New Search

Advanced search
Export article
Open Access

POLA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI KABUPATEN BANGKA BARAT

Asyraf Suryadin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan , Volume 13, pp 1-14; doi:10.24832/jpkp.v13i1.362

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kasus kenakalan remaja serta perilaku negatif di kalangan remaja sehingga diketahui gambaran pola pendidikan karakter dalam mengatasi kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui survei. Jumlah sampel penelitian ditentukan berdasarkan teori Isaac and Michael dengan Significance Level 5%. Responden penelitian berjumlah 666 siswa yang berasal dari seluruh sekolah menengah. Analisis data menggunakan metode analisis deskritif terhadap instrumen penelitian yang berupa kuesioner. Diketahui kenakalan remaja yang mendapat penilaian negatif dari yang paling tinggi adalah: pergaulan bebas (17%), bullying (13%), keluar malam (11%), dan pacaran (10%). Perilaku seperti merokok (9%), bolos sekolah (7%), narkoba (5%), kekerasan (5%), mabuk (4%), tindakan pornografi (3%), melawan guru (3%), dan mencuri (2%) masih dalam kategori sedang dan rendah. Sebanyak 89% responden setuju bahwa pendidikan karakter dapat mengembangkan potensi siswa untuk berhati baik, perpikiran baik, dan bertindak baik sehingga perlu adanya kerja sama intervensi orang dewasa di sekitar remaja dan pembentukan kebiasaan dalam empat lingkungan yaitu lingkungan keluarga, temansebaya, sekolah, dan masyarakat.
Keywords: Yang / untuk / siswa / sehingga / Pendidikan Karakter / Negatif / Responden / diketahui

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Click here to see the statistics on "Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan" .
Back to Top Top