Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 1,060

(searched for: doi:(10.20956/*))
Save to Scifeed
Page of 107
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Bishnu Hari Adhikary, Bandhu Raj Baral, Jiban Shrestha
International Journal of Applied Biology, Volume 4, pp 85-93; doi:10.20956/ijab.v4i1.10192

Abstract:
Grain yield production of maize is greatly affected by varieties and fertilizer levels. This study was conducted to determine the effects of different rates of fertilizers (nitrogen, phosphorus, potassium fertilizers and farmyard manures) on grain yield and yield attributing traits of different maize varieties during winter seasons of 2009/10 and 2010/011 at the research farm of National Maize Research Program, Rampur, Chitwan, Nepal. Six levels of fertilizers [Control (Zero fertilizer), FYM @ 10 t/ha, [email protected] 10 t/ha plus 60:30 20 kg NPK/ha, [email protected] 10 t/ha plus 120: 60: 40 kg NPK/ha, [email protected] 10 t/ha plus 180: 90: 60 kg NPK/ha, and 120: 60: 40 kg NPK/ha] and four maize varieties (Rampur Composite, Manakamana-4, Across9942 × Across 9944 and S99TLYQ-B) were evaluated in randomized complete block design with three replications. The results showed that grain yield was non-significant for maize genotypes but the fertilizers levels were highly significant for grain yield. Rampur Composite produced the highest grain yield (5195 kg/ha), followed by Manakamana-4 (5074 kg/ha), Across9942 × Across9944 (5052 kg/ha) and S99TLYQ-B (4789 kg/ha) with the application of NPK 180: 90: 60 kg/ha plus FYM 10 t/ha. This information is useful in generating suitable fertilization packages for obtaining higher grain yield of maize varieties.
Hermawan Seftiono, Gracecilia Yohanna Panjaitan, Inanpi Hidayati Sumiasih
International Journal of Applied Biology, Volume 4, pp 1-14; doi:10.20956/ijab.v4i1.9181

Abstract:
Star fruit is a non-seasonal fruit that can be harvested three to four times a year. One possible way to process a star fruit is to make it into sorbet. Additional ingredients such as sugar and lime juice will help improve the quality of star fruit sorbet. The purpose of this study was to acquire the best formulation of honey star fruit sorbet by adding sugar and lime juice and to find out the effect of different concentration of sugar and lime juice on the level of predilection, physical traits, level of vitamin C, and antioxidants activity. This study consisted of two phases; the production of lime essence in phase one and the making of star fruit sorbet in phase two as the main study. The result of best formulations selected based on organoleptic test of panellists’ level of predilection were formulation of 150 g sugar + 30 g lime, 90 g sugar + 60 g lime, and 120 g sugar + 60 g lime. Analysis of variance results indicated different formulation of star fruit sorbet had significant effect (P
Leni Handayani, A Rauf, Rahmawaty Rahmawaty, T Supriana
International Journal of Applied Biology, Volume 4, pp 15-20; doi:10.20956/ijab.v4i1.9168

Abstract:
A decrease in the area of soybean farming has an effect on reducing soybean production from year to year so that it has not been able to meet the needs of national soybean consumption. Land suitability assessment is an effort to be able to optimize land use. In the process of assessing land suitability manually, it is considered inaccurate. The purpose of this study was to determine the land suitability class for soybean plants. The land suitability classification system used is the FAO land suitability classification classified at the sub-class level. Land suitability evaluation uses a matching system, as well as comparing the characteristics of land with plant growing community formulated in the technical evaluation of land guidelines for agricultural commodities. In the matching process Leibig's minimum law is used to determine the limiting factors that will affect the suitability of the class and sub-class of the land. Requirements for growing plants become kiteria in conformity evaluation. The results showed that the limiting factors of land suitability for soybean plants that had to be improved were temperature, rainfall, soil texture, C-Organic, N-Total and P-Available soil. The limiting factor of temperature and soil texture cannot be improved so that the marginal fit class (S3) on actual land suitability remains marginal fit (S3) in terms of potential land suitability.
Triyana Yohanes, Adi Sulistiyono, M. Hawin
Hasanuddin Law Review, Volume 3, pp 160-174; doi:10.20956/halrev.v3i2.1107

Abstract:
Dispute settlement system of the WTO DSB can be categorized as a judicial dispute settlement system. Decision (rulings and recommendations) in a dispute settlement made by the WTO DSB is binding and should be performed. In some cases, decisions made by the WTO DSB were not performed, and there is no sanction against the non-compliance with the decisions. The objective of this study is to analyze the legally binding character of the WTO DSB’s decision as a decision of a judicial organ. From the data analysis, it can be concluded that the WTO does not provide adequate sanctions against the non-compliance with the DSB’s decision. It leads to the interpretation of the DSB’s decision is international soft law norm which is not legally binding. Moreover, it can hamper the enforcement of the WTO Agreement and the achievement of the WTO’s goals. The WTO judicial system should be strengthened and improved by creating WTO independent court or tribunal, which has authority to make legally binding decision as international hard law.
Munawarah Munawarah, Muhammad Natsir Djide, Arif Santoso, Elly Wahyudin, Sartini Sartini, Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi, Volume 23, pp 32-34; doi:10.20956/mff.v23i1.6469

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi Fixed Dose Combinaton (FDC) dibandingkan dengan tablet lepas Obat Anti Tuberkulosis (OAT) terhadap resiko terjadinya Drug Induced Hepatotoxicity (DIH) yang ditandai dengan peningkatan nilai SGPT dan SGOT pada penderita Tuberkulosis. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional non eksperimen dengan rancangan deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan cara consecutive sampling. Jumlah sampel 30 pasien, terdiri dari kelompok FDC dan kelompok tablet lepas jumlah masing-masing 17 dan 13 sampel. Dianalisis dengan uji statistik metode Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih nilai SGPT dan SGOT antara kelompok FDC dan kelompok tablet lepas menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05).
A Endang Kusuma Intan, Marinati A Manggau, Husni Cangara
Majalah Farmasi dan Farmakologi, Volume 22, pp 64-68; doi:10.20956/mff.v22i2.5704

Abstract:
Penelitian invitro tentang aktivitas antiproliferatif daun Parang Romang (Boehmeria Virgata (Forst) Guill) telah diteliti pada sel Hela, untuk itu perlu dilakukan uji toksisitas untuk menentukan dosis dan keamanan dari tanaman tersebut pada hewan uji. Salah satu paramater dari uji toksisitas adalah pengamatan terhadap gambaran histopatologi organ. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh setelah pemberian dosis tunggal dan berulang ekstrak etanol daun parang romang terhadap perubahan histopatologi pada organ hati dan ginjal dari tikus putih jantan dan betina (Rattus novergicus). Pada pemberian dosis tunggal tikus dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok 2000 mg/kg BB, dan kelompok 5000 mg/kg BB kemudian dilakukan pengamatan selama 14 hari dan dikorbankan pada hari ke 15. Sedangkan pada pemberian dosis berulang selama 28 hari terdapat 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok 250 mg/kg BB, kelompok 500 mg/kg BB, dan kelompok 1000 mg/kg BB dan dikorbankan pada hari ke 29. Semua kelompok kontrol hanya diberikan akuades. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh setelah pemberian dosis tunggal dan berulang ekstrak etanol daun parang romang (Boehmeria virgata Linn (Forst) Guill) terhadap gambaran histopatologi organ hati dan ginjal berupa degenerasi hidrofik dan pembesaran glomerulus dengan derajat kerusakan ringan sampai sedang, baik pada tikus putih jantan maupun betina (Rattus novergicus).
Tuti Handayani Zainal, Elly Wahyudin, Yusnita Rifai
Majalah Farmasi dan Farmakologi, Volume 22; doi:10.20956/mff.v22i3.5828

Abstract:
Tetra hydroxy ethyl disulphate (THES) merupakan kandidat obat baru sebagai antibiotik yang memiliki mekanisme kerja yaitu ligan sulfat yang ada pada THES akan mengikat peptidoglikan yang ada pada dinding sel bakteri menyebabkan kerusakan pada membran dinding sel bakteri. Senyawa THES ini sangat potensial untuk mengatasi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kurva regresi linier dalam plasma marmut (Cavia porcellus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan pada bulan Mei- September 2018. Penelitian ini menggunakan marmut jantan dengan bobot 400-600 gram. Pengambilan plasma darah marmut melalui vena cava. Pengukuran kadar THES dalam plasma marmut (Cavia porcellus) menggunakan instrumen HPLC pada panjang gelombang 254 nm, fase gerak Asetonitril : Buffer fostat dan fase diam ODS C18 dengan laju alir 1mL/menit. Hasil penelitian menunjukkan seri konsentrasi THES dalam plasma marmut (Cavia porcellus)10 mg/L, 20 mg/L, 30 mg/L, 40, mg/L, dan 50 mg/L berturut- turut diperoleh luas area kromatogram 37878, 27582, 82582, 111490, 157286 sehingga koefisien korelasi THES dalam plasma secara in vitro sebesar r= 0.91 dengan persamaan y = 3227,2x - 13454 dan diperoleh waktu retensi 2,3 menit. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kadar THES dalam plasma marmut (Cavia porcellus) memenuhi uji linieritas dalam matriks biologis.
Ana Adriyani, Yusnita Rifai, Risfah Yulianty
Majalah Farmasi dan Farmakologi, Volume 22, pp 5-7; doi:10.20956/mff.v22i1.5688

Abstract:
Dalam rangka mengontrol kualitas dan keamanan obat yang beredar, maka diperlukan metode analisis obat baru. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh metode analisis penetapan kadar campuran triprolidin HCl, pseudoephedrine HCl dan guaifenesin dalam sediaan sirup secara simultan dengan metode KCKT. Kondisi analisis KCKT menggunakan kolom C18. [Waters x bridge (4,6 x 250 mm) 5 μm], pada panjang gelombang 210 nm, kecepatan alir 0,6 ml/menit dengan fase gerak : [methanol : dapar KH2PO4 pH 3,0 (45 : 55)]. Hasil uji presisi (n=10) mempunyai kadar rata-rata dan %RSD untuk pseudoephedrine HCl, guaifenesin dan triprolidine masing masing sebesar 5,86 mg/mL (97,71%) dan 0,44%; 20,19 mg/mL (100,95%) dan 0.37%; 0,26 mg/mL (103,25%) dan 1,02% dari jumlah yang tertera pada etiket. Hasil uji akurasi berdasarkan nilai recovery untuk pseudoephedrine HCl, guaifenesin dan triprolidine mempunyai rentang masing masing 100,74 - 103,67%; 97,03 - 101,33%; 97,03 - 101,73% . Persyaratan recovery yang dapat menjamin hasil uji untuk pseudoephedrine HCl antara 95,0 -105,0% untuk guaifenesine 97,0 – 103,0% dan untuk triprolidin HCl 90,0 - 107,0%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat dapat diperoleh metode analisis penetapan kadar pseudoephedrine HCl, guaifenesin dan triprolidine HCl secara simultan dan dapat digunakan sebagai acuan dalam menganalisis sampel.
Kholis Roisah
Hasanuddin Law Review, Volume 3, pp 277-289; doi:10.20956/halrev.v3i3.1153

Abstract:
Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) Agree-ment interesting to be understood in the perspective of hard law and soft law. TRIPs Agreement justified as hard or soft law by identifying the norms in the TRIPs agreement. Parameter obligation of TRIPs agreement visible implementation and enforcement of agreement norm with full compliance to fourth of the IPR Convention for the State parties is an indicator of unconditional obligation. Parameters precision TRIPS agreement showed formulation of general obligation setting up the implementation of treaty obligations is regulated in detail and the use of ”shall” term in any norm, describe the imperative norm character and shown indicator as substantial limited of interpretation with the parties might not interpreted. Parameter delegation looked explicitly provision of implementation and enforcement agreement that put an obligation on national authorities of state parties through domestic law and its courts. Parameter obligation, precision as well as delegation showed as high indicator that the TRIPs agreement characterized as hard law.
Hijrah Lahaling, Kindom Makkulawuzar, Singkeru Rukka
Hasanuddin Law Review, Volume 1; doi:10.20956/halrev.v1n2.84

Abstract:
Labelisasi halal tidak sekedar sarana pemenuhan kebutuhan lahiriah, tetapi sekaligus kebutuhan spiritual. Kehalalan dan keharaman makanan biasanya mudah diketahui bila dalam keadaan segar. Tetapi jika setelah mengalami proses pengolahan, maka akan sulit menentukan kehalalannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui aspek perlindungan hukum bagi konsumen untuk secara nyaman dapat melakukan transaksi terhadap produk makanan yang dikehendaki, untuk mengetahui Kewenangan MUI sebagai pihak yang berwenang dan memiliki otoritas mengeluarkan fatwa di Indonesia terkait kehalalan dan keharaman produk pangan; dan untuk mengetahui sejauhmana pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah, LPKSM, dan masyarakat sebagai pihak yang berperan penting dalam melakukan pengawasan terhadap produk atau barang yang beredar di pasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih lemahnya perlindungan hukum bagi konsumen, tidak maksimalnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah, LPKSM, dan masyarakat. Selain itu hadirnya UU JPH No. 33 Tahun 2014 masih menuai polemik salah satunya terkait monopoli kewenangan oleh MUI.
Page of 107
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top