Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 1,633

(searched for: doi:(10.24832/*) OR doi:(10.30883/*))
Save to Scifeed
Page of 164
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Sudiyono, Yunita Murdiyaningrum
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 63-78; doi:10.24832/jpkp.v13i1.340

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, penyebaran kuesioner secara online menggunakan google form, dan Diskusi Kelompok Terpumpun. Penelitian dilaksanakan di 12 wilayah kabupaten/kota di Jawa dan luar Jawa dengan metode stratified random sampling dengan kriteria jumlah wilayah penerimaan Bantuan Operasional Pendidikan kategori besar, sedang dan kecil. Hasil penelitian menunjukkan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di semua wilayah sampel cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan kegiatan pembelajaran, dan meringankan beban pembiayaan orang tua siswa, namun penerimaan dana belum tepat waktu dan pemanfaatan dana juga belum sesuai dengan petunjuk teknis. Kontribusi dana Bantuan Operasional Penyelenggeraan Pendidikan Anak Usia Dini untuk Kelompok Bermain sebesar 59%, Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis sebesar 56%, Taman Kanak-kanak 33% dan Tempat Peneitipan Anak sebesar 29%. Kesimpulan penelitian yaitu Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan pembelajaran dan meringankan beban orangtua, dan berkontribusi cukup besar dalam biaya operasional Pendidikan Anak usia Dini. Ketepatan waktu penerimaan dana dan kesesuaian penggunaan dana perlu mendapat perhatian.
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 45-54; doi:10.24832/jpkp.v13i1.361

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media Games Book terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA ditinjau dari minat belajar siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dikelas IV Sekolah Dasar Negeri Kampung Bali 07 Pagi Jakarta Pusat. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, yang menghasilkan 30 siswa kelas IVA sebagai kelompok eksperimen dan 30 siswa kelas IVB sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang menggunakan treatment by level 2 x 2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA yang berbeda pada siswa menggunakan inquiry dengan bantuan media Games Book dengan siswa yang menggunakan ekpositori. 2) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA. 3) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori. 4) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar rendah dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih rendah dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori.
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 55-62; doi:10.24832/jpkp.v13i1.358

Abstract:
Perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah masih menjadi persoalan, terutama bagi SD-SD yang berada di sekitar pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Respoden penelitian ini adalah siswa Kelas 4, 5, dan 6 SD di sekitar pasar. Pengambilan data dilakukan secara daring/online dengan kuesioner dalam format google form. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah memiliki rata-rata skor 87,15 serta standar deviasi 12,004 dengan skor minimum 51,11 dan skor maksimum 114,35. Dengan rata-rata skor 87,15 berarti capaian perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah rata-rata baru mencapai 75,13 persen dari skor maksimum ideal yang dapat dicapai. Banyak siswa SD (68,00 persen) yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang, sedangkan kategori tinggi dan rendah sama banyaknya, yakni 16,00 persen. Capaian perilaku hidup sehat di sekolah menunjukkan perbedaan pada masing-masing indikator perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Indikator menggunakan jamban sehat berada pada posisi terendah diikuti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah di tempat sampah, dan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat. Rata-rata skor siswa laki-laki dan perempuan tidak berbeda secara signifikan. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar belum memuaskan karena banyak siswa SD yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang. Indikator yang capaiannya belum baik adalah penggunaan jamban sehat dan mencuci tangan menggunakan sabun. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan dengan skor tertinggi diperoleh siswa Kelas 4, kemudian kelas 5 dan 6.
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 27-44; doi:10.24832/jpkp.v13i1.345

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekurangan beban kerja mengajar guru dan strategi sekolah dalam memenuhi kekurangannya. Penelitian ini merupakan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh guru, diperkaya dengan wawancara dan diskusi. Jumlah kuesioner yang diolah sebanyak 34 responden. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan masih banyak guru terkendala dalam pemenuhan beban kerja minimal sehingga mereka kehilangan peluang mendapat tunjangan profesi. Salah satu sebabnya adalah terbatasnya jumlah tugas tambahan. Strategi sekolah dalam memenuhi beban kerja adalah mengutamakan guru yang sudah bersertifikat pendidik memenuhi beban kerjanya dengan cara diberi tugas tambahan dan/atau ditugaskan mengajar di sekolah lain. Direkomendasikan dalam upaya pemenuhan beban kerja, hendaknya guru dicarikan alternatif kegiatan, baik melalui penambahan jam mengajar di sekolah asal dengan melibatkannya dalam kegiatan ekstra dan kokurikuler, atau sekolah lain. Selain itu program lima hari sekolah dengan menambah jam kerja di sekolah dan tugas tambahan dapat menjadi alternatif pemenuhan beban kerja minimal.
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 1-14; doi:10.24832/jpkp.v13i1.362

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kasus kenakalan remaja serta perilaku negatif di kalangan remaja sehingga diketahui gambaran pola pendidikan karakter dalam mengatasi kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui survei. Jumlah sampel penelitian ditentukan berdasarkan teori Isaac and Michael dengan Significance Level 5%. Responden penelitian berjumlah 666 siswa yang berasal dari seluruh sekolah menengah. Analisis data menggunakan metode analisis deskritif terhadap instrumen penelitian yang berupa kuesioner. Diketahui kenakalan remaja yang mendapat penilaian negatif dari yang paling tinggi adalah: pergaulan bebas (17%), bullying (13%), keluar malam (11%), dan pacaran (10%). Perilaku seperti merokok (9%), bolos sekolah (7%), narkoba (5%), kekerasan (5%), mabuk (4%), tindakan pornografi (3%), melawan guru (3%), dan mencuri (2%) masih dalam kategori sedang dan rendah. Sebanyak 89% responden setuju bahwa pendidikan karakter dapat mengembangkan potensi siswa untuk berhati baik, perpikiran baik, dan bertindak baik sehingga perlu adanya kerja sama intervensi orang dewasa di sekitar remaja dan pembentukan kebiasaan dalam empat lingkungan yaitu lingkungan keluarga, temansebaya, sekolah, dan masyarakat.
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 15-26; doi:10.24832/jpkp.v13i1.346

Abstract:
Penerapan kurikulum yang sesuai dengan kompetensi abad 21 telah dilakukan di Indonesia. Namun, hasil Program for International Students Assessment (PISA) tahun 2018 malah mengalami penurunan. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kegiatan mengajar guru dalam proses pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, sampai penutup. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan sumber data berasal dari website resmi penyelenggara PISA. Data yang digunakan adalah hasil kuesioner yang dijawab oleh siswa Indonesia pada pelaksanaan PISA tahun 2018. Total jumlah responden sebanyak 12.098 siswa. Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (i) pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada umumnya dinilai sangat baik, khususnya ketika guru mengingatkan kembali materi yang telah diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran, (ii) pelaksanaan kegiatan inti pada proses pembelajaran khususnya pada kegiatan guru melakukan pembelajaran saintifik dinilai cukup, dan (iii) pelaksanaan kegiatan penutup pada proses pembelajaran khususnya ketika guru mendorong pengembangan metakognisi siswa dinilai cukup.
Published: 21 September 2020
Kebudayaan, Volume 15, pp 53-66; doi:10.24832/jk.v15i1.341

Abstract:
The name Kampung Pitu was created in 2015 with the aim of promoting Kampung Pitu to become one of the leading tourist destinations in Gunung Kidul. The Tourism Awareness Group Nglanggeran Tourism Village and the Gunung Kidul District Culture Office are encouraging the commoditization process of Kampung Pitu's traditional culture to attract as many tourists as possible to visit Kampung Pitu. This paper aims (1) To know the context of the political economy of branding the name of Kampung Pitu in the development of Nglanggeran Village. (2) Analyzing the tendency of the commodification of the tradition of Kampung Pitu to become a tourist destination to bring economic prosperity to the residents of Kampung Pitu. Data collection and analysis methods in this study are field observations, interviews and literature studies. All data collected was analyzed using qualitative descriptive techniques. The findings of this study, the process of commoditification of traditional culture in Kampung Pitu has been going well and promoted online and gave birth to more than 30 videos on YouTube Channel about Kampung Pitu that have been watched thousands of times, but tourist visits to Kampung Pitu are still very few, less than 0 , 7 percent, compared to hundreds of thousands of tourists visiting Nglanggeran Tourism Village. The failure of traditional cultural commoditification in attracting tourists to Kampung Pitu is caused by the access road to Kampung Pitu, which is relatively narrow, rocky and steep.
Published: 21 September 2020
Kebudayaan, Volume 15, pp 1-12; doi:10.24832/jk.v15i1.306

Abstract:
Tulisan ini mengkaji pengembangan media partisipasi publik elektronik (E-Consultation) dalam membantu pemerintah merumuskan kebijakan pengelolaan Situs Bukit Kerang Kawal Darat (BKKD). Media ini sangat dibutuhkan agar efektif dan optimal menjaring masukan semua pemangku kepentingan (stageholder). Tujuan penelitian menjelaskan bagaimana strategi pengembangan E-Consultation Situs BKKD demi optimalisasi Fungsi Institusi Pemerintah yang baik (good governance). Hasil-hasil penelitian arkeologi di Situs BKKD di analisis secara deskriptif. Data-data tersebut dimasukkan kedalam kerangka E-Consultation yang sudah dirancang sebelumnya (berdasarkan acuan berbagai teori dan perbandingan yang sudah ada). Hasil kajian berupa model pengembangan E-Consultation yang dianggap lebih optimal dijalankan apabila ada kesepakatan mengikat antara stageholder terutama dalam internal institusi pemerintahan sebelum melibatkan publik yang beragam. Kesimpulan kajian menegaskan bahwa strategi pengembangan E-Consultation Situs BKKD dapat dilakukan demi optimalisasi Fungsi Institusi Pemerintah di bidang kebudayaan. Publik tidak hanya dilibatkan konsultasi secara online, tetapi harus terukur hingga menghasilkan kebijakan pengelolaan situs yang dapat langsung dirasakan pelaksanaannya.
Published: 21 September 2020
Kebudayaan, Volume 15, pp 27-40; doi:10.24832/jk.v15i1.272

Abstract:
Tulisan ini menganalisis alasan-alasan sejumlah orang yang tidak pernah mengunjungi museum. Kajian mengenai hal tersebut dianggap vital mengingat kunjungan ke museum merupakan hal penting. Pentingnya kunjungan ke museum berhubungan dengan besarnya peran museum dalam masyarakat. Peran tersebut mencakup peran pendidikan dan peran ekonomi, yang berkaitan dengan fungsi museum yaitu pendidikan, penelitian, dan kesenangan. Dalam bidang pendidikan, museum dapat menjadi wahana belajar dan penelitian. Sementara itu, dalam bidang ekonomi, museum berperan sebagai daya tarik wisata. Data untuk tulisan ini didapat dari sebuah survei terhadap 50 orang responden, yang terdiri dari orang-orang yang tidak pernah mengunjungi museum seumur hidupnya. Survei dilakukan di sebuah taman yang berlokasi di depan sebuah pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Timur. Berdasarkan data tersebut, tulisan ini berargumen bahwa alasan utama responden tidak mengunjungi museum yaitu terkait waktu, alternatif kegiatan, dan jarak. Sebagian besar responden menganggap bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk berkunjung ke museum, lebih memilih melakukan hal lain, dan jarak dari tempat tinggalnya ke museum cukup jauh.
Published: 21 September 2020
Kebudayaan, Volume 15, pp 67-76; doi:10.24832/jk.v15i1.305

Abstract:
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya media pembelajaran yang menggunakan literasi budaya sebagai media pembelajaran di sekolah dasar dalam menanamkan nilai – nilai pancasila. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran Carano berbasis literasi budaya yang valid, praktis dan efektif dalam pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan model best practices. Untuk nilai Praktkalitas media pembelajaran Komik dilihat dari aspek respon guru berada pada angka 3,77 dan respon peserta didik 97,75% menyatakan suka terhadap media pembelajaran Komik Carano. Untuk efektifitas dilihat dari aktifitas belajar peserta didik sangat efektif dalam pembelajaran sedangkan hasil belajar dari aspek sikap berada pada angka 4,04 pada sila 1, 3,96 pada sila ke 2 dan 3,89 pada sila ke 3. Berdasarkan data in maka penggunaan media pembelajaran Komik Carano efektif dalam proses pembelajaran.
Page of 164
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top