New Search

Advanced search
Export article
Open Access

Kontribusi Hermeneutis 1 Raja-Raja 21 terhadap Konflik Agraria di Indonesia

Sciprofile linkAdmadi Balloara Dase
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual , Volume 2, pp 40-54; doi:10.34307/b.v2i1.88

Abstract: Agrarian conflict is a very classic discussion in Indonesia. It affects humanity and environmental issues. As many discriminations happens toward marginalized society, it’s needed to be a concern. The author will dialogue this issue with text 1 Kings 21. This event is almost the same with the text 1 Kings 21, about the seizure of land between King Ahab and Naboth. To investigate and review the meaning of 1 Kings 21, the author uses critical history method. In conclusion, greed is the cause, so there was a land seizure between King Ahab and Nabot which resulted in the killing of Nabot as a weaker person. However, God declared justice for His people, and declared judgment on King Ahab. The event like this also often occurred in Indonesian society, due to economic interests and the legitimacy of national development. However, it is unfortunate that the prophetic voice from the church could not be heard. AbstrakKonflik agraria merupakan persoalan yang sangat klasik di Indonesia. Konflik tersebut berdampak pada kemanusiaan, bahkan pada masalah lingkungan. Dengan banyaknya terjadi diskriminasi terhadap orang-orang marginal (tak berdaya) tentunya ini perlu menjadi perhatian. Penulis akan mencoba melihat impikasi dari teks 1 raja-raja 21 terhadap konteks saat ini. Peristiwa diskriminasi tersebut tentunya hampir sama terjadi dalam teks 1 Raja-raja 2, tentang perebutan tanah antara raja Ahab dan Nabot. Dalam menyelidiki dan mengkaji makna dari 1 Raja-raja 21, penulis mengunakan metode penafsiran kritik sejarah (historis). Kesimpulannya, keserakahan yang menjadi penyebab, sehingga terjadi perebutan tanah antara Raja Ahab dan Nabot yang mengakibatkan terbunuhnya Nabot sebagai yang lemah. Namun, Tuhan tetap menyatakan keadilannya bagi umat-Nya, dan menyatakan penghakiman kepada raja Ahab. Peristiwa tersebut juga sering terjadi dalam masyarakat Indonesia, dikarenakan kepentingan ekonomi dan legitimasi pembangunan nasional. Namun, sangat disayangkan gaungan suara kenabian dari gereja tak begitu terdengar.
Keywords: society / terhadap / Konflik / DI INDONESIA / agraria / Ahab / sangat / Raja Raja

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Click here to see the statistics on "BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual" .
Back to Top Top