Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika

-
30 articles
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Aulia Naili Sa’adah, Nizaruddin Nizaruddin, Noviana Dini Rahmawati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 217-223; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4472

Abstract:Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematikapada materi bangun datar dengan gaya kognitif reflektif siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah koesioner, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode.Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari enam orang dari SMP N 5 Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kemampuan berpikir kreatifsubjek reflektif cenderung tinggi, dimana saat menyelesaikan masalah subjek reflektif mampu memenuhi semua indikatorberpikir kreatifdengan baik, 2) siswa reflektif yang berada pada tingkat kemapuan berpikir sangat kreatif lebih bisa memberikan jawaban yang meluas yaitu mampu menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu alternatif jawaban, dan 3) siswa yang berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif juga sudah memenuhi semua indikator meskipun jawaban masalah tunggal.
Soleha Soleha, Rasiman Rasiman, Fx. Didik Purwosetiyono
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 138-147; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4460

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya belajarnya yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa SMK kelas XI di Semarang.Kemudian dipilih 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya auditorial, dan 2 siswa dengan gaya kinestetik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya belajar, tes pemecahan masalah dan wawancara untuk menganalisis kesulitan siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, dan menggunakan triangulasi teknikdan waktu. Hasil penelitian yaitu kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar visual yaitu kesulitan dalam melakukan prosedur matematik yang benar karena tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban yang ditulis. Kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar auditorial yaitu kesulitan dalam menentukan strategi karena tidak lengkap dalam menentukan pemecahan masalah, kesulitan dalam melakukan prosedur matematik yang benar karena tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban yang ditulis. Kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar kinestetik yaitu kesulitan dalam memahami masalah karena tidak menuliskan hal yang ditanyakan dalam soal, kesulitan dalam melakukan prosedur matematik yang benar karena tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban yang ditulis.
Isna Nur Afifah, Sudargo Sudargo, Dina Prasetyowati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 157-163; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4462

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas model Problem Based Learningdan Think Talk Writeterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Samplingdiperoleh tiga kelas yaitu kelas VII D, VII E, dan VII F.Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan pemberian tes. Instrumen berupa lembar observasi keaktifan siswa dan Post-testkemampuan pemecahan masalah matematika. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji anava satu jalur, uji t, uji regresi linier sederhana, dan uji proporsi. Hasil penelitian adalah (1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika yang menggunakan model Problem Based Learning,modelThink Talk Writedan model pembelajaran konvensional (2) kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Problem Based Learninglebih baik dari model pembelajaran konvensional (3) kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Think Talk Writelebih baik dari model pembelajaran konvensional (4) tidak ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Problem Based Learning dan Think Talk Write(5) terdapat pengaruh antara keaktifan siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika yang mendapatkan model Problem Based Learningdan Think Talk Write (6) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan model Problem Based LearningdanThink Talk Write mencapai KKM.
Khadari Agung Cahyono, Agung Handayanto, Sugiyanti Sugiyanti
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 201-210; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4469

Abstract:Penggunaan pembelajaran konvensional dan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran berdampak pada prestasi belajar matematika siswa yang tidak sesuai harapan. Alternatif pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa digunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Think Pair Share (TPS) berbantuan Focusky. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran GI dan TPS berbantuan Focusky terhadap prestasi belajar siswa kelas XSMK.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Pelita Nusantara 2 Semarang tahun ajaran 2018/2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga didapatkan tiga kelas secara acak yang digunakan sebagai sampel penelitian. Desain penelitian ini adalah Postest-Only Control Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1)terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang mendapatkan pengajaran dengan model GI berbantuanFocusky, model TPS berbantuan Focusky, dan pembelajaran konvensional;(2) prestasi belajar siswa yang mendapatkan pengajaran dengan model GI berbantuanFocuskylebih baik dari pembelajaran konvensional;(3)prestasi belajar siswa yang mendapatkan pengajaran dengan model TPS berbantuan Focusky lebih baik dari pembelajaran konvensional; (4) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pengajaran dengan model GI berbantuanFocuskydengan model TPS berbantuan Focusky;(5) terdapat pengaruh keaktifan siswa setelah mendapatkan pengajaran dengan model GI berbantuanFocuskydan model TPS berbantuan Focuskyterhadap prestasi belajar siswa;(6) prestasi belajar siswa yang mendapatkan pengajaran dengan model GI berbantuanFocuskydan model TPS berbantuan Focuskymencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran GI dan TPS berbantuan Focusky efektif digunakan dalam pembelajaran.
Imam Wahyudi, Lilik Ariyanto, Irkham Ulil Albab
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 107-119; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4457

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasispendekatan PMRI untuk mengatasi miskonsepsi matematis siswa. Rata-rata penilaian uji validasi materi diperoleh 81,8%(sangat baik), rata-rata penilaian uji validasi ahli media pembelajaran diperoleh 85,3%(sangat baik)dan rata-rata angket kepraktisan media diperoleh 88,3%. Dilakukan uji keefektifan dengan posttest. Dari analisis nilai posttest dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasispendekatan PMRI untuk mengatasi miskonsepsi matematis siswayang dikembangkan valid, praktisdan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel kelas VIII.
Muntazhimah Muntazhimah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 237-242; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4551

Abstract:The Instrument is a measuring tools in a research. Before using the instrument, it must go through an analysis process to produce a good research instrument. This study aims to analyze the validity, reability and effectiveness of the test instruments for mathematical reflective thinking ability of 8th grade students’ of junior high schools by using research and development (R&D). The stages in R&D are: 1) needs analysis, 2) product design, 3) design and development, 4) expert validation, 5) preliminary product revision, 6) limited testing, 7) product revision, 8) expanded testing, 9) revision and analysis of the testing product. The result obtained indicate that the findings in this study are, the Instrument validity of each items indicates that the five items are valid, the reability of the instrument is 0,721 which shows good category and the effectiveness of the instrument there is a score of 76,7 which has a moderate level of effectiveness. This shows that the test instrument of mathematical reflective thinking ability of 8th grade students in valid, reliable and effective used to assess the mathematical reflective thinking ability of 8th grade students of junior high school.
Yulia Ika Trisnawati, Sudargo Sudargo, Dina Prasetyowati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 190-200; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4468

Abstract:Penelitian ini merupakan Penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Contextual Teaching and Learningdan model Problem Based Learninguntuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP Negeri 28 Semarang pada materi penyajian data. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 28 Semarang tahun pelajaran 2018/2019. Sampel Penelitian ini yaitu kelas VII A sebagai kelompok kelas kontrol (Konvensional), VII B sebagai kelompok kelas eksperimen 2 (PBL) dan VII D sebagai kelompok kelas eksperimen 1 (CTL). Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan pemahaman konsep, observasi lembar keaktifan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learning, model Problem Based Learningdan model pembelajaran konvensional; (2) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learningsama dengan model Problem Based Learning; (3) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learninglebih baik dari model pembelajaran konvensional; (4) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning lebih baik dari model pembelajaran konvensional; (5) Ada pengaruh keaktifan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learningdan model Problem Based Learning; (6) Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sesudah menggunakan model Contextual Teaching and Learningdan model Problem Based Learningdapat mencapai KKM
Hanna Haristah Al Azka, Rina Dwi Setyawati, Irkham Ulil Albab
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 224-236; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4473

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran dengan pendekatan PMRI pada Materi SPLDV kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah 4D (Define, Desain, Development, Dissamination). Penelitian ini dilakukan pada siswa–siswa SMP Negeri 1 Wirosari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata penilaian uji validasi materi diperoleh 86,25%(sangat baik), rata-rata penilaian uji validasi ahli media pembelajaran diperoleh 86%(sangat baik)dan rata-rata angket kepraktisan media diperoleh 87,8%. Uji keefektifan dengan posttest. Dari analisis nilai posttest dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan modul pembelajaran dengan pendekatan PMRI pada Materi SPLDV kelas VIII yang dikembangkan valid, praktisdan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel kelas VIII.
Fahmi Arif Falakhudin, Agung Handayanto, Nurina Happy
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 164-171; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4463

Abstract:Prestasi belajar menggambarkan keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar, banyak siswa di kelas 7 SMP yang memperoleh prestasi belajar dibawah KKM dibandingkan nilai UN yang diperoleh pada saat di SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament(TGT) dan Numbered Head Together(NHT) berbantuan macromedia flash terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian terdiri dari 3 kelas yaitu kelas eksperimen 1 (model TGT), kelas eksperimen 2 (model NHT), dan kelas kontrol (model konvensional). Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan lembar observasi keaktifan siswa selama pembelajaran.Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Anava Satu Jalur, Uji Scheffe, Uji Regresi Linier Sederhana, dan Uji Ketuntasan Belajar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar model TGT, model NHT, dan model konvensional;2) Prestasi belajar siswa model TGT lebih baik daripada model konvensional;3) Prestasi belajar siswa model NHT lebih baik daripada model konvensional, (4) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa model TGT dan model NHT, (5) Terdapat pengaruh positif antara keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa model TGT dan siswa model NHT, (6) Prestasi belajar siswa model TGT dan model NHT mencapai KKM secara klasikal maupun individual. Kesimpulan pada penelitian ini adalah model TGT dan model NHT berbantuan macromedia flash efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Bellinda Marsya Iskandar, Djoko Purnomo Purnomo, Sugiyanti Sugiyanti
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 1, pp 211-216; doi:10.26877/imajiner.v1i5.4470

Abstract:Jenis Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan media pembelajaran berbentuk lembar kegiatan siswa berbantu Wolfram Alphayang valid dan praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu metode 4D. Yang terdiri dari 4 tahap yaitu yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan),Development (Pengembangan), Disseminate (Penyebaran).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Kesatrian 2 Semarang. Dengan menggunakan random samplingdiperoleh dua kelas yaitu kelas VIII E sebagai kelas kontrol, dan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, uji t dan uji ketuntasan belajar. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah 1. Pengembangan media pembelajaran berbantuk lembar kegiatan siswa berbantu Wolfram Alphapokok materi sistem persamaan linear dua variabel valid dan praktis menurut ahli media, ahli materi, dan respon siswa.2. Hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran berbantuk lembar kegiatan siswa berbantu Wolfram Alphalebih efektif dari hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran teacher center.
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all