Refine Search

New Search

Results: 397

(searched for: publisher_group_id:12772)
Save to Scifeed
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Faradila, Risma Riendera
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 256-264; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.105

Abstract:
Exclusive breastfeeding is breast milk given to babies aged 0-6 months. This breast milk contains immune substances that can protect babies from various infections, bacteria, viruses, parasites and fungi. However, not many breastfeeding mothers provide exclusive breastfeeding. One of the factors of the mother not giving exclusive breastfeeding is because the mother works. Working mothers, especially factory workers, have limited time constraints due to work schedules, shift systems at work, rest time, and physically working mothers will be tired after work, so there is no motivation to provide lots of breast milk stock. To describe the experience of working mothers in exclusive breastfeeding at the Pringapus Public Health Center, Semarang Regency. This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. The sampling technique uses purposive sampling. Mothers who are the samples in this study are mothers who work active in the factory located in the work area of the Pringapus Community Health Center Semarang district as many as 5 people. The data source used 12 informants consists of 5 main informants and 7 triangulation informants. Collection technique the data were conducted in-depth interviews. Data analysis using analysis qualitative descriptive. All informants they have given statements. Where all have good knowledge related to exclusive breastfeeding for children. All informants have good knowledge regarding exclusive breastfeeding. Where they have been able to explain or answer questions given by researchers about knowledge of exclusive breastfeeding, experiences of mothers and experiences of expressing breast milk, efforts to increase milk production, support, obstacles and then hopes. Even though some of their answers were missing, none of their answers were wrong. It is hoped that it can provide knowledge and information to the public regarding exclusive breastfeeding (not giving babies other food or drinks, including plain water, apart from breastfeeding, except for drugs and vitamin or mineral drops, and expressing milk is also allowed) ABSTRAK ASI Eksklusif merupakan ASI yang diberikan pada bayi usia 1-6 bulan. Ibu yang bekerja di sektor pabrik memiliki perbedaan dalam melakukan manajemen laktasi dibandingkan dengan ibu yang bekerja di sektor informal. Ibu pekerja khususnya pekerja pabrik memiliki hambatan keterbatasan waktu disebabkan jadwal bekerja, sistem shift pada pekerjaan, waktu istirahat, serta secara fisik ibu bekerja akan lelah setelah bekerja. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan Pengalaman Ibu Pekerja Dalam Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pringapus Kabupaten semarang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Ibu yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang bekerja aktif di pabrik yang berada di lokasi wilayah kerja puskesmas pringapus kabupaten semarang sebanyak 5 orang. Sumber data menggunakan 12 informan terdiri dari 5 informan utama dan 7 informan triagulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil wawancara dari semua informan sudah memberikan pernyataan mempunyai pengetahuan yang sudah baik terkait dengan pemberian ASI eksklusif pada anak, namun sebagian besar informan menyatakan tetap memberikan susu formula. Pengalaman ibu dalam memompa ASI ekslusif sudah baik, namun persediaan ASI perah tidak dapat dilakukan maksimal akibat hambatan yang dihadapi yaitu ibu bekerja, ibu bekerja memiliki keterbatasan waktu yang menghambat pemberian ASI ekslusif dengan tidak dapat menyediakan ASI perah yang sedikit. Harapan ibu tetap besar untuk memberikan ASI ekslusif meski demikian ibu tetap menyediakan susu formula untuk memenuhi kekurangan ASI Perah. Upaya meningkatkan produksi ASI, dukungan, hambatan kemudian harapan. Walaupun dari jawaban mereka masih ada yang kurang namun semua jawaban mereka tidak ada yang salah. Diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat mengenai ASI eksklusif (tidak memberi bayi makanan atau minuman lain, termasuk air putih, selain menyusui, kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes, dan ASI perah juga di perbolehkan).
Putri Alifia Akhmad, Moneca Diah Listiyaningsih
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 220-232; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.90

Abstract:
Folic acid is important in the process of formation and maturation of erythrocytes, so that folic acid deficiency can manifest in anemia. Anemia is defined by hemoglobin levels in preconception women <12.0 g/dl, one of which is due to the lack of erythrocyte. Globally, the prevalence of anemia in women not pregnant (childbearing age) is 1.1%, and affects 19 million women not pregnant. Prevention of anemia in women of childbearing age can improve the degree of health of pregnant women, which ultimately contributes to a decrease in maternal and perinatal death. So that in preconception care is recommended anemia prevention measures in the form of nutritional interventions, one of which is recommended to prevent folic acid deficiency. The purpose of the study was to find out the influence of folic acid on hemoglobin levels of preconception women with anemia. literature review study, study 5 articles that meet inclusion and exclusion criteria. Search through Google Scholar, Garuda, and Pubmed, keywords that iron folic acid, folic acid, and anemia in preconception. from 5 articles examined there was an influence of folic acid on hemoglobin levels in preconception women. hemoglobin levels in preconception women are influenced by the adequacy of folic acid. So folic acid deficiency has an effect on the incidence of anemia in preconception women ABSTRAK Asam folat penting dalam proses pembentukan dan pematangan eritrosit, sehingga defisiensi asam folat bisa bermanifestasi pada anemia. Anemia didefinisikan dengan kadar hemoglobin pada wanita prakonsepsi <12,0 g/dl yang salah satunya dikarenakan kurangnya jumlah eritrosit. Secara global, prevalensi anemia pada wanita tidak hamil (usia subur) yaitu 1,1%, dan mempengaruhi 19 juta wanita tidak hamil. Pencegahan anemia pada wanita usia subur dapat meningkatkan derajat kesehatan wanita hamil, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan kematian ibu dan perinatal. Sehingga dalam pelayanan kesehatan prakonsepsi (preconception care) dianjurkan tindakan pencegahan anemia berupa intervensi gizi yang salah satunya dianjurkan untuk mencegah defisiensi asam folat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh asam folat pada kadar hemoglobin wanita prakonsepsi dengan anemia. Studi literature review, menelaah 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pencarian melalui Google Scholar, Garuda, dan Pubmed, kata kunci yang iron folic acid, asam folat, dan anemia in preconception. Dari 5 artikel yang ditelaah didapatkan adanya pengaruh asam folat terhadap kadar hemoglobin pada wanita prakonsepsi. Kadar hemoglobin pada wanita prakonsepsi salah satunya dipengaruhi oleh tingkat kecukupan asam folat. Sehingga defisiensi asam folat berpengaruh pada kejadian anemia pada wanita prakonsepsi.
Bela Putri Karisma, Ninik Christiani
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 214-219; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.84

Abstract:
Optimizing spiritual intelligence requires a long process and requires practice, the earlier the child is trained to develop spiritual intelligence, the greater the benefits include being able to recognize themselves, being able to recognize the strengths and weaknesses that exist in themselves, being sensitive to the surrounding environment, having a sense of empathy and compassion for God’s creation and will have peace of mind. The purpose of this research is to find out the effect of children’s yoga on pre-school children’s spiritual intelligence in Kebonromo village, Ngrampal sub-district, Sragen district. The design used in this research is Pre-Experimental with the One Group Pre-Post Test Design approach. The population of this study were pre-school children’s in Kebonromo village, Ngrampal sub-district, Sragen district. Sample of 10 pre-school children respondents. Spiritual intelligence questionnaire instruments and children’s yoga SOP. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The bivariate test results show that the Zcount value of the Wilcoxon Signed Ranks Test is -2.825 with a significance value (p-value) of 0.005. The significance value of the test is less than 0.05 (0.005 < 0.05) so that the test decision is H0 rejected, which means there is a significant difference in spiritual intelligence scores between the pre test and post test. The conclusion is there is an effect of children’s yoga on pre-school children’s spiritual intelligence in Kebonromo village, Ngrampal sub-district, Sragen district. The suggestion from this research is that it is hoped that children will be able to carry out child yoga regularly to get the benefits of children’s yoga, especially to develop children’s spiritual intelligence. ABSTRAK Dalam mengoptimalkan kecerdasan spiritual diperlukan proses panjang serta memerlukan latihan, semakin dini anak dilatih untuk mengembangkan kecerdasan spiritual maka akan semakin besar manfaatnya antara lain anak mampu mengenali diri sendiri, mampu mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, peka terhadap lingkungan sekitar, memiliki rasa empati dan belas kasih terhadap ciptaan Tuhan serta akan memiliki ketenangan dalam berpikir. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dengan melakukan yoga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yoga anak terhadap kecerdasan spiritual anak pra sekolah di Desa Kebonromo Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperimental dengan pendekatan One Group Pra-Post Test Design. Populasi dari penelitian ini adalah anak pra sekolah di Desa Kebonromo Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Sampel 10 responden anak pra sekolah. Instrumen angket kecerdasan spiritual dan SOP yoga anak. Analisis data menggunakan Analisis Univariat dan bivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa nilai Zhitung uji Wilcoxon Signed Ranks Test adalah sebesar -2,825 dengan nilai signifikansi (p-value) 0,005. Nilai signifikansi uji ternyata lebih kecil dari 0,05 (0,005 < 0,05) sehingga keputusan uji adalah H0 ditolak yang bermakna terdapat perbedaan yang signifikan skor kecerdasan spiritual antara pre test dan post test. Kesimpulannya adalah ada pengaruh yoga anak terhadap kecerdasan spiritual anak pra sekolah di Desa Kebonromo Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan anak-anak mampu melaksanakan yoga anak ini secara rutin untuk mendapatkan manfaat dari yoga anak terutama untuk mengembangkan kecerdasan spiritual anak.
Tya Lestari, Ari Andayani
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 186-193; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.78

Abstract:
Pain during labor increases maternal anxiety which can increase the risk of prolonged labor and high rates of secsio caesaria because this is the determining point of whether a mother can undergo a vaginal delivery or end with an action due to complications caused by severe pain.It is very important for the delivery helpers to meet the mother's need for their security and comfort.This study was conducted to find out the effectiveness of Counter Pressure Massage Against Decreased Labor Pain During I Active Phase at Rahayu Ungaran Clinic. This research uses preecperiment research method with the design of one group pretest posttest research. Samples were taken using accidental sampling techniques, namely as many as 20 maternity mothers. The instruments used in this study are SOP sheets (Standard Operating Procedures). The results of this study using Marginal Homogenity Test showed the value of Asymp value. Sig. (2-tailed) acquired 0.000. Based on statistical test criteria: If a Significant value > 0.05 then there is a difference or H0 is accepted. So 0.000 > 0.05 means in this case there is a difference before and when counter pressure technique or H0 is accepted. There is an effect of Counter Pressure Massage on the reduction of labor pain during the I active phase at Rahayu Ungaran Clinic. It is expected that future researchers will carry out a Counter Pressure Massage for mothers so that they can be used as a method of effective pain reduction. ABSTRAK Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang dapat menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti ketokolamin dan steroid. Nyeri dapat dikurangi dengan teknik farmakologi dan teknik nonfarmakologi. Teknik farmakologi dengan menggunakan obat analgesik, sedangkan teknik nonfarmakologik adalah pengendalian nyeri dengan menggunakan teknik counterpressure yang mengurangi sensasi nyeri dengan menghambat rasa sakit dari sumbernya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas Counter Pressure Massage Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Klinik Rahayu Ungaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling, yaitu sebanyak 20 ibu bersalin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar SOP (Standar Operasional Prosedur). Hasil penelitian ini menggunakan uji Marginal Homogenity Test menunjukkan nilai nilai Asymp. Sig. (2-tailed) diperoleh 0.000. Berdasarkan kriteria pengujian statistik: Jika nilai Signifikan > 0.05 maka terdapat perbedaan atau H0 diterima. Jadi 0.000 > 0.05 berarti dalam hal ini terdapat perbedaan sebelum dan saat dilakukan teknik counter pressure atau H0 diterima. Ada pengaruh Counter Pressure Massage terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di Klinik Rahayu Ungaran. Diharapkan ibu bersalin peneliti yang akan datang untuk melakukan Counter Pressure Massage sehingga dapat dijadikan metode pengurangan rasa nyeri yang efektif.
Sofaniah Nurrahmi, Isfaizah Isfaizah
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 246-255; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.104

Abstract:
Toddler development is very important to note, the first five years of life are very sensitive to the environment and lasts very short and cannot be repeated. Globally each year more than 200 million children less than 5 years of age show developmental delays and 86% occur in developing countries. In child development, the role of parents, especially mothers, is one of the supporting factors in the suitability of child development. The stimulation given by parents to children will create children who are smart, can develop and grow optimally, are independent, have normal emotions and are easy to adapt. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between maternal stimulation with the development of children aged 1-3 years. This research method is an analytical observational study with a cross sectional approach. Population in this study were all mothers who have toddlers aged 1-3 years as many as 130 people and the study sample was 57 people who were taken by purposive sampling technique. This research was conducted in the work area of ​​Kertaharja village midwives in December 2020. The instrument used in this study was to use a maternal stimulation questionnaire and for child development using KPSP. Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis with chi square test with significant level <0.05. Univariate analysis showed that most of mothers provided good stimulation (75,4%) and children had normal development (64,9%). The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the provision of maternal stimulation on the development of children aged 1-3 years in the Kertaharja Village Midwife Work Area with a p value of 0.001; p <(0.05). Maternal stimulation is very important for optimal development of children aged 1-3 years. It is recommended that parents be more active in providing stimulation to children according to the child's age ABSTRAK Lima tahun pertama kehidupan merupaka periode emas pertumbuan balita dan 86% kejadian keterlambatan perkembangan pada anak usia kurang dari 5 tahun terjadi di negara berkembang. Peran orang tua merupakan salah satu faktor pendukung dalam perkembangan anak. Stimulasi yang diberikan orangtua pada anak akan menciptakan anak yang pintar, mandiri, emosi yang normal dan tumbuh kembang dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemberian stimulasi oleh ibu dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun. Desain penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1-3 tahun di Desa Kertaharja sebanyak 130 orang dan sample sebanyak 57 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner stimulasi ibu dan untuk perkembangan anak menggunakan KPSP. Analisis data meliputi analisa univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square taraf signifikan <0,05. Analisis univariat sebagian besar ibu memberikan stimulasi yang baik pada anaknya (75,4%) dan anak memiliki perkembangan yang normal (64,9%). Analisis bivariat ada hubungan yang signifikan antara pemberian stimulasi oleh ibu terhadap perkembangan anak usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Bidan Desa Kertaharja (p= 0,001). Semakin baik pemberian stimulasi oleh ibu maka semakin bagus juga perkembangan yang dialami anak. Disarankan kepada orang tua yang masih kurang baik dalam menstimulasi anaknya untuk lebih aktif lagi dalam memberikan stimulasi kepada anak agar anak berkembang dengan optimal
Nindi Mubarokatun Nafisah, Eti Salafas
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 176-185; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.74

Abstract:
Anemia in adolescents can have an impact on decreased work productivity, stunted growth, the body is susceptible to infection, resulting in reduced body fitness, decreased enthusiasm for learning and achievement. The onset of anemia can be caused by wrong, irregular and unbalanced dietary intake with adequate nutritional sources what the body needs. The purpose of this study was to determine the correlation between the pattern and the incidence of anemia among female adolescents using a meta-analysis approach. This type of research is a meta-analysis research with a systematic review method, using 5 research journals as data sources that will be used in compiling the results consisting of 1 international journal, 4 national journals accredited by Sinta 4 and indexed by Garuda. The results of the study from a review of 5 articles showed that there was a relationship between diet and anemia in adolescent girls. The similarities of the five journals are in terms of type of research, research methods, data analysis, adolescent research respondents, and research instruments (in the form of a questionnaire). The results of the review through 5 related articles, most of the results showed that the diet of young women was not good and experienced anemia. The differences between each journal were the sampling technique, and the question indicators in the questionnaire were different from one journal to another. Abstrak Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja, pertumbuhan terhambat, tubuh mudah terinfeksi, mengakibatkan kebugaran tubuh berkurang, semangat belajar dan prestasi menurun.Timbulnya anemia dapat disebabkan oleh asupan pola makan yang salah, tidak teratur dan tidak seimbang dengan kecukupan sumber gizi yang dibutuhkan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkanhubungan polamakandengan kejadian anemiapadaremajaputridengan menggunakan pendekatan meta analisis.Jenis penelitian adalah penelitian meta analisis dengan metode literature review, menggunakan 5 jurnal penelitian sebagai sumber data yang akan digunakan dalam penyusunan hasil terdiri dari 1 jurnal internasional, 4 jurnal nasional terakreditasi Sinta 4 dan terindex Garuda. Hasil penelitian dari review 5 artikel menunjukkan bahwa ada hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Persamaan dari kelima jurnal yaitu dari segi jenis penelitian, metode penelitian, analisis data, respondenpenelitianyaituremaja, dan inttrumen penelitian (berupa kuesioner). Hasil review melalui 5 artikel terkait, sebagian besar hasil penelitian menunjukkan pola makan remaja putri tidak baik dan mengalami anemia.Perbedaan dari masing-masing jurnal yaitu dari teknik pengambilan sampel, dan indikator pertanyaan dalam kuesioner antara satu jurnal dengan lainnya berbeda.
Ni Putu Yunika Candra Riskiana, Rissa Laila Vifta
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 201-213; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.80

Abstract:
Brown algae of the genus Sargassum contain phenolic, chlorophyll and carotenoid compounds that function as the most effective antioxidants. The withdrawal of active compounds from natural ingredients is influenced by the nature of the polarity of a solvent. This study aims to examine the effect of solvent variations on antioxidant activity and secondary metabolites in the genus sargassum using the DPPH method. : This research was conducted using a journal review method using secondary data The solvents used were ethanol and methanol (polar), ethyl acetate (semi polar) and n-hexane (non polar). Antioxidant activity Sargassum in ethyl acetate solvent, namely IC50 = 68.89 mg/L, methanol = 69.27 mg/L, ethanol = 239.51 mg/L and n-hexane = 148 ,16 mg/L. The content of secondary metabolites that have antioxidant activity is phenolic compounds of 1,348.18 mg GAE/g, chlorophyll of 2.84 mg/g and carotenoids of 2.69 mol/g. The solvent variation has an influence on the antioxidant activity. ABSTRAK Alga coklat genus Sargassum mengandung senyawa fenolik, klorofil dan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang paling efektif. Penarikan senyawa aktif dari bahan alam dipengaruhi oleh sifat kepolaran suatu pelarut. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan dan senyawa metabolit sekunder pada genus (Sargassum) dengan metode DPPH. Penelitian ini dilakukan dengan metode review jurnal menggunakan data sekunder. Pelarut yang digunakan yaitu etanol dan metanol (polar), etil asetat (semi polar) dan n-heksan (non polar). Aktivitas antioksidan (Sargassum) pada pelarut etil asetat yaitu IC50 = 68,89 mg/L, methanol = 69,27 mg/L, etanol = 239,51 mg/L dan n-heksan = 148,16 mg/L. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa fenolik sebesar 1.348,18 ± 2.57 mg GAE/g, klorofil sebesar 2,84 mg/g dan karotenoid sebesar 2,69 µmol/g. Variasi pelarut memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan.
Ginaya Dinda Putri, Luvi Dian Afriyani
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 194-200; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.81

Abstract:
Various efforts to improve the quality of puskesmas services a priority in the development of the health sector, especially MCH services. Reliability, responsiveness, assurance, empathy and physical evidence of service quality are needed to improve patient satisfaction. Research to find out the Perception of Service Quality with the Satisfaction Level of MCH Patients and is there a correlation between Perceptions of Service Quality and the Satisfaction Level of KIA Patients. Data analysis used the Chi Square Test with an error rate of <0.05 This type of research is quantitative using a cross sectional design. Data collection techniques using accidental sampling using a questionnaire instrument via Whatss App Group and Google Form. The population in this study were 50 respondents. The sample in this study were 35 respondents. The results of the Univariate Analysis of Service Quality Perception of KIA patients showed that 15 were good (42.9%) and 20 were poor (57.1%). In the Reliability Dimension 20 good (57.1 Satisfaction (p = 0.693). The satisfaction felt by patients is the difference in the quality of health services with the expectations of the patient or a group of people or local residents who have got what is expected and needed with the services provided by health workers. Midwives can improve service quality by providing services according to patient needs. ABSTRAK Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas menjadi prioritas dalam pembangunan bidang kesehatan, terutama pada pelayanan KIA. Dibutuhkan kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik dalam mutu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien KIA. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Persepsi Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien KIA dan adakah Hubungan Antara Persepsi Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien KIA. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dengan tingkat kesalahan <0,05. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Teknik Pengambilan data menggunakan Accidental Sampling dengan menggunakan instrumen kuisoner dengan Google Form. Populasi pada penelitian ini sebanyak 50 responden. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 responden. Hasil Analisis Univariat Persepsi Mutu Pelayanan pasien KIA menunjukkan 15 baik (42,9%) dan 20 kurang (57,1%). Dan hasil Kepuasan Pasien pada Pasien KIA menunjukan baik (57,1%) dan 15 kurang (42,9%). Hasil Analisis Bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara Persepsi Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien (p=0,693). Kepuasan yang dirasakan pasien merupakan mutu pelayanan kesehatan dengan harapan pasien atau sekelompok masyarakat atau warga setempat yang telah mendapatkan apa yang diharapkan dan dibutuhkan dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Bidan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan layanan sesuai kebutuhan pasien.
Indah Mahendra Wardani, Rissa Laila Vifta
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 233-245; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.92

Abstract:
Sunlight emits electromagnetic radiation consisting of infrared, visible light, and UV radiation. High sun exposure can have an impact on skin damage. Corn silk is a waste from the cultivation of corn crops whose utilization is still very limited. Corn silk extract contains phenolic, flavonoids, and carotenoids that are efficacious as antioxidants and sunscreens. This study aims to find out the potential of antioxidants and sunscreens in corn silk extract and cream. This study by reviewing 5 articles consisting of 1 international article and 4 accredited National articles that discuss the activity of antioxidants and sunscreens both extracts and corn silk cream (Zea mays L.) published in 2011-2021. The results of the study of the five articles show that the compounds contained in corn hair extract that have antioxidant activity and sunscreen are phenolic, flavonoid, and carotenoids. Corn hair extract (Zea mays L.) has a very strong antioxidant activity category and has activity as an ultra protection category sunscreen. Corn silk cream have a very weak antioxidant activity and have maximum protection sunscreen activity. Both of corn silk extract and cream have antioxidant and sunscreen activity in the presence of secondary metabolite compounds phenolic, flavonoid, and carotene. ABSTRAK Sinar matahari memancarkan radiasi elektromagnetik yang terdiri dari inframerah, cahaya tampak, dan radiasi sinar UV. Paparan sinar matahari yang tinggi dapat berdampak pada kerusakan kulit. Rambut jagung merupakan limbah hasil budidaya tanaman jagung yang pemanfaatannya masih sangat terbatas. Rambut jagung mengandung fenolik, flavonoid, dan karotenoid yang berkhasiat sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antioksidan dan tabir surya pada ekstrak dan krim rambut jagung. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji sebanyak 5 artikel yang terdiri dari 1 artikel Internasional dan 4 artikel Nasional terakreditasi yang membahas aktivitas antioksidan dan tabir surya baik ekstrak maupun dalam bentuk sediaan krim rambut jagung (Zea mays L.) yang dipublikasikan tahun 2011-2021. Hasil studi dari kelima artikel menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam ekstrak rambut jagung yang memiliki aktivitas antioksidan dan tabir surya adalah fenolik, flavonoid, dan karotenoid. Ekstrak rambut jagung (Zea mays L.) memiliki aktivitas antioksidan kategori sangat kuat dan memiliki aktivitas sebagai tabir surya kategori proteksi ultra. Sediaan krim rambut jagung memiliki aktivitas antioksidan kategori sangat lemah dan memiliki aktivitas tabir surya kategori proteksi maksimal. Ekstrak maupun sediaan krim rambut jagung memiliki aktivitas baik antioksidan maupun tabir surya dengan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder fenolik, flavonoid, dan karoten.
Haryani Haryani, Zurriyatun Thoyibah, Sri Hardiani, Zuhratul Hajri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijm.v4i2.859

Abstract:
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems in developing countries because of the high morbidity and mortality due to ARI in children under five. ARI is included in the top 10 disease category in NTB with the highest number of visits, namely 174,213. There are 3 risk factors for ARI, namely environmental factors, individual child factors and behavioral factors. Behavioral factors can be changed by increasing knowledge through health education. This study aims to determine the effect of health education on the physical environment of the house on the incidence of ARI in toddlers. The research design used was pre-experiment with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The population in this study were all mothers who have toddlers aged 0-59 months with a sample size of 20 people obtained using purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire and observation sheet.Data analysis using Paired T-Test. The results showed the total score before being given health education was a mean of 4.2500 with a standard deviation of 0.96655 and a p-value of 0.000 and the incidence of ARI was 20 people (100%). While the total score after being given health education was a mean of 6.3000 with a standard deviation of 1.12858 and a p-value of 0.000 and the incidence of ARI was 7 people (35%). Based on these results, it can be concluded that there is an effect of health education on the physical environment of the house on the incidence of ARI in children under five in the work area of the Ampenan Community Health Center, Ampenan Village, Karang Ujung Environment.AbstrakInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang karena tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ISPA pada balita. Penyakit ISPA masuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak di NTB dengan jumlah kunjungan tertinggi yaitu 174.213. Terdapat 3 faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak dan faktor perilaku. Faktor perilaku dapat diubah dengan peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental designs dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Kelurahan Ampenan Lingkungan Karang Ujung, Kota Mataram. pada 8 Maret – 15 Mei 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita berusia 0-59 bulan dengan jumlah sampel 20 orang yang didapat menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hail penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari sebelum diberikannya pendidikan kesehatan dan setelah ddiberikannya pendidikan kesehatan engan kejadian ISPA pada balita dengan hasil yaitu dari kejadian ISPA sebanyak 20 orang (100%) menjadi sebanyak 7 orang (35%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan Lingkungan Karang Ujung.
Silvia Putri Lestari, Ana Puji Astuti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 265-271; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.87

Abstract:
The risk of violence is a destructive action that requires proper handling. This can happen to people with mental disabilities. People with mental disabilities can usually be seen from several characteristics, namely disturbances in the function of thought, emotion, and behavior, including: psychosocial; personality disorders; and social. The impact of improper handling is injuring oneself, others and the environment. The aim to be achieved is to describe how to manage violent behavior approaches to mental disabilities..The preparation of this scientific paper uses a case study approach using a descriptive method. Data collection is done by using 5 nursing processes which include assessment, determining nursing diagnoses, planning nursing, carrying out nursing actions and conducting nursing evaluations.Patients who have been treated for 3 days can control violent behavior by physical means: deep breathing, can control violent behavior by means of real drugs and also verbal means. Suggestions from this research is that the public can seek information, study, and support mental patient treatment therapy. ABSTRAK Risiko perilaku kekerasaan merupakan suatu tindakan yang bersifat dekstruktif yang memerlukan penanganan yang tepat. Hal ini dapat terjadi pada penyandang disabilitas mental. Orang dengan disabilitas mental biasanya dapat dilihat dari beberapa karakteristik yaitu terganggunya fungsi pikir, emosi, dan perilaku, antara lain: psikososial; gangguan kepribadian; dan sosial. Dampak penanganan yang tidak tepat adalah melukai diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan risiko perilaku kekerasan pada disabilitas mental. Penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan 5 proses keperawatan yang meliputi pengkajian, menentukan diagnosis keperawatan, melakukan perencanaan keperawatan, melaksanakan tindakan keperawatan dan melakukan evaluasi keperawatan. Pasien yang telah dilakukan pengelolaan selama 3 hari dapat melakukan cara kontrol perilaku kekerasan dengan cara fisik: nafas dalam, dapat mengontrol perilaku kekerasan dengan cara 5 benar obat dan juga dengan cara verbal. Saran dari penelitian ini adalah agar masyarakat dapat mencari informasi, mempelajari, serta mendukung terapi perawatan pasien jiwa.
Neni Setianingsih, Widayati
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 143-154; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.103

Abstract:
Changes during pregnancy often cause discomfort in pregnant women, discomfort that is often experienced in the form of nausea, vomiting, migraines, difficulty sleeping and back pain. Acupressure in pregnancy is a non-pharmacological therapy that can be used to treat the discomfort of pregnant women. Descriptive quantitative research. The method used cross sectional approach. The population of this study were all pregnant women at Margodadi Health Center in November 2020 with total of 63 mothers. The sampling technique was total sampling and used Univariate analysis. Describe the knowledge of pregnant women about acupressure, the definition of acupressure, the benefits of acupressure, acupressure contraindications, how to do acupressure, and acupressure points that can be used in pregnancy. The results of the univariate analysis, most of the respondents had less knowledge about the understanding of 51 respondents (51.0%), less knowledgeable about the benefits of 49 respondents (77.8%), less knowledgeable about contraindications 52 (82.5%), less knowledgeable about how to do 40 (63.5%), less knowledge about acupressure points that can be done in pregnancy 35 (55.6%), and less knowledge about acupressure knowledge 51 (81.0%). Most of the pregnant women lacked knowledge of acupressure knowledge 51 (81.0%). Most of the pregnant women lacked knowledge of acupressure knowledge 51 (81.0%). It is expected that pregnant women seek information about acupressure in pregnancy from the midwife. And hope for midwives, should be able to attend seminars and training on acupressure in pregnancy. ABSTRAK Perubahan selama kehamilan seringkali menyebabkan ketidaknyaman pada ibu hamil seperti mual muntah, migrain, sulit tidur dan nyeri punggung. Akupresur pada kehamilan merupakan terapi non farmakologi yang digunakan untuk mengatasi ketidaknyaman ibu hamil. Penelitian deskriptif kuantitatif, metode pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitin ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Margodadi bulan November 2020 dengan jumlah 63 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dan analisis yang digunakan analisis univariat Mendeskripsikan pengetahuan ibu hamil tentang akupresur, pengertian akupresur, manfaat akupresur, kontraindikasi akupresur, cara melakukan akupresur, dan titik-titik akupresur yang dapat dilakukan pada kehamilan. sebagian besar responden berpengetahuan kurang bepengetahuan kurang tentang pengetahuan akupresur 51 (81,0%), berpengetahuan kurang tentang pengertian 51 responden (51,0%), berpengetahuan kurang tentang manfaat 49 responden (77,8%), berpengetahuan kurang tentang kontraindikasi 52 (82,5%), berpengetahuan kurang tentang cara melakukan 40 (63,5%), dan bepengetahuan kurang tentang titik-titik akupresur yang dapat dilakukan pada kehamilan 35 (55,6%). Sebagian besar ibu hamil dalam pengetahuan kurang tentang pengetahuan akupresur 51 (81,0%). Diharapkan ibu hamil mencari informasi tentang akupresur pada kehamilan dari Bidan. Dan harapan untuk Bidan, hendaknya dapat mengikuti seminar dan pelatihan tentang akupresur pada kehamilan.
Luh Putu Indah Arviani, Dian Oktianti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 155-162; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.97

Abstract:
Diabetes Mellitus is a disease characterized by hyperglycemia and disturbances of carbohydrate, fat and protein metabolism associated with absolute or relative deficiency of insulin action and secretion.The success of Diabetes Mellitus treatment is very affected by the patient compliance to maintain their health. The purpose of this research to know the effect of providing drug information with poster to the level of Type 2 Diabetes Mellitus patients taking medication compliance at Sahabat Pharmacy.The research method used in this research was Cross sectional with quasi-experimental by pretest-postest, with total sample of 28 people, by using MMAS-8 questionnaires (Morisky Medication Compliance Scale), analyzed by using not in pairs t-test. The percentage of adherence before being given drug information with poster media was 92.85% adherence, moderate adherence 7.15%. Patient compliance before being given drug information with poster media was low adherence 21.42%, moderate adherence 71.42%, and high adherence 7.15%. Giving drug information with poster media has an effect on increasing medication adherence in type 2 diabetes mellitus patients with a significance value of 0.000. ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Keberhasilan pada suatu pengobatan Diabetes Mellitus sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita untuk menjaga kesehatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian informasi obat dengan media poster terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Apotek Sahabat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Cross sectional bersifat eksperimen semu dengan pretest-postest, menggunakan jumlah sampel sebanyak 26 orang, dengan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Compliance Scale), dianalisis menggunakan uji t-test berpasangan. Persentase kepatuhan pasien sebelum diberi informasi obat dengan media poster adalah kepatuhan rendah 92,85%, kepatuhan sedang 7,15%. Kepatuhan pasien sesudah diberi informasi obat dengan media poster adalah kepatuhan rendah 21,42%, kepatuhan sedang 71,42%, dan kepatuhan tinggi 7,15%. Pemberian informasi obat dengan media poster berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai signifikansi 0,000.
Moudi Ayuty Viony Padanun, Tri Minarsih
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 163-175; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.95

Abstract:
Herbal medicine for rheumatic pain is one of the traditional medicinal products that are massively demanded by the public because it has many benefits. Medicinal Chemicals (MC) are often added to herbal medicine for rheumatic pain to strengthen their properties, one of which is Diclofenac Sodium. Based on the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 246 of 2010, traditional medicines are prohibited from containing Medicinal Chemicals (MC). This study aims to analyze the content of Diclofenac Sodium Medicinal Chemicals (MC) in the herbal medicine for rheumatic pain which is sold in Semarang Regency. This type of research was conducted using a laboratory experimental method which descriptively describes the results of the study based on the data obtained. The research method consisted of organoleptic test, qualitative analysis and quantitative analysis of the samples of herbal medicine for aches and pains. Organoleptic test was carried out by tasting the taste, smelling the smell, seeing the color and feeling the dosage form of the Jamu Pegal Linu sample. Qualitative analysis was performed by Thin Layer Chromatography (TLC) and quantitative analysis was performed by UV-Vis Spectrophotometry with 3 samples considered positive. Samples B, D, and E which is sold in Semarang Regency were positive for Diclofenac Sodium based on the Rf values ​​obtained from the samples, namely 0.28, 0.3, and 0.3, which were almost the same as the standard Rf for Sodium Diclofenac, which was 0.26. The stationary phase used a Silica Gel 254 and the mobile phase used Ethyl Acetate and N-Hexane in a ratio of 25: 25. In quantitative analysis, a wavelength of 275 nm was obtained with a linear equation y = 0.0245x + 0.0989 and a value of r = 0.9994 with a concentration of obtained in samples B, D, E were 39.27%, 2.67% and 4.9%, respectively. ABSTRAK Jamu Pegal Linu merupakan salah satu produk obat tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat. Bahan Kimia Obat (BKO) sering ditambahkan pada Jamu Pegal Linu untuk menambah khasiatnya, salah satunya adalah Natrium Diklofenak. Berdasarkan Permenkes RI No. 246 tahun 2010, obat tradisional dilarang mengandung BKO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Natrium Diklofenak pada sediaan Jamu Pegal Linu yang dijual di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental laboratorium. Metode penelitian terdiri dari uji organoleptis, analisis kualitatif dan kuantitatif. Uji organoleptis dilakukan dengan dengan cara mengamati warna, bau, rasa dan bentuk sampel. Analisis kualitatif dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dilakukan dengan Spektrofotometri UV-Vis. Sampel B, D, dan E yang dijual di Kabupaten Semarang positif mengandung Natrium Diklofenak berdasarkan nilai Rf yang didapatkan dari sampel berturut-turut yaitu 0.28, 0.3, dan 0.3 mendekati nilai Rf baku Natrium Diklfenak yaitu 0.26. Fase diam menggunakan Silica Gel 254 dan fase gerak menggunakan Etil Asetat dan N-Heksan dengan perbandingan 25 : 25. Pada analisis kuantitatif diperoleh panjang gelombang 275 nm dengan persamaan garis linier y = 0,0245x + 0,0989 dan nilai r = 0.9994 dengan kadar pada sampel B, D, E berturut-turut adalah 39.27%, 2.67% dan 4.9%.
Andi Fawiloy, Vistra Veftisia
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 109-121; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.89

Abstract:
Jumlah AKI (Angka Kematian Ibu) di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan Negara Asia Tenggara lainnya. Salah Satu Program pemerintah dalam menurunkan AKI yaitu pemberian Buku KIA pada Setiap ibu hamil. Hasil dari studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Ramlah Parjib Kota Samarinda pada 10 ibu hamil didapatkan bahwa 4 responden mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. 4 orang responden lainnya tidak mengetahui tentang pemeriksaan kehamilan secara teratur, dan perawatan kehamilan sehari-hari serta makanan pada ibu hamil, dan 2 responden sama sekali tidak dapat menyebutkan tanda bahaya kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara teratur dan perawatan kehamilan sehari-hari serta makanan ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang isi Buku KIA di Klinik Ramlah Parjib Kota Samarinda Tahun 2020. Jenis penelitian Deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Jumlah Populasi 118 dan jumlah sampel 43 responden, menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan Analisis Univariat frekuensi dan persen. Hasil Penelitian didapatkan pengetahuan Ibu Hamil tentang pemeriksaan kehamilan secara teratur sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 33 responden (76,7%), Tanda Bahaya Pada Kehamilan sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 33 responden (76,7%), Perawatan Sehari-hari Ibu Hamil dan Porsi Makanan Ibu Hamil sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 38 responden (88,4%). Simpulan Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Isi Buku KIA di Klinik Ramlah Paijib Kota Samarinda sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 30 responden (69,8), Diharapkan tenaga kesehatan perlu memberikan informasi tentang Pemeriksaan kehamilan secara teratur pada ibu hamil dan membaca isi buku KIA. ABSTRAK The number of MMR (Thu Mortality Rate) in Indonesia is still relatively high when compared to other Southeast Asian countries. One of the government's programs in reducing MMR is the provision of MCH Handbooks to every pregnant woman. The results of a preliminary study conducted at the Ramlah Parjib Clinic, Samarinda City on 10 pregnant women, it was found that 4 respondents knew about the danger signs of pregnancy. The other 4 respondents did not know about regular pregnancy checkups, and daily prenatal care and food for pregnant women, and 2 respondents could not at all mention the danger signs of pregnancy, regular pregnancy check-ups and daily prenatal care and food for pregnant women. The purpose of this study was to find out the Description of Pregnant Women's Knowledge about the contents of the MCH Handbook at the Ramlah Parjib Clinic, Samarinda City in 2020. The type of research is quantitative descriptive with a cross sectional research design. The total population is 118 and the sample size is 43 respondents, using accidental sampling technique. The research instrument used a questionnaire, and data analysis used Univariate analysis of frequency and percent. The results showed that the knowledge of pregnant women about regular pregnancy check-ups was mostly in the sufficient category, namely 33 respondents (76.7%), the danger signs in pregnancy were mostly in the good category, as many as 33 respondents (76.7%), daily care Pregnant women and the portion of food for pregnant women are mostly in the good category as many as 38 respondents (88.4%). Conclusion Description of Pregnant Women's Knowledge of the Contents of the MCH Handbook at the Ramlah Paijib Clinic, Samarinda City, mostly in the good category, as many as 30 respondents (69.8). It is expected that health workers need to provide information about regular pregnancy check-ups for pregnant women and read the contents of the book KIA
Luh Putu Ani Widiyastiti, Kartika Sari
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 122-131; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.85

Abstract:
Labor pain is a subjective experience of physical sensations associated with uterine contractions, cervical dilation and thinning, and fetal decline during labor. Severe pain condition during the first stage of labor allows mothers to tend to choose the easiest and fastest way to relieve pain. Efforts that can be made to deal with the first stage of labor pain are non-pharmacological methods, one of which is counter pressure massage. To determine the difference in pain before and after counter pressure massage in the active phase I labor pain. This type of research is a quasi-experimental design with a pretest and posttest control group design. The sampling method was accidental sampling with a sample size of 15 people. Statistical test analysis using Dependent T-Test. The average labor pain before counter pressure massage was 3,600 with a standard deviation of 0.507 and after counter pressure massage the respondent's pain value was 2,666 with a standard deviation of 0.617, it was seen that there was a difference in value or decrease before and after the counter pressure massage was carried out, namely 0.933 with standard deviation of 0.258 and the statistical test results obtained p = 0.000. There was a significant difference between pain before and after counter pressure massage at Alin's Medical Clinic. It is hoped that health workers, especially midwives, can provide counter pressure massage to mothers who give birth in order to reduce morbidity and mortality in mothers. ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Kondisi Nyeri yang hebat pada kala I persalinan memungkinkan para ibu cenderung memilih cara yang paling gampang dan cepat untuk menghilangkan rasa nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri persalinan Kala I adalah dengan metode non farmakologis salah satunya dengan massage counter pressure. Untuk mengetahui perbedaan nyeri sebelum dan sesudah massage counter pressure pada nyeri persalinan kala I Fase Aktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest desgn. Metode pengambilan sampel secara accidental sampling dengan jumlah sampel 15 orang. Analisis uji statistik menggunakan Dependent T-Test. Rata-rata nyeri persalinan sebelum dilakukan massage counter pressure adalah 3.600 dengan standar deviasi 0.507 dan setelah dilakukan massage counter pressure nilai nyeri responden yaitu 2.666 dengan standar deviasi 0.617, terlihat adanya perbedaan nilai atau penurunan sebelum dan sesudah dilakukan massage counter pressure yaitu 0.933 dengan standar deviasi 0.258 serta hasil uji statistik didapatkan p=0.000. Ada perbedaan yang signifikan antara nyeri sebelum dan sesudah dilakukan massage counter pressure di Alin’s Medical Clinic. Diharapkan petugas kesehatan terutama bidan dapat memberikan massage counter pressure pada ibu bersalin agar dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pada ibu
Putri Yunanda Pratiwi, Eka Adimayanti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 132-142; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.101

Abstract:
Ineffective airway clearance is a disease characterized by a buildup of secretions in the airways that causes airway insufficiency. This writing aims to provide a description or description of the management of ineffective airway clearance in children with ARI in the village of Kebondowo Banyubiru. The type of management is descriptive with a case study approach in the form of assessment, data analysis, formulating nursing diagnoses, planning, implementation, and evaluation in the handling of ineffective airway clearance. The population is toddler age children with ineffective airway clearance. The sampling technique is 1 person. With the criteria of toddler age children, experiencing cough and cold, composmentis awareness, the patient or patient's family is able to communicate verbally and cooperatively. Ineffective airway clearance management was performed for 3 days in An. A with data collection techniques using interviews, physical examination and observation. Then the nursing plan is carried out, namely chest physiotherapy, postural drainage, percussion, vibration. The final result was RR: 32x/minute, auscultation: vesicular, percussion: sonor. Based on the nursing actions taken, it can be concluded that the ineffective airway clearance has been resolved. It is expected that the community or patient's family always maintains cleanliness and can carry out nursing actions for acute respiratory infections (ARI) independently and utilize health facilities for treatment. Abstrak Bersihan jalan napas tidak efektif adalah penyakit yang ditandai dengan adanya penumpukkan sekret pada jalan nafas yang menyebabkan ketidakpatenan jalan nafas. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran tentang pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA di Desa Kebondowo Banyubiru. Jenis pengelolaan deskriptif dengan pendekatan studi kasus berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam penanganan bersihan jalan napas tidak efektif. Populasi adalah anak usia toddler dengan bersihan jalan napas tidak efektif. Teknik pengambilan sampel 1 orang. Dengan kriteria anak usia toddler, mengalami batuk pilek, kesadaran composmentis, pasien atau keluarga pasien mampu berkomunikasi secara verbal dan kooperatif. Pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dilakukan selama 3 hari pada An. A dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi. Kemudian dilakukan rencana keperawatan yaitu fisioterapi dada, postural drainage, perkusi, vibrasi. Didapatkan hasil akhir RR: 32x/menit, auskultasi: vesikuler, perkusi: sonor. Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bersihan jalan napas tidak efektif sudah terata. Diharapkan masyarakat atau keluarga pasien selalu menjaga kebersihan dan dapat melakukan tindakan keperawatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) secara mandiri dan memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk berobat.
Aprillia Rahmasanti, Hapsari Windayanti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 99-108; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.102

Abstract:
Kecemasan pada ibu hamil mencapai 373.000.000 di Indonesia dan 107.000.000 (28,7%), kecemasan pada ibu hamil terjadi saat mendekati persalinan. Dampak kecemasan dapat menyebabkan depresi setelah melahirkan, berpengaruh pada kesehatan, kesejahteraan, dan perkembangan bayi. Terapi murottal Al-Qur’an dapat menghasilkan endorphin alami, menurunkan hormon stress, dan merileksasikan sehingga dapat menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecemasan ibu hamil trimester III dengan pemberian murottal Al-Qur’an Surah Ar- Rahman di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliabang Tengah Kota Bekasi. Desain penelitian Quasy Experimental pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliabang Tengah Kota Bekasi berjumlah 68 ibu hamil dan sampel berjumlah 18 ibu hamil, dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale). Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini yaitu ada perbedaan kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah pemberian murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman (p<0,001). Terapi murottal Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil khususnya pada umat muslim. Hasil analisis univariat yaitu kecemasan ibu hamil trimester III sebelum pemberian murottal Al-Qur’an dengan rata-rata cemas ringan dan kecemasan ibu hamil trimester III sesudah pemberian murottal Al-Qur’an dengan rata-rata tidak cemas. Kecemasan ibu hamil trimester III sebelum pemberian murottal Al-Qur’an memiliki rata-rata kecemasan ringan sebanyak 6 responden (3,33%) dan sesudah pemberian murottal Al-Qur’an memiliki rata-rata tidak cemas sebanyak 14 responden (77,8%). Hasil analisis bivariat yaitu ada perbedaan kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah pemberian murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman (p<0,001). Setelah diberikan terapi murottal terjadi penurunan kecemasan sebanyak 8 point. Bagi petugas kesehatan maupun ibu hamil muslim dapat menerapkan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman dalam kehidupan sehari-hari untuk penanganan kecemasan pada ibu hamil. ABSTRAK Anxiety in pregnant women reaches 373.000,000 in Indonesia and 107.000,000 (28.7%), anxiety in pregnant women occurs when approaching delivery. The impact of anxiety can lead to depression after childbirth, affecting the health, well-being, and development of the baby. Murottal Al-Qur'an therapy can produce natural endorphins, reduce stress hormones, and relax so that it can reduce anxiety. The purpose of this study was to determine the difference in the anxiety of third trimester pregnant women with the provision of murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman in the Work Area of ​​the Central Kaliabang Health Center, Bekasi City. Quasy Experimental research design with One Group Pretest-Posttest approach. The population of all third trimester pregnant women who are in the Work Area of ​​the Central Kaliabang Health Center Bekasi City is 68 pregnant women and a sample of 18 pregnant women, using purposive sampling technique. Data was collected by filling out the PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale) questionnaire. Data analysis using Wilcoxon test. The results of this study were that there were differences in the anxiety of pregnant women in the third trimester before and after giving murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman (p <0.001). Al-Qur'an murottal therapy can be used as an alternative to reduce anxiety in pregnant women, especially Muslims. The results of the univariate analysis are the anxiety of pregnant women in the third trimester before giving murottal Al-Qur'an with an average of mild anxiety and the anxiety of pregnant women in the third trimester after giving murottal Al-Qur'an with an average of not being anxious. The anxiety of pregnant women in the third trimester before giving murottal Al-Qur'an had an average of mild anxiety as many as 6 respondents (3.33%) and after giving murottal Al-Qur'an had an average of 14 respondents (77.8). %). The results of the bivariate analysis showed that there were differences in the anxiety of pregnant women in the third trimester before and after giving murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman (p<0.001). After being given murottal therapy there was a decrease in anxiety as much as 8 points. For health workers and Muslim pregnant women can apply murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman therapy in daily life for handling anxiety in pregnant women.
Qoni’Atun Nurnaini, Yulia Nur Khayati
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 91-98; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.79

Abstract:
One of the efforts to increase the success rate of breastfeeding is by implementing an early breastfeeding program (IMD) for newborns to their mothers. The benefits of breastfeeding in early childhood include: reducing infant mortality due to hypothermia, the baby will get colostrum which is rich in antibodies needed for intestinal growth and fighting infection. Meanwhile for mothers, the love relationship between mother and baby is very good, it will stimulate the release of oxytocin, reduce the risk of bleeding and accelerate the release of the placenta. In Ponorogo Regency in 2019, 88.72% carried out IMD. Many mothers who give birth at midwife Anik's place do IMD on their newborns. The purpose of this study was to determine the description of the characteristics of mothers who perform IMD at PMB Anik Mupidah, Amd.Keb. This type of research is a descriptive correlative study with a retrospective time approach (backward looking). The population was all mothers who gave birth to IMD at PMB Anik Mupidah, Amd.Keb from January to November 2020. A sample of 39 mothers gave birth using a total sampling technique with frequency distribution data processing. The results showed that from 39 mothers who gave birth to IMD, most of them were aged 20-35 years 31 (79.5%), multiparous 23 (59.0%), not working 21 (53.8%), middle / high school 19 (48 , 7%). ABSTRAK Salah satu upaya untuk meningkatkan angka keberhasilan pemberian ASI adalah dengan pelaksanaan program pemberian ASI dini (IMD) pada bayi baru lahir kepada ibunya. Manfaat menyusui pada bayi usia dini antara lain adalah mengurangi kematian bayi akibat hipotermia, bayi akan mendapatkan kolostrum yang kaya antibodi yang diperlukan untuk pertumbuhan usus dan melawan infeksi. Sementara bagi para ibu hubungan cinta ibu dan bayi sangat baik , akan merangsang pelepasan oksitosin., mengurangi resiko perdarahan dan mempercepat pelepasan plasenta. Di Kabupaten Ponorogo pada tahun 2019 sebesar 88,72% yang melakukan IMD. Ibu yang bersalin di tempat Bidan Anik banyak ibu yang melakukan IMD pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran karakteristik ibu yang melakukan IMD di PMB Anik Mupidah,Amd.Keb. Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif (backward looking). Populasi yaitu seluruh ibu bersalin yang melakukan IMD di PMB Anik Mupidah,Amd.Keb dari bulan Januari-November 2020. Sampel sebanyak 39 ibu bersalin dengan teknik sampel menggunakan total sampling. Pengolahan data dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan dari 39 ibu bersalin yang melakukan IMD sebagian besar umur20-35 tahun 31 (79,5%), multipara 23 (59,0%), tidak bekerja 21 (53,8%), menengah/SMA 19 (48,7%).
Siti Nur Aziza, Eka Adimayanti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 83-90; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.82

Abstract:
Febrile seizures is seizures that occur due to an increase in body temperature that exceeds normal limits due to extracranial processes. A simple febrile seizure is a febrile seizure that lasts no more than 15 minutes and does not recur for 24 hours. Patients with febrile seizures have symptoms of high fever or hyperthermia. Hyperthermia is an increase in body temperature beyond the normal threshold. The purpose of this paper is to describe the management of hyperthermia in children with simple febrile seizures in the village of Krajan Banyubiru. The method used is descriptive with a case study approach through nursing care which consists of assessment, nursing intervention, nursing implementation and nursing evaluation. Management of hyperthermia is carried out by monitoring vital signs, monitoring fluid intake, performing external cooling, loosening clothing, collaborating with pharmacological therapy and conducting laboratory tests.The results of the management obtained with the intervention that has been designed are that the patient experiences a decrease in body temperature until it returns to normal. This proves that the actions taken based on the intervention are successful so that the hyperthermia problem can be resolved. Suggestions for families to know more about how to handle fever in children. Abstrak Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi akibat peningkatan suhu tubuh melebihi batas normal akibat proses ekstrakranial. Kejang demam sederhana yaitu kejang demam yang terjadi tidak lebih dari 15 menit dan tidak berulang selama 24 jam. Pasien dengan kejang demam mempunyai gejala demam tinggi atau hipertermi. Hipertermi adalah meningkatnya suhu tubuh melebihi batas ambang normal. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan Pengelolaan Hipertermi Pada Anak Dengan Riwayat Kejang Demam Sederhana Di Desa Krajan Banyubiru.Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Pengelolaan hipertermi dilakukan dengan memonitor tanda-tanda vital, monitor asupan cairan, melakukan pendinginan eksternal, melonggarkan pakaian, mengkolaborasikan pemberian terapi farmakologi serta melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pengelolaan yang didapatkan dengan intervensi yang telah dirancang adalah pasien mengalami penurunan suhu tubuh hingga kembali ke normal. Hal ini membuktikan bahwa tindakan yang dilakukan berdasarkan intervensi berhasil sehingga masalah hipertermi dapat teratasi. Saran bagi keluarga agar lebih mengetahui bagaimana cara penanganan demam pada anak dan mampu mencegah terjadinya kejang berulang.
Atika Purnama Sari, Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Science, Volume 3, pp 72-82; https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.77

Abstract:
According to WHO, in the world the incidence rate is quite high. The incidence of dysmenorrhoea in young women on average: 16.8% -81%. The average in European countries menstrual pain occurs in women 45-97%. The lowest Bulgarian prevalence is 8.8%, the highest is 94% in Finland. The highest prevalence of dysmenorrhea is often found in adolescent girls, which is estimated: 20-90%. About 15% of adolescents have severe dysmenorrhea (Sulistyorinin, 2017). The purpose of this study was to determine the knowledge of students about ginger prebiotics to reduce menstrual pain in students of DIII Midwifery, Ngudi Waluyo Ungaran University in 2021.Quantitative descriptive research with survey. The sample in this study were 32 female students of DIII midwifery, Ngudi Waluyo Ungaran University. Sampling technique with sampling Total. Data analysis using frequency distribution. The results of this study are then given an interpretation based on the variables studied based on the criteria of good, adequate and insufficient. The results of this study indicate that students of DIII midwifery at Ngudi Waluyo Ungaran University have knowledge of Ginger Prebiotics for Menstrual Pain Reduction, the overall knowledge is good with a total of 32 people (100,0%). For female students to further improve their knowledge about health, especially about ginger prebiotics to reduce menstrual pain, by practicing how to process them every month with herbs ABSTRAK Menurut WHO, didunia disminore angka kejadiannya cukup tinggi. Kejadian dismenorea pada perempuan muda rata-rata:16,8%-81%. Rata-rata di negara Eropa nyeri haid terjadi pada perempuan 45-97%. Prevelensi terendah Bulgaria 8,8%, tertinggi mencapai 94% dinegara Finlandia. Prevelensi dismenorea tertinggi sering ditemui pada remaja perempuan, yang diperkirakan: 20-90%. Sekitar 15% remaja mengalami dismenorea berat (Sulistyorinin, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengetahuan Mahasiswi tentang Prebiotik Jahe Untuk Penurunan Nyeri Haid di Mahasiswi DIII Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Ungaran Tahun 2021. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan Survey. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswi DIII kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Ungaran sejumlah 32 mahasiswi. Teknik pengambilan sampel dengan Sampling Total. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini kemudian diberi interpretasi berdasarkan variabel yang diteliti berdasarkan kriteria baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswi DIII kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Ungaran memiliki pengetahuan tentang Prebiotik Jahe Untuk Penurunan Nyeri Haid, pengetahuan keseluruhan baik dengan jumlah 32 orang (100,0%). Bagi mahasiswi untuk lebih meningkatkan pengetahuannya tentang kesehatan khususnya tentang Prebiotik Jahe Untuk Penurunan Nyeri Haid yaitu dengan mempraktikkan cara pengolahannya setiap datang bulan dengan herbal.
Larasati Larasati, Puji Lestari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijnr.v4i1.1004

Abstract:
Latar belakang : Selama pandemi covid-19 banyak terjadi perubahan dari interaksi, pembelajaran di sekolah yang diganti dengan daring, dan perubahan aktivitas pada remaja. Remaja menggunakan smartphone selama masa pandemi covid-19 untuk platform perpesanan, media sosial, dan media hiburan. Penggunaan smartphone yang berlebihan yang dilakukan secara terus-menerus dan tidak menentu yang dapat mengakibatkan kecanduan smartphone. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi dari kecanduan penggunaan smartphone salah satunya adalah kontrol diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan penggunaan smartphone pada remaja selama masa pandemi covid-19 di desa Puluhan Tengah.Metode : metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi remaja yang ada di desa Puluhan Tengah yaitu sejumlah 237 remaja. Metode pengambilan sampel dengan cara proportion random sampling. Sampel 71 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil : hasil penelitian menunjukkan sebagian remaja memiliki kontrol diri tinggi sebanyak 32 responden (45,1%). Sebagian besar penggunaan smartphone yang tergolong dalam kategori non addiction smartphone sebanyak 44 responden (62,0%). Ada hubungan antara kontrol diri dengan penggunaan smartphone pada remaja selama masa pandemi covid-19 di desa Puluhan Tengah dengan P =0,00 < =0,05.Saran : hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan orang tua agar lebih memperhatikan perilaku remaja dengan smartphone yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kontrol diri pada remaja.
Linda Kusuma Anggakristi, Prita Adisty Handayani, Elis Hartati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijnr.v4i1.1040

Abstract:
Community nursing care is a nursing service provided to improve the degree of health that focuses on the community including individuals, families, groups & communities. Nurses as educators also play a role in the higher education environment with the youth community. Teenagers (students) have learning demands for self-development to prepare for the future. The demands faced today are bigger than what they had during high school. This demand often makes students bored, not interested in attending lessons (rowdy), and loses motivation. This study aims to determine whether brain exercise has an effect on the level of boredom and the level of learning motivation in STIKES Telogorejo Semarang students. The hypothesis in this study is that there is an effect of brain exercise on the level of boredom and the level of learning motivation in STIKES Telogorejo Semarang students. The subjects in this study were 47 students of the sixth semester of the S-1 Nursing study program at STIKES Telogorejo. The type of research used is Quasy Experiment with one group pretest - posttest. The data collection tools used were the MBI-SS (Maslach Burnout Inventory- Student Survey) questionnaire and the motivation scale. Data analysis was performed univariate and bivariate (using the Wilcoxon test p <0.05). The results of this study indicate that the hypothesis is accepted, there is an effect of brain exercise on the level of boredom by obtaining a value of p =0.009 (<0.05) and there is an effect of brain exercise on the level of learning motivation in STIKES Telogorejo Semarang students with p = 0.000 (<0.05).
Umi Faridah, M Purnomo, Yanti Kusmiyati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijnr.v4i1.1143

Abstract:
The results of the Community Satisfaction Index survey conducted at dr. LoekmonoHadi Kudus, the results of the Community Satisfaction Index survey, amounted to 78.42% below the 90% target with communication services of 58.76% which is far below the 85% target, while nursing services have a community satisfaction index of 88.7% which is still in the below the 90% target. The results of observations made on 10 nurses showed that 4 nurses had good therapeutic communication and 6 nurses had communicated therapeutically, but only daily habits or routines were not fully in accordance with the expectations of the patient. To determine the relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus. Correlational analysis using cross sectional approach. The research sample was 69 people who were taken by proportionate simple random sampling technique. The research instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The statistical test used was the Spearman Rho. The hypothesis shows that Ha is accepted and Ho is rejected according to the results of the Spearman Rho test for nursing services obtained p value = 0.002 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.613 and for therapeutic communication obtained p value = 0.000 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.649. There is a relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus.
Tri Suwarto, Muhammad Purnomo, Sri Siska Mardiana
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijnr.v4i1.992

Abstract:
Nursing services is an integral part of medical services system, 60% of wokers at public health center (Pukesmas)are nurses and therefore the plan of nurses, especially in determining the number of personnel, should be well-considered in order to obtain effective and efficient staff so that number of woker fits the requiref standard.The objective of this research is yo find out the need for nurses based on the analysis of need for nurses inside and outside the building of Puskesmas Kebonagung Kabupaten DemakThis research is adescriptive case study using cross-sectional framework. This research was done in a week at Puskesmas Kebonagung with atotal sample of seven nurses. The method used in data collecting was distributing from of working list systematically to nurses at Puskesmas Kebonagung .The result of this research showed thed the working time used up by nurse for activities inside the building: productive time compared to non-productive time is 66.14% : 33.86 %. Working time outside the building of Puskesmas Kebonagung for Program Perkesmas took productive time compared to non-productive time of 66.96% : 24.40%; Program P2M took that of 81.83% : 18.17%; Program PKM took that of 73.34% : 26.66%; and program UKS had tis ratio of 78.60% : 21.40%.With an effective nursing time of 3.22 hours per patient per day, it will need 16 nursing wokers according to formula from Depkes (2002),according to Swansbrug (1996) it will need 14 workers,and from Hasibuan (2003) 13 workers are needed. This result showed that the number of needed nurses at Puskesmas Kebonagung should be uncreased. New 6 – 9 staff should be added to the previous nurses.
Marsuki Syam, Fitri Wahyuni, Icha Dian Nurcahyani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 86-97; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.212

Abstract:
Moringa is a type of functional food that contains many nutrients both macro nutrients and micronutrients that have been widely used in combating malnutrition in children and efforts to improve the immune system in many developing countries. Ice cream is the most popular food in the world and is very popular by all circles of society because of its good taste, soft texture and high nutrient content and can be one of the media in nutritional improvement. To know the acceptability and analysis of the protein content of ice cream with the addition of moringa leaf flour. This type of research is experimental research with posttest design one shot group design that is done adding moringa leaf flour to the manufacture of ice cream with some concentration.Research shows that panelists' acceptability to color aspects, aroma, texture, and aspects of taste and weighting value, the best formulation of ice cream with the addition of moringa leaf flour is F1 compared to F2, F3, and F4, ie with a value of F1 52.86, F2 42.86, F3 42.01, F4 33.29, although when compared to F0 (ice cream krontrol) the value is lower ie , 54,65. The results of protein analysis Ice cream with the addition of moringa leaf flour increased from 3.3% to 4.1% this occurred after the addition of moringa leaf flour 5%. from the results of the study of acceptability to aspects of color, aroma, texture, and taste obtained the best formulation of ice cream with the addition of moringa leaf flour that is F1 compared to F2, F3, and F4, namely with a value of F1 52.86, F2 42.86, F3 42.01, F4 33.29, although when compared to F0 (ice cream control) the value is lower that is, 54.65. There is an increase in the protein content of ice cream with the addition of moringa leaf flour 10 g which is 0.0888 g, compared to without the addition of moringa leaf flour or 0 g of 0.0686g. ABSTRAK Kelor merupakan jenis pangan fungsional yang mengandung banyak zat gizi baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro yang telah banyak digunakan dalam memerangi kekurangan gizi pada anak-anak dan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dibanyak negara berkembang. Es krim merupakan makanan yang paling populer di dunia dan sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat dikarenakan rasanya yang enak, teksturnya yang lembut dan mengandung zat gizi yang tinggi dan dapat menjadi salah satu media dalam perbaikan gizi. Untuk mengetahui daya terima dan analisis kandungan protein es krim dengan penambahan tepung daun kelor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain posttest one shot group desain yakni dilakukan menambahkan tepung daun kelor pada pembuatan es krim dengan beberapa konsentrasi. Penelitian menunjukkan bahwa daya terima panelis terhadap aspek warna, aroma, tekstur, dan aspek rasa dan hasil pembobotan nilai, formulasi terbaik es krim dengan penambahan tepung daun kelor yaitu F1 dibandingkan dengan F2, F3, dan F4, yakni dengan nilai F1 52,86, F2 42,86, F3 42,01, F4 33,29, meskipun jika dibandingkan dengan F0 (es krim krontrol) nilainya lebih rendah yakni, 54,65. Hasil analisis protein Es krim dengan penambahan tepung daun kelor meningkat dari 3,3% menjadi 4,1% hal ini terjadi setelah penambahan tepung daun kelor 5%. dari hasil penelitian daya terima terhadap aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa diperoleh hasil formulasi terbaik es krim dengan penambahan tepung daun kelor yaitu F1 dibandingkan dengan F2, F3, dan F4, yakni dengan nilai F1 52,86, F2 42,86, F3 42,01, F4 33,29, meskipun jika dibandingkan dengan F0 (es krim kontrol) nilainya lebih rendah yakni, 54,65. Terdapat peningkatan kandungan protein es krim dengan penambahan tepung daun kelor 10 g yaitu 0,0888 g, dibandingkan dengan tanpa penambahan tepung daun kelor atau 0 g yaitu 0,0686 g.
Cicik Lestari, Sugeng Maryanto, Riva Mustika Anugrah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 161-167; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.237

Abstract:
Cowpea is a type of legume in Indonesia but utilization not optimal. Cowpea can be used as a basic of making tempeh. The purpose of the study is to know the effect of fermentation on the nutrients of processed cowpea. The design of the study was Pra Eks/imen Design with Completely Randomized Design in laboratory to test nutrients which were repeated 3 times. Data analysis used SPSS (Statistical Product Service Solution) application. The measurement of carbohydrate used anthron method, crude fiber used refluks method, total protein used kjeldhal method, and fat used soxhlet method. Nutrients of boiled cowpea is carbohydrate content of 31,21%; crude fiber content of 13,94%; total protein content of 26,71% and fat content of 7,35%. Nutrients of cowpea tempeh is carbohydrate content of 26,71%; crude fiber content 17,21%; total protein content of 15,38% and fat content of 1,44%. There are not statistical different nutrients of boiled cowpea and tempeh cowpea, but different values
Suherman Rate, Kurnia Yusuf, Fitri Wahyuni
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 146-154; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.107

Abstract:
Overweight is a condition where the body experiences a buildup of fat in the body so that the body weight is outside the ideal limit. This study aims to determine whether the habit of snacking, fast food, physical activity is related to the incidence of overweight in elementary school children at SDN 18 Tumampua 1, Pangkep Regency. This type of research is an observational study using a cross sectional design. The results showed that there was a relationship between eating habits and the incidence of overweight with a p-value of 0.000, there was a relationship between fast food and overweight with a p value of 0.000, there was a relationship between physical activity and the incidence of overweight with a p-value of 0.000. The conclusion is based on the results of the study, namely the existence of snack habits, fast food, physical activity related to the incidence of overweight in elementary school children at SDN 18 Tumampua 1 Kab.Pangkep Abstrak Overweight merupakan kondisi dimana tubuh mengalami penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah kebiasaan jajan, fast food, aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian overweight pada anak sekolah dasar di SDN 18 Tumampua 1 Kab.Pangkep. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kebiasaan jajan dengan kejadian overweight dengan hasil nilai p 0.000, adanya hubungan makanan fast food dengan kejadian overweight dengan hasil nilai p 0.000, adanya hubungan aktivitas fisik dengan kejadian overweight dengan hasil nilai p 0.000. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yaitu adanya kebiasaan jajan, fast food, aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian overweight pada anak sekolah dasar di SDN 18 Tumampua 1 Kab.Pangkep
Fabiola Shania Alicia Rustiarini, Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, Sintha Fransiske Simanungkalit, Nanang Nasrullah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 66-85; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.124

Abstract:
COVID-19 is currently a major health problem worldwide. Indonesia is one of the countries affected and is in the 21st position with the most positive cases of Covid in the world. Children who are exposed to the Covid-19 virus usually only cause mild symptoms or even cause no symptoms. This makes children a source of spreading the virus without realizing it. Therefore, education on how to prevent the transmission of Covid-19 (Clean and Healthy Living Behavior) is important to prevent children from being exposed to the Covid-19 virus and becoming a source of infection without realizing it. To determine the effect of comic education and leaflets on increasing the knowledge of parents of elementary school students about PHBS for preventing the transmission of the Covid-19 virus. This study used a quasy experimental design with a desaign pre-post test group design involving 68 parents of grade V students who were selected by cluster random sampling. Knowledge data collection is carried out online. There were differences in respondents' knowledge of the effect of comics education media use (p = 0,) and leaflets (p = 0,). There is an effect of nutrition education through comics and leaflets on knowledge about Clean and Healthy Living Behaviors in parents of elementary school students as an effort to prevent the transmission of the Covid-19 virus. ABSTRAK COVID-19 saat ini menjadi masalah kesehatan paling utama di seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak dan menduduki posisi ke-21 dengan kasus positif Covid terbanyak di dunia. Anak yang terpapar virus Covid-19 biasanya hanya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak menimbulkan gejala. Hal ini membuat anak menjadi sumber penyebaran virus tanpa disadari. Oleh sebab itu, edukasi mengenai cara pencegahan penularan Covid-19 (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) penting dilakukan untuk mencegah anak terpapar virus Covid-19 dan menjadi sumber penularan tanpa disadari. Mengetahui efektivitas edukasi komik dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan orangtua siswa sekolah dasar mengenai PHBS untuk pencegahan penularan virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental dengan rancangan pre-post test group desaign dengan melibatkan 68 orangtua siswa kelas V yang dipilih dengan cluster random sampling. Pengambilan data pengetahuan dilakukan secara daring. Ada perbedaan pengetahuan responden terhadap efektivitas penggunaan media edukasi komik (p=0,) dan leaflet (p=0,). Media komik dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada orangtua siswa sekolah dasar sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Media leaflet dianggap lebih efektif karena peningkatan rata-rata skornya lebih besar daripada kelompok media komik.
Stephanie Victoria Ester, Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 97-106; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.215

Abstract:
Anemia is a disease caused by the body's lack of iron nutrients, particularly in the formation of hemoglobin. The National Institute of Health, a 2011 case in which teenage girls are suffering from anemia (10 to 19 years old). In the case of anemia where HB does not reach the baseline, it can cause stress and persistent fatigue in the body's organs and can be inhibited activities and decreased of academic achievement. The purpose of this study is to find out the impact of nutrition education for students by providing printed media and audio-visual media relating with anemia, such as impact to knowledge, attitudes and behaviors. The method used by author in this study is some literatures related subject of this study. The result of the study will help the readers and health workers to know and able to make nutrition education plan about anemia for teenage girls by using printed media and audio-visual media. ABSTRAK Anemia adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan asupan zat gizi besi didalam tubuh, di mana hal ini sangat berperan dalam membentuk hemoglobin. Remaja putri (10-19 tahun) merupakan salah satu kelompok yang sangat rawan mengalami anemia (National Institute of Health, 2011). Dalam kasus anemia, apabila kandungan Hb tidak mencapai batas normal dapat menyebabkan komplikasi seperti stres dan kelelahan yang berkelanjutan sehingga dapat menimbulkan rasa lelah, letih dan lesu pada organ tubuh dan mengganggu aktifitas serta mengakibatkan penurunan prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan gizi dengan menggunakan media cetak dan media audio-visual pada siswa terkait pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai anemia. Metode yang digunakan penulis dalam kajian ini yaitu dengan menggunakan beberapa literatur yang berkaitan dengan judul kajian ini. Hasil dan pembahasan kajian ini akan membantu pembaca serta tenaga kesehatan dalam membuat perencanaan edukasi gizi kepada remaja putri mengenai anemia menggunakan media cetak dan media audio-visual.
Nastitie Cinintya Nurzihan, Oktavina Permatasari, Aryanti Setyaningsih
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 128-135; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.221

Abstract:
The Exploring the potential of local food ingredients is carried out as an effort to achieve national food security. The high use of flour as a raw material in the food industry requires the import of wheat-based flour that does not grow in tropical climates such as Indonesia. Efforts to reduce dependence on wheat flour need a source of flour from local food ingredients. One of the tubers that can be used in making flour is red beet which is commonly used as a natural dye. Lack of utilization of red beet which resulted in the abundance of red beet. Sweet bread is one type of food that is very popular with various levels of society by modifying the substitution of wheat flour with red beet flour. The research was conducted with an experimental type of research using a randomized design with 3 treatment groups. The results showed that there was a significant difference in the substitution of red beet flour with concentrations of 0%, 15% and 30% and the results of the proximate test showed that there was no significant difference in the nutritional value of protein, while there was a significant difference in the total carotene content in sweet bread with substitution. red beet flour. Based on the results of the study, it was found that the optimization of the use of red beet as flour can be done as a potential local food alternative. ABSTRAK Penggalian potensi bahan pangan lokal dilakukan sebagai upaya dalam pencapaian ketahanan pangan nasional. Tingginya penggunaan tepung sebagai bahan baku dalam industri pangan mengharuskan adanya import tepung terigu yang berbasis gandum yang tidak tmbuh di wilayah iklim tropis seperti halnya Indonesia. Upaya dalam mengurangi ketergantungan dengan tepung terigu perlu adanya sumber tepung dari bahan pangan lokal. Salah satu umbi yang dapat digunakan dalam pembuatan tepung adalah bit merah yang biasa digunakan sebagai pewarna alami. Kurangnya pemanfaatan bit merah yang mengakibatkan melimpahnya bit merah. Roti manis menjadi salah satu jenis makanan yang sangat digemari berbagai lapisan masyarakat dengan melakukan modifikasi pada substitusi tepung terigu dengan tepung bit merah. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok 3 perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan nyata pada substitusi tepung bit merah dengan konsentrasi 0%, 15% dan 30% serta hasil uji proksimat diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan nilai gizi protein, sedangkan ada perbedaan secara signifkan pada kandungan total karoten pada roti manis dengan substitusi tepung bit merah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa optimalisasi penggunaan bit merah sebagai tepung dapat dilakukan sebagai alternatif pangan lokal yang berpotensi.
Nur Wulan, Sugeng Maryanto, Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 155-160; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.236

Abstract:
Red beans is one of the local foods that is included in the type of legume and has a high nutrition content of vegetable protein and low fat. Red beans can be processed into red beans tempeh, with a fermentation time treatment that can affect protein and fat levels. This research aims to describes the protein and fat content in fermented red beans tempeh for 3 days. This study uses Experimental Design research using a one-shot case study design, which is to provide treatment time of red beans tempeh for 3 days, each 3 pieces of tempeh / day with each treatment using 100 grams of red beans mixed with 0.1 gram of yeast tempeh Rhizopus sp. Tempeh that has been formed will be analyzed for the nutritional content of protein and fat.The result showed that the protein content in red beans tempeh on day 2 contained as much protein (13.64 grams), on day 3 (13.64 grams) and on day 4 (9.64 grams). While the fat content in red beans tempeh on day 2 is (0.62 grams), day 3 (1.11 grams) and day 4 (1.14 grams). The protein and fat content in red beans tempeh, the longer the fermentation, the more it will affect the nutrients.
Heni Pranoto, Masruroh
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 113-121; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.219

Abstract:
Dating violence is one of the crucial issues at a global level facing adolescents and young adults. Dating violence includes physical, emotional, verbal, social, and sexual aggression behaviors aimed at controlling and hurting a partner. The cause of the high rate of dating violence is that many women do not understand the forms of physical, psychological and sexual violence in love.This study aims to find the description of dating violence on youth. This was a qualitative study with phenomenological approach. Respondents were 5 youth aged 18-21 years and had been dating. The data sampling used snowball sampling technique, and data analysis used the kualitatif method. The results of this study indicate that the types of dating violence include jealousy, interrogation, threats, being called by unwelcome term, promised to call, forced kissing, touching, sexual intercourse, slapped and pinched. From these results, it can be concluded that violence in dating is still common, whether it is emotional violence, sexual violence, or physical violence. The youth are expected to have good communication with their partners and have more assertiveness in taking attitudes, dare to refuse and ask for help if they experience acts of violence.
Villda Nuraini Ade Saputri, Musdalifah, Nur Nikmah Siradjuddin, Suherman, H. Syafruddin
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 122 127-122 127; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.220

Abstract:
In nutrition science known five kinds of nutrients, namely carbohydrates, fats, proteins, minerals, and vitamins. The purpose of this research aims to know the influence of balanced nutrition counseling on knowledge and attitudes in the community during the new normal in the village temmappaduae District Marussu Maros district. This type of research using Quasi Experimental design of this study using Pretest Group Design Posttest observations were conducted at the beginning (pretest) and end of activity (posstest). The rate of change in respondents was seen by comparing the pretest results with the posstest. The population in this study was the community in Sinar Griya Cendana Housing, as many as 250 families and sampling techniques using purposive sampling techniques. Measurements are performed using questionnaire sheets. The results showed that there was an increase in knowledge and attitude of balanced nutrition counseling before and after being given balanced nutrition counseling. Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test results show that balanced nutrition counseling has a significant influence on the knowledge and attitude of balanced nutrition counseling in the community of sandalwood rays aimed at results (p<0.05). Based on these results, it can be concluded that there is an influence of balanced nutrition counseling on the knowledge and attitudes of the community during the new normal in dessa temmappaduae Marussu Subdistrict Maros. ABSTRAK Dalam ilmu gizi dikenal lima macam zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap pada masyarakat selama new normal di desa temmappaduae kecamatan Marussu kabupaten Maros. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment desain penelitian ini menggunakan Desain Grup Pretest Posttest observasi dilakukan pada awal (pretest) dan akhir kegiata (posstest). Tingkat perubahan responden dilihat dengan membandingkan antara hasil pretest dengan posstest. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Perumahan Sinar Griya Cendana, sebanyak 250 kk dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap penyuluhan gizi seimbang sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan gizi seimbang. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa penyuluhan gizi seimbang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap penyuluhan gizi seimbang pada masyarakat sinar griya cendana yang ditujukan dengan hasil (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat selama new normal di dessa temmappaduae Kecamatan Marussu Kabupaten Maros.
Sarah Grasya Elisabeth Pasaribu, Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 107-112; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.216

Abstract:
Diabetes Mellitus Type 2 is a chronic non-communicable disease characterized by an increase in blood sugar levels. Typical symptoms of Type 2 Diabetes Mellitus consist of polyuria, polydipsia, polyphagia and weight loss for no apparent reason. Diabetes Mellitus cannot be cured but its severity can be controlled by adopting a good lifestyle such as taking medication regularly, doing physical activity and adhering to a recommended diet such as the 3J diet. One way to increase the compliance of the 3J diet in people with Diabetes Mellitus Type 2 can be done by providing education through both print and audio-visual media. The aim was to determine the level of adherence of the 3J diet to the adherence of the 3J diet. The author collects data or sources related to a particular topic that can be obtained from various sources such as journals, books, the internet, and other libraries. Based on 4 reviewed journals, it was found that people with Type 2 Diabetes Mellitus have the potential to increase knowledge and compliance of patients with Diabetes Mellitus Type 2 to the 3J diet. The use of media, either print media or through applications that can increase the knowledge of Type 2 Diabetes Mellitus sufferers, is very well given and educated to patients with Type 2 Diabetes Mellitus. ABSTRAK Diabetes Mellitus Type 2 merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular yang bersifat kronik ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Gejala khas Diabetes Mellitus Tipe 2 terdiri dari poliuria, polidipsia, polifagia dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. Diabetes Mellitus tidak dapat disembuhkan tetapi tingkat keparahannya dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup yang baik seperti mengonsumsi obat – obatan secara teratur, melakukan aktifitas fisik dan mematuhi pola diet yang disarankan seperti diet 3J. Salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan diet 3J pada penderita Diabetes Mellitus Type 2 dapat dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media baik media cetak maupun melalui media aplikasi. Adapun tujuannya untuk mengetahui tingkat kepatuhan diet 3J terhadap kepatuhan diet 3J. Penulis mengumpulkan data atau sumber yang berhubunga pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet, dan pustaka lain. Berdasarkan 4 jurnal yang di review, didapatkan hasil bahwa penderita Diabetes Mellitus type 2 memiliki potensi untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien penderita Diabetes Mellitus Type 2 terhadap diet 3J. Penggunaan media baik itu media cetak atau melalui aplikasi yang dapat menambah pengetahuan penderita Diabetes Mellitus Type 2 sangat baik diberikan dan diedukasi kepada pasien penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.
Sisca Ulivia, Sugeng Maryanto, Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 168-176; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.238

Abstract:
Petai (Parkia speciosa Hassk.) is a plant commonly grown and consumed in Indonesia. Indonesian people usually consume Petai in fresh or processed form such as boiled and fried which can be used as an alternative sources of energy and potassium. This research aim to analyze protein, fat, carbohydrate and potassium content in Petai with various food processing methods This study used descriptive analytic design. The objects of this research used Petai were obtained from Kedung District, Jepara Regency, Central Java Province. This treatment used on this research were are fresh Petai, boiled Petai and fried Petai. Processing techniques performed were boiling and frying Petai with the skin until the processing was complete, stripping the skin of Petai seeds, next step is the Petai seeds were tested for nutritional content, analysis of nutrient protein content by kjeldahl method, fat content by soxhlet method, carbohydrate content by difference method and potassium content by Atomic Absorption Spectrometry method. Analysis of nutrient content was conducted at Chemistry Laboratory, Satya Wacana Cristian University, Salatiga.The highest protein content was found in boiled Petai (11.59g / 100g), and the lowest was found in fried Petai (4.96g / 100g). The highest fat content was found in fried Petai (0.75g / 100g), and the lowest was found in fresh Petai (0.15g / 100g). The highest carbohydrate content was found in fried Petai (80g / 100g), and the lowest was found in boiled Petai (63.7g / 100g). The highest potassium content was found in boiled Petai (143mg / 100g), and the lowest was found in fried Petai (106mg / 100g) he highest protein and potassium content was found in boiled Petai, while the highest fat and carbohydrate content was found in fried Petai
Arwin Muhlishoh, Aryanti Setyaningsih, Zuhria Ismawanti
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 136-145; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.231

Abstract:
Breadfruit flour is a local food ingredient that can be used as a substitute for flour with a low glycemic index content, as well as high levels of starch, amylose and resistant starch. While stevia is a source of natural sweeteners with a sweetness level of 200-300 times sweeter than cane sugar. Both ingredients are safe for patients with diabetes mellitus. This study was conducted to evaluate the nutritional and organoleptic content of biscuits substituted with breadfruit and stevia flour. Nutritional content was carried out by proximate test. Meanwhile, the organeleptic test was carried out by the hedonic test. The study was conducted using a completely randomized design with four proportion factors adding 15-50% breadfruit flour, while 8 grams of stevia was added. There was a significant difference in the average organoleptic test for each treatment of breadfruit flour and stevia biscuit formulations (p 0.05). There was no significant difference in the average chemical quality test (moisture, ash, protein, fat, carbohydrate, and crude fiber content) in each treatment group of breadfruit flour and stevia biscuit formulations (p>0.05). Biscuit F1 is the product of choice in the manufacture of biscuits substituted with breadfruit flour and stevia with nutritional and organoleptic content close to the control. ABSTRAK Tepung sukun merupakan bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti terigu dengan kandungan indeks glikemik rendah, serta kadar pati, amilosa dan pati resisten yang tinggi. Sedangkan stevia adalah sumber bahan pemanis alami dengan tingkat kemanisan 200-300 kali lebih manis dari pada gula tebu. Kedua bahan tersebut aman untuk pasien diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kandungan gizi dan organoleptik pada biskuit yang disubtitusi tepung sukun dan stevia. Kandungan gizi dilakukan dengan uji proksimat. Sedangkan uji organeleptik dilakukan dengan uji hedonik. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat faktor proposi penambahan tepung sukunsebanyak 15 – 50%, sedangkan stevia ditambahkan sebesar 8 gram. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata uji organoleptik pada tiap perlakuan formulasi biskuit tepung sukun dan stevia (p0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata uji mutu kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar) pada tiap kelompok perlakuan formulasi biskuit tepung sukun dan stevia (p>0,05). Biskuit F1 merupakan produk terpilih pada pembuatan biskuit subtitusi tepung sukun dan stevia dengan kandungan gizi dan organoleptik mendekati kontrol.
Oktavina Permatasari, Nastitie Cinintya Nurzihan, Arwin Muhlishoh
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 12-21; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.121

Abstract:
This research is an experimental study that aims to make a cookies formulation of tempeh flour substituted with red bit flour. The experimental design used was a completely randomized design with subtitution of red bit flour to tempeh flour cookies with different concentrations. The process of making cookies includes mixing flour, mixing margarine, egg, refined sugar then process to mixer, molding, and baking using the oven. The organoleptic test (preference) involved 30 semi-trained panelists. Tempe flour cookies with substitution of red bit flour with 4 formulations, formulation 1 with 0% concentration (control), formulation 2 with 12% substitution of red bit flour, formulation 3 with 15% red bit flour substitution, and formulation 4 with 18% red bit flour substitution. %. The results of the organoleptic assessment scores by panelists were analyzed using Excel 2010 and SPSS with descriptive tests. Based on the results of the analysis, it was found that cookies formulation 2 was the most preferred by panelists in terms of taste, color, smell, and texture. Based on the test of antioxidant activity of cookies formulation 2 30690 µg/mL, its means that it still potential as an antioxidant substance weak as classified. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk membuat formulasi cookies tepung tempe yang disubstitusi dengan tepung bit merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan tepung bit merah pada cookies tepung tempe dengan konsentrasi yang berbeda. Proses pembuatan cookies meliputi pencampuran tepung, pengocokan margarin, telur, gula halus dengan mixer, pencetakan, dan pemanggangan menggunakan oven. Uji organoleptik (kesukaan) melibatkan 30 panelis semi terlatih. Cookies tepung tempe dengan substitusi tepung bit merah dengan 4 formulasi yaitu formulasi 1 konsentrasi 0% (kontrol), formulasi 2 dengan 12% substitusi tepung bit merah, formulasi 3 dengan substitusi tepung bit merah 15%, dan formulasi 4 dengan susbtitusi tepung bit merah 18%. Hasil skor penilaian organoleptik oleh panelis dianalisis menggunakan Excel 2010 dan SPSS dengan uji deskriptif. Berdasarkan hasil analisis didapatkan cookies formulasi 2 adalah yang paling disukai oleh panelis dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan cookies formulasi 2 yaitu 30690 µg/mL yang artinya masih berpotensi sebagai zat antioksidan namun tergolong sangat lemah.
A.Mumba'Ul Mukhniyati Mumba, Kurnia Yusuf, St.Masithah, Musdalifah, Musliha Mustary
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 57-65; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.210

Abstract:
Vegetables and fruits are some useful food source for health, development, and growth. So those are very important to be consumed especially for children. One of the causes the lack consumption of vegetables and fruit is the lack children knowledge that will have an impact on their behavior. One of the efforts can be made is through nutrition education, because changes in one's knowledge can be started by providing information. This research aims to find out the influence of edutainment-based nutrition education on the knowledge and behavior of vegetables and fruits consumption in sdn 5 Barandasi students. This type of research is the Quasi Experiment,designed using a one group pretest-posttest design. The population in this study was all grade VI students at SD Negeri 5 Barandasi, as many as 73 students and sampling techniques using Purposive Sampling technique. Measurements are made using questionnaire sheets. The statistical test used is the wilcoxon signed rank test because the data is not distributed normally. The results showed that there was an increase in the average knowledge and behavior of vegetables and fruits consumption before and after being given edutainment-based nutrition education. Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test results show that edutainment-based nutrition education has a significant influence on vegetables and fruits consumption knowledge in SDN 5 Barandasi students aimed at results (p value 0,003<0,05) and vegetables and fruits consumption behavior in SDN 5 Barandasi students aimed at results (p value 0,004<0,05).There is an influence of edutainment-based nutrition education on the knowledge and behavior of vegetables and fruits consumption in SDN 5 Barandasi students. Abstrak Sayur dan buah merupakan sumber pangan yang bermanfaat bagi kesehatan, perkembangan, dan pertumbuhan maka dari itu sangat penting dikonsumsi terutama bagi anak-anak. Salah satu penyebab kurangnya konsumsi sayur dan buah adalah kurangnya pengetahuan anak yang akan berdampak pada perilaku anak. Salah satu upaya dapat dilakukan yaitu melalui edukasi gizi, karena perubahan pengetahuan sesorang dapat dimulai dengan memberikan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi berbasis edutainment terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment, dengan rancangan menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa(i) kelas VI di SD Negeri 5 Barandasi, sebanyak 73 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank test karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rerata pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur dan buah sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi berbasis edutainment. Hasil uji statistik wilcoxon signed ranks test menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis edutainment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi yang ditujukan dengan hasil (p value 0,003<0,05) dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi yang ditujukan dengan hasil (p value 0,004<0,05). Terdapat pengaruh edukasi gizi berbasis edutainment terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi.
Mutiah Setiawati, Mitro Subroto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 1-11; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.108

Abstract:
Nutritional Adequacy Rate (RDA) is the level of consumption of various essential nutrients with a value content that is used to meet the nutritional needs of an average healthy person living in a country. The AKG determination in Indonesia is based on the provisions regarding body weight for each gender, age and periodic physical activity according to the population survey. Where nutrition is a factor in child development. Children in prison have the right to obtain nutrition in accordance with the nutritional adequacy standard of 2,240 kcal / day. This has been regulated in Permenkumham No. 40 of 2017 concerning Food Administration for Prisoners, Children and Prisoners. The fulfillment of nutritional value is based on the use of food ingredients for 10 days / child. This juridical normative research focuses on literature study with three legal materials, namely primary legal materials using regulations regarding AKG standards, secondary legal materials with journals, books, research results, and documents and tertiary legal materials in the form of legal dictionaries, encyclopedias. The results showed that prisons have provided children's rights in the form of fulfillment of proper food, but it is still necessary to provide nutritional needs based on differences in children's nutritional status in order to obtain balanced nutrition according to the AKG standards that have been set so that they do not experience errors due to excess nutrition (overnutrition) and malnutrition (undernutrition). Abstrak Angka Kecukupan Gizi (AKG) merupakan tingkatan konsumsi berbagai zat gizi esensial dengan kandungan nilai yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan gizi rata-rata orang sehat yang hidup disuatu negara. Penetapan AKG di Indonesia berdasarkan pada ketentuan mengenai berat badan untuk setiap gender, umur dan aktifitas fisik secara berkala sesuai dengan survei penduduk. Dimana gizi menjadi faktor dalam tumbuh kembang anak. Anak di dalam lapas berhak memperoleh gizi sesuai dengan standar kecukupan gizi sebesar 2.240 kkal/hari. Hal ini telah diatur dalam Permenkumham No 40 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Makanan bagi Tahanan, Anak dan Narapidana. Pemenuhan nilai gizi didasarkan pada penggunaan bahan makanan untuk 10 hari/anak. Penelitian ini bersifat yuridis normatif yang memfokuskan pada studi kepustakaan dengan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer menggunakan peraturan-peraturan mengenai standar AKG, bahan hukum sekunder dengan jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen serta bahan hukum tersier berupa kamus hukum, ensiklopedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapas sudah memberikan hak anak berupa pemenuhan makanan yang layak, namun masih perlunya pemberian kebutuhan gizi berdasarkan perbedaan status gizi anak yang agar diperoleh gizi yang seimbang sesuai dengan standar AKG yang telah ditetapkan sehingga tidak mengalami kesalahan akibat kelebihan gizi (overnutrition) dan kekurangan gizi (undernutrition).
, Icha Dian Nurcahyani, Kurnia Yusuf, Fitri Wahyuni, St Mashitah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 22-30; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.122

Abstract:
Anemia suppresses a condition where hemoglobin rates in the blood is lower than its normal value which is commonly caused by a lack of some gizi nutrients in foods that our body desperately needs. According to world Health Organization (WHO) data, anaemia in putri teenagers is still high enough, the world's anemic crossings range from 40-88%. The purpose of this scrutiny to verify whether there is a video media complimentary influence on the knowledge and attitude of anaemia in teenage daughter SMPN 1 Turikale. The type of scrutiny used is quasi Experimental ruin scrutiny using the normal reinsuance plan design also we mentioned with the term "One Group Pre and Posttest". The population on this scrutiny is the SMPN 1 Turikale siswi, a sample intake on this scrutiny using Purposive Sampling techniques with a total of 40 siswis. This review shows the increased knowledge and attitude of the graduates after completion using video media. Wilcoxon Signed Rank Test test shows that compilation using video media has meaningful influence on the knowledge and attitude of graduates about anemia with the knowledge results of p=0,000 (p<0,05) and attitudes of 0,001 (p<0,05). There is a influence on the influence of compilation using video media against knowledge and attitudes about anaemia on the teenage daughter of SMPN 1 Turikale 2020. ABSTRAK Anemia merupkan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin didalam darah lebih rendah dari nilai normalnya yang biasa diakibatkan oleh kurangnya beberapa zat gizi pada makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh kita. Menurut data World Health Organization (WHO), anemia pada remaja putri masih cukup tinggi, persentase anemia di dunia berkisar antara 40-88%. Tujuan penelitian ini untuk menetahui apakah ada pengaruh penyuluhan menggunakan media video terhadap pengetahuan dan sikap tentang anemia pada remaja putri SMPN 1 Turikale. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen desain penelitian ini menggunakan desain rancangan perlakuan ulang biasa juga kita sebut dengan istilah “One Group Pre and Posttest”. Populasi pada penelitian ini adalah siswi SMPN 1 Turikale, Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan total samel 40 siswi. Penelitian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswi setelah dilakukan penyuluhan menggunakan media video. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan media video memiliki pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan dan sikap siswi tentang anemia dengan hasil pengetahuan p=0,000 (p<0,05) dan sikap 0,001 (p<0,05). Ada pengaruh penyuluhan menggunakan media video terhadap pengetahuan dan sikap tentang anemia pada remaja putri SMPN 1 Turikale tahun 2020.
Aulya Marthadina Suciana Suciana, Nazhif Gifari, Laras Sitoayu, Rachmanida Nuzrina, Dudung Angkasa
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 31-42; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.125

Abstract:
An athlete is required to always maintain his physical fitness. Fitness is one indicator in determining a person's health, especially for an athlete. The fitter a person is, the healthier that person will be. This study aims to analyze the relationship between the level of macro nutrient adequacy, nutritional status and physical activity on the badminton athletes in PB Jaya Raya club. This study used a quantitative research design with a cross sectional study design and a sample of 32 athletes. Data obtained through online google form, namely data on carbohydrate, protein, fat intake with a 3x24 hour food record, nutritional status with BMI/U and Physical activity using the IPAQ questionnaire sheet. Data analysis used the Spearman Rank Correlation Test. As many as 28 (87.5%) of respondents had insufficient levels of carbohydrate adequacy, and as many as 31 (96.9%) of respondents had a higher level of protein sufficiency as well as an adequate level of fat 31 (96.9%) of respondents had sufficient levels of sufficiency of excess fat. It is known that 19 (59.4%) respondents have a moderate level of physical activity. And it is known that as many as 25 (78.1%) respondents are fit. There was no significant relationship between all research variables (p≥0,05). The conclusion of this study shows that there is no relationship between the level of carbohydrate adequacy, protein adequacy level, fat adequacy level, nutritional status and physical activity on athletes fitness (p≥0,05). There is no significant relationship between the adequacy level of macro nutrients, nutritional status and physical activity on the fitness of badminton athletes. Abstrak Seorang atlet dituntut untuk selalu menjaga kebugaran jasmaninya. Kebugaran adalah salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan seseorang, terutama untuk seorang atlet. Semakin bugar seseorang maka semakin sehat juga orang tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro, status gizi dan aktivitas fisik terhadap kebugaran pada atlet bulutangkis yang berada di klub PB Jaya Raya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan sampel berjumlah 32 atlet. Data diperoleh melalui online google form yaitu data asupan karbohidrat, protein, lemak dengan food record 3x24 jam, status gizi dengan IMT/U dan aktivitas fisik dengan lembar kuesioner IPAQ. Analisis data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Sebanyak 28 (87,5%) responden memiliki tingkat kecukupan karbohidrat yang kurang, serta sebanyak 31 (96,9%) responden memiliki tingkat kecukupan protein yang lebih begitu pun dengan tingkat kecukupan lemak 31 (96,9%) responden memiliki tingkat kecukupan lemak yang berlebih. Diketahui sebanyak 19 (59,4%) responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang. Serta diketahui bahwa sebanyak 25 (78,1%) responden bugar. Tidak ada hubungan yang signifikan pada seluruh variabel penelitian (p≥0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat kecukupan karbohidrat, tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan lemak, status gizi dan aktivitas fisik terhadap kebugaran atlet (p ≥ 0,05). Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecukupan zat gizi makro, status gizi dan aktivitas fisik terhadap kebugaran atlet bulutangkis.
Arie Dwi Alristina, Rossa Kurnia Ethasari, Dewinta Hayudanti
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, Volume 13, pp 43-56; https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.126

Abstract:
Various kinds of health problems that commonly occur in restaurants include food poisoning and diarrhea outbreaks caused by negligence in the process of organizing food. Therefore, the fulfillment of food hygiene and sanitation is needed in testing the feasibility of organizing food according to the provisions stipulated based on Permenkes RI No. 1096 / Menkes / PER / VI / 2011 concerning Jasaboga Sanitation Hygiene. This research was conducted to assess the feasibility of serving food in a restaurant. The study was conducted descriptively through an experimental and observational design. The instrument used was a physical test by interview and observation as well as laboratory test of food samples and tableware. Physical test includes requirements for food hygiene and sanitation consisting of building elements, sanitation facilities, personnel / handlers, equipment and food. The results of the feasibility assessment at the Jibsteak Restaurant were 70.08%, where the eligibility standard for the A3 class restaurants was 74%. This means that the restaurant has not met the feasibility of physically organizing food. Likewise, the results of laboratory tests on eating utensils and food were still found to be contaminated with E. coli bacteria. This means that the restaurant also has not met the eligibility standards by laboratory tests which require the E. coli germ count 0 / gr of food samples. ABSTRAK Berbagai macam masalah kesehatan yang biasa terjadi di rumah makan diantaranya adalah keracunan makanan dan wabah penyakit diare yang diakibatkan karena kelalaian dalam proses penyelenggaraan makanan. Oleh karena itu terpenuhinya higiene dan sanitasi makanan sangat diperlukan dalam uji kelaikan penyelenggaraan makanan sesuai ketentuan yang diatur dalam Permenkes RI No. 1096/Menkes/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Penelitian ini bertujuan menilai kelaikan penyelenggaraan makanan di rumah makan. Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan analisa kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pemeriksaan fisik dengan wawancara dan observasi serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan peralatan makan. Hasil: Pemeriksaan fisik meliputi persyaratan higiene dan sanitasi makanan yang terdiri atas unsur bangunan, fasilitas sanitasi, ketenagaan/penjamah, peralatan dan makanan. Hasil penilaian kelaikan pada Rumah Makan Jibsteak sebesar 70,08% dimana standar kelaikan untuk rumah makan golongan A3 sebesar 74%. Hal ini berarti rumah makan tersebut belum memenuhi kelaikan penyelenggaraan makanan secara fisik. Begitu pula hasil pemeriksaan laboratorium pada peralatan makan dan makanan masih ditemukan kontaminasi bakteri E. coli. Hal ini berarti rumah makan tersebut juga belum memenuhi standar kelaikan secara pemeriksaan laboratorium yang mensyaratkan angka kuman E. coli 0/gr sampel makanan.
Sikni Retno Karminingtyas, Dian Oktianti, Novanita Puspa Kencana, Maulida Hayati
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijpnp.v4i1.975

Abstract:
Covid-19 merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan disebabkan oleh SARS-CoV-2. Berdasarkan data per tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus konfirmasi 414.179 dengan 18.440 kematian. Indonesia melaporkan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 8607 kasus pada 26 April 2020. Salah satu cara pencegahan dari penyakit ini dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat dan Covid-19. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini pegawai kantor BKSDA Jawa Tengah berjumlah 64 orang dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara berjumlah 51 orang. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dalam aplikasi google form. Analisa data menggunakan deskriptif meliputi tingkat pengetahuan PHBS dan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak di kantor BKSDA berumur 46-55 tahun sebanyak 24 (37,4%) responden dan di dinas kesehatan responden terbanyak berumur 26-35 tahun sebanyak 23 (45,1%) responden. Berdasarkan jenis kelamin responden di kantor BKSDA terbanyak adalah laki-laki sebanyak 36 (56,2%) dan di dinas kesehatan jenis adalah perempuan sebanyak 33 (64,7%). Berdasarakan tingkat pendidikan, responden terbanyak di kantor BKSDA berpendidikan S1/S2/S3 sebanyak 40 (62,4%) dan di dinas kesehatan sebanyak 32 (62,4%). Tingkat pengetahuan PHBS di kantor BKSDA dengan nilai 84,2% dan di dinas kesehatan didapatkan nilai 88,45%. Tingkat pengetahuan tentang Covid-19 di kantor BKSDA dengan nilai 75,52% dan di dinas kesehatan dengan nilai 76,37%. Simpulan penelitian ini tingkat pengetahuan PHBS dan Covid-19 di kantor BKSDA dan dinas kesehatan kategori baik dengan nilai lebih dari 75%.Kata kunci: pengetahuan, PHBS, covid-19Covid-19 is a highly contagious viral infectious disease caused by SARS-CoV-2. Based on data as of March 25, 2020, the total number of confirmed cases was 414,179 with 18,440 deaths. Indonesia reported 8607 confirmed cases of Covid-19 on April 26, 2020. One way to prevent this disease is by implementing a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). This study aims to determine the level of knowledge of clean and healthy living habits and Covid-19. The research design used analytic descriptive with cross sectional approach. The subjects in this study were 64 employees of the Central Java BKSDA office and 51 employees of the North Hulu Sungai District Health Office. This research was conducted by distributing questionnaires in the google form application. Data analysis using descriptive includes the level of knowledge of PHBS and Covid-19. The results showed that most respondents were in the BKSDA office aged 46-55 years as many as 24 (37.4%) respondents and in the health office the most respondents were 26-35 years old as many as 23 (45.1%) respondents. Based on the sex of the respondents in the BKSDA office, 36 (56.2%) were male and 33 (64.7%) were female. Based on the level of education, the largest number of respondents in the BKSDA office have a S1 / S2 / S3 education as many as 40 (62.4%) and at the health office as much as 32 (62.4%). The level of knowledge of PHBS in the BKSDA office with a value of 84.2% and in the health department obtained a value of 88.45%. The level of knowledge about Covid-19 at the BKSDA office with a value of 75.52% and at the health office with a value of 76.37%. The conclusion of this research is that the knowledge level of PHBS and Covid-19 in the BKSDA office and the health service is in a good category with a value of more than 75%.Keywords: knowledge, PHBS, covid-19
Niken Dyahariesti, Richa Yuswantina, Ni Nyoman Sri Ayu Sumarningsih, Analia Dian Ningrum
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijpnp.v4i1.831

Abstract:
ABSTRAKPengukuran kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Balanced Scorecard (BSC) dapat menganalisis dari 4 perspektif meliputi perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit Roemani Kota Semarang pada tahun 2017 dan 2018 dengan pendekatan BSC. Metode penelitian ini deskriptif non eksperimental yang bersifat deskriptif analitik. Data dianalisa menggunakan SPSS dan excel untuk dibandingkan dengan nilai standar pada masing-masing pengukuran. Hasil dari perspektif keuangan : NPM tahun 2017 6,49% dan tahun 2018 6,15%, ROI tahun 2017 7,17% tahun 2018 6,18%, ITOR tahun 2017 sebesar 10,24 kali dan tahun 2018 12,41 kali, Rasio efektvitas tahun 2017 104,70% dan tahun 2018 96,55%, rasio efisiensi tahun 2017 63,10% tahun 2018 58,54%. Hasil dari perspektif pelanggan : retensi pelanggan tahun 2017 92,91% dan tahun 2018 95,24%, tingkat keterjaringan tahun 2017 96,27% dan tahun 2018 91,42%, kepuasan pelanggan pasien merasa puas. Pada perspektif bisnis internal dispensing time resep racikan 78 menit dan resep non racikan 34 menit. Tingkat ketersediaan obat sebesar 99,25%. Kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan pada indikator human capital dan organization capital tinggi, indikator information capital cukup tinggi. Evaluasi kinerja IFRS Roemani Kota Semarang pada perspektif keuangan dapat dikatakan cukup baik dan evaluasi kinerja pada perspektif pelanggan sudah baik. Perspektif bisnis internal belum memenuhi standar pelayanan minimal untuk resep racik maupun non racik. Pespektif pembelajaran dan pertumbuhan pada indikator human capital dan organization capital kategori tinggi, sedangkan pada indikator information capital kategori cukup tinggi. Kata Kunci : Analisis Kinerja, Balanced Scorecard, Instalasi Farmasi Rumah Sakit ABSTRACTPerformance measurement can be done with the Balanced Scorecard (BSC) approach. The Balanced Scorecard (BSC) can analyze 4 perspectives, including financial perspective, customer perspective, internal business perspective and learning and growth perspective. This research aimed to analyze and evaluate the performance of Roemani Hospital Semarang Pharmacy Installation in 2017 and 2018 using BSC approach. The method used was a non-experimental descriptive analytic descriptive study. Data were analyzed using SPSS and Excel to be compared with the standard values for each measurement. Results from the financial perspective were : NPM was 6.49% (2017) and 6.15% (2018); ROI was 7.17 (2017) and 6.18 in 2018; ITOR in 2017 was 10.24 times and 12.41 times (2018), effectiveness ratio in 2017 was 104.70% and 96.55% (2018) ; efficiency ratio in 2017 was 63.10% and 58.54% (2018). Results from a customer perspective were; customer retention in 2017 92.91% and 95.24% (2018), the 2017 network size was 96.27% and 91.42% in 2018, and the customer satisfaction level of patients was satisfied. For the internal business perspective, dispensing time was 78 minutes and non-dispensed drug was 34 minutes. The availability level of drugs was 99.25%. The performance of learning and growth perspectives on the indicators of human capital and organization capital was high, while the indicator of information capital was quite high.It can be concluded that the pharmacy department of Roemani Hospital performance’s evaluation from a financial perspective was quite good and the performance evaluation from the customer's perspective was good. From the internal business perspectives, it did not meet the minimum service standards for both dispensed and non- dispensed drugs. The learning and growth perspective on the indicator of human capital and organization capital was high, while the information capital indicator was quite high. Key word: Performance analysis, Balanced Scorecard, hospital pharmacy installation
Istianatus Sunnah, Agitya Resti Erwiyani, Mega Silvi Aprilliani, Maryanti Maryanti, Galih Adi Pramana
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijpnp.v4i1.973

Abstract:
Konsumsi makanan tinggi purin akan menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Akibat kadar asam urat yang tinggi ( hiperurisemia) dan yang tidak terkontrol, akan menyebabkan gangguan pada organ tubuh sehingga timbul penyakit jantung, ginjal maupun Diabetes Mellitus. Allopurinol saat ini masih digunakan sebagai terapi asam urat / gout tetapi memiliki efek samping ruam, gangguan pencernaan, gangguan ginjal dan hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji ekstrak labu kuning yang mengandung flavonoid dan terpenoid dapat digunakan sebagai terapi antihiperurisemia akibat adanya induksi pakan tinggi purin yaitu jus hati dan melinjo (1:1) selama 30 hari. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB diberikan selama 7 hari dan dibuat sediaan sirup untuk memudahkan penggunaan. Formulasi sirup diuji sifat fisik dan karakteristik berdasar SNI. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa ELBK 600 mg/KgBB memiliki aktivitas antihiperurisemia sebanding dengan Allopurinol (p value = 0,436 > 0,05), dan peningkatan konsentrasi ELBK memberikan aktivitas yang berbeda terhadap penurunan kadar asam urat (p value= 0,00). Sediaan formulasi sirup belum memenuhi syarat mutu SNI karena pH masih asam, kadar gula dibawah 65%.Consumption of high purine feeds will cause an increase in uric acid levels in the blood. Due to high uric acid levels (hyperuricemia) and uncontrolled, it will cause disturbances in the body's organs, causing heart disease, kidney disease and Diabetes Mellitus. Allopurinol is used as a therapy for gout but has side effects of rashes, indigestion, kidney and liver disorders. The purpose of this study was to study pumpkin extract containing flavonoids and terpenoids which can be used as antihyperuricemia therapy due to the induction of high-purine feed, are chicken liver juice and melinjo (1: 1) for 30 days in Wistar rats. The concentration of the extract used was 200 mg / KgBW, 400 mg / KgBW and 600 mg / KgBW given for 7 days and a syrup formulation was made for ease of use. The syrup formulation with the ratio of PGA (7.5% and 10%) was tested for physical properties and characteristics based on the SNI quality requirements in the form of organoleptic, pH, specific gravity and viscosity. The results showed that ELBK 600 mg / KgBW had antihyperuricemic activity comparable to Allopurinol (p value = 0.436> 0.05), and increased ELBK concentrations gave different activities to decrease uric acid levels (p value = 0.00). Organoleptically in the form of shape, taste and smell, pumpkin syrup did not differ between groups due to the addition of PGA concentrations. Syrup have pH 3.8 ± 0.011, BJ 1.260 ± 0.001. The viscosity of the syrup changed with the addition of the PGA concentration with a viscosity of F1 of 2.222 ± 0.001 cps and a viscosity of F 2 of 4.447 ± 0.001 cps. Pumpkin extract has activity in reducing uric acid levels and the syrup formulation does not meet the SNI quality requirements because the pH is still acidic, the sugar content is below 65%.
Agitya Resti Erwiyani, Dina Sihot Rejeki Gultom, Dian Oktianti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijpnp.v4i1.888

Abstract:
Pinang merupakan tanaman yang banyak tersedia di Indonesia dan memiliki berbagai manfaat. Pemanfaatan air rebusan biji pinang digunakan masyarakat dalam membersihkan dan menyembuhkan luka infeksi. Biji pinang mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid, tannin, asam galat, katekin, beta-sitosterol, gum dan asam amino. Biji pinang dilakukan purifikasi untuk mengilangkan zat ballast yang tidak dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar flavonoid total ekstrak kasar dan ekstrak terpurifikasi. Metode yang digunakan dalam penetapan kadar adalah metode kolorimetri AlCl3. Penetapan kadar flavonoid dilakukan pada panjang gelombang 413,5 nm dengan standar baku pembanding kuersetin. Plot hubungan antara konsentrasi kuersetin versus absorbansi diperoleh persamaan kurva baku sebesar y = 0,0088x – 0,17 dengan nilai R2 sebesar 0,9998. Uji kualitatif menunjukkan ekstrak biji pinang tanpa purifikasi, dengan perlakuan purifikasi n-heksan dan etil asetat mengandung metabolit sekunder diantaranya flavonoid, saponin, tannin dan fenol. Purifikasi pelarut n-heksan didapatkan hasil rendemen lebih banyak dibandingkan ekstrak yang dipurifikasi dengan pelarut etil asetat. Kadar flavonoid ekstrak tanpa purifikasi, ekstrak purifikasi pelarut n-heksan dan etil asetat berturut – turut sebesar 69,13 ; 130,3 ; dan 94,73 mgQE/g. Hal tersebut sebanding dengan perolehan % rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak terpurifikasi n-heksan. Purifikasi pada ekstrak akan menyebabkan hilangnya zat ballast dalam ekstrak sehingga kandungan flavonoid pada ekstrak akan lebih tinggi.Kata kunci : flavonoid, metode AlCl3, ekstrak, purifikasiAreca nut is a plant that is widely available in Indonesia and has various benefits. Utilization of boiled betel nut water is used by the community to clean and heal infected wounds. Betel nuts contain phenolic compounds such as flavonoids, tannins, gallic acid, catechins, beta-sitosterol, gum, and amino acids. Areca seeds are purified to remove unnecessary ballast substances. This study aims to determine the total flavonoid levels of crude extract and purified extract. The method used in the assay is the AlCl3 colorimetric method. Determination of flavonoid levels was carried out at a wavelength of 413.5 nm with a quercetin standard. The plot of the relationship between quercetin concentration versus absorbance obtained a standard curve equation of y = 0.0088x - 0.17 with an R2 value of 0.9998. The qualitative test showed that betel nut extract without purification, with purification treatment of n-hexane and ethyl acetate, contained secondary metabolites including flavonoids, saponins, tannins, and phenols. The purification of the n-hexane solvent obtained more yields than the extract purified with ethyl acetate solvent. The flavonoid levels of the extract without purification, the purified extract of n-hexane and ethyl acetate were 69.13; 130.3; and 94.73 mg QE / g. This is comparable to the highest% yield obtained from purified extracts of n-hexane. Purification of the extract will cause the loss of ballast substances in the extract so that the flavonoid content in the extract will be higher.Keywords: flavonoids, AlCl3 method, extract, purification
Prita Adisty Handayani, Meidiana Dwidiyanti, Muhammad Mu'In
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijnr.v4i1.879

Abstract:
Ibu bekerja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. Tingginya angka partisipasi wanita bekerja harus diimbangi dengan pelayanan kesehatan yang memadai sehingga ibu bekerja dapat terhindar dari masalah kesehatan kerja termasuk stres kerja. Data stres kerja pada wanita cukup tinggi yaitu 1.880 kasus dimana perawat merupakan salah satu pekerja yang mengalami stres paling tinggi. Terapi mindfulness dikembangkan sebagai terapi supportive educative untuk menurunkan tingkat stres. Terapi ini merupakan latihan kesadaran diri untuk meningkatkan hubungan sosial dan kepuasan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap tingkat stres pada ibu yang bekerja sebagai perawat critical care. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol adalah 23 responden. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018 dengan pemberian terapi mindfulness S.T.O.P. Data dianalisa menggunakan uji Man-Whitney. Hasil penelitian mindfulness berpengaruh terhadap penurunan tingkat stres dengan nilai p.value=0.001 pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh dengan nilai p.value=0.068. Hasil analisis perbedaan pada kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p.value=0.001 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan tingkat stres pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan yang didapatkan bahwa mindfulness dapat menurunkan tingkat stress dari segi fisiologis, psikologis dan perilaku dengan memberikan efek psikologis yang positif, menurunkan perilaku reaktivitas terhadap emosi dan meningkatkan regulasi perilaku yang positif.
Nurul Fatmawati, Yesvi Zulfiana, Irni Setyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.850

Abstract:
Anak usia dini memegang peranan yang sangat penting karena perkembangan otak manusia mengalami lompatan dan berkembang sangat pesat, yaitu mencapai 80%. Ketika dilahirkan ke dunia anakmanusia telah mencapai perkembangan otak 25% , sampai usia 4 tahun perkembangannya mencapai 50 %, dan sampai 8 tahun mencapai 80%, selebihnya berkembang sampai usia 18 tahun. Penelitian ini beranjak dari permasalahan bahwa dalam pembiasaan bersalam pada anak usia dini masih mengalami kesulitan, atau belum terbiasanya mengucapkan salam dalan kehidupan sehari-hari. Maka dalam hal ini pentingnya peran orang tua dalam pembiasaan khususnya pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik ibu terhadap pembiasaan mengajarkan salam pada anak usia dini. Dalam penelitian ini desain yang digunakan yaitu analitik kategorik dengan pendekatan potong lintang. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang mempunyai anak dibawah umur 6 tahun. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling sebanyak 116 orang di kecamatan mataram kota Mataram khususnya di wilayah kelurahan Pagutan dan Pagesangan Mataram. Hasil temuan dalam penelitian ini sebagian besar ibu mempunyai kebiasaan mengajarkan salam pada anak. Semakin bertambah umur ibu dan menjadi rumah tangga, semakin sering ibu membiasakan salam pada anak. Maka diharapkan ibu yang berumur 20-35 tahun dan bekerja di luar rumah untuk meningkatkan kebiasaan mengajarkan salam yang dibantu oleh para suami.
Yopi Suryatim Pratiwi, Sri Handayani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM), Volume 4; https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.849

Abstract:
Angka kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting dan mencerminkan derajat kesehatan di suatu wilayah, khususnya yang berkaitan dengan masalah kesehatan ibu dan anak. Salah satu upaya untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak adalah dengan memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas pada saat sebelum persalinan, saat persalinan, dan sesudah persalinan. Proses persalinan terkadang tidak berjalan normal, sehingga tindakan sectio caesarea dapat dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan janin. Persalinan dengan sectio caesarea adalah prosedur pembedahan dimana janin dilahirkan melalui insisi dinding abdomen dan rahim ibu. Persalinan sectio caesarea mengalami nyeri yang lebih dibandingkan dengan persalinan normal. Nyeri post sectio secarea menyebabkan mobilisasi terbatas, bounding attachment terganggu, serta menghambat pemberian ASI. Strategi penatalaksanaan untuk mengatasi nyeri post sectio caesaria sangat diperlukan, baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Tehnik massage merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologi.Massage merupakan tehnik sentuhan serta pemijatan ringan yang dapat menghasilkan rasa rileks dalam tubuh, serta memberikan rasa nyaman. Foot massage merupakan salah satu tindakan massage yang dianggap menjadi metode yang tepat dalam mengurangi nyeri. Oleh karena itu perlu adanya bukti literature review yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage terhadap nyeri post sectio caesarea. Studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (literature review) meliputi studi pencarian sistematis data base terkomputerisasi (research gate, pubmed, google cendekia). Penulisan artikel ini menggunakan penulisan daftar pustaka Harvard. Berdasarkan delapan artikel penelitian menunjukkan bahwa terapi foot massage selama 20 menit efektif dapat mengurangi nyeri post sectio caesarea.
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top