Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 1,952

(searched for: doi:(10.26877/*))
Save to Scifeed
Page of 196
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Rais Hidayat, Yuyun Elizabeth Patras
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6835

Abstract:
Kepuasan kerja dan kepemimpinan pendidikan merupakan 2 variabel penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif, pengumpulan datanya dengan instrumen angket yang disisi oleh guru-guru di wilayah domisili Bogor, Jawa Barat, berjumlah 80 orang. Analisis data menggunakan statistif deskriptif dan inferensial. Temuan penelitian ini sebagai berikut: (1) Persepsi guru laki-laki atas beberapa indicator kepuasan kerja guru lebih rendah dibandingkan dengan guru perempuan. Persepsi guru negeri atas beberapa indicator kepuasan kerja guru lebih tinggi dibandingkan dengan guru swasta. Semua indicator ketidakpuasan kerja guru terdapat pada guru sekolah dasar; (2) Persepsi guru laki-laki atas beberapa indicator kepemimpinan pendidikan lebih rendah dari guru perempuan. Persepsi guru sekolah swata atas beberapa indicator kepemimpinan pendidikan lebih rendah dari guru negeri. Sedangkan persepsi guru sekolah dasar atas semua indicator kepemimpinan rendah; (3) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel kepemimpinan pendidikan dengan variabel kepuasan kerja guru dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,53 (p > 0,05); dan (4) strategi untuk memperbaiki kepemimpinan dilakukan dalam hal-hal berikut: penetapan target-target, pengumpulan data dan informasi, pembimbingan dan pengarahan guru professional, pengembangan kurikulum dan pengembangan proses pembelajaran, pembentukan tim yang solid, komunikasi yang efektif, penyelesaian konflik yang terjadi di sekolah.
T Endang Ekowati, Sunandar Sunandar, Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6836

Abstract:
Dalam penyelenggaraan pendidikan, pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam manajemen administrasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perencanaan anggaran untuk meningkatkan mutu pendidikan; (2) pengorganisasian SDM untuk manajemen pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; (3) pelaksanaan manajemen pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; (4) sistem pengawasan pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Ar Rahmah Suruh.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif analitis. Metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabasahan data menggunakan Kredibilitas, Transferbility, Dependebilitas, dan Konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan anggaran pendidikan SD Islam Ar RAhmah disusun dan dituangkan dalam bentuk RAPBPT yang diadakan pada tiap akhir tahun dengan menetapkan semua program beserta anggaran masing-masing program. Melibatkan stakholders sekolah, melalui rapat serta keputusan rapat yang sudah di sepakati diputuskan lagi oleh ketua yayasan; 2) Mekanisme pengorganisasian pembiayaan pendidikan dimulai dari sumber dana itu sendiri. Kedua pengorganisasian sumber daya manusia yang mengelola dana tersebut. Di lihat dari struktur organisasi yang bertanggung jawab mengelola keuangan di SD Islam Ar Rahmah adalah kepala sekolah; 3) Pelaksanaan Anggaran di SD Islam Ar Rahmah Suruh digunakan untuk pembiayaan program sekolah serta belanja barang dan jasa dan pengembangan; 4) Pengawasan pembiayaan pendidikan di SD Islam Ar Rahmah dilakukan oleh yayasan Ar Rahmah Suruh dan dinas kependidikan. Kemudian, pertanggungjawaban pembiayaan sekolah diserahkan kepada Komite Sekolah, Yayasan Ar Rahmah, dan dinas pendidikan.
Saniyem Saniyem, Sunandar Sunandar, Yovitha Juliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6840

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) adakah pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja ?. 2). adakah pengaruh supervisi klinis kepala sekolah terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja?, 3) adakah pengaruh kepemimpinan dan supervisi klinis kepala Sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja?Tujuan penelitianini adalah untuk : 1). untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja. 2) Untuk mengetahui pengaruh supervisi klinis kepala sekolah terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja. 3) Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan supervisi klinis kepala Sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja.Populasi dalam penelitian ini adalah 139 guru TK dari 39 TK di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportional random sampling dari polulasi sebanyak 139 diperoleh sebanyak 103 sampel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable bebas yaitu kepemimpinan dan supervise klinis kepala sekolah sedangkan variable terikatnya kinerja guru. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisis datanya menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Sebelum menguji dengan analisis regresi, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas, liniaritas dan multikolinieritas dengan α = 0,05 %).Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan dari kepemimpinan terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja sebesar 48.8% 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan dari supervise klinis kepala sekolah terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja sebesar 40.10%. 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara kepemimpinan dan supervise kepala sekolah terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Boja sebesar 56.10%. Saran yang dapat disampaikan adalah kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi dalam sekolah sebaiknya meningkatkan menjalin hubungan yang lebih intens dengan guru-guru, dengan meningkatkan komunikasi interpersonal baik secara langsung maupun tidak langsung. Apabila kepemimpinan kepala sekolah meningkat, maka kinerja guru juga dapat meningkat.
Yunita Kumala Dewi, Yovitha Juliejantiningsih, Nurkolis Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6833

Abstract:
Fokus penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah implementasi prinsip fokus pada pelanggan dalam meningkatkan mutu sekolah, 2) bagaimanakah implementasi prinsip kepemimpinan dalam meningkatkan mutu sekolah, 3) bagaimanakah implementasi prinsip pendekatan proses dalam meningkatkan mutu sekolah.Pendekatan dan jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif evaluatif. Teknik penggalian data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, komite sekolah dan siswa. Sedangkan teknik analisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan dua model triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode.Hasil penelitian ini adalah sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dalam menjamin mutu sekolah di SMP Negeri 2 Demak: (1) prinsip fokus pada pelanggan diimplementasikan dengan a. menyeimbangkan antara kebutuhan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan, b. mengomunikasikan kebutuhan dan harapan kepada jajaran organisasi, c. mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan melakukan tindakan atas hal tersebut. Adapun untuk mengukur kepuasan pelanggan dalam pelaksanaan manajemen mutu ISO 9001: 2015 di SMP N 2 Demak dengan mengelola dan membina hubungan dengan pelanggan. (2) Prinsip kepemimpinan diimplementasikan dengan: a. proaktif dan memimpin dengan memberi contoh keteladanan, b. membangun kepercayaan, menghilangkan kecemasan, jujur dan komunikasi terbuka, c. menetapkan visi yang jelas dari masa depan organisasi, d. mendidik, melatih dan menyediakan sumber daya. (3) Prinsip pendekatan proses diimplementasikan dengan: a. mengidentifikasi dan mengukur masukan dan keluaran dari proses, b. mengevaluasi resiko dan peluang pada pelanggan. Pada aspek ini terdapat keunikan SMP N 2 Demak mampu merubah resiko menjadi peluang dan tantangan sehingga menjadi kesempatan untuk membuktikan pada pelanggan tentang kualitas dan profesionalitasnya. Namun pada aspek mengidentifikasi dan mengukur masukan dan keluaran dari proses ada kekurangan yaitu proses audit internal respon pada guru kurang maksimal, hal ini kemungkinan dikarenakan masih ada sebagian guru yang kurang perduli akan pentingnya proses audit internal.
Suminah Suminah, Fenny Roshayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6837

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah terdapat pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap kinerja kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang?, (2) apakah terdapat pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang?, (3) apakah terdapat pengaruh budaya organisasi dan supervisi akademik terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang?.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya: (1) pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, (2) pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, (3) pengaruh budaya organisasi dan supervisi akademik terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri se-Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang yang berjumlah 150 orang, dengan sampel sebanyak 105 orang diambil secara keseluruhan dari jumlah populasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi sekolah dan supervisi akademik terhadap kinerja guru. Untuk menganalisis data digunakan fasilitas program SPSS for Window Release 25.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa perolehan skor kinerja guru sebesar 151,24 termasuk kategori cukup baik, rata-rata perolehan skor budaya organisasi sekolah sebesar 126,12 termasuk kategori cukup baik, dan perolehan skor supervisi akademik sebesar 128,53 termasuk kategori cukup baik. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak multikolinier dan linier. Dari uji hipotesis ditemukan: (1) terdapat pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap kinerja guru sebesar 72,6%, (2) terdapat pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru sebesar 41,1%, (3) terdapat pengaruh budaya organisasi sekolah dan supervisi akademik terhadap kinerja guru sebesar 72,5%.
Sri Murwani, Noor Miyono, Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6834

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pengaruh peran kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru, (3). mengetahui pengaruh peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP/MTs se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMP/MTs se Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang berjumlah 157 orang, sampel sebanyak 113 guru yang ditetapkan dengan teknik proportional random sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, uji persyaratan, analisa regresi tunggal dan analisis regresi ganda menggunakan program SPSS for Windows versi 21.Temuan hasil penelitian di atas meliputi: (1) terdapat pengaruh positif peran kepala sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 59,832 + 0,321 X1, kekuatan korelasi sebesar 0,348 dengan pengaruh sebesar 0,113 atau 11,3%, (2) terdapat pengaruh positif kepuasan kerja terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 63,653 + 0,340 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,371 dengan pengaruh sebesar 0,130 atau13%, serta (3) terdapat pengaruh positif peran kepala sekolah dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 35,716 + 0,267 X1 + 0,291 X2, kekuatan korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,348 dan X2 terhadap Y sebesar 0,371, dengan pengaruh sebesar 0,205 atau 20,5%.Berdasarkan temuan di atas disarankan agar: (1) kepala sekolah sebaiknya melakukan supervisi secara periodik untuk perbaikan kinerja guru, (2) kepala sekolah memberikan kesempatan guru untuk pengembangan diri atau promosi jabatan, (3) guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik
Fuad Novel, Muhdi Muhdi, Retananidyastuti Retananidyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6839

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini: (1) apakah ada pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu pendidikan?, (2) apakah ada pengaruh motivasi kerja guru terhadap mutu pendidikan?, dan (3) apakah ada pengaruh peran kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap mutu pendidikan?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu pendidikan, (2) untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja guru terhadap mutu pendidikan, dan (3) untuk mengetahui pengaruh peran kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap mutu pendidikan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK swasta di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang yang berjumlah 202 yang terdiri yang terdiri 105 guru SMK Nusantara 1 Comal, 50 guru SMK Islam Nusantara Comal, 27 guru SMK Tunas Karya Comal dan 20 guru SMK Muhammadiyah 6 Comal. Setelah dihitung dengan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 135 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner/ angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda dan uji determinasi (R2).Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh yang signifikan Peran kepala sekolah secara parsial terhadap Mutu pendidikan, 2) terdapat pengaruh yang signifikan Motivasi kerja guru secara parsial terhadap Mutu pendidikan, dan 3) terdapat pengaruh yang signifikan Peran kepala sekolah dan Motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap Mutu pendidikan.
Ambaryanti Ambaryanti, Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti, Fenny Roshayanti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), Volume 9; doi:10.26877/jmp.v9i1.6838

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh Keterampilan ICT terhadap TPACK guru, (2) mengetahui pengaruh Etos kerja terhadap TPACK guru, dan (3) mengetahui pengaruh Keterampilan ICT dan Etos kerja secara bersama - sama terhadap TPACK guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex-post facto dan penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD Negeri di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang berjumlah 320 guru dengan jumlah sampel 167 guru yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan regresi berganda menggunakan SPSS for windows 21.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SD Negeri di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang: (1) dari uji hipotesis ditemukan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan ICT terhadap TPACK yang dinyatakan dengan persamaan regresi Ŷ = 175.522 + 0,411 X1; kekuatan korelasi R sebesar 0.645. dengan kontribusi sebesar 0.587 atau 58,7%. (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan etos kerja terhadap TPACK yang dinyatakan dengan persamaan regresi Ŷ = 181.172 + 0.425X2; kekuatan korelasi R sebesar 0.722. dengan kontribusi sebesar 0.639 atau 63,9%. (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan ICT dan etos kerja terhadap TPACK yang dinyatakan dengan persamaan regresi Ŷ = 29.753 + 0.564X1 + 0.588X2.; kekuatan korelasi R sebesar 0.879. dengan kontribusi sebesar 0.569 atau 56,9%.Berdasarkan temuan hasil penelitian di atas maka disarankan : (a) Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang mengembangkan berbagai program yang mendukung peningkatan keterampilan ICT guru dan etos kerja guru, (b) Kepala sekolah memberikan kesempatan pada guru serta memfasilitasi guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, seminar dan lain-lain yang dapat meningkatkan keterampilan ICT serta TPACK guru agar kinerja guru lebih optimal (c) Guru perlu meningkatkan Ketrampilan ICT bersama dengan Etos dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, seminar, pengembangan diri dan lain-lain yang dapat meningkatkan keterampilan ICT, etos kerja, serta TPACK guru agar kompetensi guru meningkat sehingga bisa meningkatkan kinerjanya agar lebih optimal untuk peningkatan TPACK yang signifikan.
Sonny Andika Yudi Pratama, Muhammad Saifuddin Zuhri, Farida Nursyahidah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 339-346; doi:10.26877/imajiner.v2i5.6482

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah kontekstual matematika pada materi trigonometri ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Pati tahun 2020/2021. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 9 yaitu 1 siswa dengan motivasi belajar tinggi, 1 siswa dengan motivasi belajar sedang, dan 1 siswa dengan motivasi belajar rendah. Untuk dapat mengetahui profil berpikir kritis siswa maka dilakukan dengan memberikan tes tertulis pemecahan masalah matematika trigonometri dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah memiliki semua kriteria kemampuan berpikir kritis (clarification, assessment, inference, dan strategies) . Namun profil berpikir kritis antara siswa dengan tingkat motivasi tinggi, sedang, dan rendah berbeda.
Farisha Nur Hidayah, Widya Kusumaningsih, Dina Prasetyowati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Volume 2, pp 329-338; doi:10.26877/imajiner.v2i5.6477

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan soal cerita pada materi program linier yang ditinjau dari gaya belajar siswa. Berpikir kritis merupakan salah satu hal penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Pati yang terdiri dari enam siswa, dua siswa dengan gaya belajar visual, dua siswa dengan gaya belajar auditori, dan dua siswa dengan gaya belajar kinestetik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual dan auditori.
Page of 196
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top