New Search

Advanced search
Export article
Open Access
Preprint

Qishash dan Sinkronisasinya terhadap Sistem Hukum di Indonesia

Inggit Arifah Khumaera
Published: 21 July 2020
doi:10.31219/osf.io/y436c
Abstract: Dalam agama Islam, hukuman qishash sangat membantu pemantapan pola penegakan hukum (law enforcement) negara secara Prakata viii Implementasi Konsep Hukuman Qishash preventive represive. Tujuannya adalah agar masyarakat memahami dan menaati kaidah hukum negara dan kaidah agama sekaligus. Saat ini banyak orang berasumsi bahwa hukuman qishash lebih identik sebagai hukuman mati yang terkesan menakutkan, padahal hukuman qishash hanya berlaku pada satu poin saja yaitu “pembunuhan disengaja yang tidak dimaafkan oleh keluarga korban”, selebihnya dalam kasus pembunuhan, hukumannya adalah diyat. Dengan demikian sebenarnya hukuman qishash dan diyat ini lebih sederhana dan fleksibel. Adanya upaya pemikiran implementasi hukuman qishash di Indonesia diharapkan dapat dijadikan masukan bagi rancangan penyusunan KUHP sebagai hukum nasional sekaligus sebagai upaya menjamin keamanan warga negara di mana keamanan adalah hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan. Semoga dari hasil pemikiran ini dapat diambil manfaat bagi pihak-pihak terkait dalam mensuskseskan program pembangunan dan penyempurnaan hukum pidana, khususnya di Indonesia, hal itu dikarenakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Negara ini, menurut banyak pakar hukum, masih memerlukan dan sangat terbuka bagi revisi dan reformasi.
Keywords: Implementasi / dalam / ini / DI INDONESIA / satu / sangat / Banyak / qishash dan

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Back to Top Top