Refine Search

New Search

Results in Journal Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains: 51

(searched for: journal_id:(4334632))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Mar'atus Sholihah, Achmad Lutfi
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 12-21; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.9523

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan The Legend of Thermo sebagai media pembelajaran online selama pandemi COVID 19 terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan dengan model One group Pretest – Posttest Design. Sasaran penelitian ini adalah 28 peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Sidayu Gresik. Pretest, posttest serta pemberian angket dilakukan secara daring melalui google forms. Hasil penelitian diperoleh data ketuntasan klasikal pretest sebesar 46% menjadi sebasar 89% saat posttest. Peningkatan hasil belajar peseta didik melalui n-gain score 67.86% berada pada kategori sedang dan 10.71% berada pada kategori tinggi. Uji normalitas nilai pretest dan posttest sebesar 0.173 dan 0.094 lebih besar dari 0.05 sehingga data terdistribusi normal. Hasil uji-t paired sample test didapatkan hasil sig. (2- tailed) sebesar 0,000 dengan taraf signifikan 0,05 maka terdapat perbedaan signifikan nilai pretest dan posttest. Didukung oleh hasil respon peserta didik mendapat presentase sebesar 87.26% berada pada kualifikasi sangat baik. Presentase rata-rata hasil angket motivasi peserta didik sebesar 95.53% berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan The Legend of Thermo sebagai media pembelajaran memiliki pengaruh terhadap hasil belajar.
Noor Elfa, Rasyidah Rasyidah
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 91-105; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.9343

Abstract:
Awal pandemi Covid-19 terjadi kelangkaan bahan baku hand sanitizer yaitu alkohol. Alkohol merupakan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer Alkohol dipisahkan dengan destilasi fraksinasi menggunakan kolom. Pada kolom terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda di setiap platnya untuk pemurnian destilat dibawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui kefektifan penggunaan jenis kolom vigreux dan kolom hemple pada destilasi fraksinasi air tape ketan dan singkong (2) mengetahui persentase kadar alkohol maksimal dari kedua air tape tersebut (3) mengetahui daya hambat hand sanitizer terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium menggunakan air tape ketan dan singkong Gambut. Data dianalisis dua faktor yaitu jenis kolom dan jenis air tape dengan uji Normalitas, jika data berdistribusi normal dilakukan uji parametrik One Way Anova, jika tidak berdistribusi normal dilakukan uji non paramterik Kruskal-Wallis. Hasilnya adalah jenis kolom destilasi dan jenis air tape berpengaruh signifikan terhadap persentase kadar alkohol. Kolom vigreux lebih efektif dibandingkan kolom hemple pada proses destilasi air tape, destilasi air tape singkong dengan kolom vigreux memberikan rendemen 15,95 % per 1000 mL air tape singkong dengan kadar alkohol 90,44 % sedangkan air tape ketan memberikan rendemen 9,18 % per 1000 mL air tape ketan dengan kadar alkohol 87,91 %. Aktivitas antibakteri alkohol hasil destilasi dari air tape ketan dan singkong memberikan pengaruh bermakna dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Dengan demikian kolom vigreux lebih efektif dibandingkan kolom hemple dalam produksi alkohol.
Dina Rustiningsih
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 71-81; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.9405

Abstract:
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar kimia siswa yang masih rendah dalam proses pembelajaran kimia di kelas X IPS 3 SMAN 4 Banjarmasin.Motivasi belajar yang rendah disebabkan oleh model pembelajaran yang kurang melibatkan partisipasi seluruh siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengganti model pembelajaran. Dalam penelitian ini model pembelajaran yang dipilih adalah model kooperatif tipe group investigation, karena tipe ini membantu siswa untuk menemukan sesuatu secara bersama-sama di dalam kelompok sehingga diharapkan seluruh siswa dapat berpastisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan dalam dua siklus terhadap 36 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui angket motivasi belajar kimia dan observasi oleh guru serta observer yang sekaligus berperan sebagai kolaborator. Analisis data dilakukan secara statistik terhadap skor hasil angket motivasi belajar kimia. Peningkatan motivasi belajar dilihat dari nilai p, jika nilai p < 0,05 berarti terjadi peningkatan motivasi belajar kimia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berhasil meningkatkan motivasi belajar kimia siswa kelas X IPS 3 SMAN 4 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2019/2020 pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Dampak positif lainnya yang nampak adalah peningkatan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa.
Novike Bela Sumanik, Evy Nurvitasari, Lamtiar Ferawaty Siregar
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 22-32; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10215

Abstract:
Di abad 21 kemampuan literasi sains sangat penting dimiliki bagi calon guru. Pentingnya literasi sains karena dapat meningkatkan cara berpikir seseorang yang disebut dengan melek sains, dan dapat menjawab permasalahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru pendidikan kimia pada aspek pengetahuan di Universitas Musamus. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa pendidikan kimia semester 3 dan 5. Instrumen yang digunakan 18 soal pilihan ganda yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa aspek pengetahuan konten sedang (N-gain 0,37), aspek prosedural rendah (N-gain -0,10) dan aspek epistemic rendah (N-gain 0,24). Secara keseluruhan aspek pengetahuan tergolong rendah (N-gain 0,228). Faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi sains diantaranya faktor minat belajar, rasa ingin tau, kebiasan belajar, gaya belajar, minat membaca dan teknik mengajar seorang guru ataupun dosen. Upaya mengatasi rendahnya literasi sains dengan mengajarkan literasi sains secara berkelanjutan menata raung lingkup materi dan merencanakan proses pembelajaran dengan model pembelajaran yang tepat.
Ara Doni Nainggolan, Ricky Reymondo Sipayung, David Patria Barus, Refika Angelica Sihombing, Kevin William Andri Siahaan
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 63-70; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10272

Abstract:
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru fisika di SMP Negeri 1 Bandar diketahui bahwa di sekolah tersebut ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran dan beberapa siswa yang memiliki nilai di bawah KKM, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran fisika agar hasil belajar siswa lebih maksimal. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Materi IPA Terpadu Bunyi di Kelas VIII SMPN 1 Bandar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan ketercapaian hasil belajar dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Teknik yang digunakan pre experimental design merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai eskperimen sungguhan. Ketiga rancangan pre-eksperimen menggunakan cara yang berbeda-beda, akan tetapi setiap rancangan diberikan perlakuan atau treatment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan berjalan dengan baik. Hasil belajar pada kelas VIIIA berdasarkan hasil rata-rata pretest dan posttest dimana dari aspek afektif siswa diperoleh skor rata-rata pada kelas VIII-A 79,8, serta pada aspek psikomotor siswa diperoleh skor rata-rata 83,3 juga ) pada materi IPA Terpadu bunyi dan sistem pendengaran pada manusia secara keseluruhan termasuk kategori sangat baik dengan skor di atas 75% dengan memiliki respon yang menjawab “ya” mengalami peningkatan pembelajaran dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi IPA Terpadu bunyi pada siswa secara keseluruhan termasuk kategori sangat baik.
Ellyna Hafizah, Siti Nurhaliza
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 1-11; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.9497

Abstract:
Urgensi pendidikan saat ini menjadikan literasi sains sebagai salah satu target capaian pembelajaran sains yang mengedepankan kemampuan berpikir saintifik terkait isu fenomena alam. Target tersebut dapat dicapai dari pengusungan model pembelajaran yang tepat sasaran dalam pengacuan literasi sains sebagai aspek capaian pembelajaran. Model PBL merupakan sebuah model yang potensial terhadap pencapaian kemampuan proses sains siswa. Maka, penelitian ini ditujukan sebagai ulasan literatur mengenai konsep literasi sains serta keterkaitan dengan model PBL. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan jenis kualitatif deskritif dengan metode pendataan literatur, deskripsi literatur, serta perbandingan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis PBL dinilai ideal menumbuhkan kemampuan proses sains siswa dari proses pemecahan masalah. Potensi model PBL ini juga dinilai cukup strategis dalam penunjangan situasi pembelajaran online. Pendesainan model PBL yang berbasis aktivitas praktikum merupakan inovasi yang dapat guru diterapkan untuk menunjang kemampuan proses sains siswa yang lebih optimal.
Melly Indah Sugiarti, Dwikoranto Dwikoranto
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 49-62; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10262

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan blended inquiry learning berbantuan schoology dalam pembelajaran fisika di jenjang SMA dan menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran blended inquiry learning berbantuan schoology pada pembelajaran fisika di jenjang SMA. Penelitian ini menggunakan metode library research. Data yang didapatkan berupa data sekunder yang diperoleh berdasarkan kajian jurnal penelitian dari pelbagai sumber jurnal online, artikel jurnal yang dikaji sebanyak 35 artikel. Dari artikel yang dikaji tersebut terdapat 17 artikel dengan 2 skripsi dan 2 tesis dari tahun 2017-2020 yang membahas sesuai dengan topik permasalahan. Hasil dan pembahasan dari data sekunder diperoleh bahwa model blended inquiry learning dengan berbantuan schoology ini sangat cocok diterapkan pada abad 21 terlebih pada masa transisi akibat covid-19. Model tersebut dapat mempermudah guru untuk menyampaikan materi fisika serta tahapan pembelajaran dapat selesai tepat waktu. Selain itu, model ini juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran fisika di jenjang SMA. Di samping itu persepsi guru dan peserta didik terhadap model tersebut juga sangat positif akan tetapi model pembelajaran ini memiliki kendala yaitu kendala akses ke internet, karena pada penerapan model pembelajaran ini dibutuhkan akses internet yang stabil agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Hisar Marulitua Manurung
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 82-90; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10278

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modul kimia umum menggunakan problem based learning terhadap penguasaan konsep mahasiswa pada materi stoikiometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain factorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar semester ganjil Tahun Akademik 2020/2021. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen (E-2) dengan perlakuan dibelajarkan dengan modul kimia umum berbasis problem based learning sedangkan kelas kontrol (E-1) dengan perlakuan dibelajarkan dengan modul kimia tanpa problem based learning. Variabel bebas adalah modul kimia berbasis problem based learning sedangkan variabel terikat adalah penguasaan konsep mahasiswa. Perhitungan hipotesis dalam penelitian ini menggunakan spss 20 dengan hasil penelitian sebagai berikut, (1) Penguasaan konsep mahasiswa kategori mengingat (C1) pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, (2) Penguasaan konsep mahasiswa kategori menjelaskan (C2) pada kelas kontrol lebih tinggi daripada kelas eksperimen, (3) Penguasaan konsep mahasiswa kategori menerapkan (C3) pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, (4) Penguasaan konsep mahasiswa kategori menganalisis (C4) pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, (5) Penguasaan konsep mahasiswa kategori mengevaluasi (C5) pada kelas eksperimen sama dengan kelas kontrol, (6) Penguasaan konsep mahasiswa kategori menciptakan (C6) pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dan (7) Terdapat pengaruh modul kimia umum menggunakan problem based learning terhadap penguasaan konsep mahasiswa pada materi stoikiometri.
Isma Yanti Vitarisma Sukirno Putri, Apriani Sulu Parubak, Nelly Gultom, Murtihapsari Murtihapsari
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 106-117; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10116

Abstract:
Mutu pendidikan berkaitan erat dengan sistem dan model pembelajaran yang diterapkan. Mutu pendidikan dapat ditingkatkan melalui kualitas Sumber Daya Manusia, penyempurnaan sistem penilaian, penggunaan model pembelajaran, sarana dan prasarana yang tepat serta pembaharuan kurikulum. Salah satu upaya pembaharuan kurikulum 2013 revisi 2017 ditekankan pada penggunaan model pembelajaran yang berlangsung. Alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif kimia dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Science, Technology, Engineering, Arts And Mathematic (STEAM). Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) siklus dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan lembar pengamatan (observasi). Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 81,71 dengan persentase 71% jika dibandingkan dengan dari siklus I sebesar 70,57 dengan presentase 40%, dengan nilai ≥ 75. Hasil pengamatan terhadap pembelajaran dengan menggunakan model PBL mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta didik
Karmila Nusi, Lukman Abdul Rauf Laliyo, Nita Suleman, Romario Abdullah
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 118-127; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.9228

Abstract:
Hidrolisis Garam merupakan salah satu konsep yang relatif dianggap sulit dan membingungkan bagi siswa. Salah satu sebabnya adalah karena konsep ini, berkaitan dengan konsep asam-basa, sebagai konsep prasyarat yang harus dikuasai siswa sebelum mempelajari Hidrolisis Garam. Materi Hidrolisis Garam yang dipelajari siswa kelas XI IPA di SMA dimaksud, mencakup konsep asam basa, persamaan reaksi, konsep mol, serta rumus-rumus perhitungan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konseptual Hidrolisis Garam siswa kelas XI SMA di Gorontalo. Deskripsi penelitian ini dilakukan secara kualitatif, dari hasil analisis data 81 siswa sebagai subjek penelitian. Subjek ditentukan secara random dari beberapa SMA di Gorontalo. Data dikumpulkan mengunakan tes pilihan ganda Hidrolisis Garam, yang dikerjakan subjek secara tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menentukan sifat asam, basa, dan netral suatu senyawa, mencapai rata-rata 47%. Hasil ini makin menurun, di mana hanya ditunjukkan rata-rata 42% siswa yang dapat menentukan sifat garam yang mengalami hidrolisis. Demikian pula, hanya rata-rata 34% siswa yang dapat reaksi hidrolisis dari berbagai jenis garam ditinjau dari jenis reaksi dan dari hidrolisis (sebagian, total dan tidak terhidrolisis). Dan, hanya rata-rata 38% siswa yang dapat menentukan pH larutan garam yang terhidrolisis. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa yang cenderung mengalami miskonsepsi pada materi hidrolisis garam.
Febrianawati Yusup
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 128-135; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10098

Abstract:
Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia akibat dari pemanfaatan lingkungan yang belum diimbangi oleh pelestarian lingkungan. Hanya individu yang memiliki literasi, kesadaran, dan sensitivitas yang akan berkontribusi dalam menangani masalah lingkungan. Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dianggap sebagai cara yang paling tepat dalam mendidik individu tersebut. PLH biasanya terintegrasi dengan pembelajaran Ilmu pengatahuan Alam. Dalam pendidikan, guru memerankan peran yang paling vital. Guru yang berliterasi lingkungan diharapkan nantinya mampu menyiapkan agen perubahan lingkungan yang handal. Sehingga calon guru IPA perlu diteliti literasi lingkungan berupa pengetahuan lingkungan, sikap dan perilaku terhadap lingkungan yang dimilikinya. Penelitian literasi lingkungan ini melibatkan 202 mahasiswa calon guru IPA yang terdiri dari 144 mahasiswa tadris biologi, 48 mahasiswa tadris fisika, dan 40 mahasiswa tadris kimia yang digali menggunakan angket berupa tes dan non-tes yang telah peneliti kembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan mahasiswa calon guru IPA masuk dalam kategori baik, sikap terhadap lingkungannya termasuk dalam kategori positif, dan perilaku terhadap lingkungan tergolong cukup baik. Kurikulum serta sarana dan prasarana perlu mendukung program peningkatan literasi lingkungan mahasiswa calon guru IPA
Siti Fatimah Nuralisa, Mudmainah Vitasari, Adi Nestiadi
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 12, pp 33-48; https://doi.org/10.20527/quantum.v12i1.10251

Abstract:
Proses pembelajaran dengan bantuan media pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar kognitif yang optimal. Media pembelajaran yang dapat diaplikasikan dikelas dan dapat digunakan siswa dengan berdiskusi mengenai suatu permasalahan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, sehingga siswa bisa memahami dan menerapkan upaya untuk melestarikan lingkungannya, media tersebut adalah media pembelajaran Kokami (kotak kartu misterius). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui kevalidan dan kepraktisan pada media pembelajaran Kokami tema pelestarian lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development R&D, desain penelitian menggunakan desain Borg & Gall (2003) dan sampel penelitian menggunakan 40 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Menes. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi untuk uji kevalidan yang dilakukan oleh 3 validator yaitu ahli media, ahli materi dan guru mata pelajaran IPA, serta angket respons siswa untuk uji kepraktisan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukan bahwa pengembangan media pembelajaran Kokami didesain berbeda dari pengembangan sebelumnya dilihat dari komponen, materi dan inovasi baru yang dibuat peneliti. Hasil uji kevalidan oleh tiga validator memiliki nilai rata-rata 92,9%, dengan kriteria “Sangat Baik” artinya valid dapat diuji coba. Hasil uji kepraktisan media pembelajaran Kokami pada respons siswa menghasilkan nilai rata-rata 96,5% dengan kriteria “Sangat Baik”.
Kaspul Kaspul, Rosmilawati Rosmilawati
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 178-185; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.9065

Abstract:
Pada konsep sistem rangka manusia, siswa SMP Negeri 24 Banjarmasin bermasalah pada proses pembelajaran yaitu pembelajaran kurang bermakna dan siswa tidak dapat memecahkan permasalah nyata pada kehidupan sehari-hari. Di samping itu, siswa mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran karena terlalu banyak teori dan hafalan. Permasalahan tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar. Penelitian bertujuan meningkatkan hasil dan proses pembelajaran konsep sistem kerangka manusia pada siswa SMP Negeri 24 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan tindakan: pelaksanaan tindakan; observasi dan analisis; serta refleksi. Adapun dalam prosesnya mengkombinasikan model Inkuiri terbimbing, TGT dan Jigsaw. Hasil Penelitian menunjukkan adanya perbaikan kualitas aktivitas guru dari siklus; Aktivitas belajar siswa menunjukkan kualitas baik sampai baik sekali; pada siklus I nilai rata-rata hasil 80,23 dengan ketuntasan klasikal 80 %. Pada pada siklus II nilai rata-rata 98,86 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konsep sistem rangka manusia siswa kelas VIIIF SMP Negeri 24 Banjarmasin menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dengan dicapainya ketuntasan belajar klasikal; Aktivitas guru ada yang turun dan ada yang naik sesuai dengan tuntutan aktivitas guru yang baik; Aktivitas siswa juga ada yang turun dan ada yang naik sesuai dengan tuntutan kemandirian siswa.
Ayu Maulyda, Mochamad Arief Soendjoto, Muhammad Zaini
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 164-170; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8280

Abstract:
Pendidikan di Indonesia memiliki tanggungjawab mencetak lulusan yang berkualitas dan memiliki keterampilan belajar salah satunya adalah keterampilan berpikir kritis. Pengembangan produk berupa bahan ajar berbasis lokal memiliki tujuan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa karena siswa mendapatkan contoh secara langsung atau melakukan kegiatan belajar sesuai dengan potensi lokal daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar jenis ikan di kawasan mangrof dan mendeskripsikan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Model penelitian yang digunakan adalah model evaluasi formatif dari Tessmer (1993). Subjek penelitian ini meliputi lima orang siswa kelas X untuk uji kelompok kecil, dan lima belas orang siswa kelas X untuk uji lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif dan kategorisasi. Hasil keefektifan harapan pada uji kelompok kecil sebelum menggunakan bahan ajar diperoleh nilai dibawah ketuntasan dengan rata-rata 32 dan setelah pengajaran menggunakan bahan ajar jenis ikan di kawasan mangrof didapat nilai ketuntasan dengan rata-rata 87. Keefektifan aktual pada uji lapangan didapat N-Gain yaitu merumuskan masalah 0.9 dengan kategori tinggi, merumuskan hipotesis 0.7 dengan kategori tinggi, pengumpulan data 0.9 dengan kategori tinggi, analisis data d0.8 dengan kategori tinggi dan menarik kesimpulan 0.9 dengan kategori tinggi
Dian Sri Utami, Laila Khamsatul Muharrami, Wiwin Puspita Hadi, Mochammad Ahied
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 93-104; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8570

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Scientific Reasoning Ability (SRA) siswa pada materi gerak benda serta faktor-faktor yang mempengaruhi SRA siswa. Desain penelitian menggunakan mix method. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling dengan sampel kelas VIII A 31 siswa Tahun Ajaran 2019/2020 SMPN 9 Gresik. Pengumpulan data menggunakan tes 3 soal uraian yang disesuaikan dengan indikator SRA dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe jawaban SRA siswa pada indikator Correlational Reasoning adalah Intutive 32,25%, No Relationship 12,9%, dan One Cell 54,8%. Pada indikator Probabilistic Reasoning tidak menjawab 9,7% dan Intutive 90,3%. Pada indikator Proportional Reasoning tidak menjawab 48,4% dan Intutive 51,6%. Persentase kemampuan tiap indikator SRA yaitu Correlational Reasoning 61% (baik), Probabilistic Reasoning 24,8% (kurang), dan Proportional Reasoning 14,2% (sangat kurang). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa SRA siswa tergolong masih dalam level rendah. Faktor yang mempengaruhi SRA siswa rendah adalah metode pembelajaran yang digunakan guru dan siswa belum memahami konsep. Dari penelitian SRA siswa ini dapat diketahui tingkat SRA siswa sehingga dapat digunakan oleh guru untuk evaluasi dalam proses pembelajaran.
Nurul Latifah, Dharmono Dharmono, Muhammad Zaini
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 196-210; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8806

Abstract:
Keterampilan berpikir kritis sebaiknya diajarkan sedini mungkin dalam proses pendidikan. Namun dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai hambatan, maka dari itu perlu adanya inovasi di bidang pendidikan yang mengarahkan pembelajar untuk selalu berpikir kritis. Botani Tumbuhan Tinggi merupakan salah satu mata kuliah wajib di FKIP Biologi Universitas Lambung Mangkurat, dimana mahasiswa yang mempelajari mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi keterampilan berpikir kritisnya masih rendah, maka perlu bahan ajar pengayaan yang inovatif dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya yaitu buku ilmiah populer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas pengembangan buku ilmiah populer keanekaragaman spesies famili Anacardiaceae. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp dan Nieveen yang dibatasi pada tahap prototyping phase dimana evaluasi formatif berdasarkan Tessmer. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang ahli dan 3 orang mahasiswa. Objek penelitian adalah buku ilmiah popular yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukan buku ilmiah populer yang divalidasi dikategorikan sangat valid sedangkan uji perorangan buku ilmiah popular menyatakan setuju. Berdasarkan hasil tersebut buku ilmiah popular dinyatakan sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran.
Rikardus Feribertus Nikat
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 112-122; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8739

Abstract:
Literasi teknologi merupakan salah satu kemampuan mahasiswa terutama sebagai calon guru sesuai dengan tuntutan program merdeka belajar. Peranan Literasi Teknologi tidak hanya terbatas pada kemampuan mahasiswa menggunakan teknologi, namun bagaimana mahasiswa mengorganisir pengetahuan mereka dalam menangkap informasi dari teknologi, mengembangkan konten konten kreatif menggunakan teknologi dalam satu kesatuan sistem pembelajaran. Salah satu bentuk pengembangannya adalah online formative assessment. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran kemampuan literasi teknologi mahasiswa calon guru fisika melalui online formative assessment. Literasi teknologi dapat diukur melalui indikator kebiasaan, kompetensi pengguna, praksis dan efek bagi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan worksheet mahasiswa, panduan observasi serta wawancara dengan melibatkan 17 orang mahasiswa jurusan pendidikan fisika Universitas Musamus Merauke. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan diinterpretasikan bersama hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi teknologi mahasiswa melalui online formative assesment cenderung memiliki kesamaan antara satu sama lain dan meningkat pada setiap pertemuan. Indikasi tersebut menggambarkan bahwa dalam perkuliahan perlu dilatihkan konsep pembelajaran berbasis teknologi. Ada beberapa faktor yang menentukan literasi teknologi adalah kemampuan, latihan dan motivasi.
Herlina Apriani, Fitria Rizkiana, Yasmine Khairunnisa
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 135-148; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8656

Abstract:
Penggunaan media pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa serta memberikan gambaran mikroskopik akan mempermudah siswa dalam mempelajari IPA khususnya aspek kimia untuk pertama kalinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari lembar kerja siswa IPA SMP berbasis inkuiri terbimbing sebagai media pembelajaran pada materi zat dan karakteristiknya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall yang dilaksanakan dalam 7 tahap di MTs Raudhatusysyubban dengan 30 orang siswa sebagai subjek uji coba. Instrumen yang digunakan berupa angket kelayakan lembar kerja siswa yang diisi oleh 3 orang validator dan angket respon siswa terhadap lembar kerja siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil validasi dari ketiga validator adalah lembar kerja siswa yang dikembangkan sangat layak. Persentase respon siswa subjek uji coba terhadap lembar kerja siswa adalah sebanyak 13,33% kategori cukup, 30% kategori baik dan 56,67% kategori sangat baik. Hasil penelitian adalah lembar kerja siswa berbasis inkuiri yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA SMP pada materi zat dan karakteristiknya. Lembar kerja siswa ini bisa digunakan oleh siswa dalam mempelajari IPA khususnya pada aspek kimia untuk pertama kalinya ditingkat SMP dengan lebih mudah, menarik dan bermakna.
Adelita Indria Putri, Dharmono Dharmono, Muhammad Zaini
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 186-195; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8822

Abstract:
Sumber belajar memiliki banyak jenisnya salah satunya adalah sumber belajar berbentuk buku ilmiah populer. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia buku ilmiah memiliki arti yaitu buku ilmiah populer berarti buku ilmiah yang ditulis dengan cara yang mudah dan dipahami orang awam. Masa kini kebanyakan mahasiswa hanya memiliki pengetahuan namun kurang dalam menemukan konsep, kurang dalam mengembangkan pengetahuan dan kurang dalam melatihkan keterampilan proses sains, dengan adanya buku ini mahasiswa akan meningkatkan keterampilan proses sains mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas buku ilmiah populer keanekaragaman famili Fabaceae di kawasan hutan pantai untuk meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Plomp dan Nieveen yang terbatas pada fase prototyping dan evaluasi formatif oleh Tessmer. Tahapan pengembangan meliputi evaluasi diri, validasi ahli, dan uji perorangan. Subjek penelitian adalah tiga ahli untuk memeriksa validitas buku ilmiah populer dan 3 mahasiswa yang telah memprogram mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi. Sedangkan objek penelitian adalah buku ilmiah populer yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan buku ilmiah populer yang telah dikembangkan dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli, berdasarkan uji perorangan buku ilmiah populer sangat baik. dan dipakai dalam mendukung proses belajar mengajar.
Nurul Husna Rosvita, Mochamad Arief Soendjoto, Muhammad Zaini
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 171-177; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.9278

Abstract:
Pendidikan abad ke-21, menjamin perserta didik memilikiketerampilan berpikir kritis. Pengembangan produk berupa bahan ajarmemiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa. Bahanajar diharapkan mudah digunakan dan efektif dalam mencapai hasil belajar.Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar tumbuhan mangrof danmendeskripsikan keefektifan bahan ajar yang digunakan untuk melatihkanketerampilan berfikir kritis siswa.. Model penelitian yang digunakan adalahmodel evaluasi formatif dari Tessmer (1993). Subjek penelitian meliputi limaorang siswa kelas X ATP untuk uji kecil dan lima belas siswa kelas X ATPuntuk uji lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif danketegorisasi. Hasil keefektivan harapan pada uji kecil mencapai rata-rata nilaipretest tanpa menggunakan bahan ajar tumbuhan mangrove adalah 20 dansetelah pengajaran dengan menggunakan tumbuhan mangrove (posttest)didapat rata-rata 78,08. Keefektivan aktual pada uji lapangan didapat nilai Ngain merumuskan masalah 0,84 dengan kategori tinggi, merumuskan hipotesis0,83 berkategori tinggi, mengumpulkan data 0,74 berkategori tinggi, analisisdata dengan nilai rata-rata 0,73 kategori tinggi, dan kesimpulan 0,79berkategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Bahan ajar yangdikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikirkritis siswa karena dapat meningkatkan hasil belajar rata-rata 58,08.
Andi Asmawati, Abdul Karim, Ilham Nur Iman
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 123-134; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8922

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan pendekatan pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Penelitian ini meruapakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain factorial 2x2. Adapun teknik pengambilan sampel dilakukan secara porposive random sampling terpilih empat kelas, mulai XI IPA 1 – XI IPA 4. Kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan kelas XI IPA 3 dan XI IPA 4 menggunakan model pembelajaran langsung. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran dan pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah dan model pembelajaran langsung. Sedangkan pendekatan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran konstruktivisme dan pendekatan pembelajaran kontekstual. Variabel terikat adalah hasil belajar peserta didik. Pengumpulan data dengan pemberian tes hasil belajar. Dalam hal ini perhitungan hipotesis menggunakan spss 21.0. Hasil penelitian diperoleh (1) Hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model problem solving lebih tinggi dibanding model pembelajaran langsung, (2) Hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih tinggi dibanding dengan pendekatan konstruktivisme, (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran terhadap hasil belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model problem solving disertai pendekatan kontekstual lebih memberikan pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMAN 1 Makassar.
Sri Amintarti, Atiek Winarti, Arif Sholahuddin, Syahmani Syahmani, Mustika Wati
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 149-163; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8219

Abstract:
Hal penting yang ingin ditingkatkan berkenaan pembelajaran yaitu methods dan insight. Metode meliputi pengetahuan profesionalisme guru yang akan terlihat dalam rancangan pembelajaran dan penerapannya. Insight merupakan hal-hal yang tidak nampak dalam rancangan pembelajaran, unpredictable, terjadi spontan dalam pembelajaran, dan guru harus mengambil keputusan (decision). Tujuan penelitian ini adalah peningkatan pengelolaan pembelajaran secara reflektif, dengan cara menganalisis pembelajaran berdasarkan salinan percakapan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian 'Penerapan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA) Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Kimia Di SMA Negeri 7 Banjarmasin'. TBLA merupakan salah satu cara dalam Lesson Analysis yang merupakan bagian dari Lesson Study. Adapun langkah-langkah penelitian ini yaitu: (1) Merencanakan research lesson, (2) Implementasi pembelajaran, meliputi: observasi, refleksi, transkripsi (instant transcript), (3) Analisis pembelajaran melalui full transcript yang diperoleh melalui rekaman audio dan video. Penelitian dilaksanakan di kelas 12 MIPA-2 SMAN 7 Banjarmasin secara bersiklus. Berdasarkan hasil TBLA siklus 1 dan 2 terlihat kecenderungan transkrip percakapan secara klasikal masih didominasi oleh guru. Adapun dampak positif penerapan Lesson study antara lain: membantu guru mengkritisi pembelajarannya berdasarkan hasil reflektif, membantu guru dalam memantau aktivitas peserta didik secara lebih detail, karena bantuan observer dan meningkatkan kolaborasi guru dalam team teaching.
Dian Oktavia Pandi, Radite Yogaswara, Murtihapsari Murtihapsari
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 105-111; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i2.8685

Abstract:
Model cooperative learning tipe think-pair-share dapat menilai hasil belajar siswa yang melibatkan peserta didik secara optimal dalam proses pembelajaran dimulai dari merencanakan topik-topik yang akan dipelajari, mendiskusikan topik suatu materi, hingga melakukan presentasi kelompok dan evaluasi. Jenis model pembelajaran dapat dilakukan secara eksperimen semu (Quasi-Eksperimental) dengan posttest-only control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan tes hasil belajar siswa.
Karina Trimawati, Tjandra Kirana, Raharjo Raharjo
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 36-52; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.7606

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat instrumen penilaian IPA Terpadu dan perangkat pembelajaran yang layak dengan model pembelajaran PjBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP pada materi Sistem Ekskresi Manusia. Adapun pengembangan perangkat merupakan modifikasi dari model Dick dan Carey yang diujicobakan pada siswa kelas VIII SMP semester genap tahun pelajaran 2018/2019 dan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali. Rancangan penelitian One-Group Pretest-Post-test Design. Data penelitian yang diukur adalah validitas, kepraktisan, dan efektivitas instrumen penilaian dan perangkat pembelajaran dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) perangkat pembelajaran dan instrumen penilaian IPA Terpadu yang dikembangkan berkategori sangat valid dengan nilai modus 5, (b) kegiatan pembelajaran terlaksana sangat baik dengan nilai modus 5, (c) aktivitas siswa dalam pembelajaran terlaksana sangat baik dengan nilai modus 5, (d) respon siswa terhadap pembelajaran proyek cukup baik dengan kisaran angka antara 50%-60%, dan (e) hasil tes berpikir kritis dan kreatif siswa ada peningkatan yang baik pula, kemampuan berpikir kritis meningkat dari 25,85 (Kurang Kritis) menjadi 87,76 (Sangat Kritis) dan kemampuan berpikir kreatif meningkat dari 20,44 (Kurang Kreatif) menjadi 84,85 (Sangat Kreatif). Simpulan pengembangan perangkat pembelajaran dan instrumen penilaian IPA Terpadu dalam pembelajaran Project Based Learning yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 53-60; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.7889

Abstract:
Siswa SMP Negeri 24 Banjarmasin bermasalah pada proses pembelajaran yang tidak dapat mengaplikasikan konsep ekosistem pada kehidupan nyata dan masalah kehidupan sehari-hari. Selain itu nilai siswa pada materi ini belum maksimal karena lebih banyak hanya menghafal. Dari permasalahan tersebut perlu penelitian tindakan kelas yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep ekosistem pada kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan hasil belajar siswa; aktifitas siswa; aktifitas guru; dan respon siswa dalam pembelajaran konsep ekosistem menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pendekatan lingkungan pada siswa SMP Negeri 24 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara bersiklus. Adapun penelitian menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pendekatan lingkungan. Hasil penelitian dengan tindakan kelas terlaksana secara 3 siklus di mana, tiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan tindakan; pelaksanaan tindakan; observasi dan analisis; serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dengan ketuntasan klasikal 72,22% menjadi 91,67%.. Aktivitas siswa menunjukkan perkembangan yang baik berupa terjadi peningkatan aktivitas yang positif dan penurunan aktivitas yang tidak begitu menunjang pembelajaran sedangkan aktivitas guru menunjukan peningkatan dari aktivitas cukup baik menjadi baik.
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 61-71; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.7988

Abstract:
Topik keanekaragaman hayati biasanya diajarkan secara konseptual, sehingga perlu menerapkan pendekatan yang lebih mengeksplorasi kemampuan siswa dalam kognitif maupun psikomotor. lingkungan di sekitar siswa kaya dengan sumber belajar yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran sehingga perlu mengimplementasikan pendekatan problem posing dan future wheels. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati dengan menggunakan problem posing dengan futures wheels selama proses pembelajaran. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa SMA Negeri 7 kelas X MIPA 7. Adapun hasil penelitian yakni, penelitian dilaksanakan dengan dua siklus dengan menggunakan problem posing serta future wheel. Kemudian, hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari hasil pre-test dan post-tes, ketuntasan klasikal mengalami peningkatan dari 46,67 persen pada siklus 1 menjadi menjadi 100 persen pada siklus 2 selain pengetahuan proses yang dilakukan oleh siswa selama pembelajaran tergolong baik sehingga memberikan dampak positif dalam pembelajaran.
, Aminuddin Prahatama Putra, Dharmono Dharmono
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 72-80; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.8204

Abstract:
Macromedia flash dapat digunakan menjadi salah satu yang dikembangkan. Jenis data kepraktisan adalah data kuantitatif berupa media interaktif untuk pembelajaran. Bahan ajar yang disusun dapat diintegrasikan ke dalam macromedia flash sehingga dapat dibentuk media yang dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman peserta didik terkait materi yang diajarkan. Media pembelajaran harus bisa dengan mudah digunakan oleh peserta didik agar dalam proses pembelajaran peserta didik tidak kesulitan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepraktisan media pembelajaran yang telah dikembangkan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model evaluasi formatif Tessmer (1993) yang berfokus terhadap praktikalitas produk. Pada penelitian ini hanya dilakukan uji kelompok kecil dan uji lapangan saja untuk mengetahui kepraktisan harapan dan kepraktisan aktual media pembelajaran yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data kepraktisan harapan melalui angket uji kepraktisan media pembelajaran oleh mahasiswa pada uji kelompok kecil dan pengumpulan data kepraktisan aktual pada uji lapangan dengan menggunakan angket respon mahasiswa. Data pada instrumen angket uji kepraktisan yang telah diisi kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan melakukan perhitungan skor total untuk seluruh indikator yang kemudian dianalisis dengan rumus untuk mengetahui nilai kepraktisannya. Berdasarkan hasil uji kepraktisan dapat diketahui bahwa media yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik.
, Iriani Bakti, Parham Saadi
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 81-92; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.8293

Abstract:
Penelitian untuk meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar peserta didik menggunakan strategi problem solving berorientasi TAI pada materi stoikiometri di SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2018/2019 ini bertujuan untuk mengetahui (1) aktivitas guru, (2) aktivitas peserta didik, (3) keterampilan metakognisi, (4) hasil belajar pengetahuan (5) respon peserta didik menggunakan strategi problem solving berorientasi TAI. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitiannya yaitu peserta didik kelas X MIPA 3 dengan jumlah 35 peserta didik. Instrumen penelitiannya yaitu instrumen aktivitas guru, aktivitas peserta didik, instrumen tes keterampilan metakognisi, instrumen tes hasil belajar pengetahuan dan angket respon. Adapun hasil penelitian yaitu (1) aktivitas guru meningkat dari kategori baik dengan persentase 72,32% menjadi sangat baik dengan persentase 87,77%; (2) aktivitas peserta didik meningkat dari kategori cukup aktif dengan persentase 68,25% menjadi aktif dengan persentase 89,50%; (3) keterampilan metakognisi peserta didik meningkat dari kategori mulai berkembang dengan baik dengan persentase 49,70% menjadi sudah berkembang dengan baik dengan persentase 75,22%; (4) hasil belajar peserta didik meningkat dari 68,88% menjadi 91,03% (5) respon peserta didik menunjukkan respon yang baik dengan persentase 76,79%.
, Dewi Natalia Marpaung
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 27-35; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.7381

Abstract:
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kompetensi guru kimia SMA di Distrik Merauke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru kimia sma dalam implementasi kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan di 3 sekolah yang telah menggunakan kurikulum 2013 di distrik merauke, berdasarkan hasil analisis diperoleh kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran sebesar 1,5 termasuk kategori sangat kompeten, dalam pelaksanaan pembelajaran sebesar 1,39 termasuk dalam kategori kompeten dan dalam evaluasi pembelajaran sebesar 1,67 termasuk dalam kategori sangat kompeten. Dari penelitian yang dilakukan untuk keseluruhan aspek yang diteliti rata-ratnya adalah 1,52 termasuk dalam kategori sangat kompeten. Berdasarkan analisis yang dilakukan kompetensi pedagogik guru kimia SMA di distrik Merauke dalam mengimplementasikan kurikilum 2013 sudah sangat kompeten.
, Darius Rupa
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 18-26; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.8035

Abstract:
Proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk mengkonstruksi pengetahuan peserta didiknya. Pemahaman konsep memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar dan merupakan dasar dalam mencapai hasil belajar. Pemahaman konsep yang dimiliki oleh mahasiswa dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada kaitannya dengan konsep yang dimiliki. Dalam hal pemahaman konsep, mahasiswa tidak hanya sebatas mengenal, tetapi harus dapat menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur tingkat pemahaman konsep mahasiswa Pendidikan Biologi pada matakuliah fisiologi tumbuhan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep mahasiswa Pendidikan Biologi pada matakuliah fisiologi tumbuhan berada pada kategori cukup. Indikator pemahaman konsep dengan persentase tertinggi yaitu indikator kemampuan memberi contoh dari konsep yang telah dipelajari dengan persentase 92,59%, sedangkan indikator dengan persentase terendah yaitu indikator kemampuan mengaitkan berbagai konsep yang telah dipelajari dengan persentase 0% untuk salah satu kelas sampel. Faktor penyebab rendahnya pemahaman konsep mahasiswa yaitu sulit memahami soal, kemampuan akademik yang berbeda, kompleksitas materi fisiologi tumbuhan, retensi yang lemah, serta proses pembelajaran yang kurang mendukung
Fitria Rizkiana, Herlina Apriani
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 1-7; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.6412

Abstract:
Penelitian ini bertujuan membandingkan pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan media simulasi PhET dan tanpa menggunakan media simulasi PhET. Penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design dengan 70 orang siswa sebagai sampel. Data penelitian diperoleh dari tes uraian. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pemahaman siswa pada indikator menginferensi dan memberikan contoh, sedangkan pemahaman siswa pada indikator membandingkan dan menjelaskan adalah sama, baik dibelajarkan menggunakan PhET ataupun tanpa menggunakan PhET
, Abdul Malik Fajar
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 11, pp 8-17; https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.7568

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berorientasi Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian berikut merupakan penelitian pengembangan modul dengan menggunakan model model 4D yang terdiri dari pendefinisian, desain, pengembangan, dan penyebaran. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, angket respon guru dan siswa, lembar observasi dan tes keterampilan proses sains. Desain penelitian yang digunakan untuk menguji efektivitas modul adalah desain One Shot Case Study dengan rancangan penelitian pre-experimental. Data validitas dan kepraktisan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data tes keterampilan proses sains dianalisis menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan : 1) modul pembelajaran yang dikembangkan memiliki nilai validitas sebesar 3,69 dan tergolong sangat valid; 2) hasil uji kepraktisan modul teruji sangat valid dengan nilai rata-rata sebesar 3,64; dan 3) modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan harga signifikansi sebesar < 0,05. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran Cahaya dan Alat Optik berorientasi PBL tergolong valid, praktis dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
, Rilia Iriani, Yudha Irhasyuarna
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 93-103; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.5850

Abstract:
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang menggunakan strategi pembelajaran TTW berbantuan LKS dengan siswa yang menggunakan strategi pembelajaran TTW tanpa berbantuan LKS pada materi reaksi redoks; (2) mengetahui respon siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran TTW (Think Talk Write). Metode penelitian ini adalah eksperimen semu. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 69 orang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah The nonequivalent control group design. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan angket respon. Data dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Teknik persentase digunakan untuk analisis respon. Perhitungan uji-t menunjukkan bahwa t-hitung > t-tabel sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Sedangkan untuk respon siswa sebanyak 81,47% memberikan respon positif pada kelas eksperimen dan 73,89% siswa memberikan respon positif pada kelas kontrol.
Nur Citra Maulidia, Abdul Hamid, Arif Sholahuddin
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 145-154; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.5937

Abstract:
Penerapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E (engagement, exploration, explanation, elaboration, evaluation) berbantuan LKPD berbasis level representasi pada pembelajaran materi larutan penyangga ini bertujuan (1) meningkatkan kualitas aktivitas guru (2) meningkatkan kualitas aktivitas peserta didik (3) meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan (4) meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI PMIA 1 SMA Negeri 3 Banjarmasin dengan jumlah 37 orang. Instrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian, instrumen tes pemahaman konsep berupa pilihan ganda beralasan dan instrumen pengamatan aktivitas guru dan siswa berupa lembar observasi dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas aktivitas guru meningkat dari kategori cukup baik menjadi baik (2) kualitas aktivitas peserta didik meningkat dari kategori kurang aktif menjadi aktif, (3) kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 61,15% menjadi 76,01% dan (4) pemahaman konsep peserta didik meningkat dari 72,89% (kategori sedang) menjadi 82,31% (kategori tinggi). Hasil ini menggambarkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat diterapkan untuk mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran dan menfasilitasi penguasaan konsep kimia yang mendalam dengan menghubungkan level representasi sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis.
Yasmine Khairunnisa, Fitria Rizkiana, Herlina Apriani
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 121-129; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.6423

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh penggunaan LKPD tematik terhadap motivasi, kemandirian, dan hasil belajar peserta didik.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan LKPD tematik terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi sebesar 0.856 dan 0.751, namun nilai rata-rata motivasi kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, (2) ada pengaruh yang signifikan penggunaan LKPD tematik terhadap kemandirian peserta didik dengan signifikansi sebesar 0.000, dan (3) ada pengaruh yang signifikan penggunaan LKPD tematik terhadap hasil belajar peserta didik ditinjau dari skor N-gain dari pretest dan posttest dengan signifikansi sebesar 0.024.Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKPD tematik dapat meningkatkan kemandirian dan hasil belajar peserta didik, namun tidak dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Murniningsih Murniningsih, Siti Norah
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 180-188; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.6135

Abstract:
Perilaku ramah lingkungan merupakan perilaku dalam meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dan agama akan membentuk manusia berperilaku ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dan agama yang berkaitan dengan lingkungan terhadap perilaku ramah lingkungan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di UIN Antasari. Responden berasal dari mahasiswa Prodi Tadris Kimia Angkatan 2017/2018 dan 2018/2019. Sampel merupakan sampel jenuh dengan jumlah responden 20 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi korelasional dengan uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi sederhana. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang simultan antara pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dan agama terhadap tindakan ramah lingkungan mahasiswa.
Desi Ratna Wati, Kartini Herlina, Eko Suyanto
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 130-144; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.5994

Abstract:
Panduan praktikum fisika SMA materi sumber listrik arus searah berbasis inkuiri terbimbing sangat dibutuhkan di SMA Negeri 3 Metro, sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui kevalidan, kemudahan, dan kemenarikan produk panduan praktikum fisika SMA materi sumber listrik arus searah berbasis inkuiri terbimbing. Desain pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yaitu analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, tetapi tahapan implementasi yang dilakukan pada penelitian ini hanya sampai pada uji kemenarikan dan kemudahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 3 Metro. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa angket kevalidan, kemenarikan, dan kemudahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor yang diperoleh dari uji validasi isi sebesar 3,35 dengan kriteria sangat baik, hasil uji validasi konstruk sebesar 3,53 dengan kriteria sangat baik, serta hasil uji keterbacaan oleh siswa sebesar 3,38 dan 4,00 dengan kriteria sangat menarik dan sangat mudah. Kesimpulan hasil penelitian dan pengembangan ini adalah telah dihasilkan produk panduan praktikum fisika materi sumber listrik arus searah berbasis inkuiri terbimbing yang sangat valid, menarik, dan mudah untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika di sekolah.
Andi Asmawati, Taufiq Dalming
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 104-112; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.6907

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh media animasi flash materi konsep asam basa yang valid, praktis dan efektif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Hannafin dan Peck dengan prosedur penelitian yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) desain (3) pengembangan/implementasi. Subjek uji coba pada penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat I DIII Farmasi Stikes Pelamonia yang berjumlah 23 mahasiswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket, lembar wawancara, lembar validasi, lembar observasi, dan dokumentasi untuk mengetahui penilaian validator, dosen, dan mahasiswa terhadap media, dan untuk mengetahui kebutuhan dalam pengembangan media. Media pembelajaran animasi flash materi konsep asam basa yang telah dikembangkan masuk pada kategori valid dengan rata-rata aspek 4,5, praktis dan efektif. Kepraktisan yangdinilai dari keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media masuk pada kategori terlaksana seluruhnya. Keefektifan diukur dari hasil belajar yang menunjukkan 82% dari 23 mahasiswa sudah tuntas, 96% mahasiswa memberikan respon positif dan tanggapan guru terhadap media masuk kategori baik. Dari hasil kevalidan, kepraktisan dan keefektifan menunjukkan bahwa media layak untuk digunakan.
Syahmani Syahmani, Mahdian Mahdian, Yesi Ramayanti
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 155-171; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.5942

Abstract:
Telah dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran Cooperative Problem Solving (CPS) pada materi hidrolisis garam siswa kelas XI IA SMA Frater Don Bosco Banjarmasin. Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran dalam melatihkan keterampilan metakognisi dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Tessmer dengan One – group pretest – posttest design pada small group dan One – group pretest – posttest design with repeat pada field test. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes hasil belajar, kuesioner, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Nilai n-gain hasil belajar keterampilan metakognisi yang diperoleh pada small group termasuk dalam kategori sedang, pada field test pertama dan kedua termasuk dalam kategori sedang dan tinggi. Niilai n-gain pemahaman konsep siswa padasmall group termasuk dalam kategori sedang, pada field test pertama dan kedua termasuk dalam kategori sedang dan tinggi, artinya perangkat pembelajaran efektif. Hasil respon siswa pada one to one, small group, dan field test termasuk dalam golongan positif, artinya perangkat pembelajaran bersifat praktis. Nilai validitas perangkat pembelajaran menunjukkan kategori valid, artinya perangkat pembelajaran valid. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran kimia
Emilda Prasiska, Rraak Wardhani
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 113-120; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.6417

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen, dengan desain penelitian one grup pretest-postest desain dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas metode couple card berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 yang terdiri dari 22 siswa SD Kebun Bunga 9 Bnajarmasin. Data yang diperoleh terdiri dari dua jenis data, yakni data aktifitas guru dalam menggunakan metode couple card berbasis inkuiri terbimbing, dan data hasil keterampilan berpikir kreatif siswa serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa untuk aktivitas guru dilihat dari keterlaksanaan RPP pada kegiatan belajar mengajar dimana memperoleh skor rata-rata 3,81 tergolong sangat baik. Data hasil keterampilan berpikir kreatif siswa diperoleh dari rata-rata keseluruhan nilai pretest dan posttest dimana kategorinya dari kurang menjadi baik. Secara terpisah dapat dilihat pada setiap indikator terjadi peningkatan antara lain : indikator kelancaran (fluency) dari 32,9% menjadi 75%, indikator keluwesan (flexibility) 42% menjadi 68,1% , indikator keaslian (originality) 29,5% menjadi 64,7%, dan indikator keterperincian (elaboration) 34,3% menjadi 70,5%. Data hasil belajar siswa yakni presentase ketuntasan belajar sebesar 77.27% dan menandakan hasil belajar siswa sudah baik. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa metode couple card berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA di SD Kebun Bunga 9 Banjarmasin tergolong efektif dan berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 172-179; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i2.6937

Abstract:
Abstrak.Penggunaan media video pembelajaran yang bersifat visual sangat menunjuang proses pembelajaran sains siswa tunarungu terutama materi ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peningkatan penguasaan konsep ekosistem siswa tunarungu menggunakan media video pembelajaran ekosistem mangrove berbasis komtal. Penelitian ini mengunakan pre-eksperimen dengan rancangan penelitian One grup, pre-test – post-test design. Subjek penelitian berjumlah 6 orang siswa tunarungu SMPLB-B Dewi sartika, Sidoarjo. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu memberikan test kepada siswa sebelum pembelajaran/treatment (pre-test) dan setelah pembelajaran/treatment (post-test). Hasil rata-rata nilai pre-test penguasaan konsep ekosistem menunjukan 46.6 dan hasil nilai post-test penguasaan konsep ekosistem menjunjukan 85. Hasil pengujian Wilcoxon menunjukan Asymp.sig. (2-tailed) bernilai 0.027 lebih kecil dari < 0.05 menunjukan adanya perbedaan hasil nilai penguasaan konsep pre-test dan nilai penguasaan konsep post-test, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan video pembelajaran ekosistem mangrove berbasis komtal untuk meningkatkan penguasaan konsep ekosistem siswa tunarungu. Penguasaan konsep ekosistem seperti komponen biotik, abiotik, dan pengertian ekosistem lebih mudah dipahami siswa dengan menggunakan media video ekosistem mangrove yang digunakan
, Atiek Winarti, Rusmansyah Rusmansyah
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 8-15; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5713

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mereduksi miskonsepsi siswa dengan menggunakan media PhET pada konsep asam basa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara bersiklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 8 Banjarmasin yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dialami siswa adalah penggunakan konsep Bronsted-Lowry untuk menjelaskan konsep Arrhenius, serah terima elektron adalah pernyataan dari teori Bronsted-Lowry, zat yang berperan sebagai asam akan menjadi asam konjugasi pada teori Bronnsted-Lowry, siswa menganggap kertas lakmus ikut bereaksi dengan larutan dan mempengaruhi nilai pH, siswa melihat kekuatan suatu asam berdasarkan atom hidrogen, larutan asam kuat atau basa kuat menghasilkan hanya sedikit ion H+ atau OH- yang menyebabkan nyala lampu terang, dan perubahan nilai pH larutan asam lemah menjadi basa lemah dapat meningkatkan kualitas air. Pada siklus II aktivitas guru meningkat sangat baik, aktivitas siswa meningkat sangat aktif, aspek sikap pada siklus II menjadi sangat aktif, miskonsepsi berkurang setelah pembelajaran di siklus II, dan angket respon tergolong baik terhadap pembelajaran dengan media simulasi PhET.
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 1-7; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.4798

Abstract:
Instrumen soal yang baik dan kreatif sangat menentukan hasil penelitian dan evaluasi pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran kimia. Training pra-instrument memberikan bekal keterampilan kepada calon guru kimia untuk membuat soal instrumen yang baik dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer assessment terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa tingkat akhir pendidikan kimia ditinjau berdasarkan kemampuan awal dalam training pra-instrument. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjary tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperimental research). Desain yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa soal tes kemampuan awal dan angket penilaian kemampuan berpikir kreatif. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon berbantuan SPSS setelah dilakukan uji homogenitas dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh peer assessment terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa tingkat akhir pendidikan kimia yang ditinjau berdasarkan kemampuan awal dalam training pra-instrument.
Yusuf Tomy Harsoyo, Endik Deni Nugroho,
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 56-67; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5895

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Learning on Delivery (LEADER) secara tepat dan benar, mengetahui kelayakan model dan untuk mengetahui efektivitas model berdasarkan validasi ahli, tanggapan guru dan siswa, serta implementasi uji. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R & D) ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carry. Tahapan model terdiri dari Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli model pembelajaran adalah 72,2% dengan kategori cukup valid. Analisis dari seorang ahli pembelajaran diperoleh 78,9% dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba di sekolah diperoleh skor 29 dengan kategori rendah. Secara keseluruhan, skor validasi yang diperoleh adalah 81,5 yang bisa masuk kategori layak.
Siti Patimah, Arif Sholahuddin,
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 76-83; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5945

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya belajar dan kecerdasan ganda mahasiswa baru program studi pendidikan kimia ULM. Jenis penelitian adalah survei. Adapun aspek yang diteliti adalah gaya belajar dan kecerdasan ganda. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan kimia dengan sampel berjumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan adalah instrumen angket gaya belajar. Adapun hasil penelitian antara lain mahasiswa program studi pendidikan kimia memiliki kecenderungan gaya belajar audiotorial dibandingkan gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik. Hasil yang diperoleh dari penelitian itu adalah audiotorial sebesar 35 poin, gaya belajar visual sebesar poin, dan gaya belajar kinestetik sebesar 33 poin. Mahasiswa program studi pendidikan kimia juga memiliki kecenderungan pada dominasi kecerdasan ganda pada kecerdasan linguistik. Hasil yang diperoleh yaitu sebesar 52,63% kecerdasan linguistik dan 47,36% kecerdasan logis-matematis. Penyebabnya karena lingkungan belajar mahasiswa sehari-hari terampil berinteraksi sosial, aktif menyampaikan pendapat.
, Parham Saadi, Leny Leny
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 68-75; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5944

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi bahwa: (1) kemampuan berpikir kreatif peserta didik dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran CORE berbantuan mind mapping (2) peserta didik memberikan respon sangat baik terhadap model pembelajaran CORE berbantuan mind mapping pada materi stoikiometri. Metode penelitian kali ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan non-equivalent group design. Populasi yaitu seluruh peserta didik MAN 3 Banjarmasin. Sampel penelitian sebanyak 66 peserta didik, yaitu kelas X MIA 2 sebanyak 35 peserta didik dan 31 peserta didik di kelas X MIA 3. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan non tes berupa angket respon. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Penelitian menunjukkan hasil bahwa: (1) model pembelajaran CORE berbantuan mind mapping mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen (2) peserta didik memberikan respon positif pada model pembelajaran CORE berbantuan mind mapping untuk materi stoikiometri.
, Ni Nyoman Purwani, Anita Kurniati
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 38-44; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5879

Abstract:
Mangrove sediment is a habitat for various bacteria, one of them is amylolytic bacteria which has the potential to produce amylase enzyme. Amylase enzyme has many benefits in industry, textiles and medical. The mangrove ecosystem area has special soil characteristics, which have the opportunity to have microorganism diversity, one of which is the mangrove ecosystem in the Wonorejo region, Surabaya. This study aims to obtain potential amylolytic bacteria from potential amylolytic isolates derived from mangrove sediment. Soil bacteria were isolated in Starch media for 2% agar and tested with Lugol’s Iodine reagents to measure their amylolytic index. Character isolates observed included colony morphology, Gram staining, and motility. Of the 27 isolates found there were 3 isolates with the highest index values in their activity, namely isolates A.7, A.27 and A.64. Characterization results showed that isolates A.7 and A.64 were Gram negative bacteria, and isolates A.27 were Gram positive bacteria. And the motility results for the three isolates were negative, with the results of a positive catalase test.
Fitria Rizkiana
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 84-92; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.6000

Abstract:
Penelitian ini bertujuan membandingkan keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan 2 metode berbeda dalam pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design dengan 72 orang siswa sebagai sampel. Data penelitian diperoleh dari tes keterampilan proses sains yang terdiri atas 14 soal pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang dibelajarkan dengan praktikum dan demonstrasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing.
, Feby Permata Sari, Aris Sugiarto, Wardatul Mawaddah, Samsul Arifin
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 45-55; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5877

Abstract:
Penelitian ini mengkaji tentang pengetahuan masyarakat Desa Macajah Madura tentang pembuatan terasi udang rebon dan dibandingkan dengan konsep ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Macajah memiliki penegtahuan bahwa terasi berbahan rebon menghasilkan bau yang khas dan dengan kualitas terbaik. Berdasarkan hasil kajian ilmiah diperoleh bahwa proses kegiatan pembuatan terasi yang dilakukan masyarakat dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa untuk menumbuhkan nilai kearifan lokal dan karakter pada siswa
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 16-26; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5358

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan perangkat pembelajaran kimia tingkat SMA yang berbasis budaya Suku Asmat. Bentuk penelitian ini adalah deskripsif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Sumber data terdiri atas informan, tempat (peristiwa), dan dokumen. Teknik atau metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Wawancara, (2) Observasi langsung, (3) Studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) telah diidentifikasi sebanyak 3 kompetensi dasar kimia yang strategis diajarkan secara terintegrasi dengan perangkat pembelajaran berbasis budaya Suku Asmat; 2) telah diidentifikasi sebanyak 3 konsep kimia yang strategis diajarkan secara terintegrasi dengan perangkat pembelajaran berbasis budaya Suku Asmat yaitu mewarnai tubuh saat upacara adat – asam basa – praktikum, makanan olahan dari sagu – koloid – ular tangga, dan tas tradisional “noken” – karbohidrat - LKS; dan 3) sekolah menghadapi beberapa kendala dan hambatan untuk melaksanakan pembelajaran kimia berbasis budaya Suku Asmat. Kesimpulannya pengembangan perangkat pembelajaran berbasis budaya Suku Asmat sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran kimia.
, I Nyoman Sudyana, Abdul Hadjranul Fatah
Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Volume 10, pp 27-37; https://doi.org/10.20527/quantum.v10i1.5687

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi asam basa menggunakan LKS berbasis learning cycle 7E. Penelitian ini ialah penelitian kuasi eksperimen menggunakan One group Pretest-Postest Only. Subjek penelitian sebanyak 57 orang siswa di salah satu SMA di Kota Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu memberikan tes kepada siswa sebelum pembelajaran (pre-test) dan setelah pembelajaran (post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LKS berbasis learning cycle 7E dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dan keterampilan berpikir kritis pada materi asam basa dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,61. Konsep yang paling dikuasai siswa adalah tentang konsep hubungan tetapan kesetimbangan asam dan basa (Ka/Kb) terhadap kekuatan asam basa dengan rata-rata N-Gain 0,86 dan konsep yang kurang dikuasai adalah konsep pH dalam kehidupan sehari-hari dengan rata-rata N-gain sebesar 0,49. Indikator keterampilan berpikir kritis yang paling dikuasai adalah interpretasi sebesar dengan N-Gain 0,80 dengan kriteria tinggi, sedangkan keterampilan berpikir kritis yang kurang dikuasai adalah analisis dengan N-Gain sebesar 0,65 dengan kriteria sedang. Siswa memberikan tanggapan yang baik terhadap pembelajaran menggunakan LKS berbasis learning cycle 7E, karena LKS mengaitkan kejadian yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top