Refine Search

New Search

Results in Journal AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika: 105

(searched for: journal_id:(2291544))
Page of 11
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 8, pp 1-8; doi:10.26877/aks.v8i1.1507

Abstract:
Rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan bernalar serta kurangnya mahasiswa dalam berpikir secara logis dan sistematis menjadi faktor penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah. Melalui pemecahan masalah ini aspek-aspek kemampuan matematika seperti penerapan aturan, penemuan pola, penggeneralisasian, komunikasi matematik dan lain-lain dapat dikembangkan secara baik. Mind Mapping merupakan salah satu metode yang dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya, ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. Metode mind mapping pada penelitian ini dibatasi pada keaktifan mahasiswa. Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping melalui pendekatan ketrampilan proses terhadap kemampuan pemecahan masalah, (2) untuk mengetahui pengaruh keaktifan mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah, (3) untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping melalui pendekatan ketrampilan proses dan keaktifan mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) yaitu jenis penelitian yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsisepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi peleksanaan eksperimen. Kata Kunci: Mind Mapping, kemampuan pemecahan masalah
Arnasari Medekawati Hadi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 8, pp 41-49; doi:10.26877/aks.v8i1.1506

Abstract:
Salah satu bagian dari materi matematika yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir logis dan mengembangkan kreativitas siswa adalah materi geometri dengan pokok bahasan bangun datar. Pokok bahasan ini dapat dikategorikan kepada materi yang cukup sukar serta memerlukan pemahaman yang cukup tinggi. Sehingga, dalam mengajarkan materi geometri di SD, seorang guru harus dapat menyajikan materi awal secara konkrit, dan menghubungkan pembelajaran geometri dengan benda-benda nyata sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SD Negeri 2 Kota Bima, pada saat pembelajaran kebanyakan siswa hanya menerima dan menghafal konsep-konsep dan rumus-rumus yang diajarkan, tanpa tahu bagaimana proses penemuan konsep dan rumus dari materi tersebut. Hal itu menyebabkan siswa kurang paham terhadap konsep materi pokok geometri dan mengakibatkan kebanyakan siswa memperoleh nilai dibawah KKM yaitu 60. Salah satu variasi model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan terbimbing berbantu LKS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi geometri menggunakan metode penemuan terbimbing berbantu LKS. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi siswa dan tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa dari 8 aktivitas menjadi 10 jenis aktivitas siswa berada dalam batas toleransi waktu yang diberikan dan dikatakan efektif. Sedangkan untuk hasil belajar diperoleh data bahwa siswa yang tuntas sebanyak 31 orang, siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 orang, dan yang tidak mengikuti tes sebanyak 4 orang. Berdasarkan hasil tersebut, presentase ketuntasan belajar klasikal adalah 86,11%, karena terdapat lebih dari 85% dari jumlah siswa di kelas yang mencapai ketuntasan belajar, maka dikatakan bahwa siswa telah tuntas secara klasikal.Kata kunci: Penemuan Terbimbing, Lembar Kerja Siswa, Geometri
Septiyana Dwi Saputri
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.26877/aks.v8i1.1512

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah faktorisasi aljabar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 35 Semarang. Data-data pada penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis dan triangulasi data bahwa dari 27 subjek penelitian, sebanyak 3 dari 27 siswa melakukan jenis kesalahan reading errors, 17 dari 27 siswa melakukan jenis kesalahan planning errors, 23 dari 27 siswa melakukan jenis kesalahan skill errors dan 25 dari 27 siswa melakukan jenis kesalahan finishing errors. Adapun penyebab dari banyaknya kesalahan yang dilakukan siswa adalah kurang terbiasanya siswa mengerjakan masalah-masalah yang disajikan berupa masalah atau sol non rutin. Kata kunci : Jenis Kesalahan, Penyelesaian masalah, Faktorisasi Aljabar.
Dian Pramuditya Subara
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 7; doi:10.26877/aks.v7i1.1410

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin baik di dunia pendidikan tetapi masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pendidik, karena masih banyak pendidik yang menggunakan pembelajaran konvensional sehingga hasil belajar siswa pada pelajaran matematika rendah.Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis CD Interaktif Aurora 3D, model pembelajaran JIGSAW berbasis CD Interaktif Aurora 3D dan siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa yang telah ditetapkan pada pokok bahasan barisan dan deret kelas XI Semester I SMA Negeri 2 Mranggen Tahun Ajaran 2015/2016.Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Mranggen dengan mengambil subyek penelitian kelas XI. Ada tiga kelas dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen 1, Kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen II dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas control. Data awaal diambil dari tes pemahaman sebelum masuk materi. Instrument penelitian berbentuk soal uraian pada pokok bahasan yang telah diuji validitas, realibilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda.Hasil penelitian dari hasil uji t (hipotesis II) diperoleh thitung > ttabel yaitu 6,602 > 1,67 menunjukkan bahwa hasil belajar model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu Aurora 3D lebih efektif dari model pembelajaran konvensional. Dan hasil uji t (hipotesis III) diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,724 > 1,67 menunjukkan model pembelajaran JIGSAW berbantu Aurora 3D lebih efektif dari model pembelajaran konvensional serta uji t dua pihak (Hipotesis IV) diperoleh - t table < hitung < ttabel yaitu =0,679 < 0,315 < 0,679 ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belaja model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu Aurora 3D dan model pembelajaran JIGSAW berbantu Aurora 3D.Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu Aurora 3D dan model pembelajaran JIGSAW berbantu Aurora 3D lebih efektif dari model pembelajaran konvensional.
Istitho’Ah Istitho’Ah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 7; doi:10.26877/aks.v7i2.1415

Abstract:
Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peran penting dalam pendidikan, salah satunya memungkinkan guru untuk menampilkan pembelajaran yang berbeda dengan cara mengembangkan media pembelajaran. Rendahnya prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika menimbulkan suatu keprihatinan bagi guru. Oleh karena itu perlu dicarikan suatu solusi. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui cara mengembangkan media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software Cabri 3D dan Prezi dengan teori konstruktivisme pada kubus dan balok yang valid atau layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika, (2) Untuk mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme lebih baik digunakan sebagai media pembelajaran matematika tingkat SMP pada materi kubus dan balok. Penelitian dilakukan di MTs Nu 19 Protomulyo Kaliwungu. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan prosedur pengembangan model 4-D. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t satu pihak. Hasil validasi ahli media diperoleh 86,875% dan hasil validasi ahli materi diperoleh 95,625% yang artinya Media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi masuk dalam kategori layak untuk diuji cobakan. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t pihak kanan, diperoleh nilai yaitu 3,70 > 1,671, artinya ditolak. Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata 76,67, sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 65,77. Maka rata-rata prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Kesimpulannya ialah pengembangan Media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme yang valid atau layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika. Sehingga Media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme pada kubus dan balok mencapai valid/ layak, dan prestasi belajar peserta didik dengan media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme lebih baik dari pada kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran tersebut.
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 6; doi:10.26877/aks.v6i2.1403

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan CD pembelajaran matematika dengan pendekatan konstruktivisme yang valid dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kubus dan balok.Penelitian dilaksanakan di MTs Al Ma’arif Gembong. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VIIIC sebagai kelas uji coba instrumen, kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE, yaitu: (1) analysis, meliputi analisis kinerja dan analisis kebutuhan; (2) design, meliputi penyusunan materi dan RPP; (3) development, dilakukan pengembangan CD pembelajaran matematika dengan pendekatan konstruktivisme berbantuan software geogebra, setelah dikembangkan CD pembelajaran tersebut divalidasi oleh ahli untuk diuji kelayakan dan revisi produk; (4) implementation, dilaukan pada uji coba lapangan terbatas (eksperimen) untuk mendapatkan kelayakan dan keefektifan; (5) evalutation, dilakukan untuk manganalisis data berdasarkan tahap implementation.Hasil penilaian melalui instrumen angket yang dilakukan oleh ahli desain media, ahli materi, dan siswa uji coba terbatas memperoleh persentase rata-rata 72,727%, 87,5%, dan 88,19%. Data tersebut menunjukkan bahwa CD pembelajaran yang dikembangkan bersifat layak dan tidak perlu direvisi, namun perlu ditindak lanjuti mengenai komentar dan saran guna menyempurnakan produk. Dan hasil perhitungan dari uji coba terbatas telah mencapai indikator efektif, dengan terpenuhinya ketuntasan belajar siswa dengan rata-rata 78,49 dari ketentuan KKM yaitu 70. Sedangkan dengan menggunakan uji-t memberikan hasilsehingga Ho ditolak. Hal ini dapat dikatakan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 78,49 dan kelas kontrol 71,45.Berdasarkan analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa CD pembelajaran matematika berbantuan software geogebra dengan pendekatan konstruktivisme layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 8, pp 19-32; doi:10.26877/aks.v8i2.1837

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi limit fungsi bagi peserta didik kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Mayong Semester genap Tahun Pelajaran 2015/2016 dan untuk mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar tersebut. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari 2 siklus, dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan data antar siklus. Hasil penelitian ini adalah melalui model pembelajaran Course Review Horray dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi limit fungsi bagi peserta didik kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Mayong semester genap tahun pelajaran 2015/2016 dan terjadi peningkatan hasil belajar matematika sebesar 17,65% yaitu pada siklus I yang tuntas 70,59 % peserta didik menjadi 88,24% pada siklus II setelah menerapkan model pembelajaran Course Review Horray. pada materi limit fungsi bagi peserta didik kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Mayong semester genap tahun pelajaran 2015/2016..Kata Kunci : Aktivitas, Hasil belajar, Limit fungsi, Course Review Horray.
Shofwan Hendryawan, Yusfita Yusuf, Tuti Yuliawati Wachyar
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.26877/aks.v8i2.1744

Abstract:
Berpikir kritis merupakan salah satu hal yang penting dalam belajar matematika. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan berpikir kritis adalah pembalajaran berbasis masalah. Namun, pembelajaran berbasis masalah memiliki kelemahan yaitu kurang cocok untuk siswa dengan kemampuan rendah dan sedang. Selain itu pembelajaran barbasis masalah juga kurang meiningkatkan motivasi. Pada siswa sekolah berlevel sedang dan rendah, dibutuhkan alat atau cara yang apat menjembatani antara kondisi siswa disekolah level sedang dan rendah dengan pembelajaran berbasis masalah. Peneliti mencoba mengajukan solusi yaitu menyertakan pembelajaran berbasis masalah dengan green’s motivational strategies. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses berpikir kritis yang siswa peroleh setelah pembelajaran berbasis masalah dengan green’s motivational strategies. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Siswa dengan kemampuan awal rendah menguasai 5 indikator berpikir kritis sedangkan siswa dengan kemampuan awal sedang menguasai 6 indikator kemampuan berpikir kritis. Selain kemampuan awal siswa yang mengalami perubahan menjadi lebih baik, siswa juga merasa lebih nyaman dan lebih percaya diri.
Dwiki Rengga Prayudha
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 7; doi:10.26877/aks.v7i1.1409

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII. Populasi yang digunakan adalah peserta didik kelas VII dan VIII SMP N 5 Rembang. Penulis menggunakan teknik clusster random sampling untuk menentukan sampel yang digunakan. Diperoleh kelas VII H sebagai kelas eksperimen dan kelas VII I sebagai kelas kontrol. Variabel bebas yang digunakan adalah motivasi peserta didik ( ) yang diobservasi selama proses pembelajaran, sedangkan variabel terikatnya berupa hasil belajar peserta didik ( ̂) yang diperoleh melalui tes. Berdasarkan validator ahli media dan ahli materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 80,83% dan 84,37% hal ini menunjukkan bahwa e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 82,213 yang berarti hasil belajar peserta didik sangat baik. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Motivasi peserta didik memiliki hubungan yang positif terhadap hasil belajar peserta didik dengan regresi ̂ . Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII valid dan pembelajaran dengan e-modul dengan model Problem Based Learning pada materi bilangan bulat kelas VII efektif.
Dessy Tria Shofiatun Ni’Mah, Sutrisno Sutrisno, Ali Shodiqin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 6; doi:10.26877/aks.v6i2.1399

Abstract:
Penelitian ini meruoakan penekitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran dengan menggunakan softwere flipbook maker dan prezi pada pokok bahasan peluang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dalam pengembangan modul matematika berbantu flipbook maker dan prezi dengan menggunakan model kooperatif teknik kancing gemerincing pada materi peluang menghasilkan media pembelajaran yang valid dan efektif serta hasil belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran flipbook maker dan prezi dengan menggunakan model kooperatif teknik kancing gemerincing lebih baik dari pada pembelajaran konvensional pada materi peluang di kelas X semester 2 SMK Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2014/2015.Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan menggunakan satu kelas eksperiment (X Boga 3) dan satu kelas kontrol (X Boga 2). Pengembangan media pembelajaran yang dikembangkan telah dinilai dan divalidasi oleh ahli media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran. Hasil penilaian keseluruhan yang diperoleh dari kedua ahli media pembelajaran sebesar 82,4% menunjukan kategori sangat baik, sedangkan penilaian dari kedua ahli materi pembelajaran dari aspek materi sebesar 80,8% menunjukkan kategori sangat baik.Untuk analisis data akhir menggunakan uji t satu pihak dengan a=5% dan diperoleh dan . Karena maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran berbantu flipbook maker dan prezi dengan menggunakan model kooperatif teknik kancing gemerincing lebih baik meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan peluang. Kesimpulan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah pengembnagan media pembelajaran berbantu flipbook maker dan prezi dengan
Page of 11
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top