Refine Search

New Search

Results: 74

(searched for: doi:(10.31294*) AND journal_title:("Jurnal Abdimas BSI\: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat"))
Save to Scifeed
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Ika Romadoni Yunita, , Primadani Arsi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 33-38; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6692

Abstract:
Pengenalan teknologi/gadget pada anak tidak salah, akan tetapi diharapkan peran orang tua untuk turut serta mengawasi penggunakan gadget pada anak. Penggunaan gadget tanpa pengawasan memberikan beberapa dampak terhadap interaksi sosial seperti mereka lebih nyaman menggunakan gadget daripada berinteraksi atau bermain dengan teman sebayanya. Namun terdapat juga pengaruh positif pengenalan gadget pada anak seperti dapat mengasah kemampuan kognitif, belajar tanggap teknologi dan berfikir lebih kreatif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini peserta yang terdiri dari Ibu-ibu pengurus dan anggota PKK dapat melakukan pengawasan terhadap gadget yang digunakan anak melalui salah satu aplikasi parenting control Google Family Link yang terdiri dari 2 versi untuk orang tua dan anak dan dapat diunduh secara gratis di play store. Dengan pengabdian ini Orang tua tidak membiarkan begitu saja anak menggunakan gadget tanpa pengawasan karena bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun psikis. Kata Kunci: Gadget, parenting control, google family link.
Yustirania Septiani, Rr Retno Sugiharti, Supanji Setyawan
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 25-32; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6534

Abstract:
Faktor utama keberlangsungan Koperasi Sekolah adalah pengelolaan yang baik. Pengelolaan dalam koperasi sekolah melingkupi pengelolaan dari sisi pengorganisasian baik struktur organisasi maupun keuangan. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada Guru Madrasah Ibtidaiyah se–Kecamatan Secang yang juga berperan sebagai pengelola Koperasi Sekolah terkait struktur organisasi dalam koperasi sekolah, penggunaan pembukuan menggunakan apliksai serta sirkulasi operasional koperasi sekolah yang baik. Harapannya Madrasah Ibtidaiyah se–Kecamatan Secang yang sudah memiliki koperasi sekolah mampu mengelola koperasi tersebut menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Meskipun pada dasarnya tujuan Koperasi Sekolah bertujuan untuk kepentingan pendidikan namun diharapkan pula pada akhirnya keberadaan Koperasi Sekolah akan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan guru sekolah tersebut. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi yang diberikan intensif selama 3 kali pertemuan. Dari kegiatan ini diketahui bahwa rata-rata Koperasi Sekolah yang sudah ada belum berjalan dengan maksimal. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya pengelola koperasi. Terbatasnya jumlah guru di masing-masing sekolah membuat masing-masing guru telah mengemban tugas yang cukup banyak, sehingga pengelolaan koperasi sekolah sering terbengkalai. Namun dengan adanya otomatisasi pembukuan yang disampaikan pada kegiatan ini memudahkan guru sebagai pengelola koperasi sekolah untuk melakukan pencatatan transaksi di koperasi sekolah. Dari hasil evaluasi kegiatan, kegiatan pelatihan ini telah meningkatkan kemampuan pengelola koperasi sekolah dalam hal ini guru dalam melakukan pengelolaan koperasi khususnya dalam hal pembukuan keuangan.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 12-24; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.5130

Abstract:
Prevalensi lansia (60-74 tahun) di Indonesia tahun 2050 diperkirakan melebihi prevalensi di dunia. Depresi pada lansia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung coroner yang mempengaruhi morbiditas lansia. Peningkatan depresi pada lansia harus menjadi perhatian khusus semua elemen kesehatan agar berkontribusi maksimal dalam pelayanan preventif maupun kuratif. Fungsi kognitif secara bertahap akan menurun pada lansia seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi depresi akan mempercepat penurunan fungsi kognitif lansia. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk melalukan pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia .Realisasi pemecahan masalah untuk mendeteksi adanya gejala depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia melalui kegiatan pendidikan kesehatan kepada semua eleman yang terkait di Balai Perlindungan Sosial Tresna Whreda (BPSTW) Ciparay Bandung. Elemen yang terkait meliputi pejabat panti, pramuwheda, perawat dan lansia. Setelah hasil pengkajian Mini Mental State Examination (MMSE) dan Geriatric Depression Scale (GDS-15) didapatkan 20 orang lansia depresi tingkat ringan dan sedang. Lansia yang mengalami depresi tingkat ringan dan sedang mendapatkan informasi mengenai gejala depresi dan bagi petugas panti,pramuwhreda mendapatkan informasi mengenai gejala umum yang dirasakan lansia ketika depresi dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya depresi. Perawat panti diberikan pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan instrumen MMSE dan GDS-15Kegiatan berlangsung sesuai rencana dan semua sasaran mengalami peningkatan partisipasi saat kegiatan penyuluhan berlangsung dan dilanjutkan dengan diskusi kecil diluar kegiatan penyuluhan. Kata kunci: Deteksi dini depresi pada Lansia, Fungsi Kognitif, Pendidikan Kesehatan.
Resti Yulistria, Vina Islami, Susilawati Susilawati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 260-268; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8667

Abstract:
Pemberdayaan perempuan itu sendiri memiliki tujuan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan, pemberdayaan ini dilaksanakan melalui kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan khususnya membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Metode pengumpulan data dengan Triangulasi teknik, untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, dengan kata lain ketika peneliti sudah memperoleh data dari metode wawancara maka perlu dicek lagi dengan metode lain misalnya observasi dan dokumentasi. Sehingga dapat dipastikan data dianggap valid. Selanjutya dilakukan Analisis SWOT, analisis ini digunakan untuk merumuskan secara kualitatif dan holistik baik lingkungan internal maupun eksternal dari entitas yang sedang diamati. Hasil peelitian, Pertama, pendalaman terhadap beberapa sentra industri yang ada di desa Sukajaya Kabupate Sukabumi memiliki dinamika dan karakteristik yang berbeda-beda, Kedua, pemberdayaan buruh perempuan industri kecil meliputi dimensi sosial, pendidikan dan ekonomi, Ketiga, strategi pemberdayaan buruh perempuan hendaknya mempertimbangkan karakteristik seperti identitas, umur dan pendidikan dan lamanya buruh bekerja di sentra-sentra yang ada dalam lokasi kajian ini, dan Keempat untuk mewujudkan pemberdayaan buruh perempuan diperlukan dukungan keterpaduan baik instansi daerah maupun lembaga-lembaga masyarakat (civil society), swasta dan lembaga pendidikan.Kata Kunci: Pemberdayaan, perempuan
, Siti Maryam, Noveria Susijawati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 163-172; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7869

Abstract:
Kegiatan pengabdian ini untuk membantu meningkatkan penjualan bakso ayam endolita di daerah pamengkang cirebon dengan cara menambah variasi produk bakso ayam yang sudah ada dan membantu pengemasan dan pemberian merek pada bakso ayam endolita agar lebih menarik
, Azizah Azahra
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 109-117; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7508

Abstract:
Gangguan muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan kerja di seluruh dunia, baik pada pekerja sektor formal maupun informal dan telah menimbulkan kerugian yang cukup besar baik bagi dunia usaha maupun bagi pekerja. Salah satu upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal adalah dengan pemberian pelatihan peregangan otot di tempat kerja (muscle streching exercise). Kegiatan pengabdian masyarakat bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman dilaksanakan di Kelurahan Tenun Kota Samarinda yang merupakan ikon pariwisata Kota Samarinda Kalimantan Timur. Sasaran pengabdian masyarakat adalah penenun tradisional sarung Samarinda yang berjumlah 75 orang. Kegiatan dimulai dengan pengukuran gangguan muskuloskeletal dengan instrumen Nordic Body Map, kemudian penjelasan tujuan dan manfaat kegiatan, pemberian peregangan otot di tempat kerja disela-sela kegiatan menenun 2 kali setiap minggu selama 1 bulan, dan diakhiri dengan pengukuran kembali gangguan muskuloskeletal. Sebelum pelaksaan intervensi, gangguan muskuloskeletal pada penenun didapatkan kategori rendah (49,4%), kategori menengah (32,5%), kategori tinggi (15,5%). Evaluasi 2 minggu pertama didapatkan gangguan muskuoskeletal kategori rendah (81,8%) dan kategori menengah (15,6%), dan evaluasi 2 minggu kedua didapatkan hasil gangguan musculoskeletal kategori sangat rendah (32,2%), rendah (44,2) dan menengah (20,8%). Disimpulkan, peregangan otot di tempat kerja dapat menurunkan keluhan gangguan muskuloskeletal walaupun belum semuanya teratasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penenun tradisional sarung Samarinda dalam rangka pencegahan kejadian gangguan muskuloskeletal yang lebih parah
Hilda Amalia, Tri Retnasari, Susan Rachmawati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 228-235; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8550

Abstract:
Perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang setiap saat menghasilkan gaya hidup masyarakat yang selalu menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan setiap transaksi dan mengakses informasi. Sehingga penggunaan teknologi informasi dalam setiap aspek kehidupan sangat diperlukan. Pemanfaatan Teknologi informasi dalam kegiatan operasional suatu organisasi menjadi hal yang harus dimiliki oleh setiap organisasi terutama organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Teknologi informasi merupakan alat yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan institusi pendidikan. Dengan teknologi informasi semua data dapat diintegrasikan sehingga memudahkan kegiatan operasional organisasi sehingga mampu meningkatkan pelayanan organisasi bagi masyarakat. Salah satu pemanfaatan adalah sistem informasi akademik yang terintergrasi yang mampu menginformasikan perkembangan siswa yang ada di Rumah Tahfidz & TPQ Sakinah sesuai dengan tujuannya yaitu menjadi lembaga pendidikan yang ingin terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul serta mampu memberikan layanan pendidikan yang efektif dan efisien. Dengan adanya program kemitraan masyarakat maka diadakan kegiatan pembangunan website sistem informasi akademik bagi Rumah Tahfidz & TPQ Sakinah dengan tujuan agar wali murid dapat dengan cepat mengetahui perkembangan anak-anak mereka selama belajar di rumah Tahfidz & TPQ Sakinah
Nurul Hudaningsih, Miftahul Miftahul, Ryan Suarantalla
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 180-189; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7125

Abstract:
Kebijakan pemerintah one village one product menjadi tantangan bagi masyarakat desa. Keberlanjutan produk tidak hanya dari keberadaanya namun ditentukan juga dari seberapa berjalan kemasifan pemasaran produk. Pemasaran dan kemasan merupakan hal yang penting dalam upaya menarik minat calon konsumen. Media sosial online saat ini menjadi media yang digunakan untuk melakukan promosi. Dengan adanya perkembangan IPTEK yang pesat, aktivitas komunikasi yang sifatnya konvensial perlahan-lahan menuju ke aktivitas komunikasi yang bersifat digital. Social Responsibility Community (SRC) Desa Semamung merupakan organisasi kepemudaan yang terletak di Desa Semamung. SRC memiliki potensi besar untuk dapat membantu pemasaran produk desa. Namun terdapat kekurangan pengetahuan dan keterampilan para pemuda Desa Semamung dalam pemasaran online. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan upaya mensinergiskan potensi anak muda di SRC Desa Semamung terhadap media sosial untuk pemasaran produk lokal Desa Semamung. Program dilakukan dengan pelatihan desain kemasan menggunakan Software Corel Draw, pelatihan promosi menggunakan media sosial (Facebook dan Instagram) yang efektif serta pendampingan. Kesimpulan program ini adalah upaya mensinergikan potensi pemuda dan kebutuhan pemasaran produk desa sangat efektif. Selanjutnya mitra (SRC Desa Semamung) tertarik untuk terus mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang didapat melalui program untuk keberlanjutan pemasaran produk Desa Semamung. Kata Kunci : Pemberdayaan Pemuda Desa, Pemasaran, Produk Desa
Ety Nurhayaty, Ade Sri Mulyani
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 173-179; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8013

Abstract:
Akhir-akhir ini, kita di kejutkan kembali dengan maraknya fenomena bullying, baik yang dilakukan di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah, dimana nampaknya para pelaku ini menikmati tindakannya, yang dibuktikan dengan proses perekaman yang seolah-olah kondisinya telah direncanakan dengan baik. Tanpa mereka sadari, bahwa perilaku bullying dapat memberikan dampak jangka pendek dan juga jangka panjang, khususnya bagi korban bully. Risiko yang paling berat adalah jika perilaku bully ini menimpa anak-anak, karena mereka akan lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental seperti kegelisahan, depresi yang mungkin akan sulit dilupakan sampai mereka dewasa bahkan yang lebih dikhawatirkan adalah tak jarang mereka yang awalnya adalah korban, suatu saat bisa menjadi pelaku, sehingga memiliki efek berantai yang sulit terputus.Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini dimulai dari mencari permasalahan yang umumnya terjadi dikalangan peserta, didiskusikan kemudian dirangkai menjadi solusi.Permasalahan peserta didapat pada saat diskusi kemudian pemecahan masalahdisajikan pada akhir kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan peserta sudah paham akan makna dari bullying, dan dampaknya bagi pelaku maupun korban, sehingga mereka berusaha untuk tidak melakukannya baik terhadap teman di sekolah, di rumah maupun dilingkungan masyarakat
Muhammad Eko Atmojo
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 118-126; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.6475

Abstract:
Pendidikan dini mitigasi bencana merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, hal dini dikarenakan Indonesia berada di daerah cicin api atau ring of fire. Dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di daerah cicin api maka akan banyak sekali potensi bencana yang muncul diantaranya gempa bumi, tsunami, gunung merapi meletus, tanah longsor, banjir, putting beliung dan lain-lain. Maka dari itu pendidikan dini mitigasi bencana bagi masyarakat dan akan-anak usia dini merupakan hal yang paling penting, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat dan anak-anak sudah memahami langkah awal untuk penyelamatan diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah forum group discussion, sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh guru dan siswa dengan sangat antusias, selain itu dengan adanya kegiatan ini banyak manfaat yang didapatkan oleh guru dan siswa-siswi SD Negeri Bantul Timur. Pada pelaksanaan forum group discussion banyak sekali guru yang belum memahami mitigasi bencana sehingga kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan guru. Selain itu guru juga baru mengetahui bahwa ketika terjadi bencana maka orang dewasa mempunyai tanggungjawab yang sangat besar. Kegaitan sosialisasi dan simulasi juga diikuti dengan sangat antusias, serta kegiatan ini menambah pengetahuan serta wawasan bagi siswa dan guru SD Negeri Bantul Timur. Pada kegaitan simulasi ini ada beberapa tipe penyelamatan yang dilakukan diantaranya ketika terjadi bencana gempa bumi yang mengakibatkan kebakaran.
Achmad Aditya Ashadul Ushud
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 148-152; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6788

Abstract:
Perkembangan teknologi dan informasi yang tidak terbendung lagi, menjadikan desain grafis semakin dibutuhkan. Alasannya karena dengan desain grafis maka informasi dapat disampaikan dalam bentuk yang menarik. Kegiatan Pelatihan Desain Grafis Menggunakan Microsoft Publisher ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA yang tergabung dalam Remaja Islam Masjid Darussalam (RISMADA) dan remaja di sekitar Komplek Ciledug Indah 2. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan kemampuan untuk mendesain dengan menggunakan Microsoft Publisher. Penggunaan Microsoft Publisher sebagai sarana mendesain dikarenakan aplikasi ini dirasa cukup mudah untuk dipelajari dan digunakan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah kombinasi dari tutorial, praktek, dan diskusi atau tanya jawab, dan evaluasi untuk mengetahui tingkat penyerapan terhadap materi pelatihan yang diberikan.Kata Kunci: desain grafis, Microsoft Publisher
Henki Bayu Seta, Theresia Wati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 75-82; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8003

Abstract:
Taman kanak – kanak Al Quran Terpadu (TKA-T) Hayaatul ‘ilmi berdiri mulai tahun 1997 dan bertempat di Kecamatan Cimanggis. Seluruh kegiatan administrasi dan pembelajaran siswa dilakukan secara manual. Hal tersebut menghambat pelayanan administrasi dan layanan terhadap orang tua siswa. Terhitung mulai tahun ajaran 2019/2020 TKA-T Hayaatul ‘ilmi mulai menggunakan aplikasi Dapodik atau Data Pokok Pendidikan. Sistem pendataan dan pengelolaan data-data pendidikan berbasis open source dengan menerapkan sistem basis data terpusat dan berbasis web yang dapat diakses secara daring dan real time. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada TKA-T Hayaatul ‘ilmi, operator sekolah di TKA-T Hayaatul ‘ilmi terdiri dari 1 orang yang juga bertugas untuk memasukkan data sekolah, data peserta didik dan data guru/karyawan ke dalam database server pusat baik secara offline maupun online dan dapat langsung diakses oleh pihak Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan operator terhadap aplikasi Dapodik. Kegiatan dimulai dari proses instalasi, registrasi, manajemen dashboard sampai dengan pelatihan dan pendampingan pengisian data sekolah, data peserta didik dan data guru/karyawan. Pelatihan dan pendampingan operator dalam menggunakan aplikasi Dapodik dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu bulan Februari 2020 sebanyak 1 operator yang didampingi oleh kepala sekolah. Evaluasi kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara terus menerus sampai pihak operator memahami bagaimana proses bisnis aplikasi dapodik dan mampu melakukan pengisian data dengan cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date.
Slamet Mudjijah, Triana Anggraini
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 119-127; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9596

Abstract:
Mitra dalam program pengabdian masyarakat ini adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama usaha pemula di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM pemula apalagi yang baru beberapa bulan merintis usaha adalah sangat mudah goyah keberlanjutan usahanya, pengelolaan keuangan belum professional, pelaku UMKM belum sepenuhnya memahami pasar untuk produknya, kemasan masih dibuat secara sederhana. Permasalahan semakin mengkhawatirkan setelah adanya pandemi Covid 19. Sebagian besar pelanggan yang sudah mulai rutin mengkonsumsi produk UMKM menjadi terhenti sehingga penjualan menurun drastis. Solusi atas permasalahan tersebut adalah dilakukan analisis ulang kelayakan usaha dengan mengenali customer base dan kebutuhannya, mempermudah proses bisnis, mengklasifikasi produk yang mudah dijual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi secara langsung dengan Pengurus UMKM Kecamatan Ciledug. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dalam bentuk pendampingan. Kegiatan pengabdian kepada pelaku UMKM di Kecamatan Ciledug Kota Tangerang ini telah dilakukan dengan hasil sebagai berikut: peserta semakin mampu mengidentifikasi permasalahan bisnis terutama pada penetapan harga dan kualitas produk, peserta telah memiliki pengetahuan untuk menganalisis kelayakan bisnisnya terutama pada aspek pasar dan legalitas, motivasi peserta semakin meningkat dengan adanya jaringan dalam penjualan produk terutama penjualan langsung maupun reseller, pemanfaatan gerai Pojok UMKM Ciledug semakin optimal, koordinator UMKM semakin termotivasi untuk memajukan pelaku UMKM terutama dalam peningkatan kesadaran terhadap legalitas usaha.
Juliana Juliana, Ira Brunchilda Hubner, Nova Irene Bernedeta Sitorus
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 92-99; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8558

Abstract:
Kondisi pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia, memberi dampak negatif juga bagi kondisi perekonomian. Indonesia juga tidak terlepas dari masalah tersebut. Sebagian masyarakat harus berhenti dari pekerjaan atau bekerja paruh waktu, karena permintaan pasar berkurang. Di situasi seperti ini, inovasi bagi masyarakat dalam menemukan cara berwirausaha menjadi sesuatu yang penting. Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan sebagai bukti sumbangsih dan rasa peduli terhadap masyarakat dengan cara membagikan ilmu maupun keterampilan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah (1) Untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan (2) Untuk memberikan petunjuk kepada masyarakat dalam hal ini anggota Persekutuan Mahasiswa Kristen UPI, Bandung mengenai pemanfaatan campuran sayuran dalam pembuatan lasagna non-daging (3) Untuk memberi masukan bagi masyarakat tentang peluang berwirausaha di era new normal ini. Pasta merupakan masakan Italia yang dikenal di Indonesia dan diminati oleh masyarakat luas, dikarenakan pasta dikenal sebagai hidangan yang cepat dan praktis untuk disajikan. Dalam membuat pasta pun mudah dan cepat dengan bahan yang mudah ditemukan. Lasagna adalah jenis pasta yang terbuat dari pasta sheet yang disusun berlapis- lapis dengan berisi daging cincang, saus bolognese dan ditaburi keju mozzarella diatasnya. Inovasi resep lasagna yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengganti isian dagingnya dengan campuran sayuran. Pembuatan lasagna non- daging diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membuat variasi rasa baru yang memiliki khasiat dan manfaat yang tinggi untuk tubuh, yang dapat dijadikan peluang berwirausaha.
Dian Pratiwi, Ahmad Zuhdi, Ratna Shofiati, Reymartin Reza Pratama, Hafiz Adi Wijaya
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 138-147; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8809

Abstract:
Makin maraknya beberapa media promosi membuat persaingan penjualan produk semakin tinggi pula. Jenis media konvensional pun mulai ditinggalkan dan banyak beralih ke media teknologi seperti videotron atau layar-layar LCD. Penggunaan media tersebut tentunya perlu didukung dengan isi konten promosi yang menarik pula dalam mengiklankan produk, terutama produk-produk yang diperkenalkan oleh para UKM. UKM di Indonesia sering kali menghadapi berbagai masalah seperti promosi, pemasaran dan penjualan. Inilah yang kemudian akan coba diatasi dalam kegiatan PKM kali ini, dimana akan dibuat sebuah pelatihan untuk para pelaku UKM dalam mengembangkan konten iklan berbasis animasi guna mempromosikan produk-produk yang dijual oleh mereka. Pelatihan ini pada tanggal 16 Mei 2020 telah berlangsung terdiri dari dua sesi, dimana sesi pertama adalah memperkenalkan software online Animaker untuk membuat iklan animasi. Sesi kedua adalah sesi praktek, dimana secara daring para peserta diberikan petunjuk tahap demi tahap dalam membuat iklan animasi, dengan kasus iklan penjualan makanan & minuman. Sebagai tambahan akhir sesi, kegiatan ini juga memberikan sesi kuis berhadiah dengan menggunakan aplikasi Kahoot, kepada para peserta untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar materi kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dari 8 peserta yang hadir purna waktu melalui kuisioner, diketahui bahwa sebanyak 87.5% peserta menilai pelatihan ini mudah dipahami, 100% peserta menilai pembicara sudah menjelaskan materi cukup baik, 100% peserta mengatakan pengaturan waktu sudah tepat, dan sebanyak 62.5% dari peserta akan mengimplementasikan hasil pelatihan tersebut ke dalam toko/usaha yang mereka jalankan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan pembuatan iklan produk berbasis animasi ini telah memberikan manfaat yang cukup terlihat dan berhasil diterima dengan baik oleh peserta
I Gede Suardika, Made Dewi Ayu Untari, Nyoman Ayu Nila Dewi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 83-91; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8326

Abstract:
Bali merupakan salah satu kota yang memiliki beraneka macam masakan dan makanan khas Bali. Jajanan tradisional di Bali mulai dari jajan sangait, klepon, laklak, pisang rai, dan masih banyak lagi jajan tradisional lainnya. Saat ini jajanan tradional di Bali mulai digemari dan menjadi makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Seperti halnya kini banyak ditemui jajan tradisional laklak Bali yang memiliki bahan dasar tepung terigu, santan dan kepala parut. Industri rumah tangga jajan laklak bali yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Ibu Sri yang memiliki aktivitas untuk memproduksi jajan tradisional yang telah di produksi dari tahun 1990an. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini memiliki kendala untuk memasarkan dan mengenalkan hasil karya jajan yang di produksi, dimana jajan tradisional yang ada saat ini hanya di produksi dan dijual di sekitaran rumah. Terkadang beberapa pembeli datang langsung ke tempat produksi yakni di rumah mitra. Melihat hal tersebut dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini akan diberikan suatu pelatihan media pemasaran untuk dapat memasarkan jajanan yang telah diproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan media pemsaran dimana pemasaran yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan media sosial seperti instagram, dan media sosial lainnya.
Rindra Yusianto, Wisnu Adi Prasetyanto, Herwin Suprijono, Kusni Ingsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 110-118; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9500

Abstract:
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu komoditas yang banyak dijumpai di sejumlah kelurahan di Kota Semarang. Terdapat 18 kelompok tani (poktan) yang fokus budidaya jamur tiram. Ke-18 poktan tersebut tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jamur Tiram Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang telah mengalokasikan sejumlah dana untuk pengembangan komoditas ini. Namun adanya pandemi COVID-19, muncul sejumlah kendala yaitu pengadaan bibit dan pemasaran hasil panen. Termasuk diversifikasi bisnis baru yaitu pembibitan yang sebenarnya memiliki prospek yang baik di masa pandemi COVID-19 ini. Berdasarkan hasil diskusi dan wawancara dengan anggota poktan Bhumi Rejo Makmur, pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap usaha. Selain pemasaran, bibit berkualitas juga sulit didapatkan. Saat ini poktan tidak menggunakan sistem informasi dalam upaya untuk meningkatkan penjualan dan kapasitas produksi masih sangat rendah yaitu sekali proses hanya 100 baglog. Kami menyusun dan mendiseminasikan arsitektur produk teknologi smart green spatial database untuk bisnis baru pembibitan jamur dengan pendekatan basis data spasial. Sebaran pembudidaya jamur, penangkar bibit berkualitas, segmen pasar potensial dan jangkauan pasar digambarkan dalam Geographic Information System (GIS). Sistem pendukung keputusan yang kami transfer teknologi ke mitra dalam bentuk smart green spatial database yang dapat membantu anggota poktan untuk memulai usaha baru pembibitan jamur dengan bersumber database yang valid. Dengan smart green spatial database dapat meningkatkan transaksi penjualan dalam bisnis baru pembibitan jamur sebagai upaya pemberdayaan masyarakat terdampak COVID-19, dari 18 poktan, ada 17 poktan yang siap memulai usaha baru, adanya peningkatan jumlah pemasok bibit menjadi 6 penangkar bibit, dan jangkauan pemasaran mulai terdistribusi ke luar Jawa Tengah.
Anisa Nur Andina, Adita Miranti, Siti Barokah, Arista Apriani Girsang, Rizki Aprilia Nur Afifah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 23-30; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7149

Abstract:
Berjualan online saat ini telah menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Disamping menghemat waktu, berjualan online juga lebih mudah dan murah. Dikatakan murah karena penjual tidak perlu mempunyai toko fisik yang jelas menghemat biaya untuk sewa ruang, dikatakan mudah karena penjual bisa kapan pun berjualan tanpa terbatas waktu. Carousell merupakan salah satu marketplace yang belum banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Dalam hal ini penjualan melalui online sangat diminati oleh masyarakat, disamping mudah juga lebih cepat pada target sasaran. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di PKBM Ar Rosyid adalah untuk memperkenalkan Carousell kepada ibu-ibu agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berjualan secara online dengan mudah dan cepat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh tim dosen bersama mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu-ibu di lingkungan Ar Rosyid sangat antusias dalam belajar berjualan online menggunakan Carousell dan sudah merasakan manfaatnya secara langsung. Ada beberapa ibu yang sudah berhasil menjual barang melalui aplikasi Carousell.
Siti Barokah, Oryz Agnu Dian Wulandari, Mulat Triwinoto Sari, Ivan Fadhil Yuditama
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 17-22; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7085

Abstract:
Saat ini dunia periklanan menggunakan media sosial menjadi salah satu strategi yang dianggap efektif dan efisien untuk melakukan pemasaran secara digital karena dirasa dapat mengurangi anggaran dalam mempublikasikan produk atau jasa. Selain itu, media sosial juga terbukti menjadi media promosi yang ampuh karena interaktif, fleksibel, dan menyajikan fitur-fitur mendukung promosi produk maupun jasa itu sendiri. Salah satu fitur yang ditawarkan oleh Facebook adalah Facebook Ads, yaitu fitur yang ditawarkan oleh Facebook untuk mengiklankan halaman Facebook dengan jangkauan yang dapat ditentukan dan dapat diatur oleh pemasang iklan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memotivasi para pegiat bisnis online di Kelurahan Purwanegara dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan pemasaran secara digital melalui Facebook Ads. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi menggunakan power point dengan alat bantu LCD proyektor. Luaran yang diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini adalah para pegiat bisnis online dapat lebih mengenal dan mengoptimalkan fungsi fitur-fitur yang telah disediakan oleh media sosial Facebook untuk kegiatan promosi bisnis yang sedang digeluti.
Ade Sri Mulyani, Ety Nurhayaty,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 219-226; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5818

Abstract:
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian, walaupun mempunyai kontribusi yang besar, kenyataan menunjukan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih belum dapat mewujudkan kemampuannya secara maksimal, dikarenakan masih kurangnya pengetahuan dari para pelaku usaha dalam melakukan penerapan akuntansi dalam mengelola hasil usaha, jika akuntansi dilakukan secara baik, maka para pelaku usaha dapat mengambil keputusan dalam menjalankan usaha sesuai dengan data yang akurat, bukan berdasarkan pengalaman dan ingatan saja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan kuisioner dan wawancara langsung dengan responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih belum banyak yang menerapkan akuntansi sesuai dengan siklus akuntansi, para pelaku usaha baru melakukan tahap awal dari akuntansi seperti mengumpulkan bukti transaksi dan mencatat transaksi yang terjadi. Kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha adalah masih kurangnnya pengetahuan dan kesadaran yang dimiliki para pelaku usaha untuk melakukan pencatatan dan pelaporan akuntansi, para pelaku usaha beranggapan bahwa hanya dengan melakukan pengumpulan bukti transaksi dan pencatatan transaksi yang terjadi mereka sudah dapat menentukan laba, tanpa perlu membuat laporan keuangan, karena menurut para pelaku usaha membuat laporan keuangan memerlukan biaya yang cukup bear dan waktu yang lama.
Od Sari Ningsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 262-270; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5143

Abstract:
Salah satu cara efektif dalam meningkatkan produktifitas Indonesia adalah melalui pemberdayaan perempuan. Negara perlu melakukan investasi terhadap perempuan dengan menjamin kesehatannya secara menyeluruh. Pemberdayaan perempuan tidak serta merta menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung program-program dari berbagai sektor. Kesehatan perempuan, dapat dilakukan bersinergi antara pemerintah dan masyarakat. Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Immanuel melalui Program Studi D3 Kebidanan mengambil peluang dalam rangka pengabdian kepada masyarakat khususnya para perempuan. Daerah yang disasar adalah Desa Babakan di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Program-program Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Reproduksi, menjadi salah satu yang diperhatikan. Data menunjukan jumlah kader 28 orang dengan kompetensi yang dimiliki adalah pengelolaan posyandu 5 meja, pendampingan perempuan yang memerlukan rujukan kesehatan dan kegiatan lainnya seperti olah raga. Berdasarkan latar belakang maka dilakukanlah pengabdian kepada masyarakat melalui topik “Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pijat Nifas Bagi Kader di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung”. Tujuan; tercapainya pemberdayaan perempuan melalui kemampuan kader untuk melakukan pijat nifas. Manfaat; pengetahuan, pemahaman dan kemampuan kader dalam hal pijat nifas serta kemampuan untuk menambah pemasukan ekonomi. Metode; Analisis situasi, kajian/survey awal, kajian potensi kader posyandu, perijinan, penyusunan materi , implementasi, evaluasi, perumusan laporan kegiatan dan publikasi. Hasil; Pengetahuan kader tentang pijat nifas sebagian besar berpengetahuan cukup 14 orang, berpengetahuan baik 10 orang dan berpengetahuan kurang 2 orang. Pemahaman kader tentang pijat nifas sebagian besar berpengetahuan cukup 14 orang, berpengetahuan baik 12 orang dan berpengetahuan kurang 2 orang. Kemampuan kader setelah mengikuti pelatihan pijat nifas dengan kemampuan baik 26 orang, kemampuan cukup 2 orang. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, maka pelatih berkolaborasi bersama petugas kesehatan dan pemerintahan setempat untuk melakukan pemantauan selanjutnya. Simpulan; pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pijat nifas bagi kader bahwa sebagian pengetahuan dan pemahaman kader tentang pijat nifas adalah cukup. Kemampuan kader dalam mengimplemetasikan pijat nifas adalah baik. Manfaat penyerta yang bisa dimanfaatkan bagi kader adalah menambah pemasukan ekonomi. Rekomendasi pelatihan ini diperlukan pendampingan dan pemantauan petugas kesehatan dan pemerintah setempat untuk mengembangkan terus potensi kader dalam rangka pemberdayaan perempuan. Pelatihan pijat nifas ini terbatas, sehingga diperlukan pelatihan-pelatihan lanjutan atau topik lainnya untuk lebih memampukan pemberdayaan perempuan. Ucapan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Puskesmas Pakutandang Ciparay Kabupaten Bandung dan Kepala Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung...
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 208-218; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5961

Abstract:
Hak atas informasi publik dijamin oleh negara. Namun, pengelolaan informasi publik di Kabupaten Aceh Barat belum berjalan sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya aparatur pemerintahan dalam pelaksanaan ketentuan undang-undang dimaksud. Untuk itu, pelaksanaan pengabdian menjadi penting untuk percepatan layanan informasi publik di Aceh Barat. Tujuan umum pengabdian untuk meningkatkan kepatuhan badan publik Pemerintah di Kabupaten Aceh Barat dalam melaksanakan UU KIP. Sedangkan tujuan khususnya terdiri tiga bagian, yaitu menyampaikan umpan balik temuan pengabdian kepada badan publik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, meningkatkan kesiapan badan publik Pemerintah di Kabupaten Aceh Barat dalam melaksanakan UU KIP melalui penyusunan daftar informasi publik, serta meningkatkan layanan informasi publik di Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menyediakan dan mengumumkan informasi berkala, informasi yang tersedia setiap saat dan informasi serta merata. Pengabdian dilakukan melalui empat tahap, yakni melalui pertemuan awal dengan Sekretaris Daerah Aceh Barat selaku Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Utama dan PPID Utama Kabupaten Aceh Barat, sosialisasi hasil pengabdian, workshop penyusunan daftar informasi publik, serta pendampingan dalam penyusunan daftar informasi publik. Berdasarkan pengabdian terhadap PPID Utama dan PPID Pembantu diperoleh bahwa proses koordinasi antara Tim Pertimbangan dan PPID Utama Kabupaten Aceh Barat menjadi penting dan strategis. Berikutnya, proses pendampingan telah menghasilkan daftar informasi publik PPID Utama dan PPID Pembantu di Kabupaten Aceh Barat, serta adanya kerja sama antara perguruan tinggi, OMS (MaTA), PPID Utama Aceh, dan PPID Utama Kabupaten Aceh Barat semakin mempercepat proses penyusunan daftar informasi publik Kata Kunci: Informasi Publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, Badan Publik, Daftar Informasi Publik, Layanan Informasi Publik, Kabupaten Aceh Barat.
Mohammad Syamsul Azis
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 295-305; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5839

Abstract:
Komputer adalah perangkat yang tidak bisa lepas dari dunia kerja, apalagi penggunanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga orang tidak bisa lepas dengan satu perangkat ini. Seperti halnya negara kita negara Indonesia yang sebagian besar penduduknya sudah menggunakan perangkat ini untuk meyelesaikan berbagai tugas. Dengan pentingnya manfaat komputer ini tentunya sistem pemerintahan pun wajib menggunkan perangkat ini agar tugas-tugas di negara ini semakain cepat terselesaikan dan lebih tepat sasaran, dibandingkan hanya mengandalakan kemampuan menulis atau teknik-teknik konvensional yang dirasa bisa memakan waktu yang lama dan kurang optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar dapat menerapkan program kerja yang berbasis komputer. Kegiatan pertama terdiri dari satu hari membuat laporan dengan menggunakan microsoft excel, kemudian dilanjutkan dengan membuat surat menyurat menggunakan micorsoft word, dan ditutup dengan memberikan ketrampilan masyrakat dalam hal presentasi menggunakan power point. Setelah diadakannya pengabdian ini diharapkannya masyarakat yang terdapat pada lembaga pemerintahan mampu mengoperasikan tugas-tugasnya dengan komputer dengan baik dan menghasilkan hasil yang lebih optimal dibandingkan hasil yang sebelumnya yang masih menggunakan cara konvensional dan manfaatnya bisa dirasakan bagi petugasnya dan masyrakat yang dilayaninya serta bisa menjadi rujukan untuk kegiatan selanjutnya yang sejenis dengan pengabdian masyrakat ini.
Fatikhatun Nikmatus Sholihah, , Umi Kulsum Nur Qomariyah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 366-373; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6116

Abstract:
AbstrakPembelajaran di sentra alam dengan tema lingkungan alam memiliki tantangan tersendiri bagi guru-guru dalam pelaksanaanya dikarenakan lahan yang sedikit. Guru masih banyak menggunakan lembar kerja siswa yang dibeli dari toko-toko buku dan kurang kreatif sehingga tidak mengembangkan media sendiri. Maka dibutuhkan pelatihan pembuatan media yang dapat menggambarkan situasi ekosistem yaitu terrarium ekosistem. Terrarium merupakan media yang terbuat dari kaca baik botol, aquarium atau plastik transparan yang berisi tanaman dengan metode yang unik yang disesuaikan dengan kondisi alam yang sesungguhnya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi guru TKIT Al Mishbah menciptakan eksosistem mini dalam suatu media kaca agar mempermudah guru dalam mengajarkan Lingkungn Alam yang disebut terrarium. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 4 hari mulai 25 juni sampai 28 juni 2019. Metode pelaksanan kegiatan ini dilakukan dengan cara tutorial terbimbing. Pembuatan terrarium meliputi pembuatan terrarium ekosistem gurun, terrarium hutan hujan tropis, dan terrarium savana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam materi ekosistem di sekolah, sehingga guru dapat menyeimbangkan antara teori dengan kondisi alam sesungguhnya. Kata Kunci: Terrarium, Guru TKIT Al Mishbah , Lab Mini.
, Annisa Puspita Sari,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 404-415; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6305

Abstract:
Teknologi informasi merupakan modal utama bagi setiap orang untuk dapat bersaing dalam era globalisasi. Perkembangan teknologi informasi salah satunya ditunjang dengan media komputer yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sayangnya, masih banyak masyarakat khususnya di daerah pedesaan yang belum mampu menggunakan media komputer secara optimal seperti di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuat dengan tujuan untuk membekali ilmu berupa pelatihan komputer bagi anak-anak di lereng Gunung Sumbing. Komputer harus diperkenalkan kepada anak-anak sekolah agar mereka mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan program komputer masuk desa ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik pengumpulan informasi data primer yaitu wawancara. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu survey, wawancara, sosialisasi, dan pelatihan. Dari kegiatan program komputer masuk desa yang dilaksanakan sebanyak 6 kali ini telah tercipta kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sebagai alternatif dalam proses pengenalan dan pembelajaran teknologi komputer dan telah tercapai target pemahaman teknologi komputer pada anak usia sekolah.
Aldila Krisnaresanti, ,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 387-395; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6217

Abstract:
Business Centre “KSM” SMK N 1 merupakan tempat praktik siswa SMK Negeri 1 Purwokerto untuk menerapkan ilmunya. Salah satu unit usaha di Business Centre SMK N 1 Purwokerto adalah Café Herbal J&J. Café Herbal J&J digunakan sebagai tempat untuk menjual produk yang dihasilkan oleh bidang keahlian farmasi klinis dan komunitas. Selain sebagai tempat penjualan produk, Café Herbal J&J juga menjadi laboratorium wirausaha siswa bidang keahlian farmasi klinis dan komunitas. Kegiatan pengabdian penerapan IPTEKS bertujuan untuk optimalisasi kualitas layanan dan promosi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kuantitas penjualan pada Cafe Herbal J&J. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembelian meja bar, pelatihan pelayanan prima, dan pelatihan promosi online. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa peserta pelatihan sudah memahami pentingnya perencanaan pelayanan dan promosi, sudah memahami pentingnya pengorganisasian pelayanan dan promosi; dan sudah memahami tentang SOP pelayanan pada pembeli.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 374-386; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5929

Abstract:
Korupsi adalah masalah besar yang dihadapi Bangsa Indonesia. Indeks persepsi korupsi Indonesia masih relatif tinggi sehingga perlu upaya penanggulangan secara bersama, termasuk dari kalangan perguruan tinggi. Salah satunya adalah melalui strategi pendidikan sejak usia dini, yakni menyiapkan generasi muda sejak usia dini untuk menghindari perilaku korupsi. Karena itu, tim pengabdian masyarakat mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pembelajaran anti korupsi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan game computer sehingga sesuai dengan karakter peserta pelatihan. Pelatihan diselenggarakan di SD Dinoyo Malang dengan mengundang guru dan orang tua anak sekolah dasar di Kota Malang. Hasil pelatihan ini adalah para peserta didik mengenal korupsi dan dapat memainkan permainan game anti korupsi dengan baik. Diharapkan game ini yang jika dilakukan berulang kali, nilai-nilai antikorupsi yang ada dalam kandungan game ini dapat terinternalisasi secara bertahap dalam pikiran peserta didik.Kata Kunci: Game software, Pembelajaran anti korupsi, pengabdian masyarakat.
, Iin Soraya
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 306-315; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5890

Abstract:
AbstrakAdvertorial merupakan jenis iklan yang dikemas dalam gaya jurnalistik dan ditulis dalam bentuk editorial atau artikel yang memuat informasi mengenai kegiatan perusahaan atau review keunggulan sebuah produk disertai fakta empiris dan informasi yang berguna. Tujuan penulisan iklan ini adalah untuk menyatukan berita dan pesan komersil, sehingga menjadikan alat pemasaran ini bersifat lebih kredibel dan efektif. Advertorial dapat digunakan untuk melakukan promosi aktivitas perusahaan maupun promosi produk, yang pada dasarnya berusaha menggiring pembaca untuk menyakini bahwa perusahaan atau produk tersebut memberikan manfaat, serta menjadi solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi. Pelatihan penulisan advertorial yang diselenggarakan Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas BSI bertujuan menambah pengetahuan dan ketrampilan peserta di bidang penulisan, khususnya advertorial. Hal ini akan mempermudah dan memperlancar urusan kedinasan maupun promosi produk-produk bagi yang mengelola usaha sendiri. Berdasarkan evaluasi terungkap, bahwa sebagian besar peserta belum pernah menggunakan komputer dalam kegiatan penulisan, baik dalam menulis informasi yang dipasang di papan pengumuman, surat menyurat, maupun menulis pesan promosi untuk produk-produk yang mereka jual. Peserta juga belum pernah secara khusus mengikuti pelatihan penulisan, baik untuk keperluan pribadi maupun kedinasan. Selain itu, peserta juga tidak mengenal advertorial sebagai salah satu sarana promosi yang bertujuan sama seperti iklan konvensional yang biasa ditayangkan di media massa. Namun, setelah mengikuti pelatihan, para peserta kini mampu melakukan penulisan menggunakan Microsoft Word, dan memadukannya dengan gambar-gambar yang tersedia di aplikasi tersebut. Selanjutnya, diharapkan peserta akan terus menerapkan dan meningkatkan ketrampilan menulis yang dimiliki agar dapat menghasilkan tulisan yang lebih menarik dan bervariasi, baik yang bersifat informatif maupun persuasif. Kata Kunci: Strategi Kreatif, Iklan, Advertorial Abstract Advertorial is a type of advertising in a journalistic style and written in an editorial or article form that contains information about company activities or reviews of qualities of a product along with empirical facts and beneficial information. Writing an advertorial aims to integrate news and commercial messages with the result that this marketing tool will be more credible and effective. An advertorial can be used to promote activities of a company as well as products, which basically attempts to lead readers to assume that the company or products provide benefits and a solution to the problems they face. An advertorial writing training organized by the Faculty of Communication and Language of BSI University intended to enhance knowledge and skills of participants in writing, especially an advertorial. This will simplify and accelerate the official charges and promoting products for those who manage their own businesses. Based on the...
Supina Batubara, Sri Wahyuni, Eko Hariyanto, Akhyar Lubis
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 164-173; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9048

Abstract:
Penyebaran konten pornografi melalui internet dan telepon seluler sudah sangat mengkawatirkan Pornografi di internet memang telah menjadi sebab industri dengan skala bisnis yang besar. Hingga saat ini pemerintah terlihat kesulitan untuk mengatasi persoalan situs pornografi. Upaya pemblokiran situs-situs pornografi di Indonesia terus dilakukan, namun, situs-situs porno (cyberporn) juga terus tumbuh. Dampak negatif cyberporn telah terbukti sangat mengkawatirkan terutama bagi remaja sebagai generasi muda. Dilakukan survey di Indonesia menunjukkan hasil responden 90 persen dari pelajar SD, SMP, dan SMA sudah mengakses pornografi. Orang tua memiliki tugas untuk melakukan pengawasan atau pengendalian (parental control) dari penggunaan internet bagi anaknya, terlebih lagi saat masa pandemi saat ini penggunaan internet pada perangkat android sudah menjadi kebutuhan primer. Untuk itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melaksanakan webinar yang dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab langsung oleh narasumber dengan tujuan agar orang tua dan pihak sekolah dapat mengetahu dampak negative paparan pornografi dan mengetahui cara memberantas bagaimana cara memblokir, menangkal, juga membasmi cyberporn di internet dan android. Hasil pelaksanaan webinar tim pengabdian dapat merangkum bahwa orang tua, guru dan pihak sekolah mampu melakukan penangkalan cyberporn sesuai dengan hasil yang diharapkan hal ini terlihat pada post-test setelah kegiatan webinar.
Indah Deska Basanti, Achmad Adi Susanto
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 217-227; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.6871

Abstract:
Kampanye “#AboluteMe” bertujuan untuk meningkatkan penerimaan diri pada remaja. Mengingat, munculnya beberapa fenomena di kalangan remaja, yaitu di antaranya tren Finstagram atau second account pada media sosial Instagram yang menurut Elizabeth Santoso (Psikolog) menjadi indikasi adanya dua kepribadian dan dapat berujung pada depresi (Moriand, 2018). Fenomena lainnya berupa tantangan tidak sehat di dunia maya yang diikuti oleh remaja dan tidak jarang menyakiti dirinya sendiri demi ketenaran semata. Pembuat karya berkolborasi bersama Into The Light Indonesia dalam pembuatan kampanye yang mengangkat isu penerimaan diri di kalangan remaja ini. Kampanye “#AbsoluteMe” menggunakan 6 langkah POSTAR menurut Goldsworthy & Morris yang terdiri dari Positioning, Objective, Strategy, Tactics, Administration, and Results. Hasil yang didapat dari pelaksanaan kampanye ini, yaitu sebanyak rata-rata 83% pengikut merasa dengan adanya konten @absoluteme_id pada Instagram dapat membuat mereka lebih puas dengan diri sendiri. Serta, dengan rata-rata 97% pengikut akun @absoluteme_id merasa kampanye “#AbsoluteMe” memberikan dukungan yang positif dan membantu dalam meningkatkan penerimaan diri.Kata Kunci: Kampanye, Penerimaan Diri dan Remaja
Juliana Juliana, Sandra Maleachi, Kevin Gustian Yulius, Jimmy Situmorang
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 208-216; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.6980

Abstract:
Abstrak Salad termasuk ragam makanan yang berdayaguna dibuat tetapi berlimpah dengan faedah. Makanan ini dikreasi dengan mengkombinasikan beragam jenis buah dan sayuran dan memperbanyak bumbu atau saus untuk memperbanyak selera. Karena dimakan mentah, komposisi nutrisi pada sayur-sayuran dan buah-buahan ini masih terpelihara, sehingga konsumen memperoleh faedahnya secara optimal. Salad dikonsumsi dari variasi buah dan sayuran sesuai selera.Ada salad khas buah yang disebut juga salad buah, salad khusus sayuran yang disebut salad sayuran, ataupun campuran keduanya. Dibandingkan salad sayur tentu salad buah mempunyai selera tersendiri yang berbeda karena buah-buahan sangat menonjol memiliki rasa yang lebih manis daripada sayuran. Salad sayuran merupakan salah satu makanan sehat namun masih jarang dikonsumsi oleh masyarakat, dikarenakan faktor utama dari sayuran yang mudah kering dan tidak segar sehingga baik konsumen maupun produsen tidak melakukan penyimpanan berlebih untuk bahan baku salad. Sejalan dengan masalah yang ditemukan maka PkM ini lebih memberikan suatu pengajaran bagaimana memanfaatkan sayuran hidroponik yang ada di Kampung Gerendeng Pulo untuk diolah menjadi salad yang nantinya dapat dikembangkan untuk menaikkan ekonomi masyarakatnya melalui penjualan dengan memanfaatkan e-commerce, tetapi sedikit pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat Kampung Gerendeng Pulo. Pola ajar dengan memberikan resep dan praktik lapangan pembuatan berbagai macam salad sayur dan pencampurannya dengan bahan lain seperti buah dan biji-bijian, serta mengenal jenis kemasan dan cara mengemas dengan baik lalu memasarkannya melalui e-commerce. Diharapkan masyarakat Kampung Gerendeng Pulo menjadi mengerti lebih lagi tentang bagaimana mengolah salad menjadi tahan lama serta dapat membuka peluang untuk menekuni bisnis makanan sehat. Kata Kunci: salad, sayuran, buah, gerendeng pulo, e-commerce AbstractSalad is a type of practical food that easily made and it is rich of benefits. This salad is usually made by mixing several kinds of fruits and vegetables (most fruits and vegetables are still raw) which later topped by seasoning or salad sauce to enhance its taste. Because most salad are consummed raw, the nutrition parts in vegetables and fruits are still intact, therefore, we could receive its nutrition optimally. Special salad made of fruits is called fruits salad, and special salad made of vegetables is called veggie salad, and there is even special made salad from the combination of those two, called mixed salad. Compare to vegetables salad, people would consume fruits salad more because normally fruits have dominant sweeter end taste compared to vegetables. Even though vegetables salad is considered healthy food, it is rarely consummed by people. One of main reasons that people rarely eat vegetable salad because it is easily dried and looked pale, therefore, most consumers and producers do not store much of vegetables. Thus, this community service is pointing out on teaching how to use the hydroponic vegetables in Kampung Gerendeng Pulo where later it can also benefited them through its sales by using e-commerce. The teaching method is given by giving several recipes and hands-on teaching of making varieties of salad. This involves introducing the right packaging for the product. The people from Kampung Gerendeng Pulo are expected to understand making durable salad and opening a chance to pursue healthy food business. Keywords: salad, vegetables, fruits, gerendeng pulo, e-commerce
Setyo Eko Atmojo, Beny Dwi Lukitoaji, Faiz Noormiyanto
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 244-252; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8139

Abstract:
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Pelatihan ini diberikan pada guru kelas dengan siswa berkebutuhan khusus yang sangat memerlukan perhatian dan perlakukan yang khusus. Pembelajaran dan perlakuan bagi kelas yang memiliki anak berkebutuhan khusus berbeda dengan kelas biasa sehingga memerlukan guru yang mampu untuk menguasai kelas, siswa, pembelajaran dan penangan yang bersifat khusus bagi anak inklusif. Pelatihan ini terdiri dari pemberian informasi, praktik penanganan dan pembelajaran di kelas inklusif yang didalamnya terdapat anak berkebutuhan khusus. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru tentang penanganan bagi anak dengan kebutuhan khusus. Hal tersebut dapat dilihat pada skor post test guru setelah mengikuti pelatihan dimana > 75% guru telah memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan anak berkebutuhan khusus, selain itu berdasarkan hasil observasi pelaksanaan praktik pembelajaran diketahui bahwa >70 % guru telah mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik pada kelas inklusif.
Muliadi Muliadi, , Kasma F. Amin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 127-132; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7064

Abstract:
Potensi kekayaan daerah berupa sastra lisan di Sulawesi Selatan sepenuhnya belum digali dan disebarluaskan kepada generasi muda. Potensi budaya ini dapat dijadikan sebagai sarana pembentukan karakter siswa di sekolah melalui kegiatan penulisan naskah drama. Kegiatan pelatihan penulisan naskah drama dari cerita lisan Sulawesi Selatan di MTs Negeri 2 Biringkanaya Makassar dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan, pendampingan, dan praktik penulisan. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 36 orang. Kegiatan ini dijalankan dalam beberapa tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan koordinasi dengan mitra, menunjuk tim pendamping, dan mempersiapkan materi pelatihan, serta memastikan kesiapan alat dan bahan penunjang pelatihan. Pada tahap pelaksanaan, tim menyampaikan materi pelatihan peserta. Setiap kelompok diberikan bahan sastra lisan dari daerah Sulawesi Selatan, yang selanjutnya akan disusun ke dalam sebuah naskah drama. Pada tahap evaluasi, tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi mengenai tingkat pengetahuan mitra setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan PKM Pelatihan Penulisan Naskah Drama dari Cerita Lisan Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di MTs Negeri 2 Biringkanaya Makassar ini mendapat respons yang baik dari peserta yang menjadi mitra pengabdian masyarakat. Para siswa yang menjadi peserta pelatihan antusias mengikuti kegiatan yang diberikan.
Sugianto Arjo
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 153-162; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.6840

Abstract:
Telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang manajemen sistem pembelajaran online atau e-Learning. Sistem pembelajaran e-Learning dibangun berdasarkan pada tingkat kebutuahan di era modern seperti saat ini atau sebagai bentuk perwujudan dari revolusi industri 4.0. e-Learning merupakan suatu sistem pembelajaran yang dilakukan secara online sehingga dapa diakses dimanapun dan kapanpun. Adapun e-Learning yang digunakan dalam pelatihan ini adalah student centre bersifat open dan dapat dijumpai dilaman http://dafturn.org/. student centre ini memuat fitur-fitur informasi mata pelajaran, informasi Board, Resources dan Assignments. Berdasarkan pada hasil analisis kebutuhan di SMAN 1 Jasinga, kabupaten Bogor bahwa penerapan e-Learning di sekolah tersebut belum sama sekali dilaksanakan. Olehkarena itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan semua elemen ditingkat sekolah mampu memahami dan menerapkan sistem tersebut. Hasil pelaksanaan pelatihan manajemen sistem pembelajaran e-Learning di SMAN 1 Jasinga memperlihatkan antosiasme yang tinggi dengan hadirnya semua guru dan staf pada kegiatan tersebut. Adapun jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 50 orang. Adapun ketidak hadiran siswa disebabkan oleh padatnya penjadwalan disekolah sehingga tidak memungkinkan pada kegiatan tersebut. Hadirnya guru dan staf pada kegiatan tersebut diharapkan setelah dilakukannya kegiatan ini pihak sekolah dapat menerapkan sistem pembelajaran e-Learning yang sangat fleksibel terhadap situasi penjadwalan
Aloysius Kristianto
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 190-197; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8093

Abstract:
Tujuan dari aktivitas pengabdian masyarakat ini adalah untuk merubah, melatih dan mengembangkan pola pikir siswa/i SMA Negeri 1 Bengkayang mengenai sumber daya produksi berupa sampah organik yang selama ini hanya dibuang dan dibiarkan begitu saja. Sampah organik tersebut dapat dikelola dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi yaitu pupuk cair organik. Aktivitas kegiatan menggunakan project based learning methods yang meliputi ceramah dan diskusi kelompok mengenai circular economy dan dampak negatif dan manfaat dari sampah organik (sisa makanan, limbah buah dan limbah sayur) rumah tangga, serta pelatihan membuat pupuk cair dari limbah organik dengan media tong komposter dan juga pelatihan sederhana mengenai desain produk ( pengemasan dan branding) hingga proses pemasaran. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah kesadaran siswa/ i mengenai pentingnya mengelola sampah dengan benar dengan memanfaatkannya menjadi produk bernilai ekonomi dan produk yang dihasilkan yang siap untuk dipasarkan di masyarakat.
Amila Amila, , Janno Sinaga
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 396-403; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6120

Abstract:
Terbatasnya terapi wicara di rumah sakit, penanganan stroke lebih kearah penyebab stroke/medis, sedang gejala sisa belum mendapat penanganan sampai pasien pulang. Gangguan tersebut menyebabkan pasien tidak mampu mengungkapkan apa yang diinginkan pasien, tidak mampu menjawab pertanyaan atau berpartisipasi dalam percakapan. Selanjutnya pasien akan menarik diri dari kegiatan sosial, rendah diri, depresi dan kondisi pasien akan semakin buruk. Penanganan terpadu dengan anggota keluarga merupakan faktor yang cukup penting dan kunci keberhasilan dalam proses penanganan gangguan komunikasi verbal. Untuk mencegah terjadinya depresi pada pasien dan keluarga maka diperlukan media komunikasi pengganti komunikasi verbal, seperti buku komunikasi. Tujuan pelatihan adalah mengatasi permasalahan gangguan komunikasi verbal pasien stroke setelah pulang ke rumah. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah latihan komunikasi seperti menyebutkan gambar, menunjuk, menulis dan membaca melalui booklet komunikasi. Hasil yang dicapai dalam pelatihan adalah meningkatkan kemampuan bahasa dan berkomunikasi, interaksi antara pasien dengan keluarga, meningkatkan kemandirian dan perkembangan hubungan sosial dengan orang lain. Disarankan untuk dikembangkan kemitraan yang luas berupa pelatihan komunikasi verbal dan sosialisasi booklet komunikasi untuk meningkatkan interaksi sosial dan mengurangi depresi pasien dan keluarga. Kata Kunci : Gangguan komunikasi verbal, Pemberdayaan keluarga, Stroke afasia
, Nurhayati Nurhayati, , Meliyana Meliyana
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 359-365; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6172

Abstract:
Limbah merupakan permasalahan yang belum terpecahkan. Namun limbah organik setidaknya dapat lebih termanfaatkan dibandingkan limbah anorganik yaitu dengan mengubahnya menjadi pupuk. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik (POC) dari limbah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga adalah memberikan informasi pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengolahan limbah secara efisien, sehingga masayarakat Desa Paya Kecamatan Trienggadeng tidak sembarangan menumpuk sampah-sampah organik yang nantinya akan menimbulkan aroma tak sedap sehingga mengundang penyebaran bibit penyakit. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah menyajikan materi kemudian melakukan praktik langsung untuk membuat POC. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan dan proses yang dilaksanakan oleh peserta pelatihan.
, Daryanto Daryanto, , Heni Purnama,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 332-339; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5672

Abstract:
Indonesia merupakan negara tertinggi ketiga didunia untuk penyakit tuberkulosis (TB). Ditengah perkembangan industri, penyakit TB masih menjadi penyakit yang sulit untuk dikontrol dan dikendalikan tingkat penularannya. Saat ini, sistem survilance yang merupakan elemen penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit infeksi masih berdasarkan pada pendekatan tradisional, seperti self-reported dan paper-based. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan soft-skill dan hard-skil tenaga kesehatan dalam pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things untuk pencegahan penyakit menular (TB). Metode pelaksanaan berdasarkan solusi yang akan dikembangkan dan problems-solved methods. Pelaksanaan pelatihan dilakukan sebanyak dua kali selama satu hari, dengan fokus materi hari pertama befokus pada gambaran umum penyakit infeksi di Indonesia dan penting nya monitoring pasien. Sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan teknologi untuk monitoring pasien TB sebagai upaya pencegahan yang dilanjutkan dengan demonstrasi dan simulasi. Tahap selanjutnya, membantu melakukan instalasi beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dan pasien TB, serta pembinaan yang bersifat monitoring pelaksanaan. Setelah dilakukan pelatihan didapatkan bahwa pengetahuan tenaga kesehatan terhadap pemanfaatan teknologi meningkat lebih dari 70%. Sehingga pelatihan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pemanfaatan teknologi sangat diperlukan dan diperluas diseluruh puskesmas untuk memudahkan pekerjaan tenaga kesehatan.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 251-261; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5814

Abstract:
Tujuan utama pengabdian masyarakat berupa pelatihan penggunaan media ICT online bagi guru, orang tua dan siswa di SMP IT Insan Mulia Manokwari adalah mengenalkan jenis-jenis media online yang yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran berupa Edmodo dan Schoology. Pelatihan dilakukan dengan terperinci, dengan membagi kelas guru, kelas orang tua dan kelas siswa dalam mempelajari penggunaan media ICT berupa Edmodo dan Schoology. Dalam proses pelatihan dilakukan pendampingan yang dilakukan oleh tim PKM. Disamping pengenalan media ICT, dalam pelatihan ini dilakukan juga penugasan agar lebih memahami tentang penggunaan media ICT online tersebut. Penugasan dibedakan antara tugas guru, tugas orang tua dan tugas siswa. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pengabdian ini, dilakukan evaluasi tahap akhir. Evaluasi dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara dan pengisian angket. Hasil evaluasi tersebut di olah dan dibuat dalam bentuk diagram pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi dari kegiatan ini disampaikan kepada pihak sekolah dan pihak-pihak terkait. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa tingkat kepuasan peserta pelatihan sangat tinggi, dimana 92% puas dengan proses pelatihan, baik dari segi materi, penyampaian materi, proses diskusi, pelatihan individu dan hasil penelitian. Pengabdian ini menambah pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan
Mohamad Trio Febriyantoro, , , ,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 271-279; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5981

Abstract:
Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menciptakan wirausaha dan mendukung peningkatan kualitas para UMKM maka prodi Manajemen akan memberikan pelatihan kepada para UMKM yang berada di lingkungan PKK Tiban Global, Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berwirausaha dan meningkatkan kualitas manajemen dan tata kelola keuangan sehingga dapat menciptakan UMKM yang mandiri. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yang dihadiri oleh 25 peserta dari pelaku UMKM di lingkungan PKK Tiban Global. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan pada kegiatan ini, pelaku UMKM dibekali tentang pendidikan kewirausahaan, strategi pemasaran yang efektif dan pengelolaan keuangan sederhana serta mengenali berbagai skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 287-294; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5923

Abstract:
Kota Malang memiliki banyak UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), salah satunya adalah usaha mikro furniture (mebel). Salah satu usaha mikro di kota Malang adalah ”INDAH Mebel” milik bapak Budiyanto yang berada di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing. INDAH Mebel menghasilkan produk antara lain kursi, meja, lemari, kicthen set, interior set dll. Untuk memproduksi hasil mebel membutuhkan beberapa mesin listrik untuk proses pemotongan, penghalusan, pengeboran, pengecatan, dan finsihing. Saat ini INDAH Mebel mengeluhkan tingginya pembayaran listrik akibat banyaknya penggunaan mesin-mesin listrik. Sehingga untuk mengurangi beban pembayaran listrik, tim pengabdi menawarkan alat penurun daya listrik yang mampu menurunkan tegangan dan arus mesin listrik tanpa mengganggu kinerja alat.Alat penurun daya listrik terdiri dari trafo penurun tegangan, rangkaian kontrol, rangkaian pembangkit tegangan terkontrol, sensor arus, dan fuse (pengaman).Alat penurun daya listrik telah berhasil dibuat dan diimplementasikan pada usaha INDAH mebel.Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat penurun daya listrik mampu menurunkan tegangan dan arus listrik saat mesin-mesin listrik dioperasikan. Mesin-mesin listrik dioperasikan selama 7 jam sehari selama 26 hari dalam 1 bulan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa alat penurun daya listrik mampu menghemat daya listrik per bulan sebesar 413 Watt dan menghemat pembayaran listrik sebesar Rp. 110.025, dengan tarif pembayaran listrik dari PLN untuk kelas bisnis kecil sebesar Rp.1467/kWh
, Suci Prihatiningtyas, Iin Baroroh Ma'arif
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 76-82; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.7092

Abstract:
AbstrakTujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui perkembangan guru MI dalam menyusun media belajar sains berbasis ramah lingkungan dan penggunaannya di dalam kelas. Media pembelajaran sangat penting perannya sebagai perantara antara guru dengan siswa atau juga siswa dengan siswa. Hal ini akan mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini dilakukan selama 2 (dua) hari pada tanggal 31 Juli dan 3 Agustus 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan angket penggunaan media belajar sains berbasis ramah lingkungan. Hasil kegiatan ini diperoleh data bahwa guru sudah dapat merancang media belajar sains berbasis ramah lingkungan secara mandiri dan siswa sangat senang dan antusias pada kegiatan praktikum menggunakan media pembelajaran tersebut. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan metakognitif siswa melalui kegiatan praktikum.Kata Kunci: Media Belajar Sains berbasis Ramah Lingkungan, Pendampingan, Penerapan, Praktikum AbstractThe purpose of this service activity is to study the development of teachers in making environmentally friendly science-based learning media and its use in the classroom. The learning media is very important as the interaction between the teacher and students or also students and students. This will increase the level of student understanding of the material presented. This activity was carried out for 2 (two) days on 31 July and 3 August 2019. Data collection was carried out through observation sheets and questionnaires using environmentally friendly science-based learning media. The results of the activities obtained the data that the teacher has been able of independent environmentally friendly science-based learning media and students are very happy and happy in the practical activities using the learning media. This activity must provide significant approval to the ability of students who carry out practical activities.Key Word: Environmentally Friendly Science-Based Learning Media, Assistance, Application, Practicum
Kartika Yuliantari, Kus Daru Widayati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 56-66; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6895

Abstract:
Kepemimpinan milenial berarti kepemimpinan yang dapat mengikuti dengan gaya yang dimiliki generasi masa kini. Pola kepemimpinan milenial berbeda dengan pola kepemimpinan dulu yang berasal dari generasi sebelumnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengubah pola mindset peserta agar menjadi generasi pemimpin milenial dan menambah ilmu dan pengetahuan di bidang kepemimpinan. Pengabdian masyaralat ini juga menumbuhkan kesadaran sebagai generasi penerus bangsa yang dapat mengetahui setiap kelebihan maupun kekurangannya agar menjadi seorang pemimpin milenial yang lebih bijaksana dan dewasa. Sedangkan untuk ibu-ibu PKK menyadari perannya sebagai orang tua dalam mendidik anaknya sedini mungkin, dalam membentuk moral dan pola pikir yang baik untuk menciptakan generasi pemimpin milenial yang mempunyai karakter sesuai dengan Pancasila. Sedangkan kegiatan pengabdian masyarakat ini berguna bagi pihak penyelenggara yaitu dosen Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis beserta lembaga yang menaunginya adalah memenuhi salah satu kewajiban seperti tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat yaitu ikut berperan secara aktif membuka wawasan dan pengetahuan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda serta dapat melibatkan perempuan, khususnya seorang ibu yang dapat melahirkan generasi pemimpin milenial. Berdasarkan evaluasi terungkap, bahwa para peserta belum memahami karakteristik generasi milenial. Peserta juga belum memiliki mindset tentang generasi pemimpin milenial dan, begitu juga orang tua belum mengerti bagaimana mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi pemimpin milenial di masa yang akan datang. Namun, setelah mengikuti pelatihan, para peserta generasi muda akhirnya dapat memahami karateristik menjadi seorang pemimpin milenial, ibu-ibu PKK mulai menyadari bagaimana mendidik anak-anaknya sedini mungkin, dalam membentuk moral dan pola pikir yang baik agar menjadi seorang pemimpin milenial di masa yang akan datang yang mempunyai karakter sesuai dengan Pancasila dilihat dari tanggapan peserta setelah pelatihan.Kata Kunci: Generasi, Pemimpin, Milenial
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 83-92; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6517

Abstract:
Pernasidi adalah desa yang terletak di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Desa Pernasidi juga disebut Desa Gula, karena sebagian besar masyarakat desa merupakan penghasil gula dan menggantungkan pendapatannya terhadap produksi gula. Salah satu usaha dagang yang bergerak di bidang produksi gula semut adalah UD. Kali Mengaji. UD. Kali Mengaji bekerja sama dengan petani dan pengepul gula di Desa Pernasidi sebagai pemasok produk gula. Gula yang dipasarkan oleh UD. Kali Mengaji harus memenuhi standar kebersihan dan higienis. Namun, selama proses pengolahannya petani terkadang tidak memperhatikan faktor tersebut dalam proses produksi. Padahal salah satu aspek yang akan dilihat konsumen dalam membeli suatu produk adalah faktor kebersihan atau higienis. Selain permasalahan aspek kebersihan dan higienis dalam produksi, permasalahan yang muncul adalah belum adanya branding produk gula tersebut. Selama ini, UD Kali Mengaji masih menjual tanpa menggunakan brand atau merk.. Aspek terakhir yang menjadi permasalahan adalah pemasaran produk. Pemasaran produk ini masih menggunakan bantuan pihak ketiga dan belum melakukan pemasaran secara mandiri. Hal ini mengakibatkan nilai jual produk gula semut cukup rendah. Secara garis besar, permasalahan mitra ini terfokus pada belum pahamnya mitra terhadap bauran pemasaran atau marketing mix. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini dengan memberikan penyuluhan, pendampingan dan pelatihan terhadap mitra. Untuk permasalahan kebersihan akan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani mengenai dapur bersih dalam proses produksi. Penyuluhan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran petani dalam menjaga aspek kebersihan dalam proses produksi. Solusi belum terdapatnya branding produk gula semut dan penetapan harga akan diatasi dengan memberikan workshop mengenai branding dan packaging produk Sementara, pemasaran yang belum mandiri akan diatasi dengan memberikan pelatihan dan pendampingan workshop internet marketing dan pembuatan web dalam proses pemasaran produk.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 45-55; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6627

Abstract:
Mengatur keuangan rumah tangga tidak semudah membalikan telapak tangan. Apalagi, pendapatan dalam rumah tangga yang sangat minim dapat memicu konflik sehingga yang terjadi adalah besar pasak daripada tiang. Ibu rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam mengelola keuangan keluarga. Pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya untuk yang berpenghasilan besar , baik yang kaya dan miskin perlu pengelolaan keuangan keluarga guna mewujudkan tujuannya. Akan tetapi Minimnya pengetahuan para ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan keluarga bisa menyebabkan terjadinya financial distress. Salah satu indikator terjadinya financial distress dalam keuangan keluarga adalah dimana pengeluaran lebih besar dibandingkan pendapatan sehingga mengakibatkan keluarga tersebut sering berhutang atau dalam peribahasa menyebutkan gali lobang tutup lobang. Selain itu titik kelemahan lainnya adalah salah satunya tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan latar belakang tersebut menjadi pertimbangan kami Tim Pengabdian Universitas Tidar untuk melakukan pelatihan kepada para ibu-ibu PKK diDesa Semirejo 1 Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang untuk dapat mengelola keuangan keluarga dengan tepat. Pelatihan manajemen kas keuangan rumah tangga ini memiliki tujuan agar para peserta mampu mengatur keuangan rumah tangga dengan baik dan mencegah terjadinya financial distress atau kebangkrutan, Selain itu diharapkan peserta dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini peserta dapat menambah pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan keluarga.Kata Kunci: Manajemen, Kas, Keuangan, Keluarga, Financial distress
Dewi Cahyani Pangestuti, Renny Husniaty
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 46-59; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8381

Abstract:
Peningkatan dan tuntutan masyarakat1akan pelayanan public yang efektif dan efisien menuntut aparatur pemerintah memiliki kinerja yang lebih baik sehingga dapat memberikan pelayanan pada masyarakat. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan aparat Kelurahan Limo Depok dengan meningkatkan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dua kali yaitu pada bulan November 2019 dan Januari 2020 di kantor Kelurahan Limo dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas pelayanan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, diharapkan ada peningkatan pelayanan yang meliputi 6 indikator kualitas pelayanan, yaitu : ketepatan waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan, kemudahan dalam mendapatkan pelayanan, kenyamanan dalam peroleh pelayanan dan atribut pendukung lainnya seperti sarana prasarana. Sesuai dengan hasil pengabdian di lapangan dari ke enam indikator yang menentukan kualitas pelayanan yang dijadikan tolok ukur untuk mengevaluasi kualitas pelayanan publik agar1memenuhi kepuasan masyarakat, maka masih banyak hal yang harus dibenahi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saran yang dapat disampaikan yaitu perlu peningkatan disiplin pegawai, perlu adanya bimbingan dan pelatihan yang terus-menerus serta perlu pembenahan dan penambahan beberapa fasilitas kantor untuk menunjang kelancaran aktivitas pelayanan.
Muhammad Atmojo, Awang Darumurti
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 100-109; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8660

Abstract:
Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan di Desa Singoyudan dengan skema KKN-PPM. Jika dilihat berdasarkan letak geografis Desa Singoyudan adalah desa yang berada di wilayah pesisir sehingga mayoritas masyarakatnya bertani. Selain itu desa ini memepunyai potensi untuk dikembangkan, salah satunya jumlah tanaman yang dapat digunakan sebagai obat keluarga. Metode yang dilakukan pada pelaksnaaan pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan obat melalui tanaman, dan pembuatan kebun tanaman obat keluarga. Hasilnya adalah tersedianya lahan atau perkebunan tanaman keluarga yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarkaat, terutama oleh ibu-ibu PKK. Selain itu juga masyarakat Desa Singoyudan memperoleh pemahaman dan wawasan tentang manfaat tanaman di sekitar untuk dijadikan sebagai obat pendamping keluarga.
Warjiyono Warjiyono, Ery Suryanti, Rousyati Rousyati, Fanny Fatmawati, Imam Tazali, Lisnawati Lisnawati, Rosihyana Rosihyana
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 156-163; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9102

Abstract:
Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, Desa dipimpin oleh Lurah atau Kepala Desa yang dibantu oleh perangkat desa untuk menjalankan pelayanan kepada masyarakat seperti pembuatan surat keterangan dan surat penganta lainnya. Perangkat Desa Karangmangu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal rata-rata masih belum bisa mengoperasikan microsoft word dan excel, sehingga layanan kepada masyarakat waktunya menjadi lama dan kurang efektif. Padahal beberapa unit komputer telah tersedia, namun minimnya perangkat desa yang bisa mengoperasikan microsoft word dan excel, komputer tersebut tidak digunakan maksimal. Perlunya pelatihan Microsoft Word dan Microsoft Excel 2013 untuk meningkatkan kualitas SDM perangkat Desa Karangmangu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Metode pengumpulan data adalah wawancara dan survey. Hasil pelatihan ini menunjukan bahwa pelatihan microsoft word dan excel 2013 mampu meningkatkan skill perangkat Desa Karangmangu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal dalam mengoperasikan microsoft word dan excel 2013. Hal ini dapat membantu kelancaran pekerjaan sehari-hari dan meningkatkan pelayanan administrasi Desa Karangmangu.
Amrizal Amrizal, Indra Fauzi, Fadli Fadli, Samiran Samiran
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 38-45; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7343

Abstract:
Ada lima kecamatan di Kota Tebing Tinggi pada musim hujan airnya sering tergenang- genang, artinya daya serap tanahnya kurang. Semakin berkurangnya jumlah tanah kosong dan semakin padatnya bangunan-bangunan, hal itu semua akan menyebabkan ketidakseimbangan harmoni alam, yang berakibat banjir, ditambah juga kurangnya lahan pertamanan serta area terbuka hijau. Untuk itu perlu di buat solusi berupa lubang biopori guna mengurangi dampak akibat air tergenang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk problem solving komprehensif dan bermakna, tuntas dan berkelanjutan. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Desa Binaan yaitu kerja sama antara Politeknik Negeri Medan dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Kota Tebing Tinggi, yaitu berupa pembuatan 1.000 lubang biopori di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir dan tempat terbuka lainnya. Tujuan dari pemasangan Biopori ini adalah memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah, membuat kompos alami dari sampah organic, mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit, mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut, mengurangi resiko banjir di musim hujan, dan memaksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah. Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan sejak bulan Nopember sampai Desember 2019 yang dilaksanakan oleh Tim UPPM Polmed yang terdiri dari 4 orang. Pada kegiatan ini berhasil dibuat 1.000 lubang di 11 kelurahan di Kota Tebing Tinggi. Kendala pembuatan biopori yaitu lahan yang ditimbuni dengan batu dan tanah yang keras sehingga kesulitan ketika dilakukan pengeboran, kendala kedua yaitu kegiatan yang dilakukan pada saat musim penghujan menyebabkan lahan banyak yang tergenang air bahkan terjadi banjir sehingga menambah waktu pengerjaan menjadi semakin panjang. pada masa mendatang kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan mitra binaan yang akan memperoleh pendampingan untuk penanganan air genangan dan drainase perkotaan di Kota Tebing Tinggi.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 67-75; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6518

Abstract:
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sistem pengelolaan dan manajemen keuangan masih belum tertata dengan baik, belum adanya paguyuban UMKM di Taman Manohara Desa Purwodadi sehingga transfer ilmu dan koordinasi menjadi sangat kurang efisien dan efektif, pemasaran atau promosi baik lewat media sosial maupun media cetak masih belum memadai untuk terkait konektivitas jaringan yang juga masih kurang, serta tingkat pendidikan masih sangat kurang Taman Bunga Manohara Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan gambaran masyarakat tentang Manajemen Wisata Prima Di Taman Bunga Manohara Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang terkait pemasaran, pelayanan, pengelolaan. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Hasil dari program kemitraan masyakarat (PKM) antara lain peserta sudah mengetahui manajemen wisata terkait pemasaran, pelayanan dan pengelolaan agar Taman Bunga Manohara Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo semakin meningkatkan manajemen wisata prima (Pemasaran, Pelayanan, Pengelolaan) guna meningkatkan kesejahteraan.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top