Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 174

(searched for: nuansa:)
Page of 18
Articles per Page
by
Nuansa
Bayu Segera
SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, Volume 2; doi:10.15408/sd.v2i1.1349

Abstract: The end of twentieth century left the impact of life for people around the world. Changes that very large in a century that changed a manifestation of the world which was the residence and human life.The earth as if more fragile in sustains human life with all its activity. Developing countries like indonesia not separated from the condition of this difficult department. Efforts to meeting the needs of food, energy, transportation, psychology has harvested more people are a real threat. This challenge ought to be answered to the development in many sectors with the approach of sustainable. Planting sustainable value has to be introduced from the outset, one way is by introducing ESD (education for sustainable development) in schools, in the hope of school tuition having values the sustainability of it so that it be able to retain the conservation of the natural environment, social and cultural. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v2i1.1349
Ryan
Nuansa
Dirga
CENDEKIA: Journal of Education and Teaching, Volume 10, pp 101-108; doi:10.30957/cendekia.v10i1.86

Abstract: This paper describes innovation of lietarure teaching in Germanic for SMA students. Curriculum change has an immense effort for teachers to promote adaptation on their teaching. In the 2013 Curriculum for SMA, in this context of analysis, innovation for teaching materials and teaching methods used are required as the inquiry based teaching is prominent in this context. The problems of curriculum innovation requires teachers creativity in terms of instructional designs, including: syllabus, lesson plan, teaching materials, methos of teaching and assessment. This paper argues that innovation in teaching Germany for SMA students should start from the instructional design that puts emphases on teaching materials and teaching methods using for exapmle: project-based teaching, inquiry-based teaching.
Nuansa
Ayu Febrina, Isroah Isroah
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Volume 10; doi:10.21831/jpai.v10i2.916

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Aktivitas Belajar Akuntansi melaluiimplementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division(STAD) pada siswa kelas X AK 3 Program Keahlian Akuntansi SMK Batik Perbaik Purworejotahun ajaran 2011/2012.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklusdengan subjek penelitian kelas X AK 3 Program Keahlian Akuntansi SMK Batik PerbaikPurworejo tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara, sedangkaninstrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi Aktivitas Belajar, catatanlapangan, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan antara lain analisis datakualitatif, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan, serta analisis datakuantitatif yang terdiri dari penilaian Aktivitas Belajar siswa.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan AktivitasBelajar Akuntansi dari siklus I ke siklus II. Indikator memperhatikan penjelasan guru mengalamipeningkatan dari 94,44% pada siklus I menjadi 98,08% pada siklus II. Indikator membaca materipelajaran mengalami peningkatan dari 90,74% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.Indikator bertanya pada guru atau teman mengalami peningkatan dari 53,70% pada siklus Imenjadi 78,85% pada siklus II. Indikator bekerja sama mengerjakan tugas dengan sesamaanggota kelompok mengalami peningkatan dari 77,78% pada siklus I menjadi 92,31% padasiklus II. Indikator melakukan diskusi sesama anggota kelompok untuk memecahkan masalahmengalami peningkatan dari 72,22% pada siklus I menjadi 94,23% pada siklus II. IndikatorMenanggapi atau mengemukakan pendapat/gagasan selama proses pembelajaran mengalamipeningkatan dari 70,37% pada siklus I menjadi 86,54% pada siklus II. Indikator mencatat materipelajaran mengalami peningkatan dari 53,70% pada siklus I menjadi 86,54% pada siklus II.Indikator mengerjakan kuis secara individual mengalami peningkatan dari 96,30% pada siklus Imenjadi 100% pada siklus II. Indikator membantu sesama anggota kelompok dalam menguasaimateri pelajaran mengalami peningkatan dari 53,70% pada siklus I menjadi 78,85% pada siklusII. Indikator bersemangat dalam mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan dari 75,93%pada siklus I menjadi 92,31% pada siklus II.Kata kunci : Aktivitas Belajar, STAD, SMK Batik Perbaik Purworejo
Citrasmara Galuh
Nuansa
, Wahyu Widodo
Published: 21 February 2018
E3S Web of Conferences, Volume 31; doi:10.1051/e3sconf/20183109021

Nuansa
Mare Apui Ganang
Nuansa
Mare Apui Ganang, Budi Sulistianto Budi Sulistianto, Tri Karian Tri Karian
Published: 31 December 2018
Jurnal Geomine, Volume 6, pp 101-108; doi:10.33536/jg.v6i3.240

Abstract: Secara umum, kestabilan lereng batuan dikontrol oleh kehadiran struktur geologi, demikian halnya di pit Bakam dengan batuan yang ada cenderung keras sehingga potensi longsor busur cukup kecil, namun longsoran bidang dengan volume yang cukup besar terjadi pada daerah tersebut. Hal ini perlu diketahui penyebabnya dan analisis kekuatan bidang lemah perlu untuk dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan analisis balik untuk menentukan faktor yang menyebabkan longsoran terjadi. Pendekatan menggunakan berbagai kriteria seperti kriteria Mohr-Coulomb dan kriteria Hoek-Brown dilakukan untuk mendapatkan nilai kekuatan pada bidang lemah saat longsor. Data didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengujian sample pada batuan yang longsor diperlukan untuk menunjang penelitian ini. Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis balik menunjukkan bahwa bidang lemah pada lereng pit Bakam mengalami pengurangan kekuatan mekanik berupa nilai kohesi dan sudut gesek dalamnya. Untuk daerah yang longsor pada lereng SYG, bidang lemah mengalami penurunan kekuatan sampai menjadi 29,2 KPa dan sudut geser dalam 26,80 dengan nilai FK sebesar 0,99. Sedangkan pada Lereng BSW menjadi 30,6 KPa dan sudut geser dalam 33,40 dengan nilai FK sebesar 0,99. Faktor yang menyebabkan penurunan nilai kekuatan parameter ini adalah air karena longsor terjadi pada saat hujan, dan beberapa hari sebelumnya ada peledakan pada daerah yang mengalami longsor.
Chanira
Nuansa
, Suryadi Suryadi, Darsono Wisadirana
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, Volume 2, pp 82-85; doi:10.21776/ub.jitode.2014.002.02.07

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Nuansa
Adharia Ningrum Endang Dewi Masithah
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume 3, pp 53-60; doi:10.20473/jipk.v3i1.11622

Abstract: Dunaliella salina is one type of natural food used in the hatchery business. Production stability D. salina with an abundance of nutrients can be supported. The purpose of this study was to determine the effect and how many doses of the bacteria Bacillus pumilus best fermented in cow dung as fertilizer in increasing the population of D. salina. Research conducted at the Laboratory of Education Faculty of Fisheries and Marine Fisheries, Airlangga University Surabaya. The research design used was Completely Randomized Design (CRD) is followed by Duncan test. D. salina was cultured in 250 mL glass bottle with 5 treatments (2 treatments as a control) and four replications. Culture medium used contained 10 ppm cow dung. The concentration of cow manure are given in the study, namely A (12.5% Bacillus pumilus), B (10% Bacillus pumilus), C (7.5% Bacillus pumilus), control 1 (without fermentation), control 2 (fertilizer Walne). The results showed that the addition of Bacillus pumilus on cow dung that were cultured in culture medium D. salina can increase the amount of chlorophyll content of D. salina. Addition of Bacillus pumilus by 10% in the culture medium to produce the amount of chlorophyll-a D. salina high of 0.014055 µg/mL and chlorophyll-b of 0.009657142 µg/mL on the first day.
Nuansa
Bayu Segara, Enok Maryani, Mamat Ruhimat
First Indonesian Communication Forum of Teacher Training and Education Faculty Leaders International Conference on Education 2017 (ICE 2017); doi:10.2991/ice-17.2018.80

Zona
Nuansa
Antariksa, Dian Ultra, Aldani Malau, Tejo Sukotrihadiyono
International Petroleum Technology Conference; doi:10.2523/iptc-18005-ms

Nuansa
Bayu Segara, Gurniwan Kamil Pasya, Enok Maryani
Published: 28 March 2016
Jurnal Geografi Gea, Volume 12; doi:10.17509/gea.v12i2.1782

Abstract: Proses pembelajaran geografi mengalami pergeseran orientasi, pembentukan sikap dan perilaku keruangan tidak lagi menjadi prioritas, karena prioritas utama pembelajaran geografi saat ini untuk meluluskan peserta didik dari ujian nasional. Begitu pula yang terjadi di Kota Cirebon, padahal dalam lima tahun terakhir ini Kota Cirebon berkembang pesat sebagai pusat pertumbuhan. Sehingga sikap dan perilaku penduduknya dalam memperlakukan ruang harus dibentuk sejak dini dengan proses pembelajaran geografi. Pemahaman konsep merupakan salah satu aspek yang dibentuk dalam proses pembelajaran geografi, sehingga perlu diketahui seberapa besar pemahaman konsep berkontribusi terhadap sikap dan perilaku keruangan peserta didik? Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut perlu mengukur variabel-variabel yang terkait. Pemahaman konsep geografi diukur dengan instrumen tes dengan indikator translasi, interpretasi dan ekstrapolasi yang dikaitkan dengan konsep lokasi, jarak dan interaksi. Sedangkan untuk mengukur sikap dan perilaku keruangan menggunakan instrumen non tes dengan skala rating. Hasil identifikasi dan analisis data didapatkan beberapa hal yang menjawab pertanyaan penelitian. Pemahaman konsep geografi berkontribusi rendah terhadap sikap dan perilaku keruangan. Selain itu, sikap keruangan berkontribusi cukup rendah terhadap perilaku keruangan. Hasil tersebut membuktikan teori postulat konsistensi tergantung bahwa hubungan sikap dan perilaku sangat situasional sehingga banyak faktor yang mempengaruhi. Kata kunci: pemahaman konsep, sikap keruangan, perilaku keruangan
Page of 18
Articles per Page
by