New Search

Export article
Open Access

KAITAN ANTARA DEPRESI DAN STATUS GIZI PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JEMBER

Yuli Indarti, Fuadatul Huroniyah
Published: 6 July 2021

Abstract: Peningkatan usia harapan hidup penduduk menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Lansia adalah individu yang mengalami proses penuaan sehingga rentan terhadap penyakit. Berbagai kondisi pada masa lanjut usia khususnya status gizi mungkin menunjukkan keterkaitan dengan kesehatan mental. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal panti werdha UPT. Tresna Werdha Jember. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini dapat simpulkan : (1). Tidak ditemukan kaitan status gizi dan tingkat depresi. Artinya status gizi lansia tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia atau sebaliknya (2) Hasil uji statistik menggunakan regresi logistic berganda menunjukkan bahwa karakteristik responden (jenis kelamin, umur, agama, status pernikahan, status gizi) tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi, namun terdapat dua karakteristik yang berpengaruh pada tingkat depresi pada lansia yaitu pendidikan dan kepemilikan penyakit. Kesimpulannya, tidak ada kaitan status gizi dan tingkat depresi. The increase in life expectancy of the population causes the number of elderly people to continue to increase from year to year. Elderly are individuals who experience an aging process so they are susceptible to disease. Various conditions in old age, especially nutritional status, may show an association with mental health. The research approach used is quantitative, with with a cross sectional design.. The study population is the elderly who live in the UPT Tresna Werdha Jember nursing home. Sampling was done by purposive sampling. The data collection instrument in this study used the method of observation, documentation and questionnaires. The data analysis used was univariate, bivariate and multivariate using the SPSS program. The results of this study can be concluded: (1). There was no association between nutritional status and depression level. This means that the nutritional status of the elderly has no impact on the level of depression in the elderly. (2) The results of statistical tests using multiple logistic regression indicate that the characteristics of the respondent (gender, age, religion, marital status, nutritional status) have no effect on the level of depression, but there are two characteristics that influence the level of depression in the elderly, which are education and disease. The conclusion is there was no association between nutritional status and depression level.
Keywords: program SPSS / Tresna Werdha / Werdha Jember / purposive sampling / pada lansia / penyakit / mental / kaitan

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Click here to see the statistics on "Fenomena" .
Back to Top Top