Refine Search

New Search

Results: 300

(searched for: publisher_group_id:7603)
Save to Scifeed
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
A. Hakim, M. Simanjuntak, N. Hasanah
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 296-309; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.296

Abstract:
Makin banyaknya pelaku bisnis online dan tidak sedikit yang melakukan penipuan mengharuskan konsumen lebih selektif dalam memilih online shop sebelum memutuskan melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image, perceived risk, e-service quality, dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap keputusan pembelian di Instagram melalui trust sebagai variabel mediator. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross-sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah masyarakat Indonesia yang pernah berbelanja di Instagram minimal satu kali selama enam bulan terakhir, berusia di atas 17 tahun dan berdomisili di Jabodetabek dengan jumlah 300 orang yang ditentukan secara voluntary sampling. Data dikumpulkan dengan cara mengisi kuesioner secara daring. Riset membuktikan terdapat pengaruh signifikan dan positif brand image dan eWOM terhadap keputusan pembelian melalui trust. Sebaliknya, tidak ada pengaruh yang signifikan antara perceived risk dan e-service quality terhadap keputusan pembelian melalui trust. Konsumen harus selektif dalam memilih merek, mencari, dan mengumpulkan informasi barang yang akan dibeli. Dalam hal ini, peran Pemerintah pun sangat penting untuk meningkatkan keberdayaan konsumen.
R.A. Hasanah, M. Latifah
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 270-281; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.270

Abstract:
Penggunaan media sosial telah membawa sejumlah masalah bagi remaja seperti perundungan siber maupun pengalaman tidak nyaman lainnya sehingga remaja membutuhkan sebuah kemampuan untuk menghadapinya, yaitu online resilience. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, kelekatan remaja-orang tua, regulasi emosi, dan hubungan persahabatan terhadap online resilience pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain eksplanatori dengan melibatkan 224 remaja pengguna media sosial usia 15–18 tahun yang tinggal bersama orang tua lengkap dan tinggal di Kota Bogor. Teknik penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh dengan pelaporan diri melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh remaja memiliki kelekatan dengan ayah kategori rendah (53,1%) dan kelekatan dengan ibu kategori sedang (51,3%). Sementara itu, lebih dari separuh remaja (61,2%) memiliki regulasi emosi penilaian ulang kategori sedang dan lebih dari sepertiga remaja (38,8%) memiliki regulasi emosi penekanan emosi kategori rendah. Selanjutnya, lebih dari separuh remaja memiliki hubungan teman sebaya kategori tinggi (68,3%) dan online resilience kategori sedang (57,1%). Hasil uji regresi (R2=0,394) menunjukkan bahwa jenis kelamin remaja, pendapatan per kapita, regulasi emosi penilaian ulang, dan hubungan persahabatan berpengaruh terhadap online resilience remaja. Implikasi hasil penelitian terhadap cara peningkatan online resilience dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.
N. Fauziah, Nurul. Hartini, W. Hendriani, F. Fajriyanthi
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 227-240; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.227

Abstract:
Keharmonisan keluarga adalah ketahanan keluarga secara sosial psikologis, yang merupakan konsep penting sebagai penentu karakter anak dankepribadian positif anak. Namun, belum ditemukan publikasi validitas alat ukur keharmonisan keluarga di Indonesia. Hanya satu pengukuran keharmonisan keluarga dengan validitas dan reliabilitas yang telah dipublikasikan, yaitu FHS-24 (Family Harmony Scale) oleh Kavikondala et al. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alat ukur keharmonisan keluarga FHS-24 pada responden keluarga di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, yaitu penelitian yang melibatkan beberapa variabel dan melihat hubungan antar variabel. Analisis data penelitian menggunakan metode SEM (Structure Equation Models) dengan CFA (Confirmatory Fit Analysis). Jumlah responden adalah 308 suami istri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil yang diperoleh adalah pengukuran keharmonisan keluarga menggunakan skala keharmonisan keluarga FHS-24 merupakan model yang fit untuk digunakan pada keluarga di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari model structural (hubungan antar aspek menunjukkan angka yang valid) maupun model pengukuran (masing-masing pernyataan menunjukkan angka yang valid). Skala FHS-24 dapat digunakan untuk mengukur keharmonisan keluarga di Indonesia.
H. Puspitawati, D. Defina, M. Musthofa, S. Naina, O.I. Cahayani, Y.N. Rahmah, T. Maulina, A.W. Habsari
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 255-269; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.255

Abstract:
Kemitraan orang tua dan keberfungsian keluarga merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran gender orang tua-remaja dalam fungsi keluarga dan kesejahteraan subjektif remaja antara remaja laki-laki dan perempuan; dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja. Desain penelitian menggunakan cross sectional study melalui metode pengumpulan data non-probability voluntary sampling dengan analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Jumlah contoh penelitian sebanyak 277 keluarga yang mempunyai remaja bersekolah di SMP negeri di Kota Bogor dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Hasil Independent T-Test menunjukkan bahwa peran gender orang tua-remaja dalam pelaksanaan aktivitas fungsi keluarga pada remaja perempuan lebih baik daripada remaja laki-laki, sedangkan tingkat kesejahteraan subjektif pada kedua kelompok remaja tidak berbeda signifikan. Variabel laten karakteristik remaja memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran gender orang tua-remaja. Variabel laten karakteristik keluarga juga memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja secara tidak langsung melalui peran gender orang tua-remaja. Terakhir, variabel laten peran gender orang tua-remaja berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan subjektif remaja. Dengan demikian, orang tua diharapkan mampu menjalankan fungsi keluarga pada remaja tanpa bias gender sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif remaja.
S.N. Azizah, A.N. Salam
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 203-215; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.203

Abstract:
Covid-19 pandemic, which occurred in early 2020, has resulted in more than 50 percent of households experiencing financial difficulties, especially those who rely on personal businesses. This study aims to analyze the effect of working mothers on family economic resilience during the Covid-19 pandemic. This study obtained the primary data by distributing questionnaires to 173 respondents using the purposive sampling technique. The respondents' characteristics are working mothers who work for at least 2 hours per day, are aged 17-70 years, have an income of at least 250 thousand rupiahs per month, are married, and already have children. The approach used is quantitative with Ordinary Least Square (OLS) as the data analysis method. The dependent variable is family economic resilience, and the independent variable is female workers. The results showed that working women could support and contribute to their households in helping meet the daily needs of their families. Thus, working mothers have a positive effect on household economic resilience during the Covid-19 pandemic. For this reason, during the Covid-19 period, a wife's role is needed to contribute to the family economy so that the family's economic resilience remains stable. Furthermore, this research revealed the importance of the government's roles and stakeholders to provide facilities such as working capital for women, availability of employment opportunities for women, and work regulations that support women in balancing their dual roles.
D. Krisnatuti, E.W. Latifah
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 241-254; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.241

Abstract:
Lansia yang mengalami kondisi stres akan berdampak pada kualitas sumber saya manusia di Indonesia. Pandemi Covid-19 mengakibatkan beragam perubahan yang mengakibatkan munculnya stres, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi stres yang dialami oleh lansia dapat memengaruhi kualitas lansia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi, stressor, strategi koping, dan praktek koping terhadap stres pada lansia selama masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitiatif dengan desain cross sectional study yang melibatkan 210 responden berusia lansia. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji tabulasi silang dan uji regresi. Responden perempuan dalam penelitian ini lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden berpendidikan tinggi yaitu tamat Perguruan Tinggi (PT). Lansia dalam penelitian ini mengalami tingkat stres dengan kategori yang rendah sebanyak 93,3 persen meskipun jumlah stres yang dialami akibat pandemi cukup banyak yakni sebanyak 22,9 persen. Stategi koping dan praktek koping yang dilakukan sudah sangat baik dilakukan oleh lansia dalam penelitian ini. Temuan menariknya adalah lansia yang menikah lebih banyak mengalami stres kategori tinggi. Hasil uji regresi juga menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi stres pada lansia secara signifikan selama masa pandemi ialah adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, dan sumber stres. Hasil penelitian ini menyarankankan perlunya keterlibatan dan dukungan keluarga pada keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia lansia.
R. Nurhasana, M. Matsuyuki, C. Hasan, N.M. Shellasih, F.R. Ningtyas, I. Fitrinitia, T. Negama, S. Kuwayama
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 216-226; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.216

Abstract:
The Covid-19 pandemic affects almost all aspects of human life, from the education, transportation, political and economic sectors. Online taxi drivers are the informal sector that has been economically impacted by a decline in income. This study aims to determine the impact of the Covid-19 pandemic on the socio-economic aspects of the resilience of online taxi drivers since the implementation of Large-Scale Social Restrictions (LSSR) as regulated in Governor Special Capital Region Regulation of Jakarta No. 33/2020. The regulation made them experience a decrease in the number of passengers, thus affecting their income. This study uses a qualitative model with a case study design. Data collection was carried out by focus group discussions and in-depth interviews with a total of 4 informants obtained from purposive sampling, then analyzed using content analysis. They experienced a significant decrease in income of up to 60-70 percent per day, compared to before the pandemic. The decline in income and recommendations for social distancing affect the socio-economic aspects of family resilience from online taxi drivers as informal sectors. Therefore, they must look for other income alternatives. Therefore, they need various alternative jobs and assistance.
D. Defina, R. Rizkillah
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 282-295; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.282

Abstract:
Covid-19 has an impact on various areas of life in all walks of life. This condition also has an impact on students, especially in their education. This study aimed to analyze the effect of problems, stress levels, and social support on the coping strategies of international students in Indonesia during the Covid-19 pandemic. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach—data were collected for two months, June-July 2020. The sample of this study was 88 foreign nationals who studied in Indonesia during the Covid-19 period. Findings, students had difficulty taking distance lectures because of weak signals and limited internet quota. Coping strategies used by this research sample in dealing with problems were spiritual support and rebuilding communication with family and friends online. The primary support in solving problems was family, especially parents. More than half of students fell into an average level of stress. The regression test results showed that income had a significant positive effect on coping strategies. This research implication suggests that the findings can be used to understand problems, stress levels, and coping strategies carried out by students during the Covid-19 pandemic to help stakeholders develop programs and policies related to learning problems during the Covid-19 pandemic.
O. Aspary, H. Puspitawati, D. Krisnatuti
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 140-151; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.140

Abstract:
Jakarta memiliki 28.819 kader PKK sampai tingkat Rukun Tetangga (RT) dan 70.902 kelompok dasawisma sebagai role model keluarga sejahtera bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerja sosial dan pasangan, interaksi suami istri, dan kesejahteraan subjektif terhadap kualitas perkawinan pekerja sosial di Provinsi Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Contoh penelitian ini adalah pekerja sosial yang berprofesi sebagai kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat kelurahan pada 10 kecamatan di Jakarta Timur. Sebanyak 100 pekerja sosial yang terdiri atas kelompok lama menikah ≤10 tahun dan >10 tahun dipilih menggunakan teknik disproportional random sampling. Data dikumpulkan dengan metode self-report dan dianalisis dengan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dan SmartPLS (partial least squares). Uji t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan keluarga, pendidikan, interaksi suami istri, kesejahteraan subjektif, dan kualitas perkawinan pada kedua kelompok lama menikah. Rata-rata indeks interaksi suami istri dan kualitas perkawinan lebih tinggi dari kesejahteraan subyektif. Pendidikan dan pendapatan keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap interaksi suami istri. Kesejahteraan subjektif dan interaksi suami istri berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas perkawinan. Interaksi suami istri melalui kesejahteraan subjektif berpengaruh secara tidak langsung terhadap kualitas perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh lama menikah terhadap kualitas perkawinan.
I. Subaida, F.N. Hakiki
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 152-163; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.152

Abstract:
Pendapatan masyarakat Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo sebagai petani yang hanya diperoleh pada saat musim panen menuntut untuk dapat melakukan perilaku perencanaan investasi dengan baik. Beberapa hal yang dapat memengaruhi perilaku perencanaan investasi adalah pengetahuan keuangan dan pengalaman keuangan. Pengetahuan keuangan dapat digunakan untuk memecahkan masalah keuangan. Pengalaman keuangan adalah pengalaman seseorang yang dapat dijadikan proses belajar dalam pengelolaan keuangan sehingga dapat menghasilkan sebuah keputusan keuangan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh financial knowledge dan financial experience terhadap perilaku perencanaan investasi yang dimoderasi oleh self-control. Penelitian merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada keluarga di Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Teknik pengambilan contoh menggunakan purposive sampling. Contoh akhir yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 35 keluarga. Pengujian yang dilakukan berupa statistik deskriptif, outer model, dan inner model. Pengujian hipotesis baik pengaruh langsung maupun pengujian moderasi dilakukan dengan menggunakan Warp PLS. Hasil penelitian menunjukkan financial knowledge berpengaruh pada perilaku perencanaan investasi; financial experience berpengaruh terhadap perilaku perencanaan investasi; dan self-control bukan variabel moderasi hubungan antara financial knowledge dan financial experience terhadap perilaku perencanaan investasi.
A.T.N. Afriliani, V. Adriany, H. Yulindrasari
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 164-175; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.164

Abstract:
Indonesia merupakan salah satu negara pengirim Pekerja Migran Perempuan (PMP) terbesar di Asia Tenggara. Ibu yang memutuskan untuk menjadi PMP akan menyebabkan terjadinya perubahan peran dan fungsi ayah khususnya dalam aspek pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran pengasuhan ayah di keluarga PMP. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui teknik wawancara terbuka yang dilakukan kepada 3 orang ayah yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ayah mampu bertukar peran dengan ibu untuk menjadi pengasuh anak usia dini. Hal ini menepis banyak pendapat bahwa ayah tidak mampu mengasuh anak yang masih berusia dini. Keterampilan pengasuhan merupakan suatu keterampilan yang dapat dipelajari seiring dengan berjalannya waktu, bukan keterampilan yang selama ini sering dianggap sebagai tugas bawaan atau kodrati. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa peran gender merupakan sesuatu yang dapat dipertukarkan dan lebih cair terutama dalam keluarga pekerja migran perempuan. Meskipun demikian, idealisasi konstruksi gender tradisional pun masih cukup kuat. PMP masih dimaknai sebagai pencari nafkah sekunder meskipun sebetulnya mereka yang menjadi pencari nafkah utama. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi kepada pengembangan materi pengasuhan bagi anak usia dini, terutama yang berhubungan dengan konsep pembinaan dan pembentukan karakter dalam diri seorang anak.
L. Nadhifah, H. Puspitawati, Defina Defina
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 116-128; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.116

Abstract:
Data BPS untuk tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa petani Indonesia sudah sejahtera dengan nilai tukar petani mencapai >100. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh peran gender dan interaksi suami-istri terhadap indeks kebahagiaan keluarga petani. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Pengumpulan data primer menggunakan teknik wawancara melalui kuesioner. Pada penelitian ini, sampel dipilih secara purposive di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kriteria suami adalah bekerja sebagai petani padi sawah serta istri bekerja yang menghasilkan uang. Jumlah sampel 70 orang. Hasilnya, kategori untuk variabel peran gender, interaksi suami-istri, serta indeks kebahagiaan keluarga petani adalah sedang. Ada perbedaan peran gender serta interaksi suami-istri keluarga petani setiap masanya. Data uji regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh usia suami, pendapatan per kapita keluarga, serta interaksi suami-istri terhadap indeks kebahagiaan keluarga petani. Semakin tinggi usia suami, semakin besar pendapatan per kapita dan semakin intens interaksi suami-istri, semakin sejahtera keluarga petani. Implikasi penelitian adalah perlunya peningkatan indeks kebahagiaan petani melalui peningkatan pendapatan per kapita dan interaksi keluarga.
R. Aziz, R. Mangestuti
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 129-139; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.129

Abstract:
Keharmonisan keluarga merupakan tujuan dari setiap pernikahan yang dapat dicapai dengan adanya usaha dari pasangan suami istri untuk saling mencintai dan mengembangkan perilaku spiritual dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran spiritualitas sebagai variabel moderator yang mampu memperkuat hubungan antara cinta dan keharmonisan keluarga. Data diperoleh dari 410 pasangan suami istri (205 suami dan 205 istri) di tujuh kota (Malang, Surabaya, Pasuruan, Jember, Blitar, Batu, dan Jombang) yang ada di Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui alat ukur The Family Harmony Scale, The Triangular of Love Scale, dan Daily Spiritual Experience Scale. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa cinta berpengaruh signifikan terhadap keharmonisan keluarga (β=0,625 p<0,01), dan spiritualitas mampu menjadi variabel yang memperkuat hubungan antara cinta dengan keharmonisan keluarga (β=0,688 p<0,01). Hasil penelitian ini berimplikasi bahwa memupuk perasaan cinta pada pasangan suami istri dapat mewujudkan keharmonisan dan untuk memperkuat hubungan tersebut maka pasangan perlu mengembangkan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
I. Pratama, Ernah Ernah
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 176-188; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.176

Abstract:
Proses keputusan pembelian konsumen merupakan suatu kemungkinan tindakan yang dapat terjadi dan berhubungan dengan berbagai hal seperti faktor budaya dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen, proses keputusan pembelian, serta hubungan faktor budaya dan sosial dengan proses keputusan pembelian minyak goreng sawit warga Korea. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel penelitian sebanyak 42 responden yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah ibu rumah tangga yang memiliki pendapatan bulanan keluarga sebesar >Rp50.000.000,00. Frekuensi pembelian minyak goreng adalah sebulan sekali dengan kuantitas sebanyak 1-2 liter. Alasan utama konsumen melakukan proses pembelian adalah untuk memperoleh produk berkualitas baik dengan harga terjangkau. Sumber informasi diperoleh dari toko dengan jenis informasi yang menjadi fokus utamanya adalah kualitas. Konsumen merasa puas dan berniat membeli kembali minyak goreng sawit. Faktor budaya memiliki hubungan yang signifikan, positif, dan kuat dengan keputusan pembelian sementara faktor sosial memiliki hubungan yang signifikan, positif, dan rendah dengan keputusan pembelian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi mengenai perilaku Konsumen Korea khususnya dalam proses keputusan pembelian minyak goreng sawit.
N.N. Adiwinata, U. Sumarwan, M. Simanjuntak
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 189-202; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.189

Abstract:
Pada masa pandemi Covid-19, terjadi perubahan gaya hidup masyarakat salah satunya pada pola perilaku konsumsi kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perilaku konsumsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perceived behavioral control, motivasi, dan gaya hidup dan merumuskan implikasi menajerial yang dapat digunakan oleh para produsen kopi untuk mampu memasarkan produknya pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner secara online menggunakan media sosial. Pada penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengambil contoh adalah voluntary sampling sebanyak 200 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif signifikan antara motivasi dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen. Tidak terdapat pengaruh signifikan antara perceived behavioral control terhadap perilaku konsumsi. Implikasi manajerial yang dapat digunakan oleh para produsen kopi adalah produsen selalu konsisten menjaga mutu produk, selalu menggunakan inovasi terbaru pada produk minuman kopi agar lebih bervariasi, dan meningkatkan promosi produknya dengan memanfaatkan media sosial atau acara atau promo.
Remiswal Remiswal, D. Samad, A.J. Firman
Published: 31 May 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 102-115; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.102

Abstract:
Pelaksanaan pendidikan keluarga pada Kampung KB di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatra Barat untuk mengatasi masalah kependudukan belum pernah dievaluasi sejak dicanangkan tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan keluarga pada Kampung KB di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi evaluatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif di Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Solok yang dipilih secara purposif pada tahun 2018 pada periode bulan Juli hingga Oktober. Sumber data dalam penelitian ini meliputi OPD-KB Kab/Kota, PLKB, Ketua, Kader, dan seksi Kampung KB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua PKK dan 50 PUS yang ditentukan secara systematic random sampling pada masing-masing Kampung KB. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian: pertama, pembinaan dan penggerakkan pendidikan keluarga oleh pengelola program Kampung KB masih belum memperlihatkan posisi sentral dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan teknis keluarga. Kedua, sarana dan prasarana pendidikan keluarga pada setiap Kampung KB masih belum terealisasi dengan semestinya. Ketiga, langkah dan upaya strategis dari Pemerintah belum terlihat untuk pencapaian indikator program Kampung KB dalam pelaksanaan pendidikan keluarga. Keempat, PUS memiliki pengetahuan dan partisipasi pada setiap kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh Kampung KB. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya komitmen dan sinergi pemerintah, pengelola, masyarakat, dan stakeholder dalam menyukseskan pendidikan keluarga pada Kampung KB.
A. Nuraini, N. Hartini
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 27-39; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.27

Abstract:
Ketidaksiapan keluarga terhadap perubahan peran menjadi caregiver, kurangnya pengetahuan terhadap prosedur perawatan, serta beban dan tanggung jawab terhadap perawatan pasien kanker payudara menyebabkan stres pada keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap penurunan stres pada family caregiver pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan single-subject design pada dua orang subjek penelitian. Sebelum proses terapi, masing-masing subjek diberikan skala perceived stress (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres sebelum proses terapi kemudian pada setiap sesi terapi masing-masing subjek diberi skala perceived stress kembali untuk mengukur perubahan tingkat stres pada setiap sesinya. Analisis data menggunakan visual analisis, analisis inferensia untuk uji perbedaan dengan wilcoxon signed rank test, dan Percentage of Non-overlapping Data (PND) untuk mengetahui effect size. Hasil analisis data menunjukkan nilai effect size sebesar 1 (>0,90) yang berarti ACT mampu menurunkan stres kedua subjek dengan kategori efektivitas sedang hingga sangat efektif. Melalui penerapan ACT, family caregiver mampu memaknai situasi stres dengan lebih positif sehingga muncul penerimaan dan komitmen yang baik dalam perannya sebagai caregiver pasien kanker payudara.
D. Kumalasari, E. Fourianalistyawati
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 52-62; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.52

Abstract:
Studi terdahulu menemukan sejumlah faktor yang memengaruhi mindful parenting secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor objektif dan subjektif terhadap mindful parenting pada ibu di Indonesia. Kognisi pengasuhan dalam penelitian ini terdiri atas kognisi pengasuhan positif yang diwakili oleh rasa kompeten pengasuhan dan kognisi pengasuhan negatif yang diwakili oleh atribusi berpusat pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 171 ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih melalui teknik insidental sampling. Berdasarkan analisis regresi berganda, didapatkan hasil bahwa kognisi pengasuhan yang positif dalam bentuk rasa kompeten pengasuhan dan kognisi pengasuhan negatif dalam bentuk atribusi berpusat pada orang tua dapat memprediksi mindful parenting pada ibu di Indonesia. Sementara itu, faktor-faktor objektif yang meliputi usia ibu, tingkat pendidikan, dan pengetahuan tentang pengasuhan efektif ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap mindful parenting. Hal ini mengindikasikan bahwa pembentukan kognisi pengasuhan yang positif dan menghindari kognisi pengasuhan yang negatif dapat meningkatkan keterampilan mindful parenting. Untuk itu, orang-orang di sekeliling ibu juga diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para ibu agar merasa kompeten di dalam mengasuh anak.
E. Sunarti, R. Rizkillah, F.A. Hakim, N. Zakiya, R. Damayanti
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 1-13; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.1

Abstract:
Keluarga dan pekerjaan menjadi dua hal penting dalam keseharian manusia yang perlu dikelola dengan baik untuk mencapai tugas dan tujuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya keluarga (MSDK) dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga yang dilakukan oleh istri pada keluarga dengan suami istri bekerja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 160 contoh dari keluarga dengan suami istri bekerja yang dipilih melalui stratified non proportional random sampling di Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan konflik kerja-keluarga pada keluarga dengan istri yang bekerja >8 jam/hari lebih tinggi dibandingkan dengan istri yang bekerja ≤8 jam/hari. Sedangkan MSDK istri yang bekerja di sektor formal lebih tinggi dibandingkan istri yang bekerja di sektor informal. Uji regresi menunjukkan MSDK dan pendidikan istri memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pemenuhan tugas keluarga. Penelitian ini menunjukkan pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap tugas keluarga memiliki sumbangan yang lebih besar pada istri yang bekerja di sektor formal dibandingkan sektor informal. Sedangkan berdasarkan jam kerja, pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga lebih besar dicapai oleh istri yang bekerja ≤8 jam/hari.
M.T. Asprilia, A.E. Hami
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 76-87; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.76

Abstract:
Mayoritas konsumen di Indonesia membeli produk mewah untuk meningkatkan kualitas diri dan status sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi nilai finansial, fungsional, individual, dan sosial yang muncul sebagai nilai dominan dalam mempersepsi nilai mewah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 120 pengguna tas branded di Indonesia yang didapat menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan dikaji lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi produk mewah di Indonesia berdasarkan nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan tiga budaya terbesar yang menggunakan tas branded di Indonesia merupakan suku Jawa, Sunda, dan Minangkabau. Berdasarkan ketiga budaya tersebut, nilai finansial merupakan nilai dominan dalam membentuk persepsi nilai mewah. Nilai dominan yang membentuk persepsi nilai mewah memiliki pola serupa pada budaya Jawa dan Minangkabau. Budaya Jawa dan Minangkabau menunjukkan nilai dominan pada nilai finansial yang diikuti dengan nilai fungsional, individual, dan sosial secara berurutan. Perbedaan pola terlihat pada budaya Sunda dengan nilai dominan pada nilai finansial yang diikuti dengan nilai sosial, fungsional, dan individual secara berurutan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu strategi pemasaran yang lebih spesifik dan sensitif terhadap kebutuhan konsumen.
A.N. Ramadhita, M. Ekayani, S. Suharti
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 88-100; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.88

Abstract:
Konsep prasmanan pada restoran hotel merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya food waste, hal ini didasarkan karena adanya perbedaan preferensi konsumen dalam menentukan jenis dan porsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pengetahuan objektif konsumen resto hotel terhadap isu food waste. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratori kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini melibatkan 363 mahasiswa dan pekerja yang pernah mengunjungi restoran hotel berkonsep prasmanan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Hotel Amaris, Kota Bandung. Sampel limbah dan komposisi makanan diambil dengan menggunakan metode pengumpulan dan analisis berdasarkan SNI 1903964-1994. Kuesioner dalam bentuk Google Form didiseminasi melalui WhatsApp Group. Selanjutnya, data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan grafik. Hasil kajian menunjukkan, hanya sebagian responden yang mengetahui isu food waste. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan pihak pemangku kebijakan serta penelitian lanjutan dalam meningkatkan pengetahuan terkait food waste kepada konsumen untuk mencegah timbulnya food waste di resto hotel.
M. Damayanti, E. Djuwita
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 63-75; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.63

Abstract:
Banyak orang tua memercayai hukuman fisik tepat digunakan sebagai strategi yang efektif untuk mendisiplinkan anak sehingga membuat siklus penerapan hukuman fisik tidak terputus pada generasi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman menerima hukuman fisik dan perbedaan jenis kelamin terhadap penerimaan mitos dan intensi menggunakan hukuman fisik pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 123 remaja berusia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah dan berdomisili di Jawa Barat. Pengalaman hukuman fisik diukur menggunakan Parent-Child Conflict Tactic Scale (CTSPC) dan penerimaan mitos hukuman fisik diukur menggunakan Corporal Punishment Myth Scale (CPMS). Uji analisis jalur menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin secara signifikan (β=-5,306; p<0,05) berpengaruh pada penerimaan mitos hukuman fisik dengan hasil remaja laki-laki memiliki penerimaan mitos hukuman fisik yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Sedangkan pengalaman hukuman fisik tidak memengaruhi penerimaan mitos hukuman fisik pada remaja. Hasil analisis jalur juga menunjukkan bahwa mitos hukuman fisik berpengaruh terhadap intensi penggunaan hukuman fisik. Hasil penelitian dapat digunakan untuk memahami alasan tidak terputusnya siklus hukuman fisik dan dapat membantu praktisi dalam pembuatan modul parenting terkait strategi disiplin.
U.T. Wijayanti
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 14-26; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.14

Abstract:
Tingkat perceraian di Kabupaten Banyumas pada masa pandemi Covid-19 dan menuju new normal tercatat mengalami peningkatan sebesar 48 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Objek penelitian berupa data kasus perceraian bulan Maret s.d Juni 2020. Jumlah sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data menggunakan distribusi frekuensi dengan nilai modus untuk menentukan kecenderungan data. Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum penggugat perceraian merupakan perempuan yang memiliki karakteristik berusia muda, berpendidikan rendah, tidak bekerja, usia perkawinan kurang dari lima tahun, dan baru memiliki satu anak. Faktor yang melatarbelakangi pasangan suami istri bercerai karena faktor ekonomi. Lebih lanjut, program yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yaitu perlu ada sosialisasi yang intens tentang persiapan kehidupan berkeluarga bagi calon pasangan muda khususnya dalam aspek ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar para pasangan muda yang ingin memulai berkeluarga dapat membangun ketahanan keluarga yang optimal sehingga mampu mencegah terjadinya perceraian.
R.P. Adiati
Published: 1 January 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 40-51; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.40

Abstract:
Kepuasan hidup masyarakat Indonesia pada saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor pendapatan dan kondisi keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan gaya penggunaan uang terhadap kepuasan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 831 responden yang dipilih menggunakan teknik convenient sampling. Analisis data dilakukan dengan software G*Power untuk melihat effect size dan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software JASP versi 0.8.6. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jumlah pendapatan, jumlah pengeluaran konsumtif, dan jumlah aset memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan hidup. Gaya penggunaan uang dengan hemat dan berhati-hati memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan hidup, sementara gaya menghabiskan uang dan menggunakan uang secara sia-sia tidak memiiki pengaruh signifikan terhadap kepuasan hidup. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan uang secara terkontrol, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun menabung untuk kebutuhan di masa depan, dapat meningkatkan kepuasan hidup seseorang. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan berfokus pada cara dan gayanya di dalam memanfaatkan uang.
T. Herawati, D.K. Pranaji, R. Pujihasvuty, E.W. Latifah
Published: 1 September 2020
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 13, pp 213-227; https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.213

H. Puspitawati, M. Sarma, Elmanora Elmanora, Y. Azizah
Published: 1 September 2020
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 13, pp 199-212; https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.199

A.P. Satrianingrum, E. Andriyanti
Published: 1 September 2020
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 13, pp 239-249; https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.239

Z.M. Villa, E. Sunarti, I. Muflikhati
Published: 1 May 2020
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 13, pp 151-162; https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.2.151

R. Hendarsyah, U. Sumarwan, L.N. Yuliati
Published: 1 May 2020
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 13, pp 187-198; https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.2.187

H. Puspitawati, M. Sarma, T. Herawati, L.N. Yuliati, Y. Azizah
Published: 1 May 2020
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 13, pp 99-111; https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.2.99

, Ujang Sumarwan, Lilik Noor Yuliati, Hari Wijayanto
Published: 1 September 2019
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 12, pp 260-271; https://doi.org/10.24156/jikk.2019.12.3.260

Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top