Refine Search

New Search

Results: 93

(searched for: doi:(10.31294*) AND journal_title:("Jurnal Abdimas BSI\: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat"))
Save to Scifeed
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Eko Hariyanto, Sri Wahyuni
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 253-259; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8449

Abstract:
Teknologi Internet dapat berakibat banyak hal negatif pada masyarakat jika tidak dibekali dengan pengetahuan. Di era globalisasi seperti sekarang ini internet menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Internet memiliki peran yang sangat baik dalam membantu peran bisnis, pembelajaran, komunikasi maupun permaslaahan-permasalahan lain yang ditemukan saat tidak menggunakan internet atau biasa disebut cara manual. Jika tidak menggunakan dan mengikuti perkebangan internet maka akan tertinggal dari aspek bisnis dan ekonomi. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya Bumdes Mozaik Desa Pematang Serai mengenai penggunaan Internet yang aman, sehat dan tepat yang dapat meredam pengaruh buruk dari sisi dampak negative yang ditimbulkan dari internet. Karena pada kenyataannya banyak masyarakat yang tidak memiliki pengetahuna tentang penggunaan internet yang sehat, aman dan tepat. Kemudian yang tak kalah penting adalah ketika penggunaan internet dilakukan secar sehat dengan penuh kesadaran maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya Desa Pematang Serai.
Dirvi Surya Abbas, Arry Eksandy, Mohamad Zulman Hakim, Sigit Budi Santoso
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 198-207; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7905

Abstract:
Tujuan dari kegiatan Program Layanan Masyarakat melalui PkM (Program Kemitraan Masyarakat) pada Sosialisasi Pelaporan Spt Tahunan Pph Op 1770 S Melalui E-Filing UMKM yang merupakan anggota dari KPPS ABDI KERTA RAHARJA di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang adalah memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai faktor pendukung kegiatan usaha yaitu faktor Perpajakan, Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak sesuai ketentuan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Bentuk ketaatan dalam membayar pajak adalah dengan selain memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), namun juga haruslah tertib dalam pelaporan pajak pribadi atas penghasilannya. pengertian dari E-filling adalah cara penyampaian SPT atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan yang dilakukan secara online dan real-time melalui website e-filing pajak DJP Online atau aplikasi yang disediakan ASP (Application Service Provider/Penyedia Jasa Aplikasi) pajak. Metode yang digunakan dengan cara Sosialisasi dan diskusi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Sosialisasi ini adalah Pertama, pelaku usaha mengalami Peningkatan pemahaman tata cara pengajuan formulir permohonan e-FIN. Kedua, Mampu melakukan Registrasi akun e-filling serta mengaktivasi akun e-filling untuk membuat akun e-filling dalam menyelenggarakan Pelaporan PPh OP 1770 S. Ketiga, Mampu menerapkan pengisian SPT Online dalam e-filling, sehingga para pelaku usaha dapat menyelenggarakan Pelaporan PPh OP 1770 S melalui e-filling. Dengan dilaksanakannya program ini, maka terjadi perbaikan tatanan nilai masyarakat di bidang pendidikan khususnya bidang ilmu akuntansi perpajakan (ekonomi). Simpulannya yaitu Sosialisasi Pelaporan Spt Tahunan Pph Op 1770 S Melalui E-Filing mendapat respon yang positif dan pelaku usaha mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai wawasan baru dalam menjalankan usahanya dan mudah diaplikasikan.Kata Kunci : e-filing, SPT Tahunan, PPh Op, Perpajakan
Hermaya Ompusunggu
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 133-140; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7476

Abstract:
Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan Kepala Sekolah SMK National Plus, Bapak Sobri, Permasalahan yang dihadapi di era digital ini adalah dalam mempersiapkan siswa/i jurusan akuntansi siap untuk memasuki dunia kerja/dunia industri, untuk mempersiapkan para siswa tersebut maka perlu diberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan di era bisnis digital. Karena hampir seluruh perusahaan dalam menyusun laporan keuangan nya sudah menggunakan sistem aplikasi. Dengan pelatihan penyusunan laporan keuangan di era bisnis digital ini, diharapkan Lulusan SMK Globe national Plus jurusan akuntansi siap memasuki dunia usaha/dunia industri. Sasaran yang menjadi objek pengabdian ini adalah siswa/i kelas XII jurusan akuntansi. Metode yang digunakan adalah observasi, survey ke sekolah dan wawancara dengan kepala sekolah. Pendidikan diberikan dengan memberikan pelatihan terkait dengan topik yang dibutuhkan oleh mitra dalam mempersiapkan siswa/i siap pakai di dunia usaha/dunia industri. Luaran hasil yang diperoleh adalah pemahaman semua siswa/i dalam menyusun laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi serta menambah ilmu pengetahuan.
Ika Wulandari, Endang Sri Utami
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 236-243; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7209

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di dusun Pasekan Lor, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta dengan tema penyuluhan perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga pada ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian ini diikuti 22 dari target 31 ibu rumah tangga pada tanggal 28 Juli 2019. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan terlaksana dengan baik hal ini dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir. Setelah dilakukan penyuluhan, ibu rumah tangga sasaran dapat memahami dan melakukan kegiatan perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan setelah dilakukan sosialisasi sebanyak 73% dari ibu rumah tangga sasaran sudah mulai melakukan perencanaan keuangan keluarga. Kata kunci : Dasawisma, Balecatur, Penyuluhan, Keuangan Keluarga
Pipin Farida Ariyani, Titin Fatimah, Atik Ariesta
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 141-147; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.6812

Abstract:
Kegiatan pelatihan pengenalan dan eksplorasi sebuah perusahaan dengan simulasi bisnis virtual melalui game Enterprise Resource Planning (ERP) bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman proses bisnis kepada siswa SMK Budi Mulia. Dengan memanfaatkan game simulasi MonsoonSIM dalam membangun dan mengelola sebuah perusahaan virtual, siswa akan belajar mengenai proses bisnis perusahaan. Kegiatan ini diikuti oleh 18 orang peserta yang terdiri dari siswa SMK Budi Mulia dari Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Peserta dibagi menjadi 4 tim, dimana dalam permainan, setiap tim merupakan perusahaan virtual yang bersaing memperebutkan pasar dengan perputaran waktu virtual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop dalam bentuk tutorial, simulasi dan praktik, diskusi, dan evaluasi untuk mengetahui tingkat penyerapan materi pelatihan yang diberikan.Kata Kunci: ERP, simulasi, game, MonsoonSIM
Primandani Arsi, Sulis Waningsih, Aldi Setia Pambudi, Wawa Maisa
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 191-196; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.4244

Abstract:
Pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menuntut lembaga kepolisian untuk selalu menyesuaikan perkembangan tersebut. Untuk meningkatkan mutu SDM (Sumber Daya Manusia) di Lembaga Kepolisian diperlukan personil yang memiliki kemampuan memadai dengan tuntutan perkembangan yang ada sekarang ini. Tugas polisi yang selalu bersinggungan langsung dengan masyarakat, dituntut untuk lebih cepat tanggap dalam hal pelayanan dan pelaporan berbasiskan teknologi informasi, oleh karena itulah diperlukan polisi yang berkualitas. Berbagai upaya dilakukan oleh lembaga kepolisian baik tingkat resort maupun tingkat sektor untuk meningkatkan kualitas polisi di bidang teknologi informasi. Namun upaya yang dilakukan tersebut belum dapat menjangkau seluruh polisi yang ada. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka peningkatan kualitas SDM dengan pemanfaatan teknologi perlu dilakukan pada polisi yang ada untuk membantu polisi mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pelayanan masyarakat yang berbasiskan teknologi informasi. Pelatihan komputer dasar dan internet bertujuan untuk mengembangkan situasi pelayanan yang lebih baik, membimbing polisi yang masih mengalami kesulitan menggunakan perangkat teknologi informasi agar menjadi polisi yang berkualitas. Dari hasil evaluasi kegiatan pelatihan disimpulkan bahwa pelatihan yang dilakukan mampu meningkatkan kemampuan peserta.Kata Kunci: Iptek, SDM, polisi
, Esy Suraeni Yuniwati, Any Ikawati Ikawati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 197-207; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5837

Abstract:
AbstrakKemampuan membaca, komunikasi verbal, dan mengenal objek merupakan kegiatan belajar bagi anak sejak dini. Hal ini menjadikan pentingnya proses pembelajaran anak saat menginjak usia sekolah lanjut. PAUD/TA Cut Nyak Dien merupakan salah satu satuan Pendidikan usia dini, kegiatan pembelajarannya sudah baik namun guru masih kesulitan pada saat pembelajaran kemampuan tersebut dan masih lemahnya kemampuan membaca pada beberapa siswa, selain itu juga masih belum memanfaatkan IPTEK. Padahal anak-anak sudah mengenal gadget untuk bermain (game edukatif) menggunakan IPTEK.. Dengan demikian perlu dipikirkan bagaimana memberikan kegiatan belajar yang menarik, menyenangkan dan interaktif menggunakan teknologi IPTEK. Kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk 1) meningkatkan pengetahuan guru tentang penggunaan media pembelajaran dengan bantuan Iptek; 2) memberikan alat peraga pendukung proses belajar memanfaatkan teknologi elektronik berjudul BOCAH GIMMICK (Boleh Membaca Hebat pakai Game Interactive). Bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran yang memanfaatkan IPTEK sebagai sarana belajar. Target luaran berupa aplikasi alat belajar yang menarik dan interaktif dan alat pendukung cerdas cermat yang memanfaatkan teknologi elektronik.Kata kunci : usia dini, teknologi, alat peraga
Yani Sri Mulyani, , Tuti Alawiyah, Ai Ilah Warnilah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 234-240; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5768

Abstract:
AbstrakKita telah memasuki era globalisasi. Era yang tingkat kemajuannya semakin meningkat dengan persaingan yang semakin ketat. Semakin hari semakin banyak ciptaan-ciptaan ilmuwan yang memasuki kehidupan manusia. Secara tidak langsung, hal tersebut mewajibkan manusia untuk mengenali dan menguasai teknologi tersebut. Ketika seseorang tidak mampu menguasai teknologi yang telah merambah dengan pesat, dapat dipastikan orang tersebut akan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan luar.Saat ini, kebutuhan pelatihan komputer sangat tinggi. Karena seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, hampir setiap aktifitas pekerjaan menggunakan komputer sebagai alat bantu utamanya. Selain itu, perkembangan internet juga menjadi salah satu hal yang membuat kebutuhan untuk menguasai komputer dan internet semakin tinggi. Pelatihan komputer ini dapat menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan kinerja karyawan sehingga dapat memberikan pengaruh yang baik dalam kemajuan perusahaan.Yayasan RA/TPQ/DTA Al-Ishlaah merupakan salah satu yayasan yang bergerak dibidang pendidikan. Pengurus yayasan serta tenaga pengajarnya dituntut untuk menguasai teknologi komputer untuk kebutuhan pengolahan datanya. Apalagi data anak didik perlu didokumentasikan dengan baik. Namun keterbatasan penguasaan komputer menjadikan data didokumentasikan dalam bentuk kertas. Sehingga data menumpuk, terkadang hilang dan sulit dilakukan pencarian saat dibutuhkan. Salah satu media yang dapat dipilih dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah dengan menggunakan video dalam power point akan lebih menarik dan lebih representative untuk menyampaikan sebuah informasi jika disampaikan melalui media video (image motion) dibandingkan image. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tahap observasi dan wawancara, serta terjun langsung ke tempat yang dituju.Dengan adanya pelatihan komputer di lingkungan guru-guru atau pun staf pengajar RA/TPQ/DTA Al-Ishlaah akan mempermudah mereka dalam mengajar dan akan menjadikan inovasi yang baru ketika anak-anak didiknya mendapatkan pelajaran yang menarik ketika disuguhkan video-video yang menarik dan kreatif dalam proses pembelajarannya.Dan hal ini tentunya akan berdampak positif bagi guru dan anak didiknya di masa yang akan datang. Kata Kunci : Pelatihan komputer, tekhnologi,perkembangan jaman . AbstractWe have entered the era of globalization. This era which the level of progress is increasing with hard competition. More and more days there are many scientists create something and enter into human life. Indirectly, it requires humans to recognize and master the technology.When a person is unable to master the technology that has grow rapidly, one can be sure that the person will have a difficul to adapt with to outside environment. Nowaday, the need for computer training is very high. Because along with the times and technology, almost every work activity uses computers as its...
, , Angga Rahabistara Sumadji
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 350-358; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5667

Abstract:
Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan pada setiap tingkat pendidikan adalah meningkatkan kemampuan pemahaman Sains yang meliputi Matematika dan IPA pada siswa. Berdasarkan pengalaman, penguasaan konsep Sains siswa SMP di kota Madiun masih kurang. Selain itu, siswa yang memiliki kemampuan Sains juga diharapkan memiliki kemampuan menghadapi soal non rutin yaitu mampu menyelesaikan soal Olimpiade Sains. Siswa kurang berani berinovasi untuk mencari sumber-sumber belajar lain, sehingga hanya terpaku mengharapkan informasi dari guru saja. Suasana belajar yang variatif dan kreatif sangat diperlukan dalam upaya pemahaman konsep Sains. Untuk hal tersebut, maka perlu diupayakan kondisi belajar yang menyenangkan, di mana siswa menemukan sendiri pengetahuan mereka, tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari guru saja. Hal itu bisa dilakukan di luar jadwal kegiatan pembelajaran, yaitu melalui klub-klub belajar yang dibentuk pihak sekolah guna memberi kesempatan siswa-siswa berlatih lebih mendalam terkait materi Olimpiade. Berdasarkan hal di atas maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan konsep Sains siswa SMP dalam menghadapi soal Olimpiade. Subjek dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMP Negeri 3 Kota Madiun yang tergabung di dalam klub Matematika dan klub IPA yang sudah terbentuk. Langkah awal pelaksanaan kegiatan ini adalah mengidentifikasi bentuk pelatihan/ pendampingan dan bahan-bahan yang diperlukan, serta mengadakan pertemuan dengan tim pelatihan untuk penyusunan jadwal kerja dan pendampingan belajar. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan menggunakan strategi pembelajaran kreatif, tanya jawab interaktif, dan pelatihan internet. Pembelajaran kreatif dan tanya jawab interaktif digunakan dalam memahami konsep-konsep serta memecahkan masalah yang timbul dalam pemahaman sesuatu yang belum menemukan titik kesamaan persepsi, dan pelatihan internet digunakan untuk memperoleh materi Sains yang meliputi Matematika dan IPA. Adapun subjek atau target sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMPN 3 Kota Madiun yang tergabung di dalam klub Matematika dan klub IPA.
, Bagas Gifari Eko Saputra, , Goes Abdul Wahid, , Yohannes Iwano Jehaut M,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 340-349; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5638

Abstract:
Abstrak: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan generasi muda bangsa Indonesia, Tim pengabdian masyarakat mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang melakukan kegiatan praksis sosial yang dilakukan secara langsung di SMP Negeri 2 Pakisaji. Kegiatan praksis sosial ini dinamai dengan “Kegiatan Nata Raga”. Kegiatan Nata Raga merupakan kegiatan yang dibentuk oleh Tim pengabdian masyarakat sendiri yang terdiri dari dua kegiatan pokok, yaitu olahraga senam dan sosialisasi mengenai gaya hidup sehat dan bahaya merokok. Kegiatan Nata Raga yang bertema “Encourage Healthy Life Style” ini disasarkan kepada peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 2 Pakisaji. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan teori serta praktik mengenai bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh generasi muda pada saat ini. Selain itu kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik. Nilai-nilai pendidikan karakter ini berfungsi agar generasi muda dapat tetap menghargai dan memaknai jati dirinya sebagai penerus perjuangan bangsa Indonesia, serta sebagai salah satu usaha sehingga dapat bersaing dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.Kata Kunci: Nata Raga, Olahraga, Sosialisasi, Pendidikan Karakter
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 323-331; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5646

Abstract:
Koperasi karyawan DeKaBe Jawa Timur yang berkedudukkan di Surabaya telah didirikan tahun 2017. Pengurus dan pengawas koperasi berasal dari karyawan PT. Duta Karya Bersatu (DeKaBe) Surabaya. Unit usaha yang dijalankan koperasi hanya dagang kebutuhan pokok dan simpan pinjam. Koperasi belum menyusun laporan keuangan perkoperasian karena adanya keterbatasan kemampuan sumberdaya manusianya. Pengurus bekerja paruh waktu pada koperasi. Pengurus berpendidikan sarjana akuntansi, namun terkait dengan akuntansi koperasi mereka masih memiliki pemahaman dan kemampuan yang terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah diharapkan mengubah mindset pengarus dan pengawas bahwa koperasi bukan sekedar kumpulan karyawan saja, namun koperasi memberikan kontribusi bagi kesejahteraan karyawan. Karena itu, koperasi harus mempertanggungjawabkan pengelolaannya kepada anggota melalui penyusunan laporan keuangan perkoperasian. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakt yang telah dilakukan dimulai dari penyelenggaraan pelatihan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, pendampingan usaha atau operasional rutin koperasi dan penyusunan panduan praktis penyusunan laporan keuangan perkoperasian
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 241-250; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5802

Abstract:
Poklahsar Swakarya Bersama merupakan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Kelurahan Tanjung Tengah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang masih aktif melakukan pengolahan rumput laut. Hasil olahan rumput laut perlu inovasi agar mampu bersaing dengan produk lainnya dan peminat bisa meningkat. Rumput laut yang digunakan dalam pengolahan tortilla adalah rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di rumah produksi Poklahsar Swakarya Bersama dengan dihadiri oleh anggota poklahsar di Kabupaten PPU, Kelompok Wanita Tani PPU, Dinas Perikanan Perikanan dan Dinas Perindustrian dan Koperasi. Pada pelatihan ini peserta dibekali modul pembuatan tortilla rumput laut. Seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan pelatihan dengan antusias. Hasil kuisioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang proses pembuatan tortilla sebesar 58%. Untuk meningkatkan keberlanjutan dari kegiatan ini maka perlu dilakukan pelatihan secara berkelanjutan tentang inovasi olahan rumput laut. Selain itu juga perlu dilakukan edukasi tentang pengemasan hasil produksi agar dapat meningkatkan nilai ekonomis dari suatu produk.Kata Kunci: rumput laut, tortilla, poklahsar
, Meri Lidiawati, , Erna Savitri,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 227-233; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5857

Abstract:
The development of technology has made changes in human lifestyles which is increasingly complex where everything must be done quickly. One of the sophisticated and flexible technology is a gadget. Gadgets as the dynamic mobile human have a big influence on the lifestyle of modern society. Moreover, sophisticated technology has had a big impact on teenagers. The world of adolescents is very vulnerable to the adverse influence of technology where all things can easily be found by teenagers in gadgets. The most adverse influences of gadgets on teenagers are drugs and promiscuity. With the presence of gadgets, the friendship access opens widely and the access of pornographic content is obtained easily. Based on the eagerness to save the nation's generation, therefore the Community Service was carried out in the adolescents. Moreover, the target of Community Service was the adolescents who are aged 12 to 14 years at Abulyatama Junior High School. The aim of the Community Service was to increase the knowledge of students of Abulyatama Junior High School through the educational knowledge about the impact of using gadgets, the dangers of drug abuse and promiscuity. The activities were carried out by giving lectures and discussions. The approach was done by finding students' problems and giving solutions. The student problems were obtained during the discussion, then the problem solving was presented at the end of the activity. The results of the activity showed that the students had understood the dangers of gadgets for their character building. In addition, they were eager to inform the results of activities to the other friends outside of their school. As the educational institution that is very close to their environment, Abulyatama University is expected to continue to give guidance and support for the adolescents’ activities.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 280-286; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6011

Abstract:
Pada era Revolusi Industri 4.0, peran mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sangat dibutuhkan bagi para siswa sebagai bekal bagi mereka dalam menghadapi perubahan dan tuntutan jaman. Sejak adanya penerapan kurikulum 2013 (K-13), TIK hanya diajarkan pada Sekolah Menengah Kejuruan untuk lintas minat atau pendalaman minat bidang teknologi informasi dan komunikasi saja, tidak diwajibkan secara umum. SMK berperan sebagai sekolah yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang menerapkan program keahlian seperti teknik mesin, perkantoran, seni rupa, tata boga, administrasi dll yang dapat memberi bekal salah satunya ketrampilan hard skill yang menunjang profesional skill. Mengoperasikan komputer merupakan bagian ketrampilan hard skill, siswa perlu memiliki ketrampilan dalam mengoperasikan program yang terdapat di Windows dan program yang paling sering digunakan yaitu Microsoft Excel. Microsoft Excel umumnya dikenal sebagai software pengolah angka atau bisa dikatakan sebagai program aplikasi lembar yang berfungsi mengolah data secara otomatis seperti perhitungan, rumus, pemakaian fungsi, tabel, pembuatan grafik dan manajemen data untuk menciptakan data informasi digunakan dalam rangka pengambilan keputusan. Pemanfaatan sarana lab komputer yang belum dilaksanakan secara maksimal digunakan siswa karena tidak adanya mata pelajaran yang berkaitan secara langsung dengan komputer sehingga pemanfaatan program komputer seperti Microsoft Excel belum maksimal diterapkan di sekolah-sekolah.Dengan adanya kegiatan pelatihan terkait Microsoft Excel yang dilaksanakan di SMK YPSEI, diharapkan siswa dapat memiliki bekal ketrampilan penggunaan aplikasi komputer sebagai sarana TIK secara praktik. Kata Kunci: Microsoft Excel, Ketrampilan Hard Skill, Siswa
, , Yuni Siti Nuraeni
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 316-322; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6152

Abstract:
AbstrakEra modern ini ditentukan oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi. Internet telah menjadi salah satu cara alternatif untuk menemukan segala jenis informasi yang dibutuhkan. Manfaat internet sebagai salah satu solusi untuk mengefisienkan berbagai kepentingan yang sudah dirasakan oleh semua orang. Salah satunya melahirkan media baru yang disebut blog. Blog merupakan singkatan dari web log yang berupa bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat berupa posting) pada sebuah halaman web. Situs web seperti ini dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik atau bahasan dan tujuan dari para pengguna blog tersebut. Keterbatasan informasi mengenai teknologi informasi di lingkungan yayasan yatim piatu dan Dhuafa pada Rumah Harapan Karawang membuat kami tergerak untuk memberikan satu pemahaman baru terkait teknologi informasi dan perkembangannya. Tujuan program pengabdian masyarakat adalah sebagai bentuk nyata dalam penyampaian ilmu kepada masyarakat. Pelatihan yang akan kami laksanakan ini bertujuan agra dapat memberikan satu ilmu serta informasi positif bagi penghuni Yayasan panti asuhan Rumah Harapan Kabupaten Karawang, Pelajar dan kaum milenial dapat memanfaatkan teknologi informasi yang positif sebagai tambahan materi dalam pembelajaran mereka. Website dapat dimanfaatkan untuk menyediakan beragam informasi, begitu hal nya dengan pemanfaatan blog. Peranan pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran bagi peserta didik yayasan Rumah Harapan dalam meningkatkan motivasi belajar.Kata Kunci: Pemanfaatan Blog, Pelatihan, Media Pembelajaran
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 93-101; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6872

Abstract:
ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim dengan Mitra bertolak pada permasalahan prioritas yang disepakati antara Tim dengan Mitra, yaitu belum adanya pengetahuan dan ketrampilan dari mitra tentang Manajemen Badan Usaha Milik Negeri yang baik dan berkualitas, agar Mitra memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk diimplementasikan dalam Manajemen Badan Usaha Milik Negeri Lowpano. Karena itu, Tim melakukannya dalam tiga tahapan, yaitu: (1) tahapan persiapan, adalah tahap pembentukan Tim, identifikasi mitra, wawancara, dan analisis kebutuhan, (2) tahapan pelaksanaan, adalah tahapan memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang Manajemen Badan Usaha Milik Negeri kepada Mitra, dan (3) tahapan evaluasi dan tindak lanjut, adalah tahapan mengevaluasi dan tindak lanjut dari kegiatan yang dilakukan. Hasil yang diperoleh adalah Pengetahuan dan ketrampilan Mitra meningkat dari 25 persen menjadi 80 persen tentang Manajemen Manajemen Badan Usaha Milik Negeri yang baik dan berkualitas, agar Mitra dapat menggunakan dan mengimplementasi Manajemen tersebut dalam BUMNeg Lowpano, sehingga dapat menjadi penyokong terciptanya kemandirian Negeri Tehua. Kata Kunci: Badan Usaha Milik Negeri Lowpano; Manajemen; Mitra; Negeri Tehua; Sosialisasi ABSTRACTThe community service which was done by team and partner departs from the agreed priority issues between the team and the partner that is the lack of knowledge and skills of partners regarding good and qualified management of village-owned enterprise, so that the partner might have an adequate knowledge and skills to be implemented in Lowpano management of village-owned enterprise. Then the team did the service in three phases, they are: 1) the preaparation which was divided to composing the team, identifying partners, interviewing, and analyzing the needs. 2) The realization phase where the partners were provided with knowledges and skills of management of village-owned enterpises, and 3) the evaluation and follow-up phase. Here the activities were evaluation and the follow-up of the activities were determined. The obtained result was the knowledge and the skill of the partners increased from 25% to 80% on the good and qualified management of state-owned enterprise then the partner might apply and implement the management to management of village-owned enterprise Lowpano so that it could support the self-sustaining of Tehua Village. Keywords: The Village-owned Enterprise Lowpano; Management; Partner; Tehua Village; Socialization
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 1-11; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.5566

Abstract:
Sebagai organisasi nirlaba, Yayasan Solo Peduli Ummat memunyai visi percontohan dalam memberdayakan dan memandirikan umat, dengan misi kemanusiaan, seperti menghadirkan program solutif untuk masyarakat miskin. Salah satu aksi organisasi ini adalah penghimpunan dana dari masyarakat, yang ditangani oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ). Dana terhimpun, digunakan untuk membantu masyarakat tertimpa musibah, seperti orang sakit, korban banjir, pengungsi bencana alam, pembangunan dan biaya sekolah gratis bagi masyarakat miskin, klinik kesehatan dan ambulans gratis, dan lain sebagainya. Di era milenial ini, LAZ Solo Peduli ingin melakukan transformasi digital agar target-target lembaga dapat tercapai secara optimal. Guna membantu tercapainya tujuan ini, kami melakukan pelatihan videografi dalam bentuk Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi para insan di Yayasan Solo Peduli, khususnya di LAZ, agar menguasai teknologi informasi dalam bentuk pembuatan dan penerbitan videografi, khususnya video untuk promosi dan penghimpunan dana dari masyarakat. Pelatihan ini memiliki output mencetak video-maker dalam bidang ILM, khususnya teoritisasi ILM, take camera, editing and uploading video.Metode pelatihan dilakukan beberapa tahap: (1) Tahap teoritisasi; (2) FGD gagasan pembuatan konten; (3) Penggunaan kamera dan pengambilan gambar; (4). Editing produk audio visual; (5). Evaluasi; (6). mengunggah video di media sosial. Hasilnya, para insan Solo Peduli mampu membuat ILM sendiri, sehingga memunyai kemampuan untuk mempromosikan lembaga sosial tersebut dengan standar digital memadai. Memunyai kemampuan membuat videografi untuk berbagai kepentingan, khususnya program penghimpunan dana yang memang dibutuhkan untuk disalurkan ke masyarakat membutuhkan, juga menjadi hasil dari kegiatan ini.Kata kunci : Solo Peduli, videografi, ILM, penghimpunan dana, Promosi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 67-75; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6518

Abstract:
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sistem pengelolaan dan manajemen keuangan masih belum tertata dengan baik, belum adanya paguyuban UMKM di Taman Manohara Desa Purwodadi sehingga transfer ilmu dan koordinasi menjadi sangat kurang efisien dan efektif, pemasaran atau promosi baik lewat media sosial maupun media cetak masih belum memadai untuk terkait konektivitas jaringan yang juga masih kurang, serta tingkat pendidikan masih sangat kurang Taman Bunga Manohara Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan gambaran masyarakat tentang Manajemen Wisata Prima Di Taman Bunga Manohara Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang terkait pemasaran, pelayanan, pengelolaan. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Hasil dari program kemitraan masyakarat (PKM) antara lain peserta sudah mengetahui manajemen wisata terkait pemasaran, pelayanan dan pengelolaan agar Taman Bunga Manohara Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo semakin meningkatkan manajemen wisata prima (Pemasaran, Pelayanan, Pengelolaan) guna meningkatkan kesejahteraan.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 39-44; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6706

Abstract:
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak merupakan konsep ruang terbuka hijau berupa taman yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melayani kepentingan komunitas yang ada di sekitarnya. Dalam kegiatan secara teratur masyarakat banyak berkumpul dan memelihara RPTRA, begitu juga dengan para pemuda yang ikut membantu dalam kegiatan yang dilakukan. Dengan teknologi informasi yang semakin mudah diakses, ketertarikan pemuda akan Blog yang berasal dari kata Web dan Log (WEBLOG) yang berarti catatan online yang berada di web menjadi sangat besar baik untuk membuat web pribadi atau web opini. Blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diperbaharui secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi. Pelatihan komputer bagi remaja Kelurahan Petukangan Selatan saat ini lebih dipusatkan pada penggunaan Blogbertujuan untuk mengenalkan macam-macam blog, cara melakukan penginstalan dan melakukan pengaturan isi blog sehingga dapat meningkatkan kemampuan ilmu komputer agar dapat menunjang kegiatan kepemudaan. Pelatihan ini dapat menjadi kontribusi yang bermanfaat untuk peningkatan kemampuan remaja serta mengasah jiwa enterpreneur melalui pemanfaatan blog.
Haryani Haryani, Nurvi Oktiani, Taat Kuspriyono, Ibnu Akil
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 31-37; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7929

Abstract:
Penjualan online atau e-commerce merupakan suatu aplikasi yang dibangun untuk bisnis penjualan barang atau jasa yang menghubungkan antara penjual dan pembeli melalui transaksi elektronik dan membantu penjual dalam memasarkan produk dagangannya. Tujuan dari sosialisasi pengelolaan penjualan online ini adalah untuk memberikan pengarahan kepada anggota Adpers Art Community dalam proses pengelolaan penjualan online produk Adpers. Dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-harinya Adpers Art mengalami beberapa kendala diantaranya pemasaran dan promosi yang belum maksimal dilakukan karena masih mengandalkan situs web pribadi, hal ini masih kurang efektif dan efisien dengan ditandai indikator bahwa masih banyaknya konsumen yang belum mengetahui Adpers Art ini, selain itu dari segi manajemen Produksi dan Inovasi Produk, yang mana diperlukannya suatu pemahaman dan pengelolaan hasil produksi dengan cara dan inovasi produk yang menjangkau seluruh kebutuhan dan keinginan konsumen dimana tidak hanya menjangkau 1 (satu) komunitas atau segmen konsumen saja tapi dapat menjangkau segmentasi pasar yang lain (seperti segmentasi yang dilihat dari jenis kelamin, gaya hidup, dan lain-lain), pada akhirnya dengan permasalahan diatas maka diperlukannya suatu solusi permasalahan bagi Adpers – Art agar kedepannya lebih dapat memaksimalkan pemasaran dan promosi serta Produksi yang memiliki Inovasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan pemberian ceramah mengenai tata cara pengelolaan penjualan online yang baik dan benar. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para anggota Adpers Art dapat melakukan pengelolaan penjualan online.
Oryz Agnu Dian Wulandari, Siti Barokah, Nadila Al Azhar, Habib Al Ghazali
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 1-6; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.6979

Abstract:
Digital payment atau pembayaran secara digital merupakan teknologi yang saat ini berkembang pesat di era industri 4.0 serta merupakan pandangan baru bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran non-tunai yang jauh lebih praktis, sistematis dan aman dalam melakukan segala kegiatan transaksi. Sebagian orang mengetahui digital payment adalah uang elektronik yang dapat digunakan dalam melakukan pembayaran dalam berbagai transaksi. Ibu- ibu PKK RT02 /RW04 di desa Dukuhwaluh Purwokerto selama ini masih menggunakan pembayaran secara tunai, oleh karena itu perlu adanya pengetahuan serta keterampilan mengenai digital payment dengan aplikasi yang telah berkembang pada saat ini sebagai pendukung adanya teknologi dalam digital payment yakni OVO. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada Ibu- ibu PKK RT02 /RW04 di desa Dukuhwaluh Purwokerto Ibu- ibu PKK RT02 /RW04 di desa dukuhwaluh Purwokerto Ibu- ibu PKK RT02 /RW04 di desa Dukuhwaluh Purwokerto dengan memanfaatkan aplikasi digital payment OVO. Pengetahuan dan pelatihan yang dibutuhkan adalah bagaimana cara memiliki aplikasi OVO, membuat akun OVO dan bagaimana cara menggunakan aplikasi OVO serta segala keunggulan dari aplikasi OVO sebagai alat pembayaran non-tunai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah memberikan materi presentasi dan cara penggunaan aplikasi OVO. Capaian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terlaksananya bentuk pelatihan dalam memanfaatkan aplikasi OVO dengan jumlah peserta 18 orang yang dapat mengikuti pelatihan sampai akhir acara dan peserta memperoleh pengetahuan untuk dapat memanfaatkan aplikasi OVO yang dapat meningkatkan keterampilan Ibu - ibu anggota PKK di RT02 /RW04 di desa Dukuhwaluh Purwokerto dalam mamanfaatkan OVO sebagai digital payment.
Yulianti Fajar Wulandari, Yan Bastian, Murtiadi Murtiadi, Mike Indarsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 7-16; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7705

Abstract:
Jakarta merupakan kota dengan destinasi wisata museum terbanyak di Indonesia, yakni sekitar 70 museum. Tema dan pengelolaan museum tersebut bervariasi, mulai dari yang bertema umum kesejarahan kota Jakarta sampai ke tema khusus seperti kehutanan, transportasi, bank dan lain sebagainya. Kepemilikan dan pengelolaannya pun bervariasi, mulai dari milik Pemprov DKI Jakarta sampai milik pribadi. Sehingga tiket masuknya pun bervariasi pula, dari yang gratis sampai yang ratusan ribu rupiah. Permasalahan utama museum-museum di Jakarta adalah kurangnya SDM terutama untuk pelayanan seperti pemandu museum. Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) berupaya mengatasi permasalahan ini dengan menjaring generasi muda milenial untuk menjadi relawan museum. Relawan ini diberi pelatihan teknik berbicara didepan umum (public speaking) dengan materi seputar kepemanduan di museum. Pelatihan ini bertujuan untuk pertama, menjaring generasi muda milenial untuk menjadi relawan museum sebagai pemandu; kedua membekali relawam museum dengan keterampilan public speaking kepemanduan untuk bergiat di museum; ketiga untuk mengatasi masalah atas kurangnya tenaga pelayanan khususnya pemandu museum. Keterampilan kepemanduan di museum ini juga bermanfaat bagi para relawan dalam menambah pengetahuan dan pengalaman yang mungkin berguna untuk bekerja di bidang kepariwisataan khususnya kepemanduan di museum.
Micrets Agustina Silaya, R Suryanti Ismail, Beatrix A Talakua
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 148-155; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7872

Abstract:
Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu kompenen dalam Tridhrama Perguruan Tinggi. Oleh karena setiap dosen memiliki kewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan adalah PKM Peningkatan Daya Saing Produk Kue Tradisional Berbahan Sagu di Desa Amahusu Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, melatih dan memberikan pendampingan kepada para mitra penerima manfaat yaitu Kelompok Usaha bunga Cengkeh. Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam tiga tahap yaitu : 1) Persiapan (Identifikasi dan sosialisasi), 2) Pelaksanaan (Pelatihan dan Pendampingan), 3) Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi keberhasilan dengan menggunakan metode “participatory rural appraisal” (PRA). Metode ini mengarahkan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan ini terutama mitra sasaran, secara bersama-sama menganalisis masalah, merumuskan perencanaan, kebijakan serta saling belajar dan berbagi pengalaman antara TIM PKM dengan Mitra Sasaran dalam bentuk pelatihan dan pendampingan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi, diskusi dan demontrasi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah Mitra sasaran 1)Meningkatnya Pengetahuan mitra sasaran dalam mengembangkan usaha kue tradisional berbahan baku sagu; 2) Mitra sasaran mampu menerapkan model pengemasan produk secara baik; 3) Mitra sasaran mampu menerapkan pencatatan keuangan secara baik.melalui pengemasan produk yang lebih baik, mitra sasaran dapat meningkatkan daya saing serta nilai jual produk dipasaran. Demikian halnya juga dengan kemampuan mitra sasaran dalam pencatatan keuangan berpengaruh pada membaiknya pola pengelolaan keuangan usaha secara benar dan teratur. Melalui pencapaian ini maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM telah mendorong mitra sasaran dalam meningkatkan daya saing produk kue tradisional berbahan sagu. Disarankan agar mitra sasaran tetap konsisten dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan PKM ini.
Taswiyah Taswiyah, Ali Imron
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 128-137; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9169

Abstract:
Perkembangan teknologi semakin mempermudah seseorang memperoleh informasi barang/jasa secara cepat, dapat mengetahui harga serta membandingkan dengan penjual lainnya walaupun tempatnya sangat jauh. Keunggulan pasar tradisional terletak pada terjadinya proses penawaran harga secara langsung, keunggulan pasar modern terletak pada diskon, sedangkan keunggulan pada online shop terletak pada kemudahan memperoleh informasi detail produk dan perbandingan harga dengan penjual/penyedia yang lain, melalui internet tanpa harus bertemu. Konsumen memiliki pengalaman berbelanja melalui pelayanan dari penjual/penyedia online shop sehingga mempengaruhi persepsi dan perferensi dalam berbelanja. Penelitian ini bertujuan mengetahu tingkat persepsi dan perferensi ibu rumah tangga terhadap sistem berbelanja secara online/online shop. Metodologi yang digunakan pendekatan kuantitatif, dengan analisis deskriptif untuk menjelaskan observasi, wawancara, dan menilai skoring. Data penelitian diperoleh dari kuesioner bersumber literature. Sample Random Sampling digunakan sebagai pengambilan data.
Desmonda Theodora, Stephanie Djohan, Augustinus Abdurrahman, Leonard Rozali, Pandu Dwi Putranto, Albert Hasudungan
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 60-74; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8465

Abstract:
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengidentifikasi permasalahan dan solusi bisnis dalam bidang pemasaran, pembukuan, dan operasional dari mitra UMKM yang di dampingi di Desa Sukatani Cianjur Jawa Barat (Kremes Ubi Ibu Atim). UMKM memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia, utamanya wirausaha lokal. Namun demikian, salah satu tantangan UMKM di Indonesia adalah kurangnya kapabilitas dalam mengelola bisnisnya secara profesional.. Di Cianjur sendiri ditemukan hambatan pengelolaan bisnis dari sisi pemasaran, pembukuan, dan operasional dari usaha kremes ubi Ibu Atim. Mengidentifikasi masalah dan solusi secara lebih rinci dari ketiga aspek tersebut sangat krusial bagi model bisnis UMKM yang didampingi agar dapat lebih bersaing dan fokus memenuhi ekspektasi pasar lokal. Dalam mengevaluasi dampak model bisnis, pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan bisnis kanvas model. Adapun kontribusi dari pengabdian masyarakat selama 6 bulan (Januari -Juni 2020) adalah perbaikan administrasi pencatatan pembukuan tertulis yang periodik, lebih variatifnya strategi pemasaran, dan terbangunnya standar prosedur operasional untuk membuat kegiatan operasional yang terarah, efektif, dan efisien dari mitra bisnis yang didampingi tersebut.
Yudhistira Yudhistira, Hermanto Hermanto, Nuraeni Herlinawati, Muhammad Iqbal
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 251-256; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i2.10351

Abstract:
Pengembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) memberikan peran dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Berbagai bidang yang sudah dapat dirasakan dengan kehadirannya teknologi salah satunya adalah bidang pendidikan (Saryoko et al., 2020). Pentingnya peran serta dunia pendidikan tinggi dalam mendorong pembangunan tidak dapat dipungkiri lagi. Hal ini tercermin dalam pasal 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Diknas) yang menyatakan bahwa salah satu dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian, adalah kegiatan pengabdian masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri merupakan tiga pilar utama penyelenggaraan institusi perguruan tinggi. Untuk menunaikan salah satu Tri Dharma tersebut, dengan ini Universitas Bina Sarana Informatika melaksanakan Pengabdian Masyarakat. Saat ini Indonesia masih dalam situasi pandemi. Salah satu yang terdampak dalam pandemi saat ini adalah Warga RT. 010/03 Mampang Prapatan yang berada di Rukun Tetangga RT. 010/003 Jl. Mampang Prapatan VII Tegal Parang, Kota Jakarta Selatan. Banyak dari mereka yang masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring. Oleh karena itu kami sebagai dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika, Fakultas Teknik dan Informatika, program studi Teknologi Komputer, ingin memberikan pengetahuan kepada mereka tentang bagaimana menerapkan pembelajaran daring secara tepat dan efektif. Target yang akan kami capai terkait dengan pelaksanaan pengebdian masyarakat ini adalah untuk dapat membantu masyarakat warga RT 010/003 Mampang Prapatan untuk dapat lebih memahami penggunaan aplikasi secara daring. Selain itu juga output dari hasil pengabdian ini akan kami jadikan artikel untuk di terbitkan pada jurnal pengabdian masyarakat serta berita pada media online.
Permata Ayu Widyasari, Yenny Sugiarti, Nyoman Budhiswara Krishna
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 209-221; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i2.10121

Abstract:
Sistem Manajemen Persediaan sangat penting bagi UMKM. Pertama, karena kebutuhan keakuratan jumlah persediaan. Kedua, untuk efisiensi proses operasional. Terakhir, untuk mengamankan aset perushaan. Permasalahan yang menjadi prioritas MITRA adalah lemahnya sistem manajemen persediaan. Selama ini pemilik dan staf administrasi tidak mengetahui dengan tepat jumlah persediaan per varian sehingga kadang proses pemenuhan order penjualan harus tertunda/terlambat karena jumlah persediaan belum mencukupi. Tidak adanya informasi mengenai jumlah tiap varian yang tepat juga menyulitkan bagian administrasi untuk menyesuaikan jumlah aset perusahaan (persediaan ) di laporan keuangan. Proses pengawasan terhadap persediaan juga sulit dilakukan. Program pengabdian ini berusaha untuk mengatasi hal tersebut dengan merancang sistem penjualan, pembelian dan penyimpanan sederhana sebagai bagian dari manajemen persediaan. Hasilnya, saat ini tersedia informasi jumlah persediaan bahan baku dan barang jadi untuk setiap varian, sehingga proses perencanaan produksi dan penjualan dapat dilakukan dengan lebih baik. Ketepatan waktu pengiriman barang ke pelanggan dapat ditingkatkan, jumlah aset di laporan keuangan tersaji secara akurat, dan pengawasan terhadap persediaan lebih mudah untuk dilakukan.
Muhammad Sultan, La Ode Khairul Zikri
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 279-286; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i2.10417

Abstract:
Membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir saat pandemi COVID-19 merupakan salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Praktik tersebut diharapkan bukan hanya selama pandemi COVID-19, akan tetapi dapat menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat bahkan setelah COVID-19. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat melalui simulasi atau demonstrasi dan pemberian video cara mencuci tangan. Masyarakat di kompleks perumahan Kota Samarinda terbukti mampu mempraktikkan langkah mencuci tangan yang benar sesuai dengan rekomendasi badan kesehatan dunia. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik masyarakat dalam mencuci tangan yang benar sehingga disarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya dengan mempertimbangkan karakteristik sasaran promosi kesehatan.
Anisa Nur Andina, Adita Miranti, Siti Barokah, Arista Apriani Girsang, Rizki Aprilia Nur Afifah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 23-30; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7149

Abstract:
Berjualan online saat ini telah menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Disamping menghemat waktu, berjualan online juga lebih mudah dan murah. Dikatakan murah karena penjual tidak perlu mempunyai toko fisik yang jelas menghemat biaya untuk sewa ruang, dikatakan mudah karena penjual bisa kapan pun berjualan tanpa terbatas waktu. Carousell merupakan salah satu marketplace yang belum banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Dalam hal ini penjualan melalui online sangat diminati oleh masyarakat, disamping mudah juga lebih cepat pada target sasaran. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di PKBM Ar Rosyid adalah untuk memperkenalkan Carousell kepada ibu-ibu agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berjualan secara online dengan mudah dan cepat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh tim dosen bersama mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu-ibu di lingkungan Ar Rosyid sangat antusias dalam belajar berjualan online menggunakan Carousell dan sudah merasakan manfaatnya secara langsung. Ada beberapa ibu yang sudah berhasil menjual barang melalui aplikasi Carousell.
Siti Barokah, Oryz Agnu Dian Wulandari, Mulat Triwinoto Sari, Ivan Fadhil Yuditama
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 17-22; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.7085

Abstract:
Saat ini dunia periklanan menggunakan media sosial menjadi salah satu strategi yang dianggap efektif dan efisien untuk melakukan pemasaran secara digital karena dirasa dapat mengurangi anggaran dalam mempublikasikan produk atau jasa. Selain itu, media sosial juga terbukti menjadi media promosi yang ampuh karena interaktif, fleksibel, dan menyajikan fitur-fitur mendukung promosi produk maupun jasa itu sendiri. Salah satu fitur yang ditawarkan oleh Facebook adalah Facebook Ads, yaitu fitur yang ditawarkan oleh Facebook untuk mengiklankan halaman Facebook dengan jangkauan yang dapat ditentukan dan dapat diatur oleh pemasang iklan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memotivasi para pegiat bisnis online di Kelurahan Purwanegara dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan pemasaran secara digital melalui Facebook Ads. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi menggunakan power point dengan alat bantu LCD proyektor. Luaran yang diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini adalah para pegiat bisnis online dapat lebih mengenal dan mengoptimalkan fungsi fitur-fitur yang telah disediakan oleh media sosial Facebook untuk kegiatan promosi bisnis yang sedang digeluti.
Henki Bayu Seta, Theresia Wati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 75-82; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8003

Abstract:
Taman kanak – kanak Al Quran Terpadu (TKA-T) Hayaatul ‘ilmi berdiri mulai tahun 1997 dan bertempat di Kecamatan Cimanggis. Seluruh kegiatan administrasi dan pembelajaran siswa dilakukan secara manual. Hal tersebut menghambat pelayanan administrasi dan layanan terhadap orang tua siswa. Terhitung mulai tahun ajaran 2019/2020 TKA-T Hayaatul ‘ilmi mulai menggunakan aplikasi Dapodik atau Data Pokok Pendidikan. Sistem pendataan dan pengelolaan data-data pendidikan berbasis open source dengan menerapkan sistem basis data terpusat dan berbasis web yang dapat diakses secara daring dan real time. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada TKA-T Hayaatul ‘ilmi, operator sekolah di TKA-T Hayaatul ‘ilmi terdiri dari 1 orang yang juga bertugas untuk memasukkan data sekolah, data peserta didik dan data guru/karyawan ke dalam database server pusat baik secara offline maupun online dan dapat langsung diakses oleh pihak Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan operator terhadap aplikasi Dapodik. Kegiatan dimulai dari proses instalasi, registrasi, manajemen dashboard sampai dengan pelatihan dan pendampingan pengisian data sekolah, data peserta didik dan data guru/karyawan. Pelatihan dan pendampingan operator dalam menggunakan aplikasi Dapodik dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu bulan Februari 2020 sebanyak 1 operator yang didampingi oleh kepala sekolah. Evaluasi kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara terus menerus sampai pihak operator memahami bagaimana proses bisnis aplikasi dapodik dan mampu melakukan pengisian data dengan cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date.
Slamet Mudjijah, Triana Anggraini
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 119-127; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9596

Abstract:
Mitra dalam program pengabdian masyarakat ini adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama usaha pemula di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM pemula apalagi yang baru beberapa bulan merintis usaha adalah sangat mudah goyah keberlanjutan usahanya, pengelolaan keuangan belum professional, pelaku UMKM belum sepenuhnya memahami pasar untuk produknya, kemasan masih dibuat secara sederhana. Permasalahan semakin mengkhawatirkan setelah adanya pandemi Covid 19. Sebagian besar pelanggan yang sudah mulai rutin mengkonsumsi produk UMKM menjadi terhenti sehingga penjualan menurun drastis. Solusi atas permasalahan tersebut adalah dilakukan analisis ulang kelayakan usaha dengan mengenali customer base dan kebutuhannya, mempermudah proses bisnis, mengklasifikasi produk yang mudah dijual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi secara langsung dengan Pengurus UMKM Kecamatan Ciledug. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dalam bentuk pendampingan. Kegiatan pengabdian kepada pelaku UMKM di Kecamatan Ciledug Kota Tangerang ini telah dilakukan dengan hasil sebagai berikut: peserta semakin mampu mengidentifikasi permasalahan bisnis terutama pada penetapan harga dan kualitas produk, peserta telah memiliki pengetahuan untuk menganalisis kelayakan bisnisnya terutama pada aspek pasar dan legalitas, motivasi peserta semakin meningkat dengan adanya jaringan dalam penjualan produk terutama penjualan langsung maupun reseller, pemanfaatan gerai Pojok UMKM Ciledug semakin optimal, koordinator UMKM semakin termotivasi untuk memajukan pelaku UMKM terutama dalam peningkatan kesadaran terhadap legalitas usaha.
Juliana Juliana, Ira Brunchilda Hubner, Nova Irene Bernedeta Sitorus
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 92-99; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8558

Abstract:
Kondisi pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia, memberi dampak negatif juga bagi kondisi perekonomian. Indonesia juga tidak terlepas dari masalah tersebut. Sebagian masyarakat harus berhenti dari pekerjaan atau bekerja paruh waktu, karena permintaan pasar berkurang. Di situasi seperti ini, inovasi bagi masyarakat dalam menemukan cara berwirausaha menjadi sesuatu yang penting. Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan sebagai bukti sumbangsih dan rasa peduli terhadap masyarakat dengan cara membagikan ilmu maupun keterampilan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah (1) Untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan (2) Untuk memberikan petunjuk kepada masyarakat dalam hal ini anggota Persekutuan Mahasiswa Kristen UPI, Bandung mengenai pemanfaatan campuran sayuran dalam pembuatan lasagna non-daging (3) Untuk memberi masukan bagi masyarakat tentang peluang berwirausaha di era new normal ini. Pasta merupakan masakan Italia yang dikenal di Indonesia dan diminati oleh masyarakat luas, dikarenakan pasta dikenal sebagai hidangan yang cepat dan praktis untuk disajikan. Dalam membuat pasta pun mudah dan cepat dengan bahan yang mudah ditemukan. Lasagna adalah jenis pasta yang terbuat dari pasta sheet yang disusun berlapis- lapis dengan berisi daging cincang, saus bolognese dan ditaburi keju mozzarella diatasnya. Inovasi resep lasagna yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengganti isian dagingnya dengan campuran sayuran. Pembuatan lasagna non- daging diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membuat variasi rasa baru yang memiliki khasiat dan manfaat yang tinggi untuk tubuh, yang dapat dijadikan peluang berwirausaha.
Dian Pratiwi, Ahmad Zuhdi, Ratna Shofiati, Reymartin Reza Pratama, Hafiz Adi Wijaya
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 138-147; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8809

Abstract:
Makin maraknya beberapa media promosi membuat persaingan penjualan produk semakin tinggi pula. Jenis media konvensional pun mulai ditinggalkan dan banyak beralih ke media teknologi seperti videotron atau layar-layar LCD. Penggunaan media tersebut tentunya perlu didukung dengan isi konten promosi yang menarik pula dalam mengiklankan produk, terutama produk-produk yang diperkenalkan oleh para UKM. UKM di Indonesia sering kali menghadapi berbagai masalah seperti promosi, pemasaran dan penjualan. Inilah yang kemudian akan coba diatasi dalam kegiatan PKM kali ini, dimana akan dibuat sebuah pelatihan untuk para pelaku UKM dalam mengembangkan konten iklan berbasis animasi guna mempromosikan produk-produk yang dijual oleh mereka. Pelatihan ini pada tanggal 16 Mei 2020 telah berlangsung terdiri dari dua sesi, dimana sesi pertama adalah memperkenalkan software online Animaker untuk membuat iklan animasi. Sesi kedua adalah sesi praktek, dimana secara daring para peserta diberikan petunjuk tahap demi tahap dalam membuat iklan animasi, dengan kasus iklan penjualan makanan & minuman. Sebagai tambahan akhir sesi, kegiatan ini juga memberikan sesi kuis berhadiah dengan menggunakan aplikasi Kahoot, kepada para peserta untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar materi kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dari 8 peserta yang hadir purna waktu melalui kuisioner, diketahui bahwa sebanyak 87.5% peserta menilai pelatihan ini mudah dipahami, 100% peserta menilai pembicara sudah menjelaskan materi cukup baik, 100% peserta mengatakan pengaturan waktu sudah tepat, dan sebanyak 62.5% dari peserta akan mengimplementasikan hasil pelatihan tersebut ke dalam toko/usaha yang mereka jalankan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan pembuatan iklan produk berbasis animasi ini telah memberikan manfaat yang cukup terlihat dan berhasil diterima dengan baik oleh peserta
Supina Batubara, Sri Wahyuni, Eko Hariyanto, Akhyar Lubis
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 164-173; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9048

Abstract:
Penyebaran konten pornografi melalui internet dan telepon seluler sudah sangat mengkawatirkan Pornografi di internet memang telah menjadi sebab industri dengan skala bisnis yang besar. Hingga saat ini pemerintah terlihat kesulitan untuk mengatasi persoalan situs pornografi. Upaya pemblokiran situs-situs pornografi di Indonesia terus dilakukan, namun, situs-situs porno (cyberporn) juga terus tumbuh. Dampak negatif cyberporn telah terbukti sangat mengkawatirkan terutama bagi remaja sebagai generasi muda. Dilakukan survey di Indonesia menunjukkan hasil responden 90 persen dari pelajar SD, SMP, dan SMA sudah mengakses pornografi. Orang tua memiliki tugas untuk melakukan pengawasan atau pengendalian (parental control) dari penggunaan internet bagi anaknya, terlebih lagi saat masa pandemi saat ini penggunaan internet pada perangkat android sudah menjadi kebutuhan primer. Untuk itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melaksanakan webinar yang dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab langsung oleh narasumber dengan tujuan agar orang tua dan pihak sekolah dapat mengetahu dampak negative paparan pornografi dan mengetahui cara memberantas bagaimana cara memblokir, menangkal, juga membasmi cyberporn di internet dan android. Hasil pelaksanaan webinar tim pengabdian dapat merangkum bahwa orang tua, guru dan pihak sekolah mampu melakukan penangkalan cyberporn sesuai dengan hasil yang diharapkan hal ini terlihat pada post-test setelah kegiatan webinar.
I Gede Suardika, Made Dewi Ayu Untari, Nyoman Ayu Nila Dewi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 83-91; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8326

Abstract:
Bali merupakan salah satu kota yang memiliki beraneka macam masakan dan makanan khas Bali. Jajanan tradisional di Bali mulai dari jajan sangait, klepon, laklak, pisang rai, dan masih banyak lagi jajan tradisional lainnya. Saat ini jajanan tradional di Bali mulai digemari dan menjadi makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Seperti halnya kini banyak ditemui jajan tradisional laklak Bali yang memiliki bahan dasar tepung terigu, santan dan kepala parut. Industri rumah tangga jajan laklak bali yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Ibu Sri yang memiliki aktivitas untuk memproduksi jajan tradisional yang telah di produksi dari tahun 1990an. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini memiliki kendala untuk memasarkan dan mengenalkan hasil karya jajan yang di produksi, dimana jajan tradisional yang ada saat ini hanya di produksi dan dijual di sekitaran rumah. Terkadang beberapa pembeli datang langsung ke tempat produksi yakni di rumah mitra. Melihat hal tersebut dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini akan diberikan suatu pelatihan media pemasaran untuk dapat memasarkan jajanan yang telah diproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pelatihan media pemsaran dimana pemasaran yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan media sosial seperti instagram, dan media sosial lainnya.
, Wisnu Adi Prasetyanto, Herwin Suprijono, Kusni Ingsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 4, pp 110-118; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.9500

Abstract:
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu komoditas yang banyak dijumpai di sejumlah kelurahan di Kota Semarang. Terdapat 18 kelompok tani (poktan) yang fokus budidaya jamur tiram. Ke-18 poktan tersebut tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jamur Tiram Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang telah mengalokasikan sejumlah dana untuk pengembangan komoditas ini. Namun adanya pandemi COVID-19, muncul sejumlah kendala yaitu pengadaan bibit dan pemasaran hasil panen. Termasuk diversifikasi bisnis baru yaitu pembibitan yang sebenarnya memiliki prospek yang baik di masa pandemi COVID-19 ini. Berdasarkan hasil diskusi dan wawancara dengan anggota poktan Bhumi Rejo Makmur, pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap usaha. Selain pemasaran, bibit berkualitas juga sulit didapatkan. Saat ini poktan tidak menggunakan sistem informasi dalam upaya untuk meningkatkan penjualan dan kapasitas produksi masih sangat rendah yaitu sekali proses hanya 100 baglog. Kami menyusun dan mendiseminasikan arsitektur produk teknologi smart green spatial database untuk bisnis baru pembibitan jamur dengan pendekatan basis data spasial. Sebaran pembudidaya jamur, penangkar bibit berkualitas, segmen pasar potensial dan jangkauan pasar digambarkan dalam Geographic Information System (GIS). Sistem pendukung keputusan yang kami transfer teknologi ke mitra dalam bentuk smart green spatial database yang dapat membantu anggota poktan untuk memulai usaha baru pembibitan jamur dengan bersumber database yang valid. Dengan smart green spatial database dapat meningkatkan transaksi penjualan dalam bisnis baru pembibitan jamur sebagai upaya pemberdayaan masyarakat terdampak COVID-19, dari 18 poktan, ada 17 poktan yang siap memulai usaha baru, adanya peningkatan jumlah pemasok bibit menjadi 6 penangkar bibit, dan jangkauan pemasaran mulai terdistribusi ke luar Jawa Tengah.
Ade Sri Mulyani, Ety Nurhayaty,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 219-226; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5818

Abstract:
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian, walaupun mempunyai kontribusi yang besar, kenyataan menunjukan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih belum dapat mewujudkan kemampuannya secara maksimal, dikarenakan masih kurangnya pengetahuan dari para pelaku usaha dalam melakukan penerapan akuntansi dalam mengelola hasil usaha, jika akuntansi dilakukan secara baik, maka para pelaku usaha dapat mengambil keputusan dalam menjalankan usaha sesuai dengan data yang akurat, bukan berdasarkan pengalaman dan ingatan saja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan kuisioner dan wawancara langsung dengan responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih belum banyak yang menerapkan akuntansi sesuai dengan siklus akuntansi, para pelaku usaha baru melakukan tahap awal dari akuntansi seperti mengumpulkan bukti transaksi dan mencatat transaksi yang terjadi. Kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha adalah masih kurangnnya pengetahuan dan kesadaran yang dimiliki para pelaku usaha untuk melakukan pencatatan dan pelaporan akuntansi, para pelaku usaha beranggapan bahwa hanya dengan melakukan pengumpulan bukti transaksi dan pencatatan transaksi yang terjadi mereka sudah dapat menentukan laba, tanpa perlu membuat laporan keuangan, karena menurut para pelaku usaha membuat laporan keuangan memerlukan biaya yang cukup bear dan waktu yang lama.
Od Sari Ningsih
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 262-270; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5143

Abstract:
Salah satu cara efektif dalam meningkatkan produktifitas Indonesia adalah melalui pemberdayaan perempuan. Negara perlu melakukan investasi terhadap perempuan dengan menjamin kesehatannya secara menyeluruh. Pemberdayaan perempuan tidak serta merta menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung program-program dari berbagai sektor. Kesehatan perempuan, dapat dilakukan bersinergi antara pemerintah dan masyarakat. Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Immanuel melalui Program Studi D3 Kebidanan mengambil peluang dalam rangka pengabdian kepada masyarakat khususnya para perempuan. Daerah yang disasar adalah Desa Babakan di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Program-program Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Reproduksi, menjadi salah satu yang diperhatikan. Data menunjukan jumlah kader 28 orang dengan kompetensi yang dimiliki adalah pengelolaan posyandu 5 meja, pendampingan perempuan yang memerlukan rujukan kesehatan dan kegiatan lainnya seperti olah raga. Berdasarkan latar belakang maka dilakukanlah pengabdian kepada masyarakat melalui topik “Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pijat Nifas Bagi Kader di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung”. Tujuan; tercapainya pemberdayaan perempuan melalui kemampuan kader untuk melakukan pijat nifas. Manfaat; pengetahuan, pemahaman dan kemampuan kader dalam hal pijat nifas serta kemampuan untuk menambah pemasukan ekonomi. Metode; Analisis situasi, kajian/survey awal, kajian potensi kader posyandu, perijinan, penyusunan materi , implementasi, evaluasi, perumusan laporan kegiatan dan publikasi. Hasil; Pengetahuan kader tentang pijat nifas sebagian besar berpengetahuan cukup 14 orang, berpengetahuan baik 10 orang dan berpengetahuan kurang 2 orang. Pemahaman kader tentang pijat nifas sebagian besar berpengetahuan cukup 14 orang, berpengetahuan baik 12 orang dan berpengetahuan kurang 2 orang. Kemampuan kader setelah mengikuti pelatihan pijat nifas dengan kemampuan baik 26 orang, kemampuan cukup 2 orang. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, maka pelatih berkolaborasi bersama petugas kesehatan dan pemerintahan setempat untuk melakukan pemantauan selanjutnya. Simpulan; pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pijat nifas bagi kader bahwa sebagian pengetahuan dan pemahaman kader tentang pijat nifas adalah cukup. Kemampuan kader dalam mengimplemetasikan pijat nifas adalah baik. Manfaat penyerta yang bisa dimanfaatkan bagi kader adalah menambah pemasukan ekonomi. Rekomendasi pelatihan ini diperlukan pendampingan dan pemantauan petugas kesehatan dan pemerintah setempat untuk mengembangkan terus potensi kader dalam rangka pemberdayaan perempuan. Pelatihan pijat nifas ini terbatas, sehingga diperlukan pelatihan-pelatihan lanjutan atau topik lainnya untuk lebih memampukan pemberdayaan perempuan. Ucapan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Puskesmas Pakutandang Ciparay Kabupaten Bandung dan Kepala Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung...
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 12-24; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.5130

Abstract:
Prevalensi lansia (60-74 tahun) di Indonesia tahun 2050 diperkirakan melebihi prevalensi di dunia. Depresi pada lansia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung coroner yang mempengaruhi morbiditas lansia. Peningkatan depresi pada lansia harus menjadi perhatian khusus semua elemen kesehatan agar berkontribusi maksimal dalam pelayanan preventif maupun kuratif. Fungsi kognitif secara bertahap akan menurun pada lansia seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi depresi akan mempercepat penurunan fungsi kognitif lansia. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk melalukan pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia .Realisasi pemecahan masalah untuk mendeteksi adanya gejala depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia melalui kegiatan pendidikan kesehatan kepada semua eleman yang terkait di Balai Perlindungan Sosial Tresna Whreda (BPSTW) Ciparay Bandung. Elemen yang terkait meliputi pejabat panti, pramuwheda, perawat dan lansia. Setelah hasil pengkajian Mini Mental State Examination (MMSE) dan Geriatric Depression Scale (GDS-15) didapatkan 20 orang lansia depresi tingkat ringan dan sedang. Lansia yang mengalami depresi tingkat ringan dan sedang mendapatkan informasi mengenai gejala depresi dan bagi petugas panti,pramuwhreda mendapatkan informasi mengenai gejala umum yang dirasakan lansia ketika depresi dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya depresi. Perawat panti diberikan pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan instrumen MMSE dan GDS-15Kegiatan berlangsung sesuai rencana dan semua sasaran mengalami peningkatan partisipasi saat kegiatan penyuluhan berlangsung dan dilanjutkan dengan diskusi kecil diluar kegiatan penyuluhan. Kata kunci: Deteksi dini depresi pada Lansia, Fungsi Kognitif, Pendidikan Kesehatan.
Ika Romadoni Yunita, , Primadani Arsi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 33-38; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6692

Abstract:
Pengenalan teknologi/gadget pada anak tidak salah, akan tetapi diharapkan peran orang tua untuk turut serta mengawasi penggunakan gadget pada anak. Penggunaan gadget tanpa pengawasan memberikan beberapa dampak terhadap interaksi sosial seperti mereka lebih nyaman menggunakan gadget daripada berinteraksi atau bermain dengan teman sebayanya. Namun terdapat juga pengaruh positif pengenalan gadget pada anak seperti dapat mengasah kemampuan kognitif, belajar tanggap teknologi dan berfikir lebih kreatif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini peserta yang terdiri dari Ibu-ibu pengurus dan anggota PKK dapat melakukan pengawasan terhadap gadget yang digunakan anak melalui salah satu aplikasi parenting control Google Family Link yang terdiri dari 2 versi untuk orang tua dan anak dan dapat diunduh secara gratis di play store. Dengan pengabdian ini Orang tua tidak membiarkan begitu saja anak menggunakan gadget tanpa pengawasan karena bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun psikis. Kata Kunci: Gadget, parenting control, google family link.
Yustirania Septiani, Rr Retno Sugiharti, Supanji Setyawan
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 25-32; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.6534

Abstract:
Faktor utama keberlangsungan Koperasi Sekolah adalah pengelolaan yang baik. Pengelolaan dalam koperasi sekolah melingkupi pengelolaan dari sisi pengorganisasian baik struktur organisasi maupun keuangan. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada Guru Madrasah Ibtidaiyah se–Kecamatan Secang yang juga berperan sebagai pengelola Koperasi Sekolah terkait struktur organisasi dalam koperasi sekolah, penggunaan pembukuan menggunakan apliksai serta sirkulasi operasional koperasi sekolah yang baik. Harapannya Madrasah Ibtidaiyah se–Kecamatan Secang yang sudah memiliki koperasi sekolah mampu mengelola koperasi tersebut menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Meskipun pada dasarnya tujuan Koperasi Sekolah bertujuan untuk kepentingan pendidikan namun diharapkan pula pada akhirnya keberadaan Koperasi Sekolah akan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan guru sekolah tersebut. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi yang diberikan intensif selama 3 kali pertemuan. Dari kegiatan ini diketahui bahwa rata-rata Koperasi Sekolah yang sudah ada belum berjalan dengan maksimal. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya pengelola koperasi. Terbatasnya jumlah guru di masing-masing sekolah membuat masing-masing guru telah mengemban tugas yang cukup banyak, sehingga pengelolaan koperasi sekolah sering terbengkalai. Namun dengan adanya otomatisasi pembukuan yang disampaikan pada kegiatan ini memudahkan guru sebagai pengelola koperasi sekolah untuk melakukan pencatatan transaksi di koperasi sekolah. Dari hasil evaluasi kegiatan, kegiatan pelatihan ini telah meningkatkan kemampuan pengelola koperasi sekolah dalam hal ini guru dalam melakukan pengelolaan koperasi khususnya dalam hal pembukuan keuangan.
, Iin Soraya
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 306-315; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5890

Abstract:
AbstrakAdvertorial merupakan jenis iklan yang dikemas dalam gaya jurnalistik dan ditulis dalam bentuk editorial atau artikel yang memuat informasi mengenai kegiatan perusahaan atau review keunggulan sebuah produk disertai fakta empiris dan informasi yang berguna. Tujuan penulisan iklan ini adalah untuk menyatukan berita dan pesan komersil, sehingga menjadikan alat pemasaran ini bersifat lebih kredibel dan efektif. Advertorial dapat digunakan untuk melakukan promosi aktivitas perusahaan maupun promosi produk, yang pada dasarnya berusaha menggiring pembaca untuk menyakini bahwa perusahaan atau produk tersebut memberikan manfaat, serta menjadi solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi. Pelatihan penulisan advertorial yang diselenggarakan Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas BSI bertujuan menambah pengetahuan dan ketrampilan peserta di bidang penulisan, khususnya advertorial. Hal ini akan mempermudah dan memperlancar urusan kedinasan maupun promosi produk-produk bagi yang mengelola usaha sendiri. Berdasarkan evaluasi terungkap, bahwa sebagian besar peserta belum pernah menggunakan komputer dalam kegiatan penulisan, baik dalam menulis informasi yang dipasang di papan pengumuman, surat menyurat, maupun menulis pesan promosi untuk produk-produk yang mereka jual. Peserta juga belum pernah secara khusus mengikuti pelatihan penulisan, baik untuk keperluan pribadi maupun kedinasan. Selain itu, peserta juga tidak mengenal advertorial sebagai salah satu sarana promosi yang bertujuan sama seperti iklan konvensional yang biasa ditayangkan di media massa. Namun, setelah mengikuti pelatihan, para peserta kini mampu melakukan penulisan menggunakan Microsoft Word, dan memadukannya dengan gambar-gambar yang tersedia di aplikasi tersebut. Selanjutnya, diharapkan peserta akan terus menerapkan dan meningkatkan ketrampilan menulis yang dimiliki agar dapat menghasilkan tulisan yang lebih menarik dan bervariasi, baik yang bersifat informatif maupun persuasif. Kata Kunci: Strategi Kreatif, Iklan, Advertorial Abstract Advertorial is a type of advertising in a journalistic style and written in an editorial or article form that contains information about company activities or reviews of qualities of a product along with empirical facts and beneficial information. Writing an advertorial aims to integrate news and commercial messages with the result that this marketing tool will be more credible and effective. An advertorial can be used to promote activities of a company as well as products, which basically attempts to lead readers to assume that the company or products provide benefits and a solution to the problems they face. An advertorial writing training organized by the Faculty of Communication and Language of BSI University intended to enhance knowledge and skills of participants in writing, especially an advertorial. This will simplify and accelerate the official charges and promoting products for those who manage their own businesses. Based on the...
Mohammad Syamsul Azis
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 295-305; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5839

Abstract:
Komputer adalah perangkat yang tidak bisa lepas dari dunia kerja, apalagi penggunanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga orang tidak bisa lepas dengan satu perangkat ini. Seperti halnya negara kita negara Indonesia yang sebagian besar penduduknya sudah menggunakan perangkat ini untuk meyelesaikan berbagai tugas. Dengan pentingnya manfaat komputer ini tentunya sistem pemerintahan pun wajib menggunkan perangkat ini agar tugas-tugas di negara ini semakain cepat terselesaikan dan lebih tepat sasaran, dibandingkan hanya mengandalakan kemampuan menulis atau teknik-teknik konvensional yang dirasa bisa memakan waktu yang lama dan kurang optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar dapat menerapkan program kerja yang berbasis komputer. Kegiatan pertama terdiri dari satu hari membuat laporan dengan menggunakan microsoft excel, kemudian dilanjutkan dengan membuat surat menyurat menggunakan micorsoft word, dan ditutup dengan memberikan ketrampilan masyrakat dalam hal presentasi menggunakan power point. Setelah diadakannya pengabdian ini diharapkannya masyarakat yang terdapat pada lembaga pemerintahan mampu mengoperasikan tugas-tugasnya dengan komputer dengan baik dan menghasilkan hasil yang lebih optimal dibandingkan hasil yang sebelumnya yang masih menggunakan cara konvensional dan manfaatnya bisa dirasakan bagi petugasnya dan masyrakat yang dilayaninya serta bisa menjadi rujukan untuk kegiatan selanjutnya yang sejenis dengan pengabdian masyrakat ini.
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 208-218; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.5961

Abstract:
Hak atas informasi publik dijamin oleh negara. Namun, pengelolaan informasi publik di Kabupaten Aceh Barat belum berjalan sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya aparatur pemerintahan dalam pelaksanaan ketentuan undang-undang dimaksud. Untuk itu, pelaksanaan pengabdian menjadi penting untuk percepatan layanan informasi publik di Aceh Barat. Tujuan umum pengabdian untuk meningkatkan kepatuhan badan publik Pemerintah di Kabupaten Aceh Barat dalam melaksanakan UU KIP. Sedangkan tujuan khususnya terdiri tiga bagian, yaitu menyampaikan umpan balik temuan pengabdian kepada badan publik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, meningkatkan kesiapan badan publik Pemerintah di Kabupaten Aceh Barat dalam melaksanakan UU KIP melalui penyusunan daftar informasi publik, serta meningkatkan layanan informasi publik di Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menyediakan dan mengumumkan informasi berkala, informasi yang tersedia setiap saat dan informasi serta merata. Pengabdian dilakukan melalui empat tahap, yakni melalui pertemuan awal dengan Sekretaris Daerah Aceh Barat selaku Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Utama dan PPID Utama Kabupaten Aceh Barat, sosialisasi hasil pengabdian, workshop penyusunan daftar informasi publik, serta pendampingan dalam penyusunan daftar informasi publik. Berdasarkan pengabdian terhadap PPID Utama dan PPID Pembantu diperoleh bahwa proses koordinasi antara Tim Pertimbangan dan PPID Utama Kabupaten Aceh Barat menjadi penting dan strategis. Berikutnya, proses pendampingan telah menghasilkan daftar informasi publik PPID Utama dan PPID Pembantu di Kabupaten Aceh Barat, serta adanya kerja sama antara perguruan tinggi, OMS (MaTA), PPID Utama Aceh, dan PPID Utama Kabupaten Aceh Barat semakin mempercepat proses penyusunan daftar informasi publik Kata Kunci: Informasi Publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, Badan Publik, Daftar Informasi Publik, Layanan Informasi Publik, Kabupaten Aceh Barat.
Fatikhatun Nikmatus Sholihah, , Umi Kulsum Nur Qomariyah
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 366-373; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6116

Abstract:
AbstrakPembelajaran di sentra alam dengan tema lingkungan alam memiliki tantangan tersendiri bagi guru-guru dalam pelaksanaanya dikarenakan lahan yang sedikit. Guru masih banyak menggunakan lembar kerja siswa yang dibeli dari toko-toko buku dan kurang kreatif sehingga tidak mengembangkan media sendiri. Maka dibutuhkan pelatihan pembuatan media yang dapat menggambarkan situasi ekosistem yaitu terrarium ekosistem. Terrarium merupakan media yang terbuat dari kaca baik botol, aquarium atau plastik transparan yang berisi tanaman dengan metode yang unik yang disesuaikan dengan kondisi alam yang sesungguhnya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi guru TKIT Al Mishbah menciptakan eksosistem mini dalam suatu media kaca agar mempermudah guru dalam mengajarkan Lingkungn Alam yang disebut terrarium. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 4 hari mulai 25 juni sampai 28 juni 2019. Metode pelaksanan kegiatan ini dilakukan dengan cara tutorial terbimbing. Pembuatan terrarium meliputi pembuatan terrarium ekosistem gurun, terrarium hutan hujan tropis, dan terrarium savana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam materi ekosistem di sekolah, sehingga guru dapat menyeimbangkan antara teori dengan kondisi alam sesungguhnya. Kata Kunci: Terrarium, Guru TKIT Al Mishbah , Lab Mini.
Ari Nurul Fatimah, Annisa Puspita Sari, Rizka Satria Adhi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 404-415; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6305

Abstract:
Teknologi informasi merupakan modal utama bagi setiap orang untuk dapat bersaing dalam era globalisasi. Perkembangan teknologi informasi salah satunya ditunjang dengan media komputer yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sayangnya, masih banyak masyarakat khususnya di daerah pedesaan yang belum mampu menggunakan media komputer secara optimal seperti di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuat dengan tujuan untuk membekali ilmu berupa pelatihan komputer bagi anak-anak di lereng Gunung Sumbing. Komputer harus diperkenalkan kepada anak-anak sekolah agar mereka mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan program komputer masuk desa ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik pengumpulan informasi data primer yaitu wawancara. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu survey, wawancara, sosialisasi, dan pelatihan. Dari kegiatan program komputer masuk desa yang dilaksanakan sebanyak 6 kali ini telah tercipta kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sebagai alternatif dalam proses pengenalan dan pembelajaran teknologi komputer dan telah tercapai target pemahaman teknologi komputer pada anak usia sekolah.
Aldila Krisnaresanti, ,
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 2, pp 387-395; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6217

Abstract:
Business Centre “KSM” SMK N 1 merupakan tempat praktik siswa SMK Negeri 1 Purwokerto untuk menerapkan ilmunya. Salah satu unit usaha di Business Centre SMK N 1 Purwokerto adalah Café Herbal J&J. Café Herbal J&J digunakan sebagai tempat untuk menjual produk yang dihasilkan oleh bidang keahlian farmasi klinis dan komunitas. Selain sebagai tempat penjualan produk, Café Herbal J&J juga menjadi laboratorium wirausaha siswa bidang keahlian farmasi klinis dan komunitas. Kegiatan pengabdian penerapan IPTEKS bertujuan untuk optimalisasi kualitas layanan dan promosi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kuantitas penjualan pada Cafe Herbal J&J. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembelian meja bar, pelatihan pelayanan prima, dan pelatihan promosi online. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa peserta pelatihan sudah memahami pentingnya perencanaan pelayanan dan promosi, sudah memahami pentingnya pengorganisasian pelayanan dan promosi; dan sudah memahami tentang SOP pelayanan pada pembeli.
Resti Yulistria, Vina Islami, Susilawati Susilawati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 260-268; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.8667

Abstract:
Pemberdayaan perempuan itu sendiri memiliki tujuan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan, pemberdayaan ini dilaksanakan melalui kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan khususnya membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Metode pengumpulan data dengan Triangulasi teknik, untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, dengan kata lain ketika peneliti sudah memperoleh data dari metode wawancara maka perlu dicek lagi dengan metode lain misalnya observasi dan dokumentasi. Sehingga dapat dipastikan data dianggap valid. Selanjutya dilakukan Analisis SWOT, analisis ini digunakan untuk merumuskan secara kualitatif dan holistik baik lingkungan internal maupun eksternal dari entitas yang sedang diamati. Hasil peelitian, Pertama, pendalaman terhadap beberapa sentra industri yang ada di desa Sukajaya Kabupate Sukabumi memiliki dinamika dan karakteristik yang berbeda-beda, Kedua, pemberdayaan buruh perempuan industri kecil meliputi dimensi sosial, pendidikan dan ekonomi, Ketiga, strategi pemberdayaan buruh perempuan hendaknya mempertimbangkan karakteristik seperti identitas, umur dan pendidikan dan lamanya buruh bekerja di sentra-sentra yang ada dalam lokasi kajian ini, dan Keempat untuk mewujudkan pemberdayaan buruh perempuan diperlukan dukungan keterpaduan baik instansi daerah maupun lembaga-lembaga masyarakat (civil society), swasta dan lembaga pendidikan.Kata Kunci: Pemberdayaan, perempuan
, Siti Maryam, Noveria Susijawati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 3, pp 163-172; https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i2.7869

Abstract:
Kegiatan pengabdian ini untuk membantu meningkatkan penjualan bakso ayam endolita di daerah pamengkang cirebon dengan cara menambah variasi produk bakso ayam yang sudah ada dan membantu pengemasan dan pemberian merek pada bakso ayam endolita agar lebih menarik
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top