Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Wacana Didaktika

-
73 articles
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 207-215; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.207-215

Abstract:
This study examines card dance as one of the alternative media for learning dance to be applied to the level of higher education in Indonesia, especially in the Primary School Teacher Education study program as the main user. The purpose of this study was to explain the process of implementing media card dance in learning dance in PGSD 5th semester students. This study used descriptive qualitative research methods, because this research describes the process of applying media card dance in dance learning. Data was collected by using participatory observation methods and field trials that were used to determine the usefulness of the product. The results of data from observations and interviews were analyzed descriptively qualitatively and from student questionnaires were analyzed quantitatively. The results, total score of first trial was 1297 by average and percentage 81.8%. The second trial was 1430 by average 79.4 and percentage 90.2%. It can be concluded that the second trial data shows a high / significant result rather than the results on the first trial, after repairs or revisions were made. Based on the previous research, it can be concluded that the media is appropriate to help students in the process of cultural introduction that would be applied in the process of learning art in elementary schools. Keywords: card dance, learning media, application, students Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang card dance sebagai salah satu alternatif media pembelajaran seni tari untuk diterapkan pada jenjang pendidikan tinggi di Indonesia terutama pada prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai pengguna utama. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan proses implementasi media card dance dalam pembelajaran seni tari pada mahasiswa prodi PGSD semester 5. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif, karena penelitian ini mendeskripsikan proses penerapan media card dance dalam pembelajaran seni tari. Untuk pemerolehan data penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode observasi partisipasif dan uji coba lapangan yang digunakan untuk mengetahui kebermanfaatan dari produk. Hasil data dari observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif dan hasil data dari angket mahasiswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Total skor perolehan pada uji coba I sebesar 1297 dengan rata-rata 72 dan prosentase 81.8% sedangkan uji coba II sebesar 1430 dengan rata-rata 79.4 dan prosentase 90.2%. Dapat disimpulkan bahwa data uji coba kedua ini menunjukkan hasil yang tinggi/ signifikan dari pada hasil di uji coba pertama, setelah dilakukan perbaikan atau revisi. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan jika media ini tepat untuk membantu mahasiswa dalam proses pengenalan budaya untuk nantinya dijadikan bekal dan diterapkan dalam proses pembelajaran seni di Sekolah Dasar.
Rahmawati Ardila, Linta Wafdan Hidayah
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 192-206; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.192-206

Abstract:
The ability of intensive reading class IX students at MTs Islamiyah Nahdliyatul Blumbungan is still relatively low due to the use of conventional methods when teaching and learning process of reading and lack of student interest in reading. To solve this problem , it requires methods that can improve the ability of students in the learning process. One of them is SQ3R method that can be used to determine how to learn a research, critical thinking, creative and how to motivate and review what has been learned. The purpose of this study was to improve the intensive reading skills of class IX MTs Nahdliyatul Islamiyah Blumbungan, Pamekasan after using the SQ3R method. The method used is classroom action research (PTK), which consists of 4 stage, namely planning, action, observation, and reflection. The instruments used were student response questionnaires, teacher and student activity observation sheets, and intensive reading ability test questions. The results of this study can be concluded that 27 students who achieve the creteria mininum, while students who do not achieve the creteria were 3 students. The percentage of achievement in classical is 90% ≥ 60% while for the increase in the ability of intensive reading students from cycle I to cycle II amount to 0.41 which is classified as moderate. Based on these results it can be concluded that the implementation of SQ3R method can improve the ability of intensive reading class IX students at MTs Islamiyah Nahdliyatul Blumbungan. Keywords: SQ3R Method, Intensive Reading Ability, Learning Activity Abstrak: Kemampuan membaca intensif siswa kelas IX di MTs Nahdliyatul Islamiyah Blumbungan, Pamekasan yang masih tergolong rendah yang disebabkan oleh penggunaan metode konvensional pada saat pembelajaran membaca serta kurangnya minat siswa dalam membaca. Untuk menghadapi kendala tersebut diperlukan metode yang bisa mengadaptasi kemampuan siswa dalam proses pembelajarannya. Salah satunya adalah metode SQ3R yang dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana belajar meneliti, berfikir kritis, kreatif dan bagaimana memotivasi diri sendiri dan meninjau kembali apa yang telah dipelajari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa kelas IX MTs Nahdliyatul Islamiyah Blumbungan, Pamekasan setelah menggunakan metode SQ3R. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK)yang terdiri dari 4 Tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah angket respon siswa, lembar observasi kegiatan guru dan siswa, serta soal tes kemampuan membaca intensif. Hasil dari penelitian ini dapat dipaparkan bahwa siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak 27 orang, sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar secara individu sebanyak 3 orang. Prosentase ketercapaian secara klasikal sebesar 90% ≥ 60% sedangkan untuk peningkatan kemampuan membaca intensif siswa dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 0.41 yang tergolong sedang....
Shefa Dwijayanti Ramadani
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 140-154; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.140-154

Abstract:
Ideal learning should encourage students to be actively involved, both physically and mentally during the learning process. Unfortunately, Genetics lectures at higher education were still widely implemented conventionally through theoretical studies without involving practical activities. This condition was at least caused by two factors: (1) practical activity wasn’t designed in the curriculum, so it had never been done and (2) there weren’t enough learning resources available to encourage the students to carry out practical activity independently. The development of learning module that utilize Drosophila melanogaster was expected to enhance student’s activity and concept understanding on the topic of regulation of gene expression in eukaryotes. ADDIE was used as instructional module design, while the instrument used include observation sheets, student assessment sheets, and module validation sheets by Genetic experts and learning resource development experts. The results showed that the percentage of assessment based on small group trial was 90.8%; while validation results by Genetic and learning resource development expert were 92.2% and 92.5%, respectively. This means that the learning module was valid with very good qualification. Thus, the regulation of gene expression module can be used by students to obtain concept understanding more easily, as well as facilitating the students to empower skills and scientific values. Keywords: Project Practicum, Drosophila Melanogaster, Development of Module, Regulation of Gene Expression Abstrak Pembelajaran ideal adalah pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk terlibat secara aktif, baik secara mental maupun fisik selama proses pembelajaran. Sayangnya, perkuliahan Genetika di Perguruan Tinggi masih banyak dilaksanakan secara konvensional melalui kajian teoritis tanpa melibatkan aktivitas praktikum. Kondisi ini setidaknya disebabkan oleh dua faktor yaitu: (1) aktivitas praktikum memang tidak dirancang dalam kurikulum, sehingga belum pernah dilakukan dan (2) belum tersedia sumber belajar yang cukup untuk mendorong mahasiswa melaksanakan kegiatan praktikum secara mandiri. Pengembangan modul pembelajaran yang memanfaatkan Drosophila melanogaster diharapkan dapat mendorong aktivitas maupun pemahaman konsep mahasiswa pada topik regulasi ekspresi gen pada eukariot. ADDIE digunakan sebagai desain modul pembelajaran, sementara instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, lembar penilaian/respons mahasiswa, dan lembar validasi modul oleh ahli Genetika dan ahli pengembangan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian berdasarkan uji coba kelompok kecil sebesar 90,8%; sementara hasil validasi oleh ahli materi dan ahli pengembangan bahan ajar masing-masing sebesar 92,2% dan 92,5%. Hal ini berarti bahwa modul dinilai layak dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian, modul regulasi ekspresi gen dapat digunakan oleh mahasiswa untuk memperoleh pemahaman konsep secara...
Sciprofile linkIrwan Sumarsono, Radina Anggun Nurisma, Sciprofile linkAkbar Widyoseno
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 115-126; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.115-126

Abstract:
Concerning English as one of the essential factors to gain access to global information and knowledge of science and technology, the mastery of English writing skills is considered to be necessary in the world of communication. Learning media has an important role in English for Specific Purposes (ESP) context. This study aims to generate product in the form of application on web-based simulation. In this study, learning activity is done through web-based application. This application uses the Dynamic Level Adjustment method which is still Progression or Level-based so the further development is required.to be able to adjust the level of user intelligence. Research and development (R&D) is a method used in this study. The research was conducted through several stages: (1) needs analysis, (2) production planning, (3) development of instructional media, (4) evaluation and revision, (5) field trial to students, (6) final revision. The development of this application is expected to be used as one of the effective teaching materials to facilitate teachers in the learning process and increase learners’ motivation to write. Furthermore, this application has an important role to make learning activities more interesting, practical and accessible for students. Students will be trained to use apps appropriately. Keywords: descriptive writing, web application, ESP Abstrak Pentingnya Bahasa Inggris sebagai salah satu faktor dalam keberhasilan mengakses informasi dan pengetahuan global akan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan pentingnya penguasaan kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris dalam dunia komunikasi. Media pembelajaran mempunyai peranan penting dalam kontek Bahasa Inggris ESP. Studi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk aplikasi berbasis web, yang menggunakan metode Dynamic Level Adjustment yang masih berbasis Progresi atau Level, sehingga pengembangan selanjutnya diharapkan bias disesuaikan dengan tingkat inteligensi penggunanya. Studi ini juga menggunakan Research and Development (R&D). Studi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan : 1) adanya analisa, 2) perencanaan produksi, 3) pengembangan media instruksi, 4) evaluasi dan revisi, 5) uji coba, dan 6) revisi akhir. Pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu material pengajaran yang efektif dalam memfasilitasi guru/dosen dalam proses belajar mengajar dan meningkatkan motivasi peserta didik untuk menulis dalam Bahasa Inggris. Aplikasi ini mempunyai peran penting dalam membuat aktifitas belajar menjadi lebih menarik, praktis dan mudah diakses oleh peserta didik. Peserta didik akan diberikan pelatihan penggunaan aplikasi ini.
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 186-191; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.186-191

Abstract:
English has a more specific coverage, it is known as "English for specific Purpose (ESP)" which the developed of scientific study is a special vocabulary used in accordance of speciefic majors such as: English for Machine, English for Religion, English for Engineering, English for Education and English for Computer. Students, teachers and lecturers can develop, apply and use English easily and can quickly understand English text more quickly by implementing ESP theories. Likewise for the English language is used in general in various educational institutions at vocational High School Al-Huda Sumber Nangka Duko Timur Pamekasan. One of material is register for computer system based become the main focusing problem that must be overcome by the teacher of improving English teachers’ profesionalism and mastered the usage of coverage ESP. This research want to analyze the use of ESP theories by using qualitative method by Miles and Huberman model analysis of data collection, data reduction, data display and verification. English for specific purpose (ESP) theories have a contibution at the practicing register for computer system for students to comprehend English material at computer specification practice. Keywords: Improvemet of ESP, Register for Computer System, English Reading Comprehension Abstrak: Bahasa Inggris memiliki cakupan yang lebih spesifik (ESP)" yang dikembangkan dari studi ilmiah adalah kosakata khusus yang digunakan sesuai jurusan seperti: Bahasa Inggris untuk Mesin, Bahasa Inggris untuk Agama, Bahasa Inggris untuk Teknik, Bahasa Inggris untuk Teknik , Bahasa Inggris untuk Pendidikan dan Bahasa Inggris untuk Komputer. Siswa, guru dan dosen dapat mengembangkan, menerapkan, dan menggunakan bahasa Inggris dengan mudah dan dapat dengan cepat memahami teks bahasa Inggris lebih cepat dengan menerapkan teori ESP. Demikian juga untuk bahasa Inggris digunakan secara umum di berbagai lembaga pendidikan di sekolah menengah kejuruan Al-Huda Sumber Nangka Duko Timur Pamekasan. Salah satu materi adalah sistem komputer berbasis menjadi masalah fokus utama yang harus diatasi oleh guru, meningkatkan profesionalisme guru bahasa Inggris dan menguasai penggunaan cakupan ESP. Penelitian ini ingin menganalisis penggunaan teori ESP dengan menggunakan metode kualitatif oleh Miles dan Huberman model analisis pengumpulan data, reduksi data, tampilan data dan verifikasi. Teori Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) memiliki kontibusi pada daftar praktik sistem komputer bagi siswa untuk memahami materi bahasa Inggris di praktik spesifikasi komputer.
Mohammad Arief Wahyudi
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 164-170; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.164-170

Abstract:
Reading is an activity that carried out by students because by reading they will get information and express their main ideas when joining courses such as reading comprehension. In order to express the idea, students should understand the content of text in reading, especially in the form of English. The researcher focused on the fifth semester of the English department at STKIP PGRI Bangkalan, because they did not fully understand the contents of the text so that it had an impact on teaching and learning activities in reading comprehension courses. The solution used is the Team Quiz strategy. This strategy is cooperative learning that addresses material, gives direction, gives questions and answers. The problems arising from the strategy are: there is a significant influence on the application of the Team Quiz method in improving the understanding of student texts in reading comprehension courses. The purpose of this study was to identify the significant influence of the implementation of Team Quiz strategies in improving the understanding of texts in reading comprehension courses. The method used by the researcher is using experimental Quasy in quantitative because the students consist of 50 in two classes which will later be made into two groups in the control and experimental groups. Based on the data obtained shows that in the control group with a total of 25 students obtained a score of 843 with an average of 42.15 and an experimental group with a total of 26 students getting a score of 1395 with an average of 69.75. This means that the experimental group scores higher than the control group. Because Ttes is greater than critical value which is 8.4> 2.093 or 0.05, so the alternative hypothesis is accepted and the null hypothesis is rejected. This shows that there is a difference in understanding of the text between students taught by using the Team Quiz strategy and those that are not. Then it can be concluded that there is a significant influence on the implementation of Team Quiz's strategy in improving text comprehension in the Five Semester students of the English department at STKIP PGRI Bangkalan. Keywords: Influence, Understanding, Team Quiz. Abstrak Membaca adalah kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa karena dengan membaca mereka akan mendapatkan informasi dan dapat mengungkapkan ide pokok atau gagasan disaat mengikuti mata kuliah seperti reading comprehension. Agar mengungkapkan gagasan maka mahasiswa harus memahami isi teks bacaan khususnya teks dalam bentuk bahasa Inggris. Peneliti terfokus pada Semester Lima jurusan bahasa Inggris di STKIP PGRI Bangkalan, dikarenakan mereka belum sepenuhnya paham tentang isi teks sehingga berdampak pada aktifitas proses belajar mengajar di mata kuliah reading comprehension. Solusi yang digunakan adalah strategi Team Quiz. Strategi ini merupakan pembelajaran kooperatif yang membahas materi, memberi arahan, memberi pertanyaan dan menjawab. Permasalahan yang muncul adanya strategi yaitu:...
Sciprofile linkHaris Mahmudi, Ah. Sulhan Fauzi
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 155-163; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.155-163

Abstract:
Most of the students of the Mechanical Engineering Study Program at the University of Nusantara PGRI Kediri assume that basic physics is a course with memorizing many formulas so that they have difficulty understanding the concept of physics. This study aims to develop a Physics practicum module for Mechanical Engineering and to know the feasibility value of the module. This study uses the development research method (RnD) of the Plomp model which consists of 3 stages, namely: The first stage of the initial investigation, the Second Stage of the preparation of the prototype, and the third stage of the assessment. From the results of the validation and analysis of the readability test, the average value of the feasibility of the Basic Physics module based on problem solving is 3.22 with feasible criteria, and the feasibility assessment for presentation is 3.55 with the appropriate criteria. So that overall the feasibility assessment of the Basic Physics module is problem solving based on 3.39 with a decent criteria. While the results of student satisfaction data analysis on the use of the Basic Physics module based on problem solving obtained 83% stated very well and the remaining 17% stated good. The product of the development is in the form of a basic Physics practicum module for Mechanical Engineering. From the data analysis it can be concluded that the feasibility assessment of the overall development module is feasible to develop. Keywords: module, research development, problem solving, satisfaction questionnaire. Abstrak Sebagian besar mahasiswa Program Studi Tehnik Mesin Universitas Nusantara PGRI Kediri beranggapan bahwa fisika dasar merupakan mata kuliah dengan hafalan rumus yang banyak sehingga mereka kesulitan untuk memahami konsep fisika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul praktikum Fisika untuk Teknik Mesin dan mengetahui nilai kelayakan modul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (RnD) model Plomp yang terdiri dari 3 tahap, yaitu: Tahap pertama investigasi awal, Tahap Kedua penyusunan prototipe, dan Tahap ketiga assesment. Dari hasil validasi dan analisis uji keterbacaan diperoleh nilai rata-rata kelayakan isi modul Fisika Dasar berbasis problem solving sebesar 3.22 dengan kriteria layak, dan penilaian kelayakan penyajian sebesar 3,55 dengan kriteria layak. Sehingga secara keseluruhan penilaian kelayakan modul Fisika Dasar berbasis problem solving sebesar 3,39 dengan kriteria layak. Sedangkan hasil analisis data kepuasan mahasiswa terhadap penggunaan modul Fisika Dasar berbasis problem solving diperoleh 83% menyatakan sangat baik dan sisanya sebesar 17% menyatakan baik. Produk hasil pengembangan adalah berupa modul praktikum Fisika dasar untuk Teknik Mesin. Dari analisis data maka dapat disimpulkan bahwa penilaian kelayakan modul hasil pengembangan secara keseluruhan layak untuk dikembangkan.
Ina Daril Hanna, Sciprofile linkSitti Mukamilah
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 101-114; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.101-114

Abstract:
Writing skill can encourage the students’ vocabulary enrichment, achieve the ability of students’ feeling, ideas, opinion, and express anything in their mind. This research is conducted because of some problems, they were : the students had difficulty in composing a good paragraph, need a speciffic activity that can help the students’ to improve student’s English writing ability in MA.Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan, exactly writing descriptive paragraph. The purpose of the study are: To know the students taught using pair work activity have higher achievement on writing paragraph of the grade x students of MA Miftahul Qulub Pamekasan and to measure the significant effect of pair work activity use on writing paragraph of the gradex students in MA Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan. The reserach was analysed by using quantitative method of experimental reserach design, and is implemented some kind of instruments such as, test (pre-test and post-test), observation and documentation. The result of this research showed that the students are taught by pair work activity have higher achievement on the students’ writing at the X grade of MA Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan. Besause t-observed 3.405 > t-table 2.009 so Ha is accepted. It has also significant effect of pairwork activity on writing paragraph of students at the X grade in MA Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan. Because the significance is (0,001) < 0,05. It can concluded Ha is accepted. Keywords : Pairwork Activity, Writing Ability, Descriptive Paragraph. Abstrak Kemampuan menulis bisa mendorong penguasaan kosa kata siswa , dan mencapai kemampuan untuk mengungkapkan kesan,ide-ide, pendapat siswa serta segala sesuatu yang ada di pikiran mereka. Penelitian ini diadakan berdasarkan beberapa masalah, seperti: siswa menghadapi kesulitan dalam mengarang sebuah paragraf sempurna, butuh acktivitas khusus untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menulisdalam bahasa inggris di MA Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan, dalam hal ini penulisan paragraf deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang diajar dengan menggunakan aktivitas Pairwork mempunyai pencapaian lebih tinggi dalam kemampuan menulis paragraf pada siswa kelas X MA Miftahul Qulub Pamekasan dan juga mengukur pengaruh signifikan dari aktivitas Pairwork yang digunakan dalam kemampuan menulis paragraf siswa kelas X MA Miftahul Qulub Polagan Galis Pamekasan. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode kuantitatif dari desain penelitian eksperimen murni dan menerapkan beberapa instrumen seperti tes (pre-test - post-test), observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan aktivitas Pairwork mendapatkan pencapaian lebih tinggi dalam kemampuan menulis siswa kelas X MA Miftahul Qulub Pamekasan, karena T-hitung 3.405 > T-tabel 2.009 sehingga Ha diterima. Dan juga terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan aktivitas Pairwork...
Sciprofile linkRini Listyowati, Ina Daril Hanna
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 171-185; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.171-185

Abstract:
In recent years, corrective feedback has important role in Second language classroom. It becomes a good way to improve the students’errors both structural and spoken. Corrective feedback has been discussed mainly in writing class but less in speaking class. This objective of the research is describing the impact of verbal and non verbal corrective feedback that used in conversation courses. This study is descriptive qualitative research because the purpose is to gain information about phenomena that exist in this research. This study focused on conversation courses dealing with structural errors and spoken errors. The result explained that in conversation courses, the teacher used the various kinds of verbal-non verbal corrective feedback and verbal corrective feedback became more dominant and be efficient to correct students’ structural errors and spoken errors. The subject of the research is first semester and third semester of English Education Department students at Islamic Madura University-Pamekasan, east Java. The research conducted in four classes, two classes are first semester and two classes are third semester students. The four classes are joined then divided into two classes which each class consists of first and third semester students. Both classes is treated by verbal-non verbal for 5 weeks. The data were discussed qualitatively. The study found a significant effect for verbal Feedback that used to improve structural error in the use of tenses but no overall effect on accuracy improvement of Pronunciation. Students still have errors in pronouncing some words. It is hard to correct because it is influenced by Madurasse dialect. Keywords : Verbal-non verbal, Corrective Feedback, Pronunciation, Grammatical Error. Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, koreksi timbal balik mempunyai peranan penting dalam kelas bahasa kedua. Ini menjadi cara yang baik untuk memperbaiki kesalahan siswa baik secara structural maupun lisan. Koreksi umpan balik telah dibahas terutama dalam kelas writing tapi kurang dalam kelas speaking. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dampak umpan balik korektif langsung dan tidak langsung yang digunakan dalam kelas speaking. Penelitian ini menggunakan design descriptive qualitative research karena bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang ada dalam penelitian ini. Penelitian ini focus pada kelas speaking yang berhubungan dengan kesalahan structural dan kesalahan pengucapan. Hasilnya menjelaskan bahwa dalam kelas speaking dosen menggunakan beberapa jenis verbal-nonverbal corrective feedback dan umpan balik korektif verbal menjadi lebih dominan dan efisien untuk memperbaiki kesalahan structural dan kesalahan pengucapan. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan bahasa Inggris semester pertama dan ketiga di Universitas Islam Madura –pamekasan, Jawa timur. Penelitian ini dilakukan dalam empat kelas , dua kelas adalah semester pertama dan dua kelas semester...
Published: 28 December 2018
Wacana Didaktika, Volume 6, pp 127-139; doi:10.31102/wacanadidaktika.6.02.127-139

Abstract:
Students of Junior High School 2 Saronggi come from coastal and non-coastal areas. The differences in the living environment will bring out a different experiences, which in turn form a diverse prior knowledge because there is a correlation between the students' experience and prior knowledge. Prior knowledge of students shows readiness to receive lessons. A student who is ready to accept learning will influence learning achievement positively. Good learning readiness results in a high of self-confidence and will focus on learning which is a characteristic of high learning motivation, therefore, it will achieve good learning achievement. The purpose of this study is to determine the relationship among learning motivation, prior knowledge, and learning achievement, and identify differences in the relationship among three variables between coastal and non-coastal students. The method in this study using experimental design One-Short Case Study, while the method of data analysis using the analysis of structural equation modeling (SEM). The results showed that there were significant correlations between the prior knowledge and learning achievement, between the prior knowledge and learning motivation, between learning motivation and learning achievement, and there was the significant difference in the relationship among learning motivation, prior knowledge and learning achievement between coastal and non-coastal students. Keywords: Science learning outcomes, learning motivation, science knowledge, SEM Abstrak Siswa SMPN 2 Saronggi berasal dari daerah pesisir dan bukan pesisir. Perbedaan lingkungan tempat tinggal akan menumbuhkan pengalaman yang berbeda, yang selanjutnya membentuk pengetahuan awal yang beragam, karena terdapat keterkaitan antara pengalaman dan pengetahuan awal siswa. Pengetahuan awal siswa menggambarkan kesiapan untuk menerima pelajaran. Siswa yang siap untuk menerima pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar secara positif. Kesiapan belajar yang baik memunculkan rasa percaya diri yang tinggi dan akan fokus untuk belajar yang merupakan ciri motivasi belajar tinggi, sehingga akan mencapai hasil belajar yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi belajar IPA, pengetahuan awal IPA, dan hasil belajar IPA, serta mengidentifikasi perbedaan hubungan ketiga variabel tersebut antara siswa pesisir dan bukan pesisir. Metode pada penelitian ini menggunakan eksperimen dengan desain One-Short Case Stud, sedangkan metode analisis data menggunakan analisis structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal IPA dan hasil belajar IPA, antara pengetahuan awal IPA dan motivasi belajar IPA, antara motivasi belajar IPA dan hasil belajar IPA, dan terdapat perbedaan yang signifikan hubungan motivasi belajar IPA, pengetahuan awal IPA dan hasil belajar IPA antara siswa pesisir dan bukan peisisir.
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all