Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika

-
42 articles
Page of 5
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Ikke Putri Silva, Djoko Purnomo, Muhammad Saifuddin Zuhri
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 310-316; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4859

Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis disebabkan pembelajaran di sekolah masih menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan hasil belajar pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android dengan pendekatan konvensional; (2) Pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android lebih baik daripada pendekatan konvensional; (3) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditoi, dan kinestetik; (4) Terdapat interksi antara pendekatan konstruktivisme dan konvensional dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Experimental Designdi kelas X SMKN 11 Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Samplingdengan sampel kelas X DG 1 kelompok eksperimen dan X PG 1 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar, pretest untuk data awal dan posttest untuk hasil data akhir. Hasil penelitian menunjukan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan (1) Terdapat perbedaan hasil belajar pendekatan konstruktivisme berbantu media e-bookberbasis android dengan pendekatan konvensional; (2) Pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android lebih baik daripada pendekatan konvensional; (3) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditoi, dan kinestetik; (4) Tidak terdapat interksi antara pendekatan konstruktivisme dan konvensional dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik terhadap hasil belajar siswa.
Sciprofile linkNur Ayu Wahidiyah, Nizaruddin Nizaruddin, Aurora Nur Aini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 339-347; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4863

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) adanya perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa antara model pembelajaran Think Talk Write(TTW), model pembelajaran Think Pair Share(TPS) dan model pembelajaran Konvensional. (2) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Think Talk Write(TTW), lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional. (3) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional. (4) apakah terdapat pengaruh keaktifan siswa menggunakan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (5) apakah terdapat pengaruh keaktifan siswa menggunakan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (6) apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) dan Think Pair Share(TPS) mencapai tuntas secara klasikal maupun individual. Jenis penilitian kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Design. Sampel penelitian dengan CluterRandom Samplingdari populasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kangkung tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan anava satu arah dengan taraf signifikansi 5% dilanjutkan dengan uji scheffe’dan regresi linier sederhana untuk mengetahui besar pengaruhnya. Hasil penelitian ini diperoleh: (1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa antara model pembelajaran Think Talk Write(TTW), model pembelajaran Think Pair Share(TPS) dan model pembelajaran Konvensional. (2) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. (3) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. (4) terdapat pengaruh positif antara keaktifan siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaranThink Talk Write(TTW), yaitu Ŷ=-52,622+1,756X. (5) terdapat pengaruh positif antara keaktifan siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Think Pair Share(TPS),yaitu Ŷ=-18,803+1,347 X. (6) rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) dan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) telah mencapai ketuntasan belajar individual maupun klasikal.
Vania Sita Hapsari, Nizaruddin Nizaruddin, Muhtarom Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 267-278; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4853

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa SMP Dr. Tjipto Semarang terhadap mata pelajaran bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek yang diambil adalah 3 siswa smp kelas 8 semester 2 tahun ajaran 2018/2019 yang mempunyai kemampuan representasi. Jenis kemampuan yang diambil dalam penelitian ini adalah kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu data reduction, data display dan conclusing drawing / verification. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu yaitu membandingkan tes dan wawancara kemampuan representasi tahap 1 dan 2 dalam waktu yang berbeda. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis siswa dengan memperhatikan kemampuan yang representasi yang dimiliki. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa subjek dengan kemampuan tinggi memenuhi semua indikator representasi matematis representasi gambar , ekspresi matematika atau persamaan matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis. Mampu menggunakan representasi gambar, ekspresi matematika atau persamaan matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis, serta mampu mengoneksikan representasi satu dengan representasi yang lain dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan sedang kurang memenuhi semua indikator representasi matematis baik representasi gambar, persamaan matematika atau ekspresi matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis. Subjek belum dapat menghubungkan representasi satu dengan lainnya untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik saat melakukan tes tertulis maupun wawancara, serta dapat menjelaskan dengan baik.Kemudian kemampuan representasi rendah tidak memenuhi semua indikator representasi matematis baik representasi gambar, persamaan matematika atau ekspresi matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis. Subjek belum dapat menghubungkan representasi satu dengan lainnya untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik saat melakukan tes tertulis maupun wawancara, serta menjelaskan dengan kurang baik.
Devenia Herin Setyaningrum, Djoko Purnomo, Dina Prasetyowati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 348-356; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4864

Abstract:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Discovery Learning danThink Pair Share berbantu Smart Sticker terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bilangan bulat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 1 Jepara tahun pelajaran 2019/2020.Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Sebagai sampel diambil tiga kelas yaitu kelas eksperimen 1 dengan model pembelajaran Discovery Learningberbantu Smart Sticker, kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Think Pair Shareberbantu Smart Stickerdan kelas kontrol dengan model pembelajaran Konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada (1) kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen 1 dan 2 tuntas KKM; (2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis dari tiga kelompok; (3) kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen 1 lebih baik dibandingkan kelas kontrol; (4) kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen 2 lebih baik dibandingkan kelas kontrol; (5) kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen 1 sama baiknya dibandingkan dengan kelas eksperimen 2; (6) terdapat korelasi antara aktivitas siswa terhadap kemampuan berpikir kritis pada model pembelajaran Discovery Learning dan Think Pair Shareberbantu Smart Stickerdengan r pada kelas eksperimen 1 yaitu dan kelas eksperimen 2 yaitu
Elfitri Lidwina Praditasari, Agung Handayanto, Dewi Wulandari
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 306-309; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4858

Abstract:Minat belajar merupakan hal yang memiliki peran penting dalam tinggi rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanduan mengakses media sosial terhadap minat belajar siswa SMA Negeri 11 Semarang. Mengakses media sosial merupakan salah satu dari sekian banyak kemungkinan yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling. Variabel laten dalam penelitian ini adalah kecanduan media sosial (x) dan minat belajar (y) sedangkan variabel teramati dalam penelitian ini adalah semua indikator dari masing-masing variabel laten yang terdirin dari 8 variabel teramati untuk variabel laten kecanduan media sosial (x) dan 6 variabel teramati untuk variabel laten minat belajar (y). Sehingga total variabel laten adalah 14 sehingga jumlah sampel minimal yang harus peneliti ambil adalah 14 x 10 = 140 sampel. Pengambilan sampel menggunakan Teknik simple random samplingyang melibatkan 202 siswa sebagai sampel, jumlah ini sudah memenuhi minimal jumlah sampel yang peneliti tentukan. Dalam penelitian ini diperoleh model yang cukup baik dilihat dari setiap uji kecocokan kecocokan model pengukuran dan Uji Kecocokan Model Struktural. Dalam penelitian ini peneliti menghapus 3 variabel teramati. Dari hasil estimasi disimpulkan bahwa kecanduan media sosial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap minat belajar siswa SMA Negeri 11 Semarang. Dimana semakin tinggi siswa kecanduan mengakses media sosial akan berpengaruh pada rendahnya minat belajar siswa, begitupun sebaliknya.
Erwin Triwinasisto, Agung Handayanto, Ali Shodiqin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 332-338; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4862

Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, kurangnya variasi metode dalam pembelajaran, sehingga motivasi belajar rendah dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata hasil belajar antara siswa yang dikenai model pembelajaran GI berbantuan powerpoint, PBL berbantuan powerpointdan model konvensional dan untuk mengetahui pembelajaran manakah yang lebih baik serta untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar. Kesimpulan penelitian ini 1) Terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation berbantuan powerpoint, model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan powerpointdan model pembelajaran konvensional. Karena berdasarkan uji anava didapat nilai signifikansi 0,002 < 0,05. 2) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran dengan Group Investigationberbantuan powerpointlebih baik daripada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional.3) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan powerpointlebih baik daripada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional.4) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran Group Investigationberbantuan powerpointdanProblem Based Learning berbantuanpowerpoint. Karena berdasarkan Uji t dua pihak thitung> t table = 2,563 > 1,6675) Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Group Investigationberbantuan powerpoint.Ini ditunjukkan dengan nilai regresi = 3,009 + 0,940X1.6) Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaranProblem Based Learning berbantuanpowerpoint. Ini ditunjukkan dengan nilai regresi = 5,277 + 0,894X2. 7) Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Ini ditunjukkan dengan nilai regresi = 16,027 + 0,697X3Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Group Investigationdan model model pembelajaran Problem Based Learningberbantuan powerpointefektif dan lebih baik daripada pembelajaran Konvensional.
Laila Rahmatul Fauziah, Ali Shodiqin, Muhtarom Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 317-322; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4860

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas antara model pembelajaran Learning Cycledan model pembelajaran Probing Promptingberbantuan puzzleterhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Eksperimental Design dengan desain Posttest-Only Control Designdi kelas X SMA Negeri 2 Mranggen. Sampel penelitian ini yaitu kelas X-IPS 4 sebagai kelas eksperimen I, X-IPS 3 sebagai kelas eksperimen II, X-IPS 2 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data yang digunakan untuk evaluasi berupa soal uraian. Analisis data menggunakan uji anava satu arah, uji t satu pihak, uji t dua pihak dan uji ketuntasan. Kesimpulan penelitian ini yaitu;1) Terdapat perbedaan antaramodel pembelajaranLearning Cycle, Probing Prompting dan Konvensional; 2) Model pembelajaranLearning Cycle lebih efektifdari model pembelajaran Konvensional;3) ModelpembelajaranProbing Prompting lebih efektif darimodel pembelajaranKonvensional;4) Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaranLearning Cycle danProbing Promptingterhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Sehingga dapat dikatakan bahwamodel pembelajaran Learning Cycle dan Probing Prompting berbantuan puzzle lebih efektif dari model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa
Monica Dewi Wulansari, Djoko Purnomo, Rizky Esti Utami
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 393-402; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4869

Abstract:Kemampuan berpikir reflektif adalah suatu kegiatan siswa secara aktif dalam menghubungkan pengetahuan yang pernah diperolehnya dalam menyelesaikan permasalahan untuk mendapatkan kesimpulan. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar visual dan auditorial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gabus tahun ajaran 2019/2020, dengan subjek penelitian kelas VIII A. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket gaya belajar, soal tes kemampuan berpikir reflektif, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dimulai dari pengisian angket gaya belajar kemudian menentukan subjek penelitian yaitu 2 siswa yang masing-masing memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial, kemudian diadakan tes kemampuan berpikir reflektif. Dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Triangulasi dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode. Dalam penelitian menunjukkan bahwa subjek yang memiliki gaya belajar visual mampu memenuhi semua indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting, fase comparing, dan fase contemplating. Subjek yang memiliki gaya belajar auditorial hanya mampu memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting, dan fase comparing.Subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik hanya mampu memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting.
Nibras Belladina, Agung Handayanto, Ali Shodiqin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 323-331; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4861

Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, kurangnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, serta kurangnya variasi metode dalam pembelajaran, sehingga motivasi belajar siswa rendah dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata hasil belajar antara siswa yang dikenai model pembelajaran PBLberbantuan Geogebra, QUANTUMberbantuan Geogebradan model konvensional,dan untuk mengetahui model pembelajaran manakah yang lebih baik serta untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode wawancara, tes, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu 1)terdapat perbedaan rata-ratanilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL berbantu geogebra dan model pembelajaran konvensional. 2) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Quantum berbantuan Geogebra lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. 3) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan Geogebra lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. 4) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran PBL berbantuan Geogebra dan Quantum berbantuan Geogebra. 5) terdapat pengaruh positif terhadap motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan Geogebra. 6) terdapat bpengaruh positif antara motivasi belajar terhadfap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Quantum berbantuan Geogebra. 7) Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran PBL dan model pembelajaran Quantum berbantuan Geogebra efektif dan lebih baik daripada pembelajaran konvensional.
Sciprofile linkYenni Asma Yanti, Achmad Buchori, Aryo Andri Nugroho
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 381-392; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4868

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa video pembelajaran matematika melalui model pembelajaran flipped classroom di Sekolah Menengah Kejuruan. Luaran yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berupa produk video pembelajaran yang valid , praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Pada penelitian ini menggunakan model ADDIE ( Analysis , Design ,Development,Implementation,Evaluation ). Pengembangan video pembelajaran matematika melalui model pembelajaran flipped classroom di Sekolah Menengah Kejuruan teruji valid berdasarkan ahli media sebesar 82%, oleh ahli materi sebesar 79% , dan valid oleh ahli desain pembelajaran sebesar 81%. Media video pembelajaran matematika tersebut juga praktis untuk digunakan dilihat dari respon siswa sebesar 81%. Media video pembelajaran efektif digunakan dilihat dari perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan dengan rata-rata 82,93 pada kelas eksperimen dan 59,48 pada kelas kontrol dan diperoleh variabel keaktifan siswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dengan persamaan regresi Ŷ = 73,86 + 4,45 X dan pengaruhnya sebesar 43%, serta ditunjukkan dengan uji ketuntasan dengan rata – rata 96,77 artinya telah mencapai ketuntasan. Berdasarkan data tersebut media video pembeajaran matematika melalui model pembelajaranflipped classroom valid, praktis , dan efektif.
Page of 5
Articles per Page
by
Show export options
  Select all