Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science)

-
279 articles
Page of 28
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
R. Rianita, Y. Metri, Evitayani Evitayani, L. Warly
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 311-318; doi:10.25077/jpi.21.3.311-318.2019

Abstract:Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Titonia (Tithonia diversifolia) dan limbah baglog pelepah sawit dari budidaya jamur tiram putih (Pleoratus ostreatus) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO), serta ketersediaan mineral makro pada kambing PE. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok dengan 4 kali ulangan. Perbandingan antara hijauan dan konsentrat adalah 60 : 40. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: A = 0 % Baglog + 40 % Konsentrat + 60 % Titonia, B = 20 % Baglog + 40 % Konsentrat + 40 % Titonia, C = 30 % Baglog + 40 % Konsentrat + 30 % Titonia, dan D = 40 % Baglog + 40 % Konsentrat + 20 % Titonia. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah; kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO), ketersediaan hayati (bioavailability) mineral makro (Ca, P, Mg, S). Pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pemberian titonia yang disubstitusikan dengan baglog pelepah sawit memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KcBK(64,59%) dan KcBO (59,73%). Mineral makro Ca, P, Mg dan S memiliki Biovailabilitas sebesar (68,30%, 72,55%, 71,40%, 73,49%). Peningkatan level baglog pelepah sawit hingga 40% masih memberikan nilai kecernaan yang baik terhadap kecernaan BK dan BO, serta masih dapat menyediakan kebutuhan mineral makro diatas 60% dari total elemen yang dikonsumsi.
Harmoko Harmoko, Padang Padang
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 183-191; doi:10.25077/jpi.21.3.183-191.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui performa dan status fisiologis kambing Kacang jantan yang mengkonsumsi daun jarak fermentasi. Penelitian dilakukan dikandang peternakan rakyat kelurahan Layana Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Ternak yang digunakan dalam penelitian yaitu kambing Kacang jantan sebanyak 15 ekor dengan kisaran umur 8-10 bulan. Konsentrat sebagai pakan perlakuan disusun dengan campuran jagung giling, dedak halus, ampas tahu, serta daun jarak fermentasi sebagai perlakuan. Konsentrat diberikan pada ternak perlakuan sebanyak 1% berdasarkan bobot badan ternak yang diberikan pada pagi hari hingga habis kemudian diberikan pakan hijauan jagung secara ad-libitum. Peubah yang diamati dalam penelitian yaitu performa kambing (konsumsi bahan kering pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi penggunaan pakan) dan status fisiologis kambing (suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus). Data hasil penelitian dihitung berdasarkan Rancangan Acak Kelompok, apabila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata maka dilajutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa kambing Kacang jantan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) baik dari konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum, dimana rata-rata konsumsi bahan kering kambing Kacang Jantan selama penelitian berkisar antara 358,895-377,341 (g/ekor/hari), pertambahan bobot badan berkisar antara 64,167-77,738 (g/ekor/hari) dan efisiensi penggunaan ransum berkisar antara 0,179-0,206%. Sedangkan status fisiologis kambing Kacang jantan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) baik dari suhu rektal, frekuensi respirasi dan frekuensi pulsus, dimana rata-rata suhu rektal kambing Kacang selama penelitian berkisar antara 38,23-38,48oC, frekuensi respirasi berkisar antara 22,06-22,66 kali/menit dan frekuensi pulsus berkisar antara 92,24-94,49 kali/menit. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa daun jarak dapat digunakan sebagai campuran pakan ternak kambing hingga 20% dalam ransum.
S. N. Hayati, S. Mulyono, Roesdiyanto Roesdiyanto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 240-246; doi:10.25077/jpi.21.3.240-246.2019

Abstract:Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui produksi beberapa jenis ayam sentul jantan periode awal. Materi yang digunakan adalah lima jenis ayam sentul jantan 250 ekor Day Old Chick (DOC) yaitu Ayam Sentul Geni, Sentul Batu, Sentul Kelabu, Sentul Debu, dan Sentul Emas. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah bobot dan persentase meliputi karkas, dada, punggung, sayap, paha, dan giblet (jantung, gizzard, hati). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai Ayam Sentul berpengaruh nyata terhadap bobot (P>0,01) dengan rataan Sa = 25,94 ± 5,36 g dan persentase gizzard (P>0,05) dengan rataan 4,790 ±0,727, namun terhadap bobot dan persentase karkas, dada, punggung, sayap, paha, jantung dan hati tidak berpengaruh nyata. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai perlakuan berbagai jenis ayam sentul ternyata tidak memberikan perbedaan terhadap produksi karkas ayam sentul jantan di periode awal, kecuali hanya pada produksi dan persentase bobot gizzard.
R. W. Putri, Y. Rustandi, A. Warnaen
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 247-256; doi:10.25077/jpi.21.3.247-256.2019

Abstract:Kelompok Wanita Tani La Tulip merupakan Kelompok Wanita Tani penerima program Implementasi dari Rencana Strategis Kementerian Pertanian dalam Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) salah satunya adalah peningkatan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Potensi yang dimiliki KWT La Tulip adalah lahan pekarangan seluas 10 Ha dan populasi ayam buras sebanyak 350 ekor. Unit usaha ayam buras dalam bentuk kelompok diharapkan mampu menjadikan wanita tani lebih mandiri dan produktif dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Tujuan penelitian ini untuk menyusun dan merumuskan strategi pemberdayaan wanita tani melalui model kelompok unit usaha ayam buras melalui program P2KP. Strategi dilakukan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan Diagram SWOT strategi yang diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Berdasarkan hasil Matriks SWOT dan FKK strategi yang dihasilkan untuk pemberdayaan wanita tani adalah (1) Mendirikan usaha kelompok ayam buras dengan menggunakan modal usaha sendiri dan didukung lembaga penyedia modal melalui pelaksanaan kegiatan. (2) mengembangkan usaha sebagai produsen dan dsitributor. (3) Mengembangkan prospek usaha dengan cara memanfaatkan kandang yang dimiliki kelompok.
A. Martiningsih, Ismulhadi Ismulhadi, A. Warnaen
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 274-283; doi:10.25077/jpi.21.3.274-283.2019

Abstract:Ketertarikan generasi muda untuk berkecimpung dalam sektor pertanian dan peternakan semakin hari semakin menurun. Hal ini dikarenakan sektor pertanian dianggap kurang menghasilkan dan menjadi petani dinilai sebagai kasta rendah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam bidang pembangunan pertanian dan peternakan adalah dengan mendirikan Trenggalek Agropark. Tujuan dari kajian ini adalah untuk merumuskan strategi terbaik pengembangan Trenggalek Agropark melalui animal based tourism. Model analisis yang digunakan adalah SWOT dan QSPM. Berdasarkan diagram SWOT, maka strategi SO adalah strategi yang sesuai dengan kondisi Trenggalek Agropark. Strategi yang dirumuskan dari faktor internal dan eksternal melalui FGD dengan Dinas Pertanian dan Pangan, PPL dan generasi muda berdasarkan prioritas diantaranya sebagai berikut: a) melengkapi sarana dan prasaran serta melakukan diklat bagi SDM pendamping; b) menyiapkan lahan untuk penanaman HPT guna mendukung penerapan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare); c) menyediakan showroom untuk memasarkan pruduk pertanian dan peternakan yang telah dihasilkan oleh petani/peternak Kabupaten Trenggalek.
T. D. Nova, Y. Heryandi, W. S. Br. Surbakti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 205-219; doi:10.25077/jpi.21.3.205-219.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan secara adlibitum pembatasan persentase jumlah pakan pada jadwal waktu makan yang efesien terhadap bobot akhir, karkas, persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus pada ayam petelur jantan. Pada penelitian ini menggunakan 125 ekor anaka ayam (DOC) petelur jantan yang ditempatkan pada 25 unit kandang box. Sejumlah 5 ekor ayam petelur jantan dijadikan unit perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) selama 10 minggu dengan jadwal waktu persentase makan pagi-siang dan sore-malam yang sama dan persentase jumlah persentase pakan yang berbeda. Pada perlakuan T0: persentase pakan secara adlibitum, T1 : 30% pagi-siang dan 70% sore-malam, T2 : 40% pagi-siang dan 60% sore-malam, T3 : 50% pagi-siang dan 50% sore-malam, dan T4 : 60% pagi-siang dan 40% sore- malam. Variabel yang diamati yaitu bobot akhir (g/ekor), karkas (g/ekor), persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus (g/cm). Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh ad libitum (tanpa batas) terhadap persentae karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus, berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap bobot akhir, karkas, Hasil penelitian menunjukkan angka bobot akhir T0 (638,80g/ekor), bobot akhir persentase pakan (562,08-578,88 g/ekor), Karkas T0 (401,20 g/ekor) karkas persentase persentase pakan (337,80-356,40 g/ekor), persentase karkas (60,10-62,76%), persentase lemak abdomen (0,72-1,16%), dan ketebalan usus halus (0,175-0,196 g/cm). Kesimpulan penelitian ini bahwa persentase jumlah persentase pakan pada jadwal waktu persentase makan menghasilkan bobot akhir, karkas, persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan ketebalan usus halus yang sama. Persentase pakan adlibitum (tanpa batas) setiap hari menghasilkan bobot akhir dan karkas yang tertinggi yaitu masing- masing bobot akhir 638,80 g/ekor dan bobot karkas 401,20 g/ekor.
P. Z. Jati, L. Warly, M. Zain
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 257-265; doi:10.25077/jpi.21.3.257-265.2019

Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh pengunaan baglog pelepah sawit fermentasi dengan jamur (Pleoratus ostreatus) terhadap retensi N dan performa ternak kambing. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 ulangan dan 4 perlakuan disetiap kombinasi. Perlakuan penelitian ini adalah: A = 0 % Baglog, B = 20 % Baglog, C = 30 % Baglog, dan D = 40 % Baglog. Variabel yang diamati konsumsi BO, konsumsi BK, PBBh dan retensi N. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan (P>0,05) memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap komsumsi BO, BK, PBBh dan (P>0,01) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap retensi N. Dari hasil penelitian ini dapat disimpukan bahwa penggunaan baglog pelepah sawit yang difermentasi jamur (Pleorotus ostreatus) sampai dengan level 40% palatabel dikonsumsi ternak dengan hasil performan ternak dengan nilai konsumsi BK 1946,60 (g/ekor/h), BO 1455,96 (g/ekor/h) dan PBBh 136,25 (g/ekor/h), tetapi berpengaruh terhadap retensi N dengan nilai 6,34 (g/ekor/h).
P. Anwar, Jiyanto Jiyanto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 230-239; doi:10.25077/jpi.21.3.230-239.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk melihat performa kriteria sapi Kuantan jantan unggul melalui identifiaksi hormon testosteron dan ukuran testis. Penelitian menggunakan 15 ekor sapi jantan Kuantan yang berumur 2-3 tahun. Pengukuran lingkaran testis dan panjang testis sapi Kuantan di lakukan dengan mengambil testis sapi yang telah di sembelih sebelumnya. Analisis testosteron dalam plasma darah menggunakan analisis ELISA dan Kit Testosteron Enzyme EIA dilakukan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Kedokteran Hewan UGM. Parameter yang diukur dalam penelitian adalah konsentrasi hormon testosteron, panjang testis dan lingkar testis. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran di analisis secara deskriptif. Untuk melihat hubungan konsentrasi hormon dengan ukuran testis dilakukan analisis regresi dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan konsentrasi hormon testosteron pada penelitian adalah 2,82±1,99 ng/ml, rataan panjang testis dan lingkar testis adalah 12,63± 0,14 cm dan 12,49±0,10 cm. Sedangkan untuk korelasi konsentrasi hormon dengan panjang testis dan lingkaran testis memiliki korelasi positif, hal ini menunujukkan bahwa semakin besar ukuran testis berbanding lurus dengan konsentrasi hormon testosteron yang dihasilkan. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa performa sapi kuantan jantan unggul dapat dilihat dari klasifikasi kriteria ukuran testis yang berkolerasi positif kadar hormon testosteron yang dihasilkan.
R. L. K. Nagara, S. Kismiati, S. Setyaningrum, L. D. Mahfudz
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 198-204; doi:10.25077/jpi.21.3.198-204.2019

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji sinbiotik kombinasi inulin ekstrak umbi gembili (IEUG) dengan Lactobacillus plantarum dalam pakan ayam broiler terhadap massa kalsium dan protein daging. Materi yang digunakan adalah DOC ayam broiler sejumlah 144 ekor unsexed, dengan bobot badan awal 45,68 ±1,52 gram. Ransum yang digunakan selama pemeliharaan mengandung PK 22% dan energi metabolis (EM) 3000 kkal/kg. Pemberian perlakuan dilakukan umur 0 – 42 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan 6 ulangan, dan setiap unit percobaan terdapat 6 ekor ayam. Penambahan sinbiotik yang diterapkan yaitu T0 = 0 ml/100 g ransum, T1 = 1 ml/100 g ransum, T2 = 2 ml/100 g ransum dan T3 = 3 ml/100 g ransum. Parameter yang diambil kadar protein, kadar kalsium, massa protein dan massa kalsium daging. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata, dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian memperlihatkan semakin tinggi dosis penambahan sinbiotik berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan kadar protein dan kalsium daging, massa protein dan massa kalsium daging. Kesimpulan penelitian ini adalah sinbiotik 2 ml/100 g ransum meningkatkan massa protein dan kalsium daging, sinbiotik 1 ml/100 g ransum meningkatkan kadar kalsium daging sedangkan sinbiotik 2 dan 3 ml/100 g ransum meningkatkan kadar protein.
E. A. F. Marang, L. D. Mahfudz, T. A. Sarjana, S. Setyaningrum
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 21, pp 303-310; doi:10.25077/jpi.21.3.303-310.2019

Abstract:Penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan kualitas dan kadar amonia litter pada pemeliharaan ayam broiler akibat penambahan sinbiotik dari inulin ekstrak umbi gembili dan bakteri Lactobacillus plantarum. Materi yang digunakan adalah ayam broiler day old chick (DOC) unsexed sebanyak 144 ekor dengan bobot awal 45,68 ± 1,52 g dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa penambahan sinbiotik yaitu sebagai berikut T0 : ransum basal (tanpa penambahan sinbiotik); T1 : sinbiotik 1 ml/100g ransum; T2 : sinbiotik 2 ml/100g ransum dan T3 : sinbiotik 3 ml/100g ransum. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, suhu, dan amonia litter. Data yang diperoleh dianalisis dan data yang menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata di uji lanjut dengan uji wilayah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik signifikan (P≤0,05) menurunkan kadar amonia dan pH litter, dan signifikan (P≤0,05) meningkatkan kadar air litter, sedangkan terhadap suhu litter tidak berpengaruh signifikan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sinbiotik sebanyak 2 ml/ 100g ransum dapat memperbaiki kualitas dan kadar amonia litter.
Page of 28
Articles per Page
by
Show export options
  Select all