Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Journal of Aquaculture and Fish Health

-
78 articles
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Arning Wilujeng Ekawati, Muhammad Fakhri, Joko Abdillah, Wiwit Nor Indahsari
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 149-158; doi:10.20473/jafh.v8i3.15048

Abstract:Tujuan penelitian ini untuk menentukan jumlah terbaik pemanfaatan tepung limbah bandeng (Chanos chanos) sebagai sumber protein pengganti tepung ikan dalam pakan udang galah (M. rosenbergii de Man). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Pakan yang digunakan sebagai perlakuan adalah pakan iso protein 35% dan iso energi 3,40 kkal/g dengan perbedaan subtitusi protein tepung limbah bandeng terhadap tepung ikan, yaitu: (A) 0%; (B) 25%; (C) 50%; (D) 75%; dan (E) 100%. Parameter yang diamati dan dianalisis terdiri dari: kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, dan retensi protein pada udang galah (M. rosenbergii de Man). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tepung limbah bandeng sebagai sumber protein hewani pengganti tepung ikan dengan persentase yang berbeda dalam formula pakan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati pada udang galah (M. rosenbergii de Man). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tepung limbah bandeng dapat menggantikan tepung ikan sebagai sumber protein dalam pakan udang galah (M. rosenbergii de Man) hingga 100%.
Sciprofile linkMarini Wijayanti, Marini Wijayanti, Husnul Khotimah, Ade Dwi Sasanti, Sefti Heza Dwinanti, Madyasta Anggana Rarassari
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 139-148; doi:10.20473/jafh.v8i3.14901

Abstract:Akuaponik adalah gabungan budidaya ikan dan tanaman hidroponik dengan sistem resirkulasi. Akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat memanfaatkan limbah budidaya ikan serta mampu menghemat penggunaan lahan dan air. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada para pembudidaya mengenai pemeliharaan ikan nila dan tanaman kangkung dengan sistem akuaponik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2018. Pemeliharaan ikan nila dengan sistem akuaponik dilakukan selama 37 hari, dikolam beton ukuran 3x1,5x1 m3, dengan jumlah ikan yang ditebar 200 ekor. Hasil pemeliharaaan didapatkan pertumbuhan ikan nila sebesar 3,31±0,68 cm dan 21,59±4,28 g. Laju pertumbuhan spesifik ikan nila sebesar 2,07%.hari-1 dengan kelangsungan hidup sebesar 95%. Tanaman kangkung mengalami pertumbuhan sebesar 47,86±2,81 cm dan 16,85±2,74 g.
Sciprofile linkRinrin Haryanti, Rinrin Haryanti, Achmad Fahrudin, Handoko Adi Susanto
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 184-190; doi:10.20473/jafh.v8i3.15131

Abstract:Green mussel is one of the fisheries resources have to be developed to prospective higheconomically valuable commodities .This is proportional to the nutrition beef , eggs and chicken .This indicates that green shell are mostly potential can be developed through the cultivation .The study is done at july until august sea north of java in 2019 , the village Ketapang , Mauk district , Tangerang , Banten .The data under the four station representing village ketapang waters .The methodology used by approaching purposive sampling method uses the data analysis by the ratings point .The village ketapang skoring waters that is both life and research sites support green shell that could be used as the green mussel cultivation .
Kurniawan Wahyu Hidayat, Ighfirli Amatullah Nabilah, Siti Nurazizah, Bobby Indra Gunawan
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 123-128; doi:10.20473/jafh.v8i3.12931

Abstract:Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang yang memiliki prospek dan profit yang menjajikan, hal ini ditunjukan oleh harga dan permintaan yang relatif tinggi dari tahun ke tahun. Dalam kegiatan budidaya udang vaname harus memerhatikan segala aspek mulai dari persiapan lahan sampai dengan saat panen. Dengan berkembangnya teknologi, kegiatan budidaya udang vaname dilakukan dengan teknologi dan inovasi baru yaitu budidaya udang vaname supra intensif. Kegiatan budidaya supra intensif adalah mengimplementasikan sistem budidaya yang konsisten dan terkontrol, yaitu dengan menggunakan benih yang bermutu, nutrisi yang cukup, dan dikelola dengan manajemen modern. Tujuan dari praktek kerja lapang ini adalah untuk mengetahui proses kegiatan pembesaran udang vaname di PT. Dewi Laut Aquaculture dari mulai persiapan lahan, sterilisasi, pembentukan air, penebaran benur, pemeliharaan sampai panen. Metode kerja yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapang adalah dengan cara mengikuti langsung kegiatan pembesaran udang vaname dimulai dari persiapan lahan sampai dengan panen. Dari hasil pemeliharaan selama 65 hari menghasilkan panen dengan SR 85,05%, biomasa 1080,54 kg dengan ABW 6,41g/ekor. Kualitas air yang diukur selama praktik masih dalam kisaran yang optimal bagi pertumbuhan udang yaitu Suhu air (°C) 28 – 30, pH 7,5 – 8,5, DO 4,78 – 7,30, serta amonia 0,01 – 0,21. Dikarenakan terindikasi Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), maka udang dipanen lebih awal.
Sciprofile linkWahyu Isroni, Wahyu Isroni, Dyah Setyawati, Nurul Maulida
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 159-166; doi:10.20473/jafh.v8i3.15059

Abstract:Ikan lele (C. gariepinus) merupakan jenis ikan konsumsi yang mulai merebut perhatian pelaku usaha budidaya karena dapat dilakukan pada lahan sempit dan jumlah air yang terbatas dengan padat tebar tinggi. Terbatasnya sumber daya alam seperti air dan lahan, menjadikan intensifikasi sebagai pilihan yang paling memungkinkan dalam meningkatkan produksi budidaya ikan lele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu suatu peneitian yang diakukan untuk pemberian gambaran secara objektif. Perlakuan yang digunakan adalah padat penebaran yang berbeda (100 ekor/m3, 300 ekor/m3, dan 500 ekor/m3) untuk mengetahui komunitas bakteri pada kepadatan berbeda. Pengambilan sample air dilakukan 3 kali selama masa pemeliharaan yaitu hari ke-1, hari ke-30 dan hari ke-60. Sedangkan parameter pendukung yaitu kualitas air dilakukan tiap pagi dan sore selama 60 hari. Terdapat tiga komponen dalam sistem resirkulasi yang digunakan yaitu kolam pemeliharaan ikan, bak swirl-filter, dan bak biofilter. Pada kolam 1 hari pertama menunjukkan kepadatan 5.7x104 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis dan Bacillus megaterium. Pada kolam 1 hari ke-30 menunjukkan kepadatan 8.3x104 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis. Pada kolam 1 hari ke-60 menunjukkan kepadatan 3.1x104 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Empedobacter brevis. Pada kolam 2 hari pertama menunjukkan kepadatan 3.2x103 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis. Pada kolam 2 hari ke-30 menunjukkan kepadatan 3.5x103 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Spingomonas paucimobilis. Pada kolam 2 hari ke-60 menunjukkan kepadatan 3.7x105 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Empedobacter brevis. Pada kolam 3 hari pertama menunjukkan kepadatan 1.4x103 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Staphilococus vitulus dan Bacillus megaterium. Pada kolam 3 hari ke-30 menunjukkan kepadatan 1.7x103 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Stapilococus xylosus dan Bacillus cereus. Pada kolam 3 hari ke-60 menunjukkan kepadatan 3.6x105 CFU/mL, spesies yang ditemukan yaitu Bacillus subtilis dan Bacillus lincheniformis.
Tanbiyaskur Tanbiyaskur, Yulisman Yulisman, Danang Yonarta
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 129-138; doi:10.20473/jafh.v8i3.11985

Abstract:Bahan kimia yang digunakan sebagai bahan anastesi ikan dan senyawa antimikroba sudah harus diminimalisir untuk keamanan pangan. Bahan kimia dapat membawa dampak negatif karena dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dengan penggunaan bahan alami yaitu ekstrak akar tuba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak akar tuba terhadap status kesehatan ikan nila. Penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana digunakan 5 perlakuan pada uji toksisitas letal dan 6 perlakuan pada uji toksisitas subletal dengan masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Konsentrasi perlakuan ekstrak akar tuba yang digunakan pada pengujian toksisitas letal adalah 0 ml/l, 0,001 ml/l, 0,002 ml/l, 0,003 ml/l, 0,004 ml/l. Hasil pengujian toksisitas letal digunakan pada pengujian toksisitas subletal untuk mendapatkan nilai LC50 96 Jam. Hasil pengujian darah ikan nila pada uji toksisitas letal berturut-turut yaitu jumlah total eritrosit PO : 11,3 x 105 sel/mm3, P1 : 2,6 x 105 sel/mm3, P3 : 2,2 x 105 sel/mm3, P4 : 1,7 x 105 sel/mm3, P5 :1,9 x 105 sel/mm3. Kadar Hematokrit PO : 25%, P1 : 23%, P2 : 19 %, P3 : 15%, P4 :17%. Kadar Hemoglobin PO : 10,13 g/dl, P1 : 7,7 g/dl, P2 : 6,4 g/dl, P3 : 5,0 g/dl, P4 : 5,7 g/dl . Hasil pengujian pada uji toksisitas subletal menunjukkan angka mortalitas ikan nila yaitu PO : 0%, P1 : 6,27%, P2 : 13,77%, P3 : 14,17%, P4 : 37,10%, P5 : 77,10%. Hasil Pengujian toksisitas subletal menunjukkan bahwa LC50-96 jam ekstrak akar tuba diperoleh nilai sebesar 0,003 ml/ L.
Sciprofile linkFelix Eze, Felix Eze, Eyo Victor Oscar
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 191-198; doi:10.20473/jafh.v8i3.14789

Abstract:This study was aimed to investigate the effect of Buchholcia coriacea on the masculinization of Oreochromis niloticus. Five days old mixed sex of O. niloticus (mean weight 0.2g, mean length 0.45mm) were subjected to powdered B. coriacea seeds meal (BSM) at 0, 2, 4, 6, 8, 10g/kg twice daily for 1 month in an indoor experimental plastic basin capacity (50cm in diameter and 30cm deep) in duplicates with a total of six treatments in a complete randomized design. After which there were later fed with a normal diet in an outdoor concrete tank of size 1m3 for another one month. One way ANOVA and LSD were used to analyze the experimental data. The result obtained in this study showed that fish fed with 4g/kg BSM powdered BSM had the highest number (83.33%) of males which was significantly higher (p
Sciprofile linkS.Pi. Nina Nurmalia Dewi, S.Pi. Nina Nurmalia Dewi, Kismiyati Kismiyati, Rozi Rozi, Gunanti Mahasri, Woro Hastuti Satyantini
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 178-183; doi:10.20473/jafh.v8i3.15127

Abstract:Udang vannamei merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting. Tingginya permintaan terhadap udang vannamei menyebabkan pentingnya kegiatan budidaya. Namun adanya berbagai permasalahan pada budidaya udang vannamei menyebabkan diperlukannya suatu teknologi untuk meningkatkan produksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penyediaan probiotik, aplikasi immunostimulan, dan pengukuran kualitas air di tambak yang ada di Desa Pangkah Wetan dan Pangkahkulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik sebagai upaya untuk peningkatan produksi hasil panen tambak udang vannamei. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan, peragaan, diskusi, dan demoplot di lapangan. Hasil kegiatan ini adalah anggota kelompok mitra berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Materi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan melindungi udang dari penyakit, menjaga kualitas air, dan menekan kematian udang untuk peningkatan produksi. Hasil pengukuran kualitas air dilapangan menunjukkan bahwa kondisi suhu di tambak kelompok mitra yaitu 320C, kecerahan 50 cm, warna air kecoklatan, dan pH 7.
Sciprofile linkAbd Raheem Raheem Faqih, Abd Raheem Raheem Faqih, Septi Anitasari, Angga Wiratama
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8, pp 167-177; doi:10.20473/jafh.v8i3.15086

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode (Square wave dan Eksponensial) terhadap pergerakan (motilitas) dan kemampuan hidup (viabilitas) sperma ikan nilem (Osteochilus hasselti). Dengan harapan nantinya dapat menjadi dasar pijakan dalam transfer gen pada ikan nilem (Osteochilus hasselti) dengan menggunakan metode elektroporasi, dengan sperma ikan sebagai media transfer gen. Metode transfer gen sejenis ini masih belum dilakukan di Indonesia. Umtuk itu penelitian sperma yang digunakan sebagai media untuk memasukkan DNA asing ke dalam sel telur perlu dilakukan. Salah aspek yang perlu dikaji antara lain penelitian tentang pengaruh medan listrik dengan metode yang berbeda terhadap motilitas dan viabilitas sperma ikan.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Breeding (Budidaya Perairan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, sedangkan untuk analisa data digunakan adalah Uji t karena terdiri dari 2 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah metode Square wave dan eksponensial juga dilakukan 2 kontrol yaitu pengamatan sperma sebelum dan sesudah perlakuan. Parameter utama dalam penelitian ini adalah motilitas dan viabilitas sperma ikan nilem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektroporasi dengan metode Square Wave lebih baik hasilnya jika dibandingkan dengan metode Eksponensial. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata motilitas sperma ikan nilem dengan menggunakan metode square wave sebesar 34%, sedangkan dengan metode eksponensial sebesar 11%. Demikian pula hasil nilai rata-rata viabilitas sperma ikan nilem dengan menggunakan metode Square Wave sebesar 56%, sedangkan dengan menggunakan metode Eksponensial sebesar 25%. Hasil pengamatan sperma sebelum elektroporasi diperoleh nilai motilitas sebesar 71,3% dan viiabilitas sebesar 75%, sedangkan sesudah elektroporasi diperoleh nilai motilitas sebesar 46,6% dan viabilitas sebesar 52,6%.
Sampari Suruan, Frankly Lahumeten, Roni Bawole, Ridwan Sala
Journal of Aquaculture and Fish Health, Volume 8; doi:10.20473/jafh.v8i2.13379

Abstract:Ikan layang (Decapterus spp) merupakan komponen utama dari sumberdaya ikan pelagis kecil yang sering tertangkap oleh nelayan bagan perahu di perairan Teluk Doreri, namun belum diketahui secara pasti jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) yang tertangkap oleh nelayan bagan perahu di perairan ini, sehingga dapat berakibat terhadap jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) secara spesies, jika tidak dapat dikelola secara berkelanjutan, sedangkan informasi ini sangat perlu diketahui untuk menunjang pengelolaan jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) perairan laut Teluk Doreri Kabupaten Manokwari dalam rangka pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan dan terpadu. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis ikan layang yang tertangkap oleh nelayan bagan di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari di bulan April 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung. Survei dilakukan pada 6 bagan nelayan yang melakukan operasi penangkapan di perairan Teluk Doreri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil yang didapatkan, nelayan biasanya melakukan operasi peangkapan pada 2 lokasi penangkapan, yaitu belakang Pulau Mansinam dan sekitar perairan Anday, dimana ke 2 lokasi ini merupakan target Fishing ground nelayan bagan. Hasil identifikasi jenis-jenis ikan layang menunjukan bahwa, dari 6 bagan nelayan yang melakukan penangkapan ikan layang, ditemukan 3 jenis ikan layang (Decapterus spp) yang sering tertangkap oleh bagan nelayan di sekitar perairan Teluk Doreri, yaitu jenis Decapterus macarellus, Decapterus akaadsi dan Decapterus macrosoma. Diperlukan kajian lebih lanjut dalam menunjang prospek perikanan ikan layang di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia.
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all