Refine Search

New Search

Results in Journal MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman: 64

(searched for: journal_id:(208771))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Nursaptini Nursaptini, Arif Widodo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3939

Abstract:
Abstrak Anak tuna laras identik dengan perilaku yang buruk. Stigma anak tuna laras sebagi anak nakal telah melekat. Anak tuna laras memiliki masalah yang serius dengan karakter. Permasalahan semacam ini juga terjadi di salah satu madrasah inklusi di Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembentukan karakter terhadap anak tuna laras di madrasah inklusi. Penelitian in ididesain dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima anak tuna laras. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penggunaan metode dakwah bil hikmah terhadap perubahan karakter anak tuna laras? Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembentukan karakter anak tuna laras di madrasah inklusi dengan menggunakan pendekatan komunikasi persuasif dari metode dakwah bil hikmah telah berhasil. Guru memperlakukan anak tuna laras dengan kasih sayang, mau mendengar keluh kesah dan melakukan komunikasi persuasif. Penggunaan pendekatan ini dapat merubah perilaku anak tuna laras, emosi menjadi lebih stabil, hubungan sosial membaik dan partisipasi belajar meningkat. Kata Kunci: komunikasi persuasif, dakwah bil hikmah, tuna laras, pembentukan karakter Abstract Children with emotionally handicapped identic with bad behavior. The stigma as a naughty children has lingered. Children with emotionally handicapped have serious character problems. This kind of problem also occurs in one of inclusion madrasas in West Lombok. This study aims to determine the effect of character building methods on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah. This research was designed in qualitative research with a case study approach. The subjects in this study consist of five children with emotionally handicapped. The main problem in this research is how is the effect of using da'wah bil hikmah method on changes in children with emotionally handicapped character. Based on results of the study, it can be concluded that character building on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah using persuasive communication approach da'wah bil hikmah method has been successful. The teachers treat the children with emotionally handicapped with love, willing to listen their complaints and makes persuasive communication. The use of this approach can change children with emotionally handicapped behaviour, their emotions become more stable, improve in social relations and increase in learning participation. Keywords: persuasive communication, da'wah bil hikmah, children with emotionally handicapped, character building
Anis Fuadah Z, Nidha Yulianti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3941

Abstract:
Abstrak Permainan tradisional banyak yang mengandung nilai- nilai karakter, namun pada saat ini permainan tradisional tersebut semakin tergantikan oleh permainan digital seperti game online, playstation atau permainan yang terdapat di Handphone sehingga mempengaruhi karakter anak. Akibatnya mereka tidak memperdulikan kehidupan disekelilingnya, seperti memiliki dunia sendiri dengan gadged-nya. Oleh karena itu, penelitian ini ditulis bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan nilai- nilai karakter dari permainan tradisional, yang salah satunya ialah Lojo /Palejo. Sehingga pada akhirnya dapat melestarikan permainan tradisional yang bermanfaat untuk menumbuhkan karakter anak. Fokus dalam penelitian ini adalah analisis nilai- nilai karakter yang terdapat didalam Lejo/Palejo khususnya pada siswa sekolah dasar. Hal ini dilatar belakangi pada usia ini merupakan usia bermain, maka kita perlu memberikan bimbingan tentang permainan yang baik untuk perkembangannya. Disamping itu, usia siswa sekolah dasar merupakan usia pembentukan kepribadian, sehingga penting sekali dilakukan penanaman karakter. Penelitian ini ditulis berdasar pada analisis studi pustaka. Hasilnya menunjukan bahwa permainan Lojo/Palejo dapat menanamkan dan membentuk nilai- nilai budaya dan membangun karakter anak seperti disiplin, jujur, mandiri, tanggungjawab, kerja keras, semangat, bersahabat, cinta damai dan musyawarah. Kata Kunci : permainan tradisional, anak MI/ SD, Lojo (palejo), nilai karakter. Abstract Many traditional games contain character values. These traditional games are increasingly being replaced by digital games such as online games, playstations or games on mobile phones that affect children's characters. As a result they do not care about life around them, like having their own world with its gadged. Therefore, this study aims to explore and describe character values of traditional games, one of which is Lojo/Palejo. The end goal is to preserve traditional games that are useful for fostering children's character. The focus in this study is analysis of character values in Lejo/Palejo, especially for elementary school students. This is because children at that age need to provide guidance on appropriate game for their development. In addition, age of elementary school students is age of personality formation, so it is very important to implement character. This research is a literature study. The results show that Lojo/Palejo game can apply and shape cultural values also build children's character such as discipline, honesty, independence, responsibility, hard work, enthusiasm, friendship, love of peace and deliberation. Keywords: traditional games, MI/SD children, Lojo (palejo), character values.
Siti Rosidah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3945

Abstract:
Abstrak Penelitian tindakan kelas ini menerapkan metode drill dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas III semester genap di SD Negeri Sekaran 02 Gunungpati Semarang tahun ajaran 2018/2019 pada materi bacaan dan gerakan salat. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah penerapan metode drill dalam pembelajaran PAI semester 2 materi gerakan dan bacaan salat di SD Negeri Sekaran 02 Gunungpati Semarang, (2) Bagaimana efektifitas pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan metode drill materi gerakan dan bacaan salat di SD Negeri Sekaran 02. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Sekaran 02 Kecamatan Gunungpati Kota Semarang tahun pelajaran 2018/2019. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I 60%, siklus II 80%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa metode drill dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas III semester II pada kompetensi dasar menghafal bacaan salat dan menampilkan keserasian gerakan salat sangat efektif. Kata kunci: metode drill, pembelajaran PAI, gerakan dan bacaan salat. Abstract This classroom action research applies drill method to increase activity and learning outcomes for third graders in semester 2 at SD Negeri Sekaran 02 Gunungpati Semarang year 2018/2019 on material salat movement and reading. Problems studied in this research are: (1) Is the application of drill method in Islamic Education (PAI) lesson semester 2 on material salat movement and reading at SD Negeri Sekaran 02 Gunungpati Semarang, (2) How is the effectiveness of implementation Islamic Education lesson using drill method on material salat movement and reading at SD Negeri Sekaran 02. This study used action research in two cycles. Each cycle consists of four stages, they are: design, activities and observations, reflection, and revision. The target of this research is third graders at SD Negeri Sekaran 02, Gunungpati, Semarang, year 2018/2019. The data obtained are in formative test results, observation sheets of teaching learning activities. From analysis result, the writer found that student learning achievement had increased from cycle I to cycle II, in cycle I is 60% and cycle II is 80%. The results of this study reveal that drill method give positive effect on learning outcomes of third graders semester 2 on basic competence of memorizing salat reading and practicing salat movements in harmony effectively. Keywords: drill method, Islamic education lesson, salat movements and reading.
Sukarman Sukarman
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3940

Abstract:
Abstrak Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran paradigma pembelajaran berbasis luring pada pembelajaran berbasis daring di masa pandemic Covid-19. Hal tersebut merupakan dampak dari adanya upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 dengan melakukan pembatasan sosial yang berdampak pada banyak aspek kehidupan termasuk pendidikan. Tujuan dari penelitian penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana problematika, kelebihan, kekurangan, dan kendala dari pelaksanaan pembelajaran berbasis daring di masa pandemic Covid-19 di MI Miftahul Huda Jepara. Temuan dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis daring sangat membantu proses belajar mengajar di masa pandemic Covid-19. Namun pembelajaran berbasis daring juga memunculkan persoalan baru yang kompleks bagi guru, orang tua, dan peserta didik. Kata kunci: pembelajaran daring, pusat pendidikan, Covid-19 Abstract Background of this paper is changes on paradigm offline-based learning to online-based learning during pandemic Covid-19. This is the impact of efforts to prevent and cut off the chain of Covid-19 spread by carrying social distancing that have an impact on many aspects in life including education. The purpose of this research study is to analyze how the problems, strengths, weaknesses, and constraints of implementing online-based learning during pandemic Covid-19 at MI Miftahul Huda Jepara. The findings of this study are that online-based learning has greatly helped the teaching and learning process during pandemic Covid-19. However, online-based learning also raises new, complex problems for teachers, parents, and students. Keywords: online learning, education center, Covid-19
NiMas Puspitasari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3943

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan melihat faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 pada guru Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dapat dilaksanakan oleh semua guru di Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Adanya factor pendukung yang menunjang proses pembelajaran yaitu tersedianya fasilitas HP/ Laptop bagi siswa serta mendapatkan bantuan internet dari pemerintah, namun pembelajaran daring pada masa pandemic COVID-19 belum dapat dikatakan efektif karena pembelajaran daring yang dilakukan dalam jangka waktu panjang menimbulkan dampak pada siswa menjadi jenuh karena tidak ada interaksi dengan teman, mereka bosan dengan pemberian tugas setiap harinya. Siswa juga menjadi malas dalam mengerjakan tugas, tidak semua materi dapat dipahami dengan baik. Hal tersebut menjadikan pengumpulan tugas menjadi sangat terlambat sehingga menjadikan guru sulit melakukan penilaian. Faktor hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah tidak semua siswa meiliki HP pribadi, kuota internet yang belum mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran daring serta kurangnya pendampingan orangtua dalam proses belajar dirumah, Orang tua menjadi seseorang yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring, karena orangtua secara yang secara langsung terlibat dalam membimbing dan mengawasi siswa dalam pembelajaran. Pemberian motivasi menjadi sangat berarti bagi siswa, hal tersebut dilakukan agar siswa kembali semangat meskipun belajar dari rumah. Kata kunci: faktor pendukung, faktor penghambat, pembelajaran dalam jaringan Abstract This study aims to analyze the online learning process by looking at supporting factors as well as inhibiting factors in implementing online learning during pandemic COVID-19 for teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. This research uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used in this research were observation, interview and documentation. The result of this research is online learning process can be carried out by all teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. There are supporting factors that support online learning process, such as the availability of cellphones/laptops for students and getting internet assistance from the government, but online learning at pandemic COVID-19 cannot be said effective because online learning that is carried out in long term has an impact for students who become bored because there is no interaction with their friends, they are bored with given assignments everyday. Students also become lazy in doing their assignments, not all material can be understood properly. This makes the assignment submission too late, making difficult the teachers to make assessments. The obstacle factor experienced by the teacher in implementing online learning is that not all students have personal cellphones, internet quota that is not sufficient for online learning needs and the lack of parental assistance in learning process at home, parents become someone who is very important in implementing online learning, because parents are who are directly involved in guiding and supervising students in learning. Giving motivation is meaningful for students, this is done so students enthusiasm even though learning from home. Keywords: supporting factors, inhibiting factors, online learning
Roudlotul Jannah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3942

Abstract:
Abstrak Masa ke masa pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan. Hal tersebut dapat ditinjau dari kurikulumnya yang selalu berubah demi perbaikan. Pengembangan kurikulum antara lain mengacu pada dampak era globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kurikulum dan problematikanya di MI Tarbiyatul Athfal Bojonegoro. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa MI Tarbiyatul Athfal menerapkan Kurikulum 2013 secara bertahap sejak tahun ajaran 2017/2018. Penerapan didukung dengan langkah-langkah strategis seperti keikutsertaan guru dalam pelatihan, pengayaan literatur, dan pengadaan sarana dan prasarana. Sejumlah problem yang ditemukan selama penerapan Kurikulum 2013 yakni pengalokasian waktu yang belum maksimal dalam menyampaikan materi disebabkan pembelajaran yang bersistem tematik yakni menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema. Penilaian pun dirasakan membutuhkan kejelian guru karena penyampaian materi dilakukan secara terintegrasi dari beberapa mata pelajaran namun pada penilaian guru harus memilah kembali pencapaian siswa per mata pelajaran. Kata kunci: penerapan kurikulum, problematika, strategi Abstract Time by time, education in Indonesia has developed. This can be seen by curriculum changing for improvement. Curriculum development refers to impact of globalization era and rapid development of information and technology. This study aims to identify the implementation of curriculum and its problems at MI Tarbiyatul Athfal Bojonegoro. This study uses a qualitative descriptive approach. Data obtained through interviews and documentation. The results show that MI Tarbiyatul Athfal has implemented 2013 Curriculum since 2017/2018. Implementation is supported by strategic steps such as teacher participation in training, literature enrichment, and provision of facilities and infrastructure. A number of problems were found during the implementation of 2013 Curriculum, such as inadequate allocation of time in delivering material due to thematic learning system, which combines several subjects into one theme. The assessment is also require carefulness by the teacher because the delivery of material is carried out in an integrated manner from several subjects, but in the assessment the teacher must sort out the achievement of students by subject. Keywords: curriculum implementation, problematics, strategy
Yustiorini Yustiorini, Ma’As Shobirin, Ersila Devy Rinjani
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i2.3944

Abstract:
Abstrak Pengembangan bahan ajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Basis cerita bergambar/komik pada bahan ajar yang dikembangkan menjadi salah satu pilihan yang sesuai bagi peserta didik dan pengajar untuk lebih mendalami materi dengan motivasi yang tinggi karena bentuknya yang berbeda dari yang sudah ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development ( R&D) dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Hasil skor keefektifan diperoleh dari hasil belajar. Hasil skor keefektifan bahan ajar komik menunjukkan 89,81 %. Hasil perhitungan diperoleh pada α = 5 % dengan dk=22-1 = 21 diperoleh ttabel = 2,119. Didapat thitung = 11,054 ≥ ttabel = 2,119 karena thitung ≥ ttabel maka hipotesis (Ha) diterima. Proses pembelajaran dapat disimpulkan ada peningkatan hasil belajar sesudah siswa menggunakan bahan ajar komik dan karena hal tersebut bahan ajar dikatakan efektif. Kata kunci: Pengembangan, bahan ajar komik, bahasa Indonesia Abstract The development of teaching materials in Bahasa Indonesia lesson is one of efforts to improve education quality in schools. Basic of illustrated story/comic on teaching materials is developed become an appropriate choice for students and teachers to explore more material with high motivation because of its different form from the existing ones. The research method used in this study is Research and Development (R&D) using a model developed by Borg and Gall. The results of the effectiveness score were obtained from learning outcomes. The score for the effectiveness of comic teaching materials was 89.81%. The calculation results obtained at α=5% with dk=22-1=21 obtained t table= 2.119. Obtained t count=11,054 ≥ t table=2.119 because t count ≥ t table then the hypothesis (Ha) is accepted. The learning process can be concluded that there is an increase in learning outcomes after students use comic teaching materials and because of this the teaching materials are said effective. Keywords: Development, comic as teaching materials, Bahasa Indonesia
Muhammad Alfiansyah, Muhammad Shaleh Assingkily, Andi Prastowo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11, pp 52-67; doi:10.31942/mgs.v11i1.3460

Abstract:
This research describes several management of MI Nurul Ummah in order to improve the quality of education in the school, the type of research in this paper is descriptive qualitative. Data collection techniques used by interview and also with various sources both from relevant books and journals. From the results of the writing, it is known that there are some policies implemented by MI Nurul Ummah management (1) Assisting the reading of Asmaul Husna, intends to educate students characters to love Allah through Asmaul Husna, (2) The implementation of Full Day School, the application of this policy is expected to make it easier to supervise students in the school, (3) Dhuha prayer in congregation, get children to pray in congregation and a good character building, (4) The training of teachers to upgrade teachers knowledge in order to produce a good quality of education. While that which is the inhibiting factors of the policy namely internal factors (Funds, Teachers, Students) external factors (Parents of Students, Society)
Arif Widodo, Dyah Indraswati, Agam Royana
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11, pp 1-21; doi:10.31942/mgs.v11i1.3457

Abstract:
Children with special needs require different learning services with children in general. One kind of children with special needs is a child who has difficulty in learning and it is called dyslexia. Generally, children with dyslexia have some difficulties in learning and one of it is difficulty reading. The study aims to analyze the use of radiant images as media in reading for Dyslexia children. The subject in this study is Dyslexia students grade IV at SDN Repok Puyung. The methods used in this study is qualitative descriptive. Data collection was conducted through reading and observation tests. Data presented in the form of diagrams, then analyzed descriptively. The main problem in this research is whether the serial image media can help Dyslexia students in improving their reading skill. The results showed that the use of serial image media could improve their reading skill. The increasing of reading skills as reaction for memory improvement of Dyslexia student through pictures. Other findings in this study are improvement in learning activity and reading motivation for Dyslexia students.
Siti Sholehah, Sukati Kati
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11, pp 22-36; doi:10.31942/mgs.v11i1.3466

Abstract:
This reseach is started by researcher interest to MI Nurul Ulum Kretek Bantul as one of madrasah which apply curriculum based on national education system which integrated pesantren based–curriculum. This reseach aims to know about planning, implementing, monitoring, and evaluating those curriculums in MI Nurul Ulum. The type of this research is qualitative research. Subject of this research is the headmaster and some teachers. The technique of data analysis is using descriptive-analysis. Techniques and instrument of data collection is using observation, interview and documentation technique. To test the data validity, the researcher use triangulation technique. The finding of this research show that managements of pesantren based-curriculum in MI Nurul Ulum Kretek Bantul are as presented : 1. The planning of management pesantren based-curriculum already well running such as teaching preparation and other school programs, the preparation is carried out in early year school involving the headmaster and teacher, the foundation’s president, and commitees. 2. The implementation of curriculum management in MI Nurul Ulum is divided into 2 levels of studies : in school level is under headmaster leadership and class level is under teacher leadership. 3. The monitoring of curriculum management is conducted during the implementation of curriculum activities using observation and deliberation in class. 4. Evalution of curriculum management is conducted not only once in a year, but also every time when the obstacles occured, so the existing constraints do not accumulate.
Siti Sholehah, Sukati Sukati
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11; doi:10.31942/mgs.v11i1.3458

Abstract:
This reseach is started by researcher interest to MI Nurul Ulum Kretek Bantul as one of madrasah which apply curriculum based on national education system which integrated pesantren based–curriculum. This reseach aims to know about planning, implementing, monitoring, and evaluating those curriculums in MI Nurul Ulum. The type of this research is qualitative research. Subject of this research is the headmaster and some teachers. The technique of data analysis is using descriptive-analysis. Techniques and instrument of data collection is using observation, interview and documentation technique. To test the data validity, the researcher use triangulation technique. The finding of this research show that managements of pesantren based-curriculum in MI Nurul Ulum Kretek Bantul are as presented : 1. The planning of management pesantren based-curriculum already well running such as teaching preparation and other school programs, the preparation is carried out in early year school involving the headmaster and teacher, the foundation’s president, and commitees. 2. The implementation of curriculum management in MI Nurul Ulum is divided into 2 levels of studies : in school level is under headmaster leadership and class level is under teacher leadership. 3. The monitoring of curriculum management is conducted during the implementation of curriculum activities using observation and deliberation in class. 4. Evalution of curriculum management is conducted not only once in a year, but also every time when the obstacles occured, so the existing constraints do not accumulate.
Fidafatul Hidayati, Ma’As Shobirin, Fitria Martanti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11, pp 68-92; doi:10.31942/mgs.v11i1.3462

Abstract:
This research study about implementation of literation movement program of reading habbit steps for 4th grader in SDN Sampangan, study about impact and teacher’s role in conducting literation program. This research is field research with use qualitative approach. Technique of data collection is conducted by documentation, observation and interview. Technique of data analysis is done by data reduction, data presentation, and making conclusion while to check data validity is done by observation, triangulation technique and triangulation sources. The result show that The Implementation of Literation Movement Program on Reading Habituation Step for 4th Grader in SDN Sampangan 02 through six steps. First, giving time 10-15 minutes for reading. It can be conducted in class or out of class. Summerize what they are read from the textbook. Retelling what they are read in front of the class. Giving appreciate for student who are already retelling in front of the class and making a note for book which are already read and borrowed by the student in reading card. Positive impact of this activity is there are daily reading habbit which make students become keen on reading and improving their reading references. The role of 4th grader teacher are as assistant and facilitator.
Rini Verary Shanthi, Nurul Maghfiroh
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 11, pp 37-51; doi:10.31942/mgs.v11i1.3459

Abstract:
Discovery Learning is a learning model which makes students get involved in the problem solving for developing knowledge and skill. The using of discovery learning model can involve the students in problem solving activities, independent learning, thinking critically, comprehending and learning creatively. This learning model is along with thematic learning approach. The thematic learning is designed based on certain integrated themes to connect and correlate some subjects in order to give meaningful experiment for students. This research objects is to know the influence of discovery learning model to the thematic learning in MI Ma’arif Pulutan. The quaitative research methods was used in this reasearch. The primary data was collected from the teachers and the students’ report of study. The secondary data was obtained from the principal and the vice of principal of curriculum. The data collection was processed by triangulation technique and the data analysis was processed by qualitative method. Based on the result of the research can be concluded that the discovery learning model on thematic learning approach can simplify the teacher to teach the students, the students can comprehend the material easily, and can increase the learning outcomes level of the students in MI Ma’arif Pulutan
Mohamad Agus Jauhari , Latifah Nuraini, M Sofyan Alnashr
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 146-165; doi:10.31942/mgs.v10i2.3105

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kematangan beragama dengan karakter Al Ḥirṣ mahasiswa Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IPMAFA Pati Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif dengan desain penelitian korelatif yang menghubungkan dua variabel, yaitu kematangan beragama sebagai variabel bebas dan karakter Al Ḥirṣ sebagai variabel terikat. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PGMI IPMAFA sebanyak 241 mahasiswa dan diambil sampel 24 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan positif antara kematangan beragama dengan karakter al Ḥirṣ. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,416>0,4044) dan nilai signifikansi 0,043 lebih kecil dari 0,05. Kematangan agama dan karakter al Ḥirṣ mahasiswa PGMI yang baik berdampak pada sikap disiplin mahasiswa mengikuti pembelajaran dan diskusi di kelas. Dua hal ini juga menjadi elemen penting bagi pengembangan diri mahasiswa PGMI.
Miftachul A’La
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 130-145; doi:10.31942/mgs.v10i2.3108

Abstract:
Abstrak Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olah raga dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran yang lebih menekankan untuk meningkatkan aktivitas gerak atau psikomotorik siswa, meskipun demikian ranah kognitif dan afektif juga harus diutamakan terutama untuk penguatan karakter bagi siswa. Penanaman karakter toleransi tentunya harus ditekankan di semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran PJOK. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguatkan karakter toleransi adalah dengan menggunakan permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi permainan tradisional dalam penguatan karakter toleransi pada mata pelajaran PJOK di Sekolah Dasar. Metode dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian di SD Negeri 1 Watuaji Jepara menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional dapat digunakan untuk penguatan karakter toleransi pada mata pelajaran PJOK. Hal tersebut dapat diketahui dari penguatan karakter toleransi dari aktivitas siswa dalam aspek kedamaian, menghargai perbedaan dan individu serta aspek kesadaan siswa dalam melaksanakan permainan tradisional.
Isna Amanaturrakhmah, Ahmad Fauzan
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 113-129; doi:10.31942/mgs.v10i2.3104

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa Sekolah Dasar (SD) dalam mencapai kompetensi kognitif pada pembelajaran Kurikulum 2013 subtema Keseimbangan Ekosistem dan mendeskripsikan pengalaman belajar saintifik siswa pada pembelajaran Kurikulum 2013 subtema keseimbangan ekosistem. Meotde penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas pembelajaran pada kurikulum 2013 menunjang proses berpikir tingkat tinggi pada siswa. Pembelajaran pertama memfasilitasi siswa untuk berpikir tingkat rendah pada kategori C1, C2 dan C3, serta kategori C6 pada kegiatan berpikir tingkat tinggi. Pada pembelajaran kedua, siswa melakukan aktifitas C1, C2, C3 (berpikir tingkat rendah) dan kategori C4 pada kegiatan berpikir tingkat tinggi. Pada pembelajaran ketiga, siswa melaksanakan aktifitas berpikir tingkat rendah C1 dan C2, serta C4 dan C5 pada kategori berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran keempat menunjukkan aktifitas berpikir tingkat rendah siswa muncul pada kategori C1 dan C2, serta berpikir tingkat tinggi pada kategori C5 dan C6. Aktifitas berpikir tingkat rendah siswa pada pembelajaran kelima adalah kategori C1 dan C2, sementara kegiatan berpikir tingkat tinggi siswa pada kategori C5 dan C6. Pada pembelajaran terakhir siswa melakukan aktifitas berpikir tingkat rendah pada kategori C1, C2 dan C3, sementara kegiatan berpikir tingkat tinggi pada kategori C6. Sedangkan kegiatan kegiatan saintifik siswa belum muncul secara optimal dalam keseluruhan aktifitas pembelajaran siswa, namun demikian kegiatan saintifik yang dimunculkan siswa relatif baik, mengingat kemampuan intelektual siswa sebagian besar masih berada pada tahap operasi konkrit.
Rogibah Rogibah, Nunung Nurjanah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 186-204; doi:10.31942/mgs.v10i2.3107

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku tentang gender untuk guru Sekolah Dasar. Melalui pengembangan buku tentang gender ini, diharapkan pengetahuan gender pada guru Sekolah Dasar semakin meningkat, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkeadilan gender. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian Reaseach & development (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan akan buku tentang gender untuk guru sekolah dasar; validasi buku tentang gender untuk guru Sekolah Dasar oleh ahli; respon subyek penelitian atas buku gender yang dikembangkan; dan menguji efektifitas buku gender yang dikembangkan untuk guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian diketahui bahwa buku tentang gender efektif meningkatkan pengetahuan gender pada guru sekolah dasar.
Rosmaida Harahap , Ahmad Tarmizi Hasibuan, Sangkot Sirait, Fitri Yuliawati, Namiroh Lubis
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 166-185; doi:10.31942/mgs.v10i2.3106

Abstract:
Abstrak Pendidikan Dasar Islam dalam pratik keseharian bermuara pada proses pembelajaran dengan tujuan merubah prilaku. upaya perubahan itu haruslah secara objektif dengan tahapan-tahapan proses yang efektif dan efesien selaras dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini dalam filsafat disebut dengan ilmu falsifikasi. Namun prinsip falsifikasi sendiri sangat bermanfaat bagi anak usia dasar untuk menelaah sumber-sumber pengetahuan yang dikemas dan dikembangkan ke permasalahan (to the problem) induksi dan demarkasi, sehingga anak usia dasar dapat membedakan dalam beragumen secara (ilmiah dan non ilmiah) dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPA. Artikel ini bertujuan untuk memberikan arti keilmiahan teori yang berdasarkan prinsip falsifikasi Karl Raimund Popper. Penilitian artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeksripsikan buku-buku terkait dengan studi library research. Adapun temuan penelitian ini sebagai berikut: Filsafat falsifikasi dicetuskan oleh Karl Raimund Popper yang memiliki teori diantaranya: 1) falsibility (disalahkan), 2) refutability (mampun disangkal), dan 3) testability (diuji). Sedangkan kontribusi Popper dalam pembelajaran IPA yaitu: 1) pemikiran rasional-kritis (rational-critical thinking), 2) mencari kebenaran secara langsung berdasarkan fakta (seek the truth directly based on fact), dan 3) membiasakan yang benar (accustom correct).
Ali Imron, Ma'as Shobirin , Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2713

Abstract:
AbstrakPenelitian ini berusaha melakukan penelusuran terhadapalumni atau biasa disebut dengan tracer study PGMI paska lulustahun 2015, 2016 dan 2017. Tracer study merupakan bagianpenting dari evaluasi program studi untuk mengetahui sejauh manaketerserapan alumni di dunia kerja. Tidak hanya itu, penelitian inijuga berusaha mencari kepuasan pengguna alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang. Berdasarkan penelitian yangsudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pekerjaan alumnisetelah lulus dari kuliah sebagian besar relevan dengankompetensinya, yaitu guru. Sebanyak 84 responden bekerjasebagai guru, 8 bekerja di sektor lain, 4 responden menikah, dan 8responden melanjutkan studi S2. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa alumni PGMI sangat siap bekerja dengankompetensi yang dimilikinya.Lulusan PGMI memiliki masa tunggu yang relatif baik,yakni di bawah 6 bulan, bahkan 58 responden bekerja dengan masatunggu di bawah 3 bulan. Hal ini dikarenakan para respondenbanyak yang sudah ikut membantu ekstra kurikuler sepertipramuka, seni, atau ekstra lain sehingga mereka sudah diminta ikutmengajar bahkan sebelum lulus.Kompetensi lulusan yang sangat menunjang kinerja alumnidengan nilai sangat baik terbanyak adalah integritas yang berupakejujuran, sikap, dan tanggung jawab alumni dalam bekerja.Kemudian komunikasi alumni juga dinilai sangat baik.Key Word: Tracer Study, Kepuasan Customer, Alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2715

Abstract:
AbstrakPsikologi belajar memahami aspek psikis bagaimana peserta didik madrasah ibtidaiyahmelakukan aktifitas belajar secara nyaman, diminati dan termotivasi dalam prosespembelajaran aktif. Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyaikontribusi besar dalam mempersiapkan generasi yang unggul dan berkarakter, anak usiatersebut merupakan masa keemasan dalam pembentukan kepribadiannya. Kajian inimenggunakan Metode Participatory Action Research (PAR) melibatkan Guru, peserta didikdan Madrasah Ibtidaiyah. Hasil Kajian 1. Pembelajaran aktif merupakan upaya penting untukditerapkan di Madrasah Ibtidaiyah.2. Ada kaitan bagaimana proses pembelajaran di kelastidak hanya menekankan aspek koknitif, afektif dan psikomotorik namun juga melibatkanaspek psikologi belajar sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan,menggairahkan dan memberdayakan peserta didik.3 Pembelajaran aktif di MadrasahIbtidaiyah memberikan dampak psikologi belajar yang sangat baik.Kata Kunci :Psikologi Belajar, Pembelajaran AktifAbstractLearning psychology understand that every students in actualize their whole learningactivities there are relations with their motive, interest and seriousness will push someonesuccess in study. MI is an educational institution which has big contribution in preparingexellent generation and good character. Children in that age is in their golden period inshaping their personality. This study use Parcipatory Action Research (PAK) Method,involving teachers, students, and MI. The results of this study: 1) Active Learning isimportant effort to be applied in MI. 2) There are relation on how the learning process inclass not only emphasize on cognitive, affective and psychomotor aspects but also involvinglearning psychology aspect so that learning process become fun, exciting and empoweringstudents. Active learning in MI give good psychological effect.Keywords: psychological aspects, active learning
Ahmad Tarmizi Hasibuan, Andi Prastowo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2714

Abstract:
AbstrakPerubahan pola pendidikan yang terasa pada saat ini merupakan salah satu ciri era globalisasiatau disebut dengan era keterbukaan (era of oppenes), ini dibuktikan dengan berkembangnyaIlmu Pengetahuan (science) dan Teknologi (tecnology). Era ini sering disebut dengan abad21. Abad 21 lebih menekankan atau menuntut dalam menciptakan kualitas sumber dayamanusia. Oleh karenanya tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji bidang pendidikan danmenambah pemahaman pemimpin atau kepala sekolah tentang abad 21 baik dari segikarakteristik, elemen dan relevansinya untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia diera globalisasi yang penuh dengan tantantangan persaingan serta menuntut keahlian.Penelitian ini menggunakan penelitian library research dengan membaca buku-buku terkaitdengan metode studi kepustakaan. Adapun temuan peneliti tentang karakteristik abad 21: 1).Kreatif dan inovatif (creative and innovative), 2) Sifat berfikir kritis (the nature of criticalthinking), 3) Pengintegrasian ilmu (integration of science), 4) Mudah mendapatkan informasi(easy to get knowledge), 5) Berjiwa komunikatif dan kolaboratif (communicative andcollaborative spirit), 6) Menghargai perbedaan pendapat (respect differences of opinion), dan7) pendidikan sepanjang hayat (longlife education). Dari segi elemen abad 21: 1) Membentuksumber daya manusia yang berkualitas, dan 2) Belajar sepanjang hayat. Sedangkan dari segirelevansi kepemimpinan dalam mengembangkan sumber daya manusia SD/MI: 1)Memanfaatkan teknologi untuk mencari sumber informasi, 2) Berkomunikasi danberkerjasama, 3) Kreatif dalam proses pembelajaran, 4) Menanamkan literasi, 5) Menghargaipendapat dan berfikir kritis, 6) Mengembangkan berbagai pembelajaran secara inovatif serta7) Menjadi manusia pembelajar sesuai dengan konsep pendidikan sepanjang hayat.Kata Kunci: Pendidikan, Abad 21, Sumber Daya ManusiaAbstractChanges in education pattern nowdays is one of the characteristics in globalization era oropenness era, it is evidenced by the development of Science and Technology. This era usuallycalled the 21st century. The 21st century will emphasize or demand more in creating thequality of human resources. Therefore the purpose of the article is to study the field ofeducation in the 21st century both in terms of its characteristics, elements and relevance inAhmad Tarmizi H, Andi P Konsep Pendidikan Abad 21...27 MAGISTRA - Volume 10 Nomor 1 Juni 2019developing the quality of human resources. This research uses research library research byreading books related to the library study method. The characteristics of the 21st century: 1).creative and innovative, 2) nature of critical thinking, 3) integration of science, 4) easy to getinformation, 5) communicative and collaborative spirit, 6) Respect for differences of opinionand 7) longlife education. Elements and Characteristics of the 21st century: 1) Establish thequality human resources, and 2) Lifelong learning. While leadership relevance in developingSD/MI human...
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2716

Abstract:
AbstrakPembelajaran fiqh bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang berbagaimacam syariat atau hukum Islam dan berbagai macam aturan hidup bagi manusia.Memberikan pemahaman terkait permasalahan tersebut tentunya bukan hal yang mudahterutama bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah yang notabene harus senantiasa diberikan contohkonkrit maupun permasalahan yang dapat merangsang pemahaman siswa. Penelitian inimemiliki tujuan untuk melihat implementasi model pembelajaran Problem Based Learningpada mata pelajaran fiqh di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifyang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahush Sibyan 01 Semarang. Sumber data penelitiandiperoleh dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan denganwawancara, dokumentasi dan observasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metodedeskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat diperolehsimpulan bahwa implementasi pembelajaran fiqh dengan menggunakan model pembelajaranProblem Based Learning membantu pemahaman anak terkait materi fiqh menjadi lebihmudah, hal ini karena pembelajaran diarahkan untuk senantiasa memberikan permasalahanyang sederhana tetapi mampu memberikan pemahaman yang cukup konkrit kepada siswa.Kata kunci: Problem Based Learning, pembelajaran, FiqhAbstractFiqh lesson aims to give understanding to the students about many syariat or Islamic roles andvarious life roles for human. Giving understanding about the problem is not easy thingespecially for MI students who are always be given real example or problem which canstimulate students’ understanding. This study aims to see implementation of learning model inProblem Based Learning on Fiqh Lesson for MI Miftahush Sibyan 01 Semarang. Source of thedata were obtained from primer data and sekunder data. Data collection were done byinterview, documentation and observation, while data analysis used analystical descriptivemethod. Based on the result of the study the conclusion that can be obtained thatimplementation of fiqh lesson with used PBL learning method is help student about fiqhmaterial become easier, it is because the learning directed to always give simple problem butable to give concrete understanding to students.Keywords: Problem Based Learning, Learning, Fiqh
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2638

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan media sosial (WhatsApp, Instagram, dan Facebook) dan game di kalangan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, peran orangtua dan pemerintah dalam memberikan pemahaman penggunaan media sosial dan game, dan analisa penanggulangan media sosial dan game dalam perspektif interdisipliner. Objek dalam penelitian ini adalah dua Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, yakni di MI Ma’arif Sananul Ula Piyungan Bantul, dan MI Negeri 1 Bantul. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada empat hal positif dan negatif yang didapatkan dari penggunaan media sosial di kalangan anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan dalam pendekatan interdisipliner, terdapat tiga pendekatan, di antaranya: 1). Pendekatan Normatif (agama), 2). Pendekatan Psikologi Media, dan 3). Pendekatan Ekologi Media.
Desy Nursalena Susilowati
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2544

Abstract:
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan hasil analisis nilai-nilai yang telahditemukan dalam novelSebelas Patriot sebagai bahan literasi membaca yang mendidikbagi siswa (2) Mendeskripsikan relevansi nilai-nilai dalam novelSebelas Patriot dengannilai-nilai karakter sebagai bahan literasi membaca yang mendidik bagi siswa SekolahDasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan kepalasekolah, guru dan siswa kelas V. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi,wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagaiberikut: (1) Novel Sebelas Patriot mengandung nilai karakter yang meliputi religius, jujur,toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabat/komunikatif, cinta damai, gemarmembaca, dan tanggung jawab; (2) Relevansi nilai-nilai yang terkandung dalam novelSebelas Patriot dengan nilai karakter.Kata Kunci: Pendidikan Literasi, Berbasis NilaiAbstractThe goals of this study are : (1) describing the result of analysis values are found in novel“ sebelas patriot” as educated literacy material for student. (2) describing the relevancevalues in novel “ sebelas patriot “ with character values as educated literacy material forelementary school student. The kind of this reseaceh as descriptive qualitative. Thisresearch involving the headmaster, teachers and fifth grade student. The data is obtainedby observation, inteview and documentation. Based on the result of this research, can beconcluded as follows : (1) novel “ sebelas patriot “ contains character values that cover :religious, honest, tolerance, dicipline, hard work, creative, independent, curious,nationalism, love the country, appreciate the achievement, friendship/communicative,peace, love reading, and responsible. (2) the relevance values in novel “ sebelas patriot“ with character values.Keyword : Literacy eduation, value based
Ummu Jauharin Farda, Ersila Devy Rinjani
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2542

Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiseminikasikan pengembangan bahan ajar cetak IPA bervisi SETS yang memenuhi kriteria valid dan efektif. Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D) dari empattahap yang disederhanakan menjadi tiga tahap, yaitu; (1) pendefinisian (define), (2)perancangan (design), dan (3) pengembangan (development). Subyek penelitian inisiswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 03. Teknik pengumpulan datamenggunakan wawancara, tes, observasi, angket. Teknik analisis datamenggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik bahan ajarcetak IPA bervisi SETS adalah menggabungkan antara materi sumber daya alamdengan unsur-unsur Science, Environment, Technology, and Society. Hasilpengembangan bahan ajar cetakvalid dan efektif. Skor validasi dalam kategorisangat baik. Skor keefektifan bahan ajar cetak terlihat dari hasil belajar, ketuntasanhasil belajar, peningkatan hasil belajar, aktivitas guru dan aktivitas peserta didik.Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian pengembangan pembelajaranIPA SD bervisi SETS, disarankan; bahan ajar cetak IPA bervisi SETS dalamkompetensi sumber daya alam telah dikembangkan dengan hasil valid dan efektif,maka perlu dilakukan uji coba dalam skala lebih luas dan guru dapat menggunakanbahan ajar cetak IPA bervisi SETS sebagai suplemen untuk proses pembelajaran.Kata Kunci: Diseminasi, Bahan Ajar IPA, Visi SETSAbstractThe goal of this research is to disseminate the improvement of IPA printedteaching material in Science, Environment, Technology, Society (SETS) visionwhich fulfill valid criteria and effective. The method in this research is Researchand Development (R&D). Actually it has four steps but we simplify it become threesteps, they are define, design, and development(R & D). Actually it has 4 steps butwe simplify become 3 steps, they are devine , design, and development. The subjectof this research is fourth grader student of SDN kalibanteng kidul 03. Thetechnique of data collection using interview, test, observation, questionnaire. Thecharacteristic of IPA printed teaching material in sets vision is combining betweennatural science material with elements of science, environment, technology, andUmmu Jauharin F, Ersila Devy R Diseminasi Bahan Ajar IPA...2 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018society. The result of printed teaching material is valid and effective. Validationscore in very good category. The effectiveness score of printed teaching materialcan be seen in learning result, learning complitenees, learning improvement,teacher and student activity. Based on the result and discussion in the research oflearning improvement of IPA in SETS vision in natural resource, competencealready improved with valid and effective result, so it need to be tried in widerscale and teacher can used IPA printed mterial in SETS vision as suplement forlearning process.Keywords: dissemination, IPA teaching material, SETS vision
Arif Widagdo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2545

Abstract:
AbstrakBerbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa Inggris yang sangat penting dalamkomunikasi lisan yang berkualitas dari sisi konten kalimat dan karakter (kesantunan) berbahasa.Penelitian ini berawal dari permasalahan mahasiswa PGSD FIP UNNES (sekitar 70%)memiliki kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris yang masih kurang bagus. Tujuandari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi active speaking mahasiswa melaluimodel Communicative Language Teaching (CTL) dalam proses kegiatan pembelajaran matakuliah bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CommunicativeLanguage Teaching dapat meningkatkan kompetensi active speaking mahasiswa dalam proseskegiatan pembelajaran mata kuliah bahasa Inggris di PGSD yang berbasis konservasi nilainilai karakter (berbahasa). Indikator active speaking (keaktifan berbicara secara aktifkomunikatif). Dalam proses pembelajaran, keterampilan active speaking menjadi fokus utamapenelitian tindakan ini, dimana desain pembelajaran melibatkan empat kompetensikomunikatif yaitu: kompetensi gramatikal, kompetensi sosiolinguistik, kompetensiwacana/discourse, dan kompetensi strategi. Dilihat dari hasil penilaian siklus I ada peningkatanrara-rata kelas. Nilai rata-rata kelas pada pra tindakan yaitu 68,77 pada siklus I meningkatmenjadi 76,38. Dan hasil penilaian siklus II menunjukan adanya peningkatan rara-rata kelasyang cukup signifikan, dimana nilai rata-rata kelas pada siklus I yaitu 76,38 pada siklus IImeningkat menjadi 82,20.Kata Kunci: Bahasa Inggris, CLT, Active Speaking, Nilai Karakter BerbahasaAbstractSpeaking is one of skills in English which very important for spoken communication, contentside of sentence and speak in character (politeness). This research start from problem of PGSDstudent in FIP UNNES (around 70%) have lack of English skill. The goal of this research is toimprove the competence of student’ active speaking through communicative languangeteaching (CLT) model in learning process of English course. The result show that theimplementation of communicative languange. Teaching can improve the competence ofstudent’s active speaking in English course of PGSD based on conservation of character valueArif Widagdo Penerapan Model CLT...65 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018( speak in ). Indicator of active speaking skill become main focus in this action research, wherethe learning design involving four communicative competencies, they are : grammatical,socialinguistic competence, discourse competence and strategy competence. Seen by the resultof cycle I, there is improvement score in class average. Average score on pra treatment is68,77, on cycle 1 increase become 76,38. And the result of scoring on cycle II shows the isimprovement on significant average, where class average score on cycle I is 78,38 on cycle IIincrease become 82,20Keywords: English, CLT & active speaking, character values in language
Oktafina Bikhurin’In , Asma’Ul Husna, Fitria Martanti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2546

Abstract:
AbstrakPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnyamata pelajaran IPS melalui model pembelajaran circuit learning. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MI Wonoyoso Pringapus kecamatanPringapus Kabupaten Semarang dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V yangberjumlah 16 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Penelitiandilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus penelitian terdiri dari tahap perencanaan,pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dan wawancara. Hasil penelitian sebagai berikut: kondisi awal pra siklus menunjukkanbahwa rata-rata hasil belajar siswa yaitu 33,4 dan belum ada siswa yang tuntas mencapainilai KKM (70), siklus I nilai rata-rata hasil belajar meningkat 45,9 dengan ketuntasanklasikal 6,2% karena hanya 1 siswa yang tuntas mencapai KKM (70), dan pada siklus II nilairata-rata hasil belajar meningkat lagi dengan rata-rata hasil belajar 83,1 dan ketuntasanklasikal mencapai 81,2% sehingga penelitian ini dikatakan berhasil. Berdasarkan perolehantes formatif yang terus mengalami peningkatan tiap siklus tersebut, dapat disimpulkan bahwahasil belajar IPS dapat ditingkatkan melalui penggunaan model circuit learning pada siswakelas V MI Wonoyoso Pringapus.Kata Kunci: Hasil Belajar, IPS, Model Pembelajaran Circuit LearningAbstractThe goal of this classroom action research is to improve the students learning resultespecially on IPS lesson through circuit learning model. This research is classroom actionresearch which conducted in MI Wonoyoso Pringapus, kecamatan Pringapus, KabupatenSemarang and the subjects are 16 students of fifth grade, consist of 12 male students and 4female students. This research conducted in 2 cycles, each cycle consist of planning,implementation, observation and reflection. Technique of data collection using test,observation, and interview. The result of this research as follow : early condition beforecycle show that the average of students’ learning result was 33,4 and no one reached thecompleteness (70), cycle 1 the average score of learning result increased become 45,9 withclassical completeness 6,2% because only one student reached the completeness (70), and oncycle 2 the average score increased again with the learning result was 83,1 and classicalcompleteness until 81,2% and this research can be said success. Based on the test formativeresult which always increase in every cycle, can be concluded that the learning result of IPSUpaya Meningkatkan Hasil Belajar …89 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018Oktafina B., Asma’ul H., FitriaM.can be increased by the use of circuit learning model for fifth grade in MI WonoyosoPringapus.Keywords : learning result, IPS, circuit learning model
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2543

Abstract:
AbstrakTripusat pendidikan adalah tiga pusat pendidikan yang terdiri dari lingkungan pendidikankeluarga, sekolah dan masyarakat yang secara bertahap dan terpadu mengemban suatutanggung jawab dalam pengembangan teori pembelajaran pada anak. Lingkungan keluargayang merupakan lingkungan pertama dan dianggap sebagai peletak dasar pendidikan anakyang sekaligus awal dari pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya serta sangat berperandalam pembentukan kepribadian. Pendidikan di sekolah mempunyai dasar, tujuan, isi, metodedan syarat-syarat lain yang disusun secara sistematis dalam bentuk kurikulum dan dianggapsebagai peletak dasar pengetahuan ilmiah. Pada pendidikan di masyarakat, seorang anak akanmerealisasikan sejumlah teori pendidikan dan pengajaran yang pernah diajarkan dalamlembaga pendidikan sebelumnya. Anak akan mengaktualisasikan dan melibatkan diri dalamlingkungan masyarakat. Penerapan tripusat pendidikan sangat mempengaruhi pengembanganteori pembelajaran pada anak yang dilaksanakan secara terpadu dapat menjadikan anakmemiliki kepribadian yang utuh dan bertanggung jawab. Anak akan memilikiprofesionalisme yang merupakan modal utama untuk terjun ke masyarakat. Oleh karena itu,tripusat pendidikan merupakan suatu rangkaian sistem yang terpadu dalam melaksanakanproses pendidikan yang dapat mengantar peserta didik untuk mencapai kedewasaannya yangdapat berguna bagi nusa dan bangsa.Kata Kunci: Tripusat Pendidikan, Lembaga Pengembangan Teori Pembelajaran, Anak.AbstractThree-centered education is three center education which consist of family educationenvirontment, school and society which gradually and integrated carrying out a responsiblein improvement of learning theory for children. Family is the first environment andconsidered as basic of children educaation at once the early education which can they takenext and having role in personality formation. Education in school has basic, goal, content,method and other requirements which are set systematically in curriculum and considered asbasic of scientific knowledge. Education in society, a child will realize some education theoryand their learning that they get from their previous education. Children will actualized andinvolving themselves in society environtment. The implementation of three-centerededucation is very influencial the improvement of learning theory on choldren whichconducted integratedly can make the children will have profesionalism as main capital totake part on society. Therefore, three-centered education is an integrated series system inconducting education process which can take the learners reach their maturity and usefullfor their nation.Keywords: three-centered education, institution of learning theory improvement, children
Rinesti Witasari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i1.2205

Abstract:
Abstrak Penelitian ini membahas tentang perkembangan kognitif siswa usia sekolah dasar, salah satu siswa kelas VI MI Ma’arif Krakal yang tercapai. Perkembangan merupakan proses berkesinambungan yang dimulai sejak dalam kandungan hingga mencapai dewasa. Dalam proses perkembangan inilah, individu akan melewati tiap tahap perkembangan untuk mencapai dewasa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, karena sebelum melakukan penelitian, peneliti berangkat ke lapangan untuk mengumpulkan berbagai bukti melalui penelaahan terhadap fenomena, dan berdasarkan hasil penelaahan itu peneliti merumuskan teori dan fokus penelitian. Data diperoleh dari hasil wawancara observasi dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya siswa telah mencapai perkembangan kognitif, hal tersebut dapat dilihat melalui prestasi raport yang telah diraih. Salah satu hal yang mendukung perkembangan kognitif aadalah faktor lingkungan, dalam hal ini lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pola perkembangan anak untuk menentukan cita-cita bagi dirinya.Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Siswa, Tercapai Abstract This research discuss about cognitive development in elementary school age, one of sixth grader of Ma’arif Krakal Islamic Elementary School (MI) achieved. Development is continuous process which start from womb until adult. In this development process, every individual will pass every step of development to be adult. This research included in descriptive qualitative research. Approach in this research used inductive research, because before did research, researcher went to field to collect evidences by reviewing phenomena. Based on that reviewing result, researcher formulate theory and research focus. Data obtained by interview, observation, and field documentation. The result of this research showed that there were students already achieve cognitive development, it can be seen by achieving report score. One of supporting thing in cognitive development is environtment factor. In this case is family scope which very influence pattern of children development to determine their dreamsKeywords: cognitive development, student, achieve
Hamid Wibowo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i1.2606

MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i1.2199

Abstract:
Abstrak Efektivitas pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya bagi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan beberapa upaya konkrit melalui penggunaan metode pembelajaran tertentu, salah satunya adalah metode Hypnoteaching. Metode ini benar-benar mampu menumbuhkan semangat dan perhatian peserta didik dalam menciptakan suasana belajar efektif di kelas. Problematika yang terjadi di kelas akan dapat dipecahkan melalui penggunaan metode pembelajaran ini. Tujuan dalam penulisan artikel ini adalah untuk memahami hypnoteaching sebagai metode pembelajaran di MI, mengetahui faktor dan urgensi penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran serta penerapan metode ini dalam proses pembelajaran. Melalui tulisan ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi guru untuk mengembangkan kemampuan pedagogik dalam proses belajar mengajar. Selain itu, metode ini dapat mengubah interaksi pembelajaran dari yang pasif menjadi aktif dan meningkatkan kemampuan peserta didik di MI untuk memahami materi pembelajaran di kelas.Kata Kunci: Belajar, Efektif, Hypnoteaching Abstract Learning effectiveness becomes one of the siginificance factor in creating the success of learning process, especially for student of Mdarasah Ibtidaiyah. To realize it, it is needed some real efforts by using a certain learning methods. One of themis hypnoteaching method. This method is really be able to improve motivation and student’s attention to create leaning situation effectively in classroom. The problems which is happened in class can be solved by u using this method. The purposes of this writing are to understand hypnoteaching as learning method at Madrasah Ibtidayah, to know the factors and the significance of using hypnoteaching method in learning and implementation of this method in learning process. Through this writing, it is hoped be able to give possitive contribution for teacher to develop pedagogical competence in teaching learning process. In other side, this method is able to change learning interaction from passive to be active and increasing studnet’s ability at Madrasah Ibtidaiyah for understanding the learning material in classroom.Keyword: Learning, Effective, Hypnoteaching
Ersila Devy Rinjani
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.1991

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Muhammad Misbahul Munir
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 7; doi:10.31942/mgs.v7i1.1987

Abstract:
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membawa siswa berhubungan langsung dengan lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan perangkat pembelajaran IPS SD berbasis lingkungan sekitar dengan pendekatan konstruktivisme yang valid, efektif dan praktis. Pengembangan Perangkat pembelajaran dilakukan dengan model Thiagarajan dengan fase-fase: 1) define, 2) desain, 3) develop. Penelitian ini dilakukan di SDN Honggosoco 04. Penelitian ini menghasilkan perangkat yang efektif, valid, dan praktis: 1) Silabus (rata-rata 3,5), 2) RPP (rata-rata 3,62), 3) Bahan Ajar (rata-rata 3,8), 4) LKPD (rata-rata 3,92), 5) Tes (rata-rata 4.0). Skor keefektifan dari uji N-Gain 0,44 (kategori sedang), ketuntasan klasikal diatas 80% dan keaktifan siswa 86% (kategori tinggi). Responden guru 91% dan siswa 92% dengan kategori sangat baik. Saran 1). Pendekatan konstruktivisme dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan IPS 2). Bahan ajar hendaknya berorientasi terhadap keadaan nyata di sekitar siswa, 3). Pilihlah gambar bahan ajar yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar, 4) Pilihlah bahasa yang mudah dipahami.Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, pendekatan konstruktivismeAbstractA good learning is learning which able to bring students in direct contact with the environment. The aim of this research is to get learning media of social science for elementary school (SD) based on around environment with valid constructivism approach,effective and practical. The development of learning media is conducted with Thiagarajan with phases: 1) defining, 2) designing, 3) developing. This research conducted in SDN Honggosoco 04. The study produced learning media that effective, valid and practical: 1) Syllabus (average 3.5), 2) RPP (average 3.62), 3) Subjects (average -rata 3.8), 4) LKPD (average 3.92), 5) Tests (average 4.0). The effectiveness score of N-Gain test 0.44 (medium category), classical completeness above 80% and student activeness 86% (high category). Teacher respondents 91% and students 92% with very good category. Recommendation 1). Constructivism approach can be an alternative in teaching social science 2). Teaching materials should be oriented to the real condition around student, 3). Choose picture of teaching materials which appropriate to the around environment, 4) Choose the language that easy to understand.Keywords: development, learning media, constructivism approach
Murhono Murhono
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 4; doi:10.31942/mgs.v4i1.1295

Abstract:
Pembelajaran gambar perspektif membekali siswa agar mampu mengungkap obyek di atas bidang gambar sesuai dengan apa yang dilihatnya atau sesuai bentuk yang sesungguhnya. Fakta hasil pembelajaran tersebut belum seperti yang diharapkan, setelah dilakukan analisis lebih rinci terhadap penyebab rendahnya hasil belajar tersebut, diketahui metode guru dalam mengajar diduga sebagai faktor penyebab utama. PTK ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar seni rupa pada materi gambar pespektif di kelas XII IPA 5 SMA Negeri 1 Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan subyek penelitian sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, dan hasil uji produk (unjuk kerja). Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada pembelajaran gambar perspektif dengan memanfaatkan media pembelajaran fotografi sebesar 52,57%, 2) Tingkat aktifitas siswa dalam pembelajaran pada kategori sangat aktif 52,42%, aktif 40 %, dan cukup aktif 6,58 %, 3) Tingkat persepsi siswa dalam pembelajaran pada kategori sangat setuju/sangat senang 76,32 %, setuju/senang 21,05 %, dan cukup setuju/cukup senang 2,63 %, dan 4) Tingkat kinerja guru dalam pembelajaran mencapai keoptimalan sebesar 94,11 %. Hasil penelitian di atas diharapkan sebagai motivasi, masukan, ataupun referensi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Kata Kunci: hasil belajar, gambar perspektif, pembelajaran fotografi
Hamidulloh Ibda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.1984

Abstract:
Abstrak Di dunia pendidikan, selama ini yang didorong membaca adalah muridnya, tidak gurunya. Padahal budaya membaca guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) juga masih jauh rendah. Mustahil budaya membaca murid bisa meningkat dan bagus jika gurunya sendiri masih rendah dan belum bisa menjadi contoh. Guru MI tidak sekadar dituntut membaca permulaan, namun juga membaca kritis. Membaca tidak sekadar membaca, namun butuh keterampilan karena berdampak pada pemahaman dan kualitas bacaan. Apalagi yang dibaca adalah artikel media massa bertema pendidikan yang isunya selalu aktual dan hangat. Membaca menjadikan guru MI peka, memiliki wawasan luas dan tidak tertinggal isu-isu hangat. Kemampuan membaca kritis guru MI adalah suatu kemampuan membaca yang dilakukan guru secara interpretatif, bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, menggunakan analisis dan tidak hanya mencari kesalahan. Banjir berita di era digital juga mengharuskan guru MI “melek literasi” dan memiliki kemampuan membaca kritis agar tidak tertipu dengan suatu berita.Kata Kunci: Membaca, Artikel Koran, Membaca Kritis, Guru MI Abstract In education, reading passion always pushed to the student, not the teacher. In fact, reading habit of MI teacher is poor. It is impossible, student’s reading habit will increase and will be good when their teacher can not be a good model. MI teacher not only prosecuted in early reading but also critical in reading. Reading not only read the text but also it needs skill because can be affected on understanding and quality of text. Moreover the text is newspaper article with theme education which the topic is actual and newest. Reading makes MI teacher sensitive, having wide knowledge and up to date on newest issues. The ability of critical reading of MI teacher is a reading ability which conducted by teacher interpretatively, wise, tolerance, rooted, evaluative, and using analysis. News flood in digital era require MI teacher to ‘literacy’ and having ability to critical reading so that not be fooled a news.Keywords: reading, newspaper article, critical reading, MI teacher
Fatkuroji Fatkuroji
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 4; doi:10.31942/mgs.v4i1.947

Abstract:
Abstrak Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentrans-formasikan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pen getahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Berkaitan dengan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional dalam melaksana-kan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan dan mengem-bangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dosen perlu membiasakan mengadakan penelitian. Berbicara mengenai motivasi dosen dalam penelitian pada dasarnya merujuk pada seberapa besar ia menyukai penelitian, karena penel itian merupakan bagian yang penting bagi kehidupan dosen dalam dunia kampus, sehingga apa yang disampaikan adalah kebenaran berdasarkan data dan fakta nyata, bukan merupakan imajinasi atau ilusi pikiran dosen. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi . Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sis i perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era pe rsaingan global yang se-makin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka dosen perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirin ya. Oleh karena itu, pe-ningkatan kualitas sumber daya dosen merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan ef isien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut. Gejala minimnya minat dosen dalam penelitian merupakan preseden buruk bagi dunia kampus pada umumnya dan mahasiswa pada kususnya. Jika dosen tidak pernah melakukan sebuah penelitian maka dapat menghilangkan kompetensi fungsional yang dimilikinya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen adalah mampu melakukan penelitian (Tri Darma Perguruan Tinggi). Hal ini karena pekerjaan dosen adalah sebuah profesi yang menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan terus menerus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pesatnya perubahan pendidikan dilapangan. Atas dasar inilah maka dosen perlu melakukan penelitian agar yang disampaikan kepada mahasiswa bukan berdasarkan pada asumsi semata, intuisi, apalagi daya hayal, tetapi harus kebenaran yang logis, sistematis, ilmiah dan didukung oleh fakta. Berdasarkan diuraikan di atas, dapat difokuskan masalahnya adalah faktor apa saja yang menjadi determinasi...
Zulaikhah Zulaikhah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 4; doi:10.31942/mgs.v4i1.951

Abstract:
Abstrak Media gambar animasi yang berupa film atau video merupakan media yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan pada siswa pada pembelajaran IPS meliputi bentuk-bentuk atau unsur-unsur verbal (teks atau kata-kata), sound/suara, juga unsur-unsur grafik (gambar dan yang sejenis gambar)sepertidrawing/lukisan, chart ,gambar/foto warna dan sejenisnya, poster dan kartun, dimana sumber-sumber media tersebut bisa berasal dari textbook, bahan-bahan referensi, koran, jurnal, baik yang dibuat sendiri oleh guru, ahli media maupun siswa. Media gambar animasi termasuk media yang masih jarang dipakai dalam pembelajaran IPS. Hal ini dikarena-kan guru belum terbiasa menggunakan dan mengilustrasikan materi dengan gambar, padahal jika gambar animasi dibuat dan disajikan sesuai dengan per-syaratan yang baik, tentu akan menambah semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Media gambar animasi, dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah agar lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar.Kata Kunci: gambar animasi, media pembelajaran
Ahmad Tabi'in
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 7; doi:10.31942/mgs.v7i1.1983

Abstract:
Era globalisasi yang penuh dengan persaingan saat ini membutuhkan kreativitas yang sangat tinggi pada segala lini kehidupan. Salah satunya pada sistem pengajaran di sekolah. Pembelajaran formal saat ini masih menekankan pada cara berpikir konvergen pada peserta didiknya, sementara kemampuan berpikir divergen atau kreatif masih jarang diperhatikan, hal ini menjadi sebuah kekhawatiran yang menyebabkan kreativitas verbal peserta didik akan menurun. Kreativitas bukanlah sesuatu yang given, melainkan harus diupayakan untuk memilikinya. Kreativitas hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mempunyai curiosity, pendorong untuk bisa melakukan sesuatu demi mengatasi kondisi tertentu. Permainan pada anak mempunyai pengaruh pada perkembangan pribadi anak itu sendiri. Ada berbagai permainan yang dapat meningkatkan kreativitas bagi peserta didik salah satunya adalah permainan tradisional. Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun nenurun dan mempuyai bermacam-macam fungsi atau pesan dibaliknya.Kata Kunci: membangun, kreativitas anak, permainan tradisional JawaAbstractIn this globalization era which full of competition need high creativity in all aspects of life. One of them is on teaching system in schools. Formal learning nowdays is still emphasis on the way to think convergent for students, while the ability to think divergent or creative is still rarely considered, it is become a concern that cause to verbal creativity of learners will decline. Creativity is not something given, but must be pursued to have it. Creativity only be owned by those who have the curiosity, abooster to be able to do something to overcome certain conditions. Games for children having an influence on the personal development of the children themselves. There are many various games which can increase the creativity of students, one of it is the traditional games. Traditional game is a symbol of knowledge hereditarily and having various functions or message behind it.Keywords: building, children creativity, Javanese traditional games
Inayatul Ulya
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 4; doi:10.31942/mgs.v4i1.946

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Taslim Syahlan
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 6; doi:10.31942/mgs.v6i2.1774

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Satrio Mustiko Wijayanto
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.1992

Abstract:
Abstrak Hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Bintoro 4 Demak masih dibawah KKM, interaksi guru dengan siswa juga kurang maksimal, guru dominan menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam menyampaikan pendapatnya. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi struktur lapisan bumi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, adapun desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan populasi seluruh siswa kelas V berjumlah 60 siswa. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan model discovery learning diperoleh nilai posttest pada kelas kontrol sebesar 94 dan pada kelas eksperimen sebesar 98. Selanjutnya analisis hipotesis diperoleh thitung = 3.65 dan ttabel 2.02 sehingga 3.65 > 2.02, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil pre tes belajar siswa mengalami peningkatan, pada kelas kontrol nilai rata-ratanya 68,66 sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-ratanya sebesar 69,84. Kemudian dilakukan pos tes dengan perolehan nilai rata-rata 78.83 pada kelas kontrol sedangkan nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 87,65. Hal ini dibuktikan dari hasil uji produk moment yaitu 0,16 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning perpengaruh efektif terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci: Model Discovery Learning, Hasil Belajar IPA Abstract IPA learning result of V grader SDN Bintoro 4 Demak still under KKM (Teaching Completeness Criteria), interaction between teacher and students also less. The teacher dominant using speech method and it cause students less active in deliver their idea. The problem that will be discussed in this study is ‘is learning method discovery learning influence to students learning result on material the structure of land layer. This study is quantitative research, the research design used are pretest-posttest control group design. The population is 60 students of V grader. Base on the analysis of research data, by using discovery learning model is obtained posttest score on control class is 94 and on experiment is 98. The analysis hypothesis is obtained thitung= 3,65 and ttabel 2,02 so 3,65 > 2,02, then H0 rejected and Ha accepted. The result of pretest is increase, on class control the average score is 69,66 and on experiment class is 69,84. And then after posttest conducted, the average score in class control is 78,83 and average score on experiment class is 87,65. It proved by the result of moment product test is 0,16 > 0,05 so can be concluded that learning model of discovery learning is effective method to the student learning result.Keywords: discovery learning model, IPA learning result
Dzatil Husni
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 4; doi:10.31942/mgs.v4i1.949

Abstract:
Abstrak Anak memiliki kecenderungan bakat dan minat tertentu, namun hendaknya orang tua tetap mengarahkan anak ke jalan yang benar menurut agama, karena dunia hanya tempat singgah sementara, ada kampung akhiratyang lebih abadi untuk ditinggali, kendatipun demikian manusia tidak bolehmelupakan nasibnya di dunia (QS. al-Qashash [28]: 77). Maka kewajiban orang tua menyiapkan anak untuk memiliki bekal menjadi manusia yang bermutu sesuai dengan kualifikasi mutu yang diminta dunia dan akhirat. Karena jika manusia ingin bahagia dunia akhirat hendak-lah ia menguasai ilmu mengenai keduanya. kreativitas bukanlah sesuatu yang given, melainkan harus diupayakan untuk memilikinya, ada proses belajar yang harus dilewati, ada pengetahuan yang harus dikuasai sebagai basicdari kreativitas itu, juga kreativitas membutuhkankemauan/ desire. Kreativitas timbul sebagai usaha memahami dan men gatasi kesenjangan/ kesulitan hidup. Kreativitas berfungsi ketika manusia bertingkah laku berevolusi, menyesuaikan diri terhadap perubahan alam. Berarti dibutuhkan will dalam mem-bangun kreativitas. Bisa dipahami juga bahwa kreativitas hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mempunyai curiosity. Curiosityitu yang menjadi pendorong untuk bisa melakukan sesuatu demi mengatasi kondisi tertentu. Kata Kunci:membangun, kreativitas anak, kognisi, agama
Lailatul Farohah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.1981

Abstract:
AbstrakKegiatan belajar mengajar tidak lepas dari tujuannya yaitu kemampuan pemahaman dan merupakan salah satu hal yang paling pokok dalam pembelajaran. Kemampuan pemahaman itu sangat perlu dan penting sehingga peneliti berusaha meneliti bagaimana implementasi metode SQ3R pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Rencana yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: hasil belajar siswa, yang diperoleh melalui tes; aktivitas belajar siswa, yang diperoleh melalui observasi; kemampuan pemahaman membaca siswa yang diperoleh berdasarkan angket. Hasil penelitian ini menghasilkan kemampuan pemahaman belajar siswa, yang diperoleh dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan klasikal, adanya kemampuan pemahaman terhadap kegiatan pembelajaran sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang maksimal, nilai rata-rata hasil belajar siswa yang lebih baik. Kata kunci : Efektifitas, Metode SQ3R, Kemampuan Pemahaman AbstractThe aim of teaching learning process is raises understanding ability as one of essential ability in learning. The understanding ability is needed and important so the writer try to conduct a research about the implementation of SQ3R method on Bahasa Indonesia Lesson. Planning which are used in this reseach are : result of students’ learning, obtained by test; students’ learning activity, obtained by observation; ability of students’ reading comprehension, obtained by questionnaires. The result of this study produce the ability of students’ learning understanding, obtained by the result of students’ learning which reach classical completeness, there are understanding ability on learning activity so can be obtained maximum learning result, better students average score.Keywords: effectivity, SQ3R method, understanding ability
Fitria Martanti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 6; doi:10.31942/mgs.v6i2.1776

Abstract:
AbstrakKegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus, sehingga guru kelas harus juga memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali. Guru Sekolah dasar tentunya harus mendapat pengetahuan yang cukup selain dalam melaksanakan tugas sebagai guru kelas, juga dalam memberikan layanan bimbingan konseling. Penelitian ini berupaya untuk melihat bagaimana peran guru kelas dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling di SDN Watuaji 01 Kabupaten Jepara. Adapun hasil penelitian menunjukkan pemberian layanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh belum dilkukan secara maksimal. Guru juga belum melakukan catatan secara tertulis tentang berbagai permasalahan yang terjadi, solusi maupun perkembangan masalah hingga masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran guru kelas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling adalah melakukan pelatihan tentang pelaksanaan pemberian layanan bimbingan dan konseling oleh guru Sekolah Dasar, menyelenggarakan berbagai seminar tentang upaya pemberian layanan bimbingan dan konseling oleh guru Sekolah Dasar dan pengupayaan peran maksimal Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)Kata Kunci: Guru Kelas, Bimbingan dan KonselinAbstractGuidance and Counseling in elementary school are not provided by Teachers Advisors specifically, so classroom teachers should also provide counseling services to all students without exception. The elementary school teacher surely must have sufficient knowledge in addition to carrying out duties as a classroom teacher, also in providing counseling services. This study attempted to see how the class teacher's role in the implementation of Guidance and Counseling at SDN 01 Watuaji Jepara regency. The research results indicate the provision of guidance and counseling services as a whole has not dilkukan maximum. She also has not made a written note of the various issues involved, as well as the development of problem solutions until the issue can be resolved properly. The effort can be done to enhance the role of19Fitria Martanti Peran Guru Kelas Dalam Memberikan Layanan….MAGISTRA - Volume 6 Nomor 2 Oktober 2015classroom teachers in providing guidance and counseling services is to conduct training on the implementation of the provision of guidance and counseling services by elementary school teachers, organizes various seminars on efforts to provide guidance and counseling services by elementary school teachers and the insistence on maximum role group Teachers work (KKG) and Subject Teachers Council.Keywords: Master Class, Guidance and Counseling
Ratna Prilianti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 7; doi:10.31942/mgs.v7i1.1988

Abstract:
Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis muatan IPA materi pokok sumber energi pada buku teks pelajaran tematik terpadu SD kelas IV tema 2 “Selalu Berhemat Energi”. Hasil kajian ini dapat dipergunakan sebagai referensi penggunaan dan revisi buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013, terutama pada muatan IPA. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis keberadaan muatan IPA pada buku guru dan buku siswa kelas IV tema 2 untuk subtema 1, 2, dan 3 berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD); Kajian ini menggunakan dasar lampiran Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar untuk menganalisis keberadaan muatan IPA. Pada kajian ini ditemukan beberapa hal, yaitu (1) muatan IPA hampir ada pada setiap pembelajaran, baik tertulis maupun tidak tertulis pada KD, dari 16 kali pertemuan di tema 2 ini, muatan IPA ada dalam 14 kali pertemuan; (2) materi tentang energi alternatif nuklir belum dibahas di dalam buku teks pelajaran.Kata kunci: analisis, muatan IPA, buku guru, buku siswa, Kurikulum 2013AbstractThe aim of this scientific paper is to analyze the Science content on main material of energy sorce in lesson textbook of integrated thematic for IV grade of MI (theme 2: “Selalu Berhemat Energi”). The results of this study can be used as a reference and teacher book revision and students' books in Curriculum 2013, especially on Science content. The purpose of this study is to analyze the presence of Science content on teacher book and student book for IV grade themes 1, 2, and 3 based on Core Competence(Kompetensi Inti/KI) and the Basic Competence (Kompetensi Dasar/KD). This study use basic attachment of Permendikbud No. 24 2016 about Core Competence and Basic Competence to analyze the existence of the Science content. In this study there are found some things, they are (1) Science content almost in every lesson, both written and unwritten on KD, of 16 meetings in this theme 2, Science content in 14 meetings; (2) material about nuclear alternative energy not discuss yet in textbooks.Keywords: analysis, science content, teacher books, student books, curriculum 2013
Dian Marta Wijayanti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.1994

Abstract:
Abstrak Ketuntasan pembelajaran IPS di kelas 5B SDN Sampangan 01 hanya 36%. Pembelajaran sebelumnya masih berlangsung kurang inovatif. Guru hanya menggunakan buku paket tanpa dibantu bahan ajar lain yang lebih menarik. Maka dari itu peneliti memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar dialogis KOMIK SEPEKAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 3 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5B SDN Sampangan 01 tahun 2016. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas siswa. Pembelajaran berjalan lebih bermakna karena siswa dapat memahami kronologi peristiwa sejarah pasca kemerdekaan melalui bahan ajar yang memiliki warna menarik. Ketuntasan klasikal meningkat dari 36% menjadi 80%.Kata kunci: IPS, komik, powerpointAbstact The completeness of IPS learning in 5B grader of Sampangan 01 elementary school onl 36%, because the previous learning is conducted less innovative. The teacher only use school book without another interesting complement teaching material. Because of that case, the writer construct learning activity by using teaching material dialogis KOMIK SEPEKAN. This study using action research with 3 cycles. The subject is 5B graders of Sampangan 01 elementary school in 20016. The result show there is increasing on student activity. Learning activity runs meaningfull because students easy to understand the chronology of Indonesia history after independence by teaching material which has interesting atmosphere. Clasical completeness is increase from 36% to 80%.Keywords: IPS, comic, powerpoint
Bayu Wijayama
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 7; doi:10.31942/mgs.v7i1.1773

Abstract:
Ne"> Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan efektifitas,karakter peduli lingkungan, rasa ingin tahu dan disiplin dalampembelajaran IPA bervisi SETS dengan pendekatan SAVI.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dimulaidari 1) perencanaan tindakan (planning), 2) penerapantindakan (action), 3) pengamaatan (observing) 4) refleksimengevaluasi proses dan hasil tindakan (reflecting). Kegiatanpenelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Perencanaanpembelajaran dimulai dengan membuat perangkat Silabus,RPP, LKPD dan soal. Hasil penelitian pembelajaran IPA bervisiSETS dengan pendekatan SAVI efektif dapat meningkatkanhasil belajar peserta didik secara klasikal pada materi sistempernafasan manusia. Data hasil penelitian menunjukkanpeningkatan prosentase dari kegiatan pra siklus 54,8%kemudian di siklus I menjadi 77,4% dan di siklus II prosentasesebesar 80,6%. Hasil analisis karakter peduli lingkungandengan skor 3,5, rasa ingin tahu dengan skor 3,44 dan karakterdisiplin dengan skor 3,5 sudah melebihi indikator keberhasilanpenelitian dengan Skor Akhir Sa 3,25< skor < 4 ketuntasanklasikal ≥75% pada kriteria membudaya (MK) dengandemikian penelitian berhasil meningkatkan karakter pedulilingkungan, rasa ingin tahu dan disiplin.
Fitria Martanti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.1993

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ali Imron
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 8; doi:10.31942/mgs.v8i1.2003

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top