Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

-
38 articles
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Sciprofile linkBongga Arifwidodo, Syahriful Ikhwan
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.4301

Abstract:Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, khususnya perkembangan teknologi dibidang telekomunikasi. Sehingga semakin memberikan layanan kemudahan untuk melakukan aktivitas komunikasi. Salah satu layanan yang sedang berkembang Video Call. Layanan Video Call menjadi pilihan dalam melakukan komunikasi jarak jauh. Teknologi komunikasi Video Call menggunakan IP Multimedia Subsystem (IMS). IMS adalah sebuah sebuah arsitektur framework untuk mengirimkan layanan internet protokol multimedia. Arsitektur Framework dirancang agar mampu menyediakan layanan multimedia yang lebih kompetitif dengan tingkat mobilitas yang lebih tinggi dengan desain agar mampu dijalankan tanpa adanya batasan area maupun domain. Oleh karena itu seiring waktu berkurangnya alamat IP versi 4 IPv4) maka dikembangkanlah alamat IP versi 6 (IPv6). Pada penelitian ini melakukan pengujian dengan melakukan video call menggunakan Open IMS Core dan client pada jaringan backbone IP versi 4 dan IP versi 6. Untuk jaringan backbone IP versi 6 menerapkan sistem tunneling pada topologinya. Dari hasil skenario pengujian, sesuai standar Tiphon didapatkan kehandalanan komunikasi bernilai baik saat diuji pada beban trafik 0 Mbps, 5 Mbps, 10 Mbps dan 15 Mbps. Kemudian saat penambahan beban trafik 15 Mbps, nilai delay yang didapat mencapai 16,17031693 ms, nilai throughput 0,115 Mbps, nilai jitter 5,18897E-06 ms, dan nilai packet loss sebesar 15,51%. Dapat disimpulkan sesuai standar Tiphon, kualitas layanan video call, mencakup nilai delay, throughput, jitter dan packet loss termasuk kategori baik, akan tetapi pada packet loss masuk kategori cukup baik.
Sunardi Sunardi, Imam Riadi, Sciprofile linkPradana Ananda Raharja
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.4266

Abstract:Pengujian pada perangkat lunak dibutuhkan sebagai jaminan mutu terhadap kemampuan perangkat lunak. Perangkat lunak diterapkan pada pekerjaan yang nyata tanpa memiliki kendala terhadap kinerja dalam memberikan perintah, memproses perintah hingga memperoleh hasil dari pemrosesan sesuai dengan tujuan pengembangan. Pengujian unit Application Programming Interface (API) pada web service fokus sebagai upaya untuk menguji kemampuan pada tiap unit. Unit yang diuji secara spesifik akan digabungkan dengan unit lain hingga menjadi suatu sistem terintegrasi. Aplikasi mobile membutuhkan dukungan API sebagai penghubung dengan basis data, dimana aplikasi mobile dengan basis data tersebut tidak saling berhubungan secara langsung. Tampilan antarmuka pada aplikasi mobile hanya difokuskan sebagai interaksi visual antara pengguna dengan sistem. Sistem yang diberi perintah akan merespon dengan umpan balik yang dihubungkan melalui perantara dan merespon kembali melalui perantara dan dikembalikan dalam bentuk visual melalui antaramuka. Pengujian pada tiap unit sistem menggunakan proses Test-Driven Development (TDD) untuk menguji tiap fungsi. Perancangan dan pembangunan web service pada aplikasi e-voting memerlukan pengujian sehingga dalam penerapanya dapat digunakan sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancanakan tanpa menimbulkan bug atau error yang dapat menganggu kinerja sistem. API yang telah diuji dan berinteraksi dengan antarmuka dapat melakukan proses data pemilih, validasi data pemilih dan pemilihan. Sistem ini juga telah diuji dengan metode System Usability Scale dengan skor total 69,02. Testing on the software is needed to guarantee its capabilities. So software in real condition wouldn’t have any deflect with the performance to providing wich in line with the goal of development. Testing the Application Programming Interface (API) unit on the web service is an effort to testing the performance of each unit. Specifically tested unit will be combined with other units to become an integrated system. A Mobile application requires API support as the connector to a database, which not directly related to mobile application. The user-interface in mobile application only act as a visual interaction between the user and the system. The commanded system will respond through feedback which connected into a connector and gives the response back through the connector and returns in visual form through an interface. Test-Driven Development (TTD) was used in testing each system unit. Designing and building web service on e-voting application requires testing so that application can be used properly without causing bugs or errors that can interface system performance. Approved APIs are able to process voter data, validate voter data and election. The system also tested with “System Usability Scale” method which gains 69,02 total score.
Arif Kurniawan Suksmono
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.5441

Abstract:Dalam masa krisis moneter seperti saat ini diharapkan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kegiatan pembangunan proyek konstruksi. Pekerjaan beton bertulang khususnya pada pekerjaan penulangan memegang peranan yang sangat penting pada suatu proyek konstruksi sehingga sangat berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan volume tulangan yang terjadi pada pekerjaan beton bertulang antara perencanaan dengan realisasi di lapangan.Metode yang digunakan untuk mengetahui penyimpangan volume tulangan itu adalah meneliti diameter tulangan dan panjang tulangan yang terpasang di lapangan dengan yang ada dalam gambar perencanannya pada suatu proyek maka didapat volume tulangan rencana dan volume tulangan di lapangan. Dari data penelitian itu dapat diketahui penyimpangan volume tulangan antara volume tulangan yang terpasang di lapangan dengan volume rencana. Persentase penyimpangan diketahui dalam bentuk berat tulangan agar dapat mengetahui pengaruhnya terhadap biaya. Penelitian ini dilakukan pada tiga buah proyek konstruksi, dengan melakukan penelitian pada pekerjaan penulangan balok, penulangan pelat lantai, dan penulangan kolom dalam satu lantai.Dari penelitian ini didapatkan hasil penyimpangan pada diameter tulangan, rencana lebih besar dari pelaksanaan yaitu untuk P8 mm, P10 mm, P12 mm, D13 mm, D16 mm, D19 mm, D22 mm, D25 mm, berkisar antara 0.882% sampai 11.840%. Untuk panjang tulangan terdapat kecenderungan penyimpangan, panjang tulangan rencana lebih pendek dari panjang tulangan pelaksanaan yaitu berkisar antara 0.442% sampai 15.234%. Untuk berat tulangan pelaksanaan yaitu berkisar antara 1.415% sampai 7.211%. Untuk biaya tulangan riil terdapat penyimpangan, rencana lebih besar dari pelaksanaan yaitu berkisar antara 3.18% sampai 11.33%.
Muhammad Ruswandi Djalal, Herman Hr
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.4531

Abstract:Motor DC yang terhubung dengan seri atau shunt banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Karena memiliki torsi yang relatif tinggi untuk memikul beban dibandingkan dengan motor permanen magnet dengan ukuran yang sama. Motor permanen magnet bersifat linear sedangkan motor DC bersifat non linear. Karakteristik non linear dari motor DC seperti saturasi dan gesekan dapat menurunkan kinerja dari konvensional Kontrol. Algoritma Ant Coloni pada prinsipnya mencari sumber makanan berdasarkan jejak feromone yang kemudian secara berkelompok akan mengikuti jejak yang memiliki feromone yang terbesar. Dengan prinsip ini algoritma akan mencari parameter yang paling optimal untuk diisikan pada parameter PID, sehingga didapatkan kendali optimal pada kecepatan Motor DC Seri. Hasil optimasi ant colony didapatkan nilai fitness function sebesar 79.4892, dengan 50 kali iterasi, dan parameter nilai PID yang optimal di mana, parameter P (Proportional) sebesar 23.0337, I (Integral) sebesar 7.9168, dan D (Derivative) sebesar 7.8163. Dengan beberapa case kecepatan dan perubahan beban pada Motor DC Seri, dengan kendali PID Ant Colony didapatkan kinerja system optimal dengan overshoot yang minimum dan settling yang cepat.
Sciprofile linkTeguh Marhendi, Satrio Triana Putra
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.4562

Abstract:Sedimentasi di Waduk Pangsar Soedirman terus mengalami peningkatan. Sedimentasi yang masuk ke waduk sampai tahun 2017 sudah mencapai 77% atau sekitar 114 juta m³. Beberapa upaya terus dilakukan oleh manajemen waduk untuk mengurangi peningkatan sedimentasi yang masuk ke waduk. Salah satu upaya yang rutin dilakukan adalah dengan melakukan Flushing sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas Flushing terhadap pengurangan sedimentasi di Waduk Pangsar Soedirman. Data penelitian diambil dari data sekunder hasil pengamatan/pengukuran yang dilakukan oleh PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Mrica Banjarnegara berupa data Sedimen dan data Flushing Waduk Mrica pada tahun 1989-2017. Metode perhitungan pengaruh aktivitas flushing dilakukan menggunakan metode statistika.Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah total sedimentasi yang mengendap jika tanpa adanya aktivitas flushing dari tahun 1989-2026 sebesar 163,150 juta m³. Dengan adanya total sedimentasi sebersar itu, maka ditahun 2026 Waduk Mrica sudah berhenti beroperasi karena Waduk Mrica hanya dapat menampung dengan kapasitas 148,287 juta m³. Sedangkan jumlah total sedimentasi yang mengendap jika adanya aktivitas flushing dari tahun 1989-2026 sebesar 136,790 juta m³. Dengan adanya total sedimentasi sebersar itu, maka ditahun 2026 Waduk Mrica masih dapat beroperasi meskipun dalam keadaan kritis.Kata kunci :Ssedimentasi, Aktivitas flushing, Waduk Pangsar Soedirman
Sciprofile linkEvan Sigit Kurniawan, Ade Wahyudin, Achmad Rizal Danisya
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.3960

Abstract:Pada tahun 2010 3GPP mengenalkan teknologi LTE-Advanced, teknologi yang mampu memberikan kecepatan datarates hingga 3 Gbps pada sisi downlink dan 1,5 Gbps pada sisi uplink. Salah satu fitur yang menjadi faktor bertambahnya datarates tersebut adalah dengan teknik carrier aggregation. Dalam penelitian ini diimplementasikan 2 skenario yaitu Carrier Aggregation Deployment Scenario (CADS) 2 dan 5 dengan simulasi menggunakan software Atoll 3.3.0. Perancangan dilakukan pada frekuensi 1800 MHz dengan bandwidth 15 MHz dan frekuensi 2300 MHz dengan bandwidth 15 MHz di Semarang Tengah. Untuk perancangan dilakukan perancangan jaringan baru berdasarkan acuan site eksisting LTE 1800 MHz di Semarang Tengah yang diperoleh dari salah satu subkontraktor telekomunikasi di Indonesia.Parameter yang dianalisis pada penelitian ini antara lain : RSRP, CINR, user connected dan throughput berdasarkan simulasi menggunakan software Atoll 3.3.0. Untuk perancangan dengan skenario tanpa CA diperoleh mean RSRP sebesar -84,88 dBm, mean CINR sebesar 7,64 dB, rata-rata presentase user connected 99,9 % dan mean throughput sebesar 833,19 Mbps. Kemudian pada perancangan dengan skenario CADS 2 diperoleh mean RSRP sebesar -75 dBm, mean CINR sebesar 19,97 dB, rata-rata presentase user connected 100 % dan mean throughput sebesar 1.152,2 Mbps. Dan pada perancangan dengan skenario CADS 5 diperoleh mean RSRP sebesar -71,5 dBm, mean CINR sebesar 21,89 dB, rata-rata presentase user connected 100 % dan mean throughput sebesar 1.147,3 Mbps. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini didapatkan hasil perancangan jaringan terbaik yaitu menggunakan skenario CADS 5. Sehingga peracangan jaringan yang paling layak untuk diterapkan di Semarang Tengah yaitu dengan menggunakan perancangan jaringan LTE-Advanced dengan CADS 5.
Eko Purwanto, Kusrini Kusrini, Sudarmawan Sudarmawan
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i2.5160

Abstract:The graduation profile is one of the key elements for the accreditation standard of higher education. It mirrors the performance of the applied educational system within a period of time. The better it is, the better the accreditation will be. In support of this, a graduation prediction may be conducted to the academic database of the students. It is of pivotal to trace and classify the historical data into the data training and data testing, thus, to predict the on time-graduation. The step is importantly done to help decide the better management of learning processes. This study was therefore done to analyse certain variables applied to predict the on time-graduation using the algorythms of C.45 and K-Nearest Neighbour (K-NN). The data mining was done to the academic database of the students of the Pharmacy study programme, Pharmacy Faculty, Muhammadiyah University of Purwokerto by adding certain variables into the process. The data was then classified into the data training and data testing. Backward selection was done to select the best and most influential variables for the dataset. The study further resulted that by using the algorhythm of C.45 and backward selection, the accuracy of the graduation reached 92.75%. It is different from the acurracy the K-NN and backward selection showed that reached 96.14%. The result confirmed that the KNN showed the better accuracy than the C.45. It considerably benefitted the study programme to make better decisions on increasing the quality of services, in particular that of leraning processes.
Sciprofile linkAgus - Pramono, Abdul Azis, Youngky Ricky A.W
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i1.3478

Abstract:Salah satu manfaat yang sangat menunjang peranan mikrokontroller adalah implementasi dalam bentuk modul dan sistem kontrol pada penerapan teknologi industri. Sistem pemantauan tegangan dan arus bertujuan untuk memudahkan pemantuan pada jaringan intalasi listrik sehingga dapat diketahui besar kecilnya penggunaanya. Mikrokontroler sebagai unit prosesor yang akan terintegrasi ke sensor dan komponen elektronika yang digunakan sebagai pembaca inputan dari sensor yang kemudian akan dimonitoring baik secara manual dan digital. Untuk itu dibuatkan media protype untuk memonitoring tegangan dan arus dapat dipantau beban yang digunakan pada saat beban normal dan beban puncak, hal ini dikarenakan untuk menghindari terjadinya arus dan tegangan lebih pada suatu instalasi listrik, sehingga beban penampang penghantar tidak melampui batas yang sudah ditentukan dan dapat mengakibatkan kebakaran pada instalasi listrik tersebut.
Sciprofile linkMuhammad Hamka, Harjono Harjono
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i1.4366

Abstract:Gedung bertingkat memiliki banyak sub elemen, elemen, sub komponen dan komponen di tiap bagian struktur, arsitektur, dan utilitasnya. Kerna kompleksnya elemen dan sub elemen di dalam bangunan gedung bertingkat, sehingga diperlukan rencana kegiatan dan mekanisme yang terencana untuk menentukan prioritas perbaikan. Penelitian ini mengkaji implementasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menentukan prioritas perbaikan gedung berdasarkan aspek kerusakan pada sub elemen, elemen, dan komponen. Metode SPK yang digunakan yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Profile Matching. Metode AHP digunakan untuk menentukan priority vector atau bobot prioritas sub elemen, elemen, dan komponen, sedangkan Profile Matching digunakan untuk menentukan perangkingan gedung yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan pengukuran volume kerusakan, jenis kerusakan, nilai pengurang dan faktor koreksi serta nilai Skala Indeks Kondisi Mckay pada sub elemen, elemen dan komponen gedung.
Sciprofile linkSofyan Pariyasto, Kusrini Kusrini, Hanif Al Fatta
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Volume 20; doi:10.30595/techno.v20i1.3817

Abstract:The use of information technology in everyday life continues to increase so rapidly. This is inseparable from the role of researchers, especially in the field of information technology. Information technology has become a necessity so that it is widely used in the fields of education, trade, livestock and even to the agricultural sector. One of the obstacles that is needed is to check all activities involving information systems, especially when there is data in the form of images. Problems that arise are usually needed by humans to check and sort items that have been carried out by humans. This is the background of this research to help reduce activities involving humans. The process of finding the similarity of images in computer vision can be used in several fields such as education, retail, and other fields. In the field of computer vision education can be utilized for the automatic absence process through face recognition, in terms of retailing, it can be used for sorting through object detection. The process of finding similarities between images that are queries and dataset images will be the subject of research, and the process of calculating similarities between queries and datasets will be discussed step by step. The method used in the search process is by calculating the shortest distance between query images and dataset. The steps taken are the extraction feature and then RGB to gray color conversion. The next stage is to cut the image into four parts which will then be calculated the distance of the ecludian. The final part will calculate the performance of the algorithm using the matrix confusion method, so that the test results are in the form of error rates, precision, and accuracy. The trial process uses 30 data using 1000 datasets. In the test results obtained information in the form of recall of 1, 0.66 accuracy and 0.66precision.Keywords: Image Similarity, Histogram Image Grayscale, Ecludiance Distance.
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all