Refine Search

New Search

Results: 175

(searched for: publisher_id:10789)
Save to Scifeed
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Nikki Prafitri, Siti Hardianti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.10075

Abstract:
Bisnis pemerintah desa sebagai wujud entrepreneurial government merupakan implikasi dari diberlakukannya otonomi desa. Melalui bisnis pemerintah desa diharapkan mampu mewujudkan kemandirian desa dan meningkatkan perekonomian desa. Bisnis pemerintah desa di Desa Sukaratu dikelola oleh BUM Desa. BUM Desa Sukaratu merupakan salah satu BUM Desa yang dianggap cukup berkembang dalam mengembangkan bisnis pemerintah desa. Namun dalam pelaksanaannya BUM Desa Sukaratu belum mampu memberikan kontribusi bagi PADes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bisnis pemerintah desa melalui BUM Desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan BUM Desa, kinerja komunikasi stakeholder, kapasitas dan komitmen bisnis, sosialisasi serta partisipasi masyarakat dalam forum penting BUM Desa merupakan faktor-faktor yang mampu mempengaruhi keberhasilan implementasi bisnis pemerintah desa melalui BUM Desa.Kata kunci: Bisnis Pemerintah Desa, Implementasi Kebijakan, BUM Desa
Merinda Ulfatiyana
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.9323

Abstract:
The dominance of the use of private vehicles in Madiun often causes traffic jams, especially in the education area at the rush hour. In line with this situation, traffic accidents often occurred especially on a particular lot of students who do not have a driver's license but already drive private vehicles to school. In East Java, the level of traffic accidents and traffic violations are highest in Madiun City, followed by Jember, Jombang. The municipal government of madiun through the department of transportation launched a free school transportation program to suppress accident rates and traffic infraction by students. Free School Transportation Program is an innovation from Madiun City Transportation Agency to provide free school transportation services for students. Therefore, diffusion of innovation or the process of spreading innovation is necessary to raise people's awareness of the Free School Transportation Program. This study aims to determine the diffusion of service innovation for the Free School Transportation Program in Madiun City using 4 (four) important elements of diffusion of innovation by Rogers. The research method is descriptive qualitative method. This research uses in observation, depth interview, and documentation as the data gathering technique, with data sources are informers and documentation. The results of this study indicate that the diffusion of service innovation for the Free School Transportation Program in Madiun City is running quite well and suitable to public service standards.Keywords: Diffusion of Innovation
Lintang Kinanti, Rina Yulianti, Yeni Widyastuti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.10147

Abstract:
Fokus tulisan ini Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Tangerang. Permasalahan yang ada yakni keterbatasan lahan dan anggaran, belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang, keterbatasan sumber daya manusia, masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga dan peduli akan adanya ruang terbuka hijau di Kota Tangerang. Sehingga masalah ini yang menjadi permasalah utama dalam pengoptimalisasian pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota tangerang. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menekankan pada teori fungsi manajemen menurut George R Terry terdapat empat fungsi manajemen yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan itu menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Tangerang ini belum berjalam optimal. Karena masih banyak fungsi-fungsi manajemen yang terdapat di dalam pengelolaan RTH ini berjalan dengan semestinya, seperti dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang di butuhkan sebagai mencapai tujuan yang optimal bagi pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Tangerang.
Rika Tri Rahmadani, Arenawati Arenawati, Yeni Widyastuti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.10076

Abstract:
Penelitian ini menganalisis tentang Pengaruh Tingkat Profesionalisme Terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pertanahan Nasional Kota Cilegon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Banyaknya keluhan yang ditujukan kepada BPN Kota Cilegon khususnya dalam sistem pelayanannya, pengarsipan data/berkas pemohon kurang baik, kurangnya pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh pegawai BPN Kota Cilegon, Kedisiplinan pegawai dalam menaati peraturan masih kurang, penempatan pegawai dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan. Untuk mengukur tingkat Profesionalisme (X) digunakan teori dari Martin JR dengan Indikator : Kemahiran, kesiapan, Tanggungjawab dalam Pelayanan, Disiplin, Sikap Pegawai . Untuk variable Kinerja digunakan Teori Mitchel dengan indikator : Kualitas Kerja, Ketetapan Waktu, Inisiatif, Kemampuan dan Komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif korelatif yang mengukur pengaruh profesionalisme terhadak kinerja pegwai. Populasi penelitian ini adalah semua pegawai di BPN Kota Cilegon. Dengan menggunakan total sampling atau sample jenuh, maka sampel penelitian ini adalah sebanyak 77 orang pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh profesionalisme terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 52,7 % selebihnya 47,3 dikarenakan faktor lain.
Wyke Santika Dewi
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.9502

Abstract:
The death certificate is an important document for individuals and countries because ownership of a death certificate can be used for insurance, retirement, inheritance management and the determination of a widow or widower in the National Identity Card. For Countries, deeds are also important as the statistical. The lack of public awareness in Madiun regarding the ownership of a death certificate has prompted the Madiun City government to create an innovative death certificate service, namely “Lempeng Gapit”, or better known as “One-day Service for Managing Population Document and Civil Registration Officers who send it and get there”. This research aims to explain about the attributes or characteristics of “Lempeng Gapit” innovation in Madiun City using the Rogers 2003 theory which there are 5 dimensions, namely Relative Advantage, Suitability, Complexity, Possibility to Try, and Ease of Observation. The type of research is a qualitative descriptive research method. Sources of data in this tudy consisted of primary data sources, namely several informants and secondary data sources in the form of documents related to research. The data collection technique is structured documentation interviews. The data analysis technique is an interactive data analysis consisting of data reduction, data presentation, conclusions, and verification. In maintaining the validity of the research data, this study used source triangulation technique and triangulation methods. The results showed that the existence of “Lempeng Gapit” innovation made it easier for people to obtain a death certificate and “Lempeng Gapit” innovation in Madiun City can efficiently time, energy and costs in providing services of population administration.
Kiki Hardiyanti
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.8342

Abstract:
Masalah sampah di Indonesia adalah masalah nasional, dan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 18 Ayat (6) bahwa pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan, sehingga daerah memiliki peran untuk mengentaskan masalah sampah didaerahnya. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 11 Ayat (2) yaitu urusan pemerintah wajib sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) terdiri atas urusan pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintah yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Kemudian, Pasal 12 Ayat (1) t poin (c) yaitu pekerjaan umum dan penataan ruang, dan Ayat (1) poin (e) yaitu lingkungan hidup. Salah satu daerah yang tidak luput mengalami masalah sampah yaitu Kabupaten Demak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengentahui bagaimana capaian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan di Kabupaten Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Kriteria yang digunakan untuk menilai evaluasi yaitu efektivitas, efesiensi, kecukupan, responsivitas dan ketepatan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan di Kabupaten Demak melalui Dinas Lingkungan Hidup belum optimal, kususnya pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kalikondang.Kata Kunci: Sampah, Kabupaten Demak, Evaluasi Kebijakan
Rima Adhi Hapsari
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i2.8385

Abstract:
Otonomi desa memiliki salah satu tujuan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Namun pada realitanya, kegiatan pelayanan administrasi kependudukan pada Pemerintah Desa Ngimbrang belum berjalan secara optimal, hal tersebut disebabkan oleh masih terdapat aparat yang kurang paham dalam menggunakan komputer dan aplikasi pelayanan kependudukan, selain itu masih kurangnya kedisiplinan aparat dalam melaksanakan pekerjaannya. Maka, diperlukan pengembangan kapasitas sumber daya manusia bagi aparatur desa dalam rangka optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan. Dalam rangka membantu adaptasi dan proses dalam pelayanan administrasi kependudukan dengan sistem komputer ini, diperlukan adanya pengembangan kapasitas SDM aparat Pemerintah Desa Ngimbrang dengan menggunakan model pengembangan kapasitas SDM Grindle dalam rangka optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan dokumentasi, serta sumber data terdiri dari informan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas SDM aparatur Pemerintah Desa Ngimbrang dilakukan melalui 2 jenis kegiatan, yaitu Pembimbingan Teknis (Bimtek) serta kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Tahapan tersebut sejauh ini sudah dilaksanakan dengan baik karena sudah berpedoman pada regulasi yang ada dan selalu berkoordinasi dengan organisasi pemerintah daerah yang ada diatas pemerintah desa.
Virgia Aida Handini, Wahyuni Choiriyati
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i2.9682

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran inovasi sosial yang dilakukan oleh komunitas Sahabat UMKM dalam memberdayakan UMKM Indonesia ditengah pandemi COVID-19. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan Model Inovasi Sosial karya N. Choi dan S. Majumdar. Hasilnya, untuk membantu UMKM bertahan dalam menghadapi Pandemi COVID-19, Sahabat UMKM mengubah gaya komunikasi pemasaran UMKM Indonesia melalui penerapan inovasi sosial. Dalam pembentukan digitalisasi, pelaku UMKM harus mengikuti beberapa tahap diantaranya, 1) Melakukan pendaftaran member melalui website; 2) bergabung ke dalam grup WhatsApp Sahabat UMKM sebagai wadah berdiskusi dan mendapatkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang publikasikan melalui website sahabatUMKM dan M-News.co.id; 3) mengikuti kelas komunitas untuk mengkomunikasikan produk yang dimiliki melalui Brand Story Telling dan Copywriting; 4) melakukan Preview Produk Partner yaitu kerja sama dengan Startup dan e-commerce Sahabat UMKM; 5) Menyediakan Sahabat UMKM Store. Adapun setelah mengikuti tahap-tahap tersebut, pelaku UMKM mendapatkan legalitas bisnis, melakukan periklanan secara online, bergabung bersama Bekraf, e-commerce dan Startup. Terakhir, terkait masa pandemi COVID-19, diharapkan setiap UMKM dapat bertahan dengan cepat beradaptasi dan melakukan perubahan komunikasi pemasaran kearah digital.
Bambang --- Arianto
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i2.9915

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran akun media sosial yang dikategorikan sebagai akun buzzer dalam memperkuat kampanye petani milenial. Akun buzzer media sosial ini bertugas untuk memperkuat akun resmi (official) Kementerian Pertanian. Sehingga akun official Kementerian Pertanian bisa menjadi akun influencer yang dapat mempengaruhi warganet dan mengajak akun buzzer dan follower lainnya untuk bisa ikut memperkuat kampanye pertanian dengan menyediakan berbagai konten kreatif. Pemilihan konten kreatif digunakan agar pesan dari kampanye petani milenial ini dapat menarik perhatian dan atensi generasi milenial. Dengan begitu, minat generasi milenial untuk menjadi petani akan semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data Social Network Analytic (SNA) dari Drone Emprit Academic dalam menganalisis percakapan perihal petani milenial di media sosial. Artikel ini menemukan bahwa peran akun buzzer media sosial telah berkontribusi dalam upaya memperkuat kampanye petani milenial di media sosial. Artikel ini juga mengungkapkan bahwa buzzer media sosial turut memperkuat setiap konten kampanye di media sosial.
Nadya Valerie Shanaz
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i2.10071

Abstract:
Perbedaan pandangan mengenai orientasi seksual dan normal yang diadopsi di Indonesia telah mempengaruhi keputusan kaum homoseksual dalam mengungkapkan jati dirinya kepada lingkungannya, terutama keluarga. Perilaku homoseksual tidak dianggap normal dan oleh karena itu tidak dapat diterima di masyarakat karena dianggap sebagai perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana proses keterbukaan diri kaum homoseksual terhadap keluarganya dan faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan dalam pengungkapan jati diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur terhadap 10 jurnal yang telah dikumpulkan berdasarkan ketersesuaian dengan topik yang dibahas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain komunikasi interpersonal, keterbukaan diri, dan teori penetrasi sosial. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa proses keterbukaan diri berlangsung secara berbeda antar tiap partisipan homoseksual. Proses komunikasi yang terjadi dalam pengungkapan orientasi seksual tidak terjadi secara verbal saja, namun secara non verbal melalui perubahan penampilan menjadi feminin. Hambatan juga ditemukan dalam proses pengungkapan diri kepada keluarga, yang paling utama didasari oleh ketakutan akan mengecewakan keluarga. Meski demikian, homoseksual tetap memilih untuk mengungkapkan jati dirinya kepada keluarga karena berbagai alasan, baik secara internal melalui keinginan pribadi maupun dorongan pihak eksternal.
Fathiya Nur Rahmi
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i2.9483

Abstract:
Perkembangan teknologi komunikasi dapat menjadi solusi di tengah permasalahan sosial. Salah satu permasalahan sosial adalah minimnya penerapan nilai inklusi bagi penyandang disabilitas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model penggunaan teknologi komunikasi dalam implementasi nilai inklusi bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis lembaga yang fokus dalam memperjuangkan hak bagi penyandang disabilitas. Dimana lembaga tersebut membuat platform digital yang dapat membangun lingkungan sosial yang aksesibel dan mengurangi hambatan bagi penyandang disabilitas khususnya di bidang kerja. Melalui penelitian ini juga diketahui jika upaya lembaga dalam menggunakan platform digital sudah tepat dalam mengimplementasikan nilai inklusi bagi penyandang disabilitas. Sehingga kedepannya diharapkan semakin banyak elemen masyarakat yang dapat mengoptimalkan perkembangan teknologi komunikasi menjadi solusi dari permasalahan sosial. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Syifa Mutiara Ummah, Ail Muldi, Rahmi Winangsih
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i2.10058

Abstract:
Bale Sandi maya merupakan ruang pengawasan yang memanfaatkan teknologi digital berupa layar yang menampilkan segala bentuk informasi pada proses kegiatan pembangunan Kota Serang. Pemerintah Kota Serang mengimplemantasikan Bale Sandi Maya sebagai upaya pembangunan menuju smart city. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Serang dalam mewujudkan pembangunan kota cerdas dengan memanfaatkan Bale Sandi Maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi wawancara, dokumemntasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan Komunikasi terintegrasi yang terdapat di Bale Sandi Maya Kota Serang terlaksana melalui penyaluran jaringan internet melalui OPD hingga kelurahan dengan pedekatan top down planning. Konvergensi media yang dikelola pemerintah Kota Serang terpusat pada Bale Sandi Maya. Media komunikasi pemerintah Kota Serang melalui Bale Sandi Maya merupakan penerapan sistem pemerintahan elektronic government. Umpan balik Masyarakat Kota Serang terjadi dalam bentuk aduan, laporan, saran, dan pendapat yang diberikan pada aplikasi Rabeg, website PPID, media sosial, dan siaga 112. Kata Kunci: Bale Sandi Maya, Komunikasi Pembangunan, Smart City
Halimatus Zahro Yananingtyas
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i2.9556

Abstract:
Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Jannata Daily Hijab Dalam Menambah Followers Sebagai Upaya Meningkatkan Penjualan Melalui Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran Dalam Menambah Followers Sebagai Upaya Meningkatkan Penjualan di Instagram, serta untuk mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan dari strategi komunikasi pemasaran Jannata Daily Hijab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara daring dan studi literatur melalui akun Instagram @jannatadailyhijab. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa strategi pemasaran @jannatadailyhijab dalam ranah positioning cenderung perlu diperbaiki, sedangkan dalam strategi komunikasi pemasaran yang digunakan hanya Advertising, Direct Marketing dan WOM, sedangkan dalam ranah peningkatan followers instagram hanya beberapa komponen yang terpenuhi yaitu publish new content frequently, share the instagram account, dan stay consistent. Perlu adanya tambahan beberapa komponen lain dalam strategi komunikasi pemasaran akan terciptanya followers yang lebih tinggi untuk peningkatan penjualan produk @jannatadailyhijab.
Ida Widianingsih, Riswanda Riswanda, Caroline Paskarina
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.9301

Abstract:
Water policy assessment could be multifaceted in nature considering its systemic implications for governance. The context of governing water is constantly changing. Water demand may rise of population growth and economic activities, whilst water service provision may be challenging due to interconnected aspects of water justice, water conflict and water resources management. Policymaking adaptability to change should think about the consequences of the policy design to all stakeholders, including their situation and options and determine the most possible alternative resolutions. Most attention is given to key lessons for development considering the impact of and the need to discuss the issue of water security in a way that could contribute to protecting lives and the environment. To some extent the issue of water security in Indonesia is interconnected with general enabling measures of assessing the existing regulation at the national level. Unambiguous actions may be required at regional and local levels, together with sound socio-economic and socio-cultural institutions and instruments, namely building capacity and advocating partnerships. This primary qualitative research is about providing water security roadmap in West Java as a case in point, contributing to policy discourse on how to govern the complexity of water security issue concerning making model grounded on collaborating local community participation and regional government support.
Slamet Rosyadi, Bambang Tri Harsanto, Khairu Roojiqien Sobandi
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.8868

Abstract:
Decentralization policy in Indonesia has been expanded to the level of the village since 2015. The main purpose of this policy is to improve the performance of village government in providing more effective public service and efforts to poverty alleviation in rural areas. The authors argue that social capital, governance practices, leadership capacity, and resources can be important factors influencing the performance of village government. However, knowledge about to which extent village governments present their actual performance concerning social capital, governance practices, leadership and resources is still not sufficient yet. Using survey data conducted in 2015, this study aims to describe the early state of village government performance and examines links among social capital, governance practices, leadership capacity and resources with village government performance. The survey has selected 10 villages representing upland and lowland areas in Banyumas Regency, Central Java Indonesia. From each village, we choose 30 community leaders to express their opinion on our variables. Data is analyzed by descriptive statistics and ordinal regression since it was an ordinal scale. The result shows that village governments still have a good ability to formulate strategic planning, to realize development outcomes relevant to community needs, to utilize public participation in decision-making stages, to develop community organization capacity and to empower villagers.
Anwar Sadat
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.9283

Abstract:
This study aims to investigate the limit of the discretion used in administering governance and the forms of responsibility when legal deviations occur. As a government adhering to the Welfare state, the principle of legality took a maximum role insufficiently in serving the interests of the citizens. The discretion appeared as an alternative to fill the gaps and weaknesses in the application of the principle of legality (wetmatigheid van bestuur). Results showed that the implementation of public service decentralization was motivated by the devolution of power from central to local government. This study applied a purposive sampling technique and was analyzed by descriptive qualitative which began with the process of collecting data, simplifying data, presenting data, and drawing conclusions. The results revealed that the use of discretionary power by Government Officials was only able to be applied in particular cases in which the prevailing laws and regulations did not regulate them, or the existing regulations governing them was not clear and it was in an emergency / urgent situation for the public interest. The guidelines for the use of discretion were the General Principles of Good Governance. Meanwhile, the responsibility for discretionary decisions was classified into two, (1) as a job responsibility, and (2) as personal responsibility. As the job responsibility, if acting for / and on behalf of the position (ambtshalve) which there was no element of maladministration. As personal responsibility, if the use of authority was found an element of maladministration.
Wahyu Kartiko Utami, Moh Rizky Godjali
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.8159

Abstract:
This research explained the role of women in empowerment and improvement of community literacy through waste management in Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. The subject of this research was a women leader in ‘Limbah Pustaka’ community namely Roro Hendarti. This research used a qualitative descriptive research method. Data collection was obtained through observation, interview, and documentation. Data were analyzed using data reduction, display and verification. The main informant in this study was Roro Hendarti as the leader of ‘Limbah Pustaka’ community, and the secondary informant was community members of Limbah Pustaka. The theory was used in this research was Astuti's (1998) women's role theory which divides women's roles into three, namely productive roles, domestic roles, and social roles. Roro Hendarti's productive role is in her role in empowering the community and the Limbah Pustaka community through the waste bank as well as training activities such as dancing, sewing, handicrafts, and so on. Domestic role is related to her role as a wife and housewife for her husband and children. Meanwhile, the social role is related to her role in increasing community literacy, especially for children in Muntang Village. Furthermore, she also helps improve their environment to reduce plastic waste. This research is expected to produce a good model or design in waste management, and later it can become an example or model for other communities in Indonesia.
Leo Agustino, Harits Hijrah Wicaksana
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.8683

Abstract:
This article discusses and analyzes efforts to treat the coronavirus (also known as Coronavirus Disease-19 (COVID-19)) by the governments of China, South Korea, Italy, and Indonesia. To understand the approaches each country takes is very important to get a clear picture of the efforts, steps, strategies, and policies that are formulated and implemented. To analyze COVID-19 cases in the four countries, the governance analysis framework (GAF) approach from Hamza (in Putra and Sanusi 2019) was used. This approach analyzes four aspects: scope map, stakeholder map, process map, and governance map. Articles utilizing a qualitative approach using descriptive analysis research methods. Data collection techniques used are library studies in the form of books, journal articles, online and conventional news, and the websites of authoritative institutions. Several important findings are general and specific, including, first of all, the four countries have the same orientation in handling and controlling the spread of the coronavirus. Secondly, various actors are actively involved in resolving a pandemic starting with the highest leadership of a country, medical staff and nurses, security agencies, researchers, and so on. Third, the four countries take their respective ways in solving the COVID-19 problem, but generally, they do a lockdown in addition to the health approach. Fourth, China and South Korea are considered successful examples in handling COVID19, otherwise not with Italy and Indonesia. The lack of success in Italy and Indonesia is caused by two factors, the lack of seriousness of the government and ignorance of citizens, resulting in slow handling of control and widespread of the deadly coronavirus.
Ari Darmastuti, Arizka Warganegara, Khairunisa Maulida
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.9161

Abstract:
The success of the COVID19 mitigation policy depends on many things, the most important of which is the performance of the government and the trust between fellow citizens in one state entity. This study aims to see people's perceptions of the government's response to the handling of COVID 19. The method used is an online qualitative survey. This national online qualitative survey represents respondents from 6 (six) major islands in Indonesia, namely Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, Bali and Papua. The results of this research survey are First, 53.4% of respondents expressed dissatisfaction with the government's performance in handling the COVID 19 Pandemic. Second, 50.2% of respondents stated that Anies Baswedan was the governor whose most responsive governor was the COVID 19 Pandemic. Third, 51.1% of respondents stated that the DKI Jakarta Regional Government is considered to be the most responsive local government to COVID 19. Fourth, 46.7% of respondents chose the provision of massive rapid test kits at Puskesmas as the main thing that must be done by the government for better handling of COVID 19. Fifth, 55.9% of respondents stated that the National Government vis a vis BNPN-the Task Force for the Acceleration of Handling Corona Virus (COVID 19) as the most authorized institution in handling COVID 19.
Andy Fefta Wijaya, Dian Andryanto, Wike Wike
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.8915

Abstract:
Decentralization of Indonesian villages provides opportunities for grassroots-level groups to participate in village development. This study explores the participation of women affiliated with women’s groups in the participatory processes of village development planningin the villages of Central Java. Using a mixed-methods strategy, this study found that many members of women’s groups known as women’s village activists have been involved in participatory planning processes, and used the processes to demand programs that improve women and family well-being. Besides, their priority for village development seems to differ from that of the current trend, which heavily focuses on village-scale infrastructure development. On average, this group of women have relatively good levels of education and have been active in community activities. The findings of this study reinforce the argument that women village activists who are quite active in community and grassroots activities are potential representatives in determining the priority of village development.
Hanantyo Sri Nugroho, Desiana Rizka Fimmastuti
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i2.8971

Abstract:
This article discusses the role of local elites in stimulating community participation in various development programs. As is well known, the Serut Hamlet area in Bantul Regency is fostered by private institutions, while the Blue Lagoon Tourism Village is a village that grows for the benefit of the community's economy. This is where the challenge of empowerment will emerge, namely the many activities that only end in a momentary 'project'. By using a qualitative approach in the form of case studies, our study shows that the contribution of the elite in the empowerment process can be said to be quite large. As it is known, the formal elite, in this case the head of the tourism village management and the hamlet head, are the owners of sufficient power to open and close access to empowerment activities. This is reinforced by the ability of the elite to "care for" the sustainability of activities through various means, namely optimization and mobilization. This elite ability is what makes it a determining factor in the success of community empowerment projects.
Ona Martha Nurron
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.9343

Abstract:
A classic problem of public policy is an inaccurate formulated policy. One of the main causes is the disruption in communication which creates ineffective dissemination of information from the government to policy maker and vice versa. The impact is a degrading quality of the policy itself as well as dissatisfaction of the public towards policy maker. Generally, policy analyst is a cluster of relatively new position in Indonesia’s civil servant. In Indonesia Institute of Science, this infant position would bridge the officials in making better policies. This article analyses the history, obligations, roles and responsibilities of policy analyst as one of the solutions to the problem previously mentioned. The methods use is descriptive qualitative utilizing literature studies of textbooks and scientific journals and observing the media which examined through public policy theories. The result shows that policy analyst is essential to achieve LIPI’s goal and purposes in the future. Hopefully, this research would be beneficial for the government to formulate the essence of policy analyst as well as revealing information to general public on the importance of policy analyst. Permasalahan klasik dari kebijakan publik adalah tidak tepatnya suatu kebijakan setelah diformulasikan. Salah satu penyebabnya adalah terganggunya komunikasi yang membuat tidak efektifnya penyaluran informasi dari pemerintah kepada para pembuat kebijakan dan juga sebaliknya. Dampaknya adalah penurunan kualitas dari kebijakan yang dibuat sehingga mengakibatkan munculnya kekecewaan masyarakat sekaligus menurunkan tingkat kepercayaan mereka kepada para pembuat kebijakan. Secara umum, Jabatan Fungsional Analis Kebijakan merupakan jabatan yang relatif baru diperkenalkan pada manajamen aparatur sipil negara di Indonesia. Sementara, di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, keberadaan Analis Kebijakan yang baru berusia satu tahun dapat menjadi jembatan yang menghubungkan para pejabat fungsional kepada para pembuat kebijakan. Dengan adanya jabatan ini, diharapkan kebijakan yang dihasillkan akan menjadi jauh lebih baik. Penelitian ini mengupas sejarah, uraian tugas, peran dan tanggung jawab dari analis kebijakan sebagai salah satu solusi dari perbaikan kualitas kebijakan. Metode yang digunakan adalah qualitatif deskriptif, studi literatur buku teks dan jurnal ilmiah dengan melihat apa yang terjadi pada media cetak terkait permasalahan untuk kemudian dianalisis menggunakan teori-teori kebijakan publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan jabatan analis kebijakan sangat diperlukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam mencapai visi dan misinya di masa yang akan datang. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah sebagai dasar pertimbangan formulasi analis kebijakan, dan juga untuk menyebar informasi kepada masyarakat umum mengenai pentingnya jabatan analis kebijakan.
Nisrina Malihah, Wawan Setiawan, Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.7810

Abstract:
Program pelatihan penting diadakan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan learning corner di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. diadakan karena karyawan kurang mampu memahami produk dan service knowledge perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kegiatan pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan yang meliputi aspek pembicara, materi, metode serta media pelatihan dengan kinerja karyawan yang meliputi aspek pemahaman, apresiasi serta kemampuan karyawan. Metode penelitian adalah korelasional, teknik analisis data secara deskriptif dan analisis inferential Rank Spearman. Teori yang diujikan yaitu teori pengalaman dari Michalak & Yeger. Sampel penelitian adalah 72 orang peserta pelatihan yang terpilih secara strata proporsional. Teknik pengumpulan data dari dua sumber yakni data primer yaitu angket; dan data sekunder yaitu wawancara, observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat atau tinggi antara pembicara, metode pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan. Serta terdapat hubungan yang cukup berarti antara materi dan media pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Simpulan penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan learning corner dengan kinerja karyawan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., dengan koefisien korelasi sebesar 0.942 (hubungan yang sangat tinggi, kuat sekali, dapat diandalkan). The important things of training programs are held in an effort to improve employee performance. Learning corner training at PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. held because employees are less able to understand the company's products and service knowledge. The research objective is to determine the relationship between learning corner training activities with employee performance which includes aspects of speaker (trainer), material, methods and media with employee performance which includes aspects of, understanding, appreciation and ability. The research method using correlational, descriptive as data analysis techniques and inferential analysis with Spearman's Rank. The theory tested is theory of experience from Michalak & Yeger. The research sample are 72 training participants who selected proportionally. Data collection techniques from two sources are primary data trough questionnaire and secondary data with interviews, observation, study of literature. The results showed that there are strong or high relationship between speakers (trainer) and method of learning corner training with employee performance. Other that, there are quite strong relationship between content material and media of learning corner with employee performance of PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. The conclusion of the research shows that there is a significant relationship between learning corner training and employee performance of PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. with a correlation coefficient of 0.942 (very high, very strong, reliable relationship).
Annisa Luthfiyyah, Yanti Setiyanti, Susanne Dida
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.8468

Abstract:
The presence of Instagram is an alternative media to be used by the public as a means of finding information. Aiming to be widely known, Instagram users need to form a personal branding to be able to show their characteristics through Instagram post content. Instagram social media is a media that is often accessed by audiences and the development of content on Instagram social media. This study aims to describe the creative personal branding of Yulia Baltschun as a diet influencers through social media Instagram in accordance with the competencies, standards and style of Yulia Baltschun. The method in this study uses descriptive methods with qualitative data types. Data collection method used is the study of literature. The results of the study explain the personal branding conducted by Yulia Baltschun as a diet influencer on Instagram. The results of this study show that the ability, style and the standard it has on every Instagram content post. The consistency shown by Yulia Baltschunn in the process of personal branding is done by planning every month. The content in Instagram posts contains information about dietary patterns and healthy living. Based on the post content obtained on Instagram, Yulia Baltschun's self-identity is shown in terms of authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, diversity, relevance, visibility, consistency, goodwill and performance. Forming the right identity is what Yulia Batschun has succeeded in forming personal branding the right. Kehadiran Instagram merupakan media yang menjadi alternatif untuk digunakan khalayak sebagai sarana pencarian informasi. Bertujuan agar dapat dikenal secara luas, pengguna Instagram perlu membentuk sebuah personal branding untuk dapat memperlihatkan ciri khas melalui konten postingan Instagram. Media sosial Instagram merupakan media yang sering untuk di akses oleh khalayak dan semakin berkembangnya konten-konten pada sosial media Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan personal kreatif branding dari Yulia Baltschun sebagai diet influencer melalui sosial media Instagram sesuai dengan kompetensi, standar dan gaya dari Yulia Baltschun. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan tentang personal branding yang dilakukan oleh Yulia Baltschun sebagai diet influencer di Instagram. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa kemampuan, style (gaya), dan standar yang dimilikinya pada setiap postingan konten Instagram. Konsistensi yang diperlihatkan Yulia Baltschunn dalam proses personal branding dilakukan dengan melakukan perencanaan (planning) setiap bulannya. Adapun konten dalam postingan Instagram berisikan mengenai informasi tentang pola diet dan hidup yang sehat. Berdasarkan konten postingan yang didapat di Instagram, identitas diri Yulia Baltschun diperlihatkan dari keotentikan, integritas, konsistensi, spesialisasi, otoritas, keberbedaan, relevan, visibilitas, konsistensi, goodwill dan kinerjanya. Pembentukan identitas diri yang tepat tersebutlah maka Yulia Batschun berhasil dalam membentuk personal branding yang tepat.
Annisa Rachmi Kusumadewi, Chatia Hastasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i2.8277

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan; 1) pola komunikasi cosplayer pada komunitas Anoman dan Gamabunta dengan model pola komunikasi Wood; 2) interaksi antar cosplayer pada komunitas Anoman dan Gamabunta. Penelitian yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memperoleh informan dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yaitu: tiga cosplayer anggota komunitas Anoman, dan tiga cosplayer anggota komunitas Gamabunta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Lalu untuk teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pola komunikasi yang dilakukan oleh komunitas cosplayer Anoman dan Gamabunta cenderung lebih menggunakan pola komunikasi interaktif dan transaksional, dan jarang menggunakan model pola komunikasi linear; serta 2) interaksi komunikasi kelompok cosplayer kedua komunitas belum berjalan secara efektif namun dengan kondisi yang berbeda-beda. Anoman mengalami penurunan jumlah anggota lama yang tidak setara dengan jumlah masuknya anggota baru, serta tidak aktif berkegiatan lagi karena kendala biaya sehingga cosplayer Anoman bergabung dengan tim cosplay lain. Sedangkan Gamabunta memiliki kendala dalam menghadapi kesenjangan antar anggota karena banyaknya anggota yang terus masuk dan kurangnya kegiatan rutin untuk meningkatkan kualitas hubungan antar anggota kelompok. Kini cosplayer Gamabunta memilih untuk melakukan hobinya secara personal sajaThe purpose of this research is to describe; 1) cosplayer communication patterns in the Anoman and Gamabunta communities with Wood's communication pattern model; 2) interaction between cosplayers in the Anoman and Gamabunta communities. The research which was conducted in Yogyakarta City used descriptive research with a qualitative approach. In practice, this study obtained informants with a purposive sampling technique. There are six informants in this study, namely: three cosplayers who are members of the Anoman community, and three cosplayers who are members of the Gamabunta community. Data collection techniques in this study were interviews and documentation. Data analysis using data reduction analysis, data presentation, and conclusions. Then for data validity techniques using source triangulation. The results showed: 1) the communication patterns carried out by the cosplayer community Anoman and Gamabunta tended to use interactive and transactional communication patterns, and rarely used linear communication pattern models; and 2) the communication interaction between the cosplayer groups of the two communities has not been effective yet but under different conditions. Anoman experienced a decrease in the number of old members who did not equal the number of new members, and was no longer active in activities due to financial constraints, so cosplayer Anoman joined another cosplay team. Meanwhile, Gamabunta has obstacles in dealing with gaps between members due to the large number of members who keep entering and the lack of routine activities to improve the quality of relationships between group members. Now Gamabunta cosplayers choose to do their hobby personally.
Rangga Galura Gumelar, Iman Mukhroman, Ahmad Sihabudin
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i1.8161

Abstract:
ABSTRAK Tantangan pada era disruptif 4.0, dosen harus dapat memanfaatkan saluran informasi yang beragam saat ini. Artinya dosen sebagai pengajar, dituntut untuk dapat menjelaskan bidang ilmu yang diajarnya sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukannya. Untirta dalam kurun waktu tiga tahun terakhir telah banyak melakukan penelitian-penelitian yang terkait dengan ketahanan pangan lokal yang ada di Provinsi Banten saat ini, khususnya terkait pangan lokal diantaranya Bandeng, Jagung dan Aren. Untuk kemudian dapat menjelaskan dan menyebarluaskan informasi terhadap hasil penelitian tersebut, maka dikembangkan konsep pengembangan media pembelajaran melalui audio visual animasi berdasarkan pada hasil riset ketahanan pangan yang telah dilakukan. Hasil dari audio visual animasi ini kemudian diuji pada 60 mahasiswa Untirta yang dilakukan secara random dengan menggunakan penyebaran kuisoner dengan pengujian t-test. Hasil dari pengujian yang dilakukan didapatkan bahwa pengembangan media pembelajaran ini memberikan pengaruh pada kognitif mahasiswa. Kata kunci: Media Pembelajaran, Audio Visual Animasi, Untirta
Anton Bahtiar Rifa'i
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i1.8392

Abstract:
Program talkshow Mata Najwa mengangkat tema kasus suap dan pengaturan skor di PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), dalam tayangan tanggal 28 November 2018 dan 19 Desember 2018 di Trans 7. Kedua episode itu secara diberi tajuk PSSI Bisa Apa dan PSSI Bisa Apa Jilid 2. Dalam tayangan tersebut, Mata Najwa menyajikan informasi tentang praktik suap dan pengaturan skor, serta mengungkap tokoh-tokoh yang diduga terlibat. Ternyata, tayangan ini berdampak pada kebijakan penegakan hukum. Polisian langsung merespon dengan membentuk Satgas Antimafia Bola. Para pengurus PSSI yang terlibat kemudian ditangkap. Tayangan Mata Najwa yang mengangkat kasus korupsi PSSI merupakan pengejewantahan dari suatu kebijakan redaksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, guna mengetahui faktor-faktor yang menunjang efektivitas kebijakan redaksi Mata Najwa dalam membongkar kasus korupsi di PSSI. Kemudian diketahui bahwa faktor-faktor tersebut adalah: independensi, kredibilitas program, serta profesionalitas tim redaksi redaksi yang di dalamnya mencakup profesionalitas kerja jurnalisme, kedalaman riset dan eksklusivitas narasumber.
Anggi Putri Kurniadi, Susi Evanita
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i1.7925

Abstract:
Pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat di Kota Bukittinggi mengakibatkan semakin banyaknya volume timbulan sampah, yang jika tidak dikelola secara baik bisa menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat di Kota Bukittinggi. Salah satu upaya untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah melalui kebijakan strategi komunikasi manajemen pembuangan sampah di Kota Bukittinggi agar tercapai lingkungan yang bersih dan sehat yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang pengelolaan dan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. Kegiatan komunikasi manajemen pembuangan sampah di Kota Bukittinggi dilakukan dengan metode hierarchy effect. Motode ini memiliki dua fungsi yaitu, menginformasikan dan mempersuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, manajemen pembuangan sampah di Kota Bukittinggi belum optimal karena karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014. Berdasarkan hal tersebut, manajemen sampah tidak tertata dengan rapi yang berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan dan gangguan estetika.
Nadya Winefadila, Reni Nuraeni
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i1.8524

Abstract:
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas jurnalistik jurnalis disabilitas dalam pencarian, pengumpulan, pengolahan dan penyebaran pada media online newsdifabel.com. Newsifabel.com adalah suatu media online yang memuat analisis & opini, karya difabel, kisah, olahraga, hukum, pendidikan, reportase, seni & budaya serta tokoh yang diolah serta dilakukan oleh jurnalis disabilitas. Meskipun memiliki keterbatasan namun mereka memiliki semangat dan tekad kuat dalam membangun media online ini. Hal ini dikarenakan diskriminasi yang dirasakan oleh mereka khususnya dalam hal pemberitaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan menghasilkan data deskriptif yang berupa ucapan, tulisan serta perilaku orang yang diamati sehingga dapat mengenali subjek dan merasakan pengalaman mereka dalam kehidupan sosialnya. Maka didapatkan hasil mengenai gambaran utuh aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh jurnalis disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pencarian, pengumpulan, pengolahan dan penyebaran informasi media online newsdifabel.com yang dilakukan oleh jurnalis disabilitas memiliki cara dan proses yang berbeda dengan jurnalis pada umumnya. Namun tanpa mengubah atau mengganti konsep aktivitas jurnalistik itu sendiri. Kata Kunci: Jurnalistik, Media online, Disabilitas
Monica Carolina, Gayes Mahestu
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i1.8065

Abstract:
Semakin berkembangnya teknologi selalu beriringan dengan dampak negatif yang muncul FoMo adalah salah satu sindrom ketakutan atas ketinggalan berita, sindrom ini berkembang seiring dengan adanya kecanduan dalam penggunaan internet. Kecanduan internet sendiri dapat diidentifikasi dengan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menggunakan internet dan juga ketidakmampuan individu dalam mengontrol diri dalam menggunakan internet. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana prilaku komunikasi pada remaja dengan kecenderungan FoMo. Menggunakan metodologi kualitatif studikasus. Hasil temuan menunjukan sosial media, merupakan platform dimana mereka dapat memamerkan kehidupannya sehingga mereka dapat memiliki kepuasan sendiri dan merasa dianggap oleh lingkungannya, menjadi unik dengan melakukan sosmed editing, thematic dan lainnya. Disamping itu adanya FoMo ini memperluas relasi pengguna.
Nur Azizah
JRK (Jurnal Riset Komunikasi), Volume 11; doi:10.31506/jrk.v11i1.8434

Abstract:
Persaingan dalam dunia usaha kuliner semakin ketat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak usaha sejenis yang saling menyerupai satu sama lain. Waroeng SS berdiri sebagai rumah makan yang menyajikan menu berupa sambal yang beraneka ragam. Seiring perkembangan, banyak usaha kuliner serupa yang sengaja dibuat untuk menyaingi Waroeng SS. Maka, Waroeng SS perlu melakukan strategi komunikasi pemasaran agar masyarakat tetap menjadikan Waroeng SS sebagai top of mind. Penelitian ini akan fokus pada akun Instagram @waroengss. Melalui akun @waroengss peneliti ingin mengamati strategi komunikasi pemasaran Waroeng SS dalam meningkatkan brand awareness konsumen melalui Instagram. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi dan referensi untuk penelitian selanjutnya, serta masukan bagi tim Waroeng SS dalam melakukan strategi komunikasi pemasaran melalui Instagram. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perolehan data melalui observasi. Waroeng SS menggunakan Instagram untuk menyebarkan segala informasi terkait operasional dan kegiatan sosialnya kepada masyarakat. Hal ini berimbas positif pada brand awareness dan terbukti dari masih bertahannya Waroeng SS hingga saat ini. serta makin banyak mempunyai cabang di beberapa daerah di Indonesia dan Malaysia. Kata Kunci: Strategi komunikasi, instagram, brand awareness
Andrian Desta Pratama
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.7184

Abstract:
Adanya peraturan mengenai Jabatan Fungsional Perekayasa dan untuk menghasilkan SDM IPTEK yang berkualitas dan kompetensi yang tinggi pada era industri 4.0, maka PUSBINDIKLAT BPPT sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah sebagai pembina jabatan fungsional perekayasa dimana hal ini dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan, harus menciptakan dan merumuskan secara tepat program pelatihan ini sehingga hasil yang akan dicapai akan tepat sasaran melalui pelaksanaan pelatihan teknis, manajerial, dan sosiokultural yang efektif dan efisien. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui evaluasi dan efektivitas pelatihan jabatan fungsional perekayasa di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan menggunakan model IMTEE. Penelitian ini menggunakan pendekatan post-positivist dengan metode kualitatif. Data yang digunakan berupa hasil wawancara mendalam terhadap responden dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pelatihan jabatan fungsional perekayasa yang dilaksanakan oleh PUSBINDIKLAT BPPT pada tahun 2019 sudah dilaksanakan dengan baik namum belum optimal. Masih ada beberapa kekurangan yang masih harus diperbaiki dan dikembangkan yaitu proses analisis kebutuhan diklat, belum adanya standar kompetensi dan kurikulum serta modul pelatihan yang disesuaikan dengan kompetensi saat ini, waktu pelatihan yang masih dianggap kurang khususnya dalam hal latihan/simulasi, belum adanya standarisasi penilaian peserta pelatihan.
Sensia Gibsi Ompusunggu
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.5220

Abstract:
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara mengamatkan Presiden selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Indonesia. Pada tahun 2008, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 ayat (2) dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004. Sistem pengendalian intern yang diterapkan di Indonesia diadopsi dari konsep pengendalian intern yang dibuat oleh Committe of Sponsoring Organizations of the Treadway Commision (COSO) tahun 1992. Sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 terhitung sudah 10 tahun peraturan tersebut berlaku. Namun kebijakan yang tertuang Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 belum sepenuhnya diimplementasikan dalam tata kelola pemerintah di Indonesia. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi maturitas sistem pengendalian intern pemerintah yang dilakukan BPKP sampai dengan Maret 2018 yang menunjukkan tingkat kematangan SPIP yang masih jauh dari target dengan mayoritas Instansi masih berada dibawah level 3 atau jauh dari level 5 (level optimum) dan kelemahan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan dalam pemeriksaan tahun 2015-2017. Faktor-faktor yang dapat menghambat penerapan sistem pengendalian intern pemerintah di Indonesia antara lain: (a) Kelemahan dari segi konten dan konteks Kebijakan, (b) Tidak adanya penerapan sanksi, (c) Kurang matangnya suatu pertimbangan (judgment), (d) Kesalahan dalam menerjemahkan perintah, (e) Pengabaian manajemen, (f) Adanya kolusi.
Ilham Akbar
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.8319

Abstract:
Pelayanan publik yang mengedepankan efisiensi dan efektifitas merupakan cerminan dari kualitas pelayanan publik yang akan diberikan kepada masyarakat. Penyelenggaraan ini dilakukan untuk memenuhi hak para warga negara sebagai objek pelayanan dan kewajiban negara sebagai pemberi pelayanan. Permasalahan pelayanan yang kurang dan cendrung bertele-tele menjadi pusat penelitian untuk menjawab persoalan yang dihadapi. Tujuannya yakni agar pelayanan yang akan diberikan bisa maksimal dan terimplementasi secara merata. Semakin buruknya kualitas pelayanan diberikan maka akan berimplikasi kepada pemenuhan hak masyarakat. Hal ini berpedoman pada pasal 2 undang-undang nomor 25 tahun 2009 yang berbunyi penyelenggaraan pelayanan publik yang selanjutnya disebut penyelenggaran negara adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik. kegiataan penelitian ini berpedoman pada metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan dan menganalisis tentang Inovasi Yang Dilakukan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu di Kota Sidoarjo Dalam Pemanfaatan Teknologi. Data pada penelitian ini bersumber dari data sekunder yang artinya pengumpulan data secara tidak langsung atau melalui media perantara dan menggunakan teknik studi literature.
Khairunsyah Purba
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.7127

Abstract:
Penelitian ini difokuskan untuk mengungkap kualitas pelayanan administrasi kependudukan di kota Pekanbaru. Hal ini didasarkan masih ditemukan berbagai kendala dalam pelayanan administrasi kependudukan seperti, keterlambatan output pelayanan (tidak sesuai prosedur pelayanan dan keterbatasan sarana dan prasarana pelayan. Pelayanan administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dan penerbitan dokumen dan data kependudukan yang bersifat terus menerus. Dengan pelayanan publik yang berkualitas akan meningkatkan kepuasan warga dan mewujudkan validitas administrasi kependudukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrument penilitian pertamanya adalah peneliti sendiri yang mengumpulkan mengelola, menganalisis, menginterprestasikan serta memverifikasi setiap data dan informasi yang diperoleh dari observasi partisipan terhadap setiap latar dan peristiwa. Data yang digunakan adalah data primer dan skunder yang diperoleh melalui wawancara, obervasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan belum optimal, dimana dimensi relialibility & responsibility dan tangibel aspek paling dominan menjadi permasalahan warga. Penelitian juga menunjukkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan perlu di dukung perangkat teknologi baik software ataupun hardware yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.
Afrizal Efendi, Izzatu Imaarotissaamiyy Alqudsiyy, Kandung Sapto Nugroho
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.8294

Abstract:
Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala, peluang dan strategi pengembangan pembinaan usaha ekonomi produktif oleh PT. Indonesia Power Suralaya PGU di Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon Provinsi Banten berupa pembuatan sambel krétég. Kajian dilakukan dengan metode mix method, dengan kuantitatif pendekatan survei kuisioner tertutup pada stakeholder kemudian didukung dengan kualitatif dengan melakukan triangulasi sumber dan teknik. Adapun Karakteristik responden dan informan yang diwawancara adalah para stakeholder pemberdayaan ini diantaranya pihak pemerintahan, media, civil society, serta dari privat sector di lingkungan Kelurahan Suralaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa (a) kondisi tingkat gotong royong 75 persen; (b) kondisi toleransi di tengah-tengah warga sangat tinggi; (c) tingkat kerentanan konfilk yang terdapat di masyarakat 64 persen warga sulit berkonflik/ diprovokasi; (d) kondisi tingkat kerekatan dan saling tolong menolong dalam keluarga cukup tinggi; (e) tingkat partisipasi dan peran kelompok dalam pembangunan kelurahan, 94 persen berperan aktif. Berdasarkan hasil survei, observasi analisis yang dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan, bahwa kendala pengembangan pembuatan sambal krétég melalui Omah Krétég Anggana adalah permodalan, strategi pengembangan sebaiknya dengan ekspansi pemasaran. Namun harus diawali dengan pengembangan sumber daya manusia karena merupakan faktor yang terpenting dari sebuah bisnis usaha serta perlunya colaborasi-bekerjasama dengan pemerintah daerah. Pada akhirnya team penulis mendorong untuk dilakukannya kajian tersendiri tentang keterkaiatan social capital yang sangat kental dengan institusi bisnis di Kelurahan Suralaya Pulo Merak Cilegon. ABSTRACT This paper aims to identify obstacles, opportunities and strategies for developing productive economic business development by PT. Indonesia Power Suralaya PGU, in Suralaya Sub-District, Pulo Merak District, Cilegon City, in the form of making krétég sauce. The study was conducted using the mix method, with a quantitative closed questionnaire survey approach to stakeholders then supported qualitatively by triangulating sources and techniques. The characteristics of the respondens and informants interviewed were the empowerment stakeholders including the government, the media, civil society, as well as from the private sector in Suralaya Village. The results of the study show that (a) the condition of the mutual cooperation level of 75 percent; (b) conditions of tolerance in the midst of citizens are very high; (c) the level of conflict vulnerability in the community 64 percent of the people are difficult to conflict / provoked; (d) the condition of the level of attachment and mutual help in the family is quite high; (e) the level of participation and group roles in village development, 94 percent play an active role. Based on the results of the survey, observations of the analysis carried out, it can be concluded that the constraints to the development of the making of krétég sambal through Omah Krétég Anggana are capital, development strategies should be with marketing expansion. But it must start with the development of human resources because it is the most important factor of a business venture and the need for collaboration with local governments. In the end, the team of writers pushed for a separate study of social capital that was very thick with business institutions in the Suralaya Pulo Merak Cilegon.
Siti Annisa Silvia Rosa, Ira Irawati, Djadja Saefullah, Rita Myrna
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.7976

Abstract:
LIPI merupakan lembaga pemerintah yang menjadi rujukan penelitian lembaga riset yang ada di Indonesia, namun demikian produktivitas dalam publikasi hasil penelitiannya dinilai masih rendah. Hal ini dikarenakan beberapa hal yang menjadi kendala diantaranya yaitu LIPI belum memanfaatkan partnership dalam produktivitas hasil penelitiannya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami dan mendiskripsikan partnership dalam produktivitas publikasi hasil penelitian di LIPI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partnership dengan berbagai pihak dalam penelitian dapat meningkatkan produktivitas publikasi hasil riset. Namun demikian, simpulan dari riset ini yaitu bahwa kerjasama yang dilakukan oleh LIPI masih dilaksanakan sebatas teknis administratif saja, belum ditujukan untuk meningkatkan output publikasi ilmiah yang dikelola oleh peneliti. LIPI belum memanfaatkan partnership sebagai dalam produktivitas publikasi hasil risetnya. Tidak adanya road map kerjasama dan juga sanksi tegas bagi peneliti yang tidak melaporkan kegiatan kerjasamanya semakin memperkuat bahwa kerjasama yang berjalan di LIPI baru hanya sebatas administratif saja. Kata kunci: partnership, produktivitas, publikasi hasil penelitian
Putrika Isma Ayutasya, Dian Purwanti, M. Rijal Amirulloh
Jurnal Administrasi Publik, Volume 11; doi:10.31506/jap.v11i1.8644

Abstract:
Aplikasi pendaftaran antrian permohonan paspor online yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi melalui surat edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM.01.01-4166 sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian, dalam pengimplementasiannya masih terdapat berbagai permasalahan sehingga menyebabkan pelayanan pembuatan paspor terkendala. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi aplikasi pendaftaran antrian online terhadap efektivitas layanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 99 responden dengan presisi 10%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pendaftaran antrian permohonan paspor online berpengaruh positif terhadap efektivitas layanan pembuatan paspor. Kata kunci: Aplikasi pendaftaran, Efektivitas, Implementasi kebijakan, Pelayanan, Paspor
Muhammad Sawir, Syarifuddin Hafid
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7814

Abstract:
This research aims to determine the effectiveness of the Agriculture and Food Department in developing the food security sector in Yalimo Regency and what are the obstacles to its effectiveness. The research design uses qualitative methods with sources of information derived from internal and external informants Yalimo Regency Agriculture and Food Office using purposive sampling techniques. Data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study note that the Agriculture and Food Service has not been effective in implementing the development of the food security sector in the Yalimo Regency. The formulation of the development goals of the food security sector that has been implemented has not been effective, because it has not yet had a direct impact on meeting the food needs of the community in the Yalimo Regency. The description of various activities that have been carried out is not on target because the production and productivity of some commodities supporting the food security sector are still low. The Department of Agriculture and Food in the development of food crop commodities only sees the output target and the preparation of various programs and activities not based on the availability of real data according to needs. Meanwhile, the breadth of tasks and authorities developed according to organizational structure, ability, and motivation of employees is still low, and the involvement of various parties in formulating food security policies is not a barrier to the effectiveness of the Agriculture and Food Service in developing the food security sector in Yalimo Regency.
Restu Ramadhan, Ria Arifianti, Riswanda Riswanda
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7772

Abstract:
Tangerang City as a city that is implementing the Smart City concept to solve city problems and improve city governance. Since 2016 the Tangerang City Government has been running Smart City by creating a Tangerang LIVE Room with the Tangerang LIVE vision of Liveable, Investable, Visitable, and E-City, the vision is based on the use of information, technology and communication to create a public service system and employee work to the community to be more optimal, efficient and effective. Innovations that are being developed by the City of Tangerang have successfully made 174 Applications. The success of the application made 31 City Governments and Agencies in Indonesia adopt applications owned by the City of Tangerang. The principle of the Tangerang Smart City Partnership aims to accelerate regional development at the local level, increase economic growth and community welfare through optimizing the use of regional resources. A qualitative approach was used in this research by collecting data through library research, interviews and documentation of informants who were directly involved in carrying out these activities. The analysis of this study uses Frans Van Waarden's theory model, the results of the study show that: (1) The actors involved have been from all walks of life, but it is better to increase their involvement, (2) The function of each actor should be improved again to achieve the Tangerang policy objectives Live (3) Network structure is already running, but the good Leading Sector is transferred to the Mayor (4) Institutionalization has not been regulated (5) Rules of action have not been regulated in mayor regulations or regional regulations specifically regarding Smart City (6) Power Relations have been running with good (7) The actor's strategy is well underway to manage his dependency.
Nursaleh Hartaman, Titin Purwaningsih, Achmad Nurmandi
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7033

Abstract:
This research purpose is to examine the aristocrat's power in the perspective of habitus, capital, and arena. This type of research is qualitative. The results of the research show from the habitus perspective, the leadership of the descent line has gained legitimacy by the people with the “lontara” principle that is still held firmly by leaders from the aristocracy until now and Aristocrats has been prepared to become a leader from next generation. From Arena perspective, it can be seen that patronage of bureaucracy and parties has a great influence on the continuity of aristocratic power and the political system produces political opportunities that are influenced by the popularity and capacity, Finally, Capital owned by the aristocrats that are social, symbolic, economic and cultural, of the four capital the most powerful is capital symbolic because the title of aristocrat roommates then capitalized as a political tool to reap the votes in political contestation.
Dewi Masitoh
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7951

Abstract:
The Civil War that occurred in Liberia has been going on for a long time, where there are two rebel groups, they are: Liberians United for Reconciliation and Democracy (LURD) and Movement for Democracy in Liberia (MODEL). Both of these rebel groups have caused gender inequality in Liberia continuously, especially women who have been victims of this war. However, with the efforts and participation of women from Liberian society, the war was successfully reconciled without creating violence. This research is aimed at realizing that women are not only victims of gender inequality, but can also be 'agents of change' in creating peace and better change for the future of a country. This research will use qualitative research methods, that emphasize the observation and understanding of a social phenomenon, where data is collected through secondary data and literature review. This research will analyze the case using three concepts: Feminism, Gender Equality, and Peace. The research concluded that there have been several efforts that have been made by women to resolve conflicts in Liberia by creating and building peace sustainably so that peace can be stable for a long time. The efforts that have been made by Liberian women are by creating several organizations and affiliations, they are: Woman in the Peacebuilding Network (WIPNET), Mano River Women's Peace Network (MARWOPNET), Association of Female Lawyers of Liberia (AFELL). This long-term peace can improve gender equality in several sectors of Liberian society, such as the economy and political sectors that are getting better and more effective from year to year.
Fauzan Ali Rasyid, Moh. Dulkiah
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7597

Abstract:
This article focuses on the study of the government's political will in Program Keluarga Harapan (PKH) policy. The purpose of this study is trying to understand the form of political will of the central government in poverty alleviation through PKH policies. This research method uses descriptive qualitative research methods that take research objects at the district level. The findings of this study can be classified into the following: First, poverty alleviation policies through PKH correlate with improvements in the standard of living of people in terms of education, economics, and health. Second, the implementation of PKH which aims to improve the socio-economic welfare of Very Poor Households is still loaded with political interests. Third, the government's political will is still limited to aspects of policy and not yet optimal in aspects of its implementation. This study concludes that the government's political will is not correlated with increasing the welfare of beneficiaries from very poor households.
Encup Supriatna
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.8041

Abstract:
The COVID-19 pandemic has had a wide impact on various sectors of people's lives, including the social and economic sectors. This study aims to analyze the social and economic impacts caused by the COVID-19 pandemic, by taking a case study in the city of Bandung. This research was conducted using qualitative methods with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation studies. The results of this study found that the COVID-19 pandemic harmed the economy of the people of Bandung because many were unemployed and many became new poor citizens. While from the social aspect, a prolonged COVID-19 pandemic will lead to potential conflicts if the basic needs of the community are not met properly. The implication is that the Bandung City Government needs to expand its social protection program to help the poor, both new and existing ones. But the positive aspect of this pandemic is that it raises the collective awareness of the community to help each other, thus creating social solidarity among the people.
Rio Yusri Maulana
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7317

Abstract:
The Open Government Indonesia (OGI) action plan, provides a focus on strengthening public services and strengthening public information disclosure, as well as strengthening data governance, it can be facilitated by the presence of government base applications. The success in implementing e-government is the level of policy, fiscal support, and infrastructure. At the community level, although the implementation of e-government has opened up a large space for community participation in using civil rights through a variety of available channels, limited access is a major technical obstacle, supported by a lack of socialization, and application design that is not user-friendly. Initial findings explain that the collaborative process seems less-coordination, open government design has not been connected to the rules for implementing innovations in the regional government, the cause is the absence of commitment from regional heads and stakeholders, the gap between understanding and practical facts is still too wide.
Hamsinah Djaing, Sangkala Sangkala, Muhammad Rusdi, Andi Ahmad Yani
Journal of Governance, Volume 5; doi:10.31506/jog.v5i1.7722

Abstract:
Water utility service is a fundamental service in urban society. Urban citizens expect a high quality of service that made the service provider company should be responsible to provide it. This study aims to examine service quality of water utilizes services which are delivered by the Regional Water Supply Company (RWSC) in the City of Makassar, Indonesia. The method used in this research is the quantitative method through a customer satisfaction survey. The research conducted in the Regional Water Supply Company (RWSC) of Makassar, precisely in four regions. The study employs a stratified sampling method based on regions and the number of the population is 163,549 customers. This study applies 95 percent and margin error is 5 percent which means the number of samples is interviewed not lower than 384 respondents. The data was collected through face to face interviews with questionnaires. The data obtained from the field is processed using a technical analysis of descriptive statistical data. The result shows that the customers of water utility services have moderate satisfaction where technical services are far better than non-technical services.
Ryan Ramadhan, Suwandi Sumartias, Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.8033

Abstract:
This research uses quantitative method of correlational research type. The theory used is Martin Fishbein's Information Integration Theory. The analytical technique used is descriptive analysis by calculating frequency, categorization, and rating scale, as well as inferential analysis using rank spearman formula. The sample of this research is 62 people from 794 participants of activity taken by way of proportional strata sampling technique. The results of this study indicate that the significant relationship between Citarum Bestari and the participants' attitude to the five movements is not. Based on the result of the research, the researcher suggested that the information about the achievement of programs that have been done by government for normalization of Citarum River must be proven through photo, video or coverage of Citarum River improvement so that the participants believe any information submitted, then information in Citarum Program Bestari uses a pyramidal system, where information provides the best arugemtation at the beginning and end of the sentence, so that the participants give attention to the extension material from beginning to end, as well as the information in the Citarum Bestari Program also presents two-sided arguments, namely the government's shortcomings and government strength in the realization of the Citarum River normalization project, in order for the participants to trust the information conveyed as a truth AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Teori yang digunakan adalah Teori Integrasi Informasi dari Martin Fishbein. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung frekuensi, kategorisasi, dan rating scale, serta analisi inferensial dengan menggunakan rumus rank spearman. Sampel dari penelitian ini adalah 62 orang dari 794 peserta kegiatan yang diambil dengan cara teknik sampling strata proporsional. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terhadap hubungan yang cukup berarti antara kegiatan Citarum Bestari dengann sikap peserta terhadap gerakan lima tidak. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar informasi mengenai pencapaian program-program yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk normalisasi Sungai Citarum harus dibuktikan melalui foto, video, atau liputan dari perbaikan Sungai Citarum tersebut agar para peserta meyakini setiap informasi yang disampaikan, kemudian informasi dalam Program Citarum Bestari menggunakan sistem piramidal, yaitu dimana informasi menyajikan arugemtasi paling baik di awal dan akhir kalimat, agar para peserta memberikan perhatian pada materi penyuluhan dari awal hingga akhir, serta informasi dalam Program Citarum Bestari juga menyajikan argumentasi dua-sisi, yaitu kekurangan pemerintah serta kekuatan pemerintah dalam realisasi proyek normalisasi Sungai Citarum, agar para peserta mempercayai informasi yang disampaikan sebagai suatu kebenaran. Keywords: Teori Integrasi Informasi, Sungai Citarum, Pemprov Jabar, Gerakan Lima Tidak
Novi Andayani,
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.7872

Abstract:
This research discusses about message meaning of breast cancer in Korean Drama called Jealousy Incarnate. The concept is taken because breast cancer in men is still considered taboo in the society. Author uses Charles Sanders Peirce’s Semiotic Theory to analyze the meaning of messages in the South Korean television drama Jealousy Incarnate. The method use for this research is qualitative method. Author took data from SBS television drama, that is Wednesday and Thursday slots titles Jealousy Incarnate which the authors took from sources of indoxxi.tube, textbooks, electronic articles and publications related to the television drama Jealousy Incarnate, breast cancer, and Charles Sanders Peirce’s Semiotic Theory. The results of the analysis of this study indicate that in the Korean television drama Jealousy Incarnate there are scenes that contain messages about the protagonist survivor breast cancer in men. The drama made people aware, especially men, to be more cautious against breast cancer.
Pani - Oktaviani, Burhanudin Mujtaba,
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.8031

Abstract:
Communication between superiors and subordinates who are the focus of this research is termed by Pace & Faules with downward communication, namely vertical communication that occurs between superiors to the staff below. The background of this research is PT. DHL Tangerang is a multinational company in the field of express and logistics couriers based in Bonn, Germany and Oslo, Norway. In Indonesia, there are already many branches of PT. DHL and PT. DHL gives a critique on the jobstreet website of PT. DHL Supply Chain, while the problems experienced by these employees have communication difficulties that are not running well by the leader or manager because there are often new projects that make moving places, making employees must be able to understand the wishes of the boss briefly. In this study, researchers used the theory of human relations. This theory emphasizes the importance of individuals in organizations and social relations in organizational life. The research method used is a quantitative method that is explanatory, namely causal relationships. The purpose of this study was to determine whether there is an influence of superiors and subordinate relationships on employee performance. Based on the results of the correlation analysis conducted by researchers between supervisor and subordinate relationship variables on performance has a significant positive or strong relationship. Based on the results of the SPSS 25 output, the value of the calculated F value is 101.794. Whereas the F value of table is 3.95. Value 101.794> 3.95, so it can be concluded that Ho is rejected and Hɑ is accepted. This means that there is an influence of supervisor and subordinate relationship variables on performance.Keyword : PT.DHL Tangerang, Relationship between Superiors and Subordinates, WorkPerformance, Human Relations Theory. AbstraksiKomunikasi antara atasan dan bawahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini diistilahkan oleh Pace & Faules dengan komunikasi downward, yaitu komunikasi vertikal yang terjadi antara atasan ke staf dibawahnya. Latar belakang penelitian ini adalah PT. DHL Tangerang merupakan salah satu perusahaan multinasional dalam bidang kurir ekspres dan logistik yang bermarkas di Bonn, Jerman dan Oslo, Norwegia. Di Indonesia sendiri sudah banyak cabang PT. DHL tersebut dan karyawan PT. DHL memberikan kritikan pada website jobstreet PT. DHL Supply Chain, adapun permasalahan yang dialami karyawan tersebut memiliki kesulitan komunikasi yang berjalan dengan tidak baik oleh pimpinan atau manager karena sering adanya project baru yang membuat berpindah – pindah tempat, membuat karyawan harus mampu memahami keinginan atasan secara singkat. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori hubungan manusia. Teori ini menekankan pentingnya individu dalam organisasi dan hubungan sosial dalam kehidupan organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat eksplanatif yaitu hubungan kausal sebab akibat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh hubungan atasan dan bawahan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian analisis korelasi yang dilakukan peneliti antara variabel hubungan atasan dan bawahan terhadap kinerja memiliki hubungan signifikan yang positif atau kuat. Berdasarkan hasil output SPSS 25 nilai besaran nilai F hitung 101,794 . sedangan nilai F tabel 3,95. Nilai 101,794 > 3,95, sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Hɑ diterima. Artinya terdapat pengaruh variabel hubungan atasan dan bawaha terhadap kinerja.Kata Kunci : PT.DHL Tangerang, Hubungan atasan dan bawahan, Kinerja, Teori Hubungan Manusia.
Seli Dewi Lestari,
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC), Volume 2; doi:10.31506/jsc.v2i1.7873

Abstract:
Komunikasi menjadi salah satu aspek terpenting di dalam mengukur sebuah keberhasilan tujuan pendidikan itu sendiri. Untuk menciptakan karakter yang baik dan jiwa yang kokoh pada siswa di lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah, diperlukan terciptanya suasana lingkungan pendidikan yang harmonis dan dinamis. Hal tersebut dapat tercipta jika terbangun koordinasi dan komunikasi dua arah yang kuat antara guru dan siswa. Pembentukan karakter siswa tersebut akan tercapai apabila adanya komunikasi yang baik, efektif dan bermutu. Pola komunikasi guru dan siswa berbasis pendidikan karakter dengan penerapan mutu bahasa metode sentra. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa dalam pembangunan karakter siswa di SDIT Harapan Bunda Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu: observasi melalui pendekatan partisipatif, wawancara dan dokumen. Penelitian ini melibatkan empat orang koresponden sebagai informan. Mereka adalah ketua Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Harapan Bunda Purwokerto, Wali Kelas 1 Dewi Sartika A dan B, dan wali murid. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model pembelajaran sentra dengan penerapan mutu berbahasa lima kontinum, yaitu: Visually Looking On (VLO), Non Directive Statement (NDS), Question (Q), Directive Statement (DS) dan Physical Intervention.
Page of 4
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top