Refine Search

New Search

Results in Journal JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia): 64

(searched for: journal_id:(162279))
Page of 7
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Heru Susanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jp-bsi.v1i1.70

Abstract:
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi bangsa Indonesia. Saat ini keberadaan bahasa Indonesia mendapat tantangan yang serius baik itu tantangan internal maupun tantangan eksternal. Bahasa Indonesia yang seharusnya harus terus dilestarikan keberadaannya sekarang ini cenderung megalami pergeseran. Sikap kurang peduli dari seluruh pengguna bahasa menjadikan bahasa Indonesia tidak mendapat kedudukan yang pantas dikalangan penggunanya. Bahasa Indonesia justru hanya sebagai perlambang dalam kegiatan-kegiatan resmi saja. Bahasa Indonesia yang baik dan benar hanya sebagai slogan saja. Bahasa Indonesia yang diplintir dengan bahasa-bahasa lain menjadikan bahasa alay yang banyak digunakan kalangan muda untuk berkomunikasi, yang justru merekalah yang seharusnya melestarikan keberadaan bahasa Indonesia tersebut. Lebih parahnya lagi bahasa alay tersebut menjadikan sebuah keharusan untuk menunjukkan eksistensi mereka atau pengakuan diri mereka. Ditambah lagi ketika memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), keberadaan bahasa Indonesia akan mendapatkan tantangan kedua dengan banyaknya arus tenaga kerja asing yang akan berkerja di Indonesia. Hal ini jelas akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia jika kita tidak mau berbenah mulai dari sekarang. Untuk bisa memperbaiki persoalan ini para akademisi, ahli bahasa, guru pendidikan bahasa Indonesia harus dapat memberikan contoh yang positif tentang penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah. Serta memberikan pengertian mengenai kedudukan bahasa Indonesia. Selain itu pemerintah pusat sebagai pembuat kebijakan juga harus merespon dengan cepat menanggapi persoalan ini. Bila perlu mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan penggunaan bahasa dalam setiap komunikasi di lingkungan instansi pemerintah. Salah satu upaya dalam melestarikan bahasa Indonesia yaitu dengan budaya literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, maka dengan budaya literasi masyarakat Indonesia akan mampu mempertahankan bahasa Indonesia ditengah-tengah tantangan baru pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Nurhannah Widianti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jp-bsi.v1i2.94

Abstract:
Penelitian ini bertujuan menunjukkan keefektifan metode demonstrasi bermediakan pidato Soekarno dalam pembelajaran mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk berpidato pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Lemahabang.Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Desain.Artinya, pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Dari hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa metode demonstrasi bermediakan pidato Soekarno efektif dalam pembelajaran mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk berpidato. Hal ini dibuktikan oleh hasil tes akhir berpidato siswa eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang mempelajari materi berpidato tanpa menerapkan metode demonstrasi bermediakan video pidato Soekarno. Nilai rata-rata tes akhir kelas eksperimen mencapai 79,38, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol hanya 73,38. Sementara itu, perhitungan uji t pun menunjukkan bahwa t hitung (2,47) > t tabel (1,99) pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasannya mencapai angka 77. Lalu, hasil uji hipotesis menyatakan bahwa t hitung (2,73) > t tabel (1,69).
Safitri Safitri
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jp-bsi.v1i1.73

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai membaca siswa. Hal ini dikarenakan minat membaca siswa yang masih rendah, dan siswa kurang memahami bahan bacaan yang mereka baca dengan baik. Penelitian ini difokuskan pada materi membaca intensif dengan model cooperative think pair share. Berdasarkan penjelasan tersebut , rumusan masalah yang terdapat pada penelitian adalah bagaimanakah perencanaan, bagaimanakah pelaksanaan, dan bagaimanakah hasil dari kegiatan pembelajaran membaca intensif dengan model cooperative think pair share. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif. penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus 1 kali pertemuan. prosedur penelitian dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi hasil kegiatan pembelajaran. penerapan model pembelajaran cooperative think pair share dalam penelitian tindakan kelas dapat meningkatan proses pembelajaran membaca intensif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan kegiatan dalam partisipasi siswa mengikuti proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran meningkat dari 74,74% pada siklus I menjadi 83,16% pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran meningkat dari 73,80% pada siklus I menjadi 82,1% pada siklus II. Hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative think pair share. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui setelah membandingkan hasil pra tindakan, siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebelum adanya tindakan adalah 55,90%. Pada siklus I rata-rata nilai siswa adalah 75,3 dengan persentase ketuntasan sebesar 70,60%, dan pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 85,3 dengan persentase ketuntasan 88,23 mencapai pada peningkatan yang diharapkan. Berdasarkan penelitian ini, disarankan guru dapat menerapkan model cooperative think pair share untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Guru juga harus memperhatikan model yang sesuai dengan karakteristik siswa.
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jp-bsi.v1i2.95

Abstract:
Linguistik tidak sekadar membahas bahasa secara internal, melainkan juga hal-hal yang berada di luar bahasa, termasuk waktu, situasi, dan pengguna bahasa. Pada awalnya dipahami bahwa setiap kata bersifat otonom, bisa berdiri sendiri dan dimaknai hanya dengan merujuk kata yang digunakan. Namun kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Penggunaan kata, khususnya verba, selalu berkaitan dengan hal lain yang berada di luar bahasa. Hal ini mencakup kapan suatu verba digunakan dan bagaimana suatu verba bisa berubah (secara morfologis) karena diakibatkan proses-proses yang menyertai atau berada dalam kegiatan berbahasa. Dalam hal ini, istilah semantik verba perlu diberikan perhatian secara serius karena setiap makna yang timbul akibat penggunaan kata kerja (verba) tidak bisa lepas dari aspek-aspek luar bahasa (ekstralinguistik). Sumarlam (2004: ix) menyebutkan bahwa aspektualitas merupakan unsur semestaan bahasa. Istilah ini diambil sebagai ‘common thought’ yang mencakup aksionalitas dan aspek [7]. Aspektualitas merupakan gejala ekstralinguistik yang mencakup unsur waktu (time, temporal, moment) dan unsur situasi (state, event, process, dan activity). Bagi beberapa kalangan pengguna bahasa, konsep waktu bisa dipahami dengan konfigurasi antara struktur aspektualitas dan temporalitas yang lazim berlaku di masyarakat. Makalah ini membahas pengungkapan penanda waktu internal situasi (aspektualitas) dalam cerita daerah Melayu Sambas.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan dan mengungkap penggunaan pemarkah aspektualitas dalam tulisan-tulisan yang ada di cerita daerah. Pengungkapan ini diilakukan dengan sudut pandang sintaksis melalui aspek frasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif.
Erina Erina, Susan Neni Triani, Wahyuni Oktavia
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 6-9; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.448

Abstract:
Penelitian berlatar belakang dikarenakan hasil belaar siswa khususnya pada materi menulis parafrasa puisi masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk, 1. mengetahui nilai rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017, 2. mengetahui keterlaksaan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017, 3. mengetahui respon siswa terhadap penerapan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experimental design dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest control design dengan satu macam perlakuan. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang dengan jumlah keseluruhan siswa sebanyak 148 orang. Penentuan sampel dengan teknik sampling purposive dan kelas yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas X UPW 1. Hasil analisis data pretest dan posttest diketahui bahwa hasil belajar siswa menulis parafrasa puisi dengan menarapkan model pembelajaran think talk write mengalami peningkatan yang cukup signifikan. hal ini terlihat dari rata-rata hasil posttest sebesar 85,288 dan pretest sebesar 62, 857. Hasil keterlaksanaan penerapan model pembelajaran think talk write yang menunjukkan bahwa hasil keterlaksanaan mencapai 80,51%. hasil dari sebaran angket yang dilakukan peneliti diperoleh hasil untuk kategori setuju (S) mencapai 47,50%, sangat setuju (SS) mencapai 47,30%, tidak setuju (TS) 5%, dan sangat tidak setuju 0,19%. Dari hasil yang diperoleh maka hasil penghitungan diperoleh dari uji hipotesis menunjukan 9,958 setelah dikonsultasikan dengan pada taraf signifikansi 0,05 dan df sebesar 25 ternyata lebih besar dari (1,708) sehingga Ha yang menyatakan adanya peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran think talk write terhadap hasil belajar menulis parafrasa puisi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMK Negeri 3 Singkawang diterima.
Eka Yulin Adriani, Subyantoro Subyantoro, Hari Bakti Mardikantoro
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 27-33; doi:10.26737/jp-bsi.v3i1.445

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (2) merumuskan prinsip-prinsip penyusunan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (3) menyusun prototipe buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar, (4) menguji keefektifan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I sekolah dasar. Desain penelitian ini adalah pendekatan R&D (Reseach and Development) dengan langkah penelitian yaitu (1) analisis teoretis dan praktis; (2) analisis kebutuhan peserta didik dan guru; (3) penyususnan prototipe; (4) uji prototipe kepada ahli dan guru; (5) revisi prototipe; (6) uji coba lapangan; dan (7) deskripsi hasil penelitian. Data dalam penelitian ini meliputi data kebutuhan pengembangan buku pengayaan menurut peserta didik dan persepsi guru, data hasil penilaian ahli, dan data uji coba terbatas berupa skor. Sampel penelitian ini adalah sumber belajar menulis permulaan pada kelas I SD. Hasil Penelitian adalah (1) karakteristik kebutuhan buku pengayaan pada peserta didik SD kelas I berdasarkan minat peserta didik dan persepsi guru, (2) perumusan prinsip-prinsip penyusunan buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter, (3) pengembangan prototipe untuk peserta didik SD kelas I dengan menggunakan teknik 5M (mengeblat, menghubungkan, menatap, melengkapi, menyalin), (4) validitas dan reliabilitas prototipe buku pengayaan keterampilan menulis permulaan yang bermuatan nilai karakter pada peserta didik kelas I SD.
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 71-76; doi:10.26737/jp-bsi.v3i2.725

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tergerusnya budaya lokal. Mappitu sebagai proses mengundang tamu kehormatan tujuh hari sebelum acara pernikahan dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian prosesi pernikahan pada suku Bugis. Tujuan penelitian ini menganalisis bentuk dan isi percakapan mappitu etnis Bugis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari dialog lisan tuturan masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi partisipan. Pengambilan data dengan teknik perekaman. Selanjutnya data dianalisis berdasarkan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tuturan dalam undangan mappitu berbentuk frosen. Pada undangan pihak yang mengundang saja yang menggunakan bahasa genre undangan mappitu, frozen dengan menggunakan pakaian adat. Pihak yang diundang menggunakan percakapan sehari-hari. Genre mappitu adalah dialog lisan. Undangan mappitu dalam penelitian ini mencapai hasil yang diharapkan karena tamu kehormatan yang diundang secara mappitu menghadiri pesta pernikahan. Mappitu memiliki unsur: Setting: bola arung ’rumah bangsawan’ partisipan tujuh orang berpakaian adat dan seorang tuan rumah, ends: mengudang, act: mappacci, akad nikah, dan maparola, key: formal, norma: sipakatau, dan genre: mappitu.
Eti Sunarsih, Suci Adelina, Lili Yanti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 89-93; doi:10.26737/jp-bsi.v3i2.737

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Singkawang. Secara rinci tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan penggunaan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi, (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar pada keterampilan menulis teks negosiasi, dan (3) Mengetahui aktivitas belajar siswa terhadap penggunaan model pembelajaran problem based learning pada keterampilan menulis teks negosiasi. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan bentuk Quasi experimental design dengan rancangan the nonequivalent posttes-only control group design. Teknik pengumpul data yang digunakan ialah teknik pengukuran, teknik observasi langsung, dan teknik dokumentasi. Alat pengumpul data yakni tes, lembar pengamatan aktivitas, dan dokumen. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran langsung berdasarkan hasil perhitungan uji independent sample t-test diperoleh hasil thitung 11,436 atau lebih besar dari ttabel 2,045, (2) Besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi dengan dibuktikan pada hasil uji effect size sebesar 0,98 atau lebih besar dari 0,8 termasuk ke dalam kategori tinggi, dan (3) Adanya ativitas belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning pada keterampilan menulis teks negosiasi dengan rata-rata persentase yaitu 85% yang termasuk ke dalam kriteria baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Singkawang.
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 3, pp 58-65; doi:10.26737/jp-bsi.v3i2.723

Abstract:
Buku bacaan sebagai salah satu buku nonteks pelajaran seringkali tidak digunakan secara maksimal dalam proses pendidikan di sekolah. Padahal, dengan adanya gerakan literasi sekolah (GLS) saat ini, justru keberadaan buku bacaan sangat diperlukan sebagai kebutuhan utama bagi peserta didik. Tidak hanya itu, buku bacaan juga dapat digunakan dalam proses pembelajaran tertentu untuk menambah pengetahuan yang tidak dapat diperoleh peserta didik dari buku teks pelajaran. Salah satu contohnya adalah buku bacaan cerita fantasi bermuatan nilai moral yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran teks cerita fantasi untuk siswa SMP Kelas VII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pendidik dan peserta didik terhadap adanya pengembangan buku bacaan cerita fantasi bermuatan nilai moral. Penelitian dengan desain kualitatif deskriptif ini menunjukkan hasil bahwa, keberadaan buku bacaan cerita fantasi bermuatan nilai moral sangat diperlukan dalam menunjang proses pembelajaran teks cerita fantasi. Selain itu, nilai moral yang terkandung dalam cerita fantasi dapat digunakan sebagai sarana pembentukan nilai moral bagi peserta didik.
Rofia Suciati, Dede Endang Mascita, Tri Pujiatna
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Volume 4, pp 53-58; doi:10.26737/jp-bsi.v4i1.923

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa saat pembelajaran menulis teks berita, (2) profil hasil siswa menulis teks berita, dan (3) efektivitas model pembelajaran Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik yang diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan VIII J sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai tes hasil pembelajaran menulis teks berita berbentuk 1 butir soal isian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif. Hal tersebut terbukti dari hasil uji t bahwa thitung = 4,817 dengan derajat keberhasilan (df)(n1=n2-2)=56, diperoleh ttabel = 2,00 dengan α = 0,05. Oleh karena itu thitung 4,817 > ttabel 2,00 dan diperoleh nilai Sig.2-tailed 0,000 < 0,05, sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji Independent Sample T-Tes dapat disimpulkan bahwa penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif.
Page of 7
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top