Batu on geometrical series material. For this reason, the research conducted is a qualitative research with a descriptive approach so that researchers can describe how the students' representational abilities. Students are grouped in the ability category of high (KT), moderate (KS), and low (KR). The results of this study are KT, KS, and KR have not met the indicators of the ability of representation that has been determined. The non-fulfillment of these indicators is due to a mismatch between external representation and internal representation.
Wa Malmia
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 232-243; doi:10.26877/aks.v10i2.4353

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Namlea. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-postest control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua kelas yaitu kelas XI IMIA2 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IMIA3 sebagai kelas eksperimen. Data diperoleh dari hasil belajar, angket dan lembar aktifitas siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah skor rata-rata hasil belajar (posttest) siswa kelas XI IMIA3 (eksperimen) adalah 89.30 dan skor rata-rata hasil belajar (posttest) siswa kelas siswa kelas XI IMIA2 (kontrol), nilai gain untuk kelas eksperimen adalah 0.75 sedangkan nilai gain untuk kelas kontrol adalah 0.60. hal ini menunjukan bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran konvesional.
Rika Mulyati Mustika Sari, Lessa Roesdiana
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 209-214; doi:10.26877/aks.v10i2.4253

Abstract:
Geometry is one branch of mathematics for high school level, one of which is cone slices which deal with circles, ellipses, parabola, and hyperbole. However, from the data obtained in the last few years from the PUSPENDIK the value of the students' mathematics at the Geometry branch is always lower than the other branches of the mathematics branch. This is what encourages researchers to conduct preliminary research that aims to analyze and describe student learning difficulties in learning geometry. The benefits of this research are a reference for research to develop appropriate mathematics teaching materials and in accordance with the characteristics of geometry. This research use desciptive qualitative approach. Methods of data collection are observation, interviews and questionnaires. Analysis of the data used is using the Miles and Huberman models which include: data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The results of this study are in the form of a description of learning difficulties faced by students in learning geometry. Keywords: learning difficulties, Geometry
Liana Pangestika
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 155-161; doi:10.26877/aks.v10i2.3739

Abstract:
Sebagian besar peserta didik kelas VIII SMP N 19 Tegal mempunyai prestasi belajar yang rendah dibawah KKM. Hal ini didasari dengan penggunaan model pembelajaran konvensional yang berpusat kepada guru. Berkaitan dengan hal ini perlu adanya usaha dari guru untuk menjadikan pelajaran matematika sebagai pelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Usaha yang ditempuh adalah menerapkan model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur berbantuan word square. Tujuan penelitian ini adalah (1)terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik antara yang diajar dengan model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur berbantuan word square dengan yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur tanpa berbantuan word square; (2)model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur berbantuan word square lebih baik daripada model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur tanpa berbantuan word square. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dua pihak dan uji t satu pihak kanan, yang sebelumnya telah dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik antara yang diajar dengan model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur berbantuan word square dengan yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur tanpa berbantuan word square; (2) model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur berbantuan word square lebih baik daripada model pembelajaran NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur tanpa berbantuan word square.Kata kunci: Prestasi Belajar; Word Square; NHT Tipe Kepala Bernomor Terstruktur
Munaji Munaji
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 215-231; doi:10.26877/aks.v10i2.3960

Abstract:
Penelitian PTK ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan disposisi matematik siswa. Penelitian ini di lakukan di kelas 6 MI Manbaul Hikmah Tahun Pelajaran 2018-2019 semester ganjil dengan responden sebanyak 29 siswa. Penelitian PTK ini terdiri atas 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Data yang dianalisis merupakan data skala disposisi matematik. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan disposisi matematik siswa dengan perolehan skor rata-rata kelas sebesar 76,04% termasuk dalam kategori baik. Rata-rata kelas disposisi matematik siswa mengalami kenaikan pada siklus II sebesar 13,91%.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Disposisi Matematik
Gina Kustina Pujakusuma
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 172-179; doi:10.26877/aks.v10i2.4711

Abstract:
Abstrak Pada mata pelajaran matematika terdapat permasalahan yang dimuat dalam soal matematika. Soal-soal tersebut biasanya digunakan untuk mengevaluasi pembelajarn siswa, yang mana siswa diharuskan untuk mampu memecahkan permasalahan yang ada dalam soal matematika. Tetapi biasanya apabila siswa menemukan soal matematika yang belum terpecahkan maka akan memunculkan perasaan sulit dan menimbulkan opini pada sebagian siswa bahwa matematika itu adalah mata pelajaran yang sulit. Sehinga opini tersebut mengakibatkan menurunkan motivasi belajar, apalagi motivasi belajarnya yang kurang baik. Oleh karena itu tujuan peneitian ini diadakan untuk menganalisis kesalahan belajar siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi dimensi tiga. Penelitian ini dilakukan di sekolah menengah atas di daerah Majalengka. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan data analisis kesalahan pemecahan masalah dari beberapa siswa yang dibagi kedalam tiga kelompok tingkatan akademik yaitu rendah, sedang dan tinggi. Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini ternyata masih banyak siswa yang masih melakukan kesalahan pemecahan masalah, baik itu terkendala konsep, prosedur, maupun teknik. Temuan lain juga didapat bahwa ternyata motivasi belajar siswa akan berjalan seiringan dengan kemampuan pemecahan masalah. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi maka akan terus mencoba untuk memecahkan suatu masalah yang terdapat pada soal matematika. Sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah cenderung menerima kenyataan dan tidak mau berusaha untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam soal matematika.
I Putu Ade Andre Payadnya, Ida Bagus Ketut Perdata, Putu Yudi Antara
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 285-293; doi:10.26877/aks.v10i2.4732

Abstract:
AbstrakJenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental), desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 6 Denpasar tahun pelajaran 2018/2019. Sempel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling, diperoleh 2 kelas yaitu kelas X IPA 3 sebagai kelompok kontrol dan kelas X IPA 4 sebagai kelompok eksperimen dengan total sampel sebanyak 83 siswa. Data dianalisis menggunakan t-test satu pihak (pihak kanan) dengan taraf signifikansi 5%. Rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantuan media powerpoint () adalah 80,00 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional () adalah 73,7. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 4,01 > 1,98969. Diperoleh thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa hasil belajar kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) berbantuan media powerpoint lebih baik daripada kelompok control yang diajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas X SMAN 6 Denpasar tahun pelajaran 2018/2019. Penyebab lebih baiknya nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan, aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan reinforcement.Kata kunci: Perbedaan, Hasil Belajar, Kooperatif, TAI, Konvensional. AbstractThis type of research is quasi-experimental research, the research design used is "Post-test Only Control Design". The population of this study was all students of class X SMAN 6 Denpasar in 2018/2019 academic year. The sample was chosen with the Cluster Random Sampling technique, obtained 2 classes namely Class X IPA 3 as a control group and Class X IPA 4 as an experimental group with a total of 83 students. Data were analyzed using a one-tail t-test (right tail) with a significance level of 5%. The average student learning outcomes taught by the TAI type cooperative learning model assisted by powerpoint media (1) is 80.00 while the average student learning outcomes taught by conventional learning models (2) are 73.7. The results of the analysis of the research data show that tcount> ttable is 4.01> 1.98969. Obtained tcount >ttable then H0 is rejected and Ha is accepted. Based on these results it can be seen that the experimental group learning outcomes taught using the cooperative learning model TAI (Team Assisted Individualization) assisted by powerpoint media are better than the control group taught with conventional learning models in class X students of SMAN 6 Denpasar in the 2018/2019 academic year. The reason for the better average scores of students in the experimental class is because the cooperative learning model type TAI (Team Assisted Individualization) is one type or model of cooperative learning that is easy to apply, involves, activities of all students without having differences in status, involving the role of students as tutors peer and reinforcement.Keywords: Differences, Results, Learning, Model, TAI, Conventional.
I Wayan Sumandya
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 244-253; doi:10.26877/aks.v10i2.4704

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh skenario pembelajaran matematika berbasis vokasional berukailtas valid, praktis dan evektif. Penelitian dilakukan di SMK Wira Harapan. Jenis penelitian yang digunakan adalaha penelitian dan pengembangan (Reseach dan Development). Langkah-langkah penelitian dan pengembangan berpedoman pada model ADDIE terdiri dari: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah skenario pembelajaran matematika berbasis vokasional berkualitas valid, praktis dan efektif. Berdasarkan penilaian para ahli materi menunjukan angka rata-rata 3,55 dan 3,42 untuk ahli pembelajaran, termasuk kriteria “valid”. Hasil Angket respons siswa pada tahap implementasi diperoleh rata-rata 3,68 dengan kriteria “praktis”. Skenario pembelajaran dikatakan efektif berdasarkan ketuntasan siswa sebesar 84,2% dari 38 orang siswa.
Ranti Kurniasih
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 261-276; doi:10.26877/aks.v10i2.3775

Abstract:
ABSTRAK Pembelajaran matematika di Mts Wali Songo Ngabar kabupaten Ponorogo jenjang kelas VIII menunjukkan adanya permasalahan antara lain masih adanya kecenderungan kegiatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered) dan rendahnya hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan kondisi tersebut perlu adanya peningkatan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran matematika yang inovatif dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran terasa menyenangkan. Salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan adalah tipe pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) yang memadukan pembelajaran dengan permainan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII di Mts Wali Songo Ngabar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT yang digunakan peneliti dengan melakukan modifikasi dari teori Slavin yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tahapan yang digunakan oleh peneliti adalah tahap penyajian kelas, tahap belajar tim, tahap permainan, tahap turnamen dan tahap penghargaan KEY WORD : Pembelajaran kooperatif tipe TGT, hasil belajar
Fitri Rachmawati, Jayanti Putri Purwaningrum
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 254-260; doi:10.26877/aks.v10i2.4837

Abstract:
Revolusi Industri 4.0 dimana era yang semuanya diwarnai dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), atau yang dapat disebut dengan era super komputer, rekayasa genetika, inovasi, dan perubahan serba cepat yang mempunyai pengaruh disegala aspek bidang khususnya pendidikan. Gejala ini dapat dilihat dengan ditandai banyaknya sumber-sumber informasi melalui media sosial, seperti youtube, instagram, dan sebagainya. Dengan zaman yang super canggih ini mempunyai Dampak negatif yang ditimbulkan di dunia pendidikan seperti terkikisnya karakter nasionalisme siswa di era saat ini. Untuk menumbuhkan karakter nasionalisme siswa pada generasi Z 4.0. untuk menanggulangi hal tersebut untuk itu diperlukanya pembelajaran matematika yang inovatif yang berbasis etnomatematika dengan model pembelajaran Discovery Learning. Pembelajaran matematika berbasis etnomatematika merupakan pendekatan pembelajaran matematika dengan menggunakan unsur-unsur budaya. Selain itu masalah yang sering dialami siswa generasi Z 4.0 adalah tidak tertariknya siswa untuk mempelajari matematika disebabkan pendekatan pembelajaran yang digunakan guru bersifat konvensional dan cenderung membosankan. sehingga, pemilihan model pembelajaran merupakan salah satu hal yang paling utama yang harus difikirkan oleh guru dalam mengajar matematika.
Revi Kristianingsih
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 135-142; doi:10.26877/aks.v10i2.4643

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal materi garis singgung lingkaran berdasarkan teori John Dewey. Dari analisis hasil pekerjaan subjek menunjukkan bahwa subjek pertama berinisial SE hanya mampu melalui tiga tahapan yaitu pengenalan, pendefinisian dan perumusan, namun belum mampu melewati tahap mencobakan dan evaluasi. Sedangkan subjek kedua dan ketiga dengan inisial SA dan SN mampu melalui seluruh tahapan pemecahan masalah John Dewey mulai dari pengenalan, pendefinisian, perumusan, mencobakan dan evaluasi. Bedasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa siswa diatas nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bisa saja memiliki kemampuan yang berbeda dalam memecahan suatu soal masalah matematika.
Tyas Husadaningsih, Pangestuti Prima Darajats
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 294-308; doi:10.26877/aks.v10i2.4804

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Subjek dalam penelitian yaitu guru kelas VII dan VIII dalam 4 SMP/MTs. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi, catatan lapangan, angket dan dokumentasi. Analisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Model pembelajaran problem based learning menggunakan tahap-tahap yaitu tahap awal dengan penyampaian apersepsi, motivasi dan tujuan pembelajaran. Tahap inti yaitu (1) Orientasi, (2) Mengorganisasikan, (3) Membimbing, (4) Presentasi, (5) Analisis dan Evalusi. Analisis observasi guru dan siswa kelas VII SMP Terpadu Turen yaitu aktivitas guru sebesar dan siswa sebesar observasi guru dan siswa kelas VIII yaitu aktivitas guru dan siswa sebesar Analisis observasi guru dan siswa kelas VII SMPI Sultan Agung yaitu aktivitas guru sebesar dan siswa sebesar observasi guru dan siswa kelas VIII yaitu aktivitas guru dan siswa sebesar Analisis observasi guru dan siswa kelas VII MTs Babussalam Banjarejo Pagelaran yaitu aktivitas guru sebesar dan siswa sebesar observasi guru dan siswa kelas VIII yaitu aktivitas guru dan siswa sebesar Analisis observasi guru dan siswa kelas VII MTs TMI Pujon yaitu aktivitas guru sebesar dan siswa sebesar observasi guru dan siswa kelas VIII yaitu aktivitas guru dan siswa sebesar Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat mempermudah guru dalam menerapkan kurikulum 2013.
Maryam Maryam, Rubhan Masykur, Siska Andriani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3059

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul matematika berbasis open ended yang berkualitas dilihat dari kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Reseach and Development). Langkah-langkah penelitian dan pengembangan berpedoman pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yaitu belum adanya media pembelajaran yang menarik yang digunakan pendidik dan masih beranggapan matematika itu sulit dan membosankan. Hasil pengembangan diperoleh tahap analisis yaitu analisis kurikulum, analisis kebutuhan, dan analisis karakteristik peserta didik. Pada tahap desain diperoleh pemilihan media, pemilihan format dan desain awal. Pada tahap pengembangan dilakukan pengembangan media dan penilaian aspek kevalidan. Pada tahap implementasi dilakukan uji coba dalam kelas pembelajaran dan tes. Tahap evaluasi dilakukan analisis kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa e-modul matematika yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Modul matematika dinyatakan valid berdasarkan penilaian para ahli materi dan pendidik menunjukan angka 3,29 dengan kriteri “Valid”, penilaian untuk para ahli media dan pendidik menunjukan angka 3,27 dengan kriteria “Valid”. Untuk hasil respon peserta didik uji coba skala kecil memperoleh rata-rata 3,30 dengan kriteria “Sangat Menarik” dan untuk uji coba skala besar diperoleh rata-rata 3,28 dengan kriteria “Sangat Praktis”. E-modul dikatan efektif berdasarkan ketuntasan peserta didik sebesar 68% yang termasuk kategori “Efektif”. Dapat disimpulkan emodul matematika layak digunakan.
Anita Purnama Sari, Sudargo Sudargo, Sutrisno Sutrisno
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3665

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together melalui pendekatan PAIKEM terhadap prestasi belajar ditinjau dari gaya kognitif siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan faktorial 2×2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 17 Semarang tahun ajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data awal prestasi belajar siswa untuk uji keseimbangan, sedangkan tes terdiri dari dua jenis tes yaitu tes prestasi belajar dan tes gaya kognitif. Pada tes gaya kognitif digunakan Group Embbeded Figures Test (GEFT). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis variansi dua jalan sel tak sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa pada model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan pendekatan PAIKEM dan model pembelajaran konvensional, 2) prestasi belajar siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif field dependent, 3) pada berbagai tipe gaya kognitif, prestasi belajar siswa pada model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan pendekatan PAIKEM sama dengan model pembelajaran konvensional, 4) pada model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan pendekatan PAIKEM dan model pembelajaran konvensional, prestasi belajar siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif field dependent.
Maxrizal Maxrizal , Maya Saftari, Eza Budi Perkasa, Devi Irawan
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3682

Abstract:
Pada era revolusi teknologi 4.0, transformasi big data yang dikumpulkanmelalui internet pada segala bidang kehidupan (The Internet of Things)merupakan suatu keharusan. Akan tetapi internet bukanlah media komunikasiyang cukup aman karena rawan terhadap penyadapan informasi oleh pihakpihak yang tidak berhak mengakses informasi tersebut.Kriptografi merupakan salah satu bidang keilmuan untuk menjaga keamananinformasi. Salah satu sistem kripto yang masih digunakan sampai saat iniadalah sistem kripto ElGamal yang diperkenalkan oleh Taher ElGamal . Padasistem kripto ElGamal klasik dan sistem kripto modifikasi ElGamal yangdikontruksikan oleh Marc Joye, masing-masing sistem kripto ini menggunakankonsep bilangan bulat (integer). Fakta ini memotivasi suatu ide untukmenggantikan konsep bilangan bulat (integer) menjadi suatu matriks yangberukuran n n  yang dinamakan dengana General Linear Group . Keunggulandari sistem kripto yang diusulkan adalah terdapat ruang plaintext yang lebihbesar dari sistem sebelumnya, sehingga ciphertext menjadi lebih acak dankeamanan pengiriman data menjadi lebih aman.Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Sedangkan tujuan daripenelitian ini adalah untuk memodifikasi sistem kripto ElGamal hasilkonstruksi Marc Joye menggunakan konsep General Linear Group sehinggadihasilkan suatu modifikasi sistem kripto ElGamal usulan yang lebih aman darisistem kripto ElGamal hasil konstruksi Marc Joye. Untuk itu, pada makalah inidiusulkan suatu modifikasi yang menggabungkan keunggulan dari sistem kriptoElGamal yang dikontruksikan oleh Marc Joye dan prinsip general linear grup.Hasil menunjukkan bahwa modifikasi sistem kripto ElGamal yang dihasilkanharus menggunakan general linear khusus yaitu matriks-matriks sirkulan yanginvertible atas modulo p.
I Wayan Eka Mahendra, I G. A. N. Trisna Jayantika, Ni Wayan Rima Sulistyani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3772

Abstract:
The effect of HOTS-speed test based on problem-based learning (PBL) in improving analytical reasoning ability of students of class XI MIPA SMA N 1 Marga is the purpose of this study. By using factorial group design (treatment by subject); involving sample 132 students. HOTS-speed test and PBL are independent variables, as well as analytical reasoning abilities as the dependent variable. The data was collected using tests, namely: analytical reasoning ability tests, which have been tested for validity and reliability coefficients. The collected data were analyzed by two-way ANOVA, which previously tested the data distribution normality and variance homogeneity test. The results of the study indicate that there was an effect of HOTS-speed test setting of a problem-based learning model on the analytical reasoning ability of students. In order to obtain a more optimal analytical reasoning ability, the types of tests used must be considered. Key words: HOTS-Speed test, PBL, analytical reasoning ability
Thania Wulansari, Aan Putra , Nur Rusliah, Mhmd Habibi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3647

Abstract:
Kurikulum 2013 menuntut digunakannya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) sedangkan kenyataan yang terjadi di lapangan pembelajran masih terpusat pada guru. Kemampuan penalaran statistis cukup penting di era global ini dan jarang diteliti. Oleh karena itu digunakan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan penalaran statistis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran statistis siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan proses pembelajaran berbasis masalah serta kemampuan penalaran statistis siswa yang mengikuti proses pembelajaran biasa di kelas VIII SMP Negeri 35 Kerinci. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen desain Quasi Experimental bentuk The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Kerinci dan sampel dipilih menggunkan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 27 orang siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan 27 orang siswa kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes penalaran statistis. Pengolahan data pada tes akhir dilakukan melalui uji hipotesis menggunakan uji t yang dihitung menggunkan SPSS. Pada tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05 diperoleh nilai signifikansi 0,001. Karena nilai signifikansi < α = 0,05 berarti hipotesis penelitian ini diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan penalaran statistis siswa.Kata kunci: Kemampuan Penalaran Stistis; Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Aizyah Alifia Supardi, Yesi Gusmania, Fitrah Amelia
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3744

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan validitas, praktikalitas dan keefektifan modul pembelajaran matematika berbasis pendekatan konstruktivisme pada materi logaritma untuk siswa kelas X Akuntansi SMK Permata Harapan Batam. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi Analysis yaitu tahap Analisis, Design yaitu tahap Desain, Development yaitu tahap Pengembangan, Implementation yaitu tahap Implementasi, dan Evaluation yaitu tahap Evaluasi. Instrumen yang digunakan adalah angket yang berdasarkan penilaian dari BNSP, angket respons siswa dan soal tes hasil belajar. Kualitas modul dilihat dari aspek kevalidan termasuk dalam klasifikasi sangat baik dengan rata-rata skor penilaian ahli materi sebesar 3,59 dan rata-rata skor penilaian modul oleh ahli media sebesar 3,68 pada rentang skor skala 4 sehingga didapat validasi dengan skor rata-rata 3,64 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Dilihat dari aspek kepraktisan, modul tersebut dinyatakan praktis dengan skor rata-rata angket respons siswa yaitu 3,15 yang termasuk dalam klasifikasi baik. Sedangkan dari aspek keefektifan, modul tersebut dinyatakan efektif berdasarkan hasil post-test yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa adalah 87% yang termasuk dalam kategori sangat baik.
Nilam Rakasiwi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3741

Abstract:
In Indonesia, mathematical literacy in International scope is still not satisfying. In order to increase mathematical literacy ability, it can be done by applying some variation of learning methods supported by the utilization of learning media. The goal of this study is to develop and examine the validity, the practicality, and the effectiveness of comic media by picture and picture method to increase mathematical literacy ability of grade 6th students. This R&D study used the ADDIE development model combined with steps in making comics by Sadiman. Those steps were analysis (analyzing the needs, goal and main material), design (synopsis, first step), development (prototype product, evaluation, revision, and last script), implementation (trials), and evaluation (final product). The validity of the product could be seen from expert judgment by using material, media, and learning expert validation instrument. The practicality of the product was done by the students’ response questionnaire instrument to the media. The effectiveness of the product was seen from one class trial by one group pre-test post-test, and the result was processed using Paired-Samples T-Test check with the help of SPSS 20.0. The result of this study was the comics media to increase grade 6th students’ mathematical literacy ability. Comics media proved to be valid from material and media aspects. Comics media proved to be practice from students’ response questionnaire. Comics media also proved to be effective based on the result of the pre-test, post-test and Paired-Samples T-Test check.Keywords: Comics, Mathematical Literacy, Picture and Picture
Ari Indriani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3449

Abstract:
Skripsi merupakan salah satu produk penelitian berupa karya tulis ilmiah yang diwajibkan bagi setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi terutama pada jenjang Strata 1 (S1). Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah kecenderungan metode penelitian skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bojonegoro? Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh skripsi mahasiswa Pendidikan Matematika tahun akademik 2018/2019. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Metode penelitian yang banyak dipilih mahasiswa pendidikan matematika IKIP PGRI Bojonegoro adalah kuantitatif dengan prosentase 71,43%. Faktor yang mempengaruhi pengambilan judul skripsi mahasiswa pendidikan matematika IKIP PGRI Bojonegoro adalah dosen pembimbing sebanyak 44,44%.
Muhammad Istiqlal, Muhammad Farhar
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3448

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class action research). Penelitiantindakan dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap siswa terhadappembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GroupInvestigation. Masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana polapenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yang dapat meningkatkanprestasi belajar dan sikap siswa terhadap matematika pada kelas VII SMP Sunan AverroesYogyakarta.Rancangan dalam penelitian ini mengacu pada model spiral atau siklus menurutKemmis & Mc Taggart. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP SunanAverroes Yogyakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitudata prestasi belajar siswa dan sikap siswa terhadap matematika. Data prestasi belajar diperolehdengan menggunakan post test pada akhir setiap siklus yang akan dibandingkan dengan KKMsecara klasikal. Adapun data untuk sikap siswa diperoleh dari angket siswa pada akhir siklus.Sesuai dengan petunjuk teknik penilaian kelas dapat dikatakan tuntas secara klasikal terhadapprestasi belajar yang disajikan bila ketuntasan klasikal mencapai  75 %. Pelaksanaan modelpembelajaran kooperatif tipe group investigation dikatakan berhasil apabila pada akhir setiapsiklus terdapat perbedaan peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yangterlihat pada aspek prestasi belajar matematika siswa dan sikap siswa dalam pembelajaranmatematika.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa SMP Sunan Averrouspada materi pokok Aritmatika Sosial, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tipe GIdalam meningkatkan prestasi belajar dan sikap siswa. Peningkatan prestasi belajar dan sikapsiswa cukup signifikan. Pada siklus I ketuntasan klasikal prestasi belajar sebesar 33,33% danpada siklus II sebesar 75% sedangkan pada sikap siswa siklus I siswa dengan kategori sikaptinggi sebesar 50% dan kategori sangat tinggi sebesar 50% sedangkan sikap siswa pada siklusII dengan kategori sikap tinggi sebesar 45% dan kategori sangat tinggi sebesar 55%.Kata kunci: Group Investigation, Sikap Belajar, Matematika
Mujiasih Mujiasih
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3754

Abstract:
Tumbuhnya mathematical creativity mahasiswa, diawali dengan tumbuhnya kemampuan dalam berpikir dan menemukan (discovery) suatu solusi soal matematika. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Based Learning (DBL) yang disesuaikan dengan kondisi kelas, merupakan model pembelajaran yang dipandang tepat untuk mendukung tumbuhnya mathematical creativity mahasiswa. Mathematical creativity juga perlu ditumbuhkan melalui open ended problems yang bersifat fluency dan flexibility. Namun demikian, belum banyak perkuliahan yang secara khusus dilakukan untuk menumbuhkan mathematical creativity berdasarkan modifikasi Bahar & Maker’s theory, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui : (1) tahapan dan penerapan modifikasi Bahar & Maker’s theory untuk menumbuhkan mathematical creativity, (2) sintaks model DBL sebagai penunjang tumbuhnya mathematical creativity, dan (3) bentuk soal open ended sebagai pengungkap dalam menumbuhkan mathematical creativity mahasiswa berdasarkan Bahar & Maker’s theory. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan analisis data meliputi : reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan, dengan hasil sebagai berikut : (1) tahapan dan penerapan modifikasi Bahar & Maker’s theory untuk menumbuhkan mathematical creativity yaitu : menerapkan DBL, membiasakan mahasiswa mengerjakan soal open ended, pemberian tes, dan analisis hasil tes. (2) tahapan sintaks DBL sebagai penunjang tumbuhnya mathematical creativity, adalah dengan melaksanakan materi perkuliahan, diskusi dalam kegiatan penemuan melalui soal open ended, dan paparan hasil diskusi. (3) soal open ended yang digunakan sebagai pengungkap dalam menumbuhkan mathematical creativity mahasiswa berdasarkan modifikasi Bahar & Maker’s theory adalah soal open ended yang bersifat fluency dan flexibility yang dikerjakan secara terperinci/elaborasi.
Sri Siti Supatimah, Farida Farida, Siska Andriani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 10; doi:10.26877/aks.v10i1.3145

Abstract:
Sentral Me Laundry is one of the service services businesses established in 2016 and has 2 employees having their address at Jalan pulau Ambon, Sukarame, Bandar Lampung. The development of laundry services in the middle of the city community indicates that laundry businesses can still develop and can achieve optimal profits. The purpose of this study was to find the optimal benefits obtained by the Sentral Me Laundry business. Errors in planning a laundry business result in a maximum profit. To prevent mistakes in planning a laundry business, it is necessary to use the right method. Banch And Bound Method (Integer Linear Programming) is a method that can be used to optimize laundry business by looking at the limited resources of the business. In the linear program method the decision variable can be a real number. While the optimization of laundry business that will be done requires a solution in the form of an integer called Integer. To help resolve cases of optimizing the benefits of laundry businesses using a computer program, QM For Windows. Calculations from the QM For Windows program produce 53 Kg of Badcover, 188 Kg of Doll, 1350 Kg of Clothing, 101 Kg of Blanket.. Keywords: Branch and Bound; Optimization; QM For Windows
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top