Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam

-
79 articles
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Muhamad Tisna Nugraha
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 241-258; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.2371

Abstract:This study aims to further examine the reconciliation and internalization of heroic values in Islamic education. So, in the study carried out through library research (library research) using a qualitative approach. Also, in collecting research data the instrument used was observation and documentation techniques which were then processed in such a way by using qualitative analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that the internalization of heroic values in Islamic education can be practiced through a substantive and reflective approach. Besides, the internalization process should be synergized with the roles and functions of Islamic educational institutions, namely families, madrasas and the community, including through Madrasah Based Management (MBM). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebh lanjut rekonsiliasi dan internalisasi nilai-nilai kepahlawanan dalam pendidikan Islam. Sehingga, dalam penelaahannya dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Selain itu, dalam pengambilan data penelitian instrumen yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi yang kemudian diolah sedemikian rupa dengan menggunakan analisa kualitatif. Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai kepahlawanan dalam pendidikan Islam dapat dapat dipraktikkan melalui pendekatan substantif dan pendekatan reflektif. Selain itu, proses internalisasi tersebut hendaknya disinergikan dengan peran dan fungsi lembaga pendidikan Islam, yaitu keluarga, madrasah dan masyarakat, termasuk diantaranya melalui Manajemen Berbasis Madrasah (MBM).
Sciprofile linkRahendra Maya, Muhammad Sarbini, Sarifudin Sarifudin
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 259-277; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.2230

Abstract:This study seeks to describe the literature books that examine the thinking of Islamic education figures in the frame of Islamic Education Thought which is widely used as a reference and popular in various Islamic religious colleges, both state and private, which are generally used by the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training or various departments and study programs that are under its auspices. From at least 15 literary books on Islamic education figures' thoughts that have been successfully traced and then further examined the substance of their contents, nine books are more feasible and better to be used as references or become primary sources. While the other six books can be used as support or secondary sources. The most original primary source is, of course, the original work of the character that is used as the object of study and is to be explored by the roots of Islamic education. AbstrakPenelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan buku-buku literatur yang mengkaji pemikiran para tokoh pendidikan Islam dalam bingkai Pemikiran Pendidikan Islam yang banyak dijadikan referensi dan popular di pelbagai perguruan tinggi keagamaan Islam, baik yang berstatus negeri maupun swasta, dimana umumnya digunakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan atau berbagai jurusan dan program studi dalam naungannya. Dari sedikitnya 15 buku literatur tentang pemikiran tokoh pendidikan Islam yang berhasil ditelusuri dan kemudian dikaji lebih lanjut substansi isinya berupa arkeologi pemikiran tokoh pendidikan Islam, terdapat sembilan buku yang lebih layak dan lebih baik untuk dijadikan referensi atau sebagai sumber primer. Sedangkan enam buku lainnya dapat dijadikan sebagai literatur penunjang atau sumber primer. Sumber primer yang paling orisinil tentunya adalah karya asli dari tokoh yang dijadikan sebagai objek kajian dan hendak digali akar pemikiran pendidikan Islamnya.
Sciprofile linkArdimen Ardimen, Neviyarni Neviyarni, Firman Firman, Gustina Gustina, Yeni Karneli
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 278-298; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.2232

Abstract:The purpose of this study is to formulate a group guidance model with a muhasabah approach. This research use a literature study method. Data was collected from reference books, journals, proceedings, and research reports. Data analysis through content analysis techniques is then described and developed by researchers. The results showed that the Group Guidance Model with Muhasabah Approach (BKp-M model) is one of the models of guidance and counseling through integrated and interconnected group guidance services with a muhasabah approach by utilizing group dynamics to facilitate individual development optimally and comprehensively in various aspects of development individual self to face the challenges of change in life. The purpose of group guidance with the muhasabah approach is to facilitate individual development optimally and comprehensively in various aspects of personal development, especially improving self-identity, self-concept, self-confidence, self-regulation, self-integrity, self-adjustment, self-motivation, achievement motivation, religious commitment, and optimistic attitude to face the challenges of change in life.AbstrakTujuan penelitian ini adalah merumuskan model bimbingan kelompok dengan pendekatan muhasabah. Metode Penelitian ini menggunakan studi literatur. Data dikumpulkan dari buku referensi, jurnal, prosiding dan laporan hasil penelitian. Analisis data melalui teknik content analysis (analisis isi) yang kemudian dideskripsikan dan dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Muhasabah (model BKp-M) adalah salah satu model bimbingan dan konseling melalui layanan bimbingan kelompok yang integratif dan interkonektif dengan pendekatan muhasabah dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk memfasilitasi perkembangan individu secara optimal dan komprehensif dalam berbagai aspek perkembangan diri individu untuk menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan. Tujuan bimbingan kelompok dengan pendekatan muhasabah adalah untuk memfasilitasi perkembangan individu secara optimal dan komprehensif dalam berbagai aspek perkembangan diri terutama meningkatkan identitas diri, konsep diri, keyakinan diri, regulasi diri, integritas diri, penyesuaian diri, motivasi diri, motivasi berprestasi, komitmen religius, dan sikap optimis untuk menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan.
Saepudin Saepudin, Nanang Fattah, Hendri Tanjung, Akhmad Alim
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 311-325; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.1369

Abstract:The purpose of this research is to study and analyze the competency management of Universitas Muhammadiyah Jakarta lecturers. The theoretical approach used is the theory of lecturer competency management which refers to policies, programs, and techniques for implementing scientific competence, propagation competence, moral competence, and creed competence. This research method uses qualitative research methods by describing and analyzing the reality that occurs in the object under study which refers to the naturalistic paradigm by constructing the reality of research naturally. The findings show that the competence management of lecturers at the University of Muhammadiyah Jakarta is considered very effective by integrating academic and spiritual characters. The competency management of the Muhammadiyah University of Jakarta lecturers was analyzed through 4 aspects, namely the management of scientific competencies, the management of da'wah competencies, the management of moral competencies and the management of aqidah competencies. Success in managing the competencies of lecturers at the Universitas Muhammadiyah Jakarta is increasing the integration of academic character and spiritual character of lecturers in the realm of theory and implementation. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis manajemen kompetensi dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pendekatan teori yang digunakan yaitu teori manajemen kompetensi dosen yang mengacu pada kebijakan, program dan teknik pelaksanaan kompetensi keilmuan, kompetensi dakwah, kompetensi akhlak dan kompetensi akidah. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan cara menggambarkan dan menganalisis tentang realitas yang terjadi pada objek yang diteliti yang mengacu pada paradigma naturalistis dengan cara mengonstruksi realitas penelitian secara alamiah. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kompetensi dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta dinilai sangat efektif dengan mengintegrasikan karakter akademik dan karakter spiritual. Manajemen kompetensi dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta dianalisis melalui 4 aspek yaitu pengelolaan kompetensi keilmuan, pengelolaan kompetensi dakwah, pengelolaan kompetensi akhlak dan pengelolaan kompetensi aqidah. Keberhasilan dalam pengelolaan kompetensi dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta yaitu meningkatnya integrasi karakter akademik dan karakter spiritual dosen dalam ranah teori dan implementasi.
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 299-310; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.1765

Abstract:The paper is a thought about the moral of students it a goal of the National System of Education is to regulate government that UU No. 20 tahun 2003. Morals of students a mission of urgent due it attitudes of Muhammad since before as a prophet messenger in the world. The morality is important for students for Islamic education such as TPQ, Diniyah, Pesantren, Islamic Schools and Islamic Higher of Education, even this time the human be the face of challenges the wave of development of science and technology that effect of positive or negative for the human being. The students' Islamic education now should attitude the huge morality. This research a description of how should Islamic education have response and anticipate the matters of the open community communicate with the other in order the student has its attitudes. The qualitative research is a source of experts in Islamic education through relevant books or journals. AbstrakArtikel ini merupakan pemikiran tentang moral siswa yang menjadi tujuan Sistem Pendidikan Nasional adalah untuk mengatur pemerintah bahwa UU No. 20 tahun 2003. Moral siswa adalah misi yang mendesak karena sikap Muhammad sejak dulu sebagai utusan nabi di Dunia. Moralitas penting bagi siswa untuk pendidikan Islam seperti TPQ, Diniyah, Pesantren, Sekolah Islam dan Pendidikan Tinggi Islam, bahkan saat ini manusia menjadi wajah tantangan gelombang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpengaruh positif atau negatif bagi manusia. Pendidikan Islam para siswa sekarang harus bersikap moralitas yang besar. Penelitian ini menggambarkan bagaimana seharusnya pendidikan Islam menanggapi dan mengantisipasi hal-hal dari komunitas terbuka berkomunikasi dengan yang lain agar siswa memiliki sikap. Penelitian kualitatif adalah sumber para ahli dalam pendidikan Islam melalui buku atau jurnal yang relevan.Kata kunci: pendidikan Islam, akhlak, generasi
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 199-221; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.2250

Abstract:Gagasan islamisasi ilmu pengetahuan atau istilah lain yang berdekatan dengannya merupakan salah satu isu yang mendapat respons luas dari kalangan intelektual Muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dengan alasan yang bersifat ideologis dan teknis, gagasan Islamisasi ilmu tersebut dalam perjalanannya di samping menimbulkan perdebatan dan pro kontra, dalam praktiknya juga belum menunjukkan hasil yang signifikan. Kaum intelektual Muslim yang bercirikan sikap tidak puas dengan kemapanan dan kejumudan, selalu menawarkan gagasan dan pemikiran baru yang terkadang keluar dari mainstreaming yang berlaku di masyarakat. Perguruan Tinggi Islam atau Lembaga pendidikan lain di mana kaum Intelektual Muslim itu berada, menarik untuk dipertanyakan responsnya terhadap gagasan Islamisasi ilmu tersebut serta formulasi-formulasi konkret yang ditawarkannya. Dengan menggunakan data kualitatif yang ditulis para pakar yang otoritatif, artikel ini lebih lanjut berupaya menelusuri respons kaum Intelektual Muslim di Indonesia terhadap gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan. AbstractThe idea of the Islamization of science or other terms that are close to it is one of the issues that has received a widespread response from Muslim intellectuals throughout the world including Indonesia. For reasons that are ideological and technical, the idea of Islamization of science in its journey in addition to causing debate and pros and cons, in practice also has not shown significant results. Muslim intellectuals who are characterized by an attitude of dissatisfaction with the establishment and ignorance, always offer new ideas and thoughts that are sometimes out of the mainstreaming prevailing in the society. Islamic universities or other educational institutions where Muslim intellectuals are located, it is interesting to question their response to the idea of Islamization of the science and the concrete formulations it offers. Using qualitative data written by authoritative experts, this article further attempts to trace the response of Muslim intellectuals in Indonesia to the idea of the Islamization of scienc
Sciprofile linkCatherien Suci, Chaerul Rochman, Agus Salim Mansyur
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 187-198; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.1898

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Bertema Ibadah: Wudhu' serta Implementasinya pada Aspek Penilaian Sikap. Hal ini penting untuk dibahas agar memastikan ketercapaian suatu lembaga dalam mengimplementasikan pembelajaran kognitif kepada peserta didik pada pembelajaran afektif dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif pasipatoris. Partisipan dari penelitian ini adalah tiga puluh orang siswa di SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berjumlah sepuluh indikator dalam penilaian sikap. Kesimpulan Penelitian ini adalah (1) Profil Ketercapaian Indikator Penilaian Sikap menunjukkan hasil yang bervariasi dengan rata-rata capaian keseluruhan sebesar 2,76 dengan persentase 68,92% predikat Baik; (2) Indikator yang belum mencapai skor maksimum adalah indikator yang membahas tentang sikap saling menasihati dalam kebaikan-amar ma’ruf nahi munkar. Rekomendasi hasil penelitian ini perlu kajian mendalam tentang penggunaan hasil penilaian sikap sebagai Konsep Pendidikan Agama Islam Bertema Ibadah dan implementasinya kepada kehidupan sehari-hari dengan menggunakan instrumen yang lebih otentik. AbstractThis study aims to analyze the Reconstruction of Islamic Education Themed Worship: Ablution 'and its Implementation on Aspects of Attitude Assessment. This is important to discuss to ensure the achievement of an institution in implementing cognitive learning to students on affective learning in everyday life. This research method uses descriptive passive quantitative research. The participants of this study were thirty students at Ar Rafi’ Drajat Middle School Bandung. The instrument used was a questionnaire which amounted to ten indicators in attitude assessment. The conclusions of this study are (1) Profile of Achievement of Attitude Assessment Indicators shows varying results with an overall achievement of 2.76 with a percentage of 68.92% Good title; (2) Indicators that have not reached the maximum score are indicators that discuss the attitude of advising each other in the kindness of amar ma'ruf nahi munkar. Recommendations on the results of this study need an in-depth study of the use of attitudinal results as a Concept of Islamic Religious Education and their implementation in everyday life using more authentic instruments.
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 177-186; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.2054

Abstract:Neo-liberalization is a systematic and global movement of exploitation. However, neo-liberalization is fragile because of its reliance on culture. Since culture grants power to neo-liberalization, culture also paradoxically has the potential to diminish neo-liberalization. In Indonesia, Islam is the ultimate moral and cultural force and, therefore, it can be a powerful resistant instrument again neo-liberalization. This paper will first identify Islam as an ideology of resistance and, therefore, a source for a pedagogy of resistance among Muslims. Subsequently, it will bring into scrutiny the critical pedagogy framework of one of the prominent Indonesian youth Muslim associations called Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) or Muhammadiyah Student Association. The examination incorporates the lenses of Freire (1970), one of the most influential critical education literature in the 21st century. This paper shows that while IMM can rearticulate critical pedagogy in its context so the transformation can be more easily accepted by the masses, IMM may fail to bring the liberation to a broader, global context where oppressions are deeply rooted. AbstrakNeoliberalisasi adalah gerakan eksploitasi yang sistematis dan global. Namun, neoliberalisasi itu rapuh karena bergantung pada budaya. Satu sisi budaya menguatkan neoliberalisasi, secara paradoks budaya juga berpotensi melemahkan neoliberalisasi. Di Indonesia, Islam adalah kekuatan moral dan budaya tertinggi dan, karena itu, Islam dapat menjadi instrumen yang kuat untuk melawan neoliberalisasi. Artikel ini pertama-tama akan mengidentifikasi Islam sebagai ideologi perlawanan dan karena itu, menjadi sumber pedagogi perlawanan di kalangan umat Islam. Selanjutnya, tulisan ini akan memeriksa kerangka pedagogi kritis dari salah satu asosiasi pemuda muslim Indonesia terkemuka yang disebut Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Penelitian ini menggunakan perspektif Freire (1970), salah satu rujukan pendidikan kritis paling berpengaruh di abad ke-21. Artikel ini menunjukkan bahwa IMM dapat mengartikulasikan pedagogi kritis dalam konteksnya sehingga transformasi dapat lebih mudah diterima oleh massa, hanya saja IMM mungkin akan gagal membawa pembebasan ke konteks global yang lebih luas di mana penindasan mengakar.
Saihu Saihu, Sciprofile linkAgus Mailana
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 163-176; doi:10.32832/tadibuna.v8i2.2233

Abstract:Tulisan ini membahas tentang relevansi teori pendidikan behavioristik dalam tradisi ngejot di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Tulisan berfokus untuk menjelaskan adakah relevansi teori pendidikan behavioristik terhadap pembentukan karakter melalui aktivitas Ngejot pada masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana. Sumber data diperoleh melalui observasi dan wawancara tak terstruktur selama bulan Maret sampai dengan Juli 2019. Tulisan menggunakan teori pendidikan behavioristik John Broadus Watson (1878-1958) dan mosaic analogy yang dikemukakan oleh Issac Baer Bekson (1891-1975. Tulisan memperlihatkan bahwa adanya relevansi positif antara teori pendidikan behavioristik yang pada kearifan lokal sehingga dapat membentuk watak masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana menjadi humanis, pluralis, dan toleran. Tulisan ini juga memperlihatkan bahwa untuk membentuk karakter dan watak masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana serta untuk menumbuh-kembangkan pemahaman kebinekaan, adalah melalui classical conditioning yang mewujud dorongan, rangsangan, reaksi, dan penguatan, sehingga melalui aktivitas ngejot tercipta lingkungan yang damai. AbstractThis paper discusses the relevance of behavioristic education theory in the ngejot tradition in Jembrana Regency, Bali Province. The article focuses on explaining whether there is a relevance to the behaviorist behavior education theory for character building through Ngejot activities in Hindu and Muslim communities in Jembrana. Data sources were obtained through unstructured observations and interviews from March to July 2019. The writing used John Broadus Watson's behavioristic education theory (1878-1958) and the mosaic analogy proposed by Issac Baer Bekson (1891-1975). The writing shows that through educational theory behaviorism based on local wisdom can shape the character of Hindu and Muslim communities in Jembrana to be humanist, tolerant, and inclusive. This paper also shows that to shape the character and character of Hindu and Muslim communities in Jembrana and to foster understanding of diversity, is through classical conditioning which embodies encouragement, stimulation, reaction, and reinforcement, so that through boosting activities it creates a peaceful environment.
Lukmanul Hakim, Didin Hafidhuddin
Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 114-133; doi:10.32832/tadibuna.v8i1.1523

Abstract:Pembelajaran adalah upaya untuk melakukan proses belajar mengajar siswa atau santri dalam mencapai tujuan. Agar pembelajaran itu lebih efektif dan efisien serta mengarah pada tujuan yang dicita-citakan, perlu adanya metode pembelajaran yang disusun oleh guru (ustadz) pada lembaga pendidikan (pondok pesantren). Salah satu keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an ditentukan oleh penggunaan metode yang tepat , serasi dan kontekstual. Dengan demikian proses pembelajaran membaca Al-Qur’an dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi (mix method) dengan menggabungkan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif sama. Adapun temuan penelitiannya adalah pada penerapan metode Sedayu keaktifan guru dan siswa berlangsung secara bersama-sama, artinya menggunakan pendekatan pembelajaran holistik. Sedangkan pada metode Iqro menggunakan pendekatan pembelajaran student center. Pendekatan holistik dalam metode pembelajaran lebih mendorong keberhasilan pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran walaupun masih ada kelemahannya. Oleh karenanya pada saat ini pesantren sudah semestinya tidak hanya menerapkan satu metode saja dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, tetapi harus membuka diri dan menerapkan berbagai metode pembelajaran karena pada hakikatnya bakat dan kemampuan anak berbeda-beda, sehingga dengan begitu pesantren akan lebih banyak memfasilitasi kebutuhan belajar anak sehingga keberhasilan pembelajaran akan lebih baik.
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all