Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika

-
50 articles
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Hanna Zakiyah, Djoko Purnomo, Sugiyanti Sugiyanti
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 287-293; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4855

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-moduldengan pendekatan kontekstual pada materi bilangan bulat SMP kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dimana dalam tahapannya terdiri dari lima tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation.Sebelum di uji cobakan e-modulterlebih dahulu di validasi oleh ahli media dan ahli materi. Selain itu juga ada angket tanggapan siswa mengenai media tersebut. Hasil dari validasi ahli media, ahli materi, dan angket tanggapan siswa berkriteria sangat baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Perhitungan analisis akhir dengan mengunakan uji-t pihak kanan, diperoleh rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan analisis akhir dengan menggunakan uji-t pihak kanan, diperoleh nilai yaitu 3.8963 > 2 maka H0ditolak, artinya rata-rata nilai kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata nilai kelas kontrol. Hal ini ditujukkan dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen sebesar 78.75 dan kelas kontrol sebesar 65.2, artinya e-moduldengan pendekatan kontekstual pada materi bilangan bulat efektif digunakan saat pembelajaran. berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan e-moduldengan pendekatan kontesktual pada materi bilangan bulat SMP kelas VII layak (valid) digunakan dan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan e-moduldengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan e-modul dengan pendekatan kontekstual.
Sciprofile linkDiah Mutiara Aprilianawati, Nizaruddin Nizaruddin, Muhammad Prayito
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 357-363; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4865

Abstract:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Course Review Horayberbantuan Lectora. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 2 Mranggen Demak tahun pelajaran 2018/2019. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Sebagai sampel diambil dua kelas yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran Course Review Horayberbantuan Lectoradan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji anava dua jalan, dan uji ketuntasan belajar individu dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CRHberbantuan Lectoralebih baik dari model pembelajaran konvensional , (2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematikaantara siswa yang memiki gaya belajar visual, auditorial atau kinestetik , (3) tidak terdapat hubungan antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar matematika, (4) siswa yang menggunakan model pembelajaran CRH berbantuan Lectora memenuhi KKM. Kesimpulan yang diperoleh adalah prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CRH berbantuan Lectora efektif dan lebih baik daripada pembelajaran Konvensional pada materi operasi bentuk aljabar.
Sciprofile linkRama Wahyu Parandika, Muhtarom Muhtarom, Sutrisno Sutrisno
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 364-372; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4866

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil karakter disiplin dan tanggung jawab siswa pada proses pembelajaran matematika kelas XI SMK Palebon Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil adalah 3 siswa kelas XI PM SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2019 yang mempunyai karakter disiplin dan tanggung jawab tinggi, sedang, dan rendah, dalam proses pembelajaran Matematika. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa subjek dengan karakter disiplin dan tanggung jawab tinggi mampu melaksanakan disiplin tepat waktu, disiplin tertib aturan berseragam, disiplin kerapian, disiplin sikap, disiplin tertib aturan kelas, memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain, menerima resiko dari tindakan yang dilakukan, menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah, melakukan tugas dengan baik. Subjek dengan karakter disiplin dan tanggung jawab sedang hanya kurang mampu memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dan menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah. Sedangkan subjek dengan karakter disiplin dan tanggung jawab rendah hanya kurang mampudalam memenuhi aspek disiplin tepat waktu, disiplin kerapian, memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain, menerima resiko dari tindakan yang dilakukan, menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dan melaksankan tugas dengan baik.
Sciprofile linkAhmad Aunil Hafidz, Widya Kusumaningsih, Aurora Nur Aini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 373-380; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4867

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa laki-laki motivasi belajar tinggi dan siswa perempuan motivasi belajar tinggi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Unggulan Nurul Islami Semarang semester 1 tahun ajaran 2019/2010. Subjek penelitian diambil dua siswa laki-laki dan dua siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tertulis dan wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dengan membandingkan data tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan oleh peneliti berdasarkan tahapan penyelesaian masalah menurut Gagne Polya dan pemecahan masalah setiap gender. Hasil penelitian ini adalah: a) kemampuan pemecahan masalah siswa laki-laki dengan kemampuan koginif sedang dan motivasi belajar tinggi mampu melaksanakan kemampuan pemecahan masalah dengan baik pada indikator memahami masalah, namun subjek kurang mampu pada indikator membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. b) kemampuan pemecahan masalah siswa perempuan dengan kemampuan koginif sedang dan motivasi belajar tinggi mampu melaksanakan kemampuan pemecahan masalah dengan baik pada indikator memahami masalah,membuat rencana dan melaksanakan rencana, namun subjek kurang mampu pada indikator memeriksa kembali. c) perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa laki-laki dan siswa perempuan kemampuan kognitif sedang dan motivasi belajar tinggi yaitu pada indikator membuat rencana dan melaksanakan rencana. Siswa perempuan lebih baik dari pada siswa laki-laki.
Sciprofile linkLalu Calvian Pramuditya, Supandi Supandi, Aryo Andri Nugroho
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 279-286; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4854

Abstract:Kemampuan berpikir kritis matematika merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis siswa SMP ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika.Jenis penelitian yang digunakan adalah Diskriptif dengan subjek penelitian minimal satu siswa kelas VIII-B dari SMP Kesatrian 2 Semarang dari masing-masing kemampuan matematis tinggi, sedang, rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulais metode dengan membandingkan data tes yang dikerjakan oleh siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah a) untuk siswa dengan kemampuan matematis tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis sangat baik karena memenuhi semua indikator FRISCO. b) untuk siswa dengan kemampuan matematis sedang memiliki kemampuan berpikir kritis baik karena hanya memenuhi beberapa indikator FRISCO. c) untuk siswa dengan kemampuan matematis rendah memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah karena banyak indikator FRISCO yang tidak terpenuhi. Penyebab kurangnya berpikir kritis pada siswa adalah kurangnya pemahaman materi, keaktifan dalam bertanya kurang, serta kurangnya latihan soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda
Amalia Mivarda Prameswari, Sudargo Sudargo, Dina Prasetyowati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 294-299; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4856

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Discovery Learningdan Team Assisted IndividualizationberbantuCamtasia terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Semarang tahun ajaran 2018 / 2019. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 4 kelas dari seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Semarang yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen 1, kelas VII-F sebagai kelas eksperimen 2, kelas VII-B sebagai kelas kontrol dan kelas VII-C sebagai kelas uji coba. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan uji anava arah, uji t satu pihak kanan, uji t dua pihak, uji proporsi satu pihak kiri dan uji regresi linear sederhana. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) terdapat perbedaan rata-rata prestasi belajar siswa yang menggunakanmodel pembelajaran Discovery Learningberbantu Camtasia, model pembelajaran Team Assisted IndividualizationberbantuCamtasia dan model pembelajaran konvensional (2) prestasi belajar siswa yang menggunakanmodel pembelajaran Discovery Learningberbantu Camtasialebih baik daripada model pembelajaran konvensional (3) prestasi belajar siswa yang menggunakanmodel pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuCamtasialebih baik daripada model pembelajaran konvensional (4) Tidak terdapat perbedaan rata-rata prestasi belajar siswa yang menggunakanmodel pembelajaran Discovery Learningberbantu Camtasiadengan model pembelajaran Team Assisted IndividualizationberbantuCamtasia (5) Prestasi belajar siswa yang menggunakanmodel pembelajaran Discovery Learningberbantu Camtasia telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (6) prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualizationberbantu Camtasiatelah mencapai kriteria ketuntasan minimal (7) terdapat pengaruh aktivitas belajar yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learningberbantu Camtasiadan model pembelajaran Team Assisted Individualizationberbantu Camtasiaterhadap prestasi belajar siswa.
Sciprofile linkIis Islamiyati, Aryo Andri Nugroho, Lilik Ariyanto
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 300-305; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4857

Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi SPLDV ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif implusif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian yang diambil adalah siswa kelas VIIIA SMPYanbu’ul ulum Lumpur, Losari Brebestahun ajaran 2019/2020yaitu siswa gaya kognitif reflektif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes MFFT, tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dan waktu yang berbeda. Hasil penelitian ini sebagai berikut : profil kemampuanpemecahan masalah matematis subyek dengan gaya kognitif reflektif sudah memenuhi ciri kognitif reflektif dan tahapan indikator polya namun siswa kognitif reflektif dalam penelitian mempunyai temuan baru yaitu pada saat di ditanya bagaimana jika menggunakan cara lain dalam menjawab soal, subjek paham dalam memecahkan masalah pada soal tersebut menggunakan cara apasaja namun subjek bisa mengerjakan soal tersebut hanya menggunakan cara eliminasi saja.
Sciprofile linkIsna Shofa Ani, Supandi Supandi, Lilik Ariyanto
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 258-266; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4852

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan antara penggunaan model Pembelajaran Realistic Mathematisc Education danStudent Teams Achievement Division pada materi bangun datar segitiga dan segi empat terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian ini yaitu kelas VIIA, VIIC dan VIID dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara, metode dokumentasi dan metode tes yang kemudian dianalisis dengan uji ketuntasan belajar individu dan klasikal, uji regresi linear sederhana, uji anava satu jalur, sertauji scheffe.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan model Realistic Mathematics Educationdan Student Teams Achievement Division tidak efektif, karena hanya memenuhi dua dari tiga indikator efektivitas,sebagai berikut: (1) Rata-rata hasil belajar siswa yang mendapat perlakuan model Realistic Mathematics Education danStudent Teams Achievement Divisionbelum mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal. (2) Terdapat pengaruh positif antara keaktifan terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada model Realistic Mathematics Education dan Student Teams Achievement Division. (3) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Realistic Mathematics Education, Student Teams Achievement Division konvensional. (4) Kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Realistic Mathematics Education lebih baik daripada konvensional. (5) Kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Student Teams Achievement Division lebih baik daripada konvensional. (6) Kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model Realistic Mathematics Education lebih baik dari Student Teams Achievement Division.
Ikke Putri Silva, Djoko Purnomo, Muhammad Saifuddin Zuhri
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 310-316; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4859

Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis disebabkan pembelajaran di sekolah masih menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan hasil belajar pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android dengan pendekatan konvensional; (2) Pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android lebih baik daripada pendekatan konvensional; (3) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditoi, dan kinestetik; (4) Terdapat interksi antara pendekatan konstruktivisme dan konvensional dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Experimental Designdi kelas X SMKN 11 Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Samplingdengan sampel kelas X DG 1 kelompok eksperimen dan X PG 1 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar, pretest untuk data awal dan posttest untuk hasil data akhir. Hasil penelitian menunjukan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan (1) Terdapat perbedaan hasil belajar pendekatan konstruktivisme berbantu media e-bookberbasis android dengan pendekatan konvensional; (2) Pendekatan konstruktivisme berbantu media e-book berbasis android lebih baik daripada pendekatan konvensional; (3) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditoi, dan kinestetik; (4) Tidak terdapat interksi antara pendekatan konstruktivisme dan konvensional dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik terhadap hasil belajar siswa.
Sciprofile linkNur Ayu Wahidiyah, Nizaruddin Nizaruddin, Aurora Nur Aini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 339-347; doi:10.26877/imajiner.v1i6.4863

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) adanya perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa antara model pembelajaran Think Talk Write(TTW), model pembelajaran Think Pair Share(TPS) dan model pembelajaran Konvensional. (2) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Think Talk Write(TTW), lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional. (3) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional. (4) apakah terdapat pengaruh keaktifan siswa menggunakan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (5) apakah terdapat pengaruh keaktifan siswa menggunakan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (6) apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) dan Think Pair Share(TPS) mencapai tuntas secara klasikal maupun individual. Jenis penilitian kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Design. Sampel penelitian dengan CluterRandom Samplingdari populasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kangkung tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan anava satu arah dengan taraf signifikansi 5% dilanjutkan dengan uji scheffe’dan regresi linier sederhana untuk mengetahui besar pengaruhnya. Hasil penelitian ini diperoleh: (1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa antara model pembelajaran Think Talk Write(TTW), model pembelajaran Think Pair Share(TPS) dan model pembelajaran Konvensional. (2) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. (3) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. (4) terdapat pengaruh positif antara keaktifan siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaranThink Talk Write(TTW), yaitu Ŷ=-52,622+1,756X. (5) terdapat pengaruh positif antara keaktifan siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada model pembelajaran Think Pair Share(TPS),yaitu Ŷ=-18,803+1,347 X. (6) rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) dan model pembelajaran Think Pair Share(TPS) telah mencapai ketuntasan belajar individual maupun klasikal.
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all