New Search

Advanced search
Open Access

The resistance of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell 1822) against Aeromonas hydrophila bacteria given moringa leaf extracts (Moringa oleifera L.) through the feed

Rosidah, Ibnu Dwi Buwono, Walim Lili, Ibnu Bangkit Suryadi, Ade Reza Triandika
Published: 11 February 2019
Jurnal Iktiologi Indonesia , Volume 19; doi:10.32491/jii.v19i1.435

Abstract: This study aims to reveal effective concentration of moringa leaf extract which is inducing body resistance of sangkuriang catfish against Aeromonas hydrophila. This study used as experimental method of Completely Randomized Design (CRD) with six treatments and three replications. The treatment used in this research are the addition of Moringa leaf extract into feed with concentration of 0 ppm (A), 100 ppm (B), 125 ppm (C), 150 ppm (D), 175 ppm (E) and 200 ppm (F). Observed Parameters are total leukocyte count, increase in leukocyte, clinical sign and survival rate. Increase in leukocyte and survival rate data were analyzed using F test and Duncan test with significance level 0,05, while clinical sign data was analyzed descriptively. The results showed that Moringa leaf extract was effective to induce the immune of sangkuriang catfish. The 150 ppm concentration resulted the highest total leukocyte count of 23.46 ± 6.46% and didn’t have clinical symptons after challenge with Aeromonas hydrophila and highest survival rate 80.0 ± 5.00%. Based on the regression analysis, 153.95 ppm of Moringa leaf extract is the optimum concentration with 95.62% on the survival of sangkuriang catfish after challenge with Aeromonas hydrophila.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang efektif dari ekstrak daun kelor untuk menginduksi ketahanan tubuh ikan lele sangkuriang terhadap serangan bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penelitian yang digunakan adalah penambahan ekstrak daun kelor ke dalam pakan dengan konsentrasi 0 ppm (A), 100 ppm (B), 125 ppm (C), 150 ppm (D), 175 ppm (E) dan 200 ppm (F). Parameter yang diamati meliputi jumlah total sel darah, peningkatan jumlah sel darah putih, gejala klinis, dan sintasan. Data peningkatan jumlah sel darah putih dan sintasan dianalisis menggunakan uji F dan uji jarak berganda pada taraf kepercayaan 5%, sedangkan data gejala klinis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor efektif untuk menginduksi ketahanan tubuh benih lele sangkuriang. Konsentrasi 150 ppm menghasilkan rata-rata jumlah sel darah putih tertinggi 23,46±6,46% dan setelah diuji tantang tidak menunjukkan gejala klinis, serta tingkat sintasan yang tertinggi sebesar 80,0±5,00%. Berdasarkan analisis regresi konsentrasi ekstrak daun kelor memberikan pengaruh sebesar 95,62% dengan konsentrasi optimum sebesar 153,95 ppm terhadap sintasan ikan lele sangkuriang setelah di uji tantang dengan Aeromonas hydrophila.
Keywords: survival / terhadap / Ikan Lele / Ekstrak Daun / efektif / Daun Kelor / dengan konsentrasi / lele sangkuriang / sangkuriang catfish

Share this article

Click here to see the statistics on "Jurnal Iktiologi Indonesia" .