Refine Search

New Search

Results in Journal Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat: 79

(searched for: journal_id:(2268248))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Nila Krisnawati, Esa Mbouw, Sumini Salem
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 155-160; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2573

Abstract:
Program pelatihan simulasi bisnis ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan SEKOLAH MENENGAH, memperkaya pengala­man belajar, dan meningkatkan keterampilan siswa di bidang kewirausahaan. Pelatihan yang diadakan dari Desember 2019 hingga Januari 2020, dihadiri oleh lima sekolah menengah swasta di Jakarta dan Tangerang, yang diadakan di setiap sekolah dengan total 30-50 siswa per sekolah. Metode yang digunakan adalah untuk menggabungkan kegiatan pelatihan dengan kompetisi dengan durasi 4-5 jam per aktivitas. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang strategi bisnis ini yang sangat dibutuhkan di bidang kewirausahaan. Survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Program ini juga dimungkinkan untuk dilakukan secara online.
Ummu Khairiyah, Silviana Nur Faizah, Awaliah Dea Lestari
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 25-31; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2690

Abstract:
Kondisi Pandemi dengan adanya Covid-19 memaksa kegiatan pembelajaran berlangsung secara jarak jauh atau dilakukan secara online. Hal tersebut membuat pendidik harus siap menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran guna menunjang pembelajaran secara jarak jauh. Tujuan kegiatan pengab­dian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan mem­bekali pendidik sehingga terampil dalam menggunakan media pembelajaran berbasis online. Pengabdian masyarakat ini memfokuskan dalam pengguna­an aplikasi atau platform “Quizizz” dalam pembuatan evaluasi pembelajaran berbentuk kuis interaktif. Metode pelaksanaan melalui pelatihan secara daring (online) dengan ceramah, diskusi, dan praktek penggunaan Quizizz. Subjek dari pelatihan ini adalah Guru Sekolah Dasar di Desa Made Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan berjumlah 32 orang. Tujuan yang dicapai yaitu penggunaan aplikasi Quizizz dalam membuat evaluasi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa para peserta terlihat sangat antusias dibuktikan dengan aktifnya para peserta dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. 87% peserta pelatihan mampu mengembangkan tes interaktif dengan aplikasi Quizizz dan 81 % peserta mampu mengujicobakan aplikasi Quizizz kepada peserta didik­nya. Pelatihan ini sangat bermanfaat dilakukan bagi guru guna memotivasi peserta didik dalam melakukan evaluasi pembelajaran supaya lebih me­nyenang­kan.
Dian Kharismadewi, Erna Yuliwati, Sri Martini, Elfidiah
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 119-124; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2624

Abstract:
Bahan kimia sintetis rumah tangga yang dipergunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Minimnya pengetahuan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan dan kurangnya informasi teknis penggunaan menjadi salah satu faktor terpaparnya bahan kimia berbahaya secara langsung. Hal ini terjadi pada masyarakat di wilayah RW. 03 Talang Putri Plaju Palembang, dimana penggunaan boraks dalam pengenyal bakso masih mudah dijumpai. Hasil analisa awal tingkat pemahaman masyarakat me­ngenai manfaat dan efek samping bahan kimia sintetis rumah tangga yaitu 38%. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijaksana dalam meng­gunakan bahan kimia sintetis rumah tangga sesuai dengan peruntukannya. Penyuluhan dilakukan melalui metode paparan, tanya jawab, pengisian kuesioner, dan demo pendeteksian bahan kimia berbahaya pada makanan menggunakan zat antosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu. Hasil kegiatan PkM meningkatkan pemahaman masyarakat akan manfaat dan efek samping bahan kimia sintetis rumah tangga sebesar 62%. Kegiatan PkM ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang umum terjadi di masyarakat di wilayah mengenai pemanfaatan bahan kimia sintetis.
Eko Hari Parmadi, Yohanes Heri Widodo
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 114-118; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2797

Abstract:
Desa Bleberan merupakan salah satu tujuan wisata yag banyak diminati oleh para wisatawan. Objek wisata yang menjadi daya tarik adalah air terjun Sri Gethuk. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah sedikitnya warung atau usaha yang berada di sekitar objek wisata. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan program pemberdayaan melalui pelatihan kewirausahaan. pendampingan serta praktek langsung berjualan atau memasarkan produk di daerah objek wisata Sri Gethuk. Program pengabdian ini melibatkan ibu-ibu PKK Desa Bleberan yang terlibat berjumlah 16 orang. Program pemberdayaan dilakukan lewat beberapa tahap. Tahap pertama adalah peningkatan motivasi berwirausaha dan tahap kedua lewat pelatihan analisis usaha pembuatan makanan ringan dari bahan baku yang ditemukan di sekitar tempat tinggal ibu-ibu PKK. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sesudah menjalani pelatihan sebagian besar peserta (62,5%) memiliki motivasi berwirausaha yang tinggi. Motivasi berwirausaha diukur dengan skala motivasi berwirausaha. Selain itu, semua peserta juga memandang bahwa kegiatan ini bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam berwirausaha. Hal ini membuat peserta pelatihan merasa senang dan lebih percaya diri untuk merencanakan dan menjalani suatu program kewirausahaan di tahap berikutnya. Tahap ketiga adalah mem­praktekkan langsung rencana usaha yang telah dibuat dengan cara membuat produk kreatif dan tahap keempat adalah pelatihan membuat kemasan serta pemasaran produk di tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk.
Rian Christian Sondakh, Nelly Kusrianti, Fitriyah Astri
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 132-138; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2645

Abstract:
Petani cokelat perlu meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi cokelat dan penerapan teknologi sederhana dalam pengolahan cokelat sehingga dapat melakukan diversifikasi produk olahan cokelat. Pengabdian kepada masyarakat melalui Program Inovasi Desa Kabupaten Tolitoli ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan produk cokelat bubuk dan cokelat pasta serta meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi cokelat di Desa Ginunggung, Kabupaten Tolitoli. Metode pelak­sanaan yang dilakukan observasi, penyuluhan, pelatihan, diskusi, dan pen­dam­pingan. Hasil observasi menunjukkan pelatihan pengolahan cokelat dapat memanfaatkan potensi desa yaitu bahan baku biji kakao. Proses pengumpulan bahan baku biji kakao yang didapatkan sebesar 3 kg. Pelatihan pembuatan bubuk cokelat melalui beberapa tahapan dan didapatkan massa cokelat bubuk sebesar 1 kg. Hasil analisis tingkat kesukaan didapatkan cokelat bubuk dengan nilai rata-rata warna 3.17, aroma 3.96 dan tekstur 3.61. Pelatihan pembuatan cokelat pasta dengan dicampurkan bahan tambahan didapatkan cokelat pasta berwarna dark-brown dan tekstur lembut. Hasil analisis tingkat kesukaan didapatkan cokelat pasta dengan nilai rata-rata warna 3.83, aroma 4.04, rasa 3.91 dan tekstur 4.39. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang produk olahan cokelat. Desain kemasan telah berhasil dibuat untuk cokelat pasta.
Yuli Agustina, Amaliah Rahman, Filianti Filianti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 149-155; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2618

Abstract:
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi UMKM agar dapat memanfaatkan program Insentif Pajak yang diberikan Pemerintah pada UMKM di masa Pandemi COVID-19. Kegiatan ini berguna untuk memberikan wawasan, pemahaman dan juga keterampilan bagi UMKM yang taat pajak dan mampu memanfaatkan kesempatan bebas pajak di masa Pandemi COVID-19. Metode pelaksanaan dilakukan melalui (1) Sosialisasi dan pemahaman taat pajak UMKM; (2) Pendampingan perhitungan dan pemanfaatan insentif pajak UMKM dan; (3) Pelaporan Insentif Pajak UMKM. Hasil pendampingan menunjukkan rata-rata pelaku UMKM belum sadar pajak untuk melakukan pelaporan pajak atas aktivitas usahanya. Kesempatan pemanfaatan insentif pajak memang tidak banyak diketahui pelaku usaha UMKM sehingga hal ini sesuai dengan data dirjen pajak yang menyatakan bahwa hanya 9 persen UMKM Indonesia yang telah memanfaatkan program insentif pajak di masa Pandemi COVID-19. Melalui kegiatan pendampingan ini, mampu mendorong para pelaku UMKM di Malang Raya dan Kabupaten Blitar untuk mulai sadar pajak dengan aktivitas mendaftar sebagai wajib pajak, menghitung hutang pajak dan memanfaatkan program insentif pajak UMKM di masa Pandemi COVID-19. Selanjutnya, diharapkan para pengusaha UMKM menjadi lebih taat pajak dan secara continue melaporkan kondisi keuangan dan lapor pajak dengan kondisi usaha apapun.
Mira Maulani Utami, Widya Nur Bhakti Pertiwi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 169-174; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2604

Abstract:
Pandemi Covid 19 menyebabkan penurunan kedatangan wisatawan yang signifikan di seluruh dunia. Desa Wisata Banyuresmi yang merupakan salah satu Desa Wisata di Provinsi Banten juga sangat terdampak yaitu dengan adanya penutupan Desa Wisata selama 5 bulan. Pelatihan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, Environment) mempunyai peranan yang penting dalam menyongsong era new normal pariwisata, terutama terkait pelaksanaan protokol kesehatan di Desa Wisata Banyuresmi. Metode Pelaksanaan pelatihan ini dengan metode partisipatif, baik dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelatihan ini dilaksanakan satu hari dengan peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Bumdes, Pengelola Wahana Kampung Bambu dan pengrajin emping. Dukungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui kehadiran Bappeda dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang yang turut serta memberikan motivasi kepada peserta. Tidak hanya materi CHSE yang diberikan, akan tetapi Tim Pendamping Desa Wisata juga memberikan masker, sabun dan hand sanitizer kepada peserta. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan dengan survei lapangan menunjukan bahwa para pengelola Desa Wisata Kampung Bambu Desa Banyuresmi paham akan penerapan protokol CHSE pada sektor destinasi wisata, dan dapat menerapkan protokol tersebut. Hasil self assessment juga menunjukan penerapan CHSE sudah 95% di Desa Wisata Kampung Bambu Banyuresmi.
Diah Sarasanty, Dicki Nizar Zulfika
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 175-181; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.3010

Abstract:
Lahan pertanian yang sangat luas di daerah mitra mengakibatkan melimpahnya limbah pertanian khususnya sekam padi. Penggunaan limbah sekam padi pada jumlah tertentu, cenderung dapat meningkatkan kuat tekan. Semakin mahalnya tanah liat sebagai bahan baku pembuatan batu bata menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh mitra saat ini. Selain itu permasalahan lain yaitu kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam teknologi bahan bangunan yang berpengaruh terhadap kualitas batu bata yang diproduksi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan pada mitra kelompok pengrajin batu bata Desa Domas dalam peningkatan kualitas batu bata melalui penggunaan limbah sekam padi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan melaksanakan penyuluhan teknologi bahan bangunan limbah sekam padi sebagai pengganti tanah liat dan pelatihan penggunaan limbah sekam padi dalam meningkatkan kualitas batu bata yang diproduksi. Manfaat yang diperoleh masyarakat dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan dalam memproduksi batu bata yang memanfaatkan limbah sekam padi sebagai pengganti tanah liat, meningkatnya kualitas batu bata yang dihasilkan, dan penghematan alokasi biaya produksi.
Shantosa Yudha Siswanto, Marenda Ishak Sangjaya Sule, Ichsan Nurul Bari, Dani Lukman Hakim
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 109-113; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2605

Abstract:
Pemahaman petani yang rendah tentang konservasi tanah dan air akan membuat lahan pertanian rentan terhadap erosi yang pada akhirnya menurunkan produktivitas lahan pertanian. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada para petani di daerah tersebut tentang pentingnya penerapan konservasi tanah dan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dengan pentingnya pemahaman konservasi tanah dan air bagi petani di Desa Karyajaya dan Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil data kuesioner yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa pada awalnya peserta penyuluhan memiliki pengetahuan yang minim tentang wawasan konservasi tanah dan air, khususnya dampak erosi dan metode yang bisa digunakan dalam menurunkan terjadinya erosi. Setelah dilakukan penyuluh­an, terlihat peningkatan wawasan serta keinginan petani untuk menjaga lingkungan pertanian agar terhindar dari dampak erosi.
Agus Qomaruddin Munir, Zaidir Zaidir, Bagus Subekti Nuswantoro, Yusriadi Yusriadi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 7-14; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2680

Abstract:
Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ditinjau dari perspektif individual maupun sosial dapat mengakibatkan efek ganda (multiplier effect). Efek yang ditimbulkan seperti psikologis, kesehatan individu dan kualitas kesehatan masyarakat. Perempuan dan anak dalam kehidupan sehari-hari sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang terdekat maupun orang tidak dikenal. Banyaknya permasalahan perempuan dan anak maka dibentuklah Satuan Tugas penanganan masalah perempuan dan anak (Satgas PPA), baik di tingkat pusat maupun daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, interview, diskusi, praktek aplikasi penggunaan aplikasi, pendampingan dan monitoring evaluasi. Subjek dari pelatihan ini adalah satuan tugas Per­lindungan dan Perempuan yang berjumlah 15 orang dan tergabung di bawah komando Kepala Desa dan Dinas Sosial Desa Katekan Gantiwarno Klaten Jawa Tengah. Tujuan yang dicapai yaitu penerapan penggunaan aplikasi pengelolaan kegiatan Satgas PPA ini adalah untuk penanganan masalah perempuan dan anak secara nyata di tingkat desa. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah adanya perubahan dalam manajemen pengelolaan dan pelaporan kegiatan satuan tugas Perlindungan Anak dan Perempuan yang dibuktikan dengan penggunaan aplikasi web digunakan dan berdasarkan survei terjadi peningkatan kemudahan dan kepraktisan 85% dari pengelolaan dan pelaporan sebelumnya. Selain itu baik satgas, Kepala Desa dan Dinas Sosial dapat memantau laporan tindak lanjut dan rekapitulasi kegiatan yang menjadi prioritas untuk penyelesaian masalah perempuan dan anak.
Slamet Rosyadi, Paulus Israwan Setyoko, Denok Kurniasih, Wita Ramadhanti, Ayusia Sabhita Kusuma, Zaula Rizqi Atika
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 27-32; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2554

Abstract:
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu lembaga sosial ekonomi yang paling dekat jangkauannya dengan masyarakat desa memiliki peran sosial penting dalam penanganan dampak pandemi COVID-19. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset ini adalah untuk menguatkan kapasitas peran sosial BUMDes dalam penanggulangan dampak ekonomi COVID-19. Metode yang digunakan adalah sosialisasi peran sosial BUMDEs dan pendampingan. Implementasi kegiatan ini meliputi sosialisasi tentang peran sosial BUMDes dan manajemen distribusi paket sembako, masker, dan sabun. Evaluasi sebelum dan setelah kegiatan menunjukkan pengurus BUMDes mengalami peningkatan kapasitas peran sosial dalam penanganan dampak ekonomi COVID-19. Hasil lainnya adalah pemanfaatan potensi desa untuk pengadaan paket sembako. Dengan cara ini, BUMDES dapat menjalan bisnis sosial yang memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Peran sosial ini perlu dioptimalkan agar BUMDes tidak hanya dilihat dari sisi kegagalannya dalam menjalankan fungsi ekonomi komersial.
Inayatillah Djakfar, Isnaliana Isnaliana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 80-88; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2742

Abstract:
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membentuk sebuah model yang efektif dalam melakukan pendampingan pengurusan sertifikasi produk makanan halal bagi UMKM dalam mendukung wisata halal di kota Banda Aceh. Model pendampingan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah action research, dengan menggunakan pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal), dimana pengabdi dan masyarakat bersama-sama terlibat langsung dalam mengoptimalkan segala potensi yang ada. Kegiatan pengabdian ini menggunakan tiga tahapan yaitu: konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi. Hasil pengabdian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa tiga tahapan yang dilakukan dalam proses pendampingan berdampak positif bagi sembilan pelaku UMKM dalam semua aspek. Banda Aceh sebagai destinasi wisata halal berpeluang untuk menjadikan atribut halal sebagai pelayanan yang harus dilengkapi dalam wisata halal terutama dalam bidang produk makanan.
Marenda Ishak Sonjaya Sule, Shantosa Yudha Siswanto
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 51-58; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2627

Abstract:
Makeupuccino merupakan salah satu bisnis online makeup yang saat ini berkembang pesat. Bisnis online seharusnya mampu meraih laba optimal dengan perkembangan teknologi, terlebih pada masa pandemi justru kurang optimal dirasakan. Hal ini yang menjadi evaluasi terhadap kemampuan dan kapasitas SDM yang ada. Kemampuan dan kapasitas yang dimaksud adalah pemanfaatan media sosial yang kurang optimal, kurang terkoordinasinya promosi dan ketersediaan barang, serta konsep dan perencanaan marketing masih terbatas. Berdasarkan analisis media sosial, seperti instagram insight, keyhole, dan sosial blade menunjukkan bahwa tingkat engagement dan follower Makeupuccino belum teroptimalkan dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan dan pengembangan SDM dalam pengelolaan content atau materi, serta pendampingan SDM dalam pengelolaannya. Peningkatan dan pengelolaan dilakukan pada SDM agar media sosial yang dikelola Makeupuccino menjadi lebih terarah dan terkoordinasi. Hal ini dilakukan pada media sosial, baik Instagram dan youtube channel Makeupuccino. peningkatan hasil kegiatan pengabdian berpengaruh pada perbaikan kualitas SDM dan jumlah followers, like, subscribe, comment, serta engagement pada media sosial yang dikelola Makeupuccino.
Dina Maulina, Pramudiyanti Pramudiyanti, Ismi Rakhmawati, Nadya Meriza
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 73-79; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2818

Abstract:
Kompetisi Sains Nasional (KSN) memberikan peluang bagi siswa untuk berkompetisi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudaya­an. Kegiatan Program pendampingan ini bertujuan untuk mem­berikan pemantapan dan pendalaman materi biologi SMA, yang meliputi: (1) Biologi Sel Molekuler, Mikrobiologi, dan Bioteknologi, (2) Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, (3) Anatomi dan Fisiologi Hewan, (4) Genetika dan Evolusi, (5) Etologi, (6) Ekologi, dan (7) Biosistematik pada program pembina­an olimpiade Biologi bagi siswa terseleksi tingkat kota/kabupaten. Metode yang digunakan adalah menerapkan strategi kontekstual, melalui metode praktik terbimbing dengan pemecahan masalah yang dihadapi siswa peserta olimpiade mengenai pemahaman dan kedalaman materi KSN bidang biologi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini bertempat di labora­torium pembelajaran FKIP Unila dan Aula Perpustakaan SMAN 5 Bandar Lampung yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2020. Peserta kegiatan adalah siswa SMA yang telah terseleksi kegiatan KSN Biologi tingkat sekolah yang berjumlah 11 orang peserta. Hasil kegiatan pen­damping­an menunjukkan adanya peningkatan penerapan iptek bagi siswa yang terukur sebagai output melalui lolosnya peserta pada tingkat 4 dan 10 besar tahapan KSN Tingkat Provinsi Lampung. Hal ini membawa dampak pe­ning­katan signifikan terhadap pemahaman siswa di SMAN 5 Bandar Lampung, yang sebelumnya belum pernah lolos kegiatan KSN Bidang Biologi pada tingkat Provinsi.
Reni Astuti Widyowanti, Sunardi Sunardi, Titin Setyorini, Rengga Arnalis Renjani
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 15-21; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2632

Abstract:
Penggunaan pupuk organik perlu ditingkatkan untuk mengurangi konsumsi pupuk anorganik. Salah satu bahan organik yang ketersediaannya melimpah, mudah diperoleh dan terjaga kontinuitasnya adalah kotoran sapi yang dapat diolah menjadi biogas. Salah satu limbah biogas adalah slurry padat yang masih mengandung nutrisi atau zat hara untuk tanaman tetapi pemanfaatannya belum optimal. Melalui pemanfaatan teknologi, limbah biogas dapat dimanfaatkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah, salah satunya menjadi pelet pupuk organik. Tujuan dari program pengabdian adalah: (1) melakukan sosialisasi, memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat khususnya Kelompok Tani Ternak Bulu Andini tentang pembuatan pupuk pelet organik dari limbah biogas. (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya Kelompok Tani Ternak Bulu Andini untuk mengaplikasikan pelet pupuk organik dari limbah biogas dalam pembibitan beberapa tanaman perkebunan, yaitu kopi, kakao, dan pala. Metode kegiatan yang dilakukan antara lain: survey, pelatihan in class, praktik, dan pendampingan. Pengabdian masyarakat ini menghasilkan peningkatan pengetahuan kelompok ternak untuk meningkatkan nilai tambah slurry biogas melalui transfer ilmu pe­ngolahan pelet pupuk yang dapat diaplikasikan pada tanaman per­kebunan. Program pengabdian ini juga mampu memberikan peningkatan kemampuan kepada masyarakat mengenai pemberian pupuk pelet ke tanaman perkebunan dengan teknis aplikasi yang tepat.
Endang Widi Winarni, Daimun Hambali, Endina Putri Purwandari
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 65-72; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2622

Abstract:
Kejadian Pandemi COVID-19 mengakibatkan kegiatan pembelajaran siswa dilaksanakan di rumah atau Belajar Dari Rumah (BDR). Keadaan penanggulangan darurat bencana dengan adanya Kejadian Luar Biasa COVID-19 ini memaksa guru dan warga sekolah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kondisi siswa dan orang tua di rumah. Hal ini menyebabkan, kualitas BDR di setiap keluarga berbeda-beda, karena tidak adanya rubrik penilaian proses dan belajar siswa yang standar untuk setiap orang tua untuk mencapai proses belajar yang bermakna selama masa darurat COVID-19. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SD dalam pembuatan rubrik penilaian proses dan hasil belajar siswa yang terstandarisasi sebagai panduan/pedoman bagi orang tua menjalankan kebijakan BDR. Kegiatan pendampingan guru ini menggunakan metode social learning dengan empat fase yakni fase perhatian, fase retensi, fase reproduksi, dan fase motivasi. Sasaran kegiatan adalah Gugus SD Se-Kota Bengkulu. Melalui rubrik ini dapat mewujudkan prinsip penilaian yang transparan, objektif, adil, efisien, dan akuntabel. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) peningkatan pengetahuan guru paling tinggi pada aspek implementasi penugasan siswa saat BDR secara terintegrasi. (2) peningkatan pengetahuan rubrik pada aspek ketepatan jawaban dan kemunculan gagasan lain/baru. (3) peningkatan keterampilan paling tinggi pada aspek menentukan tema penugasan/proyek mingguan.
Mustofa Mustofa, Moh. Fikri Pomalingo, Agus Susanto Ginting
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 97-102; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2642

Abstract:
Masyarakat di Desa Bubaa umumnya masih menggunakan tugal tradisional saat menanam jagung. Hal ini berpengaruh pada penggunaan biaya, tenaga, dan waktu yang besar jika lahan yang ditanami jagung merupakan lahan miring. Program Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pe­ngetahu­an kepada masyarakat akan pentingnya teknologi pertanian melalui sentuhan alat-alat teknologi tepat guna, seperti alat Gaulmi 3 in 1. Program pengabdian dilakukan dengan cara sosialisasi dan pelatihan tentang alat Tugal Gaulmi 3 in 1. Alat ini merupakan tugal yang digunakan untuk menanam jagung, khususnya di lahan miring dengan sistem kerja 3T (Tancap, Taruh, Timbun). Sosialisasi dan pelatihan tentang alat ini dilaksana­kan di Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa dan diikuti oleh masyarakat berjumlah 25 orang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat Tugal Gaulmi 3 in 1. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusias masyarakat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, terkhusus alat Gaulmi 3 in 1 yang digunakan untuk menanam jagung. Alat ini mempunyai keunggulan dalam kemudahan dalam penggunaan karena tidak membutuhkan pengaturan yang rumit. Ketersediaan buku panduan tata cara penggunaan alat memungkinkan masyarakat mudah menerap­kannya.
Octolia Togibasa, Siane Maria Tampi, Pahala Tua Hutajulu
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 59-64; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2638

Abstract:
Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 telah berdampak di seluruh bidang kehidupan, termasuk dunia olahraga. Di kalangan sepakbola amatir, telah banyak akademi dan sekolah sepakbola yang harus menghentikan aktivitasnya. Namun seiring dengan dikenalkannya gaya hidup normal baru, maka aktivitas sekolah sepakbola dapat dimulai kembali, dengan disertai ketaatan melaksanakan protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pelaksanaan protokol kesehat­an pada masa pandemik COVID-19 bagi sekolah sepakbola Emsyk, Papua. Program pendampingan menggunakan pendekatan simulasi fisika untuk penyebaran droplet, dan berdasarkan panduan FIFA, maka dibuat infografis protokol kesehatan untuk sekolah sepakbola. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring serta luring. Edukasi protokol kesehatan dilakukan dalam bentuk ceramah dan diskusi secara daring untuk memberikan pe­maham­an seluruh siswa sekolah sepakbola Emsyk. Pendampingan dilakukan untuk membantu dan memastikan sekolah sepakbola Emsyk taat dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Hasil dari evaluasi kegiatan yang dilakukan adalah sekolah sepakbola Emsyk telah mampu melaksanakan protokol kesehatan olahraga amatir yang sesuai standar internasional.
Ukhti Raudhatul Jannah, Fauzan Prasetyo Eka Putra, Ainur Rofiq Hafsi, Hasan Basri
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 89-96; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2653

Abstract:
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengembangkan Sekolah Inklusi dengan pemanfaatan media visual scratch dan alat peraga manipulatif dalam pemahaman konsep perkalian bilangan bulat di SDN Lawangan Daya 2 Pamekasan. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lawangan Daya 2 Pamekasan merupakan salah satu sekolah inklusi di kabupaten Pamekasan dengan 3 siswa ABK (berkesulitan belajar, lamban belajar, dan tunagrahita ringan) pada kelas 3. Akan tetapi yang ikut kegiatan ini 2 siswa ABK (berkesulitan belajar, lamban belajar) sesuai ijin orang tua karena asa pandemic covid 19. Media visual scratch adalah media pembelajaran visual untuk penanaman konsep perkalian dengan animasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman. Alat manipulatif dari benda konkret yang bisa di­pegang, di raba, dan di manipulasi oleh siswa sebagai media pembelajaran untuk penanaman konsep matematisnya. Metode pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan ini adalah (1) persiapan (Introduction, Edukasi), (2) Pelaksanaan (Pembelajaran, Workshop), (3) Evaluasi (Pemahaman, Pe­ngenal­an). Berdasarkan hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pemahaman konsep perkalian bilangan pada siswa ABK dan kegiatan workshop pada guru-guru berjalan dengan baik, yang dibuktikan guru antusias dalam mempraktekkan bahan manipulatif dan mampu membuat program scratch. Kegiatan ini dapat dijadikan bahan acuan pembelajaran pada materi lainnya khususnya perkalian bilangan bulat pada sekolah lainnya.
Herman Halomoan Sinaga, Diah Permata, Noer Soedjarwanto, Nining Purwasih
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 22-26; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2633

Abstract:
Salah satu sumber energi terbarukan yang banyak tersedia di Indonesia adalah energi matahari. Energi matahari dapat dikonversikan menjadi energi listrik melalui konversi langsung sel-surya. Metode konversi energi matahari menjadi energi listrik disebut dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya (matahari). Energi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga surya dapat dipergunakan untuk menggerakkan pompa air. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan implementasi pemasang­an pompa air irigasi bagi masyarakat Desa Karang Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Pemilihan didasarkan atas terjadinya kekeringan yang mengakibatkan gagal panen padi masyarakat Desa Karang Rejo pada tahun 2019 yang diakibatkan curah hujan yang sangat rendah. Sistem Pompa air tenaga surya yang dikembangkan menggunakan panel sel surya berkapasitas 200 WP. Baterai dengan kapasitas total 90 AH dipergunakan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan dan dipergunakan untuk menyuplai daya ke pompa air DC berdaya 60 Watt. Hasil pengujian memperlihatkan pompa mampu menyuplai air sebesar 29 liter per menit dengan head 4 meter.
Fx Arinto Setyawan, Helmy Fitriawan, Umi Murdika, Afri Yudamson
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 45-50; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2636

Abstract:
Lampu penerangan jalan merupakan salah satu fasilitas utama yang dibutuhkan suatu daerah. Sayangnya karena keterbatasan energi listrik yang dihasilkan, tidak semua daerah mendapatkan fasilitas ini. Pengabdian ini bertujuan membagi pengetahuan mengenai pembangkit listrik skala mikro bertenaga surya (Swaenergi) untuk diaplikasikan untuk penerangan jalan. Pada pengabdian ini dilakukan pelatihan cara merangkai komponen-komponen yang dibutuhkan dalam lampu jalan swaenergi yang terdiri dari panel surya, Battery Control Regulator (BCR), Aki, dan lampu DC serta cara perawatannya. Materi pelatihan berisikan mengenai pembangkit listrik skala mikro bertenaga surya, komponen yang diperlukan dalam pembuatan lampu penerangan jalan swaenergi, cara perawatan komponen agar lampu penerangan ini lebih awet, dan cara pembuatan atau perangkaian lampu penerangan jalan swaenergi. Keberhasilan pelatihan diukur berdasarkan peningkatan nilai pre-test dengan post-test. Pada pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai penggunaan pembangkit listrik skala mikro bertenaga surya untuk diaplikasikan pada lampu penerangan jalan. Peningkatan pengetahuan diindikasikan dari pening­katan nilai pre-test sebesar 4,07 menjadi 9,07 pada post-test. Perakitan lampu penerangan jalan swaenergi ini dibantu oleh mahasiswa teknik elektro angkatan 2016 dan 2017 dan berhasil dipasang di dusun Kecapi, Padang Cermin, Lampung.
Yogi Dwi Satrio, Andi Basuki, Januar Kustiadi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 38-44; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2621

Abstract:
Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang merupakan salah satu desa wisata yang memiliki banyak potensi yang seharusnya dapat menjadi alternatif kunjungan wisata masyarakat luar. Dari segi pengelolaan wisata yang ada di Desa Selorejo masih sangat terbatas dan bersifat tradisional. Untuk dapat meningkatkan daya tarik wisatawan, diperlukan tambahan fasilitas pendukung dan juga perbaikan secara internal guna menghasilkan SDM yang berkualitas. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PGD), Pemberian materi bentuk-bentuk permainan outbound berbasis alam, Pemberian materi tentang pemasaran wisata bedengan dan penambahan fasilitas titian tali untuk menunjang tempat wisata. Program pengabdian ini dimulai dari kegiatan sosialisasi mengenai rencana pelaksana kegiatan pengabdian. Kegiatan berikutnya yakni pelaksanaan rencana kegiatan yang mana peserta diberikan beberapa bentuk pelatihan dan kemudian mereka melakukan simulasi layaknya melayani wisatawan dengan mengimplemen­tasikan dari hasil kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini direspon positif oleh peserta dan mereka berkomitmen untuk mengaplikasikan segala ilmu yang didapatkan dari program pelatihan yang telah dilaksanakan. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, wisata bedengan kini memiliki tambahan fasilitas permainan outbound titian tali. Selain itu, peserta pelatihan yang berjumlah 15 orang, mengalami peningkatan kemampuan dalam Penanganan Gawat Darurat (PGD), mengetahui beberapa bentuk permainan outbound, dan mampu memaksimalkan penggunaan media sosial untuk promosi tempat wisata.
Rukayah Rukayah, Jenny Indrastoeti Siti Poerwanti, Ahmad Syawaludin
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 33-37; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2656

Abstract:
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pen­dampingan penyusunan instrumen penilaian menulis kreatif berbasis sistem pem­­belajaran daring bagi guru-guru SD di Kota Surakarta. Peserta pe­ngabdian ini adalah guru-guru SD di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Kegiatan pengabdian dilakukan secara offline dan online. Kegiatan pe­ngab­dian dimulai dengan tahap perencanaan, mencakup persiapan materi dan perlengkapan media online untuk kegiatan pelatihan. Tahapan pelaksana­an pelatihan dilakukan dengan menyajikan materi tentang keterampilan menulis dan penyusunan instrumen penilaian menulis kreatif di SD, dan aplikasinya dengan menggunakan sistem pembelajaran daring. Setelah itu dilakukan tahap evaluasi untuk mengetahui capaian peserta pelatihan dalam menguasai materi dan terampil dalam menerapkan instrumen penilaian menulis kreatif. Hasil pelatihan menunjukkan para guru mampu menganalisis kompetensi pembelajaran menulis di SD (82,50%); mampu menjabarkan aspek-aspek penilaian menulis kreatif (80,25%); mampu menyusun kisi-kisi penilaian menulis kreatif (78,60%); mampu menyusun instrumen penilaian keterampilan menulis (78,15%); mampu menyusun deskriptor penilaian (82,15%); dan terampil dalam implementasi instrumen menulis melalui google form (85%). Pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan keterampilan para guru dalam menyusun instrumen penilaian menulis kreatif di sekolah dasar.
, Hendy Hendy, Herlan Pratikto, April Gunarto, Sumargono Sumargono
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 1-6; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2586

Abstract:
Pondok Pesantren El Faws Pagu Kediri tergolong pesantren baru yang memiliki misi kedepan untuk ikut serta membangun generasi muda Islam yang memegang teguh Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Guru pondok bercita-cita agar pesantren El Faws kelak menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan baik ilmu agama maupun ilmu sains, teknologi, dan kewirausahaan. Akan tetapi, sekarang ini dunia sedang dilanda musibah pandemi covid-19 yang mempengaruhi perekonomian termasuk pe­rekonomian para santri. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat, membuka pola pikir santri, dan masyarakat sekitar lingkungan pondok tentang kewirausahaan dengan menggunakan digital marketing di era pandemi covid-19 yang dapat membantu perekonomian para santri. Metode yang digunakan adalah metode pelaksanaan, yaitu tahap persiapan, tahap input, dan tahap proses. Kegiatan pengabdian diawali dari sosialisasi, pemberian kuisioner, praktek cara memfoto produk yang baik, dan pembuatan watermark foto produk. Para santri di pondok pesantren mendukung semua kegiatan. Hasil dari kegiatan tersebut berupa toko online yang dibuat oleh pengurus dan santri guna meningkatkan perekonomian para santri. Toko online dibuat di Shopee dan Bukalapak.
Lindung Zalbuin Mase, Nanang Sugianto
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 81-90; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.2085

Abstract:
Pembelajaran fisika yang monoton di dalam kelas, dapat mengurangi pemahaman sains bagi siswa. Kurangnya pemahaman konsep dan keterampilan proses sains dapat menyebabkan lemahnya motivasi dan minat terhadap fisika. Tulisan ini memaparkan hasil pengabdian masyarakat melalui pengenalan metode geofisika dan geoteknik dalam pembelajaran fisika kepada siswa SMAN 3 Kota Bengkulu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi siswa-siswi SMAN 3 Kota Bengkulu dalam pembelajaran fisika. Pengabdian ini dilakukan dengan mengidentifikasi minat pembelajaran fisika, khususnya yang berkaitan dengan implementasi teori gelombang seismik di lapangan. Selanjutnya, sosialisasi mendalam mengenai konsep gelombang seismik dilakukan untuk meningkatkan pemahaman teoritis siswa. Sebagai bentuk penerapan pemahaman teori yang diperoleh, pengukuran gelombang seismik dan interpretasinya pada area di sekitar sekolah dilakukan oleh para siswa. Hasil pengukuran selanjutnya diulas lebih mendalam, sehingga pemahaman siswa terhadap teori gelombang menjadi optimal. Setelah melakukan program pengabdian ini, perubahan signifikan teramati pada siswa. Para siswa juga mampu menginterpretasikan hasil pengukuran dengan baik. Selain berupa pengetahuan dan pengalaman tentang penerapan metode geofisika dan geoteknik, semangat dan rasa ingin tahu peserta juga semakin bertambah. Keluasaan keilmuan fisika telah disadari, sehingga hampir semua siswa yang mengikuti program ini siap memilih program studi fisika, teknik sipil, dan geofisika sebagai tujuan mereka setelah lulus SMA.
Rachma Purwanti, Ice Diananingrum, Hayatun Azni, Rachmania Anggita Savitri, Helena Rahmarani, Nurzanah Febrianah
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 75-80; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.1976

Abstract:
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita (9%) berstatus gizi kurang. Program Pendampingan keluarga balita gizi kurang di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang bertujuan mendukung berkembangnya pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang tepat bagi gizi balita, mendukung berkembangnya pemahaman ibu tentang tumbuh kembang balita, keterampilan ibu dalam pemberian makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan bervariasi, dan mendukung berkembangnya keterampilan ibu dalam pembuatan F-100 untuk memenuhi asupan harian balita. Program dilaksanakan bulan November-Desember tahun 2019 dengan metode community relation. Program dilaksanakan dengan sasaran 10 orang ibu balita berstatus gizi kurang yang mengunjungi Puskesmas Karanganyar pada bulan November 2019 dan bersedia mengikuti program ini. Hasil dari program Pendampingan keluarga balita di wilayah Puskesmas Karanganyar yaitu: Terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita tentang pemberian ASI secara eksklusif dan MP-ASI yang sesuai dengan gizi balita, meningkatnya kesadaran ibu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita melalui posyandu, meningkatnya keterampilan ibu dalam membuat F-100 untuk meningkatkan asupan gizi balita (terlihat dari kegiatan simulasi dan kunjungan rumah), dan adanya konsumsi makanan balita yang lebih beragam serta peningkatan asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak pada 9 subjek (90% subjek) berdasarkan hasil recall makanan.
Yuliani Yuliani, Rasyid Hs Umrie, Samadi W Bakar
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 91-96; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.1946

Abstract:
Perencanaan keuangan rumah tangga merupakan lini terkecil dalam upaya meningkatkan program pemerintah yang tercantum sebagai Rencana Strategi Literasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dalam merencanakan keuangan ideal sehingga kehidupan untuk menata masa depan dan keberlangsungan keuangan akan menjadi lebih baik. Kegiatan berlokasi di Desa Binaan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya tepatnya di Desa Kota Daro II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir. Khalayak sasaran adalah 40 orang ibu-ibu baik yang bekerja, tidak bekerja, memiliki usaha atau yang belum memiliki usaha. Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi perencanaan keuangan ideal meliputi tiga hal penting yaitu menabung, investasi dan asuransi. Materi akan disampaikan dengan metode penyuluhan. Hasil kegiatan yang merupakan simpulan pengabdian ini adalah ibu-ibu mampu menyusun perencanaan keuangan ideal dengan melakukan tiga hal yaitu menabung, investasi dan asuransi.
Elmanora Elmanora, Rasha Rasha, Kenty Martiastuti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 63-68; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.1928

Abstract:
Desa Segaran merupakan desa di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Salah satu masalah yang dihadapi oleh keluarga di Desa Segaran adalah tingkat kesejahteraan keluarga yang termasuk dalam kategori rendah. Desa Segaran memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, yaitu sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional dan daerah penghasil beras. Potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan dan pengemasan cookies tepung beras di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2019 dan diikuti oleh 30 keluarga. Materi yang disampaikan dalam kegiatan pelatihan adalah materi tentang pembuatan, pendekorasian, dan juga pengemasan cookies tepung beras. Tim pelaksana mempresentasikan alat dan bahan yang dibutuhkan. Tim pelaksana mendemonstrasikan cara untuk membuat, mendekorasi, dan mengemas cookies tepung beras. Setiap peserta pelatihan diminta untuk mencoba membuat, mendekorasi, dan mengemas cookies tepung beras. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta pelatihan. Setelah kegiatan dilaksanakan, pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan dalam membuat, mendekorasikan, dan mengemas cookies tepung beras meningkat.
Henny Sri Mulyani, Feliza Zubair, Yanti Setianti, Ipit Zulfan
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 109-114; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.1830

Abstract:
Tujuan kegiatan pengabdian pemanfaatan "Taman Herbal Bejo" Kelurahan Batununggal Kota Bandung adalah memberikan informasi tentang pemanfaatan taman herbal di lingkungan warga sebagai sarana literasi informasi kesehatan tradisional. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui ceramah dan diskusi. Kelompok sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah ibu-ibu warga di sekitar "taman herbal Bejo" Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung. Manfaat kegiatan ini adalah: pertama, meningkatkan keterampilan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan tanaman obat keluarga atau herbal, khususnya jahe merah sebagai salah satu tanaman obat keluarga; kedua, memfungsikan "taman herbal bejo" sebagai media literasi informasi kesehatan tradisional; ketiga, menata kembali fungsi taman dengan pemberian label nama untuk setiap tanaman obat keluarga yang sudah ada. Hasil evaluasi menunjukkan, peserta pelatihan yang tinggal di sekitar "taman herbal bejo" mulai mengetahui manfaat beberapa tanaman herbal dan tertarik untuk membudidayakannya. Namun, dalam hal budidaya masih perlu diadakan pelatihan lebih lanjut. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat "taman herbal Bejo" Kelurahan Batununggal berjalan lancar dan mendapat respon positif.
Tanto Pratondo Utomo, Irwan Sukri Banuwa, Subeki Subeki, Gusri Ahyar Ibrahim, Suci Hardina Rachmawati
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 121-126; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.2577

Abstract:
Kopi merupakan komoditas unggulan Provinsi Lampung yang harus terus ditingkatkan potensinya agar lebih membawa manfaat bagi petani sekaligus mengatasi masalah fluktuasi harga kopi. Bagian tanaman kopi yang belum dimanfaatkan adalah bunga kopi yang memiliki aroma wangi yang khas. Komponen aromatik bunga kopi dapat diekstrak menggunakan proses hydro-distillation menggunakan peralatan destilasi dan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk menanganinya. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan petani kopi tentang proses destilasi bunga kopi dan peralatan untuk mendapatkan komponen aromatik bunga kopi, (2) meningkatkan pengetahuan petani kopi tentang penanganan bunga kopi yang baik sebelum diproses untuk mendapatkan komponen aromatiknya, dan (3) meningkatkan pengetahuan petani kopi tentang hasil destilasi bunga kopi yang mempunyai mutu yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Hasil pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani kopi tentang (1) proses destilasi bunga kopi dan peralatan yang dibutuhkan dalam mendapatkan komponen aromatik bunga kopi; (2) penanganan bunga kopi yang baik sebelum diproses untuk mendapatkan komponen aromatiknya; (3) hasil destilasi bunga kopi yang mempunyai mutu yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan.
Fransiska Soejono, Theresia Sunarni, R. Kristoforus Jawa Bendi, Maria Rosari Efila, Savira Anthony, Wenny Angeliana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 103-108; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.2214

Abstract:
Kegiatan ini, ditujukan untuk memberikan pemahaman pentingnya mengurus ijin usaha dan mengenalkan One Single Submission (OSS) untuk mengurus ijin usaha secara online. Hal ini dikarenakan ijin usaha menjadi landasan suatu usaha untuk melakukan kegiatannya secara legal. Pada awalnya, metode yang digunakan dalam kegiatan direncanakan berbentuk ceramah dan simulasi penggunaan OSS, namun karena terjadi pandemi Covid-19 maka metode kegiatan diubah menjadi ceramah dan diskusi online menggunakan whatsapp grup. Hasil pre dan post test menunjukkan ada peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra mengenai berbagai hal terkait pengurusan ijin usaha menggunakan OSS. Rata-rata jawaban mitra atas pertanyaan umum terkait penyelenggaraan kegiatan adalah 4,8. Artinya sebagian besar mitra menganggap bahwa topik, bahan/materi, bentuk kegiatan menarik, dan penyampaian materi jelas. Kegiatan pendampingan ini efektif dalam memberikan simulasi bagi usaha mengurus ijin usaha secara online dengan OSS.
Yusriadi Yusriadi, Saidna Zulfiqar Bin Tahir, M. Awaluddin, Misnawati Misnawati
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 115-120; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.2529

Abstract:
Pada era pandemic Covid-19 ini, kehidupan ekonomi masyarakat semakin menurun, sehingga menimbulkan kesenjangan di masyarakat, terlebih lagi semakin menambah jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. Socialpreneur merupakan salah satu strategi atau kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, dalam rangka mendukung upaya pengentas­an kemiskinan pedesaan melalui pendekatan gender, yakni pemberdayaan perempuan melalui ibu-ibu penerima bantuan PKH dengan maksud terbentuknya semangat berwirausaha sebagai wujud memberdayakan ibu-ibu melalui pembuatan sabun cuci, jajanan tradisional, dan kegiatan konveksi. Pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Cina Kabupaten Bone, dengan membina 8 ibu-ibu penerima bantuan PKH. Kegiatan ini dimulai dengan motivasi, pengenalan kewirausahaan, melihat kebutuhan pasar, desain produk, branding produk dan pemasaran produk berbasis teknologi informasi. Luaran dari kegiatan ini berupa terbentuknya socialpreneur di kalangan ibu-ibu yang mampu memberikan penghasilan tambahan kepada keluarga, dan terciptanya produk barang kebutuhan rumah tangga yang layak dipasarkan secara luring dan daring.
, Rusman Efendi, Mustakim Mustakim
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 69-74; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.1931

Abstract:
Manajemen penyakit hipertensi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kondisi medis pasien dan memperlambat terjadinya komplikasi. Akan tetapi pelaksanaan program manajemen penyakit hipertensi belum terlaksana dengan optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif keluarga dalam mendukung kesuksesan pengelolaan penyakit hipertensi di Kelurahan Pondok Jaya, Tangerang Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu analisis situasi, formulasi rencana, implementasi, dan monitoring evaluasi. Tahap analisis situasi dilakukan dengan survey mawas diri dan telaah data sekunder di Puskesmas. Tahap kedua dilakukan dengan melakukan musyawarah masyarakat. Tahap implementasi terdiri dari tiga program yaitu door to door campaign dan skrining hipertensi, edukasi/penyuluhan, dan senam bersama. Evaluasi tekanan darah sistol dan diastol serta pengetahuan peserta sebelum dan sesudah program. Hasil intervensi menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna tekanan darah sistol, diastol, dan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah program (p
, Laela Tien Nurjanah
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 97-102; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i2.2109

Abstract:
Feed management is one aspect in the livestock business that must be considered because it includes factors that affect production costs. The Farmers Group in Indramayu received a grant from one of the State-Owned Enterprises (BUMN) to develop the laying hens business. Based on the survey that has been done, the problem faced by this breeders group is the lack of insight about good feed management. These problems will indirectly affect the sustainability of the business being run. Therefore there is a need for counseling to increase the knowledge of breeders' groups regarding feed management in order to maintain and improve the sustainability of the business being run. Counseling activities carried out by lecture method and interspersed with discussions based on information that has been presented. Before and after counseling activities are evaluated (Pre-test and Post-test). Based on the evaluation conducted, it can be concluded that there was a significant increase in knowledge after the training activities, as evidenced from the questionnaire level of knowledge of farmers at the time before counseling only 20% to 100% after counseling. Furthermore, it is necessary to assist farmers in the application directly to the application of material that has been given during counseling, so that business continuity is getting better and increasing.
Christy Maulidiah, Reski Harisma Dewi Barkah, Riswandi Syam, Cakra Dewandaru, Rafi Ichsanul Iqbal, Anindita Septiarini
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 58-62; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.1871

Abstract:
Kewirausahaan dapat diciptakan oleh setiap manusia. Kreatifitas manusia menjadi salah satu penyebab terciptanya suatu kewirausahaan, bahkan dari kreatifitas mahasiswa sendiri pun dapat menciptakan suatu kewirausahaan salah satu nya adalah JANGAN MUPENG (Jasa undangan dan mahar untuk pengantin). Sebagian besar dari calon pengantin menginginkan acara yang sesuai dengan keinginan mereka yang terkesan mewah dan elegan namun dengan harga yang terjangkau. Namun sebagian besar dari mereka mengalami kesulitan ketika mencari informasi mengenai undangan yang trendi dan sesuai dengan konsep pernikahan yang mereka inginkan. JANGAN MUPENG di Samarinda memiliki peluang bagus karena jasa pembuatan undangan dan mahar dapat menyesuaikan dengan keinginan calon pengantin. JANGAN MUPENG ini menyediakan jasa pembuatan undangan dan mahar bagi calon pengantin sesuai dengan keinginan mereka. Ditinjau dari keadaan ekonomi masyarakat kota Samarinda yang cenderung mencari dan membeli barang yang murah tetapi tetap berkualitas, optimis bahwa produk jasa yang ditawarkan akanbanyak diminati oleh masyarakat. Produk usaha jasa ini menawarkan 2 luaran produk yang dapat dipilih pelanggan yaitu undangan dan mahar. Desain yang unik dan menyesuaikan selera dari calon pengantin menjadi daya jual tersendiri.
Resi Ariyasa Qadri, Rizqi Haniyah, Asqolani Asqolani
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 38-42; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.1902

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pendampingan pengembangan kompetensi pengelolaan kewajiban perpajakan, terutama pemungutan Pajak Pertambahan Nilai kepada entitas penyedia air bersih di Kota Bekasi, sehingga diharapkan kepatuhan pemungutan PPN di entitas tersebut dapat meningkat. Metode pelaksanaan kegiatan ini diselenggarakan dengan melakukan kegiatan identifikasi awal kebutuhan, kegiatan penyusunan proposal, rapat finalisasi persiapan, dan pelaksanaan pendampingan pengembangan kompetensi perpajakan. Kegiatan selesai dilakukan dengan baik sehingga para peserta mengungkapkan bahwa mereka sangat puas dan merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Oleh karena itu, diperlukan program lanjutan untuk pendampingan mitra terkait pengelolaan perpajakan yang berkaitan dengan pelaporan pemungutan PPN tahun berikutnya.
Dindin Sobiruddin, Gelar Dwirahayu, Dedek Kustiawati, Gusni Satriawati
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 13-20; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.1892

Abstract:
Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam pembentukan pribadi anak-anak, khususnya bagi anak-anak usia lima tahun. Tidak mudah untuk mengajar anak-anak, terutama mengembangkan keterampilan anak yang lebih fokus pada pemanfaatan simbol atau bahasa. Dalam hal ini, konsep yang dibangun siswa berdasarkan pada apa yang mereka rasakan secara angsung melalui panca indera atau pe-ngalaman. Untuk mengajarkan konsep dan konten materi pelajaran kepada siswa RA harus menggunakan konteks nyata yang dipahami oleh siswa, sehingga apa yang mereka pelajari di kelas sama dengan apa yang mereka alami. Guru RA harus memiliki keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran yang akan membantu proses pembelajaran di kelas. Salah satu media yang digunakan adalah teknologi TIK. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru RA di Kabupaten Pandeglang-Banten dalam memanfaatkan media ICT berbasis proyektor interaktif, yang dilaksanakan pada Bulan Desember tahun 2018. Dalam kegiatan pendampingan, melibatkan 56 orang guru RA, dua pembicara, lima orang mahasiswa, dan enam orang dosen dari jurusan pendidikan matematika di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru sangat antusias dalam sosialisasi pemanfaatan media ICT berbasis proyektor interaktif, guru sangat terampil dalam mengoperasionalkan media pembelajaran menggunakan media ICT berbasis proyektor interaktif dan siswa sangat aktif ketika proses pembelajaran dengan menggunakan ICT berbasis proyektor interaktif.
Hapsoh Hapsoh, Wawan Wawan, Isna Rahma Dini
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 21-28; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.1897

Abstract:
Air merupakan unsur penting yang dibutuhkan dalam budidaya tanaman cabai di Desa Langsat Permai. Selama ini, petani Desa Langsat Permai memanfaatkan air kanal yang berada di sekitar lahan untuk usaha budidaya cabai maupun tanaman lainnya. Akan tetapi, petani sulit mendapatkan air apabila terjadi musim kemarau sehingga menghambat usaha budidaya tanaman yang mereka lakukan. Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan Iptek bagi Desa Mitra (IbDM) melakukan pembangunan canal blocking yang bertujuan untuk mengelola ketersediaan air khususnya pada musim kemarau. Pembangunan canal blocking tersebut sangat memberikan manfaat pada peningkatan hasil produksi cabai dimana tahun 2018 produksi cabai sebesar 14-15 ton/Ha dibandingkan pada tahun 2017 hanya berkisar 10-11 ton/Ha. Tidak hanya produksi cabai yang meningkat, pembangunan canal blocking ini juga memberikan dampak kepada meluasnya lahan sawit yang dikonversi menjadi lahan budidaya tanaman pangan maupun hortikultura. Terlihat dari jumlah lahan sawit yang dikonversi menjadi lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura sebesar 26 Ha pada tahun 2018. Hal ini sangat mendukung program Pemerintah Kabupaten Siak dimana pemerintah mendorong kegiatan pertanian baik pangan maupun hortikultura dibandingkan perkebunan sawit. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak dalam hal ini Bupati dan Kepala Dinas terkait melakukan kegiatan panen raya pada tahun 2018. Kegiatan ini sangat menguntungkan petani karena mereka dapat mengajukan beberapa sarana dan prasarana guna meningkatkan budidaya tanaman khususnya cabai. Pemerintah Kabupaten Siak juga mendorong Desa Langsat Permai menjadi salah satu daerah agrowisata berbasis tanaman cabai yang menampilkan budidaya cabai sampai penanganan pascapanen cabai.
Puji Kurnianingsih, Andika Fadila Syuja, Nabilla Ulfah Prihandini, Reza Kurniawan, Taufik Raharjo, Agus Sunarya Sulaeman
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 53-57; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.2139

Abstract:
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya akuntansi bagi dan membekali keterampilan dalam pengelolaan keuangan atau akuntansi dengan aplikasi “Akuntansi UKM” berbasis Android kepada para pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Hendro Mulyo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah perencanaan, melalui wawancara untuk mengidentifikasi masalah yang timbul dalam pengelolaan BUMK dan kemudian membuat rencana aksi. Tahap kedua yaitu persiapan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan observasi serta menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan tahap selanjutnya. Tahap ketiga berupa pendampingan secara langsung kepada pengelola Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman pentingnya pengelolaan administrasi keuangan usaha dan akuntansi dengan menggunakan aplikasi “Akuntansi UKM”. Kendala yang dihadapi adalah sarana yang digunakan oleh objek pengabdian belum mendukung penggunaan aplikasi ini
Vina Anggilia Puspita, Mira Veranita, Gunardi Gunardi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 29-37; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.2137

Abstract:
Program pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat di Kampung Pasir Lanjung, Desa Jagabaya, dalam mengembangkan usaha kerupuk kulit singkong. Usaha ini sudah dirintis cukup lama, sejak tahun 2002, namun masyarakat tidak memahami dengan baik cara mengelola bisnis mereka. Permasalahan tata kelola bisnis seperti cara pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan pencatatan keuangan masih menjadi kendala masyarakat dalam mengembangkan usahanya, untuk itu perlu dilakukan pendampingan, pelatihan dan pemberian bantuan alat guna meningkatkan daya saing produk dan tata kelola bisnis, agar mampu bersaing dan berkembang secara berkesinambungan. Metode program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu (1) tahap awal , (2) tahap pelaksanaan dan (3)tahap akhir. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, setelah di­laksanakannya program pengabdian, masyarakat menjadi lebih paham bagai­­mana melakukan pencatatan keuangan sederhana, pemasaran produk dan pengemasan. Diharapkan dalam jangka panjang pelaku usaha di Desa Jagabaya dapat memanfaatkan pengetahuan yang sudah diberi­kan,untuk dapat mengembangkan bisnis mereka secara berkesinambungan, dan untuk selanjutnya bisa menjadi Badan Usaha Milik Desa.
Rina Fitriana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 8-12; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.2059

Abstract:
Desa Wisata Cikolelet Kabupaten Serang Banten merupakan desa wisata yang menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan pantai Anyer dan sekitarnya. Daerahnya yang sejuk dan berbukit menjadikannya lebih nyaman dan dipandang relatif aman dari gelombang tsunami. Seiring kunjungan masyarakat yang semakin tinggi, tidak sedikit wisatawan yang tertarik menginap dan menyebabkan keberadaan homestay bertambah penting. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen pengelolaan homestay terhadap pemilik homestay. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, interview, diskusi, praktek aplikasi pembukuan dan pemasaran, pendampingan dan monitoring evaluasi. Subjek dari pelatihan ini adalah pemilik homestay yang berjumlah 18 orang dan tergabung di bawah naungan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cikolelet. Tujuan yang akan dicapai yaitu meningkatkan kemampuan manajerial pemilik homestay. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya perubahan dalam manajemen pengelolaan homestay yang dibuktikan dengan digunakannya media sosial dalam pemasaran yang mampu menambah tamu sebanyak 15%. Selain itu mereka juga memiliki pencatatan keuangan tentang transaksi sehari-hari mereka yang dapat menjadi dasar untuk penghitungan laba rugi guna mengukur perkembangan homestay. Perubahan ini diharapkan menjadikan homestay lebih maju dan ramai sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para pemiliknya.
M. Agphin Ramadhan, Arris Maulana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 47-52; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.1886

Abstract:
Salah satu penerapan era revolusi industri 4.0 di bidang industri konstruksi adalah Building Information Modelling (BIM). BIM merupakan seperangkat teknologi, proses kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara terintegrasi dalam sebuah model digital, yang kemudian diterjemahkan sebagai gambar tiga dimensi. Salah satu upaya pemerintah untuk mensosialisasikan penggunaan BIM yaitu dengan menerapkan BIM sebagai kompetensi keahlian di tingkat SMK. SMK Teknik Bangunan yang kini namanya menjadi SMK Teknologi Konstruksi dan Properti memiliki tugas besar dalam menyiapkan SDM Konstruksi yang siap pakai. Salah satu software yang mendukung hal ini adalah Autodesk Revit. Oleh karena itu tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada Guru SMK Teknik Bangunan mengenai konsep BIM melalui Autodesk Revit. Peserta kegiatan merupakan guru-guru yang berasal dari SMKN 1 Cikarang Barat, SMKN 3 Depok, SMKN 1 Cibinong, SMKN 1 Karawang, SMKN 1 Jakarta, SMKN 4 Jakarta, SMKN 26 Jakarta, SMKN 35 Jakarta, SMKN 52 Jakarta, SMKN 56 Jakarta, dan SMKN 58 Jakarta. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, 94% peserta telah memahami konsep BIM setelah mengikuti kegiatan ini.
Ahmad Nalhadi, Syarifudin Syarifudin, Fikri Habibi, Abdul Fatah, Supriyadi Supriyadi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 43-46; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v4i1.2134

Abstract:
Pengelolaan sampah merupakan permasalahan yang umum dialami masyarakat perkotaan. Desa Pageragung, Walantaka, Kota Serang juga mengalami masalah pengelolaan sampah yang disebabkan tidak tersedia­nya tempat pembuangan sampah dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah di masa mendatang. Peningkatan kesadaran dilakukan dengan cara me­manfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair sehingga mampu mengurangi sampah yang dihasilkan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juni sampai awal Juli 2019 yang merupakan bagian program kerja KKM Universitas Serang Raya. Program pengabdian ini menghasilkan peralatan pembuatan pupuk cair dengan bahan baku limbah rumah tangga dengan memanfaatkan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Hasil dua kali uji coba diperoleh pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk penyubur tanaman, terutama tanaman yang ada di pekarangan masyarakat. Pemanfaatan peralatan ini secara jangka panjang mampu menurunkan limbah rumah tangga dan mampu meningkatkan kesuburan tanaman masyarakat.
Liza Evita, Haban Rofiq, Kukuh Fadli Prasetyo
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 81-86; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.986

Abstract:
Negara, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk siswa SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Pusat berkewajiban untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan agar lingkungan hidup Indonesia dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat Indonesia serta makhluk hidup lain. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup merupakan bagian dari materi hukum lingkungan. Para siswa SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Pusat belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang penyelesaian sengketa lingkungan. Oleh karena itu para siswa, khususnya siswa SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Pusat perlu memperoleh informasi hukum lingkungan, melalui penyuluhan hukum. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah agar para siswa memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang hukum lingkungan khususnya mengenai penyelesaian sengketa lingkungan untuk selanjutnya makin berdaya dalam meningkatkan kesadaran hukum bagi siswa di sekolah dan menularkan pengetahuannya kepada lingkungan di sekitarnya. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan. Kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman secara signifikan bagi peserta dan merupakan media yang cukup efektif untuk memberikan pemahaman tentang penyelesaian sengketa lingkungan.
Ririanti Rachmayanie. J, Ali Rachman, Nina Permata Sari, Akhmad Sugianto, Muhammad Andri Setiawan
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 69-74; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.1694

Abstract:
Workshop koordinasi penyamaan persepsi penilaian Praktek Pengajaran di Sekolah (PPS) Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lambung Mangkurat dilakukan dengan tujuan menyamakan persepsi guru bimbingan dan konseling sebagai guru pamong terhadap pelaksanaan penilaian praktikum mahasiswa bimbingan dan konseling. Kegiatan workshop dilaksanakan sehari yakni pada tanggal 23 Agustus 2019, dengan jumlah peserta workshop 24 orang guru bimbingan dan konseling. Secara teknis pelaksanaan workshop berlangsung dalam dua agenda kegiatan utama yakni: penyampaian materi dan curah pendapat. Pelaksanaan kegiatan workshop dilakukan dengan mempertemukan pihak Program Studi Bimbingan dan Konseling dan Unit Mikro Teaching Praktek Pengajaran di Sekolah Universitas Lambung Mangkurat dengan guru Bimbingan dan Konseling. Berdasarkan pelaksanaan pengabdian diperoleh pemahaman dan pengertian yang sama dalam memberikan penilaian kegiatan praktikum mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di sekolah praktek.
Sahrupi Sahrupi, Mohamad Jihan Shofa
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 75-80; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.1791

Abstract:
Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang diberi judul Inovasi Kerajinan Produk Bambu di Kelurahan Pabuaran. Kegiatan kedua difokuskan pada upaya penyusunan strategi pemasaran produk kerajinan dengan pendekatan kebutuhan konsumen. Program kegiatan ini dipilih berdasarkan permasalahan mitra yang masih sulit dalam mengembangkan pemasaran produk yang berhubungan dengan kerajinan casing lampu. Penyusunan strategi pemasaran menggunakan konsep SWOT analisis. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan teridentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pen­jualan produk dan strategi yang diusulkan untuk meningkatkan penjualan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemasaran produk mitra antara lain melakukan riset pasar, menentukan fungsi, desain dan kualitas produk, menentukan varian produk, menentukan brand name, menentukan harga pokok produksi, promosi online dan offline dan membuat model pengemasan
Amrie Firmansyah, Amardianto Arham, Aji M. Elvin Nor
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 57-63; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.1766

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi UMKM dengan memberikan pemahaman dasar-dasar akuntansi, penggunaan aplikasi akuntansi UKM berbasis android, dan pengenalan standar akuntansi keuangan EMKM. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah tahap perencanaan melalui observasi dan wawancara pendahuluan. Tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan berupa bimbingan teknis yang dilakukan dengan memaparkan materi, praktik penyusunan laporan keuangan, dan diskusi. Tahap ketiga adalah monitoring yang bertujuan untuk menampung permasalahan yang dihadapi oleh UMKM dalam menyusun laporan keuangan secara mandiri. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, pemilik UMKM XYZ selaku pengelola operasional bisnis UMKM cukup memahami dalam menyusun laporan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih perlu dilanjutkan untuk memastikan UMKM XYZ dapat menyusun laporan keuangan dengan benar.
Agus Sujarwadi, Al Musa Karim, Akhmad Afnan
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 52-56; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.1674

Abstract:
Kelompok PKK desa Sumberadi, memiliki banyak anggota yang produktif. Media promosi hasil usaha merupakan salah satu alat yang dapat meningkatkan pemasaran. Program promosi yang dilakukan baru sebatas word of mouth, brosur sederhana, papan nama sederhana, dan pemanfaatan media daring (online) melalui media sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendesain sistem yang dapat berguna sebagai dasar pengembangan aplikasi promosi bagi usaha-usaha produktif kelompok PKK desa Sumberadi. Langkah-langkah penyusunan sistem ini, dimulai dengan menyusun aliran data dan proses, menyusun desain tabel-tabel dan menyusun desain tampilan masukan dan keluaran. Desain sistem mampu menampung 3 pengguna utama yaitu admin, pengusaha dan pengguna. Penerapan integrasi tiga pengguna diharapkan mampu mengefektifkan komunikasi dalam proses pemasaran.
Dedy Nataniel Ully, Bernadus Wuwur
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 64-68; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.849

Abstract:
Masyarakat Desa Delo memiliki usaha peternakan yang dilakukan secara tradisional yaitu dengan cara melepaskan ternaknya pada siang dan membuang kotoran di sembarang tempat, sehingga menimbulkan bau busuk yang tidak sedap dan mencemari lingkungan sekitar pemukiman. Bau yang ditimbulkan oleh kotoran ternak juga mengganggu para tetangga di sekitar rumah sehingga menimbulkan persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. Program pengabdian ini bertujuan merancang reaktor biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak masyarakat. Reaktor ini berfungsi mengolah kotoran ternak menjadi biogas sehingga dapat dipakai sebagai sumber bahan bakar untuk keperluan memasak. Hasil pengabdian ini menghasilkan reaktor biogas yang mampu mengubah kotoran hewan menjadi biogas sebagai energi alternatif untuk rumah tangga. Penggunaan instalasi biodigester portable memudahkan pengoperasian dan didesain membuang ampas kotoran yang langsung dapat digunakan sebagai pupuk. Pembuatan alat ini diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah atau kayu hasil penebangan di hutan.
Setia Wardani, Nafisah Endahati
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3, pp 47-51; https://doi.org/10.30656/jpmwp.v3i2.1502

Abstract:
Kelompok Budidaya Mina Jaya berdiri pada tahun 2012 yang berlokasi di Dusun Gupakwarak Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Bantul. Kelompok Budidaya Mina Jaya membudidayakan jenis ikan gurame, ikan nila dan ikan lele. Ketiga jenis ikan dipilih oleh kelompok budidaya karena masa panen yang cukup singkat yaitu enam bulan untuk jenis ikan nila dan gurame serta tiga bulan untuk jenis ikan lele. Tujuan dari pengabdian di Kelompok Budidaya Mina Jaya Dusun Gupakwarak adalah memberikan pemahaman tentang promosi melalui website, peningkatan motivasi dan kreatifitas anggota. Metode yang digunakan pada Pendampingan Promosi Berbasis Web di Kelompok Budidaya Mina Jaya Dusun Gupakwarak antara lain mengadakan ceramah dan diskusi, mengadakan pelatihan/workshop dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian dapat membantu meningkatkan kemampuan penggunaan web untuk meningkatkan informasi dan promosi produk yang dihasilkan oleh Kelompok Budidaya Mina Jaya Dusun Gupakwarak.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top