Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 172

(searched for: doi:(10.34001/*))
Save to Scifeed
Page of 18
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Jurnal Disprotek; doi:10.34001/jdpt

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Journal of Dedicators Community; doi:10.34001/jdc

Abstract:
Journal of Dedicators Community adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama' Jepara
Gentur Wahyu Nyipto Wibowo
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 41-46; doi:10.34001/jdpt.v11i1.1159

Abstract:
The need for an analysis of the predictions of continuation of student studies to college is a strong reason for this research. Because by knowing the number of students at a school who continue or not continue studies to universities become a reference to improve education services at the school concerned. Naive Bayes is an effective and efficient classification algorithm for data mining and machine learning. So in the research proposed Naive Bayes for predictions of continuation of student studies to college with k-fold validation and confusion matrix. And results from the algorithm Naive Bayes is 86.53%.
Gun Sudiryanto, Suharto Suharto
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 47-53; doi:10.34001/jdpt.v11i1.1163

Abstract:
Pengolahan kayu untuk industry di Jepara juga menghasilkan banyak limbah. Jenis limbah sangat bermacam, dari mulai penebangan, saat kayu log masuk penggergajian, pengolahan hingga pengamplasan akhir sebelum dilakukan finishing. Banyaknya jenis limbah tersebut perlu dikaji jumlah dan jenisnya sehingga dimasa yang akan datang setelah ada identifikasi jenis dan jumlahknya. Untuk mendata dan menganalisa jenis limbah kayu yang digunakan dalam industry mebel di Jepara. Selain mendapatkan data jenis limbah kayu, penelitian ini juga mengkaji jumlah perkiraan limbah kayu yang ada di Jepara. Maka untuk menganalisa jenis dan jumlah limbah kayu di Jepara penulis menggunakan metode deskriptif analisis karena dirasa cocok untuk mengetahui fenomena yang saat ini sedang berlangsung. Industri furnitur di Jepara ternyata menghasilkan limbah yang tidak sedikit. Dari perhitungan peneliti ternyata limbah kayu yang digunakan di Jepara dapat mencapai 58,85%. Hal ini bila dinilai dari pohon hidup yang kemudian ditebang, sehingga menghasilkan limbah mencapai separuh lebih. Apabila perhitungannya mulai saat penggergajian pembelahan hingga proses akhir yang dalam perhitungan peneliti limbahnya mencapai 37,08%. Jadi bahan yang dapat digunakan dari kayu Perhutani mencapai 62,92%. Sementara bila produk tersebut tanpa ukiran maka limbah yang dihasilkan adalah 34,21% dan kayu yang digunakan untuk pembuatan mebel mencapai 65,79%. Kata Kunci: Jumlah, Jenis, Limbah dan Furniture.
Muhammad Nas Tain
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 23-40; doi:10.34001/jdpt.v11i1.1065

Abstract:
ABSTRAK Penelitian pada UMKM Succes Creativ ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan, penelitian ini dilakukan karena sering terdapat keluhan pelanggan terhadap produk yang telah dibelinya contohnya pada bulan desember 2019 terdapat 18 keluhan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode Customer Satifaction Index dan Kano Model yang merupakan metode digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh dengan melihat kepentingan atribut-atribut dari suatu produk, kemudian mengkategorikan atribut-atribut tersebut berdasarkan seberapa baik suatu produk mampu memuaskan kebutuhan pelanggan UMKM Succes Creativ. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan memberi usulan perbaikan kualitas dari karakteristik produk yang dihasilkan UMKM Succes Creativ. Hasil perhitungan menggunakan metode Customer Satisfaction didapatkan nilai prosentase kepuasan pembeli sebesar 75,36%. Hasil perhitungan tersebut terdapat diantara range 71%< X ≤77%, karena hasil perhitungan diantra range tersebut maka kualitas produk dikatakan couse for concern sehingga produk yang dihasilkan perlu dilakukan perbaikan untuk memenuhi kepuasan konsumen atau pembeli. Dari perhitungan Kano Model didapatkan angka kepuasan pembeli yaitu 0,393 yang lebih kecil dari angka ketidak puasan terhadap produk yaitu 0,405. Perlu dilakukan perbaikan kualitas dari produk untuk memenuhi kepuasan dari konsumen. UMKM Succes Creativ sebaiknya mengutamakan peningkatkan kualitas karakteristik produk yang diinginkan konsumen diantaranya daya tahan atau keawetan produk, model produk, bahan baku produk, kerapian pengecatan atau warna produk, kemsan produk yang baik, bentuk produk yang rapi dan menarik, dan finishing atau hasil pengerjaan produk yang rapi. Kata Kunci: Kualitas Produk, Customer Satifaction Index, Kano Model
Inaaratul Chusna Ichda Purwanto, Yohanes Anton Nugroho, Suseno Suseno
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 7-12; doi:10.34001/jdpt.v11i1.826

Abstract:
PT Adi Satria Abadi (ASA) is a company engaged in the processing of leather, especially sheep skin and goat skin, which is used for the manufacture of golf gloves. The problem faced by the company is the production process that exceeds the due date to other customers who order products at PT ASA. From the research, it is known that the cause is a company scheduling method that has not been organized so that the production sequence is concurrent. Selection of methods Harmony Search algorithms in scheduling are caused by delays. The Harmony Search algorithm can provide a better makespan value than the company method. The results of the company method obtain 0.9 months makespan average, the Harmony Search Algorithm method produces an average 0.8 months makespan. In addition, the use of the Harmony Search Algorithm method can reduce the average value of 0.1 months makespan. The results of the study in three months experienced time savings of 0.6 months, 0.6 months and 0.1 months respectively.
Gunawan Mohammad
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 54-58; doi:10.34001/jdpt.v11i1.1177

Abstract:
PT Candrabuaya Surya Semesta is a company that produces catering and bread, one of which is located in the Jepara City. Increasing competition in the catering and bread business requires companies to be able to maintain and improve their quality to retain customers. The purpose of this study is to determine the level of product quality and to determine the factors that caused the quality of a product from the company. The sweet wet bread product is a superior product that more customer interested, so in this study (research) used analysis of product quality control with P maps and seven tools of quality. There are two main defects in the production process of sweet wet bread, namely the dough does not expand and baking is not perfect. Of the two defects, the defect of the dough does not develop into a priority proposal for improvements that must be done by the company. The common factors that cause disability are method factors in the production process, equipment used, human reliability factors, and materials / raw materials used.
M. Rudi Fanani
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 13-22; doi:10.34001/jdpt.v11i1.952

Abstract:
Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah adalah cara membantu siswa dalam mengembangkan kepribadian, sikap sosial, pembelajaran, pengembangan karir dan perencanaan. Kegiatan Bimbingan dan Konseling juga berperan dalam menyikapi perilaku menyimpang para siswa yang ditunjukkan para siswa baik masih berada dalam limgkup sekolah dan juga luar sekolah. Dalam menentukan kegiatan bimbingan konseling, guru bimbingan konseling dapat memberikan penilaian sejauh mana peningkatan perilaku siswa di sekolah. Namun penentuan rekomendasi bimbingan dan konseling kurang akurat dikarenakan harus berdasarkan pengetahuan dan pengolahan banyaknya data yang ada sehingga diperlukan sebuah perhitungan yang menerapkan metode prediksi dengan teknik data mining. Salah satu teknik data mining adalah Naïve Bayes yang menggunakan teknik klasifikasi, yang mampu menghasilkan nilai akurasi sebesar 94.55% dan juga dalam penelitian menerapkan fitur seleksi yang digunakan sebagau pemilihan fitur yang berpengaruh terhadap klasifikasi guna meningkatkan akurasi. Fitur seleksi yang digunakan adalah Forward Selection yang mampu meningkatkan akurasi menjadi 94.84% dengan membuang beberapa fitur yang tidak relevan terhadap klasifikasi dan menjadikan hasil yang lebih baik daripada menggunakan metode Naïve Bayes saja.
Aldi Yoga Pradana, Mochammad Danang Dwi Setyo Perdana, Dessy Deria Ginting
Jurnal Disprotek, Volume 11, pp 1-6; doi:10.34001/jdpt.v11i1.884

Abstract:
Produktivitas merupakan salah satu penentu hasil produksi dalam suatu industry mulai dari UMKM hingga perusahaan. Pada UMKM Sanggar Batik Jumputan Maharani yang memproduksi batik jumput menggunakan teknik tradisional untuk menjaga kualitas membutuhkan waktu 149 jam. Proses memproduksi satu kain batik biasanya membutuhkan waktu satu minggu. Oleh karena itu diperlukan peningkatan produktivitas, salah satu metode yang pas untuk masalah ini adalah metode Lean dan Kaizen. Metode Lean yang focus pada identifikasi waste kemudian dilanjutkan metode Kaizen untuk dilakukan peningkatan yang berkelanjutan. Pertama identifikasi awal dilakukan pada peta produksi untuk melihat terdapat waste. Kedua, jumlah produksi batik jumputan setiap bulan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah produksi setiap bulan. Ketiga, data work in process pada pembuatan satu kain batik. Setelah didapat hasil 3 tahap tersebut kemudian dilakukan pengolahan menggunakan metode Lean dan Kaizen. Hasil dari pengolahan dua metode ini dapat meningkatkan jumlah produksi setiap minggu dan pengurangan beban kerja pada karyawan yang sebelumya membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan satu kain.
Nour Athiroh, Universitas Islam Malang, Nurul Jadid Mubarakati
Journal of Dedicators Community, Volume 4, pp 152-165; doi:10.34001/jdc.v4i2.1107

Abstract:
Ginger and galangal powder are less attractive to people in Mangliawan village. The cooperative's ginger powder sales business experienced a setback. The aim is to provide creativity and innovation assistance to this ginger powder as a raw material for ice cream. The phenomenon of this decade appears in various variants of ice cream, but there is no ginger-galangal based ice cream business yet. The service method consists of: 1) program socialization, 2) training in making ice cream, 3) formation of non-governmental organizations as program partners, 4) program monitoring, 5) focus group discussion, f) evaluation. Measurement of the impact of the activity was carried out using a questionnaire technique which aims to obtain a direct picture of the community in Mangliawan village. The results of the service program are 1) the public's knowledge of the potential of kencur ginger and its processing has increased; 2) Partners know how to make kencur ginger ice cream; 3) public knowledge of the benefits of ginger ice cream increases; 4) There is a desire of the respondent to open a ginger-kencur ice cream business plan and increase the economic level.
Page of 18
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top