Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 127

(searched for: doi:(10.31346/*))
Save to Scifeed
Page of 13
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Oktolina Simatupang
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2503

Abstract:
Peradaban manusia saat ini sudah sampai kepada era industri 4.0 yang ditandai dengan kehadiran kecerdasan buatan dan internet of things. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak bisa mengelak dari terpaan industri 4.0 termasuk bidang kehumasan. Untuk itu maka praktisi humas perlu memiliki kompetensi yang sesuai sehingga mampu berhadapan dengan industri 4.0. Hal itu juga berlaku bagi humas pemerintah. Kompetensi humas pemerintah di Pemerintahan Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Riau merupakan permasalahan yang diulas dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi humas pemerintah belum memadai untuk berhadapan dengan tantangan industri 4.0
Nfn Muntadliroh
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2226

Abstract:
Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Sebagai respon antisipasi terkait hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginisiasi kebijakan kantong plastik berbayar melalui toko-toko ritel di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam pelaksanaan program "kantong plastik berbayar" berdasarkan konsep The Pyramid Model of PR Research. Model ini menyediakan metode khusus pada tahap input, output, dan outcomes. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses evaluasi yang dilakukan pemerintah masih belum optimal karena hanya mengukur aspek yang terbatas. Evaluasi pada tahap input hanya mengukur tanggapan pelaku ritel dan tidak mencakup pesan komunikasi. Evaluasi pada tahap output dan outcomes hanya menekankan pengukuran persepsi konsumen. Evaluasi proses komunikasi, media, dan penetapan benchmark justru belum dilakukan.
Nfn Mustaqbirin, Andre Noevi Rahmanto, Nfn Sudarmo
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2929

Abstract:
Munculnya media sosial telah secara drastis mengubah lanskap media dalam organisasi (Booth dan Matic, 2011; Dekay, 2012; Haigh dan Wigley, 2015). Aplikasi generasi baru ini menekankan pentingnya partisipasi pengguna, berbagi konten, dan efek jaringan (O'Reilly, 2007). Media sosial dimanfaatkan sebagai sarana kehumasan dalam hal ini organisasi pemerintah dalam memberikan informasi apa yang dikerjakan dan memberi masukan. Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan media sosial facebook guna menyapa masyarakat sebagai wadah partisipasi publik dalam menilai kinerja layanan publik yang telah dilakukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa menurut penilaian masyarakat, layanan media sosial Dinas Perhubungan dirasa sangat membantu karena mudahnya masyarakat mengakses dan menyampaikan saran, kritik, maupun usulan kepada Dinas Perhubungan terkait sarana dan prasarana transportasi, dilain pihak Dinas Perhubungan juga terbantu dengan partisipasi publik sehingga diharapkan tercipta sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam layanan publik di bidang transportasi.
Irvan Roberto, Aida Vitayala S, Nfn Hubeis, Sarwititi Sarwoprasodjo, Tin Herawati
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2521

Abstract:
Program Pendewasaan usia perkawinan (PUP) merupakan upaya meningkatkan usia perkawinan bagi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kampanye sosial program pendewasaan usia perkawinan (PUP) yang ada di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar serta faktor-faktor apa yang menghambat kampanye sosial program PUP tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye sosial program PUP yang dilakukan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Kecamatan Tamalate Kota Makassar yaitu dengan melakukan kampanye kepada remaja disekolah-sekolah tentang pentingnya pendewasaan usia perkawinan, membentuk PIK-Remaja di sekolah-sekolah, membentuk kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) bagi keluarga yang memiliki anak remaja, serta kampanye program PUP dilakukan memalui media cetak dan media elektronik. Temuan lain menunjukkan bahwa faktor penghambat kampanye sosial program PUP yaitu para PKB kesulitan dalam memberikan sosialisasi secara langsung kepada para siswa di dalam kelas karena berbenturan dengan jam pejalaran, tidak aktifnya siswa dalam PIK-Remaja yang telah terbentuk di sekolah-sekolah mereka, para orang tua yang tergabung dalam kelompok BKR tidak begitu aktif mengikuti pertemuan serta keterbatasan dana yang dimiliki oleh para PKB dalam membuat media-media kampanye seperti selebaran/brosur, poster, benner, leaflet, dll.
Nadia Itona Siregar, Dwi Sadon, Cahyono Tri Wibowo
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2216

Abstract:
Kegiatan pertanian sangat bergantung dengan informasi dalam berbagai bentuk. Kajian terkait dengan arus informasi, hubungan relasi antarindividu, dan pola interaksi dalam kelompok tani yang terkait dengan budi daya padi metode system of rice intensification (SRI) dapat dilakukan dengan menggunakan analisis jaringan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis struktur jaringan komunikasi dalam kelompok tani, (2) untuk menganalisis hubungan antara jaringan komunikasi dengan penerapan budi daya padi metode SRI. Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani Sekar Arum dan kelompok tani Sumber Urip di Banyuwangi. Penelitian ini memiliki 74 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode intact sampling, yaitu mengambil seluruh individu yang termasuk di dalam sistem sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan free recall method yaitu metode analisis jaringan komunikasi, yang merumuskan pertanyaan dalam kuesioner dengan daftar nama. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur jaringan komunikasi yang terbentuk pada dua kelompok tani adalah interlocking network dan star, (2) terdapat korelasi positif antara out-degree centrality dan closeness dengan penerapan budi daya padi metode SRI.
Abdul Aziz, Pudji Muljono, Irsal Las, Retno Sri Hartati Mulyandari
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2617

Abstract:
Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai lembaga penghasil inovasi harus mendiseminasikan hasil penelitian kepada pengguna agar teknologi yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu tantangan dalam mengkomunikasikan SI Katam Terpadu yaitu bagaimana menyampaikan pesan tersebut kepada stakeholders dan bagaimana menerima informasi dimaksud dari pihak-pihak terkait. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengidentifikasi sekaligus menganalisis bentuk komunikasi antar pihak dalam implementasi SI Katam Terpadu di tingkat petani. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk mendapatkan hasil analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian survei yang bersifat deskriptif eksplanatori. Survei dilakukan kepada lembaga-lembaga terkait dan petani yang telah mendapatkan informasi SI Katam Terpadu. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan langsung serta terus menerus sampai selesai dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 bentuk komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada petani yaitu komunikasi organisasi, komunikasi kelompok, komunikasi massa, dan komunikasi antarpribadi.
Maulidatur Rohmah, Nfn Eriyanto
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 21; doi:10.31346/jpikom.v21i1.2481

Abstract:
Aplikasi e-Visum merupakan bentuk penerapan konsep e-government. Aplikasi pelaporan kinerja mobile untuk pegawai ini dibangun oleh BKKBN bersama pihak ketiga selaku pengembang aplikasi dengan tujuan agar para penyuluh KB di daerah dapat melaporkan kegiatan hariannya dengan lebih mudah, efektif dan efisien, beserta titik lokasi kerjanya secara real time melalui fasilitas smartphone android yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang mungkin terjadi dari pembangunan sebuah aplikasi kinerja mobile pegawai serta mengetahui sejauh mana pemanfaatan e-Visum sebagai aplikasi pelaporan kinerja oleh para pegawai itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tehnik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan data sekunder. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa data disimpan dalam server Cloud dengan akses yang dimiliki BKKBN dan pihak ketiga sehingga faktor keamanan dan kerahasiaan data menjadi sebuah hal yang penting untuk diperhatikan. Peneliti mengunakan teori difusi inovasi untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi e-Visum oleh para penyuluh KB. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan dalam pemanfaatan aplikasi kinerja mobile e-Visum oleh penyuluh KB dari bulan Januari sampai dengan September 2018. Waktu menjadi factor penting dalam sebuah proses adaptasi inovasi. Berdasarkan tingkat keinovatifannya, Jawa Timur masuk dalam kategori inovator, sedangkan Maluku Utara, Papua dan Papua Barat masuk ke dalam kategori lamban (laggards).
Faris Budiman Annas, Hasya Nailan Petranto, Asep Aji Pramayoga
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 20; doi:10.31346/jpikom.v20i2.2006

Abstract:
Tahun 2019 merupakan tahun yang sakral dalam sejarah perjalan bangsa Indonesia, karena pada tahun ini diadakan pemilihan umum presiden dan legislatif. Menjelang pemilihan umum tersebut, polarisasi politik pada masyarakat Indonesia semakin kuat. Polarisasi ini membelah masyarakat ke dalam dua kelompok yakni kelompok yang mendukung Jokowi dan anti Jokowi. Polarisasi ini juga didukung dengan berbagai usaha yang dilakukan oleh kedua belah kelompok. Salah satu di antaranya adalah gerakan anti rezim yang dinamakan #2019GantiPresiden oleh kelompok anti Jokowi dan gerakan #2019TetapJokowi, kedua gerakan ini sangat aktif dalam berdiskusi dan menebarkan narasi di media sosial. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi dan membandingkan kedua opini publik dalam interaksi anggota grup Facebook yang bernama #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi politik yang terjadi di media sosial semakin menguat menjelang pemilihan umum 2019. Kedua kelompok memiliki opini yang saling bertentangan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mereka tidak dukung, dan saling menguatkan terhadap pasangan yang mereka dukung. Kata kunci : Polarisasi politik ; opini publik ; media sosial ; grup facebook
Darman Fauzan Dhahir
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 20; doi:10.31346/jpikom.v20i2.2235

Abstract:
Dunia telah memasuki era revolusi industri keempat. Pemerintah Republik Indonesia berusaha agar masyarakat Indonesia tidak tertinggal dalam perubahan ini dengan mencanangkan agenda nasional Making Indonesia 4.0. Sebagian masyarakat telah beradaptasi terhadap era kemajuan ini, namun masih banyak pula yang masih jauh tertinggal sebab berbagai kendala, seperti sumber daya manusia, fasilitas, jarak, waktu, dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan problematika kesenjangan yang terjadi dan untuk mencari solusi melalui strategi yang tepat bagi Kementerian Kominfo. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa solusi yang dapat diambil adalah penguatan peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Informatika, dengan cara menyelenggarakan Literasi TIK bagi masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Nani Nurani Muksin, Amin Shabana, Mohamad Amin Tohari
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), Volume 20; doi:10.31346/jpikom.v20i2.1980

Abstract:
Komunikasi online merupakan suatu keniscayaan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Berdasarkan kajian awal, komunikasi online PMI masih minim membicarakan pengelolaan finansial. Tujuan penelitian mendeskripsikan: 1) Komunikasi online PMI; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan finasial PMI; 3) Komunikasi online PMI dalam pengelolaan finansial. Pendekatan Penelitian kualitatif, metode deskriptif. Lokus penelitian PMI di Hong Kong. Pemilihan Informan dengan teknik Snow Ball. Pengumpulan data dengan Wawancara dan FGD. Teknik analisis data kualitatif. Uji keabsahan data triangulasi ke KJRI Hong Kong dan BNP2TKI. Hasil penelitian: 1) Komunikasi online PMI di Hong Kong terutama menggunakan Whatsapp. Alasan menggunakan Whatsapp karena murah dan fiturnya variatif. Selain Whatsapp, PMI juga menggunakan Facebook dan Instagram bagi yang berjualan online. 2). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan finasial PMI antara lain kebutuhan pokok keluarga dan kebutuhan pribadi di Hong Kong. 3). Komunikasi online PMI dalam pengelolaan finansial dilakukan dengan keluarga. Inisiatif komunikasi dilakukan oleh PMI karena terkait waktu luang yang dimiliki. Pesan dalam komunikasi pengelolaan finansial adalah penggunaan uang remitansi terutama untuk kebutuhan primer seperti kepentingan anak dan keluarga, juga terkadang membicarakan kebutuhan sekunder seperti membangun rumah, membeli kendaraan dan sawah.
Page of 13
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top