Refine Search

New Search

Results: 32

(searched for: publisher_group_id:22406)
Save to Scifeed
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Yulianda Putri Rahmawati, Mohammad Salehudin
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 112-122; https://doi.org/10.53621/jider.v1i3.67

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana memaksimalkan suatu pembelajaran pada abad ini. Ada beberapa konsep pembelajaran abad 21 yang harus dimiliki oleh dunia pendidikan sekarang ialah 21 stCentury Skills (keterampilan abad 21), Scientific Approach (pendekatan saintifik) dan Auntentik Assessment (penilaian autentik). Dari ketiga metode tersebut yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan agar dapat bertahan dan menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sepenuhnya difokuskan oleh peserta didik dan di dukung oleh guru dalam mengembangkannya ialah “keterampilan abad 21”. Keterampilan terdiri dari 1) Communication (Komunikasi); 2) Critical Thinking (Berpikir Kritis); 3) Collaboration (Kolaborasi); 4) Creativity (Kreatifitas) atau biasa disebut dengan 4C. tentunya degan hal ini dapat memberikan pengaruh yang hebat guna pemuda (generasi penerus) dalam menantang sebuah acuan kehidupan revolusi 4.0 (abad 21) dan tentunya peserta didik akan menjadi manusia pemikir, terampil serta sadar informasi, pengetahuan maupun teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa optimalnya pembelajaran abad 21 di tingkat SMP dan SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan diatur dengan model survey. Populasi dan sampel didapatkan menggunakan teknik random sampling dengan menunjuk beberapa guru dan pelajar ditingkat SMP dan SMA untuk dijadikan responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sedikit responden yang menyatakan ketidak setujuannya dalam penerapan keterampilan 4C dan terdapat 32 dari 45 responden yang menyatakan persetujuannya dalam penerapan keterampilan 4C. Sehingga dalam menerapkan keterampilan tersebut dapat dikatakan maksimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana memaksimalkan suatu pembelajaran pada abad ini. Ada beberapa konsep pembelajaran abad 21 yang harus dimiliki oleh dunia pendidikan sekarang ialah 21 stCentury Skills (keterampilan abad 21), Scientific Approach (pendekatan saintifik) dan Auntentik Assessment (penilaian autentik). Dari ketiga metode tersebut yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan agar dapat bertahan dan menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sepenuhnya difokuskan oleh peserta didik dan di dukung oleh guru dalam mengembangkannya ialah “keterampilan abad 21”. Keterampilan terdiri dari 1) Communication (Komunikasi); 2) Critical Thinking (Berpikir Kritis); 3) Collaboration (Kolaborasi); 4) Creativity (Kreatifitas) atau biasa disebut dengan 4C. tentunya degan hal ini dapat memberikan pengaruh yang hebat guna pemuda (generasi penerus) dalam menantang sebuah acuan kehidupan revolusi 4.0 (abad 21) dan tentunya peserta didik akan menjadi manusia pemikir, terampil serta sadar informasi, pengetahuan maupun teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa optimalnya pembelajaran abad 21 di tingkat SMP dan SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan diatur dengan model survey. Populasi dan sampel didapatkan menggunakan teknik random sampling dengan menunjuk beberapa guru dan pelajar ditingkat SMP dan SMA untuk dijadikan responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sedikit responden yang menyatakan ketidak setujuannya dalam penerapan keterampilan 4C dan terdapat 32 dari 45 responden yang menyatakan persetujuannya dalam penerapan keterampilan 4C. Sehingga dalam menerapkan keterampilan tersebut dapat dikatakan maksimal.
Ramdhani
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 100-105; https://doi.org/10.53621/jider.v1i3.59

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokok bahasan Taubat MTs Al-Hidayah Sungai Tabukan pada siswi kelas VII B pada semester I tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang ingin mengungkap seberapa tinggi tingkat efektifitas pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokak bahasan Taubat pada siswi kelas VII. Lokasi penelitian tindakan ini adalah Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Sungai Tabukan, kelas VII B semester I terdiri dari 14 siswi. Hasil penelitian menemukan bahwa pembelajaran materi taubat dengan menggunakan metode Saintifik/inquiry pada siswi kelas VII B dirasa dapat meningkatkan proses pembelajaran materi taubat. Dimana dapat dilihat dari peningkatan rata-rata perolehan skor dari siklus 1 sebesar (85%) dan meningkat pada siklus 2 sebesar (95%).
Mohammad Roni, Melvy Karenia Putri, Juhaeni Juhaeni, Ninik Mahyuni, Safaruddin Safaruddin
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 130-135; https://doi.org/10.53621/jider.v1i3.73

Abstract:
Penelitian ini dilakukan di MI NAHDATUL ULAMA’ NGINGAS WARU SIDOARJO. Penilitian ini uga bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media berbasis visual yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa dalam proses pembelajaran. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil Penelitian yang telah diperoleh bahwa terdapat siswa yang tidak memiliki semangat belajar yang tinggi ketika guru hanya mengandalkan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran, oleh karena itu guru diharapkan menggunakan media agar siswa dapat bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan di kelas IV MI NAHDATUL ULAMA’ NGINGAS WARU SIDOARJO, implementasi media visual sangat berperan dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Implemetasi media visual Juga berpengaruh dalam proses belajar mengajar yaitu dengan meningkatnya semangat siswa sehingga tujuan pembelajaran mudah dicapai. Media visual juga bisa dijadikan sebagai alat yang membantu proses pembelajaran. Sehingga guru yang telah memilih media dengan tepat dan sesuia dengan materi serta prosedur yang ada diaharapkan siswa dapat menerima materi yang diajarkan oleh guru secara sempurna.
Said Zulfikar
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 106-111; https://doi.org/10.53621/jider.v1i3.70

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman serta menyelesaikan latihan pembelajaran terhadap pendidik dan untuk mendapatkan data tentang pemanfaatan website dan internet sebagai pengembangan pembelajaran di sekolah. Sasaran mendasar dari penelitian tersebut adalah untuk memutuskan pemanfaatan model pembelajaran yang menggunakan model berbasis website dan internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur atau penelitian perpustakaan, membaca dan memeriksa beberapa artikel nasional untuk menjawab tujuan penelitian tersebut. Hasil penelitian menemukan pengertian, pemanfaatan, kekurangan website dan internet dalam pembelajaran. Hal ini sangat mempengaruhi pengajar dalam menyampaikan materi ajar terhadap pendidik yang telah diputuskan, serta dapat diterima sesuai dengan sarana dalam model pembelajaran. Sehingga dapat memberikan waktu kepada pendidik untuk berpikir dalam sistem pembelajaran. Demikian pula dengan latihan pembelajaran, pendidik memiliki pilihan untuk mengikuti sistem pembelajaran dengan baik dan penuh semangat menggunakan website dan internet sebagai bahan untuk mengungkap data. Hal ini terlihat dari korelasi jika mereka tidak menggunakan website dan internet dalam menggali data, maka mereka pada umumnya akan mengalami keterlambatan dalam memahami pembelajaran.
M. Rijal
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 123-129; https://doi.org/10.53621/jider.v1i3.71

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembiasaan tadarrus dapat meningkatkan Kedisplinan siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam Kelas 8.A di SMP Negeri 9 Balikpapan. Penelitian ini dirancang dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang disebut classroom action research, prosedur pelaksanaan tindakan kelas dalam penelitian ini diatur dalam skenario model penelitian tindakan kelas dengan rancangan distrukturkan dalam dua siklus, dimana Siklus I merupakan prerekuiset dari siklus berikutnya. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan (langkah), yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi, Hasil penelitian menemukan adanya peningkatan persentase kedisplinan belajar siswa pada pelajaran PAI pada saat pembelajaran, sebelum tindakan sebesar 30% (3 siswa) menjadi 50% (10 siswa) pada siklus I, dan pada siklus II meningkat menjadi 80% (8 siswa). Pada awal siklus terdapat beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran, tetapi setelah diadakan refleksi dan perbaikan maka proses pembelajaran pada siklus II dapat mencapai keberhasilan sesuai target yang diharapkan. Jadi semua indikator kinerja telah tercapai, maka hipotesis tindakan yang berbunyi “Bahwa melalui pembiasaan tadarrus dapat meningkatkan kedisplinan belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas VIII.A SMP Negeri 9 Balikpapan.
Nyiayu Fahriza Fuadiah, Marhamah Marhamah, Eka Fitri Puspa Sari, Jumroh Jumroh, Lusiana
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 152-160; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.54

Abstract:
Perkembangan dunia pendidikan berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masa pandemi covid-19 membuat semua aspek kehidupan melakukan perubahan termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan informasi yang semakin canggih ini dapat memberikan kemudahan bagi siswa, karena dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran. Oleh Karena itu, seorang pendidik harus memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi dan mengembangkan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang sesuai di era digital adalah video pembelajaran. Pembuatan video pembelajaran menuntut guru untuk memiliki video sendiri yang akan dikembangkan. mengembangkan video pembelajaran merupakan hal yang penting bagi seorang pendidik. Namun, tidak setiap pendidik dapat melaksanakannya dikarenakan keterbatasan keterampilan dalam menggunakan aplikasi komputer. Bahkan tidak sedikit guru yang belum pernah membuat video pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan dan membekali guru tentang video pembelajaran serta membantu guru mengembangkan video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam membuat video pembelajaran sehingga memberikan dampak terhadap kinerja guru.
M. Raynaldi Rosyidi Zamil, Putrie Syifa Udyaningsih
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 63-73; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.9

Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, serta mempelajari lebih dalam terkait pembelajaran IPA Terpadu model connected di Indonesia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan cara studi literatur mengenai penelitian yang relevan mulai dari penelitian tahun 2012 sampai dengan penelitian tahun 2021. Berdasarkan kajian 30 penelitian yang relevan terkait pembelajaran IPA Terpadu model connected di Indonesia, menunjukkan hasil yang positif terkait dengan perkembangan pembelajaran, mulai dari meningkatnya minat belajar siswa, meningkatkan pemahaman, hasil belajar. Pada pembelajaran, IPA Terpadu memiliki peranan yang baik dan, sebab itu IPA Terpadu model connected dapat menjadi alternatif di dalam kelas pada saat pelaksanaan belajar- mengajar.
Wahyu Nugroho, Angga Setiawan, Bima Nur Romadhoni
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 141-151; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.64

Abstract:
Sebagai bentuk kesadaran dalam mengoptimalkan pembelajaran pada masa peralihan setelah pandemi covid-19 para pendidik perlu mengambil peran lebih awal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar dengan mengadakan pelatihan dalam bentuk pengabdian masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah upaya nyata untuk mengoptimalkan pembelajaran blended learning berbantuan learning system managemen Google Classroom untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru dengan menjalin kerjasama sesuai dengan instansi sasaran. Kegiatan pelatihan ini ada karena kondisi di satuan pendidikan yang belum pernah tersentuh pelatihan dalam peningkatan kualitas pembelajaran blanded berbantuan LMS. Metode yang digunakan dalam pengoptimalisasi pembelajaran blanded adalah cermah, diskusi, praktik implementasi aplikasi Google Classroom yang terakomodasi dengan face to facehome visit(blended). Sasaran Pengabdian masyarakat ini meliputi pendidik dan tenaga kependidikan di SDN 1 Ngares dan SDN 2 Ngares kabupaten Trenggalek sejumlah 15 guru, 2 operator dan 3 staf karyawan sekolah. Hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan keterampilan guru dalam mengoptimalkan blanded learning berbantuan google classroom, sehingga nantinya memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran guru.
Dema Yulianto, , Rosa Imani Khan, Ridwan
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 92-101; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.45

Abstract:
Efektivitas peningkatan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis elektronik yaitu dengan pembelajaran e-learning yang dapat diterapkan kedalam beberapa mata kuliah. SPADA Indonesia adalah salah satu program e-learning Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. Tujuan pelaksanaan SPADA adalah untuk memberikan panduan bagi para Dosen dalam merancang pembelajaran secara blended leaning yang menarik untuk mata kuliah daring. Metode pelaksanaan terdiri atas observasi awal, observasi lanjutan, forum group discussion, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dengan kombinasi ceramah, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbentuk pelatihan. Pelatihan ini menghadirkan pembicara yang memiliki keahlian di bidang Psikologi Pendidikan dan PAUD, dan dihadiri Dosen-Dosen program studi Pendidikan Guru PAUD. Selama pelaksanaan kegiatan, tidak didapatkan kendala yang berarti. Interaksi diantara rekan Dosen lainnya dalam praktik dapat terlihat bahwa para Dosen senang mendapatkan metode belajar mengajar yang lebih efisien. Implikasi dari kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan topik yang sama yaitu Learning Management System (LMS) akan tetapi dengan penguasaan materi yang lebih mendalam, waktu yang lebih lama, dan juga dengan menambah peserta kegiatan yaitu mahasiswa.
Erma Perwitasari, Harsiti, Vidila Rosalina
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 133-140; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.66

Abstract:
Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir 10 bulan di tahun 2020 ini, secara nyata berdampak pada perekonomian negara negara di dunia termasuk Indonesia. Telah menjadi fakta bahwa kemampuan perusahaan semakin kurang menyerap tenaga kerja sementara jumlah para pencari kerja semakin bertambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan inspirasi kreativitas usaha, memperkenalkan strategi pemasaran produk serta menginisiasi kelahiran wirausahawan muda di kalangan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Mathla'ul Anwar, Pandeglang. Pelatihan ini dilaksanakan melalui zoom sebagai media penyampai secara daring karena waktu pelaksanaan bersamaan dengan berlakunya PSBB di wilayah Banten. Materi pelatihan yang disampaikan adalah konsep pemasaran produk, berbagai jenis pemasaran, fungsi pemasaran dan strategi pemasaran produk. Dari hasil angket yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan, para peserta lebih memahami berbagai strategi pemasaran produk. Kendala yang dialami selama pelaksanaan acara adalah jaringan internet yang tidak stabil. PKM kewirausahaan lanjutan sebaiknya menghadirkan wirausahawan yang berpengalaman lapangan, sehingga peserta mendapatkan referensi lebih mengarah pada alternatif pemecahan masalah.
Ega Safitri, Titin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 74-80; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.12

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kelayakan media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (2) respons terhadap media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (3) hasil belajar setelah menerapkan media pembelajaran dengan video animasi powtoon. Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab kelayakan media, respons, dan hasil belajar setelah menerapkan media pembelajaran dengan video animasi powtoon. Penelitian terdahulu yang sudah terkumpul selanjutnya dikompilasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai pengembangan media pembelajaran dengan video animasi powtoon. Hasil penelitian (1) media pembelajaran dengan video animasi powtoon dikatakan layak karena memenuhi aspek-aspek kevalidan media terhadap video animasi powtoon dengan persentase rata-rata penialain validasi ≥ 61% - 100% dengan kualitatif baik hingga sangat baik, (2) respons terhadap media pembelajaran dengan video animasi powtoon dikatakan baik karena responden menunjukkan ketertarikan terhadap media dengan persentase rata-rata peniaian hasil respons ≥ 61% - 100% dengan baik hingga sangat baik, (3) media pembelajaran dengan video animasi powtoon yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah media pembelajaran dengan video animasi powtoon yang telah memenuhi aspek kelayakan media serta hasil uji penerapan media menunjukkan peningkatan hasil belajar setelah menerapkan video animasi powtoon.
Elpisah, Andi Tenri, Andi Bida, Sitti Hajar, Putri Athirah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 110-117; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.61

Abstract:
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tambahan mengenai pemanfaatan jamur tiram yang sangat bermanfaat dan dapat bernilai ekonomis. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dalam bentuk praktek. Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan secara klasikal, semua peserta mengikuti materi yang disampaikan dengan cara ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pelatihan pembuatan jamur tiram crispy adalah: para guru dan murid dapat memahami dan mengerti mengenai langkah-langkah dalam pembuatan produk olahan jamur tiram yakni jamur tiram crispy, para guru dapat mengolah sendiri produk dari jamur tiram yaitu jamur tiram crispy yang sudah dipraktekkan, Masyarakat mempunyai inovasi sendiri kedepannya untuk membuat produk olahan dari jamur tiram, selain menjadi kamur tiram crispy juga dapat dibuat nugget dan olahan lainnya, Dapat menjadikan olahan produk jamur tiram sebagai usaha kecil menengah dan dapat menyokong perekonomian terutama dapat menambah penghasilan untuk guru-guru karena dapat dibuat dengan mudah dan dengan bahan alami yang mudah didapatkan.
Angga Setiawan, Herlina Puji Utami, Putri Datalia Jatayu
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 81-91; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.68

Abstract:
Industri keripik tempe di Kelurahan Ngantru tidak dapat berkembang secara siginifikan diakrenakan terdapat industri lain yang berada di Desa Bendorejo yang lokasinya lebih strategis di pinggir jalan nasional dan pemasaran keripik tempe di Kelurahan Ngantru sangat terbatas untuk pemenuhan pasar lokal serta kondisi tersebut diperparah pada masa pandemi covid-19. Salah satu solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan tentang pemasaran industri keripik tempe yaitu melalui pemasaran secara online. Hasil yang diperoleh setelah mengimplementasikan pemasaran secara online kepada pengusaha UMKM keripik tempe adalah adanya perubahan pola pikir dan kesadaran pengusaha keripik tempe untuk menjual keripik tempe, pengetahuan pengusaha tentang strategi pemasaran berbasis online melalui e-commerce atau market place meningkat, jangkauan pasar pemasaran keripik tempe semakian meluas tidak hanya pemenuhan pasar lokal dan perubahan omset penjualan yang semakin naik dikarenakan kenaikan permintaan pasar yang tidak hanya pasar lokal namun juga pasar nasional. Tata kelola manajemen pemasaran semakin baik dengan dibentuknya paguyupan pengusaha keripik tempe yang bertujuan untuk melakukan diskusi secara rutin, baik dengan antar pengusahana, kelurahan, maupun pemerintahan Kabupaten Trenggalek.
Hudiono, Mochammad Taufik, Aad Hariyadi, Ridho Hendra Yoga Perdana, Amalia Eka Rakhmania
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 102-109; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.53

Abstract:
Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada pelajar-pelajar yang merasa kurang menerima pelajaran agama Islam di sekolah. Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Hikmah di kelurahan Buring, kecamatan Kedungkandang, kota Malang yang sudah lama berdiri sejak tahun 2014, tetapi sarana dan prasarana terkait proses pembelajaran yang dimilikinya sangat terbatas sehingga Pengajar di dalam memberikan materi belajar siswa masih menggunakan metode tradisional menggunakan papan tulis. Penggunaan sarana multimedia dapat menjadi pendukung untuk menerapkan sistem pembelajaran baru tanpa harus meninggalkan sistem tradisional. Adanya pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengajar untuk menggunakan perangkat audio visual sehingga dapat memperbaiki kualitas pembelajaran menjadi lebih modern dan mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan perangkat audio visual di dalam pembelajaran TPA Al-Hikmah meningkatkan ketertarikan santri dan mempermudah proses belajar mengajar.
Amir Hamzah, Rr Prima Dita Hapsari, Paula Theodora, Dahlia Amelia, Dasa Rahardjo Soesanto, Ipah Masripah, Hesti Umiyati, Suhadarliyah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 118-132; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.50

Abstract:
Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilingkungan Perguruan Tinggi Lepisi adalah untuk memfasilitasi pemberian vaksin bagi masyrakat Kecamatan Karawaci Kota Tangerang dalam rangka membantu pemberantasan penyebaran covid-19. PkM ini dilaksanakan dalam waktu 2(dua) bulan yaitu sejak tanggal 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Agustus 2021. Kegiatan dimulai dengan pembentukan tim PkM, menjalin kerjasama dengan mitra, penerimaan pendaftaran, instalasi perlengkapan dan peralatan. Pelaksanaan vaksin dilaksanakan dalam dua periode yaitu periode 1 dan 2, baik untuk pemberian vaksin dosis 1 dan dosis 2 (yang dibahas dalam artikel PkM ini hanya periode 1). Jumlah pendaftar pada periode 1 sebanyak 3946 peserta, dan yang berhasil memperoleh vaksin sebanyak 3906 peserta, dan sebanyak 40 perserta mengalami penundaan karena alasan kesehatan. Jumlah pendaftar pada pemberian vaksin dosis 2 adalah peserta yang mendapat vaksin dosis 1 yaitu sebanyak 3906. Dari jumlah ini peserta yang berhasil diberikan vaksin sebanyak 3900 peserta dan 6 peserta mengalami penundaan karena alasan kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Tim PkM perguruan tinggi Lepisi berupaya dan memberikan saran kepada Tim UPT Puskesma untuk mendampingi peserta sampai memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga semua peserta akhirnya bisa memperoleh vaksin, baik dosis 1 maupun dosis 2. Jenis vaksin yang digunakan UPT Puskesmas Karawaci adalah Sinovac BioTech.
Mardiana
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 60-65; https://doi.org/10.53621/jider.v1i2.52

Abstract:
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan literasi digital peserta didik sekolah dasar pada masa pandemi Covid-19, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian kepustakaan atau literatur research dengan langkah-langkah dalam penelitian ini dimulai dengan 1. Membuat kata kunci “literasi digital peserta didik”, “literasi digital masa Covid-19” dan “Dampak Covid-19”, 2. pencarian artikle melalui Google Cendekia/ google scholar, 3. Data yang terkumpul di bagi pada bagian penting. Analisis artikel dan disajikan datanya dan kemudian di analisa kualitatif deskriptif dengan miles dan hubermen penekanannya pada penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep literasi digital menurut Bawden yang tersusun atas empat komponen yaitu kemampuan dasar literasi peserta didik dalam baca tulis, latar belakang pengetahuan informasi (tingkat intelektualitas), keterampilan di bidang TIK, serta sikap dan perspektif informasi (attitudes and perspective). Penekanann peserta didik dalam literasi digital sebagai kemampuan memanfaatkan teknologi, memaknai dan memahami, serta menilai kredibilitas informasi yang ada pada konten digital walaupun dalam masa Covid-19 saat ini.
Mustika Nur Faidah
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 90-99; https://doi.org/10.53621/jider.v1i2.65

Abstract:
Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa tentang literasi digital pada media sosial. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode survey, sampel ditetapkan secara random sampling, ditetapkan 46 orang menjadi responden adalah mahasiswa FTIK UINSI Samarinda. Instrumen dibuat dalam 15 item pertanyaan diadaptasi dari beberapa sumber artikel yang dibuat dengan google from dan disebarkan pada bulan September-Oktober 2021 dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa persepsi mahasiswa memiliki kemampuan literasi digital dalam menggunakan media sosial dengan bijak, persepsi mahasiswa tentang literasi digital pada media sosial dapat disimpulkan dalam arti baik dan bahkan sangat baik pada item pertanyaan tertentu. Pemahaman mahasiswa mengenai literasi digital akan lebih meningkat dan membaik, maka dari itu diperlukannya kesadaran pada mahasiswa betapa pentingnya literasi digital pada media sosial terutama pada zaman ini yang sangat rawan dengan informasi hoax. Sebab, dengan wawasan literasi digital yang luas dapat membuktikan informasi hoax, serta dapat memperoleh, memahami, dan memanfaatkan informasi dengan bijak.
Mursyidawati
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 75-89; https://doi.org/10.53621/jider.v1i2.57

Abstract:
Penelitian ini bertujuan bagaimana penerapan model kooperatif make a match untuk meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak materi Asmaul Husna siswa kelas V MIS Hidayatullah. Penelitian ini dirancang dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang disebut classroom action research, prosedur pelaksanaan tindakan kelas dalam penelitian ini diatur dalam skenario model penelitian tindakan kelas dengan rancangan distrukturkan dalam dua siklus, dimana Siklus I merupakan prerekuiset dari siklus berikutnya. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan (langkah), yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi, dilaksanakan di Kelas 5A, berjumlah 16 orang. Jumlah laki-laki sebanyak 6 orang dan siswa perempuan berjumlah 10 orang. Adapun lokasi di MIS Hidayatullah Martapura Jl. Pangeran Hidayatullah No. 1A. Hasil penelitian Tindakan kelas yang sudah dilakukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match Materi Mengenal Allah swt Melalui Asmaul Husna, dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 5A MI Hidayatullah Martapura Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan tingkat ketuntasan pada siklus I sebanyak 62,5% dan siklus II sebanyak 81,25%. Adapun peningkatan ketuntasan dari siklus I dan Siklus II sebesar 18, 75 %. Peningkatan tersebut terjadi karena dalam metode make a match memiliki karakteristik seperti kerjasama, permainan, dan penghargaan (hadiah) sehingga siswa dapat bekerja sama dalam memecahkan masalah serta tercipta suasana belajar yang menyenangkan, asyik, dan aktif.
Aminatul Zahroh, Khurotin Anggraeni, Muhamad Faizul H, H. Karim
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 48-59; https://doi.org/10.53621/jider.v1i2.62

Abstract:
Education is strategic to increasing human resources quality which is a determinant factor of national development. To achieve education goals, we need human resources. Human resources are a keys factor in an institution. Human resources will support organizations with their creation, talent, creativity, and support. Education plays an important role in increasing human resources. Human resources in education include principle, teachers, staff, and committees. Teacher plays an important role to decided education success to produce quality output. A teacher is the main key to learning success. The teacher is expecting to create learning education interaction and make innovation to learning quality improvement. The purpose of study is to analysis and finding increasing teacher performance through human resources in Islamic education Institution. The research method used descriptive qualitative. The data collecting method uses in-depth interviews, participant observation, and documentation. The result of the study the human resources at Pondok Pesantren Banyumas Jawa Tengah managed is well. The study has proven with planning, recruitment, teacher selection, placement process or orientation, teacher performance assessment, training, carrier development, compensation and allowance, teacher dismissal. Teacher performance is optimal yet, cause many teachers cannot finish their tasks on time, although discipline is a priority. While the implementation of human resources management did well and given an effect on increasing teacher performance. Many resistances increasing teacher performance is prepared lesson plan and learning media maximal yet
Imro Atus Sholikhah
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 66-74; https://doi.org/10.53621/jider.v1i2.56

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah pendekatan cooperatif Learning dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi Beriman kepada Rasu Alloh bagi siswa kelas 4 di SD Negeri 002 Balikpapan Timur dan untuk mengetahui langkah langkah yang tepat dalam mengaplikasikan pendekatan kooperatif learning menggunakan Tehnik example non example pada siswa kelas 4 dalam materi beriman kepada rasul Alloh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), termasuk penelitian deskriptif, penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang berkesinambungan. Tempat penelitian di SD Negeri 002 Balikpapan Timur pada Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil belajar PAI siswa kelas IV SDN 002 Balikpapan Timur dapat ditingkatkan melalui pembelajaran kooperatif tehnik examples non examples, sebelum diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe examples non examples, rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal hanya memperoleh nilai rata-rata 72 Setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe examples non examples, maka diketahui hasil belajar siswa siklus I pada rata-rata nilai 80 dan mengalami peningkatan Tingkat ketuntasan belajar dari kondisi awal 33% ketuntasan menjadi 66 % tingakat ketuntasan di silkus 1. Kemudian setelah refleksi dan dilakukan perbaikan terhadap kelemahan pembelajaran. Diketahui pada siklus kedua rata-rata nilai hasil belajar siswa tercapai pada nilai rata-rata 84,16 dengan kategori baik. Artinya secara klasikal siswa telah mencapai KKM yang ditetapkan, sehingga hal ini mengindikasikan keberhasilan penelitian, karena indikator keberhasilan yang ditetapkan telah melebihi 75%.
Ahmad Muzakki, Winarto Eka Wahyudi
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 20-29; https://doi.org/10.53621/jider.v1i1.22

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain pembelajaran online (E-learning) berbasis Google classroom, mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran berbasis Google classroom dari paparan beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan cara menghimpun hasil penetian terdahulu yang sesuai dengan tema E-learning berbasis Google classroom. Hasil temuan dari beberapa literature review menunjukkan pelaksanaan E-learning berbasis google classroom, pada hasil pembelajaran mengalami peningkatan ketuntasan dari 70,94% meningkat jadi 88.88%. dari paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa E-learning berbasis Google classroom bisa jadi solusi pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Akan tetapi perlunya sosialisasi terhadap guru dan siswa, mengingat tidak sedikit guru dan siswa yang masih awam dengan penggunaan platform Google classroom tersebut.
Nur Latifah
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 41-47; https://doi.org/10.53621/jider.v1i1.17

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi anak usia dini dalam belajar al qur’an pada program tahfidz balita dan anak. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan wawancara terbuka, pertanyaan kunci adalah Apakah faktor motivasi pada AUD untuk belajar dalam belajar al-Qur’an pada program tahfidz balita dan anak. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala TPA, Guru dan lima Orang Tua AUD/ Balita yang belajar di Tempat Penelitian. Penelitian dilaksanakan di TPA Asyaturrohmah Sangatta Kutai Timur. Analisis menggunakan Miles & Huberman, Hasil penelitian balita menghafal al-Qur’an dengan metodenya dari satu ayat dipenggal perkata, diulang-ulang, satu kata itu sampai 5 kali, motivasi belajar dengan strategi motivasi untuk mendorong agar anak mau ikut menghafal, motivasi dari luar diberikan guru dan orang tua, keluarga dan masyarakat, dan motivasi dari dalam anak senang belajar menghafal karena dirangsang dengan aktivitas dunia mereka seperti menggambar sebelum kegiatan menghafal dimulai. Harapan anak terus berkembang dengan pengetahuan dan pengalaman yang awalnya berasal dari tempat TPA ini.
Hairiah
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 1-9; https://doi.org/10.53621/jider.v1i1.15

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model pembelajaran pada masa Covid-19 di Indonesia, karena masa Covid-19 ini pembelajaran menggunakan online dan pembelajaran jarak jauh yang menuntut penerapan model pembelajaran yang tepat dan dapat dilaksanakan dengan baik. Metode dengan kualitatif kajian literatur atau penelitian kepustakaan dengan analsis isi. Hasil penelitian menemukan adanya pembelajaran online atau daring pada masa pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik, peserta didik merasa bosan karena tidak bertemu dengan teman dan gurunya secara langsung. Pandemi COVID-19 yang telah mempengaruhi banyak hal termasuk kehidupan pendidikan, orang tua peserta didik, peserta didik dan proses pembelajaran, sehingga perlunya seorang guru yang memiliki tanggung jawab untuk benar-benar mendidik para peserta didik dimana para guru harus menemukan cara yang sesuai untuk mempromosikan proses pembelajaran dengan model pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Cooperative Learning, Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Model pembelajaran flipped classroom (FC), Model pembelajaran Lietarasi Digital (LD).
Muhammad Sayyid Naufal Ramadhan, Mohammad Salehudin, Rudy Hadi Kusuma
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 30-40; https://doi.org/10.53621/jider.v1i1.16

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan trik konselor sebaya dalam upaya mencegah perilaku seks pranikah di kalangan remaja, penelitian ini dengan pendekatan kualitatif deskriptif memilih lokasi penelitian dan konselor sebaya yang berada di empat PIK-R (PIK-R Widiagama, PIK-R Palapa, PIK-R Mahakam Borneo dan PIK-R Pelita Hati di Kota Samarinda) wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dengan model wawancara terstruktur kemudian di analisis dengan model miles and Huberman. Hasil penelitian pada upaya yang dilakukan beberapa trik konselor Sebaya bersama PIK-R dalam upaya mencegah perilaku seks pranikah yaitu diantaranya; 1) Trik dengan Penyuluhan oleh konselor sebaya ke lingkungan remaja dan ke sekolah-sekolah, 2) Trik dengan Penguatan PIK-R (pemberian pemahaman dan pembinaan) pemahaman kepada anggota PIK-R melalui sharing materi dan diskusi serta pembinaan kepada PIK-R yang baru dibentuk, 3) Trik dengan Sosialisasi Kepada Remaja 4). Trik dengan sosialisasi kepada orang tua 5). Trik Memanfaatkan Media Sosial dalam kampanye dan dokumentasi, dan 6). Trik Penyuluhan dan Sosialisasi. Terjun langsung ke lingkungan remaja dengan media GenRe KIT dan melakukan sosialisasi kepada orang tua remaja dan bekerjasama dengan BKR (Bina Keluarga Remaja).
Sri Bulan, W Eka Wahyudi
Journal of Instructional and Development Researches, Volume 1, pp 10-19; https://doi.org/10.53621/jider.v1i1.18

Abstract:
Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk pengembangan media pembelajaran Al-Qur'an Hadits dalam bentuk narasi gambar bercerita terkait materi surat Al-Fil dapat membangun kemampuan berpikir siswa kelas 2 MI. Pendekatan penelitian literatur review dari penelitian-penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) model Dick dan Carey untuk mengahasilkan langkah-langkah dalam pengembangan produk. Pengembangan media Al-Qur'an Hadits dengan mengintegrasikan seni di dalamnya dengan bentuk gambar bercerita belum berwarna disertai narasi diawal dan setelah gambar serta ruang berbentuk awan untuk siswa menuliskan deskripsi penalarannya dari peristiwa pada gambar yang akan diwarnai dapat menstimulus dan melatih kemampuan siswa dalam berpikir. Dari berpikir tingkat rendah sampai kepada tahap berpikir tingkat tinggi yaitu berupa kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah. Langkah selanjutnya, berdasarkan hasil validasi tim ahli, pengembangan media pembelajaran Al-Qur'an Hadits materi surat Al-Fil kelas 2 MI berbentuk narasi berbasis gambar bercerita perlu ditindaklanjuti dengan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran mata pelajaran Al-Qur'an Hadits agar diperoleh kebermanfaatan.
Siti Nur Rahma, Hikmasanti Agustin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 1-15; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.1

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan, menganalisis, dan menyandingkan model pembelajaran IPA Terpadu Robin Forgarty yang difokuskan pada model integrated atau keterpaduan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode kajian literasi berdasarkan artikel dan buku yang relevan dengan model integrated di Indonesia dalam kurung waktu 2012-2021. Adapun dalam menganalisis data penelitian, penulis menggunakan metode berfikir induktif. Metode ini menyatukan berbagai informasi dari penelitian sebelumnya terkait model integrated pada pembelajaran IPA di Indonesia untuk digeneralisasikan menjadi suatu pemikiran baru yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Berdasarkan hasil kajian dari 20 artikel dari penelitian terdahulu, dapat diketahui bahwa model integrated pada tahun 2012-2021 berisi pengembangan dan penerapan bahan ajar. Adapun jenis dan metode penelitian yang dilakukan bervariasi diantaranya penelitian dan pengembangan, kuasi eksperimen atau eksperimen semu serta penelitian literature riview. Pengembangan dan penerapan bahan ajar ipa terpadu model integrated terbukti secara umum efektif diterapkan dalam pembelajaran, serta dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, prestasi belajar, dan membentuk karakter peserta didik. Oleh karenanya, pembelajaran IPA terpadu model integrated dapat dijadikan solusi alternatif guru dalam proses pembelajaran IPA di Indonesia.
Sri Astutik, Subiki, Singgih Bektiarso
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 54-62; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.5

Abstract:
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengimplementasikan PTK dan menyusun hasil penelitian PTK adalah dengan mengadakan pelatihan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar seiring dengan meningkatnya keterampilan guru dalam mengimplementasikan PTK dan menyusun hasil penelitian PTK serta terjalin kerjasama yang baik antara FKIP dengan khalayak sasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan adalah metode ceramah, metode diskusi, dan metode praktik dalam mengimplementasikan dan menyusun hasil penelitian PTK. Khalayak sasaran yang menjadi objek dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru SMAN Panarukan Situbondo sebanyak 41 orang guru. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam mengimplementasikan PTK dan menyusun hasil penelitian PTK sehingga memberikan dampak terhadap kinerja guru dan proses belajar mengajar.
Supeno, Indrawati, Sutarto
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 47-53; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.2

Abstract:
Pembelajaran di sekolah harus dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Untuk itu, sebelum melaksanakan pembelajaran, guru harus mendesain perencanaan pembelajaran sebelum diimplementasikan di dalam kelas. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Salah satu sistem pendukung pembelajaran yang dapat didesain oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran adalah bahan ajar dalam bentuk modul. Modul pembelajaran merupakan bahan ajar yang dikemas secara sistematis dan menarik sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam belajar secara mandiri. Modul pembelajaran dapat didesain dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas belajar dan alat penilaian yang berorientasi pada asesmen kompetensi minimum. Guru mata pelajaran fisika dalam naungan MGMP Fisika MAN 2 Jember memiliki masalah dalam hal melakukan kegiatan pengembangan profesi utamanya penulisan modul fisika. Tim pengusul yang merupakan para dosen di FKIP Universitas Jember merasa perlu untuk pengadaan pelatihan penulisan modul fisika untuk para guru di sekolah tersebut. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis modul fisika yang berpotensi untuk digunakan untuk mendukung proses pembelajaran fisika yang berkualitas sehingga mereka mampu mengembangkan kompetensi profesionalisme guru.
Juriyah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 32-46; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.6

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan dalam mengetahui, mendeskripsikan, menganalisis, sekaligus membandingkan implementasi pembelajaran IPA Terpadu model shared dari model lainnya di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan strategi penelitian kualitatif, dimana data yang dikumpulkan adalah karya ilmiah yang relevan dan artikel yang mendukung penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini yaitu sumber data, dimana data diperoleh dari karya ilmiah terdahulu yang berkaitan dengan pembahasan yang dianalisis kembali guna memecahkan masalah yang diteliti. Kelebihan model shared dari model lainnya adalah materi menjadi lebih kontekstual serta fokus terhadap keterpaduan setiap bidang IPA dalam aspek konsep, sikap, dan keterampilan. Selain itu, lebih mudah menciptakan kolaborasi dalam perancangan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan analisis 20 artikel pembelajaran IPA Terpadu model shared di Indonesia dan sepuluh artikel pembelajaran IPA Terpadu model selain shared di Indonesia, dapat diketahui bahwa pembelajaran IPA Terpadu model shared di Indonesia berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, yang meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik, lebih mudah memahami materi IPA Terpadu, meningkatkan keterampilan proses sains, aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep, meningkatkan kemampuan literasi sains, dan merubah konsistensi konsepsi peserta didik dari tidak paham menjadi paham.
Irda Sukmawati Dewi
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 16-31; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.3

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Sampel pada penelitian ini adalah artikel ilmiah yang telah di publikasikan di jurnal mahasiswa dan nasional sebanyak 33 artikel. Berdasarkan analisis 33 artikel tentang pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia, dapat diketahui bahwa pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, yang meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, psikomotor, dan afektif), peserta didik lebih mudah memahami materi IPA Terpadu, meningkatkan, peserta didik aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep peserta didik.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top