Refine Search

New Search

Results in Journal CHEESA: Chemical Engineering Research Articles: 45

(searched for: journal_id:(2067071))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Indri Susanti, Rendy Muhamad Iqbal, Rahadian Abdul Rachman, Tri Agusta Pradana
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 75-81; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.7646.75-81

Abstract:
Methylene blue is the most widely used dye in the industry and it is difficult to be degraded by the microorganism. This research aims to investigate the photocatalytic activity and effects of contact time on the photocatalytic degradation rate of methylene blue by TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY material based on the kinetic study. The Advanced Oxidative Process (AOP) method was used to degrade methylene blue. Furthermore, the AOP is a degradation process that uses semiconductor material such as TiO2 or modification catalyst of TiO2 to be TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY. The degradation of methylene blue with catalyst TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY were tested under UV light for 5, 20, 30, 40, and 50 minutes. The result showed that TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY had an excellent activity for degrading the dye, which reached up to 99% after 20 and 30 minutes reaction, respectively. Also, a kinetic study of methylene blue degradation on TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY showed the kinetic models were according to pseudo-second-order.
Titan Obby Pangestu, Savira Farizqy Damayanti, Sintha Soraya Santi, Srie Muljani
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 82-90; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.8931.82-90

Abstract:
Cangkang bekicot memiliki potensi sebagai bahan baku sintesis kalsium fosfat karena kandungan kalsium yang sangat tinggi, yaitu sekitar 99 %. Kalsium fosfat dapat diaplikasikan sebagai biomaterial karena sifatnya yang sama dengan jaringan penyusun tulang. Pada saat ini kebutuhan akan biomaterial sangat tinggi dan telah memberi dampak yang cukup besar terutama dalam bidang kedokteran ortopedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kalsium fosfat dengan menggunakan bahan baku cangkang bekicot. Penelitian ini dilakukan dengan metode presipitasi dengan variasi pH dan suhu sintering. Cangkang bekicot di kalsinasi pada suhu 900 oC lalu di campurkan dengan larutan asam fosfat sesuai dengan rasio molar Ca/P 1,67. Pengendapan kalsium fosfat dilakukan saat proses presipitasi dengan penambahan NaOH untuk mengatur pH pada rentang 11 dan 12. Selanjutnya dilakukan proses sintering pada suhu 600, 700, 800, dan 900 oC. Karakterisasi kalsium fosfat yang dihasilkan menggunakan XRF, XRD, dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan perolehan hidroksiapatit (Hap) mencapai 100% pada pH 12, dan suhu 600 oC dengan struktur kristal amorf.
Hasrul Anwar, Tri Widjaja, Danawati Hari Prajitno
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 1-10; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.7406.1-10

Abstract:
Jerami padi adalah salah satu limbah pertanian yang melimpah di Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber lignoselulosa untuk produksi biogas. Salah satu metode untuk meningkatkan produksi biogas adalah dengan menambahkan cairan rumen dan kotoran sapi. Penelitian ini membandingkan produksi biogas pada cairan rumen sapi (JP-R) dan campuran cairan rumen dan kotoran sapi (JP-RKS). Percobaan ini dilakukan dalam reaktor batch anaerob selama 30 hari dengan volume kerja 3,6 L pada suhu mesofilik. Parameter yang diukur pada penelitian ini seperti asam lemak volatil (VFA), Chemical Oxygen Demand (COD), total padatan (TS), volatil padatan (VS), dan komposisi biogas. COD JP-R dan JP-RKS masing-masing adalah 54,21 % dan 49,44%. Yield metana untuk JP-R dan JP-RKS masing-masing adalah 0,48 Nm3/kgCODremoval dan 0,015 Nm3/kgCODremoval. Komposisi biogas pada JP-R adalah 47,97% CH4, 7% CO2 dan 0,44% H2, sedangkan pada JP-RKS komposisi biogas adalah 23,34% CH4, 10,06% CO2, dan 0,39% H2.
Vibianti Dwi Pratiwi, Iman Mukhaimin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 39-50; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.7697.39-50

Abstract:
Penggunaan energi biomassa sebagai sumber energi alternatif terbarukan diupayakan untuk mengurangi emisi CO2. Ampas kopi merupakan limbah biomassa yang dihasilkan dari proses produksi yang digunakan sebagai raw material dalam pembuatan biobriket. Limbah biomassa mempunyai calorific value yang relatif tinggi jika diolah menjadi biobriket dengan perekat. Jenis perekat yang digunakan adalah tepung tapioka dan getah pinus dengan komposisi tepung tapioka yang digunakan 0%, 10% dan 20% sedangkan jumlah perekat getah pinus 0%, 10%, 20%, dan 40%. Dengan mengetahui pengaruh jenis dan jumlah perekat dalam pembuatan biobriket menggunakan metode torefaksi, diharapkan limbah ampas kopi dapat menjadi biomassa sebagai energi alternatif. Penelitian dilakukan pada suhu torefaksi yaitu 200 oC, 250 oC dan 300 oC. Suhu torefaksi yang optimal untuk pembuatan biobriket dari ampas kopi adalah 300 oC dengan perekat getah pinus 40% yang menghasilkan biobriket lebih padat dan tidak mudah hancur dengan nilai kalori sebesar 6124 kal/gr.
Ngatijo Ngatijo, Nurul Gusmaini, Restina Bemis,
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 51-64; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.8433.51-64

Abstract:
Nanopartikel magnetit merupakan suatu material dengan sifat magnet yang stabil dan memiliki luas permukaan tinggi. Penyalutan nanopartikel magnetit dengan asam humat (AH) dilaporkan dapat meningkatkan stabilitas, kapasitas adsorpsi, dan kemudahan pemisahan pasca adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis Nanopartikel Magnetit tersalut Asam Humat (NpMAH) dengan metode ko-presipitasi dan menentukan parameter adsorpsinya sebagai adsorben Methylene Blue (MB) dengan metode batch. Keberhasilan sintesis ditunjukkan oleh karakterisasi NpMAH dengan FT-IR, XRD, SEM, dan VSM. Parameter isoterm adsorpsi mengindikasikan bahwa adsorpsi terjadi secara lapis tunggal dengan kapasitas adsorpsi sebesar 56,96 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 26,31 kJ/mol pada pH optimum 6,0. Parameter kinetika menunjukkan bahwa adsorpsi mengikuti model kinetika Ho (pseudo orde kedua) dengan konstanta laju adsorpsi (kHo) sebesar 12688,71 g/molmenitdan perhitungan MB yang teradsorpsi pada kesetimbangan (qe) sebesar 2,96×10-5 mol/g. Perhitungan energi adsorpsi menggunakan model kinetika Santosa dan RBS berturut-turut 25,67 kJ/mol dan 41,25 kJ/mol.
Lidya Elizabeth, Okky Indra Putra, Marthen Luther Doko
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 18-30; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.8316.18-30

Abstract:
Gas alam merupakan energi yang ramah lingkungan dibandingkan batubara dan minyak bumi. Pencairan gas alam memudahkan pengangkutan pada jarak jauh. Tujuan pemodelan dan simulasi pencairan gas alam ini yaitu mengetahui pengaruh temperatur dan tekanan pada masukan kompresor. Simulasi dilakukan secara statis dan dinamis. Metode simulasi pencairan gas alam menggunakan perangkat Matlab dengan persamaan keadaan Peng Robinson dan aturan campuran (mixing rules). Pemodelan statisdilakukan pada temperatur masukan gas alam 298 K dan tekanan 20 atm. Hasil simulasi menunjukkan gas alam mengalami pencairan pada siklus kedua. Temperatur gas alam siklus pertama mencapai 182 K sedangkan kedua 112 K. Pemodelan dinamis memvariasikan temperatur masukan kompresor pada komposisi gas alam tetap dan variasi komposisi gas metana pada temperatur masukan kompresor tetap. Hasil menunjukkan semakin tinggi temperatur masukan kompresor, semakin tinggi temperatur keluaran kompresor akhir dan throttling valve. Pada variasi komposisi gas metana, semakin besar komposisi gas metana maka semakin rendah suhu keluaran kompresor.
Surahman Latif Sahendra, Ridha Aulia Hamsyah, Khalimatus Sa'Diyah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 31-38; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.8416.31-38

Abstract:
Limbah cair seringkali dibuang ke sungai tanpa pengolahan yang memadai sehingga bahan-bahan organik yang terkandung di dalamnya cukup tinggi yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Adsorpsi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kandungan bahan-bahan organik pada limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio massa dan waktu kontak adsorben campuran dari kotoran sapi dan ampas tebu terhadap parameter pengolahan limbah cair pabrik gula. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah nilai COD, BOD, TSS, dan pH. Variasi rasio massa adsorben terhadap volume air limbah yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, sedangkan variasi waktu kontak adsorben terhadap sampel air limbah adalah 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Penurunan nilai COD dan TSS terbaik pada rasio adsorben 3% dan waktu kontak 3 jam. Nilai BOD mengalami kenaikan pada semua variabel tetapi tidak melebihi baku mutu limbah cair. Hasil penelitian terbaik diperoleh nilai COD 12 mg/L, TSS 26,67 mg/L, pH 6 dan BOD 28,72 mg/L.
Muhrinsyah Fatimura, Reno Fitriiyanti
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 65-74; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.8274.65-74

Abstract:
Distilasi steam merupakan salah satu metode ekstraksi minyak atsiri dengan steam yang dihasilkan berasal dari boiler. Ekstraksi minyak atsiri kemangi berdasarkan perbedaan tekanan uap komponen penyusun tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi laju kondensat terhadap volume kondensat, rendemen, dan karakteristik minyak kemangi yang dihasilkan. Penelitian ini merancang alat Distilasi steam dengan variabel bebas massa kemangi 2 kg, 4 kg, 6 kg dan laju alir kondensat 0,0831 mL/s, 0,329 mL/s, 0,4023 mL/s serta variabel tetap kondisi operasi boiler pada tekanan <1 kg/cm2 dengan temperatur 95 oC dan lama Distilasi 120 menit. Hasil penelitian minyak atsiri kemangi berbentuk cair, berwarna kuning, rasanya kelat dan berbau khas kemangi, massa jenis 0,9524 g/mL, indeks bias 1,4622, kelarutan dalam alkohol 95% 1:1, bilangan asam yang di dapat 0,6067 mgKOH/g. Karakteristik ini masih memenuhi standar yang di tetapkan Essential Oil Association (EOA) hanya indeks bias yang masih dibawah paremeter EOA. Volume kondensat paling banyak 2.886,20 mL pada massa kemangi 2 kg, dengan rendemen sebesar 0,1155% pada laju alir kondesat 0,4023 mL/s.
Dimas Frananta Simatupang, Yunianto Yunianto, Erwin Dani Winata Sihaloho
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 11-17; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i1.7830.11-17

Abstract:
PT. AGS Medan merupakan pabrik yang bergerak dalam produksi pupuk NPK yang salah satu produknyaadalah formula 12.12.17 dengan komposisi 12% unsur nitrogen, 12% unsur fosfor dan17% unsur kalium. Salah satu tahapan dalam proses pembuatan pupuk NPK yaitu proses pengeringan. Jenis dryer yang digunakan adalah rotary dryer dengan putaran 5 rpm dan kemiringan 20o. Pengering yang digunakan adalah udara panas yang berasal dari pembakaran batu bara jenis bitminious di dalam furnace.Untuk menentukan jumlah batu bara yang dibutuhkan dalam proses pengeringan pupuk NPK sebagai bahan bakar furnace maka diperlukan perhitungan jumlah panas. Pengambilan sampel, analisis kadar air dan suhu serta menghitung panas dengan prinsip neraca massa dilakukan dalam penelitian ini. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan untuk mengeringkan pupuk NPK dengan kapasitas pupuk NPK 7000 kg/jam dibutuhkan energi sebesar 6136268,402Kkal/jam. Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengeringkan pupuk NPK adalah sebesar 789,219kg/jam.
Fatimah Fatimah, Rahma Diyan Martha, Asmarani Kusumawati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 88-98; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i2.7688.88-98

Abstract:
Tanaman Majapahit (Crescentia cujete) merupakan salah satu tanaman yang banyak tersebar di Indonesia. Namun, tanaman ini kurang mendapatkan perhatian, karena kurangnya informasi mengenai potensi tanaman tersebut. Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa terbesar yang terdapat pada tanaman yang memiliki beberapa fungsi farmakologis dan medisinal, salah satunya anti kanker. Dalam penelitian ini, dilakukan deteksi dan identifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak etanol kulit batang tanaman majapahit menggunakan LCMS, untuk mengetahui potensi tanaman majapahit sebagai salah satu kandidat tanaman potensial antikanker. Berdasarkan hasil deteksi menggunakan LCMS diketahui terdapat sekitar 88 senyawa yang terdeteksi, termasuk didalamnya 12 senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid yang ditemukan, yaitu; acetoin, quercetine, kaempferol-3-O-rhamnoside, acacetin7-rutinoside, fortunellin, kaempferol 3-[6”-(3-hydroxy-3-methylglutaryl) glucoside], didymin, diosmin, hesperidin, rutin, narirutin 4’-glucoside, kaempferol 3-[6”-(3-hydroxy-3-methylglutaryl) glucoside]-7-glucoside. Kaempferol-3 -O-rhamnoside merupakan flavonoid dengan komposisi terbesar yakni, sebesar 4,072%. Keseluruhan flavonoid yang teridentifikasi memiliki potensi sebagai antikanker, kecuali acetoin dan fortunellin.
Shintawati Shintawati, Analianasari Analianasari, Zukryandry Zukryandry
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 63-70; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i2.7388.63-70

Abstract:
Lada hitam dikenal dengan nama King of Spices yang merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor asal Provinsi Lampung. Lada hitam memiliki aroma dan rasa pedas yang khas. Kontribusi aroma berasal dari senyawa volatile yang terkandung pada minyak atsiri dalam lada hitam. Minyak atsiri lada diperoleh dari ekstraksi pelarut, hidrodistilasi, distilasi uap, distilasi fluida super kritik dan hidrodistilasi menggunakan microwave. Nilai konsentrasi minyak atsiri selama ekstraksi serta laju ekstraksi dapat diprediksi dari model kinetika. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari ekstraksi minyak atsiri lada hitam dan mengetahui model kinetika ekstraksi minyak atsiri lada hitam secara hidrodistilasi. Hidrodistilasi dilaksanakan selama 5 jam dengan pengambilan data setiap 15 menit. Hasil penelitian memperlihatkan kinetika ekstraksi lada hitam mengikuti model kinetika ekstraksi orde kedua. Nilai parameter kinetika orde kedua dari ekstraksi minyak atsiri lada hitam yaitu kapasitas ekstraksi minyak atsiri lada,Cs, laju awal ekstraksi, h, dan konstanta laju ekstraksi, k masing-masing adalah 4,9 gL-1, 0,206 g L-1menit-1 dan 0,0086 g-1L menit-1 dan nilai determinasi sebesar 99,97%. Hasil eksperimen didapat perolehan ekstraksi sebesar 5,14%.
Ersalina Nidianti, Ary Andini, Nia Kurniaty Rukman
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 79-87; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i2.7742.79-87

Abstract:
Kanker adalah penyakit tidak menular yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas di seluruh wilayah dunia. Salah satu pengobatan kanker adalah dengan menggunakan obat kemoterapi cisplatin. Namun cisplatin memiliki efek samping yang bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis dan waktu tertentu. Kombinasi nanopartikel bovine serum albumin (BSA) yang mengandung cisplatin dikembangkan dengan modifikasi ikatan menggunakan asam folat sebagai solusi alternatif meminimalisir efek toksik yang dihasilkan dan mengoptimalkan sistem pengiriman obat. Tujuan penelitian adalah sintesis kombinasi nanopartikel BSA yang mengandung cisplatin dan modifikasi ikatan menggunakan asam folat sebagai kandidat antikanker. Penelitian ini dilakukan melalui sintesis dengan metode desolvasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel BSA yang dikombinasi dengan cisplatin dan asam folat telah berhasil disintesis. Analisis FT-IR menunjukkan bahwa ada gugus fungsi O-H alkohol, C-H, C-C, NO2 yang berperan dalam sintesis nanopartikel. Analisis XRD menunjukkan adanya pergeseran peak dari NP-BSA 31,69 menjadi As-CP-NP-BSA 34,45; ukuran nanopartikel NP-BSA 2,38 nm dan As-CP-NP-BSA 2,62 nm sedangkan analisis SEM-EDX diketahui ada unsur C, O, Mg, Cl dan Pt.
Shintawati Shintawati, Analianasari Analianasari, Zukryandry Zukryandry
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3; https://doi.org/10.25273/cheesa.v0ix.7388

Abstract:
Lada hitam dikenal dengan nama King of Spices yang merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor asal Provinsi Lampung. Lada hitam memiliki aroma dan rasa pedas yang khas. Kontribusi aroma berasal dari senyawa volatile yang terkandung pada minyak atsiri dalam lada hitam. Minyak atsiri lada diperoleh dari ekstraksi pelarut, hidrodistilasi, distilasi uap, distilasi fluida super kritik dan hidrodistilasi menggunakan microwave. Nilai konsentrasi minyak atsiri selama ekstraksi serta laju ekstraksi dapat diprediksi dari model kinetika. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari ekstraksi minyak atsiri lada hitam dan mengetahui model kinetika ekstraksi minyak atsiri lada hitam secara hidrodistilasi. Hidrodistilasi dilaksanakan selama 5 jam dengan pengambilan data setiap 15 menit. Hasil penelitian memperlihatkan kinetika ekstraksi lada hitam mengikuti model kinetika ekstraksi orde kedua. Nilai parameter kinetika orde kedua dari ekstraksi minyak atsiri lada hitam yaitu kapasitas ekstraksi minyak atsiri lada,Cs, laju awal ekstraksi, h, dan konstanta laju ekstraksi, k masing-masing adalah 4,9 gL-1, 0,206 g L-1menit-1 dan 0,0086 g-1L menit-1 dan nilai determinasi sebesar 99,97%. Hasil eksperimen didapat perolehan ekstraksi sebesar 5,14%.
Meilisa Rusdiana Surya Efendi, Sri Sumarsih, Novia Fajarwati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 99-105; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i2.7735.99-105

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fenantren terhadap aktivitas enzim katabolik pada Pseudomonas putida TI (8). Isolat ditumbuhkan pada media Air Mineral Sintetis (AMS) dengan penambahan 1% fenantren. Enzim katabolik diuji aktivitasnya terhadap fenantren. Uji aktivitas enzim ditentukan berdasarkan penurunan absorbansi NADH pada panjang gelombang 340 nm. Satu unit aktivitas enzim dinyatakan sebagai jumlah enzim yang membutuhkan 1 µmol NADH untuk mengoksidasi substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dapat tumbuh menggunakan fenantren hingga 10 hari inkubasi. Aktivitas enzim katabolik tertinggi terhadap fenantren pada inkubasi hari ke 8 sebesar 5,391 U/mL. Penambahan 1% hidrokarbon poliaromatik dapat meningkatkan aktivitas enzim sebesar 10 kali, hal ini menunjukkan bahwa enzim katabolik pada Pseudomonas putida TI (8) merupakan enzim induktif.
Rintis Manfaati, Hibah Baskoro, Muhammad Muhlis Rifai
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 71-78; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i2.7660.71-78

Abstract:
Pengeringan bawang merah (Allium cepa L.) menggunakan tray dryer bertujuan menghasilkan produk sesuai standar bahan kering, tetapi kadar nutrisinya tetap dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakteristik proses pengeringan bawang merah melalui beberapa tinjauan yaitu kadar air bawang merah setelah pengeringan, laju pengeringan konstan (Rc), kadar air bebas kritis (Xc), parameter pengeringan (k), profil kurva laju pengeringan menurun dan nilai difusivitas rata-rata. Pengeringan dilakukan pada bawang merah dengan kadar air awal 82,5%, dan ketebalan 1-2 mm. Suhu pengeringan divariasi pada rentang 50-70 oC, waktu pengeringan 6 jam dan laju udara pengeringan 2,0 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum pengeringan adalah 70 oC dengan kadar air bawang merah setelah pengeringan adalah 8,3896%, nilai Rc yaitu 1,2968 kg/jam.m2, nilai Xc yaitu 2,3044 kg air/kg bahan kering dan nilai k adalah 0,0173 menit-1. Profil perpindahan air terikat dalam bawang merah terjadi secara difusi dengan nilai difusivitas rata-rata (DL) adalah 1,5556.10-10 m2/detik.
Zaldy Rusli, Lusi Agus Setiani
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3; https://doi.org/10.25273/cheesa.v0ix.7499

Abstract:
Sebagian besar protein akan mengalami denaturasi yang lambat pada suhu tubuh, dapat terjadi dalam waktu setengah hari atau bahkan tahun. Proses denaturasi protein dapat diinduksi oleh panas sehingga akan terjadi perubahan struktur dari protein dan mengakibatkan perubahan peran biologis dari protein tersebut yang dapat berdampak bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metode yang dimodifikasi untuk digunakan dalam menganalisis daya hambat suatu bahan terhadap proses denaturasi protein yang diinduksi oleh panas. Metode yang digunakan adalah metode analisis penghambatan proses denaturasi protein secara in vitro. Protein dikondisikan pada suhu tubuh (37 °C) yang dilanjutkan dengan menginduksi protein menggunakan panas pada suhu 70 °C. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan suatu kontrol tanpa perlakuan, reagen uji protein serta persamaan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi penghambatan denaturasi 50% protein (IC50). Analisis dilakukan dengan mengukur serapan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsentrasi dari natrium diklofenak dan ekstrak air daun afrika (Vernonia amygdalina) dengan menggunakan parameter IC50 diperoleh hasil berturut-turut adalah 520,80mg/L dan 3.751,88 mg/L. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan daya hambat proses denaturasi protein, tetapi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, agar diperoleh suatu metode yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang baik.
Zaldy Rusli, Lusi Agus Setiani
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 55-62; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i2.7499.55-62

Abstract:
Sebagian besar protein akan mengalami denaturasi yang lambat pada suhu tubuh, dapat terjadi dalam waktu setengah hari atau bahkan tahun. Proses denaturasi protein dapat diinduksi oleh panas sehingga akan terjadi perubahan struktur dari protein dan mengakibatkan perubahan peran biologis dari protein tersebut yang dapat berdampak bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metode yang dimodifikasi untuk digunakan dalam menganalisis daya hambat suatu bahan terhadap proses denaturasi protein yang diinduksi oleh panas. Metode yang digunakan adalah metode analisis penghambatan proses denaturasi protein secara in vitro. Protein dikondisikan pada suhu tubuh (37 °C) yang dilanjutkan dengan menginduksi protein menggunakan panas pada suhu 70 °C. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan suatu kontrol tanpa perlakuan, reagen uji protein serta persamaan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi penghambatan denaturasi 50% protein (IC50). Analisis dilakukan dengan mengukur serapan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsentrasi dari natrium diklofenak dan ekstrak air daun afrika (Vernonia amygdalina) dengan menggunakan parameter IC50 diperoleh hasil berturut-turut adalah 520,80mg/L dan 3.751,88 mg/L. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan daya hambat proses denaturasi protein, tetapi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, agar diperoleh suatu metode yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang baik.
Said Ali Akbar, Veinardi Suendo, Achmad Rochliadi
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 21-32; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.6702

Abstract:
Studi tentang baterai sekunder polianilina(PAni)|Zn telah banyak dikembangkan, tetapi sejauh ini masih belum ada penjelasan mengenai pengaruh asam terhadap kinerja baterai tersebut. PAni disitensis menggunakan metoda elektrodeposisi dengan tegangan 0,7 V selama 30 menit. PAni hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Voltammetri dan Spektroskopi Inframerah. Baterai PAni|Zn didesain dalam bentuk sandwich, kemudian pengukuran kinerja digunakan impedansi serta pengisian-pengosongan. Baterai dengan elektroda PAni-Cl dan PAni-Br mempunyai kinerja yang lebih baik dengan specific capacity saat ke-60 yaitu 55,4 dan 37,4 mAh g-1. Pengukuran impedansi pada baterai dengan elektroda PAni-Cl, PAni-Br, dan PAni HClO4, menunjukan resistance solution (Rs) secara berurutan yaitu 1,38; 2,56; dan 3,03 W dan resistance charge transfer (Rct) 2,24; 2,97; dan 7,71 W. Oleh sebab itu, baterai PAni|Zn dengan dopan HCl menunjukkan kinerja terbaik dibanding dengan asam yang lain.
Khairul Khairul, Helentina Mariance Manullang
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 1-6; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.6033

Abstract:
Perairan Belawan Pulau Sicanang merupakan kawasan yang rentan terhadap pencemaran logam berat, karena kawasan perairan ini berdekatan dengan kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman. Logam berat sangat berbahaya bagi kehidupan hewan aquatik maupun bagi kesehatan manusia. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat berupa: Timbal (Pb), Cadmium (Cd), dan Merkuri (Hg) pada perairan ekositem mangrove Belawan Pulau Sicanang. Keberadaan ekosistem hutan mangrove di kawasan ini berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Kandungan logam berat di perairan bisa diserap oleh tanaman mangrove sebagai fitoremediasi.Penentuan stasiun pengamatan berdasarkan purvosive sampling, dengan Stasiun 1 yang merupakan kawasan hutan mangrove alami dan Stasiun 2 yang merupakan kawasan perusahaan dan pabrik). Metode uji sampel air dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil analisis logam berat dari air sampel berupa: Pb (0,15 ppm) pada Stasiun 1 dan 0,33 ppm pada Stasiun 2, Cd (0,04 ppm) pada Stasiun 1 dan 0,11 ppm pada Stasiun 2, Sedangkan Hg (<0.1011 ppm) nilainya sama pada Stasiun 1 dan 2. Berdasarkan hasil analisis logam berat berupa: Pb, Cd dan Hg pada kedua perairan, dapat disimpulkan bahwa kawasan hutan magrove alami memiliki kandungan logam lebih rendah daripada kawasan industri.
Daril Ridho Zuchrillah, Lily Pudjiastuti, Niniek Fajar Puspita, Afan Hamzah, Achmad Dwitama Karisma, Agus Surono, Saidah Altway, Liana Ardiani, Nur Azizatur Rohmah, Eva Oktavia Ningrum
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 33-41; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.6659

Abstract:
Kemasan plastik banyak digunakan pada industri makanan dan minuman di Indonesia karena praktis dan mudah. Namun, disisi lain ini merupakan bencana bagi lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai (nondegradable). Edible film merupakan salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan kemasan plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kitosan dari limbah cangkang rajungan dan pektin dari limbah kulit pisang kepok sebagai bahan baku pembuatan edible film. Kitosan diperoleh dari proses degreasing, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi cangkang rajungan. Pektin diperoleh dari proses hidrolisis kulit pisang kepok. Edible film yang berbasis kitosan dan pektin dibuat melalui proses blending dengan ratio (K:P) 100:0; 60:40; 50:50: 40:60 dan 0:100. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi warna, transparan, ketebalan, kelarutan dalam air, laju transmisi uap air (WVTR), kadar air, swelling degree, biodegradabilitas, dan aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan edible film kitosan dan pektin yang paling optimal adalah ratio 50:50.
Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 42-54; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.6695

Abstract:
Keripik tempe adalah salah satu makanan khas di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui pengaruh cara perekatan dan ketebalan pengemas terhadap mutu keripik tempe, dan mengetahui umur simpan keripik tempe berdasarkan cara perekatan pengemas dan ketebalan pengemas. Faktor yang diteliti yaitu, cara perekatan: stapler, lilin, dan sealer, jenis pengemas: plastik polipropilen 0,07 mm dan plastik polipropilen 0,04 mm, dan lama penyimpanan: 10 hari, 20 hari, dan 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keripik tempe dengan kemasan plastik polipropilen 0,07 mm dan perekat sealer memiliki mutu paling baik. Selama penyimpanan terjadi peningkatan kadar air, kadar asam lemak bebas, dan kadar peroksida serta terjadi penurunan semua variabel sensorik, tetapi keripik tempe kemasan plastik polipropilen 0,07 mm dengan perekat sealer mampu mempertahankan mutu keripik tempe sampai hari ke-30, sedangkan perlakuan lainnya hanya mampu sampai hari ke-20.
Felix Arie Setiawan, I Made Arimbawa, Navisa Ayudia Putri, Boy Arief Fachri
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 7-13; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.5701

Abstract:
Jember memiliki potensi perikanan terutama udang sebagai sumber kitin yang merupakan dasar pembuatan kitosan. Kitosan berasal dari limbah kulit udang yang dicampur dengan limbah lain yaitu padatan silika dari Pembangkit Listrik Panas Bumi dan fly ash dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap untuk menghasilkan membran yang dapat digunakan dalam filtrasi logam berat dalam air. Membran tanpa silika dibuat sebagai negative control dan dengan silika murni sebagai positive control. Membran kitosan dibuat dengan cara mencampurkan 1,0 gram kitosan dalam 100 mL larutan asam asetat 2% v/v dan 0,8 gram senyawa silika serta 0,5 gram polyethylene glycol. Membran yang telah dibuat diuji untuk menyaring larutan yang mengandung logam berat Cu dan Pb. Konsentratsi optimum dari Cu dan Pb dalam badan cairan dapat dikurangi sebesar 87% dan 80% menggunakan membran kitosan-silika.
Eka Megawati, I Ketut Warsa, Mochammad Wahyu Setiawan
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 14-20; https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.5684

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan produk Pertalite menggunakan komponen Reformat agar memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Dirjen Migas. Metode blending merupakan teknik pengumpulan data yang berupa perhitungan optimasi blending pertalite dengan penambahan komponen reformate menggunakan rumus trial & error/coba-coba. Beberapa rumusan perhitungan blending yang di pakai untuk membuat Pertalite dari komponen-komponennya adalah: Blending, Distilasi, Octane Number dan RPV. Berdasarkan perhitungan hasil distilasi 10% sebesar 68,88 oC, 50% sebesar 106,94 oC, FBP 201,91 oC, Reid Vapour Pressure (RVP) sebesar 48,78 Kpa, density at 15 oC sebesar 762,60 Kg/liter, dan ON diperoleh angka sebesar 90. Berdasarkan hasil analisa Perhitungan Optimasi blending pertalite ON 89,5 dengan Reformat menggunakan rumus trial & error/coba-coba, pencampuran titik blending telah memenuhi spesifikasi Distilasi, RVP dan Density. Pertalite ON 90 diperoleh dari percampuran pertalite ON 89,5 sebanyak 5320 m3 dengan Reformat sebanyak 415,625 m3.
Cut Yuliana, Rukman Hertadi, Deana Wahyuningrum
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 56-65; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i2.5410

Abstract:
Perkembangan teknologi bioproses telah mendorong pendekatan ke arah produk surfaktan biologi (biosurfaktan) yang ramah lingkungan. Penelitian ini difokuskan pada optimasi produksi biosurfaktan dengan menggunakan variasi sumber karbon dan nitrogen. Tahap awal penelitian ini dilakukan dengan menguji potensi bakteri Chromohalobacter japonicus BK-AB18 penghasil biosurfaktan dengan menggunakan metode uji hemolisis dimana hasil menunjukkan aktivitas hemolisis yang tinggi dengan ukuran zona bening 3 cm pada media agar darah. Selanjutnya dilakukan produksi pada medium optimal dengan menambahkan 2% variasi sumber karbon terdiri dari minyak zaitun, minyak jagung, minyak kelapa sawit, minyak kacang kedelai dan minyak bunga matahari serta 0,3 % variasi nitrogen terdiri dari urea, NaNO3, NH4Cl, NH2(SO)4 and KNO3. Hasil penelitian menunjukkan produksi biosurfaktan dari Chromohalobacter japonicus BK-AB18 meningkat secara signifikan dengan menggunakan minyak zaitun sebagai sumber karbon dan urea sebagai sumber nitrogen dengan hasil penyebaran minyak 4,8 cm serta aktivitas biosurfaktan dengan nilai tegangan permukaan sebesar 34 dyne/cm, dan hasil uji emulsifikasi sebesar 76%.
, Junety Monde, Akhmad Fauzan, Lorianti Lorianti
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 90-98; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i2.5487

Abstract:
Sumber energi terbarukan semakin mendapat perhatian, hal ini disebakan karena berkurangnya cadangan minyak dan meningkatnya kesadaran manusia akan lingkungan. Biofuel secara umum adalah bahan bakar berasal dari tumbuhan dan hewan. Blending adalah suatu proses pencampuran untuk mendapatkan produk yang memenuhi spesifikasi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah blending biofuel dengan kerosin yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik perbandingan rasio blending biofuel dengan kerosin. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bilangan asam, massa jenis, bilangan penyabunan, flash point, distilasi, dan bilangan iodin. Variabel penelitian rasio blending 5:95, 10:90, 15:85, 20:80, 25:75, 30:70. Nilai terbaik pada penelitian ini terdapat pada blending dengan rasio B30, bilangan asam diperoleh rasio blending B30 0,08 mg/gram, massa jenis pada rasio blending B30 800 Kg/m3, bilangan penyabunan pada rasio blending B30 2,24 mg/gram, flash point terbaik pada rasio blending B30 51°C, distilasi 90% pada rasio blending B30 298 °C dan bilangan iodin pada rasio blending B30 0,75 gram I2/gram minyak.
, Ardiani Samti Nur Azizah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 66-74; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i2.5495

Abstract:
Demam berdarah merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang penyebarannya dilakukan oleh nyamuk Aedes aegypti. Upaya pemberantasan nyamuk Aedes aegypti khususnya pada fase larva dapat dilakukan dengan menggunakan larvasida yang berasal dari bahan alam. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai larvasida adalah buah sawo. Kulit dan daging buah sawo muda diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu tanin, flavonoid, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas larvasida pada ekstrak kulit dengan ekstrak daging buah sawo muda terhadap kematian larva Aedes aegypti. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0 ppm (kontrol negatif), 2500 pp, 5000 ppm, 7500 ppm, 10000 ppm, 12500 ppm, 15000 ppm dan 20000 ppm. Sampel yang digunakan yaitu larva Aedes aegypti instar III sebanyak 10 larva dan diamati selama 24 jam dengan tiga kali pengulangan. Uji yang digunakan yaitu uji regresi dan uji perbedaan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa pengaruh pemberian ekstrak kulit buah sawo (54,7 %) lebih rendah dari ekstrak daging buah sawo (64,3 %) dalam membunuh larva uji. Hasil uji perbedaan pada konsentrasi selain 7500 ppm didapatkan nilai p < 0,05 hal ini menandakan terdapat perbedaan rata-rata kematian pada kelompokekstrak kulit dan daging buah sawo.
Ika Fitri Ulfindrayani, Nurani Ikhlas, Qurrota A’Yuni, Nurull Fanani, Binaria Lumban Gaol, Devi Lestari
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 50-55; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i2.5108

Abstract:
Metil orange merupakan salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil. Metil orange ini tergolong ke dalam zat warna yang berbahaya bagi lingkungan. Salah satu metode yang baik digunakan untuk mengurangi bahaya dari metil orange yaitu metode adsorpsi. SiO2 diketahui memiliki sifat adsorben yang baik karena memiliki struktur dan sifat permukaan yang stabil terhadap bahan kimia. Lumpur Lapindo merupakan salah satu sumber SiO2 yang keberadanya melimpah. Kandungan SiO2 pada Lumpur Lapindo yakni sebesar 55%. Tingginya kandungan SiO2 dalam Lumpur Lapindo, membuat lumpur lapindo memiliki daya adsorpsi yang baik. Pada penelitian ini Lumpur Lapindo digunakan sebagai adsorben untuk metil orange. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode batch. Lumpur Lapindo dipreparasi terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap daya adsorpsi pada Metil orange. Preparasi dilakukan dengan ekstraksi SiO2 dari Lumpur Lapindo menggunakan metode kopresipitasi yang dapat meningkatkan kemurnian SiO2 dari 50% menjadi 78,6%. SiO2 hasil ekstraksi memiliki %removal dan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lumpur Lapindo masing-masing sebesar 81,39% dan 0,081mg/g.
Prapti Ira Kumalasari, Junety Monde, Zefanya Bernadi Yusuf, Rini Rini
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 83-89; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i2.5481

Abstract:
Kalimantan merupakan pulau yang terkenal akan sektor pertambangan salah satunya di daerah delta Mahakam, yang dalam proses eksploitasinya berpotensi menghasilkan limbah logam berat, seperti logam berat Cr6+. Pencemaran logam Cr6+ cukup sulit untuk terurai dilingkungan dan bersifat karsinogenik, karena dengan konsentrasi kecil saja dapat menimbulkan tingkat keracunan yang sangat tinggi pada makhluk hidup, sehingga pengolahan terhadap limbah tersebut sangat penting. Microbial Fuel Cell merupakan suatu metode yang dapat membantu proses pengolahan limbah dengan cara mereduksi Cr6+ menjadi Cr3+ dengan katalisis mikrobiologis. Penelitian ini menggunakan metode reaktor double-chamber yaitu terdapat ruang anoda yang berisi bakteri anaerob dan basic anolyte, sedangkan pada ruang katoda terdapat kalium dikromat dengan konsentrasi 18 mg/L dan variasi pH 3, 4 dan 5 yang dilakukan selama 10 hari. Kondisi pH optimum pada proses reduksi terjadi pada pH 4 dengan besar persen penurunan sekitar 98%. Dan produksi listrik tertinggi pada hari ke-2 pada variasi pH 3 dengan nilai power density sebesar sebesar 11, 06 mW/m2.
, Prapti Ira Kumalasari, Kevin Nugroho
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 75-82; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i2.5479

Abstract:
Konsumsi minyak goreng di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Penggunaan minyak goreng secara berulang menyebabkan penurunan kualitas mutu. Limbah minyak goreng yang dibuang ke perairan dapat menyebabkan rusaknya ekosistem perairan karena akan menutupi permukaan air sehingga sinar matahari tidak bisa masuk secara maksimal yang menyebabkan meningkatnya nilai Chemical Oxygen Demand (COD) serta Biological Oxygen Demand (BOD). Katalis logam memiliki tingkat sisi aktif yang tinggi dibandingkan dengan katalis lainnya. Penelitian ini melakukan perengkahan metil ester minyak jelantah menggunakan katalis Pt/Al2O3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transesterifikasi pada suhu 55 ºC dan perengkahan dengan variasi konsentrasi katalis 0,6%, 0,7%, 0,8% dan 0,9% berat minyak dalam 500 mL minyak jelantah pada suhu 55ºC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari biofuel yang dihasilkan dari perengkahan melalui analisa angka asam, angka penyabunan angka iodin dan flash point. Hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada konsentrasi katalis 0,9% dengan kandungan asam lemak bebas 0,0014 mgKOH/g FFA, nilai flash point 165,5 ºC dan angka iodin 2,79 (massa/massa) serta angka penyabunan sebesar 5,3 mg KOH/g.
Khairul Khairul, Zunaidy Abdullah Siregar, Rusdi Machrizal
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 10-18; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i1.3850

Abstract:
Belangkas merupakan hewan yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia. Keberadaanya di alam sudah semakin jarang ditemukan. Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya densitas belangkas di habitatnya. Salah satu penyebabnya karena menurunnya kualitas air yang diakibatkan pencemaran perairan. Kondisi fisika kimia perairan merupakan faktor pembatas bagi belangkas. Kualitas air tentunya mencakup faktor fisika kimia, dimana harus sesuai dengan baku mutu dipersyaratkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi faktor fiisika kimia perairan dan korelasinya terhadap densitas belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, dimana penentuan titik stasiun pengamatan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan korelasi faktor fisika kimia perairan terhadap densitas belangkas di Pantai Timur Sumatera Utara mempunyai hubungan yang positif (+). Nilai korelasi tertinggi diperoleh pada suhu (0,936), kecerahan (0,702), salinitas (0,603), Hg (0,578), Cd (0,545), Pb (0,508), pH (0.405), kecepatan arus (0,148), dan DO (0,045).
, Dwi Ima Hikmawati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 33-41; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i1.4335

Abstract:
Chicken eggshell and rice husk waste have been succesfully used as a potential adsorbent of methyl orange (MO). In this study, after the washing and drying process, chicken eggshells were mashed while the rice husk was left intact. Chicken eggshell powder and coarse rice husk were combined and varied its composition ratio by 3: 1, 2: 1, 1: 1, 1: 2, and 1: 3. The adsorption process of 50 mL MO 20 ppm in aqueous solution with 11 grams of adsorbent was measured using the UV-Vis Spectrophotometer Genesys 20 at 465 nm. Based on the results of the study, the adsorbent with a variation of 1: 1 in ratio was able to adsorb MO from the solution up to 27.70% within 60 minutes.
Nur Ihda Farikhatin Nisa, Achmad Aminudin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 19-25; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i1.4469

Abstract:
Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat diproduksi dari berbagai bahan seperti sorgum, tebu atau bahkan substrat dari limbah industri makanan. Pembuatan bioetanol melibatkan proses distilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu distilasi etanol-air terhadap konsentrasi overhead product dan bottom product yang keluar dari kolom distilasi. Metode dalam penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, distilasi dan tahap analisa. Konsentrasi etanol ditentukan melalui pengukuran indeks bias menggunakan refraktometer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar indeks bias larutan etanol maka semakin besar konsentrasi larutan. Semakin lama waktu distilasi maka konsentrasi overhead product semakin besar. Hal ini berbanding terbalik dengan konsentrasi larutan di bottom product yang semakin kecil dengan bertambahnya waktu distilasi.
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 1-9; https://doi.org/10.25273/cheesa.v2i1.4014

Abstract:
Sebagai alternatif inhibitor sintetis, green inhibitor sangat berguna pada material yang tidak memungkinkan digunakan metoda proteksi secara pelapisan dan proteksi katodik. Jambu biji memiliki komponen metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai penghambat korosi. Buah jambu biji diekstraksi menggunakan metoda maserasi. Selanjutnya, ekstrak jambu biji dilakukan karakterisasi secara fitokimia. Kinerja inhibitor dilakukan dengan mengunakan 2 jenis air (sumur dan laut) serta variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3%, 10% dan 25%. Laju korosi pada paku menjadi semakin kecil dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Pada air laut, penambahan 25% ekstrak menunjukkan kenaikan massa sebesar 0,018% dari berat paku mula-mula. Efisiensi inhibitor paling besar terjadi pada penambahan 25% ekstrak yaitu sebesar 98,39% pada media air sumur dan 99,75% pada air laut. Oleh sebab itu, jambu biji sangat berpotensi untuk digunakan sebagai aplikasi green inhibitor masa depan.
Said Ali Akbar, Dilla Armelianda, Muttakin Muttakin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 74-81; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3390

Abstract:
C–Zn battery is a commercial battery that widely used due to its easy to carry, inexpensive, and easy to obtain. However, the serious thing is the problem of battery waste which not only causes pollution but also endangers natural resources due to contained heavy metals (Mn) and corrosive electrolytes. Noni (Morinda Citrifolia L.) is a fruit with the main component of vitamin C (ascorbic acid) as an antioxidant. This acid component is the basis for further utilization as an environmentally friendly electrolyte application. Noni was fermented with 2 time variations, 48 and 72 hours. Fabrication of C–Zn batteries was done with thin configurations like sandwiches. Furthermore, voltage was measured with digital multimeter. The results obtained, Open Circuit Voltage (OCV) of 0.72 V for unfermented electrolytes. Then, the use of fermented electrolytes causes an increase in voltage and current due to decreased pH.
Vita Efelina, Viktor Naubnome, Dessy Agustina Sari
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 37-42; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3035

Abstract:
Kulit Durian memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan. Isu tersebut menjadi trending topic bidang energi sebagai solusi kelangkaan minyak bumi dan gas. Kandungan selulosa kulit durian mencapai 64,51% menjadi sumber energi biobriket. Kulit durian menjadi salah satu opsi karena komposisi kulitnya mencapai 60-75%. Kulit durian ini mampu memperbesar densitas dan nilai ekonomis produk yang dihasilkan. Lalu, selain menggunakan kulit durian, peneliti juga melakukan penambahan minyak jelantah yang berperan sebagai pelapis biobriket agar produk sulit mengikat air, kadar air menjadi lebih rendah. Penggunaan lem kanji bertujuan untuk menjaga kerapatan briket sehingga produk tidak mudah hancur. Penelitian ini menggunakan proses karbonisasi kulit durian dengan suhu600oC selama 60 menit. Karbon yang terbentuk digerus, lalu saring dengan pengayak ukuran 100 mesh. Nilai kalor paling tinggi sebesar 5673,367 kal/gram dengan perlakuan mencelupkan ke dalam minyak jelantah. Nilai kadar abu, kadar air, kadar uap dan fix carbon masing-masing adalah 12,90%, 9,37%, 17,79%, dan 59,94%.
, Mohammad Arfi Setiawan, Risa Munika Ulfa, Lin Istiqomah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 58-65; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3168

Abstract:
Aspergillus flavus merupakan jamur yang bersifat aerobik karena memiliki kemampuan untuk tetap hidup jika kondisi medianya dipenuhi oksigen. Jamur mikroskopis ini dapat menghasilkan satu zat tertentu bernama aflatoxin. Ini adalah mikotoksin yang memiliki tingkat dampak toksik yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun dari Centella asiatica (L.) Urban terhadap pertumbuhan Aspergillus flavus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavusdengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada konsentrasi 0,8%.
Imron Ramdhani Achmad, Mohammad Yani, Suprihatin Suprihatin, Wonny Ahmad Ridwan
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 43-57; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3137

Abstract:
Ca-bentonit adalah jenis bentonit dengan sifat penyerapan yang baik. Sifat tersebut dapat ditingkatkan dengan mengaktifkannya melalui penambahan asam, tetapi asam apapun yang dipilih memiliki potensi untuk mencemari lingkungan. Penelitian ini mengkaji pengelolaan air limbah bentonit dengan 98% H2SO4 sebagai aktivator. Karena produksi yang besar, berkelanjutan dan metode trial and error dalam mencari solusi akan membutuhkan waktu yang lama, diusulkan pemodelan sistem dinamik. Pemodelan menggunakan software Powersim Studio 7 mengacu pada data konsentrasi H+ dan jumlah bahan penetral. Model simulasi menghasilkan ilustrasi bahwa pengolahan air limbah yang efektif dan efisien adalah mengganti metode pengenceran air limbah menjadi 126 m3 / 3 ton bentonit dan penambahan campuran NaOH-kapur yang diatur secara bertahap. Netralisasi optimum didapatkan pada penambahan 961,9 kg NaOH untuk meningkatkan pH air limbah hingga pH 3 kemudian diikuti dengan penambahan 40,31 kg kapur hingga pH 6,5 sehingga perubahan pH dan waktu pengerjaan tetap terkontrol. Biaya total pengolahan optimum membutuhkan biaya total Rp 44.100.716/3 ton bentonit yang diproses.
Adhi Setiawan, Novi Eka Mayangsari, Denny Dermawan
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 82-91; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3432

Abstract:
Ekstrak daun tembakau dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi pada logam baja karbon dan aluminum di dalam larutan HCl. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi ekstrak daun tembakau terhadap laju korosi serta efisiensi inhibisi korosi logam baja karbon dan aluminium di dalam media larutan HCl 0,1 M. Laju korosi logam baja karbon dan aluminium dianalisis menggunakan metode polarisasi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun tembakau dapat menurunkan laju korosi pada logam baja karbon dan aluminium. Laju korosi minimum baja karbon dan aluminium terjadi pada konsentrasi inhibitor sebesar 700 mg/L yaitu masing-masing sebesar 0,940 mm/y dan 0,807 mm/y. Peningkatan konsentrasi inhibitor menyebabkan peningkatan efisiensi inhibisi korosi baja karbon dan aluminium. Hasil SEM menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor menyebabkan proteksi korosi semakin tinggi sehingga tingkat degradasi permukaan logam akibat korosi semakin rendah.
Iman Mukhaimin, Anne Nur Latifahnya, Ernawati Puspitasari
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 66-73; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3340

Abstract:
Bunga pepaya (Carica papaya L) mengandung senyawa bioaktif alkaloid seperti carpaine, pseudocarpaine dan dehydrocarpaine. Alkaloid tersebut dipercaya bermanfaat untuk sebagai obat antidengue, anti­cancer, antimicrobial, antiparasitic, anti-inflammatory, antioxidant, antidiabetic activities. Pada penelitian ini, bunga pepaya diekstrak menggunakan metode ekstraksi padat-cair menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dan ekstraksi cair-cair. Sebelum proses ekstraksi, bunga pepaya dikeringkan dan dikecilkan hingga memiliki ukuran partikel sebesar 0,125 mm. Bunga pepaya yang telah kering diekstraksi menggunakan metanol 80% (v/v untuk menentukan pengaruh waktu ekstraksi (1-5 menit), daya microwave (40, 120, 200, 280 Watt), dan rasio sampel terhadap pelarut ( 1:10 ; 1:15 ; 1:20 b/v) terhadap kadar alkaloid total. Hasil ekstrak menunjukkan hasil positif adanya alkaloid setelah diuji dengan pereaksi Mayer dengan terbentuknya endapan berwarna putih kekuningan. Adapun kadar alkaloid total terbesar adalah 0,02981 mg/g sampel dengan kondisi operasi ekstraksi waktu ekstraksi 3 menit, rasio sampel terhadap pelarut 1:10 (m/v) serta daya microwave 40 Watt.
Estin Nofiyanti, Nida Mariam
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 21-25; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i1.2632

Abstract:
Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mensintesis busa poliuretan dari minyak goreng bekas dan Toluen Diisosianat (TDI) dengan penambahan PEG-400 serta karakterisasi busa poliuretan yang terbentuk. Minyak goreng bekas dikonversi terlebih dahulu menjadi poliol sebelum direaksikan dengan TDI. Polimerisasi dilakukan pada temperatur kamar dengan variasi komposisi poliol minyak goreng bekas–TDI - PEG 400 yaitu (2:1,5:0); (2:1,5:1); (2:1,5:2); dan (2:1,5:3). Karakterisasi poliuretan hasil meliputi penentuan gugus fungsi menggunakan FTIR, jumlah ikatan silang menggunakan derajat penggembungan, dan sifat termal poliuretan menggunakan DTA. Poliuretan berhasil disintesis dari polyol minyak goreng bekas-PEG-400-TDI ditunjukkan adanya serapan karakteristik poliuretan dari spektra FTIR. Penambahan PEG-400 dapat menyempurnakan polimerisasi dan meningkatkan derajat penggembungan (ikatan silang semakin sedikit). Pengujian sifat termal poliuretan optimum dengan komposisi polyol minyak goreng bekas–TDI - PEG 400 (2 : 1,5 : 1) menunjukkan bahwa temperatur transisi gelas sebesar 256 oC dan temperatur degradasinya sebesar 275 oC.
Ayuni Adinda, Ade Trisnawati, Mayang Restiawati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 1-6; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i1.1917

Abstract:
Lipstik biasa dimanfaatkan untuk memberikan warna pada bibir, namun kosmetik ini ternyata menyimpan potensi buruk bagi kesehatan manusia. Beberapa lipstik diduga mengandung logam berat yang berbahaya bagi tubuh manusia seperti timbal (Pb), kromium (Cr), dan kadmium (Cd). Semakin gelap warna lipstik, maka kandungan timbalnya disinyalir semakin tinggi. Efek yang ditimbulkan tidak serta merta tampak pada pemakai lipstik karena kandungan logam beratnya, namun jika bahan-bahan tersebut terakumulasi dalam tubuh maka pada suatu saat akan menimbulkan efek yang besar karena bersifat toksik dan karsinogen. Pada umumnya kandungan logam berat yang nilainya kecil dalam suatu bahan sukar ditentukan keberadaannya dengan pereaksi-pereaksi kimia, tetapi dapat diketahui jumlah dan keberadaannya dengan spektrofotometri serapan atom. Logam berat yang akan dianalisis adalah logam timbal (Pb), kromium (Cr), dan kadmium (Cd). Data diperoleh dengan cara mencatat hasil uji menggunakan alat spektrofotometer serapan atom kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-T.
Embun Rachma Haqiqi
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 15-20; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i1.2623

Abstract:
Industri tekstil berkontribusi atas terjadinya pencemaran lingkungan, yaitu pencemaran perairan oleh limbah zat warna tekstil. Pada penelitian ini, kulit telur ayam dan sekam padi dipreparasi sebagai adsorben dalam rangka mengatasi masalah limbah zat warna tekstil. Metode penelitian terdiri dari proses preparasi adsorben, adsorpsi, dan pengukuran menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Proses adsorbsi melibatkan 5 sampel adsorben komposit dengan variasi rasio 3:1, 2:1, 1;1, 1:2, dan 1:3. Berdasarkan hasil penelitian, adsorben kulit telur ayam yang dikombinasikan dengan sekam padi dan variasi rasio 1:3 mampu mengadsorbsi metil orange dari larutan sampai sebesar 55,90%. Sehingga, cangkang telur ayam dan sekam padi sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai adsorben. Faktor yang mendukung potensinya sebagai adsorben adalah karakter gugus fungsi dan keberadaannya di alam yang mudah ditemukan, melimpah, serta ekonomis.
Devi Ratnasari, Nasrul Rofiah Hidayati, Nurul Kusuma Dewi
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 31-36; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i1.2626

Abstract:
Energi alternatif dari bahan nabati merupakan salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi masyarakat terhadap BBM. Bioetanol merupakan produk fermentasi yang dapat dibuat dari substrat yang mengandung karbohidrat. Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya lamun. Serasah lamun dapat dimanfaatkan sebagai substrat bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat (H2SO4) dan lama fermentasi terhadap kadar bioetanol serasah lamun. Metode penelitian ekperimen dengan variabel terikat kadar bioetanol dan variabel bebas konsentrasi H2SO4 0,2 M, 0,3 M, 0,4 M dan 0,5 M serta lama fermentasi selama 2, 3, 4 dan 5 hari. Data diperoleh dari pengukuran kadar etanol dengan menggunakan piknometer. Analisis data dengan uji varian (ANOVA) dua jalur menggunakan 2 faktor dengan penggulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi H2SO4 0,5 M dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan kadar etanol paling tinggi yaitu rata-rata 55%.
Dyan Hatining Ayu Sudarni, Juwari Juwari
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 26-30; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i1.2639

Abstract:
Industri kimia memiliki berbagai tahapan proses. Setiap proses memiliki tingkat kegagalan risiko dan kegagalan dilihat dari bahan kimia, kondisi proses dan peralatan. Metode penilaian kegagalan untuk penelitian sebelumnya mengintegrasikan tiga aspek yang dibagi menjadi dua utama parameter. Penelitian ini berkaitan dengan penilaian keamanan dengan tiga integrasi yang disebut nilai keamanan indeks (ISV). Cara penilaian dengan ISV dimulai dengan menentukan parameter, penilaian tiap parameter dan selanjutnya diintegrasikan. Integrasi untuk menentukan tingkat risiko dalam proses standardisasi. Standarisasi dilakukan untuk menentukan karakteristik tiap langkah proses. Penilaian standarisasi ini memiliki rentang nilai indeks yang telah ditetapkan dan karakteristik tingkat risiko. Penelitian ini mengambil produksi methyl methacrylate (MMA) dengan acetone cyanohydrin (ACH) sebagai kasus yang akan dipelajari. Parameter utamanya bahan kimia dan kondisi operasi. Produksi MMA memiliki empat langkah proses produksi. Dimulai dengan produksi HCN, ACH, HMPA / HMPSE dan yang terakhir MMA. Dari empat langkah tersebut HCN memiliki tingkat risiko yang tinggi, dengan nilai indeks 0,299 dan karakteristik’Moderate’. Sedangkan risiko yang rendah adalah MMA dengan nilai indeks 0,201 dan karakteristik ‘Light’
Budi Mulyati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 1, pp 7-14; https://doi.org/10.25273/cheesa.v1i1.2457

Abstract:
Reseptor Estrogen (RE) α akan berinteraksi dengan estrogen dalam tubuh manusia. Bila kadar Estrogen berkurang akan menyebabkan menopause. Isoflavon merupakan fitoestrogen yang dapat terikat pada kedua jenis estrogen reseptor.Tempe merupakan makanan yang mengandung isoflavon yaitu faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon). Isoflavon bermanfaat antara lain untuk mencegah penyakit tulang, menurunkan kolesterol jahat, dan mencegah kanker. RE α merupakan target penting dalam dunia pengobatan untuk mencari hormon pengganti pada wanita menopause dan obat kemoterapi melawan kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan urutan ligan yang berinteraksi lebih kuat terhadap RE α serta menentukan gugus fungsi yang berperan aktif dan jenis interaksi yang terjadi antara ligan dan reseptor. Penelitian diawali dengan optimasi struktur RE α (PDB kode 2OUZ), kemudian disimulasikan docking dengan ligan menggunakan autodock Vina, dan ditentukan energi afinitasnya. Ligan yang digunakan pada penelitian ini adalah faktor II, daidzein, genistein, glisitein dan biochanin A dengan estrogen sebagai pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan energi afinitas RE α berturut-turut adalah -6,3 kkal/mol; -6,2 kkal/mol; -6,1 kkal/mol; -5,9 kkal/mol; dan -5,7 kkal/mol.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top