Refine Search

New Search

Results: 281

(searched for: doi:(10.46799/*))
Save to Scifeed
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Aini Nadhifah, Rokiah Kusumapradja, Nofierni Nofierni
Published: 25 January 2022
Jurnal Health Sains, Volume 3, pp 1-13; https://doi.org/10.46799/jhs.v3i1.391

Abstract:
Penerapan budaya keselamatan pasien merupakan salah satu upaya Rumah Sakit dalam menjaga pasien untuk tidak mengalami kejadian yang tidak diharapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian desain kausal menggunakan VB-SEM berbasis varian yakni PLS (Partial Least Square), bertujuan untuk menganalisa pengaruh yang dapat meningkatkan nilai-nilai budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh 77 orang (staf perawat ruangan dan farmasi). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif peran kepala unit terhadap budaya keselamatan pasien, pengaruh negatif beban kerja terhadap budaya keselamatan pasien, pengaruh positif implementasi handover perawat-farmasi terhadap budaya keselamatan pasien, pengaruh positif peran kepala unit terhadap implementasi handover perawat-farmasi, pengaruh positif peran kepala unit terhadap budaya keselamatan pasien melalui implementasi handover perawat-farmasi sebagai variabel intervening, dimana hasil pengukuran tstatistik>ttabel dan probabilitas (pvalue) 0.000<0.05, dan tidak terdapat pengaruh negatif beban kerja terhadap implementasi handover perawat-farmasi, serta tidak terdapat pengaruh negatif beban kerja terhadap budaya keselamatan pasien melalui implementasi handover perawat-farmasi sebagai variabel intervening dimana hasil tstatistik0.05. Berdasarkan hasil penelitian maka implikasi dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh peran kepala unit terhadap budaya keselamatan pasien melalui implementasi handover sebagai perencana, pengorganisasian, ketenagaan, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan handover yang efektif dan efisien guna meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit
Alva Ruslina, Bernard Nainggolan, Wiwik Sri Widiarty
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2022-2035; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.336

Abstract:
Pinjaman online yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga ada resiko yang sudah terjadi setelah melakukan transaksi tersebut. Kemudahan dalam melakukan transaksi pinjaman memberikan peluang bagi pijaman ilegal untuk melakukan aksinya, maraknya kasus pinjaman online yang terjadi di Indonesia menjadi alasan utama permasalahan ancaman yang diterima oleh konsumen akibat pinjaman online ilegal. Tidak hanya ancaman tetapi pelaku juga menyebarkan data pribadi korban merupakan suatu pelanggan undang-undang Transaksi Elektronik dan melanggar aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan karena tidak ada ijin. Upaya perlindungan hukum harus ditegaskan bagi setiap pihak yang ikut berperan dalam finansial teknologi peer to peer lending. Perlindungan hukum yang diterapkan harus juga melibatkan konsumen serta setiap platform untuk mengikuti regulasi yang ditetapkan. Regulasi tersebut harus memberikan keadilan bukan hanya kepada satu pihak tetapi seluruh pihak hingga pihak ketiga. Sebagai lembaga Otoritas Jasa Keuangan, atau yang disingkat OJK memiliki peranan dalam memberikan sosialisasi terkait dengan regulasi yang ada. Pendekatan serta sosialisasi harus diusahakan secara terus-menerus agar dapat memberikan keadilan bagi setiap pihak. Upaya yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan juga melibatkan peran asosiasi fintech pendanaan bersama Indonesia dengan menampung aspirasi masyarakat dalam memberikan rasa aman.
Intan Novi Astutik, Yusuf Amrozi, Faris Muslihul Amin
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2096-2104; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.333

Abstract:
Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) merupakan sistem yang digunakan untuk membantu aktivitas belajar mengajar pada suatu universitas. Sejak pertama kali dikembangkan, SIAKAD Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) belum banyak dilakukan penelitian mengenai kepuasan penggunanya sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui efektivitas SIAKAD UINSA berdasarkan kepuasan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pengguna SIAKAD UINSA. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Sampel diperoleh dengan teknik random sampling sehingga didapatkan 392 responden yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pegawai akademik bagian operator SIAKAD. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna berdasarkan indikator content sebesar 2,853; accuracy sebesar 0,708, format sebesar 0,616; ease of use sebesar 0,432; dan timeliness sebesar 0, 391. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa indikator content memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna SIAKAD di UINSA sedangkan keempat indikator lainnya belum mempengaruhi kepuasan pengguna
Dwi Meli Noviani
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2036-2050; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.341

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel work life balance dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh jumlah populasi dan didapatkan 52 pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Analisis data menggunakan uji regresi berganda, hipotesis menggunakan uji t (uji parsial) dan uji simultan (uji F), sedangkan pengolahan data menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel work life balance dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Secara simultan work life balance dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu
Hanna M. Simanjuntak, Bernard Nainggolan, Wiwik Sri Widiarty
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2072-2082; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.338

Abstract:
Hubungan debitur dan kreditur dalam perjanjian utang piutang menimbulkan suatu perjanjian pinjam meminjam uang yang menyebabkan adanya suatu perikatan diantara para pihak. Dengan adanya perikatan maka masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban. Salah satu kewajiban dari debitor adalah mengembalikan utangnya sebagai suatu prestasi yang harus dilakukan. Perjanjian utang piutang bukanlah menjadi suatu masalah dalam dunia usaha bila antara debitur dan kreditur terdapat konsep pemahaman dalam isi perjanjian dan debitur tetap mampu untuk melakukan pembayaran utang. Permasalahan baru timbul apabila debitur tidak cukup efisien dalam menjalankan roda perusahaan dikarenakan krisis financial dan mengalami kebangkrutan atau yang disebut dengan pailit. Oleh karena itu, bagaimana persamaan dan perbedaan perdamaian menurut Undang-Undang Kepailitan dengan Reorganization Plan menurut Chapter 11 United State Bankruptcy code serta Penerapan Reorganization Plan berdasarkan Chapter 11 United State Bankruptcy menjadi rumusan dalam penelitian ini. Berdasarkan pendapat dari Lawrence terdapat tiga komponen yang menjadi dasar perbedaan hukum antara lain; sistem hukum, subtansi hukum, budaya hukum. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian dengan pendekatan perundang-undangan. Pendekatan ini dilakukan dengan menelah semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan isu hukum yang akan diteliti. penelitian ini menggunakan data sekunder dengan mengumpulkan data-data berupa peraturan hukum kepailitan dan Chapter 11 serta Chapter 7. Setelah itu, penulis melakukan analisis data. Sehingga menemukan hasil yaitu; terdapat perbedaan sistem hukum Indonesia Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailian dan penundaan Kewajiban Pembayran Utang berbeda dengan Chapter 11 Reorganization Plan US Bankrupty Code. Persamann dan perbedaan didasarkan pada adanya sistem hukum yang berbeda Chapter yang menjelaskan tentang Reorganisasi Plan yang pada umumnya disebut sebagai reorganisasi kedua negara menentukan pihak ketiga yang ikut menyelesaikan permasalah yaitu Amerika disebut dengan Trustee dan Indonesia disebut dengan kurator. Penerapan reorganisasi Plan di Amerika Serikat Dalam Chapter 11 yang menjelaskan tentang Reorganisasi Plan yang pada umumnya perusahan yang mengalami kesulitan keuangan memberikan suatu petisi (Petition), (Protection), (Proceeding) yang menjadi tahap-tahap pengajuan permohonan, perlindungan hukum diberikan terhadap pihak yang harus menerimanya serta proses dan ketentuan yang berlaku bagi kreditor dan debitor dalam menyelesaiakan permasalahan utang
Niken Niken, Putri Mia, Septiana Septiana, Reyhan Reyhan, Argha Argha, Putra Putra
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2138-2144; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.343

Abstract:
Kebijakan publik merupakan segala sesuatu yang telah dinyatakan oleh pemerintah untuk dikerjakan maupun tidak dikerjakan. Pemerintah memiliki hak dalam menetukan suatu kebijakan. Seperti halnya dalam menghadapi kasus Covid-19 dimana pemerintah dalam mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 Indonesia telah mentapkan beberapa kebijakan yang ditujukan kepada publik. Kebijakan tersebut seperti penerapan protokol kesehatan, penerapan PSBB, penerapan PPKM, hingga vaksinasi. Secara medis, vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin (antigen) yang bertujuan untuk merangsang terbentuknya imunitas (antibody) di dalam tubuh. Program vaksinasi di Indonesia pertama kali dilakukan pada tanggal 13 Januari 2021. Untuk pelaksanaan vaksinasi di Boyolali Tenaga Medis menerima Vaksinasi tahap pertama pada minggu ke 3 tanggal 22 Januari 2021 proses distribusi Vaksin Covid-19 dilaksanakan pada minggu kedua, sedangkan pelaksanaan Vaksinasi dilakukan pada minggu ketiga tanggal 22 Januari 2021. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengenai bagaimana implementasi kebijakan vaksinasi di Boyolali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kulaitatif. Dari hasil penelitian maka dapat disimpuklan bahwa pelaksanaan vaksinasi di Boyolali sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Selfi Dayanti, Ida Bagus Nyoman Udayana, Bernadetta Diansepti Maharani
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2158-2169; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.335

Abstract:
Shopee merupakan salah satu marketplace yang sudah familiar di Indonesia. Berdasarkan data persaingan toko online di Indonesia tahun 2019-2020, Shopee berhasil menempati posisi pertama dalam hal jumlah pengunjung. Hal ini disebabkan karena keamanan, kualitas informasi dan kepercayaan pada umumnya dapat menambah ataupun mengurangi niat beli konsumen terhadap suatu produk di aplikasi Shopee. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perceived security, information quality, terhadap trust serta dampaknya terhadap online purchase intention, kemudian pengaruh mediasi trust dalam hubungan antara perceived security dan information quality terhadap online purchase intention. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik accidental purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 100 responden yang merupakan mahasiswa Universitas Sarjawiyata Tamansiswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software SPSS18. Pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel mediasi menggunakan Sobel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel Perceived security dan Information quality, berpengaruh signifikan terhadap variabel Trust. Variabel trust mampu menjadi variabel mediasi antara Variabel Perceived security dan Information Quality terhadap variabel Online Purchase Intention.
Kuswoyo Kuswoyo, Nurul Hidayah, Ahmad Muhammad Diponegoro
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2123-2137; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.342

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena menurunnya tingkat kedisiplinan siswa kelas IXF SMPN 1 Semanu semester gasal tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan siswa melalui konseling kelompok behavioristik dengan teknik aversion therapy. Subyek penelitian siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Semanu dengan jumlah 8 siswa. Penelitian dilakukan berdasarkan metode penelitian tindakan kelas (Class Action Reasearch). Pelaksanaan penelitian ini menerapkan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah observasi kedisiplinan siswa pra siklus, siklus I dan siklus II serta observasi keaktifan siswa. Hipotesis penelitian yaitu konseling kelompok behavioristik dengan teknik aversion therapy dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Data penelitian menyimpulkan keaktifan siswa pada aspek menyimak secara aktif sebesar 93% kategori sangat baik. Aspek mengajukan pertanyaan sebesar 85% kategori sangat baik. Aspek menjawab pertanyaan sebesar 88% kategori sangat baik. Aspek menghargai orang lain sebesar 85% kategori sangat baik. Aspek mengemukakan pendapat sebesar 83% kategori sangat baik. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 1-2 sebanyak 1 kali atau 2%. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 3-4 sebanyak 0%. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 5-6 sebanyak 1 kali atau 2%. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 7 sebanyak 1 kali atau 2 %. Rata-rata persentase frekuensi siswa membolos pada siklus I sebesar 30% dan pada siklus II sebesar 6% atau terjadi penurunan sebesar 24%. Kedisiplinan siswa pada siklus I 70% kategori sedang dan pada siklus II 94% kategori sangat tinggi, meningkat sebesar 24%. Jadi konseling kelompok behavioristik dengan teknik aversion therapy dapat meningkatkan kedisiplinan siswa
Yusdianto Yusdianto, Achmad Ramadhoni, Sutanto Hardisaputera
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2199-2211; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.346

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan perusahaan terhadap Kebijakan Hutang. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industry barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Berdasarkan hasil purposive sampling diperoleh 12 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria sampel. Pengujian di dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil uji regresi secara parsial menunjukan ada pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kebijakan Hutang pada tingkat signifikan α = 0.05, terlihat dari hasil uji t yang dilakukan diperoleh t hitung sebesar -2.930846 dengan probabilitas sebesar 0.0061 < 0.05. Hasil uji resresi secara parsial menunjukan ada pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Kebijakan Hutang pada tingkat signifikan α = 0.05, terlihat dari hasil uji t yang dilakukan diperoleh thitung sebesar 3.234059 dengan probabilitas sebesar 0.0028 < 0.05. Hasil uji regresi secara bersama-sama menunjukkan pengaruh Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Perusahaan dengan melakukan uji F diperoleh Fhitung sebesar 496.8447. Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kebijakan Hutang
Emanuel Omedetho Jermias, Abdul Rahman
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2051-2058; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.344

Abstract:
Penelitian dilakukan dengan maksud untuk mengetahui pengaruh perkembangan zaman terhadap kesenian sinrilik. Kesenian merupakan buah pemikiran manusia yang melibatkan rasa/emosi di dalamnya. Sinrilik merupakan sebuah kesenian yang berbentuk sasrta lisan yang dilakukan oleh orang yang disebut pasinrilik. Sinrilik dimainkan dengan menggunakan alat musik yang bernama kesok-kesok. Dalam penelitian ini ditemukan peralihan fungsi sastra lisan sinrilik dari yang awalnya memiliki tujuan sebagai media perantara pesan dari raja untuk rakyatnya, namun seiring berkembangnya zaman sinrilik berubah menjadi media hiburan ataupun media pembawa pesan berupa nasehat dan sebagainya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Data yang dikumpulkan bersumber dari buku, jurnal, maupun artikel yang memiliki relevansi dengan objek penelitian. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data, memaparkan data, dan membuat kesimpulan
Ondi Asroni, Dedy Ricardo Serumena
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2145-2157; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.334

Abstract:
Era zaman digital saat ini, internet telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari, yang memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk melakukan aktivitas transmisi file, namun demikian data tersebut membutuhkan proteksi dari tangan yang tidak bertanggung jawab. Dalam penelitian ini di ajukan sebuah metode digital watermarking dalam melakukan perlindungan terhadap motif batik. Adapun algoritma yang diterapkan yaitu Hybrid Singular Value Decomposition dengan Discrete Wavelete Transform, setelah dilakukan experimen penerapan Hybrid Image Watermarking DWT dengan SVD nilai alpha dapat mempengaruhi tingkat imperceptibility terhadap citra watermarked, karena nilai alpha menunjukkan tingkat ketampakan (visible) watermark pada cover image. Semakin rendah nilai alpha maka tingkat ketampakan watermark semakin berkurang dan tingkat imperceptibility semakin tinggi. Dari pengujian yang dilakukan dengan object motif batik ditemukan nilai alpha terbaik yaitu nilai alpha 0.01, karena mendapatkan nilai PSNR tertinggi dari yang lainnya, sedangkan Berdasarkan pengujian tingkat robustness metode Hybrid Image Watermarking DWT-SVD pada subband LL memiliki tingkat ketahanan yang cukup tinggi terhadap upaya menghilangkan watermark yang menjadi identitas kepemilikan sah terhadap suatu citra digital selama citra watermarked tidak direkayasa dengan serangan noise.
Endah Wulandari
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2059-2071; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.340

Abstract:
Penelitian ini difokuskan pada penggunaan komik sebagai media pembelajaran membaca pada siswa kelas IX SMP. Masalah dalam penelitian ini adalah motivasi siswa dalam membaca khususnya teks naratif rendah dan nilai mereka dalam beberapa tes rata-rata rendah. Mereka masih bingung untuk memahami isi cerita, terbukti dari nilai ulangan mereka rata-rata rendah dalam soal membaca yaitu 65,7 dan mereka tidak dapat menceritakan kembali isi cerita secara singkat. Menggunakan komik dalam pembelajaran, siswa terbantu untuk memahami isi cerita yang dibacanya. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan istilah studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP. Jumlah peserta adalah 3 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca dengan menggunakan media komik memberikan manfaat bagi siswa, hal ini ditunjukkan dari 2 dari 3 siswa atau 66,6% siswa setuju penggunaan komik sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil angket, komik memberikan manfaat dalam pengajaran membaca terhadap peningkatan keterampilan membaca siswa. Terungkap bahwa 2 dari 3 siswa atau 66,6% siswa memberikan respon positif setelah pelaksanaan kegiatan, namun hanya 33,3% siswa yang menunjukkan ketidakjelasan akan manfaatnya. Penggunaan komik juga dapat dikombinasikan dengan teknik lain untuk mengembangkan pemahaman materi dan membuat siswa senang, tertarik, dan antusias selama proses belajar mengajar. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa komik membantu siswa dalam memahami isi cerita.
Heni Novalisa Tabisu, Aartje Tehupeiory, Diana R. W Napitupulu
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2083-2095; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.339

Abstract:
Indonesia Australia Ekonomi Partnership merupakan perjanjian kemitraan atau disebut dengan perjanjian bilateral kedua negara. Perjanjian ekonomi ini akan mengatur pasar Indonesia untuk eksportir Australia. Lebih dari 99% ekspor barang Australia ke Indonesia berdasarkan nilai akan dihitung bebas biaya bea. Dalam perjanjian ini, penulis menemukan adanya peningkatan ekonomi Indonesia saat ikut dalam perjanjian Internasional I-A CEPA Agreement. Peningkatan terjadi karena adanya minimalisir resiko kerugian bagi kedua negara dalam bidang ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian hukum normatif yaitu merupakan penelitian hukum kepustakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari buku-buku serta artikel tentang perjanjian dagang antara Indonesia dan Australia. Selain itu, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konsep serta pendekatan perundang-undangan. Kerangka teori yang dipakai sebagai dasar analisis adalah teori perjanjian internasional menurut Mochtar Kusumaatmadja yang menjelaskan tentang perjanjian internasional merupakan perjanjian yang diadakan antara bangsa-bangsa bertujuan untuk mengakitkan hukum tertentu. Pembahasan penelitian penulis mengemukakan bahwa; adanya peningkatan ekonomi nasional di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2021 akibat dampak dari perjanjian kerjasama dagang Indonesia dan Australia. Demikian, dapat disimpulkan bahwa perjanjian internasional yang dilakukan oleh Indonesia dan Australia memberikan keuntungan bagi hubungan diplomatik kedua negara serta mengakibatkan kemajuan ekonomi akibat dari hukum yang berlaku serta mengikat kedua negara tersebut.
J.B. Budhisatrio, Dhaniswara K Harjono, Binoto Nadapdap
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2105-2122; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.337

Abstract:
Penelitian Penyelesaian Utang melalui Kepailitan (Studi Kasus Pada Putusan Mahkamah Agung Tentang PT. Prudential Life Assurance) dilakukan untuk mengetahui apakah dasar pertimbangan utama yang dipergunakan oleh Majelis Hakim untuk memutus permohonan kepailitan di Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam putusan Nomor : 08/K/N/2004 dan Kewenangan Menteri Keuangan yang dapat mempailitkan Perusahaan Asuransi dapat mengakibatkan Perusahaan Asuransi Kebal Pailit. Kasus ini bermula dari perjanjian keagenan antara PT. Prudential dan Lee Boon Siong. Akhirnya Prudential memutuskan perjanjian sepihak karena Lee Boon Siong dianggap telah melanggar perjanjian keagenan. Penelitian ini adalah sebuah penelitian yuridis normatif, penelitian yang mengutamakan penelitian kepustakaan dan dokumen-dokumen untuk memperoleh data sekunder. Pendekatan normatif dalam penelitian ini dengan kaidah-kidah hukum yang berkaitan dengan masalah penyelesaian utang dalam kepailitan, sedangkan pendekatan yuridis digunakan dalam mengadakan analisa hukum terhadap fakta-fakta hukum untuk selanjutnya digunakan dalam permasalahan-permasalahan yang terkait dengan masalah Penyelesaian Utang melalui Kepailitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Putusan No. 13/PAILIT/ 2004/PN.NIAGA.JKT.PST jo. Putusan Nomor : 08/K/N/2004 telah membawa PT. Prudential Life Assurance kepada Kepailitan yang dimohonkan oleh Konsultan Lee Boon Siong, sehingga dengan peristiwa ini menyebabkan UU No.4/1998 tentang Kepailitan mengalami perubahan menjadi UU No.37 Tahun 2004 (UUK-PKPU), dimana kewenangan pengajuan permohonan Kepailitan bagi perusahaan asuransi tidak lagi diajukan oleh Kreditor, namun berada di tangan Menteri Keuangan. Namun dalam perkembangan selanjutnya setelah berlakunya UU No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian (UU Perasuransian), permohonan Pernyataan Kepailitan dan PKPU terhadap perusahaan asuransi beralih dari kewenangan Menteri Keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yudhi Ongkowijaya, Helvis Helvis, Markoni Markoni
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2185-2198; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.347

Abstract:
Advokat merupakan salah satu pihak pelapor terkait dengan dugaan transaksi keuangan mencurigakan yang berindikasi pada tindak pidana pencucian uang, berdasarkan ketentuan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Pihak Pelapor Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Pihak Pelapor Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Peraturan Pemerintah tersebut mewajibkan Advokat untuk melaporkan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait adanya dugaan transaksi keuangan mencurigakan yang mengarah kepada tindak pidana pencucian uang, dalam perkara klien yang sedang ditanganinya. Berkaitan dengan hal ini, penulis akan mengkaji lebih dalam perihal Advokat sebagai pihak pelapor sehubungan dengan adanya dugaan transaksi mencurigakan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dikaitkan dengan kewajiban Advokat untuk menjaga kerahasiaan informasi yang didapat dari klien. Bila ditinjau berdasarkan hierarki peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, kewajiban Advokat sebagai pihak pelapor atas dugaan tindak pidana pencucian uang terkait penanganan perkara klien, ternyata bersinggungan dengan ketentuan Pasal 19 angka 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, serta Pasal 4 huruf h Kode Etik Advokat Indonesia, yang mewajibkan Advokat harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dari kliennya. Bahwa Advokat dapat mengesampingkan kewajiban dan etika profesinya dalam menjaga rahasia informasi dari klien, apabila sudah menyangkut kepentingan negara dan masyarakat yang jauh lebih luas, terutama yang berhubungan dengan adanya dugaan transaksi keuangan mencurigakan yang berindikasi pada tindak pidana pencucian uang. Agar tercipta kepastian hukum, sebaiknya dilakukan judicial review terkait ketentuan Peraturan Pemerintah tersebut atau dilakukan revisi Undang-Undang Advokat agar lebih mengakomodir kedudukan Advokat dalam menjalankan kewajibannya menjaga kerahasiaan informasi sekaligus ikut berperan mencegah terjadinya transaksi keuangan mencurigakan yang mengarah kepada tindak pidana pencucian uang.
Wegi Randol
Published: 22 November 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 2170-2184; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.345

Abstract:
Intensitas persaingan antar penyedia layanan teknologi informasi yang bertambah, ditambah dengan pesaing yang semakin meningkat jumlahnya, sehingga setiap instansi tertantang selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen, memenuhi harapan kebutuhan konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing. Penelitian ini ingin menguji tingkat kepuasan dari kualitas pelayanan website PT. Rajonet Indonesia kepada para pelanggannya sebagai variabel bebas apakah mempengaruhi kepuasan pengguna setelah menggunakan jasa layanan sistem informasi pada website tersebut. Kualitas website sebagai variabel memiliki lima dimensi kualitas yaitu bukti fisik (tangibles), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan kesungguhan (emphaty) dan dihitung dengan menggunakan sampel pengguna sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan SPSS versi 26.00 untuk melakukan pengolahan data. Hasil penelitian menggunakan metode fuzzy service quality mengambarkan bahwa penilaian terhadap kepuasan pelanggan website PT. Rajonet Indonesia mendapatkan rating scale sangat baik, hal tersebut dibuktikan dengan terdapat empat dimensi yang memiliki nilai gap lebih baik yaitu peringkat (rank) pertama adalah tangibles yang tertinggi karena bernilai positif (0.1) dibandingkan empat dimensi lainnya secara berurutan (responsiveness (0.1), realibility (0), assurance (0) dan emphaty (0)). Hasil lainnya yaitu satu dimensi emphaty bernilai negatif atau -0.5 menjadi perhatian bagi pihak PT. Rajonet Indonesia agar lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanannya
Bayu Febram Prasetyo, Rini Madyastuti Purwono, Alvin Valgar Novarino
Published: 23 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1132-111140; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i9.281

Abstract:
Black Rice (Oryza sativa L. Indica) adalah beras yang biasa digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Beras hitam memiliki bentuk fisik yang mirip dengan nasi pada umumnya, namun permukaan beras ini berwarna ungu kehitaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dan inhibitor tirosinase dalam ekstrak beras hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019 sampai Agustus 2019. Dengan menggunakan metode eksperimen. Beras hitam diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% pelarut, kemudian dilakukan beberapa tes menggunakan spektrofotometri. Parameter yang diamati termasuk hasil tes fitokimia, aktivitas antioksidan, dan aktivitas penghambatan tirosinase. Tes aktivitas antioksidan dan penghambatan tirosinase diamati dari nilai IC50 (konsentrasi inhibitor). Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak beras hitam mengandung flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Tes aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrihydracil) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC < 10 ppm. Ekstrak beras merah memiliki penghambatan tirosinase. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah ekstrak beras hitam secara fitokimia mengandung flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang termasuk ke dalam senyawa antioksidan.
Dandung Satrio Wulang Jiwo, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1653-1662; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.310

Abstract:
Covid-19 merupakan wabah penyakit yang terjadi di seluruh dunia. Banyak aspek yang terganggu dikarenakan betapa bahayanya wabah ini. Seperti dalam bidang pendidikan, sekolah-sekolah dan universitas-universitas ditutup dan mengganti sistem pembelajarannya dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat dipermudah dengan adanya media yang menjembatani pembelajaran siswa dengan pengajar. Salah satu contohnya yaitu Learning Management System (LMS). Universitas Muhammadiyah Malang menggunakan LMS berbasis Moodle untuk pembelajaran jarak jauh. Dengan studi Pustaka, artikel ini dibuat dan memiliki tujuan untuk melihat tingkat efektivitas LMS UMM dalam pembelajaran jarak jauh. Tingkat efektivitas aplikasi, peran pengajar dan murid memiliki peran yang sama-sama penting. Masalah utama dalam pembelajaran jarak jauh adalah kurangnya feedback yang dilakukan antara pengajar dan murid pada saat pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan metode user persona. Persona merupakan teknik pendekatan untuk memahami perilaku pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah fitur baru untuk LMS UMM yang didasari analisa terhadap user persona mahasiswa dan dosen. Fitur review materi untuk pembelajaran agar dapat melakukan feedback satu sama lain dengan waktu yang sudah ditentukan pada salah satu halaman di LMS UMM.
Fahmi Bn Fuad Alamudi, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1682-1693; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.302

Abstract:
Penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengkaji tentang keefektifan e-learning pada pembelajaran mahasiswa pada masa pandemi. Pembelajaran jarak jauh ini akibat terdampak pandemi covid-19 yang mengharuskan mahasiswa tidak memperoleh pembelajaran tatap muka. E-learning Merupakan sistem pembelajaran jarak jauh yang mengharuskan para mahasiswanya tetap melakukan pembelajaran meskipun tidak bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Keefektifan juga perlu dalam sebuah pembangunan sistem pembelajaran karena dalam sistem pembelajaran keefektifan itu sangat berperan penting untuk berjalannya sistem tersebut, Jika tanpa adanya keefektifan dalam suatu pembelajaran maka akan sulit bagi pengajar maupun yang mahasiswa. Pandemi merupakan wabah penyakit yang terjadi pada seluruh dunia, dengan adanya pandemi ini bidang pendidikan mengalami kesulitan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, maka cara pemerintah untuk menanggulangi efek menyebar dari pandemi ini diterapkannya sistem pembelajaran online atau yang bisa disebut E-learning
Syarif Shidqi Rabbani, Arief Bachtiar, Riko Setya Wijaya
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1753-1774; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.313

Abstract:
Pengembangan suatu tempat yang dijadikan daerah pariwisata diharapkan menjadi sumber dan potensi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan yang mampu menggalakan kegiatan ekonomi termasuk kegiatan sektor lain sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat, pendapatan dan daerah, serta penerimaan devisa meningkat melalui upaya pengembangan dan pembangunan berbagai potensi kepariwisataan nasional dengan tetap memelihara kepribadian bangsa dan kelestarian fungsi serta mutu lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen penawaran pariwisata di objek wisata Waerebo, serta mengetahui dan menganalisis pengembangan dan besarnya potensi ekonomi lokal di Waerebo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan gabungan keempatnya. Hasil penelitian yang didapat yakni pengoptimalisasian wisata di kampung adat Waerebo dapat diterapkan melalui pengembangan-pengembangan fasilitas, baik fasilitas ketika akan menuju pada wisata kampung adat Waerebo.
Alfian Siswanto, Wegie Ruslan
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1604-1616; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.305

Abstract:
Pada zaman modern ini penggunaan bahan bakar bensin semakin banyak karena populasi kendaraan meingkat, yang dapat menyebabkan cadangan minyak akan habis dan harga bensin akan naik. Selain itu dapat menyebabkan polusi udara meningkat. Performa dari suatu kendaraan dapat dinilai diantaranya dari daya, torsi dan emisi gas buang yang dihasilkan, faktor yang mempengaruhi adalah penggunaan bahan bakar yang baik yaitu bensin beroktan tinggi. Penggunaan bensin beroktan tinggi sangat mempengaruhi proses pembakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penambahan zat aditif Toluena pada Premium dengan volume sebesar 5% dan 10% yang nantinya akan dibandingkan peningkatan performanya terhadap bahan bakar dasarnya Premium. Selanjutnya akan dibandingkan performa yang dihasilkan terhadap Pertamax dan Pertamax Turbo. Kendaraan yang digunakan adalah sepeda motor Vespa Sprint 150 3v. Pengujian dilakukan terdiri dari Pengujian daya,torsi dan spesifik konsumsi bahan bakar atau bisa disebut specific fuel consumpstion menggunakan alat dnamometer dan emisi gas buang menggunakan alat gas Analyzer, pengujian dilakukan terhadap ke lima terjadi peningkatan performa yang dihasilkan Premium campuran bahan bakar tersebut. Setelah melakukan pengujian dapat disimpulkan Toluena 5% dan 10% dibandingkan Dengan bahan bakar dasarnya. Untuk campuran Toluena 10% dalam pengujian torsi, performanya lebih tinggi dibandingkan dengan Pertamax. Dan untuk pengujian yang lainnya performa yang dihasilkan campuran Toluena masih dibawah performa Pertamax dan Pertamax Turbo. Dapat disimpulkan penambahan zat aditif Toluena pada Premium performanya mengalami peningkatan karena nilai oktan bertambah. Untuk Pertamax dan Pertamax Turbo performanya diatas campuran Toluena karena kedua bahan bakar tersebut memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dan juga terdapat formula zat aditif buatan Ecosave yang dapat meningkatkan performa kendaraan.
Ahmad Alif Asy’Ari Syukur, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1595-1603; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.300

Abstract:
Di masa pandemi seperti ini, kegiatan belajar mengajar hanya bisa dilakukan dari jarak jauh dan menggunakan platform seperti LMS UMM, namun beberapa pemangku kepentingan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan metode ini. Biasanya juga ada beberapa mahasiswa yang mengalami kendala saat mengakses sistem LMS seperti mata kuliah yang tidak otomatis terdaftar dan juga beberapa kendala lainnya. Metode penelitian yang digunakan yakni metode studi literature, wawancara, dan mengumpulkan user persona dari stakeholder. Kemudian data yang diperoleh dari wawancara diolah dan dapat diketahui bahwa mahasiswa setuju dengan metode pembelajaran jarak jauh ini, namun beberapa mahasiswa masih mengalami kendala dan digunakan untuk menganalisis apakah platform LMS UMM dapat digunakan secara efektif dan mudah digunakan. Kesimpulan yang dapat saya ambil dari hasil data yang telah saya ambil adalah sistem LMS UMM cukup membantu dalam proses belajar mengajar namun efektivitasnya masih dapat ditingkatkan untuk memudahkan pengguna saat menggunakan LMS UMM. Hasil dari penelitian ini saya dapat mengetahui dimana biasanya mahasiswa mengalami kendala pada saat mengoperasikan platform LMS UMM.
Larasati Anggraini, A.R. Indra Tjahjani
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1708-1728; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.304

Abstract:
Kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta terdapat pengembangan kapasitas jalan pada Peraturan Gubernur No. 103 Tahun 2007 yaitu memperbanyak jalur pejalan kaki yang tertuang pada konsep Pola Transportasi Makro (PTM), pelaksanaan PTM untuk mengoptimalkan jaringan jalur pejalan kaki tidak terlaksana dengan baik. Kawasan Jl RS Fatmawati merupakan pusat kegiatan sekunder di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang memiliki daya tarik besar, serta termasuk kawasan yang diprioritaskan untuk penanganan jalur pejalan kaki. Beberapa permasalahan kawasan Jl RS Fatmawati yaitu adanya alih fungsi trotoar menjadi lahan untuk parkir dan berjualan di sekitar area trotoar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alih fungsi trotoar terhadap tingkat kenyamanan pejalan kaki. Berdasarkan hasil survei pengamatan terdapat 2 indikator yang tidak sesuai dengan standar yaitu jalur fasilitas dan ruang bebas sedangkan dari hasil kuesioner dari responden didapatkan hasil yang diprioritaskan untuk dibenahi yaitu lebar trotoar, penerangan, dan hambatan di sekitar trotoar. Hasil dari survei volume kepadatan yaitu saat akhir pekan terdapat jumlah pejalan kaki sebesar 636 orang atau 1,33 orang/menit sedangkan saat hari kerja sebesar 938 orang atau 1,95 orang/menit. Dari perhitungan LOS mendapatkan nilai A yang artinya pejalan kaki bebas memilih kecepatan untuk berjalan kaki. Kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta terdapat pengembangan kapasitas jalan pada Peraturan Gubernur No. 103 Tahun 2007 yaitu memperbanyak jalur pejalan kaki yang tertuang pada konsep Pola Transportasi Makro (PTM), pelaksanaan PTM untuk mengoptimalkan jaringan jalur pejalan kaki tidak terlaksana dengan baik. Kawasan Jl RS Fatmawati merupakan pusat kegiatan sekunder di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang memiliki daya tarik besar, serta termasuk kawasan yang diprioritaskan untuk penanganan jalur pejalan kaki. Beberapa permasalahan kawasan Jl RS Fatmawati yaitu adanya alih fungsi trotoar menjadi lahan untuk parkir dan berjualan di sekitar area trotoar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alih fungsi trotoar terhadap tingkat kenyamanan pejalan kaki. Berdasarkan hasil survei pengamatan terdapat 2 indikator yang tidak sesuai dengan standar yaitu jalur fasilitas dan ruang bebas sedangkan dari hasil kuesioner dari responden didapatkan hasil yang diprioritaskan untuk dibenahi yaitu lebar trotoar, penerangan, dan hambatan di sekitar trotoar. Hasil dari survei volume kepadatan yaitu saat akhir pekan terdapat jumlah pejalan kaki sebesar 636 orang atau 1,33 orang/menit sedangkan saat hari kerja sebesar 938 orang atau 1,95 orang/menit. Dari perhitungan LOS mendapatkan nilai A yang artinya pejalan kaki bebas memilih kecepatan untuk berjalan kaki.
Zahara Dwicahyanti, A.R. Indra Tjahjani
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1775-1796; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.306

Abstract:
DKI Jakarta sebagai Ibukota Indonesia, merupakan tempat berlangsungnya pusat bisnis, politik dan kebudayaan. Pembuatan lalu lintas dan angkutan jalan yang terpadu perlu dilakukan pengembangan jaringan lalu lintas dan angkutan jalan untuk menghubungkan wilayah. Ruas Jalan Raya Kalibata berfungsi sebagai penghubung antara wilayah Jakarta Selatan dengan wilayah Jakarta Timur dalam sistem transportasi. Selain itu, pada jalan ini terdapat pintu keluar masuk untuk pusat perbelanjaan dan Apartemen Kalibata City, kantor kementerian dan pertokoan. Tingkat aktivitas pada Jalan Raya Kalibata cukup tinggi, serta berperan penting dalam melayani arus lalu lintas yang cukup tinggi. Analisis terhadap kinerja lalu lintas dan evaluasi dibutuhkan untuk memperbaiki atau mempertahankan kinerja dari jalan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak pengurangan lajur yang memengaruhi kinerja pada ruas Jalan Raya Kalibata. Metode yang digunakan adalah berdasarkan Manual Kapsitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, dimana nilai derajat kejenuhan tidak melebihi nilai 0,75. Penelitian dilakukan dengan meninjau ruas Jalan Raya Kalibata yang dibagi menjadi ke dalam 2 segmen. Segmen 1 adalah ruas jalan yang menuju ke arah Barat atau Jalan Raya Pasar Minggu. Sedangkan untuk segmen 2 menuju ke arah Timur atau Jalan Dewi Sartika. Pengumpulan data dengan survei dilakukan selama 2 hari, yaitu pada hari Selasa, 6 April 2021 sampai Rabu, 7 April 2021 pada jam 07.00 – 09.00 WIB. Hasil analisis menunjukan pada segmen 1 didapat nilai derajat kejenuhan sebesar 0,766 dan untuk segmen 2 nilai derajat kejenuhan sebesar 0,647
Arif Rahman Hidayatullah, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1629-1642; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.301

Abstract:
Learning Management System (LMS) merupakan salah satu media penunjang dari pembelajaran jarak jauh yang digunakan di masa pandemi. Dalam meningkatkan pengalaman pengguna LMS dan mengembangkan perangkat lunak, akan dilakukan identifikasi kebutuhan sistem menggunakan metode User Persona. Persona merupakan teknik Human Computer Interaction (HCI) yang akan memudahkan peneliti memahami lebih dalam tentang bagaimana karakteristik dan variabel prilaku pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan informasi terkait karakteristik, kebutuhan pengguna pada perangkat lunak, sehingga menghasilkan data dari calon pengguna yang didasarkan dari hipotesa subjek terkait, yang kemudian akan dianalisa dan dijadikan sebagai acuan dalam melakukan proses pengembangan proyek perangkat lunak. Hasil dari penelitian ini adalah sistem rekomendasi yang terintegrasi dengan fitur penilaian. Fitur baru ini memungkinkan untuk memberikan informasi tentang kemampuan mahasiswa berdasarkan penilaian yang sudah didapatkan. Informasi tersebut berupa saran bidang minat yang sesuai dengan masing-masing kemampuan mahasiswa, berdasarkan penilaian terhadap mata kuliah yang relevan dengan masing-masing bidang minat yang selanjutnya diimplementasikan menggunakan use case diagram.
St. Syamsuri. R, Gustiana A. Kambo R, Muhamad Rasman
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1743-1752; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.312

Abstract:
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 5 tentang Pemilihan Umum dengan lebih spesifik mengutarakan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk terlibat dan aktif dalam politik yang merupakan hak azasinya sebagai warga Negara. Namun pada pelaksanaannya masih banyak terdapat kendala yang menghambat baik faktor eksternal maupun faktor internal dari penyandang disabilitas itu sendiri. Pada penelitian ini penulis ingin mendeskripsikan masalah internal dan eksternal tersebut dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi perspektif penyandang disabilitas dalam penggunaan hak politiknya khususnya pada pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 yang secara historis merupakan pemilu yang paling kompleks sepanjang pelaksanaan pemilihan umum secara langsung. Penelitian ini membahas tentang pemilih disabilitas pada pemilu serentak 2019 yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pendekatan psikologi politik penyandang disabilitas dalam penerapan hak pilihnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitiaan deskriptif kualititatif dengan metode wawancara, studi kepustakaan, dan pemberitaan media massa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan beberapa masalah yang menjadi isu bagi pemilih disabilitas yang berakibat pada pentingnya sebuah perbaikan pelayanan dalam pemilu khususnya bagi pemilih disabilitas
Dio Mega Putri, Ahmad Perwira Mulia
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1663-1681; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.309

Abstract:
Salah satu fungsi manajemen zona pantai adalah untuk menjaga kestabilan pantai sehingga sangat memerlukan data monitoring zona pantai. Namun, data monitoring dan penelitian tentang kondisi zona pantai dan perubahan garis pantai masih sedikit. Pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan pekerjaan survei dan pemetaan zona pantai kini dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan menggunakan teknologi UAV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi zona pantai berdasarkan ortofoto yang diambil oleh UAV yang dikontrol dengan menggunakan GPS Geodetik di lapangan dan menguraikan tahapan pembentukan fotogrametri dengan UAV hingga menghasilkan gambar ortofoto yang terkoreksi. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini terdiri dari prasurvei, survei lapangan dan pasca survei. Tahapan awal penelitian meliputi persiapan teknis dan non teknis, pengamatan area survey dan melakukan studi referensi. Tahapan survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data primer berupa hasil pengukuran Ground Control Point (GCP) dan pengambilan mosaik foto udara menggunakan UAV/Drone, mengambil foto dokumentasi lapangan, serta memenuhi kebutuhan survei lainnya. Tahapan pasca survei merupakan kegiatan pengolahan data foto udara serta pengolahan foto dokumentasi. Nilai ketentuan ketelitian geometri berdasarkan kelas (CE90 dan LE90) termasuk ke dalam kelas 1. Berdasarkan hasil perhitungan selisih jarak beberapa objek di foto pada komputer dan jarak sebenarnya di lapangan, diperoleh rata-rata persentase akurasi sebesar 97%. Hal tersebut menandakan bahwa pengukuran menggunakan UAV memiliki akurasi yang tinggi. UAV merupakan alat yang ideal untuk survei dan pemetaan zona pantai serta masalah pantai lainnya.
Irika Widiasanti, Lenggogeni Lenggogeni, Santoso Sri Handoyo, Dinda Annisa Firdaus, Syafiq Human Maulana
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1694-1707; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.314

Abstract:
Beragam upaya peningkatan kualitas SMK telah tertuang dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Upaya yang dimaksud di antaranya pembuatan peta jalan pengembangan SMK, pengembangan dan penyelarasan kurikulum. Selain itu, inovasi pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga pendidik, kerja sama sekolah dengan dunia usaha dan industri maupun perguruan tinggi, peningkatan akses sertifikasi lulusan dan akreditasi SMK, serta pembentukan kelompok kerja pengembangan SMK. Merujuk data BPS Kabupaten Bekasi bahwa tingkat pengangguran terbuka sebesar 10,97% tahun 2017 lebih besar dibandingkan secara nasional sebesar 5,5 pada tahun yang sama dan 5,3% tahun 2019. Jumlah siswa tahun 2019/2020 sebanyak 49.379 siswa SMU dan SMK sebanyak 60.805 siswa. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat paling tinggi di antara lulusan dari jenjang pendidikan lainnya. Kendala utama antara jumlah SMK dengan jumlah industri sangat jomplang. Keterbatasan guru juga jadi masalah hingga guru yang tidak menguasai bidang ajarannya yang pada akhirnya kualitas lulusannya mempunyai daya saing yang tidak kompetitif. Kualifikasi personil serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan menentukan tingkat keberhasilannya oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia (personil) yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan lapangan. Sumber daya yang berkualitas akan mendorong perkembangan ekonomi sehingga masyarakat akan lebih sejahtera. Salah satu upaya ini yaitu dengan memberikan tambahan pengetahuan bagi lulusan SMK/SMU di Kabupaten Bekasi melalui pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam Penjadwalan Pemeliharaan Bangunan Gedung Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 24/PRT/M/2008. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk pelatihan melalui metode ceramah dan diskusi. Metode ceramah digunakan untuk memberikan penjelasan kepada khalayak sasaran metode diskusi digunakan untuk berdiskusi dan tanya jawab dengan khalayak sasaran mengenai materi yang disampaikan. Kegiatan yang direncanakan pada periode Juli – Desember 2020 dengan pelaksanaan menggunakan daring/aplikasi “zoom cloud meeting” pada Sabtu, 12 September 2020. Jumlah peserta 67 orang. Hasil pelaksanaan kegiatan sesuai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk “Peningkatan Kompetensi Lulusan Smk Melalui Pelatihan Penjadwalan Pemeliharaan Bangunan Gedung”, dari instrumen evaluasi 61 responden dari 67 peserta yang berasal dari 5 SMK dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Mengenalkan kepada lulusan SMK/SMU tentang regulasi di industri konstruksi terkait dengan kompetensi penjadwalan untuk pemeliharaan dan perawatan gedung yaitu dengan cara pelatihan daring dari yang tidak tahu menjadi tahu meningkat antara 25% - 33%; dan (2) Gambaran penjadwalan untuk pekerjaan pemeliharaan dan perawatan gedung meningkat antara 12,5% sampai 23% atau terjadi penambahan 8-15 orang yang sudah bertambah pengetahuannya dari 61 responden.
Augie Winanda Favourite, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1643-1652; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.311

Abstract:
Revolusi Industri 4.0 menuntut setiap manusia untuk mengikuti arus perkembangan zaman terlebih lagi penggunaan teknologi yang kian canggih di berbagi macam sektor, salah satu sektor yang terdampak dari arus globalisasi ini adalah sektor pendidikan. Dimana metode pembelajaran yang sebelumnya digunakan yakni metode tatap muka dilakukan modernisasi dengan metode Blended Learning, dimana metode ini menggabungkan metode tradisional tatap muka dan metode online atau yang sering disebut E-Learning. Hal tersebut didukung dengan adanya situasi pandemi covid-19 yang mengharuskan para tenaga pengajar dan yang diajar melakukan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Para stakeholder terkait memiliki beberapa opsi dalam pemanfaatan teknologi Industri 4.0 diantaranya menggunakan Learning Management System (LMS) maupun Video Conference. Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi tersebut, tentunya mendorong para pendidik untuk terus memperbaharui media pembelajaran yang digunakan dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik. Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan pengambilan sampel literatur dengan tujuan penelitian untuk memberikan tinjauan umum terkait metode pembelajaran online yang ada di Indonesia. Hal ini penting dilakukan guna mengetahui implementasi dan dampat apa saja yang ditimbulkan pada pembelajaran online sehingga dapat memberikan informasi perbaikan kebijakan yang dilakukan.
Andika Surya Listya Yudhana, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1617-1628; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.303

Abstract:
Semenjak Pandemi Covid-19 Sistem Pendidikan Indonesia telah mengalami perubahan dan perkembangan yang signifikan dari Metode Pembelajaran Luring menjadi Metode Pembelajaran Jarak Jauh atau yang biasa disebut Pembelajaran Daring atau E-Learning yang memanfaatkan Kemajuan Teknologi Komputer, jaringan, dan juga Internet. Dalam penjalanannya E-Learning sering menggunakan Learning Management System (LMS). Maka dari itu artikel ini dibuat dengan tujuan agar para pembaca dan pelaku pendidikan di Indonesia mengenal kelebihan dan kekurangan dari LMS dalam Pembelajran Daring menggunakan metode Literature Review, dan User Persona. Maka dari itu diharapkan dengan adanya penelitian ini satuan pendidikan dapat mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari LMS sehingga dapat memilih jenis LMS mana yang akan digunakan atau diterapkan
Rozaqon Insani Lubis, Ahmad Perwira Mulia
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1729-1742; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.307

Abstract:
Pengembangan jaringan jalan merupakan hal penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat untuk mencapai suatu tujuan dengan waktu yang diharapkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk menunjang perkembangan suatu daerah. Pengembangan jaringan jalan juga dapat memengaruhi sistem ekonomi maupun sosial masyarakat daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi jaringan jalan, pola pengembangan jaringan jalan dan urutan prioritas pengembangan jaringan jalan pendukung kawasan strategis di Kota Tanjungbalai. Pada penelitian ini ruas jalan yang diteliti adalah seluruh ruas jalan yang ada di Kota Tanjungbalai yang berjumlah ± 1358 ruas jalan. Metode AHP digunakan untuk menentukan kriteria prioritas-prioritas pengembangan jalan dan pembobotannya dan metode GIS digunakan untuk menganalisa spasial seperti mengetahui jumlah fasilitas publik yang berada disebuah ruas jalan. Kriteria penilaian yang dipakai dalam penelitian ini ada 5 kriteria utama, 15 sub-kriteria dan 26 sub-sub-kriteria. Lima kriteria utama tersebut yaitu indeks lingkungan ketertinggalan, konektivitas ke publik, status jaringan jalan, kondisi fisik jalan, dan lalu lintas. Hasil analisis diperoleh tingkat prioritas pengembangan jaringan jalan, dengan 10 teratas yaitu: ruas jalan 1)Gg. Dirgahayu, 2)Jln Putri Malu, 3)Jln. Pulpen, 4)Jll. Pukat III, 5)Gg. Makros, 6)Gg. Satu Rumah, 7)Jln. Nusa Indah II, 8)Gg. Cendrawasih, 9)Jln. Garuda, dan 10)Jl. Sei Karang. Masing-masing nilai skor AHP ruas jalan tersebut adalah 95, 86, 82, 82, 82,82, 77,77,77, dan 77, secara berurutan
Adinda Juwita Nasution, Ahmad Perwira Mulia
Published: 21 September 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1580-1594; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.308

Abstract:
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang terindikasi kawasan kumuh yang sangat tinggi. Kawasan permukiman penduduk yang semakin padat dan kotor, kondisi jalan yang semakin buruk dan drainase yang penuh dengan sampah merupakan tanda-tanda kekumuhan. Untuk penanganannya perlu ada analisa terhadap faktor apa saja yang menyebabkan hal itu terjadi sehingga upaya penanganan dan pencegahan dapat tepat sasaran. Studi ini bertujuan menentukan kawasan berdasarkan ketertinggalan dan kekumuhan dengan beberapa tingkatan yaitu kawasan sangat tinggi, kawasan tinggi, kawasan sedang, kawasan rendah dan kawasan sangat rendah menggunakan metode AHP dan GIS. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan mengumpulkan data primer dan sekunder yang kemudian akan diolah dengan metode AHP dan GIS. Kawasan yang berdasarkan ketertinggalan terdiri dari 4 kriteria dan 22 sub-kriteria sedangkan kawasan berdasarkan kekumuhan terdiri dari 1 kriteria dan 7 sub-kriteria. Dari hasil analisa diperoleh kawasan yang berdasarkan ketertinggalan yaitu: kawasan sangat tinggi 53 lingkungan, kawasan tinggi 69 lingkungan, kawasan sedang 45 lingkungan, kawasan rendah 13 lingkungan, dan kawasan sangat rendah 7 lingkungan dan kawasan berdasarkan kekumuhan maka diperoleh sebagai berikut: kawasan sangat tinggi 11 lingkungan, kawasan tinggi 90 lingkungan, kawasan sedang 68 lingkungan, kawasan rendah 14 lingkungan dan kawasan sangat rendah 11 lingkungan
Tita Maulita Sawitri, Pujiyanto Pujiyanto
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1080-1090; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.255

Abstract:
Covid-19 caused changes in services related to procedures, facilities, procedures and safety of patients and officers in work. RSU Tangerang Regency (RSUT) is one of the government-owned hospitals appointed to provide services for Covid-19 patients throughout its service scope. RSUT has made changes in the management of IGD services, especially in patient triage to adjust for changes in current disease patterns. The purpose of this study is to find out the rapid assessment of emergency department management management in the covid-19 pandemic. This paper is the result of a rapid assessment of service observations at IGD RSUT in June 2020, accompanied by interviews to igd management teams and hospitals. This study is a case study by conducting rapid assessment of services at the Emergency Department of RSU Tangerang Regency during June 2021. The results of the observations showed that IGD RSUT had made changes in accordance with the ministry's guidelines on hospital services during the covid-19 pandemic, only adding thoracic radiological examinations as part of screening.
Yuyun Nailufa, Yuli Ainun Najih, Dita Nurlita Rakhma
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1118-1124; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.257

Abstract:
Acne (acne vulgaris) is a disease characterized by inflammation of the skin that can cause skin infections. The purpose of this study was to find out the effect of karagenan types (kappa, iota and lamda) on the physical characteristics of anti-acne gels. The research method used is qualitative method. In this study conducted the manufacture of gel preparations with gelling agent karagenan. The types of karagenan used are kappa, iota and lamda. The concentration used is the same as 1%. Based on the test results obtained that the gel that has the best characteristics that are easy to flatten, clear, soft and good viscosity means not too diluted and not too viscosic is formula 2 with gelling agent iota karagenan. The results of formula 1 with gelling agent kappa karagenan obtained a gel that is stiff, less clear and difficult to flatten. While in formula 3 with gelling agent lamda karagenan obtained a clear but diluted gel. Based on the results of the stability test of the three formulas are stable with the centrifuge method with a speed of 3000 rpm for 5 hours.
Fitri Faridath, Ericka Aulia Rosyidah, Nurul Dwi Aryani
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 989-999; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.248

Abstract:
Hospital is an institution engaged in health by optimizing health services in an effort to improve the degree of health for the community. This study focuses on the analysis of infection control and prevention programs in the implementation of HAI's surveillance, the aim is to see the main problems in hospital infections, namely referring to the hospital's ability to prevent or minimize the rate of increase in infection, The method used is descriptive qualitative research method, where research data are described in data collection through observation using phenomenological research methods. Data from observations are selected and then categorized from the most relevant data. After doing the research, the results obtained from this research are the PPI program regarding HAI's surveillance at Bhayangkara TK II Sartika Asih Hospital Bandung includes reporting of nosocomial infections such as Phlebitis, Decubitus, UTI (urinary tract infection), VAP (ventilator associated pneumonia) and IDO (operation area infection). And this hospital has reported HAI's surveillance incidents by the IPCN Committee.
Resa Yusnia, Sali Setiatin, Widya Nadiroh, Candra Mecca Sufyana
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1049-1062; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.252

Abstract:
The hospital is a place to organize health efforts, namely every activity to maintain and improve health and aims to realize optimal levels of health for the community. This study aims to design an information system for inpatient medical record retention using Microsoft Visual Studio 2010 at the Jasa Kartini Hospital, Tasikmalaya. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques are using observation, interviews and literature studies related to the subject matter of the research. As for the software development method using the waterfall. Based on the research conducted, various problems were found, including the medical record files that had been retained were not well organized at the time of storage so that they were not sequentially according to the medical record number, the lack of storage racks so that the medical records were not well organized and the retention process was slow. Therefore, it is necessary to design a medical record retention information system in the form of an application. The system design method uses Flowmap, DFD (Data Flow Diagram) and ERD (Entity Relation Diagram) and is implemented with Microsoft Visual Studio 2010 programming language with Microsoft Access database. Testing is done using the black box with the results of each successful form according to the design procedure.
Kelana Sri Hafidah, Farida Gustini
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1023-1031; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.250

Abstract:
The Covid 19 pandemic has many impacts including in the health care environment and medical personnel. Lack of PPE, lack of good patient screening in health facilities, fatigue of medical personnel due to the growing number of COVID-19 patients and long working hours, as well as psychological distress. The purpose of this research was to determine the effect of work discipline on employee performance in X Hospital in pandemic covid 19. The kind of this research method was quantitative of cross-sectional study. The population of this study were all employees at X Hospital as many as 98 employees with a total population of 98. Data obtained from the respondent used questionnaire, then data analysis of this research used Kendall Tau test.The result showed that some respondents in X Hospital had enough worked discipline with sufficient performance. The correlation of Kendall Tau test showed that p=0.001 < α= 0.05 with the correlation 0.290 means that the correlation was weak category.The conclusion of this research that there was an effect of work discipline on employee performance in X Hospital. The advice given by researcher for X Hospital was to increase the responsibility to employees that employee’s practice that sustains of work discipline and improved the sanctions for employees who not arrive on time when the working begins.
Sulastri Sulastri, Zahrah Maulidia Septimar, Lastri Mei Winarni
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1063-1070; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.253

Abstract:
The magnitude of ultrafiltration is the process of transferring dissolved substances and water due to hydrostatic differences in blood and dialysate which are carried out from the patient's body weight. The purpose of this research is of the amount of ultrafiltration on changes in blood pressure in clients with chronic kidney disease at Tangerang Regional Hospital. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one group study, the population of all patients in the hemodialysis room, a sample of 150 people. Results: The study showed that the amount of ultrfiltration both experienced changes in normal BP was 17 respondents (50.1%), respondents with a moderate amount of ultrafiltration were experiencing a change in low BP, the most were 2 respondents (66.6%) and the number of respondents, the amount of ultrafiltration, was multiplying changes in high BP, around 42 respondents. (37.2%). Chi Square test obtained an Asymp.Sig. (2-sided) value of 0.035 <0.05, there is an influence between the amount of ultrafiltration on changes in blood pressure in CKD patients at the HD Unit of the Tangerang District Hospital 2020. Conclusion to improve hemodialysis services with restrictions and Monitoring the amount of ultrafiltration can minimize the risk of a drop in blood pressure that can endanger the patient's life.
Glorio Immanuel, Prima Maharani Putri, Irma Finurina Mustikawati
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1000-1007; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.247

Abstract:
This study wanted to look at the relationship and influence of social capital on cognitive function in schizophrenic patients. Social capital is a concept that arises from the results of interaction in society with a long process and is believed to be one of the main components in driving togetherness, mobility of ideas, mutual trust and mutual benefit to achieve mutual progress. Interactions that form networks in togetherness in social capital contain norms, values and mutual understanding that facilitate cooperation in a group. Social capital is generally associated with health and is considered an important etiology in schizophrenia where in the early stages of schizophrenia there are significant cognitive symptoms making it very difficult for people with the disorder to work, study or work in social life. This research method uses the design of latitude cut study, conducted in dr. hospital. soeselo and using MMSE instruments. The results of the study found a link between social capital and cognitive symptoms in schizophrenic patients where in individuals with good social capital was shown to better adjust to cognitive function. Conclusions on individuals with good social capital can adjust better because individuals have had better coping, perception and adjustment about themselves and their environment, individuals already have the ability to maintain their communication and interaction in public life.
Novalino Novalino, Wiku Bakti Bawono Adisasmito
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1040-1048; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.251

Abstract:
The COVID-19 pandemic, which has occurred for almost 2 years, has infected more than 200 countries in the world, has made hospital conditions change the service strategy provided. Services that are usually provided during normal times, must change conditions starting from screening patients on arrival until the service ends. When referral hospitals are trying to save patients infected with COVID-19, other hospitals, especially dental and oral hospitals, also participate in removing this nation from the grip of the COVID-19 pandemic, although they do not directly treat COVID-19 patients. By using descriptive qualitative research methods, researchers can obtain deeper information from a case study at a special dental and oral hospital, which usually only provides dental services. The purpose of this study was to get an overview of the efforts made by dental and oral hospitals in providing services to the community in an effort to break the chain of transmission of COVID-19. The results obtained are an evaluation of the increase in the number of patients and dental emergency room services, the implementation of tracing and testing for all hospitalians, as well as providing vaccination services, which are things that special dental and oral hospitals can do in participating in taking part and breaking the chain of transmission of COVID-19.
Irine Ramadhiane, Irda Sari
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1014-1022; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.211

Abstract:
International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau disingkat ICD adalah suatu sistem klasifikasi penyakit dan beragam jenis tanda-tanda, simptoma, kelainan, komplain dan penyebab eksternal dari suatu penyakit. Berdasarkan Kepmenkes 377 tahun 2007 dijelaskan mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan apa saja yang dibutuhkan oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan terhadap aturan-aturan yang berada pada ICD-10 dan untuk mengetahui pengetahuan apa yang dibutuhkan oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan untuk menunjang keakuratan kode yang dihasilkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah Perekam Medis dan Informasi Kesehatan di RS Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPO Pemberian Kode Penyakit dan Tindakan di RS Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung sudah berjalan dengan baik. Pengetahuan yang sudah dimiliki Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yaitu mengenai cara mengkode dengan ICD-10 dan kode tindakan menggunakan ICD-9-CM, mengerti dan memahami istilah-istilah terminologi medis, mengerti dan memahami konvensi tanda baca yang berada di ICD-10. Pengetahuan yang belum dimiliki adalah pengetahuan mengenai pemeriksaan penunjang, hasil pemeriksaan laboratorium, dan terapi obat.
Hadi Priatmoko, Yuyun Yunengsih, Sali Setiatin
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1008-1013; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.249

Abstract:
The role of coders is important for hospitals. The available coders to achieve harmony in a job. As a process to get the number of hours of work needed to complete the workload in a certain time an analysis of the workload is needed.This study was conducted to calculate the number of PMIK personnel needed at Hospital X Palembang according to workload analysis. This was a descriptive study with qualitative approach. Data collection is using observation and interview to the Coder employee at X Hospital Palembang.The education qualification of Coder employees at X Hospital Palembang are 4 (four) PMIK with Associate’s Degree of Medical Records. Human Resources SDM of SIK’s calculation (Case Mix) uses the medical workload analysis (ABK-Kes) method are 4 (four) PMIK and at X Hospital Palembang there are 4 (four) PMIK, so that the amount is still relatively safe to complete tasks according to the existing workload. The conclusion of this study is the number of PMIK coders in Hospital X Palembang there are 4 (four) PMIK coders. Calculation of HRK needs in the SIK (Case Mix) section using the Health Workload Analysis (ABK-Kes) method of 4 (four) PMIK and in X Palembang Hospital there are 4 (four) PMIK so that the number of officers is still relatively safe to complete tasks according to existing workloads.
Ummi Rinandari, Putti Fatiharani Dewi, Arie Kusumawardani, Muhammad Eko Irawanto, Moerbono Mochtar
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1091-1108; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.256

Abstract:
Melasma is a hyperpigmentation disorder that is often found, is chronic. Hydroquinone is considered the standard therapeutic standard of melasma, has limitations and side effects vary. L-ascorbic acid acts as a reactive oxygen species (ROS) scavenger and has the ability to bind copper ions in the tyrosinase workplace. Glutation has the function of depigmentation of the skin that inhibits melanogenesis by suppressing the activity of tyrosinease enzymes. The purpose of this study was to prove and analyze the effectiveness of serum combination therapy L-ascorbic acid 10% and glutation 2% in lowering MASI score compared to serum hydroquinone 4% in melasma patients. Clinical experimental research method, pre and posttest double blind randomized controlled trial with the study subjects as many as 36 melasma patients. In group I was given a combination of serum L-ascorbic acid 10% and glutation 2%, while group II got serum hydroquinone 4%. The effectiveness of serum is assessed with an MASI score. The analyses used are t-paired tests, Wilcoxon tests and Difference-in-Differences (DID) analyses. Statistical tests are considered meaningful if p<0.05. The results of the study in both groups had a significant decrease in MASI score (p<0,001), but the decrease did not differ significantly between the two groups. The decrease in MASI scores between the two groups made no significant difference in week 4 (p=0.535) and 8th (p=0.303). The conclusion of this study was a combination of serum L-ascorbic acid 10% and glutation 2% lowered MASI score, but not proven more effective in lowering MASI score than serum hydroquinone 4% in melasma patients.
Narizma Nova, Wiku Bakti Bawono Adisasmito
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1032-1039; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.258

Abstract:
In 2020, nearly 300,000 health workers who were infected and died due to Covid-19 around the world including Asia. Several countries in Asia are among the top 10 of the highest healthcare workers deaths in the world. When the rate of infection and hospitalization increases, health workers must be prioritized so that they are not drained by the Covid-19 infection. Health workers are at a high risk level for exposure to the Covid-19 while they hold an important roles of handling the Covid-19 case. This systematic review aims to analyze the risk factors of health workers in hospitals among Asian Countries regarding Covid-19. We searched, from Science Direct, Springerlink and Pubmed identify relevant studies from 2020 on the topic of risk factors of transmission Covid-19 among healthcare workers in hospital of Asian Countries. From these searches, a total of 135 papers were identified of which 22 studies met criteria. The main results were about risk factors for health workers in hospitals during Covid-19 such as personal protective equipment (PPE) availability, exposure to infected patients, excessive workload, IPC training, pre-existing medical conditions and psychological factors. The level of knowledge of health workers about Covid-19 is classified as good, but factors such as job categories, work experience affect their attitudes and behavior so that the factors of anxiety, fatigue and stress are quite varied. It takes considerable efforts and strategies especially from the work place so that the risk factors from health workers can be overcome.
Teddy Tjahyanto, Ni Kanaya, Grace Keren, Eunike Angellina Mulyadi, Kevin Sanjaya Listiono
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1071-1079; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.259

Abstract:
The World Health Organization (WHO) recognize the COVID-19 pandemic as an imminent global threat. To dampen the spread of the highly-contagious virus, the Indonesian government has imposed several social-distancing and government regulations. Nonetheless, these regulations result in peripheral effects; many people are subject to loneliness, fear, and anxiety—all of which leads to depression. Statistical evidence show that depression is very much prevalent in Indonesians—reaching a staggering 62% as of August 2020. Multiple studies have proven the negative correlation between emotional intelligence—which is the ability to regulate and control emotions—and depression. Consequently, this study aims to determine the relationship between emotional intelligence and depression in medical students of Universitas Tarumanagara batch 2019. Using a descriptive analytic research design with a cross-sectional approach, we obtained data through simple random sampling a total of 154 respondents who answered an emotional intelligence questionnaire used as a proxy in determining the level of emotional intelligence. Statistical analysis using the chi-square test confirmed that there is a significant negative correlation between emotional intelligence and depression during the COVID-19 pandemic, yielding a p-value of 0.003. In conclusion, students can improve their level of emotional intelligence as a preventive measure of depression during the COVID-19 pandemic.
Yola Nikmatillahi, Sali Setiatin, Ihsan Marga Wiyaksa
Published: 24 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1109-1117; https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.214

Abstract:
Angka pasien yang terinfeksi kasus positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia semakin meningkat. COVID-19 sebelumnya dikenal sebagai Novel 201 Novel Coronavirus (2019-nCoV) penyakit yang mengganggu sistem pernapasan. Dalam upaya menurunkan angka kasus positif virus corona, pemerintah menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinasi COVID-19, sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya penyebaran virus COVID-19. Pemberian vaksinasi COVID-19 dilaksanakan melalui fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah atau swasta yang telah ditunjuk dan telah memenuhi standar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa alur pelayanan vaksinasi COVID-19 di RSU X Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah alur pelayanan vaksinasi COVID-19 di RSU X Kota Bandung disederhanakan menjadi aturan kedua yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyederhanaan alur vaksinasi COVID-19 diharapkan dapat mempermudah sasaran dan mempercepat proses pelayanan vaksinasi. Tetapi didapatkan hasil yang belum optimal dalam pemberian pelayanan vaksinasi COVID-19. Terdapat beberapa kendala seperti lamanya waktu skrining, entry data, ketentuan ruang dan waktu yang kurang efektif sehingga menimbulkan antrian penerima vaksin dan fasilitas penunjang pelayanan
Herawati Rusdi, Wiwin Priana Primandhana, Mohammad Wahed
Published: 23 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1461-1479; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i8.285

Abstract:
Penelitian ini, mengambil judul “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Impor Gula di Indonesia”. Judul ini diambil berdasarkan fenomena yang terjadi pada tingkat konsumsi masyarakat yang banyak sekali mengkonsumsi bahan pemanis gula dan tingkat impor gula yang semakin tinggi setiap tahunnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis pengaruh konsumsi gula terhadap impor gula di Indonesia (2) Untuk menganalisis pengaruh harga gula terhadap impor gula di Indonesia (3) Untuk menganalisis pengaruh produksi gula terhadap impor gula di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di lingkup Indonesia untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi impor gula. Dalam metode penelitian ini menggunakan cara mengumpulkan data lalu mengolah datanya sehingga dapat memecahkan masalah penelitian. Penelitian ini menjelaskan pengaruh tingkat konsumsi, harga, produksi, serta bea masuk terhadap impor gula di Indonesia tahun 2002-2019. Data yang digunakan merupakan jenis data sekunder yang diperoleh dari berbagai lembaga yang terkait, Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (KEMENDAG), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menyatakan bahwa konsumsi, harga, produksi, dan bea masuk sangat berpengaruh besar terhadap impor gula yang ada di Indonesia. Dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil regresi liniear berganda konsumsi gula, harga gula, produksi gula, dan bea masuk impor gula secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap impor gula di Indonesia. Namun secara parsial hanya variabel harga gula yang berpengaruh secara signifikan terhadap impor gula di Indonesia.
Helmi Ramadhan, Wahyu Andhyka Kusuma
Published: 23 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1453-1460; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i8.287

Abstract:
Saat ini pandemi covid19 masih menjadi momok menakutkan bagi manusia diseluruh dunia. Tak tanggung- tanggung segala aktivitas menjadi terganggu seperti dibidang kesehatan, ekonomi, dan tak luput juga bidang pendidikan. Akibat wabah virus covid19 hampir seluruh kegiatan ataupun sistem belajar mengajar dilakukan secara online (daring). Saat ini learning management system (LMS) semakin berkembang dengan berbagai metode yang unik dan inovatif serta membuat kegiatan belajar mengajar lebih efektif, dengan adanya banyak platform yang mudah diakses, membuat para pelajar semangat untuk menuntut ilmu. Namun tidak sedikit juga kendala yang dihadapi saat pembelajaran jarak jauh ini misalnya, keterbatasan koneksi internet dan menurunnya motivasi belajar. Di sini penulis menggunakan metode melalui wawancara kepada responden saat mengumpulkan data. Dari hasil wawancara tersebut banyak responden yang kurang puas dengan penggunaan LMS dikarenakan tampilannya masih kurang user friendly.
Indah Putriani Fajar Sidik, Wina Witanti, Asep Id Hadiana
Published: 23 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1494-1511; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i8.291

Abstract:
Pengintegrasian sistem merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi yang dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Integrasi secara sistem bisa terjadi dengan syarat bahwa seluruh perusahaan harus menggunakan satu sumber yang sama sehingga mengahsilkan sebuah sistem yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satunya pada bagian inventori pada sebuah perusahaan yang sangat berhubungan erat dengan pendataan persediaan barang. Pada perusahaan PDAM Tirtawening Bandung, saat ini memiliki 3 gudang yang aktivitas sistem saat ini pada bagian pergudangan meliputi pencatatan barang masuk, pencatatan barang keluar, pengelolaan barang, surat keluar, permintaan barang, pengecekan barang, dan pelaporan persediaan barang setiap bulan. Sistem yang ada masih offline atau berdiri sendiri serta belum terhubung dengan gudang lainnya, sehingga mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi persediaan barang dari gudang. Dengan menambahkan fitur monitoring yang akan diintegrasikan kepada setiap gudang yang dapat mengontol prosesn pengelolaan persediaan barang. Dengan ini membutuhkan sebuah teknologi yang dapat mengintegrasikan persediaan barang dari setiap gudang, mengontrol persediaan barang, dapat diakses dari mana saja dan kapan saja serta cepat dalam pengambilan keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menghubungkan gudang pusat dengan gudang cabang. Memberikan informasi yang diperbaharui secara realtime. Melakukan pelaporan persediaan barang secara keseluruhan. Dengan menerapkan sistem terintegrasi dapat mengetahui perkembangan serta memonitoring persediaan barang dengan mengetahui kondisi barang mengalami kerusakan atau tidak. Pengintegrasian dilakukan pada sistem yang sudah ada dengan sistem yang akan dibangun terhadap gudang lainnya sehingga dalam proses pengelolaan persediaan barang dapat dilakukan dengan baik, gudang pusat juga dapat melihat data barang dari gudang yang lain untuk melakukan pengecekan barang yang apabila membutuhkan barang serta pelaporan persediaan barang secara keseluruhan.
Angga Setiawan, Syamsul Huda
Published: 23 August 2021
Jurnal Health Sains, Volume 2, pp 1384-1394; https://doi.org/10.46799/jsa.v2i8.295

Abstract:
Pertumbuhan ekonomi merupakan laju pertumbuhan yang terbentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Analisa ini ditujukan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto yang nantinya akan diketahui signifikan tidaknya faktor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa yang memiliki pengaruh terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto. Variabel yang diuji adalah investasi, jumlah industri, kurs valuta asing dan ekspor. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Mojokerto, dengan time series data Tahun 2002-2018. Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan asumsi BLUE (Best Linier Unbiased Estimate) dengan tujuan untuk mengetahui koefisiensi pada persamaan tersebut benar (tidak bias). Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa variabel jumlah industri sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto, sedangkan ketiga faktor lainnya yakni investasi, kurs dan ekspor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto.
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top