Refine Search

New Search

Results: 69

(searched for: publisher_group_id:14217)
Save to Scifeed
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Evi Muafiah Muafiah
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 1; https://doi.org/10.37216/aura.v1i2.442

Abstract:
Islam diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai rahmatan li al-‘alamin,yang diantaranya mengajarkan kita untuk selalu saling mengasihi dan menyayangi sesamamakhluk Allah, baik yang hidup maupun benda mati. Anak adalah amanah Allah yang hadirmenyertai kasih sayang antara ibu dan bapaknya, maka sudah sewajarnya jika kemudian orangtua mengasuhnya dalam suasan penuh kasih dan sayang. Suasana tersebut tentunya jangansampai dicampuri dengan kekerasan baik verbal maupun fisik, karena kedua hal tersebut sangatbertentangan. Islam mengajarkan kepada kita bagaimana mendidik anak tanpa kekerasan.Kekerasan hanya boleh dilakukan sebagai alternatif terakhir dan itupun dilakukan untukmembina bukan menyakiti. Rasulullah Saw merupakan contoh bagaimana mendidik anakdengan baik. Bahkan saat shalatpun beliau dengan sabar mengasuh anak-anak denganmembiarkan punggungnya dinaiki anak-anak saat beliau sujud.
I Gede Margunayasa
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 16-24; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.460

Abstract:
“Satua Bali” atau cerita rakyat Bali sering digunakan oleh para orang tua beberapa puluh tahun yang lalu. “Satua Bali” biasanya diceritakan sebagai pengantar putra-putrinya menjelang tidur. Selain diceritakan orang tuanya, “Satua Bali” biasanya diberikan oleh guru-guru di sekolah. Akan tetapi, semenjak 10 tahun terakhir, orang tua tidak lagi memberikan “Satua Bali” kepada anak-anaknya dan guru-guru di sekolah juga tidak pernah lagi memperkenalkan kepada siswa. Hal ini menyebabkan keberadaan “Satua Bali” menjadi tidak dikenal oleh siswa. Sebagian besar siswa di Bali tidak mengenal “Satua Bali”. Padahal, banyak sekali nilai-nilai karakter yang bisa diajarkan kepada anak-anak melalui “Satua Bali”. Sebagai contoh “Satua Bali” yaitu “I Buta teken I Lumpuh” dalam Bahasa Indonesia berjudul “Si Buta dan Si Lumpuh”. Dalam cerita ini, meskipun mereka berdua mengalami kekurangan yaitu buta dan lumpuh, tetapi dengan kerjasama, toleransi, dan penuh semangat mereka selalu mempunyai cara agar bisa makan untuk kebutuhan sehari-hari. “Satua Bali” tidak saja mengandung nilai-nilai karakter, akan tetapi juga mengandung materi yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah dasar. Dalam cerita “I Buta teken I Lumpuh”, materi yang dapat dibahas adalah alat indera, sistem rangka, dan cara memelihara alat indera dan sistem rangka. “Satua Bali” sangat sesuai diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar, apalagi di sekolah yang menerapkan kurikulum 2013. Dalam pembelajaran, “Satua Bali” dapat dimasukkan di kegiatan inti pada tahap eksplorasi. Pada tahap ini, siswa diberikan “Satua Bali”, kemudian siswa diminta untuk membacakan sekaligus menghayatinya. Selain itu, guru juga dapat membacakannya dan siswa menyimaknya. Pada tahap elaborasi, siswa diminta untuk mendiskusikan secara berkelompok mengenai nilai karakter setiap tokoh yang ada dalam cerita dan mendiskusikan materi pelajaran yang ada. Pada tahap konfirmasi, guru mempertegas nilai-nilai karakter yang ada dalam “Satua Bali”, meminta siswa untuk menceritakannya di depan kelas, dan mengkonfirmasi materi pelajaran dalam “Satua Bali”, dan menambahkan materi sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, penerapan “Satua Bali” dalam pembelajaran dapat melestarikan kebudayaan lokal, menumbuhkan nilai-nilai karakter siswa, dan sangat berkaitan dengan materi yang ada di kurikulum. Disamping itu, dengan “Satua Bali”, maka dapat melatih kemampuan membaca dan kemampuan menyimak siswa.
Mohamad Hatta
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 1-15; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.459

Abstract:
Anak usia dini adalah pribadi yang unik dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan dan perkembangan anak akan optimal seiring dengan stimulasi yang diberikan kepadanya melalui bermain yang merupakan sarana belajar anak untuk mendapatkan pengetahuan, pembentukan watak dan sosialisasi. Oleh sebab itu diperlukan alat permainan edukatif (APE) berbasis model yang mengandung nilai-nilai edukatif serta mengasah aspek perkembangan anak yg lain. Diantara alat permainan edukatif (APE) berbasis model yang dapat diterapkan adalah: permainan edukatif berbasis model melalui permainan siapa terbanyak, raja bola, kemiri, congklak dan boi-boian. Nilai-nilai edukatif yang terkandung adalah: mengendalikan diri, bertanggung jawab, ketangkasan, keseportifan, kerapian, mengembangkan aspek sosial, kognitif, moral dan membina ketangkasan anak. Diantara pengaruh permainan tersebut bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini adalah: untuk pengembangan keterampilan gerak, fisik, kesegaran jasmani, dorongan untuk berkomunikasi, penyaluran bagi energi emosional yang terpendam, penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan, rangsangan bagi kreativitas, untuk perkembangan aspek sosial, emosi/kepribadian, aspek kognisi, mengasah ketajaman penginderaan dan mengembangkan keterampilan olah raga. 
Yuyun Yulianingsih
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 73-84; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.466

Abstract:
Prosiding ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan anti kekerasan terhadap anak usia dini dalam perspektif Islam. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis kritis. Berdasarkan metode tersebut, diperoleh temuan penelitian bahwa: (1) kekerasan terhadap anak terjadi akibat rendahnya pemahaman tentang anak sejak usia dini. (2) Islam telah menjelaskan hak dan perlindungan terhadap anak (3) pemahaman mengenai kondisi anak merupakan salah satu inti pendidikan anti kekerasan teradap anak.
Mutiara Sari Dewi, Yorita Febry Lismanda, Ika Anggraheni
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 85-95; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.467

Abstract:
Anak usia 4-6 tahun berada pada tahap pra operasional konkrit. Stimulus negatif yang diperoleh anak pada masa itu, membentuk sikap anak di masa yang akan datang. Adanya tontonan tv, games, dan video yang mengandung tindak kekerasan merupakan bentuk stimulus negatif. Data KPAI menunjukkan 78,3% anak usia MI hingga SMA melakukan kekerasan. Salah satu faktor yang menyebabkan, dimungkinkan adanya stimulus negatif yang diperoleh anak sejak dini. Berdasarkan paparan tersebut, prosiding ini membahas alternatif mengatasi kekerasan sejak anak usia 4–6 tahun dari perspektif psikologi.Pendekatan yang digunakan dalam prosidingini adalah pendekatan kualitatif. Data berupa fakta banyaknya kekerasan yang dilakukan anak, tontonan di tv, games,dan video yang mengandung unsur kekerasan, tahapan perkembangan anak, dan dampak dari tontonan. Data tersebut diambil melalui studi pustaka dari beberapa referensi yang dianalisis dan hasilnya disampaikan secara deskriptif.Berdasarkan data yang diperoleh, simpulan dari prosiding ini: faktor penyebab anak menjadi pelaku kekerasan berasal dari tontontan yang mengandung tindak kekerasan dan ditiru anak sejak dini. Cara mengatasi anak yang melakukan kekerasan adalah dengan pemberian tontonan pada media elektronik (tv, games, video) yang banyak mengandung nilai edukasi dan diperkuat adanya pengawasan orang dewasa terdekatnya, khususnya orang tua sejak anak dalam usia dini.
H. Mursid
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 25-36; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.461

Abstract:
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diarahkan ke suatu penelitian lapangan (field research). Pembelajaran BCCT di RA Kecamatan Ngalian terbilang efektif data yang diperoleh, 73% setuju dan 27% lainya menyatakan sangat setuju. Faktor pendukung dan penghambat. Secara normatif, faktor pendukung dalam penerapan metode BCCT, muncul dari beberapa aspek, antara lain: lokasi sekolah, kompetensi kepala sekolah, dan kompetensi tenaga pendidik. Adapun implementasinya di RA (PAUD) Kecamatan Ngalian hampir 67% responden menyatakan setuju dan 18% menyatakan setuju. Dan yang tidak menyetujui ada 18%. Peranan pendidik sebagai insipirator bagi anak didik dan sebagai pusat pembelajaran masih belum diaplikasikan secara penuh. Data yang diperoleh, hampir 45% responden menyatakan setuju dan 10% menyatakan sangat setuju, yang artinya pendidik sebagai inspirator tidak dilaksanakan. Adapun yang menjadi faktor penghambat lain pembelajaran BCCT di RA (PAUD) Kecamatan Ngalian adalah kurangnya manajemen waktu dalam penerapan metode BCCT, hal ini sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Data yang diperoleh, 45% setuju dan 9% sangat setuju. Artinya, manajemen waktu ini sangat untuk dilakukan agar pembelajaran BCCT dapat berjalan dengan baik. Karena, melihat keterbatasan waktu yang ada (satu setengah jam) membuat anak harus terforsir dalam menyelesaikan beberapa tahapan yang harus dilalui. Sehingga, manajemen waktu sangat diperlukan
Baiq Halimatuzzuhrotulaini
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 54-72; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.465

Abstract:
Allah SWT telah menitipkan amanah kepada kita berupa putra-putri kepada kita, tidak semua orang tua di karuania anak di dunia ini. Amanah yang diterima oleh setiap orang tua tentu saja akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak. Orang tua tentu berharap kesuksesan dan keberkahan bagi putra putrinya. Terjadinya tindak kekerasan seksual pada anak tentu saja membuahkan keprihatinan yang mendalam bagi orang tua. Bagaimana kejahatan dan kekerasan seksual ini dapat menimpa anak usia dini yang tidak berdosa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak ini adalah melalui sex education atau pendidikan seks untuk anak. Sex education membekali anak tentang bagaimana dia memahami jenis kelaminnya, menjaga diri dan anggota badannya, serta bagaimana melatih anak untuk dapat berkomunikasi yang efektif dengan orang tua. Diharapkan dengan adanya sex education ini anak mampu untuk selalu bersikap positif dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk bertanya dan mencari informasi kepada orang tua dan orang terdekat tentang segala hal yang ingin diketahuinya, termasuk tentang organ tubuh, kenapa laki-laki berbeda dengan perempuan. Apabila pendidikan seks untuk anak usia dini ini berhasil, maka kesempatan atau peluang anak untuk menikmati masa depannya akan semakin terbuka lebar, tanpa dibayang-bayangi oleh ketakutan akan adanya predator anak yang akan merenggut masa depan mereka.
Sari Nurmila
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 64-72; https://doi.org/10.37216/aura.v2i2.549

Abstract:
Dunia pendidikan senantiasa diarahkan pada peningkatan mutu sumber daya manusia terutama pada anak TK. Anak sebagai peserta didik dipersiapkan untuk menjadi dan memiliki jiwa yang tangguh, mandiri, dan kreatif dalam memasuki era globalisasi yang penuh persaingan. Untuk itu penyelenggaraan program pendidikan akan lebih menitik beratkan pada perkembangan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Penggunaan media bahan alam untuk meningkatkan perkembangan kognitif pada anak dimaksudkan untuk lebih menarik perhatian anak sehingga dapat menimbulkan kemauan dan keinginan anak dalam belajar serta menarik minat dan memotivasi anak, selain itu bahan pembelajaran yang digunakan lebih jelas maknanya serta metode mengajar guru akan lebih baik. Penggunaan media bahan alam merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk menarik perhatian dan minat anak dalam proses pembelajaran. Hasil perkembangan kognitif anak disimpulkan melalui lembar observasi. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah terjadinya perubahan yang minimal berkategori Mulai Berkembang (MB) dan mencapai peningkatan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan prsentase mencapai target 75%. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan perkembangan kognitif anak pada siklus I dan II. Skor perkembangan kognitif dalam penerapan media bahan alam pada anak Siklus I kategori Belum Berkembang (BB) dengan persentase 0%, Mulai Berkembang (MB) dengan perentase 73.3%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 26.6% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan pesentase 0%. Skor perkembangan kognitif anak pada Siklus II kategori Belum Berkembang (BB) dengan persentase 0%, Mulai Berkembang (MB) dengan perentase 0%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 13.3%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 86,6%. Dengan melihat keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bahanalam dapat meningkatkan perkembangan kognitif pada anak kelompok B RA Mi’rajus Shibyan NW Dasan Lekong.
Baiq Halimatuzzuhrotulaini
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 73-82; https://doi.org/10.37216/aura.v2i2.603

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan role playing mampu meningkatkan kemampuan emosional anak kelompok B di TK Islam Al- Asy’ari NW Reban Tebu Tahun Pelajaran 2018/2019, Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak Islam Al- Asy’ari NW Reban Tebu Selong Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2018/2019, dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2018. Subjek penelitian ini ada 2, yaitu subjek yang melakukan tindakan yaitu Guru kelas B TK Islam al-Asy’ari, dan subjek yang menerima tindakan yaitu siswa kelompok B sebanyak 19 orang anak. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrument lembar observasi yang berbentuk checklist dan instrument wawancara untuk guru, indikator kinerja, prosedur tindakan, dan analisis data. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: dengan metode role playing dapat meningkatkan kemampuan emosional siswa yang dilihat dari peningkatan yang terjadi pada Siklus I dan Siklus II. Setelah mendapat tindakan pada pertemuan Siklus I terjadi peningkatan sebesar 48 % atau 9 orang siswa katagori Mulai Berkembang (MB) dan 52% atau 10 orang siswa katagori berkembang sesuai harapan. Pada pertemuan ke-2 siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 16% atau 3 orang siswa pada katagori Mulai berkembang ( MB) dan 84% atau 16 siswa pada katagori berkembang sesuai harapan (BSH). pada anak Kelas B usia 5-6 tahun di TK Islam AL-Asy’ari NW Reban Tebu pada tahun ajaran 2017/2018 yaitu sesuai dengan katagori ketuntasan yaitu 80%.
Asri Febrianti, Rusmayadi Rusmayadi
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 52-63; https://doi.org/10.37216/aura.v2i2.602

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka jari terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif Pre Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan selama lima hari dan dalam beberapa tahap yaitu pretest yang dilakukan selama sehari dan dinilai dari segi aspek kemampuan bahasa anak sebelum diberikannya perlakuan/treatment dengan menggunakan media boneka jari, treatment dilakukan selama tiga hari menggunakan media boneka jari untuk mengetahui adakah pengaruh penggunakan media tersebut terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak, dan yang terakhir posttest yang dilakukan selama sehari dan berlangsung dari awal pembelajaran hingga selesai yang bertujuan untuk mengukur keadaan akhir sesudah subyek diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media boneka jari terdapat perubahan yang signifikan, dibuktikan dari hasil uji wilcoxon yaitu diperoleh Zhitung -2,810 dan sig ,005. Apabila nilai sig. Statistik uji wilcoxon < alpha (0,05) atau |Zhitung |> |Ztabel (1,96)|, maka Ho ditolak. Diperoleh nilai sig = 005 < alpha (0,05) sehingga diputskan untuk menolak Ho. jika Ho yang ditolak, maka secara otomatis H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh penggunaan media boneka jari terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak TK Idhata Cambayya
Eva Diana
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 83-99; https://doi.org/10.37216/aura.v2i2.579

Abstract:
Abstrak Negara Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak suku dan bangsa dan tentunya memiliki banyak bahasa, salah satunya yaitu bahasa Jawa. Di dalam bahasa Jawa ada tingkatan yang menjadi dasar dari bahasa dan penuturan yaitu bahasa Jawa Ngoko dan bahasa Jawa Krama. Pembiasaan berbahasa tentunya tidak lepas dari bimbingan orangtua dan kebiasaan berbahasa dalam keluarga. Maka dari itu disinilah nilai moral dan sikap anak dibentuk, salah satunya yaitu sopan santun. Anak-anak maupun remaja sekarang kurang menerapkan bahasa Jawa Krama dan nilai moral khususnya sopan santun terhadap orang yang lebih tua, atau yang seharusnya mereka hormati. Semakin berkembangnya sistem pembelajaran membuat pembelajaran mengenai budaya Jawa semakin tergeser keberadaannya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji, mengetahui dan mendeskripsikan tentang pembiasaan orangtua menanamkan bahasa jawa krama terhadap karakter dan nilai moral anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dalam penelitian ini sumber data diperoleh dengan menggunakan metode survei. Tehnik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuisioner (angket) dengan jumlah 48 responden yang dibagikan kepada orangtua yang memiliki anak usia 5-6 tahun di desa Mirigambar Sumbergempol Tulungagung. Dari penelitian yang telah dilaksanakan memperoleh hasil (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel (X) pembiasaan orangtua dengan variabel (Y) nilai moral anak usia 5-6 tahun di desa Mirigambar, hal ini ditunjukkan oleh hasil uji regresi linier sederhana yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. (2) Pembiasaan orangtua menanamkan bahasa Jawa Krama dapat dilakuan dengan berbagai strategi antara lain pembiasaan anak mengucapkan kata-kata dasar seperti “nggih, dalem, sampun”. Orangtua diharapkan menanamkan bahasa Jawa Krama kepada anak sejak usia dini agar menjadi karakter berbicara anak selanjutnya.
Em. Thonthowi Jauhari Em. Thonthowi Jauhari
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 1; https://doi.org/10.37216/aura.v1i2.439

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran dan teknik penilaian terhadap hasil belajar matematika siswa setelah mengontrol kemampuan matematika siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial. Model pembelajaran dan teknik penilaian sebagai variabel perlakuan, hasil belajar matematika sebagai variabel respon, dan kemampuan awal matematika siswa sebagai variabel kovariat. 1) hasil belajar matematika pada kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran PBI lebih tinggi dari hasil belajar matematika pada kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional, setelah mengontrol kemampuan awal siswa. 2) hasil belajar matematika pada kelas siswa yang dinilai dengan penilaian kinerja lebih tinggi dari hasil belajar matematika pada kelas siswa yang dinilai dengan penilaian tertulis, setelah mengontrol kemampuan awal siswa. 3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan teknik penilaian terhadap hasil belajar matematika awal , setelah mengontrol kemampuan awal siswa. 4) untuk kelas siswa yang dinilai dengan penilaian kinerja, hasil belajar matematika pada kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran PBI lebih tinggi dari hasil belajar matematika pada kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional, setelah mengontrol kemampuan awal siswa. 5) untuk kelas siswa yang dinilai dengan penilaian tertulis, hasil belajar matematika pada kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi dari hasil belajar matematika pada kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran PBI, setelah mengontrol kemampuan awal siswa. 6) untuk kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran PBI, hasil belajar matematika pada kelas siswa yang dinilai dengan penilaian kinerja lebih tinggi dari hasil belajar matematika pada kelas siswa yang dinilai dengan penilaian tertulis, setelah mengontrol kemampuan awal siswa. 7) untuk kelas siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional, hasil belajar matematika pada kelas siswa yang dinilai dengan penilaian tertulis lebih tinggi dari hasil belajar matematika pada kelas siswa yang dinilai dengan penilaian kinerja, setelah mengontrol kemampuan awal siswa.
Muslihan Muslihan
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 37-53; https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.462

Abstract:
Masa prasekolah (RA/TK) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini, masa ini paling tepat untuk meletakkan pundasi awal dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, meliputi: perkembangan nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, seni dan kreatifitas. Sehingga dari 6 (enam) standar perkembangan anak tersebut, akan tercermin karakter terpuji yang merupakan sikap yang sudah terpatri dalam diri anak dan telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter dapat dijadikan barometer antara kebaikan dan keburukan. Kebaikan dapat terwujud apabila ditanamkan nilai-nilai karakter terpuji. Penting jika sejak usia dini perlu ditanamkan konsep diri, disiplin diri dan kemandirian. Penanaman karakter kemandirian dan kedisiplinan yang paling tepat dan efektif untuk anak usia dini ialah dengan menggunakan alat permaninan edukatif. Sebab dunianya anak adalah bermain, dan bermainnya anak merupakan aktivitas belajar anak. Melalui alat permainan edukatif anak dapat bermain sambil belajar dalam rangka mengembangkan potensi dan menanamkan karakter kemandirian dan kedisiplinan pada anak usia dini. Pembiasaan kemandirian dan kedisiplinan pada anak usia dini akan muncul nilai-nilai karakter yang terpuji lainnya meliputi: religius, jujur, toleransi, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Elis Komalasari Elis Komalasari
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 1; https://doi.org/10.37216/aura.v1i2.441

Abstract:
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan pada anak (child abuse) mengalamipeningkatan. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat bahwa sejak tahun 2010, jumlahkekerasan pada anak baik secara fisik maupun psikis mengalami peningkatan setiap tahunnya,terutama dalam bentuk kejahatan seksual pada anak. Pada umumnya, kejahatan seksual ataukekerasan bentuk lainnya pada anak seringkali dilakukan oleh anggota keluarga, tetangga danorang dekat sehingga hal tersebut menunjukan bahwa lingkungan rumah bagi anak ternyatatidak memberikan jaminan keamanan dan perlindungan. Untuk mengatasi permasalahantersebut, maka pendidikan anak usia dini sebagai bagian makro dari perkembangan anak danbagian dari masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya tindak kekerasanpada anak. Lembaga pendidikan anak usia dini harus menganut sistem berperspektif anakdengan menyelenggarakan pendidikan dan perlindungan anak, salah satunya yaitu denganmengembangkan kurikulum berbasis keterampilan (skill-based curriculum) yang memilikifokus pada pengajaran keterampilan perlindungan diri dari berbagai bentuk kekerasan,khususnya kekerasan seksual pada anak. Skill based curriculum perlindungan diri untuk anakusia dini dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak dan komponen sekolah, yang terdiridari: kepala sekolah, guru, komite orang tua, tim ahli dan stake holder pendidikan anak usiadini.
Muslihan Muslihan
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 1; https://doi.org/10.37216/aura.v1i2.440

Abstract:
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memasuki pendidikan jasmani sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dasar untuk meningkatkan kemampuan jasmani anak sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun dalam kenyataannya dalam proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal. Maka perlu adanya modifikasi dalam proses pembelajarannya. Tujuan penelitian ini menghasilkan model pengembangan permainan outbound untuk mendorong peningkatan keterampilan gerak dasar siswa PAUD Sayang Anak Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 205/2016 dalam pembelajaran fisik motorik sehingga dapat mengembangkan berbagai aspek pembelajaran dan meningkatkan aktivitas jasmani siswa PAUD.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Adapun prosedur pengembangan produk meliputi analisis produk yang akan diciptakan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba kelompok kecil dan revisi, uji coba kelompok besar dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli, serta menggunakan hasil pengamatan dilapangan dan hasil wawancara oleh siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase.Dari hasi luji ahli diperoleh persentase rata-rata hasil analisis produk skala kecil sebesar 87, 55% dengan kriteria “baik”. Oleh karena itu dapat digunakan untuk uji coba skala besar. Data hasil uji skala besar diperoleh persentase rata-rata sebesar 93, 33% dengan kriteria “sangat baik”. Data hasil pengamatan dan wawancara siswa pada uji coba skala kecil diperoleh rata-rata dengan persentase 73, 51% dengan kriteria “baik”. Data hasil pengamatandan wawancara siswa uji coba skala besar diperoleh rata-rata dengan persentase 83, 93% dengan kriteria “baik”. Pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar terjadi peningkatan hasil pengamatan dan wawancara siswa dengan persentase 10, 42%.Berdasarkan data hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengembangan permainan outbound untuk mendorong peningkatan keterampilan gerak dasar efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa yang sangat aktif bergerak dan sangat senang bermain sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada PAUD. Diharapkan bagi guru pada PAUD dapat menggunakan model permainan outbound untuk mendorong peningkatan keterampilan gerak dasar ini. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif penyampaian materi pembelajaran fisik motorik untuk siswa PAUD.
Baiq Halimatuzzuhrotulaini
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 1; https://doi.org/10.37216/aura.v1i2.438

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengkaji implementasi Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana luar ruangan dan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana dalam ruangan di dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan. Subyek penelitian adalah siswa siswi umur 4-6 tahun pada TK Az-Zaitun desa Kerongkong kecamatan Suralaga. Sebanyak 23 orang yang terdiri dari 10 perempuan dan 13 laki-laki. Pelaksanaan penelitian meliputi: (1) perencanaan, yaitu menyiapkan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana luar ruangan dan Alat Peraga Edukatif (APE) dalam sederhana, serta menyiapkan instrumen lembar observasi untuk melihat keaktifan anak di dalam menghasilkan kreativitas (2) tindakan berupa mengimplementasikan Alat Peraga Edugatif (APE) sederhana dalam ruangan ketika berada di dalam kelas dan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana luar ruangan ketika berada di luar kelas, (3) observasi dan evaluasi berupa mengisi instrumen lembar observasi untuk melihat keaktifan anak di dalam menghasilkan kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengunakan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana luar ruangan dan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana dalam ruangan dapat meningkatkan kreativitas Anak Usia Dini (AUD).
Nurul Hasanah Nurul Hasanah, Indra Jaya
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 3, pp 1-12; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.585

Abstract:
Kurang berkembangnya kosa kata anak dalam bahasa Inggris menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengembangkan kosa kata anak dengan penggunaan puzzle huruf dan gambar. Puzzle huruf dan gambar ialah bagian dari alat permainan edukatif yang manfaatnya banyak bagi perkembangan anak. Quasi Eksperimen sebagai jenis penelitian yang digunakan, dimana dua kelas pada Taman Kanak – kanak Putra 1 Pulau Punjung sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes serta dokumentasi. Penelitian dilakukan di Taman Kanak – kanak Putra 1 Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Dari hasil penelitian, melalui uji hipotesis paired sample t-test terlihat bahwa nilai sig. (2-tailed) menunjukkan 0,000 dari kelas pre-test dan post-test, yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak karena nilai menunjukkan 0,000 < 0,005. Maknanya, adanya pengaruh dari penggunaan puzzle huruf dan gambar dalam mengembangkan kosakata bahasa Inggris.dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dalam penggunaan puzzle huruf dan gambar untuk mengembangkan kosa kata bahasa Inggris anak di Taman Kanak – kanak.
Asri Febrianti, Rusmayadi Rusmayadi, Herman Herman
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 52-63; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.602

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka jari terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif Pre Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan selama lima hari dan dalam beberapa tahap yaitu pretest yang dilakukan selama sehari dan dinilai dari segi aspek kemampuan bahasa anak sebelum diberikannya perlakuan/treatment dengan menggunakan media boneka jari, treatment dilakukan selama tiga hari menggunakan media boneka jari untuk mengetahui adakah pengaruh penggunakan media tersebut terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak, dan yang terakhir posttest yang dilakukan selama sehari dan berlangsung dari awal pembelajaran hingga selesai yang bertujuan untuk mengukur keadaan akhir sesudah subyek diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media boneka jari terdapat perubahan yang signifikan, dibuktikan dari hasil uji wilcoxon yaitu diperoleh Zhitung -2,810 dan sig ,005. Apabila nilai sig. Statistik uji wilcoxon < alpha (0,05) atau |Zhitung |> |Ztabel (1,96)|, maka Ho ditolak. Diperoleh nilai sig = 005 < alpha (0,05) sehingga diputskan untuk menolak Ho. jika Ho yang ditolak, maka secara otomatis H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh penggunaan media boneka jari terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak TK Idhata Cambayya
Nadya Salsabilafitri Nadya Salsabilafitri, Izzati Izzati
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 3, pp 44-53; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.591

Abstract:
Anak usia dini ialah individu yang unik dan mempunyai karakteristik yang sejalan dengan tahapan usianya. Pada masa ini, anak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, masa usia dini (0-6) tahun ini juga sering disebut masa keemasan (golden age) sebab pada masa inilah merupakan sebuah periode awal bagi anak untuk mengeksplorasi dirinya ke lingkungan. Salah satu aspek yang dikembangkan di Taman Kanak-kanak ialah perkembangan sosial. Dewasa ini, pengembangan sosial merupakan salah satu aspek yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk melakukan adaptasi, bersosialisasi, bekerja sama, menyesuaikan diri dengan teman sebaya dan melakukan pendekatan dengan orang lain termasuk dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan pengembangan sosial anak di Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Kantor Gubernur Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Kantor Gubernur Padang pada bulan Februari hingga Maret 2022. Hasil penelitian secara umum diketahui bahwa Pelaksanaan pengembangan sosial anak di Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Kantor Gubernur Padang sudah terlaksana dengan baik. Guru telah membuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengacu kepada kurikulum 2013 dan indikator pembelajaran. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pelaksanaan pengembangan sosial mengacu kepada kurikulum 2013 dan indikator pembelajaran yang telah ditetapkan.
Nesyatus Sulichah, Nurul Khotimah
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 37-51; https://doi.org/10.37216/aura.v2i2.548

Abstract:
Penelitian di latar belakangi oleh adanya kegiatan di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo, yang mana anak tersebut menghafal doa harian. Sehubungan dengan kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan apakah dengan aktivitas menghafal doa harian di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo mampu berpengaruh terhadap nilai agama dan moral anak? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo sebanyak 28 responden. Karena jumlah siswa < 100, dan penelitian ini termasuk dalam penelitian populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Data terkumpul dianalisis menggunakan analisis Product Moment dan regresi sederhana dengan bantuan Software Program SPSS versi 25 for windows. Hasil dari penelitian adalah : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara menghafal Do’a harian terhadap Nilai Agama dan Moral Anak Usia 5-6 Tahun di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo, hal ini ditunjukkan oleh hasil r= 0,845, dengan p= 0,000 < 0,05 dan berada pada tingkat tinggi. (2) Besarnya pengaruh menghafal Do’a Harian terhadap Nilai Agamandan Moral anak Usia 5-6 Tahun di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo adalah sebesar 71,5% yang ditunjukkan harga p = 0.000 < 0.05 dan sisanya sebesar 28,5% dipengaruhi oleh factor lain yang belum diketahui oleh peneliti.
Belia Maisix Belia Maisix, Indra Jaya
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 3, pp 31-43; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.593

Abstract:
Latar belakang dari penelitian ini adalah belum optimalnya pola asuh orang tua secara islami, seperti ada beberapa dari anak yang masih rendah dan belum optimal menerapkan sikap kedisiplinan dalam sholat, disiplin tidur, disiplin baca alquran,disiplin,disiplin mandi dan disiplin makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan Islamic parenting dalam membentuk karakter disiplin anak di Taman Kanak-kanak ATTIN SUMBAR Pariaman yang merupakan salah satu Taman Kanak-kanak Islam Terpadu unggulan dan siswa-siswinya memiliki banyak prestasi, serta untuk mengetahui masalah-masalah yang diperhatikan oleh wali dalam melaksanakan pola asuh Islami, apa yang dilakukan wali dalam mengatasi masalah tersebut dan pengaruh hubungan asuh islami terhadap kedisiplinan anak. Pendekatan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dengan memakai pendekatan kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional. Pemerolehan data dilakukan memlaui penyebaran angket dan dokumentasi dengan jumlah sampelpenelitian 46 orang. Teknik analisis data menggunakan statistik korelasi dengan program SPSS 16.hasilpenelitian ini menunjukan islamic parenting mempunyai huungan yang signifikan dengan dissiplin anak di Taman Kanak-kanak ATTIN SUMBAR Pariaman sebesar(2-tailed) 0,000 (< 0,05) dan tingkat hubungan cukup kuat (0,557). Implikasinya adalah dengan membiasakan pola asuhorang tua secara islami yang baik dan benar, maka akan membentuk karakter disiplin pada anak usia dini.
Eva Diana, Nurul Khotimah
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 83-99; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.579

Abstract:
Abstrak Negara Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak suku dan bangsa dan tentunya memiliki banyak bahasa, salah satunya yaitu bahasa Jawa. Di dalam bahasa Jawa ada tingkatan yang menjadi dasar dari bahasa dan penuturan yaitu bahasa Jawa Ngoko dan bahasa Jawa Krama. Pembiasaan berbahasa tentunya tidak lepas dari bimbingan orangtua dan kebiasaan berbahasa dalam keluarga. Maka dari itu disinilah nilai moral dan sikap anak dibentuk, salah satunya yaitu sopan santun. Anak-anak maupun remaja sekarang kurang menerapkan bahasa Jawa Krama dan nilai moral khususnya sopan santun terhadap orang yang lebih tua, atau yang seharusnya mereka hormati. Semakin berkembangnya sistem pembelajaran membuat pembelajaran mengenai budaya Jawa semakin tergeser keberadaannya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji, mengetahui dan mendeskripsikan tentang pembiasaan orangtua menanamkan bahasa jawa krama terhadap karakter dan nilai moral anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dalam penelitian ini sumber data diperoleh dengan menggunakan metode survei. Tehnik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuisioner (angket) dengan jumlah 48 responden yang dibagikan kepada orangtua yang memiliki anak usia 5-6 tahun di desa Mirigambar Sumbergempol Tulungagung. Dari penelitian yang telah dilaksanakan memperoleh hasil (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel (X) pembiasaan orangtua dengan variabel (Y) nilai moral anak usia 5-6 tahun di desa Mirigambar, hal ini ditunjukkan oleh hasil uji regresi linier sederhana yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. (2) Pembiasaan orangtua menanamkan bahasa Jawa Krama dapat dilakuan dengan berbagai strategi antara lain pembiasaan anak mengucapkan kata-kata dasar seperti “nggih, dalem, sampun”. Orangtua diharapkan menanamkan bahasa Jawa Krama kepada anak sejak usia dini agar menjadi karakter berbicara anak selanjutnya.
Baiq Halimatuzzuhrotulaini, Salmiah Salmiah
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 73-82; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.603

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan role playing mampu meningkatkan kemampuan emosional anak kelompok B di TK Islam Al- Asy’ari NW Reban Tebu Tahun Pelajaran 2018/2019, Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak Islam Al- Asy’ari NW Reban Tebu Selong Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2018/2019, dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2018. Subjek penelitian ini ada 2, yaitu subjek yang melakukan tindakan yaitu Guru kelas B TK Islam al-Asy’ari, dan subjek yang menerima tindakan yaitu siswa kelompok B sebanyak 19 orang anak. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrument lembar observasi yang berbentuk checklist dan instrument wawancara untuk guru, indikator kinerja, prosedur tindakan, dan analisis data. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: dengan metode role playing dapat meningkatkan kemampuan emosional siswa yang dilihat dari peningkatan yang terjadi pada Siklus I dan Siklus II. Setelah mendapat tindakan pada pertemuan Siklus I terjadi peningkatan sebesar 48 % atau 9 orang siswa katagori Mulai Berkembang (MB) dan 52% atau 10 orang siswa katagori berkembang sesuai harapan. Pada pertemuan ke-2 siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 16% atau 3 orang siswa pada katagori Mulai berkembang ( MB) dan 84% atau 16 siswa pada katagori berkembang sesuai harapan (BSH). pada anak Kelas B usia 5-6 tahun di TK Islam AL-Asy’ari NW Reban Tebu pada tahun ajaran 2017/2018 yaitu sesuai dengan katagori ketuntasan yaitu 80%.
Mohamad Hatta
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 3, pp 13-30; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.601

Abstract:
Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian yang berjudul ”Pendekatan Tematik dalam Pembelajaran Anak Usia Dini.” dengan metode penelitian kualitatif yang menafsirkan fenomena yang dijumpai melalui metode pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, internet, artikel, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan fokus masalah yang sedang diteliti. Dari studi kepustakaan ini di peroleh hasil penelitian berupa kesadaran akan kebutuhan pendidikan terutama pada masa usia dini pada masa ini cenderung terus meningkat sehingga pendidikan dipahami sebagai upaya pengembangan potensi kemanusiaan secara utuh dalam menanamkan nilai-nilai sosial budaya yang diyakini oleh sekelompok masyarakat agar dapat mempertahankan hidup dan kehidupan secara layak. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam bidang pendidikan usia dini, pemerintah berusaha memfasilitasi dengan mengembangkan kurikulum PAUD berbasis pendekatan tematik yang diharapkan dapat membantu memberikan hasil pendidikan yang berkualitas pada anak usia dini. Pendekatan tematik dalam kurikulum PAUD adalah pendekatan yang menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran dengan memperhatikan karakteristik anak dan kompetensi yang akan dicapai, terinteraksi dengan alat (media) dalam proses pembelajarannya dan bersifat konkret. Dalam pengaplikasiannya pendekatan tematik dalam penelitian ini bersifat terpadu yaitu menuntut peserta didik baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan autentik. Dalam prosesnya juga pendekatan tematik ini mencoba memadukan beberapa pokok bahasan dalam suatu tema tertentu sehingga diharapkan peserta didik lebih memiliki kedalaman wawasan materi dengan tingkat keterampilan dan pengetahuan yang beragam dan kompleks serta tidak terpecah-pecah.
Salsabilla Putri Diana, Zulminiati Zulminiati
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 3, pp 54-66; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.594

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kegiatan fun cooking untuk meningkatkan kemampuan sains anak kelompok B. Kemampuan sains yang akan diukur meliputi kemampuan observasi, membandingkan, mengklasifikasi, mengukur dan mengkomunikasikan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dan struktur quasi experiment. Penelitian dilaksanakan di TK Telkom Schools Padang dengan subyek 30 anak yang dipisahkan menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tes berupa pernyataan sebanyak 12 butir, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data serta uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis sebagai cara teknik untuk menganalisis data. Alat pengumpulan informasi yang digunakan adalah lembar pernyataan. Informasi tersebut kemudian ditangani dengan uji (t-test) dengan menggunakan SPSS 22.0 for windows. Penelitian membuahkan hasil yang terlihat dari hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi kelas eksperimen dan kontrol sebesar 0,200 maka hasil signifikan nilai tersebut > 0,05 sehingga peningkatan skor kelas eksperimen dan kontrol normal. Data uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,187 yang berarti 0,187 > 0,05 maka kelas yang dijadikan penelitian adalah kelas yang homogen. Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi 0,187 yang berarti 0,187 > 0,05, sehingga kelas yang digunakan adalah kelas homogen. Mengenai uji-t menunjukkan nilai Sig. (2-diikuti) sebesar 0,004 < 0,05. Dengan demikian, cenderung diduga ada pengaruh yang besar fun cooking dalam mengembangkan kemampuan sains anak melalui kegiatan mengamati, membandingkan, mengklasifikasi, mengukur dan mengkomunikasikan.
Sari Nurmila
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 64-72; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.549

Abstract:
Dunia pendidikan senantiasa diarahkan pada peningkatan mutu sumber daya manusia terutama pada anak TK. Anak sebagai peserta didik dipersiapkan untuk menjadi dan memiliki jiwa yang tangguh, mandiri, dan kreatif dalam memasuki era globalisasi yang penuh persaingan. Untuk itu penyelenggaraan program pendidikan akan lebih menitik beratkan pada perkembangan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Penggunaan media bahan alam untuk meningkatkan perkembangan kognitif pada anak dimaksudkan untuk lebih menarik perhatian anak sehingga dapat menimbulkan kemauan dan keinginan anak dalam belajar serta menarik minat dan memotivasi anak, selain itu bahan pembelajaran yang digunakan lebih jelas maknanya serta metode mengajar guru akan lebih baik. Penggunaan media bahan alam merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk menarik perhatian dan minat anak dalam proses pembelajaran. Hasil perkembangan kognitif anak disimpulkan melalui lembar observasi. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah terjadinya perubahan yang minimal berkategori Mulai Berkembang (MB) dan mencapai peningkatan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan prsentase mencapai target 75%. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan perkembangan kognitif anak pada siklus I dan II. Skor perkembangan kognitif dalam penerapan media bahan alam pada anak Siklus I kategori Belum Berkembang (BB) dengan persentase 0%, Mulai Berkembang (MB) dengan perentase 73.3%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 26.6% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan pesentase 0%. Skor perkembangan kognitif anak pada Siklus II kategori Belum Berkembang (BB) dengan persentase 0%, Mulai Berkembang (MB) dengan perentase 0%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 13.3%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 86,6%. Dengan melihat keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bahanalam dapat meningkatkan perkembangan kognitif pada anak kelompok B RA Mi’rajus Shibyan NW Dasan Lekong.
Nesyatus Sulichah, Nurul Khotimah
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 2, pp 37-51; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.548

Abstract:
Penelitian di latar belakangi oleh adanya kegiatan di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo, yang mana anak tersebut menghafal doa harian. Sehubungan dengan kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan apakah dengan aktivitas menghafal doa harian di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo mampu berpengaruh terhadap nilai agama dan moral anak? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo sebanyak 28 responden. Karena jumlah siswa < 100, dan penelitian ini termasuk dalam penelitian populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Data terkumpul dianalisis menggunakan analisis Product Moment dan regresi sederhana dengan bantuan Software Program SPSS versi 25 for windows. Hasil dari penelitian adalah : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara menghafal Do’a harian terhadap Nilai Agama dan Moral Anak Usia 5-6 Tahun di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo, hal ini ditunjukkan oleh hasil r= 0,845, dengan p= 0,000 < 0,05 dan berada pada tingkat tinggi. (2) Besarnya pengaruh menghafal Do’a Harian terhadap Nilai Agamandan Moral anak Usia 5-6 Tahun di RA. Tarbiyatul Aulad Karangtanjung Sidoarjo adalah sebesar 71,5% yang ditunjukkan harga p = 0.000 < 0.05 dan sisanya sebesar 28,5% dipengaruhi oleh factor lain yang belum diketahui oleh peneliti.
Nur Anggi Febriani Nur Anggi Febriani
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), Volume 3, pp 67-77; https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.592

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengembangan, dan evaluasi pelaksanaan pengembangan motorik halus di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu At-Tin Sumbar Kota Pariaman. Hal ini menjadi persoalan menarik, karena guru mengembangkan motorik halus anak melalui kegiatan-kegiatan yang beragam dan juga berhubungan dengan ketarampilan hidup (Pratical life). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk melihat bagaimana pelaksanaan pengembangan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak Islam Terpau At-Tin Sumbar Kota Pariaman. Subyek penelitian adalah anak-anak kelas B1 di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu At-Tin Sumbar Kota Pariaman. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas B1 di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu At-Tin sumbar Kota Pariaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Sedangkan teknik pengabsahan data yang digunakan berupa teknik triangulasi. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa pelaksanaan pengembangan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu At-Tin sumbar Kota Pariaman, guru telah mempersiapkan Rencana Pelaksnaan Pembelajaran harian (RPPH). kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan yang direncanakan dan guru melakukan evalusi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pelaksanaan pengembangan motorik halus anak sudah berjalan dengan baik mengacu pada kurikulum 2013.
Awaludin Akbar Lalu
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 40-53; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.578

Abstract:
Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa OlehLalu Awaludin AkbarProdi Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahEmail: [email protected] AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh program maulana terhadap profesionalisme guru dan kemampuan literasi dasar siswa pada madrasah sasaran program. Penelitian ini melibtkan guru-guru kelas 1, 2, dan 3 sebanyak 18 orang dan siswa kelas 1, 2, dan 3 yang berjumlah 303 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya perubahan profesionalisme guru menjadi lebih baik khususnya dalam pengelolaan pembelajaran sehingga terjadi perubahan level kemampuan literasi dasar siswa dari yang sebelumnya pada bulan Juli + 50,2% siswa berada pada kemampuan level pemula dan huruf turun menjadi 23,1% pada bulan November, siswa dengan kemampuan level kata dan kalimat pada bulan Juli + 34,3% meningkat menjadi + 43,5% pada bulan November, dan siswa dengan level kemampuan paragraf & cerita + 15,5% pada bulan Juli meningkat menjadi 33,3% pada bulan November. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan kemampuan literasi dasar antara siswa laki-laki dan perempuan. Kata Kunci: Program Maulana; Profesionalisme guru; Kemampuan Literasi Dasar
Ahmad Hulaimi
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 25-39; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.581

Abstract:
Pembelajaran adalah aktivitas di kelas yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik sehingga menimbulkan interaksi baik antara guru, peserta didik, sumber belajar dan lingkungan yang ada, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi obyek tapi aktor, begitu juga denga guru tidak hanya satu-satunya sumber belajar, tapi lebih kepada penunjuk, pengarah dan pendidik. Pembelajaran tersebut akan efektif apabila disertai dengan penguasaan metode pembelajaran yang baik bagi guru. Ada pepatah pendidikan yang sering kita dengar, yakni : Materi pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting dari pada materi pembelajaran; Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting dari pada metode pembelajaran; Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri. Pernyataan tersebut menunjukkan urgensinya metode dalam pembelajaran, begitu juga dengan gurunya karena core learning ada pada guru itu sendiri, tapi jika guru kurang menguasai metode pembelajaran, maka bisa dipastikan pembelajaran tersebut akan monoton dan menyebabkan siswa akan bosan dalam belajar. Metode ABaBta merupakan metode yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran anak didik di tingkat dasar MI/SD. ABaBta singkatan dari (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) adalah akronim dari konsep pembelajaran yang ada dalam pendidikan pondok pesantren di Lombok Timur yakni Adabte (bahasa sasak : perilaku kita). Makna inilah yang menginspirasi terbentuknya metode ABaBta yang akan digunakan dalam pembelajaran literasi di Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Dalam beberapa studi pendahuluan ditemukan tingkat literasi dasar di Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lombok Timur masih tinggi yang mencakup literasi baca-tulis khususnya di kelas rendah yakni kelas 1 s/d 3, hal ini menjadi problem pendidikan karena baca-tulis saja sudah bermasalah apalagi pada tingkatan selanjutnya. Persoalan tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya adalah pendekatan dan penggunaan metode dalam pembelajaran yang belum efektif diterapkna oleh guru. Dalam studi ini peneliti ingin menggali dan melihat bagaimana studi efektifitas metode ABaBta dalam pembelajaran literasi siswa kelas rendah MI Lombok Timur.
Dewi Rohiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 13-24; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.583

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan fungsional belajar yang dialami oleh peserta didik MI Kabupaten Lombok Timur, langkah-langkah penanganan/layanan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan pihak madrasah, serta dampak penanganan/layanan pembelajaran guru terhadap perkembangan fungsional belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 40 Madrasah Ibtida’iyah di Lombok Timur pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas 1 s/d 3 berjumlah 1.923 peserta didik. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu Profil Belajar Siswa (PBS) dan pedoman wawancara dengan guru. Validasi data menggunakan informant review, analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian bahwa peserta didik yang teridentifikasi memiliki kesulitan fungsional belajar dalam pembelajaran literasi dasar yaitu 163 peserta didik atau 8.48%. dengan rincian kesulitan sebagai berikut: 1) kesulitan penglihatan 2,45%; 2) kesulitan pendengaran 3,07%; 3) kesulitan motorik kasar 2,45%; 4) kesulitan motorik halus 3,07%; 5) kesulitan berbicara 52%; 6) kesulitan belajar spesifik 62,58%; 7) kesulitan mengontor perilaku 4,29%; 8) kesulitan mengontrol emosi 6,13%; 9) kesulitan ganda 10,43%. Jumlah laki-laki 119 dan perempuan 44 peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik laki-laki lebih banyak mengalami kesulitan fungsional belajar dibandingkan perempuan. Langkah penanganan yang dilakukan ialah peserta didik dikelompokkan berdasarkan level kemampuannya serta melibatkan guru pendamping, relawan literasi dan fasilitator daerah. Dampak dari penanganan tersebut secara akademik meningkat terutama pada kognitif, sikap dan perilaku serta sosial-emosinya berkembang.
Siti Nurul Fitriani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 69-78; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.580

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi dengan menggunakan metode ADaBta (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) melalui pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) pada siswa kelas rendah 40 MI yang menjadi sasaran program maulana Lombok Timur. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada pihak kampus sebagai mitra INOVASI dalam mengatasi masalah literasi di Nusa Tenggara Barat, khsususnya di Lombok Timur. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas rendah di 40 MI di 5 Kecamatan Lombok Timur yang menerapkan program literasi Maulana yaitu Kecamatan Selong, Suralaga, Sukamulia, Masbagik dan Labuhan Haji. Jumlah sampel penelitiannya 156 orang siswa yang mengalami kesulitan belajar, Siswa perempuan berjumlah 41 orang dan siswa laki-laki berjumlah 119 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest – posttest design. Teknik penelitian ini akan menggunakan tes dan nontes (Instrumen Assesment Literasi, Observasi, dan metode AdaBta serta pendekatan TaRL). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 65 orang atau 42% tidak mengalami peningkatan level kemampuan membaca dan 91 orang atau 58% mengalami peningkatan level kemampuan membaca.
Elfa Yuliana, Saepul Bahri
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 219-228; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.361

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi, dan apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi belajar dengan pemanfaatan e-learning pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu memeriksa kembali data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi di Sekolah Dasar Negeri 2 Kembang Kerang didasari atas ketidak bolehan dalam melakukan pembelajaran secara langsung pada masa pandemi covid 19 atau virus corona (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi belajar dengan pemanfaatan e-learning pada masa pandemi, adapun faktor pendorong strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi yaitu: motivasi dalam penggunaan dan pengaplikasian internet sangat besar dalam melakukan pembelajaran, baik dari kepala sekolah, guru, maupun siswa, sarana prasarana yang dimiliki sudah lumayan untuk penerapan e-learning. Faktor penghambat: terbatasnya kemampuan guru dalam mengaplikasikan pembelajaran e-learning di sekolah, sumber daya manusia yang belum optimal dalam penerapan strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning, belum adanya website e-learning, dan kesadaran semua pihak dalam pentingnya pembelajaran e-learning dalam memajukan pendidikan di sekolah masih sedikit.
Siti Nurul Fitriani, Baiq Zunnur’Aeni Yusmayani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 195-210; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.386

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi bahan ajar dengan standar isi kurikulum MI/SD Kelas V pada tema organ gerak hewan dan manusia terbitan citra pustaka. Agar tidak terjadi permasalahan di masa mendatang, buku ajar harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu sesuai dengan Stadar Isi Kurikulum MI/SD yang disebutkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP). Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu Library Research (Penelitian Kepustakaan) dengan 2 sumber data, data primer dan sekunder. Data primer, yang merupakan sumber utama penelitian ini yaitu buku ajar kelas V MI/D Semester 1 terbitan Citra Pustaka, sedangkan data sekunder yang berasal dari berbagai sumber bacaan seperti jurnal-jurnal, buku, artikel, dan blog di internet yang berkaitan dengan kajian peneliti. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, dengan cara menganalisis data dengan mereduksi, display dan menggambarkan kesimpulan, Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa isi dari buku ajar kelas V terbitan citra pustaka sudah sesuai dengan Standar isi Kurikulum MI/SD (Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari kompetensi inti dan kompetensi dasarnya) walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan namun buku ini sudah memenuhi unsure-unsur yang terdapat pada standar kurikulum 2013.
Megawati Mahalil Asna, Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 211-218; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.384

Abstract:
Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman Siswa Kelas IV MI Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang Kabupaten Malang padamateri Hijrah Nabi Muhammad saw ke Yatsrib Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam semester 2. Pertanyaan utama yang ingin di jawab pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah proses penggunaan Media Story Boo kpadapembelajaran SKI MateriHijrahNabi Muhammad saw ke Yatsrib pada Siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang ? (2) bagaimana peningkatan pemahaman Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui media Story Book pada SiswaKelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang Kabupaten Malang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tanggal 03 September 2020 sampai 10 Oktober 2020 dan terdiri dari 2 siklus dan satu siklus terdiri atas dua jam pelajaran atau satu kali pertemuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penyampaian materi sebelumnya guru menyampaikan materi HijrahNabi Muhammad saw ke Yatsrib matapelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sebelumnya menggunakan metode ceramah yakni guru menyampaikan dengan ceramah dan siswa hanya mendengarkan dengan hanya sesekali di beri kesempatan untuk bertanya. Pemahaman siswa tentang materi Isra’ Mi’raj yang di ajarkan dengan metode ceramah sangat rendah. Dari hasil tesulangan harian siswa, dari jumlah 32 siswa hanya sekitar 8 siswa (31%) yang mampu memahami materi Isra’ Mi’raj dan memperoleh hasil yang maksimal atau mencapai batas ketuntasan belajar minimal mereka. Sedangkan sisanya (65%) sekitar 28 siswa memperoleh rata-rata nilai di bawah 60.
, Cicilia Ika Rahayu Nita, Adelya Mega Insan Putri
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 137-146; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.388

Abstract:
Gerakan literasi dilakukan dengan cara membaca buku selain mata pelajaran dalam waktu lima belas menit sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan ensiklopedia tata surya yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian R&D (Research and Development) dengan metode penelitian ADDIE dengan empat tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Dalam metode ini tahapan evaluasi tidak dilakukan atas dasar keterbatasan waktu penelitian. Langkah yang terdapat dalam penelitian berikut berupa analisis kebutuhan, proses kerangka desain, pengembangan instrumen validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, serta implementasi ensiklopedia kepada 10 orang siswa dalam uji lapangan serta guru wali kelas III SDN Sukun 1 Malang. Hasil penelitian diperoleh rata-rata validasi oleh ahli media sebesar 92% layak digunakan, dari ahli materi sebesar 96% layak digunakan, dan dari ahli bahasa sebesar 93% layak digunakan. Sedangkan, kepraktisan ensiklopedia tata surya dari guru sebesar 80% dan siswa kelas III sebesar 87%. Uji keefektifan sebesar 81% yang menunjukkan bahwa modul efektif untuk digunakan.
Muhammad Iqbal Ansari, Abdul Hafiz, Nurul Hikmah
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 180-194; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.359

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin, serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek guru koordinator, wali kelas, dan kepala sekolah. Teknis analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin bahwa: 1) Perencanaan, siswa SDIT Nurul Fikri Banjarmasin mampu menghafal Al-Qur’an yaitu juz 29 dan 30. Sistem pembelajaran yang dilakukan dalam kelas dengan dipimpin oleh wali kelas, pembelajaran dilakukan setiap hari senin-jum’at dengan alokasi 2 JP/hari. 2) Pelaksanaan, kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan pembukaan, inti, dan penutup. 3) Evaluasi, dilakukan dengan evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan setiap selesai pembelajaran dengan menyetorkan hafalan di setiap pertemuan, sedangkan sumatif dilaksanakan di akhir semester dengan menyetorkan hafalan satu surah secara langsung. Tiga aspek penilaian yaitu aspek kelancaran, makharijul huruf, dan tajwid. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin terdiri dari: 1) Faktor-faktor Pendukung yaitu faktor guru, dukungan orangtua, sarana dan prasarana, serta lingkungan. 2) Faktor-faktor penghambat yaitu faktor siswa dan kerjasama orangtua
Annor Saputra, Ahmad Rifa'i
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 164-179; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.382

Abstract:
Pembelajaran akidah akhlak termasuk faktor penting dalam pendidikan anak, kemunduran anak di sekolah sering disebabkan oleh keadaan pembelajaran di sekolah. Melalui pembelajaran akidah akhlak maka akan sangat membantu anak untuk berperilaku baik atau berakhlakul karimah. Baik buruknya pembelajaran akidah akhlak turut mempengaruhi terhadap perilaku siswa, karena sekolah ikut serta dalam upaya membentuk karakter seorang anak. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif, dan teknik pengambilan datanya dilakukan dengan angket atau kuesioner. Sedangkan teknik analisis datanya melalui pendekatan statistik regresi. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh hasil bahwa analisis pengolahan data yang terkumpul dari nilai variabel pembelajaran akidah akhlak dan karakter disiplin siswa dengan menggunakan teknik regresi, untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembelajaran akidah akhlak terhadap karakter disiplin siswa yang di variabelkan menjadi X dan Y sehingga diketahui hasil perhitungannya. Selanjutnya dilakukan pembuktian analisis uji hipotesis yaitu dengan menggunakan program SPSS versi22.0 for windows dan didapatkan nilai r 0,976 dan nilai 0,954 yang berarti hasil perhitungan yang telah diketahui bahwa pengaruh pembelajaran akidah akhlak terhadap karakter disiplin siswa mencapai 95,4%, dengan kata lain karakter disiplin siswa MI Darul Falah Pematang Benteng Hilir dipengaruhi oleh pembelajaran akidah akhlaksebesar 95,4%, sedangkan yang 4,6% lagi yaitu karakter disiplin siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya baik dari dalam siswa itu sendiri maupun dari luar siswa itu sendiri. Dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa adanya regresi antara variabel X dan variabel Y. Maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran akidah akhlak memiliki pengaruh yang signifikan dengan karakter disiplin siswa
Dewi Rohiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 147-163; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.385

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi atau data tentang standar proses dalam kaitan dengan impelementasi kurikulum 2013 di sekolah dasar yang terkategori sekolah favorit dengan sekolah biasa, kaitannya dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Proses pembelajaran yang diharapkan pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi, peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam penelitian ini menggunakan 8 sampel yaitu 4 sekolah favorite dan 4 sekolah biasa. Dari hasil penelitian bahwa skor tiap-tiap komponen terdapat perbedaan nilai, artinya sekolah favorit memperoleh nilai lebih tinggi yaitu pada perencanaan rata-rata 87,50 dan pelaksanaan pembelajaran rata-rata 86,90. Sedangkan sekolah biasa pada perencanaan mendapat rata-rata 80,78 dan pelaksanaan pembelajaran rata-rata 83,36. Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa sekolah favorit maupun sekolah biasa sama-sama memperoleh kualifikasi Baik
Riska Nur Aulia, Ida Sulistyawati, Susi Hermin Rusminati
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 125-136; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.358

Abstract:
Media yang menggabungkan dua unsur sekaligus yaitu media audio dimana menggunakan unsur suara yang melibatkan indera pendegaran dan media visul yang menggunakan unsur gambar yang melibatkan indera penglihatan disebut media audio visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara media audio visul dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Metode dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri Belahantengah Mojokerto yang berjumlah 31 peserta didik dengan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni uji normalitas, uji linieritas, dan uji korelasi. Hasil uji korelasi menghasilkan adanya korelasi media audio visual dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Hal ini berdasarkan uji korelasi dengan menggunakan bantuan spss diketahui rhitung > rtabel yaitu 0,831 > 0,355. Dengan taraf signifikasi (Sig) . Sehingga hipotesis Ha yang menyatakan terdapat korelasi antara media audio visual dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1 dapat diterima.
Zainul Muttaqin, Mu’Awanah Mu’Awanah
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 45-54; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i2.320

Abstract:
The purpose of this study is to describe the process of hegemony in the language of Tithe Ringkok Ratu myth in North Masbagik Village. The problem formulation of this research is "how is the process of hegemony in the language of the myth of Timba Lingkok Ratu in North Masbagik Village? To answer the research question above, the researcher conducted the research with qualitative descriptive method and approach with the type of ethnographic research located in North Masbagik Village Masbagik Subdistrict. Furthermore, data collection techniques from this research are observation, interview and documentation. While data analysis is data reduction, data presentation, and withdrawal conclusion. The results of this study indicate that the process of hegemony in the language of the myth of Timba Lingkok Ratu in North Masbagik Village begin beliefs that are superstition, then this belief is spread from the mouth of tempest that is by the dominant party (people who hegemonies) to the dihegemoni. Furthermore, languages that are persuasive or affect the dominant party with a style of delivery that is so reliable and with strong evidence. Therefore, it can be concluded that the process of hegemony into the language of Titus Ringkok Ratu in North Masbagik Village is a process of convincing someone who is done by the dominant party to the community against Titus Timba Lingkok Ratu in North Masbagik Village with strong evidences.
Gina Hapsari, Kasiyati Kasiyati
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 23-31; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i1.269

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak dalam membedakan toilet laki-laki dan toilet perempuan yang dilakukan melalui media kartu gambar. Penelitian dilaksanakan selama 13 kali. Metode yang digunakan penelitian Single Subject Research (SSR) bentuk A-B-A. Kondisi baseline (A1) dilakukan empat kali. Kondisi intervensi (B) merupakan kondisi setelah diberikan perlakuan dilakukan sebanyak enam kali. Sedangkan kondisi baseline (A2) merupakan pemberhentian perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengamatan. Analisis grafik visual sangat diperlukan salam teknik analisis data. Persentase overlap diperoleh pada kondisi A1-B yaitu 0% sedangkan persentase overlap yang diperoleh pada kondisi A2-B yaitu 50%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dalam meningkatkan keterampilan untuk membedakan toilet laki-laki dan toilet perempuan efektif menggunakan media kartu gambar. This study aims to improve children's skills in distinguishing male toilets and female toilets which are carried out through self-drawing cards. This research was conducted 13 times observation. This research method uses a Single Subject Research (SSR) type of study with A-B-A design. Baseline condition (A1) is the initial capability before it is given as many as four observations. The intervention condition (B) is a condition given after six examinations have been carried out. While the baseline condition (A2) is a dismissal carried out three times. Data analysis techniques using visual graph analysis. The percentage of overlap obtained at condition A1 / B is 0% while the percentage of overlap obtained at condition A2 / B is 50%. Based on the results of this study, the image card media is effective in improving the skills of calculating male and female toilets
Zaenuddin Zaenuddin
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 15-31; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i2.319

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui nilai pendidikan kawin adat sasak di desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah Pengumpulan data dilakukan melalaui observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis menurut Miles dan Huberman, yaitu (1). Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian nilai nilai perkawinan Masyarakat Sasak memiliki banyak retual atau tahapan-tahapan sebagai berikut; merariq atau kawin lari, melapor kepada kepala lingkungan, nyelabar, melakukan pernikahan, rebak pucuk, begawe, sorong serah, nyongkolan, dan bales lampak. Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya, perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan unsur kebudayaan lokal. Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena kontak dengan budaya lain, sistem pendidikan yang maju yang mengajarkan seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap perubahan. Akan tetapi dalam tradisi ada perbedaan pendapat dikalangan para tokoh adat dengan tokoh agama di tengah-tengah masyarakat sasak. Tradisi kawin masyarakat sasak banyak mengubah persepsi pelaksanaan perkawinan atau pernikahan sesuai dengan ajaran islam. Nilai-nilai pendidikan yang ada dalam adat kawin sebagai berikut. 1. Nilai agama (religius). Nilai religius ini merupakan sikap dan perilaku dalam melaksanakan ajaran agama seperti waktu melaksanakan adat betikah atau bekawin. Prinsip masyarakat Desa Gelogor Kediri Lombok Barat dalam pelaksanaan acara betikah (bekawin) masing sangat berpegang teguh pada nilai-nilai agama. 2. Nilai tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.Tanggung jawab 3. Nilai kejujuran hubungan yang tulus, saling memiliki, saling memberi tahu segala hal yang terjadi dan dirasakan. Kejujuran menjadikan hubungan berjalan dengan baik meski kadang, kejujuran terasa pahit tapi itu lebih baik dari pada kebohongan. Sahran mengatakan ” kejujuran adalah kunci hubungan ” untuk saling menjaga diantara pasangan, contohnya seketika pacaran dan betikah jangan sampai tidak jujur karena dibohongin itu menyakitkan. Bayangkan jika sepasang pasangan tak saling memberi kepercayaan dan kejujuran maka hubungan tidak akan pernah harmonis dan bahagia.[1] 4. Nilai kerja keras adalah bekerja secara sungguh-sungguh dan tidak mengenal lelah seperti dalam upacara begawe dan nyongkolan.Kerja keras dalam begawe meliputi sikap tolong menolong, gotong royong, dan kekeluargaan.
Syamsul Rizal, Azhari Fathurrohman
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 32-43; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i1.256

Abstract:
The teaching of English as a Foreign Language (EFL) speaking is necessary for university students to have basic skills of oral communication. Using teaching media in the teaching of EFL speaking might be beneficial to help students improve their speaking skills. As teaching media, video can offer audio and visual model of target language as complete stimuli. The aim of this research was to investigate the use of video as teaching media to improve the speaking skill of the first semester students of PGMI program of IAIH NW at Pancor. Based on the data of preliminary study, it was found that the students encountered many problems in their speaking class such as; the students had low motivation and reticence to speak, poor grammar and vocabulary, and had some errors in pronunciation. With regard to the problem, this classroom action research was conducted to solve those problems occurring in the speaking class. This research was a collaborative action research in which a collaborator assisted the researcher to collect the data using speaking scoring rubric, questionnaire and field notes. This research was conducted in two cycles focusing on the improvement of the students’ speaking performance and their positive attitude to the implementation of the use of video as teaching media in the speaking class. After the implementation of the use of video as teaching media in the speaking class for two cycles, it revealed that the use of video could improve the students’ speaking performance and give them positive attitude to the implementation activities. The findings showed that the average score of the students’ speaking performance could achieve 85.11 from the determined score 75. In addition, it was also found that 84.13 % of the students had positive attitude to the implementation of the use of video in the speaking class. The implementation of the use of video as teaching media in speaking class can cover a procedure of three main phases: The first phase is pre-viewing, the second phase is whilst-viewing, and the third phase is post-viewing. Based on the findings, it is concluded that the use of video as teaching media can be one of the solutions to improve not only the students’ speaking skills but also the their’ positive attitude in the teaching of speaking. Therefore, English teachers are suggested to use the video as teaching media to teach their students in speaking class and it is also possible to teach other language skills or components.
Ulyan Nasri
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 8-22; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i1.272

Abstract:
Istilah radikalisme sudah menjadi istilah yang familer dilekatkan pada suatu kelompok dalam Islam. Indikator-indikator untuk menyebut kelompok dalam Islam radikalisme di antaranya adalah terorisme, anarkis, pemberontak dan ekstrim. Salah satu penyebab terjebaknya oknum kepada prilaku radikalisme yaitu pemahaman agama yang parsial dan cenderung kepada sifat fanatisme. Sifat inilah yang kemudian mengakibatkan rasa superioritas atas pemeluk agama lain. Gagal faham tentang konsep jihad dalam agama menjadikan seseorang mengambil jalan pintas yaitu dengan menebar teror kepada orang-orang yang justru tidak bersalah. konsekuensi logis dari interpretasi ini adalah penyandingan terorisme sebagai buah dari radikalisme. Hipotesa ini adalah sesuatu yang wajar, mengingat berbagai aktivitas teror di berbagai belahan dunia senantiasa mengatasnamakan jihad yang dilakukan umat Islam sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Hal ini menimbulkan berbagai gejolak yang tanpa disadari tidak hanya berimplikasi pada menurunnya stabilitas nasional, tapi bahkan menyulut respon negatif dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu diperlukan adanya pemahaman inklusif terhadap agama sehingga pemeluk agama menyadari bahwa pluralitas adalah sebuah keniscayaan. Melihat permasalahan tersebut, perlu ada penguatan dan penegasan kembali tentang originalitas ajaran Islam yang mengandung nilai-nilai humanis-pluralistik dan toleran. Maka, peran yang sangat strategis dalam hal ini adalah materi pendidikan agama Islam harus mampu merekonstruksi materi-materi yang yang relevan untuk menangkal tuduhan tersebut. Pada titik inilah fokus kajian dalam artikel ini yaitu berusaha menakar kembali materi-materi pendidikan agama Islam yang cenderung bernilai humanis-pluralis dan toleran untuk menangkal tuduhan radikalisme pada agama Islam.
Nurul Nafisah, Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 44-53; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i1.268

Abstract:
Penelitian ini didasarkan pada hasil temuan lapangan berupa hadirnya seorang penyandang tunarungu pada ajang pemilihan uda uni duta wisata kota padang panjang yang dilaksanakan tahun 2018. Ia yang menjadi salah satu duta wisata terpilih dengan gelar penghargaan special achievment. berdasarkan temuan di lapangan, diperoleh fakta bahwasanya subjek merupakan penyandang disabilitas pertama se kota padang panjang, dan bahkan yang pertama se provinsi sumatera barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetaahui seluk beluk perjalanan subjek dalam meraih gelar tersebut pada ajang pemilihan uda uni duta wisata kota padang panjang tahun 2018. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mengungkap secara mendalam profil dari duta wisata penyandang tunarungu . sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui observasi terusterang, observasi tersamar, dan observasi tidak terstruktur, study dokumentasi, dan wawancara dengan rekan-rekan terdekat subjek, rekan-rekan sesama duta wisata, juga pihak dinas terkait. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil dari seorang tunarungu yang menyandang gelar sebagai duta wisata yaitu riwayat pendidikan, aspek 3B (brain, beauty, behavior) yang ada dalam diri tunarungu I, tahapan yang ia lalui dan kendala yang ia hadapi selama berkompetisi dalam ajang pemilihan Uda Uni Duta Wisata Kota Padang Panjang Tahun 2018 dan cara tunarungu I mengatasi kendala yang ia temui dalam kompetisi tersebut.
Arpan Arpan
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 55-62; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i2.318

Abstract:
Sebagai organisasi massa Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Nahdlatul Wathan telah berkiprah memberikan sumbangsih yang signifikan dalam pengembangan pola keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan yang lestari eksis hingga kini majlis-majlis taklim yang terus semarak, lembaga-lembaga pendidikan yang semakin meningkat serta tradisi-tradisi luhur yang merupakan kolaborasi antara kearifan lokal dan keislaman. Salah satunya adalah hiziban. Hiziban adalah tradisi membbaca doa secara berkelompok yang doa tersebut merupakan doa-doa terpilih yang disusun oleh pendiri Nahdlatul Wathan yaitu, TGH. Zainuddin Abdul Madjid. Hiziban telah menjadi rutinitas yang melekat dalam masyarakat Nahdlatul Wathan.
H Imanuddin, H Hudatullah Muhibuddin Abdul Aziz
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 1-14; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i2.294

Abstract:
Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran kearah paradigma konstruktivisme (merancang dan membangun). Media pembelajaran meliputi berbagai jenis, antara lain: Pertama, Media gerafis atau media dua dimensi, seperti gambar, foto, grafik atau diagram; Kedua, Media model solid atau media dimensi tiga, seperti model-model benda ruang dimensi tiga, diorama, dsb. Ketiga, Media proyeksi seperti film, filmstrip, OHP; Keempat, Media informasi, computer, internet. Kelima, Lingkungan. Tulisan ini kami sajikan dari hasil penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Pembelajaran menggunakan media merupakan salah satu tipe pembelajaran yang kreatif dan menyenagkan. Pembelajaran yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran lebih baik dari pada metode ceramah dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam melaksanakan shalat sunnah rawatib. Dari pengalaman dilapangan tidak sedikit gurudalam proses pembelajaran sangat jarang menggunakan media pembelajaran. Hal ini menyebabkan pembelajaran monoton dan jauh dari kreatifitas da hasilnya tentu bisa ditebak yaitu hasil belajar siswa menjadi rendah dan sulit mencapai kompetensi standar. Oleh sebab itu salah satu upaya yang harus dicoba untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan mencoba menggunakan media visual dalam proses belajar mengajar sehingga peserta didik akan lebih mudah mengerti dan dapat dengan mudah menuangkan konsep-konsepnya yang begitu banyak ke dalam bentuk yang simpel.
Masjudin Masjudin
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 32-44; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i2.295

Abstract:
“Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu produk dari manusia yang terdidik, dan pada gilirannya manusia-manusia perlu lebih mendalami dan mampu mengambil manfaat dan bukan menjadi korban dari perkembangnan ilmu dan teknologi sendiri. Mendalami serta mengambil manfaat dari perkembangan ilmu dan teknologi tidak mungkin dilakukan oleh semua manusia dengan kadar dan waktu yang sama. Keterbatasan manusia dan waktu menuntut adanya spesialisasi yang semakin menajam. Teknologi telah menjadi bagian integral dari tiap kehidupan masyarakat sejak ribuan tahun yang lalu. Pada zaman batupun telah ada teknologi, seperti misalnya yang digunakan untuk membangun piramida, untuk membuat api, dan lain-lain. Makin maju suatu masyarakat, makin banyak dan makin canggih teknologi yang ditemukan dan digunakan. Bahkan ada diantara kita yang berpendapat bahwa teknologi telah merupakan “jawaban atas semua masalah”
Siti Fahirah, Kasiyati Kasiyati
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, Volume 5, pp 1-7; https://doi.org/10.37216/tarbawi.v5i1.271

Abstract:
This research is motivated by the problem of skills that exist in the YPPLB Extraordinary School Padang. Learning there only teaches sewing skills with the help of teachers and make a variety of skills from used goods and there is no emergence of student motivation because of the way to teach assignments and lecture methods. There are also culinary skills or cooking skills that only teach how to make cakes while making coffee from papaya seeds has never been applied. Based on the researchers' observations there were five deaf students in one class, including four girls and one class X male at the high school level. This research aims to improve vocational skills in making coffee from papaya seeds through the project method. The research method used is pre-experimental design with the type of one group pretest-posttest design. That the research was carried out in several stages namely, the first step of giving initial tests to determine the ability of children. Then given the intervention through the project method. After that it is tested again to see the child's ability after the intervention. Processed data obtained an average of 30.60 in the pre-test and post-test 82.80 using the Wilcoxon sign rank test. The rank test between the pre-test and post-test is 20.23 with Asymp. Sig (2-tailed). Probability that has been set is α = 0.05. Ha is accepted because the probability
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top