Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Profetik: Jurnal Komunikasi

-
60 articles
Page of 7
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Catur Nugroho
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 21-29; doi:10.14421/pjk.v12i1.1541

Abstract:Bali known as tourism area, with a distinctive culture and art that makes tourists interested to visiting Bali. Bali is now faced with 838-hectare Benoa Reclamation Bay project plan that reap the pros and cons of the community. The pros and cons that arise and become polemical due to various considerations if the project is built. One of the reactions given by most Balinese to the reclamation policy of Benoa Bay was the rejection of reclamation, then formed a community alliance incorporated in ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi). The #forbali alliance is moving massively and consistently voicing rejection of the reclamation plan. The purpose of this research is to try to find out the motives of ForBALI reject the reclamation project of Benoa Bay and to know the meaning of rejection to the plan of reclamation project of Benoa Bay. This research uses qualitative method with phenomenology approach. The key informants in this study are from activists, students, and musicians that aware with environment issues about reclamation. The results of this study indicate that the five motives behind the rejection of reclamation are the urge of curiosity, the feeling of love, the fear, want to influence others, and feel lied to. The movement of rejection reclamation has a symbol that is clenching the left hand upwards.
Abdul Rani Usman
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 149-159; doi:10.14421/pjk.v12i1.1492

Abstract:Abstrak. Kompetensi adalah suatu hal yang dikaitkan dengan kemampuan, pengetahuan atau wawasan, dan sikap yang dijadikan suatu pedoman dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan yang dikerjakan. Persaingan di bidang pendidikan tinggi menyebabkan bertambah dan berkurangnya yang mendaftar di perguruan tinggi. Keadaan ini memaksa kampus untuk mencari berbagai strategi baru yang menjadikan pendidikan tinggi Islam mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat nasional bahkan tingkat dunia. Berdasarkan persoalan di atas, penulis ingin meneliti lebih lanjut tentang Kompetensi Alumni KPI dalam Mencari Peluang Kerja. Penelitian ini ingin mengkaji tentang bagaimana kompetensi dan kendala alumni KPI dalam mencari peluang kerja.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian ini lebih menekankan pada makna dan proses daripada hasil suatu aktifitas. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa kantor pemerintahan di Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memberikan perhatian penting terhadap lulusan atau alumni Fakultas Dakwah, khususnya alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. Mereka mampu dan bisa tampil di forum-forum, menjadi penceramah, khatib, wartawan. Sebagian alumni KPI mendapatkan peluang kerja yang baik dari pemerintah, seperti ada yang menjadi Kepala Kantor Kemenag Lhokseumawe, Ketua MPU Lhokseumawe, Sekwan DPRK Lhokseumawe. Mereka juga bekerja di IAIN Lhokseumawe. Kendala alumni KPI dalam mencari kerja salah satunya adalah tidak adanya wadah perkumpulan alumni, sehingga sulit berbagi informasi, baik yang berhubungan dengan peluang kerja atau lainnya. Kendala lainnya adalah alumni KPI tidak mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat saat menjadi mahasiswa, sehingga berefek dalam kehidupan sehari-hari
Betty Gama
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 129-140; doi:10.14421/pjk.v12i1.1540

Abstract:Abstrak. Salah satu media yang digunakan untuk mengenalkan sosok kandidat kepala daerah adalah media luar ruang, misalnya spanduk. Media luar ruang yang dimaksud di sini adalah spanduk yang dipasang di jalan-jalan Kota Surakarta dengan menggunakan bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertarungan wacana representasi pada media luar ruang kampanye pemilihan Gubernur Jawa Tengah, yang terdiri dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Representasi pada media luar ruang yang ditampilkan oleh para politikus menjelang pemilihan gubernur Jawa Tengah tahun 2018 menarik untuk diteliti dengan menggunakan pendekatan metode analisis wacana kritis (critical discourse analysis /CDA). Metode ini akan melibatkan kajian mengenai apa yang sebenarnya ada di balik teks spanduk para politikus yang dipasang di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Pada dasarnya, Fairclough menggunakan prinsip 3 dimensi dalam analisisnya, yaitu teks, praktik diskursus, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spanduk pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin lebih menekankan pada pemberian janji-janji untuk tidak melakukan korupsi dan membohongi masyarakat, sedangkan spanduk pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah lebih menekankan pada identitas sebagai seorang muslimin dan muslimat dan berjanji akan membangun provinsi Jawa Tengah, supaya masyarakat dapat hidup mulia. Penggunaan teks dalam spanduk kampanye dengan menggunakan bahasa daerah sangat tepat dilakukan untuk menarik simpati masyarakat setempat. Persamaan antara kandidat politik dan pemberi suara potensial dalam kondisi yang homophily memungkinkan seseorang untuk memberikan pilihannya secara sukarela.
Miftah Faridl Widhagdha
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 108-116; doi:10.14421/pjk.v12i1.1547

Abstract:Penelitian ini beranjak dari terbatasnya kajian CSR (Corporate Social Responsibility) yang berorientasi pada masyarakat penerima manfaat yang ada di Indonesia. Teori yang diadaptasi dalam penelitian ini adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Woolcock & Narayan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretif model Neuman. Penelitian ini menelaah bentuk modal sosial dalam bentuk relasi sosial bonding yang ada di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi bonding terdapat dalam pola-pola relasi dalam masyarakat binaan yang menunjukkan bahwa ikatan intra kelompok penting untuk diperhatikan guna menjaga kekompakan kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa bentuk relasi sosial bonding memiliki dampak yang penting terhadap pelaksanaan CSR di suatu perusahaan. Relasi ini penting untuk dijaga melalui kegiatan komunikasi dialogis yang bertujuan untuk pembangunan yang dilakukan melalui cara-cara yang lebih intensif, terbuka dan partisipatif guna melahirkan relasi sosial yang sehat dan berkelanjutan.
Dhita Widya Putri
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 30-45; doi:10.14421/pjk.v12i1.1583

Abstract:Youtube sebagai media sosial telah menjadi sarana untuk mendapatkan informasi dan referensi. Seiring dengan meningkatnya kesadaran wanita akan penampilan, maka salah satu dari beragam konten media yang diminati di Youtube adalah konten tentang kecantikan. Abel Cantika, seorang pengisi konten kecantikan di Youtube atau bisa disebut beauty influencer, dalam waktu relatif singkat yaitu satu tahun, sudah bisa meraih jumlah pelanggan sebesar 150 ribu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan Abel Cantika sebagai beauty influencer dalam memanfaatkan kanal Youtube untuk mempresentasikan diri, sehingga bisa diminati banyak orang. Dengan teori Dramaturgi oleh Erving Goffman, maka penelitian ini difokuskan pada panggung depan yang ditampilkan Abel Cantika di Youtube. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif secara deskriptif melalui wawancara mendalam, dan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Abel Cantika menampilkan jati dirinya yang asli, dan tidak menjadi diri orang lain, sehingga hasil presentasi diri yang muncul di Youtube bisa maksimal.
Yaasmiin Larasati Dewi
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 141-148; doi:10.14421/pjk.v12i1.1556

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh iklan web series Space # “Kenapa Belum Nikah?” terhadap brand awareness JD.ID. Penelitian ini menggunakan variabel independent yaitu iklan web series, dengan dimensi multimedia, pictures, dan content. Dan variabel dependent yaitu brand awareness, dengan dimensi unaware of brand, brand recognition, brand recall, dan top of mind. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik analisis data deksriptif, uji normalitas, uji regresi linier sederhana, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling, yaitu Simple Random Sampling, dan menggunakan rumus unknown populations, dengan jumlah 100 responden. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa iklan web series Space # “Kenapa Belum Nikah?” memiliki pengaruh yang positif terhadap brand awareness JD.ID, hal tersebut dibuktikan dengan t hitung (6.168) > t tabel (1.290), dan hasil koefisien determinasi menunjukan bahwa iklan web series Space # “Kenapa Belum Nikah?” memiliki pengaruh sebesar 27.98% terhadap brand awareness JD.ID. Sehingga dapat disimpulkan bahwa iklan web series tidak bisa berdiri sendiri dalam meningkatkan kesadaran terhadap suatu merek, tetapi membutuhkan faktor lainnya, seperti slogan dan jingle sebagai elemen pendukungnya.
Yuliana Rakhmawati
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 74-92; doi:10.14421/pjk.v12i1.1548

Abstract:Inadequate communication competence among some participants in communication might perform as an obstacle in delivering and receiving messages. This physiological problem was the reason underlying the establishment of public speaking community in Trunojoyo University of Madura. The community educates and enhances members’ interests and talents related to their communication competence. This study aims to gain an understanding of the methods used by the public speaking community in initiating members' communication competences. This research approaches phenomena in the perspective of a constructivist paradigm. The research method uses qualitative descriptive approach. Primary data collection is done by interviewing management and community members. Secondary data is obtained by using intertextuality from the literatures. Triangulation methods are carried out by observing community activities. The results showed that phatic communication was used in the public speaking community to persuade the affective dimensions of developing communication competencies among members. It is in addition to the context of delivering educational and intellectual material as well as for developing emotional closeness between members in the community. The discussion used perspective of the theory of interpersonal communication, phatic communication, and communication competence. This research could be the initial literature in the study of communication competencies and phatic communication. Further research can examine the dimensions of communication competence in contributing to the effectiveness of communication in the positivistic paradigm
Adhianty Nurjanah, Frizki Yulianti Nurnisya
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 93-107; doi:10.14421/pjk.v12i1.1542

Abstract:Saat ini kesadaran perusahaan akan keharusan bertanggungjawab secara sosial, berlaku etis dan transparan dalam menjalankan bisnisnya melalui implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) semakin meningkat. Mengkomunikasikan program CSR kepada stakeholder menjadi tahapan penting dalam implementasi program CSR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi program CSR dan komunikasi CSR perusahaan di dua negara yaitu PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant Indonesia dan Delegation of the European Union to Malaysia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program CSR PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant Indonesia dan Delegation of the European Union to Malaysia dilakukan dengan cara memberikan dukungan dalam kegiatan pengembangan masyarakat (community development) melalui capacity building berupa pemberian pelatihan dan pendampingan di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta pemberian bantuan modal usaha di bidang ekonomi / UMKM. Dalam implementasi program CSR, kegiatan komunikasi menjadi hal penting untuk dilakukan. PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant Indonesia dan Delegation of the European Union to Malaysia mengkomunikasikan program CSR kepada masyarakat penerima manfaat program dengan komunikasi dua arah (two way communication) dengan komunikasi dialogis antar perusahaan dan masyarakat. Dengan demikian bagi PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant Indonesia CSR merupakan kontribusi perusahaan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan reputasi positif perusahaan di mata stakeholdernya. Bagi Delegation of the European Union to Malaysia CSR merupakan upaya perusahaan membangun masyarakat dan menciptakan visibilitas perusahaan.
Aryo Subarkah Eddyono, Faruk Ht, Budi Irawanto
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 61-73; doi:10.14421/pjk.v12i1.1498

Abstract:Keterlibatan warga dalam menyampaikan informasi yang luput dilakukan oleh jurnalis profesional masih bisa kita lihat hingga kini. Terutama pada peristiwa-peristiwa bencana alam seperti gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada akhir September 2018. Hal ini menunjukkan praktik jurnalisme warga masih mungkin dijalankan. Hanya saja, di ranah akedemis, riset jurnalisme warga di Indonesia tidak terlalu variatif dan terkesan berjalan di tempat, didominasi pembicaraan sejauh mana peran dan efektivitasnya berdasarkan model-model tertentu. Situasi ini sebaiknya diatasi. Salah satunya dengan menghadirkan cara berpikir cultural studies dalam mengkaji isu-isu jurnalisme warga. Cultural studies atau kajian budaya adalah kajian kritis yang mampu membantu periset menyelami beragam hal, yakni representasi, regulasi, identitas, konsumsi, dan produksi di mana masing-masing bisa saling terkait satu sama lain. Masalah lain yang saya temukan adalah pemahaman jurnalisme warga, yang selama ini berkembang perlu dikritisi karena tidak kontekstual dan cenderung asal klaim. Saya beranggapan jurnalisme warga adalah praktik yang timpang, eksklusif, elitis, dan diskriminatif. Keberadaaannya menjadi liyan bagi jurnalisme dominan. Artikel ini juga merupakan autokritik atas pemahaman saya soal jurnalisme warga dalam riset saya sebelumnya. Kata kunci: jurnalisme warga, kajian budaya, keberagaman informasi, demokrasi, distingsi
Musa Saimon
Profetik: Jurnal Komunikasi, Volume 12, pp 5-20; doi:10.14421/pjk.v12i1.1582

Abstract:Music like any other media provides a kind of discourse through which social aspects like gender identity of a particular related society can be co-constructed or deconstructed depending on the ideological perspective of the speaker/writer. This paper analyses Bongo Flava-song video ‘Niambie’ using multimodal critical discourse perspective so as to examine if the song involves co-construction or deconstruction of gender identity. Results show that gender identity in the song video is co-constructed in the sense that male gender is dominant over female gender alluding from patriarchal ideology through which men are supposed to dominate women in all life aspects.
Page of 7
Articles per Page
by
Show export options
  Select all