New Search

Advanced search
Open Access

Pengaruh Penyambungan Plantlet Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis Lour.) yang Diregenerasi Melalui Embriogenesis Somatik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman

Nirmala Friyanti Devy, Nfn Yenni, Nfn Hardiyanto
Published: 19 February 2018
Jurnal Hortikultura , Volume 27, pp 173-184; doi:10.21082/jhort.v27n2.2017.p173-184

Abstract: Plantlet jeruk hasil perbanyakan embriogenesis somatik (ES) in vitro telah banyak dihasilkan. Meskipun demikian, pertumbuhan vegetatif dan generatif di lapang belum dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman jeruk hasil sambung dengan plantlet asal ES dibandingkan mata tempel asal BPMT. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Tlekung, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, mulai September 2013 sampai dengan Desember 2016. Materi penelitian adalah tanaman jeruk dengan batang atas asal (a) plantlet hasil regenerasi melalui ES tanpa bagian akarnya dan (b) mata tempel yang berasal dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT), yang masing-masing disambungkan dan ditempelkan dengan batang bawah Japansche Citroen (JC) berumur 8 bulan setelah transplanting. Tanaman hasil sambung berumur 1 tahun dipindah dan ditanam di lapang dengan jarak tanam rapat 1,5 m x 1,5 m. Pengamatan pertumbuhan dilakukan mulai umur 18 – 42 bulan setelah transplanting (BST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jeruk dengan batang atas hasil ES dapat tumbuh, berkembang, dan berproduksi sama dengan tanaman dengan batang atas asal BPMT. Tinggi tanaman, diameter batang atas, dan diameter batang bawah pada tanaman ES tidak berbeda nyata dengan tanaman BPMT. Tanaman pada dua perlakuan mulai berbunga pada umur 18 BST, dengan jumlah bunga, buah, dan persentase fruitset yang tidak berbeda nyata antarkedua perlakuan, demikian juga pada pembungaan pada tahun berikutnya. Jumlah buah pada tahun ke-2 berbuah (September 2014) dan akhir pengamatan (September 2016) menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 215,7% dan 176,1% pada masing-masing perlakuan ES dan BPMT, sedangkan pada tahun ke-4 pembuahan (2016), perlakuan tanaman jeruk hasil ES mempunyai jumlah buah/tanaman dan berat buah total/tanaman lebih banyak secara nyata dibandingkan asal BPMT. Sifat fisik dan kualitas buah (vit C, total keasaman, dan TPT) yang dihasilkan relatif sama. Tanaman jeruk siam Kintamani yang berasal dari plantlet hasil perbanyakan ES in vitro dan disambungkan dengan batang bawah JC dapat tumbuh, berkembang, dan berproduksi dengan normal di lapang.The plantlets derived from citrus somatic embryogenesis (SE) in vitro have been widely produced. However, their vegetative and generative growth in the field has not been evaluated. The aimed of this research was to evaluate the ability of vegetative and generative growth both of SE and Budwood Multiplication Block (BMB) derived citrus plants. The research was conducted in Tlekung Experimental Garden, Indonesian Citrus and Subtropical Fruit Research Institute, from September 2013 to December 2016. The citrus plants derived from (a) root-decapitated plantlets and (b) buds come from BMB that were grafted and budded, respectively on 8 months old JC rootstock. One-year old grafted and budded plants were planted at field using a dense spacing (1.5 m x 1.5 m). The plant growth...
Keywords: vitamin / plant height / transplanting / atas / grafted / dengan / Tanaman / Jeruk Siam / Plantlet jeruk / siam Kintamani

Share this article

Click here to see the statistics on "Jurnal Hortikultura" .